Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 11–20 of 109 results

  • Sejak virus Corona melanda secara global pada awal 2020 ini, banyak masyarakat dunia mulai mempraktekkan kebiasaan-kebiasaan untuk menekan dan melawan salah satu virus ganas tersebut. Dimulai dari mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, hingga memakai masker. Kebiasaan-kebiasaan ini melengkapi peraturan yang sudah ada, yaitu jaga jarak selama 1 meter, dan tidak boleh berkumpul dalam satu area. […]

    Plus Minus Penggunaan Face Shield

    Sejak virus Corona melanda secara global pada awal 2020 ini, banyak masyarakat dunia mulai mempraktekkan kebiasaan-kebiasaan untuk menekan dan melawan salah satu virus ganas tersebut. Dimulai dari mencuci tangan, menggunakan hand sanitizer, hingga memakai masker. Kebiasaan-kebiasaan ini melengkapi peraturan yang sudah ada, yaitu jaga jarak selama 1 meter, dan tidak boleh berkumpul dalam satu area. Kemudian muncul lagi kebiasaan baru belakangan ini selain memakai masker untuk melindungi diri dari percikan air ludah penyebab Corona, yaitu face shield.

    pemakaian face shield

    Sobat Sehat tentu bertanya-tanya apakah face shield itu? Face shield jika dibahasandonesiakan adalah pelindung wajah. Alat ini merupakan salah satu APD atau alat pelindung diri yang kerap dipakai oleh para petugas medis saat menangani pasien yang terkena virus Corona. Di masa sebelum terjadinya Corona, face shield sering digunakan oleh petugas medis gigi untuk melindungi diri dari cipratan ludah saat operasi gigi.Belakangan, penggunaan alat pelindung diri ini meluas sehingga bukan hanya petugas medis saja yang memakainya namun juga petugas pelayanan publik lainnya seperti petugas di stasiun kereta api, terminal bis bahkan polisi sekalipun.

    Tak hanya petugas medis dan petugas pelayanan publik yang memakai alat berbentuk perisai dan transparan menutupi wajah tersebut. Masyarakat pun sekarang mulai juga menggunakannya sebagai alat perlindungan ekstra selain masker. Pemerintah melalui Keputusan Kementerian Kesehatan HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang Protokol Kesehatan bagi Masyarakat di Tempat dan Fasilitas Umum mewajibkan masyarakat untuk menggunakan masker saat berada di keramaian.

    Pemerintah beralasan bahwa tempat-tempat tersebut sangat berpotensi besar menjadi area penyebaran virus Corona sehingga masyarakat harus membekali diri dengan perlindungan ekstra dan mengikuti protokol kesehatan yang telah ditetapkan. Tempat-tempat umum yang disarankan pemerintah bagi Sobat Sehat untuk memakai face shield adalah sebagai berikut:

    • Pasar
    • Mal
    • Hotel
    • Pusat kebugaran
    • Pusat olahraga
    • Stasiun kereta api
    • Terminal bus
    • Tempat wisata

    Bagi Sobat Sehat yang berniat memakai face shield di tempat-tempat tersebut tentunya harus mengetahui terlebih dahulu aturan-aturan memakainya. Apa saja aturan-aturannya? Simak di bawah ini ya, Sobat!

    Aturan Penggunaan Face Shield

    Ketahui Jenis Bahan Pembuatan dan Bentuknya

    Hal pertama yang perlu Sobat Sehat ketahui dalam aturan penggunaan face shield adalah jenis bahan pembuatan dan bentuknya. Seperti dilansir oleh Journal American Medical Association, APD ini mempunyai banyak ragam bentuk. Namun, sangat disarankan bagi Sobat untuk memilih produk yang terbuat dari plastik bening yang menutupi wajah, dengan ketebalan 0,50 mm.

    Selain itu, face shield yang digunakaan harus berada hingga di bawah dagu, panjang samping tidak menutupi cuping telinga, dan tidak boleh ada celah terbuka antara dahi dan penutup kepala. Pita dahinya juga terbuat dari plastik bening dengan ketebalan yang sama, dan tali silikon bebas lateksnya mempunyai ketebalan 1,4-1,6 mm. Hal lain yang perlu Sobat perhatikan adalah bahan yang digunakan harus jelas secara optic dan tidak retak saat dilipat ke atas hingga sudut 180 derajat untuk membentuk lipatan.

    Masker Tetap Dipakai

    Memakai face shield sebagai alat perlindungan diri memang terlihat lebih praktis daripada menggunakan masker yang jika belum terbiasa membuat tidak bernapas maksimal. Bahkan, pelindung wajah ini kenyataannya dapat melindungi seluruh bagian wajah bahkan yang sangat sensitif sekalipun seperti mata.

    Meski begitu, tidak serta-merta APD ini dapat melindungi secara efektif dari serangan virus Corona. Pemerintah melalui Gugus Tugas Covid-19 menyatakan bahwa face shield bukanlah satu-satunya alat yang dapat melindungi diri dari virus tersebut. Hal itu dikarenakan adanya microdroplet yang bisa saja masuk ke celah face shield yang terbuka sehingga untuk penggunaan secara maksimal harus disertai dengan masker yang dapat dengan efektif menutup rapat hidung dan mulut.

    Harus Rutin Dibersihkan

    Seperti halnya masker terutama masker kain, face shield pun bisa digunakan supaya dapat digunakan berkali-kali. Cara membersihkannya pun cukup mudah, yaitu cukup bersihkan bagian dalam secara hati-hati lalu bersihkan bagian luarnya dengan menggunakan sabun dan air atau disinfektan rumah tangga biasa.

    Selama masih terlihat utuh, dan belum rusak, serta nyaman dipakai, face shield bisa tetap digunakan berkali-kali sehingga dapat menjadi penghalang masuknya virus Corona, dan mencegah si pemakai untuk menyentuh wajah sendiri secara langsung. Selain aturan pemakaian untuk pencegahan Corona yang efektif, face shield tentu saja mempunyai kelebihan dan kekurangan yang perlu Sobat Sehat ketahui.

    Kelebihan Face shield

    Face shield mempunyai beberapa kelebihan daripada memakai masker, yaitu mampu memproteksi keseluruhan area muka, memudahkan Sobat untuk berbicara karena dengan APD ini suara Sobat tidak teredam. Selain itu, alat ini juga membuat Sobat mudah menghirup oksigen, dan tidak merasa gerah ketika memakai masker, dan bagi para pengtuna kacamata tidak membuat kacamata tidak berembun. Hal lainnya lagi adalah face shield juga mudah dibersihkan daripada masker karena untuk membersihkannya cukup menggunakan tisu anti-bakteri dan lap yang telah dibasahi sabun dan air.

    Kekurangan Face shield

    Selain kelebihan, face shield juga mempunyai beberapa kekurangan yang perlu Sobat ketahui, yaitu tidak benar-benar efektif melindungi diri dari Corona karena ada celah yang terbuka yang memungkinkan air liur yang jatuh bisa masuk ke alat pernapasan. Apalagi diketahui bahwa virus lebih lama bertahan di permukaan plastik daripada kain dan kertas sehingga setiap kali dipakai harus disterilkan. Selain itu, APD ini juga terasa panas saat digunakan, dan membuat gerah.

    Face shield ternyata juga bisa berembun jika digunakan secara ketat, dan tidak praktis karena sulit disimpan dalam tas saat akan dibawa bekerja. Itulah mengenai aturan penggunaan serta kelebihan dan kekurangan face shield sebagai salah satu APD terhadap Corona. Jika Sobat ingin mengetahui lebih dalam mengenai aturan penggunaan face shield dan efektivitasnya untuk mencegah Corona silakan klik video Youtube berikut ini:

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Referensi:

    1. Menteri Terawan Terbitkan Aturan Kesehatan Menggunakan Face Shield [Internet]. JawaPos.com. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://www.jawapos.com/nasional/20/06/2020/menteri-terawan-terbitkan-aturan-kesehatan-menggunakan-face-shield/
    2. Media K. Face Shield atau Masker, Mana Lebih Efektif Tangkal Covid-19? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/06/05/083747120/face-shield-atau-masker-mana-lebih-efektif-tangkal-covid-19?page=all
    3. Mulai Banyak Digunakan A. Mulai Banyak Digunakan, Apa Itu Face Shield? Berikut Ini Kelebihan dan Kelemahannya – Semua Halaman – Kids [Internet]. Kids.grid.id. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://kids.grid.id/read/472172627/mulai-banyak-digunakan-apa-itu-face-shield-berikut-ini-kelebihan-dan-kelemahannya?page=all
    4. Cara Memakai Face Shield yang Benar dan Aman, Tetap Menggunakan Masker | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sumut/cara-memakai-face-shield-yang-benar-dan-seberapa-efektif-melindungi-dari-covid-19-kln.html
    5. Face Shield Saja Disebut Tak Ampuh Cegah Microdroplet Corona [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200712182011-255-523782/face-shield-saja-disebut-tak-ampuh-cegah-microdroplet-corona
    Read More
  • Pekerjaan yang menuntut konsistensi dan performa yang tinggi terutama di daerah perkotaan tidak jarang menuntut para pekerjanya untuk melakukan pekerjaan hingga larut malam atau dini hari. Hal ini yang kemudian menyebabkan para pekerja tersebut begadang atau bekerja di waktu jam-jam biologis untuk istirahat atau tidur. Ternyata banyak sekali pekerjaan yang mengharuskan para pekerjanya untuk begadang […]

    Karyawan yang Sering Begadang, Waspada Dampaknya pada Kesehatan

    Pekerjaan yang menuntut konsistensi dan performa yang tinggi terutama di daerah perkotaan tidak jarang menuntut para pekerjanya untuk melakukan pekerjaan hingga larut malam atau dini hari. Hal ini yang kemudian menyebabkan para pekerja tersebut begadang atau bekerja di waktu jam-jam biologis untuk istirahat atau tidur.

    dampak negatif kerja lembur, bahaya kerja larut malam

    Ternyata banyak sekali pekerjaan yang mengharuskan para pekerjanya untuk begadang atau bekerja di malam hari terutama di media massa seperti televisi dan media online, bidang konstruksi, keamanan, atau malah kesehatan itu sendiri.Tentu saja hal ini sebenarnya kurang bagus untuk kesehatan mengingat banyak sekali dampak negatif yang dihasilkan dari begadang.

    Para ahli pun menekankan pentingnya tidur demi kesehatan mental dan fisik. Tak hanya itu, tidur juga mampu mengonservasi energi, merestorasi tubuh, dan untuk perkembangan otak.Terlihat cukup mudah sebenarnya untuk dilakukan, namun ternyata hal tersebut sukar bagi orang-orang yang pekerjaannya mengharuskan untuk begadang demi menyelesaikan tugas. Sebenarnya seperti apa dampak negatif begadang tersebut? 

    Dampak Negatif Bergadang

    Konsentrasi Menurun

    Dampak negatif yang Sobat akan rasakan akibat sering begadang adalah Sobat mengalami turunnya konsentrasi. Hal itu karena begadang juga mengubah aktivitas otak. Konsentrasi yang menurun itu membuat Sobat menjadi lambat dalam merespons segala sesuatu terutama pada lingkungan sekitar. Hal ini yang kemudian keinginan untuk sering tidur menjadi lebih tinggi. Tentu saja hal ini dapat membahayakan mengingat keseringan tidur atau bahkan tidur secara berlebihan akibat begadang dapat menyebabkan masalah-masalah kesehatan seperti diabetes, obesitas, sakit kepala, sakit punggung hingga malah menyebabkan kematian.

    Mood menjadi Labil

    Dampak kedua yang Sobat rasakan adalah mood menjadi labil. Akibatnya, Sobat akan menjadi orang yang tidak mudah mengendalikan emosi atau gampang emosian. Sobat juga mudah sensitif terhadap hal-hal yang sebenarnya sepele, dan bahkan Sobat bisa mempunyai kecenderungan tinggi untuk depresi.

    Menjadi Pelupa

    Lupa adalah hal wajar yang terjadi pada setiap orang akibat menurunnya daya ingat dalam otak. Hal ini biasanya terjadi pada orang yang sudah tua atau lanjut usia.Namun ternyata sifat lupa juga bisa terjadi pada orang yang sering begadang. Lupa muncul karena adanya hambatan pada otak untuk memproses sesuatu yang sudah terjadi, dan dapat dipastikan informasi yang baru diterima itu hilang dalam sekejap. Karena itu, supaya Sobat tidak menjadi orang yang pelupa sebaiknya mulai mengurangi begadang atau tidak begadang sama sekali.

    Turunnya Daya Tahan Tubuh

    Keseringan begadang ternyata juga dapat menyebabkan turunnya daya tahan tubuh sehingga tubuh dapat mudah terserang penyakit termasuk Corona. Turunnya daya tahan tersebut dikarenakan kemampuan sel imun untuk melawan kuman terganggu kemudian hal tersebut diperparah dengan meningkatnya hormon stres sehingga kuman dapat mudah masuk ke tubuh.

    Berdampak Negatif pada Pekerjaan

    Keseringan begadang karena tuntutan pekerjaan ternyata malah berdampak negatif bagi pekerjaan itu sendiri. Beberapa dampak yang Sobat rasakan adalah sebagai berikut:

    • Terjadinya kecelakaan kerja akibat atensi yang terganggu dan kurang waspada terhadap lingkungan sekitar.
    • Menyebabkan miskomunikasi yang berujung pada terjadinya emosi akibat salah persepsi, dan salah menerima informasi.
    • Produktivitas menurun yang berujung pada respon yang menurun, bekerja secara lambat, dan sering tertidur saat bekerja.
    • Absen karena sakit berawal dari daya tahan tubuh yang menurun sehingga mudah terserang penyakit. Apabila dibiarkan terus-menerus tentu akan menganggu performa dan kelanjutan Sobat di tempat kerja.

    Apa yang Harus Dilakukan untuk Mengatasi Dampaknya?

    Untuk mengurangi dampak negatif akibat begadang sebenarnya cukup mudah. Sobat hanya perlu tidur cukup selama 8 jam, kemudian merelaksasi pikiran, konsumsi vitamin, dan melakukan vaksinasi. Namun apabila Sobat memang tidak bisa mengurangi begadang karena pekerjaan, beberapa hal ini bisa Sobat lakukan supaya tetap sehat saat begadang.

    Istirahatlah dengan Cukup Terlebih Dahulu

    Kunci pertama supaya begadang tetap sehat adalah Sobat sebaiknya tidur dengan cukup terlebih dahulu di waktu siang.  Dengan istirahat yang cukup tersebut, Sobat tidak akan merasa terbebani dan mengantuk sehingga bisa semangat dalam bekerja. Karena itu, aturlah pencahayaan dengan cukup di tempat kerja supaya Sobat tidak mengantuk, dan bisa bekerja.

    Perhatikan yang Harus Dikonsumsi

    Supaya begadang tetap sehat dan dalam keadaan prima, konsumsi makanan harus juga diperhatikan. Usahakan jangan mengonsumsi makanan cepat saji atau makanan yang berat yang justru akan menyebabkan kantuk, dan menurunkan performa. Karena itu, sebaiknya konsumsi saja makanan yang ringan dan menyehatkan alias mengandung vitamin untuk kebugaran tubuh. Jika Sobat ingin meminum kopi, hal itu boleh saja asalkan diminum secara teratur dan tidak berlebihan.

    Jika Sudah Mengantuk, Tidurlah Sejenak

    Meski Sobat sudah mempersiapkan diri dengan tidur di waktu pagi atau siang, tentu saja yang namanya rasa kantuk akan kembali melanda. Jika Sobat sudah merasakan hal tersebut, sebaiknya Sobat tidur saja sejenak. Namun apabila Sobat tidak ingin tidur karena tidak enak dengan atasan, Sobat bisa mengalihkan rasa kantuk itu dengan menonton TV atau mendengarkan musik. Atau Sobat bisa berdiri, melakukan peregangan atau berjalan-jalan di sekitar tempat kerja supaya aliran darah menjadi lancar dan tidak kaku, serta Sobat mendapatkan penyegaran.

    Itulah dampak negatif dari begadang serta mengatasinya, dan cara begadang yang sehat apabila Sobat memang tidak bisa menghindari yang namanya begadang karena tuntutan pekerjaan. Meski begitu, jika ingin mempunyai kehidupan yang bagus dan berkualitas, sebaiknya Sobat tetap menghindari begadang jika hal itu memang bisa dihindari.

    Apabila Sobat ingin mengetahui secara lengkap dampak negatif dari begadang, silakan tonton video Youtube berikut inidan jangan lupa subscribe YouTube ProSehat.



    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Referensi:

    1. Inilah 6 profesi yang menuntut aktif bekerja pada malam hari [Internet]. brilio.net. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://www.brilio.net/creator/inilah-6-profesi-yang-menuntut-aktif-bekerja-pada-malam-hari-cfa7bb.html
    2. [Internet]. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://greatdayhr.com/id/kerjaan-banyak-mengharuskan-begadang-inilah-tips-sehat-saat-begadang/
    3. Bahaya Begadang untuk Kesehatan [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 21 July 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20191021141513-255-441495/7-bahaya-begadang-untuk-kesehatan
    Read More
  • Setiap wanita tentu akan mengalami keputihan, yaitu proses alami yang ditandai berupa cairan bening yang keluar dari vagina. Cairan yang keluar tersebut mempunyai fungsi yang tidak sembarangan karena membersihkan vagina supaya tetap sehat serta menjadi pelumas yang dapat menghindarkan vagina dari infeksi dan iritasi. Meski mempunyai fungsi kesehatan, kenyataannya keputihan malah dapat mengancam organ kewanitaan […]

    Benarkah Keputihan Pertanda Kanker Serviks?

    Setiap wanita tentu akan mengalami keputihan, yaitu proses alami yang ditandai berupa cairan bening yang keluar dari vagina. Cairan yang keluar tersebut mempunyai fungsi yang tidak sembarangan karena membersihkan vagina supaya tetap sehat serta menjadi pelumas yang dapat menghindarkan vagina dari infeksi dan iritasi.

    Keputihan pertanda serviks

    Meski mempunyai fungsi kesehatan, kenyataannya keputihan malah dapat mengancam organ kewanitaan jika keluar secara berlebihan. Keluarnya keputihan secara berlebihan itu disebabkan oleh jamur, bakteri, parasit, yang bersarang dalam vagina. Jamur yang menyebabkan keputihan adalah Candida albicans yang dapat menyebabkan gatal pada sekitaran vulva. Jamur ini akan menyebabkan keputihan berwarna putih susu, berbau, gatal, dan cairan lebih kental. Bahkan pada kondisi tertentu dapat menyebabkan kemerahan dan membahayakan jika terjadi pada ibu hamil. Sebab, hal itu bisa tertelan oleh bayi, dan bayi tersebut akan mengalami kondisi yang sama.

    Untuk bakteri adalah Bacterial vaginosis. Bakteri ini dapat menyebabkan rasa gatal, menganggu, menimbulkan buih, dan berwarna keabuan. Sobat perlu berhati-hati terhadap keputihan akibat bakteri ini karena bisa menjadi gejala penyakit kelamin. Sedangkan untuk parasit disebabkan oleh Trichomonas vaginalis yang ditularkan melalui hubungan intim, perlengkapan mandi bersama, kloset umum atau menggunakan celana dalam penderita. Kondisinya ditandai dengan keputihan yang sangat kental, berwarna kuning, berbuih, dan berbau anyir. Keputihan akibat parasit ini memang tidak akan menimbulkan rasa gatal, namun akan mengalami nyeri saat ditekan.

    Bahkan, keputihan yang tidak normal bisa menjadi gejala penyakit kanker serviks, salah satu penyakit mematikan yang mengancam wanita di seluruh dunia. Karena mematikan itulah, sudah pasti banyak Sobat Sehat yang menjadi khawatir dan waswas jika ternyata mengidap penyakit tersebut. Meski begitu, Sobat jangan dulu berasumsi bahwa Sobat terkena kanker serviks hanya karena mengalami keputihan yang berlebihan.

    Sebab, belum tentu keputihan menjadi penyebab atau gejala kanker serviks. Lalu bagaimana caranya supaya bisa mengetahui bahwa yang Sobat alami itu keputihan atau kanker serviks? Yuk, tanpa berlama-lama mari simak beberapa poin penjelasan di bawah ini.

    Ciri-ciri Keputihan Penyebab Kanker Serviks

    Terjadi Berulang-ulang

    Tanda pertama jika Sobat memang mengalami gejala kanker serviks akibat keputihan adalah keputihan terus terjadi berulang-ulang, tidak kunjung sembuh, dan warnanya kecoklatan. Perlu Sobat ketahui bahwa keputihan yang normal adalah warnanya sangat jernih. Warna ini akan muncul selama terjadinya ovulasi pada atau tepat sebelum datang bulan.

    Apabila keputihan yang Sobat miliki warnanya kuning pucat, tidak berbau, dan tidak disertai dengan gejala lain, sebenarnya Sobat tidak perlu mengkhawatirkannya. Juga, jika keputihan tersebut berwarna kecoklatan atau berdarah bisa dikatakan normal asalkan itu terjadi selama atau tepat setelah siklus menstruasi. Jika terjadinya pada waktu haid yang normal, dan Sobat baru saja berhubungan seks tanpa perlindungan, kemungkinan itu adalah tanda kehamilan.

    Mengalami Rasa Sakit Pada Paha

    Tanda kedua yang perlu Sobat ketahui apabila keputihan mengarah pada kanker serviks adalah Sobat mengalami rasa sakit pada paha, yaitu berupa pembengkakan. Selain pembengkakan pada paha, hal lain yang akan Sobat rasakan adalah nafsu makan menjadi berkurang, berat badan, tidak stabil, susah buang air kecil, dan mengalami pendarahan spontan. Selain tanda-tanda di atas, Sobat juga perlu mengetahui bahwa sebenarnya kanker serviks tidak melulu disebabkan oleh keputihan. Beberapa penyebab kanker serviks selain keputihan adalah sebagai berikut:

    Penyebab Kanker Serviks Selain Keputihan

    Mengalami Sakit Pada Bagian Pelvis

    Pelvis atau panggul yang sakit rupanya bisa menjadi penyebab kanker serviks terutama pada saat mengalami menstruasi. Perasaan sakit ini akan menyerang dalam waktu yang cukup lama, dimulai dari rasa sakit biasa hingga rasa sakit yang tajam.

    Terjadi Pendarahan Pada Pelvis

    Pertanda lainnya adalah terjadinya pendarahan pada pelvis ketika menstruasi atau saat berhubungan badan. Apabila Sobat mengalami hal seperti ini, sebaiknya segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut sebagai langkah pencegahan.

    Sakit Ketika Buang Air Kecil

    Buang air kecil dan Sobat merasakan sakit saat melakukannya ternyata juga menjadi pertanda bahwa Sobat mengalami gejala kanker serviks selain keputihan. Rasa sakit itu timbul ketika sel kanker sudah mencapai saluran kemih.

    Apa yang Harus Dilakukan Jika Sudah Terkena Gejalanya?

    Apabila Sobat merasa terkena gejala kanker serviks akibat keputihan yang tidak normal, Sobat harus segera memeriksakan diri ke dokter untuk melakukan skrining.  Skrining yang dilakukan bisa berupa IVA atau inspeksi visual asetat maupun pap smear apabila Sobat sudah menikah.

    Selain IVA atau pap smear, pemeriksaan yang dilakukan bisa berupa tes DNA HPV, kopolskopi untuk pemeriksaan lebih lanjut atau cara lain yang digunakan dokter untuk melihat vulva, vagina, dan serviks seperti mengunakan alat pembesar. Cara lainnya adalah melakukan terapi keputihan ketika di dokter yang bisa berupa terapi hormon, ganti alat KB, kemoterapi, dan pembedahan.

    Untuk Sobat yang sering berhubungan badan bisa melakukan pemeriksaan secara rutin setiap tahunnya. Selain pemeriksaan, Sobat diharapkan untuk selalu menjaga kebersihan area wanita terutama sebelum berhubungan badan dengan mandi terlebih dahulu. Sobat juga diharapkan untuk tidak selalu berasumsi secara berlebihan apabila mempunyai keputihan yang tidak normal sehingga membuat diri menjadi khawatir. Apalagi jika Sobat mendapatkan sumber tentang gejala kanker serviks bukan dari sumber yang terpercaya. Karena itu, memeriksakan diri kepada dokter yang memang ahlinya adalah hal yang terpenting dan wajib dilakukan.

    Itulah mengenai keputihan tidak normal yang tidak melulu menjadi gejala kanker serviks serta penyebab selain keputihan. Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam lengkap mengenai keputihan bisa menjadi gejala kanker serviks atau tidak sama sekali silakan tonton video Youtube berikut, dan jangan lupa subscribe YouTube ProSehat.

    Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    Referensi

    1. Sendari A. Ciri-Ciri Keputihan Normal dan Tidak Normal, Waspadai Gejalanya [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4011262/ciri-ciri-keputihan-normal-dan-tidak-normal-waspadai-gejalanya
    2. Rakyat P. Mengenal 6 Jenis Keputihan, dari Tanda Kanker Serviks hingga Gejala Infeksi Bakteri – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. www.Pikiran Rakyat. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-01328876/mengenal-6-jenis-keputihan-dari-tanda-kanker-serviks-hingga-gejala-infeksi-bakteri
    3. Benarkah Keputihan Menjadi Penyebab Kanker Serviks? [Internet]. kumparan. 2020 [cited 20 July 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparanstyle/benarkah-keputihan-menjadi-penyebab-kanker-serviks-1552482239128232572
    Read More
  • Selama ini rapid test mungkin lebih familiar di telinga Sobat dibanding PCR swab test untuk mendeteksi virus corona dalam tubuh. Lalu apakah sebenarnya PCR swab test itu? Apa saja perbedaannya dengan rapid test yang juga jamak dilakukan?  Apakah PCR Swab Itu? PCR Swab Test atau Polymerase Chain Reaction adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi material genetik […]

    Sudahkah Sobat Paham Tentang PCR Swab?

    Selama ini rapid test mungkin lebih familiar di telinga Sobat dibanding PCR swab test untuk mendeteksi virus corona dalam tubuh. Lalu apakah sebenarnya PCR swab test itu? Apa saja perbedaannya dengan rapid test yang juga jamak dilakukan? 

    Apakah PCR Swab Itu?

    pcr swab test corona, tes pcr

    PCR Swab Test atau Polymerase Chain Reaction adalah pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi material genetik dari sel, bakteri, atau virus. Pemeriksaan laboratorium ini juga digunakan sebagai salah satu metode untuk mendiagnosis sebuah virus, yaitu dengan mendeteksi material genetik virus tersebut.
    Material genetik yang terdapat dalam bakteri atau virus bisa berupa DNA atau deoxyribonucleic acid atau RNA (ribonucleic acid). Kedua jenis materi genetik ini tentu saja berbeda, dan perbedaan keduanya dapat dilihat dari jumlah rantai yang ada di dalamnya.


    Diketahui bahwa DNA merupakan material genetik yang mempunyai rantai ganda sedangkan RNA adalah material genetik dengan rantai tunggal. Baik DNA maupun RNA pada setiap spesies makhluk hidup membawa informasi genetik yang unik.


    Untuk bisa mengetahui keberadaan DNA dan RNA dalam swab test adalah melalui teknik amplifikasi atau pembanyakan. Dari swab test ini, keberadaan material genetik yang ditimbulkan dari berbagai jenis penyakit akibat infeksi bakteri atau virus akan bisa dideteksi, dan akhirnya bisa membantu mendiganosis penyakit tersebut.

    Jenis Penyakit Apa Saja yang Bisa Didiagnosis?

    Ada beberapa jenis penyakit atau infeksi yang bisa didiagnosis menggunakan swab test atau PCR, antara lain: 

    • HIV
    • Hepatitis C
    • Cytomegalovirus
    • HPV
    • Gonore
    • Klamdia
    • Lyme
    • Pertusis (batuk rejan)

    Ternyata selain untuk mendiagnosis penyakit-penyakit di atas, swab test juga dapat digunakan untuk mendeteksi virus corona. Virus ini adalah salah satu penyakit infeksi yang disebabkan oleh SARS-CoV-2, dan merupakan jenis virus RNA.

    Siapa Saja yang Harus Menjalani Swab Test?

    Orang-orang yang perlu menjalani swab test adalah mereka yang dikenakan status ODP, PDP, orang-orang yang mempunyai kontak erat dengan pasien positif Corona, dan pasien dengan hasil rapid test yang positif.

    Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukannya

    Untuk melakukan swab test ini sebaiknya dilakukan selama 2 hari ketika Sobat mengalami gejala Corona, dan hasilnya akan keluar dalam 2×24 jam. Jika Sobat melakukan swab pada pagi hari, hasilnya pun sudah bisa keluar pada sore harinya. Selama menanti hasil swab tersebut, Sobat tetap diarahkan oleh dokter untuk melakukan isolasi.

    Seperti Apa Prosedurnya?

    Ada dua prosedur dalam pelaksanaan swab test ini. Pertama, melalui hidung, dan yang kedua melalui tenggorokan.

    Untuk hidung adalah sebagai berikut:

    • Pasien agak mendongak dan diminta membuang napas dari hidung.
    • Alat swab akan masuk ke lubang hidung pasien hingga ke bagian belakang hidung.
    • Petugas medis akan mengambil sampel dengan cara memutar alat swab selama beberapa detik.

    Sedangkan melalui tenggorokan adalah sebagai berikut:

    • Pasien membuka mulut lebar-lebar lalu petugas medis akan memasukkan alat swab ke dalam mulut sampai menyentuh tenggorokan.
    • Alat swab tidak boleh menyentuh lidah.
    • Setelah itu, alat swab akan diputar selama beberapa detik untuk mengambil sampel.

    Sampel dahak yang diambil melalui metode swab ini memakan waktu sekitar 15 detik, dan tidak menimbulkan rasa sakit. Setelah itu sampel dahak tersebut akan diteliti di laboratorium.

    Bagaimana Cara Kerjanya?

    Untuk bisa mendeteksi keberadaan virus Corona dalam tubuh manusia melalui swab test, terlebih dahulu akan diawali dengan mengubah RNA yang ada dalam sampel menjadi DNA. Hal ini perlu dilakukan sebab Corona merupakan virus RNA. Proses pengubahannya dilakukan dengan enzim reverse-transcriptase sehingga teknik pemeriksaan virus RNA dengan mengubah terlebih dahulu menjadi DNA, dan mendeteksinya dengan PCR yang kemudian disebut dengan reverse-transcriptase polymerase chain reaction atau RT-PCR.


    Setelah pengubahan tersebut, barulah alat yang digunakan untuk PCR akan melakukan amplifikasi atau pembanyakan materi genetik ini sehingga bisa terdeteksi. Jika mesin PCR mendeteksi RNA virus Corona di sampel dahak atau lendir yang diperiksa, sudah dapat dipastikan hasilnya positif.

    Di Mana Bisa Melakukannya?

    Sobat bisa melakukan swab test Corona ini di rumah sakit mana saja terutama rumah sakit yang sudah ditunjuk oleh pemerintah untuk menangani wabah Covid-19. Tidak ada persiapan khusus untuk melakukan ini. Sobat cukup datang saja, dan melalukan prosedur yang diminta oleh petugas kesehatan yang memeriksa Sobat. Selain rumah sakit dan fasilitas kesehatan yang punya kewenangan, swab test juga bisa dilakukan di fasilitas-fasilitas publik seperti stasiun kereta api dan terminal bis.


    Untuk di rumah sakit pun, Sobat bisa melakukannya secara drive thru yang bakal mempermudah Sobat sekaligus juga menimimalkan penyebaran virus yang rentan terjadi di rumah sakit.

    Apakah Swab PCR Bisa Dilakukan Sendiri?

    Tentu Sobat Sehat bertanya-tanya apakah swab test bisa dilakukan sendiri seperti halnya rapid test? Jawabannya, tidak bisa karena swab test adalah tes finalisasi atau terakhir, seseorang positif atau negatif terkena Corona. Karena merupakan tes terakhir, berarti tes ini bukanlah tes yang main-main sehingga semua prosedur dan protokol kesehatannya harus dilakukan petugas medis yang sudah mempunyai keahlian dalam hal tersebut.

    Mengapa Harus Swab Test?

    Swab test diperlukan untuk mengetahui secara pasti dan tepat bahwa orang yang terindikasi terkena virus Corona itu benar-benar positif atau malah negatif sehingga setelah diketahui hasilnya, bagi yang positif akan diarahkan untuk diisolasi selama 14 hari untuk menghentikan penyebaran virus.


    Sedangkan bagi yang negatif, otomatis akan dinyatakan sembuh sehingga tidak perlu menjalani isolasi. Meski begitu, untuk Sobat yang mendapatkan hasil yang negatif tetap harus menjalankan protokol kesehatan dari pemerintah dan WHO, yaitu mencuci tangan dengan sabun, memakai hand sanitizer, serta memakai masker bila akan keluar rumah.


    Selain sebagai indikator positif dan negatif Corona, swab test juga bisa digunakan sebagai  persyaratan bagi mereka yang akan bepergian keluar kota melalui SIKM atau surat izin keluar masuk seperti yang ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menjelang PSBB Transisi. Dengan mengantongi SIKM yang di dalamnya ada hasil swab test, tentu akan mempermudah Sobat yang bepergian untuk urusan bisnis dan pekerjaan.

    Adakah Efek Samping?

    Sebagaimana halnya sebuah tes atau uji kesehatan, tentu saja ada efek samping yang akan dirasakan. Untuk swab test ini efek sampingnya merupakan efek samping yang tergolong ringan. Efek samping itu adalah rasa sakit dan geli. Kedua rasa itu timbul sebagai akibat alat swab masuk ke salah satu atau dua lubang hidung yang kemudian diputar beberapa kali.

    Perbedaan dengan Rapid Test

    Seperti sudah disinggung sebelumnya bahwa swab test dan rapid test itu sangat berbeda. Perbedaan mendasar keduanya adalah jika swab test untuk mendiagnosis secara final, sedangkan rapid test sebagai pemeriksaan tahap awal atau pembuka.

    Perbedaan lainnya adalah pada prosedur. Apabila swab menggunakan dahak atau liur, rapid menggunakan sampel darah. Begitu juga dengan alat-alat yang digunakan.


    Untuk keakuratan hasil, swab test tentu saja lebih akurat karena merupakan tes final. Meski begitu, swab test tidak serta-merta bisa dijadikan sebagai deteksi pasti Corona. Karena, positif atau negatifnya seseorang terkena Corona adalah dari daya tahan atau imun dalam tubuhnya. Apabila daya tahan tubuhnya bagus, orang tersebut akan bisa dinyatakan negatif atau sembuh.


    Apabila Anda ingin melakukan rapid test maupun swab PCR, silakan memanfaatkan layanan tersebut dari ProSehat, dengan cara menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800

     

    Referensi

    1. Hasibuan L. Daftar Lokasi Swab Test Covid-19 Jalur Mandiri dan Tarifnya [Internet]. tech. 2020 [cited 16 July 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20200603142032-37-162783/daftar-lokasi-swab-test-covid-19-jalur-mandiri-dan-tarifnya
    2. Shafa F. Bedanya Rapid Test, Swab atau PCR, Mana yang Lebih Efektif? [Internet]. POPMAMA.com. 2020 [cited 16 July 2020]. Available from: https://www.popmama.com/life/health/faela-shafa/bedanya-rapid-test-swab-atau-pcr-mana-yang-lebih-efektif
    3. Media K. Mengenal Tes Swab Corona: Pengertian, Tahapan hingga Biayanya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 16 July 2020]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/06/01/183200065/mengenal-tes-swab-corona–pengertian-tahapan-hingga-biayanya?page=all
    4. Berbagai Metode Test Covid-19; PCR A. Berbagai Metode Test Covid-19; PCR, Rapid Test, TCM, Apa Perbedaannya? – Semua Halaman – Grid Health [Internet]. Health.grid.id. 2020 [cited 16 July 2020]. Available from: https://health.grid.id/read/352088718/berbagai-metode-test-covid-19-pcr-rapid-test-tcm-apa-perbedaannya?page=all
    Read More
  • Rapid test menjadi istilah yang begitu populer ketika virus Corona merebak di Indonesia sejak awal Maret 2020. Prosedur kesehatan ini dilakukan untuk mengetahui secara cepat positif atau negatif orang yang terindikasi menderita Corona. Hampir semua instansi, baik pemerintah maupun swasta mewajibkan para pegawainya untuk melakukan rapid test yang sudah disediakan di kantor-kantor tersebut. Tujuannya supaya […]

    Hal-hal yang Perlu Sobat Ketahui Tentang Rapid Test Corona

    Rapid test menjadi istilah yang begitu populer ketika virus Corona merebak di Indonesia sejak awal Maret 2020. Prosedur kesehatan ini dilakukan untuk mengetahui secara cepat positif atau negatif orang yang terindikasi menderita Corona. Hampir semua instansi, baik pemerintah maupun swasta mewajibkan para pegawainya untuk melakukan rapid test yang sudah disediakan di kantor-kantor tersebut. Tujuannya supaya virus Corona dapat dicegah dan dikendalikan penyebarannya mengingat sifat virus ini yang begitu massif penyebarannya.

    Pengertian Rapid Test

    rapid tesr corona

    Rapid Test yang jika dibahasaindonesiakan menjadi tes cepat atau uji cepat adalah metode skrining awal untuk  mendeteksi antibodi, IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan Corona melalui sampel darah. Keduanya akan terbentuk apabila ada paparan virus Corona atau SARS-CoV2. Ketika ada antigen yang masuk ke tubuh kita seperti Corona, tentu saja sistem pertahanan tubuh kita akan melawan. Hal tersebut bisa disamakan dengan sistem pertahanan negara, yang dalam hal ini sel darah putih dalam tubuh kita adalah tentaranya.
    Apabila serangan virus semakin banyak ke dalam tubuh, semua sel darah putih akan dikerahkan menangkal berbagai fungsi selain menyerang. Jadi ada yang berperan sebagai mata-mata untuk kemudian dijadikan sebagai informasi untuk melawan virus tersebut.
    Dari situlah kemudian ada tim khusus untuk melawan yang disebut dengan antibodi, yang akan menempel pada antigen sehingga kemampuan virus memasuki sel dan memperbanyak diri dapat dicegah. Fungsinya untuk melawan bakteri, virus, dan benda asing lainnya. 

     

    Dua Jenis Antibodi dalam Darah
    Immonuglobulin G (IgG)

    Ini adalah jenis antibodi yang paling umum ditemukan dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Antibodi tersebut akan menyimpan memori yang berkaitan dengan bakteri atau virus yang pernah masuk ke dalam tubuh sehingga dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi yang bisa ditimbulkan kemudian hari.

    Imunoglobulin M (IgM)

    Antibodi ini adalah antibodi yang akan memberikan perlindungan pertama terhadap suatu infeksi. Artinya, ia akan muncul setelah tubuh terpapar oleh bakteri atau virus untuk pertama kali. Kadar IgM kemudian akan meningkat karena pertama kali terinfeksi  lalu menurun seiring dengan meningkatnya kadar IgG untuk memberikan perlindungaan jangka panjang terhadap infeksi. Karena dapat menentukan secara cepat positif atau tidaknya seseorang terkena corona, maka rapid test atau uji cepat wajib dilakukan sebagai sebuah skrining awal yang ke depannya dapat mencegah dan memutus rantai penyebaran Corona selain tetap di rumah dan tidak berkumpul di ruang publik.

    Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukannya?

    Sobat Sehat bisa melakukan rapid test Corona, yaitu 7 hari setelah terpapar virus Corona. Waktu ini lebih efektif, dan karena dalam jeda waktu tersebut diperlukan juga untuk mendeteksi antibodi yang terbentuk dalam tubuh pasien akibat infeksi, yakni IgG dan IgM.
    Kedua immunoglobulin tersebut merupakan jenis antibodi yang akan terdeteksi melalui tes cepat Corona. Namun, apabila Anda merasa mengalami gejala yang mencurigakan, segera periksakan diri ke dokter.

    Siapa yang Perlu Melakukan Rapid Test?

    Uji cepat Corona ini direkomendasikan kepada orang-orang berikut:

    • Orang tanpa gejala atau OTG, terutama yang pernah melakukan kontak minimal 7 hari dengan pasien positif COVID-19 atau memiliki risiko tertular. Contohnya adalah petugas kesehatan.
    • Orang dalam pemantauan atau ODP.
    • Pasien dalam pengawasan atau PDP.
    • Orang-orang yang berprofesi dalam kesehariannya kontak dengan banyak orang seperti polisi, tentara, sopir transportasi massal, petugas bandara, kurir, pejabat publik pengemudi ojek online, dan sebagainya.
    • Uji cepat  Corona ini bisa dilakukan setelah orang-orang yang disebut di atas terpapar Corona  supaya bisa lebih efektif ketika memeriksa dua antibodi dalam tubuh.

    Sobat tentu juga akan bertanya mengenai harga dan prosedur yang harus dilakukan mengenai rapid Corona ini.

    Berapa Harganya?

    Harga rapid test Corona mulai dari Rp 350.000, dan dapat bervariasi tergantung paket yang ditawarkan oleh fasilitas kesehatan yang ditunjuk melakukan tes ini. Biasanya tes dilakukan bersamaan dengan beberapa tes lainnya seperti rontgen thorax dan tes darah.
    Akan tetapi harga yang demikian dikeluhkan sebagian besar masyarakat terutama bagi yang kurang mampu sehingga pemerintah memutuskan pada 6 Juli 2020 bahwa harga tertinggi untuk rapid test Corona ini sebesar Rp 150.000 berdasarkan SE Nomor HK.02.02/I/2875/2020.

    Bagaimana Prosedurnya?

    Prosedur untuk melakukan uji cepat Corona ini terdiri dari berbagai tahapan, yaitu:

    • Tenaga medis akan membersihkan area pengambilan darah dengan cairan antiseptik untuk membunuh kuman dan mencegah infeksi.
    • Lengan atas akan diikat dengan perban elastis agar aliran darah dapat terkumpul dan pembuluh darah vena lebih mudah ditemukan.
    • Darah kemudian akan diambil dengan menyuntikkan jarum steril ke pembuluh darah setelah vena ditemukan.
    • Tabung khusus lalu dipasang di belakang jarum suntik.
    • Jarum akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban ketika jumlah darah sudah cukup.

    Cara lain yang bisa digunakan adalah seperti pada tes golongan darah, yaitu dapat dilakukan dengan menusukkan jarum di ujung jari pasien. Setelah darah keluar dari hasil penusukan kemudian akan diteteskan pada alat rapid test. Hasilnya akan keluar dalam 15-20 menit.

    Seperti Apa Hasilnya?

    Hasil Corona sendiri bisa reaktif atau non-reaktif. Reaktif atau positif terjadi jika salah satu atau kedua antibodi IgM atau IgC menunjukkan hasil reaktif yang menandakan bahwa pasien mengalami infeksi tertentu yang bisa akibat virus lain, bukan Covid-19. Karena itulah, untuk memastikan infeksi yang muncul bukan karena Covid-19, biasanya dokter akan merujuk Sobat untuk langsung melakukan swab test atau PCR. Sedangkan non-reaktif terjadi jika antibody IgG dan IgM menunjukkan hasil yang negatif. Dengan kata lain, tidak ada infeksi pada pasien.
    Pemeriksaan rapid test ini supaya benar-benar efektif perlu diulang sekali lagi pada 7-10 hari kemudian jika memang hasilnya negatif. Apabila positif, Sobat disarankan untuk isolasi mandiri selama 14 hari dengan tetap menghubungi petugas kesehatan secara online. Jika parah, Sobat harus segera dirujuk ke rumah sakit darurat atau khusus untuk penanganan Corona.

    Perbedaan dengan Swab Test

    Seperti yang sudah disebutkan setelah Sobat melakukan rapid test, Sobat juga disarankan untuk melakukan swab test atau PCR. Tentu banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya apa perbedaan antara rapid dan swab?
    Perbedaan mendasar pada keduanya adalah apabila rapid untuk skrining atau pemeriksaan tahap awal secara cepat, swab adalah untuk mendiagnosis secara pasti dan tepat apakah Sobat benar-benar terkena Covid-19 atau tidak.
    Dapat dipastikan bahwa swab merupakan langkah terakhir untuk mengetahui seseorang terinfeksi Corona atau tidak sama sekali. Selain perbedaan mendasar, juga terdapat perbedaan lainnya meliputi prosedur, alat yang digunakan beserta harga yang ditetapkan.

    Apakah Ada Efek Sampingnya?

    Rapid test Corona tentu saja mempunyai efek samping yang ringan seperti memar dan nyeri yang terjadi pada lokasi penyuntikan. Efek ini seperti pengambilan darah pada umumnya.

    Bolehkah Melakukan Secara Mandiri?

    Cara seperti ini sangat tidak disarankan sama sekali karena hasil  yang didapatkan sangat tidak akurat atau bahkan meragukan sama sekali. Bahkan, para pakar kesehatan menyarankan untuk sebaiknya melakukan tes cepat ini di fasilitas-fasilitas kesehatan yang terpercaya.
    Ketidakakuratan atau hasil yang meragukan didapat dari kualitas alat tes yang tidak begitu bagus bahkan abal-abal sehingga akan menyesatkan Sobat dalam membaca hasilnya. Karena itu, sebaiknya Sobat percayakan saja kepada para petugas kesehatan yang terpercaya dalam tes ini.

    Apabila Anda ingin melakukan rapid test namun terkendala waktu karena kesibukan yang dimiliki, Sobat bisa segera memanfaatkan layanan rapid test drive thru dari Prosehat yang tentu saja memudahkan Sobat. Silakan hubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

     

    Referensi
    1. Media K. Kemenkes: Batasan Biaya Tertinggi Rapid Test Rp 150.000 Berlaku untuk Pasien Mandiri Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/07/14/06264481/kemenkes-batasan-biaya-tertinggi-rapid-test-rp-150000-berlaku-untuk-pasien?page=all

    1. Azizah K. Marak Rapid Test Corona Mandiri, Bolehkah Dilakukan Sendiri? [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4977547/marak-rapid-test-corona-mandiri-bolehkah-dilakukan-sendiri
    2. Hasil Rapid Test Reaktif Ternyata Belum Tentu Positif Virus Corona Begitu Pula Sebaliknya I. Hasil Rapid Test Reaktif Ternyata Belum Tentu Positif Virus Corona Begitu Pula Sebaliknya, Ini Penjelasannya – Semua Halaman – Kids [Internet]. Kids.grid.id. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://kids.grid.id/read/472195074/hasil-rapid-test-reaktif-ternyata-belum-tentu-positif-virus-corona-begitu-pula-sebaliknya-ini-penjelasannya?page=all
    3. Widiyani R. Mengenal Apa Itu Rapid Test, Biaya, dan Lokasi Tes COVID-19 [Internet]. detiknews. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5031349/mengenal-apa-itu-rapid-test-biaya-dan-lokasi-tes-covid-19
    Read More
  • Sobat pasti sering melihat ada kondisi penderita yang terpasang selang melalui hidungnya. Nah, selang makan itu disebut dengan nasogastric tube (NGT). Selang ini digunakan untuk menegakkan diagnosis dan terapi beberapa penyakit. Pemasangan selang makan terkadang menyebabkan pasien merasa tidak nyaman. Hal ini mungkin karena cara pemasangan yang kurang adekuat atau kurangnya pemberian gel sebagai anestesi […]

    Fungsi Pemasangan Selang Makan (Nasogastric Tube)

    Sobat pasti sering melihat ada kondisi penderita yang terpasang selang melalui hidungnya. Nah, selang makan itu disebut dengan nasogastric tube (NGT). Selang ini digunakan untuk menegakkan diagnosis dan terapi beberapa penyakit.

    Pemasangan selang makan terkadang menyebabkan pasien merasa tidak nyaman. Hal ini mungkin karena cara pemasangan yang kurang adekuat atau kurangnya pemberian gel sebagai anestesi sehingga penderita merasakan sakit ketika dipasang NGT.

     

    Fungsi Pemasangan Selang Makan

    Pemasangan NGT  untuk tujuan diagnostik, yaitu untuk mengevaluasi adanya perdarahan di saluran cerna, menyedot isi cairan lambung, identifikasi bagian kerongkongan dan lambung saat dilakukan rontgen paru, penggunaan kontras saat dilakukan rontgen, mengidentifikasi sel kanker pada kanker lambung.

    Pemasangan NGT untuk tujuan terapi dilakukan pada mengurangi gejala dan mengistirahatkan usus pada kasus usus kecil yang tersumbat, menyedot isi lambung yang beracun/berbahaya, dekompresi lambung, pemberian obat, bantuan untuk makan, irigasi/pembersihan usus.

    Kondisi yang Tidak Membolehkan Memasang Selang Makan

    Namun, ada kondisi NGT tidak boleh dipasang pada beberapa kasus, yaitu trauma wajah berat dan setelah operasi yang melibatkan daerah hidung. Selain itu, pembekuan darah tidak normal, varises kerongkongan, setelah operasi varises kerongkongan, dan tertelan minuman basa juga merupakan kondisi yang dihindari untuk pemasangan NGT.

    Lalu, pemasangan NGT harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang terlatih dan melalui standar operasional prosedur layanan kesehatan setempat. Nah, kini ada layanan homecare Prosehat untuk Sobat yang membutuhkan  pemasangan atau pelepasan NGT. Sobat bisa langsung memanfaatkan layanan panggil dokter ke rumah dengan mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Untuk informasi lebih lanjut, bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis A terjadi di Pacitan karena semakin meningkatnya penderita hepatitis A di sana. Menurut salah satu sumber berita, penderita hepatitis A meningkat hingga 877 orang hingga 28 juni 2019 kemarin. Nah, Sahabat sehat, agar terhindar dari penularan hepatitis A, sebaiknya kita harus mengenal terlebih dulu penyakitnya. Apa sih hepatitis A itu? […]

    Viral karena Hepatitis A

    Kejadian Luar Biasa (KLB) hepatitis A terjadi di Pacitan karena semakin meningkatnya penderita hepatitis A di sana. Menurut salah satu sumber berita, penderita hepatitis A meningkat hingga 877 orang hingga 28 juni 2019 kemarin. Nah, Sahabat sehat, agar terhindar dari penularan hepatitis A, sebaiknya kita harus mengenal terlebih dulu penyakitnya.

    Apa sih hepatitis A itu?

    Hepatitis A merupakan  penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis A yang menyerang organ hati kita. Hati mengalami peradangan, sehingga fungsinya menjadi terganggu. Beberapa fungsi hati kita antara lain menyaring darah dari berbagai zat yang berbahaya, menghancurkan sel darah merah yang sudah tua, memproduksi beberapa protein seperti hormon, cairan empedu dan albumin, dsb. Bayangkan, bila fungsinya terganggu, sangat berbahaya bagi tubuh kita, bukan?

    Baca Juga: Benarkah Gejala Hepatitis A Mirip Influenza?

    Penularan hepatitis A

    Virus hepatitis A ditemukan  pada tinja dan darah dari penderita, sehingga virus dapat menular melalui kontak erat dan dekat dengan penderita seperti hubungan seksual, mengurus penderita yang sakit, dan penggunaan jarum narkoba. Hepatitis A juga menular melalui kontaminasi makanan dan minuman yang mengandung virus termasuk kontaminasi saat menanam bibit, panen, pengolahan dan penyediaan makanan.

    Gejala dan diagnosis hepatitis A

    Bila sahabat mengalami kekuningan pada mata dan tubuh, merasa sangat lemah, demam, nyeri perut, urin berwarna gelap atau seperti teh, feses berwarna pucat, dan tidak mau makan, segera periksa ke dokter karena kemungingkanan Sahabat menunjukkan gejala penyakit hepatitis A. Biasanya dokter akan mengambil sampel darah untuk diperiksa apakah darah mengandung virus penyakit ini.

    Siapakah yang berisiko terkena hepatitis A?

    Hepatitis A sering mengenai mereka yang tinggal di daerah yang kurang bersih (sanitasi buruk dan kurangnya air bersih), pengguna narkoba jarum suntik, mereka yang tinggal dekat dengan penderita, pelancong yang pergi ke daerah endemis, dan  pekerjaan yang berhubungan dengan makanan (pramusaji, koki, petani, dsb).

    Bagaimana menghindari penularan hepatitis A?

    Bila Sahabat menjadi sehat dan kuat, maka kemungkinan tertular virus hepatitis A menjadi lebih rendah. Sahabat dapat mengikuti tips di bawah ini:

    Mencuci tangan dengan sabun sesuai waktunya

    Cucilah tangan sahabat sebelum dan sesudah makan, sesudah Buang Air Besar (BAB), sebelum dan sesudah mengolah makanan, dan sesudah mengganti popok si Kecil. Pakailah sabun saat mencuci tangan dan ikuti langkah-langkah mencuci tangan yang benar.

    Menjaga kebersihan makanan dan sumber air

    Konsumsilah makanan yang terjamin kebersihannya, lebih baik bila Sahabat memproses makanan sendiri di rumah.  Cucilah bahan makanan dengan bersih dan jaga sumber air Sahabat agar tidak terkontaminasi virus hepatitis A.

    Pengolahan sampah yang baik

    Sampah merupakan sumber berbagai penyakit, sehingga pengolahan sampah di lingkungan rumah harus di tata dengan baik, sehingga menghindari penularan berbagai sumber penyakit. Pengelolaan sampah dapat dilakukan bersama di lingkungan sekitar rumah Sahabat.

    Baca Juga: 5 Penyakit Hepatitis yang Perlu Dihindari

    Perilaku seks sehat tanpa narkoba

    Hindari memiliki lebih dari satu pasangan seksual dan jauhkan narkoba dari hidup Sahabat. Virus hepatitis A beredar di darah sehingga hubungan seksual berisiko dan penggunaan jarum narkoba bersama dapat menularkan virus ini. Perilaku seks sehat tanpa narkoba dapat melindungi Sahabat dari penularan hepatitis A.

    Vaksinasi Hepatitis A

    Agar Sahabat mendapatkan kekebalan dan terhindar dari penularan hepatitis A, maka vaksinasi  adalah jawabannya. Vaksinasi hepatitis A dapat melindungi Sahabat dari penyakit ini. Anak usia di atas 2 tahun sudah dapat diberikan 2 kali dosis vaksinasi hepatitis A dengan jeda 6-12 bulan diantara kedua dosis. Pada orang dewasa juga diberikan vaksinasi hepatitis A sebanyak 2 kali dengan jeda 6-12 bulan diantaranya.

    Nah, Sahabat sudah tahu  nih penyakit, penularan, dan gejala hepatitis A. Jadi, ingatlah untuk selalu mencegah sebeum terjadinya penyakit ini. Bila Sahabat khawatir tertular hepatitis A, yuk, lakukan vaksinasi hepatitis A segera agar Sahabat dan keluarga dapat terlindungi secara optimal. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Billy AT. Penderita Hepatitis A di Pacitan Capai 877 Orang, Laki-laki Lebih Mudah Terjangkit. [Internet]. Available at: tribunnews.com/regional/2019/06/29/penderita-hepatitis-a-di-pacitan-capai-877-orang-laki-laki-lebih-mudah-terjangkit.
    2. Center for Disease Control and Prevention. Hepatitis A. 2019. [Internet]. Available at: cdc.gov/hepatitis/hav/pdfs/hepageneralfactsheet.pdf
    3. World Health Organization. Hepatitis A. 2018. [Internet]. Available at: who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a
    Read More
  • Cakupan vaksinasi HPV: Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014 Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016. Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% […]

    (Untuk Tenaga Kesehatan) – Cara Edukasi Pasien untuk Vaksinasi HPV

    Cakupan vaksinasi HPV:

    • Data WHO 2014 diperkirakan 59 juta wanita mendapatkan 1 dosis dari vaksinasi HPV yang merupakan 2% dari populasi wanita tahun 2014
    • Burni, et al pada tahun 2016 diperkirakan 47 juta wanita mendapat 3 dosis lengkap dari vaksinasi HPV, 1,6% dari populasi global wanita tahun 2016.
    • Data di Amerika 2017 menunjukkan sekitar 49% usia dewasa muda (13-17 tahun) telah divaksinasi HPV.
    • Data di Inggris 2016/2017 menunjukkan 83,8% wanita usia 13-14 tahun telah divaksinasi mengikuti program vaksinasi sekolah.
    • Di indonesia belum ada data mengenai cakupan vaksinasi HPV

    Vaksin HPV sudah beredar pertama kali tahun 2006. Dan seperti yang diketahui, infeksi HPV ditemukan hampir 100% pada semua kasus kanker serviks dan vaksin HPV yang ada saat ini dapat mencegah terjadi kanker serviks karena vaksin ini memberikan tubuh perlindungan atas virus HPV strain 16 dan 18 yang merupakan penyebab dari 70% kasus kanker serviks. Jadi, sudah 13 tahun vaksin ini beredar dan secara global baru 42% negara yang menerapkan program imunisasi/vaksinasi HPV dalam program nasional.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin HPV Diperlukan si Gadis?

    Berdasarkan studi survei di Amerika tahun 2010-2016, perempuan banyak yang ragu untuk mendapatkan vaksinasi HPV karena ragu akan keamanannya (22%), merasa tidak perlu (20%), tidak mengetahui HPV (13%), tidak direkomendasikan oleh dokter (10%) dan tidak aktif secara seksual (10%). Sedangkan pada laki-laki alasannya adalah tidak perlu (22%), tidak direkomendasikan dokter (17%), tidak mengetahui HPV (14%), tidak aktif secara seksual (9%) dan karena gender (2%).

    Banyak orang tua yang ragu memberikan vaksin ini pada anaknya karena merasa tidak perlu mengingat anak mereka belum aktif secara seksual, keamanan vaksin, serta penggunaan vaksin yang dianggap hanya berpengaruh pada perempuan bila dibandingkan dengan laki-laki. Namun, pada penelitian di 2 universitas di US, didapatkan bahwa perempuan-perempuan muda umumnya setuju dengan vaksinasi HPV, tetapi yang menjadi pertimbangan adalah finansial, tidak ada rekomendasi oleh dokter, dan tidak ada rekomendasi dari pasangan seksual/orang tua.

    Ternyata, faktor rekomendasi dokter berpengaruh terhadap keputusan orang tua/perempuan untuk mau mendapatkan vaksinasi HPV. Penelitian menunjukkan 1 dari 3 dokter anak dan 1 dari 2 dokter umum ternyata tidak merekomendasikan vaksinasi HPV ini kepada pasiennya. Alasannya bermacam-macam antara lain:

    1. Merasa pasiennya tidak perlu karena belum aktif secara seksual dan masih terlalu kecil/muda
    2.  Merasa pasiennya pasti menolak
    3. Merasa ragu karena akan mendiskusikan mengenai seks
    4. Merasa ragu karena belum memiliki pengetahuan atas vaksinasi HPV

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan orang tua?

    Kita dapat mendengarkan mereka dan sebaiknya tidak melakukan konfrontasi, libatkan orang tua dalam pengambilan keputusan, luruskan dengan mantap “salah kaprah” dari orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV, dan gunakan contoh dampak positif atas vaksinasi HPV ini daripada menakut-nakuti. Persistensi atau terus mengingatkan orang tua pasien akan membuahkan hasil.

    Orang tua sangat perlu diberitahukan dan diluruskan kembali bahwa dokter merekomendasi vaksinasi HPV bukan karena dokter “menuduh” atau “mendukung” seks bebas. Jadi sebaiknya TIDAK memulai percakapan dari assessment sexual life/activities. Tekankan pada keamanan vaksin dan selalu komunikasikan apa yang mungkin dirasakan oleh anak pasca vaksinasi.

    Selain itu, perlu juga ditekankan bahwa anak laki-laki juga butuh perlindungan terhadap infeksi HPV karena infeksi HPV juga berkaitan dengan kanker anus, kanker penis dan kanker mulut. Data penelitian di US juga didapatkan bahwa infeksi HPV pada laki-laki cenderung meningkat sekalipun pada kelompok perempuan ada tren menurun sejak diluncurkannya vaksin HPV ini.

    Selain itu, penelitian di Australia yang meluncurkan program vaksinasi HPV untuk perempuan dan laki-laki, didapatkan bahwa dengan melakukan vaksinasi kepada  laki-laki juga ternyata memberikan perlindungan kepada perempuan dan mencegah penularan HPV kepada pasangannya. Jadi dengan kata lain adalah baik laki-laki ataupun perempuan, dua-duanya mendapatkan manfaat dari vaksinasi HPV ini.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Diketahui

    Bagaimana berkomunikasi mengenai vaksinasi HPV dengan perempuan muda?

    Perempuan muda dapat diberikan informasi lengkap mengenai bahaya HPV dan vaksinasi HPV yang dapat melindunginya, tekankan mengenai manfaat dan keamanan vaksin, informasikan manfaat vaksin terhadap diri dan pasangannya, diskusikan mengenai sisi finansial dalam memperoleh vaksin, cobalah untuk terbuka dan membuat mereka nyaman dengan komunikasi kita.

    Nah, hal yang perlu diingat, vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker, bukan mengenai seks. Jadi perlu ditekankan lagi bahwa vaksinasi HPV adalah mengenai pencegahan kanker. Sangat penting bagi dokter untuk melakukan edukasi dan rekomendasi kepada pasien atau orang tua pasien mengenai vaksinasi HPV.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Seiring bertambahnya umur, pria dan wanita pasti menyadari munculnya tanda-tanda penuaan pada tubuh mereka, salah satunya menurunnya fungsi dari organ tubuh, yang pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit degeneratif. Proses penuaan merupakan penyebab penyakit degeneratif yang paling umum. Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan di mana organ atau jaringan terkait keadaannya yang terus menurun seiring waktu.  Penyakit […]

    Active Aging : Penyakit Degeneratif

    Seiring bertambahnya umur, pria dan wanita pasti menyadari munculnya tanda-tanda penuaan pada tubuh mereka, salah satunya menurunnya fungsi dari organ tubuh, yang pada akhirnya dapat menimbulkan penyakit degeneratif. Proses penuaan merupakan penyebab penyakit degeneratif yang paling umum.

    Penyakit degeneratif adalah kondisi kesehatan di mana organ atau jaringan terkait keadaannya yang terus menurun seiring waktu.  Penyakit ini terjadi karena adanya perubahan pada sel-sel tubuh yang akhirnya memengaruhi fungsi organ secara menyeluruh.

    Proses penuaan yang tidak dapat dicegah ini  tentunya dapat dihambat lajunya, agar tubuh tetap berfungsi dengan maksimal walaupun usia bertambah. Gaya hidup sehat dan pencegahan dengan cara melakukan pemeriksaan laboratorium secara rutin dapat dilakukan agar tubuh terhindar dari penyakit degeneratif.

    Semua hal di dunia ini ada sebab dan akibat, ada yg bisa dihindari dan tidak. Salah satu yang kita tidak bisa hindari adalah UMUR. Umur manusia rentang antara 55-70 tahun untuk bangsa kita. Namun, bukan masalah umur yang jadi masalah tetapi apakah kita bisa tetap produktif sampai di ujung waktu, apakah kita bisa berkontribusi bagi sekitar kita atau apakah kita menyusahkan keluarga atau teman kerja dan sekitar kita dalam hal kesehatan. Hal ini karena usia 35 tahun keatas manusia sudah mulai mengalami penyakit DEGENERATIF.

    Baca Juga: 8 Cara Cegah Jatuh Pada Lansia

    Penyakit degeneratif adalah suatu kumpulan penyakit yang timbul karena proses penuaan, kelemahan organ, perubahan anatomi tubuh dan banyak hal lainnya yang disebabkan karena kebiasaan makan dan aktivitas sehari-hari.

    Beberapa contoh penyakit ini adalah hipertensi, osteoporosis, osteoartritis, hiperlipidemia, diabetes, ataupun gangguan ginjal dan jantung koroner. Bila kita cermati, penyebab terjadinya penyakit ini pada saat tua adalah kebiasaan buruk seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, kebiasaan makan makanan yang tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, kurangnya konsumsi serat, konsumsi padat energi, obesitas, stres,dsb.

    Beberapa makanan yang dapat menjadi penyakit degeneratif adalah daging berlemak, makanan cepat saji (junk food), minuman bersoda (soft drink), mentega, margarim, krim, santan, alkohol, gula, minyak.

    Nah, bagaimana cara mencegah agar kita tidak terkena penyakit degeneratif?Kita dapat melakukan perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat antara lain konsumsi makanan sehat, perbanyak aktivitas fisik, menjaga berat badan ideal, kelola stres, hindari rokok dan alkohol, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan skrining rutin untuk mengetahui penyakit yang ada.

    Apa bedanya pemeriksaan kolesterol di laboratorium dengan yang biasa dilakukan secara instan/tusuk jari?

    Perbedaan secara mendasar adalah dari cara pengambilannya. Bila pengambilan dilakukan instan maka darah yang diambil berasal dari pembuluh darah kapiler atau ujung dari tubuh, hasilnya hanya nilai kolesterol. Jika dengan pemeriksaan laboratorium akan keluar hasil yang lebih banyak karena proses pengambilan sampel yang banyak dari pembuluh darah yang cukup besar, kemudian hasil pun beragam seperti kolesterol, trigliserida, HDL, LDL, dan sebagainya. Namun, bukan berarti tes instan tidak bermanfaat karena bisa melihat untuk proses yang cepat dalam melakukan skrining.

    Apakah yang dimaksud dengan tes kekentalan darah dan fungsinya apa?

    Kekentalan darah disebabkan karena hemokonsentrasi atau peningkatan LED atau laju endap darah. LED penting dalam hal skrining karena bisa menjadi petunjuk adanya peradangan dan infeksi pada tubuh. Salah satu contoh pada kasus TBC atau tuberkulosis. Laju endap darah sangat diperhitungkan untuk menegakkan diagnosa tersebut.

    Pemeriksaan untuk MCU sebaiknya kapan dilakukan?

    MCU sebaiknya dilakukan berkala, tergantung dari kebutuhan. Salah satu contohnya jika diabetes bisa dilakukan perbulan untuk cek gula lain2 secara umum sebaiknya dilakukan 6 bulan sekali.

    Jika hasil asam urat saya awalnya tinggi, lalu sudah minum obat terus turun jadi normal, Apakah perlu  minum obat lagi? Kapan harus dicek ulang asam uratnya?

    Nah, bila ada keluhan asam urat, yang harus dicek bukan hanya asam urat saja. Perlu kita ketahui bahwa asam urat diproses melalui filtrasi pada ginjal. Bila asam urat kita tinggi, kita juga perlu mengecek fungsi ginjal. Jika tinggi perlu minum obat, tetapi yang paling penting adalah mengubah kebiasaan makan dan jenis makanan yang dikonsumsi. Kemudian, Asam urat dapat dicek ulang tiap bulan jika mempunyai gejala penyakit arthritis gout atau radang sendi akibat asam urat.

    Apa bedanya osteoporosis dan osteoartritis?Bagaimana pencegahannya?

    Osteoporosis adalah penyakit pengeroposan densitas tulang, atau berkurangnya komposisi kalsium pada tulang. Osteoartritis adalah peradangan sendi yang terjadi akibat pergesekan atau trauma pada sendi bisa karena timbulnya spur atau benjolan-benjolan tulang pada sendi karena proses penuaan, sehingga mencederai bantalan sendi dan mengakibatkan radang.

    Pencegahan osteoporosis dan osteoartritis dapat dilakukan dengan makan makanan yg bergizi, bukan hanya suplemen kalsium saja dan harus olahraga secara rutin, tapi hindari gerakan yang aktif dan tiba-tiba.

    Pemeriksaan laboratorium apa yang disarankan pada orang tua / lansia?

    Pada orang tua disarankan melakukan pemeriksaan medical check up minimal setahun sekali. Pemeriksaannya bermacam-macam berupa darah lengkap, kadar gula, kolesterol, asam urat, fungsi ginjal dan hati, kepadatan tulang, kadar kalsium dalam darah, dsb.

    Baca Juga: Apa Itu Diaper Rush

    Apakah yang dimaksud dengan kencing batu dan apa pemeriksaan laboratorium untuk mengetahuinya?

    Gejala kencing batu bermacam-macam, awalnya bisa hanya sakit pinggang, kemudian mules seperti ingin buang air besar, kencing terasa sakit, kadang disertai muntah. Jika gejala lanjutan bisa mengalami nyeri kolik atau nyeri hebat yang tidak bisa ditahan.

    Diagnosa kencing batu dapat dilakukan dengan pemeriksaan USG abdomen atau ginjal, cek urin, cek BNO IVP (pemeriksaan radiografi pada sistem urinaria dari ginjal, ureter hingga kandung kemih dengan menyuntikkan zat kontras melalui pembuluh darah vena).

    Jika seseorang diketahui menderita hepatitis, mengapa harus mengobati penyakitnya dulu baru dilakukan vaksinasi?

    Nah, sekarang harus paham fungsi vaksin itu apa. Vaksin itu merupakan bakteri/virus yang dilemahkan, baik aktif atau pasif. Seandainya kita membunuh bakteri yang sedikit,  tubuh kita akan mempunyai memori bagaimana cara membunuhnya. Tahapan vaksin kedua membuat tubuh semakin jago dalam membasmi bakteri tersebut dan akhirnya punya unit tentara sendiri dalam menghadapi kuman tersebut yg sering disebut antibodi.

    Kenapa jika sudah terdiagnosa penyakit hepatitis tidak boleh diberikan vaksinasi? Nah, artinya tentara tubuh atau antibodi kita sudah kalah. Sehingga, buat apa malah di tambahin bakteri yang sama yang sudah mengalahkan tubuh, artinya malah menambahkan penyakit.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Rambut adalah penunjang penampilan, oleh karena itu, biasa disebut sebagai mahkota bagi para wanita. Namun,  ternyata tidak hanya bagi wanita, para pria pun sangat memperhatikan penampilan dan kesehatan rambutnya. Terbukti, rambut ini memang sangat berpengaruh sekali pada penampilan. Jika rambut Anda kusut, kusam dan tidak terawat, tentunya dapat membuat Anda menjadi tidak percaya diri. Apalagi […]

    8 Cara Mencegah Uban Tumbuh di Usia 30an

    Rambut adalah penunjang penampilan, oleh karena itu, biasa disebut sebagai mahkota bagi para wanita. Namun,  ternyata tidak hanya bagi wanita, para pria pun sangat memperhatikan penampilan dan kesehatan rambutnya. Terbukti, rambut ini memang sangat berpengaruh sekali pada penampilan. Jika rambut Anda kusut, kusam dan tidak terawat, tentunya dapat membuat Anda menjadi tidak percaya diri. Apalagi jika masalah rambut yang timbul adalah uban dan usia Anda masih tergolong muda, tentu sangat mengganggu penampilan Anda bukan? Hal ini biasanya disebabkan oleh beberapa faktor, seperti, ras, nutrisi, dan lingkungan tempat tinggal. Berikut ini beberapa cara mencegah uban tumbuh di usia Anda yang masih tergolong muda :

    Cobalah untuk memenuhi nutrisi rambut Anda

    Memenuhi nutrisi rambut ternyata sangat berpengaruh terhadap tumbuhnya uban. Rambut yang tidak ternutrisi dengan baik akan menjadi penyebab tumbuhnya uban di usia Anda yang masih tergolong muda. Oleh karena itu, menurut para ahli, penting bagi Anda yang tidak ingin tumbuh uban di usia muda,  untuk mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin B9, vitamin B12, tembaga, dan zink. Hal ini karena dengan nutrisi tersebut rambut akan ternutrisi dengan baik dan mencegah uban yang tumbuh di usia 30 tahunan. Makanan yang mengandung vitamin dan nutrisi tersebut antara lain, ikan, telur, daging sapi, bayam, sawi hijau, asparagus, kacang mede, hazelnut dan kerang serta tiram. Mulailah untuk mengonsumsi makanan tersebut untuk mencegah dari tumbuhnya uban.

    Baca Juga: 5 Makanan Penambah Stamina Pria

    Mencukupi kebutuhan cairan tubuh

    Mencukupi kebutuhan cairan tubuh juga dapat membantu dalam pencegahan tumbuhnya uban di usia dini. Sebaliknya, minuman beralkohol dan berkafein, sebisa mungkin untuk dihindari karena memicu tumbuhnya uban pada rambut.  Yang paling baik adalah air putih dalam pemenuhan cairan pada tubuh. Oleh karena itu cukupilah kebutuhan air putih Anda.

    Kelola  stres

    Stres dapat menimbulkan banyak masalah pada kesehatan Anda, rambut Anda pun akan lebih cepat beruban jika Anda sering stres. Cobalah untuk mengelola stres Anda dengan mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, melakukan hobi atau kegiatan yang Anda sukai, dan juga berolahraga secara teratur seperti berenang atau yoga yang dapat mengurangi bahkan menghilangkan stres Anda. Apapun yang Anda suka, ya!

    Hindari rokok

    Ketahuilah bahwa rokok  bukan hanya dapat merusak organ tubuh dan memberikan masalah pada kesehatan Anda, tetapi  juga dapat merusak penampilan Anda, dengan menumbuhkan uban pada rambut Anda lebih cepat dari waktu yang seharusnya. Merokok jangka panjang dipercaya dapat menghilangkan pigmen pada rambut Anda. Oleh karena itu, jangan pernah coba-coba untuk mendekati rokok ya!

    Baca Juga: 6 Khasiat Cengkeh Untuk Pria

    Istirahat yang cukup

    Bila  waktu istirahat Anda cukup, maka organ-organ dalam tubuh Anda pun akan bekerja secara maksimal, dan semua zat-zat yang dibutuhkan dalam pembentukan pigmen rambut. Sebaliknya, jika tubuh Anda tidak diistirahatkan dengan cukup, membuat organ-organ dalam tubuh Anda tidak dapat bekerja secara maksimal dan membuat zat-zat yang dibutuhkan dalam pembentukan pigmen pada rambut menjadi tidak diproduksi maksimal, sehingga menyebabkan rambut menjadi cepat berubah warna menjadi putih keabu-abuan atau beruban.

    Menghindari makanan tertentu

    diet karbohidrat

    Ada beberapa makanan yang dianggap dapat menjadi penyebab tumbuhnya uban pada rambut Anda di usia muda. Makanan tersebut diantaranya adalah, gorengan, makanan yang mempunyai rasa pedas dan makanan-makanan yang pedas karena makanan tersebut dapat mengurangi kadar kelembapan pada rambut Anda.

    Hindari mencabut uban

    Mencabut uban akan membuat rambut yang kita cabut tersebut, tercabut sampai akar-akarnya dan pada akhirnya akar tersebut akan rusak dan merusak saraf rambut, sehingga akan menghambat dan menimbulkan masalah pada produksi pigmen rambut.

    Baca Juga: 10 Hal Tentang Kanker Prostat yang Perlu Diketahui Pria

    Rutin mengecek kesehatan

    Ada beberapa kondisi tertentu yang menyebabkan tumbuhnya uban pada rambut. Anda dapat mengecek nya pada dokter untuk mengetahui penyakit penyebab rambut beruban lebih cepat. Penyakit tersebut diantaranya adalah vitiligo, yaitu suatu kondisi dimana adanya gangguan autoimun yang menyebabkan sel-sel yang bertugas memproduksi pigmen pada rambut tidak dapat memproduksi lagi. Penyakit  ini hanya bisa ditangani oleh dokter spesialis. Selain vitiligo, kondisi penyakit lainnya yang menyebabkan uban tumbuh lebih cepat yaitu hipertiroid atau kelebihan hormon tiroid pada tubuh yang menyebabkan rambut menjadi rusak, kusam dan rentan beruban.

    Itulah tadi beberapa cara pencegahan tumbuhnya uban di usia 30 tahunan. Semoga bermanfaat!

    instal aplikasi prosehat

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja