Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Anak

Showing 41–50 of 275 results

  • Jerman merupakan salah satu tujuan negara terpopuler saat ini untuk melanjutkan studi karena kurikulum pendidikannya yang bermutu tinggi. Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan studi lanjut di Jerman, ada beberapa hal administrasi yang tentu perlu disiapkan terlebih dahulu. Selain itu, ada juga beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan sebelum Sahabat Sehat sekolah disana. Hal ini berhubungan […]

    Ketahui 10 Jenis Vaksin Untuk Sekolah di Jerman

    Jerman merupakan salah satu tujuan negara terpopuler saat ini untuk melanjutkan studi karena kurikulum pendidikannya yang bermutu tinggi. Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan studi lanjut di Jerman, ada beberapa hal administrasi yang tentu perlu disiapkan terlebih dahulu.

    Selain itu, ada juga beberapa jenis vaksin yang direkomendasikan sebelum Sahabat Sehat sekolah disana. Hal ini berhubungan dengan beberapa penyakit yang endemis, maupun untuk mencegah kenaikan angka kasus sebuah penyakit. Apa saja vaksin yang direkomendasikan untuk sekolah di Jerman?

    Ketahui 10 Jenis Vaksin Untuk Sekolah di Jerman

    Ketahui 10 Jenis Vaksin Untuk Sekolah di Jerman

    Vaksinasi untuk perlindungan selama di Jerman

    Saat ini Jerman merupakan sebuah negara yang memang tidak mewajibkan seluruh warga negaranya untuk melakukan vaksinasi, namun tenaga kesehatan Jerman tetap merekomendasikan untuk mendapatkan vaksinasi. Untuk Sahabat Sehat yang ingin melanjutkan sekolah di Jerman, German Vaccination Commission merekomendasikan vaksinasi terhadap penyakit-penyakit berikut:

    • Difteri, pertusis, tetanus (DPT)

    Vaksin terhadap 3 penyakit ini sudah ada di Indonesia dan terdapat dalam 1 jenis vaksin yaitu DPT. Tetanus merupakan penyakit yang dapat membuat otot menjadi kaku, diphtheria dapat menyebabkan paralisis dan kesulitan bernafas, sedangkan pertusis dapat menyebabkan paru-paru basah, batuk hingga kekurangan oksigen.

    • Haemophilus Influenzae b (Hib)

    Bakteri Hib dapat menginfeksi tubuh sehingga menimbulkan beberapa proses peradangan seperti radang sending, paru, bahkan selaput otak. Hal tersebut akan menimbulkan berbagai macam tanda dan gejala yang dapat membahayakan nyawa.

     

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    • Polio (OPV atau IPV)

    Penyakit ini disebabkan oleh sebuah virus yang dinamakan virus polio. Virus ini menyerang saraf pada tubuh, sehingga menyebabkan paralysis pada berbagai saraf yang penting seperti saraf tungkai bawah bahkan saraf untuk bernafas sehingga dampaknya sangat fatal.

    • Hepatitis B

    Penyakit hepatitis B merupakan radang pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Penyakit ini dapat berjalan dalam waktu singkat atau lama. Hepatitis B merupakan sebuah faktor risiko untuk gagal fungsi hati hingga terjadinya kanker hati.

    • Pneumococcus (PCV)

    Vaksin terhadap bakteri ini dapat melindungi Sahabat Sehat dari infeksi paru-paru basah. Paru-paru basah atau nama lainnya pneumonia dapat menyebabkan terganggunya pertukaran oksigen di paru sehingga suplai oksigen ke organ tubuh yang vital seperti otak dan jantung menurun dan berdampak fatal.

    • Rotavirus

    Rotavirus merupakan virus yang dapat menyebabkan diare atau bab cair. Diare yang berkelanjutan dapat menyebabkan dehidrasi.

    Baca Juga: Sekolah di Negara Maju Juga Perlu Divaksin Loh!

    • Meningococcus C (Neisseria meningitidis)

    Bakteri meningococcus merupakan sebuah bakteri yang dapat menyebabkan infeksi selaput otak atau meningitis. Vaksin meningitis sangat bermanfaat karena dapat menghindari penyakit meningitis yang sangat merugikan saraf-saraf otak.

    • Measles, Mumps, Rubella (MMR)

    Terdapat vaksin yang sudah dapat memberikan kekebalan terhadap 3 penyakit ini yaitu MMR. Ketiga penyakit ini sangat menular sehingga vaksin untuk mencegah peningkatan angka kasus yang pesat diperlukan.

    • Chickenpox (Varicella)

    Cacar air merupakan nama lain dari varicella. Virus ini sangat menular seperti MMR, dan dapat menyebabkan beberapa komplikasi seperti gangguan pada persarafan atau cacat pada janin bila ibu hamil terinfeksi.

    • HPV (Human Papillomavirus)

    HPV merupakan sebuah virus yang dapat menyebabkan kanker serviks. Dengan mendapatkan vaksin HPV baik wanita maupun laki-laki, maka kanker serviks dapat dihindari.

    Vaksin yang disebutkan diatas merupakan vaksin yang direkomendasikan oleh German Vaccination Commission. Sebagian vaksinasi di atas sudah dilakukan saat anak-anak dan mungkin memerlukan booster untuk meningkatkan antibodi.

    Dengan mendapatkan vaksin, Sahabat sehat dapat melindungi diri dari infeksi penyakit-penyakit tersebut dan juga melindungi orang sekitar dengan menghentikan rantai penularan. Konsultasikan dahulu dengan dokter jika Sahabat Sehat memerlukan masukan jenis vaksin mana perlu didahulukan.

    Baca Juga: Ingin Melanjutkan Kuliah di India? Vaksin Hepatitis A Dulu!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.
    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya dengan nomor 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. WHO. Vaccines and immunization.
    2. Handbook Germany. German Vaccination Schedule.
    3. Reiseziel I. Tropeninstitut.de – Ihr Reiseziel: Deutschland.
    4. CDC. Tdap (Tetanus, Diphtheria, Pertussis) VIS.
    5. Mass.gov. Haemophilus influenzae type B (Hib).
    6. WHO. Poliomyelitis.
    7. National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases. Hepatitis B.
    8. CDC. Pneumococcal Vaccination.
    9. Hersi K, Gonzalez F, Kondamudi N. Meningitis.
    10. Bailey A, Sapra A. MMR Vaccine.
    11. Papaloukas O, Giannouli G, Papaevangelou V. Successes and challenges in varicella vaccine.
    12. Lei J, et al. Human Papillomavirus Infection Determines Prognosis in Cervical Cancer.
    Read More
  • Mendapatkan pengalaman menimba ilmu di luar negeri adalah impian banyak orang, terutama di negara maju. Namun, meneliti masalah kesehatan di negara tujuan Anda sebelum pergi merupakan hal yang tak kalah penting. Contohnya, menetap di negara berkembang, seperti di Asia, lebih aman jika sudah memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit pencernaan dan hati seperti tifoid dan hepatitis. […]

    Sekolah di Negara Maju Juga Perlu Divaksin Loh!

    Mendapatkan pengalaman menimba ilmu di luar negeri adalah impian banyak orang, terutama di negara maju. Namun, meneliti masalah kesehatan di negara tujuan Anda sebelum pergi merupakan hal yang tak kalah penting.

    Contohnya, menetap di negara berkembang, seperti di Asia, lebih aman jika sudah memiliki kekebalan tubuh terhadap penyakit-penyakit pencernaan dan hati seperti tifoid dan hepatitis. Hal ini dikarenakan kebanyakan negara-negara di Asia memiliki sanitasi air dan perilaku hidup bersih dan sehat yang belum baik.

    Sekolah di Negara Maju Juga Perlu Divaksin Loh!

    Sekolah di Negara Maju Juga Perlu Divaksin Loh!

    Bagaimana dengan menetap di negara-negara maju, seperti di Amerika atau Eropa? Yuk simak ulasannya agar Anda bisa terlindungi sebelum keberangkatan dan bisa menikmati pendidikan tanpa khawatir penyakit menular. 

    Persiapan Vaksinasi Sebelum Keberangkatan

    Apabila Sahabat Sehat berencana untuk belajar di luar negeri, sebaiknya ikuti langkah-langkah di bawah ini untuk memastikan Anda aman dan sehat selama perjalanan. 

    Perbanyak Informasi

    Anda dapat mencari tahu penyakit apa yang banyak ditemui atau yang menjadi risiko di negara tersebut. Hal ini bisa didapat dari informasi di Internet, universitas atau sekolah yang dituju, atau bagian imigrasi.

    Pastikan Anda sudah update semua vaksin rutin

    Vaksin rutin bagi dewasa adalah vaksin dasar yang didapat saat anak-anak, yaitu Hepatitis B, Polio, MMR, Tdap (saat anak-anak bernama DPT). Kelima vaksin ini perlu untuk diupdate atau booster agar tingkat kekebalannya cukup untuk melindungi Anda. Selain ini ada juga vaksinasi yang disarankan seperti influenza, hepatitis A, PCV, dan lain-lain.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Bawa semua dokumen vaksinasi Anda

    Semua catatan yang menjadi bukti Anda telah divaksinasi harus dibawa serta saat Anda pergi keluar negeri. Ini karena kemungkinan universitas dan imigrasi akan mempertanyakannya. 

    Kewajiban vaksinasi ini sebenarnya bukan hanya untuk melindungi diri, namun juga untuk mencegah terjadinya wabah di negara tujuan karena beragamnya orang berkumpul dari segala penjuru dunia.

    Setiap vaksinasi harus dicatat dan distempel resmi yang disetujui pada formulir kuning yang berjudul “Sertifikat Vaksinasi Internasional”, sebagaimana yang disetujui oleh Organisasi Kesehatan Dunia. Formulir atau kartu yang tidak dicap dengan benar berisiko tidak diterima oleh otoritas kesehatan di banyak negara. 

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Rekomendasi Vaksinasi

    Berikut adalah jenis-jenis vaksin yang diperlukan calon siswa yang akan kuliah di luar negeri, diantaranya:

    • Vaksin Tdap (tetanus, difteri dan pertusis), polio dan meningokokus (meningitis), terutama bagi yang akan tinggal di asrama. 
    • Vaksin campak, gondongan, dan rubela (MMR)
    • Vaksin hepatitis A dan B
    • Vaksin PCV untuk menurunkan risiko infeksi pneumonia dan meningitis.
    • Vaksin influenza, terutama dalam menghadapi musim flu akhir/ awal tahun.
    • Vaksin HPV
    • Vaksin Tifoid untuk melindungi terhadap kontaminasi makanan/ minuman dari kuman Salmonella typhi.

    Sebagian besar universitas meminta calon mahasiswa untuk vaksinasi sebelum melanjutkan pendidikan di negara tersebut. Beberapa diantaranya juga menawarkan layanan vaksinasi di kampus untuk mahasiswa Internasional.

    Baca Juga: Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Harga Vaksinasi untuk Sekolah Di Luar Negeri

    Selain jenis-jenis vaksin, Sahabat Sehat yang hendak pergi belajar di luar negeri juga perlu mempersiapkan dana untuk mendapatkan vaksin internasional. Pasalnya, setiap fasilitas kesehatan memiliki harga vaksinasi yang bervariasi. Apalagi jika melakukannya di luar negeri seperti yang ditawarkan oleh universitas.

    Jadi, ada baiknya jika Sahabat Sehat melengkapi vaksinasi sebelum keberangkatan agar efek perlindungan dari vaksin juga sudah bekerja.

    Optimalkan rencana pendidikan Anda bersama Prosehat dengan layanan vaksinasi study sebagai berikut:

    Layanan Vaksinasi di Klinik*
    Vaksinasi Meningitis dengan ICV/Kartu Kuning  Rp. 320.000
    Paket Vaksinasi Meningitis + Flu 4 Strain dengan ICV/Kartu Kuning  Rp. 590.000
    Vaksinasi Yellow Fever dengan ICV/Kartu Kuning  Rp. 700.000
    Paket Vaksinasi Yellow Fever & Flu 4 Strain  Rp. 890.000
    Paket Vaksinasi Tetanus, Difteri, Pertusis (Tdap) ke rumah Rp. 710.000
    Paket Vaksinasi Tetanus, Difteri, Pertusis (Tdap) + Flu 4 strain ke rumah Rp. 900.000
    Vaksinasi Hepatitis A dan B 1 kali suntik ke rumah Rp. 890.000
    Vaksinasi Tifoid ke rumah Rp. 660.000
    Vaksinasi Japanese Encephalitis ke rumah Rp. 800.000
    Vaksinasi HPV 4 strain 1 kali suntik ke rumah Rp. 1.700.000
    Vaksinasi HPV 4 strain 3 kali suntik ke rumah Rp. 4.500.000
    Vaksinasi PCV-13 ke rumah Rp. 1.200.000
    Vaksinasi PCV-13 + Flu 4 strain ke rumah Rp. 1.400.000

    *harga di Klinik Kasih (klinik mitra Prosehat), Palmerah, Jakarta Barat dan dapat berubah sewaktu-waktu. Cek website Prosehat untuk update harga terkini.

    Nah Sahabat Sehat, itulah informasi mengenai vaksin wajib sebelum studi di luar negeri. Pemberian vaksin tetap menjadi syarat meski Sahabat Sehat sekolah di negara maju. Mencegah segala risiko gangguan kesehatan yang mungkin disebabkan oleh virus tertentu selama Pendidikan lebih baik daripada mengobati.

    Baca Juga: Persiapkan Diri dengan Booster Vaksin Sebelum Kuliah di UK

    Bekali diri dengan vaksinasi lengkap agar Sahabat Sehat terlindungi, aman, dan nyaman selama pendidikan. Hubungi Prosehat untuk layanan vaksinasi di rumah maupun di klinik mitra Prosehat dan dapatkan berbagai jenis vaksin dengan harga terbaik!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.
    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya dengan nomor 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. CDC. Studying Abroad.
    2. University of the South. Study Abroad Travel and Vaccinations.
    3. International Student Exchange Programs. Immunizations.
    4. The Times of India. Flying abroad for studies? Make sure you know your university’s vaccination requirements.
    Read More
  • Selain mendapatkan manfaat perlindungan, biaya vaksinasi lebih hemat dibanding pengeluaran yang harus dibayarkan saat pengobatan di rumah sakit. Setiap tahun banyak kematian anak dan orang dewasa akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Hal ini menyebabkan beban kesehatan dan ekonomi negara menjadi berat. Oleh karena itu, mencegah penularan suatu penyakit infeksius lebih disarankan. Selain […]

    Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Selain mendapatkan manfaat perlindungan, biaya vaksinasi lebih hemat dibanding pengeluaran yang harus dibayarkan saat pengobatan di rumah sakit. Setiap tahun banyak kematian anak dan orang dewasa akibat penyakit yang sebenarnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Hal ini menyebabkan beban kesehatan dan ekonomi negara menjadi berat.

    Oleh karena itu, mencegah penularan suatu penyakit infeksius lebih disarankan. Selain mendapatkan manfaat perlindungan, vaksinasi lebih hemat biaya dibanding pengeluaran yang harus dibayarkan saat perawatan di rumah sakit jika terinfeksi.

    Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Ingat! Biaya Vaksinasi Lebih Hemat Daripada Pengobatan

    Ancaman penyakit menular ada dimana-mana, di negara maju sekalipun. Hal ini mendorong pemerintah setempat untuk mensyaratkan vaksinasi bagi wisatawan dan pelajar sebelum kedatangannya. Jangan sampai pendidikan terganggu atau kegiatan terganggu selepas pulang berlibur. Vaksinasi apa saja yang biasanya dibutuhkan? Yuk simak ulasannya.

    Bagaimana Cara Vaksin Bekerja?

    Vaksinasi adalah suatu cara sederhana, aman dan efektif yang dapat melindungi seseorang dari bahaya penyakit menular sebelum melakukan kontak dengan sumber penyakit tersebut. Saat vaksin dimasukkan ke dalam tubuh, daya tahan tubuh yang spesifik terhadap penyakit tertentu akan terbentuk dan menjadikan sistem imun lebih kuat.

    Vaksin mengandung bakteri atau virus mati atau yang dilemahkan sehingga tidak mempunyai risiko bahaya bagi penerima vaksin.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Rekomendasi Vaksinasi bagi Wisatawan dan Pelajar

    Vaksin turut menjaga kesehatan mulai dari bayi baru lahir, anak hingga dewasa. Di seluruh negara termasuk Indonesia, pemerintah mewajibkan anak-anak untuk mendapatkan imunisasi dasar, misalnya Hepatitis B, BCG, polio, HiB, DPT, dan MR. Dan ketika dewasa, beberapa imunisasi dianjurkan untuk diulang.

    Ada pula beberapa vaksinasi tambahan yang wajib dilakukan bila seseorang berkunjung ke negara lain atau menetap di negara yang endemik terhadap suatu penyakit menular tertentu.

    Baca Juga: Mengenal 3 Jenis Baru Vaksin Wajib Untuk Anak – Anak

    Berikut ini jenis vaksinasi yang perlu dilengkapi sebelum keberangkatan:

    Meningitis

    Sebelum bepergian ke Timur Tengah dan Afrika, disarankan untuk melakukan vaksinasi meningitis, karena pada daerah tersebut endemis meningitis. Selain vaksin meningitis, vaksinasi lain yang juga melindungi diantaranya vaksin PCV, Haemophilus influenzae type B (HiB), dan MMR.

    Demam Kuning (Yellow Fever)

    Disarankan bagi yang hendak melakukan perjalanan atau menetap di negara Afrika.

    Hepatitis A dan B

    Saat masih usia anak-anak, rata-rata sudah mendapatkan vaksinasi Hepatitis A dan B. Namun, ada baiknya, sebelum melakukan bepergian, hendaknya melakukan pemeriksaan antibodi terlebih dahulu, apabila antibodi terhadap hepatitis A dan B sudah rendah, maka ada baiknya melakukan vaksinasi Hepatitis A dan B ulang sebelum melakukan perjalanan. Negara dengan kasus hepatitis yang masih tinggi misalnya Meksiko.

    Tifoid

    Vaksinasi tifoid terutama diperlukan bila melakukan perjalanan ke negara-negara di Asia.

    Baca Juga: Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Influenza

    Bepergian saat musim flu meningkatan risiko tertular virus flu. Walau kesannya penyakit ini tidak berbahaya, virus influenza menyumbang banyak kasus pada anak-anak dan lansia. Musim flu biasanya terjadi pada musim gugur dan musim dingin.

    Japanese Encephalitis (JE)

    Kegiatan di luar ruangan serta akomodasi tempat tinggal tanpa AC dan kelambu untuk menghindari nyamuk menjadi beberapa faktor risiko tertular virus Japanese encephalitis. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk. Negara yang termasuk endemi JE antara lain Australia, Cina, Jepang atau Korea Utara.

    Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

    Orang dewasa yang memerlukan vaksinasi MMR yaitu yang berada di lingkungan berisiko tinggi, yaitu:

    • Tenaga kesehatan
    • Wisatawan internasional
    • Orang yang tinggal didaerah dengan jumlah kasus Mumps, Measles dan Rubella tinggi.

    Orang dewasa yang belum pernah atau tidak diketahui adanya riwayat vaksinasi sebelumnya saat masa kanak-kanak, tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR setidaknya 1 dosis vaksin MMR. Sementara itu, seseorang yang beresiko terkena campak atau gondongan perlu mendapatkan 2 dosis vaksin MMR dengan jarak 4 minggu.

    Sahabat Sehat, melengkapi vaksinasi sangat disarankan dan sudah terbukti dapat mengendalikan penularan penyakit. Selain itu, dengan vaksinasi risiko sakit berat dan komplikasi juga menurun dan lebih hemat (cost effective) dibanding biaya rawat inap atau pengobatan jika terinfeksi. Tidak hanya dalam segi materi, seseorang yang sakit juga kehilangan waktunya untuk bekerja dan menikmati waktu bersama keluarga dan kerabat.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Jika Sahabat Sehat akan melanjutkan pendidikan di luar negeri atau melakukan perjalanan ke luar negeri, pastikan Sahabat Sehat dalam kondisi sehat dan sudah memiliki kekebalan tubuh yang optimal. Apabila Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.
    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya dengan nomor 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. Mulya. Vaksinasi Pada Dewasa – RSUP Dr. Sardjito
    2. WHO. Vaccines and immunization: What is vaccination?
    3. CDC. Holiday Tips.
    4. NHS UK. Travel vaccinations.
    5. NHS UK. Meningitis – Vaccination.
    6. Buffum Taylor, R. and Robinson, MD, J. Adult MMR Vaccine: Advantages, Side Effects, Guidelines.
    7. CDC. Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccination.
    8. Australia Online Visa. Vaccines needed to travel to Australia.
    Read More
  • Influenza atau flu merupakan sebuah penyakit saluran napas yang menular. Penyakit ini disebabkan oleh sebuah virus yang dinamakan virus Influenza yang menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru. Flu mungkin dianggap sebuah penyakit biasa dan hanya menimbulkan gejala yang ringan, namun sebenarnya virus ini dapat menyebabkan komplikasi berat seperti paru-paru basah (pneumonia) dan infeksi telinga, terutama pada […]

    Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza?

    Influenza atau flu merupakan sebuah penyakit saluran napas yang menular. Penyakit ini disebabkan oleh sebuah virus yang dinamakan virus Influenza yang menginfeksi hidung, tenggorokan, dan paru.

    Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza

    Musim Flu di Australia, Perlukah Mahasiswa Vaksin Influenza?

    Flu mungkin dianggap sebuah penyakit biasa dan hanya menimbulkan gejala yang ringan, namun sebenarnya virus ini dapat menyebabkan komplikasi berat seperti paru-paru basah (pneumonia) dan infeksi telinga, terutama pada anak kecil, orang tua, dan kondisi penyakit tertentu.

    Di Australia, terdapat National Immunization Programme (NIP) yang menyarankan vaksin Influenza setiap tahunnya bagi yang tinggal dan akan tinggal di Australia dikarenakan adanya “musim flu”. Maka, bagi kamu yang akan kuliah atau sekolah di Australia di pertengahan tahun ini, sebaiknya kamu sudah divaksinasi influenza sebelum berangkat. 

    Virus Influenza Terus Bermutasi

    Vaksin Influenza membantu sistem imun tubuh untuk membuat antibodi terhadap virus Influenza dalam 2 minggu setelah vaksinasi.3 Setelah divaksin, maka tubuh Anda akan kebal terhadap jenis virus Influenza tersebut. Dengan demikian menurunkan risiko gejala berat serta komplikasi.

    Setiap tahunnya para peneliti memeriksa tipe virus Influenza apa yang dapat menyebar karena sifatnya yang terus bermutasi. Maka, vaksin influenza selalu diperbarui setiap tahun dengan tipe virus baru tersebut.

    Departemen kesehatan Australia menyarankan untuk mendapatkan vaksin Influenza dimulai dari pertengahan bulan April sebagai persiapan “musim flu” yang akan mendatang nantinya pada bulan Juni hingga September.4 Efek proteksi tertinggi didapatkan 3-4 bulan setelah seseorang menerima vaksin Influenza.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Baca Juga: Bingung Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza? Ini Jawabannya

    Komplikasi dari Infeksi Influenza

    Virus Influenza menyebar melalui droplet seseorang yang terinfeksi. Droplet berisi virus tersebut disebarkan saat seseorang yang sedang flu batuk atau bersin. Infeksi dapat terjadi apabila droplet tersebut kontak dengan mata, hidung, atau mulut seseorang.

    Beberapa tanda dan gejala flu adalah demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot, pegal-pegal, nyeri kepala, mual muntah dan diare.1 Dalam kondisi sehat, seseorang dapat sembuh dalam beberapa hari hingga kurang dari 2 minggu, namun komplikasi seperti pneumonia atau paru-paru basah dapat terjadi apabila infeksi virus Influenza dialami oleh kelompok berisiko. Kelompok berisiko yang dimaksud adalah sebagai berikut:

    • Anak berusia 6 bulan – 5 tahun
    • Wanita hamil (usia hamil berapapun)
    • Usia diatas 65 tahun
    • Usia 6 bulan keatas dengan kondisi medis tertentu yang dapat menyebabkan komplikasi berat bila terkena flu seperti:
      • Penyakit jantung
      • Kondisi kronis sistem pernapasan
      • Kondisi kronis sistem sarah
      • Gangguan sistem imun
      • Diabetes dan kelainan metabolik
      • Penyakit ginjal
      • Gangguan hematologi
      • Anak berusia 6 bulan – 10 tahun dengan terapi aspirin jangka panjang

    Baca Juga: Apa Manfaat Imunisasi Influenza dan Efek Sampingnya Bagi Anak

    Sahabat Sehat, pemberian vaksin Influenza rutin dilakukan setiap tahun di Australia. Dengan adanya “musim flu” mulai bulan Mei hingga September, maka vaksin Influenza lebih baik didapatkan dari pertengahan bulan April. Sehingga ketika sekolah atau kuliah dimulai, kamu sudah siap menghadapi musim flu. Vaksin Influenza juga aman untuk diberikan dalam hari yang sama dengan pemberian vaksin Covid-19.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya dengan nomor 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. About Flu [Internet]. cdc.gov. 2022. 
    2. National Immunisation Program Schedule [Internet]. health.gov.au. 
    3. Different Types of Flu Vaccines [Internet]. cdc.gov. 2022. 
    4. Seasonal influenza vaccine [Internet]. Health.vic.gov.au. 2022. 
    5. Influenza (flu) vaccine [Internet]. health.gov.au. 2022. 
    Read More
  • Libur Lebaran sudah usai. Sebentar lagi anak-anak pun akan kembali bersekolah. Sebagian besar sekolah di Indonesia sudah menerapkan pembelajaran tatap muka 100%. Artinya, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan di sekolah tanpa terkecuali. Walaupun angka kasus Covid-19 hingga kini relatif rendah, orang tua tidak boleh lengah dan abai dalam mempersiapkan anak kembali sekolah. Apalagi sebagian besar […]

    Waspada Hepatitis Akut Misterius, Perkuat Imunitas Anak Sebelum Kembali Sekolah

    Libur Lebaran sudah usai. Sebentar lagi anak-anak pun akan kembali bersekolah. Sebagian besar sekolah di Indonesia sudah menerapkan pembelajaran tatap muka 100%. Artinya, kegiatan belajar mengajar akan dilakukan di sekolah tanpa terkecuali.

    Waspada Hepatitis Akut Misterius, Perkuat Imunitas Anak Sebelum Kembali Sekolah

    Waspada Hepatitis Akut Misterius, Perkuat Imunitas Anak Sebelum Kembali Sekolah

    Walaupun angka kasus Covid-19 hingga kini relatif rendah, orang tua tidak boleh lengah dan abai dalam mempersiapkan anak kembali sekolah. Apalagi sebagian besar masyarakat baru saja bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang selama Idul Fitri.

    Tidak hanya risiko penularan Covid-19, tapi ada juga risiko penularan penyakit lainnya seperti flu, tifoid (tipes), dan juga penyakit baru yang ramai dibicarakan belakangan ini, yaitu hepatitis akut yang masih misterius penyebabnya. 

    Maka dari itu, orang tua perlu persiapkan kesehatan anak-anak dengan baik sebelum kembali ke sekolah. Simak apa saja yang orang tua perlu siapkan.

    Perkuat Daya Tahan Tubuh

    Untuk mempersiapkan anak kembali ke sekolah, tentunya sangat penting untuk memperkuat pertahanan tubuh dalam menghadapi kemungkinan paparan berbagai macam virus dan bakteri. 

    Menjaga sistem imunitas bisa diperoleh dengan berbagai cara, diantaranya:

    • Memberikan anak makanan yang sehat dan penuh nutrisi
    • Menjaga kebersihan makan dan minumannya
    • Cukupi waktu tidur malam anak minimal 9 jam
    • Mengajak anak untuk tetap aktif atau berolahraga
    • Menjaga kondisi mental anak, misalnya bermain bersama, bercanda, dan sebagainya
    • Mengonsumi suplemen vitamin dan daya tahan tubuh bila diperlukan.

    Sedangkan, untuk memperkuat daya tahan tubuh anak, orang tua dapat memberikannya vaksinasi yang ia butuhkan.

    Vaksinasi memerlukan waktu sekitar 2 minggu sebelum benar-benar efektif melindungi. Walau sekolah mulai dalam beberapa hari lagi, tidak ada salahnya jika orang tua menyegerakan vaksinasi saat anak dalam keadaan sehat. Sehingga, ia sudah terlindungi di minggu kedua sekolah.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Vaksin yang disarankan antara lain:

    • Influenza

    Penyakit influenza/ flu paling mudah ditularkan di lingkungan sekolah saat siswa, guru, atau staff yang sakit berbicara, batuk, atau bersin.

    • Tifoid

    Tangan yang kotor serta makanan dan minuman yang terinfeksi bakteri Salmonella typhi akan menyebabkan penyakit tipes/ tifus/ tifoid yang menimbulkan gejala pencernaan.

    • Hepatitis A

    Virus hepatitis A ditularkan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Kebersihan tangan yang buruk, misalnya tidak cuci tangan setelah BAB, juga menjadi jalur penularannya. Hepatitis A menimbulkan gejala yang mirip dengan penyakit hepatitis akut misterius, yaitu gejala pencernaan (mual, muntah, diare, demam) dan gejala lanjut (mata dan kulit menguning, warna air kencing pekat, warna BAB pucat, dll).

    Cek Kondisi Tubuh Sebelum Berangkat

    Sebelum berangkat ke sekolah, pastikan Moms selalu mengecek kondisi tubuh Si Kecil terlebih dahulu. Tujuannya, untuk memastikan bahwa Si Kecil benar-benar dalam kondisi sehat saat ke sekolah.

    Apabila tubuh anak terasa panas dan mengeluhkan gejala lainnya, sebaiknya tunda ke sekolah sampai ia benar-benar sehat dan bugar.

    Selain mengecek kesehatan Si Kecil, sebaiknya orang tua atau orang dewasa lainnya dalam keluarga juga melakukan tes Covid-19 untuk mengetahui status kesehatannya terhadap Covid-19 pasca Lebaran.

    Baca Juga: Hal Sepele yang Jadi Penyebab Hepatitis A Kambuh Lagi

    Bawa Bekal dari Rumah

    Selama pandemi Covid-19, pembelajaran tatap muka dilakukan dengan durasi yang lebih singkat dari biasanya. Sebab waktu di sekolah lebih dimaksimalkan untuk kegiatan belajar mengajar di kelas sehingga tidak ada pelajaran diluar kelas maupun waktu istirahat untuk bermain di luar kelas. Termasuk larangan untuk membuka kantin dan adanya pedagang di sekitar sekolah. 

    Oleh sebab itu, sebaiknya Moms bawakan Si Kecil bekal sendiri dari rumah, seperti air minum dan snack. Membawa bekal sendiri bisa menjadi cara yang efektif untuk meminimalisir kontak fisik dengan orang lain dan menghindari penyajian makanan/ minuman yang kurang bersih.

    Jangan Bertukar Alat Tulis dan Buku

    Seperti yang diketahui, penyebaran kuman bisa dari mana saja. Untuk itu, beri anak pemahaman agar tidak saling bertukar atau pinjam meminjam alat tulis dan buku selama di sekolah. 

    Baca Juga: Cara Mencegah Hepatitis A Bagi Kamu yang Suka Kulineran

    Mengingatkan Bahaya Covid-19 dan Hepatitis Akut Misterius

    Setelah lama menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ), anak pasti gembira bahwa ia sudah dapat kembali bersekolah seperti biasa dan bertemu dengan teman-teman dan guru.

    Namun, jangan sampai euphoria ini membuatnya lupa bahwa paparan virus corona dan hepatitis akut bisa mengintai dimana saja. 

    Oleh sebab itu, Moms harus lebih rutin mengingatkan pentingnya menerapkan protokol kesehatan sambil memberikan pemahaman akan bahayanya penyakit-penyakit ini dengan bahasa yang mudah dicerna.

    Selain protokol kesehatan, Kementerian Kesehatan mengimbau agar:

    1. Rutin cuci tangan dengan sabun
    2. Makan makanan yang sudah matang dan bersih
    3. Tidak bergantian alat makan dengan orang lain
    4. Menghindari kontak dengan orang lain
    5. Menjaga kebersihan rumah dan lingkungan.

    Baca Juga: Yang Perlu Sahabat Sehat Ketahui Tentang Vaksin Hepatitis B

    Nah, itulah beberapa tips yang orang tua bisa lakukan dalam mempersiapkan anak kembali sekolah tatap muka setelah libur Lebaran. Tetap waspada terhadap virus corona, flu, tifoid, dan hepatitis akut yang rentan terjadi. Berikan perlindungan terbaik bagi Si Kecil.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Anisya, N., 2022. Persiapan Sekolah Tatap Muka, Berikut Tips dari WHO
    2. liputan6.com. 2022. Persiapan Sekolah Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19
    3. merdeka.com. 2022. 6 Langkah Persiapan Pembelajaran Tatap Muka di Sekolah secara Aman | merdeka.com.
    4. pintek.id. 2022. persiapan anak kembali ke sekolah.
    Read More
  • Demam tifoid telah menjadi kasus global yang meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Penyakit ini banyak terjadi di negara berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan lainnya. Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke negara-negara di Asia Tenggara, vaksin tifoid adalah vaksin yang wajib dilakukan. Pasalnya, sanitasi air dan kebersihan lingkungan di negara-negara ini masih […]

    Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Demam tifoid telah menjadi kasus global yang meningkatkan angka kesakitan dan kematian. Penyakit ini banyak terjadi di negara berkembang, seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Filipina, dan lainnya.

    Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Pentingnya Vaksin Tifoid Bagi yang Kuliah di Asia Tenggara

    Bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi ke negara-negara di Asia Tenggara, vaksin tifoid adalah vaksin yang wajib dilakukan. Pasalnya, sanitasi air dan kebersihan lingkungan di negara-negara ini masih belum sebersih negara maju. Maka lebih berisiko terkontaminasi kuman penyebab demam tifoid. Ditambah, masih banyak makanan dan minuman dijual di pinggir jalan tanpa memerhatikan kebersihan. 

    pada tahun 2015 lalu misalnya, Malaysia pernah mengalami peningkatan kasus demam tifoid dan sejak itu Badan Kesehatan Malaysia menyarankan untuk menghindari makan makanan di restauran dan memperhatikan kebersihan penyajian makanan.

    Salah satu cara yang ampuh untuk mencegah demam tifoid adalah dengan melakukan vaksinasi tifoid sebelum keberangkatan agar terlindungi selama masa pendidikan.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Demam Tifoid

    Demam tifoid atau yang lebih sering dikenal sebagai tipes merupakan suatu penyakit akut yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi.

    Bakteri penyebab demam tifoid bisa menyebar ke seluruh organ tubuh. Penularan bakteri bisa melalui:

    • Feses dan urin
    • Makanan dan minuman yang telah terkontaminasi dengan urin atau feses penderita tifoid (misalnya ia tidak mencuci tangan setelah buang air besar)
    • Mengonsumsi makanan yang ditangani orang yang sedang sakit dan belum dinyatakan sembuh oleh dokter.

    Gejala yang timbul karena infeksi Salmonella typhi diantaranya demam, mual/ muntah, nyeri sendi, diare atau sembelit, tidak nafsu makan, dan sakit perut.

    Baca Juga: Perlukah Vaksin Tifoid Sebelum Bepergian?

    Vaksinasi Tifoid

    Vaksinasi tifoid adalah salah satu program dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk mengendalikan epidemi demam tifoid termasuk di Indonesia sendiri. Indonesia merupakan salah satu negara endemis tifoid.

    Ada 3 jenis vaksinasi tifoid yang dianjurkan oleh WHO, yaitu :

    1. Vaksin konjugat tifoid suntik (TVC) yang diperuntukkan bagi anak usia 6 bulan hingga dewasa berusia 45 tahun.
    2. Vaksin polisakarida tak terkonjugasi bagi anak yang berusia 2 tahun keatas.
    3. Vaksin Ty21a yang diberikan berupa kapsul dan akan diberikan secara oral bagi anak berusia diatas 6 tahun.

    Tujuan dari vaksinasi tifoid adalah untuk mengurangi risiko sakit berat dan kematian ketika terjangkit kuman penyebab demam tifoid.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Tifoid dan Jadwal Pemberian Vaksin Tifoid

    Efek Samping Vaksinasi Tifoid

    Beberapa efek samping yang mungkin dapat timbul setelah vaksinasi adalah nyeri, kemerahan dan bengkak ditempat suntikan, demam, pusing dan mual.

    Vaksin ini aman untuk diberikan kepada siapa saja kecuali orang-orang di bawah ini, antara lain:

    • Memiliki riwayat alergi berat vaksinasi
    • Mempunyai masalah sistem imun
    • Sedang hamil dan menyusui
    • Sedang mengalami pengobatan malaria atau minum antibiotik.

    Maka, sebaiknya kamu konsultasikan dulu dengan dokter untuk memastikan bahwa kamu sudah siap untuk divaksinasi. Setelah itu segera jadwalkan vaksinasinya agar tidak terlalu dekat dengan jadwal keberangkatanmu! Sebab, vaksin membutuhkan sekitar 2 minggu untuk bekerja efektif melindungimu.

    Baca Juga: Cegah Tipes Dengan Vaksin Tifoid

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. 

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Muhammad, E., Abdul Mutalip, M., Hasim, M., Paiwai, F., Pan, S., Mahmud, M., Yeop, N., Tee, G., Senin, A. and Aris, T., 2020. The burden of typhoid fever in Klang Valley, Malaysia, 2011–2015.
    2. The Straits Times. 2015. Amid KL typhoid outbreak, Malaysia’s Health Ministry assures disease preventable and treatable.
    3. U.S. Embassy in Malaysia. 2022. Typhoid Outbreak
    4. Rumah Sakit Universitas Udayana. 2022. Tipes / Demam Tifoid – Rumah Sakit Universitas Udayana
    5. Primayahospital.com. 2022. Imunisasi Tifoid, Manfaat, dan Kapan Vaksin Tifoid Dilakukan – Primaya Hospital | Primaya Hospital.
    Read More
  • Kuliah di Australia akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain bisa mendapatkan pengalaman pendidikan dari negara maju, kamu juga akan merasakan langsung berbagai ragam budaya khas Australia. Namun, perlu kamu ketahui bahwa saat ini ada penyakit Japanese encephalitis yang sedang menyebar di Australia bagian timur dan tenggara, yaitu New South Wales, Queensland bagian selatan, hingga tenggara […]

    Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis?

    Kuliah di Australia akan menjadi pengalaman yang menyenangkan. Selain bisa mendapatkan pengalaman pendidikan dari negara maju, kamu juga akan merasakan langsung berbagai ragam budaya khas Australia.

    Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis

    Mengapa Kuliah di Australia Perlu Vaksinasi Japanese Encephalitis?

    Namun, perlu kamu ketahui bahwa saat ini ada penyakit Japanese encephalitis yang sedang menyebar di Australia bagian timur dan tenggara, yaitu New South Wales, Queensland bagian selatan, hingga tenggara Australia dan Utara Victoria. Kejadian terbanyak terjadi di dekat sungai Murai dan area sekitarnya, daerah perbatasan Victoria dan New South Wales.

    Oleh karena itu, untuk keamanan kesehatan diri dan masyarakat, saat ini pemerintah Australia merekomendasikan pendatang yang akan tinggal lama untuk mendapatkan vaksin Japanese encephalitis (JE).

    Memang seperti apa penyakitnya hingga disarankan untuk vaksinasi? Simak ulasannya berikut ini ya!

    Temuan Kasus Baru JE

    Badan Kesehatan Australia telah memperkirakan bahwa per tanggal 28 April 2022 sudah ada sekitar 37 kasus Japanese encephalitis di Australia, diantaranya 25 pasien yang sudah terkonfirmasi positif dari hasil laboratorium sedangkan 12 pasien lainnya masih dicurigai terinfeksi JE.

    Dua kasus kematian terkait infeksi virus Japanese encephalitis juga diketahui telah mengenai dua orang pasien lansia berusia 60an dan 70an tahun.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Radang Otak yang Mematikan

    Japanese encephalitis merupakan salah satu penyakit virus yang menyebabkan peradangan otak (ensefalitis) yang serius. Virus ini bisa ditemukan di seluruh dunia terutama di Asia, Pasifik bagian barat dan Australia, dan ditularkan melalui gigitan nyamuk Culex yang terinfeksi, khususnya nyamuk Culex tritaeniorhynchus.

    Kasus kematian akibat radang otak yang disebabkan penyakit ini mencapai 20-30%. Sedangkan, sekitar 30-50% kasus pada pasien yang mengalami perbaikan kondisi menunjukkan gejala gangguan saraf sisa.

    Baca Juga: Perlukah Si Kecil Vaksin Japanese Encephalitis, Kapan Dibutuhkannya?

    Gejala JE

    Setelah seseorang digigit oleh nyamuk yang terinfeksi virus JE, gejala akan timbul dalam 5-15 hari. Gejala awalnya termasuk:

    • Demam
    • Sakit kepala
    • Menggigil
    • Mual dan muntah

    Setelah penyakit berkembang, maka akan muncul gejala lanjutan yang menandakan adanya peradangan atau infeksi, seperti:

    • Tubuh terasa lemah
    • Linglung
    • Kaku kuduk/ tengkuk
    • Kejang
    • Lumpuh bagian tubuh
    • Penurunan kesadaran hingga koma.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Cegah JE dengan Vaksin

    Penyakit Japanese encephalitis sudah ada vaksinnya. Vaksin ditujukan sebagai langkah pencegahan dan perlindungan diri agar bila terinfeksi, risiko sakit berat, kecacatan dan kematian dapat diminimalisir.

    Vaksin ini merupakan jenis vaksin virus hidup yang dilemahkan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian dosis tunggal vaksin Japanese encephalitis di area endemis, termasuk Australia.

    Untuk perlindungan jangka panjang dapat diberikan booster 1-2 tahun berikutnya. Vaksin ini juga direkomendasikan untuk wisatawan yang akan tinggal di daerah endemis Japanese encephalitis.

    Baca Juga: Waspada Japanese Encephalitis Saat Berlibur ke Persawahan

    Nah Sahabat Sehat, itulah alasan mengapa vaksin JE diperlukan untuk kuliah ataupun menetap di Australia. Segera jadwalkan vaksinasi bersama ProSehat agar kamu sudah terlindungi sebelum keberangkatan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya dengan nomor 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Australia Government Department of Health. 2022. Japanese encephalitis virus (JEV).
    2. Centers of Disease Control and Prevention. 2022. Japanese Encephalitis in Australia
    3. Citra Ramadani, A. and Dwinanda, R., 2022. Menyebar di Australia, Infeksi Virus Japanese Encephalitis tak Bisa Diremehkan |Republika Online.
    4. Who.int. 2022. Japanese Encephalitis – Australia.
    5. Kurniawan, R., 2018. Vaksin Japanese Encephalitis: Manfaat dan Komplikasi. Cermin Dunia Kedokteran.
    6. Prasetyo, Sp.A(K), P., 2018. IDAI | Japanese Encephalitis
    Read More
  • Selain diberikan untuk anak-anak sebagai salah satu vaksinasi wajib, vaksinasi MMR (Mumps, Measles dan Rubella) juga dapat diberikan bagi orang calon mahasiswa. Pemberian vaksinasi MMR bagi orang dewasa dapat dibilang sangat penting terutama bagi yang sangat berisiko tertular ketiga penyakit tersebut, yaitu campak, gondongan, dan campak Jerman. Mumps, Measles dan Rubella merupakan penyakit yang disebabkan […]

    Ketahui Pentingnya Vaksinasi MMR Bagi Mahasiswa

    Selain diberikan untuk anak-anak sebagai salah satu vaksinasi wajib, vaksinasi MMR (Mumps, Measles dan Rubella) juga dapat diberikan bagi orang calon mahasiswa. Pemberian vaksinasi MMR bagi orang dewasa dapat dibilang sangat penting terutama bagi yang sangat berisiko tertular ketiga penyakit tersebut, yaitu campak, gondongan, dan campak Jerman.

    Ketahui Pentingnya Vaksinasi MMR Bagi Mahasiswa

    Ketahui Pentingnya Vaksinasi MMR Bagi Mahasiswa

    Mumps, Measles dan Rubella merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Ketiganya dapat menjadi masalah yang serius apabila tidak dicegah, terutama pada anak-anak dan ibu hamil dengan tingkat daya tahan tubuh yang rendah.

    Mahasiswa yang perlu vaksin MMR

    Sebenarnya, semua mahasiswa yang akan kuliah di dalam negeri dan luar negeri disarankan untuk mendapatkan vaksinasi MMR karena penyakit ini masih umum bermunculan.

    Namun, bagi mahasiswa yang berada di lingkungan dengan risiko tinggi penularan, vaksin ini menjadi lebih utama, yaitu mahasiswa fakultas kesehatan seperti kedokteran dan keperawatan. Selain itu juga bagi mahasiswa yang akan berinteraksi banyak dengan anak-anak atau berada di lingkungan dengan jumlah kasus yang tinggi.

    Ketiga penyakit ini termasuk kedalam penyakit akibat infeksi virus yang mudah sekali menyebar melalui udara. Orang yang sedang terinfeksi dapat menularkannya saat bersin, berbicara, tertawa, dan batuk.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Komplikasi dari campak, gondongan, dan campak Jerman

    Pemberian vaksinasi MMR sangat diperlukan karena mengingat komplikasi yang berbahaya bagi kesehatan, seperti :

    • Campak dapat menimbulkan komplikasi seperti infeksi telinga, radang paru dan radang otak
    • Gondongan dapat menyebabkan komplikasi lain seperti radang selaput otak, gangguan pendengaran permanen dan radang buah zakar yang dapat menimbulkan kemandulan bagi pria.
    • Komplikasi penyakit rubella cukup serius karena dapat menyebabkan cacat lahir pada janin atau disebut dengan sindrom rubella kongenital.

    Baca Juga: Anak yang Sudah Pernah Kena Campak, Masih Perlu Divaksin MR?

    Dosis vaksinasi MMR

    Orang dewasa yang belum pernah atau tidak diketahui adanya riwayat vaksinasi sebelumnya saat masa kanak-kanak, tetap dianjurkan untuk melakukan vaksinasi MMR setidaknya 1 dosis vaksin MMR.

    Sementara itu, seseorang yang beresiko terkena campak atau gondongan perlu mendapatkan 2 dosis vaksin MMR dengan jarak 4 minggu.

    Bagi wanita yang berencana hamil juga sangat dianjurkan untuk menjalani vaksinasi MMR, minimal 1 bulan sebelum hamil, karena infeksi rubella pada ibu hamil beresiko mengakibatkan cacat pada janin dan bahkan keguguran.

    Baca Juga: Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR?

    Sahabat Sehat, itulah pentingnya vaksinasi MMR bagi kamu yang akan kuliah di dalam dan luar negeri. Persiapkan kesehatanmu dengan baik sebagai upaya melindungi diri dari penyakit-penyakit menular yang dapat dicegah dengan vaksinasi.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Buffum Taylor, R. and Robinson, MD, J. Adult MMR Vaccine: Advantages, Side Effects, Guidelines.
    2. CDC. Measles, Mumps, and Rubella (MMR) Vaccination.
    3. RSUD Kota Bogor. 2017. Campak atau Measles.
    4. CDC. MMR or MMRV Vaccine: Discussing Options with Parents.
    5. Drugs.com. MMR Vaccine for Adults.
    Read More
  • Dalam waktu beberapa bulan, tahun ajaran baru akan dimulai. Bagi kamu yang akan kuliah di United Kingdom (UK), biasanya perkuliahan dimulai di bulan September (fall intake). Menetap dalam jangka waktu singkat ataupun lama membutuhkan persiapan yang bagus. Baik dari segi finansial, mental, juga kesehatan. Sebagai mahasiswa baru di universitas baru dan warga baru di negara […]

    Persiapkan Diri dengan Booster Vaksin Sebelum Kuliah di UK

    Dalam waktu beberapa bulan, tahun ajaran baru akan dimulai. Bagi kamu yang akan kuliah di United Kingdom (UK), biasanya perkuliahan dimulai di bulan September (fall intake). Menetap dalam jangka waktu singkat ataupun lama membutuhkan persiapan yang bagus. Baik dari segi finansial, mental, juga kesehatan.

    Persiapkan Diri dengan Booster Vaksin Sebelum Kuliah di UK

    Persiapkan Diri dengan Booster Vaksin Sebelum Kuliah di UK

    Sebagai mahasiswa baru di universitas baru dan warga baru di negara baru, sebaiknya kamu booster vaksin dulu agar kamu terlindungi dari berbagai penyakit menular yang sebenarnya bisa dicegah. Selain itu, vaksin juga mengurangi risiko komplikasi bila kamu terinfeksi. Apalagi calon mahasiswa yang berencana untuk tinggal di asrama, risiko penularan menjadi lebih tinggi.

    Mumpung masih ada beberapa bulan, waktunya pas sekali untuk melengkapi vaksin-vaksin yang kamu perlukan.

    Jadi, apa saja jenis vaksin yang perlu diberikan sebelum keberangkatan? Yuk simak rekomendasinya di bawah ini.

    Pastikan imunisasi dasar sudah lengkap

    Setiap negara memiliki pola penyakit yang unik dan biasanya masih terdapat penyakit yang endemik (terjadi lokal) karena keberagaman pendatang dari segala penjuru dunia.

    Untuk kamu yang akan menjadi mahasiswa di universitas di United Kingdom (UK), pastikan imunisasi dasarmu sudah lengkap. Imunisasi dasar contohnya BCG, DPT (DPaT), campak (atau MR), Hepatitis B, dan Polio.

    Coba tanyakan ke orang tua tentang kelengkapan status imunisasimu saat kecil. Negara yang dituju dan universitas akan meminta bukti vaksinasinya.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Vaksin rekomendasi

    Setelah imunisasi dasar sudah lengkap, saatnya kamu booster beberapa vaksinasi dan mendapatkan jenis vaksinasi baru. Rekomendasinya sebagai berikut:

    • Tdap

    Kalau imunisasi dasarmu sudah lengkap, pasti sudah pernah divaksin jenis ini. Kali ini, kebutuhannya adalah sebagai booster agar kekebalan tubuh terhadap penyakit tetanus, difteri, dan pertusis (batuk rejan) terbarui dengan jumlah antibodi yang banyak.

    • Influenza

    Virus influenza perlu diperbarui setiap satu tahun sekali karena virus ini kerap bermutasi. Vaksin influenza tidak hanya melindungi tubuh dari sakit flu, tapi juga bisa mencegah meningitis (peradangan selaput otak).

    • MMR

    MMR adalah singkatan dari measles (campak), mumps (gondongan), rubella (cacar Jerman). Penyakit ini masih umum ditemukan di UK hingga saat ini, dan cara pemerintah setempat mengendalikannya dan menjaga keamanan kesehatan masyarakatnya adalah dengan vaksinasi MMR. Jadi, booster vaksin MMR diperlukan.

    • Hepatitis A

    Hepatitis A ditularkan terutama melalui makanan dan air yang terkontaminasi, bisa dari bahan makanan/ minumannya yang terkontaminasi, atau bisa juga dari penyajian yang tidak memerhatikan higienitas tangan dan lingkungan.

    Baca Juga: Mau Liburan Ke Luar Negeri? Jangan Lupa Persiapan Ini!

    • Hepatitis B

    Sama seperti vaksin MMR, vaksin hepatitis B digunakan sebagai booster. Virus hepatitis B bisa ditularkan melalui hubungan seksual dan melalui luka terbuka.

    • Varicella

    Virus varicella (cacar air) tidak hanya menginfeksi anak kecil, tapi juga orang dewasa. Bagi calon mahasiswa yang belum pernah terinfeksi cacar air saat kecil, sebaiknya kamu lakukan vaksinasi varicella. Dengan memiliki antibodi terhadap virus varicella, kamu menurunkan risiko penularan cacar air dan herpes zoster yang disebabkan oleh virus yang sama.

    • HPV

    Selama ini vaksin HPV dikenal sebagai pencegah kanker serviks (leher rahim). Lebih dari itu, vaksin ini juga menurunkan risiko penularan penyakit kulit dan kelamin seperti kutil kelamin, serta jenis kanker yang lain seperti kanker tenggorokan, anus, penis, dan vagina. Karena manfaatnya luas, vaksin ini juga diberikan untuk laki-laki.

    • Meningitis

    Vaksin yang identik dengan vaksin umroh atau haji ini sebenarnya juga diperlukan untuk kunjungan ke beberapa negara, termasuk UK. Salah satunya karena berkumpulnya orang-orang dari berbagai penjuru dunia. Virus meningokokus menyebabkan peradangan pada selaput otak dan dapat berakibat fatal. Virus ini memiliki 5 strain, yaitu A, C, W, Y, dan B. Pastikan kamu mendapatkan perlindungan terhadap penyakit menular ini.

    • Covid-19

    Sebagian negara meminta minimal dua dosis Covid-19, sedangkan sebagian lainnya mensyaratkan hingga dosis booster. Untuk negara-negara di UK, jenis vaksin Covid-19 yang diterima adalah Moderna, Astrazeneca, dan Pfizer. Hubungi imigrasi negara yang dituju untuk mengetahui apakah ada penambahan jenis vaksin yang diterima, misalnya Janssen, atau lainnya.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Meningitis dan Yellow Fever Sebelum Umroh

    Kapan harus mulai divaksin?

    Untuk memastikan kamu sudah terlindungi sebelum keberangkatan, luangkan minimal 8-12 minggu untuk melengkapi vaksin-vaksin ini. Untuk vaksin yang memerlukan dosis multipel seperti HPV, perlindungan baru efektif setelah vaksinasi lengkap.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan lain seperti vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat, hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul L

    Referensi

    1. United Kingdom | Fit For Travel.
    2. United Kingdom, including England, Scotland, Wales, and Northern Ireland | Travelers View.
    Read More
  • Di kalangan masyarakat tentu sudah menjadi hal yang umum terkait isu tersebut. Jadi sebenarnya Anak yang terkena cacar air bolehkah mandi? Cacar air adalah salah satu penyakit menular yang umum menyerang anak-anak. Saat anak mengalami cacar air, hampir seluruh permukaan kulit di tubuhnya muncul lenting kemerahan berisi cairan bening dan terasa gatal. Penyakit kulit menular […]

    Anak Terkena Cacar Air Bolehkah Mandi? Ini Penjelasannya

    Di kalangan masyarakat tentu sudah menjadi hal yang umum terkait isu tersebut. Jadi sebenarnya Anak yang terkena cacar air bolehkah mandi?

    Cacar air adalah salah satu penyakit menular yang umum menyerang anak-anak. Saat anak mengalami cacar air, hampir seluruh permukaan kulit di tubuhnya muncul lenting kemerahan berisi cairan bening dan terasa gatal. Penyakit kulit menular ini biasanya akan membaik dengan sendirinya setelah 1 hingga 2 minggu.

    Anak Terkena Cacar Air Bolehkah Mandi Ini Penjelasannya

    Anak Terkena Cacar Air Bolehkah Mandi? Ini Penjelasannya

    Untuk menghindari perburukan gejala, banyak informasi beredar yang mengatakan bahwa penderita cacar tidak diperbolehkan mandi, bahkan disarankan untuk menghindari air. Jadi, sebenarnya bolehkah anak yang terkena cacar air dimandikan? Simak penjelasannya berikut ini. 

    Baca Juga: Ramsay Hunt Syndrome: Komplikasi dari Virus Penyebab Cacar Air

    Apakah Anak yang Cacar Boleh Dimandikan?

    Secara medis, tidak ada larangan mandi bagi penderita cacar air. Bahkan, mandi saat cacar air sangat dianjurkan. Selain untuk menjaga higienitas tubuh, mandi juga mampu meredakan sensasi gatal luar biasa akibat lentingan cacar air. Dampaknya, ia akan mengurangi menggaruk area yang gatal. 

    Namun, anak tetap perlu berhati-hati saat mandi. Usahakan untuk tidak menggosoknya terlalu kuat. Pasalnya, lenting cacar air yang pecah, tergores atau terluka akan meningkatkan risiko penularan hingga memperparah infeksi pada kulit.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Tips Memandikan Anak yang Cacar

    Saat terkena cacar, mandikan anak menggunakan air hangat dan waktu mandi sebaiknya tidak lebih dari 25 menit. Selain itu, hindari penggunaan sabun kimia yang banyak mengandung pewangi. Bahan kimia pada sabun hanya akan menimbulkan rasa perih pada area cacar dan memperparah sensasi gatal. Untuk itu, gunakanlah sabun khusus kulit sensitif atau sabun khusus bayi yang baru lahir. Saat mengaplikasikan sabun, usahakan untuk tidak menggosok kulit si Kecil terlalu keras agar lenting cacar tidak terkelupas atau terluka. 

    Selain menggunakan sabun, ada lho bahan-bahan alami yang bisa dipakai untuk memandikan anak agar rasa gatalnya berkurang, diantaranya: 

    Baca Juga: Vaksin Cacar Bebaskan Anak dari Cacar Air

    Oatmeal 

    Oatmeal memiliki kandungan anti-inflamasi yang bernama beta glukan yang mampu meringankan sensasi gatal luar biasa akibat cacar air. 

    Agar lebih praktis, Anda dapat menggunakan produk mandi berbahan dasar oatmeal yang biasanya banyak dijual di supermarket atau apotek. Namun, Anda juga dapat meracik bubuk oatmeal sendiri sebagai berikut:

    1. Untuk balita, haluskan 1/3 gelas oatmeal menggunakan blender hingga halus seperti bubuk sehingga oatmeal dapat larut ke dalam air. 
    2. Setelah oatmeal cukup halus, masukan bubuk oatmeal ke dalam bak mandi berisi air hangat lalu aduk hingga rata.
    3. Ajak anak Anda untuk berendam di dalam campuran air dan bubuk oatmeal kurang lebih selama 15 hingga 20 menit.
    4. Selama berendam, usapkan larutan oatmeal perlahan-lahan ke permukaan kulit. 

    Baca Juga: Kenali Tanda dan Gejala Cacar Air pada Anak, Serta Cara Mengatasinya

    Soda kue

    Kandungan sodium dan ion bikarbonat pada soda kue mudah larut di dalam air. Bahan pengembang makanan ini juga dikenal sebagai zat pembersih karena mampu mengangkat kotoran, bau tak sedap, hingga memusnahkan bakteri penyebab penyakit secara menyeluruh pada permukaan benda. Hebatnya lagi, soda kue juga aman digunakan untuk mandi tanpa kehilangan khasiatnya. Berikut caranya:

    1. Takar soda kue sebanyak 1/4 gelas (sekitar 30 mg) hingga 1 gelas (sekitar 130 mg), lalu masukkan ke dalam bak berisi air hangat dan aduk rata. Takaran disesuaikan dengan jumlah air yang digunakan.
    2. Rendam tubuh anak ke dalam larutan air soda tersebut selama 15-20 menit, sambil mengusap permukaan kulit. 
    3. Mandi dengan soda kue dapat dilakukan 2-3 kali dalam sehari.
    4. Larutan air soda ini dapat Anda campurkan dengan teh chamomile maupun bubuk oatmeal yang dihaluskan.  

    Baca Juga: Mengapa Cacar Air Saat Hamil Berbahaya? Ini Penjelasannya

    Aturan setelah mandi

    Setelah mandi, usahakan untuk tidak menggosok kulit anak dengan handuk saat mengeringkan badannya. Keringkan badan anak dengan menepuk-nepuk permukaan kulitnya secara lembut menggunakan handuk yang halus. 

    Untuk lebih meredakan rasa gatal, Anda dapat memberikan lotion calamine sesaat setelah kulit anak kering. Penggunaan lotion setelah mandi juga dapat melembabkan bagian kulit yang terdampak. Jika ada lenting cacar yang yang pecah, segera bersihkan menggunakan air mengalir.

    Untuk mempercepat masa penyembuhan, berikan anak asupan makanan bergizi seimbang. Selain memenuhi kebutuhan gizi anak setiap harinya, pastikan pula anak Anda mendapatkan istirahat yang cukup. 

    Baca Juga: Cacar Air pada Anak, Lakukan 5 Hal Ini Untuk Pengobatan

    Sahabat Sehat, menjaga kebersihan tubuh termasuk upaya perawatan yang diperlukan guna mempercepat proses penyembuhan cacar air. Jadi jangan ragu untuk memandikan Si Kecil, ya! Anda juga bisa tambahkan bahan-bahan alami di atas untuk bantu meredakan rasa gatal yang mengganggu.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up berkalalayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Aad.org. 2021. How to care for children with chickenpox.
    2. Verywell Family. 2021. Soothe Your Child’s Skin by Making an Oatmeal Bath.
    3. Medicalnewstoday.com. 2021. Baking soda bath: 10 benefits and risks.
    4. Uofmhealth.org. 2021. Chickenpox: Controlling the Itch | Michigan Medicine.
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com