Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Mengapa Perlu Booster Vaksin Polio Untuk Kuliah di Luar Negeri?

Polio merupakan penyakit yang menular dan berbahaya. Penyakit ini paling sering menginfeksi anak-anak dibawah usia 5 tahun dan menyerang sistem saraf sehingga dapat menyebabkan kelumpuhan. Karena polio sifatnya menular, vaksinasi polio menjadi vaksinasi wajib yang dilakukan sebelum menetap di luar negri. Walaupun di Indonesia kasusnya sangat jarang ditemui, namun ada risiko penularan saat berinteraksi dengan banyak orang dari berbagai belahan dunia yang kita tidak ketahui status kesehatannya.

Mengapa Perlu Booster Vaksin Polio Untuk Kuliah di Luar Negeri?

Mengapa Perlu Booster Vaksin Polio Untuk Kuliah di Luar Negeri?

 

Berdasarkan data Global Polio Eradication Initiative, pada tahun 2018-2019 kasus polio dilaporkan di 18 negara, yaitu Nigeria, Pakistan, Angola, Benin, Tiongkok, Ethiopia, Filipina, Ghana, Indonesia, Mozambik, Niger, Mozambik, Myanmar, Somalia, Papua New Guinea, Republik Afrika Tengah dan Republik Demokratik Kongo.

Pada tanggal 19 September 2019, Kementerian Kesehatan Filipina mengeluarkan Press Release tentang Kejadian Luar Biasa (KLB) Polio di Filipina. Virus polio juga terkonfirmasi terdeteksi pada saluran limbah di Manila dan saluran air Davao saat dilakukan surveilans Polio di lingkungan secara rutin.

Baca Juga: Vaksin, Menjadi Syarat Mutlak Sebelum Kuliah di Luar Negeri

Vaksinasi Booster IPV

Vaksinasi Booster yang dilakukan sebelum berangkat kuliah di luar negeri adalah vaksinasi IPV (Inactivated Polio Vaccine). Vaksin IPV ini diberikan dengan cara disuntikkan pada otot baik tunggal maupun diberikan bersamaan dengan vaksinasi lainnya.

Orang dewasa dengan resiko tinggi akan mendapatkan 1 sampai 3 dosis IPV, tergantung pada riwayat vaksinasi sebelumnya. Apabila belum pernah mendapatkan vaksin polio, vaksin polio dilakukan tidak lengkap atau status vaksinasi tidak diketahui, maka pada dosis pertama diberikan dengan jarak 4-8 minggu dan dosis ketiga diberikan 6-12 bulan setelah pemberian dosis kedua.

Orang dewasa yang telah mendapatkan polio lengkap semasa anak-anak dan akan berpergian ke negara yang beresiko atau negara yang mensyaratkan vaksin polio sebelum masuk ke suatu negara dapat diberikan vaksinasi IPV 4-12 bulan sebelum tanggal keberangkatan.

Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya

Efek Samping Vaksinasi Polio

Vaksinasi polio sebaiknya tidak diberikan pada orang dengan riwayat reaksi alergi yang mengancam jiwa pada suntikan polio sebelumnya. Vaksinasi IPV dapat menyebabkan efek samping, meskipun resikonya sangat rendah. Berikut ini beberapa efek samping yang mungkin timbul, diantaranya:

  • Nyeri, bengkak dan kemerahan di lengan yang disuntik
  • Demam ringan
  • Nyeri sendi
  • Pusing dan
  • Muntah.

Bagi Sahabat Sehat yang belum vaksin polio, Anda bisa melengkapi status vaksinasi Anda bersama Prosehat. Prosehat menyediakan layanan vaksinasi Polio IPV yang bisa dilakukan di Klinik Prosehat di Bekasi dan Palmerah Jakarta Barat, atau di rumah. 

Apabila Anda memerlukan informasi lebih lanjut, silakan menghubungi Asisten Kesehatan Maya di nomor WhatsApp 08111816800 atau kunjungi website prosehat.

Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
Ditinjau oleh: dr. Nurul L


Referensi

  1. PAPDI. Jadwal Imunisasi Dewasa Tahun 2021.
  2. Kementrian Kesehatan RI. Infeksi Emerging Kementerian Kesehatan RI.
  3. Reza Yunusi. Tetap Sehat Selama Liburan di Luar Negeri.
  4. Kementrian Kesehatan RI. Wabah Polio di Filipina, Indonesia Terus Waspada.

 

 

 

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com