Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Suntik BCG Berbekas di Kulit Bayi, Amankah?

Daya tahan tubuh bayi dan anak-anak berusia di bawah 5 tahun, masih lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Mereka sangat rentan tertular penyakit. Salah satunya penyakit Tuberkulosis (TB).

Penularan TB sangat mudah melalui udara, yaitu ketika penderita TB bersin, batuk, meludah atau berbicara, membuat bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit ini ikut terbang dan mudah terhirup oleh orang di sekitarnya, termasuk bayi Moms. Terlebih jika saat itu bayi berdekatan dengan penderita TB dalam ruangan tertutup dan berventilasi buruk, peluang untuk tertular, sangat besar.

Pencegahan, tentu lebih baik daripada pengobatan. Itulah sebabnya, bayi perlu mendapatkan imunisasi BCG sejak usia dini. Suntik BCG seringkali menimbulkan bekas di kulit bayi, apakah itu aman? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Tuberkulosis?

Sebelum membahas soal imunisasi BCG dan suntik BCG yang berbekas di kulit bayi, ada baiknya kita ketahui apa itu penyakit TB. Penyakit TB merupakan penyakit infeksi pada jaringan paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menyerang bayi, anak-anak maupun dewasa.

TB umumnya mempengaruhi paru-paru, tetapi dapat  juga menyebar ke organ lain dari tubuh, seperti kelenjar getah bening, tulang, sendi dan ginjal (TB milier). Pada keadaan lebih lanjut, penyakit TB yang serius dapat menyebabkan meningitis atau radang selaput otak (meningitis TB). Hal ini bisa sangat berbahaya sekaligus mematikan dan sering menyerang bayi dan anak-anak di bawah usia 3 tahun.

Gejala TB pada Bayi dan Dewasa

Penyakit TB masih menjadi permasalahan di dunia. Bahkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2017 mencatat ada sekitar 1.020.000 kasus penyakit TB di Indonesia. Namun, di antara sekian banyak jumlah tersebut, baru 420.000 kasus yang terlaporkan di Kementerian Kesehatan RI.

Banyak orang tak tahu kalau dirinya terjangkit TB sebab gejalanya bisa pula ditemui pada penyakit lain. Berikut beberapa gejala yang biasanya terdapat pada penderita TB, yaitu:

– Batuk. Pada tahap yang lebih lanjut, penderita mengalami batu berdahak berwarna abu-abu atau kuning yang bisa pula bercampur dengan darah
– Adanya penurunan berat badan yang signifikan dan tak bisa dijelaskan
– Kelelahan, demam, panas dingin hingga sesak napas
– Turunnya nafsu makan

Namun, bila bayi terkena TB, gejala yang ditimbulkan tidak sama dengan orang dewasa, Moms. Ia tidak mengalami batuk berdahak seperti kebanyakan penderita TB dewasa. Namun, beberapa gejala yang umumnya menyertai, antara lain:

Demam berkepanjangan. Nah, ini juga kerap membingungkan orangtua. Kebanyakan Moms bahkan tidak sadar kalau bayinya terkena TB. Sebab, bayi akan alami demam atau panas yang hilang timbul selama 1 – 2 bulan. Suhu demam juga hanya berkisar 37,8°C – 38°C.

Berat badan tidak naik selama 2 bulan berturut-turut. Kita tahu, kenaikan berat badan sangat penting bagi seorang bayi. Jika angka berat badan bayi Moms tidak merangkak naik selama 2 bulan berturut-turut, sepatutnya perlu waspada!

Meskipun kedua tanda di atas bisa dijadikan patokan apakah bayi terkena TB atau tidak, sebaiknya bayi perlu dilakukan tes Mantoux atau uji tuberkulin agar hasilnya lebih akurat. Hal ini untuk menghindari terjadinya salah diagnosis maupun over-diagnosis. Sebab, berbeda pada orang dewasa yang bisa membuktikan infeksi TB dengan memeriksakan dahaknya di laboratorium, bayi tak mengeluarkan dahak saat batuk. Ini salah satu faktor yang menyebabkan diagnosis TB pada anak-anak lebih sulit.

Vaksin BCG

Mengingat bayi dan anak-anak lebih berisiko menderita infeksi TB berat sehingga bisa menimbulkan kesakitan dan kematian tinggi, maka imunisasi BCG pada bayi perlu diberikan sejak dini.

Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin) adalah suntikan yang diberikan untuk melindungi tubuh dari infeksi TB yang parah. Vaksin ini terbuat dari bakteri Mycobacterium bovis yang dilemahkan. Bakteri ini yang paling mendekati kemiripan dengan bakteri Mycobacterium tuberculosis, penyebab penyakit TB.

Vaksin BCG cukup diberikan 1 kali yang biasanya dilakukan pada bayi saat berusia 1 – 3 bulan. Namun, jika imunisasi BCG diberikan pada anak berusia lebih dari 3 bulan,  sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Perlu diketahui, pemberian vaksin BCG ini hanya efektif untuk mencegah infeksi TB yang lebih berat yaitu infeksi TB milier dan meningitis tetapi tidak untuk infeksi TB paru.

Suntik BCG Aman untuk Bayi

Adapun suntik BCG dilakukan secara intrakutan, yakni tepat di bawah kulit. Saat dilakukan penyuntikan, posisi jarum harus datar sehingga vaksin bisa masuk ke jaringan lemak di bawah kulit. Untuk lokasi penyuntikan vaksin BCG, biasanya dilakukan  di kulit lengan kiri bagian atas.

Umumnya setelah bayi menerima suntik BCG, area terjadinya suntikan akan mengeras diikuti dengan kondisi kulit yang sedikit melepuh. Namun jangan khawatir ya, Moms, hal ini adalah reaksi yang normal (terjadi pada 9 dari 10 bayi).

Lalu, dalam dua hingga enam minggu setelah penyuntikan,  akan timbul suatu titik kecil di tempat suntikan yang kemudian membesar atau membengkak seperti benjolan. Kulit bekas suntikan ini dapat terasa sakit dan memar selama beberapa hari, tapi pada akhirnya akan sembuh. Biasanya, bekas suntik BCG ini akan meninggalkan bekas luka kecil di kulit. Namun, Moms tak perlu risau berlebihan! Bekas luka suntik yang berbekas di kulit bayi ini, lama-lama juga akan menghilang dengan sendirinya seiring usia anak yang semakin besar.

Namun, kadang-kadang, pada beberapa bayi mungkin terjadi reaksi kulit yang lebih parah, tetapi ini juga biasanya akan sembuh dalam beberapa minggu. Tapi jika Moms menduga bahwa reaksi kulit bayi Anda tidak normal atau mungkin mengalami  infeksi,  jangan ragu dan sungkan untuk menanyakan langsung pada dokter Anda.

Selain itu, efek samping seperti reaksi anafilaktik (reaksi alergi yang serius) setelah mendapatkan vaksin BCG, sangat jarang terjadi. Mungkin ini hanya terjadi pada satu dari sejuta kasus. Jadi, tak perlu khawatir ya, Moms. Suntik BCG aman diberikan pada bayi selama hal tersebut dilakukan oleh ahlinya.

Nah, jika bayi Moms ingin diberikan vaksin BCG, tak perlu repot mencari informasinya. Anda hanya perlu mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut mengenai vaksinasi BCG, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

Referensi:

  1. BCG vaccine | medicine [Internet]. Encyclopedia Britannica. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: britannica.com
  2. BCG Vaccine: Information for Parents – English version | HealthEd [Internet]. Healthed.govt.nz. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: healthed.govt.nz
  3. BCG Vaccine (TB vaccine) | Vaccine Knowledge [Internet]. Vk.ovg.ox.ac.uk. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: vk.ovg.ox.ac.uk
  4. Bukan Batuk Biasa, Waspadai TBC dengan 8 Gejala Khasnya [Internet]. liputan6.com. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: liputan6.com
  5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peduli TBC, Indonesia Sehat. 2018.[Internet]. Available at: depkes.go.id
  6. Ratnasari E. Waspada Tuberkulosis pada Anak [Internet]. gaya hidup. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: cnnindonesia.com
  7. Yolanda N. Skar BCG. 2016. [Internet]. Available at: idai.or.id
  8. BCG (TB) vaccine side effects [Internet]. nhs.uk. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: nhs.uk
  9. Media K. Usia Bayi Bukan Patokan Imunisasi – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: lifestyle.kompas.com

WhatsApp Asisten Maya saja