Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: vaksinasi

Showing 41–50 of 70 results

  • Pemerintah Indonesia sedang gencar memberikan vaksin kepada masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Walaupun tidak banyak, sebagian masyarakat mungkin mengalami efek samping dari vaksin. Salah satu efek samping yang mungkin didapatkan adalah demam. Baca Juga: Sakit Kepala Setelah Vaksinasi Covid-19? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 tidak […]

    Cara Mengatasi Demam Setelah Divaksin Covid-19

    Pemerintah Indonesia sedang gencar memberikan vaksin kepada masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Walaupun tidak banyak, sebagian masyarakat mungkin mengalami efek samping dari vaksin. Salah satu efek samping yang mungkin didapatkan adalah demam.

    demam setelah divaksin

    Baca Juga: Sakit Kepala Setelah Vaksinasi Covid-19? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 tidak menimbulkan efek samping yang serius.

    Dalam Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal (Dirjen) tentang pencegahan dan pengendalian penyakit Kemenkes No. HK. 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19) telah dijelaskan secara umum bahwa, vaksin Covid-19 tidak menimbulkan reaksi pada tubuh ataupun apabila terjadi hanya menimbulkan reaksi yang ringan.

    Vaksinasi memicu perlawanan tubuh akan infeksi dengan menyebabkan sistem kekebalan tubuh penerima bereaksi terhadap antigen yang terkandung di dalam vaksin. Pemberian vaksin ini dapat memicu reaksi lokal atau sistemik (seluruh tubuh), seperti nyeri pada tempat suntikan atau demam. Demam yang terjadi adalah bagian dari respon imun.

    Vaksin yang berkualitas adalah vaksin yang menimbulkan reaksi ringan seminimal mungkin, namun tetap memicu respons imun terbaik. Frekuensi terjadinya reaksi ringan vaksinasi biasanya ditentukan oleh jenis vaksinnya.

    Dalam surat keputusan yang ditetapkan oleh Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Muhammad Budi Hidayat mengatakan, bahwa reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi Covid-19 hampir sama dengan vaksin lainnya.

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, demam adalah efek samping yang umum dari vaksinasi. Jadi, Sahabat Sehat, sangat penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika mengalami demam setelah mendapatkan vaksin Covid-19.

    Alasan Munculnya Demam Setelah Divaksin

    Sahabat Sehat harus tahu, pada awalnya, tubuh belum mengenali virus dan dianggap seperti benda asing. Ketika disuntikkan vaksin, tubuh akan membentuk antibodi/kekebalan tubuh untuk mengenali protein virus.

    Karena sistem kekebalan tubuh dihidupkan oleh vaksin, tubuh akan meresponsnya dengan mengeluarkan mediator radang atau inflamasi yang menyebabkan demam. Terkadang, reaksi tubuh terhadap vaksin ini berbeda-beda, sehingga tidak semua orang yang divaksin akan mengalami demam.

    Tidak Perlu Khawatir

    Sahabat Sehat tidak perlu khawatir jika setelah vaksinasi mengalami demam karena demam pasca vaksinasi dalam konteks efek samping vaksin adalah suatu hal yang normal. Biasanya efek samping pasca vaksin akan cenderung hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Untuk mengatasi reaksi seperti demam, petugas kesehatan biasanya menganjurkan penerima vaksin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, mengompres atau mandi air hangat, dan meminum obat parasetamol sesuai dosis.

    Jangan ragu untuk menghubungi dokter apabila terdapat gejala tambahan, seperti sakit di leher, diare, sesak napas ataupun batuk, atau pun bila Sahabat memiliki beberapa pertanyaan terkait reaksi pasca vaksin.

    Produk Terkait: Jual Obat Batuk

    Istirahat yang Cukup

    Jika Sahabat Sehat mengalami gejala demam setelah divaksin, Sahabat harus bisa memastikan tubuh mendapat waktu tidur dan asupan air yang cukup karena hidrasi dan istirahat yang cukup bisa bermanfaat bagi pasien yang mengalami demam pasca vaksinasi.

    Prof. Dr. Hindra Irawan Satari, Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), pasca vaksin Covid-19 Sinovac, menjawab pertanyaan mengenai laporan efek samping dari beberapa orang seperti demam hingga lemas. Sebagian besar gejala pasca vaksin merupakan gejala ringan, seperti demam, pegal, nyari tempat suntikan, dan kemerahan, yang pada umumnya tidak memerlukan pengobatan.

    Namun, apabila didapatkan reaksi berat pasca vaksin dan sebelumnya memiliki riwayat penyakit komorbid, pasien mungkin perlu rawat inap dan membutuhkan tindakan segera.

    Sahabat Sehat, sekarang sudah paham kan mengapa Sahabat Sehat bisa mengalami demam setelah vaksin. Demam memang efek samping ringan yang umum ditemukan dari vaksin Covid-19.

    Bagi Sahabat Sehat yang memang mengalami efek samping demam karena vaksin Covid-19, tidak perlu khawatir. Sahabat hanya perlu menjaga asupan cairan dan istirahat cukup. Perlu diingat juga, biasanya, efek samping ringan dari vaksin Covid-19 bisa hilang dengan sendirinya hanya dalam waktu beberapa hari.

    Namun, apabila Sahabat Sehat merasa keluhan tidak kunjung hilang atau bertambah berat, Sahabat bisa segera melapor ke dokter dan menceritakan keluhan yang dirasakan.

    Satu hal yang perlu diingat juga, walaupun Sahabat Sehat telah divaksinasi, bukan berarti Sahabat Sehat tidak bisa terpapar Covid-19. Sahabat Sehat harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Pastikan Sahabat Sehat tetap menjaga diri sendiri dan juga keluarga agar terhindar dari virus yang berbahaya ini. Sampai dengan pandemi Covid-19 ini berakhir di Indonesia atau bahkan dunia, Sahabat Sehat baru bisa sedikit melonggarkan kebiasaan-kebiasaan seperti sekarang.

    Terakhir, jangan takut divaksin hanya karena takut terjadi efek samping yang didapat oleh tubuh. Dukung lah pemerintah dalam program vaksinasi Covid-19, agar Indonesia segera bebas dari Covid-19.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi seputar vaksinasi Covid-19 Sahabat bisa mengonsultasikannya pada para dokter di Prosehat melalui layanan konsultasi online. Info lebih lengkap, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Media, K., 2021. 3 Reaksi yang Mungkin Terjadi Setelah Divaksin Covid-19 Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://health.kompas.com/read/2021/01/14/140700468/3-reaksi-yang-mungkin-terjadi-setelah-divaksin-covid-19?page=all[Accessed 20 March 2021].
    2. Astutik, Y., 2021. Dari Demam Hingga Lemas, Ini Efek Samping Pasca Vaksin Covid. [online] news. Available at: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210120132626-4-217424/dari-demam-hingga-lemas-ini-efek-samping-pasca-vaksin-covid. [Accessed 20 March 2021].
    3. Media, K., 2021. Jika Demam Pasca-vaksinasi Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan? Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/02/25/105109320/jika-demam-pasca-vaksinasi-covid-19-apa-yang-harus-dilakukan?page=all. [Accessed 20 March 2021].

     

    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 telah berjalan di Indonesia. Bahkan, saat ini pemerintah sedang gencar melakukan vaksinasi Covid-19 guna mencegah penyebaran virus Covid-19 dan menekan angka pertambahan kasus Covid-19. Bagi Sahabat Sehat yang telah divaksinasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah tentang makanan boleh dan tidak boleh setelah vaksinasi. Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat […]

    Daftar Makanan Boleh dan Tidak Boleh Setelah Vaksinasi Apa Saja?

    Vaksinasi Covid-19 telah berjalan di Indonesia. Bahkan, saat ini pemerintah sedang gencar melakukan vaksinasi Covid-19 guna mencegah penyebaran virus Covid-19 dan menekan angka pertambahan kasus Covid-19.

    Bagi Sahabat Sehat yang telah divaksinasi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, salah satunya adalah tentang makanan boleh dan tidak boleh setelah vaksinasi.

    makanan boleh dan tidak boleh setelah vaksinasi

    Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat Lakukan Saat Sebelum, Selama, dan Sesudah Vaksinasi Covid-19?

    Asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh akan mempengaruhi tingkat efektivitas vaksin yang telah diberikan atau telah masuk ke dalam tubuh.

    Berikut beberapa makanan yang sebaiknya dihindari setelah vaksinasi, agar vaksin tetap bekerja secara efektif

    Minuman bersoda atau manis

    Apabila Sahabat Sehat telah melakukan vaksinasi, Sahabat Sehat disarankan tidak mengonsumsi minuman yang bersoda ataupun manis. Pasalnya, minuman jenis ini tidak memiliki satu pun manfaat bagi kesehatan.

    Bahkan, minuman bersoda dan manis berisiko menambah berat badan, penyakit diabetes, kerusakan pada gigi, pembentukan lemak, kolesterol tinggi, dan masih banyak lagi risiko kesehatan lainnya.

    Minuman beralkohol

    Sahabat Sehat sebaiknya menghindari atau tidak meminum minuman beralkohol setelah divaksinasi. Alkohol dikhawatirkan dapat mempengaruhi respons vaksin dalam membentuk pertahanan melawan virus.

    Sebuah studi pernah menemukan bahwa mengonsumsi alkohol akan berdampak negatif terhadap sistem kekebalan tubuh. Karena itu, setelah Sahabat Sehat melakukan vaksinasi lebih baik jangan dulu atau menghindari minuman beralkohol.

    Makanan cepat saji

    Makanan cepat saji sangat jelas bukan pilihan yang tepat apabila dikonsumsi sehabis vaksin. Makanan cepat saji dibuat melalui proses yang tinggi dengan tambahan lemak jenuh dan juga garam yang tinggi. Sehingga, tidak baik dikonsumsi jika Sahabat Sehat selesai melaksanakan vaksinasi.

    Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    Minuman berenergi

    Minuman berenergi mengandung stimulan, seperti kafein yang bisa membebani kelenjar adrenal dan bersifat adiktif. Bahkan, bukan hanya mengandung stimulan seperti kafein, minuman berenergi biasanya mengandung gula dengan jumlah yang cukup tinggi.

    Makanan olahan

    Makanan olahan bisa didefinisikan sebagai makanan yang telah diubah dari bentuk aslinya atau dilakukan dengan proses pabrik. Makanan seperti ini biasanya dilakukan dengan proses tinggi, yang cenderung dibuat dengan bahan yang tidak sehat, seperti gula dan lemak jenuh.

    Sebagian Sahabat Sehat yang telah melakukan vaksinasi mungkin mengalami efek samping dari vaksin yang didapat. Efek samping tersebut bisa diakibatkan dari peradangan yang terjadi di dalam tubuh karena tubuh bereaksi terhadap protein dan bekerja melawan infeksi yang dirangsang oleh pemberian vaksin. Demam, nyeri lengan, nyeri tubuh, dan pegal merupakan beberapa gejala yang umum ditemukan setelah vaksinasi.

    Dengan demikian, Sahabat Sehat juga juga disarankan untuk mengonsumsi beberapa makanan untuk menambah kekebalan tubuh agar mendukung pemulihan yang cepat.

    Berikut makanan yang sebaiknya dikonsumsi setelah vaksinasi

    Mengonsumsi makanan yang mengandung air tinggi

    Asupan yang mengandung air tinggi sangat penting guna meringankan efek samping setelah vaksin. Jadi, apabila Sahabat Sehat merasa tidak enak badan setelah mendapatkan vaksin Covid-19, makanan yang cocok dikonsumsi adalah makanan yang berkuah atau makanan yang mengandung sayuran seperti kangkung, kacang-kacangan, kentang, dan juga brokoli.

    Jenis sayuran yang disebutkan tersebut diketahui mengandung banyak nutrisi yang membantu meningkatkan kekebalan tubuh.

    Mengonsumsi sup ayam

    Penelitian dalam jurnal Chest membuktikan bahwa sup ayam mengandung anti-inflamasi ringan. Meskipun tidak pasti elemen mana yang bisa membantu dan memiliki efek pengobatan yang bermanfaat, komponen yang ada di dalam sup ayam, seperti ayam, wortel, selederi, peterseli, garam, dan merica diketahui bisa membantu dalam melawan peradangan.

    Sup kaldu tulang

    Sup kaldu tulang mengandung asam amino yang disebut glisin dan arginin, yang memang diketahui memiliki efek anti-inflamasi yang kuat. Jadi, jika Sahabat Sehat tidak ingin makan apa pun, Sahabat Sehat cukup saja menyesap kuah dari kaldu tulang.

    Makanan vegetarian

    Jika Sahabat Sehat adalah orang yang tidak mengonsumsi daging atau biasa disebut vegetarian, Sahabat Sehat bisa mengonsumsi sup yang berisi makanan yang meningkatkan kekebalan tubuh, seperti kangkung, kacang-kacangan, kentang, dan brokoli.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend

    Nah, Sahabat Sehat sudah tahu kan makanan apa saja yang bisa dikonsumsi setelah vaksin dan tidak boleh dikonsumsi setelah vaksin. Mulai sekarang, perhatikan ya, makanan apa saja yang sebaiknya dihindari setelah vaksin.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mencegahnya

    Jangan sampai setelah Sahabat Sehat melakukan vaksin, bukan kekebalan tubuh yang didapat, tetapi mengakibatkan sakit. Jangan lupa juga, walaupun Sahabat Sehat telah divaksinasi, tetap patuhi protokol kesehatan, karena vaksinasi bukan berarti tidak akan terpapar Covid-19.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut seputar vaksinasi Covid-19, silakan konsultasikan secara online dengan dokter-dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Republika Online. 2021. Ini Makanan yang Direkomendasikan Usai Vaksin Covid-19 Republika Online. [online] Available at: https://www.republika.co.id/berita/qpnnfb423/ini-makanan-yang-direkomendasikan-usai-vaksin-covid19-part1 [Accessed 20 March 2021].
    2. Media, K., 2021. Tidak Enak Badan Usai Dapat Vaksin Covid-19, Coba Konsumsi Makanan Ini Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://health.kompas.com/read/2021/03/05/180800868/tidak-enak-badan-usai-dapat-vaksin-covid-19-coba-konsumsi-makanan-ini?page=all [Accessed 20 March 2021].
    3. Kusumo, R., 2021. Catat! 5 Makanan yang ‘Diharamkan’ Setelah Vaksin Corona. [online] lifestyle. Available at: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20210314133427-33-229981/catat-5-makanan-yang-diharamkan-setelah-vaksin-corona [Accessed 20 March 2021].
    Read More
  • Ancaman kematian tertinggi di dunia adalah Virus Covid-19, tetapi masih banyak sekali masyarakat yang menganggap remeh virus ini, sementara pemerintah sudah berupaya keras mencegah dan menangani virus dengan berbagai cara termasuk mengedarkan vaksin Covid-19 secara massal walaupun masih dalam tahap percobaan. Baca Juga: Yuk, Sahabat, Ketahui dan Waspadai Mitos Vaksin Covid-19 Berikut! Vaksin COVID-19 sudah […]

    Yuk, Sahabat, Perhatikan Fakta vaksin COVID-19 Berikut!

    Ancaman kematian tertinggi di dunia adalah Virus Covid-19, tetapi masih banyak sekali masyarakat yang menganggap remeh virus ini, sementara pemerintah sudah berupaya keras mencegah dan menangani virus dengan berbagai cara termasuk mengedarkan vaksin Covid-19 secara massal walaupun masih dalam tahap percobaan.

    fakta vaksin Covid-19, fakta vaksin Corona

    Baca Juga: Yuk, Sahabat, Ketahui dan Waspadai Mitos Vaksin Covid-19 Berikut!

    Vaksin COVID-19 sudah melalui banyak tahap uji klinis dan ditangani dengan ribuan relawan untuk menciptakannya. Namun, tak sedikit masyarakat yang masih menanyakan keefektifan vaksin, keamanan, dan standar pembuatannya.

    Para ahli memberikan pesan untuk meninggalkan informasi yang tidak masuk akal dan merugikan diri sendiri sehingga dampaknya besar karena menganggap remeh virus COVID-19.

    Beberapa fakta vaksin COVID-19

    1. Efek samping vaksin 

    Setelah tenaga kesehatan mendapatkan vaksin, beberapa ada laporan mengenai efek samping vaksin COVID-19 yang merasakan seperi lemas, nyeri, ngantuk, nafsu makan bertambah dan juga demam, reaksi tubuh ini dianggap wajar karena adanya suatu reaksi dalam pembentukan sistem imunitas tubuh.

    Laporan tersebut termasuk laporan efek samping ringan dan tidak ada efek samping yang membutuhkan perawatan intensif atau berat, jadi efek samping dari vaksin COVID-19 itu hal yang wajar karena reaksi tubuh merespon vaksin untuk pembentukkan imunitas tubuh.

    2. Vaksin diuji ketat

    Setiap vaksin telah melakukan evaluasi keamanan, tujuan vaksin di uji klinis adalah keamanan nomer satu untuk manusia yang meliputi komponen, bahan kandungan serta dosisnya diperhatikan secara intensif dan sangat detail. Sebelum vaksin dilakukan ke manusia, vaksin sudah melalui percobaan pada hewan, setelah itu vaksin dilakukan ke puluhan ribu manusia hingga mendapatkan izin untuk digunakan kepada masyarakat.

    Pelaksanaan uji klinis ini sesuai dengan standar pelaksanaan yang ketat dan sesuai aspek ilmiah, menjunjung tinggi penelitian dan keamanan sehingga tidak ada reaksi yang berlebih setelah di vaksinisasi.

    3. Vaksin tidak mengandung sel vero

    Sebagian masyarakat mengira bahwa vaksin COVID-19 mengandung sel vero yang kabarnya haram. Padahal, sel vero digunakan hanya sebagai media kultur untuk tumbuh kembangnya virus sebagai bahan baku vaksin.

    Baca Juga: Penggunaan mRNA dalam Vaksin Corona untuk Mencegah Kanker

    Setelah mendapatkan cukup banyak virus, virus akan dipisahkan dengan media pertumbuhan kemudian dimatikan dan dijadikan vaksin, jadi sel vero tidak akan terbawa dalam proses akhir atau final pembuatan vaksin.

    4. Vaksin yang sudah diedarkan sudah melalui tahap uji klinis

    Informasi yang benar mengenai vaksin COVID-19 yang diedarkan sudah melalu tahap uji klinis dan sudah dalam persetujuan BPOM. Jadi, program vaksinisasi ini bukan untuk tahap uji klinis, akan tetapi sudah melalui uji klinis.

    5. Vaksin aman dan halal

    Vaksin COVID-19 sama sekali tidak mengandung virus yang hidup di dalamnya maupun dilemahkan, vaksin ini sudah lulus uji klinis artinya dalam standar keamanannya sudah dipastikan aman dan halal, bahan kandungan yang ada di dalam vaksin tidak mengandung boraks, formalin, merkuri dan pengawet.

    6. Distribusi vaksin akan selesai dengan waktu 15 bulan

    Pemerintah akan menyelesaikan vaksinasi ke seluruh masyarakat Indonesia hingga ke pelosok dalam jangka waktu 15 bulan, sedangkan untuk distribusi vaksin COVID-19 ke seluruh dunia memakan waktu 3,5 tahun. Jadi untuk masyarakat Indonesia, perlu sekali mengamati Informasi secara cerdas dan tuntas ya.

    7. Tahapan target penerima vaksin

    Pemerintah telah mengatur menyebaran vaksinasi kepada seluruh masyarakat, namun pemerintah tidak bisa menyebarkan vaksinasi dalam satu waktu ke seluruh masyarakat Indonesia.

    Karena itu, dibuat program secara bertahap dan mengutamakan yang diprioritaskan seperti tenaga kesehatan, tenaga publik, dan masyarakat yang berisiko besar terinfeksi virus COVID-19 dengan penyakit penyerta, masyarakat yang gampang tertular.

    Baca Juga: Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

    Tahapan vaksinasi virus COVID-19 ada dua:

    Periode pertama, akan dimulai dari Januari 2021 sampai dengan April 2021

    • 1,3 juta vaksin COVID-19 untuk Tenaga kesehatan
    • 17,4 juta vaksin untuk tenaga publik yang tidak bisa menjaga jarak secara efeketif
    • 21,5 juta vaksin untuk lansia yang berusia di atas 60 tahun

    Periode kedua, akan dimulai dari April 2021 hingga Maret 2022

    • 63,9 juta vaksin untuk masyarakat dengan risiko besar penularan tertinggi dari segi ekonomi maupun sosial
    • 77,4 juta vaksin untuk masyarakat umum dengan pendekatan kluster sesuai dengan ketersediaan vaksin

    Program vaksinasi ini sudah dilakukan secara bertahap dan berharap dapat membentuk herd immunity. Kementerian Kesehatan melaporkan dan mencatat sebanyak 149.242 orang sudah di vaksin dari target vaksin 181.554.465 penduduk Indonesia yang akan di vaksin berumur di atas 18 tahun.

    Namun, dikarenakan jumlah ketersediaan vaksin COVID-19 ini terbatas dan bertahap ,maka dilakukan vaksinasi dahulu atau memprioritaskan sumber daya manusia (SDM), yaitu tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, dan tenaga penunjang yang bekerja di pelayanan kesehatan.

    Banyak masyarakat awam terpengaruh dengan informasi-informasi yang salah dan tidak masuk akal, sebagian masyarakat bahkan banyak yang meragukan vaksin COVID-19 dari standar keamanan, kemanjuran vaksin. Padahal vaksin ini sendiri bisa mencegah berbagai penyakit juga seperti vaksin lainnya, yaitu BCG, Polio, Hepatitis B, Campak, Rubela, Hib, PCV, Influenza, Dengue, HPV.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi ke Rumah

    Vaksin merupakan salah satu cara kita untuk menghindari agar tidak terinfeksi dari virus yang berbahaya, akan tetap antisipasi dalam menjaga protokol kesehatan tetap harus diterapakan setelah divaksinisasi bukan berarti Sahabat tidak bisa tertular atau terinfeksi ya, tetap menjalankan 3M (Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan).

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksin Covid-19, Sahabat bisa berkonsultasi dengan para dokter di Prosehat selama 24 jam. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Ini Fakta Penting Vaksin COVID-19 – DPPKBPMD Bantul [Internet]. Dppkbpmd.bantulkab.go.id. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://dppkbpmd.bantulkab.go.id/ini-fakta-penting-vaksin-covid-19/
    2. Anindita K. Fakta-fakta Vaksinasi COVID-19 RI, Efek Samping hingga Alasan Ada yang Batal [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5347008/fakta-fakta-vaksinasi-covid-19-ri-efek-samping-hingga-alasan-ada-yang-batal
    3. COVID-19 W. Mitos Vaksin Salah, Faktanya Vaksin Aman – Berita Terkini | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/mitos-vaksin-salah-faktanya-vaksin-aman

     

    Read More
  • Beberapa negara sudah mengupayakan berbagai pencegahan virus Covid-19, termasuk pemerintah Indonesia berencana akan memulai penyuntikan vaksinasi di bulan Januari 2020. Vaksin COVID-19 yang akan tiba di Indonesia disebut dapat melindungi diri dari virus dengan tahap pertama penyuntikan ditujukan pada petugas kesehatan. Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19 Sebagian masyarakat sentimen dengan kabar […]

    Yuk, Sahabat, Ketahui dan Waspadai Mitos Vaksin COVID-19 Berikut!

    Beberapa negara sudah mengupayakan berbagai pencegahan virus Covid-19, termasuk pemerintah Indonesia berencana akan memulai penyuntikan vaksinasi di bulan Januari 2020. Vaksin COVID-19 yang akan tiba di Indonesia disebut dapat melindungi diri dari virus dengan tahap pertama penyuntikan ditujukan pada petugas kesehatan.

    mitos vaksin covid-19, mitos vaksin Corona

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19

    Sebagian masyarakat sentimen dengan kabar vaksin COVID-19 dan mempertanyakan keefektifan vaksin COVID-19, praktik keamanannya, standar keamanannya dan tujuan dari vaksin tersebut karena sering mendapatkan informasi yang salah dan beredar di media.

    Padahal sangat penting untuk mencari tahu secara detail, membaca dan menyaring terlebih dahulu informasi mengenai vaksin Corona. Beredarnya mitos  vaksin COVID-19 ini menjadi penghambat rencana pemerintah dalam mengantisipasi virus yang terus merajalela.

    Beberapa mitos vaksin COVID-19 yang tidak perlu Sahabat percaya!

    1. Isu halal/haramnya vaksin

    Isu halal/haramnya vaksin hanya terjadi pro dan kontra di Indonesia, vaksin sama sekali tidak mengandung bagian dari babi. Pemicunya adalah ada kandungan Trypsin yang dipinjam dalam enzim babi untuk hasil akhir yang lebih baik, agar dapat komponen vaksin maksimal.

    Padahal enzim akan dimurnikan kembali agar komponen sementara tidak ikut masuk pada vaksin yang telah steril, apabila jika ada komponen sementara yang ikut masuk ke dalam vaksin, maka hasil akhir produksi hanya virus saja yang masuk ke vaksin tersebut.

    Faktanya, MUI sudah menyatakan bahwa vaksin COVID-19 halal. Artinya, vaksin COVID-19 steril dan tidak membawa bagian dari babi sekecil apa pun.

    2. Menyebabkan autisme

    Thimerosal adalah salah satu bahan kandungan yang digunakan untuk vaksin COVID-19. Sebelumnya, thimerosal pernah dihapuskan oleh Amerika Serikat karena takut kandungannya dapat memicu penyebab autisme.

    Baca Juga: Apakah Benar Imunisasi MMR Menyebabkan Autisme?

    Setelah dihapus dan bahan ini tidak digunakan lagi, faktanya kategori autisme di Amerika Serikat sama sekali tidak menurun. Masyarakat perlu tahu bahwa bahan thimerosal digunakan pada vaksin sebagai bahan pengawet vaksin.

    3. Dapat mengubah DNA

    Vaksin COVID-19 berbasis Vaksin MRNA berfungsi untuk menginstruksi pembuatan protein dalam tubuh dan kemudian sistem kekebalan alami akan meresponsnya.

    Kebanyakan vaksin dikembangkan memang untuk membuat dan memberikan protein dalam tubuh atau memberikan komponen kecil dari virus yang kita coba untuk vaksin. Jadi MRNA tidak mengubah DNA sel manusia ya.

    4. Mempengaruhi fertilitas

    Banyak kabar yang memberikan informasi salah tentang vaksin COVID-19 ini mengganggu fertilitas atau kesuburan untuk memiliki keturunan, padahal vaksin yang diberikan sama sekali tidak menyebabkan infertilitas.

    Baca Juga: Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    5. Memiliki zat yang berbahaya

    Vaksin yang telah diedarkan ke masyarakat secara massal harus sudah memenuhi syarat keamanan bahan produksinya, efektif, efisien dalam biaya dan stabil.

    Berarti jika vaksin sudah beredar massal dan pemerintah sudah mulai menyuntikkan vaksin COVID-19 ke beberapa masyarakat, terutama masyarakat yang diprioritaskan di Indonesia,  vaksin tersebut sudah di bawah montoring atau sudah BPOM.

    Apabila ada bahan yang memiliki efek samping yang tidak diinginkan sewaktu-waktu vaksin tersebut akan ditarik massal secara paksa.

    6. Vaksin tidak dipercaya, karena memproduksinya dalam waktu cepat

    Para ahli dalam dan 1.000 relawan membuat vaksin covid melalui uji klinis beberapa kali. Dalam tahap uji klinis terakhir vaksin Pfizer-BioNtech dan Moderna ditemukan 95% dan 94,1% efektif masing-masing vaksin dalam mencegah infeksi virus COVID-19 yang sangat parah.

    Baca Juga: BPOM Resmi Keluarkan Penggunaan Izin Darurat untuk Vaksin AstraZeneca

    Vaksin yang dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca juga memiliki kemanjuran dalam mencegah virus COVID-19 sebanyak 70%. Jadi, pembuatan vaksin ini, melalu beberapa tahap produksi dan uji klinis yang sangat intensif, ketat dan tidak asal-asalan.

    7. Menularkan virus COVID-19

    Pengetahuan vaksin Universitas Oxford sudah menjelaskan bahwa vaksin Oxford dan AstraZeneca memproduksi vaksin dengan bahan aktif dari adenovirus yang sudah dimodifikasi.

    Virus ini berguna untuk mengirimkan kode genetik untuk protein lonjakan COVID-19. Jadi virus yang ada di dalam vaksin itu tidak mengandung virus hidup dan diproduksi, baik dari Pfizer-BioNtech maupun Moderna.

    8. Setelah divaksin, bebas dari protokol kesehatan

    Kemungkinan besar setelah divaksin akan tetap bisa terinfeksi virus COVID-19. Karena itu, tetap waspada dan jangan menyepelekan protokol kesehatan.

    Vaksin COVID-19 berpengaruh manjur sebanyak 70%. Artinya, Sahabat akan tetap bisa terinfeksi virus COVID-19 dan bukan berarti virus COVID-19 tidak bisa masuk dalam tubuh atau mati, semua tergantung kondisi tubuh atau imunitas masing-masing.

    Baca Juga: Mengapa Tubuh Masih Terpapar Virus Meski Sudah Divaksin?

    Para ahli harus memberikan klarifikasi langsung dan pemahaman awam kepada masyarakat berupaya untuk menghindari informasi mitos seputar vaksin yang salah dan tidak masuk akal, karena masih ada sedikit dari masyarakat yang meragukan keamanan dalam vaksin COVID-19 tersebut yang masih dalam tahap percobaan.

    Mitos seputar vaksin masih banyak sekali beredar di kalangan masyarakat, dan masyarakat harus pandai-pandai memilah informasi secara detail dan masuk akal, tinggalkan informasi yang tidak masuk akal dan harap berhati-hati untuk menyebarkan informasi yang tidak pasti.  

    Produk Terkait: Chat Dokter 24 Jam

    Untuk informasi mengenai vaksin ini Sahabat bisa konsultasi langsung dengan para dokter di Prosehat selama 24 jam. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. COVID-19 W. Mitos Vaksin Salah, Faktanya Vaksin Aman – Berita Terkini | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/mitos-vaksin-salah-faktanya-vaksin-aman
    2. 5 Mitos vs Fakta Seputar Vaksin Covid-19 | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20210108/106/1340298/5-mitos-vs-fakta-seputar-vaksin-covid-19
    3. Azizah K. Vaksinasi COVID-19 Sebentar Lagi, Mitos Soal Vaksin Ini Tak Perlu Dipercaya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5214208/vaksinasi-covid-19-sebentar-lagi-mitos-soal-vaksin-ini-tak-perlu-dipercaya
    4. Mitos Vaksin Covid-19: Ubah DNA Manusia hingga Menularkan Virus [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4465139/mitos-vaksin-covid-19-ubah-dna-manusia-hingga-menularkan-virus
    5. Media K. Perlu Tahu, Ini Penjelasan WHO soal Mitos dan Fakta Vaksin Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/08/190300365/perlu-tahu-ini-penjelasan-who-soal-mitos-dan-fakta-vaksin-covid-19?page=all

     

    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 sudah dilakukan beberapa negara termasuk Indonesia pada awal tahun 2021. Beberapa melaporkan adanya efek samping yang dialami setelah divaksin, seperti demam dan sakit kepala. Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19 Satuan Tugas Covid-19 menjelaskan bahwa efek samping yang dapat dialami beragam dan umumnya bersifat ringan seperti demam, nyeri otot, dan ruam. […]

    Sakit Kepala Setelah Vaksinasi Covid-19? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Vaksinasi Covid-19 sudah dilakukan beberapa negara termasuk Indonesia pada awal tahun 2021. Beberapa melaporkan adanya efek samping yang dialami setelah divaksin, seperti demam dan sakit kepala.

    sakit kepala setelah vaksinasi Covid-19

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Satuan Tugas Covid-19 menjelaskan bahwa efek samping yang dapat dialami beragam dan umumnya bersifat ringan seperti demam, nyeri otot, dan ruam.

    Penyebab Munculnya Sakit Kepala Setelah Divaksin

    Sakit kepala yang muncul setelah divaksin adalah merupakan efek samping ringan, hal ini  dikarenakan sistem kekebalan tubuh mengira adanya patogen yang masuk ke tubuh saat vaksin disuntikkan.

    Dilaporkan, hal ini sering dialami saat menerima vaksin dosis kedua karena antibodi yang dihasilkan setelah dosis pertama meningkatkan respons terhadap suntikan vaksin kedua. Hal ini berakibat tubuh mengalami reaksi yang lebih kuat dari sebelumnya.

    Merek Vaksin Apakah yang Dapat Menyebabkan Sakit Kepala Ini?

    Semua merek vaksin yang telah diproduksi dan digunakan, baik Pfizer maupun Sinovac, berpeluang untuk mengalami efek samping tersebut.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Apakah Terasa Mengganggu?

    Meskipun ringan, efek samping seperti sakit kepala dapat terasa mengganggu. Terutama jika Sahabat yang mengalaminya memiliki riwayat penyakit kronis seperti tumor otak, meningitis, dan stroke. Tentu saja hal tersebut akan mengganggu aktivitas sehari-hari sehingga memerlukan penanganan secara medis.

    Lalu Bagaimana Cara Mengatasinya?

    Ada beberapa cara untuk mengatasi sakit kepala yang Sahabat alami setelah divaksin Covid-19, yaitu:

    Menggunakan Pengobatan Rumahan

    Jika Sahabat tidak menyukai pil atau kapsul, Sahabat dapat melakukan pengobatan awal dengan menggunakan kantong es atau kompres dingin yang diletakkan di atas kepala. Selain itu, hal ini juga dapat mengatasi pembengkakan setelah vaksinasi.

    Mengonsumsi Makanan Alami

    Sahabat dapat mengkonsumsi sayur berdaun hijau serta obat herbal alami seperti rempah jahe, kopi atau menggunakan terapi minyak esensial. Hindari makanan kaya histamin yang dapat memicu reaksi alergi.

    Produk Terkait: Jual Herbadrink Sari Jahe 22 gram

    Kurangi Konsumsi Alkohol

    Kurangi konsumsi alkohol atau sama sekali tidak konsumsi alkohol karena diketahui merupakan salah satu pemicu sakit kepala.

    Cuti

    Sahabat dapat mempertimbangkan cuti setelah melakukan vaksinasi untuk membantu tubuh beristirahat dan pulih dengan baik.

    Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter?

    Apabila sakit kepala yang Sahabat alami tak tertahankan lagi dan tidak mereda dengan berbagai cara di atas, Sahabat diharapkan segera berkonsultasi ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    Baca Juga: Apa yang Perlu Sahabat Lakukan Sebelum, Selama, dan Sesudah Vaksinasi Covid-19?

    Itulah mengenai sakit kepala yang dapat dialami setelah menjalani vaksin Covid-19. Meski demikian, Sahabat tetap harus menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan air bersih mengalir, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan membatasi mobilisasi atau interaksi), serta menerapkan PHBS (perilaku hidup bersih dan sehat). Jangan lupa untuk melakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Vaksin Covid-19 Sebabkan Sakit Kepala, Begini Cara Mengatasinya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/03/07/101000968/vaksin-covid-19-sebabkan-sakit-kepala-begini-cara-mengatasinya?page=all
    2. Mediatama G. Inilah dua efek samping vaksin Covid-19 yang sering terjadi, kenali solusinya [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/inilah-dua-efek-samping-vaksin-covid-19-yang-sering-terjadi-kenali-solusinya?page=all
    3. COVID-19 W. Tanya Jawab | Covid19.go.id [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://covid19.go.id/tanya-jawab?search=Apakah%20terdapat%20efek%20samping%20dari%20pemberian
    4. Media K. Jangan Sepelekan, Ini 5 Penyakit Kronis yang Ditandai Sakit Kepala Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 9 March 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/09/26/120600468/jangan-sepelekan-ini-5-penyakit-kronis-yang-ditandai-sakit-kepala?page=all
    Read More
  • Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease (Covid-19), Indonesia menetapkan beberapa jenis vaksin yang bisa digunakan di Indonesia. Namun kenyataannya, tidak semua orang bisa mendapatkan vaksin berbayar. Masyarakat juga perlu mengetahui harga vaksin Covid-19. Salah satu faktor dalam keberhasilan vaksinasi global adalah harga vaksin yang […]

    Berikut Harga Vaksin Covid-19 yang Perlu Sahabat Ketahui

    Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease (Covid-19), Indonesia menetapkan beberapa jenis vaksin yang bisa digunakan di Indonesia.

    Namun kenyataannya, tidak semua orang bisa mendapatkan vaksin berbayar. Masyarakat juga perlu mengetahui harga vaksin Covid-19. Salah satu faktor dalam keberhasilan vaksinasi global adalah harga vaksin yang diakses  seluruh masyarakat di dunia.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Harga vaksin Covid-19 yang berbeda disebabkan oleh berbagai faktor. Seperti biaya teknologi, jumlah pendanaan publik, jaringan produksi perusahaan, dan lainya.

    harga vaksin covid-19, harga vaksin corona

    Pemerintah juga akan mengeluarkan biaya lanjutan untuk distribusi dan administrasi program vaksinasi Covid-19. Negara perlu memiliki mekanisme yang baik dan target agar vaksin Covid-19 dapat menjangkau seluruh masyarakatnya, baik untuk masa sekarang atau untuk jangka panjang.

    Sama seperti dengan berbagai negara di seluruh belahan dunia, Indonesia sudah mulai melakukan vaksinasi Covid-19 guna mencegah penyebaran Covid-19. Namun, vaksin memiliki banyak jenis dan setiap jenis vaksin memiliki harga yang berbeda. Berikut harga vaksin Covid-19:

    Vaksin Bio Farma

    Bio Farma pernah menyampaikan harga vaksin Covid-19 sekitar US$5 hingga US$10 per dolar AS atau setara dengan Rp70.660 ribu hingga Rp141.320 per dosisnya. Namun, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, harga vaksin Covid-19 akan dijual sekitar Rp 200.000.

    Namun, perseroan hanya akan mengusulkan harga pokok produksi (HPP) vaksin kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dan Kemenkes nantinya yang akan menetapkan harga.

    Vaksin AstraZeneca

    Harga vaksin Covid-19 AstraZeneca diperkirakan memiliki harga sebesar US$ 3 hingga US$ 4 atau setara Rp 56.528 hingga Rp 70.660 per dosisnya. Produsen obat asal Inggris pernah menyatakan bahwa vaksin ini memiliki tingkat efektivitas sebesar 90%. Dan Indonesia telah memesan vaksin yang dikembangkan bersama Universitas Oxford.

    Vaksin ini dibuat dengan teknologi yang memanfaatkan virus penyebab pilek (adenovirus) dari simpanse yang sudah dimodifikasi. Virus tersebut mirip seperti SARS-COV-2 yang menyebabkan terjadi Covid-19, namun tidak bisa menyebabkan penyakit.

    Vaksin Sinopharm

    Vaksin yang berasal dari Cina memiliki harga sebesar 1.000 yuan Cina atau setara dengan Rp 2,15 juta untuk dua kali suntikan vaksin. Harga vaksin ini bisa dibilang paling mahal, dibandingkan harga vaksin Covid-19 yang lainnya.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

    Vaksin Moderna

    Vaksin yang memiliki tingkat efektivitas sebesar 94,5 persen memiliki harga sebesar US$32 sampai US$37 per dosisnya atau setara dengan Rp452.224 ribu hinga Rp522.884 ribu per dosisnya. Perlu diketahui, vaksin ini merupakan salah satu vaksin yang memiliki pengembangan yang cukup signifikan. Vaksin yang dibuat dengan teknologi RNA mengharuskannya disimpan pada suhu minus 20 derajat celcius.

    Vaksin Pfizer Inc-BioNtech

    Pfizer bekerja sama dengan BioNtech merupakan perusahaan Amerika Serikat (AS) yang pertama mengklaim kefektivitasan dari vaksin ini lebih dari 90 persen. Karena menggunakan teknologi RNA, vaksin ini harus disimpan dalam suhu minus 70 sampai 80 derajat Celcius. Harga vaksin Covid-19 ini dibanderol sebesar US$20 per dosis atau Rp 282.640 per dosisnya.

    Vaksin ini awalnya merupakan satu-satunya vaksin yang mendapat izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dan vaksin ini dibuat dengan teknologi messenger RNA (Mrna), vaksin yang tidak mengandung virus hidup.

    Vaksin Sinovac

    Vaksin Sinovac berasal dari perusahaan farmasi yang berada di Cina. Dan vaksin ini merupakan vaksin Covid-19 yang pertama kali mendarat di Indonesia dan dipakai untuk memulai program vaksinasi bagi masyarakat Indonesia. Harga vaksin Covid-19 ini adalah sebesar US$10 sampai US$20 atau sekitar Rp 141.320 sampai Rp282.640 per dosisnya.

    Vaksin Sinovac ini dibuat dengan teknologi inactivated virus atau memanfaatkan virus yang sudah dilemahkan. Alasan pemerintah Indonesia menggunakan vaksin Sinovac adalah dengan tujuan tidak memberatkan pemerintah, karena harganya masih kisaran Rp 200.000 saja.

    Vaksin Novavax

    Vaksin buatan perusahaan AS disebut-sebut juga akan digunakan di Indonesia. Harga vaksin Covid-19 ini memiliki harga sekitar US$16 atau Rp225.000 per dosisnya. Vaksin ini dibuat dengan memanfaatkan sebagian kecil protein dari virus Corona yang dipakai untuk menginfeksi sel.

    Nah, Sahabat Sehat kini sudah mengetahui kan berbagai harga vaksin Covid-19. Perlu diketahui walaupun Sahabat Sehat sudah melakukan vaksinasi Covid-19, kalian harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Seperti menerapkan 5M, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan. Serta tidak lupa menerapkan juga 2I, yaitu Imun dan Iman.

    Karena, guna atau fungsi dari vaksin Covid-19 bukanlah membuat seseorang menjadi kebal dan akan terhindar dari paparan virus Covid-19. Fungsi vaksin Covid-19 adalah untuk membentuk imun kekebalan suatu kelompok. Jadi, apabila semakin banyak orang yang divaksin, semakin banyak juga manusia yang tingkat kekebalannya bertambah dan semakin sedikit yang terpapar.

    Baca Juga: Vaksin Merah Putih Sudah Sampai Mana Perkembangannya?

    Diharapkan, Indonesia beserta negara lain yang ada di dunia bisa segera mensukseskan vaksinasi Covid-19, sehingga tercipta kekebalan kelompok dan semakin sedikit orang yang terpapar Covid-19 dan kurva Covid-19 mulai melandai.

    Setelah sebagian besar masyarakat di suatu negara sudah melakukan vaksinasi Covid-19, maka semakin lama, perlahan-lahan negara bahkan dunia bisa kembali normal. Asalkan dengan catatan, semuanya bisa terjadi apabila manusia tertib dengan peraturan yang ada sekarang. Serta mendukung penuh program vaksin Covid-19. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksin Covid-19 seperti konsultasi dengan dokter, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Indonesia, C., 2021. Daftar Estimasi Harga Vaksin Corona di Indonesia. [online] ekonomi. Available at: <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201208133713-92-579366/daftar-estimasi-harga-vaksin-corona-di-indonesia> [Accessed 25 February 2021].
    2. Media, K., 2021. 75 Juta Orang Harus Bayar Sendiri, Ini Rincian Harga Vaksin Corona Indonesia Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/12/072500665/75-juta-orang-harus-bayar-sendiri-ini-rincian-harga-vaksin-corona-indonesia?page=all> [Accessed 25 February 2021].
    3. Bisnis.com. 2021. 4 Tantangan Utama Menghentikan Pandemi Covid-19 | Lifestyle – Bisnis.com. [online] Available at: <https://lifestyle.bisnis.com/read/20210222/106/1359436/4-tantangan-utama-menghentikan-pandemi-covid-19> [Accessed 25 February 2021].
    4. Anwar, F., 2021. Update 5 Jenis Vaksin COVID-19 dan Harganya di Indonesia. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5349076/update-5-jenis-vaksin-covid-19-dan-harganya-di-indonesia> [Accessed 25 February 2021].
    Read More
  • Pandemi Covid-19 masih terus terjadi di seluruh dunia. Bahkan makin hari, jumlah orang yang terpapar masih terus meningkat. Begitupun juga dengan kematian akibat Covid-19. Guna mencegah semakin banyaknya orang yang terpapar Covid-19, Indonesia dan negara di seluruh dunia memberikan vaksin kepada warga negaranya. Namun, ternyata tidak semua orang bisa menerima vaksin. Skrining penerima vaksin dilakukan […]

    Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

    Pandemi Covid-19 masih terus terjadi di seluruh dunia. Bahkan makin hari, jumlah orang yang terpapar masih terus meningkat. Begitupun juga dengan kematian akibat Covid-19. Guna mencegah semakin banyaknya orang yang terpapar Covid-19, Indonesia dan negara di seluruh dunia memberikan vaksin kepada warga negaranya. Namun, ternyata tidak semua orang bisa menerima vaksin. Skrining penerima vaksin dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan oleh penerima vaksin.

    syarat penerima vaksin covid-19, syarat penerima vaksin corona

    Baca Juga: Bolehkah Menerima Vaksinasi Lain Setelah Vaksinasi Virus Corona?

    Berikut adalah beberapa syarat penerima vaksin:

    Tidak memiliki penyakit

    Sebelum melakukan vaksin, biasanya penerima vaksin melakukan screening atau penapisan. Dalam screening tersebut, penerima yang memiliki penyakit gejala infeksi saluran pernapasan (ISPA) seperti batuk, pilek, dan sesak napas dalam tujuh hari terakhir, tidak bisa melakukan vaksinasi. Atau dalam hal lain, disebut juga sebagai penyakit yang pernah diderita orang yang terpapar Covid-19.

    Kemudian, apabila penerima vaksin sedang mendapatkan terapa aktif jangka panjang terhadap kelainan jantung atau gagal jantung atau penyakit jantung koroner. Penyakit autoimun sistemi seperti SLE atau lupus, sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya.

    Penyakit ginjal kronis atau sedang menjalani hemodialysis atau dialysis peritoneal atau transplantasi ginjal atau sindroma nefrotik dengan kortikosteroid Reumatik autoimun atau rhematoid arthritis Penyakit saluran pencernaan kronis Penyakit hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun. Tidak bisa memenuhi syarat penerima vaksin.

    Memiliki penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais atau defisiensi imun, dan penerima produk darah atapun transfusi. Apabila Sahabat Sehat memiliki salah satu penyakit yang telah disebutkan di atas, Sahabat Sehat tidak memenuhi syarat sebagai penerima vaksin.

    Tidak sedang hamil

    Bagi para ibu hamil, vaksinasi masih harus ditunda dulu sampai dengan setelah melahirkan. Atau apabila ingin berniat hamil, Sahabat Sehat bisa melakukan perencanaan kehamilannya setelah mendapatkan vaksinasi kedua Covid-19. Agar Sahabat Sehat bisa memenuhi syarat penerima vaksin.

    Baca Juga: Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    Beberapa sumber ada yang bilang ibu menyusui bisa melakukan vaksinasi Covid-19. Namun, beberapa sumber juga ada yang bilang bahwa ibu menyusui tidak bisa melakukan vaksinasi. Persyaratan tersebut rupanya terus dilakukan pembaruan. Dan syarat terbarunya adalah, ibu menyusi boleh melakukan vaksinasi Covid-19.

    Tidak kontak erat dengan pasien Covid-19

    Syarat penerima vaksin selanjutnya adalah calon penerima vaksin, tidak bisa memenuhi syarat penerima vaksin apabila melakukan kontak erat dengan pasien, suspek, konfirmasi Covid-19. Dan calon penerima vaksin harus memiliki kategori, dalam satu rumah tidak ada yang sedang dalam kondisi Covid-19.

    Memiliki suhu tubuh di bawah 37,5 derajat Celcius

    Apabila calon penerima vaksin saat pengukuran suhu tubuh memiliki suhu di atas 37,5 derajat celcius, maka vaksinasi Covid-19 harus ditunda sampai calon penerima vaksin dinyatakan sembuh. Karena hal tersebut merupakan hal yang dasar syarat penerima vaksin.

    Selain itu, penundaan vaksinasi Covid-19 akan ditunggu sampai terbukti calon penerima vaksin tidaklah menderita Covid-19. Serta akan dilakukan skrining ulang pada saat kunjungan berikutnya untuk memenuhi syarat penerima vaksin.

    Penderita Diaberes Mellitus (DM)

    Apabila penderita diabetes mellitus (DM) tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen, bisa diberikan vaksinasi.

    Produk Terkait: Lawan Diabetes

    Penderita HIV

    Para penderita HIV bisa saja menerima vaksin Covid-19. Namun apabila penderita HIV memiliki angka CD4 di bawah 200 atau tidak diketahui, maka vaksinasi Covid-19 tidak bisa diberikan.

    Penyakit Paru

    Jika calon penerima vaksinasi memiliki penyakit paru seperti, asma, PPOK atau TBC maka vaksinasi harus ditunda sampai kondisi pasien terkontrol dengan baik. Sedangkan khusus pasien TBC dalam pengobatan, vaksinasi baru bisa diberikan setelah minimal dua minggu pasien mendapat obat anti tuberculosis.

    Penyakit lain non-screening

    Syarat penerima vaksin khusus penyakit lain yang belum atau tidak disebutkan di atas, bisa langsung melakukan konsultasi kepada dokter ahli yang merawatnya. Bahkan lebih baik para calon penerima vaksin membawa surat keterangan atau catatan medis dari dokter yang menanganinya selama ini.

    Para penderita komorbid

    Ternyata para penderita komorbid bisa divaksin, hal tersebut tentunya harus dibarengi dengan surat rekomendasi dari dokter yang biasa menangani pasien tersebut, serta kondisi pasien harus terkontrol.

    Syarat Penerima Vaksin Lansia

    Lansia saat ini sudah diizinkan untuk menerima vaksin Covid-19. Namun, sebelum dilakukan vaksinasi, para lansia akan diberikan beberapa pertanyaan, seperti apakah mereka masih bisa menaiki 10 anak tangga tanpa bantuan orang lain. Kemudian apakah masih bisa berjalan sendiri tanpa bantuan orang lain, apakah dalam kurun waktu satu tahu terjadi penurunan berat badan.

    Apabila dua dari tiga pertanyaan di atas jawabannya adalah tidak, vaksinasi belum bisa diberikan kepada para lansia. Karena pertanyaan tersebut merupakan syarat penerima vaksin.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Jadi, Sahabat Sehat perlu mengetahui fungsi dari vaksin Covid-19 sendiri adalah untuk membentuk antibodi sekaligus merupakan suatu zat atau senyawa yang berguna untuk membentuk kekebalan tubuh pada suatu penyakit. Zat atau senyawa ini merupakan suatu penyakit yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Dengan harapan virus yang sudah dimatikan itu akan membentuk kekebalan dalam tubuh.

    Fungsi dari vaksin bukanlah membuat orang menjadi kuat dan anti virus. Walaupun sudah divaksin, Sahabat Sehat harus tetap menerapkan 5M, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

    Apabila Sahabat ingin konsultasi mengenai vaksin dengan doktern 24 jam, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. Simak Lagi, Ini 9 Syarat Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/25/144500365/simak-lagi-ini-9-syarat-penerima-vaksin-covid-19-di-indonesia?page=all> [Accessed 25 February 2021].
    2. Septiani, A., 2021. 14 Syarat Penerima Vaksin Corona, Perlu Banget Dicatat Nih!. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5376673/14-syarat-penerima-vaksin-corona-perlu-banget-dicatat-nih> [Accessed 25 February 2021].
    3. Dinkes.acehprov.go.id. 2021. Dinas Kesehatan Aceh | Ini 9 Syarat yang Harus Dipenuhi Calon Penerima Vaksin Covid-19. [online] Available at: <https://dinkes.acehprov.go.id/news/read/2021/01/19/556/ini-9-syarat-yang-harus-dipenuhi-calon-penerima-vaksin-covid-19.html> [Accessed 25 February 2021].
    4. beritasatu.com. 2021. Ini Syarat Lansia Bisa Divaksin Covid-19. [online] Available at: <https://www.beritasatu.com/kesehatan/737121/ini-syarat-lansia-bisa-divaksin-covid19> [Accessed 25 February 2021].
    Read More
  • Vaksinasi virus Corona di Indonesia sudah berjalan selama 2 bulan. Hal itu ditandai dengan penyuntikan pertama kepada Presiden Joko Widodo, 13 Januari 2021, yang kemudian dilanjutkan dengan penyuntikan kepada tenaga kesehatan, lansia, dan para pedagang. Terakhir, para tenaga pendidik seperti guru dan dosen juga sudah mulai diberikan vaksinasi pada 24 Februari 2021, dan berikutnya olahragawan […]

    Bolehkah Menerima Vaksinasi Lain Setelah Vaksinasi Virus Corona?

    Vaksinasi virus Corona di Indonesia sudah berjalan selama 2 bulan. Hal itu ditandai dengan penyuntikan pertama kepada Presiden Joko Widodo, 13 Januari 2021, yang kemudian dilanjutkan dengan penyuntikan kepada tenaga kesehatan, lansia, dan para pedagang. Terakhir, para tenaga pendidik seperti guru dan dosen juga sudah mulai diberikan vaksinasi pada 24 Februari 2021, dan berikutnya olahragawan pada 26 Februari 2021.

    vaksinasi lain setelah vaksinasi virus corona

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Pemberian vaksinasi massal ini tentunya untuk membantu mencegah virus Corona secara optimal sehingga virus yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 ini bisa dikendalikan dengan baik dan tepat. Namun tentu saja ada pertanyaan, apakah boleh disuntik vaksin virus lainnya setelah vaksinasi covid-19 ini?

    Jawabannya, tidak boleh. Demikian menurut ahli imunologi dari Allergy and Asthma Network, Purvi Parikh, seperti dilansir dari Bisnis.com. Ia mengatakan seseorang yang sudah divaksinasi Covid-19 tidak boleh menerima vaksinasi lain seperti flu, pneumonia, atau herpes zoster. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah efek samping vaksin Corona yang belum diketahui dan bisa saja muncul jika disuntik berdekatan dengan vaksin lain.

    Melalui sebuah uji klinis, Parikh meminta para relawan tidak boleh menerima vaksinasi lain setidaknya dalam periode empat pekan. Alasannya adalah seperti yang diungkapkan oleh juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi pada sebuah talkshow radio yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan, 23 Februari 2021.

    Baca Juga: Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    Ia menyatakan bahwa seseorang tidak boleh menerima suntikan vaksin lain selain vaksin Covid-19 supaya vaksin Corona ini bisa bekerja secara optimal dalam proses pembentukan antibodi. Karena itu, dr. Nadia menyarankan perlu rentang waktu minimal 28 hari jika ingin disuntik vaksin lain setelah menerima vaksin Covid-19.

    Rentang waktu tersebut menurutnya juga dapat menyebabkan seseorang masih bisa terinfeksi covid-19 meski sudah divaksin bahkan juga dapat menyebabkan kematian. Namun, dr. Nadia menyatakan bahwa gejala dan risiko kematian tersebut bukanlah risiko dari vaksinasi melainkan karena pembentukan antibodi yang membutuhkan waktu. Hal ini juga berdasarkan uji klinis vaksinasi di Unpad bahwa antibodi tubuh baru terbentuk secara optimal adalah 28 hari setelah penyuntikan kedua.

    Itulah Sahabat Sehat mengenai boleh tidaknya menerima vaksin lain setelah vaksinasi Covid-19. Bagi Sahabat yang sudah divaksin agar tetap melaksanakan 5M dan PHBS supaya target vaksinasi virus Corona di Indonesia dengan target minimum kekebalan kelompok 70% tercapai dan pencegahan Covid-19 menjadi optimal.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Jangan lupa juga untuk tetap melakukan deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Kemendikbud: Vaksinasi Covid-19 terhadap Guru hingga Dosen Dimulai Rabu Ini [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/02/24/09332801/kemendikbud-vaksinasi-covid-19-terhadap-guru-hingga-dosen-dimulai-rabu-ini
    2. Rakyat P. Vaksinasi Covid-19 Atlet Mulai 26 Februari 2021, Kemenpora: Menjangkau yang akan Ikut PON – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. Pikiran-Rakyat.com. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011490588/vaksinasi-covid-19-atlet-mulai-26-februari-2021-kemenpora-menjangkau-yang-akan-ikut-pon
    3. Setelah Vaksin Covid-19, Bolehkah Disuntik Vaksin Lain? | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20210127/106/1348545/setelah-vaksin-covid-19-bolehkah-disuntik-vaksin-lain
    4. Pinandhita V. Bolehkah Disuntik Vaksin Lain Setelah Divaksin COVID-19? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5435169/bolehkah-disuntik-vaksin-lain-setelah-divaksin-covid-19
    Read More
  • Beberapa vaksin Corona diketahui menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA) untuk melawan virus Covid-19. Vaksin tersebut adalah buatan Moderna dan Pfizer. Menurut para ahli, teknologi tersebut ternyata dapat juga dimanfaatkan untuk mengatasi kanker. Hal inilah yang diungkapkan oleh dr. Jeffrey A. Mets, Kepala Staf di Pusat Perawatan Kanker Amerika Serikat di Atlanta, AS, seperti dilansir dari […]

    Penggunaan mRNA dalam Vaksin Corona untuk Mencegah Kanker

    Beberapa vaksin Corona diketahui menggunakan teknologi messenger RNA (mRNA) untuk melawan virus Covid-19. Vaksin tersebut adalah buatan Moderna dan Pfizer. Menurut para ahli, teknologi tersebut ternyata dapat juga dimanfaatkan untuk mengatasi kanker. Hal inilah yang diungkapkan oleh dr. Jeffrey A. Mets, Kepala Staf di Pusat Perawatan Kanker Amerika Serikat di Atlanta, AS, seperti dilansir dari Healthline.

    mRNA dalam vaksin Corona

    Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Hal ini berdasarkan pada pengamatannya bahwa sel kanker sendiri memproduksi protein yang merupakan target dari vaksin Corona yang menggunakan mRNA. Hal tersebut juta berdasarkan laporan bahwa mRNA dapat mengobati melanoma, jenis kanker kulit yang berasal dari sel melanosit. Namun, menurut dr. Jeffrey, cara mengatasi kanker selama ini masih sebatas pada pencegahan.

    Ia melihat contohnya pada kanker serviks yang dalam kurun waktu 10 tahun terakhir mampu memberikan angka penurunan yang drastis melalui peningkatan kesadaran mengenai bahaya kanker tersebut, skrining atau penapisan, dan pemberian vaksin HPV. Namun semua masih sebatas pencegahan, dan bukan pengobatan.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Antara vaksin Corona dan vaksin kanker mempunyai cara kerja yang sama, yaitu mengajarkan sistem kekebalan tubuh untuk mengenali sel kanker, baik untuk mencegah kanker kembali atau secara aktif mencari dan menghancurkan tumor dalam tubuh sebagai imunoterapi. Menurutnya, mRNA adalah teknologi yang fleksibel.

    Hal yang sama diungkapkan oleh Jacob Becraft, PhD dari Strand Therapeutics, sebuah perusahaan yang mengembangkan terapi mRNA dan biologi sintetis. Menurutnya, mRNA bisa dikodekan dengan protein apa pun, dan dapat dikirimkan ke dalam sel kanker sehingga kanker akan mengekspresikan protein yang memberi sinyal pada sistem kekebalan untuk menyerang sel tumor sebagai patogen asing yang perlu dihilangkan.

    Selain itu, mRNA bisa dimasukkan pada sel kekebalan dengan sensor sebagai senjata untuk dapat mendeteksi kanker, dan secara efektif mengajarkan sistem kekebalan untuk dapat membunuh sel kanker. Tak hanya itu, mRNA juga dapat menyebabkan sel kanker membuat terapi sendiri secara langsung di dalam kanker.

    Penelitian mengenai penggunaan teknologi mRNA ini secara langsung memang pernah dipraktikkan oleh para peneliti Cina. Hasil penelitian ini kemudian dimuat dalam jurnal Nano Letters dari American Chemical Society. Seperti dilansir dari Eurekalert! para peneliti tersebut menggunakan tikus sebagai media percobaan yang disuntikkan dengan tumor melanoma yang direkayasa dengan untuk mengekspresikan ovalbumin, protein yang biasanya ada putih telur ayam.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Penggunaan ovalbumin dalam penelitian tersebut untuk dijadikan sebagai model antigen. Para peneliti kemudian akan mencampurkan ovalbumin yang sudah ada mRNA-nya itu dan bahan pembantu bersenyawa lain untuk membentuk hydrogel. Ketika sudah disuntikkan ke tikus, hidrogel perlahan-lahan melepaskan nanopartikel mRNA, bersama dengan adjuvan -molekul yang membantu mengaktifkan sistem kekebalan selama 30 hari.

    Vaksin mRNA mengaktifkan sel T dan merangsang produksi antibodi, menyebabkan tumor menyusut pada tikus yang dirawat. Selain itu, berbeda dari tikus yang tidak diobati, tikus yang divaksinasi tidak menunjukkan metastasis ke paru-paru. Hasil ini menunjukkan bahwa hidrogel memiliki potensi besar untuk mencapai imunoterapi kanker yang tahan lama dan efisien hanya dengan satu pengobatan,kata para peneliti.

    Meski begitu mRNA adalah molekul tidak stabil karena dengan cepat terdegradasi oleh enzim di dalam tubuh. Untuk imunoterapi kanker, peneliti telah mencoba menggunakan nanopartikel untuk melindungi dan mengirimkan mRNA. Penggunaan ini menyebabkan  mRNA dibersihkan dari tubuh dalam 1-2 hari setelah injeksi.

    Itulah mengenai penggunaan teknologi mRNA untuk mengatasi berbagai macam kanker termasuk kanker serviks. Namun sebelum teknologi tersebut benar-benar bisa diaplikasikan dalam kehidupan nyata, yuk Sahabat Sehat tetap proteksi diri dari kanker serviks yang disebabkan oleh virus HPV.

    Baca Juga: Aktivitas Pemicu Kanker

    Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19 Vaccine Technology May Help Fight Cancer [Internet]. Healthline. 2021 [cited 19 February 2021]. Available from: https://www.healthline.com/health-news/how-covid-19-technology-may-help-fight-cancer-in-the-near-future#The-latest-research
    2. An mRNA vaccine for cancer immunotherapy [Internet]. EurekAlert!. 2021 [cited 19 February 2021]. Available from: https://www.eurekalert.org/pub_releases/2021-02/acs-amv021221.php

     

    Read More
  • Tidak hanya pada wanita dewasa, vaksinasi kanker serviks untuk anak SD juga dapat diberikan. Hal ini penting karena virus HPV yang menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu kanker ganas organ kewanitaan dengan jumlah kasus terbanyak. Meskipun begitu, kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah dengan vaksin, tidak seperti kanker ovarium, endometrium, payudara […]

    Pentingnya Vaksinasi Kanker Serviks untuk Anak SD Sebagai Pencegahan dan Proteksi Dini

    Tidak hanya pada wanita dewasa, vaksinasi kanker serviks untuk anak SD juga dapat diberikan. Hal ini penting karena virus HPV yang menyebabkan kanker serviks atau kanker leher rahim merupakan salah satu kanker ganas organ kewanitaan dengan jumlah kasus terbanyak. Meskipun begitu, kanker serviks merupakan satu-satunya kanker yang dapat dicegah dengan vaksin, tidak seperti kanker ovarium, endometrium, payudara yang hanya dapat dicegah dengan skrining rutin.  Kanker ini disebut sebagai silent killer karena gejalanya seringkali tidak muncul. Kebanyakan pasien penderita kanker ini datang berobat ketika sudah berada pada stadium lanjut.

    vaksinasi kanker serviks untuk anak SD

    Baca Juga: Mari Lindungi Si Gadis dari Kanker Serviks

    Mengapa vaksinasi penting pada perempuan usia dini?

    Vaksinasi kanker serviks sangatlah penting pada perempuan usia dini terutama pada anak-anak SD karena hal itu dapat meningkatkan kekebalan tubuh terhadap virus HPV. Pemberian bisa dilakukan pada usia 9-10 tahun. Hal ini karena sistem kekebalan tubuh pada perempuan di usia tersebut ternyata lebih baik jika dibandingkan dengan orang dewasa. Apalagi proses infeksi virus HPV yang berubah menjadi kanker cukuplah panjang, yaitu sekitar 7-15 tahun. Namun, hal tersebut kurang disadari dan baru diketahui setelah menjadi kanker melalui pemeriksaan. Dengan demikian vaksinasi pada usia dini cukup untuk menghalau infeksi virus dalam jangka waktu yang panjang dari masa SD hingga dewasa.

    Apa saja keuntungan vaksinasi di usia dini?

    Selain memberikan kekebalan dalam jangka waktu yang cukup panjang, vaksinasi kanker serviks untuk anak SD ternyata juga dapat memberikan keamanan yang cukup efektif terutama pada masa perempuan memasuki periode berhubungan seksual terutama setelah menikah. Ketika berhubungan seksual itu tanpa disadari virus HPV masuk ketika ada celah luka pada lapisan kulit atau epitel di serviks. Celah luka ini terjadi dari berhubungan seksual tersebut. HPV ini kemudian menginvasi seluruh jaringan serviks sampai ke dalam sel serviks laalu menggandakan diri, dan lama-kelamaan berubah menjadi kanker. HPV ini hanya masuk ke epitel dan tidak memasuki pembuluh darah sehingga tidak dikenali sistem imun tubuh. Karena itu, vaksinasi sendiri adalah untuk dapat mengenali virus serta membentuk antibodi.

    Bagaimana dengan Pemberiannya?

    Vaksin kanker serviks untuk anak SD ini hendaknya diberikan sebanyak dua kali, dengan rentang jarak waktu 6-12 bulan dari dosis pertama. Barulah pada usia dewasa, dosisnya adalah 3.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Kanker Serviks

    Jenis Vaksin Kanker Serviks Apa Saja yang Dapat Diberikan? Apakah Sama dengan Orang Dewasa?

    Pada dasarnya, jenis vaksin kanker serviks yang diberikan pada anak perempuan usia dini sama dengan yang diberikan pada orang dewasa, yaitu bivalen dan tetravalen. Bivalen mengandung 2 tipe virus HPV (16 dan 18) yang dapat mencegah kanker leher rahim sedangkan tetravalent mengandung 4 tipe virus HPV (6,11,16, dan 18) yang dapat mencegah sekaligus kanker leher rahim serta kutil kelamin. Vaksin jenis terbaru adalah vaksin HPV kuadrivalen, mengandung 8 jenis virus HPV. Efektivitasnya lebih tinggi, namun belum tersedia di Indonesia.

    Baca Juga: Apa Bedanya HPV Bivalen dan Tetravalen?

    Bagaimana dengan Metodenya?

    Untuk metodenya seperti vaksinasi pada umumnya adalah dengan melakukan penyuntikan vaksin secara intramuskular di deltoid, yaitu otot bahu yang terbesar.

    Adakah Efek Samping yang Dirasakan?

    Setiap vaksinasi tentu saja akan ada efek sampingnya. Hal itu wajar karena tubuh sedang bekerja membentuk kekebalan tubuh dalam melawan virus. Pada vaksinasi kanker serviks untuk anak SD ini efek samping yang dirasakan adalah alergi, rasa sakit, kemerahan, serta bengkak di bekas suntikan, bentol kecil sementara di tempat suntikan, demam rendah, merasa kurang sehat, sakit kepala, dan pingsan.

    Untuk mengatasinya, Sahabat bisa melakukan beberapa langkah seperti minum cairan cukup banyak, tidak menggunakan baju tebal saat demam, mengompres bekas luka dengan air dingin, dan mengonsumsi parasetamol untuk meredakan rasa sakit. Apabila efek samping ini belum mereda segera hubungi dan ke fasilitas layanan terdekat untuk penanganan lebih lanjut.

    Produk Terkait: Jual Panadol Kaplet 500 mg

    Berapa Harganya?

    Untuk vaksin kanker serviks harganya berkisar dari angka Rp 750.000 hingga Rp 1,3 juta sekali suntik.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Itulah mengenai vaksinasi HPV untuk anak SD yang ternyata sangat penting untuk mencegah dan melindungi diri dari virus HPV yang menyebabkan kanker serviks. Intinya, perlindungan dari usia dini akan cukup membantu perempuan saat mereka memasuki masa remaja dan dewasa sehingga tidak perlu khawatir mengenai virus HPV penyebab kanker serviks ini. Sahabat bisa mendapatkan vaksinasi HPV ini di rumah sakit, puskesmas, dan klinik serta di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah.

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Anak Perempuan Usia 9 Tahun Sudah Bisa Diberi Vaksin HPV |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://www.republika.co.id/berita/qo2754366/anak-perempuan-usia-9-tahun-sudah-bisa-diberi-vaksin-hpv
    2. Media K. Vaksin HPV sejak Dini untuk Cegah Kanker Serviks [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2015/02/05/140152923/.Vaksin.HPV.sejak.Dini.unt
    3. Pentingnya Vaksinasi HPV Sejak Dini | Parentstory Blog [Internet]. Parentstory.com. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://www.parentstory.com/blog/pentingnya-vaksinasi-hpv-sejak-dini
    4. Tanya Jawab Lengkap Seputar Imunisasi HPV untuk Anak [Internet]. kumparan. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/tanya-jawab-lengkap-seputar-imunisasi-hpv-untuk-anak-1s445Nfku3q
    5. Ternyata V. Ternyata, Vaksin Kanker Serviks Juga Punya Efek Samping ini! – Semua Halaman – Nakita [Internet]. Nakita. 2021 [cited 15 February 2021]. Available from: https://nakita.grid.id/read/021741236/ternyata-vaksin-kanker-serviks-juga-punya-efek-samping-ini?page=all
    Read More

Showing 41–50 of 70 results

Chat Dokter 24 Jam