Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: vaksinasi

Showing 21–30 of 70 results

  • Ditulis oleh : Redaksi Prosehat Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Saat ini anak kecil sudah boleh untuk naik kereta ataupun masuk dalam mall. Namun tentunya dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi. Ya, meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berlaku dari 21 September hingga 4 Oktober, namun terdapat beberapa perubahan aturan dan beberapa kelonggaran. […]

    5 Syarat Agar Anak Kecil Boleh Naik Kereta dan Masuk Mall

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Syarat Anak Boleh Masuk Mall ataupun Naik Kereta Api

    Saat ini anak kecil sudah boleh untuk naik kereta ataupun masuk dalam mall. Namun tentunya dengan berbagai syarat yang harus dipenuhi. Ya, meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) masih berlaku dari 21 September hingga 4 Oktober, namun terdapat beberapa perubahan aturan dan beberapa kelonggaran. Dengan demikian, tidak semua anak kecil boleh naik kereta ataupun masuk mall.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan bahwa ada sejumlah perubahan dalam ketentuan perpanjangan PPKM 21 September hingga 4 Oktober ini. Kebijakan tersebut berkaitan dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No.43 tahun 2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4, level 3, level 2 Coronavirus Disease 2019 di wilayah jawa-Bali.

    Syarat Agar Anak-Anak Boleh Naik Kereta dan Masuk Mall

    Jika pada aturan PPKM sebelum 21 September anak-anak tidak boleh naik kereta dan masuk mall, namun kini aturan tersebut sudah agak dilonggarkan. Anak kecil boleh masuk mall dan naik kereta asalkan memenuhi beberapa persyaratan berikut ini:

    Berusia di Atas 12 Tahun

    Hanya mereka yang berusia di atas 12 tahun boleh menggunakan transportasi umum seperti kereta api. Begitu juga untuk masuk mall, hanya anak-anak berusia 12 tahun ke atas yang boleh masuk ke pusat perbelanjaan modern seperti mall.

    Untuk anak-anak berusia di bawah 12 tahun masih boleh masuk ke dalam pusat perbelanjaan namun dengan syarat harus didampingi oleh orang tua dan wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Kebijakan ini bersifat uji coba dan bisa berubah sewaktu-waktu berdasarkan evaluasi dari pemerintah.

    Harus Sudah Vaksin Covid-19

    Berusia 12 tahun atau lebih saja tidak cukup. Masyarakat umum, terutama anak-anak wajib sudah divaksin minimal dosis pertama agar boleh naik kereta maupun masuk ke dalam mall. Hal yang menarik adalah bahwa jika belum divaksin karena memiliki riwayat penyakit (komorbid) atau karena baru saja sembuh dari Covid maka masih boleh masuk mall dengan syarat menunjukkan surat keterangan dari rumah sakit.

    Tambahan: Jika hendak naik kereta untuk perjalanan jauh, anak kecil wajib menyertakan juga hasil PCR/Swab Antigen dengan hasil negatif.

    Wajib Menggunakan Aplikasi Peduli Lindungi

    Setelah mendapatkan vaksin, pengunjung mall juga perlu mengunduh aplikasi Peduli Lindungi. Melalui aplikasi Peduli Lindungi, Sahabat Sehat akan mendapatkan sertifikat vaksin yang dapat digunakan saat memasuki kawasan mall. 

    Nantinya Sahabat Sehat akan diminta untuk melakukan scan QR code yang telah disediakan pengelola mall di area pintu masuk. Jika telah memenuhi semua persyaratan maka pengunjung diperbolehkan masuk mall. Jangan lupa untuk check-out kembali menggunakan aplikasi Peduli Lindungi saat meninggalkan mall.

    Mematuhi Protokol Kesehatan

    Agar diperbolehkan menggunakan transportasi kereta api, anak-anakpun harus tetap mematuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker dengan baik dan benar, serta menghindari kerumunan. Selain itu juga wajib duduk pada tempat yang sudah disediakan dengan memperhatikan jarak antar penumpang.

    Begitu juga untuk masuk mall. Wajib mematuhi protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, serta menghindari kerumunan yang mungkin terjadi di dalam mall.

    Mengikuti Aturan Pihak Mall dan KAI

    Kapasitas pengunjung mall saat ini masih dibatasi maksimal 50% dengan jam operasional mall yang buka hingga pukul 21.00 waktu setempat. Makan ditempat untuk restoran yang berada di dalam bangunan mall masih diperbolehkan dengan durasi 60 menit dengan kapasitas maksimum 50%. Walaupun anak-anak, persyaratan ini wajib dipatuhi.

    Sementara itu, PT KAI memiliki aturan bahwa penumpang harus menunjukkan NIK. Untuk anak-anak yang tidak memiliki NIK akan dimintai menunjukkan sertifikat vasin beserta dengan kartu vaksin. Selama di dalam kereta, anak-anak wajib mengikuti arahan dari petugas.

    Syarat Menonton Bioskop di Dalam Maall

    Kabar terbaru, bioskop pada wilayah PPKM level 2 dan 3 juga telah mendapat izin untuk kembali beroperasi dengan kapasitas pengunjung maksimum 50% dan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

    Anak-anak boleh ikut menonton bioskop di dalam mall dengan syarat tetap menjaga jarak dan mematuhi protokol kesehatan secara ketat selama di dalam mall. Namun sebaiknya anak-anak tetap mendapat pengawasan orang tua selama di dalam bioskop.

    Sahabat Sehat, itulah mengenai informasi terkini perihal aturan PPKM periode 21 September hingga 4 Oktober 2021. Sejalan dengan pembaharuan kebijakan tersebut, Pemerintah terus menghimbau kepada masyarakat agar sekali lagi tidak terhanyut dengan euforia aturan baru PPKM terbaru.

    Jika Sahabat Sehat memerlukan pemeriksaan Covid-19 baik ke rumah maupun di Klinik Kasih, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Fatimah S. Jangan Lupa, Ini Syarat Masuk mall Terbaru di Masa PPKM [Internet]. Indonesia :  Detik Finance. 2021 [updated 2021 Sep 14; cited 2021 Sep 22].
    2. Anwar M. PPKM Diperpanjang, Anak di Bawah 12 Tahun Boleh Masuk mall [Internet]. Indonesia : Kompas. 2021 [updated 2021 Sep 20; cited 2021 Sep 22].
    3. Muhammad A. Simak Aturan Masuk mall dan Pusat Perbelanjaan Terbaru di Masa PPKM Level 3 [Internet]. 2021 [updated 2021 Sep 21; cited 2021 Sep 22]. Indonesia : SINDOnews.com.
    4. CNN Indonesia. Syarat Anak-anak Boleh ke mall di Era Pelonggaran PPKM [Internet]. Indonesia : CNN Indonesia. 2021 [updated 2021 Sep 21; cited 2021 Sep 22].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Sebenarnya cara mencegah flu dan batuk itu mudah. Cukup dengan menjaga daya tahan tubuh. Namun sayangnya, banyak orang yang masih abai. Padahal menjaga daya tahan tubub sangat penting, terutama karena saat ini musim sedang tidak menentu, dan virus Covid-19 masih mengancam kita semua. Sahabat Sehat, Influenza dan Covid-19 […]

    5 Cara Mencegah Flu dan Batuk yang Terbukti Secara Medis

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Menggunakan Masker saat Rapat Menjadi Cara Mencegah Flu dan Batuk dari Mereka yang Sedang Menderita Influenza

    Sebenarnya cara mencegah flu dan batuk itu mudah. Cukup dengan menjaga daya tahan tubuh. Namun sayangnya, banyak orang yang masih abai. Padahal menjaga daya tahan tubub sangat penting, terutama karena saat ini musim sedang tidak menentu, dan virus Covid-19 masih mengancam kita semua.

    Sahabat Sehat, Influenza dan Covid-19 mempunyai gejala yang hampir mirip yaitu pilek, bersin, hidung tersumbat, serta demam. Jika Sahabat Sehat menderita flu atau influenza, dikhawatirkan mengalami penurunan sistem daya tahan tubuh sehingga rentan terinfeksi penyakit lain termasuk Covid-19. Kondisi ketika influenza dan Covid-19 menyerang tubuh secara bersamaan, disebut juga twindemic. Kondisi ini sangat berisiko sebab dapat membuat gejala Covid menjadi lebih berat dan berbahaya.

    Lantas bagaimana cara mencegah gejala flu seperti pilek, batuk, dan demam di masa pandemi ini?

    Cara Mencegah Flu dan Batuk di Masa Pandemi Covid

    Untuk mencegah flu dan batuk di masa pandemi adalah dengan meningkatkan daya tahan tubuh. Juga menjauhi hal-hal yang berisiko menyebabkan infeksi flu. Berikut adalah berbagai cara yang sudah terbukti ampuh secara medis dalam mencegah risiko terjangkit flu dan batuk di masa pandemi Covid:

    Beristirahat yang Cukup

    Seseorang yang terlalu lelah dan memaksakan diri untuk melakukan berbagai aktivitas akan lebih mudah jatuh sakit karena daya tahan tubuhnya semakin menurun. Oleh sebab itu, beristirahat diperlukan secara teratur. Selain itu, apabila Sahabat Sehat merasa kurang enak badan, sebaiknya beristirahatlah sejenak di rumah untuk mengembalikan daya tahan tubuh. Jangan memaksakan diri karena dapat memperberat keadaan.

    Minum yang Cukup

    Minum air putih ataupun cairan lain seperti jus, teh, air kelapa, dan lainnya dapat membantu menjaga hidrasi tubuh. Asupan cairan yang cukup dapat menjaga kelembaban hidung, mulut dan tenggorokan. Selain itu, kecukupan air dalam tubuh dapat meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang flu dan gejalanya seperti batuk, pilek, dan demam.

    Minum Teh Herbal Hangat

    Beberapa jenis tanaman herbal berperan sebagai antivirus dan antibakteri. Sahabat Sehat dianjurkan mengkonsumsi teh hijau hangat, kunyit, maupun jahe yang turut dapat membantu melegakan pernapasan serta membantu membentuk daya tahan tubuh.

    Menggunakan Minyak Esensial

    Beberapa jenis minyak esensial diketahui berperan dalam melawan infeksi virus dan bakteri. Selain itu minyak esensial turut dapat membantu melegakan pernapasan dan membantu merangsang daya tahan tubuh. Penggunaannya bisa dengan mencuci tangan menggunakan minyak esensial atau mengoleskannya di bawh hidung. Jenis minyak esensial lainnya yang dapat digunakan, yaitu minyak kayu manis, minyak kayu putih, minyak geranium, minyak peppermint, minyak jeruk lemon, dan oregano. 

    Menggunakan Alat Humidifier

    Virus influenza dapat bertahan lebih lama pada ruangan yang lembab. Sahabat Sehat dapat menggunakan alat humidifier untuk menjaga kelembaban ruangan sehingga mengurangi jumlah virus influenza dalam ruangan. Selain membantu mengurangi jumlah virus influenza dalam ruangan, alat ini juga membantu mengurangi tingkat virus, dan bakteri jahat lainnya yang ada dalam sebuah ruangan.

    Terapkan Pola Hidup Sehat

    Istirahat yang cukup, mengkonsumsi makanan bergizi seimbang seperti buah dan sayur, minum air putih yang cukup, serta mengelola stress dengan baik dapat membantu Sahabat Sehat meningkatkan daya tahan tubuh untuk melawan berbagai macam penyakit. Selain itu, pola hidup menjaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan menjadi cara mencegah flu dan batuk yang ditularkan dari manusia ke manusia.

    Melakukan Vaksinasi Influenza

    Influenza dan batuk yang disebabkan oleh flu dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi influenza. Vaksin ini amat cocok digunakan pada kondisi cuaca yang tidak menentu seperti sekarang, dan pada anak-anak sekolah yang harus melakukan sekolah tatap muka.

    Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu. Sementara jika Si Kecil berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Lihat Juga: Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Itulah beberapa cara mencegah flu dan batuk yang bisa Sahabat Sehat terapkan. Mari kita bersama-sama menerapkan pola hidup sehat sehingga kita turut menjaga kesehatan tubuh kita sendiri dan ikut menjaga kesehatan orang-orang di sekitar kita.

    Referensi:

    1. Iftikhar N. 10 Natural Remedies for Flu Symptoms [Internet]. USA : Healthline. 2019 [updated 2018 April 10; cited 2021 Aug 28].
    2. Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 28].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Meski gejalanya sangat mirip, namun ada cara membedakan flu biasa dengan covid. Bisa dengan swab test, atau melihat perbedaan gejala. Ya, meski gejalanya mirip, namun tetap saja ada perbedaan besar pada gejala seseorang yang terkena covid dengan seseorang yang terkena flu biasa. Mungkin dahulu tidak terlalu masalah ketika […]

    Walau Mirip, Ini Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Seorang Wanita Mencari Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid dengan Searching Di Laptop

    Meski gejalanya sangat mirip, namun ada cara membedakan flu biasa dengan covid. Bisa dengan swab test, atau melihat perbedaan gejala. Ya, meski gejalanya mirip, namun tetap saja ada perbedaan besar pada gejala seseorang yang terkena covid dengan seseorang yang terkena flu biasa.

    Mungkin dahulu tidak terlalu masalah ketika terkena flu. Namun kini dengan adanya penyakit Covid-19, seseorang yang sedang flu cenderung dijauhi. Juga akses untuk bepergian pada seseorang yang sedang flu sangat dibatasi. Selain merasa dijauhi karena ada gejala flu, Sahabat Sehat juga mungkin takut jangan-jangan bukan terkena flu melainkan terkena Covid-19.

    Lantas bagaimana cara mengetahui apakah tubuh terkena flu biasa? Atau justru terkena Covid-19?

    Perbedaan Influenza dan Covid-19

    Influenza disebabkan oleh infeksi virus influenza, sementara Covid-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Kedua jenis virus ini ditransmisikan melalui kontak langsung, percikan air liur (droplet) maupun melalui benda yang terkontaminasi dengan virus.

    Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa flu atau influenza memiliki media penularan yang sama, membuat gejala yang hampir sama pada penderita, namun disebabkan oleh 2 jenis virus yang berbeda.

    Selain perbedaan jenis virus, ada cara membedakan flu biasa dengan covid dengan melihat pada:

    Masa Inkubasi

    Pada influenza, gejala dapat mulai dirasakan setelah 1-4 hari sejak terpapar virus influenza. Sementara pada kasus Covid-19, gejala mulai dirasakan setelah 2-14 hari sejak terpapar virus Covid 19 dengan rata-rata waktu muncul gejala yaitu sekitar 5 hari sejak terpapar virus.

    Waktu Penularan

    Sahabat Sehat dapat menularkan virus influenza hingga 1 hari sebelum muncul gejala. Anak dan dewasa diketahui beresiko tinggi menularkan influenza pada 3-4 hari awal hingga 7 hari sejak timbul gejala.

    Pada kasus Covid-19, seseorang dapat menularkan Covid-19 sejak 2 hari sebelum muncul gejala dan tetap menularkan hingga 10 hari sejak gejala awal dialami. Apabila Sahabat Sehat tidak memiliki gejala atau gejala sudah mereda, tetap beresiko menularkan Covid-19 hingga 10 hari setelah terkonfirmasi Covid-19.

    Resiko Komplikasi

    Rata-rata penderita influenza sembuh dalam beberapa hari hingga 2 minggu, namun beberapa kasus membutuhkan perawatan di rumah sakit jika mengalami infeksi sekunder.

    Pada Covid-19, resiko komplikasi yang terjadi yaitu sumbatan pada pembuluh darah di jantung, hati, otak dan tungkai, serta peradangan multi organ. Selain itu dapat terjadi kondisi Long Covid, yaitu kondisi ketika gejala berlanjut hingga beberapa minggu atau bulan sejak terinfeksi Covid-19.

    Vaksinasi

    Infeksi influenza diketahui dapat dicegah dengan pemberian vaksin influenza, yang dapat diberikan setiap satu tahun sekali. Kini juga telah tersedia vaksin Covid-19 dari berbagai produsen. Pemberian vaksin Covid-19 dapat membantu menurunkan tingkat keparahan penyakit akibat Covid-19.

    Gejala Influenza dan Covid-19

    Kedua penyakit ini memiliki gejala yang hampir mirip. Berikut adalah beberapa gejala yang sama-sama dialami penderita influenza dan Covid-19 :

    • Demam
    • Batuk
    • Sesak nafas
    • Lemas
    • Nyeri tenggorokan
    • Hidung tersumbat atau berair
    • Nyeri pada otot
    • Sakit kepala
    • Muntah dan diare
    • Penurunan kemampuan mencium dan pengecap

    Lalu bagaimana cara membedakan flu biasa dengan covid melalui gejala yang ditimbulkannya? Walaupun memiliki gejala yang sama, ada perbedaan gejala yang muncul pada penderita Covid namun tidak muncul pada penderita flu biasa. Gejala tersebut antara lain adalah:

    Anosmia

    Anosmia atau kehilangan indera penciuman dikeluhan banyak sekali penderita Covid-19. Pada penderita flu, biasanya indra penciuman hanya menurun secara signifikan, biasanya diiringi dengan hidung tersumbat. Namun pada penderita Covid, meskipun hidung tidak tersumbat namun gejala anosmia sungguh terasa.

    Demam Tinggi

    Penderita flu rentan mengalami demam. Namun pada penderita Covid, demam biasanya akan berlangsung lebih lama (lebih dari 2 hari) dan demam dengan suhu yang cukup tinggi hingga memaksa seseorang harus berbaring selama demam.

    Sesak Nafas yang Sangat Berat

    Penderita flu biasa memang bisa mengalami gejala sesak nafas. Namun kebanyakan penderita flu yang nafasnya menjadi sesak cenderung menyebut gejala sesak nafasnya cukup ringan. Berbeda dengan sesak nafas pada penderita Covid-19, sesak nafas yang dialami bisa menyebabkan saturasi oksigen di tubuh turun sehingga badan menjadi sangat lemas.

    Cara Membedakan Flu Biasa dengan Covid

    Ada beberapa cara membedakan antara gejala flu biasa dengan Covid-19. Adapun cara terbaik membedakan flu biasa dengan covid adalah dengan:

    Lakukan Test Swab

    Cara terbaik untuk mengetahui apakah anda terkena covid atau sekedar flu adalah dengan melakukan test swab. Bisa dengan swab antigen, ataupun dengan swab PCR. Hindari berasumsi diri sendiri hanya terkena flu biasa lalu melakukan kegiatan kumpul bersama teman, keluarga, ataupun orang-orang yang anda sayangi.

    Isolasi Mandiri

    Jika kebetulan tidak memungkinkan untuk melakukan test swab, silahkan lakukan isolasi mandiri untuk menentukan apakah Sahabat Sehat terkena flu atau Covid. Jika terkena flu, istirahat 1 hari penuh selama isolasi mandiri akan dapat memulihkan kesehatan. Namun pada penderita Covid, gejala-gejala biasanya akan membutuhkan waktu lebih lama, berkisar 3 hari sampai 2 minggu tergantung kondisi tubuh penderita.

    Cek Perbedaan Gejala

    Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa gejala flu dan Covid-19 sangat mirip. Namun pada gejala Covid, biasanya diringi dengan pemberatan kondisi. Misalnya sesak nafas yang lebih serius daripada sesak nafas pada penderita flu biasa, dan demam yang lebih tinggi serta lebih lama daripada penderita flu biasa. Jika merasa mengalami gejala flu namun perlu penanganan medis, segera hubungi dokter dan pastikan untuk segera melakukan pengecekan swab untuk memastikan kondisi tubuh dengan akurat.

    Pentingnya Vaksinasi Influenza di Masa Pandemi Covid

    Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak-anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Berdasarkan sebuah penelitian, sebanyak 71% pasien yang menderita Covid-19 rentan terinfeksi berbagai bakteri dan virus lain seperti virus influenza, Chlamydia pneumoniae, dan adenovirus. Pemberian vaksin influenza dapat mencegah terjadinya twindemic yaitu kondisi ketika influenza dan Covid-19 menyerang tubuh secara bersamaan.

    Ketika seseorang terkena twindemic (terkena flu disaat terinfeksi virus Covid-19) maka risiko kesehatan menjadi sangat tinggi. Risiko gejala Covid berat seringkali terjadi pada seseorang yang mengalami twindemic. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat, dan terutama anak-anak yang hendak melakukan sekolah tatap muka, sangat penting untuk diberi vaksin flu terlebih dahulu.

    Nah Sahabat Sehat, itulah cara membedakan flu biasa dengan covid yang jika diterapkan bersamaan dengan protokol 5M dapat menjadi solusi menghentikan penyebaran pandemi ini. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Lihat Juga: Vaksin Flu untuk Orang Tua

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    • Centers for Disease Control and Prevention. Similarities and Differences between Flu and COVID-19​ [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 07; cited 2021 Sep 02].
    • Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 27].
    • Alosaimi B. Influenza co-infection associated with severity and mortality in COVID-19 patients. Virology Journal volume 18, Article number: 127 (2021).
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Banyak yang bertanya bolehkah vaksin HPV setelah menikah. Selain itu, ada asumsi vaksin HPV hanya efektif jika diberi sebelum menikah. Mana yang benar dan harus dipercaya? Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai boleh tidaknya vaksin HPV dilakukan setelah menikah. […]

    Bolehkah Vaksin HPV Setelah Menikah? Cek Apa Kata Dokter

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Menjawab Pertanyaan Bolehkah Vaksin HPV Setelah Menikah Saja

    Banyak yang bertanya bolehkah vaksin HPV setelah menikah. Selain itu, ada asumsi vaksin HPV hanya efektif jika diberi sebelum menikah. Mana yang benar dan harus dipercaya?

    Oleh sebab itu, pada kesempatan kali ini akan dibahas mengenai boleh tidaknya vaksin HPV dilakukan setelah menikah. Juga akan membahas apakah pemberian vaksin tersebut efektif mencegah penyakit-penyakit seperti kutil dan kanker serviks yang disebabkan oleh Human Papillomavirus (HPV).

    Apa Penyebab Kanker Serviks?

    Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 15.000 hingga 21.000 kasus setiap tahunnya. Kanker serviks kini menjadi penyebab kematian nomor 1 bagi perempuan di Indonesia, sekaligus menempatkan Indonesia pada urutan kedua di dunia untuk negara dengan kasus kanker serviks terbanyak.

    Kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV) tipe 16 dan 18. Sedangkan Human Papillomavirus (HPV) tipe 6 dan 11 diketahui menjadi 90% penyebab kasus kutil kelamin. Human Papillomavirus ditularkan melalui kontak atau hubungan seksual dengan penderita.

    Virus HPV dapat menyerang laki-laki dan perempuan. Pada daerah kelamin, kanker akibat infeksi Human Papillomavirus dapat terjadi pada leher rahim, vulva atau bibir vagina, vagina dan penis. Sedangkan pada daerah non-kelamin, Human Papillomavirus dapat menyerang bagian mulut dan saluran napas atas.

    Jenis Vaksin HPV

    Penyebaran kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah, salah satunya dengan melakukan vaksinasi kanker serviks. Bagi wanita yang sudah menikah, deteksi dini kanker serviks menjadi salah satu hal yang penting dilakukan.

    Vaksin HPV merupakan salah satu cara mencegah kanker serviks dan kutil kelamin. Vaksin HPV dapat mulai diberikan pada usia 12 tahun keatas, terutama bagi perempuan yang belum aktif secara seksual. Vaksinasi akan diberikan sebanyak 3 dosis tanpa skrining apapun jika seseorang belum aktif berhubungan seksual. Efektivitas vaksin HPV sangat baik bila diberikan pada perempuan yang belum aktif secara seksual.

    Di Indonesia, ada 2 jenis vaksin HPV yaitu vaksin bivalen dan tetravalen. Vaksin HPV bivalen mengandung 2 tipe HPV yaitu tipe 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim. Sementara vaksin HPV tetravalen mengandung 4 tipe HPV yaitu tipe 6, 11, 16 dan 18 yang dapat mencegah kanker leher rahim dan juga kutil kelamin.

    Efek Samping Vaksin HPV

    Sahabat Sehat, rata-rata efek samping pasca vaksinasi HPV bersifat ringan. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami setelah menjalani vaksinasi HPV :

    • Nyeri dan kemerahan di area suntikan
    • Pusing
    • Nyeri kepala
    • Mual dan muntah

    Efek samping bersifat sementara dan umumnya akan hilang kurang dari 1 hari. Oleh sebab itu, tidak perlu ragu untuk melakukan vaksinasi HPV.

    Kapan Jadwal Vaksinasi HPV ?

    Idealnya vaksinasi HPV diberikan pada saat seseorang belum aktif berhubungan seksual untuk memberi efek yang maksimal. Vaksinasi HPV diberikan sebanyak 3 kali dengan jadwal pemberian vaksinasi HPV dosis ke 2 berjarak 1 atau 2 bulan setelah penyuntikan pertama, tergantung dari jenis vaksin apa yang digunakan (bivalen atau tetravalent) dan dosis terakhir diberikan 6 bulan setelah penyuntikan dosis vaksin HPV pertama. Apabila pemberian vaksinasi ada yang terlewat, maka vaksinasi dapat terus dilanjutkan tanpa mengulangi dosisnya dari awal.

    Lalu apakah boleh melakukan suntik vaksin HPV setelah menikah saja? Apakah tetap efektif?

    Bolehkah Menerima Vaksin HPV Setelah Menikah?

    Jika Sahabat Sehat sudah aktif berhubungan seksual, resiko terpapar virus HPV menjadi lebih tinggi. Oleh sebab itu bagi Sahabat Sehat yang telah aktif melakukan hubungan seksual dianjurkan melakukan pemeriksaan pap smear terlebih dahulu. Pemeriksaan pap smear dapat dilakukan minimal satu tahun sekali untuk mendeteksi kanker serviks.

    Pemeriksaan Pap Smear dilakukan dengan mengambil sampel sel dari leher rahim atau serviks dengan diusap dengan kapas cotton bud lalu dibawa ke laboratorium untuk diperiksa lebih lanjut. Apabila didapatkan hasil mengarah pada infeksi HPV, maka vaksinasi tidak dapat diberikan.

    Memang vaksin HPV pada usia 26 tahun ke atas tetap efektif dalam mencegah virus HPV, namun pemberian sedini mungkin akan lebih baik dan lebih efektif. Terutama dalam mencegah sejak dini risiko-risiko seperti kanker serviks.

    Nah Sahabat Sehat, itulah jawaban dari pertanyaan boleh tidaknya vaksin HPV setelah menikah dan bagaimana tingkat efektivitasnya jika diberikan setelah menikah. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi HPV ataupun vaksinasi kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat.

    Vaksinasi Pranikah Lengkap ke Rumah

    Agar tetap sehat dan memiliki imunitas tubuh yang tinggi, pastikan untuk melakukan vaksinasi. Kini vaksinasi jauh lebih mudah karena bisa didapatkan di klinik terdekat, atau langsung di rumah atau kantor.

    Bagaimana caranya mendapatkan vaksinasi agar imun tubuh meningkat? Dapatkan berbagai jenis vaksin yang dibutuhkan untuk meningkatkan imun tubuh. Cek: Layanan Vaksinasi dari Prosehat

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin Indonesia. 6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Vaksin HPV [Internet]. Indonesia : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Kelamin Indonesia. 2017 [updated 2017 Dec 26; cited 2021 Aug 24].
    2. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2017 [updated 2017 March 13; cited 2021 Aug 24].
    3. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccination: What Everyone Should Know [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [updated 2020 March 17; cited 2021 Aug 24].
    4. Planned Parenthood. What Is the HPV Vaccination [Internet]. USA : Planned Parenthood; [cited 2021 Aug 24].
    5. Centers for Disease Control and Prevention. Human Papillomavirus (HPV) Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 July 23; cited 2021 Aug 24].
    6. Mayo Clinic. HPV vaccine: Get the facts [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2020 [updated 2020 May 14; cited 2021 Aug 24].
    7. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2016 [updated 2016 Dec 28; cited 2021 Aug 24].
    8. Sulaiman M. Bagi yang Sudah Menikah, Lebih Baik Papsmear atau Vaksinasi HPV Dulu? [Internet]. Indonesia : DetikHealth. 2017 [updated 2017 Feb 09; cited 2021 Aug 24].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Orang tua atau lansia lebih rentan terkena flu. Oleh sebab itu, pemberian vaksin flu untuk orang tua dan lansia menjadi hal yang wajib. Apalagi di usia tua, infeksi virus influenze dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Sebab kondisi sisitem kekebalan tubuh lebih rendah dibandingkan orang yang berusia lebih muda. Sangat […]

    Pentingnya Memberi Vaksin Flu untuk Orang Tua atau Lansia

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Manfaat Vaksin Flu untuk Orang Tua atau Lansia di Masa Pandemi

    Orang tua atau lansia lebih rentan terkena flu. Oleh sebab itu, pemberian vaksin flu untuk orang tua dan lansia menjadi hal yang wajib. Apalagi di usia tua, infeksi virus influenze dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Sebab kondisi sisitem kekebalan tubuh lebih rendah dibandingkan orang yang berusia lebih muda.

    Sangat penting juga agar Sahabat Sehat berhati-hati agar tidak terjadi kondisi twindemic yaitu kondisi ketika influenza dan Covid-19 menyerang tubuh secara bersamaan. Untuk mencegah influenza pada lansia, salah satu caranya adalah dengan memberikan vaksin influenza. Tetapi apakah vaksin influenza sepenting itu untuk lansia ? Mari simak penjelasan berikut.

    Cara Agar Orang Tua dan Lansia Tidak Terkena Flu

    Berikut adalah berbagai cara yang dapat Sahabat Sehat terapkan di rumah untuk mencegah infeksi influenza pada orang tua atau lansia yang Sahabat Sehat sayangi:

    • Bantu keperluannya, terutama apabila dia perlu ke fasilitas umum
    • Pastikan kebutuhan konsumsi makanan bergizi tercukupi
    • Pastikan istirahat (terutama tidur) cukup, dan berkualitas
    • Bersihkan rumah secara berkala agar tidak menjadi sarang vius
    • Bantu siapkan peralatan protokol kesehatannya seperti masker, dan hand sanitizer
    • Hindari bertemu orang luar, terutama yang tidak diketahui pasti kondisi kesehatannya

    Selain itu, untuk menjaga daya tahan tubuh dan agar siap terhadap virus flu, orang tua dan lansia sebaiknya diberikan vaksin influenza atau atau kerap disebut vaksin flu.

    Pentingnya Vaksin Flu untuk Orang Tua saat Pandemi

    Berdasarkan sebuah penelitian diketahui bahwa 2 dari 3 orang pasien Covid-19 yang kritis dan meninggal, telah mengalami infeksi bersamaan dengan infeksi influenza A H1N1. Angka kejadian kasus kritis akibat infeksi virus yang bersamaan dengan Covid-19 diketahui mencapai 35%.

    Selengkapnya: Dampak Infeksi Covid Disertai Flu

    Pada beberapa lansia yang memiliki riwayat penyakit dapat terlindungi dari influenza apabila menerima vaksinasi influenza. Beberapa manfaat yang didapat para orang tua dan lansia setelah mendapatkan vaksin flu antara lain:

    • Jika demam atau flu akan lebih cepat sembuh
    • Terhindar dari gejala pilek dan bersin-bersin yang umum dirasakan orang flu
    • Menghindari terjadinya Twindemic, suatu keadaan menderita covid dan flu secara bersamaan
    • Tubuh akan lebih bugar karena terhindar dari gejala-gejala flu yang menurunkan semangat kerja

    Efek Samping Vaksin Influenza

    Setiap vaksin tentu memiliki efek samping. Biasanya efek samping ini berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang efek sampingnya tidak terasa. Namun ada juga yang mengeluhkan efek samping yang cukup berat. Biasanya efek samping vaksin influenza akan hilang kurang dari 24 jam.

    Di Indonesia tersedia 2 jenis vaksin influenza, yaitu:

    Vaksin Influenza Trivalent

    Dapat melindungi tubuh dari 3 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2), dan 1 jenis influenza tipe B (salah satu antara Yamagata atau Victoria).

    Vaksin Influenza Quadrivalent

    Berperan dalam melindungi tubuh dari 4 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) dan 2 jenis virus influenza tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak-anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Sebuah penelitian membandingkan efek samping pemberian vaksin influenza dosis tinggi dan dosis standar. Efek samping kerap dialami pada pemberian vaksin influenza dosis tinggi. Berikut adalah beberapa efek samping yang mungkin dialami pasca pemberian vaksin influenza :

    • Sakit kepala
    • Nyeri pada lokasi suntikan
    • Nyeri otot
    • Lemas.

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa hal penting seputar vaksin flu untuk orang tua atau lansia. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    1. Produk dijamin asli
    2. Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    3. Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    4. Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    5. Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    6. Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    • Alosaimi B. Influenza co-infection associated with severity and mortality in COVID-19 patients. Virology Journal volume 18, Article number: 127 (2021)
    • Centers for Disease Control and Prevention. Key Facts About Seasonal Flu Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.2021 [updated 2021 June 08; cited 2021 Aug 27].
    • Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 27].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Di Indonesia ada beberapa jenis vaksin influenza yang digunakan untuk orang dewasa maupun anak-anak. Bahkan digunakan pada ibu hamil. Vaksin ini dapat mencegah penyakit influenza dan turunannya seperi pilek, bersin, hidung tersumbat, serta demam. Namun Sahabat Sehat kemungkinan akan bingung harus ambil vaksin influenza yang mana. Hal ini […]

    Bingung Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza? Ini Jawabannya

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Ini Jawaban dari Pertanyaan Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza di Indonesia

    Di Indonesia ada beberapa jenis vaksin influenza yang digunakan untuk orang dewasa maupun anak-anak. Bahkan digunakan pada ibu hamil. Vaksin ini dapat mencegah penyakit influenza dan turunannya seperi pilek, bersin, hidung tersumbat, serta demam.

    Namun Sahabat Sehat kemungkinan akan bingung harus ambil vaksin influenza yang mana. Hal ini wajar karena vaksin influenza terdiri dari beberapa tipe dan beberapa jenis. Sahabat Sehat, penasaran apa saja tipe dan jenis vaksin influenza? Mari simak penjelasan berikut.

    Jenis Virus Penyebab Influenza

    Sahabat Sehat, vaksin influenza termasuk hal yang penting terutama selama pandemi Covid-19 untuk mengurangi resiko kesakitan dan perawatan di rumah sakit akibat gangguan pernafasan. Pemberian vaksin flu selama pandemi diperlukan supaya tidak terjadi twindemic, yaitu situasi yang terjadi ketika flu dan Covid-19 menyerang secara bersamaan.

    Terdapat 4 jenis virus influenza, yaitu tipe A, B C, dan D. Virus influenza tipe A dan B menyebabkan epidemi musiman, yang dikenal dengan “musim flu”. Virus influenza tipe C umumnya dianggap ringan dan tidak menyebabkan epidemi. Sementara virus influenza tipe D kerap menyerang hewan ternak. Sementara belum dapat dipastikan dapat menginfeksi manusia atau tidak.

    Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza? Ini Jawabannya

    Setiap jenis vaksin flu berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh terhadap suatu strain virus influenza. Sahabat Sehat, kini di Indonesia tersedia dua macam vaksin influenza yang terdiri dari:

    Vaksin Influenza Trivalent

    Berperan dalam melindungi tubuh dari 3 strain virus influenza, yaitu:

    • 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2), dan
    • 1 jenis influenza tipe B (salah satu antara Yamagata atau Victoria).

    Vaksin Influenza Quadrivalent

    Berperan dalam melindungi tubuh dari 4 strain virus influenza, yaitu 2 jenis virus influenza tipe A (H1N1 dan H3N2) dan 2 jenis virus influenza tipe B (Yamagata dan Victoria).

    Vaksin influenza bukan hnya untuk orang dewasa. Anak-anak juga memerlukannya. Oleh sebab itu, pastikan anak juga mendapatkan vaksinasi flu. Selengkapnya, cek: Manfaat Vaksin Influenza untuk Anak

    Waktu yang Tepat Untuk Vaksinasi Influenza

    Secara umum pemberian vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu. Sedangkan bila anak berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza dapat dilakukan setahun sekali.

    Walaupun sudah divaksin dengan vansin influenza, Sahabat Sehat masih perlu melakukan pencegahan infeksi influenza. Terutama di masa Covid-19 ini.

    Berikut ini adalah cara pencegahan infeksi influenza:

    • Hindari berkontak langsung dengan seseorang yang terlihat sedang sakit
    • Tetap dirumah jika merasa kurang enak badan, agar dapat mengembalikan daya tahan tubuh
    • Gunakan masker dan pastikan menutupi area wajah dan hidung
    • Hindari membuka masker di tempat umum.
    • Mencuci tangan secara rutin, terutama setelah menyentuh berbagai benda di fasilitas umum
    • Gunakan sabun dan air bersih mengalir saat mencuci tangan (atau gunakan hand sanitizer)
    • Hindari menyentuh area wajah apabila berada di luar rumah (dan belum mencuci tangan)
    • Membersihkan rumah secara rutin
    • Menerapkan pola hidup sehat dengan konsumsi buah dan sayur serta minum air putih yang cukup
    • Mengelola stress dengan baik.

    Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi influenza, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Fasilitas tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Agar tetap sehat dan memiliki imunitas tubuh yang tinggi, pastikan untuk melakukan vaksinasi. Kini vaksinasi jauh lebih mudah karena bisa didapatkan di klinik terdekat, atau langsung di rumah atau kantor.

    Bagaimana caranya mendapatkan vaksinasi agar imun tubuh meningkat? Dapatkan berbagai jenis vaksin yang dibutuhkan untuk meningkatkan imun tubuh. Cek: Layanan Vaksinasi dari Prosehat

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Demikianlah informasi singkat mengenai ada berapa jenis vaksin influenza di Indonesia ini. Tetap jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan.

    Referensi:

    • Centers for Disease Control and Prevention. Key Facts About Seasonal Flu Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention.2021 [updated 2021 June 08; cited 2021 Aug 27].
    • Anwar F. Waspada Flu Musiman, WHO Rekomendasikan Vaksin Flu Saat Wabah Corona [Internet]. detikHealth; [cited 2021 Aug 27].
    • Centers for Disease Control and Prevention. Healthy Habits to Help Prevent Flu [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 24; cited 2021 Aug 27].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Hendsun Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Keluhan efek samping vaksin moderna cukup beragam. Keluhan mulai dari pegal pada area penyuntikan hingga gejala mual ataupun demam. Walaupun demikian, efek samping ini jauh lebih ringan dibandingkan manfaatnya. Oleh sebab itu, pemerintah menambah jumlah ketersediaan vaksin dengan menambah Moderna untuk menemani Sinovac […]

    Ini Gejala Umum yang Menjadi Efek Samping Vaksin Moderna

    Ditulis oleh : dr. Hendsun
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    Gejala Efek Samping Vaksin Moderna

    Keluhan efek samping vaksin moderna cukup beragam. Keluhan mulai dari pegal pada area penyuntikan hingga gejala mual ataupun demam. Walaupun demikian, efek samping ini jauh lebih ringan dibandingkan manfaatnya. Oleh sebab itu, pemerintah menambah jumlah ketersediaan vaksin dengan menambah Moderna untuk menemani Sinovac dan AstaZeneca.

    Vaksin Covid-19 Produksi Moderna

    Vaksin Moderna merupakan vaksin Covid-19 yang berisikan materi genetik m-RNA termodifikasi nukleotida yang mengkode glikoprotein lonjakan virus dari SARS-CoV-2 (COVID-19). Pada 30 April 2021, WHO (World Health Organization) telah menyetujui vaksin Moderna untuk penggunaan darurat.

    Saat ini Amerika Serikat mengizinkan penggunaan vaksin Moderna untuk masyarakat berusia 18 tahun ke atas. Vaksin ini diberikan dengan cara disuntikkan pada otot lengan atas. Jarak antara suntikan dosis pertama dan kedua adalah 4-12 minggu.

    Efek Samping Vaksin Moderna

    Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai efek samping yang mungkin dapat dialami pasca divaksin dengan menggunakan vaksin Moderna:

    Efek Samping Ringan

    Adapun yang termasuk efek samping ringan dari vaksin moderna meliputi:

    • Keluhan lokal : nyeri, kemerahan, bengkak pada bekas suntikan.
    • Kelelahan
    • Sakit kepala
    • Nyeri otot
    • Demam
    • Mual

    Dalam penelitian, efek samping yang terjadi dalam 7 hari setelah divaksin merupakan hal yang umum terjadi dan sebagian besar termasuk dalam kategori ringan hingga sedang. Sahabat Sehat tidak perlu khawatir sebab setelah divaksin, akan dipantau selama kurun waktu tertentu di lokasi vaksinasi untuk memastikan adakah efek samping pasca penyuntikan vaksin Covid-19.

    Reaksi Alergi

    Jika sahabat sehat pernah mengalami reaksi alergi berat (anafilaksis) terhadap bahan apa pun yang terkandung dalam vaksin mRNA Covid-19 (seperti kandungan polietilen glikol), maka Sahabat Sehat tidak dianjurkan menerima vaksin Moderna. Reaksi alergi umumnya berlangsung segera setelah disuntik vaksin, yang ditandai dengan kulit terasa gatal, bengkak, sesak nafas ataupun mengi.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai efek samping yang mungkin dialami pasca disuntik vaksin Moderna. Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan di rumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    • World Health Organization. The Moderna COVID-19 (mRNA-1273) vaccine: what you need to know. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 Jan 26; cited 2021 Aug 23].
    • Central for Disease Control and Prevention. Moderna COVID-19 Vaccine Overview and Safety. USA : Central for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 Aug 19; cited 2021 Aug 23].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Pemberian vaksin HPV untuk anak memiliki banyak sekali manfaat. Terutama sebagai pencegahan dini kanker serviks pada anak perempuan. Selain mencegah kanker serviks, masih banyak manfaat lain yang bisa didapatkan dari vaksin yang identik dengan pencegahan penyakit seksual menular ini. Saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa vaksinasi […]

    5 Manfaat Vaksin HPV untuk Anak di Tingkat Sekolah Dasar

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Vaksinasi HPV untuk Anak Perempuan adalah Hal yang Sangat Penting

    Pemberian vaksin HPV untuk anak memiliki banyak sekali manfaat. Terutama sebagai pencegahan dini kanker serviks pada anak perempuan. Selain mencegah kanker serviks, masih banyak manfaat lain yang bisa didapatkan dari vaksin yang identik dengan pencegahan penyakit seksual menular ini.

    Saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa vaksinasi HPV (Human Papillomavirus) belum diperlukan pada anak-anak. Alasan yang biasa dikemukakan adalah bahwa pada usia tersebut anak belum aktif melakukan hubungan seksual. Sahabat Sehat, apakah betul vaksin HPV belum diperlukan untuk anak ? Mari simak penjelasan berikut.

    Infeksi HPV Pada Tubuh

    Virus Human Papiloma dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Tercatat rata-rata orang yang aktif berhubungan seksual pernah terinfeksi HPV dalam hidupnya meski tidak menyadari bahwa sedang terinfeksi HPV. 

    Ada sekitar 40 tipe HPV yang dapat menginfeksi organ intim pria dan wanita, kebanyakan tipe HPV tidak menimbulkan gejala dan dapat hilang dengan sendirinya. Beberapa tipe HPV lainnya dapat menimbulkan kanker serviks, kanker anus, kanker rongga mulut serta kutil kelamin.

    Namun penularan virus Human Papiloma tidak selalu melalui hubungan seksual. Risiko penularan virus ini bisa terjadi melalui luka di kulit, maupun tertular melalui interaksi dengan penderita.

    Dianjurkan Ikatan Dokter Anak Indonesia

    Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, vaksin HPV sebaiknya diberikan sebelum seseorang aktif berhubungan seksual. Akan terlambat jika vaksin HPV diberikan saat seseorang sudah melakukan hubungan seksual, karena bisa telah terpapar virus HPV. Oleh sebab itu, vaksin HPV turut dianjurkan untuk diberikan pada anak.

    Banyak mitos yang mengatakan banyak efek samping pemberian vaksin HPV. Misalnya jika diberikan pada anak-anak dapat menimbulkan kemandulan dan menopause dini. Berdasarkan studi, hal tersebut justru tidak benar. Vaksin HPV berdasarkan berbagai studi sangat aman dan efektif serta memberikan banyak manfaat pada anak.

    Ada setidaknya 5 manfaat besar pemberian vaksin HPV sejak usia sekolah dasar. Manfaat tersebut antara lain:

    1. Mencegah kanker serviks sejak dini pada anak perempuan
    2. Mencegah risiko terkena kanker rahim
    3. Mengurangi risiko anak terkena kutil
    4. Jika terjangkit Human Papiloma, anak akan lebih cepat sembuh
    5. Ketika dewasa, anak akan lebih tahan terhadap risiko-risiko penyakit kelamin

    Memang ada risiko efek samping pada penyuntikan vaksin HPV untuk anak. Namun efek samping yang dihasilkan umumnya bersifat ringan seperti pusing sementara, mual, sakit kepala, nyeri, kemerahan, dan bengkak di area suntikan. Efek samping akan hilang dalam beberapa jam.

    Berdasarkan hal tersebut, dapat dikatakan bahwa dampak positif dari vaksin HPV masih jauh lebih tinggi dibandingkan kemungkinan risiko yang mungkin terjadi. Oleh sebab itu, tidak perlu ada yang dikhawatirkan mengenai efek samping vaksin ini.

    Waktu Ideal Pemberian Vaksin HPV untuk Anak

    Secara umum di dunia, vaksin HPV direkomendasikan bagi anak perempuan dan laki-laki mulai dari usia 11 atau 12 tahun. Pada dasarnya diberikan sebelum melakukan kontak seksual dan resiko terpapar HPV rendah.

    Di Indonesia, pemberian vaksin HPV diberikan mulai pada usia 10-13 tahun sebanyak 2 dosis. Pada anak berusia 16-18 tahun atau remaja akhir, diberikan vaksin HPV sebanyak 3 dosis.

    Jenis Vaksin HPV untuk Anak di Indonesia

    Di Indonesia tersedia 2 jenis vaksin HPV yaitu vaksin bivalen yang mengandung 2 tipe virus HPV (tipe 16 dan 18) untuk mencegah kanker leher rahim, serta vaksin tetravalen yang mengandung 4 tipe virus HPV (6,11,16, dan 18) untuk mencegah kanker leher rahim serta kutil kelamin.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pentingnya vaksin HPV untuk anak dilihat dari sisi manfaatnya bagi kesehatan si kecil. Bagi Sahabat Sehat yang berminat melakukan vaksinasi HPV bagi diri sendiri atau bagi anaknya, segera manfaatkan layanan vaksinasi kerumah dari Prosehat. Layanan Prosehat mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Agar tetap sehat dan memiliki imunitas tubuh yang tinggi, pastikan untuk melakukan vaksinasi. Kini vaksinasi jauh lebih mudah karena bisa didapatkan di klinik terdekat, atau langsung di rumah atau kantor.

    Bagaimana caranya mendapatkan vaksinasi agar imun tubuh meningkat? Dapatkan berbagai jenis vaksin yang dibutuhkan untuk meningkatkan imun tubuh. Cek: Layanan Vaksinasi dari Prosehat

    Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Centers for Disease Control and Prevention. HPV Vaccine Information For Young Women [internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention; 2016 [cited 24 May 2021].
    2. Mayo Clinic. HPV vaccine: Who needs it, how it works [internet]. USA : Mayo Clinic; 2020 [cited 24 May 2021].
    3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Sekilas tentang Vaksin HPV [internet]. Indonesia : Ikatan Dokter Anak Indonesia; 2017 [cited 24 May 2021].
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi Vaksinasi HPV menjadi cara mencegah kutil kelamin yang paling efektif. Namun sayang, tingkat vaksinasi HPV di Indonesia masih rendah. Akibatnya, kasus kutil kelamin di Indonesia cukup tinggi. Sahabat Sehat, kutil kelamin merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual. Penyakit ini dapat dialami baik pria maupun wanita. Kutil kelamin […]

    6 Cara Mencegah Kutil Kelamin yang Dianjurkan Para Ahli

    Ditulis oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

    Daripda Sakit Lebih Baik Menerapkan Cara Mencegah Kutil Kelamin yang Disebabkan oleh Virus Human Papilloma

    Vaksinasi HPV menjadi cara mencegah kutil kelamin yang paling efektif. Namun sayang, tingkat vaksinasi HPV di Indonesia masih rendah. Akibatnya, kasus kutil kelamin di Indonesia cukup tinggi.

    Sahabat Sehat, kutil kelamin merupakan salah satu jenis penyakit menular seksual. Penyakit ini dapat dialami baik pria maupun wanita. Kutil kelamin terlihat berbentuk seperti kembang kol, yang disebabkan oleh infeksi virus Human Papiloma (HPV). Sahabat Sehat, bagaimana cara mengatasi kutil kelamin ? Mari simak penjelasan berikut.

    Gejala Kutil Kelamin

    Pada wanita, kutil kelamin dapat dialami di area vulva, dinding vagina, area antara anus dan vagina, anus, serta serviks. Pada pria, kutil kelamin dapat dialami pada penis, skrotum, maupun anus. Kutil kelamin juga dapat terjadi pada mulut atau tenggorokan apabila Sahabat Sehat melakukan seks oral dengan penderita kutil kelamin. Kutil kelamin ditandai dengan :

    • Tonjolan kecil berwarna coklat atau merah muda
    • Berbentuk seperti kembang kol
    • Terasa gatal atau tidak nyaman di area kemaluan
    • Perdarahan dari kemaluan saat berhubungan seksual.

    Kutil kelamin umumnya berukuran kecil. Namun pada beberapa kasus yang dialami penderita gangguan sistem imun, dapat terlihat beberapa kutil bergabung menjadi satu sehingga terlihat berukuran besar.

    Faktor Resiko Kutil Kelamin

    Sahabat Sehat, berikut adalah beberapa kondisi yang meningkatkan resiko penularan kutil kelamin :

    • Berganti-ganti pasangan seksual tanpa menggunakan alat kontrasepsi (misal kondom)
    • Berhubungan seksual dengan penderita kutil kelamin
    • Berhubungan seksual dengan pasangan yang tidak diketahui riwayat seksualnya
    • Aktif berhubungan seksual di usia dini
    • Menggunakan alat bantu seks bersama dengan orang lain
    • Memiliki gangguan sistem kekebalan tubuh, misal penderita HIV dan penerima transplantasi organ.

    Komplikasi Kutil Kelamin

    Kutil kelamin meningkatkan resiko terjadinya kanker, yang disebabkan akibat infeksi virus HPV. Beberapa tipe virus HPV berkaitan dengan kanker pada vulva, anus, mulut dan tenggorokan.

    Sementara itu jika ibu hamil menderita kutil kelamin, dikhawatirkan ukuran kutil kelamin semakin membesar selama hamil sehingga meningkatkan resiko sulit buang air kecil. Jika kutil kelamin muncul pada dinding vagina, dapat menghambat peregangan jaringan vagina saat proses bersalin. Kutil kelamin yang berukuran besar pada vulva dan vagin, beresiko mengalami perdarahan saat proses bersalin. 

    Tips dan Cara Mencegah Kutil Kelamin

    Untuk mencegah kutil kelamin, Sahabat Sehat dianjurkan menerapkan beberapa hal berikut :

    • Menjaga kebersihan kulit dan mandi secara teratur
    • Menggunakan alat mandi dan pakaian pribadi
    • Tidak berganti pasangan seksual
    • Menggunakan alat kontrasepsi, seperti kondom
    • Hindari berbagi penggunaan alat bantu seks dengan orang lain
    • Mengikuti vaksinasi HPV

    Pentingnya Vaksinasi HPV

    Vaksin HPV diketahui berperan untuk mencegah kanker serviks, namun ternyata vaksinasi HPV turut bermanfaat dalam mencegah timbulnya kutil kelamin. Dengan mengikuti vaksinasi HPV, Sahabat Sehat dapat mencegah berbagai penyakit lain seperti kanker serviks, kanker anus, kanker penis, kanker vulva vagina, kanker tenggorokan, dan papiloma (kutil). Di Indonesia, pemberian vaksin HPV diberikan mulai pada usia 10-13 tahun keatas sebanyak 2 dosis. Pada anak berusia 16-18 tahun atau remaja akhir, diberikan vaksin HPV sebanyak 3 dosis. 

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai cara mencegah kutil kelamin. Jika Sahabat Sehat berminat melakukan vaksinasi HPV, segera manfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Mayo Clinic. Genital Warts [Internet]. USA : Mayo Clinic. 2019 [updated 2019 Nov 20; cited 2021 Aug 23].
    2. National Health Services. Genital Warts [Internet]. UK : National Health Service. 2020 [updated 2020 Aug 24; cited 2021 Aug 23]
    Read More
  • Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D Sahabat Sehat, tercatat per 6 Juli 2021 sejumlah 1.066 orang tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dunia akibat terpapar virus Covid-19 yang terdiri dari 405 orang dokter, 339 orang perawat, serta 166 orang bidan.1 Seiring meningkatnya angka tenaga kesehatan yang meninggal akibat […]

    Vaksin Moderna, Vaksin Dosis Ke-3 Tenaga Kesehatan ? Cek Faktanya

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi

    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia D

    harga vaksin covid-19, harga vaksin corona

    Sahabat Sehat, tercatat per 6 Juli 2021 sejumlah 1.066 orang tenaga kesehatan di Indonesia meninggal dunia akibat terpapar virus Covid-19 yang terdiri dari 405 orang dokter, 339 orang perawat, serta 166 orang bidan.1 Seiring meningkatnya angka tenaga kesehatan yang meninggal akibat Covid-19, maka Pemerintah merencanakan pemberian vaksin Covid-19 dosis ketiga bagi tenaga kesehatan. Nah Sahabat Sehat, mari simak fakta berikut mengenai vaksin Covid-19 produksi Moderna yang rencananya akan diberikan bagi tenaga kesehatan.

    Vaksin Moderna Tiba Di Indonesia

    Pemerintah telah mencanangkan pemberian vaksin Covid-19 dosis ke 3 bagi tenaga kesehatan dengan menggunakan Vaksin Moderna yang telah didatangkan dari Amerika Serikat sebanyak 3 juta dosis. Diharapkan pemberian vaksin Covid-19 dosis ke 3 dapat meningkatkan angka kesembuhan tenaga medis yang terpapar Covid-19, meskipun seluruh tenaga medis di Indonesia sebelumnya telah mendapatkan 2 dosis vaksin Covid-19.2

    Vaksin Covid-19 produks Moderna merupakan salah satu vaksin yang direkomendasikan oleh WHO (World Health Organization) dan telah disetujui penggunaannya pada 25 Januari 2021 bersama dengan vaksin lainnya yaitu Pfizer/BioNTech pada 31 Desember 2020, AstraZeneca/Oxford pada 15 Februari 2021, Johnson & Johnson pada 12 Maret 2021, serta Sinovac yang akhir-akhir ini baru disetujui untuk penggunaan darurat.3

    Baca Juga : Efek Samping Vaksin Covid-19

    Peran Vaksin Covid-19

    Menurut WHO, vaksinasi merupakan salah satu cara efektif untuk mencegah mewabahnya suatu penyakit sebab membantu sistem daya tahan tubuh mengenali dan melawan virus atau bakteri yang masuk ke dalam tubuh.

    Vaksin Covid-19 tersusun dari bagian tubuh virus yang telah dilemahkan atau dimatikan, untuk merangsang terbentuknya antibodi atau daya tahan tubuh alami. Apabila virus SARS-COV-2 masuk ke dalam tubuh, sistem kekebalan alami tubuh telah mengenali dan melawan virus yang masuk kedalam tubuh.4

    Bagaimana Cara Kerja Vaksin Moderna ?

    Vaksin Moderna terbuat dari materi genetik virus SARS-COV-2, yaitu mRNA. Vaksin ini memiliki nama resmi mRNA-1273 Vaccine yang dibuat oleh perusahaan bioteknologi Moderna asal Cambridge, Massachusetts.5

    Sama seperti Vaksin Pfizer, Vaksin Moderna menggunakan materi genetik MRNA yang masih terbilang baru untuk dikembangkan. Vaksin mRNA dapat mengkopi protein spike pada virus Covid-19. Setelah disuntikkan, sistem kekebalan tubuh akan membuat antibodi terhadap protein spike virus Covid-19.5,6

    Keunggulan Vaksin Moderna

    Sahabat Sehat, Vaksin Moderna dianggap lebih unggul dibandingkan vaksin jenis mRNA lainnya karena prosedur penyimpanannya yang dianggap lebih mudah. Jika Vaksin Pfizer membutuhkan penyimpanan rantai dingin (Cold Chain) yang menggunakan lemari ultra dingin, maka Vaksin Moderna hanya membutuhkan lemari pendingin rumahan dengan suhu minus 20 derajat Celcius saja. Selain itu, Vaksin Moderna dapat disimpan selama 30 hari sebelum masa kadaluarsa vaksin.6

    Layanan terkait : Rapidtest Covid19

    Bagaimana Efektivitas Vaksin Moderna ?

    Berdasarkan uji klinis yang dilakukan pada subjek berusia 18 tahun keatas, Vaksin Moderna memiliki efektivitas mencapai 94,1% bila diberikan sebanyak 2 dosis penyuntikan. Sekitar 22% subjek yang mengikuti uji klinis vaksin paling tidak memiliki satu riwayat penyakit komorbid seperti penyakit paru, penyakit jantung, obesitas, diabetes, penyakit hati dan HIV. 

    Sebanyak 82% subjek penelitian tersebut bekerja dengan paparan tinggi terhadap virus Covid-19, dan 25% diantaranya adalah tenaga medis. Oleh karena itu, penggunaan vaksin Moderna dikatakan cukup aman dan efektif untuk digunakan.6

    Bagaimana Keamanan Vaksin Moderna ?

    Sahabat Sehat, vaksin Moderna dilakukan dengan cara disuntikan melalui otot (Intramuscular). Efek samping yang dilaporkan setelah penyuntikan terjadi dalam beberapa hari, seperti nyeri di tempat suntikan, kelelahan, nyeri kepala, nyeri otot, menggigil, nyeri sendi, bengkak pada kelenjar getah bening, mual dan muntah serta demam.7 

    Layanan terkait : KASIH Pemeriksaan Swab Antigen in Clinic

    Nah Sahabat Sehat, itulah beberapa fakta menarik mengenai vaksin Moderna yang rencananya akan digunakan sebagai vaksin Covid-19 dosis ketiga bagi tenaga kesehatan. Meski sudah divaksin, Sahabat Sehat dianjurkan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan 5M yaitu mengenakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan serta membatasi mobilisasi.

    Agar tetap sehat dan memiliki imunitas tubuh yang tinggi, pastikan untuk melakukan vaksinasi. Kini vaksinasi jauh lebih mudah karena bisa didapatkan di klinik terdekat, atau langsung di rumah atau kantor.

    Bagaimana caranya mendapatkan vaksinasi agar imun tubuh meningkat? Dapatkan berbagai jenis vaksin yang dibutuhkan untuk meningkatkan imun tubuh. Cek: Layanan Vaksinasi dari Prosehat

    Jika Sahabat Sehat memiliki keluhan selama dirumah, segera manfaatkan layanan Chat Dokter 24 Jam Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Annur C. Lebih dari Seribu Tenaga Kesehatan RI Meninggal akibat Covid-19 [Internet]. Indonesia : Data Boks. 2021 [updated 2021 July 06; cited 2021 July 15].
    2. Antara. Kedatangan 3 Juta Lebih Vaksin Moderna Diharapkan Semangati Tenaga Kesehatan [Internet]. Indonesia : Tempo. 2021 [updated 2021 July 12; cited 2021 July 15].
    3. World Health Organization. WHO lists additional COVID-19 vaccine for emergency use and issues interim policy recommendations [Internet]. USA : World Health Organization. 2021 [updated 2021 May 07; cited 2021 July 15]. 
    4. Centers for Disease Control and Prevention. Understanding How COVID-19 Vaccines Work [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 May 27; cited 2021 July 15]. 
    5. Katella K. Comparing the COVID-19 Vaccines: How Are They Different? [Internet]. USA : Yale Medicine. 2021 [updated 2021 July 14; cited 2021 July 16].
    6. Centers for Disease Control and Prevention. Information about the Moderna COVID-19 Vaccine [Internet]. USA : Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [updated 2021 June 11; cited 2021 July 16]. 
    7. US Food and Drug Administration. Moderna COVID-19 Vaccine [Internet]. USA : US Food and Drug Administration. 2021 [updated 2021 July 07; cited 2021 July 16].
    Read More

Showing 21–30 of 70 results

Chat Dokter 24 Jam