Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Anak

Showing 11–20 of 157 results

  • Penyakit flu merupakan penyakit yang sering dialami oleh anak-anak. Penyakit ini diderita oleh anak-anak, terutama anak di bawah 2 tahun yang rata-rata dapat mengalami flu hingga 6 kali setiap tahunnya. Kondisi lingkungan yang dikelilingi oleh penderita flu, kebersihan rumah yang buruk serta kekebalan tubuh anak yang masih rendah menyebabkan anak-anak mudah terinfeksi kembali dengan penyakit […]

    Anak Sering Flu? Ini Salah Satu Solusinya

    Penyakit flu merupakan penyakit yang sering dialami oleh anak-anak. Penyakit ini diderita oleh anak-anak, terutama anak di bawah 2 tahun yang rata-rata dapat mengalami flu hingga 6 kali setiap tahunnya.

    Kondisi lingkungan yang dikelilingi oleh penderita flu, kebersihan rumah yang buruk serta kekebalan tubuh anak yang masih rendah menyebabkan anak-anak mudah terinfeksi kembali dengan penyakit ini.1

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Penyakit flu ditularkan melalui kontak tangan dengan penderita dan percikan cairan yang dikeluarkan dari batuk atau bersin penderita. Gejalanya dapat berupa pilek yang disertai batuk, demam menggigil, nafsu makan menurun, dan nyeri seluruh badan. Gejala biasanya akan memuncak pada hari 1-3 dan bertahan hingga 7-10 hari lalu mereda.

    Terapi antibiotik sebenarnya tidak diperlukan pada penyakit ini karena penyebabnya adalah virus. Namun, bila terjadi infeksi campuran dengan bakteri, pemberian antibiotik disesuaikan dengan saran dari dokter.

    Pada penyakit ini, pencegahan adalah yang paling penting. Menjaga kebersihan diri misalnya dengan mengajarkan mencuci tangan pada anak,  menghindari kontak dengan orang yang sedang pilek serta meningkatkan daya kekebalan tubuh anak dengan memberikan makanan yang bergizi serta tidur yang cukup dapat mencegah anak tertular penyakit ini.

    Selain itu, pemberian vaksin influenza perlu diperhitungkan bila anak terlalu sering terkena flu.2

    Baca Juga: Jika Anak Sering Batuk Pilek, Coba Perhatikan Asupan Makanannya

    Vaksin influenza dapat diberikan pada anak usia di atas 6 bulan dan diulang setiap tahunnya. Vaksin ini disuntikkan pada bahu dan dianjurkan diberikan dengan dosis yang tepat menurut umur.

    Umur kurang dari 9 tahun yang mendapat vaksin influenza untuk pertama kali harus mendapat 2 dosis dengan jarak waktu keduanya minimal 4 minggu.

    Vaksin ini tidak diberikan pada anak usia< 6 bulan dan anak dengan alergi komponen vaksin (misalkan alergi telur). Reaksi ringan yang dapat ditimbulkan berupa rasa nyeri, kemerahan dan bengkak pada tempat suntikan yang akan hilang dalam 2-3 hari.3

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu ke Rumah

     

    Vaksin flu sangat aman diberikan pada anak karena penyakit yang sering menyerang anak ini bila tidak dicegah akan mengganggu kehidupan sehari-hari anak.

    Jadi, jangan tunggu flu menyerang anak Ibu. Segera berikan vaksin flu pada anak Anda sehingga anak terlindungi dari penyakit influenza ini.

    Nah, bila ingin lebih praktis, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, hanya dengan mengakses Prosehat, Anda bisa mendapatkan layanan vaksin ke rumah loh yang mempunyai beberapa kelebihan:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    REFERENSI:

    1. Allan GM, Prevention and treatment common cold: making sense of the evidence. Canadian Medical Association Journal.2014; 186(3).
    2. Hadinegoro SR, Soedjatmiko. Rekomendasi satgas imunisasi. Sari Pediatri. 2006; 8(1):84-92.

     

    Read More
  • Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan.  Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang […]

    Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Influenza, atau yang biasa dikenal dengan flu, merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyebab flu adalah infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan.

     Setiap harinya, banyak orang yang terkena flu, namun banyak juga yang mengabaikannya dan tidak menganggap penyakit ini serius. Flu kerap dilihat sebagai salah satu penyakit yang ringan.

    Padahal, terkadang flu dapat menjadi penyakit yang sangat serius dan berakibat fatal, bahkan hingga menyebabkan kematian. Oleh karena itu, dianjurkan untuk melakukan vaksinasi flu untuk mencegah dan mengurangi keparahan penyakit ini.1, 2

    vaksinasi flu, vaksinasi influenza

    Apa Itu Vaksin Flu?

    Vaksin flu atau vaksin influenza adalah salah vaksin yang diberikan untuk mencegah influenza. Penyakit ini sangat mudah menyebar melalui percikan air liur, udara, dan/atau kontak langsung dengan barang atau permukaan yang terkontaminasi virus.

    Selain gejala penyakit saluran pernapasan seperti batuk kering dan pilek, gejala yang ditimbulkan bisa berupa sakit kepala, nyeri otot, dan lemas. Gejala batuk sebagai tanda mula penyakit ini bisa bertahan hingga dua minggu.3

    Mengapa Vaksin Ini Penting?

    World Health Organization (WHO) mencatat angka kejadian influenza berat mencapai 5 juta kasus pertahun dengan angka kematian mencapai 650.000 kasus di seluruh dunia.4

    Komplikasi flu biasanya terjadi pada individu berisiko tinggi, seperti usia lanjut, wanita hamil, anak berusia 6 bulan hingga 5 tahun, tenaga medis, dan penderita penyakit tertentu, seperti HIV/AIDS, penyakit jantung, dan penyakit paru kronis atau asma.1 Adapun komplikasi yang mungkin terjadi antara lain adalah peradangan paru atau pneumonia, gangguan sistem saraf pusat, serta gangguan jantung, seperti miokarditis dan serangan jantung. Selain itu, flu dapat memperparah kondisi penyakit kronis yang sudah diderita, misalnya asma, diabetes, dan gagal jantung kongestif.3

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Dengan demikian, vaksin influenza menjadi sangat penting sebagai sebuah langkah pencegahan dan pemberian kekebalan, khususnya untuk seseorang yang menderita penyakit kronis.

    Terlebih lagi, saat ini sedang terjadi pandemi virus corona baru (coronavirus disease-2019 atau COVID-19). Flu dan COVID-19 memang kerap menunjukkan gejala yang serupa, namun sebenarnya tidak sama dan penanganan kedua penyakit tersebut juga berbeda.

    Vaksinasi flu tidak melindungi seseorang dari infeksi virus corona dan Sobat Sehat yang sudah divaksinasi flu tidak lantas bebas begitu saja dari virus corona. Akan tetapi, pemberian vaksinasi flu pada masa kini tetap penting agar Sobat tetap dalam kondisi sehat dan terhindar dari influenza.5

    Adakah Komponen Kandungan Vaksin dan Apa Saja?

    Berdasarkan komponen yang dikandungnya, vaksin influenza dibagi menjadi dua jenis, yaitu vaksin trivalen dan vaksin kuadrivalen.

    Seperti dikutip dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (Centers for Disease Control and Prevention atau CDC), vaksin flu trivalen dapat melindungi diri dari tiga tipe virus influenza yang paling umum, yakni virus influenza A (H1N1), virus influenza A (H3N2), dan satu jenis virus influenza B. 

    Sedangkan vaksin flu quadrivalen digunakan untuk melindungi tubuh dari dua virus influenza A (H1N1), influenza A (H3N2) dan dua jenis virus influenza B.3

    Seperti Apakah Jenis Vaksinnya?

    Vaksin influenza terdiri dari vaksin influenza tidak aktif (inactived influenza vaccine atau IIV) yang mengandung virus mati, vaksin influenza hidup yang dilemahkan (live attenuated influenza vaccine atau LAIV), dan vaksin influenza rekombinan (recombinant influenza vaccine atau RIV).

    Vaksin jenis pertama adalah adalah vaksin yang mengandung virus mati. Vaksin ini diberikan melalui suntikan di paha atau otot deltoid. Jenis vaksin yang mengandung virus yang sudah dilemahkan dan tersedia dalam bentuk vaksin semprotan hidung. Vaksin ini diberikan untuk individu berusia 2-49 tahun dengan dosis dan jadwal yang disesuaikan.3

    Ada banyak jenis vaksin yang dapat dipilih, Sobat Sehat dapat bertanya kepada dokter untuk menentukan jenis vaksin yang tepat.3

    Siapa Saja yang Berhak Mendapatkan Vaksin?

    Pada umumnya, semua orang yang berusia di atas 6 bulan direkomendasikan untuk mendapatkan vaksin influenza.3 Selain itu, vaksin influenza diberikan kepada individu berisiko tinggi, seperti:2

    • Pasien berusia di atas 65 tahun
    • Pasien dengan penyakit kronis, seperti seperti penyakit jantung, paru-paru, ginjal, penyakit metabolik, anemia berat, dan pasien dengan sistem imun lemah
    • Para pekerja medis
    • Anak usia 6 bulan hingga 5 tahun

    Siapa Saja yang Tidak Diberikan Vaksin?3

    • Bayi di bawah usia 6 bulan
    • Orang dengan penyakit atau alergi terhadap kandungan pasien yang apabila diberikan vaksin akan membahayakan
    • Orang yang sedang dalam kondisi tidak sehat dan harus menunggu sampai kondisi pulih harus berkonsultasi dulu kepada dokter

    Bagaimanakah Pemberian Vaksin yang Tepat?

    Berdasarkan rekomendasi dari Komite Penasihat Praktik Imunisasi (Advisory Committee on Immunization Practices atau ACIP), vaksin flu mulai diberikan pada individu yang berusia 6 bulan ke atas.

    Vaksin harus diberikan sebelum musim flu berkembang karena dibutuhkan waktu hingga 2 minggu agar antibodi dapat berkembang di dalam tubuh. Di Indonesia, umumnya musim flu muncul saat terjadinya pancaroba, yaitu pergantian dari musim kering ke musim hujan.1

    Vaksin flu juga merupakan vaksin tahunan. Artinya, vaksin harus diberikan setiap tahun ketika menjelang musim flu datang.

    Hal ini terjadi karena respons imun tubuh dari vaksinasi sebelumnya menurun dari waktu ke waktu, sehingga vaksin tahunan diperlukan untuk perlindungan optimal. Selain itu, virus flu memiliki kemampuan untuk berubah setiap waktu, sehingga vaksin perlu ditinjau sesuai perubahan tersebut.1

    Seperti Apakah Cara Pemberiannya?

    Vaksin diberikan dengan penyuntikan, utamanya di otot deltoid lengan kanan. Sebelum disuntik, lengan dibersihkan terlebih dahulu dengan kapas beralkohol untuk memastikan bakteri tidak masuk ke titik suntikan. Setelah dibersihkan, barulah jarum disuntikan.6

    Bagaimanakah dengan Efektivitasnya?

    Efektivitas vaksin influenza ini dapat bervariasi dari tahun ke tahun. Perlindungan yang diberikan oleh vaksin flu tergantung pada usia dan status atau riwayat kesehatan orang yang mendapatkan vaksin, serta kesesuaian atau kecocokan antara virus flu yang beredar di lingkungan dan vaksin.1

    Manfaat Apa Saja yang Didapatkan?

    Vaksin influenza memberikan beberapa manfaat, yaitu mencegah penyakit flu, mengurangi risiko rawat inap karena flu, membantu mencegah kondisi serius terkait penyakit kronis, membantu melindungi wanita selama dan setelah kehamilan, mengurangi keparahan penyakit apabila terinfeksi, serta melindungi orang-orang di sekitar.1

    Adakah Efek Sampingnya?

    Efek samping vaksinasi influenza meliputi:3

    • Rasa sakit, kemerahan, dan bengkak di area yang disuntik
    • Nyeri kepala
    • Demam
    • Mual
    • Nyeri otot
    • Lelah
    • Pingsan

    Pada penggunaan vaksinasi flu jenis semprot, dapat timbul efek samping seperti pilek, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, dan batuk. Apabila setelah vaksinasi Sobat mengalami gejala seperti yang disebutkan, segera hubungi dokter untuk penanganan lebih lanjut.3

    Di Manakah Mendapatkannya?

    Untuk bisa mendapatkan vaksin influenza, Sobat bisa datang ke rumah sakit atau klinik yang menyediakan layanan vaksinasi ini. Namun, harap dicatat bahwa tidak semua fasilitas kesehatan memberikan layanan vaksin ini, sehingga Sobat harus menghubungi fasilitas kesehatan terlebih dahulu.

    Berapa Harganya?

    Harga vaksin flu cukup bervariasi tergantung tempat Sobat mendapatkannya. Di Indonesia, harga vaksin berkisar dari Rp 200.000,00 hingga Rp 500.000,00.

    Bagaimana Caranya Supaya Terhindar dari Flu?

    Apabila Sobat adalah orang yang ingin selalu sehat dan bugar tanpa terkena penyakit flu, selain divaksinasi, Sobat bisa melakukan berbagai upaya di bawah ini:7

    • Hidup bersih dan sehat, seperti makan dengan teratur, tidur teratur, dan berolahraga
    • Menjaga sistem kekebalan tubuh
    • Berhenti merokok
    • Memakai masker untuk mencegah penularan flu
    • Rajin mencuci tangan
    • Tidak menyentuh wajah dengan tangan kotor

    Itulah hal-hal mengenai vaksin flu yang Sobat perlu ketahui. Sobat pun bisa memanfaatkan layanan vaksinasi flu ke rumah dari Prosehat yang mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Nah, bagi Sahabat yang memerlukan info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi ke rumah silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Vaksin Influenza, Mencegah dan Mengurangi Keparahan Flu [Internet]. cnnindonesia.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190708143012-255-410160/vaksin-influenza-mencegah-dan-mengurangi-keparahan-flu
    2. Perlukah Vaksin Influensa? [Internet]. Konimex.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.konimex.com/post/healthy-lifestyle/keluarga-sehat/perlukah-vaksin-influensa
    3. Centers for Disease Control and Prevention. Influenza (Flu) [Internet]. cdc.gov. 2020 [cited 6 August 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/flu/about/index.html
    4. World Health Organization. WHO launches new global influenza strategy [Internet]. who.int. 2019 [cited 6 August 2020]. Available from:https://www.who.int/news-room/detail/11-03-2019-who-launches-new-global-influenza-strategy
    5. Vaksin Flu, Bisakah Tangkal Virus Corona? [Internet]. kompas.com. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/03/19/093350720/vaksin-flu-bisakah-tangkal-virus-corona?page=all
    6. Cara Memberikan Vaksin Flu [Internet]. wikiHow. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://id.wikihow.com/Memberikan-Vaksin-Flu
    7. 5 Cara Mencegah Serangan Flu [Internet]. 2020 [cited 29 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191104133204-255-445427/5-cara-mencegah-serangan-flu
    Read More
  • Bagi Sahabat yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, tentu Sahabat berharap agar anak  cerdas dan pintar. Selain memperhatikan asupan nutrisi, memberikan multivitamin, serta imunisasi, Sahabat juga dapat mulai mengajarkan anak untuk membaca buku. Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh-Kembang Anak Selama Pandemi Membaca buku dapat memberi berbagai manfaat bagi karena buku diibaratkan seperti jendela dunia. […]

    7 Manfaat Membaca Buku Bagi Anak di Masa Tumbuh-Kembang

    Bagi Sahabat yang sudah berkeluarga dan memiliki anak, tentu Sahabat berharap agar anak  cerdas dan pintar. Selain memperhatikan asupan nutrisi, memberikan multivitamin, serta imunisasi, Sahabat juga dapat mulai mengajarkan anak untuk membaca buku.

    manfaat membaca buku bagi anak

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh-Kembang Anak Selama Pandemi

    Membaca buku dapat memberi berbagai manfaat bagi karena buku diibaratkan seperti jendela dunia. Apa saja manfaat membaca buku bagi anak? Sahabat, mari simak penjelasan di bawah ini!

    1. Melatih Konsentrasi

    Manfaat membaca buku yang pertama adalah dapat melatih konsentrasi anak. Kemampuan berkonsentrasi anak yang baik akan membantu anak lebih siap saat belajar di sekolah karena anak sudah terbiasa menyerap informasi, Sahabat Sehat tetap perlu mendampingi anak dalam memilih buku bacaan yang tepat.

    2. Mengasah Kemampuan Berpikir

    Apabila Sahabat membiasakan anak membaca buku sejak dini, kemampuan anak untuk berpikir akan terasah dengan baik karena otak berkembang dengan baik.

    Produk Terkait: Jual Nutrimix

    3. Meningkatkan Keterampilan Berbicara

    Manfaat membaca buku bagi anak selanjutnya yaitu dapat membantu anak meningkatkan keterampilan berbicara terutama di masa tumbuh-kembang. Dengan membaca buku, anak dapat menerima informasi melalui gambar dan tulisan sehingga memperkaya kosakata dan meningkatkan kemampuan berbicara dengan baik.

    4. Membuat Anak Aktif dan Cepat Tanggap

    Membaca buku dapat membuat anak menjadi aktif dan cepat tanggap terhadap suatu masalah karena sistem motorik dan kognitif anak berkembang dengan baik.

    5. Menjalin Kedekatan dengan Orang Tua

    Anak yang sering membaca buku ternyata diketahui dapat mempererat hubungan dengan orang tua, terutama bila orang tua ikut menemani anak saat membaca buku dan menghabiskan waktu bersama saat membaca buku. Sahabat bisa berdiskusi dengan anak setelah membaca buku, yang dapat menjadi salah cara untuk mempererat hubungan dengan anak.

    Baca Juga: 7 Tips Orang Tua Dampingi Anak yang Bosan dan Stres Belajar di Rumah

    6. Mengenal Nilai-nilai Sosial

    Saat ini tersedia berbagai jenis buku bacaan. Sahabat sebaiknya pilih jenis buku khusus anak yang berisi nilai-nilai sosial, sehingga anak dapat mengetahui nilai-nilai sosial yang baik untuk  diterapkan di lingkungan sekitar serta menumbuhkan pendidikan karakter dan mental anak.

    7. Meningkatkan Kemampuan Akademis

    Membaca buku turut berperan dalam meningkatkan kemampuan anak mempelajari berbagai hal termasuk bahasa dan ilmu pengetahuan. Hal ini tentu sangat membantu proses pembelajaran anak ketika di sekolah.

    Baca Juga: Bagaimana Membesarkan Anak di Tengah Pandemi? Ini 9 Tipsnya!

    Sahabat, itulah 7 manfaat membaca buku bagi anak dimasa tumbuh-kembang . Apabila anak masih berusia 1-3 tahun, Sahabat dapat mulai membacakan buku terlebih dahulu. Berikut beberapa cara yang bisa Sahabat lakukan saat membacakan buku untuk anak:

    1. Bacalah buku apa pun yang diminta anak, meskipun buku yang sama.
    2. Baca buku secara perlahan agar anak bisa memahami ceritanya, dan menggunakan intonasi berbeda saat membaca karakter yang berbeda.
    3. Gunakan boneka, jari atau alat peraga lainnya saat membacakan buku.
    4. Ajak anak untuk bertepuk tangan atau bernyanyi saat Sahabat membaca buku yang berisi nyanyian.
    5. Diskusikan dengan anak mengenai gambar dalam buku atau mengulang kembali nama karakter dalam buku.
    6. Ajukan pertanyaan terbuka seperti, “Menurut kakak/adik, kenapa ya singanya pergi ke hutan? Dia mau ngapain ya?”. Pertanyaan terbuka dapat melatih anak untuk berpikir.
    7. Gunakan nama anak atau anggota keluarga lainnya pada karakter dalam buku agar mudah diingat.

    Sahabat juga perlu perhatikan jenis buku bacaan yang tepat untuk anak. Pilih buku bacaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari dengan gambar yang menarik.

    Baca Juga: Poin-poin Penting dalam Jadwal Terbaru Imunisasi Anak 2020

    Agar pertumbuhan dan perkembangan anak maksimal, yuk Sahabat manfaatkan layanan imunisasi anak di Prosehat yang menyediakan layanan imunisasi ke rumah. Layanan Prosehat memiliki banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Putri A. 5 Manfaat Membaca untuk Anak [Internet]. POPMAMA.com. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.popmama.com/big-kid/10-12-years-old/amelia-putri/manfaat-membaca-bagi-anak
    2. Afani A. 7 Manfaat Membaca Buku untuk Anak, Bunda Perlu Tahu [Internet]. parenting. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.haibunda.com/parenting/20200819173602-61-157705/7-manfaat-membaca-buku-untuk-anak-bunda-perlu-tahu
    3. Tahukah Anda Manfaat Membaca Buku Sejak Usia Dini? – EduCenter [Internet]. EduCenter. 2021 [cited 5 April 2021]. Available from: https://www.educenter.id/tahukah-anda-manfaat-membaca-buku-sejak-usia-dini/
    Read More
  • Dr. Lucky Aninditha – Penyakit tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi pada jaringan paru yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan dapat menyerang anak maupun dewasa. Namun, anak lebih berisiko untuk menderita TB berat seperti TB milier dan meningitis TB sehingga menyebabkan tingginya kesakitan dan kematian pada anak. Baca Juga: 7 Gejala TB Paru pada Si Kecil Menurut laporan […]

    Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat

    Dr. Lucky Aninditha – Penyakit tuberkulosis (TB) adalah penyakit infeksi pada jaringan paru yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis dan dapat menyerang anak maupun dewasa. Namun, anak lebih berisiko untuk menderita TB berat seperti TB milier dan meningitis TB sehingga menyebabkan tingginya kesakitan dan kematian pada anak.

    Baca Juga: 7 Gejala TB Paru pada Si Kecil

    Menurut laporan WHO tahun 2013, Kasus TB anak yang terjadi di diperkirakan 6%, yaitu sebanyak 530.000 pasien TB Anak / Tahun, sedangkan kasus anak TB dengan HIV sebanyak 74.000 kematian anak  / tahun (8% dari seluruh kematian akibat TB).

    Kasus TB pada anak di Indonesia belum ada laporan pastinya namun diperkirakan jumlah kasus TB anak adalah 7,9% – 12% dari total kasus TB di Indonesia.

    Baca Juga: Penyebab Infeksi Hepatitis B pada Bayi

    Kenali dan waspada terhadap bahaya TB Anak

    Adapun gejala dari penyakit tuberkulosis yang diderita oleh anak seiring dengan perkembangan penyakit ini seperti:

    1. Demam
    2. Lemah dan rewel
    3. Batuk yang berkepanjangan
    4. Nafas yang berat dan cepat
    5. Berkeringat malam, pembesaran kelenjar
    6. Berat badan yang berkurang dan pertumbuhan yang terhambat

    Pada anak yang menderita TB, penyebaran infeksi melewati pembuluh darah bisa berefek pada semua organ di tubuh. Komplikasi parah yang dapat disebabkan oleh penyakit ini adalah meningitis tuberculosis, yang bisa mengganggu otak dan sistem saraf.

    Baca Juga: Pijat Payudara Pada Ibu Menyusui, Apakah Efektif?

    Bagaimanakah cara mencegah anak tertular penyakit TB?

    Pencegahan pada anak agar tidak tertular penyakit TB adalah:

    1. Anak rentan tertular TB bila terdapat kontak terhadap pasien TB aktif baik anak maupun dewasa, jadi sebaiknya hindari anak mendapatkan kontak dengan anggota keluarga atau orang yang positif pengidap penyakit TB ini.
    2. Obati anggota keluarga yang positif TB (ditemukan kuman TB aktif) agar menurunkan risiko anak tertular penyakit TB.
    3. Sistem imunitas anak berperan dalam terjadinya infeksi atau sakit TB pada anak. Tingkatkan sistem imunitas anak dengan dengan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS):
      1. Makan makanan yang bergizi, variasikan makanan anak supaya gizi anak optimal,
      2. Perhatikan ventilasi ruangan tempat anak berada. Untuk ventilasi di rumah, bisa dengan cara membuka jendela rumah agar ruangan rumah cukup udara dan sinar matahari,
      3. Rutin menjemur alas tidur anak supaya tidak lembab,
      4. Ajak anak untuk aktif berolahraga,
      5. Jauhi anak dari paparan asap rokok atau larang anak untuk merokok,
      6. Pastikan anak sudah diimunisasi BCG. Imunisasi BCG, sekalipun tidak mencegah infeksi TB tapi dapat menghindari anak dari penyakit TB berat.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi BCG ke Rumah

    Bagaimana manfaat daya tahan tubuh anak terhadap penyakit TB Paru?

    Mekanisme pertahanan daya tahan tubuh terhadap infeksi Mycobacterium tuberculosis bergantung pada interaksi dan kerjasama antara sel monosit-makrofag dan limfosit T serta sitokin. Oleh karena itu sangat penting menjaga nutrisi pada anak, agar pertahanan tubuh terhadap penyakit tuberculosis ini semakin baik.

    Malnutrisi menurut penelitian dapat menyebabkan pertahanan tubuh yang rendah atau disebut juga dengan immunodefisiensi, karena fungsi dari sel makrofag, limfosit T serta sitokin yang tidak berjalan.

    Oleh sebab itu, sangat penting bagi kita untuk tetap menjaga daya tahan tubuh anak agar tetap kuat. Adapun langkah-langkah kita sebagai orang tua, bagaimana menjaga anak untuk mempunyai daya tahan yang kuat terhadap serangan bakteri khususnya mycobacterium tuberculosis adalah:

    1. Menjaga asupan gizi anak, perbanyak makanan yang sehat mengandung Omega 3, seperti yang terdapat di minyak salmon, mackerel, herring dan ikan tuna dan sayuran. Cobalah untuk selalu memasukkan ikan pada menu anak anda dua kali seminggu.
    2. Makanan yang kaya akan Vitamin C dan karotenoid juga dapat meningkatkan sel darah putih yang dapat melawan infeksi terhadap serangan penyakit.
    3. Jaga waktu tidur sang Anak. Telah diketahui bahwa tidur yang kurang bisa membuat anak menjadi lebih rentan terhadap penyakit dengan turunnya sel natural killer yang menolong sistem daya tahan tubuh untuk melawan infeksi. Jumlah tidur anak yang cukup untuk balita lebih dari 13 jam dan untuk umur 3-12 tahun hingga 12 jam perhari.
    4. Tetaplah memberikan ASI, karena dalam air susu ibu mengandung komponen yang mampu meningkatkan antibodi dan sel darah putih. Kolostrum, cairan encer berwarna kekuningan yang keluar ketika menyusui beberapa hari pertama setelah persalinan, mengandung zat pelawan penyakit yang sangat kuat.

    Untuk vaksinasi BCG ini Sobat bisa melakukannya di Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi :

    1. Tuberculosis in Children. Healthy Children. November 2016. [cited from November 2016]. Available from: healthychildren.org/English/health-issues/conditions/chest-lungs/Pages/Tuberculosis.aspx
    2. Penanggulangan Tuberkulosis Terpadu. Kementrian Kesehatan Indonesia. 2017. Available from: tbindonesia.or.id/tb-anak/
    3. TB in Children – Getting, diagnosing and preventing TB . Global Health Education. 2016. Available from: tbfacts.org/tb-children/
    4. How to boost your child’s immune system. BBC Good Food. 15 Oktober 2016. Available from: bbcgoodfood.com/howto/guide/how-boost-your-childs-immune-system
    5. TB Indonesia – TB anak. 2017. Available from: tbindonesia.or.id/tb-anak/
    Read More
  • Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia. Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang […]

    7 Gejala TB Paru pada Si Kecil yang Perlu Diketahui

    Tuberkulosis paru atau penyakit TB paru merupakan salah satu penyakit pernapasan yang sangat ditakuti kebanyak orang, terutama masyarakat Indonesia. Menurut laporan WHO kematian masyarakat dunia banyak yang disebabkan oleh TB dan juga malaria. Tak lupa juga AIDS menjadi permasalahan di kalangan masyarakat dunia.

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat

    Penyakit tuberkolosis disebabkan oleh bakteri bernama Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini bisa saja menyerang berbagai usia, tidak hanya orang dewasa tetapi anak-anak sampai anak yang masih kecil sekalipun.

    Penyakit ini dapat dihindari dengan berbagai cara mulai dari menjaga kebersihan lingkungan sampai pengobatan dan juga terapi. Namun, sebelum mengenali penyakitnya Sobat harus bisa mengenali gejala yang ada, apa saja ?

    1. Batuk lama

    Batuk lama menjadi pertanda bahwa anak terserang atau terkena TB paru. Namun, bukan berarti ketika anak Sahabat mengalami batuk maka langsung panik dan menyangka anak terkena TB paru.

    Produk Terkait: Sedia Obat Batuk Anak

    Sahabat dapat mengonsultasikan hal ini ke dokter terkait batuk yang diderita oleh anak. Jenis batuk pada TB paru biasanya berbeda dengan batuk biasa terjadi pada anak.

    Batuk yang diakibatkan TB paru penyebaran bakterinya terjadi dengan sangat cepat. Sulit untuk menghentikan batuk yang ada, apalagi pada malam hari tubuh anak merasa tidak enak.

    Selain itu, batuk TB paru memiliki karakter tidak pernah reda dan semakin parah serta sulit hilang sampai waktu 14 hari. Jika memang sudah melewati waktu tersebut segera ke dokter.

    2. Batuk berdarah

    Gejala selanjutnya yang mudah dikenali adalah batuk berdarah, dimana pasien yang terserang TB paru  pasti mengalami tahapan ini terutama mereka yang sudah terserang dengan waktu yang lama.

    Anak yang sudah mengalami batuk berdahak harus segera dilarikan ke rumah sakit karena darah yang terkandung pun terdapat bakteri berbahaya dan menular.

    Baca Juga: 8 Home Remedy Mudah Obat Batuk Anak

    Pengobatan TB paru jika sudah sampai tahapan batuk berdarah ini seringkali sulit. Selain itu anak-anak akan mengalami sakit yang terus menerus di bagian dada karena darah yang ada menyebabkan kurangnya oksigen dan infeksi pada paru. Jika sudah seperti ini biasanya penanganannya menjadi lebih kompleks.

    3. Anak menjadi sangat lemah

    TB paru mengandung bakteri yang sangat aktif dan bisa menyebabkan tubuh menjadi sangat lemah. Hal ini terjadi karena kondisi pernapasan anak yang memburuk dan menyebabkan mereka mudah lesu serta kehilangan oksigen. Gejala awalnya dapat disertai batuk atau tidak, batuk berdarah dan gejala lesu atau lemas sudah jelas menjadi tanda bahwa anak terserang TB paru.

    Selain itu tanda lainnya adalah anak menjadi tidak semangat baik bermain maupun bergerak. Pada umumnya anak sehat mungkin merasa lemah dan juga lesu tetapi jika berhubungan dengan mainan atau hal yang ia suka dapat menjadi semangat lagi. Hal ini berbeda dengan anak yang terserang TB paru.

    4. Berat badan terus menurun

    Anak yang terserang TB paru bisa mengalami penurunan berat badan yang sangat signifikan. Sebenarnya semua masalah pernafasan yang menyerang manusia khususnya anak-anak akan menyerang kondisi tubuh dan berat badan.

    Pada TB paru, berat badan anak akan turun atau tidak naik dalam 2 bulan sebelumnya meskipun sudah diberikan perbaikan gizi dalam 1-2 bulan.

    Lantas bagaimana kondisi mereka jika berat badan terus menurun? kemungkinan masalah yang dihadapi anak dengan TB paru adalah kurang gizi dan juga mengalami pertumbuhan yang buruk.

    Padahal, anak-anak pada masa pertumbuhan dan perkembangan banyak membutuhkan banyak nutrisi. Jelas jika TB paru tidak diobati maka akan bertambah buruk.

    5. Demam

    Demam berkepanjangan menjadi tanda selanjutnya anak terserang TB paru, dimana demam terjadi lebih dari 2 minggu dan atau berulang tanpa sebab yang jelas.

    Baca Juga: Perbedaan Demam Biasa dan Demam Berdarah Serta Pencegahannya

    Jika TB paru semakin parah maka demampun dapat semakin parah dan menyebabkan kejang. Sobat bisa menggunakan obat penurun panas tetapi hal tersebut tidak akan berlangsung lama karena demam seringkali kambuh.

    6. Mengeluarkan keringat pada malam hari

    Malam hari biasanya anak-anak tidur dengan nyenyak terutama jika anak sudah main dengan cukup lama. Sayangnya berbeda dengan kondisi anak yang terserang TB paru, ketika malam hari seringkali demam dan juga keluar keringat dingin. Kondisi ini terjadi baik ketika anak sedang demam ataupun tidak demam.

    Keringat dingin di malam hari ini disebabkan oleh infeksi dan adanya perubahan sistem imun dalam tubuh anak. Gejala ini seringkali diabaikan karena umumnya anak akan terlihat normal di siang hari. Sebagai orang tua, Sobat harus peka terhadap kondisi anak.

    7. Anak mudah murung dan marah

    Ketika sakit, anak-anak sangat mudah dikenali dan juga dipahami. Berbeda dengan orang dewasa yang bisa menutupi rasa sakit anak-anak lebih mengekspresikan rasa tidak nyaman mereka, terutama ketika terserang TB paru yang bisa menyebabkan mereka menjadi lemah atau lesu.

    Hal ini berimbas pada kondisi anak yang mudah marah dan seringkali murung. Tidak diketahui pasti mengapa anak menjadi rewel seperti bayi, tapi perlu Sobat pahami bahwa anak yang sedang tidak nyaman akibat penyakit akan mempengaruhi suasana hatinya. Apalagi jika hal tersebut menyebabkan batuk atau demam terus menerus yang membuat mereka lelah.

    Itulah ketujuh tanda yang paling bisa dikenali dari gejala TB paru pada anak. Memang jika dilihat sekilas gejalanya sama dengan gejala penyakit lainya sehingga tidak mudah untuk orang awam. Namun, sebagai orang tua baiknya peka dan juga mulai memahami jika ada masalah pada anak.

    TB paru pada anak bukanlah penyakit ringan yang mudah disembuhkan, melainkan berbahaya dan juga menular dan bisa menyebabkan penyakit menyebar disekitar keluarga Sahabat.

    Untuk pencegahan, sahabat bisa menggunakan vaksin BCG atau TB agar semua keluarga terlindungi dari penyakit tersebut. Prosehat juga memberikan layanan vaksinasi ke rumah sehingga tidak perlu lagi antre untuk melakukan vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi BCG ke Rumah

    Layanan ini mempunyai banyak keunggulan yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • TB atau Tuberculosis merupakan penyakit yang tak asing lagi bagi kita karena telah menjadi masalah yang cukup besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis ini merupakan penyakit yang cukup sering terjadi pada anak-anak. Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh yang Kuat […]

    Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui

    TB atau Tuberculosis merupakan penyakit yang tak asing lagi bagi kita karena telah menjadi masalah yang cukup besar bagi kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

    tb pada anak, tbc pada anak

    Penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis ini merupakan penyakit yang cukup sering terjadi pada anak-anak.

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh yang Kuat

    Para orangtua pasti sangat khawatir akan bahaya penyakit TB. Namun hendaknya, sebelum membahas bahaya TB lebih lanjut, perlu diketahui beberapa hal penting mengenai penyakit ini.

    Bagaimana Penularan TB dan Faktor Risikonya?

    Anak biasanya tertular penyakit TB dari orang dewasa atau anak-anak yang mempunyai penyakit TB yang berkontak erat dengannya. TB menular melalui udara, yaitu apabila droplets atau dahak penderita ketika batuk atau bersin terhirup masuk ke saluran pernapasan anak.1

    Namun, penularan TB ini tidak berlangsung dengan cepat. Anak dapat tertular TB apabila sistem kekebalan tubuhnya sedang menurun dan tinggal satu rumah dengan penderita TB selama 3 bulan atau lebih.

    Selain itu, anak yang lebih rentan adalah anak yang berusia kurang dari 5 tahun, menderita gizi buruk atau malnutrisi berat, maupun mengidap infeksi HIV.2 Diagnosis TB anak  ditegakkan bila penyakit TB terjadi pada anak usia 0-14 tahun.3

    Bagaimana Gejala TB?

    Gejala TB pada anak berbeda menurut umur. Anak-anak yang lebih kecil, di bawah 2 tahun, umumnya gejala muncul lebih cepat dan lebih berat dibanding anak yang lebih besar.4

    Gejala pada anak pun berbeda jika dibandingkan dengan orang dewasa. Jika orang dewasa umumnya gejala yang utama adalah batuk lama atau batuk darah, pada anak-anak biasanya muncul demam dalam waktu lama yang tak kunjung sembuh.

    Baca Juga: 7 Gejala TB Paru pada Si Kecil

    Berat badan anak juga sulit mengalami kenaikan, bahkan cenderung mengalami penurunan berat badan. Gejala lain yang tidak khas pada anak yang lebih besar adalah; lemah, letih, lesu, kurang aktif dalam bermain, keringat malam, kurang nafsu makan, diare yang berlangsung lama dan tak kunjung sembuh tanpa sebab yang jelas.5

    Bagaimana Diagnosis TB?

    Pada umumnya, penyakit TB didiagnosis apabila terdapat kuman pada sediaan tubuh seperti pada dahak, cairan otak (cairan serebrospinal), cairan pada lapisan paru (pleura), lambung, maupun biopsi jaringan.1

    Namun, prosedur yang sulit dilakukan pada anak-anak dan jumlah  dahak yang kurang menyebabkan sulit untuk menemukan kuman penyebab TB.

    Oleh karena itu, di Indonesia umumnya digunakan sistem skoring TB untuk menegakkan diagnosis penyakit TB dengan informasi berupa; ada atau tidak kontak erat dengan penderita, uji Tuberkulin (Mantoux), gejala klinis, dan pemeriksaan rontgen paru.3

    Produk Terkait: Cek Lab

    Apa Bahaya TB pada Anak?

    Seperti yang kita bahas sebelumnya Sahabat, kuman TB dapat menular melalui udara dan paling banyak menyerang paru-paru. Namun, kuman ini juga dapat menyebar ke berbagai bagian tubuh lainnya seperti usus, kulit, kelenjar getah bening, tulang, bahkan ke selaput otak.4

    Sehingga, gejala lain yang muncul juga khas dari organ tubuh yang diserang, seperti kelainan pada kulit yang khas, pembesaran kelenjar getah bening, penonjolan tulang belakang, gangguan pada sistem saraf, dan  gejala khas lainnya.

    TB harus diobati dengan tuntas karena penyakit dapat berlanjut hingga menyebabkan kematian. Orang tua harus mengawasi pemberian obat TB pada anak hingga benar-benar sembuh.

    Adapun komplikasi yang dapat terjadi antara lain:

    • TB miller

    TB milier adalah jenis dari TB yang berupa luka yang kecil (1-5mm) dan ditandai dengan penyebaran yang luas pada tubuh. Penamaannya ini dikarenakan ditemukan bercak kecil yang   menyebar di seluruh paru yang menyerupai biji millet, yang tampak pada gambaran rontgen.

    TB milier ini dapat menyerang berbagai organ tubuh diantaranya paru-paru, hati, dan limpa. Anak dengan TB milier mempunyai kemungkinan 20-40% terjadinya meningitis TB. Hal ini karena bakteri menyebar ke otak dan selaput otak (ruang subarachnoid).

    • Meningitis TB

    Meningitis atau peradangan pada selaput otak rentan terjadi pada bayi, anak-anak, dan dewasa muda. Meningitis TB merupakan peradangan selaput otak yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis.

    Penyakit ini merupakan kompikasi yang sering muncul pada TB paru yang tidak diobati dengan baik. Infeksi awalnya muncul di paru-paru, lalu menyebar melalui darah dan jaringan limfa ke bagian tubuh lainnya.6

    Meningitis TB seringkali menyerang bayi dan anak kecil yang kekebalan alaminya masih rendah. Pengetahuan yang benar terutama kepada orangtua mengenai Meningitis TB dapat mengurangi angka kematian akibat  penyakit ini.

    • Efusi Pleura

    Efusi pleura merupakan penimbunan cairan di lapisan paru, (rongga pleura) yang biasanya terjadi karena penyakit lain, baik infeksi maupun bukan infeksi.

    Pada anak-anak, efusi pleura umumnya disebabkan karena infeksi, salah satunya adalah infeksi TB paru. Masalah yang paling sering dikeluhkan adalah sesak napas pada anak terutama bila terdapat cairan  yang banyak pada lapisan di paru tersebut.

    • Pneumotoraks

    Pneumotoraks merupakan terkumpulnya udara dalam lapisan paru (rongga pleura) yang terjadi akibat trauma pada dinding dada atau robekan pada jaringan paru. Pneumotoraks dapat terjadi sebagai bentuk komplikasi dari penyakit infeksi paru.

    • Bronkiektasis

    Bronkiektasis adalah kondisi dimana saluran bronkus dalam paru-paru mengalami  kerusakan, penebalan, dan pelebaran yang tidak hilang dengan sendirinya.

    Kerusakan ini memicu penyumbatan saluran udara dan infeksi berulang karena bakteri dan cairan lebih mudah terkumpul di dalam bronkus. Infeksi paru yang mengalami komplikasi yang tidak diobati dapat menyebabkan bronkiektasis, salah satunya yang disebabkan oleh kuman TB.

    • Atelektasis

    Atelektasis merupakan kondisi  satu bagian atau satu segmen paru tidak berfungsi dengan normal. Pada atelektasis, kantong-kantong udara (alveoli) paru mengempis, tidak bisa mengembang sehingga mengganggu pernapasan.

    Infeksi kronis dapat melukai dan mempersempit saluran pernapasan. Salah satunya penyebab infeksinya adalah TB. Anak-anak di bawah 3 tahun lebih rentan mengalami kelainan ini.

    Bagaimana Cara Pencegahan Penyakit TB?

    Bahaya yang disebabkan oleh penyakit TB pada anak ini cukup serius, sehingga hendaknya orang tua juga memperhatikan hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah berkembangnya penyakit ini dari infeksi TB ke penyakit TB yang menimbulkan komplikasi yang lebih berat.

    Adapun hal yang dapat dilakukan adalah:

    • Edukasi yang tepat untuk menumbuhkan kesadaran orangtua akan pentingnya deteksi dini dan terapinya agar dapat menghentikan penularan. Orangtua harus membantu mencari sumber penularan serta mengetahui jika masih ada kemungkinan transmisi kuman dan ada anak lain yang serumah yang mungkin juga tertular.2 Konsultasi dan komunikasi yang baik dengan dokter dapat membantu menemukan faktor penyebab munculnya penyakit dan bagaimana perjalanan penyakit tersebut agar dapat segera diterapi sebelum terjadi komplikasi yang membahayakan.
    • Vaksinasi BCG yang berasal dari kuman Mycobacterium Bovis yang dilemahkan. Tujuan pemberian vaksin ini adalah untuk mencegah terjadinya TB berat. Vaksin ini diberikan pada bayi usia 1-3 bulan, apabila bayi berusia lebih dari 3 bulan, pemberian vaksin harus didahului dengan uji Tuberkulin.
    • Untuk anak yang kontak erat dengan penderita TB diberikan terapi pencegahan dengan Isoniazid selama 6-12 bulan.

    Baca Juga: Masih Kena TB Padahal Sudah Imunisasi?

    Apabila Sahabat memerlukan informasi seputar TB pada anak dan produk kesehatan untuk pencegahan seperti vaksinasi BCG, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang memiliki layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Pediatric Tuberculosis: Overview of Tuberculosis, TB Risk Factors, Mechanism of TB Infection. 2015 Aug 4. Available from: emedicine.medscape.com
    2. Rusliana A, Retno H, Martini, Ari U. Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian TB Paru pada Anak [Internet]. Available from: ejournal3.undip.ac.id
    3. TB Anak: TB Indonesia [Internet]. Available from: tbindonesia.or.id
    4. Tuberkulosis [Internet]. IDAI – Ikatan Dokter Anak Indonesia. Available from: idai.or.id
    5. Salah Kaprah Vlek pada Anak [Internet]. IDAI – Ikata Dokter Anak Indonesia. Available from: idai.or.id
    6. Behrman, Kliegman, Arvin, editor Prof. Dr. dr. A. Samik Wahab, Sp.A (K) et al: Nelson, Ilmu Kesehatan Anak, edisi 15, buku 2, EGC 2008, hal 1028-1042.
    Read More
  • Di masa tumbuh-kembang, anak-anak rentan terhadap berbagai infeksi kuman salah satu contohnya adalah impetigo, yaitu suatu infeksi pada kulit. Baca Juga: Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak  Infeksi kulit ini lebih sering diderita anak-anak pada usia 2-5 tahun daripada orang dewasa, dan diperkirakan sekitar 162 juta orang anak di seluruh dunia mengalami impetigo dan lebih […]

    Kenali Impetigo, Infeksi Kulit pada Anak yang Sering Dialami di Masa Tumbuh-Kembang

    Di masa tumbuh-kembang, anak-anak rentan terhadap berbagai infeksi kuman salah satu contohnya adalah impetigo, yaitu suatu infeksi pada kulit.

    infeksi kulit pada anak

    Baca Juga: Jangan Lewatkan Tahap Tumbuh Kembang Anak 

    Infeksi kulit ini lebih sering diderita anak-anak pada usia 2-5 tahun daripada orang dewasa, dan diperkirakan sekitar 162 juta orang anak di seluruh dunia mengalami impetigo dan lebih sering terjadi di negara berkembang maupun negara miskin. Impetigo dapat ditularkan melalui sentuhan kulit penderitanya.

    Penularan biasanya terjadi setelah anak selesai bermain dan memegang benda yang sebelumnya sudah dipakai oleh orang yang menderita infeksi kulit ini, yang ditandai dengan munculnya luka kecil atau ruam pada kulit.

    Penyebab Impetigo

    Impetigo disebabkan oleh bakteri bernama Staphylococcus aureus (S.aureus) atau Streptococcus pyogenes (S.pyogenes).Bakteri ini dapat menginfeksi  lapisan kulit luar, misal pada wajah, lengan, dan tungkai.

    Bakteri tersebut dapat berkembang biak dalam kondisi cuaca yang panas serta lembab, sehingga kasusnya dapat memuncak di saat cuaca panas dan akan menurun saat musim dingin.

    Pada anak-anak, impetigo dapat terjadi ketika kulit anak terluka atau tergores karena gigitan serangga. Anak berisiko menderita impetigo jika mengalami salah satu kondisi di bawah ini:

    • Menderita diabetes.
    • Tinggal di iklim yang hangat atau
    • Menderita gangguansistem kekebalan
    • Menjalani cuci darah.
    • Riwayat gigitan serangga.
    • Sering berolahraga.
    • Memiliki riwayat gangguan kulit seperti eksim, ataupun gangguan psoriasis.
    • Kulit terbakar sinar matahari atau mengalami luka bakar.

    Jenis & Gejala Impetigo

    Gejala impetigo dapat mulai dirasakan dalam kurun waktu 4-10 hari setelah terpapar oleh bakteri, dapat diawali dengan keluhan demam, tidak enak badan, maupun pembesaran kelenjar getah bening. Gejala lainnya dapat dibedakan sesuai jenis impetigo, sebagai berikut:

    Impetigo NonBulosa

    Diperkirakan 70% impetigo merupakan jenis impetigo nonbulosa, yang ditandai dengan gejala:

    • Kemerahan, luka gatal di sekitar mulut dan hidung
    • Luka pecah, meninggalkan kulit merah, dan iritasi di sekitarnya
    • Kulit berkerak berwarna kuning kecoklatan
    • Ketika kulit sembuh terdapat bintik kemerahan yang memudar dan tidak meninggalkan bekas pada kulit

    Impetigo Bulosa

    Ditandai dengan gejala berikut :

    • Muncul lepuhan atau bintikberisi cairan bening yang dapat terlihat keruh, serta tidak dikelilingi oleh area kemerahan
    • Lepuhan atau bintik menjadi lunak dan pecah
    • Bentuk luka kekuningan dan berkerak di area lepuhan yang pecah
    • Lepuhan atau bintik biasanya tidak meninggalkan bekas luka pada kulit saat sudah sembuh

    Ecthyma

    Merupakan jenis impetigo yang terjadi bila tidak ditangani dengan baik, dan dapat ditandai dengan gejala berikut :

    • Muncul lepuhan atau pun luka lecet yang terasa nyeri pada kulit bokong, paha, tungkai, pergelangan kaki, dan kaki
    • Lepuhan berubah menjadi luka yang berisi nanah dengan kerak yang tebal
    • Kulit di sekitar luka sering kali tampak merah
    • Luka sembuh secara perlahan dan dapat meninggalkan bekas pada kulit setelah  penyakit sembuh

    Baca Juga: Benarkah Air Liur Manusia Mampu Menyembuhkan Luka?

    Bagaimana Cara Mengatasi Impetigo?

    Impetigo dapat diatasi dengan pemberian obat dan menjaga kesehatan kulit. Dokter umumnya memberikan obat salep serta antibiotik untuk melawan infeksi pada kulit.

    Produk Terkait: Jual Salep Ruam 

    Jika ditangani dengan baik, impetigo dapat menunjukan perbaikan dalam waktu 7-10 hari. Namun proses pemulihan dapat membutuhkan waktu lebih lama jika ada infeksi lain pada kulit.

    Untuk mencegah terjadinya impetigo, dapat melakukan beberapa hal berikut :

    • Bersihkan benda-benda yang sering disentuh oleh anak seperti mainan, kaus, seprai, karpet, boneka bulu, kasur lipat, handuk, maupun sofa.
    • Cuci hingga bersih dan sebaiknya dijemur di bawah sinar matahari.
    • Anjurkan anak untuk mandi teratur.
    • Gunting kuku jari secara berkala.
    • Cuci tangan teratur sebelum dan setelah makan serta setiap habis bermain.
    • Berikan sayur, buah yang kaya akan vitamin C.
    • Beri air putih yang cukup.

    Nah, itulah Sahabat Sehat mengenai impetigo yang merupakan salah satu jenis infeksi kulit pada anak yang seringkali dialami pada masa tumbuh-kembang.

    Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai impetigo dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Danti N. Infeksi Kulit Impetigo: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengobatinya [Internet]. POPMAMA.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://www.popmama.com/kid/1-3-years-old/nisrina-danti/infeksi-kulit-impetigo/7
    2. Afani A. Kenali Impetigo Bulosa, Infeksi Bakteri yang Sering Menyerang Kulit Balita [Internet]. parenting. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://www.haibunda.com/parenting/20201104165610-60-171348/kenali-impetigo-bulosa-infeksi-bakteri-yang-sering-menyerang-kulit-balita#
    3. Irawan D. Mengenal Impetigo Bulosa, Infeksi Kulit Pada Anak yang Muncul di Musim Pancaroba [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 23 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3361887/mengenal-impetigo-bulosa-infeksi-kulit-pada-anak-yang-muncul-di-musim-pancaroba
    Read More
  • Masakan rumahan dimasak oleh Sahabat pastinya terasa sangat nikmat, dan menyenangkan. Namun, apakah masakan Sahabat sudah tercukupi komposisi gizinya?Hal ini dapat kita ketahui dengan membaca informasi nilai gizi dari setiap makanan. Jangan sampai makanan yang kita konsumsi terlalu banyak karbohidratnya atau proteinnya. Makanan yang sehat adalah makanan yang komposisi gizinya seimbang diantara bahan makanan yang […]

    Sudahkah Masakan Rumahan Sahabat Tercukup Komposisi Gizinya?

    Masakan rumahan dimasak oleh Sahabat pastinya terasa sangat nikmat, dan menyenangkan. Namun, apakah masakan Sahabat sudah tercukupi komposisi gizinya?Hal ini dapat kita ketahui dengan membaca informasi nilai gizi dari setiap makanan. Jangan sampai makanan yang kita konsumsi terlalu banyak karbohidratnya atau proteinnya. Makanan yang sehat adalah makanan yang komposisi gizinya seimbang diantara bahan makanan yang ada.

    masakan rumahan

    Berikut ini adalah bahan masakan yang akan membantu Sahabat mencukupi komposisi gizi yang diperlukan oleh keluarga.

    Biji bunga matahari

    biji bunga matahari

    Biji bunga matahari mungkin berukuran kecil, tapi sangat bermanfaat. Biji bunga matahari mengandung asam lemak tidak jenuh (monounsaturated dan polyunsaturated) yang akan menurunkan risiko kardiovaskular dan menurunkan tekanan darah, memiliki protein dan serat, yang akan membantu mengenyangkan perut.

    Baca Juga: 5 Tips Kreatif Bikin Hiasan Makanan yang Bikin Ngiler

    Biji bunga matahari merupakan sumber nutrisi penting seperti vitamin E, folat, tiamin, niasin, dan zat besi yang disatukan dalam fitokimia, zat kimia tanaman yang akan membantu melawan berbagai penyakit jantung dan beberapa kanker. Cobalah biji bunga matahari yang mentah atau yang telah dipanggang bebas garam pada salad, kentang goreng atau hidangan lainnya. Anda juga dapat meningkatkan profil nutrien dari roti dan muffin dengan menambahkan segenggam biji bunga matahari.

    Buah Nanas

    Nanas merupakan sumber vitamin C dan juga merupakan buah yang super manis serta kaya akan berbagai mineral, serat, vitamin B, dan enzim. Nutrisi ini ditemukan pada nanas, dan berbagai buah dan sayuran, yang akan menurunkan tekanan darah, serta melawan kanker, bahkan dapat membantu menjaga kebiasaan lambung secara rutin. Nikmati nanas yang segar atau dikalengkan dan dipadukan dengan berbagai buah-buahan pada salad atau smoothie. Seringkali bagian atas hidangan ayam atau ikan juga dipadukan dengan nanas, atau biasa digunakan pada kue, pie, atau tart.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    Jamur

    Jamur tidak hanya menambah rasa ke dalam makanan yang digoreng, tapi juga rendah kalori dan merupakan sumber yang baik untuk mineral selenium, mineral yang berfungsi melawan kanker. Tanaman ini merupakan sumber vegetarian terbesar dari vitamin D dan kaya akan mineral tembaga dan kalium, nutrisi yang dibutuhkan untuk ritme jantung normal, fungsi saraf, dan produksi sel darah merah. Jamur seringkali dimasak dan dipadukan bersamaan dengan makanan vegetarian lain, ataupun makanan berdaging. Potongan jamur ke dalam sandwhich atau salad, atau dalam berbagai resep yagn menggunakan tekstur yang menggoda.

    Baca Juga: 8 Tips Mengolah Makanan Agar Sehat Alami

    Selain itu, berikut ini adalah cara terbaik untuk mendapatkan nutrisi dari makanan yang Anda sajikan:

    1. Makan makanan yang telah ditanam secara lokal setelah dipanen

    Makanan yang ditanam secara lokal dan langsung berasal dari alam akan memaksimalkan vitamin dan mineral yang akan didapatkan. Mencabut makanan tersebut langsung dari tanah berarti memisahkannya dari sumber nutrien mereka. Semakin lama jarak waktu panen dengan konsumsi, maka semakin banyak nutrisi yang akan hilang.

    1. Merendam, memotong, menghancurkan, dan mencampur

    Terdapat beberapa preparasi makanan yang akan membuat vitamin, mineral, dan senyawa lain yang bermanfaat akan tetap tersedia, yaitu:

    • Potong buah dan sayuran akan menyebabkan pelepasan nutrien dengan pemecahan dinding sel tanaman yang kaku
    • Menghancurkan dan memotong bawang putih dan bawang merah akan melepaskan zat alliinase, enzim di dalam makanan yang membantu membentuk nutrien yang dikenal dengan allicin. Allicin, saat dimakan, akan membantu membentuk senyawa lain yang melindungi tubuh dari berbagai penyakit.
    • Merendam biji-bijian akan mengurangi asam fitik, yang akan memblok absorpsi zat besi, zink, kalsium, dan magnesium.
    1. Menyimpan buah dan sayur dengan cara yang tepat

    Saat berpikir tentang penyimpanan, seimbangkan dua hal berikut

    • Mudahkan mengonsumsi tanaman: jaga buah dan sayur yang Anda sering konsumsi
    • Perlambat penghilangan nutrien: panas, cahaya, dan oksigen dapat mendegradasi nutrien.

    Oleh karena itu, Anda harus menyimpan dengan cara berikut.

    • Seluruh sayuran – kecuali dengan variasi akar – pada kulkas hingga Anda membutuhkannya
    • Seluruh buah kecuali beri – termasuk tomat dan alpukat – pada temperatur kamar dan jauhi dari cahaya
    • Seluruh buah dan sayur yang dipotong dengan perasan jus lemon dan pada wadah kedap udara (potongan buah dan sayur akan menyebabkan teroksidasi dan vitamin C, sebagai antioksidan akan membusuk secara perlahan)
    • Seluruh herba – dengan fitonutriennya – dipotong dan dibekukan pada es dengan air.
    1. Mengonsumsi sumber yang larut air dan yang sensitif terhadap panas

    Panas akan memecah vitamin B1, vitamin B5, folat, dan vitamin C, sehingga Anda akan mendapatkan lebih banyak nutrisi saat Anda mengonsumsi makanan mentah. Oleh karena itu, makanan seperti biji bunga matahari, kacang polong, bit, kecambah (sumber vitamin B1), serta brokoli, kale, dan alpukat (sumber vitamin B5) merupakan makanan yang paling baik apabila dikonsumsi secara mentah untuk memaksimalkan absorpsi dari nutrisi larut air ini.

    Sebagai contoh, bayam mentah akan mengandung vitamin C sebanyak 3 kali lebih banyak dibandingkan dengan bayam yang telah dimasak. Sedangkan, Anda akan kehilangan vitamin B yang larut air dan vitamin C apabila Anda memasaknya. Jadi, apabila Anda memasak berbagai makanan, masaklah dengan panas yang rendah tanpa memaparkannya dengan begitu banyak air.

    Baca Juga: 7 Jenis Olahraga Membakar Kalori Setelah Makan Siang

    1. Mengetahui jenis makanan yang paling baik saat dimasak

    Umumnya, ada berbagai nutrisi yang akan hilang selama dimasak – dari 15 hingga 55 persen. Pada banyak kasus, Anda akan kehilangan banyak nutrisi dari pendidihan air. Namun, beberapa makanan akan memberikan nutrisi yang banyak saat dimasak. Sebagai contoh, memasak akan meningkatkan bioavailabilitas likopen secara signifikan (zat yang ditemukan pada tomat).

    Penelitian menunjukkan bahwa likopen akan meningkat sebanyak 25 persen ketika tomat dididihkan selama 30 menit. Selain itu, bioavailabilitas beta karoten yang ditemukan pada tanaman berwarna merah/jingga/kuning seperti tomat, wortel, kentang manis, dan bayam akan meningkat secara signifikan. Memasak akan membantu pemecahan dinding sel tanaman. Denaturasi protein pada telur dan daging akan membuatnya lebih mudah dicerna.

    Itulah mengenai komposisi gizi pada masakan rumahan. Apabila Sahabat ada pertanyaan dan ingin informasi lebih mengenai gizi serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka:

    • Hellan L. 10 ways to get the most nutriens from your food. [Internet]. Available at: precisionnutrition.com/10-ways-to-get-the-most-nutrients (11.12.18)
    • Fries WC. 10 food nutritionists love. [Internet]. Available at: webmd.com/vitamins-and-supplements/features/healthy-foods#1 (11.12.18)
    Read More
  • Setelah 8 bulan melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau PJJ, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kembali sekolah tatap muka mulai Januari 2021 di seluruh zona. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Paduan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. Pelaksanaan sekolah ini akan diberikan […]

    Tepatkah Sekolah Tatap Muka Dibuka Kembali di Tengah Pandemi?

    Setelah 8 bulan melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau PJJ, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan membuka kembali sekolah tatap muka mulai Januari 2021 di seluruh zona. Hal tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang Paduan Pembelajaran pada Semester Genap Tahun Ajaran dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19. Pelaksanaan sekolah ini akan diberikan kepada tiga pihak, yakni pemerintah daerah, kantor wilayah, dan orang tua melalui komite sekolah. Kebijakan ini bahkan sudah didukung oleh Komisi X DPR yang beralasan mencegah anak putus sekolah.

    sekolah tatap muka

    Baca Juga: 10 Tips Persiapan Hari Pertama Sekolah

    Namun, dalam pelaksanaannya nanti karena masih dalam situasi pandemi, Menteri Kementerian dan Kebudayaan, Nadiem Makariem, memberikan kebebasan kepada orang tua siswa untuk menentukan diperbolehkan ikut masuk sekolah atau tidak sekalipun sekolah dan daerah tertentu telah memutuskan kembali belajar tatap muka. Selain itu, Nadiem meminta sekolah harus memenuhi enam syarat supaya bisa benar-benar dibuka, yaitu memperhatikan sanitasi dan kebersihan seperti toilet, sarana cuci tangan, penyemprotan desinfektan, akses kepada pelayanan kesehatan, dan kesiapan menerapkan wajib masker.  Tentunya, kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan dan kelelahan seperti ekstrakurikuler, olahraga, dan kantin ditiadakan.

    Produk Terkait: Jual Masker Medis

    Kebijakan membuka sekolah tatap muka di tengah pandemi Covid-19 ini tentu saja banyak menimbulkan pertanyaan jika dikaitkan dengan kondisi Covid-19 di Indonesia yang sampai sejauh ini jumlah penderitanya terus meningkat dari hari ke hari. Kekhawatiran datang dari para orang tua yang tidak mau anak-anaknya terpapar Covid-19 ketika belajar tatap muka yang akan dilaksanakan kembali meskipun dengan menjalankan protokol-protokol kesehatan.

    Kekhawatiran itu sangat wajar karena tercatat banyak anak-anak di Indonesia terpapar Covid-19, dengan jumlah 50.790 kasus, terlebih virus ini banyak menyerang anak usia 0-17 tahun. Jumlah ini lebih besar daripada kelompok usia 60 tahun ke atas, yaitu 47.666 kasus. Anak usia 6-17 tahun (39.874 kasus) lebih mudah terpapar daripada anak usia 0-5 tahun (11.916 kasus). Dari jumlah kasus itu tercatat sebanyak 238 anak Indonesia meninggal dunia, dan tingkat kematian mereka sama dengan tingkat kematian kelompok usia 18-30 tahun, yaitu 0,46%.

    Baca Juga: 7 Tips Orang Tua Dampingi Anak yang Bosan dan Stres Belajar di Rumah

    Kebijakan membuka kembali sekolah tatap muka di masa pandemi diduga tidak realistis karena positivity rate Covid-19 di Indonesia masih terbilang tinggi, yaitu 10% alias masih melebihi standar 5% yang sudah ditetapkan WHO. Apabila sekolah kembali dibuka dikhawatirkan akan terjadi penularan dan pembentukan kluster baru. Pembukaan sekolah ini berdekatan dengan acara-acara lain seperti Pilkada 2020 dan Libur Akhir Tahun 2020 yang berpotensi besar menjadi medium penyebaran virus.

    Tidak hanya dari sudut pandang epidemiolog mengenai sekolah tatap muka ini. KPAI atau Komite Perlindungan Anak Indonesia memberikan pandangan yang serupa. Komisioner KPAI, menyatakan bahwa banyak sekolah yang belum siap menerapkan protokol kesehatan jika belajar tatap muka kembali digelar serentak berdasarkan survei terhadap 48 sekolah di 8 provinsi dan 20 kabupaten dan kota sejak 15 Juni hingga 19 November. Oleh karena itu, disarankan supaya sekolah tatap muka sebaiknya ditunda, dan jika dibuka harus diiringi dengan tes swab massif kepada para peserta dan tenaga pendidik.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Jika melihat gambaran di atas, tentunya kebijakan membuka kembali sekolah di masa pandemi dirasa kurang tepat karena kasus Covid-19 di Indonesia cenderung masih menaik. Cara terbaik adalah tetap belajar di rumah sembari menunggu wabah benar-benar mereda. Hal ini supaya  anak-anak Indonesia sebagai masa depan bangsa tidak terpapar virus. Selain dengan belajar di rumah anak-anak juga harus berperilaku hidup bersih dan sehat, menjalankan 3M, dan melakukan tes rapid-PCR di rumah dari Prosehat. Info lebih lengkap, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Kekhawatiran Sekolah Tatap Muka Januari 2021 [Internet]. nasional. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201122073814-20-572867/kekhawatiran-sekolah-tatap-muka-januari-2021
    2. Media K. Sekolah Tatap Muka Dibolehkan Mulai Januari 2021, Ini Teknis Pelaksanaan dan Imbauan Pemerintah Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/11/21/07101241/sekolah-tatap-muka-dibolehkan-mulai-januari-2021-ini-teknis-pelaksanaan-dan?page=all
    3. [Internet]. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://www.instagram.com/p/CH5HaThgGHd/
    4. Sekolah tatap muka dibuka Januari 2021 ‘tidak realistis’ karena tingkat penularan Covid-19 di atas 10% – BBC News Indonesia [Internet]. BBC News Indonesia. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from:https://www.bbc.com/indonesia/indonesia-55034667
    5. Komisi X DPR RI dukung kebijakan kembali sekolah [Internet]. Antara News. 2020 [cited 25 November 2020]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1857800/komisi-x-dpr-ri-dukung-kebijakan-kembali-sekolah
    Read More
  • Berlibur bersama anak di tengah pandemi merupakan sebuah aktivitas yang sebenarnya cukup berisiko mengingat Covid-19  masih ada. Namun, hal ini Sahabat Sehat lakukan karena melihat anak-anak yang sudah mulai jenuh dengan segala kegiatan di rumah saja termasuk belajar sehingga mereka membutuhkan hal-hal yang dapat menyegarkan otak, yaitu berlibur. Untuk liburan bersama anak saat pandemi Covid-19 […]

    Tips Aman Berlibur Bersama Anak di Tengah Pandemi Covid-19

    Berlibur bersama anak di tengah pandemi merupakan sebuah aktivitas yang sebenarnya cukup berisiko mengingat Covid-19  masih ada. Namun, hal ini Sahabat Sehat lakukan karena melihat anak-anak yang sudah mulai jenuh dengan segala kegiatan di rumah saja termasuk belajar sehingga mereka membutuhkan hal-hal yang dapat menyegarkan otak, yaitu berlibur. Untuk liburan bersama anak saat pandemi Covid-19 ini tentunya bukanlah liburan seperti yang sering dilakukan sebelumnya. Liburan kali ini sungguh berbeda, dan harus melihat pada beberapa hal demi keselamatan anak-anak yang rentan terpapar virus.

    berlibur bersama anak

     

    Berikut ini adalah beberapa tips aman berlibur bersama anak saat pandemi masih ada. Apa saja tips-tipsnya? Yuk, Sahabat, mari kita simak supaya Sahabat tidak perlu khawatir.

    Baca Juga: Tips Mencari Wisata Pilihan Selama Covid-19

    Riset Tempat Wisata yang Akan Dituju

    Liburan di saat Covid-19 masih ada tentunya membuat Sahabat harus melakukan persiapan terlebih dahulu. Jika di masa sebelum Covid, persiapan yang dilakukan adalah mengepak barang dan segala keperluan untuk liburan, kali ini Sahabat pun harus melakukan persiapan untuk menyesuaikan kondisi saat Covid-19, yaitu riset tempat wisata. Hal ini mengingat tidak semua tempat wisata akan membiarkan pengunjung datang berduyun-duyun dalam jumlah yang banyak, dan dikhawatirkan menimbulkan kluster penyebaran baru.

    Beberapa tempat liburan pun memberlakukan protokol kesehatan yang cukup ketat seperti mewajibkan penggunaan masker atau membatasi jumlah pengunjung. Bahkan juga Sahabat harus mengetahui daerah tempat wisata itu berada apakah berada di zona hijau atau tidak, dan juga menerapkan peraturan-peraturan seperti membawa surat keterangan sehat tanda sudah menjalani rapid test dan PCR swab serta mewajibkan penggunaan masker dan face shield. Riset ini perlu supaya liburan bersama anak mempunyai kesan yang bagus, dan aman.

    Produk Terkait: Layanan Rapid Test-PCR Swab ke Rumah

    Supaya Aman, Bawa Kendaraan Pribadi

    Menggunakan kendaraan pribadi saat berlibur bersama anak di masa Covid-19 merupakan pilihan yang tepat daripada menggunakan moda transportasi umum seperti kereta, bis, kapal laut, dan pesawat. Hal ini karena di moda-moda transportasi tersebut mudah menjadi medium penyebaran virus. Meskipun anak sudah dipakaikan masker dan face shield, kondisinya tentu akan sangat berbeda dari orang dewasa. Anak-anak mudah tidak cepat betah apalagi mereka tentu sangat penasaran terhadap hal-hal di sekitarnya sehingga ingin mengetahui dan menyentuh apa pun yang dianggap menarik. Belum tentu semua yang disentuh itu bebas dari virus. Hal semacam ini tentu saja akan sangat sulit dikontrol. Menggunakan kendaraan pribadi dinilai dapat menimalkan hal terpapar virus saat anak-anak menjadi kepo. Apabila Sahabat tidak punya mobil, langkah yang bisa dilakukan adalah menyewa, dan jangan lupa juga usahakan membuka jendela mobil supaya ada aliran udara masuk dan keluar sehingga virus tidak menyerang.

    Menyewa Penginapan

    Berlibur selalu identik dengan menginap di hotel, baik hotel berbintang 5 maupun hotel dengan bujet rendah. Hotel bahkan tidak terlalu dianggap penting terutama bagi mereka yang hanya menjadikan hotel sebagai tempat untuk istirahat sementara. Namun, dalam kondisi di tengah pandemi sangat berbeda ceritanya. Hotel dianggap sebagai tempat banyak berkerumun orang terutama di lobi sehingga memudahkan penyebaran virus. Karena itu, cara paling terbaik adalah menyewa penginapan, baik berupa vila atau wisma tamu (guesthouse). Jika menyewa penginapan, Sahabat mempunyai banyak kelebihan, yaitu bisa memasak makanan yang higienis untuk anak daripada harus makan di restoran yang berpotensi juga menyebarkan virus, dan makanan yang disajikan belum tentu higienis. Memang sedikit merepotkan tetapi ini akan menjauhkan mereka dari virus. Penginapan juga menyediakan halaman bermain yang luas yang tentu saja akan disukai anak-anak sehingga mereka tidak jenuh. Namun sebelum memilih penginapan yang tepat, pastikan dulu apakah penginapan itu menerapkan protokol kesehatan, dan semprot dengan desinfektan benda-benda di penginapan atau cuci peralatan-peralatan yang tersedia seperti tempat cuci piring, gelas, cangkir, dan peralatan makan setibanya di penginapan.

    Baca Juga: Sebelum Cuti Bersama Akhir Tahun 2020, Perkuat Imunitas Tubuh

    Usahakan Memilih Tempat Wisata Terbuka

    Memilih tempat wisata terbuka atau outdoor di masa pandemi sangat disarankan daripada harus berada di tempat wisata dalam ruangan atau indoor yang memungkinkan penyebaran virus melalui udara dalam partikel yang kecil. Tempat wisata terbuka yang bisa dijadikan sebagai rekomendasi atau perkemahan atau taman nasional. Dengan mengajak anak ke tempat wisata seperti ini mereka akan tahu cara mengenal alam, menghargainya, dan juga bisa tetap aman dan nyaman. Namun yang patut diingat adalah tempat wisata terbuka ini juga bisa menjadi tempat penyebaran virus jika sudah ramai. Karena itu, Sahabat sebaiknya menghindari apalagi jika tempat tersebut tidak menerapkan protokol kesehatan sama sekali.

    Membawa Camilan dan Tetap Berinteraksi dengan Anak

    Perilaku anak-anak tentu sangat berbeda dari perilaku orang dewasa apalagi ketika lapar. Mereka sangat mudah lapar dan tidak mau hal itu ditahan-tahan, dan akan menunjukkannya dengan berbagai tingkah seperti merengek-rengek, mengambek, dan menangis. Supaya hal yang demikian  tidak terjadi disarankan bagi Sahabat untuk membawa camilan bagi mereka terutama camilan favorit. Akan lebih bagus jika camilan itu menyehatkan. Letakkan di tempat yang mudah dijangkau saat dalam perjalanan. Jangan lupa juga untuk membawa mainan karena anak-anak adalah pribadi-pribadi yang mudah bosan selama perjalanan, dan ajaklah mereka berinteraksi. Dengan demikian mereka akan menganggap perjalanan yang dilakukan menjadi menyenangkan.

    Produk Terkait: Jual Makanan dan Minuman Sehat

    Diskusi dan Membuat Kesepakatan dengan Anak

    Berlibur bareng anak di tengah pandemi tentu saja sangat berbeda, dan ketika akan melakukan liburan membawa mereka, Sahabat sebaiknya berdiskusi dulu mengenai kondisi yang sedang dihadapi, dan buat kesepakatan setelahnya. Hal ini perlu dilakukan supaya mereka tidak kecewa mengapa tidak jadi ke tempat yang diinginkan. Selain itu, persiapkan rencana-rencana alternatif jika liburan tidak jadi.

    Apabila Berlibur Bersama Anak di Tengah Pandemi Tidak Jadi Apa yang Bisa Sahabat Lakukan?

    Sahabat bisa melakukan staycation atau berlibur namun tetap di dalam rumah dengan melakukan aktivitas-aktivitas yang menyenangkan seperti halnya liburan. Selain di dalam rumah, Sahabat juga bisa mengajak anak-anak untuk berlibur ke tempat-tempat dekat rumah seperti danau atau sungai, dan juga mengajak mereka ke tempat-tempat wisata dalam waktu sehari saja tanpa perlu menginap berhari-hari. Staycation akan membuat anak-anak terhindar dari virus. Selain itu, akan membuat liburan menjadi hemat tanpa perlu mengerluarkan ongkos-ongkos tambahan.

    Baca Juga: Perubahan Liburan Akhir Tahun 2020 Akibat Covid-19

    Itulah tips-tips berlibur bareng anak di tengah pandemi yang bisa Sahabat lakukan supaya liburan menjadi aman dan nyaman. Supaya tidak khawatir selama berlibur, Sahabat bisa melakukan rapid  test dan PCR swab di Prosehat. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Yanuar M, Yanuar M, Yanuar M, Yanuar M, Astuti W, Astuti W et al. Wajib Dibaca! Tips Liburan Bareng Si Kecil Saat Pandemi [Internet]. TripZilla Indonesia. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://www.tripzilla.id/tips-liburan-bersama-anak-saat-pandemi/26708
    2. Amida Y. Ingin Wisata Bareng Anak Saat Pandemi, Perhatikan 5 Hal Ini [Internet]. parenting. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://www.haibunda.com/parenting/20200623141100-61-147821/ingin-wisata-bareng-anak-saat-pandemi-perhatikan-5-hal-ini
    3. Mustika S. 7 Tips Jalan-jalan Bareng Anak di Saat Pandemi [Internet]. detikTravel. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://travel.detik.com/travel-tips/d-5239282/7-tips-jalan-jalan-bareng-anak-di-saat-pandemi?single
    4. Tips Liburan saat Pandemi yang Ramah Anak, Jangan Sepelekan Ini Semua Halaman | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sumut/tips-liburan-saat-pandemi-yang-ramah-anak-jangan-sepelekan-ini.html?page=all
    5. Media K. Apa Itu Staycation? Liburan yang Diprediksi Jadi Tren Selama Pandemi Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 24 November 2020]. Available from: https://travel.kompas.com/read/2020/07/29/094500127/apa-itu-staycation-liburan-yang-diprediksi-jadi-tren-selama-pandemi?page=all
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja