Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Anak

Showing 61–70 of 275 results

  • Pemerintah baru saja mengumumkan bahwa akan menjadikan vaksin human papillomavirus (HPV) menjadi vaksin wajib bagi anak SD. Hal ini berkaitan dengan tingginya angka kasus kanker serviks di Indonesia. Human papillomavirus merupakan virus penyebab kanker serviks (leher rahim) dan beberapa jenis kanker lainnya seperti kanker tenggorokan, amandel, dan anus. Selain itu juga bisa menyebabkan penyakit kulit […]

    Ketahui Pentingnya Vaksinasi HPV untuk Anak, Apakah Aman?

    Pemerintah baru saja mengumumkan bahwa akan menjadikan vaksin human papillomavirus (HPV) menjadi vaksin wajib bagi anak SD. Hal ini berkaitan dengan tingginya angka kasus kanker serviks di Indonesia.

    Human papillomavirus merupakan virus penyebab kanker serviks (leher rahim) dan beberapa jenis kanker lainnya seperti kanker tenggorokan, amandel, dan anus. Selain itu juga bisa menyebabkan penyakit kulit dan kelamin. Tapi apakah aman bagi anak-anak untuk menerima vaksin HPV? Mari simak penjelasannya.

    Ketahui Pentingnya Vaksinasi HPV untuk Anak, Apakah Aman

    Ketahui Pentingnya Vaksinasi HPV untuk Anak, Apakah Aman?

    Kanker serviks penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia

    Angka kejadian kanker serviks di Indonesia mencapai 15.000 hingga 21.000 kasus setiap tahunnya. Angka ini menjadikan jumlah kasus kanker serviks sebagai penyebab kematian nomor dua terbanyak bagi perempuan di Indonesia.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV dari ProSehat

    Penyebaran kasus kanker serviks sebenarnya dapat dicegah, salah satunya dengan melakukan vaksinasi kanker serviks (HPV).

    Pentingnya Vaksinasi HPV

    Masih banyak masyarakat yang menganggap bahwa vaksinasi HPV pada anak-anak tidak diperlukan. Alasannya karena anak-anak belum berhubungan seksual di usia tersebut.

    Tapi sebenarnya efek perlindungan dari vaksin ini lebih bagus bila orang tersebut belum melakukan hubungan seksual. Justru, akan terlambat jika vaksin HPV diberikan setelah seseorang melakukan hubungan seksual karena ada risiko ia sudah terinfeksi.

    HPV tidak hanya menimbulkan penyakit pada wanita namun juga dapat menyerang pria karena virus ini bisa menyebabkan kanker penis.

    Kanker serviks disebabkan oleh virus HPV (Human Papillomavirus), yang disebabkan oleh tipe 16 dan 18 (sebanyak 70% kasus di dunia). Sedangkan HPV tipe 6 dan 11 diketahui menjadi 90% penyebab kasus kutil kelamin.

    harga vaksin hpv, biaya vaksin hpv

    Vaksinasi HPV

    Pada anak-anak, vaksinasi HPV dianjurkan diberikan pada usia 9-14 tahun, vaksinasi sebaiknya dilakukan 2 kali dengan jarak 6-12 bulan.

    Sedangkan, bagi anak usia 15 tahun ke atas, HPV diberikan sebanyak 3 kali dengan jadwal pemberian vaksinasi pada bulan 0, 1 atau 2 bulan setelah penyuntikan pertama (tergantung dari jenis vaksin apa yang digunakan, apakah bivalen ataukah tetravalent) dan terakhir adalah 6 bulan setelah penyuntikan pertama. Apabila pemberian vaksinasi ada yang terlewat, maka vaksinasi dapat terus dilanjutkan tanpa mengulangi dosisnya dari awal.

    Di Indonesia, ada 2 jenis vaksin HPV yaitu bivalen dan tetravalent yang beredar. Bivalen mengandung 2 tipe HPV (16 dan 18) yang dapat mencegah kanker leher rahim. Sedangkan vaksin tetravalent mengandung 4 tipe virus HPV (tipe 6, 11, 16 dan 18) yang dapat mencegah kanker leher rahim dan juga kutil kelamin.

    Baca Juga: 7 Hal Yang Harus Bunda Ketahui Tentang Vaksinasi HPV Anak

    Efek Samping Vaksinasi HPV

    Efek samping yang mungkin timbul setelah dilakukan vaksinasi paling umum adalah reaksi lokal di tempat penyuntikan seperti nyeri, kemerahan, memar atau bengkak.

    Selain itu, gejala lainnya antara lain demam, sakit kepala, mual, nyeri otot, ruam, urtikaria, pusing dan rasa lelah.

    Kontraindikasi Pemberian Vaksinasi HPV

    Vaksinasi HPV umumnya tidak dapat diberikan atau perlu dilakukan penundaan pemberian apabila adanya kondisi sebagai berikut:

    • Memiliki riwayat reaksi alergi berat terhadap vaksin HPV
    • Memiliki reaksi alergi atau hipersensitif terhadap lateks atau ragi.
    • Sedang hamil
    • Mengalami penyakit berat, kronis atau keganasan.

    Baca Juga: Mengapa Vaksinasi HPV Juga Diperlukan Untuk Si Gadis?

    Sahabat Sehat, jadi vaksin HPV aman untuk diberikan ke anak-anak selama ia tidak memiliki kontraindikasi yang disebutkan di atas. Efek perlindungannya juga lebih bagus bila diberikan di usia dini sesuai rekomendasi ahli. Segera vaksinasi anak Anda agar ia terlindungi. Bila Anda khawatir untuk berkunjung ke fasilitas kesehatan, vaksinasi juga bisa dilakukan dengan layanan ke rumah (home care).

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L



    Referensi 

    1. Wijaya, d. Pentingnya Vaksin HPV Pada Anak dan Dewasa.
    2. Armstrong M, Whelan C. HPV Vaccine for Kids: What You Need to Know.
    3. Perdoski. 6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Vaksin HPV.
    4. IDAI. Sekilas tentang Vaksin HPV.
    5. CDC. HPV Vaccination: What Everyone Should Know.
    6. Planned Parenthood. HPV Vaccine | What Is the HPV Vaccination.
    Read More
  • Pandemi Covid-19 menyisakan kisah pilu bagi banyak keluarga Indonesia. Ratusan ribu orang meninggal dunia karena tubuhnya tidak kuasa melawan ganasnya virus corona. Kabar baiknya, sekitar satu tahun yang lalu, vaksin Covid-19 sudah tersedia untuk melindungi warga mulai usia 6 tahun ke atas dan cakupannya pun sudah melebihi target minimal pemerintah. Alhasil, diiringi juga dengan menerapkan […]

    Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Pandemi Covid-19 menyisakan kisah pilu bagi banyak keluarga Indonesia. Ratusan ribu orang meninggal dunia karena tubuhnya tidak kuasa melawan ganasnya virus corona. Kabar baiknya, sekitar satu tahun yang lalu, vaksin Covid-19 sudah tersedia untuk melindungi warga mulai usia 6 tahun ke atas dan cakupannya pun sudah melebihi target minimal pemerintah. Alhasil, diiringi juga dengan menerapkan protokol kesehatan, kasus Covid-19 terus melandai hingga kini.

    Imunisasi Lengkap Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Dari kejadian pandemi, kita bisa memahami betapa pentingnya vaksinasi dalam menjaga keamanan kesehatan masyarakat. Sama halnya juga dengan imunisasi anak yang sudah rutin dilakukan selama puluhan tahun.

    Sayangnya, selama pandemi Covid-19 banyak anak-anak yang melewati jadwal imunisasi rutinnya karena kekhawatiran orang tua akan paparan virus corona. Sehingga, cakupan imunisasi turun drastis.

    Menanggapi kondisi ini, pemerintah dengan sigap mengimbau orang tua dan tenaga kesehatan untuk melakukan dan menggencarkan kegiatan Imunisasi Kejar, terlebih dengan kasus Covid-19 yang sudah menurun.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Apa yang dilakukan saat Imunisasi Kejar?

    Imunisasi Kejar sangat penting untuk dilakukan karena anak perlu dilindungi dari berbagai macam penyakit menular yang seharus bisa dicegah dengan vaksinasi. Terlebih, dengan belum adanya vaksinasi Covid-19 untuk anak balita, imunisasi rutin menjadi perlindungan utama baginya.

    Saat melakukan Imunisasi Kejar, orang tua butuh berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter untuk mengetahui vaksin apa saja yang anaknya perlu kejar. Karena, jadwal imunisasi kejar disesuaikan dengan usia anak saat ini, jenis vaksin yang terlewatkan, dan kondisi kesehatannya.

    Misalnya, anak berusia 18 bulan (1,5 tahun) yang belum diimunisasi setelah usia 6 bulan memerlukan imunisasi MR (campak dan cacar Jerman), hepatitis B, polio, DPT, HiB, dan PCV. Adapula tambahan imunisasi lainnya seperti varisela dan hepatitis A.

    Dengan jumlah vaksin yang multipel seperti ini, diperlukan saran dari dokter untuk penjadwalan yang terbaik bagi anak. Namun, dengan adanya vaksin combo, orang tua tidak perlu khawatir anaknya disuntik berkali-kali. Sebagian jenis vaksin sudah tergabung dalam satu suntikan. Sehingga anak pun bisa lebih nyaman.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Mengapa Perlu Imunisasi Lengkap?

    Imunisasi adalah cara yang sederhana, aman, dan efektif untuk melindungi diri dari berbagai penyakit menular yang memiliki dampak berat. Apalagi, daya tahan tubuh anak belum sempurna dan tidak semua anak memiliki daya tahan tubuh yang baik.

    Dalam proses imunisasi, virus dan bakteri yang sudah dilemahkan akan dimasukkan ke dalam tubuh agar dapat merangsang timbulnya daya tahan tubuh terhadap penyakit tertentu sehingga menurunkan risiko komplikasi sakit berat, kecacatan, dan kematian.

    Ada 15 jenis imunisasi yang disarankan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan didukung oleh Pemerintah, yaitu:

    1. BCG – melindungi dari infeksi tuberkulosis (TBC).
    2. Hepatitis B – melindungi dari virus hepatitis B yang menyebabkan peradangan dan merusak hati.
    3. Polio – melindungi dari virus polio yang menyebabkan paralisis (tidak bisa menggerakkan tubuh).
    4. DPT – melindungi dari virus penyebab difteri, pertussis (batuk rejan), dan tetanus. Ketiga penyakit ini bisa berakibat fatal bila terinfeksi.
    5. MR – melindungi dari virus measles (campak) dan rubella (cacar Jerman) yang dampak beratnya yaitu pneumonia (paru-paru basah), meningitis, dan radang sendi.
    6. HiB – melindungi dari infeksi meningitis (radang selaput otak) yang berakibat fatal pada anak-anak.
    7. PCV – melindungi dari virus pneumokokus penyebab pneumonia, meningitis, dan infeksi darah.
    8. Rotavirus – melindungi dari virus penyebab diare. Diare adalah penyebab kematian tertinggi pada anak-anak di Indonesia.
    9. Influenza – melindungi dari virus penyebab flu yang dampak beratnya adalah pneumonia.
    10. Hepatitis A – melindungi dari peradangan hati.
    11. HPV – melindungi dari virus penyebab kanker serviks dan kelamin.
    12. Tifoid – melindungi dari virus penyebab tipes yang mudah sekali ditemui di Indonesia.
    13. Varisela – melindungi dari cacar air yang dampak beratnya termasuk pneumonia, ensefalitis (radang otak), dan herpes zoster di kemudian hari.
    14. Japanese encephalitis (JE) – melindungi dari pembengkakan otak bila digigit nyamuk terinfeksi JE.
    15. Dengue – melindungi dari virus dengue yang rentan menyebabkan syok bila terinfeksi.

    Dengan melengkapi imunisasi lengkap sesuai rekomendasi dan jadwal dari IDAI, anak-anak dan keluarga Indonesia memiliki perlindungan yang optimal dalam menghadapi pandemi Covid-19. Jadi, jangan tunda lagi jadwal imunisasinya. Segera lindungi anak-anak kita dari bahayanya penyakit karena mencegah selalu lebih baik dari mengobati.

    Baca Juga: Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul L
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. WHO. Vaccines and Immunization.
    2. Omer SB et al. Vaccine Refusal, Mandatory Immunization, and the Risks of Vaccine-Preventable Diseases.
    3. IDAI. Jadwal Imunisasi IDAI 2020.
    Read More
  • Imunisasi MMR (measles/ campak, mumps/ gondongan, rubella/ campak Jerman) adalah imunisasi lanjutan dari imunisasi MR (measles and rubella) yang dilakukan saat anak berusia 9 bulan. Imunisasi MR sendiri adalah pengganti imunisasi campak yang sebelumnya digunakan sebagai imunisasi tunggal. Jika Moms sudah familiar dengan jadwal imunisasi campak atau MR, sudah tahukah Moms di usia berapa saja […]

    Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR?

    Imunisasi MMR (measles/ campak, mumps/ gondongan, rubella/ campak Jerman) adalah imunisasi lanjutan dari imunisasi MR (measles and rubella) yang dilakukan saat anak berusia 9 bulan. Imunisasi MR sendiri adalah pengganti imunisasi campak yang sebelumnya digunakan sebagai imunisasi tunggal.

    Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR

    Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR?

    Jika Moms sudah familiar dengan jadwal imunisasi campak atau MR, sudah tahukah Moms di usia berapa saja anak perlu diimunisasi MMR? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

    Puluhan ribu kasus campak dan rubella di Indonesia

    Di Indonesia diperkirakan ada sekitar 23 ribu kasus campak dan 30 ribu kasus rubella sepanjang 2010 hingga 2015. Penyakit-penyakit ini mudah penularannya dan rentan menginfeksi anak-anak. Itulah mengapa pemberian imunisasi MMR pada bayi sangat diperlukan ya, Moms. 

    Dapatkan: Layanan Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) ke Rumah

    Campak merupakan penyakit dengan gejala utama yang khas seperti ruam merah pada kulit yang muncul bertahap dan disertai demam. Jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini dapat memicu infeksi paru, kerusakan otak, hingga kematian. 

    Berbeda dengan campak, penyakit gondongan menyerang kelenjar air liur (parotis) dan menyebabkan pembengkakan. Komplikasi akibat gondongan jarang terjadi, namun sebagian komplikasinya bersifat serius, diantaranya peradangan otak, testikel (buah zakar), selaput otak, dan pankreas. 

    Sama seperti campak dan gondongan, penularan virus rubella juga melalui droplet. Jika terinfeksi, penderita akan menunjukkan gejala ruam merah yang gatal, yang timbul 2-3 minggu setelah terpapar virus. Penyebaran ruam juga secara bertahap dimulai dari wajah lalu ke seluruh tubuh. Komplikasi serius rubella antara lain tuli dan kerusakan hati dan limpa.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Usia berapa anak harus mendapatkan imunisasi MMR?

    Imunisasi MMR adalah bagian dari program imunisasi wajib pemerintah. Berdasarkan jadwal imunisasi yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2020, dosis pertama vaksin MMR adalah saat anak berusia 18 bulan dan dilanjutkan di usia 5-7 tahun. Umumnya, booster MMR di usia 5-7 tahun dilakukan pada Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS).

    Jika sampai dengan usia 12 bulan anak belum menerima dosis primer MR yang seharusnya diberikan di usia 9 bulan, maka anak boleh langsung diberikan imunisasi MMR. Jangan lupa untuk melengkapi dosis boosternya agar perlindungannya sempurna ya, Moms!

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Harga imunisasi MMR di Prosehat

    Imunisasi MMR adalah salah satu imunisasi yang diwajibkan pemerintah, namun tidak semua fasilitas pelayanan kesehatan melayani imunisasi MMR. Sebagian hanya memiliki imunisasi MR.

    Moms tidak perlu khawatir karena di Prosehat selalu tersedia layanan imunisasi MMR bagi si Kecil. Layanan imunisasi di Prosehat bisa dilakukan di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Moms dan Si Kecil, atau bisa juga diberikan di klinik Prosehat di Grand Wisata Bekasi Satu dan Palmerah Jakarta.

    Berikut kisaran harga paket imunisasi MMR di ProSehat:

    Layanan di Rumah
    Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) Rp 900.000
    Paket Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) + Flu 4 strain Rp 1.100.000
    Vaksinasi MMRV (Campak, Gondong, Rubella, Cacar Air) Rp 1.600.000
    Paket Vaksinasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) (2 kali suntik) Rp 1.700.000
    Paket Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) + Pneumonia (PCV-13)  Rp 1.750.000
    Layanan di Klinik Mitra Prosehat
    Vaksinasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) di Klinik Kasih Palmerah Rp 550.000
    Vaksinasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) di Klinik Bekasi Satu Rp 550.000

    Yuk Moms jadwalkan imunisasi MMR untuk Si Kecil. Imunisasi bersama Prosehat aman, nyaman, dan mudah!

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Imunisasi MR Dilakukan?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Primaya Hospital. Seputar Imunisasi MMR pada Anak.
    2. KOMINFO. Imunisasi MR Lindungi Anak Indonesia dari Kecacatan.
    3. IDAI. Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR).
    4. CDC. MMR.
    5. ProSehat. Mencari mmr.
    Read More
  • Tahun ini, Kementerian Kesehatan secara resmi melakukan penambahan jumlah imunisasi rutin wajib di Indonesia. Jika sebelumnya, imunisasi rutin memiliki 11 vaksin, kini bertambah menjadi 14 vaksin.  Imunisasi merupakan salah satu program pemerintah dalam mempermudah masyarakat untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dengan memberi subsidi vaksin. Artinya, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan vaksin […]

    Mengenal 3 Jenis Baru Vaksin Wajib Untuk Anak – Anak

    Tahun ini, Kementerian Kesehatan secara resmi melakukan penambahan jumlah imunisasi rutin wajib di Indonesia. Jika sebelumnya, imunisasi rutin memiliki 11 vaksin, kini bertambah menjadi 14 vaksin. 

    Imunisasi merupakan salah satu program pemerintah dalam mempermudah masyarakat untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik dengan memberi subsidi vaksin. Artinya, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk mendapatkan vaksin tersebut, termasuk vaksin Human Papilloma Virus (HPV).

    Mengenal Tiga Jenis Baru Vaksin Wajib Untuk Anak-anak

    Mengenal 3 Jenis Baru Vaksin Wajib Untuk Anak-anak

    11 Jenis Vaksin yang sudah Digunakan dalam Program Imunisasi

    Berikut 11 jenis vaksin yang sudah lebih dulu digunakan dalam program imunisasi, antara lain:

    Imunisasi dasar lengkap untuk bayi usia 0 – 11 bulan.

    • 1 Bulan : BCG Polio 1 untuk mencegah penularan tuberculosis dan polio
    • 2 Bulan : DPT-HB-Hib 1 Polio 2, mencegah polio, difteri, batuk rejan, retanus,  hepatitis B, meningitis, & pneumonia
    • 3 Bulan : DPT-HB-Hib 2 Polio 3
    • 4 Bulan : DPT-HB-Hib 3 Polio 4
    • 9 Bulan : Campak, mencegah campak

    Imunisasi lanjutan bayi usia 18-24 bulan

    • Imunisasi DPT-HB-Hib 1 dosis, untuk mencegah penyakit difteri, pertussis, tetanus, hepatitis B, pneumonia, dan meningitis
    • Imunisasi campak rubella 1 dosis
    • Imunisasi lanjutan pada anak sekolah dasar melalui program tahunan Bulan Imunisasi Nasional
    • Imunisasi campak rubella dan DT pada anak kelas 1
    • Imunisasi tetanus difteri td pada anak kelas 2 dan kelas 5

    Adapun penambahan 3 jenis vaksin baru vaksin yang dimasukkan ke dalam imunisasi rutin

    • Vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV)
    • Vaksin Rotavirus
    • Vaksin Human Papilloma Virus (HPV).

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Vaksin Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV)

    Imunisasi PCV adalah cara tepat dalam mencegah penyakit pneumonia karena imunisasi ini dapat melindungi Si Kecil dari bakteri Streptococcus pneumoniae.

    Bakteri pneumokokus dapat menyebabkan beberapa penyakit, seperti radang paru-paru (pneumonia), infeksi darah (bakteremia), dan radang selaput otak (meningitis). Setidaknya pada 2015, ada sekitar 14 persen dari 147 anak balita di Indonesia yang meninggal akibat bakteri pneumokokus. 

    Imunisasi PCV lengkap harus diberikan secara berkala pada bayi di usia 2, 4, 6, dan 12 – 15 bulan. Dengan melakukan imunisasi secara lengkap, diharapkan Si Kecil dapat terhindar dari bahaya penyakit pneumonia ini. 

    Vaksin Rotavirus

    Vaksin rotavirus bekerja untuk melindungi Si Kecil dari diare akibat infeksi rotavirus. Vaksin ini bisa menjadi berbahaya karena berisiko tinggi menyebabkan bayi dan anak mengalami dehidrasi.

    Vaksin rotavirus terbagi menjadi dua jenis, yakni :

    • Vaksin rotavirus monovalen 

    diberikan sebanyak dua kali di usia 6-14 minggu dan dosis kedua dalam 4 minggu setelah dosis pertama. 

    • Vaksin rotavirus pentavalent

    diberikan sebanyak 3 kali. Dosis pertama diberikan saat bayi berusia 2 bulan atau sekitar 6-10 minggu, sedangkan dosis kedua dan ketiga harus diberikan dengan jarak 4-10 minggu setelah vaksin sebelumnya. Batas maksimal dosis ketiga adalah saat bayi mencapai usia 32 minggu. 

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Vaksin Human Papilloma Virus (HPV)

    Vaksin selanjutnya yang masuk ke dalam daftar imunisasi rutin adalah Vaksin Human Papilloma Virus (HPV). Vaksin HPV adalah jenis vaksin yang berguna untuk melindungi tubuh dari infeksi human papillomavirus (HPV)

    Untuk mendapatkan manfaatnya secara optimal, vaksin HPV disarankan untuk diberikan pada anak-anak yang memasuki masa remaja, baik untuk perempuan maupun laki-laki. 

    Pada anak berusia 9-14 tahun, vaksin HPV diberikan sebanyak 2 kali dengan jarak pemberian 6-12 bulan antar vaksin.

    Sementara pada usia di atas 15 tahun dan orang dewasa, vaksin HPV perlu diberikan sebanyak 3 kali. Dosis kedua diberikan setelah 1-2 bulan dosis pertama, lalu dosis ketiga diberikan 6 bulan setelah dosis pertama.

    Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan imunisasi merupakan cara yang paling tepat dan murah untuk mencegah kematian ibu dan anak. Pasalnya, vaksinasi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang lebih murah dan lebih efektif daripada intervensi ketika seseorang sudah masuk perawatan di rumah sakit.

    Itulah sebabnya Moms, melengkapi vaksinasi anak sangat direkomendasikan karena sudah terbukti mampu menurunkan risiko penularan suatu penyakit. Tak hanya itu, melakukan vaksinasi juga dapat menurunkan risiko sakit berat dan komplikasi serta bisa lebih hemat (cost effective) dibanding mengeluarkan biaya rawat inap atau pengobatan jika terinfeksi.

    Baca Juga: Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Ayo jadwalkan vaksinasi Anda dan keluarga bersama Prosehat. Layanan ini dapat dilakukan di klinik mitra ProSehat di Grand Wisata Bekasi dan Palmerah Jakarta Barat atau di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Anda.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Kemenkes – Sehat Negeriku. Kemenkes Tambah 3 Jenis Vaksin Imunisasi Rutin, Salah Satunya HPV.
    2. IDAI. Sekilas Vaksin Pneumokokus.
    3. WHO. Pneumococcus.
    4. IDAI. Sekilas tentang vaksin HPV.
    5. Kidshealth.org. Your Child’s Immunizations: Human Papillomavirus (HPV) Vaccine (for Parents).
    6. NHS. Rotavirus vaccine overview.
    Read More
  • Beberapa bulan belakangan ini kasus Covid-19 sudah mulai melandai. Pemerintah pun mengumumkan bahwa Indonesia akan memasuki fase transisi dari pandemi menjadi endemi Covid-19 dengan berbagai pertimbangan. Walau demikian, bukan berarti virus corona sudah menghilang ya! Melandainya kasus Covid-19 memberi kesempatan bagi Anda dan keluarga untuk berlibur ke luar kota, bahkan ke luar negeri. Sama juga […]

    Vaksin Flu: Perlindungan Ekstra Bagi Anak dan Dewasa Saat Liburan

    Beberapa bulan belakangan ini kasus Covid-19 sudah mulai melandai. Pemerintah pun mengumumkan bahwa Indonesia akan memasuki fase transisi dari pandemi menjadi endemi Covid-19 dengan berbagai pertimbangan. Walau demikian, bukan berarti virus corona sudah menghilang ya!

    Vaksin Flu Perlindungan Ekstra Bagi Anak dan Dewasa Saat Liburan

    Vaksin Flu: Perlindungan Ekstra Bagi Anak dan Dewasa Saat Liburan

    Melandainya kasus Covid-19 memberi kesempatan bagi Anda dan keluarga untuk berlibur ke luar kota, bahkan ke luar negeri. Sama juga halnya bagi pelancong dari luar negeri yang berwisata ke Indonesia.

    Anda tetap perlu waspada saat mengunjungi keramaian. Apalagi kalau si Kecil belum divaksinasi Covid-19, atau jika Anda bepergian dengan orang lanjut usia (lansia), atau bersama orang yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

    Bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan melakukan vaksinasi flu (influenza) sebelum bepergian.

    Mengapa Vaksin Flu Penting?

    Vaksin Flu melindungi diri dari infeksi virus influenza. Selain menyebabkan gejala seperti flu (demam, nyeri otot, pilek, batuk, dll), virus ini dapat menyebabkan sakit berat jika daya tahan tubuh Anda tidak bagus saat terinfeksi.

    Contoh komplikasinya seperti paru-paru basah (pneumonia), infeksi telinga, dan memperburuk kondisi gagal jantung, asma, dan diabetes bila Anda memilikinya.

    Yang lebih mengkhawatirkan, virus ini terus bermutasi layaknya sifat virus pada umumnya. Oleh sebab itu, para ahli menyarankan untuk meng-update vaksin flu setiap satu tahun sekali.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Bagaimana Vaksin Flu Melindungi Terhadap Covid-19?

    Sebuah penelitian terhadap 27.000 partisipan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa angka kematian lebih rendah pada mereka yang terinfeksi Covid-19 dan sudah divaksin influenza. Selain itu juga menunjukkan rendahnya kebutuhan perawatan intensif dan penggunaan bantuan alat nafas pada pasien Covid-19 yang telah divaksinasi influenza.

    Maka, vaksin flu adalah perlindungan ekstra yang bisa Anda berikan untuk diri sendiri, anak, dan keluarga terhadap risiko penularan berbagai penyakit menular.

    Baca Juga: Vaksin Influenza Trivalen atau Quadrivalen? Kenali Perbedaannya!

    Pelindung Bagi Balita

    Sekitar satu setengah tahun yang lalu vaksin Covid-19 berhasil diciptakan dan diedarkan untuk digunakan oleh seluruh masyarakat berusia 6 tahun ke atas secara bertahap.

    Tetapi, hingga kini belum ada lampu hijau untuk penggunaan vaksin Covid-19 pada anak-anak berusia di bawah lima tahun. Sedangkan, virus ini ada dimana-mana dan anak-anak sudah memulai interaksi dengan lingkungan seperti sedia kala.

    American Academy of Pediatrics merekomendasikan agar semua anak sehat berusia 6 bulan ke atas divaksinasi influenza sebagai perlindungan terbaik terhadap flu, terutama dengan COVID-19, virus dan penyakit pernapasan lainnya yang beredar.

    Dosis Vaksin Flu

    Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu.

    Sementara jika Si Kecil berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja seperti dewasa, termasuk ibu hamil.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Influenza untuk Anak dan Efek Sampingnya

    Nah Sahabat Sehat, itulah pentingnya vaksin flu bagi anak dan dewasa. Tidak hanya melindungi terhadap flu, tapi juga berbagai macam penyakit menular lainnya.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Monica C
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi 

    1. CDC. Influenza Prevention: Information for Travelers.
    2. CDC. Before You Travel.
    3. Conlon A, et al. Impact of the influenza vaccine on COVID-19 infection rates and severity.
    4. The Importance of Flu Vaccines as the COVID Pandemic Continues.
    Read More
  • Membicarakan kebiasaan BAB mungkin akan terasa memalukan, padahal frekuensi BAB dan konsistensi feses dapat menjadi petunjuk mengenai kondisi tubuh kita. Pasalnya, kebiasaan buang air besar (BAB) menunjukan banyak hal terkait kesehatan dan seberapa baik fungsi tubuh.  Setiap orang memiliki intensitas BAB yang berbeda-beda. Meski demikian, sudah seharusnya BAB menjadi kebiasaan rutin setiap harinya. Namun jika […]

    Mengenal Berbagai Penyebab Sering Buang Air Besar

    Membicarakan kebiasaan BAB mungkin akan terasa memalukan, padahal frekuensi BAB dan konsistensi feses dapat menjadi petunjuk mengenai kondisi tubuh kita. Pasalnya, kebiasaan buang air besar (BAB) menunjukan banyak hal terkait kesehatan dan seberapa baik fungsi tubuh. 

    Mengenal Berbagai Penyebab Sering Buang Air Besar

    Mengenal Berbagai Penyebab Sering Buang Air Besar

    Setiap orang memiliki intensitas BAB yang berbeda-beda. Meski demikian, sudah seharusnya BAB menjadi kebiasaan rutin setiap harinya. Namun jika buang air besar ini terjadi terlalu sering bahkan dialami setiap setelah makan, maka kondisi ini perlu Sahabat Sehat waspadai. Intensitas BAB yang terlalu sering juga bisa menjadi tanda adanya ketidakberesan pada sistem pencernaan. 

    Apakah Sering BAB Setelah Makan itu Wajar?

    Ketika Sahabat Sehat makan, lambung dan usus akan merenggang. Setelah merasa cukup kenyang, saraf pada lambung akan mengirim sinyal ke usus halus untuk mempersiapkan disi mencerna makanan dari lambung. Sinyal inilah yang kemudian memandu kontraksi pada otot-otos usus untuk bergerak dan mencerna makanan. Pergerakan pada usus halus dan usus besar ini yang akhirnya akan memicu rasa ingin buang air besar. Ini artinya, BAB setelah makan seperti ini merupakan bagian dari siklus pencernaan yang cukup normal terjadi. 

    Biasanya, mereka yang mengalami kondisi ini akan lebih sering menahannya daripada ke kamar mandi. Kebiasaan menahan buang air besar inilah yang sebenarnya tidak baik bagi kesehatan, karena dapat menyebabkan berbagai komplikasi lain pada pencernaan. Namun, apabila keinginan untuk BAB ini selalu muncul setelah makan, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk memastikan kondisi apa yang sedang Anda alami. 

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Penyebab Sering Buang Air Besar Setelah Makan

    Apabila rasa ingin buang air besar setelah makan tidak selalu muncul, atau hanya sesekali saja, maka kondisi tersebut masih tergolong normal. Akan tetapi, apabila keinginan BAB sering terjadi maka dapat disebabkan oleh beberapa faktor misalnya :

    • Iritasi Usus

    Usus umumnya bekerja sangat aktif saat terjadi peradangan atau iritasi di lapisan dalam usus. Kondisi inilah yang akhirnya menyebabkan usus halus dan usus besar mencerna makanan dalam waktu singkat. Makanan yang telah dicerna oleh lambung akan bergerak dengan cepat di dalam rongga usus halus maupun besar. Gangguan pada usus seperti inilah yang kemudian memicu seseorang untuk buang air besar setelah makan. 

    • Radang Usus / Inflammatory Bowel Disease (IBD)

    Penyakit radang usus atau disebut juga IBD terbagi menjadi dua jenis, yakni Penyakit Crohn dan Kolitis Ulserativa. Kedua penyakit ini mengacu pada peradangan usus. IBD akan menyebabkan seseorang sering buang air besar, sakit lambung, sakit perut setelah makan, hingga adanya darah pada feses. 

    Kondisi Kolitis ulserativa biasanya hanya mempengaruhi usus besar, sementara pada kondisi Penyakit Crohn mempengaruhi saluran pencernaan secara keseluruhan. Penyakit radang usus umumnya akan membuat penderita kesulitan untuk menahan rasa ingin buang air besar, sehingga harus segera ke kamar mandi bahkan setelah makan sekalipun. 

    • Intoleransi Laktosa

    Seseorang yang menderita intoleransi laktosa, tidak mampu mencerna gula jenis laktosa yang biasanya terkandung dalam produk susu dan produk olahan susu. Apabila penderita intoleransi laktosa mengkonsumsi susu maupun produk olahan susu, maka saluran cerna tidak dapat menyerap zat laktosa dengan baik sehingga mengakibatkan diare.

    • Penyakit Celiac

    Penyakit Celiac adalah suatu kondisi ketika sistem imun seseorang bereaksi ketika mengkonsumsi gluten, yang banyak ditemukan dalam makanan seperti biji-bijian, seperti gandum, gandum hitam, dan jelai. Penderita Celiac umumnya mengalami diare setelah mengkonsumsi gluten.

    • Kanker Usus Besar

    Kanker usus besar adalah salah satu penyebab seringnya buang air besar setelah makan. Kondisi ini umumnya terjadi ketika sel-sel di usus besar mulai tumbuh secara tidak normal sehingga mempengaruhi fungsi usus besar. Kanker jenis ini bisa disembuhkan dengan peluang hingga 90% apabila sudah diketahui sejak awal pertumbuhannya. 

    Umumnya, penderita kanker usus besar akan merasa kesakitan saat buang air besar. Selain itu, intensitas buang air besar yang sering disertai dengan adanya darah pada tinja juga dapat menjadi tanda kanker usus besar yang perlu diwaspadai.

    • Kolitis Mikroskopis

    Beda halnya dengan kolitis ulserativa, peradangan lapisan dalam usus akibat Kolitis Mikroskopis hanya dapat dilihat dengan jelas melalui mikroskop. Namun sayangnya, penyebab penyakit ini belum dapat dipastikan hingga saat ini. Meski demikian, kondisi ini biasanya akan membuat penderita kesulitan menahan rasa ingin buang air besar. 

    Baca Juga: 5 Mitos vs Fakta Seputar BAB yang Perlu Sahabat Ketahui

    Kapan Harus Ke Dokter?

    Sahabat Sehat tak perlu khawatir apabila rasa ingin buang air besar setelah makan hanya muncul sesekali. Namun, jika kondisi ini terjadi secara berulang dan sering maka sebaiknya segera konsultasikan lebih lanjut ke dokter. Selain itu, ada beberapa kondisi yang sebaiknya diwaspadai yakni :

    • Mengalami diare yang tidak kunjung membaik dalam tiga minggu.
    • Menderita diare dan demam tinggi lebih dari 380Celcius.
    • Saat diare terjadi disertai rasa sakit pada rektum atau perut bagian bawah.
    • Feses yang keluar berwarna kehitaman, abu-abu, atau berdarah. 
    • Diare yang disertai tanda dehidrasi, seperti kelelahan, haus, dan pusing.

    Baca Juga: Tips Jitu Melancarkan BAB Anak

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai berbagai penyebab sering buang air besar. Jika Sahabat Sehat merasakan keluhan di atas, segera periksakan ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tapi, ada baiknya bila Sahabat Sehat juga rutin memeriksakan kesehatan umum melalui medical check up. Layanan ini juga tersedia di Prosehat.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Carolina Digestive. Women vs Men When It Comes To Digestion.
    2. ASGE. Quick Anatomy Lesson: Human Digestive System [Internet].
    3. Mayo Clinic. Digestion: How long does it take? 
    Read More
  • Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, atau KIPI, adalah respon tubuh atau gejala yang terjadi setelah melakukan vaksinasi. KIPI dapat beragam gejalanya, seperti demam. Tapi KIPI tidak harus selalu terjadi pada setiap anak yang diimunisasi. Setiap kali imunisasi memiliki kemungkinan terjadinya KIPI, termasuk setelah imunisasi DPT yang merupakan salah satu imunisasi wajib bagi setiap anak. Dosis primer […]

    Berapa Lama Bayi Demam Setelah Imunisasi DPT? Begini Cara Mengatasinya

    Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi, atau KIPI, adalah respon tubuh atau gejala yang terjadi setelah melakukan vaksinasi. KIPI dapat beragam gejalanya, seperti demam. Tapi KIPI tidak harus selalu terjadi pada setiap anak yang diimunisasi.

    Berapa Lama Bayi Demam Setelah Imunisasi DPT Begini Cara Mengatasinya

    Berapa Lama Bayi Demam Setelah Imunisasi DPT? Begini Cara Mengatasinya

    Setiap kali imunisasi memiliki kemungkinan terjadinya KIPI, termasuk setelah imunisasi DPT yang merupakan salah satu imunisasi wajib bagi setiap anak. Dosis primer vaksin ini diberikan sebanyak tiga kali di bulan kedua, ketiga, dan keempat bayi. Setelah itu kembali diberikan sebagai booster di usia 18 bulan, 5-7 tahun, dan 10-18 tahun (dalam bentuk Tdap).

    Manfaat Imunisasi DPT

    Imunisasi DPT memiliki manfaat dalam melindungi anak dari bahaya penyakit berikut ini:

    • Difteri

    Merupakan penyakit infeksi serius yang menyerang tenggorokan dan saluran pernapasan dan dapat menyebabkan kesulitan bernapas.

    • Tetanus

    Merupakan penyakit yang menyerang sistem saraf yang disebabkan karena infeksi bakteri yang timbul pada luka yang kotor.

    • Pertusis

    Merupakan penyakit yang menyerang sistem pernapasan yang gejalanya tampak seperti flu namun ditandai dengan batuk berat dan kesulitan bernapas. Gejala berat dan serius akan tampak apabila anak dibawah usia 1 tahun mengalaminya.

    Dapatkan: Layanan Paket Imunisasi Bayi 4 Bulan ke Rumah

    Demam Pasca Imunisasi DPT

    Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) memang bisa menyebabkan ketidak nyamanan pada anak. Beberapa efek samping yang seringkali terjadi pada imunisasi DPT adalah demam.

    Efek samping demam pasca imunisasi merupakan hal yang normal dan akan hilang dalam 1-2 hari, walaupun dalam beberapa kasus bisa berlangsung lebih lama. Namun kondisi ini tidak perlu dikhawatirkan.

    Demam merupakan respon sistem imun tubuh saat bereaksi dengan vaksin untuk membentuk pertahanan. Caranya dengan meningkatkan aliran darah sehingga sistem imun dapat segera masuk sirkulasi darah ke seluruh tubuh dan meningkatkan suhu tubuh untuk membunuh virus dari vaksin yang disuntikkan.

    Efek samping lainnya setelah imunisasi DPT antara lain nyeri, bengkak dan kemerahan di lengan yang disuntikkan selama 24-48 jam pertama (pada 51% anak yang diimunisasi DPT), mengantuk ringan (pada 32% anak), rewel (53% anak) dan penurunan nafsu makan (21% anak) dalam 24-48 jam pertama setelah penyuntikan.

    Baca Juga: Bagaimana Mengatasi Efek Samping Vaksin DPT atau Sering Disebut KIPI

    Cara Mengatasi Demam Pasca Imunisasi DPT

    Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengatasi anak demam pasca imunisasi DPT:

    • Kompres bekas suntikan dengan air dingin.
    • Berikan minum lebih banyak (ASI, air putih, susu formula atau air buah). Cairan yang masuk ke dalam tubuh dapat menurunkan demam pada anak, sedangkan ASI mampu menurunkan demam karena kandungan senyawa anti peradangan di dalamnya.
    • Pakaikan anak pakaian yang tipis atau nyaman.
    • Berikan obat penurun demam jika suhu melebihi 38 derajat celcius.

    Moms, jadi wajar bagi anak jika mengalami demam setelah imunisasi DPT. Umumnya reaksi ini hanya berlangsung sampai dengan 48 jam setelah imunisasi. Ikuti langkah di atas untuk mengatasi demam dan reaksi KIPI lainnya agar anak tetap merasa nyaman dan Moms tidak khawatir. Namun, jika gejala memberat atau Moms khawatir, bawalah anak ke dokter untuk diperiksakan.

    Baca Juga: Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Bagi Moms yang ingin imunisasi Si Kecil, ayo jadwalkan bersama Prosehat. Layanan imunisasi adalah salah satu layanan unggulan Prosehat yang dapat dilakukan di rumah dan juga di klinik Prosehat di Grand Wisata Bekasi Satu dan Palmerah Jakarta Barat. Moms juga bisa konsultasi dengan dokter Prosehat kapan saja Moms perlu.

    Jika Moms membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     
    Referensi

    1. Pearl Ben-Joseph, MD E. Your Child’s Immunizations: Diphtheria, Tetanus & Pertussis Vaccine (DTaP).
    2.  Pediatri S. Jadwal Imunisasi Rekomendasi IDAI.
    3. Esthernita Dewanto, Sp.A(K), D., Anak demam pasca imunisasi jangan panik, lakukan empat langkah ini.
    4. Seattle Children’s Hospital. Immunization Reactions.
    5. Tenafly Pediatrics. Immunization Reactions.
    Read More
  • Pada dua tahun pertama anak, banyak imunisasi yang terjadwal bersamaan. Misalnya di bulan kedua, bayi akan menerima vaksin DPT, Polio, Hib, PCV, dan rotavirus. Mungkin Moms bertanya-tanya apakah hal ini aman untuk dilakukan. Apakah akan ada efek dari pemberian beberapa jenis vaksin dalam waktu yang sama? Kombinasi Vaksin Diuji Terlebih Dahulu Data ilmiah menunjukkan bahwa […]

    Apa Efek Imunisasi PCV dan Rotavirus Bersamaan Pada Anak?

    Pada dua tahun pertama anak, banyak imunisasi yang terjadwal bersamaan. Misalnya di bulan kedua, bayi akan menerima vaksin DPT, Polio, Hib, PCV, dan rotavirus. Mungkin Moms bertanya-tanya apakah hal ini aman untuk dilakukan. Apakah akan ada efek dari pemberian beberapa jenis vaksin dalam waktu yang sama?

    Apa Efek Imunisasi PCV dan Rotavirus Bersamaan Pada Anak

    Apa Efek Imunisasi PCV dan Rotavirus Bersamaan Pada Anak?

    Kombinasi Vaksin Diuji Terlebih Dahulu

    Data ilmiah menunjukkan bahwa mendapatkan beberapa vaksin sekaligus tidak menyebabkan masalah kesehatan kronis. Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk melihat efek pemberian berbagai kombinasi vaksin.

    Vaksin yang diberikan izin artinya sudah diuji bersama dengan vaksin yang direkomendasikan untuk anak usia tertentu. Contohnya adalah imunisasi PCV dan rotavirus yang diberikan bersamaan di usia 2, 4, dan 6 bulan.

    Berdasarkan informasi ini, organisasi kesehatan anak merekomendasikan untuk mendapatkan semua vaksin rutin anak tepat waktu. CDC juga menjelaskan bahwa vaksinasi rotavirus tidak mengganggu respon antibodi terhadap vaksinasi lain jika diberikan bersamaan, termasuk pemberian vaksin PCV.7

    Dapatkan: Paket Imunisasi Pneumonia (PCV-13) + Rotavirus ke Rumah

    Manfaat Imunisasi PCV

    Imunisasi PCV dilakukan dengan tujuan mengurangi risiko terinfeksi bakteri Streptococcus pneumoniae, yaitu bakteri penyebab pneumonia (paru-paru basah), septikemia dan meningitis (radang selaput otak).

    Vaksin PCV diberikan kepada anak-anak berusia 2 bulan hingga 5 tahun. Vaksin PCV dapat mencegah infeksi hingga 23 jenis bakteri Streptococcus pneumonia.1 Berikut ini adalah jenis-jenis vaksinnya:

    • Pneumococcal Conjugate Vaccine 13 (PCV 13)

    Melindungi tubuh dari 13 jenis bakteri penyebab pneumonia. Vaksin ini diberikan untuk bayi, anak-anak dan juga dewasa.

    • Pneumococcal Polysaccharide Vaccine 23 (PPSV 23)

    Vaksin tipe ini melindungi tubuh dari 23 jenis bakteri penyebab pneumonia. Vaksin PPSV 23 diberikan untuk lansia, dewasa dan anak berusia lebih dari 2 tahun. Selain itu, vaksin ini dapat diberikan untuk mereka yang memiliki kebiasaan merokok.

    Vaksin PCV pada anak-anak, diberikan pada usia dibawah 1 tahun, dengan dosis 3 kali yaitu pada usia 2, 4 dan 6 bulan.

    Baca Juga: 8 Alasan Anak Perlu Disuntik Vaksin PCV

    Manfaat Imunisasi Rotavirus

    Rotavirus merupakan penyebab diare paling banyak menginfeksi bayi dan anak-anak di seluruh dunia. Diare juga merupakan penyakit yang tingkat kematiannya tinggi. Karena itu, Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan vaksinasi rotavirus dalam program imunisasi nasional di seluruh dunia, terutama di negara-negara berkembang dimana sanitasi air dan kebersihan lingkungannya rendah seperti Indonesia.

    Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian imunisasi anak rotavirus mulai usia 2 bulan. Terdapat dua macam vaksin rotavirus di Indonesia, yakni:

    • Vaksin Rotateq: diberikan sebanyak 3 dosis. Dosis pertama ketika anak berusia 6-14 minggu, dosis kedua berjarak 4-8 minggu setelah dosis pertama dan dosis ketiga paling lama saat anak berusia 8 bulan.
    • Vaksin Rotarix: diberikan sebanyak 2 dosis, dosis pertama untuk anak berusia 10 minggu, dosis kedua ketika usia anak 14 minggu dan maksimal berusia 6 bulan.

    Vaksin Rotavirus diberikan secara oral dengan diteteskan ke mulut si kecil. Oleh karena itu, ada resiko dimuntahkan kembali. Sehingga, dianjurkan untuk memberikan vaksin secara perlahan karena tidak dianjurkan untuk mengulang pemberian vaksin jika dimuntahkan.

    Baca Juga: Imunisasi Rotavirus Mencegah Kematian Bayi Karena Diare

    Prosehat menyediakan layanan vaksinasi PCV dan rotavirus yang bisa dilakukan di klinik Prosehat Grand Wisata Bekasi Satu dan Palmerah Jakarta Barat, maupun di rumah. Layanan vaksinasi di Prosehat adalah pilihan terbaik bagi Sahabat Sehat karena aman, nyaman, dan mudah penjadwalan dan pelaksanaannya.

    Harga layanan vaksinasi rotavirus di klinik mulai dari Rp. 450.000 dan layanan vaksinasi rotavirus di rumah mulai dari Rp. 700.000. sedangkan untuk vaksinasi combo PCV-13 dan Rotavirus di Rumah mulai dari Rp. 1.600.000.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. 

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Budi Santoso, D. and Kaswandani, Sp.A(K), D., 2017. Sekilas Vaksin Pneumokokus. Ikatan Dokter Anak Indonesia.
    2. Adiputra, d., 2021. Rumah Sakit dengan Pelayanan Berkualitas – Siloam Hospitals.
    3. Garcia, d., 2021. Vaksinasi Pneumonia dan Jenisnya. Rumah Sakit Terbaik Berstandarisasi Internasional | Ciputra Hospital.
    4. Centers for Disease Control and Prevention. n.d. Prevent pneumonia.
    5. Soetandio SpA, M.Si.Med, d., n.d. Vaksin Rotavirus, Apa Manfaatnya dan Kapan Diberikan – Primaya Hospital.
    6. Prabandini Sasongko, d., 2018. Imunisasi Rotavirus.
    7. Center of Disease Control and Prevention. 2022. Vaccines and Preventable Diseases; Rotavirus Vaccine.
    Read More
  • Kurang darah atau anemia memiliki gejala yang hampir mirip dengan gejala penyakit ringan lainnya, seperti pusing, tampak pucat, hingga tubuh yang lemas. Oleh sebab itu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita anemia. Padahal, anemia perlu dideteksi sejak dini agar dapat diobati dengan segera untuk mempercepat proses penyembuhan. Sahabat Sehat, apa saja gejala anemia […]

    Sering Alami Lemas dan Pucat? Waspadai Gejala Kurang Darah

    Kurang darah atau anemia memiliki gejala yang hampir mirip dengan gejala penyakit ringan lainnya, seperti pusing, tampak pucat, hingga tubuh yang lemas. Oleh sebab itu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita anemia.

    Padahal, anemia perlu dideteksi sejak dini agar dapat diobati dengan segera untuk mempercepat proses penyembuhan. Sahabat Sehat, apa saja gejala anemia atau kurang darah ? Mari simak penjelasan berikut.

    Sering Alami Lemas dan Pucat Waspadai Gejala Kurang Darah

    Sering Alami Lemas dan Pucat? Waspadai Gejala Kurang Darah

    Pengertian Kurang Darah

    Kurang darah atau yang dikenal dengan istilah anemia merupakan sebuah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin dalam mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga organ-organ lainnya tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya karena kurangnya asupan oksigen. Kondisi inilah yang akhirnya memicu muncul gejala anemia atau kurang darah. 

    Anemia memiliki gejala yang beragam dan tergantung pada penyebabnya. Misalnya anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12 atau akibat terjadinya perdarahan yang serius. Apabila Sahabat Sehat mengalami salah satu beberapa gejala berikut ini, sebaiknya segera kunjungi dokter. 

    Dapatkan: Layanan Medical Check Up dari ProSehat

    Tanda dan Gejala Kurang Darah 

    Secara umum, orang yang menderita kurang darah atau anemia dapat mengalami beberapa tanda dan gejala seperti berikut :

    Kelelahan

    Tanda paling umum dari orang yang kekurangan darah adalah hilangnya energi, mudah lelah, atau kelelahan. Untuk menentukan apakah seseorang mengalami kurang darah memang tidak dapat dinilai hanya dari gejala ini saja, sebab ada berbagai faktor lain yang dapat menyebabkan badan terasa lemas dan lesu. 

    Oleh karena itu, apabila Sahabat Sehat merasa kelelahan yang tidak seperti biasanya, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Selain itu untuk mencegah terjadinya kondisi ini, cukupilah asupan zat besi serta vitamin B12 dan vitamin C yang banyak ditemukan pada daging merah, sayuran, buah-buahan, atau multivitamin. 

    Saat tubuh tidak memiliki hemoglobin yang cukup, maka semua sel dan jaringan tubuh Anda akan kekurangan oksigen secara otomatis. Akhirnya, jantung harus bekerja lebih keras agar sel darah merah tetap mengalir dan mengangkut oksigen keseluruh tubuh. Hal ini yang menyebabkan penderita anemia atau kurang darah mengalami kelelahan.

    Tampak Pucat

    Hemoglobin adalah zat pemberi warna merah pada darah. Sementara jaringan kulit memiliki banyak pembuluh darah kecil. Saat sirkulasi darah lancar, kulit akan merona kemerahan. Namun sebaliknya apabila kadar hemoglobin rendah, maka kulit akan tampak berwarna pucat. 

    Kulit yang pucat adalah salah satu gejala umum kurang darah atau anemia. Meski gejala ini dapat terlihat di seluruh bagian tubuh, tetapi paling jelas terlihat pada gusi, wajah, bagian dalam bibir, kelopak mata bawah, dan punggung kuku. 

    Detak Jantung Meningkat

    Menurut sebuah penelitian, kurang darah atau anemia dapat membebani sistem kardiovaskular (jantung). Pada penderita kurang darah atau anemia, tubuh secara otomatis akan kekurangan oksigen karena kadar hemoglobin yang rendah. Akhirnya, pengiriman oksigen ke seluruh tubuh terhambat dan dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular dan jaringan otot terkait lainnya. Jika dialami berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan pada organ penting seperti jantung dan otak. 

    Baca Juga: Awas Gejala EDS, Biang Penyebab Mengantuk Sepanjang Hari

    Sakit Kepala dan Nafas Terengah-engah

    Selain menyebabkan kelelahan ekstrim dan kelemahan otot akibat kurangnya kadar oksigen dalam darah, kurang darah atau anemia juga dapat menyebabkan sakit kepala, nafas terengah-engah, hingga pingsan. 

    Gejala ini biasanya terjadi secara tiba-tiba saat hendak berdiri atau sedang melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini kerap kali membuat penderitanya kesulitan menjalani aktivitas sehari-harinya dengan normal. 

    Kram Kaki

    Kram kaki sangat umum terjadi pada penderita kurang darah atau anemia yang sedang melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini biasanya dialami oleh mereka yang menderita anemia ringan, dan dianggap sebagai gejala biasa karena mereka masih mampu berjalan, berlari, atau berdiri dalam waktu lama. Namun pada penderita anemia berat, kram kaki akan terasa amat menyakitkan walau sedang istirahat sekalipun. 

    Sulit Berkonsentrasi

    Hemoglobin merupakan protein pembawa oksigen pada sel darah merah. Kurangnya kadar hemoglobin tidak hanya mempengaruhi produksi sel darah merah dan pengiriman oksigen ke organ tubuh, otot, dan jaringan tubuh saja. Jumlah hemoglobin yang rendah turut dapat mempengaruhi suasana hati, kemampuan berkonsentrasi, dan tingkat energi. 

    Gangguan Tidur

    Insomnia atau gangguan tidur lainnya, seperti sindrom kaki gelisah sangat umum dialami pada anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia yang kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab kurang darah atau anemia. Apabila penderita anemia dengan gejala gangguan tidur ini mengkonsumsi suplemen zat besi, maka gejala sindrom kaki gelisah dan insomnia perlahan akan berkurang.

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Nah, Sahabat Sehat, itulah mengenai gejala kurang darah atau disebut juga Anemia. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Referensi

    1. Medical News Today. Anemia: Symptoms, treatments, types, and causes. USA : Medical News Today.
    2. WebMD. Anemia. USA : WebMD.
    3. Mayo Clinic. Anemia – Symptoms and causes. USA : Mayo Clinic.
    4. National Institute of Health. Your Guide To Anemia. USA L National Institute of Health.
    Read More
  • Bagi Moms yang anaknya masih balita, yuk kita perhatikan kembali jadwal imunisasinya agar dapat mempersiapkannya dengan lebih baik. Tidak hanya dari segi jadwal, tapi juga dana. Moms, usia berapa sekarang Si Kecil? Apakah sudah dilengkapi imunisasinya bulan ini? Imunisasi penting untuk diberikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk melindungi Si Kecil […]

    Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Bagi Moms yang anaknya masih balita, yuk kita perhatikan kembali jadwal imunisasinya agar dapat mempersiapkannya dengan lebih baik. Tidak hanya dari segi jadwal, tapi juga dana.

    Moms, usia berapa sekarang Si Kecil? Apakah sudah dilengkapi imunisasinya bulan ini? Imunisasi penting untuk diberikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk melindungi Si Kecil dari berbagai penyakit menular dengan cara pembentukan kekebalan tubuh.

    Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Moms, usia berapa sekarang Si Kecil? Apakah sudah dilengkapi imunisasinya bulan ini? Imunisasi penting untuk diberikan sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Hal ini bertujuan untuk melindungi Si Kecil dari berbagai penyakit menular dengan cara pembentukan kekebalan tubuh.

    Yuk Moms, simak informasinya di bawah ini.

    Jadwal Imunisasi Balita Terbaru

    Kementerian Kesehatan RI dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merekomendasikan tahapan imunisasi dasar yang dapat diberikan kepada anak. 

    Berikut ini adalah 7 imunisasi dasar yang wajib bagi anak, yaitu:

    • Hepatitis B diberikan pada balita untuk melindunginya dari penyakit radang hati. 
    • OPV atau oral polio vaccine melindungi anak dalam jangka panjang dari penularan infeksi virus polio.
    • BCG melindungi dari penyakit tuberkulosis atau TBC/ TB. 
    • DPT adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah tiga macam penyakit, yaitu difteri, pertusis dan tetanus. 
    • HiB melindungi tubuh dari infeksi bakteri haemophilus influenzae tipe B (HiB).
    • MR/ MMR (measles, mumps, rubella) adalah vaksin untuk mencegah penyakit campak, gondongan, dan rubella (campak Jerman). 
    • HPV adalah vaksin yang digunakan untuk melindungi tubuh dari infeksi human papillomavirus (HPV) penyebab kanker serviks dan jenis kanker lainnya, serta beberapa infeksi menular seksual.

    Baca Juga: Guru dan Pengasuh Daycare Perlu Vaksin Flu Sebelum Sekolah Tatap Muka

    Dan 7 imunisasi yang direkomendasikan bagi anak:

    • PCV melindungi dari kuman penyebab pneumonia (paru-paru basah) dan meningitis.
    • Rotavirus efektif mencegah diare dapat yang berdampak fatal.
    • Influenza memberikan kekebalan terhadap virus flu yang rentan diderita oleh anak.
    • Japanese encephalitis (JE) melindungi dari virus penyebab radang otak.
    • Varisela diberikan pada anak agar ia terlindungi dari cacar air.
    • Hepatitis A melindungi dari virus yang menyebabkan peradangan hati.
    • Tifoid melindungi dari bakteri Salmonella typhi penyebab sakit tipes.

    Jadwal Imunisasi Nasional

    Jadwal imunisasi anak dapat Moms lihat di Buku Kesehatan Ibu dan Anak (Buku KIA) yang biasanya diberikan oleh pihak fasilitas kesehatan untuk ibu hamil. 

    Jadwalnya adalah sebagai berikut:

    • Saat lahir : Hepatitis B (HB)
    • Usia 1 bulan : BCG, OPV
    • Usia 2 bulan : HB, OPV, DTP, HiB, PCV, Rotavirus
    • Usia 3 bulan : HB, OPV, DTP, HiB
    • Usia 4 bulan : HB, OPV, DTP, HiB, PCV, Roativurs
    • Usia 6 bulan : PCV, Rotavirus, Influenza
    • Usia 9 bulan : MR, JE
    • Usia 12 bulan : PCV booster, Varisela, Hepatitis A
    • Usia 18 bulan : HB booster, OPV booster, DTP booster, HiB booster, Influenza booster, MR/ MMR
    • Usia 24 bulan : Tifoid, JE booster jika berada di daerah endemis
    • Usia 5 tahun : DTP booster, MR/ MMR booster, Tifoid booster
    • Usia 9 tahun : HPV

    Moms, itulah jadwal lengkap imunisasi anak yang telah dikeluarkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Pastikan Moms memberikan imunisasi sesuai jadwal. Tapi, kalau ada imunisasi yang terlewat, jangan segan untuk tetap melanjutkan atas rekomendasi jadwal dari dokter. Hal ini penting sekali agar efek perlindungan dari imunisasi dapat tercapai setelah dosis lengkap.

    Bagi Moms yang terbatas waktu atau ruang geraknya, Prosehat hadir dengan layanan imunisasi ke rumah. Dengan adanya layanan ini diharapkan semua anak mendapatkan imunisasi lengkap sepanjang masa kecilnya tanpa terkecuali.

    Baca Juga: Apa Manfaat Imunisasi Influenza dan Efek Sampingnya Bagi Anak

    Kisaran harga layanan imunisasi anak ke rumah oleh Prosehat adalah sebagai berikut:

    Layanan Imunisasi ke Rumah
    Imunisasi Hepatitis B Rp 480.000
    Imunisasi Flu 4 Strain Anak (usia 6 bulan ke atas) Rp 550.000
    Imunisasi Combo 5 (DPT – Hib – Hepatitis B)  Rp 550.000
    Imunisasi Campak Rp 570.000
    Imunisasi Rotavirus  Rp 700.000
    Imunisasi BCG  Rp 720.000
    Imunisasi Hepatitis A (untuk Anak)  Rp 770.000
    Imunisasi Polio (Suntik) Rp 800.000
    Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR)  Rp 900.000
    Paket Imunisasi Flu 4 Strain Anak *2 kali suntik Rp 990.000
    Paket Imunisasi Balita 3 tahun (Hepatitis A + Flu 4 Strain) Rp 1.050.000
    Paket Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) + Flu 4 Strain  Rp 1.100.000
    Paket Imunisasi Combo 5 (DPT, Hib, Polio)  Rp 1.200.000
    Imunisasi Pneumonia (PCV-13) Anak  Rp 1.200.000
    Paket Imunisasi Bayi 9 Bulan – MR + Flu 4 Strain Rp 1.200.000
    Paket Imunisasi Combo 6 (DPTa, Hep B, IPV, Hib)  Rp 1.250.000
    Paket Imunisasi Hepatitis B (untuk Anak) (3 kali suntik) Rp 1.360.000
    Paket Imunisasi Pneumonia (PCV-13) + Flu 4 Strain Rp 1.400.000
    Paket Imunisasi Hepatitis A (untuk Anak) (2 kali suntik) Rp 1.440.000
    Paket Imunisasi Pneumonia (PCV-13) + Rotavirus Rp 1.600.000
    Paket Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) + Pneumonia (PCV-13) Rp 1.750.000
    Paket Imunisasi Rotavirus ke Rumah (3 kali suntik) Rp 2.000.000

    Dapatkan: Paket Imunisasi Balita 18 Bulan ke Rumah

    Moms, segera jadwalkan imunisasi Si Kecil bersama Prosehat. Jika Moms memerlukan konsultasi dokter untuk mengejar imunisasi yang tertinggal, Moms bisa chat terlebih dahulu dengan dokter Prosehat.

    Jika Moms membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Apabila Moms memerlukan informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Sehat Negeriku. 2022. Imunisasi Kejar, Lengkapi Imunisasi Dasar Anak yang Tertunda.
    2. covid19.go.id. 2022. Bulan Imunisasi Anak Nasional Digelar.
    3. ProSehat. 2022. ProSehat sedia Imunisasi Anak – • ProSehat.
    4. Media, K., 2022. Jadwal Imunisasi Dasar Anak yang Wajib Diketahui Orangtua Halaman all – Kompas.com.
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com