Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Anak

Showing 31–40 of 157 results

  • Sobat sehat selalu stok camilan di rumah? Jika ya, apakah selama ini yang Anda konsumsi merupakan produk kesehatan buatan Indonesia? Brand makanan sehat buatan negara sendiri sebenarnya sudah banyak beredar di pasaran namun belum begitu banyak khalayak yang mengetahui karena mereknya masih kalah populer daripada merek-merek makanan yang tidak menyehatkan. Merek-merek makanan kesehatan ini muncul […]

    9 Brand Makanan Sehat Asli Buatan Indonesia

    Sobat sehat selalu stok camilan di rumah? Jika ya, apakah selama ini yang Anda konsumsi merupakan produk kesehatan buatan Indonesia? Brand makanan sehat buatan negara sendiri sebenarnya sudah banyak beredar di pasaran namun belum begitu banyak khalayak yang mengetahui karena mereknya masih kalah populer daripada merek-merek makanan yang tidak menyehatkan. Merek-merek makanan kesehatan ini muncul sebagai reaksi atas gaya hidup masyarakat Indonesia yang semakin lama tidak menyehatkan sehingga memunculkan banyak penyakit kronis terutama di usia-usia produktif. Keadaan ini sungguh mengkhawatirkan. Ketika akhirnya banyak masyarakat Indonesia mulai menyadari pentingnya hidup sehat dan memulai tren tersebut, makanan-makanan ini muncul sebagai penunjang. Tentu saja supaya diminati merek-merek tersebut bermain di harga murah supaya tidak anggapan mau menjadi sehat itu mahal. Lalu merek-merek makanan sehat apa sajakah itu? Yuk, mari simak, Sobat Sehat yang ingin gaya hidup sehat dan juga bangga buatan Indonesia.

    Baca Juga: Inilah Jumlah Kalori 7 Menu Makan Siang dan Cara Membakarnya

    1. Lemonilo

    Indonesia merupakan salah satu negara terbesar pengonsumsi mi instan di dunia selain Jepang dan Cina. Merek yang terkenal di Indonesia adalah Indomie dan Mie Sedaappp. Namun, ternyata mi instan di Indonesia punya banyak masalah jika dikonsumsi secara berlebihan apalagi jika dikonsumsi bersamaan dengan nasi sehingga menjadi double-carbo. Hal-hal ini sering menimbulkan permasalahan kesehatan seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, dan tekanan darah tinggi. Penyebabnya adalah kandungan sodium yang tinggi, lemak jenuh yang tidak sehat hingga indeks glikemik yang tinggi.

    Namun tidak halnya jika Sobat mengonsumsi Lemonilo. Mi instan yang satu ini adalah mi yang terbuat dari bahan dasar organik, yakni bayam, tepung mocaf (tapioca), tepung terigu, garam, dan air. Bumbu-bumbu yang digunakan umumnya adalah kaldu ayam alami, saus cabai alami, bubuk cabau, bawang merah, kecap manis serta minyak nabati yang terjamin bebas dari MSG dan 3P (pengawet, perasa, dan pewarna buatan). Mi ini berwarna hijau dan tidak dibuat melalui proses penggorengan, tetapi dengan teknik ovenisasi menggunakan oven sehingga mi menjadi lebih kering, kaku, dan awet, serta rendah lemak sehingga aman dikonsumsi anak-anak, ibu hamil, dan menyusui. Apabila Sobat menginginkan Lemonilo, silakan cek di sini ya!

    2. FITmee

    Selain Lemonilo, mi instan sehat lain yang bisa Sobat jadikan sebagai makanan penunjang gaya hidup sehat adalah FITmee. Mi instan ini diproduksi oleh PT Fit Indonesia Tama. FitMee hadir dalam dua varian ras, yakni rasa mie soto dan mie goreng Korea. Kalori yang terkandung pada rasa soto hanya 60 kaloro dan mie goreng 150 kalori. Jumlah ini tentu saja lebih rendah daripada mi instan pada umumnya yang mempunyai kalori di kisaran 360-500 kalori per bungkus. Dapat dikatakan bahwa FITmee sangat rendah kalori sehingga aman buat para pecinta mi instan yang doyan olahraga atau sedang menjalani program diet. Apabila Sobat tertarik pada produk ini, silakan cek di sini ya!

    3. Tropicana Slim

    Sebagai sebuah merek makanan sehat, nama Tropicana Slim tentu sudah tidak asing lagi terutama bagi pecinta makanan manis yang harus membatasi jumlah gula dalam makanan akibat terserang diabetes. Produk asli Indonesia ini diproduksi oleh PT Nutrifood Indonesia, dan produk yang dipasarkan cukup beragam mulai dari pemanis rendah kalori, susu, hingga bahan-bahan untuk memasak. Selain tersedia dalam produk bebas gula, Tropicana Slim juga tersedia dalam produk susu bebas lemak dan pelengkap masakan. Kehadiran Tropicana Slim sendiri tentunya untuk mengurangi jumlah penderita diabetes di Indonesia yang semakin meningkat, dan diabetes sendiri merupakan salah satu penyakit mematikan di Indonesia selain jantung. Apabila Sobat tertarik pada produk ini, silakan cek di sini ya!

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    4. Madu TJ

    Selain makanan sehat asli buatan Indonesia berbentuk mi instan dan pemanis rendah kalori, juga terdapat yang berbentuk madu. Salah satunya adalah Madu Tresno Joyo atau yang populer dengan nama Madu TJ. Produk madu yang satu ini memang paling populer di Indonesia. Salah satu varian yang paling banyak dibeli oleh konsumen adalah Madu TJ Murni yang diproduksi oleh lebah pagi. Madu ini dipanen pada saat dalam keadaan matang dan fresh. Produk ini mengandung vitamin, mineral, dan enzim lengkap untuk kesehatan tubuh, dan daot menjaga daya tahan tubuh dan memberikan manfaat positif bagi kesehatan. Apabila Sobat berminat, silakan cek di sini ya!

    5. Madurasa

    Selain Madu TJ, brand makanan sehat asli buatan Indonesia lainnya yang dalam bentuk madu adalah Madurasa. Merek ini dikenal sebagai pelopor madu dalam kemasan terbaik di Indonesia. Madurasa awalnya tersedia dalam bentuk sachet, dan seiring perkembangan zaman hadir dalam kemasan botol yang ekonomis, dan juga lebih praktis. Salah satu varian Masurasa yang terkenal adalah Madurasa Murni yang merupakan merek madu asli yang bagus dengan perpadian rasa natural dan aroma yang sangat khas. Proses pengemasan Madurasa Murni ini dilakukan tanpa pemanasan apa pun sehingga khasiatnya tetap terjaga. Selain di Indonesia, Madurasa juga tersedia di Malaysia, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi. Apabila Sobat berminat silakan cek di sini ya!

    6. Oatbits

    Buat Sobat Sehat yang suka ngemil namun yang sehat dan tetap gurih, Sobat bisa menjadikan Oatbits sebagai camilan. Ini adalah biskuit oat bergizi yang dilengkapi dengan buah asli. Kombinasi antara oat alami dan buah asli menjadikan biskuit ini sangat lezat dan komplet gizinya sehingga tepat untuk dijadikan sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Salah satu varian produk produksi PT Agel Langgeng yang patut Sobat Sehat coba adalah Oatbits 8 Almond yang memiliki kandungan nutrisi  dapat menjaga kesehatan tubuh serta menjaga Sobat tetap berenergi lebih lama. Kandungan kalsium di dalamnya baik untuk menjaga kesehatan tulang. Tidak hanya itu saja, camilan ini juga banyak mengandung Serat, Vitamin E, vitamin B1, B2 dan B6 serta mineral yang memberikan ekstra energi untuk tubuh. Omega 6 di dalamnya juga baik untuk kesehatan jantung.

    Baca Juga: Tips Membuat Cemilan Sehat untuk Anak

    7. East Bali Cashews Coconut Banana Granola

    Sobat Sehat tentu sudah tidak asing dengan granola sebagai salah satu camilan sehat yang banyak digemari saat ini. Ada banyak sekali merek granola namun untuk yang asli Indonesia adalah East Bali Cashews Coconut Banana Granola. Sereal granola ini berasal dari Bali. Kombinasi khas tropis dari oat, pisang, dan kacang mete yang lezat menjadikan sereal ini sangat pas untuk disantap sebagai sarapan. Terbuat dari bahan-bahan alami dan menyegarkan yang diproduksi oleh petani lokal membuat granola ini begitu spesial. Merek granola yang satu ini juga cocok untuk Sobat vegan, serta bebas kolestrol, tanpa pengawet dan pemanis buatan. Apabila Sobat berminat dengan produk yang satu ini, yuk cek di sini!

    8. Fitbar

    Camilan sehat dalam bentuk kemasan dan asli buatan Indonesia itu sudah banyak beredar di pasaran. Salah satunya adalah Fitbar. Snack produksi PT Kalbe Farma ini adalah snack sehat yang terbuat dari Oat, Quinoa, dan Whole Great yang merupakan sumber serat yang bisa menjaga kesehatan, saluran cerna, dan kesehatan jantung. Fitbar bebas dari kolestrol, bebas dari lemak trans, dan memilki kandungan kalori yang jauh lebih rendah dibandingkan snack-snack lainnya. Produk ini mempunyai keunggulan lain yaitu mengandung vitamin A, B12, dan C untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Fitbar tersedia dalam tiga varian, yaitu Fitbar Fruits, Chocolate, dan Nuts. Apabila Sobat berminat, silakan cek di sini!

    9. Heavenly Blush

    Brand makanan sehat asli Indonesia yang terakhir adalah Heavenly Blush. Produk ini berbentuk yoghurt yang merupakan salah satu camilan sehat dan tepat untuk Sobat Sehat yang sedang menjalani gaya hidup sehat dan diet. Selain memproduksi yoghurt dalam bentuk susu, Heavenly Blush juga memproduksi yoghurt dalam bentuk bar. Produk yang diproduksi oleh PT Heavenly Nutrition Indonesia itu mengunggulkan salah satu variannya, yaitu Heavenly Blush Greek Yoghurt yang di dalamnya mengandung yoghurt Yunani yang sangat terkenal karena kelezatannya dan kandungan protein yang tinggi sehingga bisa dijadikan sebagai pengganjal lapar karena memiliki efek yang sangat mengenyangkan. Apabila Sobat berminat dengan produk kesehatan yang satu ini, yuk silakan cek di sini!

    Baca Juga: 8 Makanan Rendah Lemak untuk Diet yang Enak dan Mengenyangkan

    Itulah 9 merek makanan sehat asli buatan Indonesia, yang tentu saja tidak kalah dari merek makanan sehat dari luar negeri yang sudah berseliweran di pasar-pasar Indonesia. Adanya merek-merek lokal ini tentu saja membuat kita harus bangga buatan Indonesia, sehingga nantinya tidak ada ketergantungan terhadap produk-produk kesehatan dari luar. Apabila Sobat berminat untuk membeli produk-produk di atas, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ramdhani G. Makan Mie Instan Setiap Hari Tetap Bisa Sehat? Kok bisa? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4279112/makan-mie-instan-setiap-hari-tetap-bisa-sehat-kok-bisa
    2. Resmi Diluncurkan, FITMee Gandeng Tokopedia – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://www.tribunnews.com/bisnis/2018/05/09/resmi-diluncurkan-fitmee-gandeng-tokopedia
    3. Tropicana Slim [Internet]. Id.wikipedia.org. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://id.wikipedia.org/wiki/Tropicana_Slim
    4. 10 Merk Madu Asli yang Enak dan Bergizi Tinggi [Internet]. Bacaterus. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://bacaterus.com/merk-madu-asli-yang-bagus/
    5. Daftar 10 Merk Granola yang Enak di Indonesia 2020 | ProductNation [Internet]. Indonesia. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://productnation.co/id/kuliner/makanan/15334/merk-granola-enak-indonesia/#:~:text=Sereal%20granola%20ini%20merupakan%20produk,pas%20unt
    6. Oatbits (ID) | Agel Langgeng [Internet]. Agellanggeng.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: http://agellanggeng.com/pop-up/oatbits-id/
    7. Oatbits Oat 8 Almond, Camilan Sehat Kaya Nutrisi [Internet]. fimela.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://www.fimela.com/beauty-health/read/3739144/oatbits-oat-8-almond-camilan-sehat-kaya-nutrisi
    8. Santoso W. Heavenly Blush Bawa Yogurt Yunani ke Indonesia [Internet]. SINDOnews.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://ekbis.sindonews.com/berita/1287070/34/heavenly-blush-bawa-yogurt-yunani-ke-indonesia#:~:text=Yogurt%20Yunani%20(Greek%20yogurt)%20sangat,kaya%20manfaa
    9. Bella A. Bisnis F&B Kian Sehat Berkat Tren Gaya Hidup Sehat [Internet]. Marketeers – Majalah Bisnis & Marketing Online – Marketeers.com. 2020 [cited 14 August 2020]. Available from: https://marketeers.com/bisnis-fb-kian-sehat-berkat-tren-gaya-hidup-sehat/
    Read More
  • Virus Corona yang sudah mewabah hampir setengah tahun ini membuat banyak orang tua yang mempunyai anak dalam tahap tumbuh kembang menjadi waswas dan khawatir buah hati mereka tertular virus tersebut. Karena itu, segala hal diupayakan supaya anak tidak sampai tertular, seperti mulai mengajari mereka pola hidup bersih dengan rajin mencuci tangan atau melakukan physical distancing. […]

    Seperti Apa Persiapan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi?

    Virus Corona yang sudah mewabah hampir setengah tahun ini membuat banyak orang tua yang mempunyai anak dalam tahap tumbuh kembang menjadi waswas dan khawatir buah hati mereka tertular virus tersebut. Karena itu, segala hal diupayakan supaya anak tidak sampai tertular, seperti mulai mengajari mereka pola hidup bersih dengan rajin mencuci tangan atau melakukan physical distancing. Orang tua juga diharapkan untuk tetap mengimunisasi anak tepat waktu supaya proses tumbuh kembangnya tidak terganggu.

    persiapan tumbuh kembang anak

    Baca Juga: 4 Cara Sehat di Masa Depan Mulai dari Sekarang

    Situasi yang sungguh berbeda ini sudah pasti membuat orang tua harus mempersiapkan segala hal dengan hati-hati terutama untuk menyesuaikan aktivitas harian akibat virus corona yang mengharuskan semua kegiatan dilakukan di rumah. Lalu persiapan apa saja yang harus dilakukan orang tua untuk tumbuh kembang anak saat pandemi? Yuk, mari simak!

    Menetapkan Jadwal Berkegiatan Bersama Anak

    Persiapan pertama yang harus dilakukan adalah membuat dan menetapkan jadwal berkegiatan bersama anak selama berada di rumah. Terapkan durasi waktu kegiatan minimal 20 menit, dan lakukan pada jam yang sama setiap harinya. Mintalah pada anak untuk memilih jenis kegiatan. Apabila anak meminta kegiatan di tempat ramai, coba diskusikan mengenai situasi yang sedang berlangsung.

    Kegiatan harian yang dipilih bisa disesuaikan dengan usia anak. Apabila anak Sobat masih bayi atau balita, cobalah meniru ekspresi wajah dan mendongeng. Apabila anak sudah di tingkat TK atau SD, libatkanlah mereka dalam pekerjaan rumah dan bantulah mereka untuk mengerjakan tugas sekolah. Sedangkan jika anak pada usia remaja, ajak mereka berdiskusi mengenai topik yang disukai dan ajak olahraga bersama di dalam ruangan. Dengan adanya jadwal kegiatan bersama setidaknya Sobat sudah mempunyai persiapan untuk tetap ada rutinitas walaupun sedang dalam pandemi.

    Menetapkan Jadwal Makan

    Supaya tumbuh kembang anak tetap optimal selama masa pandemi, persiapan berikutnya yang harus dilakukan adalah membuat jadwal makan disertai dengan asupan gizi yang seimbang. Dalam situasi akibat virus Corona seperti saat ini, memberikan asupan yang terbaik dan mengurangi konsumsi makanan dari luar adalah sebuah keputusan yang bijak. Untuk sajian yang bergizi bisa dilihat pada resep-resep online. Selain itu, Sobat juga bisa membuat camilan-camilan sehat yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya konsentrasi anak.

    Selalu Memberikan Nutrisi yang Tepat

    Nutrisi yang tepat dan seimbang tetap dibutuhkan oleh anak-anak selama masa tumbuh kembang mereka, terutama di masa pandemi ini. Oleh karenanya, Sobat tetap harus memberikan mereka nutrisi yang tepat berupa vitamin seperti cucurmin, yang merupakan ekstrak temulawak untuk menambah nafsu makan anak supaya tumbuh kembang anak tetap optimal.

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    Ajak Anak Berjemur

    Salah satu persiapan lain yang bisa Sobat lakukan untuk tumbuh kembang anak adalah kegiatan berjemur. Ketika virus Corona merebak, ada anjuran untuk berjemur tiap pagi terutama pada jam 10. Tujuannya selain dapat membunuh virus-virus dan bakteri, ternyata sinar matahari juga sangat bagus untuk tulang anak pada masa pertumbuhannya. Untuk berjemur pun tak perlu lama-lama, cukup 10-15 menit saja. Kegiatan berjemur pun bisa diselingi dengan kegiatan lain seperti bermain puzzle atau membacakan buku cerita supaya mereka tidak bosan.

    Belajar di Rumah dengan Homeschooling

    Karena virus Corona membuat semua aktivitas dialihkan ke dalam rumah, homeschooling menjadi pilihan yang tepat untuk persiapan tumbuh kembang anak di masa pandemi. Namun untuk homeschooling ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, seperti kemauan anak, kesiapan mental, serta kesiapan sarana dan keterampilan untuk anak. Karena itu, perlu persiapan yang matang dan khusus sebelum memutuskan untuk homeschooling supaya perkembangan otak pada anak tetap lancar.

    Latih Persiapan Mental

    Persiapan untuk tumbuh kembang anak di masa pandemi tidak melulu persiapan fisik namun juga ada persiapan mental supaya anak menjadi pribadi yang tangguh dan tidak mudah menyerah terhadap setiap permasalahan yang dihadapi. Untuk hal ini, Sobat bisa mengajari mereka untuk mandiri dengan menyelesaikan sendiri masalah-masalah yang bisa selesaikan seperti masalah-masalah yang sepele. Beri dukungan pada mereka supaya mereka yakin dapat menyelesaikannya. Hal ini tentunya akan berguna bagi mereka di kemudian hari.

    Baca Juga: Bagaimana Membesarkan Anak di Tengah Pandemi? Ini 9 Tipsnya!

    Atur Jam Tidur

    Mengatur jam tidur siang maupun tidur malam sangat baik dalam menjaga tumbuh kembang anak di saat pandemi. Tidur siang sendiri memiliki banyak manfaat seperti meningkatkan kreativitas anak, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan stamina, meningkatkan daya ingat, dan memperbaiki suasana hati menjadi lebih baik. Namun, jangan terlalu lama. Cukup 1 jam saja supaya anak bisa tidur pada malam harinya. Karena, jika anak tidak bisa tidur pada malam hari atau tidur pada larut malam dapat membuat metabolisme tubuhnya menjadi tidak bekerja secara maksimal, dan hal tersebut akan sangat menganggu tumbuh kembangnya.

    Itulah 7 persiapan yang harus dilakukan oleh orang tua untuk tumbuh kembang anak selama masa pandemi. Selain persiapan untuk anak, orang tua pun harus mempersiapkan juga untuk diri mereka sendiri, terutama persiapan mental seperti menghadapi rasa panik dan kecemasan karena virus Corona. Karena itu, orang tua harus tenang dan yakin pada anak. Dengan begitu, anak pun akan tetap ceria dan bahagia.

    Apabila Sobat menginginkan tumbuh kembang anak tetap optimal di masa pandemi, Sobat bisa berkonsultasi dengan pakarnya, dan apabila Sobat menginginkan produk-produk kesehatan untuk tumbuh kembang anak, Sobat bisa mengklik Prosehat, dan jika ingin memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. 6 tips pengasuhan di tengah wabah virus corona (COVID-19) [Internet]. Unicef.org. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://www.unicef.org/indonesia/id/coronavirus/kiat-pengasuhan-COVID-19#1
    2. 7 Tips Menjaga Tumbuh Kembang Anak Saat di Tengah Pandemi Corona Covid-19 [Internet]. Plus.kapanlagi.com. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://plus.kapanlagi.com/7-tips-menjaga-tumbuh-kembang-anak-saat-social-distancing-825848.html
    3. Virus Corona Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak, Ini Cara Mengatasinya | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200512/106/1239247/virus-corona-bisa-ganggu-tumbuh-kembang-anak-ini-cara-mengatasinya
    4. 7 Persiapan Sebelum Menempuh Homeschooling di Tengah Pandemi [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200604105439-284-509761/7-persiapan-sebelum-menempuh-homeschooling-di-tengah-pandemi
    Read More
  • Membesarkan anak di tengah pandemi merupakan suatu tantangan tersendiri bagi orang tua ketika virus Corona sudah mewabah secara global. Para orang tua berupaya sebisa mungkin melakukan beberapa tindakan pencegahan supaya anak-anak mereka tidak tertular virus tersebut karena penyebarannya yang sangat mudah melalui udara. Hal ini tidak jarang membuat para orang tua stres. Virus Corona menyebabkan […]

    Bagaimana Membesarkan Anak di Tengah Pandemi? Ini 9 Tipsnya!

    Membesarkan anak di tengah pandemi merupakan suatu tantangan tersendiri bagi orang tua ketika virus Corona sudah mewabah secara global. Para orang tua berupaya sebisa mungkin melakukan beberapa tindakan pencegahan supaya anak-anak mereka tidak tertular virus tersebut karena penyebarannya yang sangat mudah melalui udara. Hal ini tidak jarang membuat para orang tua stres. Virus Corona menyebabkan anak-anak harus terus selalu berada di rumah dalam jangka waktu yang tidak dapat ditentukan. Para orang tua yang ingin anaknya mempunyai interaksi sosial dengan bermain dan bersekolah sudah pasti khawatir anak-anak mereka akan mengalami gangguan kesehatan mental.

    mengasuh anak di tengah pandemi

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Kekhawatiran tersebut tentu saja wajar, namun tidak boleh dikhawatirkan secara berlebihan. Dalam kondisi seperti ini para orang tua harus memainkan peran yang tepat dalam membesarkan anak supaya mereka menjadi tangguh, dan Sobat sebagai orang tua juga mempunyai mental yang sama sehingga sama-sama kuat. Tips-tips di bawah ini bisa Sobat jadikan sebagai referensi dalam mengasuh dan membesarkan anak selama virus Corona masih merebak. Apa saja tipsnya? Yuk, tanpa berlama-lama, mari simak!

    Tips Membesarkan Anak di Tengah Pandemi

    1. Pastikan Dahulu Kebahagiaan Diri Sendiri

    Stres yang dirasakan orang tua ketika mengasuh anak selama masa pandemi Corona ini disebabkan karena kebanyakan dari mereka seringkali terlalu fokus merawat anak sehingga kerap melupakan diri sendiri. Apabila orang tua stres, tentu saja anak juga akan menjadi stres. Oleh karenanya, pastikan Sobat sebagai orang tua untuk membahagiakan diri sendiri dahulu karena jika Sobat bahagia, anak juga akan menjadi bahagia dan ceria dengan melakukan aktivitas positif saat memulai hari.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    2. Usahakan Tetap Tenang dan Jangan Menyebarkan Hal-hal Negatif

    Tips selanjutnya yang bisa Sobat lakukan adalah Sobat sebagai orang tua harus tetap tenang dan tidak panik, dan jangan menyebarkan hal-hal yang negatif dari informasi yang Sobat baca di media sosial kepada anak. Apabila Sobat berperilaku seperti itu, hal tersebut akan sangat mempengaruhi kondisi anak. Karena itu, usahakan Sobat tetap tenang, tidak cemas, dan panik serta usahakan memilah-milah berita yang diterima. Pilih dengan hati-hati apa yang ingin ditonton, didengar, dan dibaca. Apabila memicu kepanikan, berhentilah membaca informasi tersebut.

    3. Berdiskusilah

    Pandemi merupakan momen yang tepat bagi Sobat untuk bisa berkumpul dan berdiskusi lebih intens bersama anak karena kondisi yang mengharuskan untuk tetap di rumah. Cobalah berdiskusi dengan mengenai situasi yang sedang terjadi, misalnya tentang perkembangan virus Corona, lalu tanyakan pendapat kepada mereka hal-hal apa yang perlu dilakukan. Anak akan memberikan jawaban yang bisa Sobat jadikan sebagai masukan. Hal ini tentu membantu dalam mengurangi perasaan cemas. Jangan lupa untuk meyakinkan anak bahwa semua bisa melewati pandemi secara bersama-sama.

    4. Ajak Anak untuk Mandiri

    Pandemi juga bisa menjadi momen yang tepat bagi Sobat untuk mengajak anak menjadi mandiri dalam menyelesaikan permasalahan yang ada. Apabila sebelum pandemi, Sobat seringkali membantu anak dalam menyelesaikan permasalahan yang mungkin cukup sepele, sekarang saatnya bagi Sobat untuk mengajarkan mereka agar dapat menyelesaikan masalahnya sendiri. Hal ini bertujuan agar mereka bisa menjadi anak yang tangguh dan mandiri dalam menghadapi masalahnya sendiri. Selain itu, anak menjadi percaya diri dan bisa belajar bangkit dari kegagalan. Terus dorong mereka melakukan hal tersebut supaya mereka punya cara sendiri dalam menyelesaikan masalah. Jangan lupa juga untuk memberikan contohnya, ya.

    5. Berikan Dukungan

    Supaya anak semakin tangguh secara emosional, percaya diri, dan mudah beradaptasi, cobalah beri mereka dukungan dan semangat dalam setiap permasalahan yang mereka hadapi supaya anak nyaman ketika diberikan kendali. Sehingga anak dapat mengenali perasaan mereka sendiri dan tidak melarikan diri.

    6. Lakukan Aktivitas yang Disenangi

    Membesarkan anak di tengah pandemi merupakan momen yang tepat untuk bisa melakukan aktivitas yang disenangi secara bersama-sama. Apalagi jika aktivitas itu adalah yang tertunda karena kesibukan sebelum pandemi. Melakukannya bersama anak-anak akan membuat mereka tetap bahagia dan ceria. Bagi Sobat, aktivitas seperti ini juga akan membantu meminimalkan stres dan kecemasan yang ada.

    7. Tetap Melakukan Aktivitas Rutin

    Dengan adanya penyebaran virus Corona bukan berarti aktivitas rutin anak menjadi dihilangkan, sebab bagaimana pun hal tersebut tetap dibutuhkan oleh anak-anak. Namun yang membedakan adalah selama masa pandemi ini, aktivitas rutin mereka harus dibatasi dengan hanya di rumah saja. Oleh karena itu, cobalah ciptakan beberapa rutinitas baru supaya mereka tidak menjadi bosan untuk selalu berada di rumah.

    8. Sosialisasi Secara Virtual

    Hanya karena adanya physical distancing sebagai salah satu syarat pemutusan penyebaran virus Corona, bukan berarti sosialisasi menjadi terhenti. Karena bagaimana pun sosialisasi dengan teman sebayanya juga merupakan faktor penting untuk mendukung tumbuh-kembang anak. Namun yang berbeda, dalam masa pandemi seperti saat ini, sosialisasi yang dapat dilakukan adalah secara virtual, seperti melalui chat, telepon, dan conference call. Jadi, Sobat bisa saja mengajak anak untuk conference call dengan teman-temannya di akhir pekan supaya anak tetap bisa mengobrol dan saling bertukar cerita.

    9. Jangan Menyalahkan Keadaan

    Tips terakhir yang bisa Sobat lakukan dalam mengasuh anak saat pandemi ini adalah jangan menyalahkan keadaan karena hal yang demikian tidak akan membantu sama sekali. Yang terpenting adalah secara bersama-sama kuat dan tangguh dalam menghadapi pandemi. Sobat bisa mengajak anak untuk bersyukur atas hal-hal baik yang terjadi. Rasa syukur membantu orang merasakan emosi yang lebih positif, menikmati pengalaman yang baik, meningkatkan kesehatan mereka, menghadapi kesulitan dan membangun hubungan yang kuat. Ingatlah, semua akan baik-baik saja, dan pada akhirnya hidup akan kembali normal.

    Baca Juga: Perbedaan Peran Ayah dan Ibu Bagi Anak

    Itulah tips yang bisa Sobat lakukan sebagai pegangan dalam membesarkan anak di tengah pandemi. Intinya, Sobat harus tetap yakin, tenang, dan tidak panik, sebab jika Sobat panik dan cemas maka anak akan mengikuti tingkah laku Sobat sebagai panutan. Apabila Sobat mengingkan cara tepat mengasuh anak selama pandemi, silakan konsultasikan kepada para ahlinya. Jangan lupa untuk memberikan produk-produk kesehatan yang tepat supaya anak tetap tumbuh sehat. Jika Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Ketahui 8 Tips Mengasuh Anak di Tengah Pandemi COVID-19 [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/tips-mengasuh-anak-di-tengah-pandemi/
    2. Cara Mengasuh Anak Saat Pandemi COVID-19 Menurut Psikolog – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://tirto.id/cara-mengasuh-anak-saat-pandemi-covid-19-menurut-psikolog-fdGz
    3. Wulan A. Tips Mendidik Anak agar Tangguh di Tengah Pandemi [Internet]. fimela.com. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://www.fimela.com/parenting/read/4257877/tips-mendidik-anak-agar-tangguh-di-tengah-pandemi
    4. Media K. Efek Pandemi Covid-19, Orang Tua di AS Stres Pikirkan Anaknya, Kenapa? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://www.kompas.com/global/read/2020/07/17/211241770/efek-pandemi-covid-19-orang-tua-di-as-stres-pikirkan-anaknya-kenapa?page=all
    Read More
  • Tumbuh kembang anak merupakan fase paling penting terutama pada masa toddler dan prasekolah karena proses perkembangan otak, psikomotor, dan psikososial anak sangat cepat pada rentang usia ini. Terutama di 1.000 hari pertama kehidupan atau sejak anak masih berada di dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Sebab, waktu tersebut adalah ‘golden age’ atau periode emas karena pertumbuhan […]

    3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Tumbuh kembang anak merupakan fase paling penting terutama pada masa toddler dan prasekolah karena proses perkembangan otak, psikomotor, dan psikososial anak sangat cepat pada rentang usia ini. Terutama di 1.000 hari pertama kehidupan atau sejak anak masih berada di dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Sebab, waktu tersebut adalah ‘golden age’ atau periode emas karena pertumbuhan otak begitu pesat. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mencukupi kebutuhan dasar buah hati dengan memberikan nutrisi, stimulasi yang tepat, dan cinta yang dapat mengoptimalkan proses tumbuh kembang serta melindungi mereka dari berbagai penyakit.

    tumbuh kembang anak selama corona

    Baca Juga: Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak

    Namun, di tengah pandemi virus Corona saat ini, tidak sedikit orang tua yang merasa khawatir jika tumbuh kembang anak mereka akan terhambat. Hal ini karena ruang eksplorasi anak seperti bermain di luar rumah harus dibatasi demi mencegah penularan virus tersebut. Lalu bagaimana caranya supaya tumbuh kembang anak tetap optimal selama anak harus terus di rumah saja? Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Sobat lakukan sebagai orang tua untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak tercinta. Apa saja tipsnya? Yuk, tanpa berlama-lama, mari simak sampai tuntas!

    Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    1. Perhatikan Nutrisi dan Beri Stimulasi yang Tepat

    Tips pertama untuk mengoptimalkan tumbuh kembang anak secara tepat di masa pandemi virus Corona adalah perhatikan nutrisi anak secara tepat, dan juga berikan stimulasinya dengan tepat. Pada usia balita perkembangan otak menjadi pesat. Nutrisi merupakan bahan baku utama untuk membentuk struktur otak. Hal ini ibarat komputer, nutrisi menyusun rangkaian microchip menjadi prosesor. Ibarat dalam komputer juga prosesor yang bagus tanpa perangkat lunak yang bagus kinerjanya juga tidak akan bagus. Karena itu, selain pemberian nutrisi yang tepat, juga harus ada pemberian stimulasi yang tepat. Pada saat fase belajar, anak akan meniru, melihat, dan mendengar. Dengan begitu, orang tua perlu memberikan contoh praktis, misalnya cara bermain, menyelesaikan masalah yang sederhana, dan jangan lupa berikan pujian sekecil apa pun pada anak.

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur yang Baik untuk Nutrisi Otak Anak

    2. Cegah Anak Terkena Penyakit Menular

    Tips kedua adalah orang tua harus semampu mungkin mencegah anak terkena penyakit terutama penyakit menular. Caranya, selain dengan memberikan nutrisi yang cukup, ajarilah mereka hidup bersih dan sehat (PHBS). Di masa pandemi, hal tersebut sangat penting. Ajari mereka memakai masker saat keluar rumah dan menjaga jarak ketika di keramaian serta tidak lupa ajari cara mencuci tangan yang benar dengan sabun pada air yang mengalir selama 20 detik. Tentunya dengan diberikan contoh ya, supaya mereka bisa menirukan.

    3. Jangan Lupa Imunisasi

    Tips terakhir yang bisa Sobat lakukan sebagai orang tua untuk mengoptimalkan pertumbuhan anak adalah jangan lupa imunisasi. Imunisasi pada anak terutama imunisasi dasar lengkap tetap harus dijalankan meskipun di masa pandemic namun tetap dengan menjalankan protokol-protokol kesehatan. Sebab, penyakit-penyakit menular yang biasa menyerang anak-anak seperti difteri, influenza, pneumonia, diare, dan campak tetap ada. Kemudian pada masa Corona imunisasi dasar dilengkapi dengan imunisasi tambahan sehingga mereka tetap terlindung dari penyakit.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Itulah 3 tips yang bisa Sobat jalankan untuk mengotimalkan tumbuh kembang anak di masa pandemi. Namun yang terpenting, Sobat jangan sampai lupa melakukan imunisasi sebagai kebutuhan dasar supaya anak terlindung dari penyakit dan pertumbuhan mereka tidak terganggu. Apabila Sobat ingin melakukan imunisasi anak dengan aman dan nyaman tanpa perlu mendatangi fasilitas-fasilitas kesehatan yang dikhawatirkan menyebarkan Corona, Sobat bisa melakukannya di rumah dengan memanfaatkan layanan imunisasi anak di rumah dari Prosehat.

    Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi ke rumah atau produk-produk kesehatan untuk tumbuh kembang anak silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

     

    Referensi

    1. Tips Optimalkan Tumbuh Kembang Anak di Masa Pandemi Corona [Internet]. kumparan. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanmom/tips-optimalkan-tumbuh-kembang-anak-di-masa-pandemi-corona-1tjlDBlKpNn/full
    2. Ketahui 3 Hal Penting Soal Tumbuh Kembang Balita Saat Pandemi – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://tirto.id/ketahui-3-hal-penting-soal-tumbuh-kembang-balita-saat-pandemi-fH2s
    3. Novita M. Dukung Tumbuh Kembang Anak saat Pandemi, Jangan Lupa Imunisasi [Internet]. Tempo. 2020 [cited 12 August 2020]. Available from: https://cantik.tempo.co/read/1353989/dukung-tumbuh-kembang-anak-saat-pandemi-jangan-lupa-imunisasi
    Read More
  • Ibu masih menyusui ASI, dan akan terbang perdana dengan si buah hati? Lengkapi 8 checklist untuk Sobat yang masih menyusui bayi dengan ASI ketika naik pesawat sebagai petunjuk sebelum terbang dengan si buah hati. Penting juga untuk mengetahui prosedur yang diterapkan setiap maskapai penerbangan terkait dengan peraturan membawa bayi naik pesawat. Berikut 8 checklist wajib […]

    8 Checklist Ibu Menyusui dengan Bayinya Saat Naik Pesawat

    Ibu masih menyusui ASI, dan akan terbang perdana dengan si buah hati? Lengkapi 8 checklist untuk Sobat yang masih menyusui bayi dengan ASI ketika naik pesawat sebagai petunjuk sebelum terbang dengan si buah hati. Penting juga untuk mengetahui prosedur yang diterapkan setiap maskapai penerbangan terkait dengan peraturan membawa bayi naik pesawat. Berikut 8 checklist wajib yang harus diperhatikan:

    Checklist Ibu Menyusui dengan Bayinya Saat Naik Pesawat

    1.Double-check jadwal penerbangan: pastikan Sobat mengetahui jadwal keberangkatan dan waktu kedatangan tidak berubah. Jika ada perubahan jadwal, bayi akan terlunta-lunta di bandara. Walaupun akhirnya harus menunggu pesawat yang delay, jangan lupa menggunakan pakaian santai yang memungkinkan Ibu menyusui bayi dengan mudah di nursing room.

    2. Pastikan beberapa hal ini saat booking tiket: Pastikan waktu terbang, kursi tambahan, seat, dan pesan tempat duduk di depan (bulkhead seat) sudah Anda perhitungkan sebelumnya. Bulkhead seat memiliki ruang lebih untuk kaki Anda dan letaknya lebih jauh dari mesin pesawat yang bising. Bayi Anda dapat tidur dengan nyaman selama dalam perjalanan. Anda juga dapat menyusui dengan lebih mudah dan aman tanpa harus malu.

    3. Pastikan maskapai penerbangan membolehkan bayi terbang: ketentuan setiap maskapai berbeda-beda. Jadi pastikan maskapai penerbangan Anda membolehkan si kecil terbang. Beberapa maskapai mengizinkan bayi minimum usia 2 hari, dan ada pula yang minimum usia 14 hari aman untuk melakukan perjalanan di udara. Maskapai penerbangan juga akan meminta surat keterangan medis dari dokter yang menyatakan bahwa bayi Sobat cukup sehat untuk terbang. Sementara usia terbaik bayi untuk naik pesawat adalah minimal 3 bulan karena daya tahan tubuhnya sudah lebih kuat dalam menghadapi perubahan suhu udara.

    4. Perhatikan kondisi kesehatan bayi: Sebaiknya 2 minggu sebelum perjalanan, perhatikan kondisi buah hati Anda. Apabila dalam rentang waktu 2 minggu ia mengidap flu atau batuk, konsultasikan ke dokter Anda mengenai hal tersebut. Jangan lalai dalam point ini karena jika bayi Anda flu berat, gendang telinganya bisa pecah ketika di udara akibat perbedaan tekanan udara yang ia alami!

    Baca juga: 7 Tips Bantu Balita Tetap Tenang Saat Terbang

    5. Cek kelengkapan dokumen bayi: Banyak maskapai menerapkan peraturan bahwa bayi harus duduk di pangkuan penumpang dewasa. Setiap 1 penumpang dewasa hanya dibolehkan membawa 1 bayi. Walaupun tidak memiliki tempat duduk sendiri, bayi tetap membutuhkan tiket, bukti usia seperti akte lahir, dan tentunya paspor ketika terbang ke luar negeri. Pastikan dokumen miliknya sudah lengkap.

    6. Jangan lupa perlengkapan dan kebutuhan bayi: double checklist perlengkapan dan kebutuhan si buah hati ini yang harus berada di dalam kabin bersama Anda. Pastikan tas yang membawa kebutuhan ini tidak terlalu besar.

    • Susu formula hangat 2-3 botol untuk dikonsumsi selama terbang
    • Makanan bayi (biskuit atau cereal)
    • Gelas dengan sippy cup untuk membantu bayi Anda makan
    • Stok popok
    • Pakaian ganti untuk Anda dan bayi Anda
    • Tisu basah
    • Selimut hangat
    • Pakaian hangat
    • P3k anak atau first-aid kit
    • Mainan kesukaannya
    • Bib
    • Toiletries

    klik di sini beli p3k keluarga

    Beli di sini: Paket P3K Liburan Keluarga

    7. Perhatikan waktu tidur Ibu dan bayi: pertimbangkan estimasi perjalanan yang kemungkinan akan menghabiskan jam tidur siangnya selama di dalam pesawat. Dengan begitu bayi Sobat tidak akan gelisah dan rewel. Ibu juga perlu beristirahat. Jadi pastikan Sobat tidak terbang hanya berdua dengan bayi Anda. Setidaknya suami harus menemani untuk gantian menggendong bayi Anda.

    8. Berikan ASI dan sumbat telinganya pada saat take off dan landing: Beberapa menit sebelum takeoff dan landing, pastikan si kecil diberikan ASI agar perhatiannya teralihkan, jika Anda tidak dapat membuatnya terlelap secara alami. Sumbat telinganya dengan kapas untuk mengurangi tekanan udara pada saat di ketinggian.

    Dengan 8 checklist untuk Ibu yang masih menyusui di atas semoga liburan bersama bayi dengan pesawat terbang lebih terjamin dalam hal kenyamanan dan keselamatan bayi Anda. 

    Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai pemberian ASI yang tepat dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan tentang ASI, silakan hubungi asisten kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Have a nice vacation!

    klik di sini ebook p3k keluarga

    Free Download E-book P3K Keluarga: Tips dan Checklist Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Liburan

    Referensi:

    Read More
  • List biaya imunisasi anak di Jakarta merupakan hal yang ingin sekali diketahui para orang tua yang berada di Jakarta dan sekitarnya untuk mengimunisasi anak-anak mereka terutama di tengah pandemi Corona. Tentu banyak orang tua yang bertanya-tanya apakah biaya imunisasi anak ini tetap atau berubah selama pandemi? Hal ini perlu diketahui mengingat virus Corona semenjak datang […]

    Inilah List Biaya Imunisasi Anak di Jakarta Selama Corona

    List biaya imunisasi anak di Jakarta merupakan hal yang ingin sekali diketahui para orang tua yang berada di Jakarta dan sekitarnya untuk mengimunisasi anak-anak mereka terutama di tengah pandemi Corona. Tentu banyak orang tua yang bertanya-tanya apakah biaya imunisasi anak ini tetap atau berubah selama pandemi? Hal ini perlu diketahui mengingat virus Corona semenjak datang ke Indonesia pada awal Maret sudah membuat banyak orang terjangkit dan terdampak secara ekonomi sehingga banyak yang menjadi pengangguran.

    Hal tersebut juga akan berdampak bagi orang tua yang masih mempunyai anak yang harus mendapatkan imunisasi dasar lengkap supaya tumbuh-kembang anak tidak terganggu oleh penyakit-penyakit menular seperti Corona sehingga di saat dewasa mereka tidak mengalami kelumpuhan total hanya karena tidak diimunisasi. Apalagi anak-anak yang lengkap imunisasinya di masa kecil akan menjadi modal yang bagus menuju Indonesia Emas 2045 seperti yang sudah dicanangkan pemerintah. Sebab, pada 100 tahun kemerdekaan Indonesia itu, Indonesia akan mengalami kelebihan demografi penduduk dari usia muda terutama yang lahir pada 2020.

    IDAI sebagai badan tertinggi penyelenggara imunisasi anak di Indonesia juga telah menyatakan bahwa imunisasi anak tetap harus dilakukan di masa pandemi, dan tidak boleh ditunda. Karena  jika ditunda atau terlewat akan mempengaruhi kekebalan tubuh anak. Hal ini juga berdasarkan Permenkes Nomor 12 Tahun 2017. Meski begitu, IDAI memberikan kelonggaran untuk daerah yang rawan Corona imunisasi bisa ditunda 2 minggu atau sebulan. Namun, jika di daerah rawan itu imunisasi darurat bisa dilakukan, harus segera dilakukan supaya kekebalan tubuh anak tetap ada dan terpenuhi.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Untuk tempat pelaksanaannya, sesuai dengan Petunjuk Teknis Pelayanan Imunisasi Pada Masa Pandemic Covid-19 dari Kementerian Kesehatan bisa dilakukan di tempat-tempat berikut:

    Fasilitas-fasilitas Kesehatan

    Fasilitas-fasilitas kesehatan seperti posyandu, puskesmas, dan rumah sakit tetap melaksanakan imunisasi dasar lengkap untuk anak-anak namun dengan berbagai protokol kesehatan seperti melakukan physical distancing 1-2 meter, melakukannya di ruangan yang cukup besar dan mempunyai sirkulasi udara yang bagus untuk mencegah terjadinya penularan Corona secara airborne, dan petugas medis memakai APD lengkap.

    Selain itu, ruangan dipastikan harus steril sebelum dan sesudah dengan disemprotkan cairan desinfektan. Tak lupa, setiap orang yang mau mengimunisasi anaknya harus memakai masker dan mencuci tangan. Untuk jam kunjungan pun diusahakan tidak sampai membuat orang tua yang mengimunisasi anaknya lama menunggu supaya tidak tertular virus. Karena itu, diharapkan orang tua untuk mengatur jadwal imunisasi anak sebelumnya dengan mengatur janji bertemu dokter kemudian membuat catatan jadwal kunjungan berikutnya sehingga memudahkan orang tua.

    Di Tempat Pribadi Dokter

    Fasilitas-fasilitas kesehatan merupakan fasilitas publik yang sudah pasti ramai pengunjung, dan hal tersebut tentu akan membuat orang tua menjadi risih dan khawatir akan keselamatan mereka dan anak-anaknya dapat tertular virus Corona meskipun sudah ada penerapan protokol-protokol kesehatan. Untuk hal ini, orang tua yang khawatir bisa menggantinya dengan mengimunisasi di tempat pribadi dokter yang bersangkutan sehingga akan menjadi lebih aman karena hanya ada interaksi 2-3 orang dalam satu ruangan. Imunisasi di tempat pribadi dokter ini juga tidak harus memakai antrean karena berdasarkan perjanjian, dan bisa dilakukan tanpa harus menunggu seperti di fasilitas-fasilitas kesehatan.

    Rumah Orang Tua yang Anaknya Diimunisasi

    Tempat terakhir yang disarankan untuk imunisasi anak di tengah pandemi adalah rumah orang tua si anak yang akan diimunisasi. Rumah sangat dianjurkan karena sifat virus Corona yang mudah menyebar secara massif.  Apalagi pemerintah tetap meminta sebagian besar warga untuk tetap di rumah apabila tidak mempunyai kepentingan selama masa PSBB Transisi di Jakarta. Untuk itu, para orang tua bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari dinas kesehatan setempat atau klinik dan rumah sakit negeri atau swasta.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    List Daftar Biaya Imunisasi Anak di Jakarta Selama Corona

    Di bawah ini adalah daftar biaya imunisasi anak di Jakarta selama pandemic Corona atau pada tahun 2020 ini. Berikut adalah daftarnya:

    Imunisasi Hepatitis B

    Hepatitis B merupakan salah satu imunisasi dasar lengkap yang wajib diberikan kepada anak sebagai perlindungan terhadap penyakit hepatitis B yang merupakan salah satu penyakit menular. Vaksin ini diberikan saat anak baru pertama kali lahir hingga 4 bulan. Untuk harganya berkisar dari angka Rp 90.000 hingga Rp 120.000

    Imunisasi Polio

    Selain hepatitis B, vaksin yang juga diberikan pada anak adalah polio yang berfungsi melindungi anak dari serangan penyakit polio yang bisa menyebabkan kelumpuhan pada anak sehingga mempengaruhi tumbuh-kembang anak. Vaksin ini diberikan pada saat anak baru lahir hingga 4 bulan. Harganya sendiri mulai dari Rp 85.000 hingga Rp 300.000.

    Imunusasi BCG

    Imunisasi BCG adalah imunisasi yang diberikan untuk melindungi tubuh dari kuman penyakit tuberculosis, yaitu penyakit yang bisa menyerang saluran pernapasan, tulang, otot, kelenjar getah bening, kulit, otak, saluran cerna hingga ginjal. Imunisasi hanya dilakukan sekali, yakni pada saat bayi berusia 2-3 bulan melalui suntikan. Untuk harganya mulai dari Rp 250.000 hingga Rp 375.000.

    Imunisasi DPT

    Imunisasi DPT adalah vaksin kombinasi yang diberikan untuk mencegah tiga penyakit, yakni difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. Difteri – infeksi bakteri yang dapat menyebabkan hambatan jalur napas di tenggorokan dan mengakibatkan gangguan saluran pernapasan. Harga untuk imunisasi ini dimulai dari Rp 135.000 hingga Rp 300.000.

    Imunisasi Campak

    Imunisasi campak adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah serangan penyakit campak kepada anak-anak. Penyakit ini dapat menyebabkan pneumonia, diare, dan radang otak (ensefatitis). Imunisasi diberikan sebanyak 3 kali, yakni pada anak berusia 9 bulan, 18 bulan, dan 6 tahun. Namun, apabila anak sudah diberikan vaksin MR/MMR di usia 15 bulan, pemberian imunisasi campak di usia 18 bulan sudah tidak perlu karena vaksin MR/MRR sudah mengandung vaksin campak. Untuk harga, kisarannya adalah dimulai dari Rp 130.000 hingga Rp 155.000.

    Selain daftar harga imunisasi dasar lengkap untuk anak di atas, berikut adalah juga daftar harga untuk imunisasi tambahan.

    Daftar List Imunisasi Tambahan

    • Hib dimulai dari harga Rp 215.000 hingga Rp 219.000
    • PCV dimulai dari harga 400.000 hingga Rp 800.000
    • Rotavirus dimulai dari harga Rp 280.000 hingga Rp 400.000
    • Influenza dimulai dari harga Rp 165.000 hingga Rp 290.000
    • MMR dimulai dari harga Rp 165.000 hingga Rp 475.000
    • Tifoid dimulai dari harga Rp 150.000 hingga Rp 400.000
    • Hepatitis A dimulai dari harga Rp 350.000 hingga Rp 550.000
    • Varisela (cacar air) dimulai dari harga Rp 450.000 hingga Rp 630.000

    Imunisasi-imunisasi tambahan tersebut mulai dari tifoid hingga varisela pemberiannya dimulai dari umur 1-2 tahun hingga 18 tahun, yang berarti imunisasi-imunisasi tersebut juga berlaku untuk orang dewasa.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    Itulah daftar harga imunisasi anak di Jakarta yang tersedia di klinik atau rumah sakit selama Corona. Harga yang ada di atas bisa berbeda-beda tergantung fasilitas kesehatannya. Selain di fasilitas-fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, klinik, puskesmas, dan posyandu, Sobat Sehat juga bisa memanfaatkan layananan vaksinasi ke rumah dari Prosehat. Layanan ini mempunyai kelebihan sebagai berikut:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk daftar harganya Sobat Sehat bisa melihatnya sebagai berikut:

    • Imunisasi hepatitis B sekali suntik adalah Rp 390.000
    • Imunisasi DPT adalah Rp 480.000
    • Imunisasi polio adalah Rp 440.000
    • Imunisasi BCG adalah Rp 680.000
    • Imunisasi campak adalah Rp 490.000

    Selain imunisasi dasar lengkap yang bisa dilakukan di rumah, Prosehat juga menyediakan imunisasi tambahan yang juga bisa dilakukan di rumah sehingga aman dan nyaman buat Sobat Sehat dalam mengimunisasi anak di masa pandemik Corona. Itulah mengenai list biaya imunisasi anak di Jakarta di masa pandemi Corona yang harus tetap sesuai jadwal dan memperhatikan banyak protokol kesehatan dari pemerintah. Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi anak ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Berapa Biaya Imunisasi Anak 2020 dari Balita hingga Remaja? [Internet]. Lifepal Media. 2020 [cited 3 August 2020]. Available from: https://lifepal.co.id/media/biaya-imunisasi-anak/
    2. Yunita N. Daftar Imunisasi Wajib untuk Bayi dan Anak, Jangan Sampai Lupa! [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 3 August 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4826873/daftar-imunisasi-wajib-untuk-bayi-dan-anak-jangan-sampai-lupa
    3. Antisipasi Virus Corona, Vaksinasi di Rumah Saja! | Parentstory Blog [Internet]. Parentstory.com. 2020 [cited 3 August 2020]. Available from: https://www.parentstory.com/blog/harus-di-rumah-saja-vaksinasi-tetap-bisa-dilakukan
    4. Indonesia: Petunjuk teknis pelayanan imunisasi pada masa pandemi Covid-19 [Internet]. TechNet-21. 2020 [cited 3 August 2020]. Available from: https://www.technet-21.org/fr/library/main/6512-indonesia–petunjuk-teknis-pelayanan-imunisasi-pada-masa-pandemi-covid-19
    Read More
  • Anak malas makan adalah permasalahan yang sering dihadapi oleh orang tua. Banyak orang tua yang mengeluhkan anak-anaknya susah sekali makan. Padahal, makan merupakan merupakan salah satu hal yang harus dipenuhi dalam masa pertumbuhan anak. Karena merupakan hal yang penting itulah, banyak orang tua yang khawatir mengenai pertumbuhan anak-anak mereka menjadi tidak normal kalau ternyata anak-anak […]

    Anak Malas Makan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Anak malas makan adalah permasalahan yang sering dihadapi oleh orang tua. Banyak orang tua yang mengeluhkan anak-anaknya susah sekali makan. Padahal, makan merupakan merupakan salah satu hal yang harus dipenuhi dalam masa pertumbuhan anak. Karena merupakan hal yang penting itulah, banyak orang tua yang khawatir mengenai pertumbuhan anak-anak mereka menjadi tidak normal kalau ternyata anak-anak itu susah sekali untuk makan, dan lebih mengutamakan bermain.

    anak susah makan

    Atau ketika sudah disodorkan makanan, makanan tersebut ditolak mentah-mentah atau dimuntahkan. Hal inilah yang membuat orang tua yang tidak sabaran menjadi naik pitam, dan malah akhirnya memarahi si anak yang membuat anak menjadi ketakutan. Sebenarnya, para orang tua bisa terlebih dahulu mencari penyebab mengapa anak malas makan sehingga tidak menyalahkan anak-anaknya yang memang susah makan, dan barulah setelah itu mencari cara untuk mengatasinya supaya selanjutnya anak-anak mau makan. Apa saja penyebab anak malas makan dan cara mengatasinya? Yuk, Sobat Sehat yang sudah menjadi orang tua, dan sedang menghadapinya simak penjelasan di bawah ini.

    Baca Juga: 9 Panduan Mengatasi Anak Susah Makan

    Penyebab Anak Malas Makan

    Penyebab anak malas mengunyah ada beberapa macam yang mesti Sobat ketahui, yaitu:

    Tidak Melihat Kesiapan Makan

    Tanpa disadari banyak sekali orang tua yang tidak memperhatikan hal yang satu ini. Melihat anak untuk siap makan perlu supaya mereka tidak kaget ketika diberikan asupan. Banyak sekali orang tua yang demi pertumbuhan anak yang normal langsung menjejali buah hatinya dengan berbagai makanan yang aroma, tekstur, serta rasanya tidak disukai anak-anak. Hal inilah yang membuat anak-anak akhirnya memilih-milih makanan. Spesialis anak, Dr. Vera Tantiyono, menekankan pentingnya melihat kesiapan makan untuk anak karena hal inilah yang akan menjadi faktor selanjutnya untuk anak mau mengunyah.

    Ada beberapa poin yang ditekankan, yaitu:

    • Usia untuk pemberian makan tidak boleh kurang dari 4 bulan, sebab usia-usia tersebut adalah waktu pemberian ASI sebagai makanan pertama anak. Untuk hal ini sebaiknya dimulai pada usia anak mencapai 6 bulan
    • Ketika diberikan makan, posisi leher anak dalam keadaan tegak karena itu akan mempengaruhi jalannya makanan ke mulut 
    • Duduk sang anak harus ditopang. Hal ini perlu supaya anak tidak tersedak
    • Anak menunjukkan minat untuk makan. Tentu menjadi hal yang menggembirakan buat para Sobat Sehat jika anak Sobat seperti itu sehingga akan memudahkan. Namun, apabila belum, Sobat harus bersabar.

    Anak mengalami sakit atau trauma terhadap makanan

    Yang perlu orang tua ketahui mengapa anak tidak mau mengunyah sehingga harus dipaksa adalah bisa jadi mereka sedang mengalami sakit seperti diare, batuk pilek, sedang tumbuh gigi, dan melihat porsi makanan yang terlalu banyak sehingga anak sudah malas untuk makan. Selain itu, anak mengalami sembelit pada pencernaannya yang memang sering terjadi pada masa pertumbuhan anak sehingga untuk hal ini orang tua harus memberi  anak air putih yang cukup dan buah-buahan yang mengandung serat tinggi.

    Hal lainnya adalah trauma terhadap makanan tertentu seperti kesulitan mengonsumsi makanan sehingga membuat anak dipaksa makan dengan cara dimarahi atau dibentak. Hal ini tentu akan mempengaruhi perkembangan mental anak sehingga untuk selanjutnya mereka tidak akan mau makan dengan cara memberontak. Hal ini ke depannya tentu akan menyulitkan Sobat yang ingin anaknya tetap mau makan.

    Ekspetasi yang Terlalu Berlebihan

    Sudah menjadi keinginan setiap orang tua anak-anaknya tumbuh sehat dan normal, dan karena itu asupan gizi perlu diperhatikan dengan memberikan makan. Namun, banyak orang tua yang berekspetasi terlalu berlebihan dalam pemberian makan ini. Demi bisa tumbuh sehat dan normal, orang tua memberikan jumlah makanan yang tidak wajar kepada anak-anak yang tentu saja mereka bisa belum bisa 100% mengunyah.

    Akibatnya anak-anak tidak mau makan atau malah memuntahkan, dan orang tua yang berekspetasi demikian menjadi kecewa, dan menumpahkan kekesalan terhadap anak yang tidak tahu apa-apa. Untuk bisa menghindari hal tersebut, sebenarnya para orang tua bisa melihat pada kurva pertumbuhan dari WHO yang mencakup berat badan, panjang//tinggi badan, dan lingkar kepala.

    Dari kurva itu, selain bisa mengetahui ekspetasi yang berlebihan jika pertumbuhan anak tidak normal, orang tua bisa juga mengukur secara mandiri kesalahan-kesalahan yang dilakukan dalam pemberian makan seperti feeding; apakah orang tua cukup interaktif pada anak. Kemudian apakah orang tua normal memberikan susu kepada anak, dan apakah sering orang tua memberikan camilan instan sehingga anak malah tidak mau makan sama sekali.

    Kurva dari WHO juga bisa menjadi ukuran bagi orang tua untuk mengetahui pertumbuhan anak yang tidak normal terutama di bawah dua tahun, yang tentu saja harus segera dibawa ke dokter. Supaya anak mau makan sehingga orang tua lega terhadap pertumbuhan anak yang sehat dan normal, ada beberapa cara untuk mengatasinya.

    Baca Juga: Solusi Cerdas Atasi Anak Sulit Makan

    Cara Mengatasi Anak Malas Makan

    Buatlah Jadwal

    Jadwal sangatlah diperlukan dalam cara pertama mengatasi malas makan bagi anak. Untuk jadwal ini buatlah secara konsisten setiap harinya. Sobat bisa menciptakan body clock lapar dan kenyang untuk anak yang di dalamya mencakup:

    • Waktu tidur
    • Waktu bangun’
    • Minum susu
    • Makan snack/camilan

    Pada jadwal ini usahakan makan hanya 20 menit, dan 30 menit maksimal sudah harus berhenti kemudian jangan memberikan susu atau snack di luar jadwal makan. Apabila memungkinkan, usahakan untuk membuat jadwal makan bersama dengan jadwal makan keluarga.

    Ciptakan Suasana yang Penuh Keakraban

    Cara kedua yang perlu Sobat  lakukan supaya anak Sobat mau makan adalah buatlah lingkungan yang menyenangkan, penuh keakraban, dan tidak ada paksaan. Dengan cara seperti ini akan merasa tidak ada tekanan atau keharusan untuk makan sehingga mereka tidak akan melawan atau memberontak.

    Untuk bisa menciptakan suasana seperti, Sobat harus sering-sering berinteraksi dengan anak dengan bahasa yang lemah lembut. Usahakan juga untuk menjauhkan mereka dari hal-hal yang bisa mengalihkan perhatian saat makan seperti televisi, gadget, mainan, dan situasi yang ramai yang membuat anak lebih menyukainya daripada harus makan.

    Jangan Memaksa

    Apabila anak tidak mau makan, Sobat segera lakukan prosedur menawarkan kembali tanpa membujuk atau memaksa. Apabila dalam waktu 15 menit belum berhasil, segera saja akhiri makan si anak.

    Dorong dan Libatkan

    Ketika anak sudah mulai tumbuh besar, doronglah mereka secara perlahan untuk mulai makan sendiri, dan supaya mau libatkanlah mereka dalam proses penyiapan makanan terutama untuk menu yang bervariasi.

    Sabar

    Hal terakhir yang perlu dilakukan adalah Sobat sebagai orang tua harus bertindak dan berperilaku sabar mengingat cara mengatasi malas makan pada anak adalah gampang-gampang susah. Itulah penyebab anak malas makan dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat bagi Sobat Sehat yang sedang mengalaminya. Jadilah orang tua yang sabar dan bijak. 

    Nah, apabila Sobat sebagai orang tua ingin mengetahui lebih dalam mengenai solusi mengatasi  masalah makan pada anak, silakan menonton video berikut ini ya, dan jangan lupa subscribe juga YouTube ProSehat

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    1. Referensi:
      1. Media M. 10 Tips Mengatasi Anak Balita Susah Makan [Internet]. www.motherandbaby.co.id. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://www.motherandbaby.co.id/article/2017/2/12/7567/10-Tips-Mengatasi-Anak-Balita-Susah-Makan
    2. Ini Penyebab Anak Menolak Makan. Salah Satunya Akibat Trauma! [Internet]. Bukalapak. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://review.bukalapak.com/mom/penyebab-anak-tidak-mau-makan-salah-satunya-adalah-trauma-38257
    3. Harapan Tinggi Orangtua Bisa Bikin Si Kecil Tertekan | Parenting.Dream.co.id [Internet]. parenting.dream.co.id. 2020 [cited 23 July 2020]. Available from: https://parenting.dream.co.id/ibu-dan-anak/harapan-tinggi-orangtua-bisa-bikin-si-kecil-jadi-tertekan-170102m.html
    Read More
  • Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, konsultasi dengan dokter semudah dari genggaman tangan saja. Betul Sobat, kini kian marak konsultasi kesehatan hanya dengan menggunakan gadget saja. Hal ini disebut telemedicine, lalu apakah yang dimaksud dengan telemedicine? Apakah telemedicine cukup efektif dalam konsultasi antara dokter dengan pasien terutama bagi para orang tua dalam berkonsultasi mengenai kesehatan […]

    Peran dan Efektivitas Telemedicine Bagi Kesehatan Anak

    Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, konsultasi dengan dokter semudah dari genggaman tangan saja. Betul Sobat, kini kian marak konsultasi kesehatan hanya dengan menggunakan gadget saja. Hal ini disebut telemedicine, lalu apakah yang dimaksud dengan telemedicine? Apakah telemedicine cukup efektif dalam konsultasi antara dokter dengan pasien terutama bagi para orang tua dalam berkonsultasi mengenai kesehatan anak-anak?

    Akses kesehatan yang lebih baik, efisien, berkualitas dan cost effective merupakan keuntungan utama penggunaan telekesehatan. Sulitnya akses ke tenaga kesehatan di daerah terpencil merupakan masalah yang besar di Indonesia. Penggunaan telekesehatan untuk dapat menjembatani akses dan penanganan pasien di daerah terpencil. Telekesehatan tidak memiliki batasan waktu dan tempat.

    Sobat, ada baiknya kita berkenalan dengan apa yang dimaksud dengan telemedicine ini terlebih dahulu. Telemedicine atau yang disebut dengan e-health merupakan sistem kesehatan yang diselenggarakan secara elektronik dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk pelayanan dan informasi kesehatan sehingga lebih efektif dan efisien. Diharapkan telemedicine dapat menyajikan informasi kesehatan yang tepat, akurat serta kredibel. Tentunya telemedicine telah didukung oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) dan juga KEMENKES RI (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia). Salah satu aplikasi kesehatan yang sudah bekerja sama dengan KEMENKES RI adalah ProSehat.

    Telemedicine meliputi konsultasi dengan dokter serta edukasi berupa artikel kesehatan yang dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat hanya dengan genggaman gadget saja. Tujuan diadakannya telemedicine untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan dengan dokter para dokter. Sedangkan artikel kesehatan bertujuan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait kesehatan dan berbagai pencegahan penyakit sebagai upaya promotif dan preventif.

    Lalu, apakah telemedicine ini berpengaruh baik bagi orangtua dalam kesehatan anak? Ya, tentu saja. Dengan adanya fasilitas e-health, memudahkan para orangtua dalam mengakses berbagai artikel kesehatan bagi anak serta bagaimana mengoptimalkan tumbuh kembang anak karena seperti yang diketahui sebelumnya, salah satu tujuan telemedicine adalah untuk mengedukasi masyarakat terutama para orang tua, membantu para orangtua memilih makanan yang tepat bagi kesehatan anak, pola asuh yang tepat bagi anak, serta dapat menolong para orang tua untuk berkomunikasi langsung dengan tenaga medis saat anak mengalami keadaan gawat darurat.

    Salah satu media pernah mencatat bahwa telemedicine mampu menyelamatkan bayi berusia 7 bulan pada tahun 2011 yang mengalami gawat darurat akibat infeksi otak meningococcemia, yang memiliki akses tempat tinggal jauh dari layanan kesehatan. Dipandu dengan telemedicine saat itu, orangtuanya tahu apa yang harus dilakukannya segera, selama dalam perjalanan ke rumah sakit.

    Penelitian terbaru yang dilakukan oleh Departemen Veteran Amerika Serikat melaporkan bahwa telemedicine menghemat pasien rata-rata 142 menit dan 233 kilometer perjalanan per kunjungan. Studi lain dalam bidang neurologi juga melaporkan bahwa telemedicine menghemat pasien rata-rata 2 jam perjalanan dan 70 dolar per kunjungan. Telemedicine juga sudah diteliti mampu dilaksanakan dan menjembatani layanan kesehatan sebelum dan setelah melahirkan pada daerah pedalaman Afrika serta layanan kesehatan jiwa di pedalaman Australia. Selain keuntungan sosioekonomi yang didapat pasien, keluarga, tenaga kesehatan dan sistem kesehatan, penggunaan telemedicine juga dapat digunakan untuk edukasi dan komunikasi dua arah antara dokter-pasien terutama para orangtua dalam mengedukasi kesehatan anak.

    Selain itu, penggunaan telemedicine telah ditemukan dapat mengurangi secara langsung maupun tidak langsung jumlah rujukan. Pelaksanaan telemedicine yang menggunakan media digital tidak terbatas oleh tempat, sehingga bukan tidak mungkin bahwa pelayanan kesehatan terutama yang bersifat promotif dan preventif dilaksanakan bukan di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas saja. Kedua hal ini akan dapat membantu mengurangi kebutuhan peningkatkan kuantitas fasilitas pelayanan kesehatan, sehingga telemedicine sangat baik bagi kesehatan seluruh masyarakat termasuk kesehatan anak-anak.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Hadian Rahim A. Edukasi Masyarakat Menggunakan Digital Platform [Internet]. Kemkes.go.id. 2019 [cited 23 April 2020]. Available from: https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/rakerkesnas-2019/SESI%20II/Kelompok%206/1-Edukasi-Masyarakat-Menggunakan-Digital-Platform.pdf
    2. Patriella Y. Payung Hukum Aplikasi Kesehatan Online Mendesak | Ekonomi – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2019 [cited 24 April 2020]. Available from: https://ekonomi.bisnis.com/read/20190820/12/1138705/payung-hukum-aplikasi-kesehatan-online-mendesak
    3. P Sunjaya A. Potensi, Aplikasi dan Perkembangan Digital Health di Indonesia. Fakultas Kedokteran, Universitas Tarumanagara, Jakarta.
    4. Telehealth Saves Lives [Internet]. WeCounsel. 2018 [cited 24 April 2020]. Available from: https://www.wecounsel.com/blog/telehealth-saves-lives/
    5. Burke B, Hall R. Telemedicine: Pediatric Applications. PEDIATRICS [Internet]. 2015 [cited 24 April 2020];136(1):e293-e308. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5754191/
    Read More
  • Setiap manusia pada dasarnya sudah memiliki sistem kekebalan sejak masih dalam kandungan untuk melindungi diri dari penyakit. Meskipun begitu, sistem imun bayi belum bekerja seoptimal dan sekuat sistem imun orang dewasa sehingga mereka akan lebih gampang sakit. Di sinilah peran imunisasi untuk menjaga kesehatan bayi segera sejak baru lahir. Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap […]

    Kejar Vaksinasi #KamiSehat

    Setiap manusia pada dasarnya sudah memiliki sistem kekebalan sejak masih dalam kandungan untuk melindungi diri dari penyakit. Meskipun begitu, sistem imun bayi belum bekerja seoptimal dan sekuat sistem imun orang dewasa sehingga mereka akan lebih gampang sakit. Di sinilah peran imunisasi untuk menjaga kesehatan bayi segera sejak baru lahir.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Apakah imunisasi anak mom sudah lengkap? Ingat, imunisasi harus terus didapat si kecil semenjak baru lahir untuk mencegah risiko penularan penyakit berbahaya di kemudian hari. Sayang, masih banyak anak Indonesia yang tidak mendapat imunisasi lengkap karena orangtuanya takut akan mitos yang keliru di luar sana.

    Imunisasi  berarti memberikan vaksin (bakteri/virus hidup dilemahkan/mati, komponen) atau toksoid yang berfungsi untuk melindungi seseorang atau sekelompok masyarakat terhadap penyakit tertentu, atau bahkan menghilangkan penyakit tertentu di dunia, seperti imunisasi cacar. Imunisasi merupakan intervensi yang paling  efektif dalam pencegahan berbagai penyakit infeksi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Cacar ke Rumah

    Agar terlindungi dari penyakit tersebut, seseorang harus mempunyai kekebalan tubuh dengan cara membentuk zat anti penyakit (antibodi) dengan kadar tertentu yang disebut kadar protektif (kadar zat anti penyakit yang dapat melindungi). Sehingga, agar mencapai kadar perlindungan tersebut, imunisasi harus diberikan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

    Jadwal imunisasi terbagi atas jadwal imunisasi dasar dan jadwal imunisasi ulangan. Ada yang cukup satu kali imunisasi, ada yang memerlukan beberapa kali imunisasi dan bahkan pada umur tertentu diperlukan ulangan imunisasi. Jadwal imunisasi tersebut dibuat berdasarkan rekomendasi WHO dan organisasi profesi yang berkecimpung dalam imunisasi setelah melalui uji klinis.

    Oleh karena itu, jika ada imunisasi yang belum diberikan sesuai jadwal yang seharusnya, atau imunisasi tertunda, imunisasi harus secepatnya diberikan atau dikejar. Masalah yang paling umum dijumpai dalam praktek sehari-hari adalah imunisasi yang tidak sesuai dengan jadwal, terlambat, tidak lengkap atau belum imunisasi.

    Pemberian imunisasi yang tidak sesuai jadwal atau belum lengkap tersebut bukan merupakan hambatan untuk melanjutkan imunisasi. Imunisasi yang telah diberikan sudah menghasilkan respon imunologis walaupun masih di bawah ambang kadar proteksi atau belum mencapai perlindungan untuk kurun waktu yang panjang (life long immunity) sehingga dokter tetap perlu melanjutkan dan melengkapi imunisasi (catch-up immunization)  agar tercapai kadar perlindungan yang optimal.

    Jenis-jenis vaksinasi wajib

    Hepatitis B

    Imunisasi hepatitis B idealnya diberikan sedini mungkin (<12 jam) setelah lahir, lalu dianjurkan pada jarak 4 minggu dari imunisasi pertama. Jarak imunisasi ke-3 dengan ke-2 minimal 2 bulan dan terbaik setelah 5 bulan. Apabila anak belum pernah mendapat imunisasi hepatitis B pada masa bayi, ia bisa mendapat serial imunisasi kapan saja saat berkunjung. Hal ini dapat dilakukan tanpa harus memeriksa kadar anti hepatitis B.

    Imunisasi BCG

    Imunisasi lain adalah imunisasi BCG. Indonesia saat ini merupakan negara ke-3 tertinggi di dunia untuk penyakit TBC, setelah India dan Tiongkok. Imunisasi BCG terbaik diberikan pada usia 2-3 bulan karena pada bayi usia <2 bulan sistem imun anak belum matang. Pemberian imunisasi penyokong (booster) tidak dianjurkan

    Imunisasi DPT

    Imunisasi DPT juga termasuk komitmen global dalam rangka eliminasi tetanus. Imunisasi DPT diberikan 3 kali sebagai imunisasi dasar, dilanjutkan dengan imunisasi ulangan 1 kali (interval 1 tahun setelah DPT 3). Pada usia 5 tahun, diberikan ulangan lagi (sebelum masuk sekolah) dan pada usia 12 tahun berupa imunisasi Td. Pada wanita, imunisasi TT perlu diberikan 1 kali sebelum menikah dan 1 kali pada ibu hamil, yang bertujuan untuk mencegah tetanus neonatorum (tetanus pada bayi baru lahir).

    Baca Juga: Apa Beda Vaksin yang Bikin Demam dan Tidak?

    Apabila imunisasi DPT terlambat diberikan, berapapun interval keterlambatannya, jangan mengulang dari awal, tetapi lanjutkan imunisasi sesuai jadwal. Bila anak belum pernah diimunisasi dasar pada usia <12 bulan, lakukan imunisasi sesuai imunisasi dasar baik jumlah maupun intervalnya. Bila pemberian DPT ke-4 sebelum ulang tahun ke-4, pemberian ke-5 paling cepat diberikan 6 bulan sesudahnya. Bila pemberian ke-4 setelah umur 4 tahun, pemberian ke-5 tidak diperlukan lagi.

    Imunisasi Polio

    Vaksin polio oral (OPV) diberikan saat lahir, usia 2, 4, 6, 18 bulan (atau usia 2, 3, 4 bulan sesuai program pemerintah), sedangkan untuk vaksin polio suntik (IPV) diberikan pada usia 2, 4, 6-18 bulan dan 6-8 tahun. Apabila imunisasi polio terlambat diberikan, jangan mengulang pemberiannya dari awal, tetapi lanjutkan dan lengkapi sesuai jadwal,  tidak peduli berapapun interval keterlambatan dari pemberian sebelumnya.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi Polio ke Rumah

    Imunisasi Campak

    Imunisasi campak diberikan pada usia 9 bulan dan dosis ulangan (second opportunity pada crash program campak) pada usia 6-59 bulan serta saat SD kelas 1-6. Terkadang, terdapat program PIN (Pekan Imunisasi Nasional) campak yang bertujuan sebagai penguatan (strengthening). Program ini bertujuan untuk mencakup sekitar 5 persen individu yang diperkirakan tidak memberikan respon imunitas yang baik saat diimunisasi dahulu. Bagi anak yang terlambat/belum mendapat imunisasi campak: bila saat itu anak berusia 9-12 bulan, berikan kapanpun saat bertemu. Bila anak berusia >1 tahun, berikan MMR.

    Imunisasi MMR

    Vaksin MMR diberikan pada usia 15-18 bulan dengan minimal interval 6 bulan antara imunisasi campak dengan MMR.  MMR diberikan minimal 1 bulan sebelum atau sesudah penyuntikan imunisasi lain. Apabila seorang anak telah mendapat imunisasi MMR pada usia 12-18 bulan dan diulang pada usia 6 tahun, imunisasi campak (monovalen) tambahan pada usia 6 tahun tidak perlu lagi diberikan. Bila imunisasi ulangan (booster) belum diberikan setelah berusia 6 tahun, berikan vaksin campak/MMR kapan saja saat bertemu. Pada prinsipnya, berikan imunisasi campak 2 kali atau MMR 2 kali.

    Imunisasi Haemophilus Influenza Tipe B (Hib)

    Imunisasi HiB dapat berupa vaksin PRP-T (konjugasi) diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan, dan diulang pada usia 18 bulan. Vaksin HiB juga dapat diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi. Apabila anak datang pada usia 1-5 tahun, HiB hanya diberikan 1 kali. Anak di atas usia 5 tahun tidak perlu diberikan karena penyakit ini hanya menyerang anak dibawah usia 5 tahun. Saat ini, imunisasi HiB telah telah masuk program pemerintah, yaitu vaksin Pentabio produksi Bio Farma, vaksin HiB diberikan bersama DPT, Hepatitis B.

    Imunisasi pneumokokus

    Imunisasi yang penting lainnya yaitu imunisasi Pneumokokus untuk mencegah infeksi kuman pneumokokus salah satu penyebab penting dari radang telinga, pneumonia, meningitis dan beredarnya bakteri dalam darah. Sayangnya, imunisasi ini belum masuk program pemerintah.Imunisasi pneumokokus diberikan tergantung usia pasien.

    Imunisasi rotavirus

    Angka kejadian kematian diare masih tinggi di Indonesia dan untuk mencegah diare karena rotavirus, digunakan vaksin rotavirus. Vaksin rotavirus yang beredar di Indonesia saat ini ada 2 macam. Pertama Rotateq diberikan sebanyak 3 dosis: pemberian pertama pada usia 6-14 minggu dan pemberian ke-2 setelah 4-8 minggu kemudian, dan dosisi ke-3 maksimal pada usia 8 bulan. Kedua, Rotarix diberikan 2 dosis: dosis pertama diberikan pada usia 10 minggu dan dosis kedua pada usia 14 minggu (maksimal pada usia 6 bulan). Apabila bayi belum diimunisasi pada usia lebih dari 6-8 bulan, maka tidak perlu diberikan karena belum ada studi keamanannya.

    Baca Juga: Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Imunisasi influenza

    Vaksin influenza diberikan dengan dosis tergantung usia anak. Pada usia 6-35 bulan cukup 0,25 mL. Anak usia >3 tahun, diberikan 0,5 mL. Pada anak berusia <8 tahun, untuk pemberian pertama kali diperlukan 2 dosis dengan interval minimal 4-6 minggu,sedangkan bila anak berusia >8 tahun, maka dosis pertama cukup 1 dosis saja.

    Produk Terkait: Vaksinasi Flu ke Rumah

    Imunisasi varisela

    Vaksin varisela (cacar air) diberikan pada usia >1 tahun, sebanyak 1 kali. Untuk anak berusia >13 tahun atau pada dewasa, diberikan 2 kali dengan interval 4-8 minggu. Apabila terlambat, berikan kapanpun saat pasien datang, karena imunisasi ini bisa diberikan sampai dewasa.

    Imunisasi Hepatitis A dan Typhoid

    Imunisasi hepatitis A dan tifoid diberikan pada usia lebih dari 2 tahun. Imunisasi hepatitis A diberikan sebanyak 2 dosis dengan interval 6-12 bulan. Imunisasi tifoid diberikan pada usia lebih dari 2 tahun, dengan ulangan setiap 3 tahun. Vaksin tifoid merupakan vaksin polisakarida sehingga di atas usia 2 tahun.

    Imunisasi HPV

    Imunisasi HPV, pencegahan kanker mulut rahim yang diberikan pertama kali pada usia remaja awal, sebagai persiapan menuju masa dewasa dan kehamilan. Vaksin HPV diberikan sejak anak berusia 10 tahun, dapat diberikan hingga anak berusia 26 tahun. Vaksin ini bertujuan untuk mencegah kanker leher rahim. Kejadian kanker serviks di Indonesia lebih tinggi dibandingkan dengan kanker payudara. Terdapat dua jenis vaksin HPV.

    Pertama, vaksin HPV bivalen (tipe 16 dan 18), yang diberikan pada 0, 1, dan 6 bulan. Kedua, vaksin HPV kuadrivalen (tipe 6, 11, 16, dan 18) diberikan pada 0, 2, dan 6 bulan, Pada masa remaja pertengahan, imunisasi diberikan pada remaja yang tidak mendapat imunisasi lengkap sebelumnya, misalnya imunisasi hepatitis B, polio, MMR, varisela, hepatitis A, pnumokokus polisakarida, serta vaksin untuk remaja tertentu yang berisiko tinggi. Demikian juga, pada masa remaja akhir, semua jenis vaksin sudah harus dilengkapi pemberiannya. Imunisasi juga penting diberikan pada lansia untuk mengurangi terjadinya penyakit, khususnya influenza dan bakteri pneumokokus.

    Imunisasi sesuai Kelompok Umur

     

    jenis vaksin sesuai kelompok umur

    Kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan vaksinasi MMR bila anak tertinggal jadwal vaksinasinya?

    Pemberian vaksin MMR dapat langsung diberikan bila si kecil sehat 

    Apakah anak juga harus diberikan vaksin polio suntik?

    Sediaan vaksin polio ada yang oral (melalui tetes ke mulut) dan suntik. Sebenarnya pemilihan pemberian vaksin polio oral atau suntik tidak ada masalah, tetapi beberapa studi menganjurkan pemberian polio suntik satu kali pada anak.

    Imunisasi apa saja yang wajib dan disubsidi pemerintah utk anak balita?

    Imunisasi yang wajib dan disubsidi pemerintah antara lain Hepatitis B, BCG, DPT, polio, Hib, dan campak.

    Bila pemberian vaksinasi tidak sesuai anjuran tabel jadwal vaksinasi anak, apa yang harus dilakukan?

    Bila tidak sesuai dengan tabel, sebaiknya di-catch-up / kejar / segera dikerjakan untuk melengkapi imunisasi yg belum dikerjakan. Imunisasi PCV boleh segera dilanjutkan. Tidak ada efek samping.

    Mengapa pada anak usia 9 bulan vaksin yang dianjurkan diberikan terlebih dulu adalah MR bukan campak?

    Pada vaksin MR terkandung campak juga yaitu M untuk measles dan Rubella.Dengan vaksin MR sudah mencakup keduanya, jadi tidak perlu diberikan campak lagi. MR menimbulkan resiko demam yg lebih sedikit dibandingkan vaksin campak. Sedangkan bila diberikan vaksin campak saja, maka si kecil juga mesti diberikan vaksin MR.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Imunisasi MR Dilakukan?

    Apa anak yang diimunisasi DPT combo menggunakan infanrix hexa pada saat DPT 3 tetap mendapatkan imunisasi IPV yg terpisah?

    Pada vaksin infanrix Hexa terdapat DTaP-IPV-Hep B/Hib. Jadi, sudah terdapat kandungan IPVnya.

    Anak saya terlambat mendapatkan vaksinasi polio tetes, sehingga vaksinasi selanjutnya menggunakan infanrix hexa. Apakah anak saya tetap harus diberikan polio tetes?

    Tidak perlu lagi, dilanjutkan saja pemberian infanrix hexa.

    Imunisasi DT anak saya kurang 1 kali dosis, apakah tetap harus diberikan meskipun jeda dengan vaksinasi terakhir sudah 1 tahun?

    Sebaiknya dikerjakan ya agar lengkap. Pengulangan pemberian vaksin bertujuan untuk meningkatkan efek / efektivitas dari vaksin itu sendiri.

    Bila anak umur 9 bln sudah vaksin campak, apakah  masih perlu vaksinasi MR atau langsung diberikan vaksinasi MMR saja?

    Bila sudah campak, langsung MMR saja di usia 15 bulan.

    Bagaimana dosis dan waktu pemberian vaksin pneumokokus pada anak usia 4 tahun?

    Vaksinasi PCV > 2 tahun, diberikan 1 kali saja

    Bagaimana bila anak hanya mendapatkan imunisasi dasar saja?

    Idealnya, si Kecil sebaiknya melengkapi seluruh vaksinasi yang direkomendasikan oleh IDAI karena tingkat angka kesakitan dan kematiannya cukup tinggi yang disebabkan oleh penyakit tersebut. Namun, saat ini pemerintah belum menyediakan vaksinasi keseluruhan, sehingga dapat dikerjakan di fasilitas kesehatan lain.

    Itulah mengenai jenis-jenis vaksin dari anak hingga dewasa yang Sobat sehat perlukan sebagai salah salah satu upaya untuk membuat tubuh kebal dari serangan virus yang jika dibiarkan berlarut-larut dapat menyebabkan kematian. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Usia toddler adalah usia antara 1-3 tahun, yaitu seorang anak mulai belajar menentukan arah perkembangan dirinya, suatu fase yang mendasari bagaimana derajat kesehatan, perkembangan emosional, derajat pendidikan, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi serta kemampuan diri seorang anak di masa mendatang. Pemantauan tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat penting mengingat pesatnya pertumbuhan dan perkembangan […]

    Hal Penting dalam Fase Toddler #Kamisehat

    Usia toddler adalah usia antara 1-3 tahun, yaitu seorang anak mulai belajar menentukan arah perkembangan dirinya, suatu fase yang mendasari bagaimana derajat kesehatan, perkembangan emosional, derajat pendidikan, kepercayaan diri, kemampuan bersosialisasi serta kemampuan diri seorang anak di masa mendatang.

    Pemantauan tumbuh kembang anak pada 1.000 hari pertama kehidupan sangat penting mengingat pesatnya pertumbuhan dan perkembangan pada anak hingga usia anak 2 tahun. Nutrisi adalah hal yang penting untuk menunjangnya. Sehingga, pemilihan MPASI yang tepat harus diketahui agar tumbuh kembang anak optimal. Kemudian, proteksi dini juga penting diberikan orang tua terhadap berbagai macam penyakit yang dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi.

    Masa MPASI merupakan masa perpindahan dari ASI menuju ke makanan yang semi padat. Pengenalan dan pemberian MPASI dapat dilakukan bertahap baik bentuk atau jumlahnya, sesuai dengan kemampuan pencernaan bayi/anak. MPASI bukan hanya bertujuan memenuhi kebutuhan gizi bayi, tetapi juga merangsang keterampilan makan dan kepercayaan diri pada bayi. Pemberian makanan tambahan harus bervariasi dari bentuk bubur cair ke bentuk bubur kental, sari buah, buah segar, makanan lumat, makanan lembek dan akhirnya makanan padat .

    Tujuan pemberian MPASI adalah memberikan gizi yang cukup untuk tumbuh kembang yang optimal, mendidik bayi agar memiliki kebiasaan makan yang baik, serta sebagai pelengkap ASI yang membantu bayi dalam proses makan. MPASI diberikan sejak bayi berusia 6 bulan, bersifat padat gizi, kandungan serat kasar dan bahan lain yang sulit dicerna seminimal mungkin, tidak boleh terlalu padat, dan campuran dari beberapa bahan pangan dengan perbandingan tertentu.

    MPASI diberikan bila bayi sudah siap menerima makanan. Bayi biasanya akan siap menerima makan bila sudah mampu mempertahankan kepala untuk tegak tanpa disangga, refleks menjulurkan lidahnya hilang, dan mampu menunjukkan keinginannya pada makanan dengan cara membuka mulut, lalu memajukan anggota tubuhnya ke depan untuk menunjukkan rasa lapar dan menarik tubuh ke belakang atau membuang muka untuk menunjukkan ketertarikan pada makanan.

    Strategi pemberian MPASI:

    1. Tepat waktu: berikan MPASI ketika ASI saja tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan bayi (usia sekitar 6 bulan).
    2. Adekuat: MPASI yang diberikan memenuhi kebutuhan energi, protein dan mikronutrien anak.
    3. Aman dan higienis: proses persiapan dan pembuatan MPASI menggunakan cara, bahan,  dan alat yang aman serta higienis.
    4. MPASI diberikan secara responsif: MPASI diberikan secara konsisten sesuai dengan sinyal lapar atau kenyang dari anak.

    MPASI higienis untuk bayi yang sehat:

    1. Pastikan kebersihan tangan dan peralatan yang digunakan untuk menyiapkan serta menyajikan MPASI
    2. Cuci tangan ibu dan bayi sebelum makan, setelah ke toilet dan membersihkan kotoran bayi.
    3. Simpan makanan yang akan diberikan kepada bayi di tempat bersih dan aman
    4. Pisahkan talenan yang digunakan untuk memotong bahan makanan mentah dan bahan makanan matang.

    Menyimpan MPASI dengan aman:

    1. Beberapa jenis makanan seperti telur, daging, ikan, susu, kedelai, pasta, nasi, dan sayuran seringkali terkontaminasi bakteri sehingga harus disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu kurang dari 5 derajat celcius.
    2. Simpan ikan dan daging dalam wadah plastik dan letakkan terpisah dengan makanan yang telah dimasak dan bahan-bahan siap makan.
    3. Penyimpanan makanan sesuai dengan petunjuk yang tertulis di kemasan dan digunakan sebelum kadaluarsa.
    4. Makanan yang seharusnya disimpan di lemari pendingin tidak boleh digunakan kembali setelah berada di luar lemari pendingin selama dua jam atau lebih.
    5. Microwave dapat digunakan untuk mencairkan makanan beku dan harus segera dimasak setelah dicairkan. Hindari membekukan makanan yang pernah dibekukan kembali.

    Strategi makanan yang sehat untuk bayi dan balita:

    1. Jangan menyerah untuk memperkenalkan jenis makanan baru, tawarkan 10-15 kali jenis makanan baru sebelum anak mau memakannya.
    2. Matikan TV, komputer, ponsel saat jam makan berlangsung agar anak tidak terdistraksi
    3. Batasi pemberian jus buah, jus buah cepat memberikan rasa kenyang, sehingga anak menjadi malas makan. Solusinya, jus buah dapat diganti dengan  potongan buah segar.
    4. Tawarkan selingan sehat diantara waktu makan jika anak terlihat lapar.
    5. Berikan berbagai variasi pilihan rasa dan jenis makanan sehat untuk anak
    6. Waktu makan bukanlah hanya tentang makanan, tetapi waktu untuk berkomunikasi dan mendukung perkembangan anak.
    7. Hindari memaksa anak untuk makan yang dapat menyebabkan anak menolak makan dan susah menghabiskan makanan

    Selain nutrisi dalam bentuk MPASI, hal penting yang harus diperhatikan pada fase toddler adalah pentingnya vaksinasi sebagai pelindung agar anak terhindar dari beberapa penyakit menular.  Vaksinasi adalah suatu cara untuk meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu antigen, sehingga bila kelak terpajan dengan antigen yang sama, sudah mempunyai zat kekebalan/antibodi sehingga tidak terjadi penyakit.

    Vaksin ini dapat berasal dari virus/bakteri penyebab penyakit. Tipe vaksin ada 3 jenis:

    • Vaksin virus yang dapat berasal dari virus hidup yang dilemahkan, inaktif/dimatikan, atau bagian dari virus (sub unit).
    • Vaksin bakteri yang dapat berasal dari sel bakteri utuh, racun dari bakteri (toksoid), bagian dari bakteri, dan polisakarida.
    • Vaksin kombinasi

    Jadwal Imunisasi sesuai dengan rekomendasi IDAI 2017

    Berapa Hari Jeda vaksin pentabio, rotavirus, PCV pada pemberian vaksin usia 2 bulan dan 4 bulan?

    Vaksin yang dapat diberikan adalah pentabio dan polio oral tetes dulu lalu 2 minggu kemudian menyusul vaksin rotavirus dan PCV. Hal ini karena vaksin rotavirus juga merupakan vaksin oral tetes, sehingga pemberiannya dengan polio harus jeda selama 2 minggu.

    Bagaimana caranya biar anak suka sayur?

    Children do, children see. Apa yang Bunda makan akan terlihat oleh si Kecil dan mereka akan mengikutinya. Sehingga, pertanyaannya, apakah Bunda mengonsumsi sayur juga?Bila iya, berarti tinggal memberikan pengertian pada si Kecil mengenai manfaat sayur bagi kesehatan. Bunda dapat mencontohkannya dengan konsumsi sayur di depan si Kecil sambil dengan wajah yang menunjukkan rasa senang ketika konsumsi sayur.

    Kemudian, Bunda dapat memberikan sayur dalam porsi kecil dan ada berada di dalam jangkauan anak. Bila anak masih menolak bagaimana?Coba lagi, Bunda harus sabar dalam menghadapinya. Penting juga untuk menciptakan suasana makan yang menyenangkan bagi anak. Keep Fighting, ya Bunda. Percobaan memberikan sayur bisa 10-15 kali loh Bunda. Nah, waktu makan juga penting. Saat makan, jauhkan anak dari distraksi sekitar seperti mainan, ponsel, tv, dsb.

    Apakah anak yang sedang batuk pilek (tidak demam) boleh diimunisasi?

    Sebenarnya syarat si Kecil mendapatkan vaksin adalah sehat kondisi badannya. Sehingga, bila anak sedang demam, sebaiknya pemberian vaksin ditunda dulu sampai demamnya reda. Kalau batuk pilek tidak demam boleh divaksinasi Bunda. Sekali lagi, mohon dilihat kondisi si Kecil ya Bunda.

    Apakah menu MPASI awal  sebaiknya menu tunggal atau menu 4 bintang?

    Bila kondisi si Kecil sehat, tidak memiliki riwayat alergi pada keluarga, maka tentunya MPASI awal diberikan dalam bentuk puree (makanan yang dihaluskan hingga menjadi bubur kental) yang mengandung komposisi karbohidrat, protein, lemak. Namun, bila dalam keluarga memiliki riwayat alergi misalkan alergi telur, sebaiknya menu tunggal dulu untuk mempermudah Bunda melakukan pengamatan terhadap potensi alergi terhadap makanan.

    Bagaimana bila frekuensi MPASI pada anak usia 6 bulan diberikan 3-4 kali sehari?

    Frekuensi MPASI bergantung pada usia si Kecil. Bila usianya 6 bulan maka energi tambahan yang diperlukan MPASI adalah 200 kalori. Bunda dapat memberikan MPASI 2 kali sehari sebanyak 2-3 sendok sebagai tahap awal dalam bentuk puree. Pada usia ini, bayi masih dalam tahap adaptasi dengan MPASI sehingga Bunda harus sabar dan memberikan semangat pada si Kecil. Hindari memaksa bayi untuk menghabiskan makanannya.

    Mengapa  bekas vaksin BCG belum sembuh padahal anak saya sudah umur 6 bulan?

    Secara alamiah, vaksin BCG akan meninggalkan bekas berupa jaringan parut yang datar berdiameter 2 – 6 mm. Jaringan skar tersebut biasanya terbentuk dalam waktu 3 bulan. Bisul akibat BCG tidak berbahaya. Jika timbul bisul di lokasi penyuntikan, tidak perlu dilakukan tindakan khusus oleh orang tua. Bila bisul semakin membesar dan ada tanda infeksi seperti rasa nyeri, keluar nanah, berdarah, segera bawa ke dokter untuk diperiksa, ya Bunda.

    Ketika mengolah MPASI di pagi hari apakah harus sekali masak langsung habis atau boleh di simpan di kulkas buat nanti siang/sore?

    MPASI menu tunggal tidak masalah dibuat untuk beberapa porsi dan disimpan dalam wadah-wadah kecil. Jadi, sekali makan habis 1 porsi agar sekali buka wadah saja dan tidak dimasukkan kembali ke kulkas. Bila menunya sudah 4 bintang, sebaiknya dalam keadaan fresh atau dicampur dengan menu tunggal yang bunda siapkan sebelumnya. Cara menyimpan MPASI yang baik dan benar: makanan seperti daging, ikan, telur, susu, kedelai, nasi pasta sayuran disimpan dalam lemari pendingin dengan suhu kurang 5 derajat celcius.

    Apa yang harus saya persiapkan bila ingin pindah layanan vaksinasi?

    Bila mau pindah layanan vaksinasi sebaiknya Bunda membawa data-data riwayat vaksinasi terdahulu saat kunjungan pertama ke fasilitas layanan yang baru agar dapat disesuaikan jadwal vaksinasinya dengan si Kecil. Bunda dapat cross cek jadwal vaksinasi si Kecil yang lengkap sesuai IDAI yang saya share tadi yaa…semakin lengkap tentu semakin baik bagi si Kecil. Bila jadwal tidak sesuai atau telat, kembali tergantung dengan jenis vaksinasi apa yang diberikan.

    Bagaimana menyiasati bayi yang mogok makan?Lalu, apakah penggunaan slow cooker diperbolehkan untuk MPASI?

    Pemrosesan makanan sebenarnya tergantung dari jenis makanannya. Contohnya, sayur tidak boleh terlalu lama dimasak agar vitamin dan mineralnya tidak hilang dan rusak. Lain dengan protein, bisa dengan menggunakan slow cooker ini dan pastikan matang sepenuhnya.

    Biasanya si Kecil yang mogok makan itu usia 1-3 tahun. Kalau bayi biasanya jarang, harus dilihat kondisi yang menyebabkan bayi mogok makan itu Bunda. Ingat, children do, children see, seperti yang saya sampaikan sebelumnya.Ciptakan suasana makan yang menyenangkan buat anak dan jauhkan dari distraksi seperti mainan, ponsel, dsb.

    Apakah ada aktivitas yang dapat dilatih  oleh ibu ke anak usia dibawah 6 bulan untuk mempersiapkan masa MPASI agar dapat mengunyah dengan lancar atau reflek menelannya baik saat masa MPASI nya tiba?

    Sebenarnya, keinginan si Kecil untuk mulai makan secara natural akan datang dengan sendirinya. Ada beberapa tanda si Kecil sudah mau makan, antara lain bayi biasanya akan siap menerima makan bila sudah mampu mempertahankan kepala untuk tegak tanpa disangga, refleks menjulurkan lidahnya hilang, dan mampu menunjukkan keinginannya pada makanan dengan cara membuka mulut, lalu memajukan anggota tubuhnya ke depan untuk menunjukkan rasa lapar dan menarik tubuh ke belakang atau membuang muka untuk menunjukkan ketertarikan pada makanan. Bila kondisi bayi sehat, mereka secara alami akan menunjukkan tanda-tanda, “Bunda, saya udah kepengen makan nih”

    Apakah tanda si kecil yang alergi dengan menu MPASI dan bagaimana cara mengatasinya?

    Anak yang alergi terhadap suatu makanan atau susu akan mengalami gejala yang dapat menyerang saluran napas (batuk berkepanjangan, bersin-bersin, pilek, mengi), saluran pencernaan (muntah, diare, susah BAB, terus sendawa), serta kulit (gatal-gatal, ruam pada kulit, eksim, bengkak pada kulit). Selain itu, gejala alergi berat dapat menyebabkan anak gagal tumbuh kembang (berat dan tinggi kurang, telat bicara, lemah otot), anemia, eksim berat, serta syok anafilaksis. Cara mengatasinya adalah dengan menghindari paparan makanan yang dapat menyebabkan alergi.

    Jika ibu dan bayi memiliki alergi pada produk susu atau turunan sapi,  bagaimana memberikan sumber makanan lain yang mengandung zat besi selain dari susu dan daging?

    Sumber zat besi bermacam-macam seperti kerang, bayam, kacang-kacangan, biji labu, brokoli, tahu, dsb sebagai sumber pengganti makanan yang kaya akan zat besi.

    Apakah ada pengaruhnya bila jadwal imunisasi anak tidak sesuai atau dikatakan telat?

    Seharusnya tidak ada masalah bila tidak sesuai/telat dengan jadwalnya. Perlu segera dilakukan catch up immunization atau kejar imunisasi. Paling penting si Kecil dapat terlindungi secara optimal dengan vaksinasi yang lengkap.

    Apakah vaksin yang diwajibkan pemerintah sudah cukup untuk bayi? atau perlu tambahan?

    Semakin lengkap pemberian vaksinasi yang wajib dan tambahan, maka si Kecil akan semakin terlindungi secara optimal. Bunda dapat melihat rekomendasi vaksinasi anak sesuai dengan tabel IDAI.

    Bagaimana cara melihat tumbuh kembang anak optimal dan agar si Kecil mau makan makanan berprotein?

    Bunda dapat melihat kurva pertumbuhan anak pada Kartu Menuju Sehat, sehingga dapat diketahui apakah tumbuh kembangnya sesuai dengan umurnya. Bila si Kecil jarang makan protein, maka Bunda dapat mencoba untuk memberikan berbagai jenis sumber protein kepada si Kecil perlahan-lahan dan mengikuti aturan makan yang ada seperti memberikan dalam porsi kecil dan dalam jangkauannya, mematikan TV, ponsel saat memberi makan dan menciptakan suasana makan yang menyenangkan dengan si Kecil.

    Bagaimana langkah awal memperkenalkan makanan untuk bayi 6 bulan yang untuk pertama kalinya untuk mengurangi resiko Gerakan Tutup Mulut (GTM)  di pertengahan MPASI nanti?

    Pada usia 6 bulan, MPASI yang diberikan makanan berupa puree (saring) dan mashed (lumat). Makanan diberikan 2-3 kali sehari dengan 1-2 kali selingan. Ciptakan suasana menyenangkan saat waktu makan, beri makan perlahan dan hindari memaksa bayi untuk menghabiskan makanan. Kemudian, bila ada riwayat alergi pada makanan, Bunda dapat memberikan satu jenis makanan untuk beberapa hari terlebih dulu untuk melihat ada alergi pada bayi.

    Bagaimana penyimpanan vaksin yang benar di rumah?

    Standarnya, vaksin disimpan dalam pendingin khusus vaksin sehingga harus disimpan pada suhu tertentu, yakni pada suhu 2 s.d 8ºC untuk vaksin sensitif beku (tidak boleh beku), dan pada suhu -15 s.d -25 ºC untuk vaksin yang sensitif panas. Sekarang, hanya vaksin polio yang masih memerlukan tempat penyimpanan dengan suhu dibawah 0°C. Sejumlah vaksin, seperti Hepatitis B, DPT-HB-Hib, IPV, DT, Td akan berpotensi menjadi rusak jika terpapar suhu beku. Sedangkan vaksin Polio, BCG, Campak, rotavirus akan berpotensi rusak jika terpapar suhu panas. Namun secara umum, vaksin akan rusak jika terpapar oleh sinar matahari secara langsung.

    Bila ingin menyimpan vaksin di lemari es, tidak dianjurkan karena suhu lemari es seringkali berubah. Bunda dapat menggunakan termometer khusus untuk memantau suhu lemari es dan tidak menunda pemberian vaksin agar vaksin tidak rusak dan fungsinya menjadi berkurang.

    Bagaimana mengatasi si Kecil yang berusia 14 bulan yang hanya ingin mengonsumsi bubur saja?

    MPASI saat bayi berusia 14 bulan adalah yang dicincang kasar (chopped), cincang halus (minced) dan finger foods dan pemberiannya 3-4 kali makan besar dan 2 kali makan selingan. Bila si Kecil hanya ingin bubur, maka perlahan tingkatkan teksturnya, ya Bunda. Ciptakan suasana mengenyangkan, hindari dari distraksi seperti TV, ponsel, mainan, buat porsi kecil dan taruh makanan dengan tekstur sesuai usianya di jangkauannya. Kemudian, paparkan makanan pada si kecil 10-15 kali perlahan-lahan. Bunda juga dapat mencontohkan dengan mengonsumsi makanan tersebut bersama agar si Kecil tertarik untuk mengikutinya.

    Apakah pemberian kapsul serbuk sari dari buah buahan dan sayur- sayuran sebagai nutrisi aman untuk jangka panjang?

    Pemberian tambahan suplemen berfungsi sebagai pendamping saja dan penggunaannya sebaiknya dibatasi karena suplemen buatan tidak mungkin sama dengan serat alami. Contohnya, suplemen wortel dengan wortel asli pasti berbeda. Si kecil bila memakan wortel akan menggigit dan merasakan wortel, sedangkan bila konsumsi suplemen tidak akan seperti itu. Kemudian, kemampuan mengunyah dan perkembangan gigi akan lebih baik bila si kecil mengonsumsi buah langsung.

    Apakah vaksin flu dapat melindungi dari batuk pilek sepenuhnya karena beberapa kasus, sudah divaksinasi tetapi masih tetap batuk pilek?

    Vaksinasi flu bertujuan untuk melindungi dari virus penyebab flu. Namun, vaksinasi ini hanya melindungi beberapa strain virus (3 atau 4) yang umum ditemui dan sering menjadi penyebab flu. Bila si kecil tetap terkena pilek, bisa terjadi bila strain virus lain atau bakteri menjadi penyebab terjadinya pilek.

    Apakah anak yang tidak diimunisasi akan menghasilkan imunnya sendiri untuk dapat melindungi tubuhnya dari penyakit?

    Setiap bakteri atau virus yang masuk ke tubuh si Kecil akan dilawan oleh sistem imunitas kita. Respon dari sistem imun ada yang baik dan ada yang kurang. Bila sistem imunitas kita menang melawan penyakit, maka kita akan terhindar dan sembuh. Namun, bila sistem imunitas kita kalah, maka kita akan terkena penyakit yang efeknya malah lebih merugikan tubuh, bahkan dapat memperparah kondisi kesehatan kita. Pencegahan akan selalu lebih baik dari pengobatan Bunda, dan salah satu pencegahan agar terhindar dari penyakit adalah vaksinasi.

    Apakah pada saat pemberian MPASI memakai kursi bayi berbahaya bagi pertumbuhan tulang belakangnya?

    Meletakkan bayi pada kursi makan khusus bayi justru baik untuk perilaku makannya, apalagi bila dilakukan saat makan bersama anggota keluarga lain. Bayi akan belajar bahwa waktu makan adalah waktu untuk semua anggota keluarga untuk datang dan makan bersama. Bayi akan mengetahui dan mencontoh makanan apa yang disukai dan tidak oleh anggota keluarganya. Hanya saja, bayi yang berusia 6 bulan belum dapat duduk tegak, sehingga pemilihan high- chair harus sesuai dengan usia, biasanya yang menggunakan bantalan empuk, sehingga membantu bayi untuk dapat duduk tegak. Selama penggunaannya sesuai umur dan aturan pakai, maka  pertumbuhan tulang belakangnya akan normal-no.

    Itulah mengenai hal penting dalam fase toddler pada anak. Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap mengenai kesehatan anak dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    1. Ikatan Dokter Anak Indonesia UKK Nutrisi dan Penyakit Metabolik. Pemberian Makanan Pendamping ASI (MPASI).
    2. Mufida L, Widyaningsih TD, Maligan JM. Prinsip dasar MPASI pada usia 6-24 bulan: kajian pustaka. Jurnal Pangan dan Agroindustri. 2015;3(4):1646-1651.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja