Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Apakah Orang Dewasa Butuh Vaksinasi Difteri?

Difteri merupakan penyakit infeksi saluran napas atas yang disebabkan oleh Corynebacterium diphtheriae. Difteri merupakan penyakit yang sangat menular.

Baca Juga: Bagaimana Aturan Pemberian Vaksinasi Difteri pada Anak?

Penularan terjadi lewat udara saat penderita bersin atau batuk Penyakit ini bisa berbahaya karena menyerang daerah nasofaring (tenggorokan), membentuk selaput semu (pseudomembran) di tenggorokan, menyebabkan penyumbatan saluran napas atas yang dapat mengakibatkan kematian.

Komplikasi dari difteri antara lain peradangan pada jantung (miokarditis), gagal ginjal, neuritis, dan tromobositopenia.

Sebagai respons atas merebaknya kasus difteri di Indonesia pemerintah mengajurkan untuk melakukan vaksinasi difteri sebagai pencegahan. Kejadian ini di respon pemerintah Indonesia melalui ORI (Outbreak Response Immunization) dengan memberikan imunisasi difteri untuk penduduk usia 1-19 tahun yang tinggal di daerah terjangkitnya kasus difteri.

Baca Juga: Yuk, Kita Kenali Dulu Apa Itu Ori Difteri

Walaupun yang diwajibkan oleh pemerintah untuk dilakukan vaksinasi difteri adalah usia 1-19 tahun melalui program ORI, bukan berarti orang dewasa yang berusia lebih dari 19 tahun tidak memerlukan vaksin difteri tersebut. Vaksinasi difteri untuk orang dewasa dapat dilakukan secara mandiri di fasilitas-fasilitas kesehatan.

Vaksinasi difteri untuk orang dewasa diberikan jenis vaksinasi Td atau Tdap. Dilanjutkan dengan pemberian vaksinasi penguat (booster) minimal setiap 10 tahun sekali.

Vaksin Tdap adalah vaksin kombinasi untuk menangkal infeksi tetanus, difteri, dan pertusis (batuk rejan). Tdap terbuat dari bakteri yang sudah diinaktifkan sehingga tidak menimbulkan reaksi sakit.

Sedangkan vaksin Td adalah booster vaksin untuk tetanus dan difteri tanpa komponen pertusis. Pemberian vaksinasi dapat dilakukan kapan saja. Menurut rekomendasi CDC tahun 2013, vaksin ini juga aman diberikan pada usia 65 tahun lebih.

Baca Juga: Serba-serbi Suntik Difteri yang Perlu Diketahui

Sebaiknya orang dewasa yang perlu untuk mendapatkan vaksinasi difteri atau vaksinasi Tdap, terlebih pada kondisi sebagai berikut:

  1. Belum pernah mendapatkan vaksinasi difteri sebelumnya.
  2. Petugas kesehatan yang sering kontak dengan pasien.
  3. Orangtua, kakek, nenek, atau pengasuh bayi yang merawat anak usia di bawah 1 tahun.
  4. Berencana melakukan perjalanan ke daerah yang berpotensi difteri.
  5. Bermukim di wilayah yang terjangkit difteri.
  6. Ibu hamil dengan usia kandungan sekitar 27-36 minggu.

Jika Anda memiliki riwayat alergi atau sedang mengonsumsi obat rutin jangan lupa sampaikan pada petugas kesehatan. Dengan melakukan vaksinasi Anda telah mencegah terjangkitnya penyakit difteri pada diri Anda dan mencegah penularan kepada orang lain di sekitar Anda.

Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Difteri ke Rumah

Bila ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin. Anda bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah loh! Layanan ini mempumyai banyak keunggulan, yaitu:

  • Produk dijamin asli
  • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
  • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
  • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
  • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
  • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi:

  1. Adult Tetanus, Diphtheria, Pertussis (Td, Tdap) Vaccine [Internet]. WebMD. 2017 [cited 9 February 2018]. Available from: webmd.com
  2. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia [Internet]. Depkes.go.id. 2018  Available from: depkes.go.id

 

Chat Asisten ProSehat aja