Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Anak

Showing 21–30 of 275 results

  • Batuk merupakan salah satu keluhan yang paling sering dijumpai baik pada anak maupun dewasa. Batuk dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit, salah satunya akibat Covid-19. Sebagian besar batuk dapat hilang dengan sendirinya, namun Mama perlu waspada apabila batuk Si Kecil sulit sembuh karena dikhawatirkan mengalami batuk rejan. Sahabat Sehat, apa itu penyakit batuk rejan dan […]

    Si Kecil Batuk Sulit Sembuh, Waspadai Batuk Rejan

    Batuk merupakan salah satu keluhan yang paling sering dijumpai baik pada anak maupun dewasa. Batuk dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit, salah satunya akibat Covid-19.

    Si Kecil Batuk Sulit Sembuh, Waspadai Batuk Rejan

    Si Kecil Batuk Sulit Sembuh, Waspadai Batuk Rejan

    Sebagian besar batuk dapat hilang dengan sendirinya, namun Mama perlu waspada apabila batuk Si Kecil sulit sembuh karena dikhawatirkan mengalami batuk rejan. Sahabat Sehat, apa itu penyakit batuk rejan dan mengapa harus diwaspadai? 

    Apa Itu Batuk Rejan?

    Batuk rejan atau nama lainnya adalah pertusis merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Bordetella pertussis.2,3  Pada tahun 2018, terdapat 151.000 kasus batuk rejan di seluruh dunia yang dicatat oleh World Health Organization (WHO).

    Batuk rejan sangat mudah untuk menular, dan berbahaya bagi si Kecil karena dapat mengakibatkan sakit berat hingga kematian. Penyakit ini menular melalui cipratan air liur atau droplet dari penderita batuk rejan.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Gejala Batuk Rejan

    Tanda dan gejala dari batuk rejan pertama kali timbul setelah 5-10 hari terpapar bakteri pertusis. Beberapa tanda dan gejala dari batuk rejan adalah sebagai berikut:

    • Batuk
    • Demam ringan – sedang
    • Hidung mampet
    • Kelelahan
    • Sulit bernapas

    Sesuai dengan nama penyakit ini, batuk merupakan ciri khas dari penyakit batuk rejan. Batuk dapat dideskripsikan sangat keras dan tidak berhenti, bahkan bisa menyebabkan sulit bernapas hingga muntah. Keluhan batuk ini terjadi karena bakteri pertusis menginfeksi dinding saluran nafas.

    Bakteri tersebut kemudian mengeluarkan racun yang membuat penderita batuk.5 Hal ini dapat menyebabkan sulit bernafas dan komplikasi lainnya. Batuk rejan juga sangat menular hingga 3 minggu sejak mengeluhkan batuk pertama. Untuk mendiagnosis penyakit ini, dokter akan melakukan pemeriksaan secara langsung serta pemeriksaan lanjutan seperti tes laboratorium, dan lainnya.

    Baca Juga: 5 Cara Mencegah Flu dan Batuk yang Terbukti Secara Medis

    Tips Mencegah Batuk Rejan

    Mencegah lebih baik dari pada mengobati, oleh sebab itu Sahabat Sehat dianjurkan menerapkan berbagai hal berikut di rumah untuk mencegah batuk rejan:

    • Pastikan Si Kecil menggunakan masker dan menjaga jarak dari penderita yang sedang batuk.
    • Mencuci tangan dengan rutin untuk membunuh bakteri yang mungkin ada di tangan.
    • Memberikan imunisasi DPT (Difteri, Pertussis, Tetanus) yang dapat mencegah pertusis. Imunisasi DPT dapat diberikan saat Si Kecil berusia 2, 3, dan 4 bulan.
    • Menerapkan pola hidup sehat, seperti mengkonsumsi buah dan sayur untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai batuk sulit sembuh yang diakibatkan oleh batuk rejan. Apabila si Kecil menderita beberapa tanda dan gejala batuk rejan yang disebutkan diatas, kunjungi fasilitas kesehatan terdekat.

    Baca Juga: Anak Batuk Pilek, Apakah Tetap Boleh Divaksin COVID-19?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. World Health Organization. Coronavirus.
    2. Center of Disease Control and Prevention. Whooping Cough (Pertussis).
    3. World Health Organization. Pertussis.
    4. Topics H. Whooping Cough Symptoms.
    5. Lauria A, Zabbo C. Pertussis.
    6. Melbourne T. Clinical Practice Guidelines : Whooping cough (pertussis).
    Read More
  • Tahukah, Moms, kalau imunisasi masih dibutuhkan saat anak remaja? Ya, langkah pencegahan yang efektif melindungi diri dari berbagai penyakit menular ini masih berperan penting pada usia remaja. Remaja termasuk kelompok yang rentan terhadap penyakit infeksi karena semakin luas ruang eksplorasi dan pertemanannya. Seiring pertambahan usia, perlindungan dari vaksin yang ia dapat semasa kecil juga akan […]

    Imunisasi Untuk Si ABG yang Beranjak Remaja

    Tahukah, Moms, kalau imunisasi masih dibutuhkan saat anak remaja? Ya, langkah pencegahan yang efektif melindungi diri dari berbagai penyakit menular ini masih berperan penting pada usia remaja.

    Imunisasi Untuk Si ABG yang Beranjak Remaja

    Imunisasi Untuk Si ABG yang Beranjak Remaja

    Remaja termasuk kelompok yang rentan terhadap penyakit infeksi karena semakin luas ruang eksplorasi dan pertemanannya. Seiring pertambahan usia, perlindungan dari vaksin yang ia dapat semasa kecil juga akan berkurang, sehingga diperlukan imunisasi penguat atau booster agar ia tetap terlindungi. 

    Berikut beberapa jenis vaksin yang penting bagi remaja beserta kisaran biayanya:

    Vaksin Tdap

    Tdap adalah jenis vaksin yang berfungsi untuk mencegah tetanus, difteri dan pertussis (batuk rejan). Vaksin ini merupakan kelanjutan dari vaksin DPT yang diberikan sewaktu bayi. 

    Tetanus merupakan penyakit yang disebabkan bakteri yang dapat ditemukan di tanah dan masuk ke tubuh melalui luka terbuka. Penyakit ini dapat menyebabkan kejang otot yang dapat memicu kematian akibat kesulitan bernapas. 

    Difteri adalah penyakit yang mungkin jarang terjadi, tetapi pernah mewabah di Indonesia beberapa tahun silam karena penularannya yang mudah. Ketika seseorang terkena difteri akan muncul selaput tebal di bagian belakang hidung atau tenggorokan yang membuat penderitanya kesulitan bernapas atau menelan. Kondisi ini juga dapat menyebabkan kelumpuhan otot hingga gagal jantung. 

    Pertusis atau batuk rejan, atau yang dikenal juga sebagai batuk seratus hari, termasuk salah satu penyakit yang sangat mudah menular melalui batuk atau bersin. Penderita pertusis biasakan akan mengalami batuk berat yang bisa membuatnya sulit bernafas.

    Vaksin Tdap diberikan pada remaja mulai usia 10 tahun dan pemberiannya perlu diulang setiap 10 tahun. 

    Biaya paket Imunisasi Tetanus, Difteri, Pertussis (Tdap) dari Prosehat berkisar antara Rp. 500.000 – Rp. 2.000.000, tergantung berapa kali suntik dan lokasi penyuntikan (di klinik Prosehat atau di rumah).

     

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Vaksin Influenza

    Influenza merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dan umumnya penderitanya mengalami gejala batuk, demam, menggigil, nyeri otot, dan merasa lemas. Virus Influenza sangat mudah menular melalui bersin, batuk, atau kontak langsung dengan cairan orang yang terinfeksi.

    Walau sering dianggap remeh karena gejalanya mirip dengan batuk pilek biasa, sebenarnya virus influenza dapat berakibat fatal, terutama pada orang yang memiliki penyakit paru atau jantung, usia sangat muda atau tua, dan wanita hamil. 

    Vaksin influenza dianjurkan untuk diberikan kepada anak mulai dari usia 6 bulan ke atas. Sedangkan untuk anak usia 9 tahun atau lebih, imunisasi influenza direkomendasikan untuk diberikan setiap tahun sekali. 

    Imunisasi Influenza yang tersedia di Layanan Vaksinasi ke Rumah oleh Prosehat berkisar antara harga Rp 500.000 – Rp 550.000.

    Vaksin HPV

    Human papillomavirus (HPV) merupakan jenis virus penyebab kanker serviks yang biasanya ditularkan melalui hubungan seksual. Kanker ini adalah kanker yang banyak menyebabkan kematian pada wanita Indonesia. Siapapun yang pernah melakukan hubungan seksual memiliki risiko untuk terinfeksi oleh HPV. 

    Vaksin HPV direkomendasikan untuk diberikan pada anak mulai usia 10 tahun. Vaksin ini perlu diberikan sebanyak 2 kali jika anak berusia antara 9-14 tahun, dan 3 kali jika berusia 15 tahun ke atas.

    Ada dua jenis vaksin HPV, yaitu HPV bivalent (2 strain) dan HPV quadrivalent (4 strain). Kedua vaksin ini tersedia di Layanan Vaksinasi ke Rumah oleh Prosehat dengan harga berkisar antara Rp. 1.700.000 – Rp. 6.000.000, tergantung jenis paketnya dan berapa kali suntik. 

    Baca Juga: Cegah Tipes Dengan Vaksin Tifoid

    Vaksin Tifoid

    Demam tifoid atau yang lebih dikenal sebagai tipes merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Infeksi bakteri ini menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Penderita tipes biasanya akan mengalami gejala berupa demam, diare, lemas, hingga nyeri kepala. 

    Apabila kondisi tersebut tidak segera ditangani, gejala tipes mungkin akan menyebabkan komplikasi yang lebih serius seperti perdarahan dan pecahnya usus hingga memicu kematian. 

    Vaksin tifoid dapat diberikan sejak anak usia 2 tahun. Sedangkan pada remaja, imunisasi ini dapat diulang setiap 3 tahun sekali. 

    Imunisasi tifoid yang tersedia di Layanan Vaksinasi ke Rumah oleh Prosehat berkisar antara harga Rp. 300.000 – Rp. 350.000. 

    Vaksin Hepatitis A

    Hepatitis A adalah penyakit yang menyerang organ hati yang disebabkan oleh virus. Virus tersebut dapat ditemukan pada feses orang yang terinfeksi, kemudian menyebar ke orang lain melalui makanan dan air. 

    Orang yang terinfeksi hepatitis A umumnya akan mengalami gejala berupa kulit dan mata yang berwarna kuning. 

    Vaksin hepatitis A dapat diberikan pada anak sejak usia 2 tahun. Namun pada remaja, vaksin ini dapat diberikan sebanyak 2 kali dengan interval 6-12 bulan jika ia belum mendapatkannya saat anak-anak.

    Kisaran harga imunisasi hepatitis A yang tersedia di Layanan Vaksinasi ke Rumah oleh Prosehat mulai dari Rp. 450.000 – Rp. 1.440.000, tergantung jenis paket dan berapa kali suntik.

    Baca Juga: Mari Lindungi Si Gadis Dari Kanker Serviks

    Moms, itulah jenis-jenis imunisasi yang perlu diberikan kepada anak remaja. Cek kembali apakah ia sudah melengkapi imunisasinya dan jika belum, segera lakukan imunisasi kejar. Moms bisa mendapatkan layanan imunisasi di klinik Prosehat di Grand Wisata Bekasi dan Palmerah Jakarta Barat, atau di rumah untuk kemudahan dan kenyamanan Moms dan anak.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. HealthyChildren.org. Vaccines for Teenagers & Young Adults.
    2. CDC. Teen Vaccines.
    3. IDAI. Imunisasi Pada Remaja.
    4. Primaya Hospital. Daftar Vaksin Penting untuk Usia Remaja.
    5. ProSehat. ProSehat sedia Vaksinasi Dewasa.
    Read More
  • Tuberkulosis atau TBC merupakan infeksi kronis pada paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyebar melalui percikan air liur (droplet) yang mengandung bakteri TBC dari orang yang terinfeksi. Di Indonesia, kasus penyakit TBC masih tergolong tinggi dari tahun ke tahun, dan Indonesia berada di peringkat kedua setelah India. TBC pada anak biasanya […]

    Anak Indonesia Rentan Terinfeksi TBC, Lindungi Dengan Imunisasi

    Tuberkulosis atau TBC merupakan infeksi kronis pada paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penyakit ini umumnya menyebar melalui percikan air liur (droplet) yang mengandung bakteri TBC dari orang yang terinfeksi.

    Anak Indonesia Rentan Terinfeksi TBC, Lindungi Dengan Imunisasi

    Anak Indonesia Rentan Terinfeksi TBC, Lindungi Dengan Imunisasi

    Di Indonesia, kasus penyakit TBC masih tergolong tinggi dari tahun ke tahun, dan Indonesia berada di peringkat kedua setelah India.

    TBC pada anak biasanya terjadi akibat anak menghirup bakteri TBC yang berada di udara. Bakteri ini kemudian terjebak didalam paru-paru dan menyebar ke bagian tubuh lainnya, seperti ginjal, tulang belakang, bahkan otak.

    Anak-anak berpeluang besar tertular TBC dari orang dewasa disekitarnya yang menderita penyakit tersebut, dibanding tertular dari teman sebayanya. Cara yang efektif untuk melindungi anak hingga mereka dewasa adalah dengan melakukan imunisasi BCG.

    Gejala TBC Pada Anak

    Gejala TBC pada anak bisa berbeda-beda dan cenderung lebih sulit dideteksi sehingga kerap terlambat mendapatkan penanganan. Berikut adalah beberapa gejala umumnya:

    • Demam
    • Penurunan berat badan
    • Pertumbuhan yang buruk
    • Batuk
    • Kelenjar getah bening tampak bengkak, beberapa lainnya mungkin mulai mengeluarkan cairan melalui kulit
    • Panas dingin

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Sedangkan pada anak yang lebih besar, berikut adalah beberapa gejala TBC yang paling umum ditemukan :

    • Batuk yang berlangsung lebih dari 3 minggu
    • Sakit atau nyeri di dada
    • Batu disertai darah
    • Mudah lelah
    • Kelenjar getah bening bengkak
    • Penurunan berat bdan
    • Nafsu makan menurun
    • Demam
    • Berkeringat di malam hari
    • Panas dingin

    Gejala TBC terkadang terlihat seperti penyakit lainnya, konsultasikan dengan dokter untuk memastikannya.

    Baca Juga: Orangtua Harus Tahu, Begini Cara Kejar Imunisasi Anak

    Gejala Saat TB Menyerang Organ Tubuh Lain

    Infeksi TBC pada anak tidak hanya membahayakan paru-paru, tetapi juga seluruh organ tubuh lainnya. Oleh sebab itu, ada gejala khusus yang akan timbul saat organ tubuh tertentu diserang oleh bakteri tuberkulosis. Berikut beberapa organ tubuh anak yang paling sering di serang oleh infeksi TBC:

    Tuberkulosis kelenjar

    Biasanya terjadi pada kelenjar getah bening di leher, dengan ukuran diameter kurang lebih 1 cm. Benjolan terlihat seperti kelereng yang berderet dengan konsistensi yang kenyal, tetapi tidak nyeri.

    Tuberculosis otak dan selaput otak (meningitis TB)

    Infeksi TBC juga sangat mudah menyebar ke otak. Saat mengenai selaput otak, biasanya akan menjadi rewel, sakit kepala, kejang hingga kaku.

    Tuberkulosis tulang

    Gejala yang ditimbulkan tergantung pada bagian tulang yang terkena infeksi tuberkulosis, misalnya :

    • TB tulang belakang (spondylitis), ditandai dengan penonjolan tulang belakang (gibbus).
    • TB tulang panggul (koksitis), ditandai dengan gangguan berjalan, pincang, atau terjadi peradangan di daerah panggul.
    • TB tulang lutut (gonitis), ditandai dengan pincang dan/ bengkak pada area lutut tanpa ada sebab yang jelas. 
    • TB tulang kaki dan tangan (spina ventosa/ dactylitis), ditandai dengan pembengkakan pada area persendian kaki atau tangan. 

    Skrofuloderma

    Disebut juga sebagai tuberkulosis kulit. Ditandai dengan timbulnya luka atau borok yang disertai dengan fistula atau jembatan kulit antar tepi luka. Anak biasanya mengalami demam.

    Tuberkulosis usus

    Kondisi ini biasanya memiliki gejala berupa gangguan pada sistem pencernaan, seperti diare, kembung, dan nyeri perut. Infeksi TBC pada usus beresiko menyebabkan infeksi dan peradangan pada saluran cerna, yang disebut peritonitis TB.

    Tuberkulosis ginjal

    Infeksi ini akan dicurigai saat ditemukan gejala seperti gangguan buang air kecil, dimana urin yang keluar berwarna terlalu pekat dan menimbulkan nyeri pada pinggang tanpa adanya sebab yang jelas. 

    Baca Juga: Imunisasi Lengkap: Sehatkan Keluarga, Lewati Masa Pandemi

    Pentingnya Imunisasi BCG

    Dengan memberikan vaksin BCG (Bacillus Calmette–Guérin), si Kecil dapat terlindungi dari bahaya infeksi bakteri tuberkulosis. Imunisasi BCG sudah dapat diberikan sejak si Kecil lahir hingga berusia 1 bulan. Jika Si Kecil sudah berusia diatas 3 bulan, vaksin BCG masih bisa diberikan. Namun, sebelum melakukan imunisasi BCG dianjurkan untuk pemeriksaan tuberkulin terlebih dahulu.

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengapa imunisasi BCG sangat penting bagi anak-anak Indonesia. Tidak hanya melindungi saat kecil, tapi juga kelak ia dewasa. Dengan membiasakan pola hidup bersih dan sehat dan mendapatkan imunisasi lengkap, anak terlindungi dari penyakit-penyakit menular yang sebenarnya dapat dicegah.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. IDAI. Buku Ajar Respirologi Anak Edisi I.
    2. CDC. Tuberculosis (TB) – TB Treatment for Children.
    3. TB Facts. TB in Children – Getting, diagnosing & treating TB.
    4. University of Rochester Medical Center. Tuberculosis (TB) in Children – Health Encyclopedia.
    5. Kids Health. Tuberculosis (for Parents).
    Read More
  • Penyakit tuberkulosis ternyata masih terus menyerang anak-anak Indonesia. Penyakit yang mudah sekali ditularkan melalui udara ini telah menginfeksi sekitar 824.000 orang di Indonesia pada tahun 2021, dimana 42.187 kasus diantaranya adalah anak-anak usia 0-14 tahun. Sayangnya, pandemi Covid-19 telah mengalihkan seluruh perhatian kepada penyakit yang juga tidak kalah mematikan ini. Beberapa akibatnya adalah cakupan imunisasi […]

    Penyakit Tuberkulosis Masih Terus Menyerang Anak Indonesia

    Penyakit tuberkulosis ternyata masih terus menyerang anak-anak Indonesia. Penyakit yang mudah sekali ditularkan melalui udara ini telah menginfeksi sekitar 824.000 orang di Indonesia pada tahun 2021, dimana 42.187 kasus diantaranya adalah anak-anak usia 0-14 tahun.

    Sayangnya, pandemi Covid-19 telah mengalihkan seluruh perhatian kepada penyakit yang juga tidak kalah mematikan ini. Beberapa akibatnya adalah cakupan imunisasi anak menurun dan kasus penyakit tuberkulosis kembali meningkat dibandingkan tahun 2020.

    Penyakit Tuberkulosis Masih Terus Menyerang Anak Indonesia

    Penyakit Tuberkulosis Masih Terus Menyerang Anak Indonesia

    Penularan tuberkulosis pada anak-anak terjadi melalui orang dewasa yang terinfeksi. Faktor-faktor yang meningkatkan risiko anak terinfeksi tuberkulosis antara lain: status gizi, riwayat kontak dengan pasien tuberkulosis, dan kepadatan hunian.

    Kasus tuberkulosis anak lebih banyak ditemukan pada anak di bawah lima tahun (balita) dengan rasio 22 kasus setiap 100.000 anak. Sedangkan pada anak usia 6-14 tahun, angka kejadiannya sekitar 14 kasus setiap 100.000 anak. Hal ini dikarenakan daya tahan tubuh anak balita belum sebaik anak-anak yang lebih tua dan kemampuannya dalam menjaga kebersihan diri masih lebih banyak bergantung kepada orang dewasa, selain juga masalah sosioekonomi.

    Kuman TBC bisa Menginfeksi selain Paru-paru

    Tahukah Sahabat Sehat kalau kuman tuberkulosis bisa menyerang organ selain paru-paru? Ya, walau mayoritas kasus tuberkulosis menyerang paru-paru, sebagian kecil lainnya menginfeksi organ seperti tulang dan sendi, kelenjar getah bening, selaput otak, saluran pencernaan, dan lain-lain.

    Cara penularannya masih sama dengan tuberkulosis paru, namun gejalanya berbeda. Jika biasanya gejala tuberkulosis paru-paru meliputi gangguan pernapasan seperti batuk berdahak disertai demam, hilang nafsu makan, dan penurunan berat badan, pada tuberkulosis di luar paru akan menunjukkan gangguan sesuai organ yang terinfeksi. Misalnya tuberkulosis saluran cerna dapat menunjukkan gejala sakit perut, diare atau sembelit, darah pada feses, dll.

    Tuberkulosis ekstra paru, atau di luar paru, juga banyak ditemui pada anak-anak. Penyakit tuberkulosis yang menyerang selaput otak, disebut juga meningitis tuberkulosis, paling sering ditemui pada anak di bawah usia 2 tahun dan orang dewasa dengan HIV/AIDS.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Cara tepat Mencegah Tuberkulosis

    Melihat tingginya kasus tuberkulosis di Indonesia dan dampaknya terhadap kesehatan, pemerintah terus menggalakkan program pencegahan dan pengobatan tuberkulosis di seluruh wilayah Indonesia. Tidak hanya itu, Menteri Kesehatan Budi Sadikin pun mengangkat isu ini pada pertemuan tingkat internasional G20. 

    Pencegahan tuberkulosis yang dapat dilakukan Sahabat Sehat dimulai dari menurunkan risiko penularan, yaitu:

    • memperbaiki status gizi anak dengan membiasakan makan makanan bergizi seimbang,
    • menghindari kontak dengan penderita tuberkulosis dan meminta penderita menggunakan masker, terutama pada masa infeksius, dan
    • melakukan imunisasi BCG agar tubuh anak membentuk kekebalan terhadap kuman tuberkulosis.

    Sesuai rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), pemberian imunisasi BCG dilakukan saat anak baru lahir hingga berusia 1 bulan. Bagi anak yang belum bisa melakukan imunisasi pada jadwal tersebut, maka ia dapat melakukan imunisasi kejar hingga usia 12 bulan didahului dengan konsultasi dokter.

    Sedangkan, jika anak terinfeksi tuberkulosis maka ia harus melakukan pengobatan hingga tuntas. Pengobatan tuberkulosis pada anak adalah sebuah tantangan tersendiri bagi orang tua karena memerlukan waktu lama. Maka, mencegah tuberkulosis adalah langkah yang terbaik untuk melindungi anak.

    Baca Juga: Suntik BCG Berbekas di Kulit Bayi, Amankah?

    Program TOSS TB untuk skrining tuberkulosis

    Penyakit tuberkulosis bisa dideteksi melalui skrining. Saat ini Kementerian Kesehatan RI sedang menggalakkan program Temukan Tuberkulosis Obati Sampai Sembuh (TOSS TB) dalam rangka Hari Tuberkulosis 2022. Bersama dengan program ini, Klinik Prosehat di Palmerah Jakarta Barat turut berpartisipasi untuk meningkatkan cakupan deteksi dini bagi masyarakat umum. Bagi Sahabat Sehat yang ingin mengikuti program skrining, Anda dapat menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Baca Juga: Terlambat Imunisasi BCG? Ini yang Harus Dilakukan!

    Imunisasi bersama Prosehat

    Bagi Sahabat Sehat yang memiliki anak bayi dan belum diimunisasi BCG, Prosehat melayani imunisasi anak yang dapat dilakukan di klinik Prosehat di Grand Wisata Bekasi dan Palmerah Jakarta Barat, atau di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Anda.

    Biaya imunisasi BCG di klinik Prosehat sebesar Rp. 450.000 dan Rp. 720.000 untuk pelayanan ke rumah. Pemesanan layanan imunisasi sangat mudah. Sahabat Sehat cukup menghubungi Customer Service ProSehat atau melakukan pemesanan melalui website.

    Baca Juga: Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya

    Layanan imunisasi adalah salah satu layanan unggulan Prosehat. Jadi, ayo segera jadwalkan imunisasi anak Anda bersama Prosehat. Produk imunisasi di Prosehat lengkap dan berkualitas, serta dilakukan oleh dokter profesional yang terlatih.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi

    1. TB Indonesia. Dashboard TB.
    2. IDAI. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun.
    Read More
  • Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis adalah gangguan metabolisme yang dapat timbul akibat peningkatan kadar gula darah diatas nilai normal yang berlangsung secara kronis dengan insiden yang semakin meningkat di seluruh dunia. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak dan remaja khususnya DM tipe 1. Data Ikatan Dokter […]

    Kenali Gejala Awal Diabetes Pada Anak

    Diabetes Melitus (DM) atau kencing manis adalah gangguan metabolisme yang dapat timbul akibat peningkatan kadar gula darah diatas nilai normal yang berlangsung secara kronis dengan insiden yang semakin meningkat di seluruh dunia. Penyakit ini tidak hanya menyerang orang dewasa saja, tetapi juga bisa terjadi pada anak-anak dan remaja khususnya DM tipe 1.

    Kenali Gejala Awal Diabetes Pada Anak

    Kenali Gejala Awal Diabetes Pada Anak

    Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengungkapkan bahwa angka kejadian diabetes pada anak usia 0-18 tahun mengalami peningkatan sebesar 700% dalam jangka waktu 10 tahun. Pada tahun 2018, tercatat sebanyak 1220 anak penyandang diabetes melitus tipe-1 di Indonesia. Sementara pada tahun 2021, pada bulan maret 2021 terdapat sekitar 1.282 orang anak di Indonesia yang menderita diabetes melitus tipe 1. 

    Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi Endokrinologi IDAI, dr. Muhammad Daizi, Sp.A(K), mengungkapkan bahwa diabetes yang terjadi pada anak adalah diabetes melitus tipe 1, sisanya sekitar 10% dari total pasien anak adalah diabetes melitus tipe 2. Sahabat Sehat, apa Gejala awalnya diabetes pada anak ? Mari simak penjelasan berikut.

    Tipe Diabetes Melitus

    Diabetes melitus dikelompokkan menjadi empat jenis, yaitu DM tipe 1, DM tipe 2, DM tipe lain dan diabetes pada kehamilan atau gestasional. Pada anak, yang sering diderita adalah jenis diabetes melitus tipe 1. Kondisi ini disebabkan karena adanya kekurangan insulin akibat kerusakan sel kelenjar pankreas akibat proses autoimun.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Faktor Resiko Diabetes Melitus Pada Anak

    Diabetes melitus tipe 1 dipengaruhi berbagai faktor antara lain, faktor genetik dan lingkungan, dan proses autoimun. Berbeda dengan penyakit diabetes melitus tipe 1, penyakit diabetes tipe 2 sangat erat kaitannya dengan gaya hidup tidak sehat seperti berat badan berlebih, obesitas, kurang aktivitas fisik, hipertensi, dislipidemia dan diet atau asupan makanan yang tidak sehat atau tidak seimbang serta merokok. 

    Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan angka kejadian faktor resiko DM tipe 2 yaitu sebesar 18,8% anak usia 5-12 tahun mengalami kelebihan berat badan (overweight) dan 10,8% menderita obesitas.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Gejala Diabetes Pada Anak yang Wajib Diketahui 

    Sahabat Sehat, berikut adalah berbagai gejala diabetes yang dapat dialami Si Kecil yaitu :

    1. Berat badan berlebih atau obesitas
    2. Sering merasa haus
    3. Sering buang air kecil, terutama pada malam hari.
    4. Mudah merasa lapar 
    5. Berat badan turun tanpa sebab yang jelas.
    6. Berkurangnya massa otot.
    7. Mudah lelah dan lemas
    8. Pandangan kabur
    9. Luka yang sulit sembuh
    10. Kerap mengalami infeksi, misalnya pada gusi, vagina atau saluran kemih.
    11. Kulit terasa gatal dan kering.
    12. Rasa kebal dan kesemutan pada kaki.

    Pada kenyataannya, gejala tersebut seringkali tidak terlihat dengan jelas sehingga seringkali tidak di sadari. Selanjutnya, mungkin saja Si Kecil dapat mengalami “Kegawatdaruratan Diabetes” yang ditandai dengan keluhan nyeri perut, sesak nafas, muntah berulang, dehidrasi dan bahkan penurunan kesadaran.

    Penanganan diabetes melitus tipe 1 berupa pemberian obat, pengaturan pola makan, menjaga agar berat badan tetap ideal, olahraga yang teratur dan istirahat yang cukup. Penyakit diabetes melitus tipe 1 memerlukan pengobatan seumur hidup hingga dewasa. Berbeda dengan penyakit diabetes melitus tipe 1 yang tidak dapat dicegah, penyakit diabetes melitus tipe 2 pada anak dapat dicegah dengan pola makan seimbang dan olahraga teratur.

    Baca Juga: 7 Cara Atasi Gatal Karena Diabetes dengan Cepat dan Mudah

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai informasi mengenai Gejala awal diabetes pada anak. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. 

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Pulungan, A., Annisa, D. and Imada, S., 2019. Diabetes Melitus Tipe-1 pada Anak: Situasi di Indonesia dan Tata Laksana.
    2. Direktorat P2PTM. Anak Juga Bisa Diabetes.
    3. Dwinanda R. IDAI: 1.346 Anak Indonesia Alami Diabetes Melitus Tipe 1.
    4. American Diabetes Association.  Type 1 Diabetes – Symptoms.
    5. Sachi K. Jangan Anggap Sepele! 10 Gejala Penyakit Diabetes pada Anak dan Cara Mencegahnya.
    6. Ikatan Dokter Anak Indonesia.  Diabetes Mellitus pada Anak dan Remaja.
    Read More
  • Moms, apakah waktu Anda terbatas untuk membawa Si Kecil imunisasi di fasilitas layanan kesehatan? Apakah Si Kecil trauma dibawa ke rumah sakit? Jika ya, Moms tak perlu lagi khawatir karena kini sudah tersedia layanan imunisasi ke rumah di Bekasi dari Klinik Prosehat Grand Wisata Bekasi Satu.  Manfaat Imunisasi Imunisasi adalah proses pemberian vaksin untuk membantu […]

    Warga Bekasi, Sekarang Imunisasi Anak Bisa di Rumah!

    Moms, apakah waktu Anda terbatas untuk membawa Si Kecil imunisasi di fasilitas layanan kesehatan? Apakah Si Kecil trauma dibawa ke rumah sakit? Jika ya, Moms tak perlu lagi khawatir karena kini sudah tersedia layanan imunisasi ke rumah di Bekasi dari Klinik Prosehat Grand Wisata Bekasi Satu. 

    Warga Bekasi, Sekarang Imunisasi Anak Bisa di Rumah!

    Warga Bekasi, Sekarang Imunisasi Anak Bisa di Rumah!

    Manfaat Imunisasi

    Imunisasi adalah proses pemberian vaksin untuk membantu membentuk kekebalan tubuh terhadap satu atau lebih penyakit berbahaya. 

    Beberapa penyakit di Indonesia telah berhasil ditekan dengan vaksinasi sehingga pemerintah mewajibkan sejumlah imunisasi untuk anak terhadap penyakit seperti – Hepatitis B, Polio, BCG, Campak Rubella, DPT-HB-HiB dan banyak lagi. 

    Vaksinasi dilakukan dengan tujuan utama sebagai berikut:

    1. Melindungi diri dari penyakit berbahaya
    2. Mencegah terjadinya wabah penyakit
    3. Mengurangi beban perawatan jika terjadi infeksi.

    Baca Juga: 5 Tips Mencegah Tipes Menjelang Ujian Sekolah

    Kemudahan Imunisasi di Rumah

    Imunisasi kini dapat dengan mudah dilakukan di rumah untuk semua kelompok umur. Dengan adanya kemudahan dan kenyamanan ini diharapkan semakin banyak lagi anak-anak yang dapat melengkapi imunisasinya dan terlindungi dari penyakit.

    Berikut adalah tiga manfaat utama dari layanan imunisasi di rumah.

    • Nyaman dan hemat waktu

    Manfaat paling nyata dari layanan imunisasi di rumah adalah Moms dan Si Kecil bisa mendapatkan kenyamanan rumah sendiri saat melakukan layanan kesehatan.

    Moms juga tidak harus pergi ke rumah sakit atau klinik dan menunggu giliran dalam antrian panjang. Jadi, tidak hanya Moms menghemat biaya perjalanan tetapi juga waktu dan energi yang berharga.

    • Anak rileks dalam suasana rumah yang familiar

    Umumnya, imunisasi dapat menimbulkan stres pada anak-anak sehingga orang tua menunda jadwal imunisasi. Dengan berada di dalam suasana yang anak sudah familiar, ia akan merasa lebih rileks dan memudahkan orang tua atau pendamping saat menghiburnya setelah imunisasi.

    • Jadwal yang fleksibel

    Tersedianya layanan imunisasi ke rumah juga memungkinkan orang tua untuk memilih dan menyesuaikan tanggal dan waktu untuk vaksinasi sesuai kesibukan Anda. Jadi, bagi orang tua yang bekerja atau padat jadwal, Anda hanya perlu meluangkan sedikit waktu ekstra sebelum atau setelah kerja untuk imunisasi anak.

    Bagaimana, Moms? Nyaman dan mudah ya imunisasi anak di rumah! Tidak hanya itu, ternyata lengkap sekali manfaat dari imunisasi di rumah. Ayo Moms, manfaatkan layanan imunisasi di rumah dari Prosehat. 

    Baca Juga: Imunisasi Anak di Rumah Bagi Warga Jakarta

    Biaya Layanan Imunisasi di Rumah

    ProSehat adalah penyedia layanan kesehatan unggulan yang dapat diandalkan keluarga Indonesia untuk layanan kesehatan yang terpercaya. Bagi Moms yang tinggal di Bekasi, kini Prosehat hadir semakin dekat dengan Anda melalui klinik Prosehat di Grand Wisata Bekasi Satu. 

    Berikut kisaran harga layanan imunisasi anak di rumah oleh Prosehat:

    Layanan Imunisasi di Rumah
    Imunisasi Hepatitis B Rp 480.000
    Imunisasi Flu 4 Strain Anak (usia 6 bulan ke atas) Rp 550.000
    Imunisasi Combo 5 (DPT – Hib – Hepatitis B) Rp 550.000
    Imunisasi Campak Rp 570.000
    Imunisasi Rotavirus Rp 700.000
    Imunisasi BCG Rp 720.000
    Imunisasi Hepatitis A (untuk Anak) Rp 770.000
    Imunisasi Polio (Suntik) Rp 800.000
    Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) Rp 900.000
    Paket Imunisasi Flu 4 Strain Anak (2 kali suntik) Rp 990.000
    Paket Imunisasi Balita 3 tahun (Hepatitis A + Flu 4 Strain) Rp 1.050.000
    Paket Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) + Flu 4 Strain Rp 1.100.000
    Paket Imunisasi Combo 5 (DPT, Hib, Polio) Rp 1.200.000
    Imunisasi Pneumonia (PCV-13) Anak Rp 1.200.000
    Paket Imunisasi Bayi 9 Bulan – MR + Flu 4 Strain Rp 1.200.000
    Paket Imunisasi Combo 6 (DPTa, Hep B, IPV, Hib) Rp 1.250.000
    Paket Imunisasi Hepatitis B (untuk Anak) (3 kali suntik) Rp 1.360.000
    Paket Imunisasi Pneumonia (PCV-13) + Flu 4 Strain Rp 1.400.000
    Paket Imunisasi Hepatitis A (untuk Anak) (2 kali suntik) Rp 1.440.000
    Paket Imunisasi Pneumonia (PCV-13) + Rotavirus Rp 1.600.000
    Paket Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) + Pneumonia (PCV-13) Rp 1.750.000
    Paket Imunisasi Rotavirus ke Rumah (3 kali suntik) Rp 2.000.000

    Semua layanan imunisasi dari Prosehat dilakukan oleh dokter profesional dan berpengalaman, serta menggunakan vaksin dengan kualitas terbaik dan terjaga.

    Baca Juga: Usia Berapa Saja Anak Perlu Imunisasi MMR?

    Apabila Moms membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. ProSehat. ProSehat sedia BEKASI Klinik Kasih Grand Wisata.
    2. Health @ Homes. Benefits of Availing Vaccination Services at Home.
    3. Kemenkes – Sehat Negeriku. Imunisasi Kejar, Lengkapi Imunisasi Dasar Anak yang Tertunda.
    Read More
  • Bulan Imunisasi Anak Nasional tahun 2022 sudah dimulai. Kegiatan ini diawali di 7 Kabupaten/ Kota di Kepulauan Riau dengan sekitar 24 ribu sasaran. Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi Covid-19. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi. […]

    Imunisasi Anak di Rumah Bagi Warga Jakarta

    Bulan Imunisasi Anak Nasional tahun 2022 sudah dimulai. Kegiatan ini diawali di 7 Kabupaten/ Kota di Kepulauan Riau dengan sekitar 24 ribu sasaran. Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi Covid-19.

    Imunisasi Anak di Rumah Bagi Warga Jakarta

    Imunisasi Anak di Rumah Bagi Warga Jakarta

    Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sekitar 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi. Terbanyak di Jawa Barat, lalu Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan DKI Jakarta.

    Pemberian imunisasi efektif melindungi anak-anak dari penyakit menular berbahaya sehingga anak lebih sehat dan produktif. Manfaat dari imunisasi juga diketahui jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan.

    Pelaksanaan BIAN bertahap

    Pelaksanaan BIAN dilakukan selama satu bulan secara bertahap di seluruh provinsi Indonesia. Tahap pertama dilaksanakan mulai Mei 2022 di seluruh provinsi di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua. Tahap kedua dilaksanakan mulai Agustus 2022 di seluruh provinsi di Jawa dan Bali.

    Terlaksananya Bulan Imunisasi Anak Nasional meliputi kegiatan imunisasi tambahan Campak Rubela dan imunisasi kejar (OPV, IPV dan DPT-HB-Hib) dengan baik dan dapat mencapai target yang diharapkan. 

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Imunisasi Anak di Rumah, Mudah, dan Nyaman

    Bagi Moms yang tinggal di Jakarta dan anak-anaknya belum melengkapi imunisasi dasar akibat pandemi atau ingin imunisasi karena sudah waktunya, Prosehat melayani program imunisasi agar Si Kecil terlindungi dari berbagai bahaya penyakit menular. Dalam program imunisasi rutin maupun imunisasi kejar Prosehat, Moms dapat berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu terkait jenis imunisasi yang akan diberikan dan jadwalnya.

    Selain imunisasi dasar, Prosehat juga melayani imunisasi rekomendasi sesuai jadwal dari Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2020. Antara lain imunisasi influenza, hepatitis A, tifoid, yellow fever, varicella, Japanese encephalitis, dan sebagainya.

    Tidak hanya itu, layanan imunisasi dapat dilakukan di klinik Prosehat di Grand Wisata Bekasi Satu dan Palmerah Jakarta Barat, atau di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Moms dan Si Kecil.

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Berikut beberapa daftar imunisasi yang tersedia di layanan vaksinasi di rumah.

    Layanan Vaksinasi di Rumah Prosehat
    Imunisasi Flu 4 Strain Anak (usia 6 bulan ke atas) Rp 550.000
    Imunisasi Campak  Rp 570.000
    Imunisasi Rotavirus Rp 700.000
    Imunisasi BCG  Rp 720.000
    Imunisasi Polio (Suntik)  Rp 800.000
    Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR)  Rp 900.000
    Imunisasi Varicella (Cacar Air)  Rp 1.100.000
    Imunisasi Pneumonia (PCV-13) Anak  Rp 1.200.000

    Program layanan vaksinasi ke rumah menjadi cara imunisasi yang aman dan efektif untuk anak. Dengan vaksinasi di rumah maka Moms dapat meminimalisir paparan virus dan penyakit di luar rumah. Selain itu, proses vaksinasi menjadi lebih nyaman bagi anak dan jadwal imunisasi yang fleksibel bisa menyesuaikan dengan kesibukan Moms.

    Baca Juga: 5 Manfaat Vaksin HiB (Haemophilus Influenza Tipe B) pada Anak!

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat mempunyai berbagai keunggulan. Prosehat memberikan layanan panggil dokter imunisasi ke rumah dengan harga hemat dan terjangkau. Terdapat berbagai macam pilihan imunisasi dari satuan hingga paket lengkap dengan berbagai promo menarik. 

    Mengapa vaksinasi dengan ProSehat?

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter profesional berizin resmi
    • Mudah tanya jawab tentang vaksinasi dengan asisten Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Moms membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. ProSehat. Paket Layanan Imunisasi Anak, Bayi & Balita Bersama Prosehat.
    2. Kemenkes – Sehat Negeriku. Kemenkes Canangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di Kepulauan Riau.
    3. Okezone. Gubernur Anies Ajak Warga Jakarta Lengkapi Imunisasi Anak.
    Read More
  • Kekhawatiran orang tua terhadap efek samping vaksin covid pada anak merupakan hal yang lumrah. Namun sebenarnya vaksin covid itu aman. Pada tanggal 2 November 2021 lalu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)  mengeluarkan rekomendasi pembaruan terkait pemberian vaksin COVID-19 (Coronavac) pada usia 6 tahun ke atas. Hal ini terkait dengan dikeluarkannya izin penggunaan dalam keadaan darurat  […]

    Tips Hadapi Efek Samping atau KIPI Vaksin Covid pada Anak

    Kekhawatiran orang tua terhadap efek samping vaksin covid pada anak merupakan hal yang lumrah. Namun sebenarnya vaksin covid itu aman.

    Tips Hadapi Efek Samping atau KIPI Vaksin Covid pada Anak

    Tips Hadapi Efek Samping atau KIPI Vaksin Covid pada Anak

    Pada tanggal 2 November 2021 lalu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)  mengeluarkan rekomendasi pembaruan terkait pemberian vaksin COVID-19 (Coronavac) pada usia 6 tahun ke atas. Hal ini terkait dengan dikeluarkannya izin penggunaan dalam keadaan darurat  (EUA) Vaksin Coronavac produksi Sinovac khusus anak berusia 6-11 tahun oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta mempertimbangkan dimulainya pembelajaran tatap muka.

    Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), yaitu dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K) menyatakan bahwa rekomendasi terbaru ini dikeluarkan karena anak juga dapat tertular dan atau menularkan virus corona dari dan ke orangtua di sekitarnya (orangtua, orang lain yang tinggal serumah, orang yang datang ke rumah, teman atau guru di sekolah dengan dimulai pada pembelajaran tatap muka), walaupun tanpa gejala.

    IDAI merekomendasikan pemberian imunisasi Covid-19 Coronavac pada anak dengan golongan usia 6 tahun ke atas dengan pemberian secara intramuskuler (otot lengan) dengan dosis 3 ug (0,5 ml) sebanyak dua kali pemberian dengan jarak pemberian dosis pertama ke dosis kedua yaitu 4 minggu.

    Chat dokter gratis, chat dokter 24 jam, chat dokter via whatsapp

    Manfaat Vaksinasi Covid-19 Pada Anak

    Berikut ini manfaat pemberian vaksinasi Covid-19 pada anak :

    1. Vaksin membantu mencegah anak-anak terinfeksi Covid-19

    Meskipun Covid-19 pada anak terkadang lebih ringan dari pada orang dewasa, namun beberapa anak yang terinfeksi Covid-19 dapat mengalami infeksi paru yang berat serta beresiko rawat inap. Mengingat varian delta serta omicron yang lebih menular saat ini.

    2. Vaksin membantu mencegah atau mengurangi penyebaran Covid-19

    Vaksin Covid-19 dapat melindungi anak dan orang lain, mengurangi kemungkinan mereka menularkan virus ke orang lain, termasuk keluarga dan teman yang mungkin lebih rentan terhadap konsekuensi infeksi yang lebih berat.

    3. Vaksinasi Covid-19 dapat membantu menghentikan munculnya varian lain

    Kasus Covid-19 meningkat pada anak-anak dan varian delta tampaknya berperan. Vaksinasi mengurangi penularan virus untuk bermutasi menjadi varian baru yang mungkin lebih berbahaya.

    Baca Juga: Perbandingan Efek Samping dari 5 Vaksin Booster Covid-19

    Kontra Indikasi Vaksin Covid-19 Pada Anak

    Berikut ini kondisi anak-anak yang tidak dapat menerima vaksinasi :

    • Defisiensi imun atau penyakit autoimun yang tidak terkontrol
    • Anak dengan Penyakit Sindrom Guillain Barre, Mielitis transversa, Acute demyelinating encephalomyelitis
    • Anak kanker yang sedang menjalani kemoterapi atau radioterapi.
    • Sedang mendapatkan pengobatan penekan sistem imun
    • Demam 37,50C atau lebih
    • Sembuh dari Covid-19 kurang dari 3 bulan
    • Pasca imunisasi lain kurang dari 1 bulan
    • Hamil
    • Hipertensi tidak terkendali
    • Diabetes melitus tidak terkendali
    • Penyakit-penyakit kronik atau kelainan genetik atau penyakit bawaan yang tidak terkendali.

    Baca Juga: Apa Manfaat Imunisasi Influenza dan Efek Sampingnya Bagi Anak

    Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Covid-19

    Menurut ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Hartono Gunardi, Sp.A(K), Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) vaksin Covid-19 pada anak terbilang ringan. Beliau menyebutkan bahwa tidak ada KIPI berat yang disebabkan langsung oleh vaksinasi tersebut. Sejauh ini, KIPI yang dilaporkan hanya sebatas demam saja, sehingga tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

    Sementara itu Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito meminta agar para orangtua tidak panik. Beberapa gejala KIPI pada anak hanya berupa nyeri pada lengan bekas suntikan, nyeri kepala, nyeri otot, nyeri sendi, menggigil, mual dan muntah, rasa lelah, demam yang ditandai suhu diatas 37,80C dan gejala yang mirip dengan flu selama 1-2 hari.

    Tips Atasi Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Covid-19

    Sahabat Sehat tidak perlu panik apabila Si Kecil demam pasca diberikan vaksin Covid-19. Lakukan beberapa hal berikut sebagai penanganan awal, yakni :

    • Biarkan Si Kecil beristirahat.
    • Berikan obat pereda demam dan nyeri apabila diperlukan. 
    • Berikan air putih yang cukup. 
    • Kompres dengan kain bersih yang dibasahi dengan air dingin untuk meredakan nyeri dan bengkak.

    Baca Juga: Apa Efek Imunisasi PCV dan Rotavirus Bersamaan Pada Anak?

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pemberian vaksin Covid-19 pada anak usia 6-11 tahun serta tips yang dapat dilakukan jika Si Kecil mengalami KIPI. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Satuan Gugus Tugas Covid-19. Rekomendasi Pemberian Vaksin Covid 19 Sinovac Pada Anak Usia 6 Tahun Keatas.
    2. Christina S. COVID Vaccine: What Parents Need to Know.
    3. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Pemberian Vaksin COVID-19 (Coronavac®) pada anak usia 6 tahun ke atas Pemutakhiran 2 November 2021.
    4. Satuan Gugus Tugas Covid-19. Satgas: Jangan Panik, Segera Penanganan Dini Jika Anak Bergejala KIPI Paska Vaksinasi.
    5. Detik Health. Satgas IDAI Ungkap KIPI Vaksin COVID-19 Anak 6-11 Tahun yang Banyak Dilaporkan.
    6. KIPI Covid-19. Informasi Tentang KIPI atau Reaksi Setelah Vaksinasi COVID-19.
    Read More
  • Tingkat imunisasi anak secara nasional menurun semenjak Covid-19. Ini tentunya berisiko menyebabkan outbreak atau Kejadian Luar Biasa. Pemberian imunisasi pada anak pada program imunisasi nasional maupun yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan swasta diketahui menurun semenjak Covid-19. Kondisi ini amat mengkhawatirkan mengingat penurunan cakupan imunisasi pada beberapa penyakit dapat mengakibatkan outbreak atau Kejadian Luar Biasa (KLB). […]

    Pentingnya Tetap Memberi Imunisasi Anak saat Masa Pandemi

    Tingkat imunisasi anak secara nasional menurun semenjak Covid-19. Ini tentunya berisiko menyebabkan outbreak atau Kejadian Luar Biasa.

    Pentingnya Tetap Memberi Imunisasi Anak saat Masa Pandemi

    Pentingnya Tetap Memberi Imunisasi Anak saat Masa Pandemi

    Pemberian imunisasi pada anak pada program imunisasi nasional maupun yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan swasta diketahui menurun semenjak Covid-19. Kondisi ini amat mengkhawatirkan mengingat penurunan cakupan imunisasi pada beberapa penyakit dapat mengakibatkan outbreak atau Kejadian Luar Biasa (KLB).

    Penurunan cakupan imunisasi ini diakibatkan karena adanya pandemi Covid-19, sehingga para orang tua takut untuk memberikan imunisasi untuk anak-anaknya. Para orangtua rata-rata khawatir anaknya tertular Covid-19 saat membawa anak ke fasilitas kesehatan.Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Anak Indonesia, Prof. dr. Soedjatmiko, Sp.A (K) mengatakan para orang tua dianjurkan segera melengkapi imunisasi anaknya meski sedang pandemi Covid-19 sehingga Si Kecil menerima imunisasi dasar lengkap.

    Menurut UNICEF, sejak Maret 2020, terjadi penurunan angka imunisasi anak di seluruh Indonesia. Pada Mei 2020 misalnya, vaksinasi Difteri, Pertusis dan Tetanus (DPT3) serta campak dan Rubella turun sebanyak 35% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Ikatan Dokter Anak Indonesia Menegaskan bahwa program imunisasi dasar anak, sangatlah penting untuk kesehatan anak dan menurunkan resiko terkena penyakit menular pada masa mendatang.

    Badan Kesehatan Dunia atau yang disebut WHO (World Health Organization) mengatakan bahwa pemberian imunisasi anak diwajibkan guna melindungi Si Kecil dari sejumlah penyakit infeksi. Lewat imunisasi, Si Kecil mendapatkan kekebalan terhadap penyakit tertentu yang membahayakan kesehatan dan bahkan mengancam jiwa.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Mengapa Tidak Boleh Menunda Imunisasi Anak?

    IDAI meminta orangtua agar tidak menunda imunisasi anak demi kepentingan bersama. Ketika menunda imunisasi, resiko terjadinya wabah suatu penyakit menular akan bertambah. Sebab, imunisasi pada dasarnya bertujuan untuk mencegah munculnya wabah.

    Kementerian Kesehatan dan IDAI telah menyusun jadwal imunisasi anak sesuai dengan usianya. Pemberian imunisasi sebaiknya mengikuti jadwal seharusnya untuk memastikan efektivitas vaksin tersebut. Pandemi Covid-19 dapat memicu terjadinya pandemi penyakit lain akibat turunnya angka imunisasi anak. Bila terjadi lebih dari satu pandemi dalam waktu yang bersamaan, tidak dapat dibayangkan dampak yang terasa oleh masyarakat.

    Baca Juga: Terlambat Imunisasi BCG? Ini yang Harus Dilakukan!

    Pentingnya Imunisasi Dasar

    Setiap manusia yang lahir, pada dasarnya sudah memiliki sistem kekebalan tubuh alami sejak Si Kecil berada didalam kandungan untuk melindunginya dari serangan penyakit. Namun, sistem kekebalan tubuh Si Kecil masih belum sempurna dan optimal seperti sistem imun orang dewasa sehingga mereka gampang sakit. Jadi, pentingnya imunisasi adalah untuk meningkatkan daya tahan tubuh Si Kecil sejak baru dilahirkan.

    Imunisasi adalah cara memperkuat sistem kekebalan tubuh si kecil sehingga kebal akan serangan penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, parasit dan lainnya. Melalui imunisasi dasar, berarti orang tua membantu melindungi Si Kecil dari berbagai resiko penyakit dimasa yang akan datang. Imunisasi akan membantu daya tahan tubuh Si Kecil agar memproduksi antibodi khusus untuk melawan jenis penyakit tertentu.

    Baca Juga: Yuk Moms, Cek Lagi Jadwal Imunisasi Balita Anda

    Jenis Imunisasi yang Dapat Dilakukan Pada Anak

    Berikut ini imunisasi wajib yang diberikan pada usia anak-anak menurut Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.42 Tahun 2013 dan No.12 tahun 2017 tentang penyelenggaraan imunisasi, disebutkan bahwa ada 5 jenis imunisasi wajib yang harus diperoleh Si Kecil yaitu:

    Imunisasi Hepatitis B

    Imunisasi hepatitis B diberikan sebanyak 4 kali. Pemberian pertama segera setelah bayi lahir dan paling lambat 12 jam setelah bayi dilahirkan, kemudian dilanjutkan pada usia 2,3,dan 4 bulan.

    Imunisasi Polio

    Imunisasi polio diberikan dalam bentuk tetes mulut, namun ada juga yang berbentuk suntikan. Imunisasi polio diberikan sebanyak 4 kali, yaitu pada saat bayi baru lahir atau paling lambat usia 1 bulan, kemudian usia 2, 3 dan 4 bulan. Sedangkan vaksin suntik diberikan sebanyak 1 kali yaitu pada usia 4 bulan.

    Imunisasi BCG

    Imunisasi BCG atau imunisasi yang dilakukan untuk mencegah penyakit TBC, dilakukan  sebanyak 1 kali dan diberikan pada saat bayi berusia 2 atau 3 bulan. Imunisasi ini diberikan melalui suntikan pada kulit Si Kecil.

    Imunisasi Campak

    Imunisasi campak pada anak diberikan sebanyak 3 kali, yaitu saat anak berusia 9 bulan, 18 bulan dan 6 tahun. Namun, apabila Si Kecil sudah melakukan pemberian imunisasi MR/MMR pada usia 15 bulan, maka imunisasi campak pada usia 18 bulan tidak diperlukan lagi.

    Imunisasi DPT-HB-Hib

    Imunisasi ini dapat memberikan perlindungan terhadap penyakit difteri, pertussis, tetanus, hepatitis B, pneumonia dan meningitis. Imunisasi ini diberikan pada usia 2,3,4, dan 18 bulan.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Apabila Si Kecil Tidak di Imunisasi

    Berikut ini resiko bila si kecil tidak diimunisasi:

    Sistem kekebalan tubuh tidak kuat dalam menghadapi penyakit

    Anak yang tidak menerima imunisasi lengkap dan tepat waktu akan lebih rentan mengalami berbagai penyakit yang seharusnya dapat dicegah dengan imunisasi seperti hepatitis, TBC, batuk rejan dan difteri.  

    Resiko komplikasi akibat penyakit menular

    Anak yang tidak diimunisasi memiliki resiko lebih tinggi untuk terkena komplikasi yang menyebabkan kecacatan pada bayi bahkan kematian. Hal ini disebabkan tubuh Si Kecil tidak mendapatkan kekuatan dari sistem pertahanan khusus yang dapat mendeteksi jenis penyakit berbahaya tertentu. Sehingga, kuman akan lebih mudah berkembang biak dan menginfeksi.

    Membahayakan anak atau orang lain disekitarnya

    Kasus-kasus penyakit menular di kalangan kelompok rentan dapat berkembang menjadi wabah di masyarakat. Untuk alasan inilah pemerintah masih memberikan imunisasi polio kepada anak untuk mencegah penyakit ini kembali mewabah.

    Penurunan kualitas hidup

    Penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi memiliki resiko komplikasi yang mengakibatkan disabilitas atau cacat menetap. Contohnya, campak dapat menyebabkan komplikasi kebutaan. Atau polio dapat menyebabkan kelumpuhan dan cacat permanen.

    Resiko penurunan harapan hidup

    Vaksinasi yang tidak lengkap akan menyumbang kepada penurunan angka harapan hidup. Data menunjukkan bahwa anak yang tidak menerima imunisasi lengkap akan mudah tertular berbagai penyakit saat masih kanak-kanak, sehingga angka harapan hidupnya menurun.

    Tips Mencegah Penularan Covid-19 Saat Imunisasi Anak

    Berikut beberapa tips yang dapat dilakukan untuk menghindari penyebaran virus corona saat membawa si kecil vaksinasi ke fasilitas kesehatan:

    1. Buat janji temu dengan Dokter atau Fasilitas Kesehatan penyedia jasa imunisasi
    2. Seleksi tempat imunisasi yang memenuhi standar protokol kesehatan
    3. Terapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak aman dengan orang lain, mencuci tangan atau membawa hand sanitizer.

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai pentingnya memberikan imunisasi untuk Si Kecil meski dalam masa pandemi Covid-19. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Kementerian Kesehatan. Orang Tua Wajib Lengkapi Imunisasi Dasar Anak Meski Pandemi COVID-19.
    2. UNICEF. Imunisasi Rutin pada Anak Selama Pandemi COVID-19 di Indonesia: Persepsi Orang tua dan Pengasuh.
    3. Dahlan. Bolehkah Menunda Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19?
    4. IDAI. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun.
    5. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Imunisasi penting untuk mencegah penyakit berbahaya.
    6. UNICEF. 7 konsekuensi dan risiko jika anak tidak mendapatkan imunisasi rutin.
    7. Centers of Disease Control and Prevention. Not Vaccine Risk.
    Read More
  • Tuberkulosis pada anak perlu mendapat perhatian karena kesulitan dalam mendiagnosis dan peningkatan risiko efek samping obat TB pada anak. Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia diperingati pada tanggal 24 Maret setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait salah satu penyakit menular paling mematikan. Tanggal tersebut ditetapkan bertepatan dengan ditemukannya bakteri penyebab TB oleh Dr. Robert […]

    Hari Tuberkulosis Sedunia 2022: Kenali Efek Samping Obat TB Pada Anak

    Tuberkulosis pada anak perlu mendapat perhatian karena kesulitan dalam mendiagnosis dan peningkatan risiko efek samping obat TB pada anak.

    Hari Tuberkulosis Sedunia 2022 Kenali Efek Samping Obat TB Pada Anak

    Hari Tuberkulosis Sedunia 2022: Kenali Efek Samping Obat TB Pada Anak

    Hari Tuberkulosis (TB) Sedunia diperingati pada tanggal 24 Maret setiap tahun untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat terkait salah satu penyakit menular paling mematikan. Tanggal tersebut ditetapkan bertepatan dengan ditemukannya bakteri penyebab TB oleh Dr. Robert pada tahun 1882. 

    Indonesia berada pada peringkat ketiga dari delapan negara yang menyumbang 2/3 kasus TB tertinggi di seluruh dunia dengan persentase 8% setelah India 27% dan China 9%. Pada tahun 2021, diperkirakan ada 824.000 kasus TB dengan total kematian sebanyak 13.110 orang. 

    Meski mematikan dan mudah menular, TB sebenarnya dapat dicegah dan diobati. Berdasarkan data WHO, upaya pemberantasan TB secara global telah menyelamatkan sekitar 66 juta jiwa sejak tahun 2020. Akan tetapi, mengonsumsi obat-obatan TB diketahui juga dapat menimbulkan berbagai efek samping terhadap penderita, terutama pada anak-anak penderita TB. Apa saja yang perlu diwaspadai? Simak penjelasannya di bawah ini.

    Apa itu Tuberkulosis?

    Tuberkulosis (TB) adalah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Selain menyerang paru-paru, bakteri ini juga dapat menyerang organ vital lain seperti ginjal, tulang belakang, hingga otak. 

    Umumnya, bakteri penyebab TB menyebar melalui udara saat penderita batuk, berbicara, atau tertawa. Bakteri yang terhirup oleh individu yang sehat akan meningkatkan risiko terinfeksi TB. Gejala TB pada anak berupa gejala umum (sistemik) dan sesuai organ terkait. Gejala umumnya meliputi:

    • Berat badan turun, tidak naik selama 2 bulan terakhir, atau gagal tumbuh (failure to thrive)
    • Demam lama (> 2 minggu) atau berulang
    • Batuk lama (> 2 minggu) dan memburuk
    • Lesu dan anak kurang aktif bermain

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Selain paru-paru, TB dapat menginfeksi organ tubuh lain, atau disebut juga sebagai tuberkulosis ekstra paru. Dengan demikian, gejala yang timbul juga bervariasi sesuai dengan organ yang terlibat seperti kelenjar getah bening, sistem saraf pusat (otak), tulang, mata, kulit, dan sebagainya.

    Orang dengan HIV/AIDS, kanker dan penyakit kronis lebih rentan terinfeksi TB. Namun, penularan TB dapat dicegah dengan selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekitar, serta menerapkan protokol kesehatan. Khusus bagi anak, jangan lupa untuk vaksinasi TB anak (BCG) di usia 1 bulan. Bila telat, vaksinasi dapat dikejar sampai dengan usia 12 bulan. 

    Pengobatan Infeksi TB untuk Anak

    Penyakit TB pada anak dapat diobati dengan mengonsumsi beberapa obat anti-TB (OAT) selama enam bulan atau lebih, tergantung pada respon pengobatan. Pengobatan dibagi menjadi dua fase, yaitu fase intensif selama 2 bulan dan fase lanjutan selama 4 bulan.

    Pengobatan TB harus dilakukan dengan benar karena anak dapat kembali sakit bila terapi tidak diselesaikan. Selain itu, apabila obat tidak diminum dengan benar, bakteri yang masih hidup dapat menjadi resisten atau kebal terhadap obat tersebut. TB yang resisten terhadap obat akan lebih sulit disembuhkan dan lebih mahal biaya pengobatannya bila suatu hari anak kembali sakit. Durasi pengobatan juga akan berlangsung lebih lama sampai 18-24 bulan. 

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat

    Efek Samping Obat Anti TB pada Anak

    Serupa dengan obat-obatan pada umumnya, pengobatan TB juga memiliki risiko menimbulkan berbagai efek samping, baik ringan maupun berat. Namun, efek samping obat TB pada anak lebih jarang terjadi dibandingkan dewasa.

    Efek samping yang ditimbulkan pun dapat bervariasi antar individu walau menjalani pengobatan yang sama. Berikut beberapa efek samping yang mungkin muncul akibat penggunaan obat tuberkulosis:

    • Mual atau muntah dan gangguan nafsu makan
    • Gangguan saraf seperti kram, kesemutan, dsb.
    • Gangguan pengelihatan
    • Peradangan hati
    • Kerusakan ginjal
    • Reaksi alergi
    • Gangguan fungsi pendengaran.

    Baca Juga: Bahaya TB pada Anak yang Perlu Sahabat Ketahui

    Penanganan Efek Samping dari Obat Anti TB

    Apabila Si Kecil mulai menunjukkan efek samping OAT, segeralah berkonsultasi dengan dokter. Umumnya, dokter akan menyesuaikan dosis obat, mengganti obat, dan/atau menambahkan obat penangkal setelah dilakukan pemeriksaan terlebih dahulu. 

    Tapi ingat, jangan langsung menghentikan pengobatan tanpa berkonsultasi dengan dokter. Sebab, hal itu justru akan membuat Anda lebih berisiko mengalami TB resisten obat (TB-MDR). Kondisi tersebut akan membuat bakteri kebal terhadap obat TB sehingga lebih menyulitkan pengobatan.

    Baca Juga: 7 Gejala TB Paru pada Si Kecil

    Sahabat Sehat, infeksi tuberkulosis adalah penyakit menular yang dapat disembuhkan. Bila anak Anda terinfeksi, berikan dukungan penuh selama proses pengobatan agar ia mampu menyelesaikannya dengan sempurna. Waspadai juga gejala-gejala dari efek samping obat TB pada anak seperti di atas dan konsultasikan dengan dokter.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi 

    1. Direktorat Promosi Kesehatan Kementerian Kesehatan RI. Peringatan Hari Tuberkulosis Sedunia (HTBS) Tahun 2021.
    2. Humanities, A. Hari Tuberkulosis Sedunia 2021.
    3. WHO. World TB Day.
    4. Rxlist. Side Effects Drug Center.
    5. Mayo Clinic. Tuberculosis – Symptoms and causes.
    6. TB Alert. Side effects – TB Alert.
    7. TB Indonesia. Dashboard TB.
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com