Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 81–90 of 403 results

  • 7 Cara Pencegahan Kanker Hati yang Dapat Anda Lakukan

    Kanker hati merupakan salah satu penyebab utama kematian di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Meski demikian, bukan berarti penyakit kanker hati ini tidak dapat dicegah. Terdapat sejumlah hal yang dapat Sahabat Sehat lakukan sebagai upaya agar terhindar dari kanker hati. Mari simak penjelasan berikut.

    7 Cara Pencegahan Kanker Hati yang Dapat Anda Lakukan

    7 Cara Pencegahan Kanker Hati yang Dapat Anda Lakukan

    Menjalani Pengobatan Bagi Penderita Hepatitis B dan C

    Melansir dari American Cancer Society, salah satu faktor penyebab kanker hati adalah infeksi dari penyakit hepatitis B dan C yang kronis. Salah satu penyakit menular ini sangat mudah menyebar dari satu orang ke orang lainnya melalui jarum suntik yang digunakan secara berulang, biasanya digunakan untuk pengobatan. Selain itu, penyakit ini juga dapat menular melalui seks bebas atau seks tanpa proteksi (penggunaan kondom) dan dari ibu kepada anaknya yang dilahirkan.

    Salah satu langkah pencegahan yang dapat dilakukan agar terhindar dari infeksi menular ini adalah dengan menghindari penggunaan jarum suntik bersama dengan orang lain, serta selalu menggunakan kondom atau alat proteksi lainnya ketika berhubungan seksual. Bukan hanya itu saja, anak-anak hingga orang dewasa juga dianjurkan untuk mendapatkan suntik vaksin HBV (untuk hepatitis B) guna mengurangi risiko terinfeksi hepatitis sekaligus sebagai upaya pencegahan terhadap kanker hati. 

    Apabila Sahabat Sehat memiliki resiko atau riwayat hepatitis B dan C, sebaiknya segera lakukan deteksi dini kanker hati. Sedangkan bagi Sahabat Sehat yang telah terinfeksi hepatitis B dan C, segera jalani pengobatan dan perawatan guna mencegah berkembangnya infeksi hepatitis menjadi kanker hati. Meski penggunaan obat belum tentu dapat menyembuhkan hepatitis B secara efektif, tetapi metode ini dinilai mampu mengurangi risiko sirosis hati dan kanker hati. 

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Hindari Minuman Beralkohol dan Merokok

    Mengkonsumsi minuman beralkohol dan merokok terbukti dapat memicu munculnya berbagai penyakit, termasuk penyakit kanker hati. Oleh karena itu, jika Sahabat Sehat kerap mengkonsumsi alkohol dan merokok maka sebaiknya segera hentikan kebiasaan buruk ini. 

    Terlalu banyak mengkonsumsi alkohol berpotensi meningkatkan resiko pengerasan hati (sirosis hati) yang merupakan salah satu faktor risiko penyebab kanker hati. Selain itu, menghentikan kebiasaan merokok juga mampu mengurangi risiko berbagai jenis penyakit berbahaya lainnya. 

    Menjaga Berat Badan Tetap Ideal 

    Memiliki berat badan berlebih atau obesitas juga menjadi salah satu faktor pemicu terjadinya kanker hati. Oleh sebab itu, Sahabat Sehat perlu menjaga berat badan untuk selalu ideal sebagai upaya pencegahan terhadap kanker hati. Hal ini dapat dilakukan dengan cara rutin berolahraga dan menjaga pola makan sehat. 

    Pasalnya obesitas juga dapat meningkatkan risiko sirosis hati dan menjadi faktor risiko lain dari penyakit kanker hati. Apabila ingin menurunkan berat badan, Sahabat Sehat dapat memulai dengan mengurangi jumlah kalori dari asupan makanan harian kemudian tingkatkan pula durasi atau intensitas olahraga. 

    Baca Juga: Hal Sepele yang Jadi Penyebab Hepatitis A Kambuh Lagi

    Lakukan Deteksi Dini Kanker Hati

    Melakukan deteksi dini terhadap kanker hati menjadi langkah pencegahan yang tidak kalah pentingnya untuk dilakukan, terutama jika Sahabat Sehat sudah mulai mengalami beberapa gejala kanker hati. Akan tetapi ada beberapa orang yang dikategorikan wajib untuk melakukan deteksi kanker hati, yakni mereka yang mengalami sirosis hati, infeksi hepatitis B, dan hepatitis C. Selain itu, Sahabat Sehat juga dapat melakukan pemeriksaan dengan dokter untuk kemudian mendiskusikan apakah perlu melakukan deteksi dini atau tidak. 

    Mengatasi Penyakit yang Menjadi Faktor Pemicunya

    Terdapat beberapa jenis penyakit yang mungkin dapat meningkatkan risiko kanker hati. Beberapa penyakit yang meningkatkan resiko kanker hati yaitu diabetes, dan sirosis hati. Diabetes dapat mempengaruhi peredaran darah secara sehingga apabila terjadi komplikasi dapat menyerang organ tubuh lainnya, termasuk hati. Selain itu, memiliki riwayat penyakit keturunan seperti sirosis hati juga dapat meningkatkan risiko kanker hati. 

    Konsultasikan Dengan Dokter

    Sahabat Sehat dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui kondisi tubuh dan  memastikan langkah yang akan diambil selanjutnya. Selain itu, ada berbagai informasi terkait upaya pencegahan kanker hati yang perlu Anda konfirmasi kebenaranan dengan dokter. 

    Diagnosis Kanker Hati

    Saat melakukan pemeriksaan, dokter umumnya akan mendiagnosis kanker hati dengan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik hingga pemeriksaan tambahan seperti:

    • Pemeriksaan darah, untuk menilai fungsi organ hati dan kadar Alpha Fetoprotein (AFP) dalam darah.
    • Pencitraan dengan USG, MRI atau CT scan, untuk mengetahui bentuk hati, lokasi kanker, keberadaan tumor, hingga sejauh mana penyebarannya.
    • Biopsi hati, dengan mengambil sedikit sampel jaringan hati untuk dianalisa di laboratorium.
    • Laparoskopi, untuk memeriksa kondisi bagian dalam perut dengan menggunakan selang berkamera. 

    Baca Juga: Kenali dan Cegah Hepatitis

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai informasi mengenai cara mencegah kanker hati. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. World Health Organization. Cancer.
    2. Cancer. Can Liver Cancer Be Prevented?
    3. Memorial Sloan Kettering Cancer Center. Liver Cancer Prevention & Risk Factors.
    4. Mayo Clinic. Liver cancer – Symptoms and causes.
    5. Mayo Clinic. Liver cancer – Diagnosis and treatment.
    Read More
  • Tahukah Sahabat Sehat bahwa kanker serviks adalah penyakit yang banyak menyebabkan kematian pada perempuan Indonesia? Ya, begitu seriusnya penyakit ini sekarang pemerintah telah memasukkan vaksinasi HPV ke dalam imunisasi wajib yang diberikan mulai usia 9 tahun pada momen Bulan Imunisasi Anak Sekolah. Vaksinasi HPV memang sebaiknya diberikan di usia muda, terutama ketika seseorang belum pernah […]

    Vaksinasi HPV Tanpa Pap Smear, Apakah Boleh?

    Tahukah Sahabat Sehat bahwa kanker serviks adalah penyakit yang banyak menyebabkan kematian pada perempuan Indonesia? Ya, begitu seriusnya penyakit ini sekarang pemerintah telah memasukkan vaksinasi HPV ke dalam imunisasi wajib yang diberikan mulai usia 9 tahun pada momen Bulan Imunisasi Anak Sekolah.

    Vaksinasi HPV Tanpa Pap Smear, Apakah Boleh

    Vaksinasi HPV Tanpa Pap Smear, Apakah Boleh?

    Vaksinasi HPV memang sebaiknya diberikan di usia muda, terutama ketika seseorang belum pernah melakukan hubungan seksual dan tingkat kekebalan tubuh sedang tinggi-tingginya. Vaksinasi ini diberikan sebanyak 3 dosis.

    Apakah vaksinasi HPV boleh diberikan tanpa dilakukan skrining kanker serviks terlebih dahulu seperti Pap smear? Mari pahami penjelasan berikut.

    Manfaat pemeriksaan Pap smear

    Pap smear atau yang disebut juga dengan tes Pap adalah tindakan skrining yang bertujuan untuk melihat keberadaan sel kanker atau prakanker pada serviks atau leher rahim.

    Pada tindakan ini, dokter akan mengambil sampel dari usapan leher rahim menggunakan kapas cotton bud khusus yang kemudian diperiksakan di laboratorium. Apabila didapatkan hasil adanya sel kanker, maka vaksinasi tidak perlu diberikan.

    Dapatkan: Layanan Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV dari ProSehat

    Pemeriksaan Pap smear disarankan bagi semua perempuan mulai usia 21 tahun jika ia sudah aktif secara seksual. Bila Pap smear dilakukan dengan rutin dan lesi prakanker atau kanker terdeteksi lebih awal, maka kemungkinan ia sembuh dari kanker serviks menjadi lebih besar.

    Pemeriksaan Pap smear sangat penting bagi perempuan karena stadium awal kanker serviks jarang menyebabkan gejala. Umumnya, kanker serviks menimbulkan gejala ketika sudah memasuki stadium lanjut dimana sudah ada penyebaran ke organ-organ sekitar.

    Rekomendasi pemeriksaan Pap smear adalah sebagai berikut:

    • Usia 21-29 tahun: 3 tahun sekali.
    • Usia 30-65 tahun: 5 tahun sekali disertai pemeriksaan HPV.
    • Usia di atas 65 tahun: sesuai rekomendasi dokter.

    harga vaksin hpv, biaya vaksin hpv

    Bolehkah Vaksinasi HPV tanpa Pap smear?

    Menurut CDC, anak perempuan dan dewasa sebenarnya tidak perlu melakukan tes HPV ataupun Pap smear untuk mengetahui apakah mereka boleh divaksinasi HPV. Namun, penting bagi perempuan untuk rutin skrining kanker serviks, bahkan setelah mendapatkan semua suntikan vaksin HPV yang direkomendasikan.

    Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Bagi Perempuan untuk Pap Smear?

    Bentuk skrining kanker serviks antara lain:

    • Tes HPV. Tes ini memeriksakan terhadap tipe HPV yang berhubungan dengan kanker serviks.
    • Pap smear. Pemeriksaan ini dilakukan secara manual dimana sampel dari usapan leher rahim diambil dan diperiksakan di bawah mikroskop untuk melihat apakah ada sel kanker atau prakanker.
    • IVA (inspeksi visual dengan asam asetat). Pemeriksaan yang paling mudah dan sederhana untuk melihat adanya abnormalitas di leher rahim setelah ditotolkan asam asetat. Pemeriksaan ini sangat berguna terutama di daerah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan.

    Sahabat Sehat, jadi melakukan vaksinasi HPV tanpa Pap smear boleh dilakukan. Tapi ingat bahwa Pap smear tetap direkomendasikan walaupun Sahabat Sehat sudah melengkapi vaksinasi HPV.

    Bagi Sahabat Sehat yang belum vaksinasi HPV, ayo segera jadwalkan vaksinasi HPV bersama Prosehat. Ajak saudara dan kerabat perempuan Anda agar sama-sama terlindungi dari virus HPV.

    Layanan vaksinasi di Prosehat bisa dilakukan di klinik Prosehat di Grand Wisata Bekasi Satu atau Palmerah Jakarta, atau bisa juga dilakukan di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Sahabat Sehat. Dapatkan juga harga menarik bagi Sahabat Sehat yang vaksinasi berkelompok.

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisa Menyebar ke Paru-Paru, Cegah dengan Vaksin HPV

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. 

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. Perdoski. 6 Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Vaksin HPV.
    2. IDAI. Sekilas tentang Vaksin HPV.
    3. CDC. HPV Vaccination: What Everyone Should Know.
    4. Planned Parenthood. HPV Vaccine | What Is the HPV Vaccination.
    5. Budiman Syahputra, SpOG. MKes. Manfaat dan Cara Kerja Pemeriksaan Pap Smear.
    6. CDC. HPV Vaccine Information For Young Women.
    7. Sulaiman M. Bagi yang Sudah Menikah, Lebih Baik Papsmear atau Vaksinasi HPV Dulu? 
    Read More
  • Sebelum adanya kejadian yang menimpa penyanyi Justin Bieber pada pertengahan Juni, Sahabat Sehat mungkin hampir tidak pernah mendengar penyakit bernama Ramsay Hunt Syndrome. Penyakit yang termasuk langka ini menyerang saraf wajah yang terletak dekat telinga. Hanya sekitar 5 dari 100.000 orang yang terinfeksi virus varisela-zoster yang mengalami Ramsay Hunt Syndrome. Gangguan ini dinamakan setelah nama […]

    Ramsay Hunt Syndrome: Komplikasi dari Virus Penyebab Cacar Air

    Sebelum adanya kejadian yang menimpa penyanyi Justin Bieber pada pertengahan Juni, Sahabat Sehat mungkin hampir tidak pernah mendengar penyakit bernama Ramsay Hunt Syndrome.

    Penyakit yang termasuk langka ini menyerang saraf wajah yang terletak dekat telinga. Hanya sekitar 5 dari 100.000 orang yang terinfeksi virus varisela-zoster yang mengalami Ramsay Hunt Syndrome. Gangguan ini dinamakan setelah nama penemunya, yaitu James Ramsay Hunt, pada tahun 1907. Jadi, sebenarnya kondisi ini sudah lama ada di dunia.

    Ramsay Hunt Syndrome Komplikasi dari Virus Penyebab Cacar Air

    Ramsay Hunt Syndrome: Komplikasi dari Virus Penyebab Cacar Air

    Penyebab dari penyakit ini sama dengan penyebab cacar air dan juga herpes zoster, yaitu virus varisela-zoster. Virus ini bisa ditularkan melalui cairan tubuh (liur) yang tersentuh atau melalui droplet saat orang yang sakit berbicara, bersin, atau batuk.

    Setelah seseorang terinfeksi cacar air pertama kali, virus ini tidak menghilang dari tubuh, melainkan menetap atau “tidur” di serabut saraf. Jika suatu hari teraktivasi dan “bangun” serta menyerang saraf wajah, maka akan timbul Ramsay Hunt Syndrome.

    Dapatkan: Layanan Vaksinasi Varicella (Cacar Air) dari ProSehat

    Membedakan Ramsay Hunt Syndrome dari Bell’s Palsy

    Orang yang menderita Ramsay Hunt Syndrome akan mengalami kelemahan atau kelumpuhan wajah pada sisi dimana virus varisela-zoster menyerang. Gejala utama lainnya dari kondisi ini adalah munculnya ruam merah di luar, dalam, atau sekitar telinga yang menyebabkan rasa nyeri pada telinga. Kelumpuhan wajah akan berada pada sisi wajah dimana ruam merah muncul.

    Selain itu, gejala lainnya termasuk gangguan pendengaran seperti telinga berdenging, vertigo, hilang indra pengecap, nyeri telinga, mata kering, dan lain-lain.

    Lalu bagaimana membedakannya dengan Bell’s Palsy? Bell’s Palsy memiliki penyebab yang berbeda, bukan virus varisela-zoster. Gejala pada Bell’s Palsy sama-sama kelumpuhan wajah, tapi tidak diikuti dengan ruam kulit seperti Ramsay Hunt Syndrome dan dapat membaik dalam waktu yang relatif lebih cepat. Orang yang terkena Bell’s Palsy juga bisa merasakan adanya demam ringan dan leher kaku.

    Penyebab kelumpuhan wajah pada Bell’s Palsy adalah penurunan suplai darah (iskemia) dan penekanan (kompresi) pada saraf wajah. Namun penyebab pastinya masih belum bisa disimpulkan hingga saat ini.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Penanganan Ramsay Hunt Syndrome

    Virus varisela-zoster umumnya bersifat self-limiting atau sembuh dengan sendirinya. Oleh karena itu, tujuan utama pengobatan adalah untuk mengurangi kemungkinan komplikasi lanjut seperti Ramsay Hunt Syndrome (kelumpuhan wajah) dan neuralgia post herpetik (nyeri saraf pasca herpes). Beberapa jenis obat yang biasa digunakan adalah antivirus dan steroid.

    Penanganan gejala nyeri dan mata kering akibat kelopak mata tidak bisa menutup penuh juga sangat penting untuk dilakukan. Orang dengan Ramsay Hunt Syndrome boleh diberikan pereda nyeri seperti parasetamol atau ibuprofen jika tidak ada kontraindikasi, serta tetes mata khusus yang diresepkan oleh dokter agar mata tidak kering yang bisa menyebabkan kerusakan kornea mata.

    Selalu konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengonsumi obat-obatan.

    Baca Juga: Mengenal Ramsay Hunt Syndrome Yang Diderita Justin Bieber

    Mencegah Virus Varisela-Zoster

    Kabar baiknya, virus varisela-zoster ada vaksinnya. Dengan demikian, tubuh akan lebih siap jika terpapar virus tersebut. Vaksin ini boleh diberikan kepada orang yang belum pernah dan sudah pernah cacar air, termasuk kelompok lanjut usia.

    Justru, pada usia dewasa, mulai usia 50 tahun ke atas sangat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin ini mengingat kekebalan tubuhnya sudah menurun sehingga lebih rentan sakit. Vaksin ini hanya memerlukan dua dosis saja untuk mendapatkan efek perlindungan yang lebih efektif.

    Selain vaksinasi, langkah pencegahan lainnya termasuk membiasakan mencuci tangan dengan benar sebelum menyentuh wajah, menggunakan masker jika sakit, dan menghindari orang yang sedang sakit cacar air atau cacar ular.

    Sahabat Sehat, itulah mengenai penyakit Ramsay Hunt Syndrome yang ternyata termasuk dari komplikasi akibat virus varisela-zoster. Walau kondisi ini langka, kita tetap harus waspada dan mengambil langkah pencegahan karena virus penyebabnya umum ditemukan di banyak tempat.

    Bagi Sahabat Sehat yang belum divaksin varisela-zoster, maka segeralah menjadwalkan vaksinasi Anda bersama Prosehat. Layanan vaksinasi di Prosehat bisa dilakukan di Klinik Prosehat di Palmerah Jakarta Barat dan Grand Wisata Bekasi, atau di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Anda. Layanan ini adalah salah satu layanan unggulan dari Prosehat, jadi Sahabat Sehat tidak perlu ragu akan keamanannya.

    Baca Juga: Mengenal 3 Jenis Baru Vaksin Wajib Untuk Anak-anak

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul L
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Crouch AE, et al. Ramsay Hunt Syndrome [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2022.
    2. Kim D. Ramsay Hunt Syndrome [Internet]. NORD. 2011.
    Read More
  • Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan bagi wanita, setelah kanker payudara. Pasalnya, sel kanker serviks dapat menyebar dan mempengaruhi fungsi organ lain sehingga menambah rasa sakit pada penderitanya.  Umumnya, gejala awal kanker serviks sulit untuk diidentifikasi dan sebagian besar baru terdeteksi saat kanker sudah berkembang ke stadium lanjut. Saat berada pada stadium […]

    Kanker Serviks Bisa Menyebar ke Paru-Paru, Cegah dengan Vaksin HPV

    Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan bagi wanita, setelah kanker payudara. Pasalnya, sel kanker serviks dapat menyebar dan mempengaruhi fungsi organ lain sehingga menambah rasa sakit pada penderitanya. 

    Kanker Serviks Bisa Menyebar ke Paru-Paru, Cegah dengan Vaksin HPV

    Kanker Serviks Bisa Menyebar ke Paru-Paru, Cegah dengan Vaksin HPV

    Umumnya, gejala awal kanker serviks sulit untuk diidentifikasi dan sebagian besar baru terdeteksi saat kanker sudah berkembang ke stadium lanjut.

    Saat berada pada stadium lanjut, sayangnya sel kanker sudah menyebar ke organ sekitar, atau bahkan organ jauh. Sehingga, sejumlah gejala mulai bermunculan seperti sesak nafas, batuk darah, nyeri berkemih, penurunan berat badan, kehilangan nafsu makan, dan lain-lain.

    Jadi, bagaimana cara terbaik untuk mencegah kanker serviks dan risiko penyebaran sel kanker? Berikut penjelasannya.

    Penyebaran Sel Kanker Serviks

    Human papillomavirus (HPV) adalah virus penyebab berbagai infeksi menular seksual dan kanker serviks. Penularannya melalui kontak seksual, baik vagina, anal, maupun oral.

    Kanker serviks berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut. Seperti kanker pada umumnya, kanker serviks memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda sesuai dengan perkembangannya.

    Pada umumnya, pasien tidak merasakan gejala apapun pada stadium awal. Biasanya stadium ini terdeteksi saat ia menjalani pemeriksaan Pap smear. Bila terdeteksi sedini mungkin, hal ini memungkinkan pengobatan segera dilakukan sebelum sel berkembang menjadi sel kanker.

    Seiring waktu berjalan, sel kanker mulai menyebar ke bagian bawah vagina atau dinding panggul. Sel kanker bisa menyumbat saluran kemih yang dilewati oleh urin yang bergerak menuju kandung kemih sehingga pada stadium ini pasien akan merasakan kesulitan berkemih.

    Pada kanker serviks stadium akhir, sel kanker sudah menyebar ke organ tubuh lain seperti tulang dan paru-paru. Gejalanya memiliki intensitas dan keparahan yang lebih tinggi.

    Dapatkan: Paket 2in1 Vaksinasi HPV 4 Strain *3 kali suntik + Cek Pap Smear di Klinik Bekasi Satu

    Vaksin HPV Melindungi Perempuan

    Vaksin HPV yang didapatkan saat remaja bekerja lebih efektif dalam mencegah infeksi HPV. Diketahui, vaksinasi HPV yang diberikan di usia 11-14 tahun dapat mencegah 90% kanker serviks. Oleh sebab itu, vaksin ini mulai diberikan di usia 9 tahun dan diutamakan bagi mereka yang belum pernah melakukan hubungan seksual.

    Vaksinasi HPV diberikan dalam 2 dosis jika dilakukan antara usia 9-14 tahun atau sebanyak 3 dosis jika penerima berusia 15 tahun ke atas. Ada dua jenis vaksin HPV, yaitu HPV bivalen (mencakup HPV tipe 16 dan 18) dan quadrivalen (mencakup HPV tipe 6, 11, 16, dan 18). HPV tipe 6 dan 11 adalah jenis yang sering menyebabkan penyakit infeksi menular seksual seperti kutil kelamin. Jenis ini bisa juga diberikan kepada laki-laki.

    Selain mengutamakan vaksinasi HPV, pemeriksaan deteksi dini kanker serviks juga perlu dilakukan berkala bagi perempuan yang sudah berhubungan seksual. Hal ini akan sangat membantu rekomendasi pemeriksaan lanjut dan pengobatan jika tampak hasil yang mencurigakan. Sehingga, kanker serviks dan potensinya untuk menyebar ke organ lain dapat dicegah.

    Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Bagi Perempuan untuk Pap Smear?

    Layanan Vaksinasi HPV Prosehat di Klinik Kasih Bekasi Satu

    Untuk melindungi diri dari virus HPV penyebab kanker serviks, Sahabat Sehat dianjurkan untuk mendapatkan vaksin HPV sejak remaja. Vaksin HPV saat sudah banyak tersedia di fasilitas-fasilitas kesehatan milik pemerintah maupun swasta, seperti Prosehat.

    Harga vaksin HPV yang ditawarkan pun bervariasi tergantung dari jenis vaksin HPV yang dipilih dan fasilitas kesehatan yang menyelenggarakannya. Harga vaksin HPV di RS swasta dimulai dari kisaran ratusan ribu hingga sekitar dua juta rupiah per sekali suntik. 

    Sementara, Layanan Vaksinasi HPV Prosehat yang berlokasi di salah satu klinik mitra Prosehat, yaitu Klinik Kasih Bekasi Satu, menyediakan beragam paket layanan vaksinasi HPV, diantaranya:

    Layanan Vaksinasi HPV di Klinik Kasih Bekasi Satu
    Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Untuk Anak) *1 kali suntik Rp 990.000,-
    Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain *1 kali suntik Rp 990.000,-
    Vaksinasi Kanker Serviks HPV 2 Strain *1 kali suntik  Rp 1.100.000,-
    Paket 2in1 Vaksinasi HPV 4 Strain *1 kali suntik + Cek Pap Smear Rp 1.650.000,-
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Usia < 13 Tahun) *2 kali suntik  Rp 1.900.000,-
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain *3 kali suntik  Rp 2.800.000,-
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan 10 -13 Tahun)  Rp 4.880.000,-
    Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain (Ibu dan Anak Perempuan > 13 Tahun)  Rp 5.850.000,-
    Paket Vaksinasi Pranikah Standar  Rp 6.200.000,-
    Paket Vaksinasi Pranikah Lengkap  Rp 7.500.000,-

    *harga dapat berubah sewaktu-waktu

    Baca Juga: Perdarahan Setelah Hubungan Intim, Waspadai Gejala Kanker Serviks

    Sahabat Sehat, ayo vaksinasi HPV segera agar Anda terlindungi bersama Prosehat. Layanan vaksinasi HPV di Bekasi ini diperuntukan bagi anak dan dewasa, laki-laki dan perempuan. 

    Kenapa harus vaksin HPV di Klinik Kasih Bekasi Satu Prosehat? 

    • Sahabat bebas tanya jawab dengan Maya seputar vaksinasi
    • Produk vaksin yang Asli
    • Proses pembayaran yang mudah
    • Jadwal Vaksinasi Yang Fleksibel
    • Ditangani oleh tenaga kesehatan professional
    • Kenyamanan Vaksin di Rumah

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Fk.ui.ac.id. 2022. Ternyata Tidak Sulit untuk Cegah Kanker Serviks – Info Sehat FKUI.
    2. Mayo Clinic. 2022. Cervical cancer – Symptoms and causes.
    3. Medicalnewstoday.com. 2022. Cervical cancer: Symptoms, causes, stages, and treatment.
    4. Prosehat.com. 2022. Buat Janji ProSehat | Bebas Antri di Klinik, Lab dan RS | Imunisasi Anak, Vaksinasi Dewasa, Cek Lab, Medical Check Up, Konsultasi Dokter.
    Read More
  • Kurang darah atau anemia memiliki gejala yang hampir mirip dengan gejala penyakit ringan lainnya, seperti pusing, tampak pucat, hingga tubuh yang lemas. Oleh sebab itu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita anemia. Padahal, anemia perlu dideteksi sejak dini agar dapat diobati dengan segera untuk mempercepat proses penyembuhan. Sahabat Sehat, apa saja gejala anemia […]

    Sering Alami Lemas dan Pucat? Waspadai Gejala Kurang Darah

    Kurang darah atau anemia memiliki gejala yang hampir mirip dengan gejala penyakit ringan lainnya, seperti pusing, tampak pucat, hingga tubuh yang lemas. Oleh sebab itu, banyak orang yang tidak menyadari bahwa dirinya menderita anemia.

    Padahal, anemia perlu dideteksi sejak dini agar dapat diobati dengan segera untuk mempercepat proses penyembuhan. Sahabat Sehat, apa saja gejala anemia atau kurang darah ? Mari simak penjelasan berikut.

    Sering Alami Lemas dan Pucat Waspadai Gejala Kurang Darah

    Sering Alami Lemas dan Pucat? Waspadai Gejala Kurang Darah

    Pengertian Kurang Darah

    Kurang darah atau yang dikenal dengan istilah anemia merupakan sebuah kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah atau hemoglobin dalam mengantarkan oksigen ke seluruh tubuh. Sehingga organ-organ lainnya tidak dapat bekerja sebagaimana mestinya karena kurangnya asupan oksigen. Kondisi inilah yang akhirnya memicu muncul gejala anemia atau kurang darah. 

    Anemia memiliki gejala yang beragam dan tergantung pada penyebabnya. Misalnya anemia yang disebabkan karena kekurangan zat besi, kekurangan vitamin B12 atau akibat terjadinya perdarahan yang serius. Apabila Sahabat Sehat mengalami salah satu beberapa gejala berikut ini, sebaiknya segera kunjungi dokter. 

    Dapatkan: Layanan Medical Check Up dari ProSehat

    Tanda dan Gejala Kurang Darah 

    Secara umum, orang yang menderita kurang darah atau anemia dapat mengalami beberapa tanda dan gejala seperti berikut :

    Kelelahan

    Tanda paling umum dari orang yang kekurangan darah adalah hilangnya energi, mudah lelah, atau kelelahan. Untuk menentukan apakah seseorang mengalami kurang darah memang tidak dapat dinilai hanya dari gejala ini saja, sebab ada berbagai faktor lain yang dapat menyebabkan badan terasa lemas dan lesu. 

    Oleh karena itu, apabila Sahabat Sehat merasa kelelahan yang tidak seperti biasanya, sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebab pastinya. Selain itu untuk mencegah terjadinya kondisi ini, cukupilah asupan zat besi serta vitamin B12 dan vitamin C yang banyak ditemukan pada daging merah, sayuran, buah-buahan, atau multivitamin. 

    Saat tubuh tidak memiliki hemoglobin yang cukup, maka semua sel dan jaringan tubuh Anda akan kekurangan oksigen secara otomatis. Akhirnya, jantung harus bekerja lebih keras agar sel darah merah tetap mengalir dan mengangkut oksigen keseluruh tubuh. Hal ini yang menyebabkan penderita anemia atau kurang darah mengalami kelelahan.

    Tampak Pucat

    Hemoglobin adalah zat pemberi warna merah pada darah. Sementara jaringan kulit memiliki banyak pembuluh darah kecil. Saat sirkulasi darah lancar, kulit akan merona kemerahan. Namun sebaliknya apabila kadar hemoglobin rendah, maka kulit akan tampak berwarna pucat. 

    Kulit yang pucat adalah salah satu gejala umum kurang darah atau anemia. Meski gejala ini dapat terlihat di seluruh bagian tubuh, tetapi paling jelas terlihat pada gusi, wajah, bagian dalam bibir, kelopak mata bawah, dan punggung kuku. 

    Detak Jantung Meningkat

    Menurut sebuah penelitian, kurang darah atau anemia dapat membebani sistem kardiovaskular (jantung). Pada penderita kurang darah atau anemia, tubuh secara otomatis akan kekurangan oksigen karena kadar hemoglobin yang rendah. Akhirnya, pengiriman oksigen ke seluruh tubuh terhambat dan dapat mempengaruhi sistem kardiovaskular dan jaringan otot terkait lainnya. Jika dialami berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan pada organ penting seperti jantung dan otak. 

    Baca Juga: Awas Gejala EDS, Biang Penyebab Mengantuk Sepanjang Hari

    Sakit Kepala dan Nafas Terengah-engah

    Selain menyebabkan kelelahan ekstrim dan kelemahan otot akibat kurangnya kadar oksigen dalam darah, kurang darah atau anemia juga dapat menyebabkan sakit kepala, nafas terengah-engah, hingga pingsan. 

    Gejala ini biasanya terjadi secara tiba-tiba saat hendak berdiri atau sedang melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini kerap kali membuat penderitanya kesulitan menjalani aktivitas sehari-harinya dengan normal. 

    Kram Kaki

    Kram kaki sangat umum terjadi pada penderita kurang darah atau anemia yang sedang melakukan aktivitas fisik. Kondisi ini biasanya dialami oleh mereka yang menderita anemia ringan, dan dianggap sebagai gejala biasa karena mereka masih mampu berjalan, berlari, atau berdiri dalam waktu lama. Namun pada penderita anemia berat, kram kaki akan terasa amat menyakitkan walau sedang istirahat sekalipun. 

    Sulit Berkonsentrasi

    Hemoglobin merupakan protein pembawa oksigen pada sel darah merah. Kurangnya kadar hemoglobin tidak hanya mempengaruhi produksi sel darah merah dan pengiriman oksigen ke organ tubuh, otot, dan jaringan tubuh saja. Jumlah hemoglobin yang rendah turut dapat mempengaruhi suasana hati, kemampuan berkonsentrasi, dan tingkat energi. 

    Gangguan Tidur

    Insomnia atau gangguan tidur lainnya, seperti sindrom kaki gelisah sangat umum dialami pada anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia yang kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi merupakan salah satu penyebab kurang darah atau anemia. Apabila penderita anemia dengan gejala gangguan tidur ini mengkonsumsi suplemen zat besi, maka gejala sindrom kaki gelisah dan insomnia perlahan akan berkurang.

    Baca Juga: Apa Saja Risiko Kurang Konsumsi Buah dan Sayur?

    Nah, Sahabat Sehat, itulah mengenai gejala kurang darah atau disebut juga Anemia. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh : dr. Monica Cynthia Dewi

     

    Referensi

    1. Medical News Today. Anemia: Symptoms, treatments, types, and causes. USA : Medical News Today.
    2. WebMD. Anemia. USA : WebMD.
    3. Mayo Clinic. Anemia – Symptoms and causes. USA : Mayo Clinic.
    4. National Institute of Health. Your Guide To Anemia. USA L National Institute of Health.
    Read More
  • Memang osteoartritis pada lansia adalah masalah yang umum terjadi. Namun sebenarnya risiko osteoartritis bisa dicegah dan dihindari. Tentunya jika dilakukan dengan konsisten. Untuk melakukannya dengan baik dan konsisten tentunya Sahabat Sehat perlu mengetahui hal-hal seputar osteoartritis, mulai dari penyebab, risiko kesehatan yang terjadi akibat osteoartritis, hingga pengobatan yang dibutuhkan. Lansia beresiko menderita berbagai penyakit degeneratif […]

    Mengapa Lansia Rentan Mengalami Osteoartritis?

    Memang osteoartritis pada lansia adalah masalah yang umum terjadi. Namun sebenarnya risiko osteoartritis bisa dicegah dan dihindari. Tentunya jika dilakukan dengan konsisten. Untuk melakukannya dengan baik dan konsisten tentunya Sahabat Sehat perlu mengetahui hal-hal seputar osteoartritis, mulai dari penyebab, risiko kesehatan yang terjadi akibat osteoartritis, hingga pengobatan yang dibutuhkan.

    Mengapa Lansia Rentan Mengalami Osteoartritis

    Mengapa Lansia Rentan Mengalami Osteoartritis?

    Lansia beresiko menderita berbagai penyakit degeneratif (penyakit yang timbul akibat proses penuaan), salah satu jenis penyakit degeneratif yaitu Osteoartritis (OA) yang kerap disebut juga sebagai pengapuran sendi. Berdasarkan data Riskesdas pada tahun 2018, tercatat lansia yang menderita penyakit sendi mencapai 37,5% dengan jenis penyakit meliputi osteoarthritis, asam urat, rheumatoid arthritis dan osteoporosis. Apa itu osteoarthritis dan mengapa lansia rentan menderita osteoarthritis ? Mari simak penjelasan berikut.

    Apa Itu Osteoarthritis?

    Osteoarthritis adalah peradangan kronis pada sendi, terutama sendi pada anggota gerak tubuh) yang terjadi akibat kerusakan pada tulang rawan sendi. Osteoarthritis merupakan salah satu jenis radang sendi yang paling sering terjadi terutama pada lansia.

    Gejala yang dialami sebagai tanda mengalami osteoartritis yaitu sendi terasa kaku, nyeri dan bengkak. Osteoarthritis dapat menyerang semua sendi. Namun paling sering dialami pada sendi anggota gerak tubuh, seperti tangan, lutut, pinggul, serta punggung.

    Panggil Dokter: Periksa ataupun Perawatan ke Rumah

    Mengapa Lansia Lebih Rentan Terkena Osteoartritis?

    Osteoarthritis dapat menyerang usia muda hingga usia lanjut. Penyebab osteoarthritis pada usia muda berbeda dengan penyebab saat usia lanjut. Pada usia muda, osteoarthritis dapat disebabkan karena cedera (baik karena olahraga, kecelakaan atau faktor keturunan). Sedangkan pada lansia, biasanya osteoartritis disebabkan karena lemahnya sendi dan tulang seiring dengan pertambahan usia.

    Selain menyebabkan sendi dan tulang menjadi kaku, produksi cairan pelumas sendi atau (disebut juga cairan sinovial) juga berkurang. Sehingga lansia rentan mengalami gesekan antar tulang rawan pada sendi sehingga lambat laun tulang rawan menjadi menipis dan menimbulkan gejala fisik sampai mengganggu aktivitas sehari-hari (tidak bisa berjalan akibat nyeri saat berjalan).

    Baca Juga: Benarkah Fisioterapi Bantu Atasi Saraf Terjepit ?

    Faktor Risiko Terjadinya Osteoartritis pada Lansia

    Banyak penelitian yang mengungkapkan bahwa osteoarthritis dapat disebabkan karena faktor lingkungan dan juga faktor dari tubuh sendiri. Berikut adalah berbagai faktor resiko terjadinya osteoarthritis pada lansia:

    Usia

    Resiko terjadinya osteoarthritis akan meningkat pada usia diatas 65 tahun. Namun demikian, remaja bahkan anak-anak bisa mengalami osteoartritis. Terutama jika di usia muda mengalami kecelakaan yang berakibat masalah pada persendian.

    Keturunan

    Resiko meningkat pada orang yang memiliki riwayat kondisi yang serupa dengan keluarga. Jika orang tua mengalami osteoartritis karena faktor genetik, ada kemungkinan anak juga akan mengalami hal yang sama. Munculnya osteoartritis akibat genetik ini bisa terjadi pada saat berusia muda, atau saat sudah berusia lanjut.

    Jenis Kelamin

    Wanita mengalami pengapuran sendi lebih banyak apabila dibandingkan dengan pria. Kondisi ini dikaitkan dengan berkurangnya hormon estrogen pada perempuan setelah haid terhenti (menopause). Namun demikian, osteoartritis akibat kecelakaan, terutama kecelakaan kerja lebih sering terjadi pada pria.

    Kelebihan Berat Badan

    Kelebihan berat badan atau obesitas akan memberikan tekanan lebih besar pada persendian, tulang rawan dan tulang terutama pada anggota gerak bawah (kaki). Hal berikut yang menyebabkan terjadinya pengapuran pada lutut sehingga nantinya akan membatasi pergerakan pada lansia.

    Pekerjaan

    Pekerjaan yang melibatkan sendi seperti instruktur olahraga, atlet angkat beban, pengangkut barang dan lain sebagainya yang mengakibatkan tekanan berlebih pada lutut akan menyebabkan terjadinya radang sendi lebih mudah terjadi.

    Cedera Sendi

    Cedera sendi pada seseorang yang mengalami kecelakaan atau terjatuh dapat menyebabkan pengapuran pada sendi dan terjadi osteoarthritis.

    Penyakit Lainnya

    Mempunyai penyakit lain pada sendi seperti rheumatoid arthritis, asam urat juga akan meningkatkan resiko terjadinya radang sendi atau osteoarthritis.

    Baca Juga: Penderita Vertigo Perlukah Melakukan Fisioterapi ?

    Penanganan Osteoartritis Pada Lansia

    Membiarkan osteoartritis pada lansia dapat meningkatkan rasa sakit akibat pengapuran sendi. Selain itu, risiko sendi menjadi tidak berfungsi total akan sangat besar. Berikut adalah berbagai penanganan untuk mengatasi osteoartritis pada lansia, yaitu: 

    Pemberian obat-obatan

    Untuk meredakan nyeri akibat radang sendi, Sahabat Sehat dapat mengkonsumsi obat pereda radang. Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai keluhan yang dialami.

    Fisioterapi

    Pada penderita Osteoartritis dianjurkan melakukan latihan gerak atau fisioterapi untuk memperkuat otot, tulang, dan sendi sehingga mengurangi rasa nyeri dan kaku

    Prosedur Operasi

    Operasi pada penderita osteoarthritis dapat dilakukan guna memperbaiki atau mengganti sendi yang rusak. Cara ini sangat efektif namun tentunya membutuhkan biaya yang cukup besar.

    Rutin Berolahraga

    Pilih olahraga ringan seperti berenang, jalan santai, bersepeda dan yoga agar memperkuat tulang, sendi dan otot tubuh. Jangan terlalu memaksakan diri jika dirasa tulang dan sendi sudah terasa ngilu atau sakit untuk mencegah cidera yang diakibatkan berolahraga di usia lanjut.

    Menurunkan Berat Badan

    Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, salah satu penyebab osteoarthritis yaitu akibat berat badan berlebih. Maka Sahabat Sehat dianjurkan menerapkan pola hidup sehat dan seimbang untuk menjaga berat badan tetap ideal.

    Baca Juga: Inilah Berbagai Jenis Terapi Pasca Stroke Agar Cepat Pulih

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai osteoarthritis pada lansia atau orang berusia lanjut. Salah satu cara menjaga kesehatan sendi adalah dengan mengkonsumsi buah, sayur, serta susu. Jika Sahabat Sehat membutuhkan produk susu khusus lansia, segera manfaatkan layanan pesan-antar Prosehat. Sahabat Sehat juga bisa menjadwalkan layanan home care dari Prosehat saat persendian terasa sakit. Anda hanya perlu menunggu di rumah dan tim medis Prosehat akan datang melayani.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh : dr. Jesica Chintia Dewi
    Ditinjau oleh : dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Geriatri Lansia Sehat Bahagia. Waspada Osteoartritis pada Lansia.
    2. Geriatri Lansia Sehat Bahagia. Mengenali Penyakit Kronis pada Lansia: Osteoartritis.
    3. National Institute on Aging. Osteoarthritis.
    4. Morrison, M.D. W. Osteoarthritis (OA) Risk Factors and Causes.
    5. American Nurse. Managing knee osteoarthritis in older adults.
    Read More
  • Di bawah ini adalah Infografik Deteksi Dini Mandiri Untuk Penderita Gangguan Tiroid yang perlu Sahabat Sehat ketahui Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.  Informasi lebih lanjut, silahkan […]

    Infografik Deteksi Dini Mandiri Untuk Penderita Gangguan Tiroid

    Di bawah ini adalah Infografik Deteksi Dini Mandiri Untuk Penderita Gangguan Tiroid yang perlu Sahabat Sehat ketahui

    Deteksi dini mandiri untuk penderita gangguan tiroid

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Di bawah ini adalah Infografik Diet Sehat untuk Penderita Tiroid yang perlu Sahabat Sehat ketahui Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.  Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA […]

    Infografik Diet Sehat untuk Penderita Tiroid, Apa Perlu?

    Di bawah ini adalah Infografik Diet Sehat untuk Penderita Tiroid yang perlu Sahabat Sehat ketahui

    Diet sehat untuk penderita tiroid

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Di bawah ini adalah Infografik Suplemen untuk Penderita Hipo dan Hipertiroid yang perlu Sahabat Sehat ketahui Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.  Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi […]

    Infografik Suplemen untuk Penderita Hipo dan Hipertiroid

    Di bawah ini adalah Infografik Suplemen untuk Penderita Hipo dan Hipertiroid yang perlu Sahabat Sehat ketahui

    Suplemen untuk Penderita hipotiroid dan hipertiroid

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Di bawah ini adalah Infografik Ciri-Ciri Seseorang yang Terkena Hipertiroid yang perlu Sahabat Sehat ketahui Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.  Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA […]

    Infografik Ciri-Ciri Seseorang yang Terkena Hipertiroid

    Di bawah ini adalah Infografik Ciri-Ciri Seseorang yang Terkena Hipertiroid yang perlu Sahabat Sehat ketahui

    Infografik Ciri-Ciri Seseorang yang Terkena Hipertiroid

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com