Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Cek Fakta: Covid Dapat Mempengaruhi Kualitas Sperma Pria

Ditulis oleh : dr. Gloria Teo
Ditinjau oleh : dr. Monica C

Covid Mempengaruhi Sperma dalam Hal Kualitas Kesuburannya

Dugaan bahwa Covid mempengaruhi sperma pria kian banyak beredar. Hal ini memicu beberapa riset dan studi andrologi untuk mencari fakta. Tujuannya tentu untuk mengetahui apa saja risiko dalam jangka dekat ini ataupun jangka panjang nanti pada seseorang yang pernah terinfeksi Covid-19. Dengan demikian, pertolongan dini dapat dilakukan.

Apa hasilnya? Mari simak penjelasan berikut ini:

Risiko Covid Lebih Tinggi Terhadap Pria

Pandemi Covid-19 telah menjadi ancaman kesehatan dunia dan mengakibatkan risiko yang lebih tinggi pada pria dibandingkan wanita. Beberapa studi andrologi mengenai dampak Covid-19 terhadap kesuburan pria telah dilakukan. Menurut pakar Urologi Reproduksi Universitas Miami, dr. Ranjith Ramasamy, virus Covid-19 mampu bertahan di testis dalam waktu yang lama setelah infeksi awal pada pria tanpa gejala. 

Virus Covid-19 berpotensi menurunkan produksi sperma selama 3 sampai 6 bulan pasca infeksi. Covid-19 juga menyerang pembuluh darah dan berada di penis selama 7 sampai 9 bulan pasca infeksi awal sehingga berisiko menyebabkan disfungsi ereksi.

Ingin Mengetahui Sudah Sembuh dari Covid atau Belum?
Dapatkan Pemeriksaan Covid 19 dari Prosehat

Cara Covid-19 Menyerang Sistem Reproduksi Pria

Studi terbaru mendapatkan bahwa Covid-19 berikatan kuat dengan reseptor sel manusia yakni, angiotensin-converting enzyme 2 (ACE 2) dan enzim manusia yaitu type II transmembrane serine protease (TMPRSS2). Pada tubuh manusia, reseptor ACE 2 dan enzim TMPRSS2 mayoritas berada pada organ paru, ginjal, usus, jantung. 

Setelah diteliti lebih lanjut, reseptor ACE 2 banyak ditemukan pada sel testis manusia yakni spermatogonia (cikal bakal sperma), sel Leydig, sel Sertoli, dan juga kelenjar reproduksi pria, yakni kelenjar prostat, vesika seminalis, dan kelenjar bulbouretral, yang berkontribusi dalam produksi semen pada pria. Melalui penemuan ini, diduga Covid mempengaruhi sperma karena mampu mengganggu produksi sperma dan menurunkan kualitas sperma pada pasien yang terinfeksi Covid-19. 

Bukti Bahwa Covid Mempengaruhi Sperma Pasien

Sebuah penelitian yang dilakukan di Iran dengan mengambil sampel 84 pria dengan Covid-19 positif dan 105 pria dengan Covid-19 negatif yang bertujuan untuk mengetahui kondisi pada semen dan sperma serta dampak akibat Covid-19.

Penelitian tersebut menunjukan bahwa:

  • Terdapat sejumlah zat peradangan pada sel sperma pasien Covid-19
  • Kadar radikal bebas (reactive oxygen species) yang lebih tinggi pada sel sperma pasien pria penderita Covid
  • Antioxidant/superoxide yang lebih rendah pada sel sperma pria yang menderita Covid-19
  • Konsentrasi sperma dan pergerakan sperma berkurang dibandingkan mereka yang tidak terinfeksi
  • Ada perubahan bentuk sperma pada penderita Covid-19.

Keadaan-keadaan ini disebut dengan keadaan subfertil, yaitu kondisi ketika seseorang mampu bereproduksi tetapi kemampuan reproduksi tersebut menurun (kurang subur).

Kesuburan Pria Setelah Terinfeksi Covid-19

Untuk mengetahui keadaan sperma pasca pemulihan Covid-19, Guo et al meneliti 41 pasien pria usia reproduktif yang telah sembuh dari Covid-19. Pengambilan sampel pertama dilakukan pada 56 hari setelah selesai rawat inap. Lalu, diikuti sampel kedua yang diambil pada 29 hari setelah sampel pertama, terhadap 22 dari 41 pasien. 

Dari penelitian pada sampel pertama (56 hari setelah selesai rawat inap) diketahui bahwa:

  • Jumlah dan kualitas sperma memang berkurang dalam 56 hari pasca selesai infeksi Covid-19
  • Sementara itu, vitalitas sperma dan bentuk/morfologi sperma tidak terpengaruh infeksi Covid
  • Efek ini hanya bersifat sementara, kondisi akan membaik sekitar 85 hari setelah pemulihan infeksi Covid-19

Pada penelitian menggunakan sampel kedua (yang diambil 29 hari setelah pengambilan sampel pertama), didapatkan hasil sebagai berikut:

  • Jumlah sperma semakin meningkat dibandingkan sampling pertama sebelumnya.
  • Konsentrasi sperma semakin meningkat jumlahnya dibandingkan sampling pertama sebelumnya
  • Gerakan sperma yang normal semakin meningkat jumlahnya dibandingkan sampling pertama sebelumnya.
  • Sementara itu, hormon reproduksi tidak berubah secara signifikan. 

Kesimpulan:

Temuan ini merupakan kabar baik untuk para pria penyintas Covid-19, karena keadaan subfertil (kurang subur) hanya bersifat sementara.

Namun tentunya, perlu dilakukan pengecekan mendalam untuk mengetahui apakah sperma masih dalam kondisi subur. Sahabat Sehat dapat mengambil layanan berikut ini: Layanan Pemeriksaan Kesuburan

Mengapa pemeriksaan kesuburan sangat penting bagi pria?
Check jawabannya melalui artikel berikut ini: Pentingnya Pengecekan Kesuburan Bagi Pria

Nah Sahabat Sehat, itulah fakta bagaimana Covid mempengaruhi sperma pria dari sisi kesuburan pria. Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan kesuburan, pemeriksaan Covid-19 maupun pemeriksaan kesehatan lainnya segera manfaatkan layanan Prosehat dan Klinik Kasih.

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik:

Referensi:

  1. Guo T, Sang M, Bai S, Ma H et al. Semen parameters in men recovered from COVID-19. Asian J Androl. Sep-Oct 2021;23(5):479-483.
  2. Hilton L. COVID-19 and men’s health: What we know so far [internet]. USA : Urology Times; 2021 [updated 2021 Aug 11; cited 2021 Nov 03].
  3. Maleki B, Tartibian B. COVID-19 and male reproductive function: a prospective, longitudinal cohort study [internet]. USA : Society for Reproduction and Fertility; 2021 [updated 2021 Mar; cited 2021 Nov 03].
  4. Miller J. COVID-19 reduces fertility in men, study suggests [internet]. USA : Healio; 2021 [updated 2021 Jan 29; cited 2021 Nov 03].

Chat Dokter 24 Jam