Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Author Archive for: [email protected]

  • Setiap satu tahun sekali umumnya asisten rumah tangga (ART) dan driver mengambil jatah cuti untuk kembali ke kampung halaman. Mereka tidak hanya menghabiskan satu atau dua hari di kampung halaman, tapi bisa hingga beberapa minggu.   Di era kebiasaan baru, ada hal-hal baru pula yang sebaiknya diadaptasi oleh Anda saat harus menerima ART dan driver […]

    Tips Menerima ART dan Driver Kembali dari Kampung Halaman

    Setiap satu tahun sekali umumnya asisten rumah tangga (ART) dan driver mengambil jatah cuti untuk kembali ke kampung halaman. Mereka tidak hanya menghabiskan satu atau dua hari di kampung halaman, tapi bisa hingga beberapa minggu.

    Tips Menerima ART dan Driver Kembali dari Kampung Halaman

    Tips Menerima ART dan Driver Kembali dari Kampung Halaman

     

    Di era kebiasaan baru, ada hal-hal baru pula yang sebaiknya diadaptasi oleh Anda saat harus menerima ART dan driver kembali, salah satunya adalah memeriksakan kesehatannya.

    Karantina mandiri sebelum bekerja

    Tidak perlu diragukan lagi, begitu ART mengabarkan bahwa mereka akan kembali dari kampung pasti membuat hati senang. Namun jangan terburu-buru, mengadaptasi kebiasaan baru, ada baiknya laksanakan karantina mandiri terlebih dahulu.

    Mengapa karantina penting? Karena virus Corona memiliki masa inkubasi hingga kurang lebih 10 hari sejak terpapar sebelum gejalanya muncul.

    Selama karantina, amati apakah ada gejala-gejala yang mengarah ke infeksi Covid-19, seperti:

    • Demam atau meriang, tidak enak badan
    • Batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri kepala atau pusing.
    • Badan pegal-pegal dan “masuk angin”
    • Hilang pembauan atau pengecapan
    • Gangguan pencernaan.

    Layanan: Pemeriksaan COVID-19

    Tes swab antigen atau PCR

    Walaupun ART dan sopir tidak mempunyai gejala-gejala seperti yang disebutkan diatas, ada baiknya ia tetap melakukan pemeriksaan swab antigen atau PCR.

    ART dan sopir disarankan melakukan tes PCR di antara hari ketiga sampai kelima setelah kembali dari kampung halaman. Bila hasilnya negatif, maka mereka bisa langsung bekerja. Namun bila hasilnya positif maka karantina tetap dilanjutkan selama 10 hari sampai bebas gejala.

    Baca Juga: Guru dan Pengasuh Daycare Perlu Vaksin Flu Sebelum Sekolah Tatap Muka

    Apabila ART dan sopir melakukan pemeriksaan swab antigen, maka lakukanlah pada hari kedua atau ketiga setelah kembali dari kampung halaman. Apabila hasilnya negatif, maka lanjutkan karantina sampai hari kelima untuk mengulang swab antigen atau PCR. Jika setelah karantina hasilnya masih tetap negatif, maka karantina selesai dilakukan.

    Namun, bila hasilnya positif maka karantina perlu dilanjutkan hingga bebas gejala atau sampai 10 hari.

    Selama isolasi mandiri, sarankan ART untuk tetap menggunakan masker dan melakukan protokol kesehatan ketat dan menjaga jarak dengan orang yang rentan.

    Tips penting lainnya

    Ada beberapa hal lain yang tidak kalah pentingnya untuk menyambut kedatangan ART dan sopir untuk meminimalkan penyebaran Covid-19, antara lain:

    • Menyediakan baju bersih
    • Desinfeksi semua bawaan ART dari kampung
    • Sediakan kamar serta kamar mandi khusus selama isolasi mandiri
    • Stok masker bersih
    • Sediakan peralatan makan yang berbeda selama isolasi mandiri.

    Nah Sahabat Sehat, itulah tips menerima ART dan sopir pribadi yang kembali dari kampung halaman pada era kebiasaan baru. Demi menjaga kesehatan di dalam rumah, pemeriksaan Covid-19 penting untuk dilakukan, terutama setelah perjalanan ke kampung halaman dimana orang-orang berkumpul dalam waktu yang panjang.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, tes Covid-19, vaksinasi, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. Dapatkan juga harga terbaik tes Covid-19 di Prosehat.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WhatsApp Asisten Kesehatan Maya di nomor 08111816800

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. Sondang, E. Waspada Penularan Covid-19 Pascamudik dari ART Anda!
    2. Parenting.co.id. ART Kembali dari Mudik, Boleh Langsung Bekerja?
    Read More
  • Pandemi Covid-19 masih berjalan hingga sekarang dan peningkatan angka kasus baru masih terus meningkat. Peningkatan tersebut terjadi karena banyak faktor, salah satunya adalah varian baru Covid-19 yaitu Omicron dan terkini adalah varian XBB, yang jauh lebih menular dibandingkan varian-varian sebelumnya. Apabila Sahabat Sehat berdekatan dengan orang yang tertular atau memiliki gejala COVID-19 dalam jarak 1 […]

    Jika Kontak Erat dengan Pasien Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan?

    Pandemi Covid-19 masih berjalan hingga sekarang dan peningkatan angka kasus baru masih terus meningkat. Peningkatan tersebut terjadi karena banyak faktor, salah satunya adalah varian baru Covid-19 yaitu Omicron dan terkini adalah varian XBB, yang jauh lebih menular dibandingkan varian-varian sebelumnya.

    Jika Kontak Erat dengan Pasien Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan?

    Jika Kontak Erat dengan Pasien Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan?


    Apabila Sahabat Sehat
    berdekatan dengan orang yang tertular atau memiliki gejala COVID-19 dalam jarak 1 meter selama 15 menit atau lebih, bersentuhan fisik langsung dengan orang yang tertular COVID-19 atau memiliki gejala COVID-19 (seperti bersalaman, berpegangan tangan, berpelukan, dll) maka disebut juga kontak erat.
    Nah Sahabat Sehat, apa yang perlu dilakukan jika kontak erat dengan penderita Covid-19? Mari simak penjelasan berikut.

    Karantina Mandiri Setelah Kontak Erat Dengan Penderita Covid-19

    Berdasarkan KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.01.07/MENKES/4641/2021, tercantum beberapa aturan dalam penanganan Covid-19. Salah satunya yakni aturan mengenai karantina bagi seseorang yang telah kontak erat dengan penderita Covid-19. 

    Karantina dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Berikut adalah protokol kesehatan yang perlu dilakukan bagi Sahabat Sehat yang kontak erat dengan penderita Covid-19:

    1. Karantina harus dimulai segera setelah seseorang diinformasikan tentang statusnya sebagai seorang kontak erat, idealnya dalam waktu tidak lebih dari 24 jam sejak seseorang diidentifikasi sebagai kontak erat. Saat karantina dimulai, dilakukan pemeriksaan swab yang disebut entry test.
    2. Jika hasil pemeriksaan swab Covid-19 (entry test) menunjukan hasil yang negatif, maka karantina tetap dilanjutkan. Jika hasil pemeriksaan swab (entry test) menunjukan hasilnya positif maka harus menjalani isolasi mandiri.
    3. Seseorang dinyatakan selesai karantina apabila hasil pemeriksaan swab Covid-19 (exit test) pada hari kelima menunjukan hasil negatif. Jika hasil pemeriksaan swab (exit test) menunjukan positif, maka orang tersebut dinyatakan sebagai kasus terkonfirmasi Covid-19 dan harus menjalani isolasi. 
    4. Jika pemeriksaan swab Covid-19 (exit test) tidak dilakukan maka karantina harus dilakukan selama 14 hari. Jika tidak dapat dilakukan pemeriksaan PCR dan Rapid Antigen karena tidak tersedianya sumber daya yang memadai maka karantina harus dilakukan selama 14 hari.

    Baca Juga: Setelah Sembuh Covid-19, Cek Kesehatan Apa Saja yang Perlu Dilakukan?

    Untuk pemeriksaan swab Covid-19 dapat dilakukan dengan jeda 5 hari bagi seseorang yang tengah menjalani karantina. Ini disebabkan karena Covid-19 memiliki masa inkubasi kurang lebih 3-5 hari, bahkan ada yang lebih jarang dijumpai hingga 14 hari.5 Jika hasil pemeriksaan swab Covid-19 menunjukan hasil positif, maka harus menjalani isolasi mandiri sebagai pasien Covid-19.

    Produk Terkait: Suplemen/Vitamin

    Saat menjalani karantina mandiri, masih terdapat kemungkinan bahwa virus tengah dalam masa inkubasi, sehingga masih belum timbul gejala atau hasil pemeriksaan swab Covid-19 masih belum menunjukan hasil positif. Setelah karantina selesai, maka Sahabat Sehat baru dapat dinyatakan tidak mengalami Covid-19.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai hal yang perlu dilakukan apabila memiliki riwayat kontak erat dengan penderita Covid-19.  Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan laboratorium, produk imunisasi, pemeriksaan Covid-19, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WhatsApp Asisten Kesehatan Maya 08111816800 

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

    Referensi

    1. Satuan Tugas Covid-19. PETA SEBARAN COVID 19.
    2. World Health Organization. Update on Omicron.
    3. Satuan Tugas Covid-19. Apa itu Kontak Erat?
    4. KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA. KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR HK.01.07/MENKES/4641/2021.
    5. Lauer S, et al. The Incubation Period of Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) From Publicly Reported Confirmed Cases: Estimation and Application.

     

    Read More
  • Cacar air merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster. Meski bukan penyakit yang berbahaya, penyakit ini sangat mudah menular pada anak kecil, terutama anak-anak usia dibawah 12 tahun. Kondisi ini dapat menyebabkan anak tidak nyaman dan rewel karena rasa gatal dan demam yang menyerangnya.     Virus penyebab cacar air sangat […]

    Apa yang Bisa Dilakukan Jika Si Kecil Menderita Cacar Air?

    Cacar air merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infeksi virus varicella zoster. Meski bukan penyakit yang berbahaya, penyakit ini sangat mudah menular pada anak kecil, terutama anak-anak usia dibawah 12 tahun. Kondisi ini dapat menyebabkan anak tidak nyaman dan rewel karena rasa gatal dan demam yang menyerangnya.

     

    Apa yang Bisa Dilakukan Jika Si Kecil Menderita Cacar Air?

    Apa yang Bisa Dilakukan Jika Si Kecil Menderita Cacar Air?

     

    Virus penyebab cacar air sangat mudah menular melalui percikan dahak atau ludah, serta kontak langsung dengan penderita. Cacar air memiliki gejala yang sangat khas sehingga mudah untuk dikenali, yakni berupa ruam merah gatal berisi cairan atau seperti lepuhan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan anak mengalami nyeri otot dan demam.

    Sahabat Sehat, apa yang dapat kita lakukan jika Si Kecil menderita cacar air? Mari simak penjelasan berikut.

    Tips Mengatasi Cacar Air Pada Si Kecil

    Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan mencegah cacar air yang dialami Si Kecil agar tidak menjadi lebih parah, yakni:

    • Jangan Menggaruk Ruam

    Munculnya ruam atau lepuhan di permukaan kulit merupakan gejala paling khas dari cacar air. Untuk mencegah gejalanya semakin berat, pastikan Si Kecil untuk tidak menggaruk ruam tersebut. Menggaruk ruam atau lepuhan cacar air hanya akan menyebabkan infeksi kulit dan membuat luka jadi berbekas setelah sembuh. 

    Gunting kuku Si Kecil, oleskan lotion yang mengandung calamine, kenakan pakaian yang nyaman dan longgar, gunakan krim pelembab, gel pendingin, atau obat antihistamin yang dikenal dengan chlorpheniramine yang dapat membantu mengurangi rasa gatal dan menenangkan kulit. 

    Baca Juga: Berbeda! Ini 5 Perbedaan Campak dan Cacar Air pada Anak

    • Berikan Obat Pereda Nyeri dan Demam

    Selain menyebabkan ruam di permukaan kulit, umumnya cacar air juga akan menimbulkan gejala lainnya seperti rasa nyeri diseluruh tubuh hingga demam tinggi. Sebagai penanganan awal, Sahabat Sehat dapat memberikan obat pereda nyeri dan demam yang dijual bebas. Apabila demam berlanjut hingga lebih dari 3 hari, konsultasikan dengan dokter.

    • Konsumsi Makanan Bergizi Seimbang

    Gejala ruam atau lepuhan tidak hanya muncul pada permukaan kulit, kondisi ini juga dapat muncul di dalam kulit dan tenggorokan sehingga akan menimbulkan rasa panas dan tidak nyaman saat menelan makanan. Akibatnya, Si Kecil dapat kehilangan nafsu makan dan membuatnya menolak makan dan minum. 

    Meski demikian, pastikan Si Kecil tetap mendapatkan asupan makanan sehat dan kaya nutrisi, serta cukupi kebutuhan cairannya dengan memberinya lebih banyak air putih agar terhindar dari dehidrasi dan mempercepat penyembuhan. 

    • Mencegah Penularan di Rumah

    Cacar air mudah menular, maka pastikan Si Kecil agar beristirahat di rumah. Selain itu, batasi pula ruang geraknya di dalam rumah selain agar cepat pulih dan mencegah penularan terhadap orang lain. 

    Biarkan Si Kecil tetap di rumah dan batasi bertemu orang lain hingga semua lepuhan cacar air di permukaan kulitnya mengering membentuk koreng dan tidak ada lagi lepuhan baru yang muncul.

    • Memeriksakan Ke Dokter

    Meski dapat sembuh tanpa pengobatan atau pertolongan medis. Namun pada beberapa kasus, Sahabat Sehat harus memeriksakan Si Kecil ke dokter. Berikut beberapa kasus cacar air yang memiliki risiko komplikasi sehingga perlu menghubungi dokter saat gejala pertama cacar air muncul, yakni:

    • Cacar air diderita ibu hamil
    • Bayi yang baru lahir
    • Anak-anak usia diatas 12 tahun
    • Memiliki daya tahan tubuh yang lemah
    • Penderita gangguan paru kronis 
    • Penderita penyakit yang sedang menjalani terapi steroid

    Mencegah Cacar Air Dengan Vaksinasi

    Selain itu, untuk mencegah penularan cacar air sebaiknya berikan imunisasi Varicella untuk memberi perlindungan tubuh terhadap cacar air. Pemberian imunisasi cacar air (setelah dosis kedua) efektif menurunkan risiko Si kecil terinfeksi cacar air hingga 94%. Vaksin cacar air dapat mulai diberikan saat Si Kecil berusia 12 bulan keatas. Diberikan dalam 2 dosis terpisah dengan jarak pemberian 6 minggu hingga 3 bulan.

    Baca Juga: Anak Terkena Cacar Air Bolehkah Mandi? Ini Penjelasannya

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai informasi perihal cacar air serta hal-hal yang dapat Sahabat Sehat lakukan jika Si Kecil menderita cacar air. Waspadai apabila Si Kecil mengalami hal berikut :

    • Demam yang berlangsung lebih dari 3 hari 
    • Nanah yang mengalir dari lepuhan cacar air
    • Kesulitan bernapas, berjalan, atau bangun
    • Muntah
    • Kekakuan di leher
    • Sakit perut yang parah

    Jika Si Kecil mengalami keluhan di atas, segera konsultasikan lebih lanjut dengan dokter. Jika Sahabat Sehat membutuhkan pemeriksaan laboratorium, produk imunisasi anak dan dewasa, pemeriksaan Covid-19, produk multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WhatsApp Asisten Kesehatan Maya di nomor 08111816800.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

    Referensi

    1. Kidshealth.org. Chickenpox (for Parents). 2022
    2. American Academy of Dermatology Association. How to care for children with chickenpox. 2022
    3. Healthy Children. Varicella. 2022 
    4. Healthline. 7 Home Remedies for Chickenpox. 2022

     

    Read More
  • Bagi kamu yang akan melanjutkan kuliah ke Belanda, ada beberapa vaksin yang perlu kamu lengkapi sebelum berangkat, salah satunya yang penting adalah vaksin hepatitis B. Walaupun Belanda bukanlah negara endemi hepatitis B, namun penularan terhadap virus ini perlu diantisipasi.   Vaksinasi merupakan sebuah metode yang dinilai efektif untuk memberikan perlindungan pada orang-orang dari penyakit menular […]

    Kuliah di Belanda Perlu Booster Vaksin Hepatitis B

    Bagi kamu yang akan melanjutkan kuliah ke Belanda, ada beberapa vaksin yang perlu kamu lengkapi sebelum berangkat, salah satunya yang penting adalah vaksin hepatitis B. Walaupun Belanda bukanlah negara endemi hepatitis B, namun penularan terhadap virus ini perlu diantisipasi.

    Kuliah di Belanda Perlu Booster Vaksin Hepatitis B

    Kuliah di Belanda Perlu Booster Vaksin Hepatitis B

     

    Vaksinasi merupakan sebuah metode yang dinilai efektif untuk memberikan perlindungan pada orang-orang dari penyakit menular sebelum adanya kontak dengan penyakit tersebut. Bahkan dapat dikatakan bahwa vaksinasi merupakan investasi terbaik bagi kesehatan kita.

    Untuk melindungi diri dan komunitas, setiap negara mewajibkan rangkaian vaksinasi bagi warganya dan pendatang. Selain untuk melindungi diri, juga untuk mencegah terjadinya wabah penyakit di negara tersebut. Termasuk diantaranya adalah negara Belanda.

    Yuk pahami dulu kenapa vaksin ini penting untuk melindungimu selama pendidikan di sana.

    Vaksin Hepatitis B di Belanda

    Pada saat tubuh kita diberikan vaksin, maka vaksin tersebut akan merangsang respon imun tubuh untuk membuat antibodi terhadap penyakit tersebut. Vaksin hepatitis B sudah tersedia sejak lama dan bermanfaat untuk mencegah terjadinya infeksi hepatitis B yang jangka pendek maupun yang jangka panjang.

    Dengan pemberian vaksin hepatitis B, maka Anda dapat terhindari dari kanker hati yang disebabkan oleh virus tersebut.3 Di Belanda, vaksin tersebut sudah banyak diberikan. Dari data World Health Organization, cakupan pemberian vaksin Hepatitis B sebanyak 4 dosis mencapai angka 90% sejak tahun 2014.

    Layanan: Vaksinasi Hepatitis B (untuk Dewasa) ke Rumah

    Kapan Vaksin Hepatitis B Diberikan?

    Vaksin Hepatitis B berisi antigen dari virus yang sudah “dipurifikasi” sehingga vaksin tersebut tidak mungkin menyebabkan infeksi hepatitis B. Sebagian besar negara sudah merekomendasikan pemberian vaksin Hepatitis B saat bayi dilahirkan. Untuk dosis selanjutnya dapat diberikan diatas usia 19 tahun sebanyak 3 kali dengan jarak 0, 1, dan 6 bulan.

    Sebelum vaksin Hepatitis B diberikan, dokter dapat menyarankan Anda untuk melakukan pemeriksaan darah terlebih dahulu. Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui apakah saat ini Anda terinfeksi Hepatitis B dan untuk mengetahui kadar antibodi Anda terhadap Hepatitis B saat ini. Apabila sudah terinfeksi Hepatitis B, maka vaksin Hepatitis B dinilai tidak efektif lagi.

    Kadar antibodi terhadap Hepatitis B juga dapat menentukan apabila Anda perlu diberikan booster atau tidak. Jika antibodi terhadap Hepatitis B rendah maka Anda dapat melakukan vaksinasi booster, namun bila antibodinya sudah cukup maka booster tidak diperlukan.

    Melindungi Dari Kanker Hati

    Pemberian vaksin Hepatitis B memiliki efek positif yang jauh lebih bermanfaat dibandingkan risiko efek sampingnya. Efek proteksi terhadap Hepatitis B sangat bermanfaat karena virus tersebut dapat berdampak negatif jangka panjang, yaitu kanker hati dan kegagalan fungsi hati. And melindungi diri sendiri dari infeksi virus tersebut dan juga membantu menurunkan penyebaran Hepatitis B ke orang sekitar Anda.

    Efek samping yang dapat Anda alami antara lain pegal atau nyeri pada lokasi vaksin dan demam. Beberapa orang mungkin memiliki respon alergi terhadap vaksin ini dan sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter apabila memiliki riwayat alergi.

    Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Sahabat Sehat, kesehatan bukanlah suatu hal yang murah, maka hal tersebut perlu kita jaga. Dengan vaksinasi, tubuh dapat terhindar dari beberapa penyakit infeksi yang dapat memberikan dampak buruk bagi tubuh.

    Vaksin Hepatitis B merupakan salah satu vaksin yang penting, hingga diwajibkan untuk dapat tinggal di beberapa negara termasuk Belanda. Dengan mendapatkan vaksin tersebut, Anda dapat melindungi diri Anda dan juga orang disekitar Anda.

    Jika Sahabat Sehat ingin vaksinasi, segera hubungi Asisten Kesehatan Maya di nomor WhatsApp 08111816800. Layanan vaksinasi dapat dilakukan di klinik Prosehat di Bekasi dan Palmerah Jakarta, atau di rumah Anda.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Referensi

    1. WHO. Vaccines and immunization.
    2. CDC. Traveler’s Health: The Netherlands.
    3. Hepatitis B Foundation: Hepatitis B Vaccination.
    4. WHO. The Netherlands. 
    5. CDC. Hepatitis B Questions and Answers for the Public.
    6. Amsterdam G. National vaccination hepatitis B high risk groups.
    Read More
  • Sahabat Sehat, karena begitu banyak dan mematikannya kanker payudara, bulan Oktober telah didedikasikan sebagai bulan kesadaran kanker payudara (breast cancer awareness). Di Indonesia, kanker payudara adalah jenis kanker terbanyak dan menyebabkan kematian tertinggi kedua setelah kanker paru.   Tidak hanya pada wanita, pria juga banyak yang terdiagnosis kanker payudara. Maka, pencegahan dan pendeteksian dini kanker […]

    Deteksi Jenis Benjolan di Payudara dengan USG Mammae

    Sahabat Sehat, karena begitu banyak dan mematikannya kanker payudara, bulan Oktober telah didedikasikan sebagai bulan kesadaran kanker payudara (breast cancer awareness). Di Indonesia, kanker payudara adalah jenis kanker terbanyak dan menyebabkan kematian tertinggi kedua setelah kanker paru.

    Deteksi Jenis Benjolan di Payudara dengan USG Mammae

    Deteksi Jenis Benjolan di Payudara dengan USG Mammae

     

    Tidak hanya pada wanita, pria juga banyak yang terdiagnosis kanker payudara. Maka, pencegahan dan pendeteksian dini kanker payudara perlu dilakukan secara rutin oleh pria dan wanita, terutama yang memiliki risiko tinggi. Hal ini dikarenakan gejala kanker payudara baru tampak atau dirasakan jika sudah memasuki stadium lanjut sehingga menyebabkan pengobatan menjadi lebih berat.

    Deteksi dini kanker payudara yang paling mudah adalah dengan melakukan pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI. Jika saat melakukan SADARI ditemukan atau dirasakan sesuatu yang mencurigakan atau berbeda, Sahabat Sehat perlu mengkonsultasikan kepada dokter. Salah satunya adalah dirasakannya benjolan di payudara.

    Gambar 1. Cara melakukan SADARI. Sumber: YKPI.

    Benjolan di payudara dapat disebabkan oleh beberapa kemungkinan, seperti kista, tumor jinak, dan tumor ganas. Kista adalah benjolan yang berisikan cairan, udara, nanah, atau zat padat lainnya. Terkadang benjolan ini menyebabkan rasa nyeri.

    Sedangkan, tumor merupakan pertumbuhan sel-sel abnormal dan berlebihan. Kondisi ini bisa terjadi ketika sel lama yang seharusnya mati masih tetap bertahan hidup sementara sel-sel baru juga terus tumbuh.

    Baca Juga: 7 Langkah Pencegahan Kanker Payudara yang Perlu Wanita Ketahui

    Tumor dibedakan menjadi dua jenis, yaitu jinak dan ganas. Tumor jinak adalah tumor yang tidak menyerang jaringan normal dan tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Pada tumor ganas, sel-sel tumor menyerang jaringan normal di sekitarnya dan menyebar ke bagian tubuh lain.

    Pemeriksaan Benjolan Payudara

    Salah satu cara untuk mengetahui jenis benjolan yang terdapat di payudara adalah dengan melakukan pemeriksaan ultrasonografi atau USG. Alat ini menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk dapat menghasilkan gambar payudara bagian dalam tanpa menyebabkan rasa sakit pada penderita, kecuali saat alat ditekan pada area yang bermasalah.

    USG mammae atau USG payudara memiliki fungsi yang luas, salah satunya yaitu untuk mendeteksi ukuran dan lokasi benjolan. Pemeriksaan ini umumnya disarankan oleh dokter jika Sahabat Sehat merasakan adanya benjolan atau kondisi lainnya sebagai berikut:

    • Perubahan warna kulit payudara
    • Bengkak payudara yang nyeri dan berwarna kemerahan
    • Keluar cairan yang tidak biasa dari puting.

    Proses pemeriksaan menggunakan USG payudara umumnya berlangsung selama 15-30 menit. Sebelum pemeriksaan dimulai, pastikan Sahabat Sehat sudah mempersiapkan diri, misalnya dengan tidak menggunakan skin care pada payudara, melepaskan aksesoris atau perhiasan, dan menggunakan pakaian yang memudahkan pemeriksaan. Sahabat Sehat juga tidak perlu melakukan puasa sebelum pemeriksaan.

    Setelah pemeriksaan USG payudara, dokter mungkin akan menyarankan pemeriksaan lanjutan jika diperlukan, seperti biopsi jika benjolan yang ditemukan adalah tumor.

    Baca Juga: Amankah Penderita Kanker Payudara Menyusui Bayinya?

    USG Payudara di Prosehat

    Sahabat Sehat, lakukan SADARI secara rutin untuk mendeteksi dini kelainan di payudara. Jika Anda merasa ada sesuatu yang tidak wajar, Anda dapat melakukan pemeriksaan lanjutan seperti USG payudara atas saran dokter.

    Prosehat kini memiliki pemeriksaan USG payudara dan juga medical check up lainnya bagi wanita. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya dengan nomor WhatsApp 08111816800.

    Ayo berikan kesehatan yang terbaik untuk payudaramu dan lindungi diri dari risiko kanker payudara bersama Prosehat.

    Ditulis oleh: dr. Nurul Larasati, BMedSc

    Referensi

    1. American Cancer Society (2019). Breast Ultrasound.
    2. Mayo Clinic (2020). Tests & Procedures. Ultrasound.
    3. WebMD (2019). Breast Cancer and Breast Ultrasound.
    4. Yayasan Kanker Payudara Indonesia (2020). Penjelasan Umum Kanker Payudara.
    Read More
  • Penyakit jantung dapat dialami oleh semua kalangan, tidak memandang usia, jenis kelamin dan ras. Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyebabkan kematian di Indonesia, bahkan di dunia.     Menurut badan kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization), jumlah kematian karena penyakit jantung sebanyak 17,7 juta orang di dunia pada tahun 2019. WHO […]

    Kenali Gangguan Irama Jantung yang Kerap Dialami Usia Muda

    Penyakit jantung dapat dialami oleh semua kalangan, tidak memandang usia, jenis kelamin dan ras. Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit yang paling sering menyebabkan kematian di Indonesia, bahkan di dunia.

     

    Kenali Gangguan Irama Jantung yang Kerap Dialami Usia Muda

    Kenali Gangguan Irama Jantung yang Kerap Dialami Usia Muda

     

    Menurut badan kesehatan dunia atau WHO (World Health Organization), jumlah kematian karena penyakit jantung sebanyak 17,7 juta orang di dunia pada tahun 2019. WHO bahkan memprediksi pada 2030 mendatang orang yang meninggal akibat gangguan jantung bisa menyentuh angka 50 juta per tahunnya.

    Salah satu penyakit jantung yang biasa terjadi pada usia muda adalah gangguan irama jantung atau aritmia. Gangguan aritmia kerap tidak terdeteksi dengan baik sejak dini. Padahal hal ini dapat berakibat fatal dan dapat berakhir dengan kematian mendadak. Sahabat Sehat, apa saja gangguan irama jantung yang kerap dialami usia muda? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Gangguan Irama Jantung?

    Permasalahan irama jantung dapat terjadi detak jantung yang terlampau cepat atau disebut takikardia adalah kondisi ketika jantung memompa darah terlampau cepat yaitu lebih dari 100x/menit. 

    Sementara jika detak jantung sangat lambat, disebut bradikardi merupakan kondisi ketika jantung memompa darah kurang dari 60x/menit atau detak jantung dengan irama yang tidak beraturan. 

    Irama jantung dengan detak yang lambat akan mengganggu aliran darah ke otak sehingga penderitanya sewaktu-waktu dapat pingsan. Sebaliknya, apabila detak jantung terlampau cepat dalam jangka waktu yang lama maka fungsi pompa jantung akan melemah.

    Baca Juga: Penting Nggak Check Up Rutin Untuk Jantung?


    Kenali Berbagai Jenis Aritmia

    Ada beberapa jenis gangguan irama jantung yang paling sering dialami, yaitu:

    1. Atrial FibrilasiMerupakan gangguan irama jantung dimana jantung berdetak lebih cepat dan tidak teratur.
    2. AV Blok. Kondisi ini merupakan kondisi dimana jantung berdetak lebih lambat karena adanya blok atau hambatan aliran listrik jantung.
    3. Supraventrikular Takikardia (SVT). SVT merupakan kondisi dimana jantung berdetak lebih cepat.
    4. Ventrikel Ekstra Sistol (VES). VES merupakan kondisi dimana ada denyutan tambahan lain diluar denyut jantung normal.
    5. Ventrikel FibrilasiMerupakan kondisi dimana jantung hanya bergetar saja dan tidak memompa darah secara maksimal.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Apa Gejala Aritmia?

    Sahabat Sehat, walau seringkali gangguan irama jantung tidak menujukkan gejala, pasien dapat mengeluhkan gejala seperti di bawah ini:

    • Dada terasa berdebar
    • Denyut nadi tidak beraturan
    • Pusing
    • Sesak nafas
    • Dada terasa tidak nyaman
    • Kelemahan atau kelelahan
    • Pingsan.

    Apa Penyebab Aritmia?

    Aritmia terjadi karena sumber listrik yang mengatur detak jantung tidak bekerja dengan baik. Berikut adalah berbagai kondisi yang menyebabkan aritmia:

    • Penyakit jantung koroner
    • Hipertensi atau tekanan darah tinggi
    • Gangguan otot jantung (kardiomiopati)
    • Gangguan katup jantung
    • Gangguan elektrolit dalam darah seperti natrium dan kalium
    • Kerusakan jantung akibat serangan jantung
    • Penyembuhan pasca operasi jantung
    • Kondisi penyakit lainnya (hipertiroid, diabetes)
    • Efek samping obat
    • Stress
    • Kurang tidur
    • Konsumsi alkohol dan kafein
    • Penggunaan obat-obatan terlarang.

    Bagaimana Penanganan Aritmia?

    Jika Sahabat Sehat mengalami gejala diatas, dianjurkan melakukan konsultasi ke dokter agar dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Pada umumnya aritmia dapat diatasi dengan berbagai cara, seperti:

    1. Pemberian obat-obatan
    Dokter akan meresepkan berbagai obat-obatan antiaritmia yang dikonsumsi secara rutin.

    2. Perubahan gaya hidup
    Perubahan gaya hidup dapat dilakukan untuk mengurangi faktor resiko terjadinya gangguan irama jantung, seperti:

    • Hindari merokok
    • Hindari penggunaan alkohol secara berlebihan
    • Hindari mengkonsumsi kafein (beberapa orang yang sensitif terhadap kafein seperti coklat, teh dan kopi akan memperberat resiko terjadinya aritmia).
    • Hindari penggunaan obat yang bersifat stimulan, seperti penggunaan obat flu dan alergi sembarangan, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat.6

    3. Manuver vagal
    Manuver vagal dilakukan dengan cara merelaksasi saraf vagus yang dapat membantu mengontrol detak jantung.

    4. Prosedur medis
    Selain dengan melakukan prosedur diatas, untuk mengatasi aritmia juga dapat dilakukan prosedur berikut :

    • AblasiProsedur ini bertujuan untuk menghancurkan sebagian kecil jaringan jantung yang menyebabkan gangguan irama jantung.
    • Alat Pacu Jantung.Alat ini bermanfaat untuk mengembalikan irama jantung yang melambat hingga menjadi normal. Alat pacu jantung dipasang dibawah kulit, biasanya di bawah tulang selangka.
    • ICDICD atau disebut juga Implantable Cardioverter Defibrillator adalah alat yang berukuran kecil dan dipasang di dada, yang digunakan pada penderita yang beresiko mengalami henti jantung mendadak. Alat ini akan mendeteksi tanda henti jantung dan otomatis mengalirkan listrik untuk mengatasi saat jantung berhenti mendadak.

    Baca Juga: Mengenal Tes Treadmil Jantung untuk Deteksi Dini Penyakit Jantung

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai aritmia atau gangguan irama jantung yang kerap dialami pada usia muda. Untuk mendeteksi adanya gangguan jantung, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

    Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan Medical Check Up, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya di nomor WhatsApp 08111816800.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

    Referensi

    1. Info Datin: Situasi Kesehatan Jantung.
    2. CNN Indonesia: Angka Kematian Akibat Jantung Masih Lebih Tinggi dari Covid.
    3. Muhammad H. Gangguan Irama Jantung.
    4. RSUP Dr.Sardjito. Jangan Anggap Remeh Gangguan Irama Jantung.
    5. Mayo Clinic. Heart arrhythmia – Symptoms and causes.
    6. Beckerman J. Arrhythmia: Types, Symptoms, Causes, Diagnosis & Treatments.

     

    Read More
  • Polio merupakan penyakit yang menular dan berbahaya. Penyakit ini paling sering menginfeksi anak-anak dibawah usia 5 tahun dan menyerang sistem saraf sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan. Karena polio sifatnya menular, vaksinasi polio menjadi vaksinasi wajib yang dilakukan sebelum menetap di luar negri. Walaupun di Indonesia kasusnya sangat jarang ditemui, namun ada risiko penularan saat berinteraksi dengan banyak […]

    Mengapa Perlu Booster Vaksin Polio Untuk Kuliah di Luar Negeri?

    Polio merupakan penyakit yang menular dan berbahaya. Penyakit ini paling sering menginfeksi anak-anak dibawah usia 5 tahun dan menyerang sistem saraf sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan. Karena polio sifatnya menular, vaksinasi polio menjadi vaksinasi wajib yang dilakukan sebelum menetap di luar negri. Walaupun di Indonesia kasusnya sangat jarang ditemui, namun ada risiko penularan saat berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai belahan dunia yang kita tidak ketahui status kesehatannya.

    Mengapa Perlu Booster Vaksin Polio Untuk Kuliah di Luar Negeri?

    Mengapa Perlu Booster Vaksin Polio Untuk Kuliah di Luar Negeri?

     

    Berdasarkan data Global Polio Eradication Initiative, pada tahun 2018-2019 kasus polio dilaporkan di 18 negara, yaitu Nigeria, Pakistan, Angola, Benin, Tiongkok, Ethiopia, Filipina, Ghana, Indonesia, Mozambik, Niger, Mozambik, Myanmar, Somalia, Papua New Guinea, Republik Afrika Tengah dan Republik Demokratik Kongo.

    Pada tanggal 19 September 2019, Kementerian Kesehatan Filipina mengeluarkan Press Release tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio di Filipina. Virus polio juga terkonfirmasi terdeteksi pada saluran limbah di Manila dan saluran air Davao saat dilakukan surveilans Polio di lingkungan secara rutin.

    Baca Juga: Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

    Vaksinasi Booster IPV

    Vaksinasi Booster yang dilakukan sebelum berangkat kuliah di luar negeri adalah vaksinasi IPV (Inactivated Polio Vaccine). Vaksin IPV ini diberikan dengan cara disuntikkan pada otot baik tunggal maupun diberikan bersamaan dengan vaksinasi lainnya.

    Orang dewasa dengan resiko tinggi akan mendapatkan 1 sampai 3 dosis IPV, tergantung pada riwayat vaksinasi sebelumnya. Apabila belum pernah mendapatkan vaksin polio, vaksin polio dilakukan tidak lengkap atau status vaksinasi tidak diketahui, maka pada dosis pertama diberikan dengan jarak 4-8 minggu dan dosis ketiga diberikan 6-12 bulan setelah pemberian dosis kedua.

    Orang dewasa yang telah mendapatkan polio lengkap semasa anak-anak dan akan berpergian ke negara yang beresiko atau negara yang mensyaratkan vaksin polio sebelum masuk ke suatu negara dapat diberikan vaksinasi IPV 4-12 bulan sebelum tanggal keberangkatan.

    Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya

    Efek Samping Vaksinasi Polio

    Vaksinasi polio sebaiknya tidak diberikan pada orang dengan riwayat reaksi alergi yang mengancam jiwa pada suntikan polio sebelumnya. Vaksinasi IPV dapat menyebabkan efek samping, meskipun resikonya sangat rendah. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin timbul, diantaranya:

    • Nyeri, bengkak dan kemerahan di lengan yang disuntik
    • Demam ringan
    • Nyeri sendi
    • Pusing dan
    • Muntah.

    Bagi Sahabat Sehat yang belum vaksin polio, Anda bisa melengkapi status vaksinasi Anda bersama Prosehat. Prosehat menyediakan layanan vaksinasi Polio IPV yang bisa dilakukan di Klinik Prosehat di Bekasi dan Palmerah Jakarta Barat, atau di rumah. 

    Apabila Anda memerlukan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Asisten Kesehatan Maya di nomor WhatsApp 08111816800 atau kunjungi website prosehat.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. PAPDI. Jadwal Imunisasi Dewasa Tahun 2021.
    2. Kementrian Kesehatan RI. Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI.
    3. Reza Yunusi. Tetap Sehat Selama Liburan di Luar Negeri.
    4. Kementrian Kesehatan RI. Wabah Polio di Filipina, Indonesia Terus Waspada.

     

     

     

    Read More
  • Mungkin Sahabat Sehat sudah familiar dengan jenis vaksin MMR. Ya, MMR adalah vaksin yang rutin diberikan pada masa kecil. Selain diberikan untuk anak-anak, vaksin MMR (Mumps, Measles dan Rubella) juga disarankan bagi orang dewasa, termasuk yang akan kuliah di luar negeri misalnya ke Inggris Raya.   Pemberian vaksinasi MMR bagi orang dewasa dapat dibilang sangat […]

    Booster Vaksin MMR Sebelum Berangkat Kuliah Ke Luar Negeri

    Mungkin Sahabat Sehat sudah familiar dengan jenis vaksin MMR. Ya, MMR adalah vaksin yang rutin diberikan pada masa kecil. Selain diberikan untuk anak-anak, vaksin MMR (Mumps, Measles dan Rubella) juga disarankan bagi orang dewasa, termasuk yang akan kuliah di luar negeri misalnya ke Inggris Raya.

    Booster Vaksin MMR Sebelum Kembali Kuliah Ke Inggris

    Booster Vaksin MMR Sebelum Kembali Kuliah Ke Inggris

     

    Pemberian vaksinasi MMR bagi orang dewasa dapat dibilang sangat penting terutama bagi orang dewasa yang sangat beresiko tertular ketiga penyakit tersebut, yaitu Mumps (gondongan), Measles (campak) dan Rubella (campak jerman).

    Baca Juga: Ketahui Pentingnya Vaksinasi MMR Bagi Mahasiswa

    Mumps, Measles dan Rubella merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Ketiganya dapat menjadi masalah yang serius apabila tidak ditangani dengan baik, terutama pada anak-anak, ibu hamil, dan lansia.
    Ketiga penyakit ini termasuk kedalam penyakit akibat infeksi virus yang mudah sekali menyebar melalui udara. Seseorang dapat terpapar virus tersebut saat penderita bersin, mengeluarkan dahak atau terkena percikan air liurnya saat berbicara.

    Kasus MMR di Inggris

    Untuk kasus MMR di Inggris cukup terkendali karena pemerintah Inggris menggalakkan vaksinasi MMR pada masyarakat. Pada tahun 2020, dilaporkan adanya kasus terkonfirmasi campak hanya sebesar 79 kasus (dari total 798 kasus yang dilaporkan pada tahun 2019 silam), 3216 kasus gondongan dari total 5718 kasus, dan tidak ditemukan kasus rubella.

    Meski demikian, dengan masifnya kunjungan dari berbagai penjuru dunia, maka risiko penularan virus masih ada.

    Waktu Pemberian Vaksin MMR

    Orang dewasa yang belum pernah atau tidak diketahui adanya riwayat vaksinasi sebelumnya saat masa kanak-kanak, tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR setidaknya 1 dosis vaksin MMR.

    Sementara itu, seseorang yang beresiko tinggi terkena campak atau gondongan perlu mendapatkan 2 dosis vaksin MMR dengan jarak 4 minggu. Contoh kelompok berisiko tinggi termasuk orang yang bekerja dengan anak-anak (daycare, rumah sakit, dll), tinggal di asrama, dan sebagainya.

    Bagi wanita yang berencana hamil juga sangat dianjurkan untuk menjalani vaksinasi MMR, minimal 1 bulan sebelum program kehamilan, karena infeksi rubella pada ibu hamil beresiko mengakibatkan cacat pada janin dan bahkan keguguran.

    Layanan: Vaksin MMR di Klinik Kasih Palmerah

    Kontraindikasi Pemberian Vaksinasi MMR

    Ada beberapa kondisi khusus dimana vaksinasi MMR tidak dapat dilakukan atau tidak disarankan, yaitu pada kondisi seperti berikut ini:

    1. Memiliki riwayat alergi berat terhadap vaksinasi MMR pada saat kanak-kanak
    2. Memiliki riwayat alergi terhadap bahan vaksin seperti gelatin dan alergi terhadap antibiotik neomisin
    3. Sedang hamil
    4. Memiliki riwayat gangguan sistem imun seperti kanker, terapi atau pengobatan kanker dan pasien dengan HIV/AIDS
    5. Pasien sedang menjalani pengobatan tertentu yang mempengaruhi sistem imunnya seperti pengobatan sinar radiasi, kemoterapi dan imunoterapi serta pengobatan dengan kortikosteroid
    6. Pasien baru saja menerima vaksinasi lain dalam 4 minggu terakhir
    7. Pasien mengalami penyakit gangguan darah
    8. Pasien menjalani donor darah.

    Efek Samping Vaksinasi MMR

    Beberapa efek samping mungkin akan timbul setelah seseorang melakukan vaksinasi. Efek samping umumnya ringan dan bersifat hanya sementara. Berikut efek samping yang mungkin dialami:

    • Nyeri, merah dan bengkak ditempat suntikan.
    • Demam
    • Kelelahan
    • Pembengkakan kelenjar ludah
    • Nyeri pada sendi

    Namun, apabila setelah melakukan vaksinasi MMR mengalami gejala yang lebih berat seperti alergi, gatal dan kemerahan seluruh tubuh, lemas, sulit bernapas, jantung berdetak lebih cepat, pusing, maka disarankan untuk segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdekat

    Vaksin Studi Prosehat

    Prosehat menyediakan layanan vaksinasi MMR yang dapat dilakukan di klinik dan di rumah.  Jika Anda memerlukan paket vaksinasi untuk studi ke luar negeri, Prosehat juga punya banyak pilihannya.

    Untuk keterangan lebih lanjut, Sahabat Sehat bisa melihat informasi di website prosehat atau dengan menghubungi Asisten Kesehatan Maya dengan nomor WhatsApp 08111816800.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Referensi

    1. Buffum Taylor, R. and Robinson, MD, J., 2020. Adult MMR Vaccine: Advantages, Side Effects, Guidelines.
    2. GOV.UK. Confirmed cases of measles, mumps and rubella in England and Wales: 1996 to 2021.
    3. Lynch, P. Measles, mumps and rubella in England in 2020 – data show impact of COVID-19.
    4. CDC. MMR or MMRV Vaccine: Discussing Options with Parents.
    5. Drugs.com. MMR Vaccine for Adults.
    Read More
  • Apakah Sahabat Sehat pernah mendengar istilah paru-paru basah? Paru-paru basah merupakan sebuah sebutan lain dari pneumonia, yaitu infeksi akut saluran pernapasan bawah yang terjadi pada jaringan paru.   Paru-paru basah merupakan sebuah penyakit yang perlu diperhatikan karena dapat mengganggu sistem pernapasan sehingga fungsi tubuh yang lainnya dapat terganggu. Apabila tidak ditangani dengan baik, paru-paru basah […]

    Apa Penyebab Paru-Paru Basah atau Pneumonia?

    Apakah Sahabat Sehat pernah mendengar istilah paru-paru basah? Paru-paru basah merupakan sebuah sebutan lain dari pneumonia, yaitu infeksi akut saluran pernapasan bawah yang terjadi pada jaringan paru.

     

    Apa Penyebab Paru-Paru Basah?

    Apa Penyebab Paru-Paru Basah?


    Paru-paru basah merupakan sebuah penyakit yang perlu diperhatikan karena dapat mengganggu sistem pernapasan sehingga fungsi tubuh yang lainnya dapat terganggu. Apabila tidak ditangani dengan baik, paru-paru basah dapat menyebabkan banyak komplikasi hingga kematian.

    Didapatkan dari data World Health Organization (WHO) bahwa paru-paru basah merupakan penyebab kematian infeksi paling banyak pada anak-anak. Lalu apa saja yang menyebabkan paru-paru basah?

    Jenis kuman penyebab paru-paru basah

    Dalam kondisi normal, tubuh kita memiliki sistem pertahanan untuk mencegah terjadinya infeksi pada paru. Apabila sistem pertahanan tersebut dilewati dan sumber infeksi masuk ke paru, maka paru-paru basah dapat terjadi. Paru-paru basah dapat disebabkan oleh infeksi bakteri, virus, atau jamur.

    1. Bakteri

    Penyebab tersering terjadinya paru-paru basah atau pneumonia adalah bakteri. Beberapa nama bakteri tersebut adalah S. pneumoniae, Klebsiella pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Pseudomonas aeruginosa. Saat masuk ke paru, bakteri dapat memperbanyak jumlahnya dengan cara membelah diri. Bakteri yang menginfeksi jaringan paru-paru dapat mengeluarkan toksinnya yang merusak jaringan paru.

    2. Virus

    Infeksi virus dapat terjadi di paru dan menyebabkan paru-paru basah. Beberapa virus tersering yang menyebabkan paru-paru basah adalah respiratory syncytial virus, parainfluenza virus, dan adenoviruses. Salah satu virus baru yang juga menyebabkan paru-paru basah adalah Covid-19. Tidak seperti bakteri, virus juga bereplikasi namun memiliki karakteristik khusus yaitu self limiting atau penyakit yang membatasi dirinya.

    Baca Juga: Kenali Berbagai Jenis Imunisasi Pneumonia

    3. Jamur

    Infeksi yang disebabkan oleh jamur lebih jarang dijumpai dibandingkan dengan bakteri ataupun virus. Secara umum, infeksi jamur pada paru disebabkan karena sistem imun yang sedang rendah atau lemah. Beberapa contoh jamur yang menyebabkan paru-paru basah adalah Histoplasma, Blastomyces, dan Coccidioides.

    Infeksi gabungan

    Masing-masing penyebab paru-paru basah dapat ditularkan melalui droplet yang diproduksi saat seseorang batuk atau bersin. Apabila droplet tersebut masuk ke saluran pernapasan sobat, maka Sahabat Sehat dapat terinfeksi. Perlu diingat bahwa infeksi bakteri, virus, dan jamur dapat terjadi secara kombinasi dan dapat menyebabkan kondisi lebih buruk.

    Dalam tubuh kita terdapat sistem imun yang akan berusaha untuk melawan penyebab infeksi-infeksi tersebut. Namun saat imun tubuh melawan infeksi, akan dikeluarkan sel-sel imun dan respon-respon radang. Respon radang tersebut yang dapat melukai jaringan paru, sehingga kerusakan pada jaringan paru dapat terjadi saat menderita paru-paru basah.

    Hal tersebut yang kemudian menyebabkan tanda dan gejala yang bisa Sahabat Sehat alami. Beberapa tanda dan gejala dari paru-paru basah adalah demam, batuk, dan sesak. Proses pertukaran oksigen pada paru terganggu, maka fungsi organ lain dapat terganggu karena adanya penurunan asupan oksigen.

    Layanan: Paket Vaksinasi Pneumonia (PCV-13) + Flu 4 Strain ke Rumah

    Sahabat Sehat, penyakit paru-paru basah merupakan sebuah penyakit yang tidak boleh dianggap ringan. Orang yang menderita penyakit ini memerlukan penanganan yang tepat dan segera, terutama pada derajat berat. Apabila Anda merasa sedang mengalami beberapa tanda dan gejala dari paru-paru basah, segera berkonsultasi dengan dokter agar dapat diperiksa lebih lanjut.

    Gunakan layanan panggil dokter ke rumah atau home care dari Prosehat untuk kenyamanan dan kemudahan Sahabat Sehat. Anda juga bisa melakukan pemeriksaan medical check up berkala untuk mengetahui status kesehatan Anda dan deteksi dini penyakit, serta vaksinasi pencegah penyakit paru-paru basah.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WhatsApp Asisten Kesehatan Maya  di nomor 08111816800.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

    Referensi

    1. WHO. Pneumonia. 
    2. Jain V, Vashisht R, Yilmaz G, Bhardwaj A. Pneumonia Pathology.
    3. CDC. Causes of Pneumonia.
    4. Sattar S, Sharma S. Bacterial Pneumonia.
    5. Gattinoni L, Gattarello S, Steinberg I, Busana M, Palermo P, Lazzari S et al. COVID-19 pneumonia: pathophysiology and management.
    Read More
  • Vaksinasi adalah salah satu kebutuhan dasar seseorang untuk melindungi dirinya dan keluarga dari penyakit menular berbahaya. Selain itu, vaksin juga menghentikan penyebaran penyakit menular di masyarakat melalui herd immunity.   Ada berbagai macam jenis vaksin yang diperlukan oleh anak, dewasa, dan lanjut usia (lansia). Sebagian besar diberikan saat kanak-kanak dan sebagian lagi diberikan saat dewasa. […]

    Sekarang Vaksinasi Bisa di Rumah, Lebih Fleksibel dan Nyaman

    Vaksinasi adalah salah satu kebutuhan dasar seseorang untuk melindungi dirinya dan keluarga dari penyakit menular berbahaya. Selain itu, vaksin juga menghentikan penyebaran penyakit menular di masyarakat melalui herd immunity.

    Sekarang Vaksinasi Bisa di Rumah, Lebih Fleksibel dan Nyaman

    Sekarang Vaksinasi Bisa di Rumah, Lebih Fleksibel dan Nyaman

     

    Ada berbagai macam jenis vaksin yang diperlukan oleh anak, dewasa, dan lanjut usia (lansia). Sebagian besar diberikan saat kanak-kanak dan sebagian lagi diberikan saat dewasa. Pada kondisi tertentu, vaksinasi juga diperlukan, seperti travelling, bekerja di tempat risiko tinggi, pendidikan di luar negeri, dan sebagainya. Sayangnya, sebagian orang tidak memiliki banyak waktu luang untuk ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan vaksin.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Flu Selama Pandemi Corona

    Bagi Anda dan keluarga yang ingin divaksinasi dengan jadwal yang lebih fleksibel, Prosehat melayani vaksinasi di rumah dengan proses yang mudah dan cepat. Anda tidak perlu repot keluar rumah dan menghadapi macetnya jalanan serta antrian panjang di fasilitas kesehatan. Layanan ini sudah tersedia untuk wilayah Jakarta dan Bekasi.

    Berikut adalah daftar harga vaksinasi anak dan dewasa untuk layanan ke rumah dari Prosehat. Terdapat juga berbagai jenis paket vaksinasi combo yang bisa dilihat langsung di website Prosehat.com.

    Vaksinasi Anak

    Hepatitis B Rp. 390.000
    Polio IPV Rp. 750.000
    BCG Rp. 590.000
    Combo DPT, HiB, Hepatitis B Rp. 470.000
    Combo HiB, DTP, Polio Rp. 1.140.000
    PCV-13 Rp. 1.350.000
    Rotavirus Rp. 680.000
    Influenza Rp. 490.000
    MMR Rp. 790.000
    Japanese encephalitis (JE) Rp. 680.000
    Varisela Rp. 1.050.000
    Hepatitis A Rp. 630.000
    Tifoid Rp. 540.000
    HPV 4 strain (1 kali suntik) Rp. 1.250.000

     

    Vaksinasi Dewasa

    Influenza Rp. 450.000
    Tdap Rp. 620.000
    Varisela Rp. 1.050.000
    HPV 4 strain (1 kali suntik) Rp. 1.250.000
    MMR Rp. 790.000
    Pneumonia PPV-23 Rp. 1.180.000
    PCV-13 Rp. 1.350.000
    Meningitis Rp. 490.000
    Hepatitis A Rp. 740.000
    Hepatitis B Rp. 420.000
    Tifoid Rp. 540.000
    Yellow fever Rp. 750.000
    Japanese encephalitis (JE) Rp. 680.000
    Rabies Rp. 550.000

    Manfaatkan layanan vaksinasi dari Prosehat karena:

    • Produknya dijamin asli dan berkualitas
    • Jadwal imunisasinya fleksibel
    • Pembayaran mudah
    • Ditangani langsung oleh tenaga medis profesional
    • Bisa vaksin di rumah atau di klinik.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WhatsApp Asisten Kesehatan Maya 08111816800

    Ditulis oleh: dr. Nurul L

    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com