Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Berbagai Penyakit Menular Seksual Akibat Seks Oral

Oral seks adalah rangsangan pada alat kelamin dengan menggunakan mulut dan ludah. Oral seks merupakan salah satu cara infeksi menular seksual (IMS) yang paling sering ditularkan.

Berbagai Penyakit Menular Seksual Akibat Seks Oral

Berbagai Penyakit Menular Seksual Akibat Seks Oral

Seks oral meliputi seks oral pada penis (fellatio), seks oral pada vulva (cunnilingus) dan seks oral pada anal (rimming). Seseorang beresiko tertular penyakit menular seksual jika memiliki lebih dari satu pasangan seksual sehingga semakin banyak pasangan yang dimiliki maka semakin besar resiko untuk terinfeksi penyakit menular seksual.

Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh The New England Journal of Medicine pada tahun 2007 menunjukkan resiko yang lebih besar untuk kanker orofaringeal pada orang yang melakukan seks oral dengan setidaknya enam pasangan yang berbeda. Selain resiko kanker, infeksi menular seksual juga dapat disebabkan akibat oral seks.

Infeksi menular seksual dapat menyebar sebagai akibat dari kontak fisik yang dekat dengan orang lain. Infeksi biasanya menyebar melalui seks vagina, anal dan juga oral. Menurut CDC (Center of Disease Control and Prevention), berikut ini penyakit infeksi yang dapat disebabkan akibat oral seks :

HIV

Seks oral merupakan aktivitas yang relatif beresiko rendah untuk penularan HIV, terutama jika dibandingkan dengan aktivitas seksual melalui alat kelamin. Meskipun penularan HIV jarang terjadi melalui seks oral, namun resiko penularan masih tetap ada. Resiko HIV meningkat apabila :

  • Apabila memiliki luka di area mulutnya
  • Jika ejakulasi dilakukan didalam mulut
  • Jika seseorang yang menerima seks oral memiliki infeksi menular seksual lainnya.

medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

Herpes Simpleks

Meskipun herpes genital dan herpes oral disebabkan oleh jenis virus herpes simpleks yang berbeda (HSV-2 dan HSV-1), namun kedua virus ini mampu menginfeksi lokasi tersebut. Oleh karena itu, herpes dapat menular akibat seks oral. Resiko tertular infeksi herpes selama seks oral sangat signifikan dan dapat terjadi walaupun pasangan tidak mengalami gejala apapun.

Human Papillomavirus (HPV)

Seks oral sangat memungkinkan terjadinya transmisi virus HPV. Faktanya, diyakini bahwa HPV yang didapat saat melakukan seks oral merupakan faktor resiko utama terjadinya kanker mulut dan tenggorokan. Infeksi HPV mudah menyebar karena bisa menular hanya karena kontak kulit, bukan melalui cairan tubuh.

Baca Juga: Agar Tidak Tertular, Ini 8 Cara Mencegah Penyakit Kelamin

Gonore (Kencing Nanah)

Tingkat penularan Gonore sangat tinggi pada pria yang berhubungan dengan sesama jenis dan biseksual. Beberapa penelitian melaporkan bahwa sekitar 6,5% pria yang berhubungan seks dengan sesama jenis mengalami infeksi gonore pada tenggorokan. Gonorrhea merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Neisseria gonorrhoeae.

CDC memperkirakan ada sekitar 1,14 juta kasus baru setiap tahunnya. Gonorrhea dapat ditularkan melalui seks oral. Gonorrhea dapat mempengaruhi tenggorokan, alat kelamin, saluran kemih dan rektum.

Chlamydia

Penyakit Chlamydia disebabkan oleh infeksi bakteri Chlamydia trachomatis. Penyakit ini tak hanya ditularkan melalui hubungan seks oral, namun juga dapat ditularkan melalui hubungan seks anal dan melalui vagina. Penyakit ini dapat menyerang tenggorokan, alat kelamin, saluran kemih dan rectum.

Baca Juga: Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV?

Sifilis

Sifilis adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi bakteri Treponema pallidum. Penyakit sifilis dapat menyerang mulut, bibir, alat kelamin, anus, dan rektum. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat menyerang area tubuh lainnya termasuk pembuluh darah dan saraf.

Bagaimana Cara Mencegah Penyakit Menular Seksual ?

Penyakit menular seksual dapat dicegah dengan menggunakan alat pelindung seperti kondom, setiap kali melakukan hubungan seks oral dan menghindari berganti pasangan seksual. Penis dapat dilindungi dengan kondom lateks dan jika alergi terhadap latex maka dapat menggunakan kondom plastik (poliuretan). Sementara bagi wanita, dapat menggunakan dental dam pada area kemaluannya.

Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia D
Ditinjau oleh : dr. Monica C

 

Referensi

  1. National Health Service. What infections can I catch through oral sex?
  2. Goodwin M, Zambon V. Oral sex STD risk charts: Safety and prevention.
  3. Downs M, Katz M. Oral Sex: Safety, Risks, Relationships, STD Transmission.
  4. Boskey E, Brahmbhatt J. Did You Know That Oral Sex Isn’t Safer Sex?
  5. White C, Scaccia A. The Facts on Oral STDs.
  6. Centers for Disease Control and Prevention. STD Risk and Oral Sex.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com