Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Anak

Showing 71–80 of 275 results

  • Moms, pernahkah Si Kecil mengalami diare saat bayi? Pasti sedih rasanya ketika melihat anak sakit, apalagi bila terlihat lemas tidak seperti biasanya. Buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan tekstur cair atau encer disebut diare. Bila tidak ditangani dengan baik, anak dapat mengalami kekurangan cairan berlebihan atau dehidrasi yang dapat berakibat fatal. Rotavirus […]

    Imunisasi Rotavirus Mencegah Kematian Bayi Karena Diare

    Moms, pernahkah Si Kecil mengalami diare saat bayi? Pasti sedih rasanya ketika melihat anak sakit, apalagi bila terlihat lemas tidak seperti biasanya. Buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan tekstur cair atau encer disebut diare. Bila tidak ditangani dengan baik, anak dapat mengalami kekurangan cairan berlebihan atau dehidrasi yang dapat berakibat fatal.

    Rotavirus adalah jenis virus yang menyebabkan peradangan pada saluran pencernaan. Infeksi rotavirus menjadi salah satu penyebab diare yang paling sering terjadi pada bayi dan anak-anak, terutama di negara-negara dengan sanitasi yang kurang baik.

    Imunisasi Rotavirus Mencegah Kematian Bayi Karena Diare

    Imunisasi Rotavirus Mencegah Kematian Bayi Karena Diare

    Diare merupakan penyebab tertinggi kematian pada anak balita secara global yang mencapai sekitar 525.000 kematian setiap tahunnya. Di Indonesia diare merupakan penyakit endemis dan juga merupakan penyakit potensial KLB (Kejadian Luar Biasa) yang sering disertai dengan kematian.

    Kabar baiknya, risiko terinfeksi diare akibat rotavirus ini dapat diminimalkan dengan memberikan vaksin rotavirus pada anak sejak usia dini.

    Rotavirus Banyak di Tempat Ramai

    Penularan rotavirus cepat menyebar di tempat-tempat ramai yang banyak dikunjungi anak, seperti tempat penitipan anak, taman bermain, dan sekolah. Penyebaran virus ini dapat terjadi oleh para pekerja apabila mereka tidak mencuci tangan dengan benar setelah beraktivitas, terutama setelah menggunakan toilet. 

    Virus rotavirus dapat bertahan hingga 10 hari setelah gejala mereda. Selama 10 hari tersebut, virus bisa saja menyebar dengan mudah pada anak-anak saat terjadi kontak melalui tangan atau mulut. 

    Dapatkan: Paket Imunisasi Rotavirus ke Rumah 

    Menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat

    Pada awalnya, virus ini terdapat pada feses orang yang telah terinfeksi. Orang yang terinfeksi namun belum menunjukkan gejala tetap bisa menularkannya ke orang lain dan lingkungan sekitarnya.

    Untuk mencegah infeksi, orang dewasa dan anak harus selalu menjaga kebersihan diri. Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah dari kamar mandi atau sebelum makan harus dibiasakan sejak dini.

    Vaksin Rotavirus Efektif Cegah Diare Akut

    Mengingat fatalnya dampak dari diare, langkah pencegahan yang lebih lanjut perlu diambil. Diare yang disebabkan oleh rotavirus dapat dicegah dengan memberikan vaksin rotavirus sebagaimana direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Vaksin ini efektif  melindungi 85-96% dari diare yang disebabkan oleh rotavirus.

    Dosis primer rotavirus dapat diberikan pertama kali pada anak di usia 2 bulan, dan diberikan kembali di usia 4 dan 6 bulan. Vaksin ini boleh diberikan bersamaan dengan vaksin-vaksin yang lain seperti Hepatitis B, polio, DTP, HiB, dan PCV.

    Ada dua jenis vaksin rotavirus yang beredar di Indonesia, yakni:

    • Rotateq

    Jenis imunisasi rotavirus ini termasuk dalam vaksin rotavirus pentavalent, sehingga anak perlu mendapatkannya sebanyak 3 kali. 

    Berikut jadwal imunisasi rotavirus pentavalent yang direkomendasikan IDAI tahun 2020:

    • Bayi usia 2 bulan
    • Bayi usia 4 bulan
    • Bayi usia 6 bulan

    Pemberian vaksin ini diberi jeda 4-10 minggu dan harus selesai saat anak memasuki usia 32 minggu atau 8 bulan.

    • Rotarix

    Imunisasi berikutnya adalah Rotarix monovalent, dengan pemberian sebanyak dua kali. Pertama saat anak berusia 10 minggu dan kedua saat anak berusia 14 minggu. Pemberian vaksin Rotarix ini maksimal saat anak usia 6 bulan. 

    Baca Juga: Hati-Hati Diare Rotavirus Menyerang Anak Anda !

    Harga Vaksin Rotavirus

    Berdasarkan dua jenis vaksin rotavirus yang telah dijelaskan di atas, harga setiap jenis vaksin juga memiliki perbedaan, yakni berkisar dari Rp 280 ribu hingga Rp 500 ribuan, tergantung pada ketersediaan vaksin dan klinik atau rumah sakit yang menyediakan. 

    Berikut adalah kisaran biaya layanan vaksinasi ke rumah bersama Prosehat:

    Imunisasi Rotavirus ke Rumah (1 kali suntik) Rp 700.000
    Paket Imunisasi Rotavirus ke Rumah (3 kali suntik) Rp 2.000.000

     

    Sedangkan, biaya layanan vaksinasi rotavirus di klinik mitra Prosehat, yakni:

    Imunisasi Rotavirus di Klinik Kasih Palmerah Rp 450.000
    Imunisasi Rotavirus di Klinik Kasih Bekasi Satu Rp 450.000

    Baca Juga: Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Moms juga bisa memilih paket imunisasi bagi anak 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan sehingga Moms tidak perlu berulang kali menjadwalkan vaksinasinya.

    Paket Imunisasi Bayi 2 Bulan ke Rumah – Combo 6 (DTPa-IPV-Hib-Hep B) + BCG + Pneumonia (PCV-13) + Rotavirus Rp. 3.300.000
    Paket Imunisasi Bayi 4 Bulan ke Rumah – Combo 6 (DTPa-IPV-Hib-Hep B) + Pneumonia (PCV-13) + Rotavirus Rp. 2.500.000
    Paket Imunisasi Bayi 6 Bulan ke Rumah – Pneumonia (PCV13) + Rotavirus + Flu 4 Strain Rp. 2.200.000

    Baca Juga: Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Nah Moms, ayo segera lindungi anak dari virus rotavirus yang rentan menginfeksi bayi dan anak. Layanan ini dapat dilakukan di klinik mitra Prosehat atau di rumah untuk agar Moms dan Si Kecil tidak perlu repot untuk keluar rumah dan antri. 

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. who.int. 2022. vaccines/rotavirus.
    2. who.int. 2022. diseases/rotavirus.
    3. cdc.gov. 2022. vaccines/rotavirus.
    4. Idai.or.id. 2022. IDAI | Masalah Saluran Cerna Anak: Penyebab dan Mengatasinya.
    5. nhs.uk. 2022. Rotavirus vaccine overview.
    Read More
  • Moms, pernahkah Moms bertanya kenapa vaksin HPV mulai diberikan di usia 9 tahun? Padahal anak usia tersebut umumnya belum melakukan hubungan seksual. Mungkin tidak akan juga dalam waktu dekat. Moms benar sekali bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bisa terjadi setelah adanya aktivitas seksual. Dan, tak hanya pada perempuan, virus ini juga dapat menginfeksi laki-laki. Tapi […]

    Remaja Perempuan Paling Rentan Terinfeksi Virus HPV

    Moms, pernahkah Moms bertanya kenapa vaksin HPV mulai diberikan di usia 9 tahun? Padahal anak usia tersebut umumnya belum melakukan hubungan seksual. Mungkin tidak akan juga dalam waktu dekat.

    Moms benar sekali bahwa infeksi human papillomavirus (HPV) bisa terjadi setelah adanya aktivitas seksual. Dan, tak hanya pada perempuan, virus ini juga dapat menginfeksi laki-laki.

    Tapi kenapa remaja perempuan yang lebih rentan terinfeksi HPV? Yuk simak penjelasannya di bawah ini, Moms.

    Remaja Perempuan Paling Rentan Terinfeksi Virus HPV

    Remaja Perempuan Paling Rentan Terinfeksi Virus HPV

    Perubahan Masa Remaja

    Masa remaja adalah periode dimana terjadi banyak perubahan baik di dalam tubuh maupun secara fisik. Menurut dr. Hindra Irawan Satari, SpA, sekretaris Satgas Imunisasi Anak, remaja merupakan kelompok usia yang rentan terkena infeksi HPV karena pada masa tersebut ia mengalami perubahan mukosa atau selaput lendir mulut rahim sehingga mudah terinfeksi.

    Menurut data, infeksi virus HPV lebih sering terjadi pada remaja perempuan usia 16-20 tahun. Hal ini diperburuk jika remaja tidak menjaga kebersihan diri dan melakukan seks bebas.

    Apabila infeksi ini tidak segera diobati maka dapat berkembang menjadi kanker serviks pada usia 20-30 tahun. Hal ini pastinya akan mengganggu produktivitas penderita.

    Cegah Kanker Serviks Sejak Dini, Cek: Harga Vaksin HPV di ProSehat

    Vaksin HPV Paling Efektif pada Remaja

    Sebab kerentanan tersebut, pencegahan paling efektif adalah pemberian vaksin HPV di usia remaja. Selain itu juga karena tingkat kekebalan tubuh saat remaja masih sangat tinggi sehingga akan lebih efektif melindungi.

    Vaksinasi HPV diketahui menurunkan risiko kanker serviks hingga 90% pada perempuan yang divaksinasi di usia 11-14 tahun.

    Banyak perempuan yang tidak menyadari bahwa ia sedang terinfeksi karena kanker serviks pada stadium awal hampir tidak pernah menunjukkan tanda dan gejala.

    Meski Sahabat Sehat bisa secara rutin melakukan skrining kanker serviks, namun belum ada pemeriksaan yang direkomendasikan untuk mendeteksi lima jenis kanker lainnya akibat infeksi HPV. 

    Jenis kanker tersebut bisa saja tidak terdeteksi sampai akhirnya muncul gangguan kesehatan, seperti kanker vagina, vulva, orofaring, kanker anus dan kanker penis pada laki-laki, serta kutil kelamin (penyakit infeksi menular seksual). Nah, vaksin HPV berguna untuk membantu mencegah berkembangnya kanker tersebut.

    Baca Juga: Pentingnya Vaksinasi Kanker Serviks untuk Anak SD Sebagai Pencegahan dan Proteksi Dini

    Layanan Vaksinasi HPV di Prosehat

    Saat ini sudah banyak fasilitas layanan kesehatan yang menyediakan vaksinasi HPV, termasuk Prosehat. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, tergantung fasilitas kesehatan atau rumah sakit yang menyelenggarakan. Di fasilitas kesehatan atau rumah sakit swasta di Indonesia, harga vaksinasi HPV berkisar antara Rp 990.000 hingga lebih dari Rp 1.250.000 untuk satu kali suntik. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat disarankan untuk menyiapkan dana lebih untuk kebutuhan tambahan tidak terduga, yakni sekitar 20-30% dari biaya yang diperkirakan. 

    Vaksinasi HPV merupakan salah satu layanan unggulan di Prosehat. Sebagai tindak pencegahan melawan kanker serviks, Prosehat menyediakan Layanan Kanker Serviks yang bisa dilakukan di Klinik Mitra Prosehat, seperti Klinik Kasih di Palmerah, atau di rumah, dengan kisaran harga sebagai berikut:

    Layanan di Klinik Kasih Palmerah

    Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain (1 kali suntik) Rp 1.100.000
    Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (1 kali suntik) Rp 990.000
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (3 kali suntik) Rp 2.800.000
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Usia < 13 Tahun) (2 kali suntik) Rp 1.900.000
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan > 13 Tahun) Rp 5.850.000
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan 10 -13 Tahun) Rp 4.880.000

    Layanan ke Rumah

    Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain Rp 1.250.000
    Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain Rp 1.700.000
    Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (3 kali suntik) Rp. 4.500.000
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan 10-13 Tahun) Rp 6.700.000
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan >13 Tahun) Rp 7.500.000
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Usia < 13 Tahun) (2 kali suntik) Rp 2.800.000
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain (3 kali suntik) Rp 3.600.000
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Grup 2 Orang) (3 kali suntik) Rp. 6.000.000
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Grup 3 Orang) (1 kali suntik) Rp 1.250.000
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Grup 5 Orang) (3 kali suntik) Rp 13.500.000
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Grup 10 Orang) (3 kali suntik) Rp 25.800.000
    Paket Pemeriksaan 2 in 1 Vaksinasi HPV 4 Strain + Cek Pap Smear (3 kali suntik) Rp 4.800.000
    Paket Pemeriksaan 2 in 1 Vaksinasi HPV 4 Strain + Cek pap Smear (1 kali suntik) Rp 1.700.000

    Vaksinasi HPV yang diberikan gratis oleh pemerintah hanya bagi anak-anak kelas 5 dan 6 SD. Artinya, program pemerintah belum dapat mencakup kelompok usia yang lebih luas yang juga sama rentannya. Maka, orang tua harus menjadwalkan vaksinasi mandiri bagi anak.

    Baca Juga: Waspadai Berbagai Risiko Komplikasi Akibat Kanker Serviks

    Moms, ayo segera jadwalkan vaksinasi anak Anda bersama Prosehat. Layanan vaksinasi Prosehat sudah berjalan selama bertahun-tahun dan dilakukan langsung oleh dokter yang kompeten menggunakan vaksin yang berkualitas dan aman. Selain itu Moms bisa pilih untuk vaksinasi di klinik mitra Prosehat atau di rumah.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Health, M., 2022. Mengapa Pra-Remaja Penting Mendapatkan Vaksin HPV? Ini Alasannya – Semua Halaman – Grid Health.
    2. suara.com. 2022. Ini Mengapa Vaksinasi HPV Penting di Segala Usia.
    3. Harvard Health. 2022. HPV vaccine: A vaccine that works, and one all children should get – Harvard Health.
    4. cdc.gov. 2022.  hpv vaccine young women.
    5. Ugm.ac.id. 2022. Edukasi dan Vaksinasi HPV pada Remaja Perlu Digalakkan | Universitas Gadjah Mada.
    Read More
  • Moms, setiap penyakit memiliki komplikasi yang berbeda-beda apabila tidak dicegah. Komplikasi tersebut dapat merupakan sesuatu yang ringan, namun juga bisa berat bahkan mengancam nyawa. Penyakit campak adalah salah satu penyakit yang memiliki komplikasi berat, terutama pada anak-anak dengan kondisi tertentu. World Health Organization (WHO) dan UNICEF mencatat terdapat peningkatan angka infeksi campak di dunia dalam […]

    Cegah Komplikasi Sakit Campak Pada Anak dengan Vaksinasi

    Moms, setiap penyakit memiliki komplikasi yang berbeda-beda apabila tidak dicegah. Komplikasi tersebut dapat merupakan sesuatu yang ringan, namun juga bisa berat bahkan mengancam nyawa. Penyakit campak adalah salah satu penyakit yang memiliki komplikasi berat, terutama pada anak-anak dengan kondisi tertentu.

    Cegah Komplikasi Sakit Campak Pada Anak dengan Vaksinasi

    Cegah Komplikasi Sakit Campak Pada Anak dengan Vaksinasi

    World Health Organization (WHO) dan UNICEF mencatat terdapat peningkatan angka infeksi campak di dunia dalam 2 bulan pertama tahun 2022 sebesar 79% dibandingkan tahun kemarin.1

    Dengan sifatnya yang mudah menular, maka Moms harus waspada terhadap penyakit ini, terutama bila terdapat keluarga yang termasuk dalam populasi berisiko. Seperti apa komplikasi dari campak? Populasi apa yang dinilai berisiko bila terkena campak? Mari kita bahas dalam artikel berikut.

    Campak menular melalui udara

    Campak merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus campak yang termasuk dalam Paramyxoviridae family.2 Virus ini termasuk jenis virus RNA yang mudah untuk menular. Proses penularan terjadi melalui udara atau disebut dengan airborne.

    Seseorang yang berada dalam jarak dekat orang terinfeksi campak, ada kemungkinan 90% orang tersebut dapat tertular apabila sistem imunnya tidak memiliki kekebalan terhadap virus campak.

    Virus campak dapat bertahan di udara selama 2-5 jam.3 Tanda dan gejala yang dapat dijumpai adalah demam, batuk, pilek, mata merah, bercak-bercak putih dalam mulut, dan bercak-bercak merah pada wajah dan tubuh.

    Seseorang sudah dapat menularkan virus campak 4 hari sebelum bercak merah timbul hingga 4 hari setelah bercak merahnya menghilang.

    Dapatkan: Paket Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) + Flu ke Rumah

    Komplikasi Campak dari Ringan Hingga Berat

    Virus campak dapat menyebabkan beberapa komplikasi untuk anak-anak, dari yang ringan hingga berat dampaknya. Beberapa komplikasi ringan yang dapat terjadi adalah infeksi telinga dan diare. Komplikasi berat yang dapat terjadi adalah sebagai berikut:

    Pneumonia

    Virus campak dapat menyebabkan infeksi pada paru sehingga terjadi pneumonia atau paru-paru basah. Kondisi ini dapat mengancam jiwa bila tidak ditangani karena mengganggu pertukaran oksigen, yang menyebabkan kebutuhan oksigen tubuh tidak terpenuhi. Perawatan yang diperlukan bila mengalami pneumonia yang berat dapat memerlukan penggunaan mesin ventilator (alat bantu napas).

    Baca Juga: Yuk, Cari Tahu Perbedaan Campak dan Rubella

    Ensefalitis

    Radang pada jaringan otak dapat terjadi pada infeksi campak meskipun jarang. Kondisi yang dinamakan ensefalitis ini dapat menyebabkan penurunan kesadaran hingga kejang pada anak.

    Kebutaan

    Infeksi virus campak pada anak yang kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kebutaan. Radang pada mata akibat virus ini dapat menyebabkan komplikasi ini.

    Komplikasi yang disebutkan diatas dapat dialami oleh anak-anak, terutama mereka yang masuk dalam kategori populasi berisiko. Anak-anak yang berusia dibawah 5 tahun atau mereka yang memiliki kondisi imun tubuh lemah seperti autoimun merupakan kelompok berisiko.

    Obat antivirus spesifik untuk campak tidak ada, namun tatalaksana yang diberikan bersifat suportif yaitu untuk meringankan gejala dan mencegah komplikasi. Salah satu cara untuk mencegah terinfeksi virus campak adalah dengan melakukan vaksinasi MR atau MMR (Measles, Mumps, Rubella).2,3 Vaksin ini sudah dapat diberikan pada anak yang berusia 9 bulan.

    Jika Moms ingin memberikan imunisasi campak pada buah hati, bisa dilakukan lewat ProSehat loh. Harga imunisasi campak bervariasi untuk layanan ke klinik langsung dan ke rumah, mulai dari Rp. 550.000.

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Bagi Moms yang berdomisili di luar Jakarta, terutama Bekasi dan sekitarnya, jangan khawatir karena ProSehat memiliki cabang Klinik Kasih Bekasi Satu, berlokasi di Grand Wisata, Jalan Western Boulevard, Ruko Lamonte Blok ER-3 No. 3.  

    Jika Moms membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Measles cases are spiking globally. Unicef.org. 2022.
    2. Kondamudi N, Waymack J. Measles. Ncbi.nlm.nih.gov. 2022.
    3. Measles (Rubeola). cdc.gov. 2022. 
    4. Measles. nhs.uk. 2022.
    5. PERTANYAAN SEPUTAR IMUNISASI MR. idai.or.id. 2022.
    Read More
  • Campak dan rubela (campak Jerman) merupakan penyakit yang sering dijumpai pada anak-anak. Kedua penyakit tersebut sekilas terlihat sangat mirip dengan timbulnya bercak merah pada tubuh anak yang terinfeksi. Namun tahukah Sahabat Sehat bahwa kedua penyakit tersebut disebabkan oleh dua tipe virus yang berbeda? Kedua penyakit tersebut tidak semirip yang mungkin Sahabat Sehat pikirkan. Lalu apa […]

    Yuk, Cari Tahu Perbedaan Campak dan Rubella

    Campak dan rubela (campak Jerman) merupakan penyakit yang sering dijumpai pada anak-anak. Kedua penyakit tersebut sekilas terlihat sangat mirip dengan timbulnya bercak merah pada tubuh anak yang terinfeksi. Namun tahukah Sahabat Sehat bahwa kedua penyakit tersebut disebabkan oleh dua tipe virus yang berbeda?

    Kedua penyakit tersebut tidak semirip yang mungkin Sahabat Sehat pikirkan. Lalu apa sajakah perbedaan campak dan rubella? Apakah yang satu lebih berbahaya dari yang lain? Mari kita bahas perbedaan kedua penyakit tersebut dalam artikel.

    Yuk, Cari Tahu Perbedaan Campak dan Rubella

    Yuk, Cari Tahu Perbedaan Campak dan Rubella

    Campak Menular Melalui Udara

    Campak, atau nama lainnya yaitu rubeola (measles) merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus RNA dengan famili Paramyxoviridae dan genus Morbillivirus. Ini merupakan sebuah penyakit yang sangat mudah ditularkan melalui udara, terutama pada mereka yang belum pernah terinfeksi ataupun belum pernah divaksinasi.

    Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2018, dijumpai kurang lebih 140.000 kasus kematian pada anak usia dibawah 5 tahun karena campak. Tujuan kedepannya tentu adalah untuk meningkatkan angka vaksinasi terhadap campak, karena penyakit yang sangat menular ini dapat dicegah.

    Tanda dan gejala yang sering dijumpai pada penyakit campak adalah batuk, pilek, mata merah, dan demam tinggi. Tanda yang unik pada campak dapat  berupa bercak putih dalam rongga mulut yang timbul pada hari ke 2-3, dan bercak merah pada sekujur tubuh pada hari ke 3-5. Bercak merah ini pertama timbul pada kepala, dekat garis rambut kemudian turun dan menyebar keseluruh tubuh.

    Dapatkan:  Layanan Vaksinasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) di ProSehat

    Karakteristik Bercak Merah Campak

    Pada bagian bercak merah, kulit dapat timbul sedikit. Bercak merah juga dapat bergabung dengan bercak merah lainnya menjadi lebih besar.

    Sebagian besar penderita campak akan sembuh tanpa adanya komplikasi. Namun tetap terdapat risiko terjadinya komplikasi, khususnya pada kelompok berisiko seperti anak usia dibawah 5 tahun dan gangguan pada sistem imun. Beberapa komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh penyakit campak dapat berupa infeksi telinga, kebutaan, radang jaringan otak, paru-paru basah, hingga kematian.

    Rubela Menyebabkan Pembesaran Kelenjar Getah Bening

    Berbeda dengan campak, rubela atau juga disebut dengan campak jerman merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus RNA dengan famili Matonaviridae dan genus Rubivirus.4 Virus ini memiliki karakteristik sama, yaitu sangat mudah menular melalui udara dan terutama pada anak yang belum pernah terinfeksi sebelumnya dan belum divaksinasi. Meskipun sudah sangat jarang dijumpai, namun virus ini masih terdapat pada beberapa negara.

    Infeksi Rubela dapat menimbulkan beberapa gejala yang mirip seperti campak yaitu batuk, pilek, dan mata merah. Demam yang dialami saat terinfeksi virus ini secara umum tidak tinggi, berbeda dengan demam pada campak. Selain itu sering dijumpai pembesaran kelenjar getah bening pada daerah belakang leher, belakang telinga, dan daerah bawah rahang.

    Baca Juga: Bahayakah Jika Anak Tidak Menerima Vaksinasi Campak?

    Karakteristik Bercak Merah Rubela

    Untuk bercak merah yang timbul saat infeksi rubela dimulai pada daerah kepala dan kemudian berlanjut turun menyebar ke seluruh tubuh. Namun bercak tersebut lebih cepat menghilang, yaitu sekitar 1-3 hari.

    Komplikasi yang dapat terjadi pada infeksi rubela juga berbahaya, berupa radang pada otot dan lapisan jantung, radang pada sendi, radang pada hati, kebutaan, dan keguguran atau kematian janin pada ibu hamil.

    Satu Vaksinasi untuk Mencegah Campak dan Rubela

    Kabar baiknya, untuk kedua virus tersebut sudah ada vaksinnya di Indonesia, yaitu vaksin campak dan rubela (MR) atau dengan tambahan mumps (MMR). Vaksin kombinasi ini pertama kali diberikan pada anak berusia 9 bulan.

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Bagi Moms yang ingin melakukan imunisasi untuk si kecil, kini tak perlu khawatir karena Prosehat memberi kemudahan dengan layanan imunisasi ke rumah. Kisaran harga imunisasi Measles, Mumps and Rubella (MMR) ke rumah sekitar Rp. 900.000 sedangkan untuk harga imunisasi campak ke rumah sekitar Rp. 570.000. 

    Jika Moms membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Kondamudi N, Waymack J. Measles. Ncbi.nlm.nih.gov. 2022.
    2. Measles (Rubeola). cdc.gov. 2022.
    3. Measles. Who.int. 2022.
    4. Leonor M, Mendez M. Rubella. Ncbi.nlm.nih.gov. 2022.
    5. Rubella. Who.int. 2022.
    6. Rubella. cdc.gov. 2022. 
    7. PERTANYAAN SEPUTAR IMUNISASI MR. idai.or.id. 2022. 
    Read More
  • Campak atau measles merupakan salah satu penyakit yang mudah menular pada anak-anak dan ditandai dengan ruam kemerahan. Walau menimbulkan ruam kemerahan pada kulit, campak sebenarnya adalah penyakit infeksi saluran napas yang ditularkan melalui droplet saat penderita batuk, bersin, tertawa, berbicara, dan sebagainya. Pada anak yang belum mendapatkan imunisasi, virus campak lebih mudah menginfeksi. Penyakit campak dapat […]

    Bayi Demam Setelah Imunisasi Campak, Apakah Normal?

    Campak atau measles merupakan salah satu penyakit yang mudah menular pada anak-anak dan ditandai dengan ruam kemerahan. Walau menimbulkan ruam kemerahan pada kulit, campak sebenarnya adalah penyakit infeksi saluran napas yang ditularkan melalui droplet saat penderita batuk, bersin, tertawa, berbicara, dan sebagainya.

    Bayi Demam Setelah Imunisasi Campak, Apakah Normal

    Bayi Demam Setelah Imunisasi Campak, Apakah Normal?

    Pada anak yang belum mendapatkan imunisasi, virus campak lebih mudah menginfeksi. Penyakit campak dapat dicegah dengan cara melakukan vaksinasi MR (Measles dan Rubella), yang diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD atau usia 6 tahun.

    Selain vaksin MR, dapat juga diberikan vaksin gabungan MMR (campak, gondongan dan campak Jerman) untuk anak berusia 18 bulan ke atas. Apakah wajar jika bayi yang diimunisasi campak menjadi demam? Yuk simak ulasannya, Moms!

    Demam Setelah Imunisasi Campak

    Vaksin dirancang untuk memberikan kekebalan tanpa membahayakan seseorang. Efek samping yang umum dirasakan oleh penerima vaksin adalah respon alami tubuh dalam mengenali dan membentuk imunitas terhadap penyakit tersebut.

    Tubuh meningkatkan aliran darah sehingga sistem imun dapat segera masuk sirkulasi darah ke seluruh tubuh. Alhasil, suhu tubuh meningkat dan kekebalan tubuh tercipta. Jadi, normal ya, Moms, jika Si Kecil demam setelah imunisasi campak. Moms tidak perlu khawatir.

    Dapatkan: Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) dari ProSehat

    Apakah Boleh Mengkonsumsi Pereda Demam Setelah Vaksinasi?

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) tidak menganjurkan minum pereda demam seperti parasetamol atau ibuprofen sebelum anak melakukan vaksinasi untuk menghindari kemungkinan terjadinya reaksi terhadap vaksin.

    Pereda demam dapat diberikan setelah vaksinasi jika anak demam. Tapi, sebenarnya gejala demam serta nyeri yang muncul setelah vaksinasi akan hilang dengan sendirinya tanpa harus minum obat.

    Baca Juga: Rubella dan Kehamilan serta Dampaknya pada Janin

    Cara lain untuk mengatasi demam antara lain:

    1. Minum air putih atau ASI yang cukup,
    2. Cukupi nutrisinya, dan
    3. Biarkan anak beristirahat sambil tetap dipantau.

    Moms, itulah penjelasan mengapa demam setelah imunisasi campak merupakan gejala yang normal dan umum ditemui. Hal ini tidak perlu dikhawatirkan dan jangan sampai membuat Moms ragu untuk mengimunisasi Si Kecil karena ia justru membutuhkan perlindungan yang optimal di masa pertumbuhannya.

    Apabila Moms memerlukan vaksinasi campak untuk Si Kecil, Moms bisa menghubungi Prosehat. Prosehat melayani vaksinasi di klinik mitra Prosehat dan juga vaksinasi di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Moms dan Si Kecil. Dapatkan juga penawaran harga vaksinasi yang menarik untuk Moms!

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Vaksinasi bersama Prosehat memberikan banyak keuntungan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Moms memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Idai.or.id. 2017. IDAI | Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR).
    2. Scholar.unand.ac.id. 2021.
    3. RSUD Kota Bogor. 2017. Campak atau Measles.
    4. HealthyChildren.org. 2021. MMR Vaccine: What You Need to Know.
    5. Seattle Children’s Hospital. 2022. Immunization Reactions.
    Read More
  • Penyakit flu atau influenza seringkali terjadi karena penularannya yang mudah. Anak-anak sangat rentan terinfeksi virus flu, khususnya balita. Sekolah dan tempat penitipan anak (daycare) merupakan salah satu lokasi yang kerap menjadi sumber penyebaran flu. Sebab, interaksi antar siswa dan guru/ pengasuh sangat intens dan rutin. Selain itu, pinjam meminjam barang dan mainan juga lazim terjadi di […]

    Apa Manfaat Imunisasi Influenza dan Efek Sampingnya Bagi Anak

    Penyakit flu atau influenza seringkali terjadi karena penularannya yang mudah. Anak-anak sangat rentan terinfeksi virus flu, khususnya balita. Sekolah dan tempat penitipan anak (daycare) merupakan salah satu lokasi yang kerap menjadi sumber penyebaran flu. Sebab, interaksi antar siswa dan guru/ pengasuh sangat intens dan rutin.

    Selain itu, pinjam meminjam barang dan mainan juga lazim terjadi di ruangan. Virus flu yang menempel pada benda yang disentuh oleh anak yang sedang flu berpotensi menularkan anak lain yang juga menyentuhnya. Maka dari itu, anak-anak dianjurkan untuk mendapatkan vaksinasi flu.

    Apa Manfaat Imunisasi Influenza dan Efek Sampingnya Bagi Anak

    Apa Manfaat Imunisasi Influenza dan Efek Sampingnya Bagi Anak

    Komplikasi Flu

    Influenza merupakan penyakit yang serius dibandingkan dengan common cold. Sebagian besar anak di seluruh dunia terkena flu saat perubahan cuaca (seasonal flu), dan sebagian besar anak perlu dirawat di rumah sakit.

    Berikut ini komplikasi yang mungkin terjadi akibat flu:

    • Pneumonia (paru-paru basah/ peradangan paru)
    • Dehidrasi
    • Perburukan asma atau penyakit jantung bawaan
    • Gangguan otak (ensefalopati)
    • Sinusitis
    • Kematian.

    Dapatkan: Paket Imunisasi Balita 5 tahun dari ProSehat

    Manfaat Imunisasi Influenza

    Flu adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus influenza dan menginfeksi saluran pernafasan, seperti hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Virus ini dapat menyebabkan sakit ringan hingga berat, dan pada kasus tertentu menyebabkan kematian.
    Kebanyakan orang yang terkena flu akan sembuh dalam beberapa hari hingga kurang dari dua minggu. Tetapi sebagian lainnya akan mengalami komplikasi seperti paru-paru basah (pneumonia). Vaksinasi influenza memberikan daya tahan tubuh untuk melawan virus influenza jika suatu hari terpapar. Sehingga, orang yang terinfeksi memiliki risiko rendah untuk mengalami sakit berat atau komplikasi.
    Vaksin influenza dilakukan rutin setiap satu tahun sekali karena sifat virusnya yang selalu bermutasi. Setelah vaksinasi, tubuh akan membangun antibodi terhadap virus influenza setelah 10-14 hari. Sesuai rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksinasi influenza dapat diberikan pada anak mulai usia 6 bulan dan booster 1 tahun sekali mulai usia 18 bulan.

    Baca Juga: Bingung Ada Berapa Jenis Vaksin Influenza? Ini Jawabannya

    Efek Samping Vaksin Influenza

    Efek samping dari vaksinasi flu umumnya tidak berat, berikut ini efek samping yang sering terjadi :

    1. Kemerahan, bengkak dan nyeri pada lengan yang disuntik
    2. Nyeri kepala
    3. Demam ringan
    4. Mual dan muntah
    5. Nyeri pada otot atau pegal-pegal.

    Baca Juga: Guru dan Pengasuh Daycare Perlu Vaksin Flu Sebelum Sekolah Tatap Muka

    Apabila Sahabat Sehat memerlukan vaksinasi influenza untuk diri sendiri, anak, maupun keluarga dan kerabat, Sahabat Sehat bisa menghubungi Prosehat yang menyediakan berbagai paket vaksin influenza mulai dari harga Rp. 550.000. Selain itu, Prosehat juga menyediakan layanan vaksinasi ke Rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Anda dan keluarga.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Halim, d., n.d. Manfaat Vaksin Influenza di Masa Pandemi COVID-19. Ciputra Medical Center. 
    2. P. Hutahaean, Sp.A, MSi.Med, d., n.d. Manfaat Vaksin Influenza untuk Anak dan Efek Sampingnya – Primaya Hospital.
    3. Centers of Disease Control and Prevention. 2021. Flu & Young Children.
    4. Centers of Disease Control and Prevention. 2019. Vaccine for Flu (Influenza).
    5. Tosh, M.D., P., 2022. Why your kid probably needs a flu shot. Mayo Clinic.
    Read More
  • Setelah berumur satu bulan, imunisasi yang perlu didapatkan di Si Kecil adalah vaksin BCG. Jenis vaksin ini berguna untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TB) yang banyak tersebar di Indonesia. Penyakit yang menyerang paru-paru, kelenjar, tulang, usus, otak, dan organ lainnya ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian. Kabar baiknya, penyakit tuberkulosis ada vaksinnya sehingga […]

    Kisaran Harga Imunisasi BCG Wilayah Jabodetabek

    Setelah berumur satu bulan, imunisasi yang perlu didapatkan di Si Kecil adalah vaksin BCG. Jenis vaksin ini berguna untuk mencegah penyakit tuberkulosis (TB) yang banyak tersebar di Indonesia. Penyakit yang menyerang paru-paru, kelenjar, tulang, usus, otak, dan organ lainnya ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecacatan hingga kematian.

    Kisaran Harga Imunisasi BCG Wilayah Jabodetabek

    Kisaran Harga Imunisasi BCG Wilayah Jabodetabek

    Kabar baiknya, penyakit tuberkulosis ada vaksinnya sehingga anak dapat terlindungi sepanjang hidupnya dengan hanya satu kali suntik.

    Imunisasi BCG dapat dilakukan di semua jenis fasilitas layanan kesehatan milik pemerintah maupun swasta. Pastikan si Kecil mendapatkan vaksin BCG yang berkualitas dengan harga yang terjangkau dari fasilitas kesehatan yang terpercaya.

    Daftar Harga Paket Layanan Vaksinasi BCG di Prosehat

    Imunisasi anak adalah salah satu layanan unggulan di Prosehat. Layanan ini ditujukan bagi Sahabat Sehat yang anaknya belum diimunisasi ataupun terlewat jadwal imunisasinya. Gunakan kemudahan dan kenyamanan vaksinasi combo untuk cakupan imunisasi yang lebih lengkap.

    Layanan imunisasi dari Prosehat dapat dilakukan di klinik-klinik mitra Prosehat di Jabodetabek dan pulau Jawa. Atau, jika Moms dan si Kecil ingin kenyamanan ekstra, Moms bisa pesan layanan imunisasi ke rumah.

    Layanan Vaksinasi dari ProSehat: Imunisasi BCG Ke Rumah

     Berikut kisaran harga paket layanan vaksinasi BCG di Prosehat:

    1 Imunisasi BCG 1 kali suntik di Klinik Kasih Bekasi Satu Rp. 450.000 
    2 Imunisasi BCG 1 kali suntik di Klinik Kasih Palmerah Rp. 450.000
    3 Imunisasi BCG 1 kali suntik di Klinik Raisha Yogyakarta  Rp. 300.000
    4 Imunisasi BCG 1 kali suntik di Klinik Ammyn Sukabumi  Rp. 55.000
    5 Imunisasi BCG 1 kali suntik di Klinik Bona Mitra Keluarga Bandung  Rp. 275.000
    6 Imunisasi BCG 1 kali suntik ke Rumah Rp. 720.000
    7 Paket Imunisasi Bayi 2 Bulan ke Rumah – Combo 6 (DTPa-IPV-Hib-Hep B) + BCG + Pneumonia (PCV-13) + Rotavirus Rp.3.300.000

    Mengapa harus vaksinasi di Prosehat?

    • Bebas tanya jawab dengan Maya seputar vaksinasi
    • Produk vaksin dijamin asli
    • Proses pembayaran mudah
    • Jadwal imunisasi yang fleksibel
    • Ditangani langsung oleh tenaga kesehatan profesional
    • Kenyamanan imunisasi di rumah

    Tak hanya itu, Anda juga bisa mendapatkan diskon serta promo menarik lainnya di Prosehat.

    Baca Juga: Suntik BCG Berbekas di Kulit Bayi, Amankah?

    Kisaran Harga Vaksinasi BCG di Jabodetabek

    Beberapa klinik dan rumah sakit swasta di sekitar Jabodetabek juga menawarkan layanan vaksinasi dengan harga yang bervariasi, tergantung pada lokasi dan jenis fasilitas kesehatannya.

    Berikut beberapa kisaran harga vaksinasi BCG di beberapa fasilitas kesehatan swasta di Jabodetabek:

    1 Klinik RHC Mampang Mulai dari Rp. 299.000
    2 Klinik Holicare Bintaro Mulai dari Rp. 400.000
    3 Klinik Holicare BSD Mulai dari Rp. 400.000
    4 RSIA Bunda Sejahtera Rp. 286.000 ‐ Rp. 1.100.000
    5 Rumah Sakit Umum Zahirah mulai dari Rp. 119.000
    6 Mayapada Hospital Jakarta Selatan mulai dari Rp. 350.000
    7 RS Harapan Sehati mulai dari Rp. 176.611

    Dianjurkan agar Sahabat Sehat mempersiapkan dana lebih sebagai antisipasi adanya biaya tambahan yang tidak terduga, yakni sekitar 20-30% dari harga vaksin yang diperkirakan.

    Hal yang perlu diperhatikan sebelum Imunisasi BCG

    Sebelum si Kecil diimunisasi, berikan ia cukup ASI/ susu agar ia nyaman, pakaikan pakaian yang longgar agar memudahkan dokter saat menyuntik, dan pastikan ia dalam keadaan sehat.
    Walaupun tergolong imunisasi wajib, ada beberapa kondisi yang membuat pemberian imunisasi BCG harus ditunda, yakni:

    Baca Juga: Inilah Alasan Tidak Munculnya Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Nah Sahabat Sehat, itulah kisaran biaya vaksin BCG di Prosehat dan di fasilitas kesehatan sekitar Jabodetabek. Segera hubungi Prosehat untuk layanan vaksinasi BCG di klinik maupun di rumah. Infokan juga ke keluarga dan kerabat Anda agar mereka mengetahui mudahnya layanan vaksinasi bersama Prosehat!

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. ProSehat. 2022. Paket Layanan Imunisasi Anak, Bayi & Balita Bersama Prosehat.
    2. ProSehat. 2022. Mencari bcg • ProSehat.
    3. idxchannel.com. 2022. Simak Estimasi Biaya Vaksin Bayi 0-3 tahun.
    Read More
  • Tahukah Moms bahwa jadwal imunisasi anak dibuat berdasarkan penelitian yang mendalam? Ya, jadwal dan jarak dosis vaksin dikembangkan oleh lembaga pemerintah bersama dokter ahli  untuk mencapai efektivitas maksimum. Maka, siapapun perlu mengikuti rekomendasi yang ada. Di Indonesia, jadwal imunisasi anak telah disiapkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Tahun 2022 ini jadwal masih mengacu pada […]

    Berbagai Jenis Imunisasi untuk Bayi 3 Bulan

    Tahukah Moms bahwa jadwal imunisasi anak dibuat berdasarkan penelitian yang mendalam? Ya, jadwal dan jarak dosis vaksin dikembangkan oleh lembaga pemerintah bersama dokter ahli  untuk mencapai efektivitas maksimum. Maka, siapapun perlu mengikuti rekomendasi yang ada.

    Berbagai Jenis Imunisasi untuk Bayi 3 Bulan

    Berbagai Jenis Imunisasi untuk Bayi 3 Bulan

    Di Indonesia, jadwal imunisasi anak telah disiapkan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Tahun 2022 ini jadwal masih mengacu pada Jadwal Imunisasi Anak Tahun 2020.

    Saat ini ada lima imunisasi dasar yang diwajibkan oleh pemerintah, yaitu imunisasi hepatitis B, polio, BCG, DTP, campak (MR/ MMR). Namun, IDAI menyarankan agar anak diberikan imunisasi lainnya sehingga memiliki kekebalan tubuh yang lengkap terhadap penyakit-penyakit menular yang bisa menyebabkan sakit berat, kecacatan, hingga kematian.

    Berikut adalah imunisasi yang direkomendasikan oleh IDAI, yaitu:

    • HiB: melindungi terhadap virus haemophilus influenza B yang menyebabkan meningitis.
    • Rotavirus: melindungi dari diare yang masih menjadi penyebab kematian tertinggi pada balita.
    • PCV: melindungi terhadap paru-paru basah (pneumonia).
    • Influenza: melindungi dari virus flu yang dapat menyebabkan pneumonia dan infeksi telinga.
    • Varisela: melindungi terhadap virus penyebab cacar air.
    • Tifoid: melindungi dari bakteri Salmonella typhi penyebab sakit tipes/ tifus (tifoid).
    • Hepatitis A: melindungi terhadap virus hepatitis A yang menyebabkan radang hati.
    • HPV: melindungi dari kanker serviks.
    • Japanese encephalitis (JE): melindungi terhadap virus JE yang menyebabkan radang otak.
    • Dengue: melindungi dari virus dengue (demam dengue/ demam berdarah).

    Bagaimana jadwal imunisasi bagi bayi usia 3 bulan? Apa saja jenis vaksin yang diberikan? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

    Dapatkan: Layanan Imunisasi Combo 6 di Klinik Kasih Palmerah 

    Jadwal Imunisasi Bayi 3 Bulan

    Sesuai rekomendasi IDAI, bayi berusia 3 bulan terjadwal untuk mendapatkan vaksin hepatitis B dosis ketiga, polio dosis ketiga, DPT dosis kedua, dan HiB dosis kedua.

    Hepatitis B

    Imunisasi hepatitis B pada bayi usia 3 bulan umumnya menggunakan vaksin Hepatitis B kombinasi dengan DTPw (whole cell). Jenis vaksin ini biasanya akan menimbulkan reaksi panas, merah, bengkak, dan nyeri di tempat suntikan setelah bayi diimunisasi. 

    Bila melihat dari table jadwal imunisasi bayi yang direkomendasikan IDAI, imunisasi hepatitis B pertama kali diberikan saat bayi usia 1 bulan. Kemudian pengulangan imunisasi hepatitis B ini perlu dilakukan kembali sebanyak 4 kali sebelum usia 6 bulan. 

    Jarak pemberian vaksin ini adalah satu bulan, yakni saat bayi baru lahir, usia 2, 3, dan 4 bulan.

    Polio

    Polio merupakan penyakit menular yang menyerang sistem saraf pusat pada otak. Penyakit ini dapat menyebabkan penderitanya lumpuh, atau yang dikenal sebagai penyakit lumpuh layu.

    Vaksin polio dapat diberikan secara Oral Poliovirus (OPV) atau suntikan Inactive Poliovirus Vaccine (IPV). Umumnya, bayi akan mendapatkan vaksin polio tipe OPV ketika ia baru lahir sampai usia 1 bulan. kemudian, vaksin polio akan diberikan kembali saat bayi berusia 2, 3, 4 bulan. 

    DTP

    DTP atau singkatan dari difteri, tetanus, dan pertussis (batuk rejan), merupakan penyakit kronis yang dapat menyebabkan kematian pada anak. 

    Pemberian vaksin ini bertujuan untuk mencegah anak terinfeksi ketiga penyakit dalam satu suntikan sekaligus. Imunisasi DPT pertama kali diberikan pada bayi usia dua bulan dengan interval atau jarak satu bulan. Maka bayi harus mendapatkan vaksin DPT pada usia 2, 3, dan 4 bulan dengan dosis yang diberikan satu kali suntikan pada setiap jadwa imunisasi. 

    Hib

    Haemophilus influenzae type b (hib) adalah jenis bakteri yang dapat menyebabkan infeksi di beberapa bagian tubuh, seperti otak, saluran pernapasan, paru-paru, jantung, hingga tulang. Bakteri Hib cenderung terjadi pada anak-anak di bawah usia 5 tahun. Oleh sebab itu, vaksin Hib sangat penting diberikan pada anak-anak.

    Berdasarkan rekomendasi IDAI, pemberian vaksin Hib pada anak harus di lakukan secara bertahap sebanyak 3 kali, yakni pada anak usia 2, 3, dan 4 bulan. kemudian, vaksin Hib dapat diberikan lagi satu tahun kemudian saat anak berusia 15 – 18 bulan. 

    Vaksin Hib bertujuan untuk melindungi bayi dari infeksi bakteri penyebab pneumonia, meningitis, dan epiglottitis.

    Baca Juga: Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Biaya Imunisasi Bayi 3 Bulan di ProSehat

    Imunisasi adalah salah satu layanan unggulan Prosehat. Moms bisa dengan mudah menjadwalkan imunisasi Si Kecil dengan menghubungi customer service Prosehat. Tidak hanya itu, Moms juga bisa pilih untuk melakukan vaksinasi di klinik mitra Prosehat ataupun di rumah. Gunakan vaksinasi combo agar si Kecil mendapatkan perlindungan lebih banyak dengan jumlah suntikan yang lebih sedikit.

    Berikut adalah biaya layanan imunisasi ke rumah untuk bayi usia 3 bulan:

    Hepatitis B Rp. 480.000
    Polio suntik (IPV) Rp. 800.000
    Paket Imunisasi Combo 6 (DPTa, Hep B, IPV, Hib) 3 kali suntik Rp. 3.550.000
    Paket Imunisasi Combo 6 (DPTa, Hep B, IPV, Hib) 1 kali suntik Rp. 1.250.000

    Baca Juga: Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Sahabat Sehat, itulah jenis imunisasi rutin pada anak usia 3 bulan dan manfaat dari masing-masing vaksin yang diberikan. Pastikan untuk memenuhi jadwal imunisasi anak bersama Prosehat untuk vaksin yang berkualitas dan aman. Layanan imunisasi dapat dilakukan di klinik mitra Prosehat atau di rumah agar Moms tidak perlu bersusah payah keluar rumah dan antri.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Idai.or.id. 2022. IDAI | Jadwal Imunisasi 2017.
    2. Idai.or.id. 2022. IDAI | Sekilas Vaksin Pneumokokus.
    3. Idai.or.id 2022. Imunisasi Penting untuk Mencegah Penyakit Berbahaya.
    4. Idai.or.id. 2022. Jadwal Imunisasi 2017.
    5. Researchgate.net. 2022. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 tahun Rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia 2017.
    Read More
  • Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian imunisasi yang diperlukan anak untuk melindunginya dari sejumlah penyakit. Melalui imunisasi diharapkan anak mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu yang membahayakan kesehatan mereka, mengganggu tumbuh kembangnya dan bahkan mengancam jiwa. Pemberian imunisasi dilakukan dengan cara memasukkan vaksin atau sejumlah kuman penyebab penyakit yang sudah dimatikan atau dilemahkan. Kuman ini […]

    Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan pemberian imunisasi yang diperlukan anak untuk melindunginya dari sejumlah penyakit. Melalui imunisasi diharapkan anak mendapatkan kekebalan terhadap suatu penyakit tertentu yang membahayakan kesehatan mereka, mengganggu tumbuh kembangnya dan bahkan mengancam jiwa.

    Pemberian imunisasi dilakukan dengan cara memasukkan vaksin atau sejumlah kuman penyebab penyakit yang sudah dimatikan atau dilemahkan. Kuman ini bisa berupa virus atau bakteri.

    Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Imunisasi yang Diperlukan Anak di Tahun Pertamanya

    Vaksin bertujuan untuk merangsang sistem kekebalan tubuh untuk bereaksi seakan-akan benar-benar ada infeksi yang masuk ke dalam tubuh. Sistem kekebalan tubuh ini akan menangkis infeksi buatan efek dari vaksinasi dan mengingat kuman yang masuk.

    Nantinya, ketika anak terserang bakteri atau virus yang sama, sistem kekebalan tubuh sudah mengenalinya sehingga bisa langsung melawan infeksi tersebut.

    Sistem Kekebalan Tubuh Anak 0-1 Tahun

    Bayi ketika dilahirkan sudah memiliki sistem kekebalan tubuh yang mereka dapatkan dari Ibu. Selain itu, selepas dari kelahirannya, bayi yang mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) cenderung memiliki sistem kekebalan yang lebih kuat. Menyusui Si Kecil selama 6 bulan pertama kehidupannya membantu melindungi si kecil dari berbagai penyakit.

    Seiring bertambahnya usia, anak bertambah aktif dan mulai mengeksplorasi lingkungan. Sehingga, paparan terhadap kuman menjadi meningkat. Untuk itu, diperlukan imunisasi terutama imunisasi dasar pada usia 1 tahun kehidupan si kecil.

    Melalui imunisasi dasar, Moms telah membantu melindungi si Kecil dari berbagai resiko penyakit dimasa yang akan datang.

    Dapatkan: Paket Imunisasi Bayi 4 Bulan ke Rumah dari ProSehat

    Imunisasi Dasar untuk Anak 1 Tahun

    Program imunisasi merupakan salah satu upaya pencegahan terjangkitnya penyakit tertentu yaitu Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I), diantaranya yaitu Tuberkulosis, Difteri, Pertussis, Tetanus, Hepatitis, Polio dan Campak.

    Setiap bayi yang berusia 0-11 bulan wajib mendapatkan imunisasi dasar. Berikut ini tabel imunisasi dasar yang wajib diberikan sesuai dengan usia si kecil.

    Usia Jenis Imunisasi yang Diberikan
    Dibawah 24 jam Hepatitis B (HB-0)
    1 Bulan BCG, Polio 1 (OPV 1)
    2 Bulan DPT-HB1, Polio 2 (OPV 2), Hib 1
    3 Bulan DPT-HB 2, Polio 3 (OPV 3), Hib 2
    4 Bulan DPT-HB 3, Polio 4 (OPV 4) dan IPV, Hib 3
    9 Bulan MR

    Tabel jadwal imunisasi dasar anak dibawah 1 tahun.

    • Imunisasi Hepatitis B diberikan untuk mencegah anak dari Hepatitis tipe B.
    • Imunisasi BCG merupakan salah satu imunisasi wajib yang diberikan pada si kecil dalam mencegah penyakit Tuberkulosis atau TBC.
    • Imunisasi DPT adalah imunisasi yang diberikan untuk mencegah 3 penyakit yaitu penyakit Difteri, Pertusis (batuk rejan) dan Tetanus, dimana ketiga penyakit ini dapat berakibat fatal bila terinfeksi.
    • Imunisasi MR atau Measles dan Rubella Vaccine adalah vaksinasi untuk mencegah campak dan juga rubella.
    • Imunisasi Hib diberikan kepada si kecil dengan tujuan melindungi tubuh mereka dari infeksi virus Haemophilus influenzae tipe B (Hib) penyebab paru-paru basah (pneumonia) dan komplikasinya.
    • Vaksin OPV atau Oral Polio Vaccine melindungi tubuh anak dalam jangka panjang dari penularan infeksi Polio. OPV merupakan jenis vaksin dari virus yang masih aktif namun telah dilemahkan. Cara pemberiannya yaitu dengan diteteskan ke mulut si kecil.
    • Vaksin IPV atau Inactive Polio Vaccine berisi virus polio yang sudah tidak aktif atau mati yang cara pemberiannya yaitu dengan disuntikkan pada lengan si kecil.

    Baca Juga: Kenali Berbagai Jenis Imunisasi Pneumonia

    Imunisasi Rekomendasi

    Moms, selain imunisasi dasar di atas, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga telah mengeluarkan saran imunisasi tambahan untuk melindungi terhadap penyakit menular lain yang memiliki dampak berat bagi anak bila terpapar.

    Imunisasi rekomendasinya antara lain:

    1. PCV. Vaksin ini diberikan sebanyak 3 kali pada usia 2, 4, dan 6 bulan. Vaksin PCV melindungi anak dari penyakit paru-paru basah atau pneumonia.
    2. Rotavirus. Virus ini adalah penyebab diare tersering pada anak dan diare saat ini masih menjadi pembunuh terbesar pada anak balita. Vaksin ini diberikan 2-3 kali tergantung dari jenisnya. Pemberiannya dilakukan pada usia 2, 4, dan 6 bulan.
    3. Influenza. Vaksin ini rutin diberikan setiap setahun sekali. Virus influenza menyebabkan flu dan sering ditemukan pada anak-anak. Komplikasi virus ini antara lain pneumonia dan infeksi telinga.

    Baca Juga: Seberapa Efektifkah Vaksin Flu untuk Mencegah Penyakit Flu?

    Mengapa Tidak Boleh Menunda Imunisasi Anak?

    Kementerian Kesehatan dan IDAI telah menyusun jadwal imunisasi anak sesuai dengan usianya. Pemberian imunisasi tepat jadwal penting untuk memastikan efektivitas vaksin tersebut. Pandemi COVID-19 bisa memicu terjadinya pandemi penyakit lain akibat turunnya angka imunisasi anak.

    Namun, jika Moms terlewat jadwal imunisasi si Kecil, Moms bisa mengikuti program imunisasi kejar dengan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu agar mendapatkan jadwal imunisasi yang tepat.

    Baca Juga: Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Sahabat Sehat, itulah berbagai imunisasi yang diperlukan anak pada tahun pertamanya. Lengkapi segera imunisasinya agar ia terlindungi dari berbagai kemungkinan paparan kuman yang dapat menyebabkan komplikasi berat. Jadwalkan imunisasinya bersama Prosehat dan dapatkan harga imunisasi terbaik. Layanan ini bisa dilakukan di klinik mitra Prosehat maupun di rumah agar Moms dan Si Kecil nyaman tanpa harus repot keluar rumah.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Karyani, Sp. A, d., n.d. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun IDAI – Primaya Hospital
    2. First 5 Los Angeles. 2022. Ages and Stages: Building a Healthy Immune System – First 5 Los Angeles.
    3. Primaya Hospital. 2021. Jadwal Imunisasi Anak Usia 0-18 Tahun IDAI – Primaya Hospital.
    4. n.d. Infodatin Pusat Data dan Informasi Kemenkes, Situasi dan Analysis Imunisasi
    5. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). 2021. Jadwal Imunisasi IDAI 2020.
    6. Jones, MSN-ED RN-BC, B. and Combs, MD, D., 2022. 1-Year-Old Shots: What You Should Know.
    7. Dahlan, SpA, d., 2020. Bolehkah Menunda Imunisasi Anak Saat Pandemi Covid-19? – Primaya Hospital.
    Read More
  • Ada berbagai upaya yang bisa Moms lakukan untuk menjaga dan meningkatkan imunitas anak, salah satunya dengan memberikannya imunisasi yang disesuaikan dengan usia Si Kecil. Ada beberapa imunisasi yang harus didapatkan bayi saat ia lahir, salah satunya adalah imunisasi BCG yang melindungi bayi dari kuman penyebab tuberkulosis. Setelah imunisasi BCG, biasanya akan ada ‘bekas’ berupa scar […]

    Inilah Alasan Tidak Munculnya Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Ada berbagai upaya yang bisa Moms lakukan untuk menjaga dan meningkatkan imunitas anak, salah satunya dengan memberikannya imunisasi yang disesuaikan dengan usia Si Kecil. Ada beberapa imunisasi yang harus didapatkan bayi saat ia lahir, salah satunya adalah imunisasi BCG yang melindungi bayi dari kuman penyebab tuberkulosis.

    Inilah Alasan Tidak Munculnya Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Inilah Alasan Tidak Munculnya Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Setelah imunisasi BCG, biasanya akan ada ‘bekas’ berupa scar atau benjolan. Namun, apabila tak ada tanda atau benjolan sama sekali apakah artinya vaksin tetap efektif? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

    Imunisasi BCG Melindungi dari Kuman Tuberkulosis

    Imunisasi BCG atau Bacillus Calmette Guerin adalah pemberian vaksin yang dilakukan untuk melindungi anak dari penyakit tuberkulosis yang dapat menyerang paru-paru serta organ lainnya seperti tulang, usus, otak, dan sebagainya.

    Vaksin BCG biasanya hanya diberikan satu kali seumur hidup. Pemberian vaksin BCG ini dinilai paling efektif saat bayi baru lahir hingga memasuki usia dua bulan. 

    Tidak hanya pada bayi yang baru lahir, orang yang memiliki risiko terpapar penyakit tuberkulosis di tempat kerja dan orang dewasa yang belum pernah menerima imunisasi BCG saat bayi juga bisa menerima vaksin BCG saat dewasa. 

    Dapatkan: Layanan Imunisasi BCG Ke Rumah dari ProSehat

    Mengapa Ada Bekas Benjolan Setelah Imunisasi BCG?

    Imunisasi BCG umumnya dilakukan pada lengan kanan bagian atas. Usai bayi menerima suntikan vaksin BCG, biasanya akan muncul benjolan atau bisul kecil yang terkadang berisi nanah pada bekas suntikan. Kondisi tersebut merupakan hal yang normal terjadi dan dapat sembuh dengan sendirinya, sehingga tak perlu dikhawatirkan orang tua. 

    Hal ini merupakan respon alami dari sistem kekebalan tubuh terhadap vaksin yang diberikan. Biasanya, benjolan atau bisul akan muncul pada waktu yang berbeda-beda pada setiap bayi. 

    Baca Juga: Cegah Tuberkulosis pada Anak dengan Daya Tahan Tubuh Anak yang Kuat

    Tidak Muncul Benjolan Setelah Imunisasi BCG

    Bekas suntikan awalnya berupa benjolan besar yang kemudian berubah menjadi bisul kecil yang memiliki nanah di dalamnya. Bisul kecil bernanah ini tidak boleh dipencet karena dikhawatirkan akan menimbulkan infeksi atau luka baru.

    Jadi, lebih baik dibiarkan saja hingga pecah sendiri. Setelah itu, akan muncul benjolan kecil atau seperti digigit nyamuk yang merupakan tanda berhasilnya imunisasi.

    Tanda ini akan mulai terlihat paling lambat 3 bulan atau paling cepat 1 bulan setelah mendapatkan imunisasi. 

    Namun, jika tanda ini tidak muncul, ada beberapa kemungkinan yang mungkin menjadi penyebabnya, seperti:

    1. Teknik penyuntikan yang salah
    2. Dosis vaksin yang terlalu sedikit
    3. Penyimpanan vaksin yang kurang baik sehingga kualitasnya menurun
    4. Daya tahan tubuh bayi yang menurun
    5. Kadar antibodi yang dihasilkan tubuh bayi kecil

    Menurut Ikatan Dokter Indonesia, bisul atau luka nanah yang tidak muncul setelah imunisasi BCG bukan berarti vaksin yang dilakukan gagal. Oleh karena itu, orangtua tidak perlu khawatir dan tidak perlu melakukan imunisasi ulang. 

    Selama seluruh vaksin masuk kedalam tubuh, vaksin seharusnya sudah bekerja dengan baik terlepas dari apakah anak mengalami pembengkakan atau tidak.

    Baca Juga: Apa Guna Vaksin BCG? Berikut Penjelasannya

    Nah Sahabat Sehat, tidak munculnya benjolan setelah imunisasi BCG bukan pertanda vaksin tidak efektif ya. Sebelum melakukan imunisasi, Moms boleh ikut memastikan bahwa vaksin dalam keadaan baik dan masih jauh dari masa kedaluarsa.

    Bagi anak yang belum mendapatkan vaksinasi BCG saat bayi, segera kejar imunisasinya dengan mengkonsultasikannya dahulu dengan dokter di Prosehat karena imunisasi anak adalah salah satu layanan unggulan Prosehat. Layanan ini bisa dilakukan di klinik mitra Prosehat ataupun di rumah sehingga Moms dan Si Kecil nyaman dan tidak perlu repot keluar rumah.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. idai.or.id. 2022. seputar kesehatan anak.
    2. nhs.uk. 2022. BCG vaccine for tuberculosis (TB) overview.
    3. cdc.gov. 2022. vaccines.
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com