Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Perbandingan Efek Samping dari 5 Vaksin Booster Covid-19

Pemerintah menggunakan 5 jenis vaksin sebagai vaksin booster Covid-19. Efek samping vaksin booster Covid-19 ini berbeda tiap jenisnya.

Perbandingan Efek Samping dari 5 Vaksin Booster Covid-19

Perbandingan Efek Samping dari 5 Vaksin Booster Covid-19

Vaksin Covid-19 dosis ke-3 atau vaksin booster memiliki efek samping yang berbeda-beda pada setiap orang. Beberapa dari Sahabat Sehat mungkin mengalami sakit kepala, nyeri di tempat suntikan, hingga demam tinggi.

Vaksin dosis ketiga Covid-19 merupakan salah satu bentuk upaya pencegahan peningkatan kasus Covid-19 yang baru-baru ini kembali meningkat akibat munculnya virus Covid-19 varian baru Omicron. Vaksin booster ini telah mulai dilaksanakan sejak 12 Januari 2022 lalu di berbagai kabupaten dan kota di Indonesia. Pemerintah memberikan vaksin booster secara gratis dengan memprioritaskan kelompok lansia dan kelompok rentan. 

Presiden Jokowi memastikan bahwa vaksin Covid-19 dosis ketiga ini diberikan kepada seluruh masyarakat Indonesia secara gratis, dan dengan beberapa syarat yang harus dipenuhi seperti:

  • Usia diatas 18 tahun
  • Sudah menerima vaksin dosis lengkap (dosis 1 dan 2)
  • Dosis vaksin Covid-19 kedua sudah diterima lebih dari 6 bulan. 

Vaksin Covid-19 Booster

Vaksin Booster adalah vaksinasi Covid-19 yang diberikan setelah seseorang mendapatkan vaksinasi Covid-19 primer dosis lengkap (dosis ke 1 dan ke 2) dengan tujuan untuk mempertahankan tingkat kekebalan serta memperpanjang masa perlindungan. Berdasarkan hasil penelitian, antibodi akan mengalami penurunan pada 6 bulan setelah menerima vaksinasi dosis primer lengkap. Sehingga dibutuhkan pemberian vaksin dosis lanjutan atau booster guna meningkatkan proteksi individu terutama pada kelompok masyarakat yang rentan. 

Vaksinasi ini dilakukan melalui dua mekanisme, yaitu mekanisme Homolog dan Heterolog. Mekanisme homolog adalah pemberian vaksin booster dengan menggunakan jenis vaksin yang sama dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah diterima sebelumnya. Sedangkan mekanisme heterolog adalah pemberian vaksin dengan menggunakan jenis vaksin yang berbeda dengan vaksin primer dosis lengkap yang telah diterima sebelumnya. 

Baca Juga: Fakta Vaksin Pfizer dan Efektivitasnya Melawan COVID-19

Efek Samping Vaksin Booster 

Ada 5 jenis vaksin yang digunakan untuk booster, yakni CoronaVac, Comirnaty, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, masing-masing jenis vaksin ini digunakan sebagai booster dengan melalui mekanisme homolog dan heterolog.

CoronaVac (Buatan Sinovac)

Vaksin Sinovac sebagai booster terbukti dapat meningkatkan antibodi hingga puluhan kali lipat. Bagi kelompok usia 18 – 59 tahun, antibodi mereka dapat meningkat hingga 20 kali. Sementara bagi kelompok lansia 60 tahun ke atas mampu meningkat lebih dari 30 kali. Idealnya, vaksin CononaVac diberikan sebanyak 1 dosis minimal setelah 6 bulan menerima vaksinasi lengkap. 

Vaksin ini dapat diberikan pada usia 18 tahun ke atas dengan meningkatkan antibodi netralisasi hingga 21 – 35 kali setelah 28 hari hari pemberian booster pada subjek dewasa. Namun, terungkap fakta lain bahwa efek samping dari vaksin Sinovac cukup rendah. Vaksin booster yang diproduksi oleh Sinovac ini memiliki efek samping yang bersifat ringan-sedang misalnya tampak kemerahan  dan nyeri di bekas suntikan

Comirnaty (Buatan Pfizer)

Vaksin Corminaty yang diproduksi Pfizer ini dapat diberikan minimal 6 bulan setelah dosis kedua dari vaksin primer dosis lengkap. Hampir sama dengan Sinovac, vaksin booster Comirnaty hanya diberikan pada usia 18 tahun ke atas. Efek samping vaksin Pfizer sebagai vaksin booster perlu jadi perhatian apabila vaksin primernya adalah Sinovac atau AstraZeneca. Efek samping vaksin booster Pfizer ini tidak jauh berbeda dari vaksin Covid-19 lainnya.  Beberapa efek samping pasca vaksinasi booster Pfizer antara lain:

  • Nyeri ditempat suntikan
  • Nyeri otot
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Demam
  • Kelelahan

Zivifax (Buatan Anhui)

Vaksin Zifivax menggunakan platform rekombinan protein subunit untuk memicu respon imun tubuh. Para peneliti menciptakan versi protein yang tidak berbahaya dalam sel dan kemudian memurnikannya, sebelum dirakit menjadi vaksin. 

Vaksin Zifivax diberikan 1 dosis setelah 6 bulan menerima dosis lengkap vaksinasi primer (Sinovac atau Sinopharm). Diperuntukan bagi usia 18 tahun ke atas dengan efek samping pasca vaksinasi sebagai berikut :

  • Nyeri pada tempat suntikan
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Demam
  • Nyeri otot
  • Batuk 
  • Mual
  • Diare 

Baca Juga: Tips Mencegah Penularan Covid-19 di Area Perkantoran

Moderna

Vaksin Moderna sebagai vaksin booster diberikan ½ dosis setelah 6 bulan menerima vaksinasi dosis lengkap. Diperuntukan bagi kelompok usia 18 tahun keatas dengan efek samping yang umumnya masih bisa ditoleransi dengan baik. Sebagian besar efek samping vaksin booster Moderna bersifat ringan hingga sedang, seperti :

  • Nyeri ditempat suntikan
  • Demam
  • Pegal
  • Mual

AstraZeneca

Berdasarkan data dari laboratorium Universitas Oxford pada Desember 2021 lalu, disebutkan bahwa suntikan vaksin booster AstraZeneca efektif dalam melawan Omicron. Studi ini diperoleh setelah tiga dosis vaksin yang ampuh melawan varian Delta setelah dua dosis. Vaksin booster AstraZeneca ini diberikan sebanyak 1 dosis minimal setelah 6 bulan dari vaksinasi lengkap. Diberikan pada usia 18 tahun ke atas dengan efek samping pasca vaksinasi booster AstraZeneca, diantaranya:

  • Nyeri di tempat suntikan
  • Demam
  • Pegal
  • Mual

Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa efek samping dari vaksin booster sesuai dengan jenisnya. Adapun beberapa pantangan yang harus dilakukan setelah melakukan vaksinasi booster yaitu Sahabat Sehat disarankan untuk tidak merokok dan tidak mengkonsumsi minuman beralkohol. 

Selain itu, sebaiknya Sahabat Sehat menghindari aktivitas fisik yang berat setidaknya selama 2 – 3 hari pasca vaksinasi booster. Sebab tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan pulih dari efek samping vaksin booster. 

Baca Juga: Cek Fakta: Covid Dapat Mempengaruhi Kualitas Sperma Pria

Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
Ditinjau oleh : dr. Monica C

 

Referensi

  1. Alam S. Efek Vaksin Ke-3 COVID-19, dari Sinovac, Pfizer, hingga Moderna.
  2. Verywell Health. Are COVID-19 Booster Shots Variant-Specific?

Chat Dokter 24 Jam