Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Anak

Showing 71–80 of 157 results

  • Anak-anak yang susah makan memang menjadi masalah bagi orang tuanya. Terkadang anak susah makan menjadi sebuah kebingungan bagi orangtuanya. Penting untuk mencari cara untuk membuat anak memiliki nafsu makan lagi. Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur untuk Nutrisi Otak Anak Berikut ini adalah 9 Panduan Mengatasi Anak Susah Makan: 1. Jangan dipaksa makan Tindakan orangtua […]

    9 Panduan Mengatasi Anak Susah Makan

    Anak-anak yang susah makan memang menjadi masalah bagi orang tuanya. Terkadang anak susah makan menjadi sebuah kebingungan bagi orangtuanya. Penting untuk mencari cara untuk membuat anak memiliki nafsu makan lagi.

    anak males makan

    Baca Juga: Jenis Buah dan Sayur untuk Nutrisi Otak Anak

    Berikut ini adalah 9 Panduan Mengatasi Anak Susah Makan:

    1. Jangan dipaksa makan

    Tindakan orangtua yang binggung dan khawatir terhadap anaknya selalu menjadikan sebuah keputusan yang keliru, salah satunya adalah saat memaksa anak untuk makan. Hal ini tidak boleh dilakukan karena memaksa makan akan membuat anak mendapatkan suatu tekanan.

    2. Buat Makanan dengan tampilan menarik

    Sebuah makanan yang didesain khusus untuk menarik perhatian anak tentu sangatlah baik dibuat contohnya dengan menambahkan buah stroberi pada bagian atas makanan akan membuat daya tarik tersendiri bagi anak-anak.

    3. Goda dengan aroma makanan

    Aroma makanan yang menggoda tentu akan membuat anak tertarik untuk makan dan makanan yang memiliki aroma sedap salah satunya adalah sate karena tanpa melihatpun kita bisa tau bahwa aroma sedapnya berasal dari sate. Aroma juga dapat menarik rasa lapar seorang anak.

    Baca Juga: Anak Malas Makan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

    4. Kasih alas sendiri

    Pada umumnya seorang anak akan merasa senang bila diberikan makanan yang dipisah sesuai dengan porsinya, ukuran piring yang lebih mini akan membuat anak senang dan dapat merangsang anak untuk menghabisakan makanan yang ada di piring. Dengan menyediakan makan di piring yang terpisah akan membuat anak merasa punya sesuatu seperti halnya orang dewasa dan anakpun akan mulai belajar untuk bertanggung jawab menghabiskan makanan yang ada di piring.

    5. Batasi minuman

    Saat nafsu untuk minum bertambah tentu akan membuat rasa lapar berkurang dan akan menyebabkan anak enggan untuk makan. Saat anak kurang nafsu makan batasilah minuman yang ia minum, ini bisa membantu anak mendapatkan rasa lapar. Ketika anak terlalu banyak minum tentu akan menyebabkan kembung dan perut terasa penuh padahal yang ada dalam tubuh hanyalah air bukan sebuah asupan nutrisi.

    6. Ajak anak saat siapkan makanan

    Anak-anak yang diajak belanja makanan yang akan dimasak tentu akan sangat senang jika diajak lagi untuk memasak makanan. Saat ia ikut memasak maka nafsu makan anak terangsang dan anak akan lahap makan. Selain itu dengan mengikuti proses memasak, fisik anakpun akan merasa lelah dan pasti membutuhkan sebuah energi yang berasal dari asupan makanan.

    7. Bermain dengan aktivitas melelahkan

    Ajaklah anak bermain dengan aktivitas yang lumayan tinggi seperti lati-lari dengan temannya ataupun bermain sepeda. Hal ini akan membuat anak menjadi capek dan akan membuat anak jadi lapar. Anak cenderung akan mengalami rasa lapar bila menjalani aktivitas yang padat dan melelahkan.

    8. Ajak anak membeli makanan

    Mengajak anak ke warung untuk jajan dan mencari makanan favoritnya adalah salah satu cara untuk membuat anak memiliki nafsu untuk makan. Ajarkan pada anak bahwa makan lebih penting dari pada jajan. Jadi mulai sekarang harus banyak makan dirumah dan jangan terlalu sering jajan.

    9. Konsultasikan dengan dokter

    Ini adalah solusi terakhir saat anak tidak kunjung untuk makan, bawalah anak ke dokter dan konsultasikan hal-hal apa saja yang menyebabkan anak tidak mau makan. Seorang dokter pasti akan memberikan sebuah solusi terbaik dan akan memberikan pelayanan sesuai dengan prosedur yang berlaku. Lakukanlah apa yang dokter anjurkan dan hindarilah apa yang dilarang oleh dokter.

    Baca Juga: Solusi Cerdas Atasi Anak Sulit Makan

    Itulah 9 Panduan Mengatasi Anak Susah Makan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi para orang tua yang mencari tahu bagaimana cara merangsang anak untuk mau makan. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai anak sulit makan dan cara mengatasinya serta produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Cemilan adalah salah satu jenis makanan yang sering dikonsumsi ketika waktu senggang ataupun ketika kita bersantai bersama orang tersayang. Cemilan sendiri lebih dikenal dengan makanan ringan dan tentu saja karena berbagai kandungan yang ada di dalam cemilan tidak sebanyak yang terkandung pada makanan utama. Selain dikonsumsi ketika bersantai, cemilan sering kali dikonsumsi ketika kita lapar […]

    Tips Membuat Cemilan Sehat untuk Anak

    Cemilan adalah salah satu jenis makanan yang sering dikonsumsi ketika waktu senggang ataupun ketika kita bersantai bersama orang tersayang. Cemilan sendiri lebih dikenal dengan makanan ringan dan tentu saja karena berbagai kandungan yang ada di dalam cemilan tidak sebanyak yang terkandung pada makanan utama. Selain dikonsumsi ketika bersantai, cemilan sering kali dikonsumsi ketika kita lapar tapi tidak ingin mengonsumsi makanan berat – dengan kata lain cemilan juga bisa memenuhi kebutuhan makan kita.

    Satu hal yang perlu kita ingat ketika mengonsumsi cemilan adalah untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan. Kenapa begitu? Tentu saja karena cemilan dapat menyebabkan obesitas seperti layaknya kita terlalu sering mengonsumsi makanan utama dalam sehari. Meskipun kandungan yang ada di dalam cemilan tidak sebanyak apa yang tergantung pada makanan utama, apabila kita mengemil dengan intensitas yang sering maka kalori yang kita dapatkan pada makanan pun sama. Jadi, mengonsumsi cemilan bukan solusi yang tepat untuk menguruskan badan terlebih bagi kita yang sedang menjalani program diet.

    Meskipun kita melakukan program diet, kita tidak boleh lupa untuk memenuhi kebutuhan dalam tubuh. Kenapa begitu? Tentu saja karena ketika berbagai kebutuhan zat tidak terpenuhi maka akan menimbulkan dampak tertentu pada tubuh kita, seperti tubuh yang lemas ataupun kelelahan meskipun banyaknya aktivitas sama seperti dengan orang lain. Lalu siapa saja yang bisa mengonsumsi cemilan? Tentu saja semua orang bisa mengonsumsi cemilan mulai dari anak kita yang masih berada pada tahap kanak-kanak hingga orang tua yang sudah memasuki usia lanjut.

    Lalu, bagaimana cara menyiapkan cemilan yang tepat untuk anak? Yup, pertanyaan yang satu ini merupakan pertanyaan yang sering diajukan mengingat kita juga perlu memberikan cemilan untuk anak. Sebaiknya kita juga memberikan cemilan buatan rumah alias buatan sendiri pada anak agar kebersihan makanan yang dikonsumsi anak lebih terjamin. Selain itu, kita juga harus menghitung alias memberikan cemilan dalam jumlah sewajarnya untuk menghindarkan anak dari obesitas. Namun, adakah hal lain yang perlu kita perhatikan ketika memberi cemilan pada anak?

    Nah, berikut adalah beberapa tips yang bisa lakukan untuk membuat cemilan atau cemilan sehat untuk anak:

    1. Padukan sayuran dengan kacang-kacangan

    Siapa bilang yang membutuhkan makanan sehat hanyalah orang dewasa? Memulai hidup sehat sudah harus dimulai sejak dini, dan kita bisa menerapkannya melalui cemilan anak. Pastilah untuk awalnya anak tidak akan menyukai ide kita untuk memakan sayuran sebagai cara untuk memenuhi rasa laparnya, tapi lama kelamaan anak juga akan paham jika sayuran dan kacang-kacangan jauh lebih sehat daripada mereka mengonsumsi permen ataupun cokelat sebagai cemilannya. Jika mengalami kesusahan untuk membuat anak paham mengenai pentingnya sayuran, kita bisa memotong sayuran dalam bentuk kecil-kecil ataupun bentuk tertentu sehingga anak tertarik untuk mencobanya.

    2. Melibatkan anak dalam pembuatan cemilan

    Pastilah bukan suatu hal baru jika anak banyak protes terhadap berbagai cemilan yang kita buat. Lalu cara apa yang tepat untuk mengatasi permasalahan yang satu ini? Yup, jawabannya adalah dengan melibatkan mereka dalam proses pembuatan cemilan itu sendiri; seperti menanyakan ide mereka hingga memutuskan bahan apa saja yang akan kita gunakan untuk membuat cemilan. Ketika kita melibatkan anak dalam hal ini, kita bisa menjelaskan pada anak lebih lanjut mengenai pentingnya untuk mengonsumsi buah dan sayuran setiap hari sehingga anak bisa memilih buah dan sayuran mana yang menjadi kesukaannya.

    3. Membuat berbagai warna

    Anak bukan saja hanya tertarik pada berbagai bentuk cemilannya, tapi warna yang cerah dan berbagai macam warna makanan juga akan menarik perhatiannya untuk mengonsumsi cemilannya. Bila kita ingin membuat makananan anak lebih bewarna, kita bisa memadukan beberapa buah dan sayuran seperti alpukat, nanas, berries, paprika merah ataupun kuning, mangga, dan lain-lain. Anak juga sebaiknya diperbolehkan untuk memilih jenis makanan apa yang ingin mereka makan hari itu supaya mereka lebih bersemangat ketika menghabiskan cemilannya.

    4. Menambahkan pemanis

    Pemanis? Bukankah pemanis merupakan salah satu makanan yang harusnya dihindari untuk dikonsumsi anak karena dapat menyebabkan obesitas sewaktu-waktu? Tentu saja pemanis yang dimaksud di sini adalah pemanis yang kita buat sendiri, contohnya saja kita bisa membuat pudding ataupun berbagai jenis jus. Selain itu, kita juga bisa memberikan yogurt ataupun rendah lemak pada anak sesuai dengan rasa kesukaan mereka ataupun menyajikan buah-buahan utuh – ketika anak sudah terbiasa mengonsumsi buah ataupun sayuran. Bahkan kita juga bisa memberikan anak popcorn, cokelat, ataupun es krim sebagai reward mereka setelah menghabiskan cemilannya dan pastinya akan lebih baik lagi jika kita berbagai reward ini kita buat sendiri alias home made.

    5. Melibatkan sumber karbohidrat yang menyehatkan

    Hal yang satu ini tentu saja tidak boleh terlupakan, mengingat tujuan dari mengonsumsi cemilan adalah untuk memenuhi rasa lapar dan karbohidrat merupakan zat yang harus dipenuhi supaya kita tidak merasa lapar lagi. Daripada mengonsumsi keripik kentang ataupun jenis makanan lainnya yang tidak terjamin kebersihanya, kita bisa mengajak anak untuk memilih sumber karbohidrat sehat manakah yang ingin mereka makan pada hari itu. Memangnya apa saja yang termasuk sumber karbohidrat menyehatkan? Tentu saja banyak! Contohnya saja antara lain adalah serelal, crackers, spageti, bahkan menariknya lagi kita bisa membuat pizza sehat kreatif kita sendiri.

    Nah, itu tadi adalah beberapa tips yang bisa kita lakukan ketika membuat cemilan sehat untuk anak. Hal yang tidak sulit untuk dilakukan bukan? Menerapkan pola hidup sehat pad aanak sangatlah penting agar kesehatan anak terjaga setiap waktu dan pastinya mencegah datangnya berbagai penyakit pada anak. So, kapan kalian akan membuat cemilan sehat bersama anak?

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    huffingtonpost.com/maria-benardis/5-tips-to-preparing-healthy-snack-choices-for-kids_b_8961302.html
    mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/childrens-health/art-20044350
    superhealthykids.com/5-healthy-snacking-tips-for-kids/

    Read More
  • Siapa sih yang pernah mengalami kesulitan BAB? Jika pernah, apakah kalian sering mengalami kesulitan BAB? Kesulitan BAB biasa dikenal dengan istilah sembelit dan hal ini bisa berlangsung selama beberapa hari. Pastinya terbayang kan bagaimana sakitnya mengalami sembelit selama beberapa hari? Yup benar sekali, perasaan tidak nyaman dan harus bolak balik ke kamar mandi bukan suatu […]

    Tips Jitu Melancarkan BAB Anak

    Siapa sih yang pernah mengalami kesulitan BAB? Jika pernah, apakah kalian sering mengalami kesulitan BAB? Kesulitan BAB biasa dikenal dengan istilah sembelit dan hal ini bisa berlangsung selama beberapa hari. Pastinya terbayang kan bagaimana sakitnya mengalami sembelit selama beberapa hari? Yup benar sekali, perasaan tidak nyaman dan harus bolak balik ke kamar mandi bukan suatu keluhan yang baru bagi penderita sembelit. Sebenarnya bagaimana seseorang bisa dikategorikan dirinya mengalami sembelit?

    Seseorang dikatakan mengalami sembelit ketika intesitas BAB kurang dari tiga kali seminggu. Ketika sembelit tidak segera ditangani, maka sembelit bisa berkembang menjadi sembelit kronis dan pastinya membutuhkan pertolongan lebih lanjut untuk penanganannya.

    Siapakah yang berisiko mengalami sembelit? Pertanyaan yang satu ini sering kali diajukan mengingat tidak ada seorang pun yang mau mengalami sembelit. Sembelit sendiri merupakan suatu penyakit yang biasa terjadi pada seseorang ketika pola hidupnya kurang sehat dan biasanya dapat sembuh denga sendirinya.

    Penyebab timbulnya sembelit antara satu orang dengan orang lainnya bisa berbeda satu sama lain, tapi sebagian besar penyebab sembelit adalah karena asupan makanan yang kurang sehat atau bergizi, lingkungan yang kurang bersih atau sehat, bahkan juga bisa karena faktor stres. Sembelit sendiri lebih rentan menyerang mereka yang sudah memasuki usia lanjut usia, mengalami obesitas, wanita hamil, atau bagi mereka yang cenderung duduk lama alias berdiam diri pada suatu tempat selama berjam-jam.

    Lalu, apa saja yang menandakan jika kita mengalami sembelit? Sebelum kita membahas lebih jauh, apakah kalian tahu jika penyakit sembelit ini juga bisa dialami oleh anak? Yup sayangnya, anak juga rentan mengalami permasalahan pencernaan yang satu ini dan tentu saja hal ini akan mengganggu aktivitas anak seperti halnya orang dewasa yang mengalami sembelit. Namun, apakah gejala sembelit yang dialami oleh anak sama dengan yang dialami oleh mereka yang sudah dewasa? Nah daripada semakin penasaran, yuk mending kita simak penjelasannya berikut ini!

    Gejala Sembelit Pada Anak

    Mengetahui berbagai gejala dari suatu penyakit adalah hal penting mengingat kita perlu segera melakukan penanganan terhadap penyakit yang kita derita. Apa akibatnya jika penanganan sembelit pada anak terlambat? Tentu saja anak akan membutuhkan penanganan lanjutan bahkan bisa jadi memerlukan terapi khusus dan bisa jadi penyakit ini akan menyerang ke bagian tubuh lainnya.

    Oleh sebab itu lah, kita perlu mengenali beberapa gejala awal sembelit pada anak berikut ini:

    • Intesitas BAB anak yang sangat sedikit, lebih tepatnya kurang dari tiga kali dalam seminggu;
    • Feses anak yang berukuran besar, keras, bahkan susah untuk dikeluarkan. Ketika selesai BAB anak cenderung merasa jika BAB-nya belum tuntas sehingga mereka akan bolak balik ke kamar mandi;
    • Anak mengeluhkan rasa nyeri yang luar biasa pada bagian perut dan biasanya disertai juga rasa kembung;
    • Anak mengalami urinary incontinence. Urinary incontinence merupakan suatu kondisi di mana anak akan buang air kecil lebih sering daripada biasanya dan cenderung terjadi pada siang atau malam hari;
    • Anak cenderung menyilangkan tangan menutupi perutnya sebagai tanda dia menahan sakit atau bahkan sering kali duduk jongkok sebagai bentuk dia menahan agar feses tidak keluar di celana.

    Penanganan Sembelit Pada Anak

    Setelah mengetahui apa saja gejala sembelit pada anak, pastinya kita harus tahu juga bagaimana cara penanganan sembelit yang tepat. Kenapa begitu? Tentu saja untuk meminimalisir kemungkinan sembelit akan memasuki tahap kronis atau bahkan menyebar ke bagian lainnya dan bisa mengancam keselamatan jiwa anak sewaktu-waktu. Nah berikut adalah beberapa penanganan jitu alias tips yang bisa kita lakukan segera setelah anak didiagnosa mengalami sembelit:

    1. Berolahraga

    A group of diverse children playing outside.

    Apakah kalian sering mengajak anak berolahraga? Apakah kalian tahu jika anak yang rutin berolahraga juga merupakan solusi yang tepat untuk melancarkan BAB anak? Kok bisa? Tentu saja karena ketika anak banyak bergerak maka usus akan bergerak secara alami dan juga akan memperlancar proses pencernaan anak.

    2. Akupuntur

    Akupuntur adalah cara lainnya yang bisa kita lakukan sebagai anak untuk mengobati masalah sembelitnya. Apabila akupuntur membuat anak tidak nyaman atau justru membuat anak takut, kita bisa melakukannya dengan alternatif lain yaitu dengan memijat bagian perut anak. Tentu saja pijatan yang kita berikan anak harus lembut supaya anak tidak merasa kesakitan dan lama kelamaan perut anak akan menjadi lemas dan tentunya pencernaan anak akan kembali lancar.

    3. Mandi air hangat

    Siapa sangka jika mandi air hangat bisa menjadi solusi yang tepat untuk masalah sembelit pada anak? Yup, mandi air hangat akan melemaskan otot-otot pada sekitar bagian perut sehingga saluran pencernaan kita akan menjadi lebih lancar. Kita bisa melakukan mandi air hangat dengan rutin hingga anak tidak mengeluhkan tentang rasa sakit dan kembung pada perutnya.

    4. Mengurangi mengonsumsi makanan instan

    Tidak bisa dipungkiri jika kita sering memberi anak makanan instan karena penyajiannya yang mudah dan cita rasanya yang lezat sehingga anak tidak akan rewel ketika menerimanya. Namun, apakah kalian tahu jika berbagai kandungan pada makanan instan justru bisa memicu timbulnya sembelit? Kok bisa? Tentu saja karena usus dan lambung tidak bisa mencerna kandungan pada makanan instan dengan baik dan justru usus membutuhkan energi ekstra untuk mengolah kandungan pada makanan tersebut. Kinerja usus yang ekstra ini lah akan berpengaruh terhadap feses anak, lebih tepatnya feses akan menjadi keras dan tentu saja menyebabkan rasa sakit pada anak.

    5. Mengonsumsi lebih banyak buah

    Tips terakhir yang bisa kita lakukan untuk melancarkan BAB anak adalah dengan membiasakan akan lebih mengonsumsi lebih banyak buah. Tidak dapat dipungkiri jika anak cenderung tidak menyukai buah dan memililih mengonsumsi cemilan lainnya, seperti permen atau coklat. Namun, sayangnya justru hal ini membuat anak akan kekurangan serat dan membuat anak mengalami sembelit. Untuk mengatasi hal ini, kita bisa memberi anak berbagai macam buah seperti pepaya, nanas, buah delima, apel, dan lain-lain.

    Nah, itu tadi adalah beberapa tips yang bisa kita lakukan untuk melancarkan BAB anak. Pastinya sudah tidak bingung lagi kan mengenai solusi apa yang tepat untuk permasalahan ini? Kita juga sebaiknya menerapkan pola hidup sehat anak mulai dari sekarang supaya anak terhindar dari berbagai penyakit. So, tunggu apalagi untuk memulai hidup sehat?

    instal aplikasi prosehatReferensi:
    merdeka.com/sehat/anak-susah-bab-atasi-dengan-7-cara-ini.html
    idntimes.com/food/dining-guide/safiramaharani/8-buah-ini-bantu-lancarkan-bab-1/full

    Read More
  • Usia satu tahun, merupakan usia penting dalam fase tumbuh kembang anak. Makanan merupakan salah satu yang berperan penting dalam pertumbuhan tersebut. Sejak bayi hingga tahun pertama kehidupannya, anak mempunyai kecepatan pertumbuhan yang mengagumkan, dan untuk mengimbanginya, orangtua perlu memberi makanan sehat yang tepat. Seperti disebutkan oleh ahlinya, pemberian makan merupakan kewajiban untuk kelangsungan hidup, tumbuh […]

    Menu Makan Anak 1 Tahun agar Tumbuh Sehat dan Kuat

    Usia satu tahun, merupakan usia penting dalam fase tumbuh kembang anak. Makanan merupakan salah satu yang berperan penting dalam pertumbuhan tersebut. Sejak bayi hingga tahun pertama kehidupannya, anak mempunyai kecepatan pertumbuhan yang mengagumkan, dan untuk mengimbanginya, orangtua perlu memberi makanan sehat yang tepat. Seperti disebutkan oleh ahlinya, pemberian makan merupakan kewajiban untuk kelangsungan hidup, tumbuh kembang optimal, serta kualitas hidup seorang anak, khususnya anak di bawah usia 3 tahun.

    Baca Juga: 10 Panduan Makanan Sehat untuk Bayi

    Apa saja yang perlu diperhatikan?

    • Mulai usia 1 tahun, si kecil sudah boleh diperkenalkan dengan menu masakan keluarga. Menu ini berbeda dengan makanan orang dewasa berdasarkan jenis makanan, porsi makan, serta jadwal pemberian makannya. Tentu saja dalam menu makanan hariannya, semua bahan makanan harus tersedia, mulai dari makanan pokok, sumber protein hewani maupun nabati, sayuran dan buah-buahan.

    • Walaupun sudah bisa diberikan menu makanan keluarga, sebaiknya anak usia 1 tahun ini diberikan makanan padat namun teksturnya masih agak lunak atau tidak terlalu keras. Makanan padat yang diberikan hendaknya dalam bentuk yang mudah dikunyah, ditelan, dan dicerna oleh sistem pencernaan si kecil. Anak biasanya baru bisa menerima makanan keluarga dengan baik pada usia 2-3 tahun.

    • Anak usia 1-2 tahun membutuhkan sekitar 1000-1400 kalori per hari. Mulai usia 1 tahun, anak sudah bisa diberikan makanan 3 kali sehari, dan diselingi dengan memberi cemilan di antara waktu makan tersebut. Contoh makanan selingan yang bisa diberikan antara lain buah-buahan, bubur kacang hijau, puding, atau kue.

    Baca Juga: 3 Tips Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Selama Pandemi

    • Berikan makanan yang bervariasi. Semakin banyak variasinya, semakin baik untuk memenuhi kebutuhan gizi si kecil. Jenis makanan yang bervariasi juga mengurangi kemungkinan si kecil untuk menyukai makanan tertentu saja, atau memilih-milih makanan yang disukainya.

    • Apabila terdapat riwayat alergi pada orangtua atau dalam keluarga, hendaknya diperhatikan pula makanan yang diberikan pada anak dan kemungkinan munculnya alergi makanan.

    Apa saja tantangannya?

    • Mulai usia 1 tahun, biasanya anak mulai memilih-milih makanan (picky eater). Hal ini bergantung pada variasi makanan yang diberikan, semakin beragam jenis makanan yang diberikan, anak cenderung tidak pilih-pilih makanan.

    • Si kecil juga kadang menolak untuk melanjutkan makan setelah beberapa suapan, atau mengemut makanan terlalu lama dalam mulut. Hal ini biasanya disebabkan karena perubahan menu makanan atau peralihan tekstur makanan dari lunak menjadi padat. Cara mengatasinya, hendaknya peralihan tekstur maupun rasa dalam makanan si kecil diberikan secara bertahap.

    • Saat usia 1 tahun, atau saat ia mulai berjalan dan aktif bergerak, laju pertumbuhan anak biasanya akan berkurang. Antara usia 1-3 tahun, kemampuan fisik, kecerdasan, dan sosial anak akan berkembang dengan sangat cepat. Dalam proses perkembangan anak menjadi mandiri ini, ia mungkin akan mengalami penurunan selera makan.

    Penyebabnya adalah karena mereka menganggap makan mengganggu kegiatan bermain mereka. Namun hal ini dapat dimanfaatkan orangtua untuk tetap memberi perhatian pada makan anak sambil bermain dan bersosialisasi dengannya.

    • Si kecil yang mulai mengenal berbagai rasa makanan umumnya menyukai makanan yang rasanya manis sehingga enggan untuk makan makanan yang rasanya hambar. Untuk itu, hendaknya orangtua membatasi pemberian makanan manis untuk anak.

    Baca Juga: Anak Malas Makan? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

    • Anak biasanya akan mencontoh pola makan dan kebiasaan orangtuanya. Untuk itu, hendaknya orangtua memberi contoh yang baik untuk anaknya dengan makan secara teratur dan makan makanan yang sehat.

    Apa menu makanan yang direkomendasikan untuk anak 1 tahun?

    Hendaknya orangtua memperhatikan kandungan nutrisi dalam setiap makanan si kecil, meski tidak ada ketentuan yang mutlak mengenai makanan anak 1 tahun. Beberapa makanan yang mudah didapatkan berikut ini bisa dijadikan pilihan:

    1. Beras merah

    Beras merah mengandung lebih banyak vitamin B, protein, dan mineral bila dibandingkan dengan beras putih. Beras ini juga mempunyai karbohidrat kompleks yang lebih lama diserap oleh tubuh sehingga kadar glukosa darah lebih stabil untuk digunakan sebagai sumber energi yang siap pakai.

    2. Ubi

    Ubi mengandung vitamin A dan vitamin C yang banyak, serta mempunyai senyawa fitokimia yang baik untuk pertahanan tubuh terhadap penyakit.

    3. Daging ayam

    Daging ayam mempunyai jumlah lemak yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan daging merah. Tapi bagian kulitnya, mempunyai lebih banyak lemak dibandingkan dengan jenis daging lainnya.

    4. Daging merah

    Daging-dagingan yang berasal dari sapi misalnya, mempunyai kandungan zat besi yang penting untuk pertumbuhan anak, terutama anak usia 1 tahun. Zat besi yang terdapat dalam daging ini juga dapat langsung diserap oleh tubuh. Daging merah cukup diberikan 2-3 kali dalam seminggu.

    5. Ikan

    Ikan mempunyai kandungan protein, rendah lemak, dan juga mengandung nutrisi berupa kalsium, magnesium, dan selenium. Kandungan gizi dalam ikan baik untuk mencegah radikal bebas dalam tubuh dan dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Ikan salmon dan ikan tongkol, mengandung banyak lemak esensial yang baik untuk mendukung pertumbuhan otak si kecil.

    6. Jeruk

    Jeruk sangat dianjurkan untuk diberikan setiap selesai makan karena kaya akan vitamin C yang sangat berperan dalam penyerapan zat besi dalam tubuh.

    7. Sayuran berwarna terang

    Sayuran berwarna hijau maupun kuning mengandung senyawa fitokimia yang penting untuk mencegah berbagai penyakit antara lain penyakit kanker dan penyakit jantung koroner.

    8. Tomat

    Tomat mengandung salah satu pigmen antioksidan yaitu senyawa likopen yang penting untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit jantung.

    9. Wortel

    prosehat wortel lancarkan ASI

    Wortel mengandung beta karoten yang akan diubah menjadi vitamin A dalam tubuh yang penting untuk menunjang kesehatan mata.

    10. Susu

    Susu dan juga produk dari susu bermanfaat untuk menunjang pertumbuhan tulang dan gigi pada anak karena kaya akan kalsium dan vitamin D. Usia 1 tahun biasanya anak masih mendapatkan ASI. Susu tambahan dapat diberikan sebagai pengganti ASI atau biasanya bila anak sudah berusia 2 tahun.

    Baca Juga: Perkuat Tulang Anak Sejak Dini

    Berbagai jenis makanan ini dapat divariasikan dalam menu makanan si kecil sehari-hari. Bahan makanan dapat diganti setiap harinya dan dibuat resep berbeda agar anak tidak bosan dan semakin memperkaya rasanya terhadap makanan. Selamat mencoba!

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai tumbuh kembang anak dan produk-produk kesehatan, silakan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Nela Fitria Yeral, dr.

     

     

    Referensi:
    1. Nasar, Sri S., Artikel Pentingnya Mengatur Jadwal Makan Anak (2015). Available at: idai.or.id/artikel/klinik/asi/pentingnya-mengatur-jadwal-makan-anak
    2. Gavin, Mary L. (2018). Feeding Your 1- to 2-Year-Old. [online] Available at: kidshealth.org/en/parents/feed12yr.html
    3. Robbins, C. (2017). What Should a One Year Old Eat?. [online] LIVESTRONG.COM. Available at: livestrong.com/article/509331-what-should-a-one-year-old-eat
    4. Baby Centre UK. (2015). Solids by age: 12 to 18 months. [online] BabyCentre UK. Available at: babycentre.co.uk/a9147/solids-by-age-12-to-18-months
    5. Brennan, D. WebMD (2017). What to Feed Your Baby Now.

    Read More
  • Batuk dan pilek merupakan salah satu penyakit yang seringkali menyerang anak-anak. Kondisi seperti ini terkadang disebabkan daya tahan tubuh anak yang memang masih belum sempurna, maupun faktor-faktor penyebab lainnya. Batuk dan pilek seringkali disebabkan karena infeksi virus, yaitu air borne disease yang mana penyakit yang bisa menular melalui udara melalui percikan cairan pernapasan. Apalagi jika […]

    Jika Anak Sering Batuk Pilek, Coba Perhatikan Asupan Makanannya

    Batuk dan pilek merupakan salah satu penyakit yang seringkali menyerang anak-anak. Kondisi seperti ini terkadang disebabkan daya tahan tubuh anak yang memang masih belum sempurna, maupun faktor-faktor penyebab lainnya. Batuk dan pilek seringkali disebabkan karena infeksi virus, yaitu air borne disease yang mana penyakit yang bisa menular melalui udara melalui percikan cairan pernapasan. Apalagi jika lingkungan bermain anak yang kurang terjaga kebersihannya, maka akan semakin memperparah kondisi batuk pilek Sobat.

    Jika anak Sobat sering mengalami batuk pilek terus menerus, cobalah untuk memperhatikan kondisi sekeliling anak Sobat. Perhatikan asupan makan sehari-harinya, sudah memenuhi nutrisi hariannya atau tidak. Selain itu, pastikan kondisi alergi pada anak. Batuk pilek juga bisa disebabkan karena kondisi alergi anak pada sesuatu hal.

    Nah, berikut ini ada beberapa cara yang mungkin bisa Sobat lakukan untuk menghadapi anak yang sering batuk pilek.

    1. Penuhi Kebutuhan Cairan Anak

    Batuk dan pilek yang terjadi pada tahap awal biasanya tidak membutuhkan obat-obatan medis untuk mengatasinya. Sobat bisa mencoba memenuhi asupan cairan yang lebih banyak pada anak. Saat tubuh tercukupi dengan cairan, maka tubuh akan memproses semua bakteri dan virus yang ada di dalam tubuh agar dapat keluar, entah melalui keringat maupun air seni. Cara ini akan membantu meningkatkan ketahanan daya tubuh terhadap penyakit.

    2. Berikan Obat Inhalasi Alami

    Sobat bisa mencoba memberikan inhalasi alami untuk membantu meredakan batuk dan pilek pada anak. Tak perlu menggunakan obat maupun alat yang biasa digunakan di rumah sakit. Sobat bisa mencoba dengan memasukkan beberapa tetes dari minyak kayu putih yang dicampurkan dengan air hangat. Kemudian mintalah anak Sobat menunduk di atas air hangat tersebut dan tutup kepala anak menggunakan handuk. Cara ini bisa membantu untuk melawan virus di dalam tubuh dengan cepat.

    3. Gunakan Parasetamol dan Anti Nyeri

    saat batuk dan pilek anak sudah cukup parah, maka Sobat bisa mencoba memberikan obat medis seperti parasetamol dan anti nyeri seperti ibuprofen. Jenis obat-obatan seperti ini akan lebih baik jika Sobat membeli obat berdasarkan resep dari dokter. Kedua obat ini bekerja menurunkan demam serta mengatasi nyeri pada anak.

    4. Berikan Vitamin C

    Jika anak sering mengalami batuk pilek secara terus menerus, maka cobalah untuk memberikan vitamin C pada anak. Sakit batuk pilek bisa terjadi akibat kondisi tubuh yang lemah, vitamin C ini mampu meningkatkan ketahanan tubuh terhadap penyakit. Vitamin C bekerja untuk melawan bahaya radikal bebas serta virus-virus yang ada di dalam tubuh anak. Sobat bisa mendapatkan vitamin C dari berbagai macam buah dan sayuran. Tak hanya dapat diolah menjadi makanan, namun Sobat juga dapat mengolah buah dan sayuran menjadi jus yang disukai anak.

    5. Perhatikan Pola Makan Anak

    Daya tahan tubuh memiliki peran yang penting dalam menyembuhkan batuk pilek yang terus menerus terjadi pada anak. Penting bagi orang tua memperhatikan asupan makanan anak setiap harinya. Penuhi nutrisi harian anak sehingga anak tidak mudah terserang penyakit.

    Tak hanya pola makan, penting pula untuk memperhatikan waktu istirahat yang cukup, hindari papara allergen, konsumsi suplemen, menjaga kebersihan dan lainnya yang dapat membantu agar anak terhindar dari penyakit.

    Nah, itu tadi 5 cara yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegah anak terserang batuk pilek terus menerus. Namun perhatikan, jika kondisi batuk pilek anak terjadi selama lebih dari 2 minggu maka sgeera periksakan anak ke dokter. Bisa jadi, kondisi batuk pilek ini menjadi salah satu tanda kondisi yang cukup serius pada anak. Semoga informasi diatas dapat bermanfaat untuk Sobat.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Apa sih yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Siapa sih di antara kita yang tidak senang ketika anak hadir di keluarga kita? Anak adalah suatu harta berharga dalam keluarga dan tidak jarang orang tua siap melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu hal yang harus diperhatikan dari anak adalah […]

    Gizi Seimbang untuk Anak Obesitas

    Apa sih yang terlintas di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Siapa sih di antara kita yang tidak senang ketika anak hadir di keluarga kita? Anak adalah suatu harta berharga dalam keluarga dan tidak jarang orang tua siap melakukan apa saja untuk memenuhi kebutuhannya. Salah satu hal yang harus diperhatikan dari anak adalah kondisi kesehatannya, mengingat daya tahan tubuh anak yang belum sebagus orang dewasa yang pastinya membuat anak rentan terserang penyakit.

    Pastinya tidak ada orang tua yang menginginkan anaknya jatuh sakit? Bukan hanya repot untuk mengurusnya karena anak rewel sepanjang hari, tetapi anak juga akan tersiksa ketika sakit dan pastinya kita tidak mau melihat anak mengalami hal ini. Berbagai cara bisa kita lakukan untuk menjaga kondisi tubuh anak tetap fit, seperti dengan melakukan vaksin sejak dini ataupun dengan rutin membawa anak ke posyandu untuk mengetahui bagaimana kondisi kesehatannya.

    Namun, apakah Anda tahu jika kita bisa menjaga kesehatan anak melalui berbagai cara sederhana, selain dengan membawanya ke pelayanan kesehatan secara rutin? Yup, benar sekali, sebagai orang terdekat untuk anak salah satu hal yang tidak boleh luput dari pengamatan kita adalah asupan makanan mereka. Sebagai orang tua, kita harus benar-benar mengawasi makanan apa aja yang dikonsumsi anak, mengingat tidak semua jenis makanan terjaga kebersihannya dan ketika anak tidak menjaga asupan makanannya maka dapat menyebabkan terjadinya obesitas pada mereka. Pastinya kita tidak menginginkan hal ini terjadi bukan?

    Obesitas adalah salah satu hal yang menjadi momok bagi orang tua karena hal ini juga menyebabkan anak “tersiksa”. Obesitas merupakan kondisi di mana anak kelebihan berat badan daripada anak seusianya dan akan menyebabkan anak tidak mampu beraktivitas seperti teman-temannya. Lalu, apa jenis makanan yang aman untuk dikonsumsi untuk anak – alias yang dapat memenuhi gizi tetapi juga tidak menyebabkan obesitas? Nah, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih jauh jenis makanan apa yang aman untuk dikonsumsi anak dan pastinya sayang untuk dilewatkan!

    1. ASI eksklusif

    Yup, pastinya bukan informasi baru bagi kita jika ibu sebaiknya memberikan ASI eksklusif hingga anak berusia 6 bulan – dan akan lebih baik lagi jika ibu tetap memberikan ASI hingga anak berusia 2 tahun. ASI memiliki banyak manfaat untuk anak seperti membuang metabolisme yang tidak diperlukan anak alias mencegah terjadinya obesitas serta menjaga keseimbangan kebutuhan energi anak hingga mereka dewasa. Bahkan sebuah penelitian menyatakan jika anak yang menerima ASI eksklusif hingga berusia 6 bulan memiliki risiko 22% lebih rendah mengalami obesitas ketika mereka dewasa nantinya.

    2. Mengatur cemilan anak

    Bukan hanya kita saja yang suka makan cemilan, anak juga suka meminta cemilan pada kita terutama ketika sudah menginjak usia 2 tahun – dan apabila kita tidak mengatur waktu cemilan mereka maka juga akan meningkatkan risiko terjadinya obesitas pada anak di kemudian hari. Sebaiknya kita mulai mengganti cemilan manis anak menjadi cemilan yang sehat dan rendah lemak seperti biskuit gandum, buah, puding, yoghurt, jus buah, dan lain-lain.

    3. Membiasakan anak melakukan sarapan

    Meskipun kelihatannya sepele, sarapan merupakan suatu kebiasaan yang baik dan dapat diterapkan sejak dini pada anak dan pastinya untuk mencegah risiko terjadinya obesitas pada anak di kemudian hari. Kok bisa? Tentu saja jawabannya karena sarapan akan memberikan asupan gizi dan nutrisi yang seimbang pada anak pada pagi hari dan menjadi bekal energi anak sepanjang hari. Sarapan akan mengurangi rasa lapar pada siang ataupun sore hari dan hal ini juga berarti anak tidak akan mengonsumsi cemilan secara berlebihan.

    Nah, itu tadi adalah beberapa tips untuk memenuhi kebutuhan gizi anak tetapi juga mencegah terjadinya obesitas pada anak. Suatu hal yang mudah untuk dilakukan bukan? So, tunggu apalagi untuk menerapkan pola hidup yang sehat pada anak? Yuk, kita mulai dari sekarang!

    instal aplikasi prosehatReferensi:
    health.detik.com/ibu-dan-anak/2677443/pola-makan-agar-kebutuhan-gizi-si-kecil-terpenuhi-tapi-tidak-overnutrisi

    Read More
  • Penyakit kekurangan gizi merupakan salah satu penyakit yang menyerang anak-anak, terutama dalam masa pertumbuhan. Di Indonesia sendiri, permasalahan ini menjadi kasus yang cukup banyak menyita perhatian karena banyaknya anak-anak yang menjadi korban dari penyakit kekurangan gizi tersebut. Kekurangan gizi mencakup kekurangan akan asupan vitamin A, yodium, zat besi, protein, energi, yang membuat pertumbuhan anak menjadi […]

    Jangan Sampai Anak Kurang Gizi! Yuk, Masak 6 Jenis Olahan Makanan Ini

    Penyakit kekurangan gizi merupakan salah satu penyakit yang menyerang anak-anak, terutama dalam masa pertumbuhan. Di Indonesia sendiri, permasalahan ini menjadi kasus yang cukup banyak menyita perhatian karena banyaknya anak-anak yang menjadi korban dari penyakit kekurangan gizi tersebut. Kekurangan gizi mencakup kekurangan akan asupan vitamin A, yodium, zat besi, protein, energi, yang membuat pertumbuhan anak menjadi terganggu.

    Sehingga membuat anak-anak yang mengalami kekurangan gizi menjadi pendek dan kurus. Lalu, penyakit kekurangan gizi juga menyebabkan tubuh menjadi lemah, kulit yang bermasalah, serta mata cekung. Bahkan jika kondisinya sudah lumayan parah, dapat menyulitkan anak untuk bertahan hidup.

    Mari cegah anak Sahabat jangan sampai kekurangan gizi dengan mengonsumsi olahan makanan-makanan sehat di bawah ini.

    1. Semua Jenis Produk Susu

    Bagi anak-anak yang menderita kekurangan gizi, akan sangat baik jika Sahabat memberikan asupan berbagai jenis produk susu. Dan tak hanya anak-anak yang menderita kekurangan gizi saja, jika anak Sahabat memiliki gizi yang normal sekalipun perlu mendapatkan asupan susu agar dapat mencegah terjadinya kekurangan gizi. Produk-produk susu memiliki kandungan protein, lemak, dan kalsium dapat memenuhi nutrisi anak.

    Produk susu ini dapat membantu anak agar mendapatkan rangsangan yang baik agar dapat menghasilkan insulin, sehingga kadar gula pada tubuh sempurna. Ada berbagai produk susu yang dapat Sahabat berikan kepada anak secara langsung, seperti susu sapi, yoghurt, dan keju. Sahabat bisa memberikan jenis makanan ini setiap harinya. Namun, jika anak Sahabat memiliki alergi terhadap susu sapi, maka solusi alternatifnya Sahabat dapat memberikan susu nabati seperti susu air beras dan susu kedelai.

    2. Olahan Telur

    Telur memiliki kandungan protein dan vitamin yang cukup tinggi. Selain itu, telur juga mengandung kolin yang menjadi nutrisi cukup penting bagi anak. Kolin dapat membuat proses pertumbuhan pada anak berjalan dengan baik, rangsangan terhadap pertumbuhan sistem syaraf dan otot, serta membantu meningkatkan kerja otak. Ketika memberikan telur pada anak, pastikan jika Sahabat mengolah nya dengan baik, misalnya saja dengan dimasak dalam bentuk telur rebus, omelet telur, telur goreng (menggunakan minyak zaitun), atau memasukkannya ke dalam nasi, bubur, maupun sup.

    3. Olahan Daging

    source: healthfreedoms

    Daging memiliki manfaat yang sangat penting bagi pertumbuhan anak. Kandungan zat besinya membantu produksi sel darah merah, sehingga mencegah anak mengalami anemia. Daging juga memiliki kandungan magnesium dan zat besi yang dapat meningkatkan kerja dan fungsi otak serta sistem kekebalan tubuh. Agar anak-anak Sahabat bisa mengonsumsi daging dengan baik, cobalah untuk mengolahnya menjadi makanan yang lembut. Sahabat dapat pula mencampurkannya dengan jenis makanan lainnya seperti telur, tempe, tahu, dan lainnya.

    4. Olahan Ikan

    Semua jenis-jenis olahan ikan memiliki manfaat yang baik bagi anak, terutama jika anak mengalami kekurangan gizi. Kandungan protein di dalamnya berperan penting untuk meningkatkan fungsi tulang dan otot. Selain itu, ikan juga memiliki jenis lemak sehat seperti omega-3 yang dapat membantu meningkatkan kecerdasan pada anak.

    Bahkan mengonsumsinya secara teratur dapat membantu sistem penglihatan dan syaraf pada anak lebih sehat. Berbagai jenis ikan yang disarankan untuk dikonsumsi antara lain seperti ikan nila, ikan salmon, ikan sarden, ikan tuna, dan lainnya. Masak ikan-ikan tersebut hingga matang, Sahabat bisa menjadikannya sebagai ikan kukus atau bubur.

    5. Menu Sup Sayuran Hijau

    Sayuran juga menjadi makanan yang harus masuk ke dalam menu makanan sehari-hari anak. Sahabat bisa memberikan sayuran-sayuran hijau seperti sawi, kol, brokoli, dan lainnya. Sayuran hijau lainnya. Kandungan kalsium, zat besi, mineral, dan vitamin C akan sangat penting bagi pertumbuhan anak. Selain itu, kalium di dalam sayuran hijau juga memiliki manfaat untuk menyehatkan organ jantung.

    6. Buah-Buahan Berwarna Cerah

    Jangan lupa untuk memasukkan buah sebagai makanan yang akan dikonsumsi anak sehari-harinya, terutama buah-buahan yang berwarna cerah. Hal ini karena kandungan vitamin A yang sangat tinggi. Vitamin A tak hanya bermanfaat bagi kesehatan mata, namun juga membantu agar sistem imunitas tubuh anak lebih meningkat sehingga tidak mudah sakit.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Anak. Apa sih yang ada di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Anak adalah suatu hal yang dinantikan setiap orang tua dan pastinya orang tua ingin selalu anaknya sehat setiap saat. Berbagai hal pun pastinya dilakukan orang tua pastinya siap dilakukan orang tua untuk menjaga kesehatan anak, contohnya saja seperti dengan memperhatikan pola […]

    Cukupi Kebutuhan Vitamin Anak dengan Aneka Macam Makanan ini

    Anak. Apa sih yang ada di pikiran kalian ketika mendengar kata yang satu ini? Anak adalah suatu hal yang dinantikan setiap orang tua dan pastinya orang tua ingin selalu anaknya sehat setiap saat. Berbagai hal pun pastinya dilakukan orang tua pastinya siap dilakukan orang tua untuk menjaga kesehatan anak, contohnya saja seperti dengan memperhatikan pola makan anak. Yup, sebagai orang tua kita harus memperhatikan asupan makanan anak dengan baik mengingat anak lebih rentan terhadap berbagai penyakit. Ketika anak mengonsumsi makanan yang belum sesuai dengan umur atau makanan yang dikonsumsi tidak higenis dapat memicu timbulnya penyakit.

    Memangnya apa yang perlu kita perhatikan dalam mengatur asupan makan anak? Tentu saja jawabannya kita harus memperhatikan segala kandungannya, mulai dari kandungan vitamin yang ada di dalamnya serta berbagai zat lainnya yang dibutuhkan oleh anak; seperti protein, karbohidrat, lemak, maupun serat dan mineral. Memangnya seberapa banyak vitamin yang dibutuhkan anak dalam sehari? Apa jadinya jika kebutuhan vitamin anak tidak terpenuhi dengan baik?

    Vitamin merupakan salah satu zat yang dibutuhkan oleh seseorang setiap harinya agar tubuhnya kebal terhadap berbagai penyakit. Layaknya orang dewasa, kita juga perlu memenuhi kebutuhan vitamin anak setiap hari agar daya tahan tubuhnya kuat dan pastinya jauh dari kata terserang penyakit. Namun, sebenarnya makanan apa saja yang dapat memenuhi kebutuhan vitamin anak dengan baik? Nah, daripada semakin penasaran mengenai makanan apa yang sebaiknya dikonsumsi anak agar kebutuhan vitaminnya bisa tercukupi, yuk kita simak penjelasannya yang satu ini!

    1. Susu kedelai

    Siapa sih di antara kita yang suka mengonsumsi susu? Jenis susu apakah yang kalian suka konsumsi? Yup, seperti yang kita tahu, terdapat banyak susu yang beredar di pasaran dan kita bisa memilih jenis susu sesuai dengan kebutuhan dan pastinya kita akan mendapat manfaat dari susu tersebut. Susu kedelai adalah salah satu susu yang sering dipilih orang tua untuk anaknya, di mana susu kedelai adalah sumber makanan hewani yang kaya akan kandungan vitamin B12. Kekurangan vitamin B12 dampaknya akan fatal untuk tubuh, seperti kulit yang menjadi pucat, daya tahan tubuh yang lemah serta menyebabkan rasa lelah yang lebih cepat daripada sebelumnya. Kemudian, kekurangan vitamin B12 akan menyebabkan gangguan pada saraf seperti kesemutan, baal, kelemahan otot serta kesulitan untuk berjalan. Selain dari susu kedelai, orang tua bisa memenuhi kebutuhan vitamin B12 anak dari berbagai sayuran hijau lainnya ataupun dari ganggang laut.

    2. Bayam

    Bayam termasuk dalam golongan sayuran hijau yang pastinya memiliki banyak kandungan vitamin untuk anak kita. Menariknya lagi, bayam sudah bisa dikonsumsi mulai anak menginjak usia 6 bulan yang berarti kita tidak perlu khawatir lagi mengenai anak akan kekurangan pasokan vitamin dalam kesehariannya. Memangnya apa saja vitamin yang ada pada bayam? Eits jangan salah, meskipun sayuran ini murah tetapi terdapat banyak vitamin yang tersembunyi di dalamnya seperti vitamin A dan vitamin B, asam folat, fosfor, zat besi, serta kalsium.

    3. Jamur

    Siapa yang suka mengonsumsi jamur? Apakah kalian tahu jika mengonsumsi jamur dengan rutin dapat memenuhi kebutuhan vitamin anak? Yup, sayuran yang satu ini juga mampu memenuhi kebutuhan salah satu vitamin untuk anak, lebih tepatnya memenuhi kebutuhan vitamin D. Bukan hanya vitamin D saja, jamur juga memiliki kandungan vitamin B5 dan tembaga yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan anak sehari-hari.

    4. Alpukat

    Siapa sih yang tidak kenal dengan buah yang satu ini? Apakah Anda rutin untuk memberi asupan buah terhadap anak Anda? Seperti halnya orang dewasa, anak juga membutuhkan asupan 4 sehat 5 sempurna agar kesehatan tubuhnya tetap terjaga dan pastinya jauh dari berbagai penyakit. Salah satu buah yang bisa diberikan pada anak sejak dini adalah buah alpukat, di mana setengah dari potongan buah alpukat atau 2 mg alpukat banyak mengandung vitamin E dan pastinya mampu memenuhi kebutuhan vitamin anak sehari-hari. Kita juga bisa memberikan alpukat pada anak dalam bentuk jus ataupun dalam bentuk potongan buah.

    Nah, itu tadi adalah beberapa jenis makanan yang bisa kita berikan untuk memenuhi kebutuhan vitamin anak sehari-hari. Berbagai jenis makanan tersebut tidak sulit untuk didapatkan bukan? Memenuhi kebutuhan vitamin anak sangatlah penting untuk menjaga daya tahan tubuh agar kuat dan pastinya meminimalisir datangnya berbagai penyakit membahayakan pada anak. So, pastinya sekarang sudah tahu kan bagaimana cara membuat anak lebih ceria dan sehat daripada sebelumnya?

    Referensi:
    merdeka.com/sehat/penuhi-kebutuhan-vitamin-d-dengan-5-makanan-ini.html
    kumparan.com/@kumparanmom/5-makanan-kaya-vitamin-untuk-bayi-usia-6-bulan

    Read More
  • Ketakutan akan jarum suntik pada anak merupakan hal yang sering terjadi. Lebih dari 60% anak mengalami takut akan jarum suntik terutama yang berkaitan dengan imunisasi. Seiring bertambahnya usia, rasa ketakutan tersebut dapat berkurang, walau begitu sebagian anak tetap mengalami hal tersebut hingga beranjak dewasa. Nah, tak jarang ini menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Ketakutan pada […]

    5 Tips agar Anak Tidak Takut Jarum Suntik

    Ketakutan akan jarum suntik pada anak merupakan hal yang sering terjadi. Lebih dari 60% anak mengalami takut akan jarum suntik terutama yang berkaitan dengan imunisasi. Seiring bertambahnya usia, rasa ketakutan tersebut dapat berkurang, walau begitu sebagian anak tetap mengalami hal tersebut hingga beranjak dewasa. Nah, tak jarang ini menimbulkan kekhawatiran pada orang tua. Ketakutan pada anak dan kekhawatiran orang tua dapat menghalangi untuk dilakukan penyuntikan.

    Peran orang tua penting dalam mengatasi ketakutan jarum suntik pada anak. Terdapat beberapa faktor yang dapat mencetuskan rasa takut anak akan jarum suntik, meliputi kasih sayang orang tua terhadap anak, respons stres orang tua seperti menangis, gugup, cemas, atau marah-marah terhadap anak, dan orang tua yang takut akan jarum suntik. Hal-hal tersebut dapat meningkatkan terjadinya ketakutan anak akan jarum suntik.

    Ada beberapa tips agar anak tidak takut jarum suntik, yaitu:

    1. MOTIVASI ANAK AGAR TIDAK TAKUT AKAN JARUM SUNTIK

    Motivasi penting diberikan oleh orang tua agar anak tidak takut jarum suntik. Motivasi membuat seseorang berpikir positif, yang membuat kecemasan pada anak berkurang. Kecemasan yang berkurang menyebabkan sensasi nyeri yang dirasakan akan berkurang sehingga dapat mengurangi terjadinya anak takut akan jarum suntik.

    2. BERIKAN KASIH SAYANG

    Pada beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang tua yang memberikan kasih sayang yang baik kepada anak dapat menurunkan ketakutan pada anak akan jarum suntik dibandingkan yang kurang memberikan. Saat akan diimunisasi, orang tua dapat memeluk anaknya agar mereka merasa disayang oleh orang tuanya. Dengan hal tersebut dapat mengurangi takut anak akan jarum suntik.

    3. TIDAK PANIK SAAT MENEMANI ANAK

    Tidak jarang orang tua menjadi panik karena anaknya akan disuntik yang disebabkan karena kekhawatiran. Kekhawatiran merupakan suatu yang wajar terjadi, tetapi dalam mengatasi ketakutan anak akan jarum suntik hal ini tidak boleh terjadi. Pada penelitian menunjukkan bahwa perilaku orang tua seperti cemas, marah, atau menangis, dapat memengaruhi ketakutan anak terhadap jarum suntik.

    4. MENGATASI KETAKUTAN ORANG TUA TERHADAP JARUM SUNTIK

    Selain anak, orang tua pun juga dapat mengalami ketakutan akan jarum suntik. Hal ini mungkin didapatkan dari pengalaman dari masa lampau. Perilaku takut akan disuntik ini dapat menurun karena kecenderungan anak mengikuti perilaku orang tuanya. Respons ketakutan tersebut harus dihindari terutama saat bersama dengan anak. Bila hal tersebut sulit dikendalikan, perlu konsultasi lebih lanjut dengan psikiater/psikolog agar dapat mengatasi hal tersebut.

    5. MEMBERITAHU KEPADA ANAK SEBELUM AKAN DISUNTIK

    Kecemasan dapat menyebabkan sensasi nyeri meningkat dan mengakibatkan pengalaman nyeri yang dapat membuat sensasi nyeri semakin hebat bila terjadi nyeri selanjutnya. Dari penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa kecemasan baik sebelum, saat, dan sesudah tindakan medis dan rasa nyeri setelah tindakan medis menjadi berkurang bila pada sebelumnya pasien diberikan informasi dengan jelas seputar tindakan medis, terutama apa saja yang akan terjadi saat tindakan dan yang akan terjadi setelah tindakan medis.

    Hal tersebut berkaitan dengan rasa takut akan jarum suntik pada anak. Sebelum dilakukan imunisasi, perlu diberi tahu terlebih dahulu kepada anak seputar imunisasi, meliputi perlunya imunisasi, caranya, akibat dari imunisasi yang dapat terjadi, seperti nyeri salah satunya, dan yang penting diberi tahu bahwa disuntik saat imunisasi tidak berbahaya dan nyeri yang dirasakan tidak akan berlangsung lama. Dengan langkah tersebut, dapat mengurangi rasa takut anak akan jarum suntik.

    Nah, Moms itulah kelima tips yang dapat Anda terapkan supaya si kecil tidak takut lagi dengan jarum suntik. Selain itu, bila Moms ingin melakukan vaksinasi, baik untuk si kecil maupun anggota keluarga lainnya, ada layanan dokter ke rumah loh. Coba saja akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA
    Orenius T, LicPsych, Säilä H, Mikola K, Ristolainen L. Fear of Injections and Needle Phobia Among Children and Adolescents: An Overview of Psychological, Behavioral, and Contextual Factors. SAGE Open Nursing. 2018;4:237796081875944.
    Taylor C, Sellick K, Greenwood K. The influence of adult behaviors on child coping during venipuncture: A sequential analysis. Research in Nursing & Health. 2011
    Tsao J, Lu Q, Myers C, Kim S, Turk N, Zeltzer L. Parent and Child Anxiety Sensitivity: Relationship to Children’s Experimental Pain Responsivity. The Journal of Pain. 2006;7(5):319-326.
    Suseno E. Pencegahan nyeri kronis pasca operasi. Majalah Kedokteran Andalas. 2017;40(1):40.

    Read More
  • Sekarang ini pemerintah banyak mempromosikan perang terhadap berbagai penyakit yang mudah menular atau menjadi wabah. Salah satunya adalah Rubella yang mengkhawatirkan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan tentu saja ibu hamil yang bukan hanya mementingkan kesehatan sendiri tetapi calon bayi yang ada diperutnya. Baca Juga: Virus Rubella-Gejala, Risiko, Penyebab, dan Pencegahannya Banyaknya masalah […]

    Rubella dan Kehamilan serta Dampaknya pada Janin

    Sekarang ini pemerintah banyak mempromosikan perang terhadap berbagai penyakit yang mudah menular atau menjadi wabah. Salah satunya adalah Rubella yang mengkhawatirkan banyak orang, mulai dari anak-anak hingga dewasa dan tentu saja ibu hamil yang bukan hanya mementingkan kesehatan sendiri tetapi calon bayi yang ada diperutnya.

    Baca Juga: Virus Rubella-Gejala, Risiko, Penyebab, dan Pencegahannya

    Banyaknya masalah yang terjadi akibat ibu hamil yang terinfeksi Rubella dan berimbas pada bayi menyebabkan banyak orang yang mencoba mencegah atau menghindari rubella dengan berbagai cara. Namun, beberapa ibu hamil juga masih ada yang belum sadar betapa pentingnya menjaga kesehatan khususnya dari Rubella. Berikut ini akan kita bahas secara gamblang.

    Bahaya Rubella atau Campak Jerman bagi ibu hamil

    Rubella bisa dikategorikan penyakit yang berbahaya bagi ibu hamil serta janinnya, karena dapat menimbulkan cacat lahir. Rubella atau campak jerman termasuk virus yang paling berbahaya dan mematikan, umumnya menyerang ibu hamil pada 12 minggu pertama atau trimester pertama.

    Selain itu, ada juga penyakit yang disebut Congenital Rubella Syndrome (CRS), kondisi ini terjadi pada janin yang ada dalam perut atau rahim ibu yang terinfeksi virus tersebut. CRS bisa mempengaruhi kondisi di segala bagian tubuh bayi yang sedang berkembang. Tentu menjadi ketakutan sendiri jika yang terkena adalah bagian otak atau tubuh lain.

    Cacat lahir yang paling umum dari CRS dapat mencakup:

    • Gangguan pendengaran
    • katarak
    • penyakit jantung bawaan
    • keterlambatan perkembangan

    Tanda dan gejala

    Kenali gejala penyakit ini bila Sobat sangat khawatir mengenai keselamatan anak yang dikandung. Memang beberapa gejala hampir serupa dengan penyakit lainnya. Namun, Sobat bisa menilai dari tanda khusus rubella yang tidak akan muncul pada penyakit lain, yakni ruam merah yang sudah pasti muncul pertama kali.

    • Ruam merah

    Untuk anda yang terjangkit rubella, masalah yang pertama muncul adalah ruam merah khususnya di bagian wajah serta leher. Selain itu rubella akan menyebar ke semua bagian tubuh dan berproses selama 3 hari gejala lainnya kemudian akan menyusul atau muncul. Diantaranya adalah :

    • demam ringan (<39°C) yang sulit untuk terun
    • adanya mual dan juga muntah meskipun tidak salah makan
    • sakit kepala
    • mata mulai memerah dan bengkak
    • Tubuh mulai terasa tidak nyaman, batuk dan nyeri tenggorokan
    • Pembengkakan pada kelenjar getah bening
    • Khusus ibu hamil adanya kondisi tidak nyaman dan kurang sehat pada tubuh serta janin lambat merespon anda. selain itu pegal yang dirasakan berbeda dengan pegal ibu hamil biasanya, karena menyerang berbagai bagian tubuh tidak hanya punggung ataupun kaki.

    Penyebaran Rubella

    Rubella menular melalui percikan cairan penderita ketika mereka bersin atau batuk. Bila mengenai wanita hamil, maka besar kemungkinan janin yang dikandung tertular penyakit ini. Pada ibu hamil jika memang sang ibu terkena rubella maka kemungkinan menularkan ke bayinya secara langsung sebesar 90% . Bayi dengan CRS dapat membawa virus selama satu tahun atau lebih. Berdasarkan WHO sendiri angka CSR sangat tinggi di Afrika dan Asia Tenggara.

    Baca Juga: Seberapa Pentingkah Imunisasi MR Dilakukan?

    Pemerintah menggalakan program vaksin MR atau rubella untuk mengurangi wabah dan kandungan virus rubella di Indonesia. Khususnya mereka yang tinggal di lingkungan padat penduduk dan mudah sekali menular wabahnya. Ibu hamil yang membekali diri dengan banyak nutrisipun tetap bisa terkena masalah tersebut.

    Cara Menghindari dan Menyembuhkan Rubella

    Ada beberapa cara pada ibu hamil untuk menghindari dan juga menyembuhkan rubella agar tidak semakin parah atau tidak terjangkit. Pertama yakni mengonsumsi makanan bergizi khususnya ibu hamil trisemester pertama yang masih mengalami mual dan sulit makan. Nutrisi ibu hamil harus lebih banyak mengingat daya tahan tubuh bekerja untuk dua nyawa.

    Sedangkan virus termasuk masalah penyakit yang banyak ditakuti karena bisa masuk dan menyerang pasien dengan mudah. Ibu hamil harus memperhatikan porsi makan serta kandungan nutrisi apa saja yang ada pada makanan tersebut.

    Selanjutnya adalah istirahat yang cukup pada ibu hamil karena ibu hamil mudah lelah dengan membawa janin yang ada di kandungan tanpa bisa dilepas sedikitpun. Sobat harus bisa mengtur waktu untuk mengistirahatkan tubuh dan kondisi anda. Jika tidak fit dan membiarkan tubuh terlalu lelah, maka berbagai penyakit termasuk virus mudah masuk ke dalam tubuh.

    Pilihan tepat lainnya adalah melakukan vaksin rubella untuk mencegah dan meminimalisir terjangkitnya virus rubella tersebut. Tentu kamu bisa melakukan vaksin rubella di ProSehat yang memberikan layanan vaksinasi ke rumah.

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja