Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Anak

Showing 21–30 of 157 results

  • Ternyata influenza dan salesma atau common cold itu sangat berbeda sekali. Begitulah yang dipaparkan oleh dr. Patricia Yulita Gunawan Sp.A ketika memberikan materi pada webinar yang diselenggarakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Kenapa Harus Vaksin (Sanofi) pada tanggal 8 Oktober 2020 pukul 20.000 hingga 21.000. Pada webinar yang berjudul “Kupas Tuntas Seputar Influenza Pada Anak” […]

    Rangkuman Webinar Prosehat x Kenapa Harus Vaksin “Kupas Tuntas Seputar Influenza Pada Anak 8 Oktober 2020

    Ternyata influenza dan salesma atau common cold itu sangat berbeda sekali. Begitulah yang dipaparkan oleh dr. Patricia Yulita Gunawan Sp.A ketika memberikan materi pada webinar yang diselenggarakan oleh Prosehat bekerja sama dengan Kenapa Harus Vaksin (Sanofi) pada tanggal 8 Oktober 2020 pukul 20.000 hingga 21.000. Pada webinar yang berjudul “Kupas Tuntas Seputar Influenza Pada Anak” dokter spesialis anak yang bekerja di Siloam Hospital Lippo Village dan Kelapa Dua itu memaparkan secara jelas perbedaan influenza dan salesma yang sering sekali disalahkaprahkan dan dipertukarkan.

    Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Gejala Flu dan Pilek Si Kecil

    Pada acara yang dimoderatori oleh dr. Rosa Widian dari Prosehat itu, dr. Patricia memaparkan materi-materinya mengenai influenza itu sendiri dan perbedaannya pada salesma. Dari pemaparan itu diketahui bahwa ternyata perbedaan mendasar influenza dan salesma adalah influenza yang disebabkan oleh virus influenza bisa menyebabkan radang saluran pernapasan atas hingga paru, gejalanya berat, dan bahkan bisa menyebabkan kematian. Sementara salesma hanya menginfeksi  saluran pernapasan atas dan gejalanya biasa ringan, serta penderita bisa sembuh sendiri. Yang menarik dalam pemaparan tersebut bahwa influenza memerlukan pemeriksaan khusus berupa diagnosis PCR, rapid test, dan tes kultur sedangkan salesma hanya berdasarkan gejala sehingga jarang ada pemeriksaan. Karena diagnosisnya menggunakan PCR dan rapid, dr. Patricia menyimpulkan bahwa influenza mempunyai kemiripan dengan Covid-19. Tak lupa, dia juga mengatakan bahwa sering yang dialami bukanlah influenza melainkan selesma yang berupa batuk dan pilek.

    Mengenai kemiripan dengan Covid-19 karena penyebaran influenza bisa melalui droplet atau permukaan yang sudah terkontaminasi. Dalam paparan tersebut, dr. Yulita juga menjelaskan bahwa yang rentan terkena influenza adalah anak-anak dan lansia. Jika sudah terkena agar sebaiknya diberi obat seperti Paracetamol, dan untuk sebaiknya di rumah saja sering mencuci tangan, dan menerapkan etika batuk yang benar. Hal inilah yang juga membuat influenza, menurut dr. Patricia, sangat mirip dengan Covid-19.

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    Lalu bagaimana supaya anak tidak terkena influenza?

    Dokter spesialis yang juga sebagai staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan ini menganjurkan yang pertama kali dilakukan untuk pencegahan adalah melakukan vaksinasi yang juga berdasarkan rekomendasi dari IDAI. Vaksin influenza ini perlu diberikan setiap tahun karena sifat virus influenza yang terus bermutasi. Selain itu, dr. Yulita memaparkan mengenai efek samping yang dihasilkan dari vaksin influenza seperti mual dan sakit kepala, dan jarang terjadi. Apabila terjadi hanya bersifat sementara. Vaksin perlu diberikan kepada anak-anak karena mereka sangat rentan dan berisiko tinggi terkena influenza.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Webinar yang diikuti oleh peserta yang tidak hanya dari Jabodetabek tetapi bahkan juga ada yang dari Pontianak ini dilanjutkan dengan sesi pertanyaan. Tampak sekali para peserta cukup antusias dan semangat menanyakan mengenai influenza pada anak seperti ibu Sri Pertiwi yang menanyakan apakah semua virus influenza bisa bermutasi, dan apakah hanya dengan beristirahat dapat disembuhkan? Untuk hal ini, dr. Patricia menjawab semua tergantung daya tahan tubuh. Apabila daya tahan tubuh kuat, virus influenza bisa dihilangkan.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Influenza

    Itulah Sobat Sehat ternyata vaksin influenza itu sangat penting dan cukup berperan dalam pencegahan influenza pada anak. Apabila Sobat ingin melihat lebih lanjut dan dalam soal pembahasan influenza dan vaksinasinya pada anak, yuk silakan tonton video di bawah ini, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Sobat Sehat juga bisa melakukan vaksinasi flu atau influenza di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa. Jangan lupa gunakan Voucher Hemat Vaksinasi apabila Sobat Sehat termasuk 250 pendaftar pertama pada webinar ini ya!

     

    Read More
  • Selama ini HPV selalu dikaitkan dengan wanita. Namun, tahukah Anda bahwa laki-laki juga bisa terserang HPV? Ya, virus HPV pada pria banyak ditemukan pada mulut, yang jumlahnya tiga kali lipat lebih banyak dari infeksi pada perempuan. Virus HPV menjadi salah satu penyakit yang menular secara seksual yang umum terjadi dan jarang menimbulkan gejala di awal […]

    Pria Juga Berisiko Terinfeksi Virus HPV

    Selama ini HPV selalu dikaitkan dengan wanita. Namun, tahukah Anda bahwa laki-laki juga bisa terserang HPV? Ya, virus HPV pada pria banyak ditemukan pada mulut, yang jumlahnya tiga kali lipat lebih banyak dari infeksi pada perempuan. Virus HPV menjadi salah satu penyakit yang menular secara seksual yang umum terjadi dan jarang menimbulkan gejala di awal serangan.

    Baca Juga: Pria, Sex, dan HPV Berikut Pembahasannya

    Namun bagi sebagian orang, virus HPV menyerang kulit ditandai dengan timbulnya kutil kelamin. Virus ini mempunyai 100 hingga 150 tipe. Tipe yang paling sering ditemukan dan menjadi salah satu penyebab dari kanker serviks, yaitu tipe 6, 11, 16, dan 18. Untuk tipe 6 dan 11 merupakan pembentuk kutil kelamin, sedangkan tipe 16 dan 18  penyebab dari kanker serviks.

    Pada orang dewasa Amerika dengan rentan usia 18-69 tahun, diperkirakan sekitar 11 juta pria dan 3,2 juta wanita di seluruh negara memilik infeksi terhadap HPV secara oral. Menurut Ashish Deshmukh, peneliti kesehatan masyarakat di University of Florida di Gainesville mengatakan, “Vaksin HPV untuk Pria dan wanita berpotensi dapat menurunkan tingkat kanker akibat HPV di masa depan”

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Sehingga di Amerika, Vaksinasi HPV menjadi hal yang direkomendasikan untuk anak-anak di usia 11-12 tahun. Hal ini bertujuan untuk melindungi mereka dari bahaya kanker serviks yang disebabkan karena virus HPV. Usia pemberian yang muda adalah untuk tingkat perlindungan yang optimal selain dari, sebelum mereka aktif secara seksual. Vaksinasi HPV juga dapat diberikan kepada remaja serta orang dewasa yang belum pernah melakukan vaksinasi.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Pada penelitian tersebut yang di dapatkan pada data survei perwakilan nasional maka didapatkan sebanyak 4.493 pria dan 4.641 perempuan atau sebesar 11,5 persen pria dan 3,2 persen wanita memiliki infeksi HPV oral. Penelitian lainnya dilakukan dengan melibatkan 4.000 pria yang aktif secara seksual pada usia 16 hingga 26 tahun. Sebanyak 0,5% sample yang diberikan vaksin HPV dapat terlindungi dari kutil kelamin hingga 2-3 tahun kemudian.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Penggunaannya

    Maka sebenarnya vaksinasi HPV dapat memberikan pengaruh baik guna membantu menurunkan rantai penularan HPV. Nah, bila ingin mendapatkan vaksin dengan nyaman, ada cara praktis. Manfaatkan saja layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. Reuters. “Pria Lebih Banyak Terinfeksi VirusHPV Dibanding Perempuan”. voaindonesia.com
    2. Winata, Albert. “Perlukah Vaksinasi HPV pada Pria?”. tanyadok.com
    3. Haurissa, Andreas Erick.” Vaksin HPV Efektif Pada Pria”. tanyadok.com
    4. Suci, Hygiena Kumala. “Jangan Remehkan Kutil Kelamin”. tanyadok.com
    Read More
  • Kelompok remaja cukup rentan terhadap penyakit infeksi yang sesungguhnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Mengapa demikian? Karena seiring pertambahan usia efek perlindungan dari imunisasi akan berkurang sehingga perlu diberikan vaksinasi ulangan atau vaksinasi tambahan sebagai penguat daya tahan tubuh. Baca Juga: Inilah List Biaya Imunisasi Anak di Jakarta Selama Corona Salah satu imunisasi yang dianjurkan untuk […]

    Sudahkah Anak Anda Terlindung dari Bahaya HPV?

    Kelompok remaja cukup rentan terhadap penyakit infeksi yang sesungguhnya dapat dicegah dengan vaksinasi. Mengapa demikian? Karena seiring pertambahan usia efek perlindungan dari imunisasi akan berkurang sehingga perlu diberikan vaksinasi ulangan atau vaksinasi tambahan sebagai penguat daya tahan tubuh.

    Baca Juga: Inilah List Biaya Imunisasi Anak di Jakarta Selama Corona

    Salah satu imunisasi yang dianjurkan untuk remaja adalah imunisasi HPV. Imunisasi HPV berguna untuk mencegah infeksi virus human papiloma (HPV). Infeksi HPV merupakan infeksi yang menular. Penularan terutama melalui kontak atau hubungan seksual. Virus HPV dapat menyerang laki-laki dan perempuan. Virus ini memiliki banyak tipe, HPV tipe 6 dan 11 diketahui sebagai penyebab dari 90% kasus kutil kelamin. Selain itu, tipe HPV 16 dan 18 diketahui sebagai penyebab 70% kasus keganasan  kanker serviks / kanker leher rahim pada wanita. Di dunia, kanker leher rahim menduduki peringkat kedua penyebab kematian terbanyak pada wanita setelah kanker payudara.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV ke Rumah

    Virus HPV selain menjadi penyebab kanker leher rahim, juga dapat menyebabkan infeksi pada vagina dan penis. Sedangkan pada daerah non-kelamin, kanker yang disebabkan oleh virus HPV ini juga dapat terjadi pada bagian mulut dan saluran napas atas.

    Sebagai perlindungan utama ajaklah anak remaja anda untuk vaksinasi HPV. Dengan pemberian vaksin ini tubuh akan membentuk daya tahan terhadap virus sehingga anak Anda akan terlindungi dari bahaya infeksi virus HPV dan mencegah terjadinya kanker serviks di masa mendatang.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Ada dua jenis vaksin yang beredar di pasaran, yaitu vaksin bivalen (mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 yang secara umum sebagai penyebab kanker serviks) dan quadrivalen (mencegah infeksi yang disebabkan HPV-16, HPV-18 dan juga menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil kelamin).

    Pemberian vaksin HPV di Indonesia disarankan pada anak perempuan mulai dari usia 10 tahun. Mengapa anak usia 10 tahun sudah diberikan vaksin HPV? Vaksin HPV sebaiknya diberikan sebelum seseorang aktif berhubungan seksual selain itu, semakin dini diberikan maka semakin dini anak Anda terlindungi dari bahaya kanker serviks.

    Pemberian vaksin HPV saat anak-anak hanya membutuhkan 2 dosis untuk usia 10-13 tahun. Sedangkan untuk usia 16-18 tahun atau remaja akhir pemberian vaksin membutuhkan 3 dosis.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin HPV Juga Diperlukan untuk Si Gadis

    Kini Sobat bisa mendapatkan layanan vaksinasi ke rumah loh! Layanan  dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Rayhani Fadhila S. Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. IDAI. 2017 [cited 12 February 2018]. Available from: idai.or.id
    2. HPV | Who Should Get Vaccine | Human Papillomavirus | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2016 [cited 12 February 2018]. Available from: cdc.gov
    Read More
  • Baru-baru ini kita dikagetkan dengan unggahan Kim Kardashian tentang curhatan yang sedih lantaran Saint sang buah hati mengidap pneumonia atau dikenal dengan infeksi paru-paru. Hal ini membuat sedih lantaran sang buah hati baru berumur 2 tahun harus dirawat selama 3 hari. Pada unggahannya (@kimkardashian) kim menuliskan “Bayiku sangat kuat! Setelah menghabiskan tiga malam di rumah […]

    Vaksinasi Hib Bantu Cegah Pneumonia Pada Anak

    Baru-baru ini kita dikagetkan dengan unggahan Kim Kardashian tentang curhatan yang sedih lantaran Saint sang buah hati mengidap pneumonia atau dikenal dengan infeksi paru-paru. Hal ini membuat sedih lantaran sang buah hati baru berumur 2 tahun harus dirawat selama 3 hari.

    Pada unggahannya (@kimkardashian) kim menuliskan “Bayiku sangat kuat! Setelah menghabiskan tiga malam di rumah sakit dan melihat bayiku diinfus serta terhubung dengan tabung oksigen”. Hal ini tentu membuat kita bingung apa sebenarnya pneumonia itu? Pneumonia sendiri merupakan radang infeksi akut yang berada pada saluran pernafasan bawah yang disebabkan dari virus, bakteri atau jamur.

    Produk Terkait: Imunisasi Pneumonia Anak ke Rumah

    Pneumonia paling banyak menyerang bayi usia dibawah 2 tahun, penyakit ini dapat menyebabkan kematian bila tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Bunda perlu mewaspadai jika buah hati mengalami demam, batuk, susah bernafas atau nafas lebih cepat dan sesak. Karena penyebarang penyakit satu ini ditularkan oleh bakteri melalui percikan ludah yang berasal dari batuk, bersin ataupun saat berbicara.

    Pada negara berkembang seperti Afrika bagian sub-Sahara dan Asia Selatan, hampir 99% balita pneumonia meninggal dunia. Melihat dari tingginya kematian pada balita akibat Pneumonia, maka langkah pencegahannya yaitu dengan vaksinasi. Vaksinasi yang dilakukan sejak dini dapat mengurangi angka kematian balita, dua jenis vaksin yang diberikan yaitu vaksin pneumokokus dan vaksin Haemophilus influenza type B (Hib) yang lebih sering digunakan.

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Apa sih vaksin pneumokokus dan vaksin HiB itu?

    Vaksin Pneumokokus sendiri merupakan vaksin yang berisi protein konjugasi bertujuan untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae atau lebih sering disebut dengan kuman pneumokokus. Vaksin ini ditunjukkan untuk mereka yang memiliki risiko tinggi terserang kuman pneumokokus, yaitu anak-anak.

    Sedangkan vaksin HiB adalah vaksin untuk memberikan perlindungan terhadap kuman Haemophillus influenza tipe b, salah satu penyebab tersering pneumonia pada anak. Vaksin Hib ini diberikan di usia 2, 4 dan 6 bulan yang lakukan ulang pada usia 18 bulan. Vaksin HiB dapat diberikan dalam bentuk vaksin kombinasi. Vaksin Hib sering dikombinasikan dengan DPT  yang menjadi vaksin DPT-Hib. Vaksin ini bukan hanya mencegah infeksi pneumonia Haemophilus influenza type B melainkan juga penyakit meningitis, pneumonia serta epiglotitis (infeksi yang berada pada katup pita suara dan tabung suara) yang juga disebabkan oleh kuman Haemophilus influenza type B. Pemberian vaksin kombinasi juga sekaligus mencegah infeksi yang disebabkan oleh difteri, pertusis dan tetanus. Namun vaksin Hib juga dapat diberikan secara terpisah.

    Baca Juga: Pentingnya Imunisasi Dasar Lengkap untuk Bayi

    Pemberian vaksin DPT-Hib dapat diberikan pada usia 2, 4 dan 6 bulan.  Untuk anak yang baru memulai vaksin di usia 1-5 tahun maka cukup diberikan sebanyak 1 kali.

    Apakah ada efek samping yang timbul setelah vaksinasi?

    Terdapat tanda radang (nyeri, kemerahan dan bengkak) pada tempat suntikan, demam mencapai 380 C hingga lebih, si kecil akan mudah rewel dan kehilangan nafsu makan, muntah ataupun diare.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Anak dan Bayi Terbaru dan Lengkap 2020

    Jika ingin melindungi keluarga tercinta dari pneumonia, tak perlu bingung untuk melakukan vaksin, cukup dengan mengontak Prosehat yang menyediakan layanan vaksinasi anak di rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lengkap, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    Putri, Ucha Merendar. “Cegah Pneumonia Pada Anak dengan Vaksinasi”. tanyadok.com
    Mother & Baby. “Anak Kim Kardashian Terkena Pneumonia. motherandbaby.co.id
    IDAI. “Sekilas Vaksin Pneumokokus”. idai.or.id
    IDAI. “Melengkapi atau Mengejar Imunisasi (Bagian III)”. idai.or.id

    Read More
  • Pilek. Siapa sih di antara kita yang sering mengalami penyakit ini? Kapan sih terakhir kalian terserang pilek? Pilek merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang kita sewaktu-waktu bahkan sudah dikenal sebagai penyakit yang tidak berbahaya dan dapat sembuh tanpa resep dokter – bahkan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, apakah benar pilek tidak berbahaya seperti yang […]

    Cara Mencegah Pilek pada Anak

    Pilek. Siapa sih di antara kita yang sering mengalami penyakit ini? Kapan sih terakhir kalian terserang pilek? Pilek merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang kita sewaktu-waktu bahkan sudah dikenal sebagai penyakit yang tidak berbahaya dan dapat sembuh tanpa resep dokter – bahkan bisa sembuh dengan sendirinya. Namun, apakah benar pilek tidak berbahaya seperti yang kita pikir selama ini? Siapa sebenarnya yang rentan untuk terserang pilek?

    mencegah pilek pada anak

    Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Gejala Pilek dan Flu pada Si Kecil

    Pada penderita pilek, masa inkubasi virus biasanya berlangsung selama 2 hingga 3 hari dan gejala penyakit ini justru muncul setelah masa inkubasi selesai. Pliek merupakan penyakit yang bisa menyerang siapa saja tanpa pandang bulu, alias bisa menyerang dari mereka yang masih balita hingga yang sudah berusia paruh baya bahkan berusia lanjut. Lalu siapa yang paling rentan terserang virus pilek?

    Seperti berbagai penyakit lainnya, tentu saja penyakit pilek sangat mudah untuk menyerang mereka yang berdaya tahan tubuh lemah. Balita cenderung lebih menderita ketika terserang pilek karena daya tahan tubuh mereka lemah dan penyakit pilek ini cenderung lebih lama daripada golongan usia lainnya, yaitu dengan rentang waktu 10 hingga 14 hari. Hal ini cukup berbeda ketika anak sudah menginjak usia lebih besar, di mana penyakit pilek ini hanya berlangsung dalam kurun waktu 7 hingga 10 hari.

    Kok bisa? Tentu saja jawabannya karena daya tahan tubuh kita yang semakin kuat dari hari ke hari. Anak-anak diperkirakan bisa mengalami penyakit ini sebanyak 8 hingga 12 kali dalam setahun sedangkan orang dewasa hanya 2 hingga 4 kali. Perbedaan yang cukup mencolok bukan?

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya

    Pilek cenderung muncul hanya dalam bulan-bulan tertentu, lebih tepatnya ketika dalam masa pergantian antara musim kemarau ke musim penghujan – lebih tepatnya terjadi antara bulan Oktober hingga Februari. Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk meminimalisir terserang virus pilek ini? Apa yang menandakan kita atau anak sedang terserang virus pilek? Nah, pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai gejala pilek serta upaya mencegah terjangkit virus pilek yang pastinya praktis untuk dilakukan. Daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasan yang satu ini!

    Gejala Pilek Anak

    Meskipun pilek bukan suatu penyakit berbahaya yang dapat mengancam keselamatan jiwa seseorang, tentu saja kita sebaiknya segera menanganinya ketika muncul beberapa gejala pilek agar penyakit ini tidak bertambah parah dari waktu ke waktu. Berikut adalah beberapa gejala pilek awal yang mudah dikenali pada anak:

    1. Anak mengalami kelelahan yang berlebih atau lebih cepat lelah daripada sebelumnya meskipun melakukan aktivitas yang sama. Kelelahan ini juga disertai dengan terjadinya gangguan pada sistem pernafasan anak seperti tidak berhenti bersin ataupun batuk kering.
    2. Anak mengalami demam. Demam yang dialami oleh anak pun tidak biasa, alias anak tiba-tiba mengalami demam bahkan bisa berlangsung selama beberapa hari. Demam yang dimaksud di sini pun tidak main-main alias bisa mencapai 38,3 derajat celcius dan apabila tidak segera ditangani tentu saja dapat menyebabkan kejang. Parahnya lagi, anak yang mengalami pilek dan berusia di atas 6 bulan suhunya dapat mencapai hingga 39,3 derajat ataupun lebih.
    3. Nafsu makan anak menurun. Hal ini tentu saja disebabkan kondisi tubuh anak yang tidak enak bahkan untuk menelan saja terasa sakit yang membuat anak enggan untuk makan, meskipun hanya mengemil atau biasanya nafsu makan anak besar. Bukan saja hanya nafsu makan menurun, anak juga bisa mengalami muntah ataupun diare ketika penanganan pilek terlambat.
    4. Anak mengalami gangguan pernafasan. Meskipun kita sudah tahu jika virus pilek menyerang saluran pernafasan, gejalanya akan terlihat sebagai gejala awal pilek di mana nafas anak akan menjadi pendek-pendek atau justru nafas anak menjadi sangat cepat dan tidak terkendali. Timbulnya gejala yang satu ini biasanya juga disertai dengan anak mengeluhkan timbulnya rasa nyeri pada bagian telinga.

    Cara Mencegah Pilek Pada Anak

    Nah, bagaimana? Pastinya sekarang sudah paham, kan mengenai apa saja gejala pilek anak yang harus kita waspadai dan segera kita lakukan penanganan agar penyakit ini tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Lalu apakah ada yang bisa kita lakukan untuk mencegah datangnya virus ini ke anak? Tentu saja ada! Wah apa saja ya kira-kira cara mencegah pilek pada anak yang mudah untuk dilakukan? Nah daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasannya yang satu ini!

    1. Mencuci tangan

    Meskipun kelihatannya hal ini sepele, mencuci tangan merupakan hal yang efektif untuk dilakukan untuk mencegah anak terjangkit virus pilek. Tentu saja mencuci tangan yang dimaksud di sini pun bukan sembarangan alias kita perlu melakukan teknik cuci tangan yang tepat agar kuman dan bakteri dapat mati. Teknk cuci tangan yang dimaksud di sini pun mudah dilakukan , yaitu mencuci kedua tangan dengan sabun setidaknya selama 15 detik kemudian dibilas dengan air hingga bersih.

    Baca Juga: Anak Sering Flu? Ini Salah Satu Solusinya

    2. Menjauhkan anak dari orang sakit

    Cara ini juga mudah untuk dilakukan sekaligus efektif untuk meminimalisir anak terserang penyakit. Seperti yang kita tahu pula, daya tahan tubuh anak belum sebagus orang dewasa sehingga sebaiknya kita menjauhkan anak dari orang lain yang sedang mengalami penyakit tertentu; setidaknya 6 meter agar kesehatan anak tetap terjaga. Hal ini juga bisa kita terapkan di rumah, di mana ketika ada anggota keluarga lainnya yang sakit sebaiknya anak tidak berada di satu ruangan dengan mereka.

    3. Vaksinasi Flu

    Seperti layaknya penyakit berbahaya lainnya, kita juga bisa memberikan vaksin flu pada anak sehingga daya tahan tubuh anak semakin kuat dan pastinya anak semakin kebal terhadap virus flu ataupun pilek. Vaksin flu bisa kita berikan sejak anak menginjak usia 6 bulan dan bisa kita berikan secara berkala alias setiap tahun yang berfungsi sebagai penguat (booster). Vaksin pilek bisa diberikan dalam dua bentuk, yaitu suntikan ataupun semprotan di mana vaksin ini diberikan dengan cara disemprotkan ke dalam lubang hidung atau biasa kita kenal dengan “flu mist”. Flu mist sendiri bisa diberikan pada anak yang sudah berusia 2 tahun dan juga bisa diberikan pada kita yang sudah tidak muda lagi – lebih tepatnya vaksin ini tetap bisa bekerja dengan efektif untuk mereka yang sudah menginjak usia 49 tahun.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksin Flu untuk Penderita Penyakit Kronis

    Nah, itu tadi adalah sekilas informasi mengenai pilek –lebih tepatnya bagaimana pilek menyerang anak dan gejala apa yang biasanya muncul. Mengetahui bagaimana cara mencegah anak terserang virus pilek juga merupakan hal penting supaya anak selalu dalam kondisi fit dan pastinya bisa riang gembira sepanjang hari. Bukan suatu hal yang sulit untuk dilakukan bukan untuk mencegah anak terserang pilek?

    Buat sobat yang ingin melakukan vaksinasi tapi tak sempat maka bisa mencoba salah satu layanan imunisasi flu datang ke rumah dari prosehat. Layanan ini mempunyai beberapa keunggulan:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi:

    • https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/8-jurus-ampuh-cegah-flu
    Read More
  • Kita pasti merasa sedih bila si kecil terserang penyakit pilek dan flu. Ayah dan Bunda mungkin panik saat menghadapinya. Kita akan mendapati si kecil mengalami penurunan nafsu makan dan terlihat lemas karena pilek dan flu yang dideritanya. Hal ini membuat Ayah dan Bunda berpikir, apa yang harus dilakukan untuk mengobati si Kecil. Baca Juga: Anak […]

    5 Cara Mengatasi Gejala Pilek dan Flu Si Kecil

    Kita pasti merasa sedih bila si kecil terserang penyakit pilek dan flu. Ayah dan Bunda mungkin panik saat menghadapinya. Kita akan mendapati si kecil mengalami penurunan nafsu makan dan terlihat lemas karena pilek dan flu yang dideritanya. Hal ini membuat Ayah dan Bunda berpikir, apa yang harus dilakukan untuk mengobati si Kecil.

    Baca Juga: Anak Sering Flu? Ini Salah Satu Solusinya

    Pemberian obat memang menjadi salah satu solusi untuk mengatasi penyakit pilek dan flu pada si Kecil. Meskipun  demi kebaikan Si Kecil, pemberian obat flu dan pilek tidak boleh sembarangan terlebih lagi jika obat yang diberikan merupakan obat yang dijual di pasaran. Pemberian obat yang tidak sesuai dengan resep dokter bukannya menyembuhkan, tapi bisa menimbulkan efek samping yang berbahaya. Pemberian obat tanpa resep dokter pada bayi dibawah dua tahun dapat memberikan efek samping yang serius.

    Sebelum kita lanjut ke 5 cara mengatasi gejala pilek dan flu Si Kecil, yuk, kita pahami terlebih dahulu flu itu apa sih sebenarnya?Flu merupakan salah satu virus yang menyerang saluran pernapasan atas atau penyakitnya sering disebut ISPA. Gejalanya sering kita alami sehari-hari, seperti bersin, batuk, pilek hingga demam. Selain itu, penyakit lain yang dapat menyerang saluran pernafasan atas adalah Common Cold, rinitis, rinofaringitis atau nasofaringitis, dsb.

    Menurut para ahli, ISPA dapat disebabkan oleh lebih dari 100 jenis virus yang biasa menginfeksi saluran napas. Bahkan, jenis virus ini dapat mencapai 200 jenis dan virus flu lah merupakan salah satu penyebab nya,meskipun bukan yang tersering. Penyebab flu yang paling sering adalah Rhinovirus. ISPA menjadi penyakit infeksi virus yang sangat mudah menular yang dapat menggangu kenyamanan dan mengurangi tingkat produktivitas. Lalu bagaimana cara mengatasi atau meringankannya? Berikut 5 cara mengatasi gejala pilek dan flu si kecil.

    1. Pilih Ruangan yang Tepat Untuk Si Kecil

    Bagi Si Kecil dengan gejala pilek dan flu, cobalah tempatkan di ruang non-AC. Hal ini berguna mengurangi hidungnya yang tersumbat,  tetapi jika si kecil lebih nyaman dalam ruangan AC cobalah lengkapi dengan alat pelembab udara atau uap air panas. Anda juga bisa menggunakaan wangi aromaterapi untuk memberikan  ketenangan. Selain itu biasakanlah untuk membuka jendela rumah yang berguna sebagai pintu masuk udara dan cahaya, agar sirkulasi udara di ruangan si kecil tidak mudah apek dan berbau.

    2. Tepuk Perlahan Punggung Si Kecil

    Jika pernapasan si kecil tersumbat, Anda dapat menepuk secara perlahan pada punggungnya. Menepuk punggung dapat membantu meringankan pernapasannya menjadi lebih lega. Selain itu, menepuk punggung akan membuat si kecil bersendawa karena keluarnya gas yang berlebih di dalam perut.

    3. Memberi Minuman Hangat Untuk Si Kecil

    Saat batuk pilek, tenggorokan akan terasa tidak enak dan kadang menjadi terbatuk-batuk. Air hangat dapat menjadi solusi untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada bayi Anda. Berikan si kecil air hangat yang dapat membantu meredakan hidung tersumbat.

    4. Mengonsumsi Makanan Hangat

    Selain diberikan minuman hangat, makanan hangat juga dapat membantu meringkan rasa pilek dan flunya. Manfaat dari mengkonsumsi makanan atau minuman hangat dapat meningkatkan aliran lendir pada rongga hidung saat seseorang mengalami batuk dan pilek. Pada studi yang berjudul “The effects of a hot drink on nasal airflow and symptoms of common cold and flu”menyebutkan, minuman atau makanan hangat terbukti bermanfaat memberikan rasa lega dan mengurangi keluhan akibat batuk pilek yang muncul (hidung tersumbat, batuk, gatal sekitar tenggorokan, demam, lelah dan bersin).

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur untuk Meningkatkan Nutrisi Otak Anak

    5. Sedot Cairan Hidung Pada Bayi

    Bila cairan hidung si kecil sudah sangat mengganggunya, maka anda bisa menggunakan alat penyedot namun cara ini harus pastikan alatnya steril dan pastikan ketika menyedot tidak terlalu keras karena nanti justru akan membahayakan si kecil. Apabila cairan hidung si kecil
    mengeras, maka gunakanlah kapas yang dibasahi dengan air hangat agar dapat menghilang.

    Agar pilek dan flu si kecil tidak berulang, beri perlindungan tambahan untuk si kecil dengan vaksinasi flu. Vaksinasi flu dapat diberikan mulai dari bayi berusia 6 bulan ke atas dan dewasa. Vaksin ini hendaknya diulang pemberiannya setiap tahun untuk perlindungan yang maksimal.

    Baca Juga: Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Untuk Vaksinasi flu ini Sobat bisa mendapatkannya di ProSehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah yang siap melayani Sobat dan buah hati. Layanan ini mempunyai keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Sumber:

    1. IDAI. “Benarkah Minum Es Dapat Menyebabkan Flu?”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    2. IDAI. “Flu, Istilah yang Rancu”. Diakses Pada 8 Maret 2018
    3. Tanyadok. Susanto, Agnes. “Bosan Sakit Flu? Vaksin Flu Sekarang!”. Diakses pada 8 Maret 2018
    4. Kompas. “Makanan hangat Redakan Batuk dan Pilek”. Diakses pada 8 Maret 2018
    5. IDAI. “Jadwal Imunisasi 2017”. Diakses pada 8 Maret 2018
    6. Tanyadok. Tios, Aisa. “Influenza: Cegah dengan Vaksin!”. Diakses pada 8 maret 2018
    Read More
  • Selain masalah anak susah makan, ada permasalahan lain yang kerap dihadapi para orang tua, yaitu anak susah minum obat. Ketika anak sakit, umumnya orang tua akan membawa anak ke dokter atau rumah sakit, lalu mendapatkan obat. Awalnya, mungkin orang tua menanggap hal ini mudah karena dengan meminum obat semua permasalahan akan selesai, tetapi ternyata sebaliknya. […]

    Lakukan Tips-tips Berikut Jika Anak Susah Minum Obat

    Selain masalah anak susah makan, ada permasalahan lain yang kerap dihadapi para orang tua, yaitu anak susah minum obat. Ketika anak sakit, umumnya orang tua akan membawa anak ke dokter atau rumah sakit, lalu mendapatkan obat. Awalnya, mungkin orang tua menanggap hal ini mudah karena dengan meminum obat semua permasalahan akan selesai, tetapi ternyata sebaliknya. Anak sering tidak mau minum obat karena obat yang dikonsumsi itu pahit atau hambar. Sikap penolakan ini ditunjukkan anak secara tegas, bahkan dengan menangis.1

    anak susah minum obat, anak takut minum obat, anak ogah minum obat, anak malas minum obat

    Baca Juga: Anak Malas Makan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Sebagai orang tua, Sobat Sehat tentunya tidak menyukai hal yang seperti ini, bukan? Dan, Sobat pasti berusaha “memaksa” anak supaya tetap minum obat agar si buah hati sembuh dari penyakit. Cara tersebut mungkin berhasil, tetapi dapat menimbulkan trauma setelahnya. Supaya Sobat bisa membujuk anak mau minum obat, cobalah lakukan cara-cara berikut ini.

    Jelaskan Cara Obat Bisa Membuat Sembuh

    Supaya anak mau minum obat, Sobat bisa memberikan penjelasan mengenai cara kerja obat dengan menjelaskan bahwa obat yang diminum ini akan membantunya agar bisa kembali bermain bersama teman-teman di taman. Sobat juga bisa mengatakan, “kemarin malam kamu tidur nyenyak sekali, tidak terbangun-bangun. Itu tandanya obat yang kamu minum sudah menghilangkan sakit kamu.”2

    Produk Terkait: OB Herbal Junior Sirup 60 ml

    Memberi Penghargaan

    Penghargaan atau reward bisa juga Sobat Sehat berikan supaya anak mau minum obat. Soalnya, anak-anak terutama yang lebih besar sering merespons dengan imbalan. Anak akan senang jika ada imbalan atas hal yang mereka lakukan, walau sekecil apapun. Misalnya, Sobat dapat memberikan stiker dan meletakkan di kalender setelah minum obat. Dengan begitu, anak merasa akan merasa dihargai dan bisa melihat kemajuannya. Cara ini merupakan salah satu cara yang dianjurkan, selain memberikan pujian verbal.1

    Mencampurkan Obat

    Umumnya, obat itu memang rasanya pahit. Jarang sekali ada obat yang rasanya manis, rasa yang sangat disukai anak-anak. Oleh karena itu, Sobat bisa memberikan tambahan rasa manis pada obat supaya anak mau minum dengan cara memasukkan obat ke dalam jus atau menambahkan rasa ke dalamnya. Namun, sebelum mencampurkan obat, sebaiknya konsultasikan hal ini terlebih dahulu kepada dokter, apoteker, atau perawat khusus anak.2

    Baca Juga: 8 Home Remedy Mudah untuk Obat Batuk Anak

    Tunjukkan Sikap yang Positif

    Sobat tentu sangat frustasi ketika anak terus-menerus menolak meminum obat. Namun, sebaiknya Sobat jangan menunjukkan yang Sobat rasakan. Mengapa? Karena hal tersebut malah akan membuat anak semakin tersudutkan dan merasa dipaksa. Akibatnya, ia akan semakin bersikeras menolak.3 Sikap yang harus Sobat tunjukkan adalah tenang dan sabar dalam membujuk anak, terutama anak yang masih kecil. Dengan begitu, anak akan mengalah dan percaya kepada Sobat bahwa dirinya akan baik-baik saja saat meminum obat.1

    Tenangkan dengan Benda Favoritnya

    Selain karena rasa obat yang pahit, alasan yang membuat anak susah minum obat adalah anggapan bahwa obat merupakan sesuatu yang menakutkan, sehingga anak tidak mau membiarkan obat masuk ke mulutnya. Oleh sebab itu, Sobat bisa menjaga anak tetap tenang dengan memberikan benda-benda favoritnya, seperti mainan. Hal ini dipercaya akan membuat anak merasa lebih aman ketika meminum obat. Supaya lebih efektif, cobalah untuk menggenggam tangan si Kecil saat hendak menyuapi obat ke dalam mulutnya.1

    Kombinasikan dengan Makanan

    Sobat juga bisa mengombinasikan obat dengan makanan supaya anak mau minum obat. Cara ini bisa menyamarkan rasa pahit yang membuat anak tidak mau minum obat. Usahakan makanan yang dikombinasikan dengan obat adalah makanan yang tidak asing di lidah anak. Kalau sediaan obat berupa tablet, coba kombinasikan dengan potongan roti tawar kecil, kemudian cepat-cepat diberikan minuman air hangat supaya dapat ditelan dengan aman. Sedangkan jika obatnya berupa sirup, coba kombinasikan dengan air putih segera setelah obat diminum.1 Jangan lupa untuk berkonsultasi pada dokter terlebih dahulu.3

    Baca Juga: Jika Anak Sering Batuk-Pilek, Coba Perhatikan Asupannya

    Alihkan Perhatiannya

    Salah satu cara yang disebut sangat efektif membuat anak mau minum obat adalah dengan mengalihkan perhatiannya, sehingga anak tidak fokus kalau ia akan meminum obat. Cara yang bisa dilakukan adalah memutarkan lagu-lagu kesukaan atau menyalakan televisi yang mempertontonkan film kartun kesukaannya. Ketika fokusnya teralihkan, dorong si kecil untuk membuka mulutnya, dan saat itulah Sobat dapat memasukkan obat ke mulutnya. Cara lain adalah berpura-pura memberikan makanan favoritnya dari arah yang berbeda. Ketika anak membuka mulutnya untuk hendak melahap, segera masukkan obat dan berikan air putih supaya dapat ditelan.1

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Semuanya Gagal?

    Itulah beberapa cara yang bisa Sobat Sehat lakukan agar anak mau minum obat. Namun, bagaimana jika semuanya gagal dan Sobat sudah kebingungan serta kehabisan pilihan? Dalam kondisi ini, mungkin anak bisa dipegang atau ditahan dengan bantuan pengasuh atau orang lain. Akan tetapi, usahakan untuk tetap menggunakan cara lembut terlebih dahulu, misalnya dengan memeluk anak menggunakan selimut.3 Pilihan lain adalah melibatkan orang lain selain orang tua.2 Untuk mengetahui gambaran lebih dalam silakan tonton video YouTube berikut ini, dan jangan lupa subscribe YouTube Prosehat ya, Sobat!

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai anak susah minum obat beserta dosis pemberian obat yang tepat dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Inilah Cara Efektif Membuat si Kecil Mau Minum Obat [Internet]. popmama.com. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://www.popmama.com/kid/1-3-years-old/mariana-politton/cara-membuat-si-kecil-mau-minum-obat/8
    2. 8 Cara Agar Anak Mau Minum Obat dengan Gampang [Internet]. medcom.id. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://www.medcom.id/rona/kesehatan/gNQxGGWK-8-cara-agar-anak-mau-minum-obat-dengan-gampang
    3. Amida Y. 6 Tips Jitu agar Anak Mau Minum Obat Tanpa Drama [Internet]. haibunda.com. 2020 [cited 21 September 2020]. Available from: https://www.haibunda.com/parenting/20191112210554-60-66701/6-tips-jitu-agar-anak-mau-minum-obat-tanpa-drama
    Read More
  • Anak-anak rentan terserang penyakit cacingan terutama di usia dini karena banyak dari mereka senang bermain di tempat-tempat yang terkontaminasi telur cacing di dalamnya atau tempat yang tidak higienis. Apabila hal ini dibiarkan dan tidak segera ditangani akan berakibat fatal serta dapat menimbulkan kesehatan yang cukup serius. Cacing yang biasanya menyerang anak-anak adalah cacing kremi. Baca […]

    Inilah 4 Ciri Anak Terserang Penyakit Cacingan

    Anak-anak rentan terserang penyakit cacingan terutama di usia dini karena banyak dari mereka senang bermain di tempat-tempat yang terkontaminasi telur cacing di dalamnya atau tempat yang tidak higienis. Apabila hal ini dibiarkan dan tidak segera ditangani akan berakibat fatal serta dapat menimbulkan kesehatan yang cukup serius. Cacing yang biasanya menyerang anak-anak adalah cacing kremi.

    terserang penyakit cacingan, terkena penyakit cacingan

    Baca Juga: Aturan Penggunaan Masker pada Anak dan Tips Memakainya

    Cacing kremi merupakan salah satu jenis cacing gelang yang banyak ditemukan pada anak usia prasekolah dan sekolah, dan sering menyebabkan pantat terasa gatal, dan hal tersebut akan sangat terasa pada malam hari. Selain cacing, penyebab lain anak terkena cacingan adalah parasit dalam usus yang biasanya berbentuk cacing kremi dan pita. Selain itu, penyebab lainnya adalah kebersihan makanan dan minuman sehingga anak-anak terkena cacingan. Lalu bagaimana caranya mengetahui ciri-ciri anak terkena penyakit cacingan. Yuk, simak penjelasan di bawah ini seperti dilansir Herstory.

    1.     Sering Mengeluh Sakit Perut

    Anak yang terkena cacingan mengalami berbagai keluhan di sistem pencernaan. Salah satu yang sering dikeluhkan ialah sakit perut. Biasanya, sakit perut yang ditimbulkan akibat cacingan muncul secara berulang kali dengan intensitas yang tidak begitu parah. Apabila anak sering mengalami hal tersebut, hendaknya Sobat Sehat segera membawanya ke dokter untuk penanganan lebih lanjut.

    2.     Gatal Pada Anus

    Gatal pada anus adalah ciri yang paling terlihat jika anak terserang penyakit cacingan, dan gatal yang dirasakan cukup berkepanjangan, dan sangat terasa hebat apabila di malam hari. Gejala ini perlu segera ditangani supaya anak tidak merasakan nyeri atau iritasi pada anusnya. Karena itu, supaya tidak terserang, berilah edukasi pada mereka untuk tidak bermain di tempat yang kotor.

    Produk Terkait: Obat Cacing Askamex

    3.     Terlihat Pucat dan Lemas

    Penyebab lainnya adalah anak bakal terlihat pucat dan lemas, dan mengalami anemia. Namun, cacing yang menyebabkan hal ini adalah bukan cacing kremi, melainkan cacing tambang. Cacing jenis ini mampu mengisap darah dari dinding usus.

    4.     Terlihat Kurus

    Ciri terakhir adalah badan si anak akan terlihat kurus namun dengan perut yang buncit. Hal ini terjadi karena cacing yang singgah di usus terus-menerus mengisap darah dan nutrisi anak.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh-Kembang Anak Selama Pandemi

    Nah, itulah 4 ciri anak terserang penyakit cacingan yang perlu Sobat Sehat ketahui. Cara terbaik adalah usahakan setelah anak bermain di tempat yang tidak higienis untuk meminta mereka membersihkan tangan dan tubuh mengingat tidak mungkin Sobat melarang anak untuk bermain dan bereksplorasi sebagai bagian dari tumbuh kembang anak, serta perhatikan pola makan mereka. Apabila sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai penanganan cacingan pada anak dan produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Moms, Ini 4 Ciri-Ciri Anak Cacingan yang Perlu Kamu Tahu, Cegah Sebelum Terlambat! [Internet]. HerStory. 2020 [cited 16 September 2020]. Available from: https://herstory.co.id/read7444/moms-ini-4-ciri-ciri-anak-cacingan-yang-perlu-kamu-tahu-cegah-sebelum-terlambat?page=all
    Read More
  • Bayi baru lahir atau newborn memang selalu dinantikan oleh pasangan yang sudah menikah dan berumah tangga. Apalagi kehadiran si buah hati merupakan hasil dari perjuangan susah payah selama 9 bulan yang tentu saja membutuhkan banyak pengorbanan. Meski begitu kehadiran bayi yang baru lahir ternyata malah dapat membuat gugup orang tua mereka termasuk sang Ibu. Kegugupan […]

    Bagaimana Cara Merawat Bayi Baru Lahir? Simak Poin Berikut!

    Bayi baru lahir atau newborn memang selalu dinantikan oleh pasangan yang sudah menikah dan berumah tangga. Apalagi kehadiran si buah hati merupakan hasil dari perjuangan susah payah selama 9 bulan yang tentu saja membutuhkan banyak pengorbanan. Meski begitu kehadiran bayi yang baru lahir ternyata malah dapat membuat gugup orang tua mereka termasuk sang Ibu. Kegugupan terjadi karena baru pertama kali mengalami momen yang seperti ini meskipun sebelumnya sudah disarankan agar tidak gugup atau bingung.

    merawat bayi baru lahir, merawat newborn, merawat neonatus

     

    Baca Juga: Perhatikan Jadwal Imunisasi Bayi yang Tepat

    Lalu bagaimana caranya supaya para Ibu tidak gugup ketika menangani sang buah hati yang baru lahir. Yuk, Sobat Sehat yang sudah menjadi ibu atau sedang menantikan kelahiran sang anak, silakan simak beberapa poin di bawah ini ya!

    Cara Merawat Bayi Baru Lahir

    Merawat Tali Pusar

    Langkah pertama yang harus dilakukan saat merawat newborn adalah tali pusarnya. Biasanya tali pusar ini akan terlepas sendiri dalam kurun waktu 4 hari. Namun, pada beberapa kondisi lepasnya tali pusar bisa memakan waktu lebih lama, yaitu mencapai beberapa minggu. Tali pusar ini harus selalu diberikan perhatian khusus untuk selalu dijaga kebersihannya supaya bayi terhindar dari risiko infeksi. Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam merawat tali pusar:

    • Pastikan tali pusar selalu dalam keadaan kering. Apabila basah terkena air, segera bersihkan dengan kasa steril yang diberikan alkohol 70%
    • Hindari dari paparan kotoran apapun

    Menjaga Kebersihan

    Menjaga kebersihan merupakan hal sangat penting yang harus dilakukan ketika merawat bayi baru lahir, sebab tubuhnya masih sangat rentan mengalami penyakit saat terpapar kotoran. Untuk menjaga kebersihan si bayi, mandikan badannya dua kali sehari. Gunakanlah produk-produk yang aman, pastikan kamar bayi bersih, dan mendapatkan sirkulasi udara yang lancar. Apabila tali pusar pada bayi belum mongering, sebaiknya tidak perlu dimandikan terlebih dahulu tetapi cukup diseka menggunakan kain. Jika ingin menggunakan produk kosmetika pada bayi seperti baby lotion, baby powder, dan baby oil, gunakanlah produk-produk yang sudah teruji secara klinis, dan baik untuk kulit bayi. Apabila terdapat bercak-bercak merah pada kulit saat pemakaian, disarankan untuk menghentikannya.

    Produk Terkait: Imunisasi Anak

    Beri ASI Ekslusif

    ASI merupakan makanan yang paling baik untuk diberikan pada bayi yang baru lahir. ASI mengandung colostrum dan zat lain yang baik untuk menjaga imunitas dan tumbuh kembang bayi. Umumnya bayi diberi susu sekitar 10 kali dalam sehari, tetapi akan lebih baik jika ibu memberikan ASI sesering mungkin sebelum bayi menangis. Menyusui bayi secara langsung juga dapat memberikan banyak manfaat. Selain membangun ikatan alami ibu dan anak, ASI ternyata mampu melindungi bayi dari infeksi dan penyakit, serta baik juga untuk kesehatan ibu.

    Ganti Popok

    Mengganti popok juga merupakan hal yang perlu diperhatikan dalam merawat bayi. Karena selain untuk menjaga kebersihan tubuhnya, hal ini juga dapat memberikan belaian dan kasih sayang yang hangat untuk menciptakan bonding atau ikatan antara ibu dan bayi. Pada masa ini, bayi akan perlu diganti popoknya sekitar 10 kali sehari atau 70 kali seminggu. Apabila bayi buang air besar maupun buang air kecil dan popoknya sudah basah, gunakan bola kapas atau lap yang dibasahi air untuk membersihkan area genitalnya dengan lembut. Saat popoknya diganti, lakukanlah dengan hati-hati karena paparan udara dingin dapat membuatnya buang air kecil kembali atau bahkan menjadi lebih sering. Saat menyeka bagian bokong anak perempuan, usap pantatnya dari depan ke belakang untuk menghindari infeksi saluran kemih. Jika timbul ruam popok, untuk mencegah atau menyembuhkan ruam, oleskanlah salep. Selalu ingat untuk mencuci tangan dengan bersih setelah mengganti popok ya.

    Baca Juga: Hal Penting dalam Fase Toddler

    Perhatikan Pakaiannya

    Pilihlah pakaian dari bahan yang lembut, menyerap air, dan tidak kaku. Bayi hanya perlu memakai atasan, popok atau celana, selimut, dan topi jika sedang merasa kedinginan. Selain itu, tidak dianjurkan pula untuk terus menggunakan sarung tangan maupun kaos kaki karena terdapat indera peraba yang merupakan alat untuk belajar pada bayi. Selain itu, jangan gunakan gurita karena dapat menghambat otot-otot perut bayi yang digunakannya untuk bernapas.

    Mengenal Isyarat Lapar

    Bayi lapar akan menunjukkan tanda-tanda seperti memasukkan tangan ke dalam mulut, menggenggam tangan, mengeluarkan suara seperti mengecap-ngecap. Karena itu, jangan tunggu bayi menangis baru menyusuinya. Berikan ASI sesuai kemauan bayi, dan jangan dijadwal. Normalnya bayi akan menyusui selama 5-30 menit. Apabila di luar waktu tersebut, segera evaluasi. Jika ibu terpisah dari bayi, lakukanlah pemerahan ASI dan berikan ASI menggunakan sendok atau cangkir agar ketika Ibu sudah bersama bayi lagi agar bayi tetap dapat menyusui dengan ibu.

    Bersihkan Mata, Telinga, dan Hidung

    Hal terakhir yang perlu dilakukan adalah bersihkan mata, telinga, dan hidung. Mata dapat dibersihkan dengan kapas bersih yang dibasahi dengan air hangat mulai dari arah hidung keluar. Jika didapati ada tanda-tanda infeksi pada mata seperti bengkak, merah, mengeluarkan nanah, segeralah bawa ke dokter. Untuk kotoran telinga tidak perlu dibersihkan secara rutin dengan mengorek liang telinga karena akan keluar sendiri ketika sudah cukup besar dan lunak saat bayi menangis. Lubang hidung bayi juga tidak perlu dibersihkan secara khusus. Cukup mengelapnya saat mandi.

    Apa yang Harus Dilakukan Saat Bayi Menguning?

    Kulit bayi kuning adalah permasalahan yang sering dihadapi para ibu ketika mendapati bayinya yang baru lahir dalam keadaan seperti itu. Kuning pada bayi disebabkan oleh bilirubin yang dihasilkan lebih banyak dibandingkan dengan yang bisa diolah oleh hati bayi. Padahal saat masih dalam janin, bilirubin ini dikeluarkan melalui plasenta ibu. Akibatnya, bilirubin menumpuk di dalam darah sehingga menyebabkan kulit, telapak, dan mata bayi menjadi kekuningan. Untuk hal ini, Sobat tidak perlu panik, dan lakukan beberapa langkah seperti memberi banyak ASI, menjemur saat pagi hari, dan terus cukupi kebutuhan cairan pada bayi.

    Baca Juga: 10 Panduan Makanan Sehat untuk Bayi

    Itulah beberapa poin yang bisa Sobat lakukan untuk merawat bayi baru lahir atau newborn. Semoga poin ini bermanfaat sehingga Sobat tidak perlu gugup dan bingung kala menangani si buah hati. Untuk lebih jelas dan dalam mengenai cara merawat newborn, Sobat bisa melihat video di bawah ini:, dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat.

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai bayi baru lahir dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. 10 Cara Merawat Bayi Baru Lahir Bagi Pasangan Muda | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/trending/10-cara-merawat-bayi-baru-lahir-bagi-pasangan-muda-kln.html
    2. Cara Merawat Bayi Baru Lahir, Moms Wajib Tahu! [Internet]. Parenting.orami.co.id. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://parenting.orami.co.id/magazine/cara-merawat-bayi-baru-lahir/
    3. Irawan D. Tips Lengkap Perawatan Bayi Baru Lahir di Rumah (1) [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3329356/tips-lengkap-perawatan-bayi-baru-lahir-di-rumah-1
    4. Ulfah S. Jangan Panik, Ini Cara Ampuh Mengatasi Kuning pada Bayi Baru Lahir! [Internet]. POPMAMA.com. 2020 [cited 2 September 2020]. Available from: https://www.popmama.com/baby/0-6-months/sarrah-ulfah/cara-atasi-bayi-kuning/5
    Read More
  • Sesuai dengan anjuran WHO dan UNICEF per 21 Agustus 2020, pemakaian masker pada anak baru-baru ini menjadi hal yang wajib dilakukan selama masa pandemi virus Corona untuk mengurangi penyebaran virus asal Wuhan ini. Meskipun begitu, kedua badan PBB tersebut menyatakan bahwa anak yang diwajibkan memakai masker adalah mereka yang berusia 12 tahun ke atas, karena […]

    Aturan Penggunaan Masker Pada Anak dan Tips Memakainya

    Sesuai dengan anjuran WHO dan UNICEF per 21 Agustus 2020, pemakaian masker pada anak baru-baru ini menjadi hal yang wajib dilakukan selama masa pandemi virus Corona untuk mengurangi penyebaran virus asal Wuhan ini. Meskipun begitu, kedua badan PBB tersebut menyatakan bahwa anak yang diwajibkan memakai masker adalah mereka yang berusia 12 tahun ke atas, karena pada kelompok usia ini ternyata seringkali berinteraksi dengan orang dewasa, dan physical distancing sulit diterapkan oleh mereka. Apalagi berdasarkan riset terbaru, anak remaja ternyata lebih berpotensi terinfeksi virus Corona jika dibandingkan dengan dengan anak-anak yang usianya muda. Masker untuk anak ini setidaknya dapat mencegah penularan virus Corona pada mereka, walaupun bukti mengenai hal tersebut masih sedikit dan cara penularannya pun masih dipelajari. 

    masker untuk anak, masker bagi anak

    Baca Juga: Masker, Ampuhkah Lawan Corona? Kapan Harus Gunakan Masker?

    Anjuran WHO Mengenai Pemakaian Masker Pada Anak Sesuai Umur

    Anak Usia 12 Tahun ke Atas

    Anak-anak usia ini diwajibkan memakai masker seperti orang dewasa terutama ketika mereka tidak bisa menjaga jarak dari orang lain, karena mereka lebih rentan dan berisiko lebih tinggi tertular virus Corona.

    Anak Usia 6-11 Tahun

    Untuk kelompok anak usia 6-11 tahun, keharusan memakai masker tergantung pada beberapa faktor risiko yang harus diperhitungkan, antara lain intensitas penularan di suatu daerah, kemampuan anak untuk menggunakan masker, serta apakah anak berinteraksi dengan orang-orang yang berisiko tinggi terinfeksi virus Corona atau tidak. WHO juga menekankan perlunya pengawasan orang dewasa untuk membantu anak memakai dan melepaskan masker dengan aman.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    Anak Usia 5 Tahun ke Bawah

    Menurut WHO, balita atau anak-anak berusia dibawah 5 tahun dalam keadaan normal tidak diharuskan mengenakan masker.

    Itulah aturan penggunaan masker untuk anak. Lalu bagaimana caranya anak mau menggunakan masker supaya mereka tidak tertular virus Corona terutama anak usia 12 tahun ke atas yang harus memakai masker ketika di tempat-tempat umum? Yuk, tanpa berlama-lama, simak tipsnya berikut ini.

    Tips Memakai Masker Pada Anak

    Ajak Mereka Langsung Memilih Masker yang Ingin Dipakai

    Ketika Sobat membeli masker buat anak terutama masker kain sesuai anjuran American Academy of Pediaterics (APA), coba ajaklah anak untuk memilih sendiri motif masker untuk dirinya. Atau ketika Sobat membuat masker kain itu sendiri, libatkanlah mereka dalam proses pembuatannya. Namun bagaimana jika masker sudah telanjur dibeli? Siasatilah dengan mengajak mereka untuk membuat dekorasi tambahan seperti menuliskan inisial nama. Cara seperti ini akan menciptakan rasa kepemilikan anak terhadap masker sehingga mereka juga secara tidak langsung menyadari menjadi bagian dari pencegahan penularan virus Corona.

    Baca Juga: Masker Habis? Ini Caranya untuk Membuat Masker Sendiri

    Jadilah Contoh untuk Anak

    Anak-anak akan selalu meniru apa yang diperbuat dan diucapkan oleh orang tuanya. Jadi, biarkan anak melihat secara langsung jika Sobat sebagai orang tua juga bisa beraktivitas seperti biasa ketika menggunakan masker dan tetap terlihat nyaman.

    Jelaskan Pada Anak Memakai Masker Itu Menyehatkan

    Orang tua sebaiknya tidak lupa mengedukasi anak-anak mengenai fungsi masker di masa pandemi seperti sekarang ini. Jelaskan dengan bahasa yang sederhana bahwa penggunaan masker tidak hanya berguna sebagai pelindung diri tapi juga pelindung orang-orang di sekitar. Apabila anak tidak merasa nyaman dan takut, janganlah dimarahi, tetapi coba dengarkan hal-hal yang membuatnya takut kemudian tenangkan, dan yakinkan bahwa memakai masker itu adalah salah satu cara menjaga tubuh tetap sehat selama pandemi.

    Buatlah Jadwal Rutin di Rumah Latihan Memakai Masker

    Cara lain supaya supaya anak mau menggunakan masker adalah dengan latihan memakai masker di dalam rumah seperti membuat semacam ritual memakai masker bersama seluruh anggota keluarga di rumah selama 30 menit. Hal ini tentu akan membentuk persepsi anak bahwa menggunakan masker bukanlah hal yang aneh, sehingga nantinya mereka akan percaya diri memakai masker di tempat umum seperti di sekolah.

    Cari Masker yang Paling Nyaman Digunakan

    Apakah masker kain yang selama ini digunakan cukup nyaman untuk anak Sobat? Hal ini sungguh sesuatu yang relatif karena masker kain itu bisa nyaman, bisa tidak. Karena itu, coba tanyakan apakah masker yang sudah dipakai anak itu nyaman atau tidak sama sekali? Kalau nyaman, bersyukurlah. Tetapi kalau tidak nyaman, sebaiknya Sobat segera mempelajari bahan kain apa saja yang bisa membuat anak bisa lebih tenang ketika menggunakan masker kain. Cobalah lakukan pengujian bahan tersebut setelahnya apakah nyaman untuk bernapas atau berbicara.

    Baca Juga: Seperti Apa Plus-Minus Penggunaan Face Shield?

    Jangan Terlalu Memaksa

    Hal terakhir yang perlu diperhatikan adalah jangan terlalu memaksa terutama pada anak usia 3 tahun ke bawah, dimana memang menurut WHO dalam keadaan normal tidak perlu memakai masker. Karena itu, lakukan secara bertahap, biarkan hingga mereka benar-benar merasa nyaman memakai masker.

    Bolehkah Anak Memakai Masker Medis?

    Jawabannya tentu saja tidak boleh, karena masker medis diperuntukkan bagi petugas medis. Itu artinya anak harus memakai masker kain seperti yang sudah dianjurkan. Akan tetapi, bagi anak-anak dengan penyakit tertentu, seperti fibrosis kistik atau kanker, justru sebaiknya menggunakan masker medis, yang tentu harus dikonsultasikan terlebih dahulu kepada penyedia layanan kesehatan. Hal ini dikarenakan anak dengan penyakit berat seperti ini akan memiliki risiko tertular virus Corona yang lebih tinggi, atau justru bisa menularkan penyakit mereka ke orang lain. Hal ini juga berlaku bagi anak-anak yang memiliki gejala mengarah pada Covid-19. Mereka sebaiknya menggunakan masker medis selama berada dalam masa isolasi. Selama periode ini, anggota keluarga atau pengasuh yang datang dalam jarak 1 meter juga harus memakai masker supaya tidak tertular.

    Baca Juga: Ingin Aman Memakai Masker Saat Berolahraga? Berikut Tipsnya!

    Itulah mengenai penggunaan masker pada anak yang sudah menjadi keharusan di masa pandemi virus Corona seperti saat ini, terutama pada kelompok anak berusia 12 tahun ke atas. Hal ini mengindikasikan bahwa pemakaian masker itu tetap merupakan hal yang penting selama masa pandemi. Karena itu, hal ini jangan disepelekan supaya virus Corona tidak menyebar terlalu luas sehingga penananganannya pun tidak membuat repot pihak-pihak yang terkait, terutama petugas medis.

    Apabila Sobat mempunyai pertanyaan atau memerlukan informasi lebih lanjut mengenai virus Corona beserta rapid test silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Media K. Pedoman Baru WHO soal Covid-19, Anak Usia 12 Tahun Wajib Pakai Masker Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 25 August 2020]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2020/08/24/080200423/pedoman-baru-who-soal-covid-19-anak-usia-12-tahun-wajib-pakai-masker?page=all
    2. Pramudiarja A. 3 Saran WHO Soal Penggunaan Masker pada Anak [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 25 August 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5143825/3-saran-who-soal-penggunaan-masker-pada-anak
    3. Prasasti G. Saran Pemakaian Masker pada Anak Dengan Kondisi Khusus dan Disabilitas Dari WHO [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 25 August 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4337874/saran-pemakaian-masker-pada-anak-dengan-kondisi-khusus-dan-disabilitas-dari-who
    4. 6 Cara Agar Anak Mau Memakai Masker | Parentstory Blog [Internet]. Parentstory.com. 2020 [cited 25 August 2020]. Available from: https://www.parentstory.com/blog/6-cara-agar-anak-mau-memakai-masker
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja