Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ bcg”

  • Imunisasi menjadi salah satu cara si kecil terhindar dari penyakit menular. Namun ada beberapa imunisasi yang memberikan beberapa reaksi imunisasi yang sering kali membuat Bunda takut, sehingga Bunda enggan membawa si kecil untuk imunisasi. Bunda khawatir, karena reaksi-reaksi tersebut merupakan reaksi kecil yang wajar terjadi.      Reaksi yang umum terjadi biasanya seperti demam, bercak […]

    Kenali dan Cara Mengatasi Reaksi Imunisasi Si Kecil

    Imunisasi menjadi salah satu cara si kecil terhindar dari penyakit menular. Namun ada beberapa imunisasi yang memberikan beberapa reaksi imunisasi yang sering kali membuat Bunda takut, sehingga Bunda enggan membawa si kecil untuk imunisasi. Bunda khawatir, karena reaksi-reaksi tersebut merupakan reaksi kecil yang wajar terjadi.   

     

    Reaksi yang umum terjadi biasanya seperti demam, bercak merah hingga reaksi lokal ditempat suntikan. Karena itu, yuk kenali dan cara mengatasi reaksi imunisasi si kecil, berikut ini:

    1. BCG (Tubercolosis)

    Reaksi : Dalam 2-6 minggu setelah si kecil imunisasi BCG maka akan timbul bisul kecil yang membesar dan luka dapat terbuka (ulserasi) selama 2 hingga 4 bulan yang akan sembuh secara perlahan dan berganti kulit pada bisul tersebut.

    Cara mengatasinya : Jika luka tersebut mengelurkan cairan, maka Bunda dapat mengkompresnya dengan cairan antiseptik. Segeralah membawa si kecil ke dokter bila cairan tersebut semakin banyak, luka semakin membesar atau semakin parah.

    Produk Terkait:

    2. Hepatitis B

    Reaksi: Setelah imunisasi Hepatitis B, biaasnya timbul demam namun tidak tinggi, timbul kemerahan pada tempat penyuntikan, bengkak, rasa nyeri disekitar sendi dan rasa mual.

    Cara Mengatasinya: Untuk mengatasi reaksi tersebut, dianjurkan untuk si kecil minum lebih banyak baik ASI ataupun air buah. Saat si kecil demam, gunakanlah pakaian yang tipis lalu bekas suntikan yang nyeri dapat dikompres dengan air dingin.

    Produk Terkait:

    Namun jika demam belum turun, berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan dan maksimal 6 kali pemberian dalam 24 jam. Saat si kecil demam boleh Bunda seka dengan air hangat. Apabila reaksi tersebut semakin berat maka bawalah si kecil ke dokter.

    3. DPT (Difteri Pertusis Tetanus)

    Reaksi : reaksi yang dapat terjadi setelah imunisasi DPT (Difteri Pertusis Tetanus) ini antara lain terjadi demam tinggi, si kecil menjadi sedikit rewel, timbul kemerahan pada tempat suntikan, nyeri serta pembengkakan. Reaksi ini tidak akan berlangsung lama Bunda, kurang lebih selama 2 hari.

    Cara Mengatasinya : Cara mengatasinya yaitu beri si kecil minum lebih banyak dapat berupa ASI atau air buah. Sama seperti penanganan pada imunisasi Hepatitis B, beri pakaian yang lebih tipis jika si kecil demam, kompreslah bekas suntikan yang nyeri dengan air dingin, apabila demam dapat diberikan parasetamol 15 kg/kgbb setiap 3-4 jam dan maksimal 6 kali pemberian dalam 24 jam.

    Produk Terkait: Imunisasi DPT ke Rumah

    Si Kecil di perbolehkan mandi atau cukup diseka dengan air hangat dan bila reaksi si kecil lebih berat dibandingkan sebelumnya maka bawalah si kecil ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    4. Polio

    Reaksi: Pemberian imunisasi polio pada umumnya tidak memberikan dampak apapun. Namun sebagian kecil anak yang telah melakukan imunisasi akan merasa pusing, diare ringan dan nyeri otot.

    Cara Mengatasinya: karena reaksi ini jarang terjadi maka Bunda tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan tindakan apapun.

    Produk Terkait: Imunisasi 3 Bulan Komplit ke Rumah

    5. Campak dan MMR

    Reaksi: Hal yang dapat terjadi pasca imunisasi campak dan MMR yaitu berupa rasa tidak nyaman disekitar bekas penyuntikan.

    Terjadi beberapa gejala-gejala lain yang timbul  5-12 hari setelah penyuntikan seperti demam tidak tinggi atau erupsi kulit halus atau tipis yang berlangsung kurang dari 48 jam. Pembengkakan kelenjar getah bening pada belakang telingan yang dapat terjadi sekitar 3 minggu pasca imunisasi MMR.

    Cara Mengatasinya: Berilah si kecil minum lebih banyak seperti ASI atau air buah, jika demam gunakan pakaian yang tipis, kompreslah area bekas suntikan yang nyeri dengan menggunakan air dingin, bila demam berikan parasetamol 15 mg/kgbb setiap 3-4 jam bila diperlukan, maksimum 6 kali dalam 24 jam. Untuk membersihkan si kecil cukup disekan menggunakan air hangat. Apabila reaksi tersebut berat maka bawalah si kecil ke dokter.

    Produk Terkait: Vaksinasi Campak ke Rumah

     

    6. DT (Diteri, Tetanus)

    Reaksi : Reaksi pasca imunisasi DT (Difteri, Tetanus) biasanya timbul kemerahan, bengkak dan nyeri sekitar bekas suntikan.

    Cara Mengatasinya: Kompreslah area bekas suntikan yang terasa nyeri dengan menggunakan air dingin. Bunda tenang saja karena imunisasi ini tidak memerlukan tindakan khusus.

    Produk Terkait: imunisasi booster ke rumah

    Bila si kecil mengalami demam setelah imunisasi dan tak kunjung turun setelah diberi obat, maka periksakan ke dokter. Selalu catat apa yang dialami si kecil untuk imunisasi ke dua dan selanjutnya.

    Untuk mendapatkan kenyamanan imunisasi si kecil dan layanan imunisasi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Sumber:

    Trisbiantara, Irene. “Apa Saja Efek Samping Setelah Imunisasi?”. tanyadok.com

    IDAI. “Penjelasan Kepada Orang Tua Mengenai Imunisasi”. idai.or.id

    Read More
  • Banyak penyakit yang semakin lama semakin menyeramkan dan sulit untuk diatasi, salah satunya penyakit tuberkulosis yang dapat mengkhawatirkan masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak dengan usia bayi sampai balita. Jelas masalah tuberkulosis menghantui kesehatan mereka, sehingga pemerintah mengupayakan segala program dan bekerja sama dengan pihak medis dan juga berbagai kalangan. Baca Juga: Tuberkulosis (TBC) […]

    Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya

    Banyak penyakit yang semakin lama semakin menyeramkan dan sulit untuk diatasi, salah satunya penyakit tuberkulosis yang dapat mengkhawatirkan masyarakat khususnya orang tua yang memiliki anak dengan usia bayi sampai balita.

    Jelas masalah tuberkulosis menghantui kesehatan mereka, sehingga pemerintah mengupayakan segala program dan bekerja sama dengan pihak medis dan juga berbagai kalangan.

    Baca Juga: Tuberkulosis (TBC) pada Anak

    Sobat pasti tidak asing dengan nama vaksin BCG yang diberikan sejak bayi. Nah, dalam artikel ini kita akan membahas secara jelas mulai dari penggunaan sampai kegunaan BCG untuk anak-anak. Apa saja dan seberapa penting vaksin ini. Berikut penjelasan lengkapnya.

    Apa itu Vaksin BCG ?

    Vaksin BCG merupakan vaksin yang diberikan kepada anak-anak untuk melindungi tubuh dari tuberkolosis atau yang biasa disebut TB. Penyakit ini seperti bayang-bayang, tidak pernah diketahui masalahnya tapi berbahaya karena menyerang bagian paru-paru sebagai organ utama pernafasan manusia.

    Vaksin BCG masuk ke dalam vaksin yang mengandung bakteri TB tetapi sudah dimodifikasi sebelumnya, vaksin ini akan membantu tubuh untuk melawan bakteri TB, khususnya pada bayi yang baru lahir sehingga bila tertular, gejalanya tidak akan berat. Jika disisipi BCG, tubuh akan terus membentuk imun yang kuat. Alasan ini yang menyebabkan BCG diberikan sebelum bayi mulai usia 3 bulan.

    Mengenai vaksin BCG

    • Golongan : vaksin
    • Kategori : obat yang membutuhkan resep
    • Guna : mencegah tuberkulosis
    • Bentuk obat : suntik
    • Diberikan pada: anak-anak dan juga orang dewasa
    • Peringatan khusus : wanita hamil dan juga menyusui sebaiknya tidak diberikan vaksin ini, konsultasikan pada dokter kandungan terkait vaksin BCG, terutama jika di lingkungan sekitar terdapat penderita TB sehingga dapat menulari sekitar.

    Apakah Berguna untuk Orang Dewasa ?

    Sebenarnya, vaksin BCG dapat diberikan pada orang dewasa, tetapi keefektifannya akan lebih rendah dibandingkan dengan bayi sehingga jarang sekali dianjurkan terutama mereka yang belum pernah vaksin. Biasanya yang mendapatkan vaksin BCG saat dewasa adalah petugas medis yang memiliki kontak dengan pasien TB dan berisiko.

    Dosis vaksin BCG

    Vaksin hanya akan jadi sia-sia jika tidak digunakan dengan benar, dimana BCG memiliki aturan dan dosisnya sendiri. Memang yang mengetahui dosis adalah paramedis sehingga sebagai pasien atau pengguna tinggal datang ke puskesmas ataupun rumah sakit. Namun, tidak ada salahnya Sobat mengetahuinya untuk menambah pengetahuan betapa pentingnya imunisasi ini.

    Baca Juga: Suntik BCG Berbekas di Kulit Bayi, Amankah?

    Pertama Sobat bisa memperhatikan isi dari kemasan vaksin BCG, dimana cairan tersebut harus bening dan tidak terdapat partikel, minimal Sobat melihatnya seperti air bersih dan jangan sampai berubah warna. Kemudian, botol tidak mengalami kebocoran dan bentuk kemasan masih bagus. Mintalah kepada petugas botol yang baru jika sudah terlihat buruk.

    Setelah itu perhatikan suntikan, apakah menggunakan yang baru atau tidak. Hal ini penting mengingat terdapat beberapa oknum yang menggunakan alat suntik berbahaya dan tidak bisa dipertanggung-jawabkan

    Tujuan dan Manfaat Vaksin BCG

    Inilah informasi yang ditunggu banyak orang tua, sebenarnya apa manfaat dan tujuan dari vaksin BCG selain yang dijelaskan pada penjelasan sebelumnya. Vaksin BCG terbukti ampuh merangsang tubuh untuk membentuk sistem imun anti tuberkulosis, dimana vaksin ini bukan mengobati tetapi membekali perlindungan.

    Sobat tidak perlu khawatir kapanpun dan dimanapun tuberkulosis menyerang anak atau Sobat karena sudah terbekali oleh kekebalan tubuh sendiri. Beberapa penelitian mencatat beberapa efektifitas dari vaksin BCG yaitu :

    • Dapat mengurangi resiko penyakit tuberkolosis sekitar 50%
    • Dapat mengurangi bentuk berat dari pasien yang terserang penyakit tuberkulosis seperti meningitis tuberkulosis anak hingga paling sedikit 70%, apalagi jika sudah menyerang otak maka akan berbahaya
    • Memberikan efek perlindungan maksimal selama 10 tahun, setelah itu Sobat bisa meminta vaksin kembali di rumah sakit.

    Efek Samping

    Biasanya banyak ibu khawatir karena setelah imunisasi anak akan mengalami efek samping, terkadang orang tua baru merasa bingung apakah gejala yang timbul termasuk wajar atau justru bermasalah. Sebenarnya ibu bisa konsultasi ke dokter anak atau tempat imunisasi sebelumnya jika terjadi masalah yang dirasa janggal.

    Namun, efek samping yang didapatkan setelah imunisasi biasanya adalah adanya pembengkakan kecil di area kulit yang disuntik. Kemudian, bayi akan merasa rewel karena tidak nyaman dan tubuh memberikan reaksi pegal dan juga agak sedikit demam. Selain itu, bekas suntikan  seringkali menimbulkan luka parut atau luka yang berbentuk.

    Jika luka sudah menimbulkan masalah seperti nanah dan juga membengkak sebaiknya hubungi dokter terkait untuk konsultasi tentang keadaan anak. Bayi yang mengalami masalah biasanya lebih sensitif dan mereka lebih tersiksa.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi BCG bagi Anak

    Kejadian pasca-imunisasi BCG salah satunya adanya pembesaran kelenjar getah bening di area ketiak selama 2-4 bulan. Namun, kasus ini sangat jarang terjadi sehingga jika memang ada salah satunya yang terjadi segera larikan ke rumah sakit.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi BCG ke Rumah

    Segera vaksin anak Sobat dengan BCG agar bila tertular, gejalanya tidak terlalu berat. Konsultasikan ke dokter anak Sobat mengenai pertanyaan-pertanyaan seputar BCG. Anak sehat, anakpun menjadi kuat. Untuk vaksinasi BCG ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah, dan banyak keunggulannya Lho!

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Read More
  • Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia. Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang […]

    7 Gejala TB Paru pada Si Kecil yang Perlu Diketahui

    Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia.

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat

    Penyakit tuberkolosis disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bisa saja menyerang berbagai usia, tidak hanya orang dewasa tetapi anak-anak sampai anak yang masih kecil sekalipun.

    Penyakit ini dapat dihindari dengan berbagai cara mulai dari menjaga kebersihan lingkungan sampai pengobatan dan juga terapi. Namun, sebelum mengenali penyakitnya Sobat harus bisa mengenali gejala yang ada, apa saja ?

    1. Batuk lama

    Batuk lama menjadi pertanda bahwa anak terserang atau terkena TB paru. Namun, bukan berarti ketika anak Sahabat mengalami batuk maka langsung panik dan menyangka anak terkena TB paru.

    Produk Terkait: Sedia Obat Batuk Anak

    Sahabat dapat mengonsultasikan hal ini ke dokter terkait batuk yang diderita oleh anak. Jenis batuk pada TB paru biasanya berbeda dengan batuk biasa terjadi pada anak.

    Batuk yang diakibatkan TB paru penyebaran bakterinya terjadi dengan sangat cepat. Sulit untuk menghentikan batuk yang ada, apalagi pada malam hari tubuh anak merasa tidak enak.

    Selain itu, batuk TB paru memiliki karakter tidak pernah reda dan semakin parah serta sulit hilang sampai waktu 14 hari. Jika memang sudah melewati waktu tersebut segera ke dokter.

    2. Batuk berdarah

    Gejala selanjutnya yang mudah dikenali adalah batuk berdarah, dimana pasien yang terserang TB paru  pasti mengalami tahapan ini terutama mereka yang sudah terserang dengan waktu yang lama.

    Anak yang sudah mengalami batuk berdahak harus segera dilarikan ke rumah sakit karena darah yang terkandung pun terdapat bakteri berbahaya dan menular.

    Baca Juga: 8 Home Remedy Mudah Obat Batuk Anak

    Pengobatan TB paru jika sudah sampai tahapan batuk berdarah ini seringkali sulit. Selain itu anak-anak akan mengalami sakit yang terus menerus di bagian dada karena darah yang ada menyebabkan kurangnya oksigen dan infeksi pada paru. Jika sudah seperti ini biasanya penanganannya menjadi lebih kompleks.

    3. Anak menjadi sangat lemah

    TB paru mengandung bakteri yang sangat aktif dan bisa menyebabkan tubuh menjadi sangat lemah. Hal ini terjadi karena kondisi pernapasan anak yang memburuk dan menyebabkan mereka mudah lesu serta kehilangan oksigen. Gejala awalnya dapat disertai batuk atau tidak, batuk berdarah dan gejala lesu atau lemas sudah jelas menjadi tanda bahwa anak terserang TB paru.

    Selain itu tanda lainnya adalah anak menjadi tidak semangat baik bermain maupun bergerak. Pada umumnya anak sehat mungkin merasa lemah dan juga lesu tetapi jika berhubungan dengan mainan atau hal yang ia suka dapat menjadi semangat lagi. Hal ini berbeda dengan anak yang terserang TB paru.

    4. Berat badan terus menurun

    Anak yang terserang TB paru bisa mengalami penurunan berat badan yang sangat signifikan. Sebenarnya semua masalah pernafasan yang menyerang manusia khususnya anak-anak akan menyerang kondisi tubuh dan berat badan.

    Pada TB paru, berat badan anak akan turun atau tidak naik dalam 2 bulan sebelumnya meskipun sudah diberikan perbaikan gizi dalam 1-2 bulan.

    Lantas bagaimana kondisi mereka jika berat badan terus menurun? kemungkinan masalah yang dihadapi anak dengan TB paru adalah kurang gizi dan juga mengalami pertumbuhan yang buruk.

    Padahal, anak-anak pada masa pertumbuhan dan perkembangan banyak membutuhkan banyak nutrisi. Jelas jika TB paru tidak diobati maka akan bertambah buruk.

    5. Demam

    Demam berkepanjangan menjadi tanda selanjutnya anak terserang TB paru, dimana demam terjadi lebih dari 2 minggu dan atau berulang tanpa sebab yang jelas.

    Baca Juga: Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah Serta Pencegahannya

    Jika TB paru semakin parah maka demampun dapat semakin parah dan menyebabkan kejang. Sobat bisa menggunakan obat penurun panas tetapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama karena demam seringkali kambuh.

    6. Mengeluarkan keringat pada malam hari

    Malam hari biasanya anak-anak tidur dengan nyenyak terutama jika anak sudah main dengan cukup lama. Sayangnya berbeda dengan kondisi anak yang terserang TB paru, ketika malam hari seringkali demam dan juga keluar keringat dingin. Kondisi ini terjadi baik ketika anak sedang demam ataupun tidak demam.

    Keringat dingin di malam hari ini disebabkan oleh infeksi dan adanya perubahan sistem imun dalam tubuh anak. Gejala ini seringkali diabaikan karena umumnya anak akan terlihat normal di siang hari. Sebagai orang tua, Sobat harus peka terhadap kondisi anak.

    7. Anak mudah murung dan marah

    Ketika sakit, anak-anak sangat mudah dikenali dan juga dipahami. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa menutupi rasa sakit anak-anak lebih mengekspresikan rasa tidak nyaman mereka, terutama ketika terserang TB paru yang bisa menyebabkan mereka menjadi lemah atau lesu.

    Hal ini berimbas pada kondisi anak yang mudah marah dan seringkali murung. Tidak diketahui pasti mengapa anak menjadi rewel seperti bayi, tapi perlu Sobat pahami bahwa anak yang sedang tidak nyaman akibat penyakit akan mempengaruhi suasana hatinya. Apalagi jika hal tersebut menyebabkan batuk atau demam terus menerus yang membuat mereka lelah.

    Itulah ketujuh tanda yang paling bisa dikenali dari gejala TB paru pada anak. Memang jika dilihat sekilas gejalanya sama dengan gejala penyakit lainya sehingga tidak mudah untuk orang awam. Namun, sebagai orang tua baiknya peka dan juga mulai memahami jika ada masalah pada anak.

    TB paru pada anak bukanlah penyakit ringan yang mudah disembuhkan, melainkan berbahaya dan juga menular dan bisa menyebabkan penyakit menyebar disekitar keluarga Sahabat.

    Untuk pencegahan, sahabat bisa menggunakan vaksin BCG atau TB agar semua keluarga terlindungi dari penyakit tersebut. Prosehat juga memberikan layanan vaksinasi ke rumah sehingga tidak perlu lagi antre untuk melakukan vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi BCG ke Rumah

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Daya tahan tubuh bayi dan anak-anak berusia di bawah 5 tahun, masih lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Mereka sangat rentan tertular penyakit. Salah satunya penyakit Tuberkulosis (TB). Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi Penularan TB sangat mudah melalui udara, yaitu ketika penderita TB bersin, batuk, meludah atau berbicara, membuat bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab […]

    Suntik BCG Berbekas di Kulit Bayi, Amankah?

    Daya tahan tubuh bayi dan anak-anak berusia di bawah 5 tahun, masih lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Mereka sangat rentan tertular penyakit. Salah satunya penyakit Tuberkulosis (TB).

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Penularan TB sangat mudah melalui udara, yaitu ketika penderita TB bersin, batuk, meludah atau berbicara, membuat bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit ini ikut terbang dan mudah terhirup oleh orang di sekitarnya, termasuk bayi Moms. Terlebih jika saat itu bayi berdekatan dengan penderita TB dalam ruangan tertutup dan berventilasi buruk, peluang untuk tertular, sangat besar.

    Pencegahan, tentu lebih baik daripada pengobatan. Itulah sebabnya, bayi perlu mendapatkan imunisasi BCG sejak usia dini. Suntik BCG seringkali menimbulkan bekas di kulit bayi, apakah itu aman? Berikut penjelasannya.

    Apa Itu Tuberkulosis?

    Sebelum membahas soal imunisasi BCG dan suntik BCG yang berbekas di kulit bayi, ada baiknya kita ketahui apa itu penyakit TB. Penyakit TB merupakan penyakit infeksi pada jaringan paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini dapat menyerang bayi, anak-anak maupun dewasa.

    TB umumnya mempengaruhi paru-paru, tetapi dapat  juga menyebar ke organ lain dari tubuh, seperti kelenjar getah bening, tulang, sendi dan ginjal (TB milier). Pada keadaan lebih lanjut, penyakit TB yang serius dapat menyebabkan meningitis atau radang selaput otak (meningitis TB). Hal ini bisa sangat berbahaya sekaligus mematikan dan sering menyerang bayi dan anak-anak di bawah usia 3 tahun.

    Gejala TB pada Bayi dan Dewasa

    Penyakit TB masih menjadi permasalahan di dunia. Bahkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tahun 2017 mencatat ada sekitar 1.020.000 kasus penyakit TB di Indonesia. Namun, di antara sekian banyak jumlah tersebut, baru 420.000 kasus yang terlaporkan di Kementerian Kesehatan RI.

    Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Kamu Ketahui

    Banyak orang tak tahu kalau dirinya terjangkit TB sebab gejalanya bisa pula ditemui pada penyakit lain. Berikut beberapa gejala yang biasanya terdapat pada penderita TB, yaitu:

    – Batuk. Pada tahap yang lebih lanjut, penderita mengalami batu berdahak berwarna abu-abu atau kuning yang bisa pula bercampur dengan darah
    – Adanya penurunan berat badan yang signifikan dan tak bisa dijelaskan
    – Kelelahan, demam, panas dingin hingga sesak napas
    – Turunnya nafsu makan

    Namun, bila bayi terkena TB, gejala yang ditimbulkan tidak sama dengan orang dewasa, Moms. Ia tidak mengalami batuk berdahak seperti kebanyakan penderita TB dewasa. Namun, beberapa gejala yang umumnya menyertai, antara lain:

    Demam berkepanjangan. Nah, ini juga kerap membingungkan orangtua. Kebanyakan Moms bahkan tidak sadar kalau bayinya terkena TB. Sebab, bayi akan alami demam atau panas yang hilang timbul selama 1 – 2 bulan. Suhu demam juga hanya berkisar 37,8°C – 38°C.

    Berat badan tidak naik selama 2 bulan berturut-turut. Kita tahu, kenaikan berat badan sangat penting bagi seorang bayi. Jika angka berat badan bayi Moms tidak merangkak naik selama 2 bulan berturut-turut, sepatutnya perlu waspada!

    Meskipun kedua tanda di atas bisa dijadikan patokan apakah bayi terkena TB atau tidak, sebaiknya bayi perlu dilakukan tes Mantoux atau uji tuberkulin agar hasilnya lebih akurat. Hal ini untuk menghindari terjadinya salah diagnosis maupun over-diagnosis. Sebab, berbeda pada orang dewasa yang bisa membuktikan infeksi TB dengan memeriksakan dahaknya di laboratorium, bayi tak mengeluarkan dahak saat batuk. Ini salah satu faktor yang menyebabkan diagnosis TB pada anak-anak lebih sulit.

    Vaksin BCG

    Mengingat bayi dan anak-anak lebih berisiko menderita infeksi TB berat sehingga bisa menimbulkan kesakitan dan kematian tinggi, maka imunisasi BCG pada bayi perlu diberikan sejak dini.

    Vaksin BCG (Bacillus Calmette-Guerin) adalah suntikan yang diberikan untuk melindungi tubuh dari infeksi TB yang parah. Vaksin ini terbuat dari bakteri Mycobacterium bovis yang dilemahkan. Bakteri ini yang paling mendekati kemiripan dengan bakteri Mycobacterium tuberculosis, penyebab penyakit TB.

    Vaksin BCG cukup diberikan 1 kali yang biasanya dilakukan pada bayi saat berusia 1 – 3 bulan. Namun, jika imunisasi BCG diberikan pada anak berusia lebih dari 3 bulan,  sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu. Perlu diketahui, pemberian vaksin BCG ini hanya efektif untuk mencegah infeksi TB yang lebih berat yaitu infeksi TB milier dan meningitis tetapi tidak untuk infeksi TB paru.

    Produk Terkait: Imunisasi BCG ke Rumah

    Suntik BCG Aman untuk Bayi

    Adapun suntik BCG dilakukan secara intrakutan, yakni tepat di bawah kulit. Saat dilakukan penyuntikan, posisi jarum harus datar sehingga vaksin bisa masuk ke jaringan lemak di bawah kulit. Untuk lokasi penyuntikan vaksin BCG, biasanya dilakukan  di kulit lengan kiri bagian atas.

    Umumnya setelah bayi menerima suntik BCG, area terjadinya suntikan akan mengeras diikuti dengan kondisi kulit yang sedikit melepuh. Namun jangan khawatir ya, Moms, hal ini adalah reaksi yang normal (terjadi pada 9 dari 10 bayi).

    Lalu, dalam dua hingga enam minggu setelah penyuntikan,  akan timbul suatu titik kecil di tempat suntikan yang kemudian membesar atau membengkak seperti benjolan. Kulit bekas suntikan ini dapat terasa sakit dan memar selama beberapa hari, tapi pada akhirnya akan sembuh. Biasanya, bekas suntik BCG ini akan meninggalkan bekas luka kecil di kulit. Namun, Moms tak perlu risau berlebihan! Bekas luka suntik yang berbekas di kulit bayi ini, lama-lama juga akan menghilang dengan sendirinya seiring usia anak yang semakin besar.

    Namun, kadang-kadang, pada beberapa bayi mungkin terjadi reaksi kulit yang lebih parah, tetapi ini juga biasanya akan sembuh dalam beberapa minggu. Tapi jika Moms menduga bahwa reaksi kulit bayi Anda tidak normal atau mungkin mengalami  infeksi,  jangan ragu dan sungkan untuk menanyakan langsung pada dokter Anda.

    Baca Juga: 5 Pertanyaan Seputar Vaksin Bayi yang Sering Diajukan

    Selain itu, efek samping seperti reaksi anafilaktik (reaksi alergi yang serius) setelah mendapatkan vaksin BCG, sangat jarang terjadi. Mungkin ini hanya terjadi pada satu dari sejuta kasus. Jadi, tak perlu khawatir ya, Moms. Suntik BCG aman diberikan pada bayi selama hal tersebut dilakukan oleh ahlinya.

    Nah, jika bayi Moms ingin diberikan vaksin BCG, tak perlu repot mencari informasinya. Info lebih lanjut mengenai vaksinasi BCG, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. BCG vaccine | medicine [Internet]. Encyclopedia Britannica. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: britannica.com
    2. BCG Vaccine: Information for Parents – English version | HealthEd [Internet]. Healthed.govt.nz. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: healthed.govt.nz
    3. BCG Vaccine (TB vaccine) | Vaccine Knowledge [Internet]. Vk.ovg.ox.ac.uk. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: vk.ovg.ox.ac.uk
    4. Bukan Batuk Biasa, Waspadai TBC dengan 8 Gejala Khasnya [Internet]. liputan6.com. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: liputan6.com
    5. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Peduli TBC, Indonesia Sehat. 2018.[Internet]. Available at: depkes.go.id
    6. Ratnasari E. Waspada Tuberkulosis pada Anak [Internet]. gaya hidup. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: cnnindonesia.com
    7. Yolanda N. Skar BCG. 2016. [Internet]. Available at: idai.or.id
    8. BCG (TB) vaccine side effects [Internet]. nhs.uk. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: nhs.uk
    9. Media K. Usia Bayi Bukan Patokan Imunisasi – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2018 [cited 13 August 2018]. Available from: lifestyle.kompas.com
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja