Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

TIPS CEGAH ANAK TERINFEKSI DIFTERI

Difteri merupakan penyakit saluran nafas atas yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae. Penyakit ini berbahaya karena menyerang daerah nasofaring (tenggorokan), membentuk selaput semu (pseudomembran) di tenggorokan, menyebabkan penyumbatan saluran napas atas yang mengakibatkan kematian. Difteri juga menyebabkan berbagai komplikasi seperti peradangan pada jantung (miokarditis), gagal ginjal, neuritis, dan tromobositopenia.

Difteri merupakan penyakit yang sangat menular. Bakteri akan dengan mudah menyebar lewat udara dan menginfeksi orang lain. Penularan terjadi lewat udara saat penderita bersin atau batuk.

Gejala penyakit difteri antara lain:

  1. Demam berkisar 380C
  2. Nafsu makan menurun
  3. Lesu
  4. Nyeri tenggorokan dan sakit saat menelan.
  5. Sekret hidung kuning kehijauan dan bisa disertai darah
  6. Muncul tanda khas berupa selaput putih keabu-abuan di tenggorokan atau hidung, yang dilanjutkan dengan pembengkakan leher atau disebut sebagai bull neck.

Pencegahan difteri yang optimal dilakukan dengan pemberian imunisasi sesuai jadwal yang direkomendasikan oleh Kementerian Kesehatan atau Ikatan Dokter Anak Indonesia. Vaksin difteri terbukti aman untuk melindungi dari penyakit difteri yang mematikan. Lengkapi imunisasi difteri anak anda sesuai jadwal rekomendasi sebagai berikut:

USIA VAKSINASI Keterangan
2 bulan DPT Pemberian vaksinasi bisa berupa vaksin kombinasi dengan penyakit lain misalnya kombinasi 5 penyakit (DPT, Hepatitis B, Hib) atau kombinasi 6 penyakit (DPT, Hepatitis B, Hib dan Polio)
3 bulan
4 bulan
18 bulan
5 tahun DT
Lebih dari 7 tahun Td/Tdap

Mungkin beberapa orangtua khawatir akan efek demam setelah vaksinasi DPT. Tahukah anda, bahwa efek demam dihasilkan dari vaksinasi DPwT dimana menggunakan sel utuh dari pertusis. Untuk itu, kini tersedia vaksinasi DPaT yang menggunakan sebagian sel pertusis sehingga mengurangi efek demam pasca penyuntikan.

Difteri sangat mudah menyerang pada orang yang tidak memiliki kekebalan terutama anak-anak. Berikut tips cegah bahaya difteri:

  1. Yuk Bunda, segera cek kelengkapan status imunisasi anak.
  2. Jangan tunda pemberian imunisasi difteri. Anak dengan batuk atau pilek ringan TANPA demam tinggi (hasil pengukuran suhu tubuh < 38oC) TETAP bisa mendapatkan imunisasi difteri sesuai usia.
  3. Jangan lupa siapkan buku imunisasi anak untuk ditunjukkan kepada petugas kesehatan.

Jika ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh!

Info lebih lanjut mengenai vaksinasi, hubungi segera Asisten Kesehatan Maya melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

Referensi:

  1. Amindoni, A. 2017. Wabah difteri di 20 provinsi: Lima hal yang perlu anda ketahui. http://www.bbc.com/indonesia/majalah-42215042
  2. Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI. 2017. Menkes Minta Produksi Vaksin untuk Difteri Dipercepat. http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20171210/3524013/menkes-minta-produksi-vaksin-difteri-dipercepat/
  3. IDAI. 2017. Himbauan IDAI Tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Kasus Difteri. http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/himbauan-idai-tentang-peningkatan-kewaspadaan-terhadap-kasus-difteri
  4. Kemenkes RI. 2017. Meningkatnya Kasus Difteri, 3 Provinsi Sepakat Lakukan Respon Cepat. http://www.depkes.go.id/article/view/17120700003/meningkatnya-kasus-difteri-3-provinsi-sepakat-lakukan-respon-cepat.html

 

WhatsApp Asisten Maya saja