Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Pria

Showing 21–30 of 120 results

  • Mungkin Anda sudah familiar mengenai vaksin human papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker serviks pada wanita. Tapi apa Anda tahu seberapa penting vaksin hpv untuk pria? Ya, ternyata virus ini juga bisa menginfeksi pria karena HPV merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit kutil pada kelamin, kanker anus, kanker penis, dan sebagainya. Simak artikel berikut ini untuk […]

    Selain Wanita, Seberapa Penting Vaksin HPV untuk Pria?

    Mungkin Anda sudah familiar mengenai vaksin human papillomavirus (HPV) untuk mencegah kanker serviks pada wanita. Tapi apa Anda tahu seberapa penting vaksin hpv untuk pria?

    Ya, ternyata virus ini juga bisa menginfeksi pria karena HPV merupakan virus yang dapat menyebabkan penyakit kutil pada kelamin, kanker anus, kanker penis, dan sebagainya. Simak artikel berikut ini untuk penjelasannya.

    Selain Wanita, Seberapa Penting Vaksin HPV untuk Pria

    Selain Wanita, Seberapa Penting Vaksin HPV untuk Pria?

    HPV tidak selalu Bergejala

    Baik pria maupun wanita dapat terinfeksi oleh HPV. Virus ini menular melalui kontak seksual, atau kontak kulit dengan kulit. Pada usia 15 – 59 tahun, terdapat sekitar 40% orang akan terinfeksi oleh HPV.

    HPV memiliki berbagai jenis varian dan tidak semua jenis infeksi HPV menimbulkan gejala. Jadi, ada kemungkinan Anda atau pasangan Anda menularkan HPV meskipun saat tidak menunjukkan gejala apapun.

    agi wanita, skrining terhadap HPV dapat dilakukan apabila memiliki riwayat kanker serviks pada keluarga, atau sudah aktif secara seksual namun belum pernah mendapatkan vaksinasi HPV. Sedangkan tidak disarankan untuk dilakukan pada pria kecuali memiliki gejala yang khas.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV dari ProSehat

    Tipe-tipe HPV

    Terdapat beberapa tipe HPV yang sudah diteliti dan terbukti dapat menimbulkan kanker pada daerah kemaluan. 

    Pada pria, HPV tipe 16 dan 18 dapat menyebabkan kanker penis, kanker anus, dan kanker mulut atau tenggorokan. Sedangkan terdapat HPV tipe 6 dan 11 yang sering menyebabkan kutil pada kelamin.

    Sedangkan pada wanita, HPV tipe 16 dan 18 dapat menyebabkan kanker serviks. Selain dari 4 tipe yang paling sering dijumpai ini, terdapat beberapa tipe lain seperti 31, 33, 45, 52, dan 58 yang juga dapat menyebabkan kanker namun lebih jarang dijumpai.

    harga vaksin hpv, biaya vaksin hpv

    Pentingnya Vaksin HPV untuk Pria

    Pemberian vaksin HPV untuk pria bermanfaat karena dapat mencegah terjadinya infeksi HPV. Dari infeksi yang dicegah, maka komplikasi yang disebutkan diatas juga dapat dihindari. Yang tidak kalah penting, pemberian vaksin pada pria juga dapat memproteksi pasangannya secara tidak langsung dari infeksi HPV.

    Dengan melakukan vaksinasi HPV, diharapkan terbentuk herd immunity atau kekebalan kelompok pada komunitas. Herd immunity memberikan manfaat yang baik karena dapat menurunkan angka infeksi HPV pada komunitas.

    Baca Juga: Cek Fakta: Ini Dia Fungsi Vaksin HPV Pada Pria?

    Jenis dan Jadwal Pemberian Vaksin HPV

    Saat ini di Indonesia sudah terdapat 2 tipe vaksin HPV, yaitu vaksin HPV bivalen dan tetravalen. Untuk vaksin bivalen mencakup HPV tipe 16 dan 18, sedangkan vaksin tetravalen mencakup HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Selain dewasa, vaksin HPV juga boleh dan aman diberikan pada remaja berusia 10 tahun keatas. 

    Pemberian vaksin dibagi menjadi 3 dosis yaitu 0, 1 atau 2, dan 6 bulan.6 Dosis 0 artinya dosis pertama, sedangkan dosis kedua diberikan 1 atau 2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga 6 bulan setelah dosis pertama.

    Efek Samping Vaksinasi

    Sama seperti vaksinasi pada umumnya, vaksinasi HPV pun dapat menimbulkan efek samping. Efek samping yang dapat terjadi setelah Anda vaksinasi berupa nyeri dan kemerahan pada lokasi vaksin, atau demam. Namun demikian, keuntungan yang didapatkan dari vaksinasi jauh lebih besar dibandingkan kerugiannya.

    Baca Juga: 8 Tes Kesehatan yang Wajib Dilakukan Pria Sebelum Menikah

    Sahabat Sehat, pemberian vaksin HPV memang sudah lama dilakukan untuk wanita, namun ternyata tidak kalah pentingnya untuk melindungi pria. Vaksinasi ini sudah terbukti dapat mencegah infeksi HPV pada pria dan pasangannya sehingga terhindar dari terjadinya komplikasi infeksi HPV berupa kanker. Pastikan Anda berkonsultasi dulu dengan dokter sebelum melakukan vaksinasi.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi

    1. CDC. STD Facts – Human papillomavirus (HPV).
    2. WHO. Cervical Cancer.
    3. CDC. STD Facts – HPV and Men.
    4. Canadian Cancer Society. Human papillomavirus.
    5. National Cancer Institute. Human papillomavirus (HPV) Vaccine.
    6. IDAI. Sekilas tentang Vaksin HPV.
    Read More
  • Beberapa bulan belakangan ini kasus Covid-19 sudah mulai melandai. Pemerintah pun mengumumkan bahwa Indonesia akan memasuki fase transisi dari pandemi menjadi endemi Covid-19 dengan berbagai pertimbangan. Walau demikian, bukan berarti virus corona sudah menghilang ya! Melandainya kasus Covid-19 memberi kesempatan bagi Anda dan keluarga untuk berlibur ke luar kota, bahkan ke luar negeri. Sama juga […]

    Vaksin Flu: Perlindungan Ekstra Bagi Anak dan Dewasa Saat Liburan

    Beberapa bulan belakangan ini kasus Covid-19 sudah mulai melandai. Pemerintah pun mengumumkan bahwa Indonesia akan memasuki fase transisi dari pandemi menjadi endemi Covid-19 dengan berbagai pertimbangan. Walau demikian, bukan berarti virus corona sudah menghilang ya!

    Vaksin Flu Perlindungan Ekstra Bagi Anak dan Dewasa Saat Liburan

    Vaksin Flu: Perlindungan Ekstra Bagi Anak dan Dewasa Saat Liburan

    Melandainya kasus Covid-19 memberi kesempatan bagi Anda dan keluarga untuk berlibur ke luar kota, bahkan ke luar negeri. Sama juga halnya bagi pelancong dari luar negeri yang berwisata ke Indonesia.

    Anda tetap perlu waspada saat mengunjungi keramaian. Apalagi kalau si Kecil belum divaksinasi Covid-19, atau jika Anda bepergian dengan orang lanjut usia (lansia), atau bersama orang yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

    Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan melakukan vaksinasi flu (influenza) sebelum bepergian.

    Mengapa Vaksin Flu Penting?

    Vaksin Flu melindungi diri dari infeksi virus influenza. Selain menyebabkan gejala seperti flu (demam, nyeri otot, pilek, batuk, dll), virus ini dapat menyebabkan sakit berat jika daya tahan tubuh Anda tidak bagus saat terinfeksi.

    Contoh komplikasinya seperti paru-paru basah (pneumonia), infeksi telinga, dan memperburuk kondisi gagal jantung, asma, dan diabetes bila Anda memilikinya.

    Yang lebih mengkhawatirkan, virus ini terus bermutasi layaknya sifat virus pada umumnya. Oleh sebab itu, para ahli menyarankan untuk meng-update vaksin flu setiap satu tahun sekali.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Bagaimana Vaksin Flu Melindungi Terhadap Covid-19?

    Sebuah penelitian terhadap 27.000 partisipan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa angka kematian lebih rendah pada mereka yang terinfeksi Covid-19 dan sudah divaksin influenza. Selain itu juga menunjukkan rendahnya kebutuhan perawatan intensif dan penggunaan bantuan alat nafas pada pasien Covid-19 yang telah divaksinasi influenza.

    Maka, vaksin flu adalah perlindungan ekstra yang bisa Anda berikan untuk diri sendiri, anak, dan keluarga terhadap risiko penularan berbagai penyakit menular.

    Baca Juga: Vaksin Influenza Trivalen atau Quadrivalen? Kenali Perbedaannya!

    Pelindung Bagi Balita

    Sekitar satu setengah tahun yang lalu vaksin Covid-19 berhasil diciptakan dan diedarkan untuk digunakan oleh seluruh masyarakat berusia 6 tahun ke atas secara bertahap.

    Tetapi, hingga kini belum ada lampu hijau untuk penggunaan vaksin Covid-19 pada anak-anak berusia di bawah lima tahun. Sedangkan, virus ini ada dimana-mana dan anak-anak sudah memulai interaksi dengan lingkungan seperti sedia kala.

    American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar semua anak sehat berusia 6 bulan ke atas divaksinasi influenza sebagai perlindungan terbaik terhadap flu, terutama dengan COVID-19, virus dan penyakit pernapasan lainnya yang beredar.

    Dosis Vaksin Flu

    Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu.

    Sementara jika Si Kecil berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja seperti dewasa, termasuk ibu hamil.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Influenza untuk Anak dan Efek Sampingnya

    Nah Sahabat Sehat, itulah pentingnya vaksin flu bagi anak dan dewasa. Tidak hanya melindungi terhadap flu, tapi juga berbagai macam penyakit menular lainnya.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Monica C
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi 

    1. CDC. Influenza Prevention: Information for Travelers.
    2. CDC. Before You Travel.
    3. Conlon A, et al. Impact of the influenza vaccine on COVID-19 infection rates and severity.
    4. The Importance of Flu Vaccines as the COVID Pandemic Continues.
    Read More
  • Membicarakan kebiasaan BAB mungkin akan terasa memalukan, padahal frekuensi BAB dan konsistensi feses dapat menjadi petunjuk mengenai kondisi tubuh kita. Pasalnya, kebiasaan buang air besar (BAB) menunjukan banyak hal terkait kesehatan dan seberapa baik fungsi tubuh.  Setiap orang memiliki intensitas BAB yang berbeda-beda. Meski demikian, sudah seharusnya BAB menjadi kebiasaan rutin setiap harinya. Namun jika […]

    Mengenal Berbagai Penyebab Sering Buang Air Besar

    Membicarakan kebiasaan BAB mungkin akan terasa memalukan, padahal frekuensi BAB dan konsistensi feses dapat menjadi petunjuk mengenai kondisi tubuh kita. Pasalnya, kebiasaan buang air besar (BAB) menunjukan banyak hal terkait kesehatan dan seberapa baik fungsi tubuh. 

    Mengenal Berbagai Penyebab Sering Buang Air Besar

    Mengenal Berbagai Penyebab Sering Buang Air Besar

    Setiap orang memiliki intensitas BAB yang berbeda-beda. Meski demikian, sudah seharusnya BAB menjadi kebiasaan rutin setiap harinya. Namun jika buang air besar ini terjadi terlalu sering bahkan dialami setiap setelah makan, maka kondisi ini perlu Sahabat Sehat waspadai. Intensitas BAB yang terlalu sering juga bisa menjadi tanda adanya ketidakberesan pada sistem pencernaan. 

    Apakah Sering BAB Setelah Makan itu Wajar?

    Ketika Sahabat Sehat makan, lambung dan usus akan merenggang. Setelah merasa cukup kenyang, saraf pada lambung akan mengirim sinyal ke usus halus untuk mempersiapkan disi mencerna makanan dari lambung. Sinyal inilah yang kemudian memandu kontraksi pada otot-otos usus untuk bergerak dan mencerna makanan. Pergerakan pada usus halus dan usus besar ini yang akhirnya akan memicu rasa ingin buang air besar. Ini artinya, BAB setelah makan seperti ini merupakan bagian dari siklus pencernaan yang cukup normal terjadi. 

    Biasanya, mereka yang mengalami kondisi ini akan lebih sering menahannya daripada ke kamar mandi. Kebiasaan menahan buang air besar inilah yang sebenarnya tidak baik bagi kesehatan, karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi lain pada pencernaan. Namun, apabila keinginan untuk BAB ini selalu muncul setelah makan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kondisi apa yang sedang Anda alami. 

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Penyebab Sering Buang Air Besar Setelah Makan

    Apabila rasa ingin buang air besar setelah makan tidak selalu muncul, atau hanya sesekali saja, maka kondisi tersebut masih tergolong normal. Akan tetapi, apabila keinginan BAB sering terjadi maka dapat disebabkan oleh beberapa faktor misalnya :

    • Iritasi Usus

    Usus umumnya bekerja sangat aktif saat terjadi peradangan atau iritasi di lapisan dalam usus. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan usus halus dan usus besar mencerna makanan dalam waktu singkat. Makanan yang telah dicerna oleh lambung akan bergerak dengan cepat di dalam rongga usus halus maupun besar. Gangguan pada usus seperti inilah yang kemudian memicu seseorang untuk buang air besar setelah makan. 

    • Radang Usus / Inflammatory Bowel Disease (IBD)

    Penyakit radang usus atau disebut juga IBD terbagi menjadi dua jenis, yakni Penyakit Crohn dan Kolitis Ulserativa. Kedua penyakit ini mengacu pada peradangan usus. IBD akan menyebabkan seseorang sering buang air besar, sakit lambung, sakit perut setelah makan, hingga adanya darah pada feses. 

    Kondisi Kolitis ulserativa biasanya hanya mempengaruhi usus besar, sementara pada kondisi Penyakit Crohn mempengaruhi saluran pencernaan secara keseluruhan. Penyakit radang usus umumnya akan membuat penderita kesulitan untuk menahan rasa ingin buang air besar, sehingga harus segera ke kamar mandi bahkan setelah makan sekalipun. 

    • Intoleransi Laktosa

    Seseorang yang menderita intoleransi laktosa, tidak mampu mencerna gula jenis laktosa yang biasanya terkandung dalam produk susu dan produk olahan susu. Apabila penderita intoleransi laktosa mengkonsumsi susu maupun produk olahan susu, maka saluran cerna tidak dapat menyerap zat laktosa dengan baik sehingga mengakibatkan diare.

    • Penyakit Celiac

    Penyakit Celiac adalah suatu kondisi ketika sistem imun seseorang bereaksi ketika mengkonsumsi gluten, yang banyak ditemukan dalam makanan seperti biji-bijian, seperti gandum, gandum hitam, dan jelai. Penderita Celiac umumnya mengalami diare setelah mengkonsumsi gluten.

    • Kanker Usus Besar

    Kanker usus besar adalah salah satu penyebab seringnya buang air besar setelah makan. Kondisi ini umumnya terjadi ketika sel-sel di usus besar mulai tumbuh secara tidak normal sehingga mempengaruhi fungsi usus besar. Kanker jenis ini bisa disembuhkan dengan peluang hingga 90% apabila sudah diketahui sejak awal pertumbuhannya. 

    Umumnya, penderita kanker usus besar akan merasa kesakitan saat buang air besar. Selain itu, intensitas buang air besar yang sering disertai dengan adanya darah pada tinja juga dapat menjadi tanda kanker usus besar yang perlu diwaspadai.

    • Kolitis Mikroskopis

    Beda halnya dengan kolitis ulserativa, peradangan lapisan dalam usus akibat Kolitis Mikroskopis hanya dapat dilihat dengan jelas melalui mikroskop. Namun sayangnya, penyebab penyakit ini belum dapat dipastikan hingga saat ini. Meski demikian, kondisi ini biasanya akan membuat penderita kesulitan menahan rasa ingin buang air besar. 

    Baca Juga: 5 Mitos vs Fakta Seputar BAB yang Perlu Sahabat Ketahui

    Kapan Harus Ke Dokter?

    Sahabat Sehat tak perlu khawatir apabila rasa ingin buang air besar setelah makan hanya muncul sesekali. Namun, jika kondisi ini terjadi secara berulang dan sering maka sebaiknya segera konsultasikan lebih lanjut ke dokter. Selain itu, ada beberapa kondisi yang sebaiknya diwaspadai yakni :

    • Mengalami diare yang tidak kunjung membaik dalam tiga minggu.
    • Menderita diare dan demam tinggi lebih dari 380Celcius.
    • Saat diare terjadi disertai rasa sakit pada rektum atau perut bagian bawah.
    • Feses yang keluar berwarna kehitaman, abu-abu, atau berdarah. 
    • Diare yang disertai tanda dehidrasi, seperti kelelahan, haus, dan pusing.

    Baca Juga: Tips Jitu Melancarkan BAB Anak

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai penyebab sering buang air besar. Jika Sahabat Sehat merasakan keluhan di atas, segera periksakan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tapi, ada baiknya bila Sahabat Sehat juga rutin memeriksakan kesehatan umum melalui medical check up. Layanan ini juga tersedia di Prosehat.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Carolina Digestive. Women vs Men When It Comes To Digestion.
    2. ASGE. Quick Anatomy Lesson: Human Digestive System [Internet].
    3. Mayo Clinic. Digestion: How long does it take? 
    Read More
  • Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan bagi wanita, setelah kanker payudara. Pasalnya, sel kanker serviks dapat menyebar dan mempengaruhi fungsi organ lain sehingga menambah rasa sakit pada penderitanya.  Umumnya, gejala awal kanker serviks sulit untuk diidentifikasi dan sebagian besar baru terdeteksi saat kanker sudah berkembang ke stadium lanjut. Saat berada pada stadium […]

    Kanker Serviks Bisa Menyebar ke Paru-Paru, Cegah dengan Vaksin HPV

    Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan bagi wanita, setelah kanker payudara. Pasalnya, sel kanker serviks dapat menyebar dan mempengaruhi fungsi organ lain sehingga menambah rasa sakit pada penderitanya. 

    Kanker Serviks Bisa Menyebar ke Paru-Paru, Cegah dengan Vaksin HPV

    Kanker Serviks Bisa Menyebar ke Paru-Paru, Cegah dengan Vaksin HPV

    Umumnya, gejala awal kanker serviks sulit untuk diidentifikasi dan sebagian besar baru terdeteksi saat kanker sudah berkembang ke stadium lanjut.

    Saat berada pada stadium lanjut, sayangnya sel kanker sudah menyebar ke organ sekitar, atau bahkan organ jauh. Sehingga, sejumlah gejala mulai bermunculan seperti sesak nafas, batuk darah, nyeri berkemih, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, dan lain-lain.

    Jadi, bagaimana cara terbaik untuk mencegah kanker serviks dan risiko penyebaran sel kanker? Berikut penjelasannya.

    Penyebaran Sel Kanker Serviks

    Human papillomavirus (HPV) adalah virus penyebab berbagai infeksi menular seksual dan kanker serviks. Penularannya melalui kontak seksual, baik vagina, anal, maupun oral.

    Kanker serviks berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut. Seperti kanker pada umumnya, kanker serviks memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda sesuai dengan perkembangannya.

    Pada umumnya, pasien tidak merasakan gejala apapun pada stadium awal. Biasanya stadium ini terdeteksi saat ia menjalani pemeriksaan Pap smear. Bila terdeteksi sedini mungkin, hal ini memungkinkan pengobatan segera dilakukan sebelum sel berkembang menjadi sel kanker.

    Seiring waktu berjalan, sel kanker mulai menyebar ke bagian bawah vagina atau dinding panggul. Sel kanker bisa menyumbat saluran kemih yang dilewati oleh urin yang bergerak menuju kandung kemih sehingga pada stadium ini pasien akan merasakan kesulitan berkemih.

    Pada kanker serviks stadium akhir, sel kanker sudah menyebar ke organ tubuh lain seperti tulang dan paru-paru. Gejalanya memiliki intensitas dan keparahan yang lebih tinggi.

    Dapatkan: Paket 2in1 Vaksinasi HPV 4 Strain *3 kali suntik + Cek Pap Smear di Klinik Bekasi Satu

    Vaksin HPV Melindungi Perempuan

    Vaksin HPV yang didapatkan saat remaja bekerja lebih efektif dalam mencegah infeksi HPV. Diketahui, vaksinasi HPV yang diberikan di usia 11-14 tahun dapat mencegah 90% kanker serviks. Oleh sebab itu, vaksin ini mulai diberikan di usia 9 tahun dan diutamakan bagi mereka yang belum pernah melakukan hubungan seksual.

    Vaksinasi HPV diberikan dalam 2 dosis jika dilakukan antara usia 9-14 tahun atau sebanyak 3 dosis jika penerima berusia 15 tahun ke atas. Ada dua jenis vaksin HPV, yaitu HPV bivalen (mencakup HPV tipe 16 dan 18) dan quadrivalen (mencakup HPV tipe 6, 11, 16, dan 18). HPV tipe 6 dan 11 adalah jenis yang sering menyebabkan penyakit infeksi menular seksual seperti kutil kelamin. Jenis ini bisa juga diberikan kepada laki-laki.

    Selain mengutamakan vaksinasi HPV, pemeriksaan deteksi dini kanker serviks juga perlu dilakukan berkala bagi perempuan yang sudah berhubungan seksual. Hal ini akan sangat membantu rekomendasi pemeriksaan lanjut dan pengobatan jika tampak hasil yang mencurigakan. Sehingga, kanker serviks dan potensinya untuk menyebar ke organ lain dapat dicegah.

    Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Bagi Perempuan untuk Pap Smear?

    Layanan Vaksinasi HPV Prosehat di Klinik Kasih Bekasi Satu

    Untuk melindungi diri dari virus HPV penyebab kanker serviks, Sahabat Sehat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin HPV sejak remaja. Vaksin HPV saat sudah banyak tersedia di fasilitas-fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta, seperti Prosehat.

    Harga vaksin HPV yang ditawarkan pun bervariasi tergantung dari jenis vaksin HPV yang dipilih dan fasilitas kesehatan yang menyelenggarakannya. Harga vaksin HPV di RS swasta dimulai dari kisaran ratusan ribu hingga sekitar dua juta rupiah per sekali suntik. 

    Sementara, Layanan Vaksinasi HPV Prosehat yang berlokasi di salah satu klinik mitra Prosehat, yaitu Klinik Kasih Bekasi Satu, menyediakan beragam paket layanan vaksinasi HPV, diantaranya:

    Layanan Vaksinasi HPV di Klinik Kasih Bekasi Satu
    Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Untuk Anak) *1 kali suntik Rp 990.000,-
    Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain *1 kali suntik Rp 990.000,-
    Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain *1 kali suntik  Rp 1.100.000,-
    Paket 2in1 Vaksinasi HPV 4 Strain *1 kali suntik + Cek Pap Smear Rp 1.650.000,-
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Usia < 13 Tahun) *2 kali suntik  Rp 1.900.000,-
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain *3 kali suntik  Rp 2.800.000,-
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan 10 -13 Tahun)  Rp 4.880.000,-
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan > 13 Tahun)  Rp 5.850.000,-
    Paket Vaksinasi Pranikah Standar  Rp 6.200.000,-
    Paket Vaksinasi Pranikah Lengkap  Rp 7.500.000,-

    *harga dapat berubah sewaktu-waktu

    Baca Juga: Perdarahan Setelah Hubungan Intim, Waspadai Gejala Kanker Serviks

    Sahabat Sehat, ayo vaksinasi HPV segera agar Anda terlindungi bersama Prosehat. Layanan vaksinasi HPV di Bekasi ini diperuntukan bagi anak dan dewasa, laki-laki dan perempuan. 

    Kenapa harus vaksin HPV di Klinik Kasih Bekasi Satu Prosehat? 

    • Sahabat bebas tanya jawab dengan Maya seputar vaksinasi
    • Produk vaksin yang Asli
    • Proses pembayaran yang mudah
    • Jadwal Vaksinasi Yang Fleksibel
    • Ditangani oleh tenaga kesehatan professional
    • Kenyamanan Vaksin di Rumah

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Fk.ui.ac.id. 2022. Ternyata Tidak Sulit untuk Cegah Kanker Serviks – Info Sehat FKUI.
    2. Mayo Clinic. 2022. Cervical cancer – Symptoms and causes.
    3. Medicalnewstoday.com. 2022. Cervical cancer: Symptoms, causes, stages, and treatment.
    4. Prosehat.com. 2022. Buat Janji ProSehat | Bebas Antri di Klinik, Lab dan RS | Imunisasi Anak, Vaksinasi Dewasa, Cek Lab, Medical Check Up, Konsultasi Dokter.
    Read More
  • Kurang darah atau anemia memiliki gejala yang hampir mirip dengan gejala penyakit ringan lainnya, seperti pusing, tampak pucat, hingga tubuh yang lemas. Oleh sebab itu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita anemia. Padahal, anemia perlu dideteksi sejak dini agar dapat diobati dengan segera untuk mempercepat proses penyembuhan. Sahabat Sehat, apa saja gejala anemia […]

    Sering Alami Lemas dan Pucat? Waspadai Gejala Kurang Darah

    Kurang darah atau anemia memiliki gejala yang hampir mirip dengan gejala penyakit ringan lainnya, seperti pusing, tampak pucat, hingga tubuh yang lemas. Oleh sebab itu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita anemia.

    Padahal, anemia perlu dideteksi sejak dini agar dapat diobati dengan segera untuk mempercepat proses penyembuhan. Sahabat Sehat, apa saja gejala anemia atau kurang darah ? Mari simak penjelasan berikut.

    Sering Alami Lemas dan Pucat Waspadai Gejala Kurang Darah

    Sering Alami Lemas dan Pucat? Waspadai Gejala Kurang Darah

    Pengertian Kurang Darah

    Kurang darah atau yang dikenal dengan istilah anemia merupakan sebuah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin dalam mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga organ-organ lainnya tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya karena kurangnya asupan oksigen. Kondisi inilah yang akhirnya memicu muncul gejala anemia atau kurang darah. 

    Anemia memiliki gejala yang beragam dan tergantung pada penyebabnya. Misalnya anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12 atau akibat terjadinya perdarahan yang serius. Apabila Sahabat Sehat mengalami salah satu beberapa gejala berikut ini, sebaiknya segera kunjungi dokter. 

    Dapatkan: Layanan Medical Check Up dari ProSehat

    Tanda dan Gejala Kurang Darah 

    Secara umum, orang yang menderita kurang darah atau anemia dapat mengalami beberapa tanda dan gejala seperti berikut :

    Kelelahan

    Tanda paling umum dari orang yang kekurangan darah adalah hilangnya energi, mudah lelah, atau kelelahan. Untuk menentukan apakah seseorang mengalami kurang darah memang tidak dapat dinilai hanya dari gejala ini saja, sebab ada berbagai faktor lain yang dapat menyebabkan badan terasa lemas dan lesu. 

    Oleh karena itu, apabila Sahabat Sehat merasa kelelahan yang tidak seperti biasanya, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Selain itu untuk mencegah terjadinya kondisi ini, cukupilah asupan zat besi serta vitamin B12 dan vitamin C yang banyak ditemukan pada daging merah, sayuran, buah-buahan, atau multivitamin. 

    Saat tubuh tidak memiliki hemoglobin yang cukup, maka semua sel dan jaringan tubuh Anda akan kekurangan oksigen secara otomatis. Akhirnya, jantung harus bekerja lebih keras agar sel darah merah tetap mengalir dan mengangkut oksigen keseluruh tubuh. Hal ini yang menyebabkan penderita anemia atau kurang darah mengalami kelelahan.

    Tampak Pucat

    Hemoglobin adalah zat pemberi warna merah pada darah. Sementara jaringan kulit memiliki banyak pembuluh darah kecil. Saat sirkulasi darah lancar, kulit akan merona kemerahan. Namun sebaliknya apabila kadar hemoglobin rendah, maka kulit akan tampak berwarna pucat. 

    Kulit yang pucat adalah salah satu gejala umum kurang darah atau anemia. Meski gejala ini dapat terlihat di seluruh bagian tubuh, tetapi paling jelas terlihat pada gusi, wajah, bagian dalam bibir, kelopak mata bawah, dan punggung kuku. 

    Detak Jantung Meningkat

    Menurut sebuah penelitian, kurang darah atau anemia dapat membebani sistem kardiovaskular (jantung). Pada penderita kurang darah atau anemia, tubuh secara otomatis akan kekurangan oksigen karena kadar hemoglobin yang rendah. Akhirnya, pengiriman oksigen ke seluruh tubuh terhambat dan dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular dan jaringan otot terkait lainnya. Jika dialami berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan pada organ penting seperti jantung dan otak. 

    Baca Juga: Awas Gejala EDS, Biang Penyebab Mengantuk Sepanjang Hari

    Sakit Kepala dan Nafas Terengah-engah

    Selain menyebabkan kelelahan ekstrim dan kelemahan otot akibat kurangnya kadar oksigen dalam darah, kurang darah atau anemia juga dapat menyebabkan sakit kepala, nafas terengah-engah, hingga pingsan. 

    Gejala ini biasanya terjadi secara tiba-tiba saat hendak berdiri atau sedang melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini kerap kali membuat penderitanya kesulitan menjalani aktivitas sehari-harinya dengan normal. 

    Kram Kaki

    Kram kaki sangat umum terjadi pada penderita kurang darah atau anemia yang sedang melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini biasanya dialami oleh mereka yang menderita anemia ringan, dan dianggap sebagai gejala biasa karena mereka masih mampu berjalan, berlari, atau berdiri dalam waktu lama. Namun pada penderita anemia berat, kram kaki akan terasa amat menyakitkan walau sedang istirahat sekalipun. 

    Sulit Berkonsentrasi

    Hemoglobin merupakan protein pembawa oksigen pada sel darah merah. Kurangnya kadar hemoglobin tidak hanya mempengaruhi produksi sel darah merah dan pengiriman oksigen ke organ tubuh, otot, dan jaringan tubuh saja. Jumlah hemoglobin yang rendah turut dapat mempengaruhi suasana hati, kemampuan berkonsentrasi, dan tingkat energi. 

    Gangguan Tidur

    Insomnia atau gangguan tidur lainnya, seperti sindrom kaki gelisah sangat umum dialami pada anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia yang kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab kurang darah atau anemia. Apabila penderita anemia dengan gejala gangguan tidur ini mengkonsumsi suplemen zat besi, maka gejala sindrom kaki gelisah dan insomnia perlahan akan berkurang.

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Nah, Sahabat Sehat, itulah mengenai gejala kurang darah atau disebut juga Anemia. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Referensi

    1. Medical News Today. Anemia: Symptoms, treatments, types, and causes. USA : Medical News Today.
    2. WebMD. Anemia. USA : WebMD.
    3. Mayo Clinic. Anemia – Symptoms and causes. USA : Mayo Clinic.
    4. National Institute of Health. Your Guide To Anemia. USA L National Institute of Health.
    Read More
  • Menyambut hari spesial, Sahabat Sehat sebagai calon pengantin perlu berada dalam kondisi kesehatan yang prima. Tidak hanya pada saat hari pernikahan, kesehatan perlu dijaga juga setelah hari besar itu. Salah satu hal yang perlu dimasukkan ke dalam persiapan pernikahan adalah vaksinasi human papillomavirus (HPV). Vaksinasi ini memiliki manfaat besar bagi pasangan yang hendak menikah. Pasalnya, […]

    Mengapa Calon Pengantin Perlu Vaksin HPV? Ini Penjelasannya

    Menyambut hari spesial, Sahabat Sehat sebagai calon pengantin perlu berada dalam kondisi kesehatan yang prima. Tidak hanya pada saat hari pernikahan, kesehatan perlu dijaga juga setelah hari besar itu.

    Mengapa Calon Pengantin Perlu Vaksin HPV Ini Penjelasannya

    Mengapa Calon Pengantin Perlu Vaksin HPV Ini Penjelasannya

    Salah satu hal yang perlu dimasukkan ke dalam persiapan pernikahan adalah vaksinasi human papillomavirus (HPV). Vaksinasi ini memiliki manfaat besar bagi pasangan yang hendak menikah. Pasalnya, Vaksin HPV diketahui mampu melindungi perempuan dari penyakit kanker serviks dan laki-laki dari kanker penis serta infeksi menular seksual. Kanker serviks sendiri disebabkan oleh virus HPV yang ditularkan saat berhubungn seksual.

    Yuk simak kapan waktu terbaik untuk mendapatkan vaksinasinya.

    Jadwal Pemberian Vaksin HPV

    Pemberian vaksin HPV dilakukan sebagai langkah pencegahan kanker serviks. Vaksin ini sebenarnya sudah boleh diberikan mulai usia 9 tahun pada anak perempuan dan laki-laki sebagaimana direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 

    Pada dasarnya, respon kekebalan tubuh akan lebih kuat apabila vaksin diberikan pada usia muda karena tingkat kekebalan tubuh yang masih tinggi. Sehingga, vaksin jadi lebih efektif.

    Menurut jadwal imunisasi terbaru Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian vaksin HPV direkomendasikan dilakukan sebanyak dua kali bagi anak berusia 9 hingga 14 tahun dengan jeda 6-15 bulan dari suntikan pertama. 

    Sedangkan pada anak usia 15 tahun ke atas, imunisasi HPV diberikan sebanyak tiga kali dengan jadwal dosis kedua 1 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga 6 bulan setelah dosis pertama.

    Apabila jadwal pemberian vaksin terlewat, Anda tidak perlu mengulang dari awal dan cukup dengan melengkapi dosis vaksin untuk kanker serviks yang terlewat sebelumnya.

    Dapatkan: Layanan Paket Vaksinasi Pranikah ke Rumah

    Jenis Vaksin HPV

    Ada banyak sekali jenis virus HPV, namun tipe 6, 11, 16, 18, 31, 33, 45, 52, dan 58 adalah jenis yang paling banyak menginfeksi laki-laki dan perempuan. Maka, vaksinasi HPV yang beredar saat ini pun mencakup keempat tipe tersebut. 

    Berikut beberapa jenis vaksin HPV yang tersedia, yakni:

    • Cervarix. Jenis vaksin ini umumnya dimanfaatkan untuk mencegah kanker serviks dan pra vaksin jenis ini juga mampu mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 yang menjadi penyebab kanker. Vaksin HPV ini ditujukan hanya untuk wanita. 
    • Gardasil. Digunakan untuk mencegah kanker dan pra kanker serviks, vulva, vagina, dan anus. Selain untuk mencegah infeksi yang disebabkan HPV-16, HPV-18, jenis vaksin ini juga dapat menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil kelamin.
    • Gardasil 9. Cakupan vaksin ini lebih luas dari Gardasil sebelumnya, yakni dapat mencegah infeksi HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV-52, dan HPV-58 yang berkaitan erat sebagai penyebab kanker serviks. Untuk laki-laki, Gardasil 9 dapat diberikan pada usia 9 – 15 tahun. 

    Besarnya manfaat vaksinasi HPV dalam menekan angka kanker serviks juga telah mendorong pemerintah dalam menambah jumlah imunisasi wajib di Indonesia, dari 11 vaksin menjadi 14 vaksin, termasuk vaksin Human Papilloma Virus (HPV).

    Baca Juga: Waspadai Berbagai Risiko Komplikasi Akibat Kanker Serviks

    Layanan Vaksinasi HPV Ke Rumah Bersama ProSehat

    Layanan vaksinasi adalah salah satu layanan unggulan di Prosehat. Selain dapat dilakukan di klinik mitra Prosehat, Anda dapat mendapatkan layanan vaksinasi di rumah sehingga Sahabat Sehat tidak perlu khawatir dan repot jika harus keluar rumah.

    Mengapa perlu vaksinasi bersama Prosehat:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Sedangkan untuk daftar harganya adalah sebagai berikut:

    Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain  Rp 1.700.000
    Paket Pemeriksaan 2in1 Vaksinasi HPV 4 Strain *1 kali suntik + Cek Pap Smear Rp 1.700.000
    Paket Pemeriksaan 2in1 Vaksinasi HPV 4 Strain *3 kali suntik + Cek Pap Smear Rp 4.800.000
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain Grup 2 Orang *3 kali suntik Rp 6.000.000
    Paket Vaksinasi Pranikah Standar  Rp 7.000.000
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain Grup 4 Orang *3 kali suntik Rp 11.040.000 

    Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Bagi Perempuan untuk Pap Smear?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Puribunda.com. 2022. Ini Pentingnya Vaksin Kanker Serviks.
    2. suara.com. 2022. Ingin Nikah, Calon Pengantin Wajib Vaksin HPV.
    3. Cdc.gov. 2022. hpv vaccine.
    4. Idai.or.id. 2022. Sekilas tentang vaksin HPV.
    5. Kemkes.go.id. 2022. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
    6. ProSehat. 2022. Mencari vaksin HPV • ProSehat.
    Read More
  • Sahabat Sehat sebagai calon pengantin biasanya sangat disibukkan dengan persiapan pernikahan meskipun dibantu oleh jasa wedding organizer. Tapi, apakah Sahabat Sehat sudah memasukkan vaksinasi pra nikah ke dalam check list persiapan pernikahan? Hmmm… Memang perlu ya? Ya, vaksinasi pra nikah sangat penting dilakukan sebagai salah satu persiapan pranikah untuk mencegah terjadinya penyakit serius setelah menikah.  […]

    Inilah 6 Vaksinasi Pra Nikah Yang Sangat Dianjurkan

    Sahabat Sehat sebagai calon pengantin biasanya sangat disibukkan dengan persiapan pernikahan meskipun dibantu oleh jasa wedding organizer. Tapi, apakah Sahabat Sehat sudah memasukkan vaksinasi pra nikah ke dalam check list persiapan pernikahan? Hmmm… Memang perlu ya?

    Ya, vaksinasi pra nikah sangat penting dilakukan sebagai salah satu persiapan pranikah untuk mencegah terjadinya penyakit serius setelah menikah. 

    Inilah 6 Vaksinasi Pra Nikah Yang Sangat Dianjurkan

    Inilah 6 Vaksinasi Pra Nikah Yang Sangat Dianjurkan

    Vaksinasi pra nikah penting dilakukan untuk melindungi Anda dan pasangan. Terutama bagi wanita karena penyakit-penyakit menular ini dapat memberikan dampak negatif pada kandungan dan kehamilan.

    Yuk pahami pentingnya vaksinasi pra nikah dan jenis-jenis vaksin yang diperlukan.

    6 Jenis Vaksinasi Pra Nikah yang Direkomendasikan 

    Vaksin HPV (Human Papillomavirus)

    Virus HPV merupakan penyebab dari sejumlah penyakit kanker dan infeksi menular seksual. Kedua jenis penyakit ini dapat menginfeksi laki-laki dan perempuan dan menular melalui hubungan seksual. Pada perempuan, virus HPV paling sering menyebabkan kanker serviks. Sedangkan pada laki-laki banyak menyebabkan kanker anus dan penis.

    Paling idealnya, pemberian vaksin HPV dilakukan sebelum hubungan seksual pertama kali agar lebih efektif. Vaksinasi diberikan sebanyak tiga kali dengan jeda 0, 1, 6 bulan. Berbeda dengan jadwal vaksinasi HPV bagi anak-anak usia 9-14 tahun yang hanya membutuhkan 2 kali dosis dengan jeda 6-15 bulan dari suntikan pertama.

    Namun, jika jadwal pemberian vaksin terlewat, Anda tidak perlu mengulangnya dari awal. Cukup dengan melengkapi dosis yang terlewat.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Pranikah Lengkap ke Rumah

    Vaksin Hepatitis B

    Hepatitis B merupakan salah satu vaksin yang wajib diberikan pada anak usia 0 hingga 5 tahun. Meski sudah mendapatkan vaksin ini saat kecil, bagi Anda yang berencana akan menikah juga disarankan untuk melakukan booster vaksinasi hepatitis B sebagaimana direkomendasikan oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam (PAPDI).

    Hal ini karena penularan penyakit hepatitis B dapat terjadi melalui berbagai cara, seperti hubungan intim, pemakaian barang pribadi bersama, serta dapat ditularkan kepada bayi saat proses persalinan.

    Vaksin DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) atau TT (Tetanus Toxoid)

    Vaksinasi TT diwajibkan bagi calon pengantin wanita. Namun, jika sebelumnya sudah menerima vaksin DPT, Anda tak perlu lg melakukannya. Sebab, vaksin DPT sudah mencakup pencegahan tiga jenis penyakit, yakni difteri, pertusis, dan tetanus. 

    Pemberian vaksin ini direkomendasikan secara berulang setiap 10 tahun sekali.

    Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Bagi Perempuan untuk Pap Smear?

    Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

    Vaksin pranikah selanjutnya yang direkomendasikan untuk calon pengantin adalah vaksin MMR. Vaksin ini dapat membantu mencegah Anda dari penyakit campak, gondongan, dan rubela. Hal ini sangat penting sebagai pelindung sebelum kehamilan.

    Jika salah satu penyakit tersebut dialami oleh wanita hamil, maka berisiko keguguran atau bayi lahir cacat. Pemberian vaksin ini tidak dianjurkan saat wanita hamil, karena dapat berbahaya bagi janinnya.

    Maka, waktu terbaik untuk vaksinasi MMR adalah sebelum menikah atau tiga bulan sebelum merencanakan kehamilan.

    Vaksin Cacar (Varisela)

    Cacar air merupakan penyakit sangat menular yang disebabkan oleh infeksi virus Varicella zoster (VZV). Saat seseorang terinfeksi penyakit ini, maka akan muncul ruam kulit khas yang membentuk lepuhan kecil dan gatal dan kemudian berkeropeng. Tanda ini biasanya dimulai di dada, punggung, wajah, dan kemudian menyebar keseluruh tubuh. 

    Jika penyakit ini terjadi pada wanita hamil, maka risiko janin lahir cacat akan meningkat. Sama seperti vaksin MMR, vaksin ini tidak boleh diberikan saat masa kehamilan.

    Vaksin influenza (Flu)

    Penyakit influenza adalah salah satu penyakit yang sering disepelekan karena biasanya orang salah membedakan dengan batuk pilek biasa (common cold). Virus influenza menyerang saluran pernapasan, yaitu hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Ibu hamil yang terinfeksi virus flu lebih berisiko membutuhkan perawatan inap di rumah sakit bahkan kematian.

    Disamping itu, virus flu adalah salah satu virus yang sering menyebabkan orang dewasa izin dari pekerjaan karena sakit. Sehingga, penyakit ini dapat mengganggu produktivitas seseorang. Oleh sebab itu, baik laki-laki maupun wanita, vaksin influenza menjadi penting untuk diberikan.

    Sahabat Sehat, mencegah suatu penyakit tentunya lebih mudah dibanding mengobati penyakit. Vaksinasi tidak menjamin 100% bahwa seseorang tidak akan terinfeksi penyakit. Namun dengan vaksinasi, tubuhnya sudah lebih dahulu mengenali berbagai macam kuman sehingga ia mampu melawannya jika terinfeksi tanpa harus sakit berat dan mengalami komplikasi yang berbahaya.

    Oleh sebab itu, bagi pasangan yang hendak menikah sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dan vaksinasi pranikah agar Anda memiliki pertahanan tubuh yang prima saat menikah dan hamil. 

    Baca Juga: Cek Fakta: Ini Dia Fungsi Vaksin HPV Pada Pria?

    Nah sahabat sehat, itulah enam jenis vaksin pranikah yang direkomendasikan untuk calon pengantin. Vaksinasi pranikah bisa Anda dapatkan di ProSehat, mulai dari harga Rp. 610.000. Vaksinasi dijamin asli serta ditangani oleh dokter profesional. Jadi tunggu apa lagi? Vaksinasi sekarang demi kesehatan Anda, pasangan, dan calon buah hati Anda.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Peraturan.bpk.go.id. 2022. Permenkes No. 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi [JDIH BPK RI]
    2. cdc.gov. 2022. adult combined schedule.
    3. Parents. 2022. What Vaccines Do You Need Before and During Pregnancy?.
    4. LWW. 2022. Recommended adult immunization schedule for ages 19 years… : JAAPA.
    5. ProSehat. 2022. Mencari vaksin pranikah • ProSehat.
    Read More
  • Kolesterol adalah zat alami yang diproduksi dalam tubuh dan bisa juga didapat dari asupan. Zat ini memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah membuat hormon dan mencerna lemak. Akan tetapi, jika kadar kolesterol dalam darah terlampau tinggi, berbagai penyakit kronis seperti hipertensi (darah tinggi), diabetes, stroke, hingga jantung dapat terjadi. Lantas, kebiasaan buruk seperti apa yang […]

    Berbagai Kebiasaan Buruk Pemicu Kolesterol Tinggi

    Kolesterol adalah zat alami yang diproduksi dalam tubuh dan bisa juga didapat dari asupan. Zat ini memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah membuat hormon dan mencerna lemak. Akan tetapi, jika kadar kolesterol dalam darah terlampau tinggi, berbagai penyakit kronis seperti hipertensi (darah tinggi), diabetes, stroke, hingga jantung dapat terjadi.

    Lantas, kebiasaan buruk seperti apa yang dapat memicu terjadinya kolesterol tinggi?

    Berbagai Kebiasaan Buruk Pemicu Kolesterol Tinggi

    Berbagai Kebiasaan Buruk Pemicu Kolesterol Tinggi

    Fungsi Kolesterol Bagi Tubuh

    Kolesterol adalah lemak yang terdapat diseluruh tubuh dan berfungsi dalam membentuk sel, memproduksi vitamin D, menghasilkan hormon, dan mencerna makanan. Kolesterol dalam tubuh diangkut oleh lipoprotein. Lipoprotein terbagi menjadi dua, yakni high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik yang berfungsi membawa kolesterol dari tubuh ke hati untuk dieliminasi oleh tubuh, dan low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat yang dapat memicu penumpukan kolesterol di pembuluh darah. 

    Apabila kadar kolesterol dalam tubuh tinggi, maka tumpukan LDL dalam darah akan semakin besar hingga dapat menyempitkan pembuluh darah. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan timbulnya berbagai masalah kesehatan.

    Meski hal ini dapat terjadi secara alami seperti akibat penuaan, namun kondisi ini juga dapat disebabkan oleh faktor lain, salah satunya gaya hidup atau kebiasaan buruk yang mungkin tidak Anda sadari. 

    Dapatkan: Layanan Medical Check Up dari ProSehat

    Kebiasaan Buruk Penyebab Kolesterol Tinggi

    Kadar kolesterol yang tinggi biasanya tidak memberikan tanda atau gejala yang spesifik. Untuk memastikannya, Anda perlu menjalani tes darah. Ini karena tanda dan gejalanya cenderung muncul saat kolesterol tinggi sudah menyebabkan penyakit pada tubuh. 

    Seseorang akan berisiko menderita kolesterol dua kali lipat apabila memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi. Namun, Anda yang tidak memiliki riwayat keluarga kolesterol tinggi pun juga dapat mengalami gangguan kesehatan ini apabila memiliki beberapa kebiasaan berikut ini:

     

    • Pola makan sehari-hari yang tidak sehat

     

    Kualitas dan kuantitas dari asupan makanan yang Anda konsumsi setiap harinya berperan besar dalam menentukan kadar kolesterol Anda. Kebiasaan sering mengonsumsi makan tinggi kolesterol seperti jeroan, makanan laut, daging merah, produk susu, serta berbagai makanan olahan atau cepat saji (terutama gorengan) dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik. 

    Untuk itu, ubahlah kebiasaan makan Anda sehari-hari dengan mengonsumsi makanan yang kaya lemak baik, buah-buahan, dan sayuran untuk mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh. Contoh makanan yang kaya akan lemak baik, termasuk:

    1. Ikan sarden, salmon, tuna yang tinggi kandungan lemak omega 3.
    2. Alpukat, kacang-kacangan (almon, kenari, hazelnut) dan minyak zaitun yang mengandung lemak tak jenuh.
    3. Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan kangkung yang mengandung asam lemak omega 3. 
    4. Telur yang kaya akan omega  3, namun perlu diingat mengonsumsi telur cukup satu butir setiap dua tiga hari sekali.

    Makanan diatas dapat Anda olah dengan cara direbus, tim, kukus, maupun di panggang. Hindari menggoreng dengan minyak karena sama saja mengandung kolesterol jahat. 

     

    • Kurang aktif bergerak

     

    Gaya hidup sedentari merupakan gaya hidup seseorang yang kurang aktif bergerak. Apabila Anda kurang aktif bergerak, tubuh akan kehilangan kemampuannya dalam membakar lemak menjadi energi, akibatnya lemak akan terus menumpuk di dalam tubuh. Tumpukan lemak inilah yang menyebabkan tingginya kadar kolesterol jahat. 

    Untuk menghindarinya, Anda dapat melakukan olahraga rutin secara teratur minimal 30 menit setiap harinya agar kadar kolesterol tetap terkendali. Jenis olahraga yang mampu menurunkan kadar kolesterol jahat adalah kardiovaskular seperti bersepeda atau berjalan. 

     

    • Berat badan berlebih atau obesitas

     

    Orang dengan berat badan berlebih atau obesitas lebih rentan terhadap kolesterol tinggi dibanding orang yang memiliki berat badan ideal yang stabil. 

    Hal ini karena lemak yang terakumulasi pada orang yang memiliki berat badan berlebih akan menurunkan kemampuan tubuh dalam mengeliminasi lemak di dalam tubuh, sehingga akan meningkatkan risiko terjadinya plak pada pembuluh darah. Menurunkan indeks massa tubuh (IMT) sebesar 10% saja dapat mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular yang parah. 

    Baca Juga: Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

     

    • Skinny fat

     

    Tak hanya pada orang gemuk, kolesterol tinggi juga bisa dialami oleh orang kurus. Orang yang sulit mengalami kenaikan berat badan cenderung sering mengabaikan makan yang dikonsumsinya. Kondisi ini kemudian akan membuat mereka merasa baik-baik saja jika mengonsumsi makanan berlemak dan berkolesterol secara berlebihan. 

    Padahal, orang kurus yang sering disebut sebagai skinny fat ini juga memiliki risiko yang sama berbahaya atau bahkan lebih berbahaya dibanding dengan orang yang obesitas. Ini karena mereka memiliki pola makan yang tidak sehat dan tidak menyadari kondisi kesehatan tubuhnya. Sebuah riset membuktikan bahwa 1 di antara 4 orang yang kurus mengalami obesitas secara prediabetes atau metabolik. 

    Istilah Metabolically Obese Normal Weight atau MONW diciptakan untuk orang yang memiliki berat badan ideal namun juga memiliki lemak tubuh yang banyak. Orang diabetes yang kurus lebih rentan kematian daripada orang diabetes yang memiliki berat badan berlebih. 

    Oleh sebab itu, jangan pernah meremehkan kesehatan meskipun Anda bertubuh kurus. Karena bukan hal yang tak mungkin Anda memiliki lemak dan kolesterol tinggi. Maka dari itu, selalu terapkan gaya hidup sehat dengan melakukan diet sehat dan olahraga teratur. Jangan lupa untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. 

     

    • Stres

     

    Stres sangat berkaitan dengan kebiasaan diet yang kurang sehat dan berat badan berlebih, terutama pada pria. Diet yang tidak sehat menjadi salah satu faktor risiko kolesterol tinggi. 

    Sebuah penelitian yang melibatkan 90.000 orang menunjukan bahwa mereka yang mengalami stres di tempat kerja cenderung memiliki kadar kolesterol yang tidak normal. Kondisi ini dapat berupa jumlah kolestrol tinggi, rendahnya kolesterol baik dan tingginya kolesterol jahat. 

    Hal ini dapat dipicu oleh tubuh yang mengeluarkan hormon kortisol saat stres. Kadar kortisol yang tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Selain itu, hormon adrenalin yang dilepaskan oleh tubuh juga dapat trigliserida yang dapat meningkatkan kolesterol jahat. 

    Pemicu stres memang tidak bisa dihilangkan. Namun, stres dapat diatasi dengan cara melepas beberapa pekerjaan atau pikiran yang melelahkan dan berolahraga lebih teratur. Berbagi cerita dengan keluarga atau teman terdekat yang dapat membantu melepaskan sedikit beban stres. 

     

    • Konsumsi alkohol berlebih

     

    Mengonsumsi minuman beralkohol berlebih merupakan faktor pemicu terjadinya kolesterol tinggi. Racun pada alkohol dapat menurunkan fungsi hati, pembuluh darah, dan jantung. Sehingga tubuh akan kesulitan menjalankan fungsinya dalam membakar kolesterol, akibatnya kadarnya dalam tubuh semakin tinggi dan menyebabkan plak dalam pembuluh darah. 

    Penyakit Tertentu Juga Bisa Jadi Penyebab

    Tak hanya kebiasan buruk, kolesterol tinggi juga dapat terjadi akibat adanya penyakit didalam tubuh yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam darah Anda. Beberapa penyakit yang dimaksud, antaralain:

    • Diabetes
    • Gangguan liver dan masalah ginjal
    • Gangguan kelenjar tiroid
    • Tekanan darah tinggi

    Apabila Anda tidak memiliki kebiasaan buruk, tetapi terkena kolesterol tinggi, sebaiknya segeralah periksa riwayat kesehatan keluarga Anda. Sebab, kolesterol tinggi tak hanya dapat terjadi akibat kebiasaan buruk yang dijalani. 

    Baca Juga: Inilah Berbagai Jenis Terapi Pasca Stroke Agar Cepat Pulih

    Ayo rutin periksakan kesehatan Anda dan keluarga bersama layanan Medical Check Up dari Prosehat. Layanan ini dapat dilakukan di rumah dan di klinik Prosehat di Palmerah Jakarta Barat dan Grand Wisata Bekasi. Dengan mengetahui status kesehatan, Anda dapat mencegah terjadinya penyakit atau perburukan dari suatu penyakit.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. www.heart.org. 2022. Causes of High Cholesterol. Mayo Clinic. 2022. High cholesterol – Symptoms and causes.
    2. Mayasari, D., 2022. Dangerous Habits that May be Raising Your Cholesterol | TIMES Indonesia.
    3. www.heart.org. 2022. Common Misconceptions about Cholesterol.
    4. Centers for Disease Control and Prevention. 2022. Knowing Your Risk: High Cholesterol.
    Read More
  • Penyakit kutil kelamin merupakan sebuah penyakit yang tidak jarang ditemukan. Terdapat berbagai infeksi pada kulit yang dapat menimbulkan kelainan, salah satunya adalah infeksi virus yang didapat saat kontak erat. Pencegahannya tentu adalah menggunakan pelindung saat melakukan aktivitas seksual seperti kondom atau menghindari aktivitas seksual tersebut. Namun Sahabat Sehat, selain itu terdapat juga cara lain, yaitu […]

    Benarkah Kutil Kelamin Bisa Dicegah dengan Vaksin HPV?

    Penyakit kutil kelamin merupakan sebuah penyakit yang tidak jarang ditemukan. Terdapat berbagai infeksi pada kulit yang dapat menimbulkan kelainan, salah satunya adalah infeksi virus yang didapat saat kontak erat.

    Benarkah Kutil Kelamin Bisa Dicegah dengan Vaksin HPV Vaksinasi

    Benarkah Kutil Kelamin Bisa Dicegah dengan Vaksin HPV Vaksinasi?

    Pencegahannya tentu adalah menggunakan pelindung saat melakukan aktivitas seksual seperti kondom atau menghindari aktivitas seksual tersebut. Namun Sahabat Sehat, selain itu terdapat juga cara lain, yaitu dengan melakukan vaksinasi. Vaksin apa yang dapat mencegah terjadinya kutil kelamin?

    Penyebab Kutil Kelamin dan Kanker pada Pria

    Kutil kelamin adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dinamakan Human Papilloma Virus (HPV). HPV merupakan penyebab tersering penyakit menular seksual (PMS). Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) terdapat sekitar 43 juta infeksi kutil kelamin pada tahun 2018.

    Terdapat berbagai tipe dari HPV, diantaranya menyebabkan kutil kelamin bahkan kanker berupa kanker serviks. Diestimasikan bahwa HPV merupakan penyebab kanker anus sebesar 90%, dan hampir semua kanker serviks dengan 50% disebabkan oleh HPV tipe 16 dan tipe 18. Pada pria HPV merupakan penyebab kanker penis sebesar 35-40%.

    Infeksi dari HPV tersebut terjadi dengan kontak erat, yaitu contohnya pada saat aktivitas seksual. Setelah kontak, virus tersebut memerlukan waktu kurang lebih 2-3 bulan untuk dapat menimbulkan gejala yaitu berupa kutil kelamin.

    Terapi yang diberikan secara umum bertujuan untuk menghilangkan kutilnya saja, virus masih dapat ditemukan dalam tubuh namun dalam kondisi dorman. Tidak terdapat obat antivirus yang dapat membunuh virusnya secara langsung.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV

    Vaksinasi HPV Untuk Pria?

    Saat ini sudah terdapat vaksin untuk mencegah terjadinya infeksi HPV sehingga kutil kelamin dapat dihindari. Terdapat 2 tipe vaksin HPV yang sudah dapat Sahabat Sehat temukan di Indonesia yaitu bivalen dan tetravalen. Untuk vaksin bivalen mencakup HPV tipe 16 dan 18 sedangkan vaksin tetravalen mencakup HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Tipe yang sering menyebabkan kutil kelamin adalah tipe 6 dan 11.

    Pemberian vaksin HPV dapat dilakukan pada anak usia 9 tahun keatas, selain itu juga disarankan terutama yang memiliki riwayat kanker serviks pada keluarga. Pemberian dibagi menjadi 3 dosis yaitu 0, 1 atau 2, dan 6 bulan.

    Selain mencegah terjadinya kutil kelamin, vaksin HPV juga dapat mencegah terjadinya berbagai jenis kanker seperti kanker serviks, kanker penis, dan kanker anus. Efek samping yang dapat terjadi setelah vaksin umumnya ringan seperti nyeri pada area penyuntikkan vaksin atau kemerahan, pegal-pegal, atau demam yang jarang dijumpai. Tentu efek positifnya jauh lebih besar daripada efek negatifnya.

    Baca Juga: Cek Fakta: Ini Dia Fungsi Vaksin HPV Pada Pria?

    Vaksin HPV Lindungi Diri dan Pasangan

    Vaksin HPV dapat diberikan pada pria maupun wanita. Dengan mendapatkan vaksin tersebut maka Sahabat Sehat dapat terhindar dari infeksi kutil kelamin. Selain itu, Sahabat Sehat juga dapat melindungi pasangan dari infeksi kutil kelamin.

    Melalui vaksinasi HPV, diharapkan terbentuknya herd immunity  atau kekebalan kelompok pada suatu komunitas. Herd immunity memberikan manfaat yang baik karena dapat menurunkan angka infeksi HPV pada komunitas tersebut.

    Sahabat Sehat, kutil kelamin merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus, namun dapat dicegah. Salah satu cara untuk Sahabat sehat mencegahnya adalah dengan melakukan vaksinasi HPV. Dengan vaksin tersebut, tidak hanya Sahabat Sehat mencegah terjadinya kutil kelamin, namun beberapa jenis kanker yang dapat menyerang Sahabat Sehat atau pasangan Anda.

    Baca Juga: Ingin Vaksinasi HPV Mandiri? Ini Kisaran Harganya

    Sahabat Sehat tidak perlu khawatir karena ProSehat menyediakan layanan vaksinasi HPV untuk pria dan wanita. Untuk harga vaksinasi HPV dalam kisaran Rp 1.700.000,-. Sebelum mendapatkan vaksin HPV, konsultasi dahulu dengan dokter.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Genital HPV Infection – Fact Sheet [Internet]. cdc.gov. 2022.
    2. Cervical cancer [Internet]. Who.int. 2022.
    3. Leslie S, Sajjad H, Kumar S. Genital Warts. Ncbi.nlm.nih.gov. 2022.
    4. Valerie R. Yanofsky G. Genital Warts: A Comprehensive Review. PubMed Central (PMC). 2022.
    5. Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. idai.or.id. 2022.
    6. Human Papillomavirus (HPV) Vaccines [Internet]. National Cancer Institute. 2022.
    Read More
  • Sahabat Sehat mungkin sudah sering mendengar berbagai manfaat vaksin HPV untuk wanita. Salah satunya ialah mencegah kanker serviks. Tapi ternyata, vaksin HPV juga membawa banyak manfaat untuk pria dan bisa mencegah berbagai kanker pada pria. Apa saja fungsi vaksin HPV untuk pria? Mari kita simak pembahasan berikut.  Pengertian dan Gejala Infeksi HPV HPV adalah singkatan […]

    Cek Fakta: Ini Dia Fungsi Vaksin HPV Pada Pria?

    Sahabat Sehat mungkin sudah sering mendengar berbagai manfaat vaksin HPV untuk wanita. Salah satunya ialah mencegah kanker serviks. Tapi ternyata, vaksin HPV juga membawa banyak manfaat untuk pria dan bisa mencegah berbagai kanker pada pria. Apa saja fungsi vaksin HPV untuk pria? Mari kita simak pembahasan berikut. 

    Cek Fakta Ini Dia Fungsi Vaksin HPV Pada Pria

    Cek Fakta: Ini Dia Fungsi Vaksin HPV Pada Pria

    Pengertian dan Gejala Infeksi HPV

    HPV adalah singkatan dari human papillomavirus, yaitu sebuah virus yang menyerang kulit dan mukosa (selaput lendir) dan disebabkan oleh beberapa tipe virus HPV.

    Saat ini diketahui bahwa ada 3 tipe high risk HPV terbanyak, yaitu tipe 52, 16 dan 18. High risk HPV adalah tipe HPV yang dapat menyebabkan lesi prakanker dan kanker

    Infeksi virus HPV adalah salah satu bentuk infeksi menular seksual (IMS), menyebar melalui hubungan seksual, baik hubungan melalui vagina, anal, atau oral. Virus HPV juga bisa menyebar melalui kontak erat kulit dengan kulit saat berhubungan intim. Bahkan, virus HPV dapat menular sebelum seseorang bergejala.1

    Seperti namanya, virus HPV dapat menimbulkan gejala berupa kutil pada kulit dan selaput lendir. Kutil adalah jaringan baru yang abnormal, berbentuk benjolan seperti kol yang nyeri dan menyebabkan luka lecet pada penis, skrotum, anus, mulut, bahkan tenggorokan.

    Dapatkan: Layanan Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain

    Vaksin HPV Pada Pria

    Vaksin HPV dapat melindungi dari terjadinya kutil kelamin atau kanker tertentu yang disebabkan oleh HPV.

    Idealnya, Anda mendapatkan vaksinasi ini sebelum pernah berhubungan seks secara aktif.

    Bagi pria yang ingin divaksinasi HPV, Anda dapat melakukannya secara mandiri bersama Prosehat.

    Ada 3 jenis vaksin HPV:

    • Vaksin HPV 9-valent (Gardasil 9, 9vHPV): mengandung 9 strain, belum tersedia di Indonesia
    • Vaksin quadrivalent HPV (Gardasil, 4vHPV) : mengandung 4 strain, sudah tersedia di Indonesia
    • Vaksin HPV bivalen (Cervarix, 2vHPV): mengandung 2 strain, sudah tersedia di Indonesia.

    Ketiga vaksin HPV ini melindungi terhadap HPV tipe 16 dan 18 yang menyebabkan sebagian besar kanker HPV.

    Baca Juga: Ingin Vaksinasi HPV Mandiri? Ini Kisaran Harganya

    Jadwal Vaksinasi HPV

    Ada 2 jenis jadwal pemberian vaksin HPV, yaitu:

    • Jadwal 2 dosis. Direkomendasikan bagi orang yang mendapatkan dosis pertama sebelum usia 15 tahun. Dosis kedua harus diberikan dalam 6-12 bulan setelah dosis pertama.
    • Jadwal 3 dosis. Dianjurkan bagi orang-orang yang mendapatkan dosis pertama pada atau setelah usia 15 tahun, dan untuk orang-orang dengan kondisi imun rendah. Dosis kedua harus diberikan 1-2 bulan setelah dosis pertama, dan dosis ketiga harus diberikan 6 bulan setelah dosis pertama (jadwal 0, 1-2, 6 bulan).

    Fungsi Vaksin HPV untuk Pria

    Kanker yang disebabkan oleh HPV tidak umum terjadi pada pria. Tetapi ada beberapa kelompok pria tertentu yang lebih rentan mengalami kanker yang disebabkan oleh virus HPV, yaitu pria dengan sistem kekebalan yang lemah (termasuk mereka yang hidup dengan HIV) dan pria yang melakukan seks anal.

    Fungsi Vaksin HPV untuk pria antara lain adalah:

    • Melindungi terhadap kutil kelamin.
    • Melindungi terhadap kanker anal/ dubur. Setiap tahunnya, sekitar 40.000 jiwa terdiagnosa kanker anal di seluruh dunia, dengan 88% kasus (35.000) disebabkan oleh infeksi HPV. 
    • Vaksin HPV bivalen dan quadrivalen yang sudah tersedia di Indonesia dapat mencegah terjadinya infeksi anal persisten sebesar 94.9%, serta mencegah terjadinya lesi pra kanker di anal sebesar 74.9%.
    • Mengurangi risiko terjadinya kanker penis.
    • Mencegah terjadinya kanker orofaring. Pada studi tahun 2017, sebuah penelitian menunjukkan bahwa infeksi HPV 16 lebih rendah sekitar 88% pada dewasa muda yang sudah mendapat setidaknya 1 dosis vaksin HPV, dibandingkan bagi mereka yang belum sama sekali mendapat vaksin HPV.

    Baca Juga: Apakah Boleh Melakukan Vaksin HPV Setelah Melahirkan?

    Sahabat Sehat, virus HPV dapat menyerang siapa saja, termasuk laki-laki. Maka, vaksinasi HPV direkomendasikan sebagai langkah pencegahan dari berbagai macam kanker yang disebabkan oleh virus HPV dan juga penyakit infeksi menular seksual. Jadwalkan vaksinasi HPV bersama Prosehat. Layanan ini dapat dilakukan di klinik mitra Prosehat atau di rumah sesuai kenyamanan Anda.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L



    Referensi

    1. CDC. HPV and Men – Fact Sheet. Maryland: Centers for Disease Control and Prevention; 2022.
    2. Putu IIML, Moestikaningsih, Ketut S, Mariana M. Prevalensi Infeksi Human Papilloma Virus Tipe 16 dan 18 serta Lesi Prakanker dari Pemeriksaan Pap smear Berbasis Cairan pada Pasien dengan Infeksi Human Immunodeficiency Virus. Majalah Patologi. 2014.
    3. Rokom. Kemenkes Tambah 3 Jenis Vaksin Imunisasi Rutin, Salah Satunya HPV. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2022.
    4. CDC. HPV Vaccine Schedule and Dosing. Maryland: Centers for Disease Control and Prevention; 2021.
    5. Stier EA, Chigurupati NL, Fung L. Prophylactic HPV vaccination and anal cancer. Hum Vaccin Immunother. 2016 .
    6. Palefsky JM, Giuliano AR, Goldstone S et al. HPV vaccine against anal HPV infection and anal intraepithelial neoplasia. N Engl J Med 2011.
    7. Lin Jin. Should Children Get the HPV Vaccine to Help Prevent Oropharyngeal Cancer? [Internet]. Hurst: Pediatric Dental Care; 2021.
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com