Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 61–70 of 109 results

  • Mendengar kata ‘diabetes’ merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Seperti diketahui, selain dengan minum obat dan berbagai bentuk penanganan medis lainnya, gaya hidup dan pola diet penderita diabetes juga menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan terapi. Salah satunya adalah susu rendah kalori, apakah cocok dan aman diberikan […]

    Susu Rendah Kalori Pengganti Makanan, Cocokkah untuk Penderita Diabetes?

    Mendengar kata ‘diabetes’ merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Seperti diketahui, selain dengan minum obat dan berbagai bentuk penanganan medis lainnya, gaya hidup dan pola diet penderita diabetes juga menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan terapi. Salah satunya adalah susu rendah kalori, apakah cocok dan aman diberikan sebagai makanan pengganti bagi penderita diabetes? Simak ulasan di bawah ini:

    Diabetes melitus atau penyakit gula adalah kondisi dimana kadar gula darah tinggi karena tubuh tidak dapat menghasilkan atau menggunakan hormon insulin dengan efektif. Insulin adalah hormon yang berguna dalam mengatur kadar gula darah, memastikan agar gula darah didistribusikan ke dalam sel sebagai sumber energi. Di saat fungsi ini terganggu, maka kadar gula darah akan meningkat dan terjadilah penyakit gulaini. Terdapat dua tipe diabetes, yaitu diabetes melitus tipe 1 dan 2. Apapun tipe diabetes yang dialami, tidak semua makanan dan minuman baik untuk dikonsumsi. Porsi makan para diabetesi yang dianjurkan pun tidak sama dengan orang-orang pada umumnya, yaitu:

    • Energi dari karbohidrat 45-65%,
    • Protein 15-20%,
    • Lemak 20-25%,
    • Vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah yang cukup.

    American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan perencanaan makan untuk dapat mencapai kadar gula yang normal dan terkontrol dengan baik tapi tetap mendapatkan nutrisi yang maksimal, yaitu:

    • Perhitungkan karbohidrat yang Anda konsumsi setiap saat makan,
    • Pertimbangkan dan kontrol porsi makanan Anda tidak berlebihan,
    • Pilih jenis makanan dengan indeks glikemik rendah yang baik untuk gula darah Anda.

    Lalu, bagaimana dengan susu, terutama susu rendah kalori, apakah cocok untuk untuk penderita diabetes?American Diabetes Association (ADA) menyatakan bahwa setiap pasien diabetes memiliki risiko osteoporosis dan patah tulang yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang sehat, sehingga konsumsi susu sebagai sumber kalsium dan vitamin D cukup penting agar dapat mencegah terjadinya osteoporosis dini. Selain itu, susu mengandung indeks glikemik yang rendah sehingga cocok bagi penderita diabetes. Bahkan beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi susu dapat menurunkan risiko hipertensi dan sindrom metabolik lainnya, bahkan menurunkan risiko diabetes kemudian hari bagi mereka yang belum terkena diabetes.

    Prinsipnya sebenarnya sama, pada kondisi diabetes maka tidak semua susubaik untuk Anda. Pastinya perlu diperhatikan kandungan gula, karbohidrat, dan lemak jenuh pada masing-masing produk susu. Setelah itu, sesuaikan dengan total asupan harian agar tidak berlebihan. Oleh karena itu, hindarilah produk susu yang diberikan pemanis tambahan, serta susu yang tinggi akan kandungan lemak jenuh. Jadi untuk para diabetesi, beberapa pilihan susu yang rendah kalori dan baik untuk pasien diabetes adalah sebagai berikut:

    1. Susu tanpa lemak
    2. Susu rendah lemak
    3. Susu kedelai terfortifikasi

    Para diabetesi perlu tahu bahwa sebagian besar susu yang mengandung pemanis rendah kalori akan mengandung sejumlah kalori dan karbohidrat dari bahan komposisi yang lain. Itu sebabnya, meskipun diberi keterangan ‘bebas gula’ atau ‘rendah gula’ tapi tidak selalu benar adanya. Penting untuk para diabetesi mencermati label kandungan nutrisi yang tertera pada masing-masing kemasan susu rendah kalori apapun yang ingin dikonsumsi. Rasa dari susu juga perlu diperhatikan. Pilihlah susu tanpa rasa karena susu dengan rasa tertentu seperti cokelat dan vanila, biasanya mengandung kadar gula atau pemanis buatan yang lebih tinggi.

    Nah,bila Sobat membutuhkan produk susu rendah kalori, aneka makanan-minuman kesehatan serta informasi seputar kesehatan lainnya, bisa dipesan melalui www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Susu rendah kalori pengganti makanan diabetesi. Diupadate 16 November 2016. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/susu-rendah-kalori-pengganti-makanan-diabetesi
    2. What are the best milk options for people with diabetes? Diupdate 18 April 2016. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: healthline.com/health/diabetes/best-milk-for-diabetics
    3. What is the best milk for people with diabetes? Diupdate 28 Agustus 2018. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: medicalnewstoday.com/articles/311107.php
    4. Daily Nutrition. Milk products and type 2 diabetes. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: dairynutrition.ca/scientific-evidence/roles-on-certain-health-conditions/milk-products-and-type-2-diabetes
    5. Spero D. Is milk bad for you? Diabetes and milk. Diupdate 20 Juni 2017. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: diabetesselfmanagement.com/blog/is-milk-bad-for-you-diabetes-and-milk/
    Read More
  • Beberapa anak ada yang rentan terkena alergi. Alergi yang paling sering adalah terhadap bahan makanan tertentu. Misalnya, alergi terhadap kacang, susu yang mengandung laktosa, makanan yang berprotein tinggi misalnya makanan laut (udang, ikan, kepiting, cumi-cumi dan makanan laut lainnya), dsb. Sebagai orang tua, hendaknya kita bijak dalam mengawasi menu makanan apa saja yang baik untuk […]

    Panduan Menu Harian untuk Anak Alergi

    Beberapa anak ada yang rentan terkena alergi. Alergi yang paling sering adalah terhadap bahan makanan tertentu. Misalnya, alergi terhadap kacang, susu yang mengandung laktosa, makanan yang berprotein tinggi misalnya makanan laut (udang, ikan, kepiting, cumi-cumi dan makanan laut lainnya), dsb. Sebagai orang tua, hendaknya kita bijak dalam mengawasi menu makanan apa saja yang baik untuk anak agar anak terhindar dari alergi makanan.

    Alergi makanan adalah suatu kumpulan gejala yang mengenai banyak organ dan sistem tubuh yang ditimbulkan oleh alergi terhadap bahan makanan tertentu. Pada tahun pertama kehidupan, sekitar 6% anak usia kurang dari 3 tahun akan rentan menderita alergi makanan (terutama terhadap protein susu). Mulai usia 5-6 tahun, alergi makanan akan lambat laun menghilang, kecuali alergi terhadap kacang dan makanan laut.

    Di Amerika, angka kejadian alergi makanan pada bayi sekitar 6% pada usia 1-3 tahun dengan 2-3% bayi dan balita menderita alergi susu sapi, sementara 1,5% alergi telur dan 0,6% alergi kacang.

    Menurut data World Allergy Organization (WAO) dalam buku “The WAO White Book on Allergy” pada tahun 2013 menunjukkan bahwa angka kejadian alergi makanan pada anak cenderung meningkat yaitu mencapai 10-4-% dari total jumlah populasi dunia. Sebuah penelitian di UGM Yogjakarta membuktikan bahwa sebagian besar alergi pada anak berasal dari makanan yang dikonsumsi seperti : udang (12,63%), kepiting (11,52%), tomat (4,38%), putih telur (3,5%) serta susu sapi (3,46%). Sedangkan di U.S, alergi makanan tertinggi disebabkan oleh kacang (25,2%), susu (21,1%) dan kerang (17,2%).

    Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko alergi pada anak yakni riwayat alergi pada keluarga, kelahiran caesar, makanan tertentu atau sesuatu yang terhirup, seperti polusi yang termasuk polusi udara dan asap rokok.

    Gejala alergi makanan sangat bervariasi dan mencangkup berbagai organ, misalnya:

    • Pada kulit akan menimbulkan gatal, kemerahan dan bentol-bentol (urtikaria), kulit kering dan pecah-pecah.
    • Pada saluran napas akan menimbulkan sesak napas, pembengkakan lidah dan tenggorokan (angioedema).
    • Pada mata, mata merah dan berair (konjungtivitis).
    • Pada saluran cerna akan menimbulkan diare, nyeri perut.
    • Gejala syok anafilatik seperti peningkatan detak jantung (berdebar), napas cepat, sulit bernapas, pucat, penurunan tekanan darah yang drastis, pingsan sampai meninggal pada kasus alergi yang berat.

    Pemilihan menu makanan bagi anak adalah hal yang perlu diperhatikan terutama bila anak menderita hipersensitivitas terhadap bahan makanan tertentu. Pertama-tama, kita harus mengetahui bahan makanan apa yang menyebabkan terjadinya alergi pada anak, kemudian ibu baru membuat menu harian secara teliti tanpa menggunakan bahan masakan yang menyebabkan alergi. Berikut ini menu makanan yang perlu diperhatikan bagi penderita alergi makanan:

    1. Upayakan agar anak mendapatkan ASI (Air Susu Ibu) eksklusif minimal sampai 2 tahun, karena menurut jumlah penelitian, ASI mengandung sejumlah immunoglobulin atau daya tahan tubuh yang mampu menghindarkan anak dari berbagai penyakit dan alergi.
    2. Susu sapi mengandung sejumlah nutrisi, kalsium, vitamin D yang sangat diperlukan untuk tumbuh kembang anak. Namun, apabila anak menderita alergi terhadap susu sapi maka segala produk susu sapi harus dihindari termasuk keju dan mayones. Selain produk di atas, Moms perlu hati-hati dengan bahan olahan yang mengandung susu sapi seperti roti, kue, biskuit dan es krim.

    Sebagai alternatif, Anda dapat mengganti produk susu sapi dengan susu almond, susu kacang kedelai. Kacang almond dan kedelai juga mengandung nutrisi serta protein bagi tumbuh kembang anak.

    1. Apabila anak alergi terhadap makanan laut seperti kepiting, ikan laut, udang, cumi, kerang, maka hindari makanan yang berbahan dasar makanan laut, ganti dengan ayam, sapi atau tahu tempe sebagai produk yang mengandung protein.

    Anak yang alergi terhdap ikan akan rentan kekurangan omega-3 yang hanya didapat dari ikan laut, untuk itu Moms dapat menggantinya dengan suplemen omega 3, sayuran hijau, serta minyak kanola sebagai tambahan dalam menyajikan makanan agar si kecil tidak kekurangan omega 3 yang terbukti baik bagi perkembangan otak si kecil.

    1. Apabila anak alergi terhadap kacang maka hindari konsumsi kacang tanah, selai kacang dan bumbu kacang.
    2. Apabila anak alergi terhadap telur, maka harus hindari makan yang berbahan dasar telur, seperti omelete, kue, dan roti yang juga mengandung telur. Untuk mencari bahan pengganti telur memang kenyataannya sulit, agar anak terhindar dari kekurangan protein maka Moms dapat menyajikan makanan lain berbahan dasar kacang kedelai (tahu dan tempe), kacang almond, daging sapi dan kacang hijau sebagai asupan protein anak.
    3. Apabila anak alergi terhadap gandum, maka hindari makanan yang mengandung gandum seperti roti, biskuit oat, pilihlah tepung dengan tepung bebas gandum dan dapat diganti dengan tepung beras.
    4. Hindari makanan yang mengandung bahan pengawet atau makanan dalam kemasan, usahakan untuk anak dengan hipersensitif terhadap makanan mendapatkan makanan yang segar.
    5. Perbanyak sayur dan buah-buahan, karena sayur dan buah-buahan mampu meningkatkan antioksidan yang mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak.

    Pengobatan anak dengan alergi makanan sebenarnya tidak ada, obat-obatan hanya diberikan untuk meredakan gejala agar anak merasa nyaman dan tidak rewel. Menanggulangi anak dengan alergi makanan hanya dengan tindakan pencegahan menghindari makanan yang menyebabkan alergi. Moms perlu selektif dan hati-hati dalam memilih menu buat si kecil.

    Apabila anak mengalami alergi segera setelah mengonsumsi makanan, alergi yang dialami cukup parah sampai timbul sesak napas atau timbul gejala syok anafilatik, dianjurkan untuk segera membawa anak ke Dokter untuk dilakukan pemeriksaan serta pengobatan yang tepat dan cepat. Karena pengobatan yang cepat akan meningkatkan peluang anak untuk sembuh dari reaksi alergi yang timbul.

    Moms jangan lupa mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan maupun alergi. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Tanukusumah M, Kurniati N, C N. Prevalensi Alergi Makanan pada Anak Usia Kurang dari 3 Tahun di Jakarta Berbasis Survei dalam Jaringan / Online. Sari Pediatri. 2016;16(5):365.
    2.  Plus G. Menu Planning for the Food Allergy Cook [Internet]. Kidswithfoodallergies.org. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: kidswithfoodallergies.org/page/menu-planning-for-the-food-allergy-cook.aspx
    3. Fiocchi A, Fierro V. Food Allergy | World Allergy Organization [Internet]. Worldallergy.org. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from: worldallergy.org/education-and-programs/education/allergic-disease-resource-center/professionals/food-allergy
    4. Pawankar R, Canonica G, Holgate S, Lockey R. World Allergy Organization (WAO) white book on allergy. 1st ed. United Kingdom: WAO; 2011.
    5. Milliken C. Five myths about food allergies, debunked [Internet]. News.northwestern.edu. 2018 [cited 21 September 2018]. Available from:  news.northwestern.edu/stories/2018/april/five-myths-about-food-allergies-debunked/
    Read More
  • Bagi para penyandang diabetes melitus, semua makanan dan minuman yang manis dipukul rata tidak diperbolehkan. Artinya, semua yang bebas gula aman untuk dikonsumsi, begitulah kira-kira. Tapi tentu saja para penyandang diabetes tetap ingin bisa mengonsumsi sesuatu yang manistapi tetap relatif aman untuknya, maka hadirlah berbagai macam inovasi gula rendah kalori khusus untuk diabetes dan lain-lain, […]

    Madu atau Gula, Amankah untuk Penderita Diabetes?

    Bagi para penyandang diabetes melitus, semua makanan dan minuman yang manis dipukul rata tidak diperbolehkan. Artinya, semua yang bebas gula aman untuk dikonsumsi, begitulah kira-kira. Tapi tentu saja para penyandang diabetes tetap ingin bisa mengonsumsi sesuatu yang manistapi tetap relatif aman untuknya, maka hadirlah berbagai macam inovasi gula rendah kalori khusus untuk diabetes dan lain-lain, lalu salah satunya adalah madu.

    Nah, madu atau gula yang cocok untuk penderita diabetes? Yuk,Sobat mari pahami dengan baik dan temukan alasannya.

    Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditemukan pada era modern saat ini, dengan jumlah penyandang diabetes lebih dari 285 juta jiwa pada tahun 2010, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga kira-kira 438 juta penyandang diabetes tahun 2030.Diabetes melitus adalah kadar gula di dalam darah tinggi yang disebabkan karena kegagalan fungsi hormon insulin akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak baik seperti konsumsi gula atau makanan/minuman manis yang berlebihan. Kemudian muncul ide madu untuk pengganti gula sebagai pemanis. Tapi tahukah Sobat, ternyata madu baik dikonsumsi untuk para penyandang diabetes, bahkan penelitian terbaru saat ini menyatakan bahwa madu memiliki efek antidiabetes.

    Kalori dan Indeks Glikemik

    Apa bedanya madu dan gula biasa? Jika dibandingkan, satu sendok gula pasir mengandung 46 kalori, sedangkan satu sendok madu mengandung 64 kalori. Wah, madu ternyata mengandung lebih tinggi kalori. Namun jangan sedih dulu, satu sendok gula jika dibandingkan dengan satu sendok madu menghasilkan tingkat kemanisan yang berbeda. Madu tentu lebih manis dan lebih pekat. Kurang lebih untuk mendapatkan rasa manis yang setara dengan satu sendok gula, hanya dibutuhkan setengah atau sepertiga sendok madu, sehingga mengurangi jumlah kalori dan baik untuk penyandang diabetes.

    Indeks glikemik menggambarkan kemampuan suatu zat dalam meningkatkan kadar gula darah dan kadar insulin. Semakin tinggi indeks glikemik suatu zat, maka semakin cepat dan besar kenaikan gula darah yang disebabkan zat tersebut. Kabar baiknya, madu memiliki indeks glikemik yang rendah dibandingkan dengan gula, artinya madu diserap masuk ke dalamperedaran darah secara perlahan sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang hebat dan tentu sangat baik untuk penyandang diabetes.

    Kandungan dan Manfaat

    Gula mengandung 100% karbohidrat, yang tersusun dari 50% glukosa dan 50% fruktosa. Fruktosa adalah jenis gula yang hanya dapat dipecah oleh organ hati. Konsumsi gula yang berlebihan terbukti dapat menyebabkan beberapa kondisi yang tidak diinginkan seperti peningkatan berat badan yang dapat berujung menjadi obesitas, perlemakan hati, dan peningkatan trigliserida.

    Madu juga terdiri dari gula, tapi hanya 30% glukosa dan 40% fruktosa. Tapi tidak hanya itu, madu mengandung berbagai elemen lain yang baik untuk kesehatan, seperti protein, berbagai vitamin yaitu vitamin B2 atau riboflavin, vitamin B5 atau pantothenic acid, vitamin B3 atau niasin, vitamin B9 atau asam folat, vitamin B6, vitamin C, dan mineral baik seperti fosfor, potasium atau kalium, zat besi, magnesium, kalsium, dan zinc. Tidak hanya itu, di dalam madu juga terkandung berbagai jenis antioksidan seperti pinobanksin, chrysin, dan pinocembrin. Penelitian terbaru bahkan menyatakan bahwa konsumsi madu ternyata dapat menurunkan gula darah dan berperan sebagai antidiabetes.

    Kesimpulannya, madu aman dikonsumsi penderita diabetes. Jika Sobat membutuhkan produk madu, gula rendah kalori atau artikel kesehatan menarik lainnya, yuk akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Madu vs. Gula pasir: mana yang baik untuk diabetes? Diupdate 24 November 2015. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/madu-vs-gula-pasir-mana-yang-baik-untuk-diabetes
    2. Bobiş O, Dezmirean DS, Moise AR. Honey and Diabetes: The Importance of Natural Simple Sugars in Diet for Preventing and Treating Different Type of Diabetes. Oxidative Medicine and Cellular Longevity. 2018;2018:4757893.
    3. Honey vs. Granulated sugar: which sweetener’s better for diabetes? Diupdate 31 Oktober 2017. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: healthline.com/health/diabetes/sweeteners-honey-vs-granulated-sugar#1
    4. Can people with type 2 diabetes eat honey? Diupdate 28 Mei 2017. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: medicalnewstoday.com/articles/317662.php
    5. Erejuwa OO, Sulaiman SA, Wahab MSA. Honey – A Novel Antidiabetic Agent. International Journal of Biological Sciences. 2012;8(6):913-934.
    Read More
  • Anda sering sakit kepala sebelah yang tak kunjung reda? Sakit kepala sebelah sering disebut sebagai migrain dalam istilah medis. Sakit kepala sebelah berupa nyeri hebat yang sering muncul yang dapat mengganggu aktivitas kita sehari-hari atau saat kita ingin beristirahat. Belum lagi bila nyeri kepala sebelah tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama. Penyebab sakit kepala […]

    Sakit Kepala Sebelah Tak Kunjung Reda? Coba Kurangi Makanan Ini!

    Anda sering sakit kepala sebelah yang tak kunjung reda? Sakit kepala sebelah sering disebut sebagai migrain dalam istilah medis. Sakit kepala sebelah berupa nyeri hebat yang sering muncul yang dapat mengganggu aktivitas kita sehari-hari atau saat kita ingin beristirahat. Belum lagi bila nyeri kepala sebelah tersebut berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

    Penyebab sakit kepala sebelah secara pasti belum diketahui, faktor keturunan atau genetik seperti memiliki riwayat keluarga dengan sakit kepala sebelah dapat menjadi suatu faktor risiko terjadinya sakit kepala sebelah pada seseorang. Sakit kepala sebelah terjadi akibat adanya kejadian penyempitan pembuluh darah otak (vasokonstriksi) yang kemudian diikuti dengan pelebaran pembuluh darah itu sendiri (vasodilatasi).

    Teori lain yakni adanya gangguan pada keseimbangan zat kimia (neurotransmitter) di otak. Beberapa faktor telah ditemukan dapat menjadi pencetus sakit kepala sebelah, seperti stres, kurang tidur, merokok, atau perubahan hormon dalam tubuh (seperti yang umum pada wanita yaitu saat menstruasi). Nah, yang tidak kalah penting adalah pola makan dan juga jenis makanan yang kita makan.

    Penelitian menunjukkan bahwa telat makan atau berpuasa dapat memicu terjadinya sakit kepala sebelah. Hal ini disebabkan karena terganggunya suplai glukosake otak sehingga terjadi ketidak seimbangan antara sistem penghantaran saraf yang pada akhirnya berujung pada gangguan pembuluh darah di otak dan timbulsakit kepala sebelah. Oleh karena itu, bagi Moms yang sibuk beraktivitas, ingat untuk selalu siapkan snack ya agar perut tidak kosong. Para penderita sakit kepala sebelah dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dalam porsi sedikit tapi sering.

    Beberapa jenis makanan ditemukan dapat mencetuskan sakit kepala sebelah, hal ini terkait dengan mekanisme terjadinya sakit kepala sebelah yang telah dijelaskan diatas, sehingga sebaiknya dihindari oleh Moms yang sering menderita sakit kepala sebelah. Berikut ini adalah beberapa makanan yang sebaiknya Moms hindari untuk mencegah tercetusnya sakit kepala sebelah:

    1. Cokelat
    2. Minumanberalkohol (anggurmerahdanbir). Serangan sakit kepala sebelah dapat muncul dalam beberapa menit hingga hari setelah konsumsi alkohol.
    3. Buah-buahan seperti pepaya, alpukat, plum dan pisang yang terlalu matang
    4. Roti dan gandum seperti pizza, roti dan biskuit yang mengandung keju, cokelat dan kacang.
    5. Makanan dengan tambahan Monosodium glutamate (MSG)
      Hindari konsumsi makanan yang banyak mengandung MSG seperti makanan kaleng, snack yang siap untuk dimakan, mie instan, dan sebagainya. Batasi juga penggunaan garam di rumah.
    1. Keju, mengandung zat bernama tiramin yang dapat mencetuskan serangan sakit kepala sebelah.
    2. Daging yang diproses (seperti daging kalengan, sarden, sosis), karena mengandung zat nitrit dan juga tiramin
    3. Kafein, ternyata kafein dapat menjadi pencetus maupun untuk mengobatisakit kepala sebelah. Jadi, jangan heran jika Namun yang dimaksud ialah caffeine withdrawal, setelah seseorang yang biasanya mengonsumsi kafein dalam jumlah yang banyak dan sering lalu menghentikannya secara langsung. Meskipun seorang penderita sakit kepala sebelah masih diperbolehkan mengonsumsi kafein sebanyak 200 mg per hari (2 cangkir), namun TheNational Headache Foundation menyarankan bila seseorang sudah sering sakit kepala sebelah, sebaiknya menghindari kafein.
    4. Pemanisbuatan (aspartame/sakarin)
    5. Kacang-kacanganan seperti fava, kacangpolon

    Tidak semua makanan dan minuman dari daftar di atas dapat mencetuskan terjadinya sakit kepala sebelah pada semua orang, karena bagaimanapun juga efek makanan tersebut bisa berbeda pada setiap orang. Moms disarankan untuk selalu membuat catatan harian makanan, dengan hal ini Moms dapat mengetahui makanan apa saja yang dapat mencetuskan sakit kepala sebelah. Jika Anda sudah tahu dan mencatat makanan apa saja yang dapat mencetuskan sakit kepala sebelah, cobalah untuk tidak megonsumsi makanan tersebut selama satu bulan, lalu dipantau apakah dengan tidak mengonsumsi makanan yang dapat menjadi pencetus sakit kepala sebelah tersebut, terjadi perbaikan atau tidak.

    Tetapi ada hal yang harus selalu diingat, yaitu ada beberapa makanan yang dapat secara langsung mencetuskan timbulnya sakit kepala sebelah, tapi beberapa makanan lainnya dapat juga mencetuskan sakit kepala sebelah setelah 24 jam dikonsumsi. Jangan terlalu ketat membatasi makanan, terdapat risiko apabila Moms menjauhi makanan yang sebenarnya bukan pencetus dari sakit kepala sebelah, yaitu kurangnya nutrisi yang sangat penting bagi tubuh.

    Berikut ini adalah serangkaian tips untuk memiliki pola hidup yang sehat terbebas dari sakit kepala sebelah:

    1. Jangan pernah melewatkan waktu makan. Selalu sediakan snack di dalam tas Anda.
    2. Makan sebanyak lima kali sehari dengan porsi yang kecil.
    3. Konsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein dan lemak yang baik untuk menjaga perut tetap kenyang dan jangan biarkan perut kosong.
    4. Jangan memakan atau meminum sesuatu yang Anda sudah ketahui merupakan pencetus dari sakit kepala sebelah. Terdapat beberapa makanan yang umumnya sering mencetuskan sakit kepala sebelah pada kebanyakan orang, seperti alkohol, keju, kafein dan cokelat.
    5. Lebih baik meminum air putih saja setiap harinya dan hindari minum-minuman manis dan bersoda.
    6. Menghindari makan makanan yang banyak mengandung MSG seperti makanan olahan, makanan kaleng dan makanan cepat saji lainnya

    Nah, itulah sederet rangkaian makanan yang perlu Anda hindari agar sakit kepala sebelah menjauh. Jika Anda masih membutuhkan informasi kesehatan termasuk produk kesehatan, bisa ditemukan lewat www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Angel T. What Foods can You Eat to Prevent Migraines? Healthline. 2016. [cited 19 September 2018]. Available from: healthline.com/health/migraine/what-to-eat-when-you-have-a-migraine#1.
    2. Dalkara T, Kilic K. How Does Fasting Trigger Migraine? A Hypothesis. Curr Pain Headcahe.2017;17:368.
    3. Does Caffeine Trigger or Treat Headaches. National Headache Foundation. [cited 19 September 2018]. Available from: headaches.org/2009/07/24/does-caffeine-trigger-or-treat-headaches/.
    4. Migraine Triggers. American Council for Headache Education. [cited 19 September 2018]. Available from: static1.squarespace.com/static/530d1c5be4b0e5f490d6eaef/t/53334ce1 e4b05b79d04b113c/1395870945113/triggers.pdf
    5. Alpay K, Ertas M, Orhan EK, Ustay DK, Lieners C, Baykan B. Diet Restriction in Migraine, Based on IgG Against Foods: A Clinical Double-Blind, Randomised, Cross-over Trial. Cephalgia. 2010;30(7):829-34.
    6. Halker R, Ailani J, Dougherty C, Slavin M. Migraine and Diet. American Migraine Foundation. 2016. [cited 19 September 2018]. Available from: americanmigrainefoundation.org/understanding-migraine/migraine-and-diet/.
    Read More
  • Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab utama morbiditas (penyakit)  dan mortalitas (kematian) di dunia. Dari sekian banyak penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah, serangan jantung dan stroke yang paling sering terjadi. Sekitar 12 juta orang di dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit tersebut. Kedua penyakit inimemiliki mekanisme yang hampir sama. Pada serangan […]

    Hindari 7 Faktor Ini Bila Ingin Jantung Tetap Sehat

    Penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi penyebab utama morbiditas (penyakit)  dan mortalitas (kematian) di dunia. Dari sekian banyak penyakit yang menyerang jantung dan pembuluh darah, serangan jantung dan stroke yang paling sering terjadi. Sekitar 12 juta orang di dunia meninggal setiap tahun akibat penyakit tersebut. Kedua penyakit inimemiliki mekanisme yang hampir sama. Pada serangan jantung, terdapat penumpukan lemak pada pembuluh darah koroner yang menyediakan oksigen dan nutrisi untuk jantung. Apabila penumpukan semakin banyak, maka pembuluh darah koroner akan menyempit bahkan dapat tersumbat secara total. Hal ini menyebabkan penurunan asupan nutrisi dan oksigen secara tiba-tiba ke jantung, sehingga terjadilah serangan jantung. Bedanya pada stroke, penyumbatan terjadi pada pembuluh darah yang memberikan nutrisi dan oksigen ke otak sehingga terjadi kerusakan jaringan otak. Serangan jantung dan stroke terjadi secara tiba-tiba dan berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan segera.

    Faktor gaya hidup berperan penting dalam terbentuknya penyakit jantung dan pembuluh darah. Faktor tersebut meliputi kualitas nutrisi yang buruk, merokok, dan kurangnya aktivitas fisik. Pilihan gaya hidup yang buruk dapat menyebabkan masalah kesehatanyang mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, yaitu obesitas, tekanan darah tinggi (hipertensi), peningkatan gula darah (diabetes), dan peningkatan kadar lemak dalam darah (hiperlipidemia). Meskipun serangan jantung dan stroke dapat berakibat fatal, kedua penyakit tersebut dapat dicegah dengan menginvestasikan sedikit waktu dan usahamu, Sobat. Nah, apa saja 7 faktor yang harus dihindari agar jantung kita tetap sehat?

    1. DAGING MERAH & PRODUK OLAHAN SUSU YANG TINGGI LEMAK

    Ladies harus membatasi konsumsi daging merah dan produk olahan susu yang kaya akan lemak untuk melindungi diri dari kemungkinan penyakit jantung. Daging memiliki kandungan protein, zat besi, zink, dan vitamin B dalam jumlah yang tinggi. Namun, daging, terutama daging merah, memiliki kadar kolesterol dan lemak jenuh yang juga tinggi sehingga dapat meningkatkan kadar LDL (low density lipoprotein), atau biasa disebut kolesterol jahat, dalam tubuh kita. LDL yang berlebihan berperan dalam penumpukan lemak pada pembuluh darah yang terjadi pada serangan jantung dan stroke. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, daging merah memiliki hubungan yang lebih kuat dengan penyakit jantung dibandingkan daging unggas, ikan, dan sumber protein nabati lainnya.

    Produk olahan susu sebenarnya juga kaya akan nutrisi dan berperan penting bagi tubuh kita. Namun, sebagian besar produk olahan susu (susu yang tinggi lemak, keju, krim, dan mayones) memiliki komponen lemak jenuh yang tinggi sehingga dapat menyebabkan penumpukan lemak pada pembuluh darah jantung maupun otak. Selain itu, peningkatan kadar lemak dalam darah juga bisa meningkatkan berat badan apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang teratur.

    Selain kedua makanan tersebut, kuning telur, margarin, mentega, otak, hati, gorengan, minyak kelapa, dan makanan ringan juga memiliki kadar kolesterol dan lemak dalam jumlah yang tinggi. Oleh karena itu, sebaiknya konsumsi makanan tersebut dibatasi. Andadisarankan untuk meningkatkan konsumsi produk olahan susu yang rendah lemak, meningkatkan konsumsi biji-bijian, kacang-kacangan, serta mengurangi mengolah makanan dengan cara digoreng.

    1. KONSUMSI MAKANAN POKOK SECARA BERLEBIHAN

    Sebagian besar orang Asia mengonsumsi nasi putih sebagai makanan pokoknya. Nasi putih, tepung maizena, dan tepung gandum termasuk dalam kelompok karbohidrat halus. Karbohidrat jenis ini berkaitan dengan peningkatan risiko diabetes dan obesitas serta memiliki efek tidak langsung terhadap penyakit jantung. Konsumsi makanan yang tinggi karbohidrat secara berlebihan akan meningkatkan kadar LDL dan mengurangi kadar HDL (high density lipoprotein), biasa disebut kolesterol baik, pada tubuh. Selain itu, apabila tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang teratur, konsumsi karbohidrat yang tinggi juga berkaitan dengan peningkatan lingkar pinggang, peningkatan kadar gula dalam darah, dan peningkatan resistensi sel terhadap insulin sehingga dapat mengakibatkan obesitas dan diabetes.

    1. MAKANAN & MINUMAN MANIS

    Mengonsumsi makanan dan minuman yang memiliki kadar gula tinggi dapat menyebabkan obesitas dan diabetes yang mampu meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah. Hal ini disebabkan gula pada makanan dan minuman manis, yang umumnya dalam bentuk sukrosa, memiliki kalori yang tinggi serta dapat meningkatkan kadar lemak dalam darah. Selain itu, minuman dengan pemanis buatan juga tinggi akan jenis gula yang diabsorbsi dengan cepat sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah dalam waktu yang singkat. Sobat disarankan untuk membatasi makanan dan minuman dengan kadar gula yang tinggi seperti sirup, minuman ringan, minuman bersoda, permen, dan kue.

    1. MAKANAN YANG TERLALU ASIN

    Makanan dengan kadar garam yang tinggi merupakan salah satu faktor yang harus dihindari agar jantung tetap sehat. Garam merupakan nutrisi penting yang diperlukan untuk fungsi fisiologis tubuh. Konsumsi garam yang melebihi kebutuhan fisiologis dapat menyebabkan hipertensi yang merupakan salah satu faktor penyebab utama penyakit jantung. Untuk menjaga tekanan darah, dianjurkan tidak mengonsumsi garam lebih dari 5 gram/hari, mengurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung pengawet (MSG), makanan kemasan, makanan cepat saji yang biasanya memiliki kadar garam yang tinggi.

    1. ROKOK

    Merokok merupakan salah satu kebiasaan buruk yang berperan dalam terbentuknya berbagai penyakit. Rokok mengandung senyawa toxic yang dapat merusak paru-paru, pembuluh darah, dan jantung. Senyawa tersebut menggantikan oksigen dalam darah sehingga fungsi jantung dan otak menjadi terganggu. Apabila dibandingkan dengan orang yang bukan perokok, orang yang merokok 6x lebih berisiko untuk terkena serangan jantung dan risiko ini meningkat seiring dengan jumlah rokok yang dihisap per harinya.

    1. ALKOHOL

    Konsumsi alkohol yang berlebihan berkontribusi menyebabkan masalah kesehatan, nutrisi, dan sosial. Salah satu masalah kesehatan yang ditimbulkan adalah gangguan pada jantung dan hati. Sepertiga dari kasus hipertensi disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, dimana hipertensi merupakan salah satu faktor yang berperan dalam terjadinya penyakit jantung dan pembuluh darah.

    1. MALAS BEROLAHRAGA

    Faktor terakhir yang harus dihindari agar jantung tetap sehat ialah rasa malas untuk berolahraga. Olahraga memiliki banyak manfaat. Salah satunya yakni membakar kalori yang berasal dari makanan, memperkuat kerja jantung, dan meningkatkan kepekaan sel tubuh terhadap insulin. Kurang olahraga dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi, diabetes, obesitas, serta penyakit jantung. Oleh karena itu, Sobat sebaiknya melakukan olahraga jenis aerobik dengan intensitas sedang, seperti jalan cepat, berenang, dan bersepeda selama 150 menit/minggu untuk menghindari berbagai penyakit, salah satunya penyakit jantung dan pembuluh darah.

    Kini, Sobat sudah lebih memahami bukan faktor-faktor yang harus dihindari supaya jantung tetap sehat? Jika Anda membutuhkan produk kesehatan atau informasi kesehatan lainnya, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Keterangan lebih lanjut hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Coronary Heart Disease: How Your Diet Can Help [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: aafp.org/afp/2003/0415/p1769.html
    2. Preventing Heart Disease [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: hsph.harvard.edu/nutritionsource/disease-prevention/cardiovascular-disease/preventing-cvd/
    3. Moliterno P, Cerruti F. Dairy fat consumption and mortality due to cardiovascular disease. Does source of fats matter? Food and Public Health. 2016;6(2):52–7.
    4. Cardiac Diet Guidelines for Your Heart [Internet]. [dikutip 2 Oktober 2018]. Tersedia pada: indianjmedsci.org/cardiac-diet/
    5. Anand SS, Hawkes C, deSouza RJ, Mente A, Dehghan M, Nugent R, dkk. Food consumption and its impact on cardiovascular disease: Importance of solutions focused on the globalized food system: A report from the workshop convented by the World Heart Federation. J Am Coll Cardiol. 2015;66(14):1590–614.
    6. World Health Organization. Avoiding Heart Attacks and Strokes. Prancis: WHO; 2005.
    7. Reddy KS, Katan MB. Diet, nutrition and the prevention of hypertension and cardiovascular diseases. Public Health Nutr. 2004;7(1A);167–186.
    8. S. Department of Health and Human Services. Your Guide to A Healthy Heart. NIH; 2005.
    9. Eilat-Adar S, Sinai T, Yosefy C, Henkin Y. Nutritional recommendations for cardiovascular disease prevention. Nutrients. 2013;5:3646–83.
    10. Hobbs FDR. Prevention of cardiovascular diseases. BMC Med. 2015;13:261.
    11. Stewart J, Manmathan G, Wilkinson P. Primary prevention of cardiovascular disease: A review of contemporary guidance and literature. J R Soc Med. 2017;6:1–9.
    Read More
  • Setiap pasangan suami istri tentunya mendambakan dikaruniai buah hati. Kehadiran anak selalu menjadi kado terindah bagi pasangan suami istri. Berbagai cara dilakukan supaya dapat memiliki keturunan yang dapat menambah kebahagiaan dalam keluarga tersebut. Namun, tak sedikit yang mengalami masalah untuk memiliki anak. Tidak mendapat keturunan, atau suatu kondisi yang disebut infertil adalah ketika seorang pasangan […]

    5 Makanan Peningkat Kesuburan agar Cepat Hamil

    Setiap pasangan suami istri tentunya mendambakan dikaruniai buah hati. Kehadiran anak selalu menjadi kado terindah bagi pasangan suami istri. Berbagai cara dilakukan supaya dapat memiliki keturunan yang dapat menambah kebahagiaan dalam keluarga tersebut. Namun, tak sedikit yang mengalami masalah untuk memiliki anak. Tidak mendapat keturunan, atau suatu kondisi yang disebut infertil adalah ketika seorang pasangan suami istri tidak kunjung dikaruniai seorang anak selama 1 tahun setelah melakukan hubungan seksual yang teratur.

    Namun, apabila seorang wanita sudah berusia di atas 35 tahun, keadaan infertil dapat dikatakan ketika belum mendapat anak selama 6 bulan dengan hubungan seksual yang teratur. Penyebab paling banyak dari terjadinya ketidaksuburan dalam keluarga adalah dari faktor wanita sebanyak 35%, namun pria juga dapat menjadi penyebab dari infertilitas ini. Sekitar 6% dari wanita usia 15-44 tahun mengalami kejadian infertilitas, 9% pria usia 25 sampai 44 tahun yang sudah berkeluarga mengalami keadaan tidak subur pada dirinya.

    Berbagai cara pasti dilakukan untuk bisa mendapatkan keturunan, selain dari faktor genetik, tentunya Sobat bertanya-tanya adakah makanan peningkat kesuburan supaya cepat hamil?

    Perlu diketahui, penyebab tersering dari terjadinya ketidaksuburan pada wanita yakni gangguan fungsi dari organ-organ yang berperan pada awal mula pembuahan hingga terjadinya kehamilan, yaitu indung telur, saluran telur, dan rahim. Setiap bulannya, setiap wanita normalnya mengeluarkan sel telur untuk dibuahi. Namun, apabila adanya penyakit yang menyerang dari indung telur, maka produksi telur pun akan terganggu. Penyakit yang paling sering menyerang indung telur ini adalah penyakit sindrom ovarium polikistik, dimana pada penyakit ini adanya produksi hormon yang tidak seimbang, yaitu adanya peningkatan kadar hormon testosteron pada tubuh wanita dan munculnya banyak kista (kantong berisi cairan) pada indung telur.

    Hal ini menyebabkan indung telur tidak dapat menghasilkan telur secara normal, sehingga pembuahan pun sulit terjadi. Pada saluran telur, penyebab ketidaksuburan terjadi akibat adanya riwayat infeksi yang menyerang dari saluran telur tersebut, sehingga pembuahan pada saluran telur tidak berjalan dengan normal. Dari rahim sendiri, penyebab kegagalan pembentukan calon bayi seringkali disebabkan karena penyakit endometriosis, dimana adanya jaringan dari lapisan dalam dinding rahim tidak bertumbuh sesuai pada tempatnya, sehingga mempersulit penempelan dari hasil pembuahan. Berbeda dengan wanita, penyebab tersering pada pria yang menyebabkan ketidaksuburan adalah kuantitas dan kualitas sperma yang tidak sesuai pada umumnya.

    Nah, setelah mengetahui penyebab tersering dari ketidaksuburan yang terjadi, pastinya Sobat ingin tahu faktor apa saja yang dapat meningkatkan kesuburan bukan?  Selain dari faktor genetik, ternyata faktor nutrisi juga berperan penting. Yuk, simak 5 makanan peningkat kesuburan berikut:

    1. Gandum Utuh

    Belakangan ini mungkin Anda sering mendengar makanan yang disebut whole Grains. Ya, gandum utuh acapkali dikonsumsi sebagai sarapan pagi. Kandungan dari gandum utuh ini ternyata meliputi kandungan serat yang tinggi, zat antioksidan, vitamin, mineral, lignans, dan senyawa phenolic yang memiliki fungsi masing-masing. Terjadinya ketidaksuburan pada wanita seringkali juga diakibatkan karena kandungan zat pro-oksidan (berperan dalam menimbulkan reaksi peradangan) yang lebih tinggi dibandingkan zat antioksidan yang dimiliki. Sehingga, kandungan zat antioksidan pada gandum utuh dapat menyeimbangkan kandungan prooksidan yang ada.

    Selain itu, adanya kandungan lignan pada gandum utuh ini meningkatkan hormon fitoestrogen (senyawa mirip estrogen yang berasal dari tumbuh-tumbuhan) yang berperan dalam pertumbuhan dinding rahim, sehingga dapat memberikan tempat yang baik untuk penempelan bakal janin. Manfaat terakhir dari gandum utuh yang dapat dikategorikan sebagai makanan peningkat kesuburan ialah peran gandum utuh dalam metabolisme glukosa dan insulin. Kadar hormon insulin yang tinggi pada tubuh membuat pertumbuhan dinding rahim tidak berjalan sempurna, sehingga berdampak negatif pada proses pembuahan dan penempelan bakal janin.

    2. Omega-3

    Ikan menjadi pilihan makanan utama yang memiliki kandungan omega-3 yang tinggi. Selain ikan, makanan laut lainnya juga memiliki kandungan omega-3, namun setiap wanita dibatasi untuk konsumsi makanan laut sebanyak 2 kali per minggu, agar mengurangi efek merkuri yang terdapat pada makanan laut tersebut. Omega-3 sendiri berperan dalam transport oksigen untuk memberikan nutrisi yang baik ke setiap organ tubuh, kemudian efek anti peradangan dari omega-3 ini juga dibutuhkan oleh tubuh, termasuk didalamnya dinding rahim. Selain manfaatnya pada dinding rahim, omega-3 ternyata memiliki peran besar terhadap kualitas sel telur yang dihasilkan dan hal ini sudah dibuktikan melalui penelitian.

    3. Buah & Sayur

    Pastinya manfaat dari buah dan sayur sudah tidak diragukan lagi pada tubuh kita. Kandungan antioksidan dan vitamin yang tinggi pada buah dan sayur memberikan banyak manfaat baik bagi tubuh, termasuk siklus reproduksi wanita. Kaya akan antioksidan dan vitamin membuat kualitas sel telur yang dihasilkan meningkat, memperkuat dinding rahim, dan membuat regulasi hormon reproduksi berjalan teratur. Sebagai makanan peningkat kesuburan , tentunya buah dan sayur harus rutin dikonsumsi.

    4. Minyak Zaitun

    Minyak zaitun dapat menjadi bahan pelengkap untuk setiap masakan yang disantap. Minyak zaitun memiliki kandungan lemak baik yang sangat tinggi dan hal ini berperan dalam metabolisme lemak tubuh. Penggunaan minyak zaitun dalam masakan sehari-hari justru terbukti dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) dan menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL), serta kadar trigliserida. Selain itu, minyak zaitun juga memiliki kandungan antioksidan yang tinggi. Minyak zaitun sangat berperan dalam mencegah terjadinya obesitas, dimana obesitas juga menjadi faktor terkuat terhadap terjadinya ketidaksuburan pada wanita. Pada obesitas, keseimbangan hormon seks akan terganggu dan menyebabkan produksi sel telur juga menjadi tidak teratur. Selain itu, keadaan obesitas juga membuat regulasi hormon insulin dalam tubuh terganggu yang juga memberikan efek prooksidan pada organ seks wanita.

    5. Susu

    Susu dan produk susu lainnya, seperti keju dan mentega, terutama yang mengandung susu murni dipercaya dapat meningkatkan kesuburan pada wanita. Penelitian telah menyatakan pada wanita yang rutin mengonsumsi susu murni, didapatkan angka kesuburan yang lebih tinggi dibanding yang tidak konsumsi susu murni. Melalui ini, susu murni dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan makanan peningkat kesuburan.

    Nah Sobat, itulah 5 jenis makanan peningkat kesuburan yang dapat dijadikan asupan rutin hari-harinya. Bagi Anda yang membutuhkan produk kesehatan, seperti susu, vitamin, suplemen, termasuk ingin menambah wawasan kesehatan lainnya, bisa diperoleh dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Gaskins JA, Chiu YH, Williams PL, Keller MG, Toth TL, Hauser R, et al. Maternal whole grain intake and outcomes of in vitro fertilization. Fertil Steril. 2016 June; 105 (6) : 1503-10.
    2. Infertility [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. April 2018 [cited 15 September 2018]. Available from : cdc.gov/reproductivehealth/infertility/index.htm
    3. Infertility Definitions and Terminology [Internet]. World Health Organization. 2018. [cited 15 September 2018]. Available from : who.int/reproductivehealth/topics/infertility/definitions/en/
    4. Nehra D, Le HD, Fallon EM, Carlson SJ, Woods D, White YA, et al. Prolonging the female reproductive lifespan and improving egg quality with dietary omega-3 fatty acids. Aging Cell. 2012 December ; 11(6): 1046-54.
    5. Coletta JM, Bell SJ, Roman AS. Omega-3 fatty acids and pregnancy. Revirws in Obstetrics & Gynecology. 2010 ; 3(4): 163-71.
    6. Gaskins JA, Chavarro. Diet and fertility : A Review. American Journal of Obstetrics and Gynecology. 2017 August: 2-16.
    7. Dag ZO, Dilbaz B. Impact of obesity on infertility in women. J Turk Ger Gynecol Assoc.2015; 16:111-7.
    8. Berrougui H, Ikhlef S, Khalil A. Extra virgin olive oil polyphenols promote cholesterol efflux and improve HDL functionality. Evid Based Complement Alternat Med. 2015: 1-9.
    9. Afeiche MC, Chiu YH, Gaskins AJ, Williams PL, Souter I, Wright DL, et al. Dairy intake in relation to in vitro fertilization outcomes among women from a fertility clinic. Hum Reprod. 2016 Mar;31(3):563-71.
    Read More
  • Apa saja asupan yang dapat diberikan untuk mengatasi diare si kecil? Diare pada si kecil dapat menjadi kejadian yang sangat mengkhawatirkan bagi Moms karenaseringmenyebabkankurangnyacairan(dehidrasi) dan memburuknya ruam yang timbul pada popok. Ketika si kecil mengalami diare, banyak Moms bertanya makanan apa yang dapat membantu dan menghentikan diare. Nah, supaya Anda tidak bingung tentang apa yang […]

    8 Asupan yang Tepat untuk Mengatasi Diare Si Kecil

    Apa saja asupan yang dapat diberikan untuk mengatasi diare si kecil? Diare pada si kecil dapat menjadi kejadian yang sangat mengkhawatirkan bagi Moms karenaseringmenyebabkankurangnyacairan(dehidrasi) dan memburuknya ruam yang timbul pada popok. Ketika si kecil mengalami diare, banyak Moms bertanya makanan apa yang dapat membantu dan menghentikan diare. Nah, supaya Anda tidak bingung tentang apa yang harus dilakukan pada saat si kecil diare, mari kita bahas lebih lanjut tentang diare dan apa saja makanan yang dapat membantu pemulihan serta makanan mana yang perlu dihindari.

    Diare adalah bagian dari tinja yang berair, merupakan suatu cara daritubuh anak untuk mengeluarkan bakteri–bakteri jahat dan biasanya berlangsung hanya beberapa hari hingga minggu. Gejala–gejala yang dapat terjadi bersamaan dengan diare sepertidemam, mual, muntah, mulas dan dehidrasi. Untuk beberapa anak, diare akan hilang dalam beberapa hari tapi dapat juga berlangsung lama pada beberapa anak lainnya.

    Perhatian terbesar tentang diare pada anak–anak karena diare dapat menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi dapat terjadi karena kehilangan cairan dan elektrolit dalam tinja, atau kurangnya konsumsi makanan dan minuman untuk mengganti kehilangan cairan. Pada saat anak–anak mulai mengalami dehidrasi, Moms dapat melihat si kecil mulai menunjukkan lebih banyak rasa haus, kencing jadi lebih sedikit, dan tampak lesu.

    Moms perlu meningkatkan pemberian cairan dan makanan pada si kecil. Jika si kecil masih menyusu, berikan susu yang lebih banyak dengan frekuensi lebih sering. Terkadang perlu diberikan larutan yang berfungsimengembalikancairansi Kecil seperti oralit untuk mengganti elektrolit yang hilang bersamaan dengan diare.

    Pada kebanyakan kasus diare ringan hingga sedang dapat dilakukan perubahan sederhana pada pola makan, selama anak tidak muntah atau dehidrasi berat. Menggunakan diet teratur bahkan dapat memperpendek diare, dan tentunya membantu si kecil mendapatkan nutrisi yang optimal.

    Apa kemungkinan penyebab diare pada bayi?

    Ada beberapa penyebab umum diarepadaanak, antara lain alergi makanan, bakteri Salmonella,  Rotavirus, parasit Giardia, obat–obatan, dangangguan pada usus.Anak–anak dapat mengalami diare dalam jangka waktu pendek atau panjang. Salah satu penyebab diare pada anak adalah infeksi Rotavirus. Diare akibat Rotavirus biasanya sembuh sendiri dalam waktu 3 hingga 10 hari. Anak–anak yang berusia 6 hingga 32 minggu dapat diberikan vaksinasi terhadap rotavirus sehingga dapat terhindar dari diare.

    Jika si kecil mengalami diare, jangan ragu menghubungi dokter untuk meminta nasihat. Diare sangat berbahaya pada bayi baru lahir, yang dapat menyebabkan dehidrasi hanya dalam satu atau dua hari. Saat hendak mengobati diare yang diakibatkan oleh virus, hal yang penting untuk dilakukan adalah mencegah anak kekurangan cairan atau dehidrasi. Berikan ASI atau pengganti cairan tubuh seperti oralit setiap kali anak diare untuk mengganti cairan di dalam tubuh. Jika Moms hanya memberikan air saat anak diare, maka nutrisi dan kandungan elektrolit seperti natrium dan kalium akan berkurang.

    Apa yang dapat Moms lakukan saat anak terkena diare?

    • Perhatikan makanan yang dikonsumsi oleh anak.

    Perhatikan dan catat makanan apa saja yang si kecil makan, mulai dari jumlah, frekuensi dan waktu pemberian. Hal ini dapat membantu dokter untuk menyingkirkan kemungkinan dari diare seperti alergi makanan.

    • Perhatikan darah pada tinja.

    Pastikan tidak ada darah pada tinja anak. Biasanya dapat terlihat jika anak menggunakan popok. Jika Anda menemukan darah pada tinja anak, segera bawa anak ke dokter. Kadang–kadang darah pada tinja tidak tampak oleh mata, sehingga dokter anak akan meminta agar tinja anak diperiksa.

    Konsultasikan juga pada dokter, apakah anak Moms mengalami penurunan berat badan yang drastis, muntah, demam, nyeri pada perut, atau pada tinja terdapat minyak atau berwarna putih abu–abu.

    • Konsumsi probiotik

    Probiotik merupakan bakteri hidup yang berguna untuk tubuh dan dapat membantu saluran percernaan si kecil.

    Asupan yang tepat untuk mengatasi diare si kecil merupakanmakanan terbaik yang mudah dicerna, menjaga si kecil tetap makan, dan memberi nutrisi yang cukup untuk perkembangan si kecil. Makanan yang mengandung sedikit garam dapat membantu mengganti elektrolit natrium dan klorida yang hilang dalam tinja. Berikut 8 makanan yang dapat diberikan pada anak dengan diare:

    1. Pisang
    2. Nasi atau bubur tim
    3. Tepung apel, mengandung pectin yang dapat memadatkan tinja
    4. Roti panggang
    5. Daging ayam, ikan yang direbus atau dipanggang
    6. Wortel matang
    7. Kentang putih
    8. Yoghurt

    Tujuan dari pemberian diet ialah untuk membantu tinja lebih memadat. Dapat ditambahkan juga biji–bijian dan buah–buahan tertentu. Moms boleh memberikan makanan yang berukuran kecil saat si kecil diare. Hal ini memungkinkan sistem pencernaan bayi dapat bekerja dengan lambat. Usus kecil dan sistem pencernaan yang masih rapuh akan membutuhkan waktu untuk sembuh.

    Hindari Jenis Makanan Ini!

    Ada beberapa jenis makanan juga yang perlu si kecil hindari agar tidak menambah diare. Moms perlu menghindari makanan yang biasanya digunakan untuk mengurangi sembelit/konstipasi. Berikut daftar makanan yang perlu diperhatikan:

    • Produk susu (yoghurt merupakan pengecualian karena mengandung bakteri baik, namun konsultasikan pada dokter terlebih dahulu tentang memberi yoghurt pada anak).
    • Buah – buahan yang biasanya digunakan untuk membantu konstipasi seperti pepaya, persik, pir, plum perlu dihindari.
    • Makanan serat tinggi.
    • Makanan yang mengandung gula tinggi. Soda, jus, limun dan minuman sejenis lainnya jangan diberikan saat anak diare, karena dapat memperburuk dan memperpanjang diare.
    • Makanan berlemak tinggi. Keripik, kentang goreng, dan kue kering harus dihindari sampai diare telah teratasi. Hati–hati dengan daging berlemak seperti bacon dan sosis.
    • Makanan berserat tinggi. Brokoli, jagung, dan kacang polong adalah sayuran berserat tinggi dan dapat memperburuk diare
    • Kafein memiliki efek laksatif dan dapat membuat diare lebih buruk. Hindari kopi, teh, cokelat, dan makanan yang mengandung kafein lainnya.
    • Buah kering. Kurma, kismis, dan plum adalah makanan yang mengandung gula tinggi dan dapat memperburuk diare pada si kecil.

    Nah, kini Moms sudah tak bingung lagi kan dengan asupan yang tepat saat anak diare. Jika membutuhkan produk maupun artikel kesehatan lainnya, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehatDaftar Pustaka

    1. Diarrhea in Children : Why It Happens – webmd.com/children/guide/diarrhea-treatment#1, diakses pada tanggal 14-9-2018
    2. How to ease Toddler Diarrhea – healthline.com/health/parenting/food-for-toddler-with-diarrhea, diakses pada tanggal 14-9-2018
    3. When your child has diarrhea – medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000693.htm , diakses pada tanggal 14-9-2018
    4. Baby Diarrhea Foods – wholesomebabyfood.momtastic.com/baby_diarrhea_foods.htm , diakses pada tanggal 14-9-2018
    5. Pengobatan Diare – , diakses pada tanggal 14-9-2018
    6. Best and worst food to feed a child with diarrhea – bundoo.com/articles/best-and-worst-foods-to-feed-a-child-with-diarrhea/ , diakses pada tanggal 14-9-2018
    Read More
  • “Jangan banyak makan yang asin-asin, nanti darah tinggi loh!”, mungkin Moms sering mendengar kalimat serupa terlontar dari orang-orang sekitar. Darah tinggi atau dalam bahasa medis dikenal sebagai hipertensi memang patut diwaspadai. Tak sedikit bahaya komplikasi yang terjadi akibat hipertensi. Lalu bagaimana mencegah hal ini terjadi? Sebelum bicara tetang pencegahan, ada baiknya kita pahami seluk-beluk hipertensi […]

    Perlu Makan Apa supaya Tekanan Darah Jadi Normal?

    “Jangan banyak makan yang asin-asin, nanti darah tinggi loh!”, mungkin Moms sering mendengar kalimat serupa terlontar dari orang-orang sekitar. Darah tinggi atau dalam bahasa medis dikenal sebagai hipertensi memang patut diwaspadai. Tak sedikit bahaya komplikasi yang terjadi akibat hipertensi. Lalu bagaimana mencegah hal ini terjadi? Sebelum bicara tetang pencegahan, ada baiknya kita pahami seluk-beluk hipertensi terlebih dulu.

    Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan tekanan darah terhadap dinding pembuluh darah arteri. Tekanan darah dapat meningkat dan menurun dalam keseharian kita, tapi jika tekanan darah tetap tinggi, itulah yang dimaksud dengan tekanan darah tinggi. Seiring waktu, tekanan darah tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah yang mengarah ke penyakit jantung, ginjal, stroke, dan masalah lainnya. Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena tidak menunjukkan gejala dan dapat luput dari perhatian sehingga tidak diobati selama bertahun–tahun.

    Jika tekanan darah Moms berada pada tingkat 140/90 atau lebih tinggi lagi, maka disebut tekanan darah tinggi. Sekitar 2 per 3 orang dengan usia lebih 65 tahun memiliki tekanan darah tinggi. Jika tekanan darah antara 120/80 dan 139/89, maka disebut prehipertensi yang berarti Moms sekarang belum memiliki tekanan darah tinggi, tapi sangat mungkin kemudian hari berkembang menjadi tekanan darah tinggi, kecuali jika Moms mencegahnya sejak dini.

    Banyak faktor risiko yang memicu tekanan darah tinggi dan tidak dapat dikendalikan, seperti usia, riwayat keluarga, jenis kelamin, dan ras. Namun, ada juga faktor risiko yang dapat Anda kendalikan seperti olahraga dan diet. Kelebihan berat badan juga merupakan salah satu faktor risiko, sehingga menurunkan berat badan juga dapat membantu.

    Moms dapat menurunkan tekanan darah dengan mengonsumsi makanan yang rendah lemak jenuh, dan lebih mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan susu rendah lemak. Konsumsi juga makanan–makanan yang mengandung kalium, kalsium dan magnesium, serta protein dan serat. Kurangi asupan makanan yang mengandung garam tinggi. Moms dapat mengurangi konsumsi garam dengan cara mengukur kadar garam per hari kurang dari satu sendok, baca kandungan garam pada label makanan yang hendak Moms makan, hindari makanan kaleng, dan fast food. Hindari alkohol, karena alkohol juga dapat meningkatkan tekanan darah.

    Berikut beberapa makanan yang bisa dicoba untuk membantu menurunkan tekanan darah:

    1. SAYURAN HIJAU

    Kandungan kalium dapat membantu ginjal menyingkirkan banyak sodium melalui urin dan akhirnya menurunkan tekanan darah. Sayur–sayuran hijau yang mengandung tinggi kalium adalah kubis, lobak hijau, sawi, bayam, dan selada. Sayuran kaleng sering mengandung sodium, sehingga Moms dianjurkan mengonsumsi sayuran segar.

    1. BUAH- BUAHAN BERRY

    Buah berry, terutama blueberry mengandung senyawa alami yang disebut flavonoid. Menurut suatu penelitian, flavonoid dapat mencegah hipertensi dan membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

    1. UBI MERAH

    Ubi merah mengandung nitrat oksida yang dapat membantu membuka pembuluh darah dan dapat menurunkan tekanan darah. Moms bisa menambahkan menu ini dalam menu utama, dan merupakan sumber karbohidrat yang baik

    1. SUSU RENDAH LEMAK DAN YOGURT

    Susu merupakan sumber kalsium yang sangat baik, kalsium merupakan kandungan yang penting untuk menurunkan tekanan darah. Moms bisa memilih yoghurt jika tidak menyukai susu. Menurut suatu penelitian, mengonsumsi 5 porsi yoghurt dalam seminggu dapat menurunkan risiko tekanan darah tinggi sebanyak 20%. Menu ini juga dapat digabungkan dengan buah–buahan, granola dan oatmeal lainnya sehingga menambah kesehatan jantung. Saat Moms membeli yoghurt, pastikan untuk memeriksa kadar gula. Semakin rendah gula per porsi, semakin baik.

    1. OATMEAL

    Makanan ini mengandung serat tinggi, rendah lemak, dan rendah sodium sehingga baik dikonsumsi untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Moms bisa menggunakan menu ini sebagai menu makanan pagi, yang tentunya dapat digabungkan dengan bahan lainnya seperti susu, buah–buahan dan lainnya.

    1. PISANG

    Pisang mengandung kalium yang baik. Makanan ini pun dapat digunakan sebagai menu utama, maupun sebagai camilan, sehingga mudah dikonsumsi di manapun.

    1. IKAN DENGAN OMEGA 3 TINGGI

    Ikan merupakan sumber protein tanpa lemak yang baik untuk tubuh. Ikan berlemak seperti salmon dan sarden mengandung lemak omega 3 sangat tinggi, yang berfungsi untuk menurunkan tekanan darah, mengurangi peradangan, dan menurunkan trigliserida. Salmon juga mengandung vitamin D, yang juga baik untuk menurunkan tekanan darah.

    1. BIJI – BIJIAN

    Biji – bijian seperti biji bunga matahari, labu merupakan jenis makanan yang mengandung kalium, magnesium dan lainnya yang berguna untuk menurunkan tekanan darah tinggi.

    1. BAWANG PUTIH & REMPAH – REMPAH

    Bawang putih dapat membantu mengurangi hipertensi dengan meningkatkan jumlah nitrat oksida dalam tubuh. Menambahkan rempah–rempah beraroma dalam makanan dapat membantu mengurangi asupan garam. Contoh rempah–rempah yang baik untuk digunakan yaitu kayu manis, basil.

    1. COKELAT HITAM

    Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi cokelat hitam sebanyak 100 gram per hari dapat menurunkan risiko penyakit jantung. Cokelat hitam mengandung 60% padatan kakao dan mengandung gula yang lebih rendah dibandingkan cokelat biasa.

    1. MINYAK ZAITUN

    Minyak zaitun adalah contoh makanan yang mengandung lemak yang sehat untuk tubuh. Minyak ini mengandung polifenol, yaitu senyawa yang dapat membantu menurunkan tekanan darah.

    1. BUAH DELIMA

    Buah delima adalah buah yang baik untuk tubuh dan bisa dikonsumsi langsung atau dibuat jus. Sebuah penelitian menemukan bahwa mengonsumsi buah delima sekali sehari selama 4 minggu dapat menurunkan tekanan darah.

    Apa itu diet DASH?

    DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) adalah menu diet yang mengandung banyak buah–buahan, sayuran biji–bijian, ikan, unggas, kacang–kacangan, dan susu rendah lemak. Jenis makanan ini merupakan makanan yang mengandung kalium, magnesium, kalsium, serat dan protein.

    Diet DASH dapat menurunkan tekanan darah karena memiliki lebih sedikit kandungan garam dan gula dibandingkan diet lainnya, dan diet ini mengurangi asupan terhadap minuman manis, lemak, daging merah, dan daging olahan.

    Jika Moms ingin mengikuti diet DASH, Moms dapat berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi agar dapat menghitung banyak kalori yang dibutuhkan per hari dan merencanakan makanan sesuai yang Moms sukai sehingga dapat dicapai berat badan yang ideal.

    Nah, Moms, itulah makanan–makanan yang dapat Moms konsumsi agar tekanan darah menjadi normal. Diet makanan yang sehat dan olahraga teratur sangat direkomendasikan untuk mengurangi tekanan darah tinggi. Namun, jika tekanan darah Moms tetap tinggi, itu berarti Moms perlu mengonsumsi obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi. Banyak obat yang dapat menurunkan tekanan darah, sebaiknya Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati.

    Jika Anda masih membutuhkan informasi kesehatan terkait darah tinggi, aneka produk dan suplemen kesehatan, atau bahkan alat cek tekanan darah, bisa diperoleh dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. 13 Foods That Are Good for High Bood Pressure – healthline.com/health/foods-good-for-high-blood-pressure#takeaway, diakses pada tanggal 20-9-2018.
    2. Your Guide to Lowering Blood Pressure – nhlbi.nih.gov/files/docs/public/heart/hbp_low.pdf, diunduh pada tanggal 20-9-2018.
    3. Your Guide to Lowering your Blood Pressure With DASH – nhlbi.nih.gov/files/docs/public/heart/dash_brief.pdf, diunduh pada tanggal 20-9-2018.
    4. High Blood Pressure Diet – webmd.com/hypertension-high-blood-pressure/high-blood-pressure-diet#1, diakses pada tanggal 20-9-2018.
    5. 10 Ways to control high blood pressure without medication – mayoclinic.org/diseases-conditions/high-blood-pressure/in-depth/high-blood-pressure/art-20046974, diakses pada tanggal 20-9-2018.
    Read More
  • Polio mungkin bukanlah penyakit yang baru di telinga kita semua, terutama para Ibu yang pasti sudah sering mendengarnya saat membawa si kecil untuk imunisasi. Berkat imunisasi, kasus polio di seluruh dunia saat ini sudah sangat berkurang, bahkan beberapa strain virus polio sudah dinyatakan tidak ada lagi atau tereradikasi. Berdasarkan data WHO, kasus polio sudah berkurang […]

    Apa Saja Fakta tentang Polio yang Perlu Diketahui?

    Polio mungkin bukanlah penyakit yang baru di telinga kita semua, terutama para Ibu yang pasti sudah sering mendengarnya saat membawa si kecil untuk imunisasi. Berkat imunisasi, kasus polio di seluruh dunia saat ini sudah sangat berkurang, bahkan beberapa strain virus polio sudah dinyatakan tidak ada lagi atau tereradikasi.

    Berdasarkan data WHO, kasus polio sudah berkurang sebesar 99% sejak tahun 1988, dari 350.000 kasus dalam lebih dari 125 negara endemis, turun menjadi 22 kasus pada tahun 2017 di seluruh dunia. Sekitar 16 juta orang telah selamat dari kelumpuhan sebagai dampak usaha global mengeradikasi virus polio. Ini menunjukkan betapa pentingnya vaksinasi polio bagi anak-anak. Nah, apa saja fakta tentang penyakit polio ini? Yuk, kita simak bersama.

    Polio atau yang disebut sebagai poliomielitis adalah infeksi susunan saraf pusat yang disebabkan karena virus polio. Virus ini sangat berbahaya dan biasanya menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Virus tersebutdapat menyebabkan kelumpuhan dalam hitungan jam, dan 1 dari 200 individu yang terkena infeksi polio mengalami kelumpuhan pada kaki yang bersifat permanen. Sekitar 5-10% individu yang terinfeksi polio jika tidak ditangani dengan baik dapat mengalami kematian karena tidak bisa bernapas yang disebabkan karena lumpuhnya otot-otot pernafasan.

    Virus polio yang sangat infeksius ini ditularkan dengan carafekal-oral. Feses anak yang terinfeksi polio juga akan mengandung virus polio, sehingga dapat menularkan lewat air dan makanan/minuman yang terkontaminasi. Gejala yang dapat ditimbulkan dari infeksi polio ini bervariasi, yaitu:

    • 72% orang yang terinfeksi virus polio biasanya tidak menimbulkan gejala, ini merupakan bentuk infeksi polio yang paling sering.
    • 24% orang mengalami gejala minor/ringan seperti demam, sakit tenggorokan, lemas, sakit kepala, mual dan muntah.
    • 4% orang akan mengalami nonparalytic poliomyelitis (aseptic meningitis), dimana gejala awal berupa demam, nyeri tenggorokan, mual, dan lemas, kemudian diikuti dengan kekakuan pada leher/punggung, nyeri pada kaki, punggung dan leher, muntah, dan nyeri kepala yang hebat. Dapat juga terjadi kelumpuhan kaki yang ringan.
    • <1% mengalami paralytic poliomyelitis. Kondisi ini sangat jarang, dengan gejala awal berupa gejala ringan dan dilanjutkan dengan 1-3 hari bebas gejala, yang kemudian diikuti oleh kelumpuhan salah satu kaki yang tiba-tiba dan progresif.

    Cukup mengerikan bukan? WHO bahkan menyatakan selama ada 1 anak saja yang masih terinfeksi polio, maka seluruh anak-anak di dunia masih berisiko terinfeksi polio. Apalagi sampai saat ini tidak ada obat yang dapat menyembuhkan penyakit polio. Polio hanya dapat dicegah dan pencegahan terbaik adalah dengan vaksinasi. Itu sebabnya vaksinasi polio sangat penting bagi anak-anak kita.

    Vaksin polio yang diberikan terdiri dari dua macam, yaitu vaksin polio tetes/oral (OPV) dan vaksin polio yang disuntikkan (IPV). Keduanya penting diberikan bagi si kecil untuk memastikan proteksi yang maksimal terhadap virus polio. Efek samping pasca imunisasi polio pun biasanya jarang, biasanya dapat terjadi diare yang tidak menyebabkan demam. Dosis pemberian vaksin polio yang direkomendasikan di Indonesia adalah 4 dosis dan ditambah dengan 1x dosis booster pada 18 bulan. Proteksi vaksin polio ini cukup besar yaitu sebesar 99%.

    Nah, fakta tentang polio ternyata cukup luar biasa bukan? Dan para ibu tidak perlu khawatir, karena imunisasi polio sudah termasuk dalam imunisasi dasar dan wajib di Indonesia. Pastikan buah hati Moms diberikan imunisasi dasar lengkap dan sesuai jadwal agar ia selalu sehat dan terlindungi dari berbagai macam penyakit, salah satunya polio. Nah, bagi Moms yang ingin melakukan vaksin pada si kecil, kini tak perlu repot. Ada layanan vaksin ke rumah loh! Silakan cek lewat www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan vaksinasi maupun kesehatan. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. World Health Organization. Poliomyelitis. Diupdate 14 Maret 2018. Diakses 4 Oktober 2018. Available at: who.int/news-room/fact-sheets/detail/poliomyelitis
    2. Plotkin SA, Orenstein WA, Offit PA, Edwards KM. Plotkin’s vaccines. 7th Philadelphia: Elsevier; 2018. p. 867.
    3. Vesikari T, Damme PV. Pediatric vaccines and vaccinations. Switzerland: Springer; 2017. p. 60-3.
    4. Tanya jawab polio. Diupdate 28 Agustus 2013. Diakses 4 Oktober 2018. Available at: idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/tanya-jawab-polio
    5. Polio vaccination. Diupdate 4 Mei 2018. Diakses 4 Oktober 2018. Available at: cdc.gov/vaccines/vpd/polio/index.html
    Read More
  • Sobat pernah merasakan ‘derita’ pusing sebelah alias migren? Duh, pasti sangat menggangu sekali ya. Tahukah Sobat, migren berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari dua kata yaitu hemi dan cranium. Hemi berarti setengah dan cranium berarti kepala, jadi secara harfiah dapat disimpulkan bahwa migren merupakan nyeri kepala yang umumnya bersifat sebelah atau unilateral. Migren biasanya berlangsung […]

    7 Makanan untuk Mencegah dan Mengatasi Migren

    Sobat pernah merasakan ‘derita’ pusing sebelah alias migren? Duh, pasti sangat menggangu sekali ya. Tahukah Sobat, migren berasal dari bahasa Yunani, terdiri dari dua kata yaitu hemi dan cranium. Hemi berarti setengah dan cranium berarti kepala, jadi secara harfiah dapat disimpulkan bahwa migren merupakan nyeri kepala yang umumnya bersifat sebelah atau unilateral. Migren biasanya berlangsung selama 4 – 72 jam, dengan karakteristik nyeri yang berdenyut. Saat terjadi migren semua pekerjaan yang tengah kita kerjakan dapat terbengkalai, tapi jangan khawatir ada 7 makanan yang dapat mengatasi migren.

    Migren merupakan salah satu jenis sakit kepala yang banyak dikeluhkan masyarakat. Lebih dari 28 juta orang didunia menderita migren, dan 70% diantaranya adalah wanita. Migren dapat terjadi pada semua usia tetapi biasanya muncul pada usia 10 – 40 tahun, dan angka kejadiannya terus menurun seiring dengan bertambahnya usia. Risiko terjadinya migren semakin tinggi pada orang yang memiliki riwayat keluarga dengan migren.

    Penyebab terjadinya migren belum diketahui dengan pasti, tapididuga migren terjadi karena adanya vasokonstriksi di otak (kondisi dimana pembuluh darah mengalami penyempitan) sehingga otak kekurangan asupan nutrisi dan oksigen, lalu pada akhirnya mulai menstimulasi saraf-saraf nyeri disekitarnya. Meski penyebabnya belum begitu jelas, tapiada beberapa faktor yang dapat memicu terjadinya migren antara lain: riwayat migren dalam keluarga, perubahan hormon estrogen dan progesteron pada wanita, stres, faktor fisik, pola tidur, rangsangan cahaya atau bau, alkohol, rokok dan berbagai jenis makanan.

    Pada wanita, migren terjadi karena peningkatan hormon estrogen dalam siklus menstruasi. Peningkatan kadar estrogen ini menyebabkan saraf-saraf nyeri disekitar kepala ikut tersensitisasi sehingga menyebabkan terjadinya nyeri berdenyut pada sebagian kepala atau yang sering disebut dengan migren. Perubahan emosi karena fluktuasi hormonal juga menjadi salah satu penyebab migren. Emosi atau ketegangan akan memberikan respons vasokonstriksi pada pembuluh darah kepala, hal inilah yang menyebabkan terjadi migren.

    Dikatakan sebelumnya makanan pun memiliki andil dalam terjadinya migren, ada beberapa makanan yang dapat mencetuskan migren,tapi adapula 7 makanan yang dapat mengatasi migren. Makanan yang mengandung tyramine, phenylethylamine, histamine, dan caffeine dapat menyebabkan migren.

    Keju adalah salah satu makanan yang mengandung tyramine, tyramine dapat mengahambat metabolisme di otak dan akhirnya menyebabkan migren.

    Cokelat mengandung phenylethylamine, phenylethylamine dapat menyebabkan sakit kepala dengan mengeluarkan norepinephrine, suatu hormon yang dapat menyebakan penyempitanpembuluh darah (vasokonstriksi).

    Caffein yang terkandung pada kopi, teh, dan berbagai jenis minuman bersoda dapat menyebabkan penyempitanpada pembuluh darah, yang akhirnya menyebabkan migren.

    Wine dan bir mengandung histamine yang dapat mencetuskan terjadinya sakit kepala. Selain berbagai zat yang telah diungkapkan diatas, makanan berlemak dan yang mengandung MSG (Monosodium Glutamate)dengan kadar tinggi juga dapat menyebabkan migren.

    Sementara air, magnesium, vitamin B2, asam lemak omega 3, dan triptofan adalah nutrisi-nutrisi yang harus dipenuhi untuk mencegah dan mengatasi migren. Tubuh membutuhkan air minimal 2 liter per hari agar tidak mengalami dehidrasi. Selain itu, air juga memiliki peranan penting untuk membersihkan racun yang terdapat didalam tubuh. Jika asupan air kurang, maka racun-racun didalam tubuh akan sulit dikeluarkan, akibatnya migren akan lebih mudah untuk menyerang. Magnesium diperlukan untuk mencegah terjadinya penyumbatan didalam pembuluh darah, yang dapat menyebabkan aliran darah ke otak menjadi tidak lancar.

    Seperti kita ketahui bahwa migren disebabkan karena kurangnya aliran darah ke otak, sehingga magnesium menjadi mineral yang cukup penting untuk mencegah migren. Salah satu akibat yang disebabkan oleh migren adalah kelelahan fisik, vitamin B2 atau riboflavin dikenal sebagai vitamin penghasil energi sehingga dapat mengurangi kelelahan yang ditimbulkan akibat migren. Selain itu, vitamin B2 juga memiliki efek pereda nyeri, sehingga sangat berguna untuk mengatasi migren. Asam lemak omega 3 merupakan jenis asam lemak yang menguntungkan bagi tubuh, dimana asam lemak omega 3 ini sangat baik untuk nutrisi otak. Zat yang terakhir dibutuhkan untuk mencegah dan mengatasi migren adalah triptofan. Triptofan diperlukan untuk melepaskan hormon serotonin, hormon serotonin dapat membantu penderita migren merasa lebih baik.

    Berikut adalah 7 makanan yang mengandung zat untuk mencegah dan mengatasi migren:

    1. KACANG ALMOND

    Kacang almond adalah suatu kacang terbaik yang dapat berguna untuk mengatasi migren. Kacang almond mengandung omega 3, magnesium, dan triptofan yang cukup tinggi, dimana zat-zat tersebut berguna untuk mengatasi migren.

    1. PISANG

    Pisang adalah salah satu buah yang tinggi kadar potasium dan magnesiumnya. Konsumsilah minimal 1 buah pisang setiap hari untuk mencegah migren.

    1. WORTEL

    Selain tinggi kandungan beta karotennya, wortel juga memiliki kandungan magnesium yang cukup tinggi.Konsumsilah segelas jus wortel atau semangkuk sup wortel untuk mengatasi migren.

    1. BAYAM

    Bayam adalah salah satu sayuran hijau yang banyak memiliki khasiat, selain mumpuni dalam meningkatkan hemoglobin pada penderita anemia, ternyata bayam juga dapat mengatasi migren karena mengandung magnesium dan vitamin B2.

    1. BROKOLI

    Brokoli juga merupakansalah satu sayuran hijau yang ampuh untuk mengatasi migren, brokoli mengandung vitamin B2 yang baik untuk penderita migren.

    1. TUNA

    Tuna adalah salah satu ikan laut yang memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang tinggi. Mengonsumsi tuna mampu mengurangi rasa sakit akibat migren.

    1. SALMON

    Sama halnya dengan tuna, salmon juga memiliki kandungan asam lemak omega 3 yang tinggi, sehingga berkhasiat untuk penderita migren.

    Itulah 7 makanan yang dianjurkan dikonsumsi jika Sobat sering mengalami migren. Nah, bila Sobat memerlukan informasi kesehatan lainnya, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Keterangan lebih detail silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga! Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Sumber:

    1. Mac Gregor, A. 2014. Memahami Migren dan Sakit Kepala Lain. Alih bahasa oleh Kartono Mohamad. Jakarta: Gaya Favorit Press
    2. Headache Classification Subcommitee of the International Headache Society. The International Headache Classification Disorder: 2nd Edition. Cephalgia 2014
    3. Suharjanti, Isti. Strategi Pengobatan Akut Migrain. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. 2013
    4. Liporace, Joyce, “Neurology, United Kingdom: Elsevier Mosby, 2006.
    5. Hashizume M. Psychosomatic approach for chronic migraine. Rinsho Shinkeigaku. 2013
    6. Rapoport AM. Acute and prophylactic treatments for migraine: present and future. Neurol Sci 2014
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja