Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 81–90 of 109 results

  • Sobat pernah mengalami perut tidak nyaman alias terasa kembung? Perut kembung atau yang disebut abdominal bloating merupakan keadaan gangguan pencernaan yang ditandai dengan perasaan tidak nyaman di perut, perut terasa penuh dan bergas. Keadaan ini dapat dirasakan pada semua umur, tua atau muda, pria maupun wanita. Kondisi tersebut dapat ringan sampai berat, dan dapat mengganggu […]

    9 Trik Mengusir Perut Kembung

    Sobat pernah mengalami perut tidak nyaman alias terasa kembung? Perut kembung atau yang disebut abdominal bloating merupakan keadaan gangguan pencernaan yang ditandai dengan perasaan tidak nyaman di perut, perut terasa penuh dan bergas. Keadaan ini dapat dirasakan pada semua umur, tua atau muda, pria maupun wanita. Kondisi tersebut dapat ringan sampai berat, dan dapat mengganggu aktivitas fisik penderitanya.

    Gangguan perut kembung biasanya disertai dengan gejala lainnya seperti perut yang terasa keras, atau begah (distensi), nyeri atau kram perut dan perasaan tidak nyaman pada perut, perut terasa lebih besar, sering sendawa (mengeluarkan gas dari mulut), sering kentut (flatus), perubahan kebiasaan buang air besar (dapat berupa sering buang air besar, sulit buang air besar, perubahan konsistensi buang air besar seperti diare atau buang air besar sedikit-sedikit namun sering), mual dan muntah.

    Penyebab dari perut kembung ini dapat disebabkan oleh berbagai penyebab seperti:

    Faktor Penyebab Perut Kembung Gangguan mikroba atau bakteri di usus, sehingga menimbulkan penumpukan gas berlebih di usus, gangguan intestinal transit atau gangguan gerak usus dan gangguan pengosongan lambung. Sebenarnya, adanya gas dalam saluran pencernaan merupakan hal yang wajar dan kondisi yang normal, tapi bila jumlah gas hanya 100-200cc. Peningkatan jumlah gas dalam keadaan setelah makan, aktivitas bakteri usus, produk makanan tertentu yang menimbulkan gas ketika dicerna seperti kol, makanan yang mengandung serat tinggi, tape, durian, makanan lain yang mengandung alkohol, kacang-kacangan, bawang merah, bawang putih, kentang, susu serta produk susu lainnya seperti keju dan mayonese.

    1. Intoleransi laktosa (pada pasien yang tidak dapat mencerna makanan yang mengandung laktosa). Banyak orang yang memiliki kondisi dimana enzim laktase (enzim yang mencerna laktosa) dalam kadar rendah, setelah masa kanak-kanak jumlah enzim laktase ini semakin berkurang seiring bertambahnya usia sehingga akibatnya dari waktu ke waktu mengalami peningkatan jumlah gas setelah mengonsumsi makanan yang mengandung laktosa. Makanan yang termasuk mengandung laktosa seperti susu, keju, es krim, roti, sereal dan mayones.
    2. Mengonsumsi minuman yang bersoda sehingga meningkatkan gas pada saluran cerna.
    3. Gangguan usus kronis atau IBS (Irritable Bowel Sydrome) yaitu gangguan fungsi usus dan saluran pencernaan dapat disebabkan karena kondisi psikologi ataupun kondisi peradangan pada saluran pencernaan. Gangguan kembung dirasakan oleh 90% pasien dengan penyakit IBS.
    4. Gangguan psikologi misalnya gangguan cemas, depresi atau dalam kondisi panik.
    5. Gangguan kebiasaan buang air besar atau sembelit, bila seseorang mengalami sulit buang air besar, maka perut akan terasa penuh.
    6. Hormonal, misalnya saat seorang wanita mengalami pre menstrual syndrome (PMS), maka perut akan terasa kembung, penuh, tidak nyaman, nyeri dan sering bersendawa.
    7. Kebiasaan merokok, dengan merokok maka sedikit banyak asap juga akan masuk ke dalam saluran pencernaan, sehingga dapat menimbulkan penumpukan gas di dalam saluran pencernaan.
    8. Makan terlalu cepat, seperti yang dibahas sebelumnya, setelah makan maka gas dalam saluran cerna dapat meningkat, apalagi jika terlalu terburu-buru maka akan memperberat kerja lambung sehingga akan timbul perasaan tidak nyaman pada lambung, seperti perasaan nyeri dan penuh di lambung.
    9. Gangguan pankreas, gangguan ini disebabkan menurunnya enzim pencernaan yang diproduksi oleh pankreas sehingga menyebabkan sindrom malabsorbsi (atau gangguan penyerapan makanan).

    Selain dari penyebab di atas, ternyata perut kembung dapat merupakan suatu gejala dari penyakit yang lebih serius, bisa merupakan suatu penyakit gawat darurat yang perlu dilakukan penanganan segera, misalnya:

    1. Kanker ovarium
    2. Penyakit Crohn’s atau kolitis ulserativa
    3. Penyakit celiac
    4. Cairan yang menumpuk pada rongga perut atau asites yang disebabkan oleh penyakit kanker, hati (sirosis), gagal jantung kongestif. Akibat penumpukan cairan ini, perut menjadi begah atau distensi.

    Agar Sobat mengetahui penyebab perut kembung dengan pasti, perlu konsultasi ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang untuk mengetahui penyebab dari perut kembung tersebut. Pengobatannya dapat berbeda-beda tergantung dari penyebabnya.

    Pemeriksaan awal yang dapat dilakukan dokter seperti pemeriksaan fisik dan meninjau pola makan serta kebiasaan pasien, tes primer yang bertujuan mengukur tingkat hidrogen dari tes nafas (pada pasien intoleransi laktosa), dan jumlah gas hidrogen akan meningkat akibat aktivitas bakteri yang menghasilkan gas berlebih). Pemeriksaan penunjang lain seperti foto x-ray dengan zat pewarna kontras untuk melihat struktur anatomi dari saluran cerna serta melihat adanya air trapping (gas yang terjebak di saluran cerna) akibat penyakit lainnya.

    Apabila melalui tes ini belum ditemukan diagnosis maka dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan untuk melihat usus besar (kolonoskopi) atau USG perut untuk menilai apakah benar kembung atau terdapat asites (cairan pada rongga perut) pada pasien.

    Kemudian, ada beberapa trik menghindari terjadinya perut kembung dan mengurangi gejala perut kembung:

    1. Luangkan waktu untuk mengunyah makanan lebih lama. Hal ini untuk menghindari tertelannya gas lebih banyak serta mengurangi beban kerja lambung sehingga dapat mengurangi gas berlebihan pada saluran cerna.
    2. Menghindari makanan yang mengandung gas. Makanan yang terbukti mengurangi gas dalam saluran cerna seperti minuman probiotik, yoghurt, jahe, madu, pepermint, kayu manis.

    Berikut ini makanan yang baik untuk mencegah perut kembung:

    Makanan Pencegah Perut Kembung

    1. Apabila dokter telah mendiagnosis intoleransi laktosa (atau gangguan mencerna makanan yang mengandung laktosa) maka sebaiknya pasien mengonsumsi laktase untuk memudahkan pencernaan laktosa.
    2. Menghindari kebiasaan yang menyebabkan aerophagia (tertelannya udara ke saluran pencernaan) misalnya merokok, mengunyah permen karet, minum minuman bersoda, minum dengan sedotan atau minum terlalu cepat.
    3. Kurangi makanan yang mengandung serat. Makanan yang mengandung serat sangat baik bagi kesehatan pencernaan namun konsumsi serat yang berlebih tidaklah baik karena dapat meningkatkan pembusukan oleh bakteri usus sehingga produksi gas dalam saluran cerna pun meningkat.
    4. Apabila kembung disebabkan oleh gangguan psikologis, maka diperlukan konseling untuk mengurangi gejala saluran pencernaan.
    5. Minum air putih dalam jumlah yang cukup. Minum air putih dapat membantu melancarkan saluran pencernaan sehingga mencegah terjadinya konstipasi.
    6. Rajin berolahraga, dengan berolahraga dapat membantu menjaga aktivitas fisik dan mental, olahraga dapat meningkatkan detak jantung, dan meningkatkan pergerakan usus dalam saluran cerna, sehingga dapat mencegah terjadinya konstipasi dan mencegah penumpukan gas.
    7. Obat-obatan sesuai dengan resep dokter, misalnya obat-obatan yang mengandung simetikon yang berfungsi untuk mengeluarkan gas dalam saluran pencernaan, atau jenis lainnya sesuai dengan diagnosis dokter.

    Nah, Sobat itulah 9 langkah yang bisa Anda tempuh untuk mengatasi perut kembung. Bila Sobat memerlukan produk kesehatan atau informasi kesehatan lain, segera akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Lacy, B., Gabbart, S. and Crowell, M. (2018). Pathophysiology, Evaluation, and Treatment of  Bloating Hope, Hype, or Hot Air?. NCBI Gastro and Hepatology, [online] 7(11): 729–739(PMC3264926 PMID: 22298969). Available at: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3264926/ [Accessed 21 Sep. 2018].
    2. Mayoclinic.org. (2018). Gas and gas pains – Diagnosis and treatment – Mayo Clinic. [online] Available at: mayoclinic.org/diseases-conditions/gas-and-gas-pains/diagnosis-treatment/drc-20372714 [Accessed 20 Sep. 2018].
    3. Seo, A., Kim, N. and Oh, D. (2013). Abdominal Bloating: Pathophysiology and Treatment. Journal of Neurogastroenterology and Motility, [online] 19(4), pp.433-453. Available at: jnmjournal.org/journal/view.html?uid=327&vmd=Full [Accessed 20 Sep. 2018].
    4. Sullivan, S. (2012). Functional Abdominal Bloating with Distention. ISRN Gastroenterology, [online] 2012(10.5402/2012/721820), pp.1-5. Available at: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3388350/ [Accessed 20 Sep. 2018].

     

    Read More
  • Moms yang memiliki buah hati dengan riwayat alergi pasti harap-harap cemas setiap memberi asupan makanan untuknya. “Duh, habis makan ini, Si Dedek bakal gatal-gatal alergi lagi nggak ya?” Makanan yang dapat menjadi pemicu alergi ialah makanan yang dapat menyebabkan reaksi sistem kekebalan tubuh anak bekerja berlebihan,  serta menyebabkan gejala dan tanda seperti masalah pencernaan, gatal–gatal […]

    7 Makanan Pemicu Alergi yang Perlu Dihindari

    Moms yang memiliki buah hati dengan riwayat alergi pasti harap-harap cemas setiap memberi asupan makanan untuknya. “Duh, habis makan ini, Si Dedek bakal gatal-gatal alergi lagi nggak ya?”
    Makanan yang dapat menjadi pemicu alergi ialah makanan yang dapat menyebabkan reaksi sistem kekebalan tubuh anak bekerja berlebihan,  serta menyebabkan gejala dan tanda seperti masalah pencernaan, gatal–gatal atau sesak napas.

    Pada beberapa anak, alergi makanan dapat menyebabkan gejala berat atau bahkan reaksi yang mengancam nyawa, dikenal sebagai reaksi anafilaksis, sehingga penting sekali untuk Moms tahu, apa saja makanan yang dapat menyebabkan alergi pada anak.

    Alergi makanan memengaruhi sekitar 6-8 % anak–anak usia di bawah 3 tahun dan hingga 3% pada orang dewasa. Meskipun tidak dapat disembuhkan, beberapa anak dapat mengatasi alergi makanan mereka seiring bertumbuh usia. Alergi cenderung terjadi dalam keluarga, tapi tidak mungkin untuk memprediksi apakah seorang anak akan mewarisi alergi makanan orang tua atau apakah sesama saudara akan memiliki kondisi yang sama.

    Saat anak Moms alergi, badannya melakukan kesalahan dimana makanan yang seharusnya tidak berbahaya dianggap sebagai sesuatu yang dapat menyebabkan anak Moms sakit, sehingga sistem kekebalan anak akan merespons untuk melindungi tubuh. Moms mungkin dapat melihat gejala–gejala seperti bercak–bercak di kulit, mata gatal, atau bisa juga reaksi yang lebih besar hingga anak sulit bernapas.

    Alergi makanan dapat menjadi masalah yang serius, namun Moms dapat melakukan beberapa hal untuk mencegahnya. Salah satunya adalah Moms dapat menghindari makanan yang dapat memicu alergi anak.

    Berikut ini adalah 7 makanan yang dapat memicu alergi:

    1. Susu

    Alergi pada susu sapi merupakan alergi yang paling sering terjadi pada anak. Reaksi dapat timbul bahkan dengan jumlah yang sedikit. Ibu yang meminum susu sapi dan memberikan ASI kepada anak dengan alergi susu bahkan dapat menimbulkan reaksi alergi. Seiring bertambahnya usia, alergi susu pada anak dapat menghilang, tapi pada 1 dari 5 anak dapat menetap hingga dewasa.

    2. Telur

    Alergi pada telur disebabkan oleh protein yang terdapat pada telur, seperti ovomucoid, ovalbumin dan conalbumin. Memasak telur dapat menghilangkan protein ini, tapi tidak seluruhnya. Sehingga beberapa anak bisa tetap alergi pada telur yang dimasak. Kadang–kadang, anak dapat alergi pula terhadap daging ayam, burung puyuh, kalkun, atau bahkan bulu burung. Hal ini disebut sindrom “bird-egg “.

    3. Kacang–kacangan, termasuk almond, walnut, hazelnut

    Alergi pada kacang umumnya terjadi seumur hidup. Alergi pada kacang dapat menimbulkan reaksi yang berat, seperti anafilaksis. Jika anak Moms alergi terhadap kacang, konsultasikan kepada dokter atau ahli alergi. Anak yang memiliki alergi pada satu jenis kacang dapat juga bereaksi terhadap jenis kacang lainnya.

    4. Kedelai

    Alergi kedelai sering terjadi sejak usia dini. Sebagian orang dengan alergi kedelai juga dapat bereaksi dengan susu. Kedelai banyak digunakan sebagai bahan makanan seperti roti, sereal, minuman, es krim, margarin, pasta, daging olahan, dan makanan berbumbu.

    5. Gandum dan biji – biji lainnya, termasuk barley, oats

    Alergi gandum sering terjadi, terutama pada bayi. Salah satu allergen utama pada gandum yaitu gliadin, dapat ditemukan pada gluten. Sehingga anak dengan alergi gandum disarankan untuk makan–makanan yang bebas dari gluten.

    6. Ikan

    Alergi pada ikan sering menyebabkan reaksi berat, termasuk anafilaksis. Orang dewasa cenderung memiliki reaksi alergi terhadap ikan dan kerang dibandingkan anak–anak. Jika anak alergi terhadap satu jenis ikan, maka kemungkinan besar juga akan alergi dengan ikan lainnya, karena allergen pada ikan mirip dan memasak ikan tidak merusak allergen.

    7. Kerang

    Alergi terhadap kerang cukup sering terjadi. Berbagai jenis kerang yang dapat menimbulkan alergi yaitu udang, lobster, kepiting, tiram. Anak yang alergi terhadap satu jenis kerang sering bereaksi pula dengan jenis kerang lainnya.

    Hampir semua makanan dapat memicu alergi. Jenis yang kurang umum termasuk:

    • Jagung
    • Agar–agar
    • Kelapa
    • Nasi
    • Daging–daging sapi, ayam, kambing dan babi
    • Wijen, bunga matahari
    • Rempah–rempah, seperti jintan, ketumbar, bawang putih, dan mustard
    • Buah–buahan dan sayur – sayuran

    Reaksi alergi dapat terjadi beberapa menit setelah anak Moms makan, atau bisa juga beberapa jam setelahnya. Gejala yang dapat timbul :

    • Ruam, kulit merah, bengkak, kering atau gatal.
    • Pilek, hidung tersumbat, bersin, batuk kering ringan.
    • Mata gatal, berair, merah.
    • Mulut atau di dalam telinga terasa gatal.
    • Sakit perut, kram, muntah, atau diare.

    Seringkali, makanan seperti kacang – kacangan, ikan atau kerang dapat menimbulkan reaksi yang lebih berat, namun alergi pada tiap makanan juga dapat menimbulkan gejala berikut:

    • Kesulitan bernapas atau menelan.
    • Bengkak pada bibir, lidah atau tenggorokan.
    • Rasa lemah, pusing, atau pingsan.
    • Nyeri pada dada, denyut jantung tidak beraturan.

    Terkadang gejala dapat terjadi pada seluruh badan dan bisa sangat serius hingga mengancam jiwa. Reaksi ini disebut anafilaksis, dan ini adalah keadaan darurat medis. Biasanya dapat terjadi beberapa menit setelah anak Moms makan. Jika anak Moms memiliki asma dan alergi makanan, maka anak Moms cenderung memiliki anafilaksis. Jika hal ini terjadi pada si kecil, segera bawa ke dokter atau tenaga kesehatan terdekat.

    Penyebab Tersembunyi

    Seperti yang kita sudah bahas tadi, kunci untuk mengontrol alergi makanan ialah dengan menghindari makanan yang dapat menjadi pemicu alergi. Namun hal ini tidaklah mudah, bisa saja dari bahan–bahan untuk makanan tertentu seperti:

    • Sebagian besar makanan yang dipanggang, seperti kue dibuat dengan telur dan kadang–kadang kacang.
    • Saus salad, mungkin dibuat dengan minyak kedelai.
    • Hot dog mungkin mengandung protein susu.

    Jadi, Moms harus memastikan dan membaca tiap label makanan. Namun, label makanan tidak selalu menuliskan keseluruhan bahan yang digunakan. Misalkan nanas, susu, atau protein kedelai yang dicampurkan mungkin saja terdapat pada popcorn, namun Anda tidak melihatnya di daftar bahan. Sebagai gantinya, Moms akan melihat “natural flavor”.

    Ketika anak Moms memiliki alergi terhadap makanan, Moms harus selalu mengingat bahkan jika perlu mencatat makanan apa saja yang dapat menimbulkan alergi pada anak. Bila Moms akan memesan makanan di restoran, tanyakan bagaimana makanan dibuat sebelum memesan makanan tersebut.

    Temui dokter atau ahli alergi jika anak Moms memiliki gejala alergi makanan sesaat setelah makan. Carilah perawatan darurat bila si kecil memiliki gejala–gejala anafilaksis seperti:

    • Penyempitan saluran udara yang membuat anak sulit bernapas.
    • Syok, dengan penurunan tekanan darah yang parah.
    • Nadi cepat.
    • Pusing atau pingsan.

    Jadi Moms, itulah 7 makanan yang dapat menjadi pemicu alergi. Alergi terhadap makanan terkadang dapat hilang dengan bertambahnya usia, namun jika anak Moms alergi terhadap suatu makanan tertentu, cara terbaik adalah menghindari bahan ataupun olahan dari makanan tersebut. Nah, Moms yang ingin mencari tahu seputar alergi atau masalah kesehatan lainnya, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat sekarang juga. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Food allergy – acaai.org/allergies/types/food-allergy, diakses pada tanggal 18-9-2018
    2. Deteksi Penyebab Alergi Makanan Pada si Kecil – tanyadok.com/anak/deteksi-penyebab-alergi-makanan-pada-si-kecil, diakses pada tanggal 18-9-2018
    3. Common Food Allergy Triggers – webmd.com/allergies/food-triggers#1, diakses pada tanggal 18-9-2018
    4. Food Alergy – mayoclinic.org/diseases-conditions/food-allergy/symptoms-causes/syc-20355095, diakses pada tanggal 18-9-22018
    5. Eight common food allergies : Causes, symptoms, and triggers – medicalnewstoday.com/articles/8624.php, diakses pada tanggal 18-9-2018
    6. The 8 Most Common Food Alergies – healthline.com/nutrition/common-food-allergies#section12, diakses pada tanggal 18-9-2018

     

    Read More
  • Sobat, kenalkah Anda dengan orang-orang yang mengalami hipertensi? Atau mungkin orangtua, sanak saudara atau rekan kerja Anda mengalami tekanan darah tinggi? Biasanya masalah kesehatan ini disebut hipertensi, yaitu suatu keadaan dimana aliran darah menjadi bertambah kencang untuk dapat melewati tekanan pada pembuluh darah. Setiap orang dikatakan menderita hipertensi apabila didapati tekanan darah ≥140/≥90 yang didapati […]

    Hipertensi? Stop Konsumsi 7 Asupan Berikut!

    Sobat, kenalkah Anda dengan orang-orang yang mengalami hipertensi? Atau mungkin orangtua, sanak saudara atau rekan kerja Anda mengalami tekanan darah tinggi? Biasanya masalah kesehatan ini disebut hipertensi, yaitu suatu keadaan dimana aliran darah menjadi bertambah kencang untuk dapat melewati tekanan pada pembuluh darah. Setiap orang dikatakan menderita hipertensi apabila didapati tekanan darah ≥140/≥90 yang didapati pada 2 kali pemeriksaan dengan jarak >2 jam. Penyakit hipertensi ini tentunya tidak dapat dianggap enteng, karena hipertensi menjadi risiko terbesar terhadap penyakit gagal jantung dan stroke.

    Selain menyebabkan kedua penyakit di atas, hipertensi juga merupakan penyakit yang dapat merusak organ tubuh lain, contohnya ginjal dan mata. Penyebab gagal ginjal terbanyak kedua setelah diabetes adalah hipertensi. Hal ini dapat terjadi karena pengerasan pembuluh darah yang ditimbulkan oleh hipertensi membuat organ tubuh, terutama jantung untuk memompa darah dan ginjal untuk menyaring darah, harus bekerja lebih keras dalam menjalani fungsinya. Sebelum terjadi kegagalan organ, maka kita perlu mencegah terjadinya penyebab dari kegagalan organ itu.

    Hipertensi yang telah dikatakan sebagai penyebab terbanyak kegagalan organ ini juga memiliki beberapa penyebabnya. Penyebab terbesar terjadinya hipertensi adalah gaya hidup kita sendiri. Pengobatan dari hipertensi juga cenderung pada perubahan gaya hidup. Gaya hidup yang perlu diubah adalah mengenai nutrisi atau asupan makanan minuman kita sehari-hari. Tentunya Sobat semua perlu mengenal jenis makanan yang dilarang untuk penderita hipertensi.

    Berikut adalah 7 makanan yang dilarang pada penderita hipertensi:

    1. MAKANAN YANG MENGANDUNG LEMAK JENUH TINGGI

    gorengan

    Apa sebenarnya yang dimaksud sebagai makanan dengan kandungan lemak jenuh tinggi? Makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi ialah makanan yang dapat memberikan kenaikan signifikan pada kadar kolesterol jahat dalam tubuh kita. Contoh dari makanan tinggi lemak jenuh ini yaitu makanan-makanan yang biasanya paling digemari oleh masyarakat, yaitu gorengan, camilan yang terutama mengandung produk susu (mentega, susu, keju, whipped cream, dll) seperti biskuit dan makanan ringan lainnya. Daging sapi, daging babi, dan kambing, serta kulit ayam juga dikatakan memiliki kandungan lemak jenuh tinggi.

    Makanan yang telah disebutkan di atas termasuk dalam makanan yang dilarang pada penderita hipertensi. Hal ini disebabkan kandungan lemak jenuh akan diubah menjadi kolesterol yang akan menumpuk pada pembuluh darah. Penumpukan kolesterol ini akan disebut sebagai plak dan efek buruk dari plak tersebut adalah mengganggu aliran darah yang melewati tempat tersebut. Selain dari terganggunya aliran darah yang lewat, penumpukan plak juga dapat membuat pengerasan pada pembuluh darah tersebut. Akibat dari proses ini adalah kenaikan tekanan darah hingga penyumbatan total dari pembuluh darah, penyebab utama dari serangan jantung dan stroke.

    1. MAKANAN TINGGI GARAM

    Garam sangat berperan dalam terjadinya hipertensi karena kandungan sodium di dalamnya. Sodium, suatu mineral dalam tubuh yang berperan dalam regulasi aliran darah. Ginjal bertugas untuk menyaring darah dengan membuang sebagian aliran darah yang terdapat di pembuluh darah untuk keluar sebagai urin. Proses ini melibatkan kandungan sodium dan potassium yang ada pada tubuh. Apabila didapati kandungan sodium yang tinggi, maka aliran darah yang berlebih tersebut tidak dapat ditarik keluar untuk dibentuk menjadi urin, dan hal ini berujung pada aliran darah yang semakin banyak. Apabila hal ini terus dipertahankan dalam waktu yang lama, maka tekanan darah tinggi dapat terjadi.

    Asupan sodium yang direkomendasikan oleh American Heart Association  bagi penderita hipertensi untuk dikonsumsi per harinya adalah tidak lebih dari 1500 miligram. Satu sendok teh garam sendiri sudah mengandung 2400 miligram sodium. Selain garam, makanan yang mengandung MSG (monosodium glutamat) tinggi juga memiliki kadar sodium yang tinggi.

    1. MAKANAN TINGGI GULA

    Makanan manis yang banyak ditemukan pada makanan penutup, camilan, dan makanan ringan biasanya adalah makanan yang memiliki kalori tinggi, tapi sedikit kandungan nutrisi. Glukosa merupakan komponen terbanyak yang ditemukan pada jenis makanan ini. Glukosa yang rutin dikonsumsi dalam jumlah banyak akan mengakibatkan metabolisme insulin terganggu.

    Apabila metabolisme insulin terganggu, maka glukosa tidak lagi dapat berfungsi pada organ tubuh, melainkan akan menumpuk di pembuluh darah. Sama seperti penumpukan kolesterol, penumpukan glukosa ini juga menyebabkan terjadinya kerusakan pembuluh darah. Seperti yang telah dibahas sebelumnya, hipertensi sering disebabkan akibat kerusakan pembuluh darah. Maka, makanan tinggi gula juga dimasukkan ke dalam makanan yang dilarang untuk penderita hipertensi.

    1. KOPI

    Kopi memiliki kandungan kafein yang tinggi dan melalui penelitian didapatkan bahwa kafein dapat meningkatkan tekanan darah dalam ≥3 jam setelah konsumsi. Peningkatan tekanan darah ini memang tidak bertahan lama, setelah kafein dibuang dari aliran darah, tekanan darah biasanya akan kembali pada kisaran biasanya. Namun, apabila konsumsi kafein dilakukan dalam jangka waktu yang lama, maka hal ini dapat menimbulkan perubahan pada pembuluh darah yang pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya hipertensi. Pada penderita hipertensi, pembuluh darah sudah mengalami perubahan, ditambah dengan konsumsi kafein, maka tekanan darah akan semakin meningkat dan menyebabkan kerusakan yang lebih parah pada pembuluh darah.

    1. ALKOHOL

    Kandungan alkohol dalam minuman dipercaya dapat menaikkan tekanan darah. Hal ini sudah dibuktikan melalui beberapa penelitian yang menyatakan bahwa tekanan darah pada orang-orang yang terbiasa minum alkohol (dalam kisaran 300 mL/minggu) didapati lebih tinggi dibandingkan dengan orang-orang yang tidak terbiasa minum. Selain itu, pada penderita hipertensi, pengurangan konsumsi alkohol juga terbukti efektif dalam menurunkan tekanan darah. Maka dari itu, alkohol menjadi asupan yang dilarang pada penderita hipertensi.

    1. MINUMAN BERENERGI

    Minuman berenergi menjadi asupan favorit bagi para pekerja yang butuh tenaga lebih untuk menyelesaikan pekerjaannya. Adakah hubungan antara minuman berenergi dengan hipertensi? Tentu ada! Minuman berenergi ini mengandung kadar gula yang sangat tinggi dan juga kadar kafein! Nah, sebelumnya Sobat sudah membaca mengenai efek kadar gula yang tinggi dan efek kafein dengan terjadinya hipertensi, bukan? Jadi, minuman berenergi termasuk dilarang bagi penderita hipertensi.

    1. SUPLEMEN VITAMIN YANG MENGANDUNG TINGGI SODIUM, MAGNESIUM, POTASSIUM

    Suplemen yang mengandung tinggi sodium, magnesium, dan potassium berperan dalam terjadinya hipertensi karena adanya gangguan pada regulasi aliran darah. Jadi, suplemen vitamin juga dapat menjadi makanan yang dilarang untuk penderita hipertensi, Sobat!

    Nah, itulah 7 asupan yang sebaiknya dihindari untuk penderita hipertensi! Jangan salah paham bahwa penderita hipertensi tidak dapat melahap makanan apapun. Saat ini telah dikeluarkan rekomendasi asupan nutrisi yang baik untuk dikonsumsi rutin bagi para penderita hipertensi, yaitu buah, sayuran, dan makanan yang rendah lemak jenuh. Makanan dengan lemak jenuh yang rendah contohnya minyak olive, kacang-kacangan, daging dan lemak ikan, dll. Sobat, ayo kita cegah hipertensi dengan kurangi asupan makanan yang dilarang untuk penderita hipertensi seperti ulasan sebelumnya. Selain itu, jika Anda masih membutuhkan informasi kesehatan lainnya, jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. U.S Department of Health and Human Services. Your Guide to Lowering Blood Pressure. National Heart, Lung, and Blood Institute. 2015
    2. Bazzano LA, Green T, Harrison TN, Reynolds K. Dietary Approaches to Prevent Hypertension. Curr Hypertens Rep. 2013 December ;15(6):694-702.
    3. Zhao D, Qi Y, Zheng Z, Wang Y, Zhang XY, Li HJ, et al. Dietary factors associated with hypertension. Nat Rev Cardiol. 2011 August;8:456-65.
    4. Nguyen H, Odelola OA, Rangaswami J, Amanullah A. Review Article : A Review of Nutritional Factors in Hypertension Management. International Journal of Hypertension. 2013 March:1-12.
    5. Heart UK The Cholesterol Charity. Fact Sheet: Diet and Blood Pressure. 2015.
    6. Mesas AE, Munoz LM, Artalejo FR, Garcia EL. The effect of coffee on blood pressure and cardiovascular disease in hypertensive individuals: a systematic review and meta analysis. The American Journal of Clinical Nutrition. 2011 August;94:1113-26.
    Read More
  • Sobat pernah merasakan muntah? Duh, rasanya benar-benar tidak nyaman bukan? Apalagi setelah muntah biasanya tubuh menjadi lemah dan lambung terasa tidak enak. Muntah merupakan suatu keadaan dimana seluruh isi saluran cerna bagian atas dikeluarkan melalui mulut secara tiba-tiba dan refleks yang disebabkan karena adanya rangsangan muntah. Muntah diawali dengan adanya perasaan mual, dimana adanya sensasi […]

    Jenis Makanan Apa yang Dapat Dikonsumsi Setelah Muntah?

    Sobat pernah merasakan muntah? Duh, rasanya benar-benar tidak nyaman bukan? Apalagi setelah muntah biasanya tubuh menjadi lemah dan lambung terasa tidak enak. Muntah merupakan suatu keadaan dimana seluruh isi saluran cerna bagian atas dikeluarkan melalui mulut secara tiba-tiba dan refleks yang disebabkan karena adanya rangsangan muntah. Muntah diawali dengan adanya perasaan mual, dimana adanya sensasi tidak nyaman pada bagian lambung. Mual dan muntah bukan suatu diagnosis, melainkan suatu gejala atau tanda dari suatu kondisi penyakit atau keadaan tertentu misalnya mabuk perjalanan, kehamilan atau kondisi psikologis tertentu.

    Mual dan muntah merupakan gejala yang umum terjadi, dan tidak terbatas usia, maupun jenis kelamin, selain disertai mual, gejala lainnya juga dapat menyertai muntah misalnya migren, nyeri kepala, demam, vertigo, diare, nyeri ulu hati, pucat, berkeringat dan napas tidak beraturan.

    Terjadinya muntah diawali dengan tiga fase yaitu yang pertama adanya rangsangan pada medulla oblongata di otak yang memicu ambang rangsang muntah, kemudian timbul perasaan mual. Lalu terjadi gerakan yang diusahakan otot perut dan dada sebelum muntah. Terakhir, terjadi gerakan retroperistaltis, yaitu pengeluaran isi lambung melalui mulut.

    Proses Terjadinya Muntah

    Muntah dapat disebabkan karena gangguan pencernaan seperti iritasi lambung yang disebabkan oleh rokok, alkohol, dan obat pereda nyeri. Selain itu, muntah dapat disebabkan karena adanya gangguan di otak (trauma, infeksi, tumor), nyeri kepala (vertigo, migren), serta kondisi lainnya (hamil, rangsangan bau, mabuk perjalanan, gangguan psikologi), diabetes serta efek samping dari pengobatan (obat kemoterapi, steroid, pereda nyeri, antibiotic, kodein, morfin). Hayo, Sobat pernah merasakan muntah karena apa?

    Nah, setelah muntah Sobat dapat memperhatikan asupan makanan sebaiknya dikonsumsi, antara lain:

    1. Air
      Ketika muntah, sejumlah air ikut keluar dari tubuh, baik melalui muntah, keringat maupun diare (gejala lain yang mengikuti), sehingga untuk mengembalikan jumlah air merupakan hal wajib yang perlu diperhatikan untuk mencegah terjadinya dehidrasi. Terjadinya dehidrasi dapat menyebabkan berbagai gejala, mulai dari yang ringan sampai yang berat, yaitu mulai dari bibir kering, puing, mata cekung, jantung terasa berdebar, urine berwarna pekat, jumlah urine berkurang sampai terjadinya kehilangan kesadaran (pingsan).
      Minumlah air hangat sedikit demi sedikit setelah muntah.
    1. Cairan Elektrolit
      Minum cairan yang mengandung elektrolit (larutan gula dan garam) karena selain air, elektrolit juga berkurang dalam darah sehingga jangan lupa untuk kembalikan jumlah elektrolit yang hilang.
    1. Makan makanan yang lunak, hindari makanan yang berat sekitar 6 jam setelah muntah, mulai dengan makanan ringan seperti bubur atau biskuit apabila terasa lapar setelah muntah.
    2. Hindari posisi berbaring ketika minum atau makan setelah muntah karena dapat merangsang terjadinya muntah kembali. Lalu tenangkan kondisi, seperti istirahat dahulu setelah muntah.
    3. Hindari makanan yang dapat merangsang muntah kembali, seperti makanan yang mengandung minyak berlebih dan lemak seperti keju dan susu.
    4. Hindari minuman yang mengandung kafein seperti cokelat dan teh.
    5. Berikan makanan yang terlalu manis untuk menghindari mual dan muntah berulang kembali.
    6. Hindari makanan yang pedas, minuman bersoda dan makanan serta minuman yang mengandung alkohol.

     Bagaimana agar Sobat tidak muntah kembali? Nah, ini ada triknya loh. Apa saja? Yuk, coba kita cek:

    Hindari kegiatan yang merangsang muntah

    Apabila muntah disebabkan motion sickness atau mabuk perjalanan maka hindari kegiatan di kendaraan yang dapat merangsang mual seperti hindari main gadget serta hindari membaca di dalam kendaraan.

    Banyaklah istirahat

    Perbanyak istirahat, batasi aktivitas fisik. Sobat bisa duduk di tempat yang tidak ramai untuk mencegah tidak muntah kembali. Pastikan kepala tetap tegak dan tidak menunduk. Sobat juga sebaiknya menghindari melihat benda yang bergerak karena dapat memicu mual.

    Pahami tanda dan bahaya muntah

    Pahami tanda-tanda bahaya dan segera mencari pertolongan apabila muntah terjadi secara terus-menerus, muntah yang menyembur, muntah yang disertai darah, demam, nyeri kepala hebat, lesu, hilang kesadaran, nafas yang tidak teratur, diare serta sulit buang air kecil (jumlah urine berkurang) dan tidak mau makan dan minum. Segera hubungi dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik serta dilakukan penanganan lebih lanjut. Apabila gejala cukup berat maka dokter akan mempertimbangkan pemberian infus.

    Konsumsi obat sesuai dengan gejala dan anjuran dokter

    Beberapa jenis obat dapat diberikan untuk mengurangi gejala mual dan muntah. Pastinya, obat-obatan ini harus sesuai dengan anjuran dan resep dokter ya Sobat. Biasanya bila muntah disebabkan karena infeksi bakteri H. Pylori, dokter akan memberikan antibiotik untuk mengobati penyebab utama terjadinya infeksi pada lapisan lambung. Lain halnya bila muntah disebabkan karena mabuk perjalanan atau motion sickness, maka diperlukan obat anti motion sickness yang mengandung dimenhydrinate sebelum melakukan perjalanan. Lalu, muntah akibat gastritis atau luka pada lapisan lambung dapat diobati dengan obat yang dapat mengurangi asam lambung seperti misalnya antasida, atau obat golongan H2 pump inhibitor serta obat yang mempercepat pengosongan lambung untuk mengurangi gejala mual dan muntah.

    Kini Sobat sudah tahu kan langkah apa saja yang harus ditempuh setelah mengalami muntah. Jika Anda membutuhkan informasi kesehatan lainnya, segera akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Furyk, J., Meek, R. and McKenzie, S. (2014). Drug treatment of adults with nausea and vomiting in primary care. BMJ, [online] 349(aug07 2), pp.g4714-g4714. Available at: bmj.com/content/349/bmj.g4714 [Accessed 20 Sep. 2018].
    2. Singh, P., Yoon, S. and Kuo, B. (2018). SAGE Journals: Your gateway to world-class journal research. [online] Journals.sagepub.com. Available at: journals.sagepub.com/doi/pdf/10.1177/1756283X15618131 [Accessed 20 Sep. 2018].
    3. WebMD. (2018). How to Treat Nausea and Vomiting. [online] Available at: webmd.com/digestive-disorders/understanding-nausea-vomiting-treatment [Accessed 20 Sep. 2018].

     

    Read More
  • Moms, tahukah bahwa saat anak sakit demam, ternyata asupan makanan si kecil perlu diperhatikan. Demam merupakan kenaikan suhu tubuh, bila diukur dengan termometer diatas 38 derajat celcius. Menurut data IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyatakan kasus demam merupakan kasus konsultasi anak terbanyak di poliklinik. Sebenarnya, demam merupakan suatu proses alami tubuh sebagai respons perlawanan tubuh […]

    7 Anjuran Asupan Makanan saat Anak Demam

    Moms, tahukah bahwa saat anak sakit demam, ternyata asupan makanan si kecil perlu diperhatikan. Demam merupakan kenaikan suhu tubuh, bila diukur dengan termometer diatas 38 derajat celcius. Menurut data IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menyatakan kasus demam merupakan kasus konsultasi anak terbanyak di poliklinik. Sebenarnya, demam merupakan suatu proses alami tubuh sebagai respons perlawanan tubuh terhadap bakteri atau virus yang masuk ke dalam tubuh.

    Sebagian besar orang tua sudah mengetahui bahwa ketika anak demam, maka akan diberikan obat penurun panas (antipiretik), tapi perlu diketahui bahwa penggunaan obat penurun panas bukan bertujuan untuk menurunkan suhu tubuh kembali ke dalam keadaan normal secara permanen dan bukan bertujuan untuk menangani penyebab utama demam, melainkan untuk mempertahankan suhu tubuh dalam keadaan normal untuk meningkatkan rasa nyaman anak. Pada saat anak demam, ia menjadi gelisah, sulit makan, dan rewel. Sehingga orang tua juga harus memperhatikan asupan makanan si Kecil agar ia segera sembuh.

    Inilah daftar asupan yang diperlukan saat anak demam:

    1. PERBANYAK KONSUMSI AIR

    Komposisi air dalam tubuh anak mempunyai presentasi lebih banyak dibanding orang dewasa. Pada anak, terutama 1 tahun pertama, volume air tubuh total dalam tubuh yaitu sebanyak 65-80%, dan akan terus berkurang saat remaja sebanyak 55-60%. Pada usia bayi 0-6 bulan, bayi memerlukan air sebanyak 700 ml/hari, bayi 7-12 bulan memerlukan 800 ml/hari, anak 1-3 tahun memerlukan cairan sekitar 1300 ml/hari, anak 4-8 tahun memerlukan 1700 ml/hari, anak 9-13 tahun memerlukan 2400 ml/hari pada laki-laki dan 2100 ml/hari pada perempuan, anak 14-18 tahun memerlukan 3300 ml/hari pada laki-laki dan 2300 ml/hari pada perempuan. Sedangkan pada saat demam, anak memerlukan cairan lebih banyak dibandingkan dalam keadaan normal. Setiap kenaikan 1 derajat celsius, dibutuhkan cairan tambahan 10% dari kebutuhan cairan biasanya.

    Misalnya, anak usia 3 tahun terkena demam, dalam keadaan normal, anak memerlukan cairan 1300ml/hari, maka dalam keadaan demam, anak memerlukan tambahan cairan sebesar 130ml, jadi asupan cairan anak 3 tahun yang terserang demam adalah 1430 ml/hari.

    Sumber asupan cairan tidak hanya air putih saja ya Moms, tetapi bisa dari sup sayuran, jus buah dan susu.

    2. BUAH JERUK

    Buah jeruk kaya akan sumber vitamin C dan dipercaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh anak karena mengandung antioksidan yang dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh anak dalam melawan penyakit yang masuk. Selain itu, rasa manis dalam buah mengandung gula alami yang dapat meningkatkan asupan energi anak.

    3. SAYUR & BUAH-BUAHAN

    Selain jeruk, buah-buahan seperti stroberi, semangka, nanas, kiwi serta sayur-sayuran juga bermanfaat bagi anak-anak dalam kondisi demam karena sayur dan buah banyak mengandung air yang dapat meningkatkan asupan cairan saat demam. Kemudian sayur dan buah mengandung antioksidan yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap penyakit, serta buah-buahan misalnya pisang mengandung ion kalium yang diperlukan tubuh, pasalnya ion kalium merupakan salah satu ion yang hilang melalui keringat saat anak demam.

    4. MAKANAN YANG MENGANDUNG PROBIOTIK

    Beberapa penelitian menyatakan bahwa probiotik seperti gandum, sereal, yoghurt, dan tempe dapat meningkatkan daya tahan tubuh karena probiotik dapat meningkatkan bakteri baik dalam saluran cerna dan meningkatkan daya tahan tubuh anak terhadap infeksi kuman. Menurut jurnal kedokteran pediatri, probiotik dipercaya dapat membantu menurunkan demam.

    5. MAKANAN YANG MENGANDUNG PROTEIN

    Makanan yang mengandung protein seperti daging, telur, susu, daging ayam, ikan dan keju dipercaya dapat membantu menurunkan demam. Hal ini disebabkan protein menjadi sumber energi yang diperlukan tubuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam melawan infeksi, serta protein merupakan zat yang dapat mempercepat proses penyembuhan.

    6. BAWANG PUTIH

    Bawang putih merupakan bahan obat herbal tradisional yang dipercaya sebagai anti bakteri, anti virus serta anti jamur. Bawang putih dipercaya dapat meningkatkan imun tubuh. Selain dapat menurunkan demam, bawang putih dapat membantu penyembuhan flu. Sebuah penelitian membuktikan pada sekelompok orang yang mengonsumsi bawang putih lebih jarang sakit, secara keseluruhan kelompok orang yang mengonsumsi bawang putih mengalami sakit 70% lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok placebo (kelompok yang tidak mengkonsumsi bawang putih).

    Kita tidak perlu mengonsumsi bawang putih mentah, cukup tambahkan ke hidangan makanan misalnya tambahkan ke dalam sup ayam.

    7. AIR KELAPA

    Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi selama demam merupakan hal yang penting, selain kebutuhan cairan yang dapat terkoreksi, ion-ion yang terkandung dalam air kelapa juga dapat membantu memenuhi kebutuhan ion tubuh yang hilang melalui keringat maupun diare saat demam. Selain itu, air kelapa juga mengandung gula yang dapat meningkatkan energi tubuh dengan meningkatkan gula darah yang dapat membantu tubuh untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

    Selain dari segi makanan, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk dapat membantu menurunkan suhu tubuh anak saat demam, yaitu:

    1. Berikan obat anti demam atau antipiretik seperti parasetamol dan ibuprofen yang dapat menurunkan suhu tubuh anak sesuai dengan dosis anjuran. Namun, untuk mengatasi masalah infeksi pada tubuh diperlukan antibiotik, anti virus atau anti jamur sesuai dengan infeksinya. Oleh karena itu, konsultasi ke dokter sangat diperlukan untuk mengetahui penyebab dari gejala demam.
    2. Kompres anak dengan air hangat di dahi, ketiak serta lipat paha anak.
    3. Jangan kenakan pakaian tebal, gunakan pakaian tipis untuk membantu mendinginkan suhu tubuh.
    4. Perbanyak istirahat, batasi aktivitas fisik anak yang berlebih.

    Kini, Moms sudah tak perlu panik lagi saat anak demam. Jika ingin mengetahui informasi kesehatan lainnya, silakan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga! Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Shivamurthy P, Benakappa A. Beliefs regarding diet during childhood illness. Indian Journal of Community Medicine [Internet]. 2012 [cited 13 September 2018];37(1):20. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3326802/
    2. Penanganan Demam pada Anak [Internet]. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2018 [cited 13 September 2018]. Available from: idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penanganan-demam-pada-anak
    3. Bhowmik D. Traditional and Medicinal Uses of Banana [Internet]. Phytojournal.com. 2018 [cited 14 September 2018]. Available from: phytojournal.com/vol1Issue3/Issue_sept_2012/9.1.pdf
    4. Gebreyohannes G, Gebreyohannes M. Medicinal values of garlic: A review. International Journal of Medicine and Medical Sciences [Internet]. 2018 [cited 14 September 2018];5(9), pp. 401-408(2006-9723). Available from: academicjournals.org/article/article1378915996_Gebreyohannes%20and%20Gebreyohannes.pdf
    Read More
  • Pernahkah Sobat mengalami sakit kepala? Jika ya, Sobat tidak perlu khawatir karena 50% dari populasi di dunia yang berusia 18 – 65 tahun, mengalami sakit kepala minimal 1 kali per tahun. Oleh karena itu, penting bagi Sobat untuk terlebih dahulu mengetahui apa saja tipe sakit kepala agar Sobat lebih paham dalam menerapkan cara tepat mengatasi […]

    5 Cara Tepat Mengatasi Sakit Kepala

    Pernahkah Sobat mengalami sakit kepala? Jika ya, Sobat tidak perlu khawatir karena 50% dari populasi di dunia yang berusia 18 – 65 tahun, mengalami sakit kepala minimal 1 kali per tahun. Oleh karena itu, penting bagi Sobat untuk terlebih dahulu mengetahui apa saja tipe sakit kepala agar Sobat lebih paham dalam menerapkan cara tepat mengatasi sakit kepala yang akan kita kupas bersama pada artikel ini.

    Sakit kepala digolongkan menjadi 2 macam, yaitu sakit kepala primer dan sekunder. Sakit kepala primer ialah sakit kepala yang penyebabnya tidak diketahui secara pasti; sedangkan sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan oleh penyakit lain seperti infeksi, kelainan pembuluh darah, trauma, tumor, atau gangguan psikiatri (jiwa). Lebih dari 90% pasien yang mengeluhkan sakit kepala, mengalami sakit kepala primer.

    Tiga jenis sakit kepala primer yang paling sering terjadi antara lain:

    • Tension type headache (TTH)

    TTH merupakan tipe terbanyak yang dialami oleh populasi umum yaitu sekitar 80%. Karakteristik khas dari TTH adalah sakit kepala yang bersifat tumpul, terasa seperti ada tali yang diikat kencang di sekeliling kepala, dengan tingkat keparahan sedang.

    • Migraine

    Migrain memiliki karakter sakit kepala yang lebih berat daripada TTH, dan pada 60% kasus migrain hanya terjadi pada satu sisi kepala sehingga sering dikenal dengan “sakit kepala sebelah.”

    • Cluster headache

    Tipe cluster memiliki karakter nyeri yang paling berat sampai dapat membangunkan penderita dari tidurnya. Sakit kepala yang dirasakan umumnya di belakang atau sekitar mata (satu sisi saja), selama 15 menit – 3 jam. Tipe ini lebih sering dialami oleh pria.

    Sakit kepala primer seringkali tidak diketahui penyebabnya, maka pada umumnya dokter hanya memberikan obat pereda nyeri saja, sehingga masih ada kemungkinan sakit kepala tersebut terjadi kembali.

    Tipe Sakit Kepala Primer Tersering

    Nah, saat ini Sobat telah mengenali beberapa tipe sakit kepala yang paling sering terjadi. Jika Sobat mengalami sakit kepala primer, tentu saja Sobat tidak nyaman jika harus terus–menerus mengonsumsi obat pereda nyeri. Faktor pencetus sakit kepala primer sebagian besar berasal dari lingkungan dan gaya hidup, sehingga alangkah baiknya jika Sobat menerapkan gaya hidup yang sehat daripada bergantung pada obat. Lantas, apa saja 5 cara tepat mengatasi sakit kepala?

    1. MENERAPKAN POLA MAKAN YANG BAIK

    Tak bisa dipungkiri, telat makan dan kelaparan merupakan penyebab tersering dari sakit kepala. Kaitannya masih belum dapat dipastikan, tapi ada teori yang menyatakan bahwa dalam kondisi lapar, gula darah dalam tubuh kita akan menurun (hipoglikemia) sehingga tubuh akan merangsang hormon tertentu untuk memecah cadangan energi guna meningkatkan gula darah. Proses inilah yang diduga menyebabkan otot di daerah kepala menegang dan kita merasakan sakit kepala.

    Oleh karena itu, Sobat dapat mencegah sakit kepala akibat hipoglikemia ini dengan cara menjaga kadar gula darah dalam keadaan selalu stabil, yaitu menerapkan pola makan yang baik. Pola makan baik yang dimaksud adalah memperbanyak frekuensi makan tetapi mengurangi porsinya, sehingga mencegah tubuh kita merasa lapar. Umumnya frekuensi yang disarankan adalah makan 5 kali sehari dengan porsi sedikit, tapi pola makan yang baik bagi setiap orang tidak selalu sama, sehingga sebaiknya Sobat juga menyesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing–masing dalam menentukan waktu makan. Selain itu, sebuah penelitian menyatakan bahwa konsumsi makanan ringan pada sore hari menjelang malam dapat mengurangi kejadian sakit kepala, terutama dalam keadaan stres.

    2. MEMILIH MAKANAN YANG TEPAT

    Selain pola makan, pilihan makanan juga memiliki pengaruh terhadap sakit kepala, terutama tipe migrain. Beberapa makanan yang disarankan dan yang perlu dihindari bagi penderita migrain ada di bawah ini dan hasilnya 35 dari 40 partisipan penelitian mengaku perbaikan sakit kepala dengan pilihan makanan tersebut, walaupun terdapat juga 5 dari 40 partisipan yang merasa tidak ada perbaikan.

    Makanan yang disarakan antara lain:

    -Biji-bijian (oat, nasi, quinoa, millet)

    -Buah (pir, apricot, bluberi, plum)

    -Sayuran (aparagus, brokoli, kembang kol, pak choy, bayam, selada, zucchini)

    -Lainnya: minyak zaitun, ekstrak vanilla, sirup maple

    Makanan yang perlu dihindari:

    -Biji-bijian: barley, jagung, gandum

    -Buah: golongan sitrus, pisang, dan apel

    -Sayur: tomat, paprika, terong, bawang putih, bawang bombay, ubi manis, seledri

    -Lainnya: kacang-kacangan, cokelat, gula, kopi, teh, alkohol

    3. MENERAPKAN POLA TIDUR YANG BAIK

    Perubahan pola tidur, seperti tidur lebih lama pada akhir minggu atau gangguan tidur saat stres dapat menimbulkan sakit kepala. American Academy of Sleep Medicine merekomendasikan waktu tidur minimal 7 jam per hari bagi orang dewasa untuk mencapai kesehatan yang optimal.

    4. HINDARI STRES

    Hampir seluruh tipe sakit kepala dapat dipicu oleh stres. Dalam kondisi stres, tubuh Sobat akan meningkatkan produksi hormon stres dan adrenalin yang salah satu akibatnya adalah ketegangan otot serta perubahan diameter pembuluh darah, yang merupakan mekanisme dasar penyebab sakit kepala primer.

    Telah terbukti bahwa manajemen stres yang baik dapat mengurangi keluhan sakit kepala. Luangkanlah waktu untuk berlibur, relaksasi, berolahraga, atau melakukan hobi, setiap kali Sobat selesai menjalani kegiatan yang menimbulkan stres yang tinggi. Jika Sobat menyukai dipijat, hal tersebut dapat dijadikan pelengkap dalam cara tepat mengatasi sakit kepala tipe tension, karena efektif dalam mengurangi frekuensi, durasi dan keparahan nyeri, serta meningkatkan kualitas hidup.

    5. PERTAHANKAN BERAT BADAN IDEAL

    Penelitian menyatakan bahwa berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami migrain, bahkan migrain yang dialami dapat lebih berat dibandingkan dengan seseorang dengan berat badan ideal. Sobat dapat mengetahui apakah saat ini berat badan Sobat sudah ideal atau tidak, dengan menghitung Indeks Massa Tubuh (IMT) dengan rumus . Bagi penduduk Asia, IMT normal yang disarankan adalah 18,5 – 22,9 kg/m2. Jika IMT sudah mencapai 23 kg/m2 atau lebih, maka Sobat perlu menurunkan berat badan, karena selain dapat mengurangi risiko migrain, memiliki IMT normal dapat mengurangi risiko Sobat terkena penyakit terkait obesitas seperti diabetes melitus, penyakit jantung koroner, dan stroke.

    Berikut ini adalah beberapa tips bagi Sobat untuk menurunkan berat badan:

    • Jangan lewatkan waktu makan untuk menurunkan berat badan karena telah kita ketahui bahwa hal ini dapat memicu migrain. Terapkanlah pola makan yang baik seperti yang telah kita kupas bersama pada poin sebelumnya.
    • Sobat perlu ingat untuk rutin minum air putih sepanjang hari, karena selain membantu terhindar dari sakit kepala, juga membantu Sobat merasa tidak lapar selama menjalani aktivitas.
    • Akan lebih baik jika Sobat menemukan dukungan sosial selama proses penurunan berat badan. Beritahu kepada keluarga dan sahabat, sehingga mereka dapat ikut mendukung.

    Nah, bagaimana Sobat? Cobalah terapkan 5 cara tepat mengatasi sakit kepala di atas selama beberapa bulan, dan jika tidak merasa ada perbaikan, sebaiknya Sobat memeriksakan diri ke dokter untuk dievaluasi lebih lanjut.

    Jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi

    1. Bunner AE, Agarwal U, Gonzales JF, Valente F, Barnard ND. Nutrition intervention for migraine: a randomized crossover trial. The Journal of Headache and Pain. 2014;15:69.
    2. Diagnosis and management of headache in adults: a national clinical guideline. Scottish Intercolleagiate Guidelines Network. Edinburgh; 2008.
    3. Headache Disorder [Internet]. World Health Organization. 2016. [cited 8 Sept 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/headache-disorders
    4. Rizzoli P, Mullally WJ. Headache. The American Journal of Medicine. 2018;131:17-24.
    5. Turner DP, Smitherman TA, Penzien DB, Porter JAH, Martin VT, Houle TT. Nighttime snacking, stres, and migraine activity. J Clin Neuroscience. 2014;21(4):638-43.
    6. Watson NF, Badr MS, Belenky G, Bliwise DL, Buxton OM, Buysse D, et al. Recommended amount of sleep for a healthy adult: a joint consensus statement of the American Academy of Sleep Medicine and Sleep Research Society. 2015;38(6):843-4.
    Read More
  • Sakit kepala, tentu bukan hal yang asing bagi kita semua. Mungkin hampir setiap orang di dunia ini pernah mengalami sakit kepala, paling tidak satu kali dalam hidupnya. Selain jenis sakit kepala dan penyebabnya sangat bervariasi, sakit kepala juga sangat berhubungan dengan faktor-faktor lain, seperti stres, kecemasan, pola makan dan jenis makanan tertentu, gaya hidup, aktivitas […]

    6 Tips Meredakan Sakit Kepala yang Ampuh!

    Sakit kepala, tentu bukan hal yang asing bagi kita semua. Mungkin hampir setiap orang di dunia ini pernah mengalami sakit kepala, paling tidak satu kali dalam hidupnya. Selain jenis sakit kepala dan penyebabnya sangat bervariasi, sakit kepala juga sangat berhubungan dengan faktor-faktor lain, seperti stres, kecemasan, pola makan dan jenis makanan tertentu, gaya hidup, aktivitas fisik, konsumsi obat-obatan tertentu, kondisi cuaca dan lingkungan, hingga faktor hormonal seperti menstruasi.

    Sobat mungkin juga sudah mencoba berbagai macam obat tapi masih kurang efektif. Lalu bagaimanakah cara meredakan sakit kepala yang manjur? Banyak cara-cara yang ditawarkan tapi kurang tepat dan kadang justru memperparah sakit kepala. Nah, gaya hidup yang baik dan pola asupan makanan, memegang peranan yang sangat penting dalam hal ini. Yuk Sobat, mari kita simak lebih lanjut:

    Sakit kepala merupakan salah satu keluhan yang paling sering dikeluhkan di fasilitas kesehatan. Penyebab sakit kepala sangat beragam mulai dari sakit kepala ringan yang sederhana, mengganggu rasa nyaman, hingga sakit kepala yang berbahaya dan mengancam nyawa. Sakit kepala pada umumnya dibedakan menjadi 2, yaitu sakit kepala primer dan sakit kepala sekunder. Sakit kepala primer adalah sakit kepala tanpa penyebab yang jelas, seperti sakit kepala tipe tegang (tension-type headache—TTH), migrain, sakit kelapa tipe klaster (cluster-type headache), dan beberapa lainnya. Sedangkan sakit kepala sekunder adalah sakit kepala yang disebabkan karena penyakit/penyebab lain, seperti karena cedera pada kepala, pecahnya pembuluh darah, infeksi, tumor otak, dan lain-lain. Sakit kepala yang paling sering ditemukan adalah sakit kepala primer, yang sekaligus akan menjadi sasaran topik bacaan kali ini.

    Sakit kepala primer inilah yang memiliki kaitan erat dengan pola makan dan gaya hidup. Banyak makanan dan gaya hidup tertentu yang sudah diteliti lebih lanjut dapat mencetuskan atau memperparah sakit kepala. Berdasarkan penelitian, 12-60% orang dengan migrain akan tercetus oleh gaya hidup dan makanan tertentu.

    Pencetus Sakit Kepala

    Hal yang perlu Sobat semua ketahui terlebih dahulu untuk mengurangi dan meredakan sakit kepala ialah memahami apa yang dapat mencetuskannya. Perlu sobat ingat bahwa faktor pencetus sakit kepala masing-masing orang dapat saja berbeda, tapi secara umum terdapat beberapa hal yang dapat mencetuskan sakit kepala, baik gaya hidup, pola makan hingga beberapa jenis makanan tertentu yang sudah diteliti dapat mencetuskan sakit kepala.

    1. Hindari minuman beralkohol.

    Bagi sebagian orang mungkin minuman beralkohol tidak menyebabkan sakit kepala. Namun, bagi para penderita sakit kepala primer yang kronis, baik migrain maupun jenis sakit kepala primer lainnya, alkohol ternyata dapat mencetuskannya meski dikonsumsi dalam jumlah sedikit.

    1. Hindari makanan/minuman pencetus sakit kepala.

    Inilah topik yang paling sering dibahas dalam sakit kepala. Apa saja yang perlu dihindari? Beberapa jenis makanan atau minuman ternyata sudah terbukti dapat mencetuskan sakit kepala terutama migrain, yaitu:

    • Keju dan produk susu lainnya,
    • Coklat,
    • Kopi (kafein),
    • Buah-buahan seperti sitrus (jeruk),  pisang, dan apel,
    • Kacang-kacangan,
    • Daging merah dan daging yang telah diproses seperti sosis, ham, hotdog,
    • Gandum,
    • Minuman/makanan terlalu dingin,
    • MSG (monosodium glutamat) atau mecin,
    • Aspartame atau pemanis buatan,
    • Makanan berlemak tinggi.

    Makanan atau minuman ini diketahui mengandung banyak faktor yang dapat menyebabkan sakit kepala seperti histamin, tiramin, dan nitrat/nitrit. Tidak menutup kemungkinan Sobat mungkin memiliki jenis makanan lain yang dapat mencetuskan sakit kepala. Penelitian menunjukkan, menghindari asupan pencetus atau eliminasi diet ini dapat menurunkan durasi kekambuhan sakit kepala sebesar 29%.

    Selain itu, mengurangi asupan lemak ternyata dapat menurunkan kadar hormon estrogen, sehingga cocok bagi para wanita yang sering mengalami sakit kepala saat fase premenstruasi.

    1. Pola makan pencetus sakit kepala.

    Tidak hanya jenis makanan, ternyata pola makan yang salah juga dapat mencetuskan sakit kepala loh. Penelitian menemukan bahwa berpuasa dan terlambat makan akan menyebabkan fluktuasi kadar gula di dalam darah yang berujung mencetuskan sakit kepala primer seperti migrain ataupun jenis lainnya pada sebagian orang.

    1. Gaya hidup dan faktor lain pencetus sakit kepala.

    Gaya hidup yang salah ternyata dapat menyebabkan sakit kepala yang dialami Sobat tidak kunjung membaik. Kurang olahraga, kekurangan tidur karena sulit tidur atau kebiasaan tidur larut malam, dan kelelahan yang menyebabkan kurangnya istirahat, dapat mencetuskan sakit kepala.

    Faktor lain yang cukup berpengaruh dalam mencetuskan sakit kepala primer adalah faktor psikososial seperti stres, kecemasan, ketidakpuasan dalam pekerjaan dan masalah dalam pekerjaan lainnya, serta berbagai faktor tidak umum lainnya seperti bau-bauan yang menyengat. Kecemasan juga seringkali diikuti dengan sulit tidur. Penelitian menemukan bahwa kecemasan adalah salah satu faktor penyebab sakit kepala yang berkepanjangan.

    Tips Meredakan Sakit Kepala

    1. Minumlah air. Minum air yang cukup dapat membantu meredakan sakit kepala dalam 30 menit hingga 3 jam. Kekurangan cairan atau dehidrasi yang berkepanjangan juga dapat menyebabkan sakit kepala.
    2. Berolahraga. Penelitian menemukan bahwa berolahraga secara teratur tidak hanya dapat meredakan sakit kepala primer seperti migrain, tapi juga dapat mencegah kekambuhan di kemudian hari, terutama bagi Sobat yang tidak ingin terlalu bergantung dengan obat-obatan. Olahraga juga dapat membantu meredakan stres dan membuat Sobat menjadi lebih rileks.
    3. Tidur dan istirahat cukup. Jika Sobat sering tidur larut malam, ini saatnya untuk menghilangkan kebiasaan tersebut. Tidur paling tidak 8 jam sehari dan istirahat yang cukup terbukti menurunkan frekuensi dan derajat sakit kepala.
    4. Kompres dingin. Meski terlihat sebagai metode yang sangat tradisional, tapi penelitian mencatat bahwa kompres dingin dapat secara efektif meredakan sakit kepala pada 71% pasien.
    5. Konsumsi kafein dosis rendah. Kafein memang dapat menyebabkan sakit kepala, tapi jika dikonsumsi pada dosis kecil dapat bermanfaat untuk meredakan sakit kepala. Kafein dosis rendah dapat mudah Sobat temui dengan mengonsumsi teh.
    6. Konsumsi makanan kaya magnesium. Diet tinggi magnesium dapat meredakan dan mencegah kekambuhan sakit kepala terutama migrain dan sakit kepala tipe klaster. Contoh makanan kaya magnesium adalah sayur-sayuran hijau seperti bayam, buah alpukat, dan berbagai jenis kentang.

    Jadi, cara meredakan sakit kepala bukan hanya mengonsumsi obat-obatan, tapi juga perlu memerhatikan gaya hidup, pola makan dan jenis makanan yang perlu dihindari untuk meredakan sakit kepala dengan tepat dan holistik. Jangan lupa, jika Sobat sudah mencoba semua yang disarankan di atas namun sakit kepala tidak kunjung membaik, sebaiknya periksakan diri ke dokter. Atau perkaya info kesehatan lainnya dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Center for Integrated Healthcare. Headache: types, tips, & treatment suggestions. USA: VA Healthcare; 2013. p. 1-4.
    2. Rizzoli P, Mullally WJ. Headache. American Journal of Medicine. 2018;131(1):17–24.
    3. Robbins M, Grosberg BM, Lipton RB. Headache. UK: John Wiley & Sons; 2013. p. 3.
    4. Saracco MG, Calabrese G, Cavallini M, Montano V, Rinaldi B, Valfrè W, Aguggia M. Relationship between primary headache and nutrition: a questionnaire about dietary habits of patients with headache. Neurological Sciences. 2014;35(1):159–161.
    5. Panconesi A. Alcohol-induced headaches: evidence for a central mechanism?. J Neurosci Rural Pract. 2016;7(2):269–275.
    6. Bunner AE, Agarwal U, Gonzales JF, Valente F, Barnard ND. Nutrition intervention for migraine: a randomized crossover trial. Journal of Headache and Pain. 2014;15(1):1–9.
    7. Gonzalez A, Hyde E, Sangwan N, Gilbert JA, Viirre E, Knight R. Migraines are correlated with higher levels of nitrate-, nitrite-, and nitric oxide-reducing oral microbes in the American Gut Project Cohort. mSystems. 2016;1(5):e00105-16.
    8. Yuan H, Silberstein SD. Headache and migraine. Headache. 2018 Jan;58(1):184-193.
    9. Buchholz, D. Heal Your Headache. New York: Workman Publishing. 2002.
    10. Haque B, Rahman KM, Hoque A, Hasan ATMH, Chowdhury RN, Khan SU, et al. Precipitating and relieving factors of migraine versus tension type headache. BMC Neurology. 2012 12:82.
    11. Boardman HF, Thomas E, Millson DS, Croft PR. Psychological, sleep, lifestyle, and comorbid associations with headache. Headache. 2005;45(6):657–669.
    12. Molarius A, Tegelberg Å, Öhrvik J. Socio-economic factors, lifestyle, and headache disorders: a population-based study in Sweden. Headache. 2008;48(10):1426–1437.
    13. Silva-Néto RP, Peres MF, Valença MM. Odorant substances that trigger headaches in migraine patients. Cephalalgia. 2014;34(1):14-21.
    14. Popkin BM, D’Anci KE, Rosenberg IH. Water, hydration, and health. Nutrition Reviews. 2010;68(8):439–458.
    15. Varkey E, Cider Å, Carlsson J, Linde M. Exercise as migraine prophylaxis: a randomized study using relaxation and topiramate as controls. Cephalalgia. 2011;31(14):1428–1438.
    16. Kelman L, Rains JC. Headache and sleep: examination of sleep patterns and complaints in a large clinical sample of migraineurs. Headache. 2005 Jul-Aug;45(7):904-10.
    17. Ucler S, Coskun O, Inan LE, Kanatli Y. Cold therapy in migraine patients: open-label, non-controlled, pilot study. Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine. 2006;3(4):489–493.
    18. Lipton RB, Diener HC, Robbins MS, Garas SY, Patel K. Caffeine in the management of patients with headache. Journal of Headache and Pain. 2017;18(1).
    19. Mauskop A, Varughese J. Why all migraine patients should be treated with magnesium. Journal of Neural Transmission. 2012;119(5):575–579.
    Read More
  • Sahabat, tahukah Anda jika penyakit jantung atau dalam istilah medis disebut Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang dapat menimbulkan angka kematian terbanyak. Penyakit jantung koroner merupakan keadaan dimana pembuluh darah utama yang memasok darah utama ke jantung mengalami kerusakan (arterosklerosis). Kerusakan dipicu oleh berbagai hal seperti sumbatan kolesterol yang menjadi plak di dinding pembuluh […]

    6 Makanan yang Dilarang untuk Penderita Jantung

    Sahabat, tahukah Anda jika penyakit jantung atau dalam istilah medis disebut Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyakit yang dapat menimbulkan angka kematian terbanyak.

    Penyakit jantung koroner merupakan keadaan dimana pembuluh darah utama yang memasok darah utama ke jantung mengalami kerusakan (arterosklerosis). Kerusakan dipicu oleh berbagai hal seperti sumbatan kolesterol yang menjadi plak di dinding pembuluh darah, hal ini diakibatkan kolesterol darah yang tinggi biasanya karena banyak asupan makanan yang mengandung lemak. Selain itu, merokok, darah tinggi (hipertensi), tingginya gula darah (diabetes) juga dapat menyebabkan kerusakan elastisitas pembuluh darah.

    Analogi sumbatan pada pembuluh darah oleh kolesterol

    Gejala yang mungkin ditimbulkan akibat rusaknya elastisitas pembuluh darah yang dapat mengurangi suplai darah yang membawa oksigen ke jantung dapat menyebabkan seseorang terasa sesak. Gejala awal yang ditimbulkan hampir sama dengan gejala sakit maag yaitu mual, nyeri ulu hati, sakit kepala, kemudian gejala berkembang seiring keparahan sumbatan yaitu berupa nyeri dada yang menjalar sampai ke pundak dan lengan tangan.

    Nyeri dada atau dalam istilah awamnya merupakan angin duduk atau dalam bahasa medis disebut angina, terdiri dari dua tipe yaitu angina stabil dan tidak stabil. Angina stabil adalah jenis nyeri dada dan sesak napas yang timbul ketika jantung bekerja lebih keras yaitu saat melakukan aktivitas atau pekerjaan fisik berat. Angina stabil dapat segera diatasi dengan istirahat serta minum obat sesuai anjuran dokter. Dibandingkan angina stabil, angina tidak stabil lebih mengancam jiwa, tapi angina stabil pun tentunya tetap harus diwaspadai. Angina tidak stabil timbul pada saat pasien istirahat, dan secara tiba-tiba, hal ini merupakan kegawatdaruratan dan perlu tindakan segera karena dapat mengancam jiwa.

    Menurut data survei Sample Registration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi setelah stroke yaitu sebesar 12,9%. Menurut WHO (World Health Organization), data tahun 2014 menyatakan bahwa penyakit kardiovaskular menempati penyebab kematian tertinggi di dunia yaitu sebesar 37%, dan yang mengalami penyakit kardiovaskular adalah negara dengan penghasilan menengah sampai rendah.

    Persentase kematian akibat PJK menurut WHO dibanding penyakit tidak menular lainnya

    Seperti yang disebutkan diatas, bahwa makanan yang kita makan terutama yang mengandung tinggi lemak dapat menyebabkan penyakit jantung koroner. Maka dari itu, kita dapat menimbang-nimbang makanan apa yang baik bagi tubuh dan yang tidak baik bagi tubuh. Berikut ini makanan yang dilarang bagi pasien dengan Penyakit Jantung Koroner:

    1. MAKANAN TINGGI KARBOHIDRAT

    Makanan tinggi karbohidrat seperti nasi, kue, pasta, sereal dan roti dapat meningkatkan gula darah serta meningkatkan cadangan lemak tubuh, sehingga dapat meningkatkan risiko obesitas, apabila cadangan lemak meningkat maka lemak akan membentuk plak di sepanjang dinding pembuluh darah. Selain itu, gula darah yang tinggi dapat meningkatkan risiko gula darah tinggi atau disebut diabetes yang dapat menyebabkan kerusakan elastisitas pembuluh darah (arterosklerosis).

    Lalu, hindari makanan yang mengandung karbohidrat tinggi, sebagai gantinya Sobat dapat mengganti nasi dengan kentang, gandum dan biji-bijian. Lalu, perbanyaklah minum air putih. Minum air putih yang cukup dapat membantu mengurangi rasa lapar diluar jam makan sehingga dapat mencegah Anda untuk mengonsumsi camilan atau makanan sampingan tinggi karbohidrat seperti cokelat, kue, dan roti.

    2. MAKANAN & MINUMAN YANG MENGANDUNG TINGGI GULA

    Seperti yang dijelaskan di atas, makanan yang mengandung gula secara tidak langsung dapat memperparah risiko penyakit jantung koroner. Batasan asupan normal gula pada orang dewasa sekitar 24-36 gram per hari atau setara dengan 6 sampai 9 sendok teh per harinya. Gula didapatkan bisa dari berbagai jenis makanan seperti biskuit, makanan dalam kemasan, pemanis buatan, susu kental manis, kue, kopi dan minuman dengan perasa.

    Tingginya asupan gula setiap harinya dapat meningkatkan cadangan lemak dalam tubuh sehingga menyebabkan risiko obesitas, bila penumpukan lemak dalam pembuluh darah terjadi, maka bisa meningkatkan beban kerja jantung kemudian, dan pembuluh darah kehilangan elastisitasnya lalu dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner.

    Oleh karena itu, batasi asupan gula seperti mengindari minuman bersoda serta makan yang mengandung gula seperti roti, biskuit dan lain sebagainya.

    3. MAKANAN YANG MENGANDUNG TINGGI GARAM

    Seperti yang diketahui bahwa tekanan darah tinggi atau hipertensi dapat menyebabkan arterosklerosis akibat kerusakan elastisitas pembuluh darah. Hipertensi terutama disebabkan karena tingginya konsumsi makanan tinggi garam.

    Batas konsumsi garam per hari pada orang dewasa ialah 1500-2300 mg atau sekitar 1 sendok teh garam per harinya, dengan kata lain untuk orang yang sudah menderita tekanan darah tinggi harus mengonsumsi garam jauh dibawah dari batas asupan normal per harinya. Namun, kenyataannya rata-rata masyarakat mengonsumsi garam lebih tinggi dari batas anjuran, sumber garam tidak hanya berasal dari makanan utama saja, terkadang kita mengonsumsi garam berlebih berasal dari makanan tambahan atau snack seperti mie instan, keripik, biskuit dan lain sebagainya. Sehingga, rata-rata masyarakat mengonsumsi 3000-5000 mg sodium per hari.

    Konsumsi garam berlebih dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah terutama peningkatan tekanan darah karena sodium atau garam akan menahan (meretensi) air dalam tubuh sehingga terjadi peningkatan volume plasma darah kemudian akan meningkatkan beban kerja jantung lalu pembuluh darah kehilangan elastisitasnya.

    4. MAKANAN YANG MENGANDUNG LEMAK BERLEBIH

    Makanan tinggi lemak seperti misalnya daging berlemak, kulit ayam, jeroan (otak sapi, paru ayam), susu tinggi lemak dan makanan yang digoreng, dapat meningkatkan kolesterol total dalam darah terutama kolesterol jahat atau yang biasa dikenal dengan sebutan LDL (Low Density Lipoprotein) meningkat. Bila kolesterol dalam darah meningkat, akibatnya lemak menumpuk dan membuat plak di sepanjang pembuluh darah sehingga menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang (arterosklerosis). Setelah terjadi sumbatan, maka pompa darah oleh jantung terganggu, jantung harus memompa darah lebih keras. Hal ini menyebabkan tekanan darah meningkat. Bila hal ini berlangsung secara terus- menerus, maka dapat memperparah hipertensi dan meningkatkan keparahan penyakit jantung koroner.

    5. MAKANAN CEPAT SAJI

    Makanan cepat saji masih menjadi primadona makanan zaman sekarang, karena rasanya yang gurih serta mudah didapatkan menyebabkan makanan cepat saji ini banyak diminati dari segala kalangan. Namun tahukah Anda, di balik gurihnya makanan cepat saji mengandung kalori serta kolesterol tinggi?

    Makanan cepat saji seperti ayam goreng, burger, dan kentang goreng adalah contoh makanan yang sangat tidak baik bagi kesehatan karena mengandung minyak berlebih sehingga dapat menyebabkan kolesterol total dalam darah meningkat, dan makanan cepat saji kadang mengandung bumbu penyedap dan garam dalam jumlah berlebih ditambah lagi daging pada makanan cepat saji bukanlah daging segar melainkan daging yang sudah diawetkan.

    6. MINUMAN YANG MENGANDUNG KAFEIN

    Minuman atau makanan berkafein seperti kopi, teh dan cokelat ternyata termasuk ke dalam makanan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, selain kandungan gula dan perasa tambahan dalam secangkir kopi, kandungan kafein yang terkandung dalam kopi, teh dan cokelat dapat meningkatkan tekanan darah. Setelah itu, kafein dalam pembuluh darah mengikat reseptor Adenosin yang mengaktivasi sistem saraf simpatis dan meningkatkan hormon kortisol. Hal ini yang menyebabkan pelebaran pembuluh darah sehingga menyebabkan tekanan darah naik, pompa jantung meningkat. Apabila mengonsumsi kopi terlalu sering dan dalam jumlah yang banyak, dapat meningkatkan risiko darah tinggi. Umumnya kandungan kafein dalam secangkir kopi adalah 60,4 – 80,1 mg, sedangkan batas konsumsi harian kopi (kafein) adalah 400 mg per hari atau setara dengan 4 cangkir kopi.

    Melihat bahaya dari penyakit jantung koroner serta penyakit jantung merupakan penyebab kematian terbanyak, sudah saatnya kita mulai menjaga kalori serta asupan makanan yang dikonsumsi seperti perbanyak makanan yang mengandung serat seperti sayur dan buah, hindari makanan cepat saji dan makanan yang digoreng. Selain makanan, Sobat perlu menghindari kebiasaan merokok serta lakukan olah raga teratur dan istirahat yang cukup guna menjaga kesehatan jantung. Apabila sudah mengalami gejala seperti penyakit jantung koroner, jangan ragu untuk periksakan diri ke dokter, minum obat dan kontrol secara teratur kesehatan jantung Anda.

    Nah Sobat, jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Sudoyo A, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S. Buku ajar Ilmu Penyakit Dalam. 5th ed. Jilid 3. Jakarta: Interna Publishing; 2009. Page : 367-368.
    2. Noncommunicable Diseases (NCD) in Indonesia [Internet]. Who.int. 2014 [cited 7 September 2018]. Available from: who.int/nmh/countries/idn_en.pdf
    3. Ha S. Dietary Salt Intake and Hypertension. Electrolytes & Blood Pressure [Internet]. 2014 [cited 5 September 2018];12(1):7. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4105387/
    4. Johnston C. Functional Foods as Modifiers of Cardiovascular Disease. American Journal of Lifestyle Medicine [Internet]. 2009 [cited 5 September 2018];3(1_suppl):39S-43S. Available from: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2847297/
    5. Dalen J, Devries S. Diets to Prevent Coronary Heart Disease 1957-2013: What Have We Learned?. The American Journal of Medicine [Internet]. 2014 [cited 7 September 2018];127(5):364-369. Available from: amjmed.com/article/S0002-9343(13)01111-X/fulltext

     

    Read More
  • Hidup sehat adalah hal yang diinginkan siapa saja, mulai dari yang muda hingga tua baik oleh kaum hawa maupun adam. Hidup sehat sendiri berarti kita jauh dari berbagai penyakit dan seperti yang kita tahu ketika terserang penyakit akan mengakibatkan kita tidak mampu beraktivitas dengan optimal. Bukan hanya itu saja, penyakit tertentu juga membutuhkan biaya yang […]

    Kurangi 8 Jenis Makanan Ini Jika Tak Ingin Asam Lambung Tinggi

    Hidup sehat adalah hal yang diinginkan siapa saja, mulai dari yang muda hingga tua baik oleh kaum hawa maupun adam. Hidup sehat sendiri berarti kita jauh dari berbagai penyakit dan seperti yang kita tahu ketika terserang penyakit akan mengakibatkan kita tidak mampu beraktivitas dengan optimal. Bukan hanya itu saja, penyakit tertentu juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit dalam penyembuhannya. Pastinya tidak ada yang mau terserang penyakit bukan?

    Penyakit yang dimaksud di sini pun jenisnya bermacam-macam, mulai dari penyakit ringan seperti flu hingga penyakit membahayakan yang dapat mengancam keselamatan kita seperti penyakit jantung ataupun penyakit stroke. Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas salah satu jenis penyakit yang menyerang saluran pencernaan – lebih tepatnya penyakit asam lambung.

    Penyakit asam lambung sendiri lebih dikenal dengan istilah gaestroesophageal reflux disease (GERD). Penyakit yang satu ini biasanya ditandai dengan mengalami kesulitan dalam menelan makanan dan juga timbul sensasi terbakar pada bagian dada. Sebenarnya apa sih penyebab dari timbulnya penyakit asam lambung ini?

    Meskipun penyakit asam lambung tidak berbahaya, ada baiknya kita mengetahui pemicu dari penyakit ini sehingga penyakit ini tidak mudah kambuh di kemudian hari. Beberapa penyebab penyakit asam lambung antara lain adalah obesitas, kebiasaan merokok, ataupun karena penggunaaan obat-obatan tertentu. Bukan hanya itu saja, penyakit asam lambung tinggi ini juga bisa disebabkan oleh pola makan kita alias terdapat beberapa jenis makanan yang sebaiknya kita hindari agar penyakit ini tidak sering kumat. Kira-kira apa saja ya makanan yang sebaiknya kita kurangi atau hindari untuk kita penderita asam lambung tinggi?

    Dari pada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasan berikut ini!

    1. Cokelat

    Siapa di antara kita yang pecinta cokelat? Namun, tahukah kalian jika cokelat dapat memicu asam lambung kita menjadi tinggi? Tingginya kandungan kafein, lemak, serta cocoa sayangnya dapat menyebabkan asam lambung kita menjadi tinggi dan hal yang satu ini pastinya tidak diharapkan untuk terjadi.

    2. Alkohol

    Seperti yang kita ketahui, alkohol adalah salah satu jenis minuman yang tidak disarankan untuk dikonsumsi terlalu sering karena dampaknya yang dapat membahayakan kinerja organ kita. Mengonsumsi alkohol bukanlah suatu hal yang disarankan untuk penderita asam lambung karena alkohol memiliki kandungan asam yang tinggi.

    3. Kafein

    Siapa yang suka mengonsumsi kopi? Sayangnya, kita penderita asam lambung tidaklah disarankan untuk mengonsumsi kopi atau minuman yang mengandung kafein karena kandungan yang satu ini dapat memicu kambuhnya asam lambung sewaktu-waktu. Kabar baiknya, kita masih bisa mengonsumsi setidaknya satu cangkir kopi dalam sehari karena hal ini masih dalam batas aman. Kafein bukan saja hanya dtemukan pada kopi tapi juga pada teh, sehingga ada baiknya kita mengonsumsi teh herbal agar lebih aman untuk kesehatan lambung kita.

    4. Makanan yang mengandung banyak gas

    Jenis makanan yang satu ini sebaiknya dihindari oleh penderita asam lambung karena gas yang terkandung dalam makanan akan memicu perut kembung dan pastinya menimbulkan rasa tidak nyaman pada penderitanya. Beberapa makanan yang mengandung banyak gas antara lain adalah kacang-kacangan, kecambah, kubis, brokoli, serta berbagai produk olahan susu.

    5. Makanan berlemak

    Makanan berlemak bukanlah jenis makanan yang disarankan untuk terlalu sering dikonsumsi secara umum karena dapat membahayakan organ kita, terlebih lagi pada penderita asam lambung tinggi. Tingginya kandungan lemak pada suatu makanan akan memperlambat proses pencernaan yang kemudian akan membuat perut terasa mulas juga. Terdapat beberapa jenis makanan yang mengandung lemak tinggi, contohnya saja adalah keripik kentang, berbagai cookies ataupun kue yang menggunakan banyak mentega, alpukat, keju, ataupun daging beriga.

    6. Buah dengan kadar asam yang tinggi

    Buah adalah salah satu jenis makanan yang dianjurkan untuk dikonsumsi dengan rutin bahkan leboh baik lagi jika kita bisa mengonsumsinya tiap hari karena buah mengandung banyak vitamin yang dapat membuat tubuh kita tetap fit sepanjang hari. Namun, tahukah kalian jika terdapat beberapa buah yang tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh penderita asam lambung? Beberapa buah-buahan yang tinggi akan kandungan asam sebaiknya tidak dikonsumsi penderita asam lambung karena dapat menyebabkan asam lambung kambuh sewaktu-waktu. Beberapa pantangan buah bagi penderita asam lambung antara lain adalah belimbing, kedondong, nanas, ataupun mangga.

    7. Makanan pedas

    Siapa di antara kita yang suka mengonsumsi makanan bercita rasa pedas? Sayangnya, penderita asam lambung dianjurkan untuk tidak mengonsumsi banyak makanan pedas karena hal ini dapat membuat iritasi pada lambung. Bila perlu tambahkan saos tomat, saos sambal, ataupun bubuk cabe pada makanan yang kita konsumsi.

    8. Minuman bersoda

    Siapa di antara kita yang masih sering mengonsumsi minuman bersoda? Apakah kalian tahu bahaya yang akan timbul karena kita mengonsumsi minuman bersoda dalam jumlah banyak? Layaknya alkohol kita tidaklah disarankan untuk mengonsumsi minuman bersoda terlalu sering karena dapat mengganggu kinerja organ kita. Bukan hanya itu saja, gelombang soda juga akan menyebar ke seluruh perut dan tentu saja membuat kondisi asam lambung semakin memburuk. Minuman bersoda biasanya akan menimbulkan efek panas, mual, serta mulas yang tidak kunjung sembuh.

    Itu tadi adalah beberapa jenis makanan yang sebaiknya kita hindari agar penyakit asam lambung tinggi tidak mudah kumat. Sebaiknya kita juga memulai pola hidup yang lebih sehat seperti dengan memperbanyak mengonsumsi sayuran serta buah-buahan agar kebutuhan nutrisi dapat terpenuhi dengan baik. So, tunggu apalagi untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Dalam keseharian, rasanya ada saja kita temui orang di sekitar yang bersin, batuk atau pilek. Kerap kali gejala–gejala itu disebut dengan flu. Sebenarnya flu merupakan infeksi saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh virus influenza. Influenza ini dapat menyerang segala umur, tapi lebih sering terjadi pada anak hingga usia 14 tahun. Golongan usia lanjut (≥ […]

    Seberapa Penting Vaksin Influenza?

    Dalam keseharian, rasanya ada saja kita temui orang di sekitar yang bersin, batuk atau pilek. Kerap kali gejala–gejala itu disebut dengan flu. Sebenarnya flu merupakan infeksi saluran pernapasan bagian atas yang disebabkan oleh virus influenza. Influenza ini dapat menyerang segala umur, tapi lebih sering terjadi pada anak hingga usia 14 tahun. Golongan usia lanjut (≥ 65 tahun) menempati tempat kedua usia tersering terkena penyakit flu. Hingga saat ini, vaksin influenza masih dipercaya efektif terhadap pencegahan flu. Gejala flu yang seringkali muncul tiba-tiba, yaitu:

    – Batuk dengan/tanpa dahak.

    – Pilek, dapat ditandai hidung berair maupun rasa tersumbat pada hidung.

    – Demam.

    – Nyeri kepala.

    – Lemas.

    – Pegal seluruh tubuh.

    – Mata berair.

    Penyakit influenza biasanya akan membaik pada 5-7 hari. Vaksin influenza tidak digunakan sebagai pengobatan, hanya sebagai pencegahan terhadap penyakit flu itu sendiri.

    Tahukah Moms bahwa virus influenza dibagi menjadi 4 tipe, yaitu tipe A, B, C, dan D. Virus influenza yang dapat menginfeksi manusia adalah virus tipe A, B, dan C. Virus tipe A dan B ini menjadi penyebab tersering dari tingginya rantai penularan flu di masyarakat, sedangkan virus influenza C tergolong jarang menyebabkan penyakit flu. Gejala yang disebabkan oleh virus tipe A dan B juga biasanya didapati lebih parah dibandingkan virus influenza tipe C. Berbeda dengan virus influenza lainnya, virus influenza tipe D tidak dapat menginfeksi manusia, melainkan virus ini biasanya menyerang sapi dan kerbau.

    Virus influenza tipe A dibagi lagi menjadi jenis-jenis sub tipe berdasarkan kandungan protein yang terdapat pada permukaan dinding virus tersebut. Pada saat ini, dikenal 2 subtipe dari virus influenza tipe A yang menjadi penyebab flu di masyarakat, yaitu virus H1N1 dan H3N2.  Sedangkan, virus influenza tipe B yang diketahui menginfeksi tubuh manusia, yaitu virus B/Yamagata dan virus B/Victoria. Vaksin influenza terbukti efektif terhadap keempat tipe virus flu ini.

    Pertengahan tahun 2018 ini, angka kejadian flu di Indonesia tergolong tinggi, dapat dilihat melalui data persebaran penyakit influenza berikut ini.

    Moms, melalui data tersebut, WHO melaporkan 87% kejadian flu di masyarakat disebabkan oleh virus influenza tipe A, dan 13% sisanya disebabkan oleh virus influenza tipe B. Dari yang terinfeksi virus tipe A didapatkan 80% disebabkan oleh virus H1N1 dan 20% sisanya oleh virus H3N2. Untuk virus influenza tipe B didominasi oleh virus B-Yamagata sebanyak 80%. Seringkali penyakit flu ini dikaitkan terhadap musim yang sedang berjalan, namun berbeda pada negara tropis, penyakit flu terjadi pada waktu yang tidak menentu. Di Indonesia sendiri didapatkan penyakit flu dapat terjadi sepanjang waktu, namun cenderung meningkat pada bulan November hingga April. Tempat tinggal kumuh, kebersihan yang tidak terjaga, nutrisi yang buruk, keterbatasan pelayanan kesehatan, dan gaya hidup tidak sehat menjadi faktor-faktor yang bertanggung jawab terhadap terjadinya penyakit flu di masyarakat.

    Flu seringkali dianggap enteng dan tidak diobati dengan benar, dan tentu saja hal ini perlu dicermati. Mengapa? Jangan anggap enteng penyakit flu ya Moms, karena komplikasi yang dapat ditimbulkan dari penyakit flu cukup serius dan dapat mengenai sistem tubuh lainnya. Selain mencegah terjadinya penyakit flu, vaksin influenza tentunya sangat diperlukan untuk mencegah komplikasi dari virus influenza. Komplikasi yang sering terjadi, yaitu:

    1. INFEKSI BAKTERI

    Infeksi bakteri yang sering terjadi bersamaan dengan infeksi virus ini adalah penyakit pneumonia. Pneumonia adalah suatu infeksi yang terjadi pada jaringan paru-paru mengakibatkan perubahan struktural pada paru-paru sehingga membuat kerja paru-paru tidak lagi optimal dalam sistem pernapasan manusia. Ada tiga tanda utama yang muncul yaitu demam tinggi, batuk hebat, dan sesak napas. Rawat jalan tidak lagi cukup untuk mengobati pneumonia.

    1. INFEKSI SISTEM SARAF

    Virus influenza dapat menyebar hingga otak dan sistem saraf. Apabila sudah menginfeksi ke dalam otak, maka akan terjadi komplikasi dari sistem saraf pusat, seperti contohnya kejang yang dapat terjadi pada sebagian tubuh maupun seluruh tubuh. Kerusakan pada jaringan otak itu sendiri juga dapat terjadi dan biasanya ditandai dengan perubahan kesadaran dan perilaku.

    1. INFEKSI PADA JANTUNG & ORGAN LAINNYA

    Walaupun jarang terjadi, namun virus influenza dapat mengakibatkan infeksi pada selaput jantung dan otot jantung yang menyebabkan jantung tidak lagi dapat memompa darah dengan baik. Organ lainnya yang dapat terkena adalah ginjal, yang dapat berujung pada gagal ginjal.

    Vaksin influenza dibuktikan dapat mencegah terjadinya penyakit flu sebesar 50-80%. Pemberian vaksin influenza sebaiknya dilakukan setiap tahunnya, terutama bagi:

    –  Penduduk usia ≥ 50 tahun.

    –  Anak usia 6 bulan – 5 tahun.

    – Penderita penyakit kronis (diabetes, penyakit ginjal, penyakit jantung, penderita kanker, penyakit ginjal, dsb).

    –  Wanita hamil.

    – Memiliki sistem imun yang rendah (penderita HIV, pengguna obat kortikosteroid jangka panjang).

    –  Petugas medis.

    –  Semua orang yang mau melindungi dirinya dari penyakit flu.

    Vaksin influenza yang beredar di masyarakat ada 2 jenis, yaitu vaksin hidup yang diberikan secara spray pada hidung dan vaksin mati yang diberikan melalui suntikan. Berdasar rekomendasi terbaru tahun 2017-2018 yang dikeluarkan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC), menyatakan bahwa pemberian vaksin hidup tidak lagi direkomendasikan, karena memiliki tingkat efektivitas yang rendah terhadap virus influenza yang tersebar. Pemberian vaksin influenza yang saat ini direkomendasikan hanya pemberian melalui suntikan. Vaksin influenza mencakup keempat jenis virus yang paling sering menyebabkan flu, yaitu virus H1N1, virus H3N2, dan kedua virus tipe B. Sampai saat ini belum didapati efek samping yang bermakna pada pemberian vaksin influenza ini.

    Reaksi yang dapat ditimbulkan dari pemberian vaksin dapat dibedakan menjadi 3 berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu ringan, sedang, dan berat. Reaksi yang paling sering terjadi dari pemberian vaksin influenza ialah tergolong ringan, yaitu adanya kemerahan, nyeri, dan bengkak pada lokasi tempat penyuntikan, adanya gejala seperti flu yang menyertai pada 1-2 hari setelah penyuntikan, seperti rasa panas dingin pada badan, mata berair, dan lemas, tapi dapat hilang dengan sendirinya. Demam juga dapat terjadi sebagai reaksi yang dapat terjadi setelah vaksinasi, tapi apabila didapati terjadi biasanya diakibatkan karena ada pemberian vaksin influenza yang bersamaan dengan pemberian vaksin lainnya. Reaksi yang mengancam nyawa sangat jarang terjadi.

    Oleh karena itu, tak boleh anggap enteng penyakit flu dan komplikasinya Moms! Lindungi diri dan keluarga yang Anda cintai dengan menjaga kesehatan serta vaksin flu. Kini, ada layanan vaksin ke rumah yang bisa diakses dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Influenza Update [Internet]. World Health Organization. August 2018 [cited 24 August 2018]. Available from: who.int/influenza/surveillance_monitoring/updates/EN_GIP_Influenza_transmission_zones.pdf
    2. Rothberg M, Haessler S, Brown R. Complications of Viral Influenza. The American Journal of Medicine. 2008;121(4):258-264.
    3. Update: ACIP Recommendations for the Use of Quadrivalent Live Attenuated Influenza Vaccine (LAIV4)- United States, 2018-19 Influenza Season [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. June 2018 [cited 21 August 2018]. Available from : cdc.gov/mmwr/volumes/67/wr/mm6722a5.htm?s_cid=mm6722a5_w%20
    4. Ghebrehewet S, MacPherson P, Ho a. Clinical Updates Influenza. The BMJ. December 2016;355:1-10.
    5. Types of Influenza Viruses [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. June 2018 [cited 21 August 2018]. Available from : cdc.gov/flu/about/viruses/types.htm
    6. Influenza NICD Recommendations for the diagnosis, prevention, management and public health response. National Institue for Communicable Diseases. May 2017.
    7. Barberis I, Martini M, Iavarone F, Orsi A. Available influenza vaccines: Immunization strategies history and new tools for fighting the disease. J Prev Med Hyg. 2016;57:41-46.
    8. Treanor JJ. Influenza Vaccination. The New England Journal of Medicine. 2016;375:1261-8.

     

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja