Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

7 Langkah Pencegahan Kanker Payudara yang Perlu Wanita Ketahui

Angka kasus penyakit kanker di Indonesia kini berada di urutan ke-8 di Asia Tenggara, dan peringkat ke-23 di Asia. Angka penderita kanker payudara pada perempuan mencapai 42, 1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian mencapai 17 kasus per 100.000 jiwa.

7 Langkah Pencegahan Kanker Payudara yang Perlu Wanita Ketahui

7 Langkah Pencegahan Kanker Payudara yang Perlu Wanita Ketahui

Tak heran jika pemerintah saat ini sangat menekankan masyarakat, terutama wanita untuk melakukan upaya deteksi dini kanker payudara sebagai langkah pencegahan dan agar dapat segera ditangani. Sahabat Sehat, bagaimana langkah mencegah kanker payudara? Mari simak penjelasan berikut.

Tips Mencegah Kanker Payudara

Kanker payudara bukan penyakit yang dapat dicegah secara instan dan dengan upaya sederhana. Terdapat berbagai upaya yang perlu diketahui agar terhindar dari penyakit ganas ini. Untuk mencegah kanker payudara, Sahabat Sehat dianjurkan melakukan beberapa tips berikut:

1. Kenali Faktor Risiko Kanker Payudara

Terdapat berbagai resiko yang meningkatkan peluang terjadinya kanker payudara, sebagai berikut :

  • Faktor genetik. 

Resiko menderita kanker payudara meningkat jika Sahabat Sehat memiliki riwayat dalam keluarga yang juga menderita kanker payudara. Walaupun demikian, ada pula penderita kanker payudara yang tidak memiliki riwayat keluarga dengan kanker payudara. 

  • Faktor usia. 

Semakin wanita bertambah usia maka dinilai akan semakin berisiko mengalami kanker payudara. Umumnya, penyakit ini muncul pada wanita yang mulai memasuki usia 50 tahun keatas. Wanita yang mulai menstruasi pertama kali pada usia dibawah 12 tahun dan yang mengalami menopause diatas usia 55 tahun juga berpotensi mengidap kanker payudara.

  • Faktor kehamilan. 

Wanita dewasa yang belum pernah hamil dan wanita yang hamil untuk pertama kalinya pada usia diatas 30 tahun, serta wanita yang tidak menyusui bayinya memiliki risiko lebih tinggi untuk menderita kanker payudara. 

  • Faktor lainnya.

Berbagai faktor lain misal pernah menderita kanker payudara sebelumnya, wanita yang memiliki jaringan payudara yang padat, riwayat kanker ovarium, serta riwayat terpapar radiasi di daerah dada pada usia kanak-kanak atau remaja meningkatkan risiko kanker payudara. 

medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

2. Pola Makan Bergizi Seimbang

Beberapa pakar kesehatan menilai bahwa sejumlah makanan dapat memicu terjadinya kanker payudara, seperti tinggi gula, lemak maupun makanan berpengawet. Sahabat Sehat dianjurkan rutin mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, seperti buah-buahan, aneka sayuran, dan biji-bijian. Pilihlah makanan yang mengandung serat, protein, serta rendah lemak jenuh.

3. Hindari Minuman Beralkohol

Semakin banyak alkohol yang dikonsumsi, maka semakin besar risiko menderita kanker payudara. Alkohol diketahui dapat memicu kanker payudara sebab dapat memproduksi banyak hormon estrogen.

4. Olahraga Secara Rutin

Olahraga mampu menjaga berat badan tetap ideal. Sedangkan memiliki berat badan berlebih atau obesitas justru akan meningkatkan risiko menderita kanker payudara. Berolahraga rutin minimal 30 menit setiap harinya. Pilihlah olahraga yang Sahabat Sehat sukai, seperti senam aerobic, bersepeda, berenang, atau jogging. Berolahraga turut mengurangi risiko kekambuhan kanker, mengurangi stress atau depresi, serta mampu memperbaiki suasana hati.

Baca Juga: Berbagai Jenis Pemeriksaan Deteksi Dini Kanker Serviks

5. Hentikan Kebiasaan Merokok

Meski Sahabat Sehat tidak merokok, menghindari paparan asap rokok juga perlu dilakukan. Pasalnya risiko kanker payudara akan tetap tinggi pada “perokok pasif” sekalipun, terutama pada wanita pascamenopause.  Merokok dapat meningkatkan komplikasi bagi penderita kanker payudara. 

6. Menyusui Pasca Melahirkan

Bagi wanita yang baru melahirkan, menyusui tidak hanya bermanfaat bagi kesehatan bayi. Namun, menyusui selama satu tahun penuh atau lebih juga dapat mencegah Sahabat Sehat dari kanker payudara.

7. Batasi Dosis dan Durasi Terapi Hormon

Melakukan terapi hormonal kombinasi selama tiga tahun lebih dapat meningkatkan risiko kanker payudara. Oleh sebab itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan terapi hormon. 

Baca Juga: 6 Cara Akurat Deteksi Kanker Payudara pada Wanita

Mengenali Perubahan Payudara

Langkah awal mengenali perubahan pada payudara adalah dengan melakukan pemeriksaan secara mandiri atau yang dikenal dengan istilah SADARI, yaitu dengan meraba payudara sendiri untuk mendeteksi adanya kanker payudara sejak dini.

Selain itu lakukan pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter. Jika diperlukan Sahabat Sehat dapat melakukan pemeriksaan menggunakan mamografi atau USG payudara untuk melihat kondisi kelenjar payudara. 

Baca Juga: Yuk, Mulai Waspadai Beberapa Faktor Penyebab Kanker pada Wanita!

Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai langkah mencegah kanker payudara. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Ditulis oleh : Redaksi Prosehat

Ditinjau oleh : dr. Monica C

Referensi:

  1. National Cancer Institute. Obesity and Cancer Fact Sheet.
  2. World Health Organization. Breast cancer.
  3. Centers for Disease Control and Prevention. What Are the Risk Factors for Breast Cancer?
  4. Mayo Clinic. Breast cancer: How to reduce your risk.
  5. Cancer Research UK. Breast cancer risk.
  6. WebMD. Breast Cancer and the Breast Self-Exam.

Chat Asisten Maya
di Prosehat.com