Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Hari Tuberkulosis Sedunia 2022: Kenali Efek Samping Obat TB Pada Anak

Tuberkulosis pada anak perlu mendapat perhatian karena kesulitan dalam mendiagnosis dan peningkatan risiko efek samping obat TB pada anak.

Hari Tuberkulosis Sedunia 2022 Kenali Efek Samping Obat TB Pada Anak

Hari Tuberkulosis Sedunia 2022: Kenali Efek Samping Obat TB Pada Anak

Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia diperingati pada tanggal 24 Maret setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait salah satu penyakit menular paling mematikan. Tanggal tersebut ditetapkan bertepatan dengan ditemukannya bakteri penyebab TB oleh Dr. Robert pada tahun 1882. 

Indonesia berada pada peringkat ketiga dari delapan negara yang menyumbang 2/3 kasus TB tertinggi di seluruh dunia dengan persentase 8% setelah India 27% dan China 9%. Pada tahun 2021, diperkirakan ada 824.000 kasus TB dengan total kematian sebanyak 13.110 orang. 

Meski mematikan dan mudah menular, TB sebenarnya dapat dicegah dan diobati. Berdasarkan data WHO, upaya pemberantasan TB secara global telah menyelamatkan sekitar 66 juta jiwa sejak tahun 2020. Akan tetapi, mengonsumsi obat-obatan TB diketahui juga dapat menimbulkan berbagai efek samping terhadap penderita, terutama pada anak-anak penderita TB. Apa saja yang perlu diwaspadai? Simak penjelasannya di bawah ini.

Apa itu Tuberkulosis?

Tuberkulosis (TB) adalah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Selain menyerang paru-paru, bakteri ini juga dapat menyerang organ vital lain seperti ginjal, tulang belakang, hingga otak. 

Umumnya, bakteri penyebab TB menyebar melalui udara saat penderita batuk, berbicara, atau tertawa. Bakteri yang terhirup oleh individu yang sehat akan meningkatkan risiko terinfeksi TB. Gejala TB pada anak berupa gejala umum (sistemik) dan sesuai organ terkait. Gejala umumnya meliputi:

  • Berat badan turun, tidak naik selama 2 bulan terakhir, atau gagal tumbuh (failure to thrive)
  • Demam lama (> 2 minggu) atau berulang
  • Batuk lama (> 2 minggu) dan memburuk
  • Lesu dan anak kurang aktif bermain

medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

Selain paru-paru, TB dapat menginfeksi organ tubuh lain, atau disebut juga sebagai tuberkulosis ekstra paru. Dengan demikian, gejala yang timbul juga bervariasi sesuai dengan organ yang terlibat seperti kelenjar getah bening, sistem saraf pusat (otak), tulang, mata, kulit, dan sebagainya.

Orang dengan HIV/AIDS, kanker dan penyakit kronis lebih rentan terinfeksi TB. Namun, penularan TB dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, serta menerapkan protokol kesehatan. Khusus bagi anak, jangan lupa untuk vaksinasi TB anak (BCG) di usia 1 bulan. Bila telat, vaksinasi dapat dikejar sampai dengan usia 12 bulan. 

Pengobatan Infeksi TB untuk Anak

Penyakit TB pada anak dapat diobati dengan mengonsumsi beberapa obat anti-TB (OAT) selama enam bulan atau lebih, tergantung pada respon pengobatan. Pengobatan dibagi menjadi dua fase, yaitu fase intensif selama 2 bulan dan fase lanjutan selama 4 bulan.

Pengobatan TB harus dilakukan dengan benar karena anak dapat kembali sakit bila terapi tidak diselesaikan. Selain itu, apabila obat tidak diminum dengan benar, bakteri yang masih hidup dapat menjadi resisten atau kebal terhadap obat tersebut. TB yang resisten terhadap obat akan lebih sulit disembuhkan dan lebih mahal biaya pengobatannya bila suatu hari anak kembali sakit. Durasi pengobatan juga akan berlangsung lebih lama sampai 18-24 bulan. 

Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat

Efek Samping Obat Anti TB pada Anak

Serupa dengan obat-obatan pada umumnya, pengobatan TB juga memiliki risiko menimbulkan berbagai efek samping, baik ringan maupun berat. Namun, efek samping obat TB pada anak lebih jarang terjadi dibandingkan dewasa.

Efek samping yang ditimbulkan pun dapat bervariasi antar individu walau menjalani pengobatan yang sama. Berikut beberapa efek samping yang mungkin muncul akibat penggunaan obat tuberkulosis:

  • Mual atau muntah dan gangguan nafsu makan
  • Gangguan saraf seperti kram, kesemutan, dsb.
  • Gangguan pengelihatan
  • Peradangan hati
  • Kerusakan ginjal
  • Reaksi alergi
  • Gangguan fungsi pendengaran.

Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui

Penanganan Efek Samping dari Obat Anti TB

Apabila Si Kecil mulai menunjukkan efek samping OAT, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Umumnya, dokter akan menyesuaikan dosis obat, mengganti obat, dan/atau menambahkan obat penangkal setelah dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. 

Tapi ingat, jangan langsung menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter. Sebab, hal itu justru akan membuat Anda lebih berisiko mengalami TB resisten obat (TB-MDR). Kondisi tersebut akan membuat bakteri kebal terhadap obat TB sehingga lebih menyulitkan pengobatan.

Baca Juga: 7 Gejala TB Paru pada Si Kecil

Sahabat Sehat, infeksi tuberkulosis adalah penyakit menular yang dapat disembuhkan. Bila anak Anda terinfeksi, berikan dukungan penuh selama proses pengobatan agar ia mampu menyelesaikannya dengan sempurna. Waspadai juga gejala-gejala dari efek samping obat TB pada anak seperti di atas dan konsultasikan dengan dokter.

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

 

Referensi 

  1. Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) Tahun 2021.
  2. Humanities, A. Hari Tuberkulosis Sedunia 2021.
  3. WHO. World TB Day.
  4. Rxlist. Side Effects Drug Center.
  5. Mayo Clinic. Tuberculosis – Symptoms and causes.
  6. TB Alert. Side effects – TB Alert.
  7. TB Indonesia. Dashboard TB.

Chat Dokter 24 Jam