Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 11–20 of 403 results

  • Sudah menjadi hal yang umum diketahui bahwa musim hujan dapat membuat seseorang terserang berbagai penyakit, terutama pilek dan batuk. Bahkan sejumlah riset dan penelitian juga menyebutkan bahwa pada suhu dingin virus flu akan lebih mudah untuk berkembang biak dan menyebar, dibandingkan pada kondisi lingkungan bersuhu panas.  Bagaimana Musim Hujan Menyebabkan Pilek dan Flu? Sebenarnya perubahan […]

    6 Cara Agar Terhindar dari Pilek Selama Musim Hujan

    Sudah menjadi hal yang umum diketahui bahwa musim hujan dapat membuat seseorang terserang berbagai penyakit, terutama pilek dan batuk. Bahkan sejumlah riset dan penelitian juga menyebutkan bahwa pada suhu dingin virus flu akan lebih mudah untuk berkembang biak dan menyebar, dibandingkan pada kondisi lingkungan bersuhu panas. 

    6 Cara Agar Terhindar dari Pilek Selama Musim Hujan

    6 Cara Agar Terhindar dari Pilek Selama Musim Hujan

    Bagaimana Musim Hujan Menyebabkan Pilek dan Flu?

    Sebenarnya perubahan cuaca tidak berperan langsung dalam menyebabkan seseorang sakit, namun virus penyebab flu dapat berkembang biak dengan mudah dan menyebar pada suhu udara yang lebih rendah.

    Infeksi yang disebabkan oleh rhinovirus dapat menimbulkan pilek ringan. Namun pada kasus yang lebih parah, rhinovirus juga dapat menyebabkan penyakit kronis seperti pneumonia dan bronkitis terutama pada seseorang yang memiliki kekebalan tubuh yang lemah.

    Virus ini umumnya akan masuk ke dalam tubuh melalui hidung, namun karena di dalam rongga hidung terdapat mekanisme pertahanan yang dapat membantu tubuh melawan gangguan mikroba maka hidung akan mengeluarkan lendir sebagai salah satu bentuk pertahanan.

    Udara dingin saat musim hujan dapat menurunkan suhu di saluran hidung serta memperlambat pembersihan lendir. Akibatnya, virus akan bertahan lebih lama di rongga hidung dan berpotensi lebih besar untuk masuk ke dalam tubuh. Saat virus berhasil masuk ke dalam sistem pertahanan, maka sistem kekebalan tubuh akan mengambil alih melawan virus tersebut. 

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Tips Terhindar Dari Pilek Selama Musim Hujan

    Secara umum Sahabat Sehat dianjurkan melakukan berbagai hal berikut untuk mencegah pilek ketika musim hujan tiba, yakni :

    1. Rajin Mencuci Tangan
    Cuci tangan dengan benar dan sering merupakan langkah terpenting dalam mencegah penyebaran kuman, virus, maupun bakteri. Dengan menjaga diri Anda sendiri sehat, maka Anda juga turut mengurangi kemungkinan penyebaran kuman ke orang lain. Berikut langkah-langkah mencuci tangan yang direkomendasikan oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC):

    • Basahi tangan dan oleskan sabun.
    • Busakan sabun ke seluruh permukaan tangan dan gosok sekitar 20 detik.
    • Bilas tangan dengan menggunakan air bersih yang mengalir, lalu keringkan dengan handuk bersih, atau keringkan dengan udara.

    Pastikan untuk selalu mencuci tangan sebelum dan sesudah menyiapkan makanan, merawat luka atau saat terluka, sebelum dan setelah makan, sebelum menyentuh wajah, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hidung, setelah menyentuh binatang, atau setelah menyentuh sampah.

    Baca Juga: Pilek Bisakah Dicegah dengan Vaksin Influenza?

    2. Gunakan Hand Sanitizer
    Air dan sabun mungkin tidak akan selalu tersedia, maka Sahabat Sehat tidak memiliki pilihan lain untuk mencuci tangan selain menggunakan hand sanitizer. Gunakan hand sanitizer yang mengandung alkohol minimal 60% agar tangan menjadi bersih. Berikut cara penggunaan hand sanitizer yang benar, yakni :

    • Tuang beberapa tetes (gel) atau semprotkan (cair) hand sanitizer ke salah satu telapak tangan.
    • Lalu gosokan gosokan kedua tangan hingga gel tersebut menyebar ke seluruh permukaan tangan hingga mengering dengan sendirinya. Lakukan gerakan tersebut sekitar 20 detik.

    3. Vaksinasi Influenza

    Sahabat Sehat mungkin mengira flu hanyalah penyakit ringan, namun perlu diketahui bahwa penyakit ini telah memakan korban hingga puluhan ribu orang setiap tahunnya dan ratusan ribu lainnya dirawat di rumah sakit. Bagi Sahabat Sehat yang memiliki gangguan daya tahan tubuh,  serta berusia lebih dari 65 tahun, dianjurkan mendapatkan vaksin pneumonia untuk memberikan perlindungan terhadap komplikasi yang disebabkan oleh flu.

    Vaksin influenza mulai dapat diberikan pada usia 6 bulan keatas. Pada anak berusia kurang dari 8 tahun, pemberian vaksin influenza pertama kali diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak minimal 4-6 minggu. Sementara jika Si Kecil berusia diatas 8 tahun, maka dosis pertama cukup diberikan 1 dosis saja. Pemberian vaksin influenza baik pada dewasa dan anak dapat dilakukan setahun sekali.

    Baca Juga: Apa Penyebab Anak Sering Pilek? Begini Cara Mencegahnya

    4. Penuhi Asupan Vitamin
    Saat menyadari bahwa tubuh kekurangan vitamin atau mineral tertentu, Sahabat Sehat dianjurkan memenuhi asupan vitamin dengan mengkonsumsi makanan bernutrisi maupun suplemen yang sesuai dengan kebutuhan tubuh misalnya vitamin C yang dinilai mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh.

    Selain itu, vitamin C juga cukup mudah ditemukan di berbagai jenis makanan, seperti buah-buahan dan sayuran. Namun jika dirasa masih kurang, Sahabat Sehat dapat mengkonsumsi suplemen tambahan untuk mencukupi kebutuhan gizi harian.

    5. Gaya Hidup Sehat
    Dengan mempertahankan kondisi tubuh tetap sehat, maka sistem kekebalan tubuh Sahabat Sehat juga akan tetap sehat. Artinya, tubuh akan menjadi lebih kuat dalam melawan serangan penyakit. Terapkan gaya hidup sehat, seperti mengkonsumsi makan makanan sehat, olahraga teratur, cukup tidur, dan menghindari pemicu stres akan membantu memperkuat sistem pertahanan dan kekebalan tubuh dalam melawan infeksi.

    6. Minum Air yang Cukup
    Minum cukup air setiap hari akan membantu tubuh Sahabat Sehat berfungsi sebagaimana mestinya. Minumlah air putih minimal delapan gelas atau 2 liter per hari. Jika urin tampak berwarna kuning muda, artinya Sahabat Sehat telah cukup minum air. Sementara jika urin tampak berwarna kuning gelap, artinya Sahabat Sehat kurang minum air.

    Baca Juga: Anak Batuk Pilek, Apakah Tetap Boleh Divaksin COVID-19?

    Nah Sahabat Sehat, itulah berbagai cara terhindar dari pilek selama musim hujan. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Verywell Health. Simple Tips to Prevent Catching the Cold or Flu.
    2. Sunshine Hospitals. Tips to Avoid Flu in Rainy Season.
    3. Verywell Health. Can Cold Weather Make You Sick?.
    4. WebMD. Ways to Boost Your Immune System .
    Read More
  • Sahabat Sehat, keputihan umum dialami oleh perempuan setiap bulan, misalnya saat menjelang menstruasi. Tapi, dapatkan Sahabat Sehat membedakan keputihan yang normal dan yang perlu dicurigai karena kanker serviks? Ya, kanker serviks dapat menimbulkan keputihan juga sebagai salah satu gejalanya. Maka penting sekali bagi Sahabat Sehat untuk memahami perbedaan jenisnya. Yuk kenali lebih lanjut mengenai kanker […]

    Kenali Ciri Keputihan Sebagai Tanda Kanker Serviks

    Sahabat Sehat, keputihan umum dialami oleh perempuan setiap bulan, misalnya saat menjelang menstruasi. Tapi, dapatkan Sahabat Sehat membedakan keputihan yang normal dan yang perlu dicurigai karena kanker serviks?

    Ya, kanker serviks dapat menimbulkan keputihan juga sebagai salah satu gejalanya. Maka penting sekali bagi Sahabat Sehat untuk memahami perbedaan jenisnya. Yuk kenali lebih lanjut mengenai kanker serviks dan ciri-ciri dari penyakit ini pada artikel ini.

    Kenali Ciri Keputihan Sebagai Tanda Kanker Serviks

    Kenali Ciri Keputihan Sebagai Tanda Kanker Serviks

    Kanker Serviks

    Kanker serviks adalah kanker atau keganasan yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Kanker ini berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut. Serviks merupakan organ kewanitaan sepertiga bawah rahim (uterus), berbentuk silindris dan menonjol serta berhubungan dengan vagina.

    Secara umum, kanker merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia dan menjadi penyebab kematian tertinggi kedua setelah penyakit kardiovaskular. Faktanya, setiap jam, 2 perempuan meninggal karena kanker serviks di Indonesia. Hampir 95% kanker serviks disebabkan oleh virus HPV atau human papillomavirus. Ada dua jenis HPV, yaitu HPV risiko tinggi atau HPV Onkogenik (yang menjadi penyebab kanker), seperti HPV tipe 16, 18, dan 31, 33, 45, 52, 58. Ada pula HPV yang risiko rendah atau non-onkogenik yaitu tipe 6, 11, 32 dan sebagainya.

    harga vaksin hpv, biaya vaksin hpv

    Faktor Risiko Kanker Serviks

    Selain dari infeksi virus HPV, ada beberapa faktor yang diduga berperan dalam seseorang terkena kanker serviks, yaitu:

    1. Menikah atau memulai aktivitas seksual pada usia muda (kurang dari 20 tahun)
    2. Berganti-ganti pasangan seksual
    3. Berhubungan seks dengan laki-laki yang sering berganti-ganti pasangan
    4. Riwayat infeksi di daerah kelamin atau radang panggul
    5. Perempuan perokok dan perokok pasif
    6. Melahirkan banyak anak
    7. Menggunakan alat kontrasepsi.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    Gejala Kanker Serviks

    Beberapa pasien tidak mengalami gejala apapun pada stadium awal kanker serviks sampai akhirnya berkembang ke tahap stadium lanjut yang baru menimbulkan gejala.

    Gejala yang mungkin timbul pada stadium awal berupa:

    • Perdarahan vagina yang menyerupai perdarahan menstruasi namun lebih berat dan lebih lama. Atau, Timbulnya bercak darah atau flek diantara periode menstruasi.
    • Keputihan berwarna merah muda, coklat atau berdarah, dan berbau. Kadang-kadang keputihan disertai dengan potongan jaringan akibat infeksi sel kanker.
    • Nyeri panggul dan sebagian merasakan nyeri punggung bawah dan perut bagian bawah.
    • Nyeri saat berhubungan intim hingga keluarnya darah dari vagina setiap berhubungan seksual.

    Baca Juga: Keputihan, Waspadai Penyebab dan Jenisnya!

    Pada stadium lanjut, sel kanker serviks kemungkinan bermetastasis atau menyebar ke organ lainnya seperti organ pada panggul sampai ke kelenjar getah bening yang ada pada seluruh tubuh.

    Gejala kanker serviks pada stadium lanjut dapat berupa:

    • Nyeri kaki
    • Berat badan berkurang secara drastis
    • Kelelahan
    • Nyeri pada punggung bawah
    • Keluarnya urin dan tinja dari vagina
    • Keluarnya darah bercampur dengan urin
    • Kesulitan untuk buang air kecil
    • Tulang rapuh hingga mudah patah (apabila penyebaran kanker mencapai tulang).

    Sahabat Sehat, seperti itulah ciri-ciri keputihan pada kanker serviks. Jika biasanya keputihan hanya seperti lendir bening atau berwarna putih, maka pada kanker serviks tampak disertai perdarahan atau berwarna coklat dan disertai bau. Bahkan, seringkali terdapat potongan jaringan yang keluar bersamaan dengan keputihan.

    Semua perempuan memiliki risiko terinfeksi virus HPV. Sebagian yang terinfeksi juga memiliki risiko menjadi kanker serviks. Maka, hal yang patut kita lakukan adalah melakukan pencegahan dengan menerapkan gaya hidup dan perilaku seksual yang sehat serta melakukan vaksinasi HPV agar dapat mencegah infeksi HPV dan kanker serviks.

    Vaksinasi HPV sangat penting bagi perempuan karena kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian perempuan tertinggi di Indonesia. Tidak hanya itu, selama proses pertumbuhan kanker, produktivitas penderita akan terganggu.

    Baca Juga: Pria Juga Berisiko Terinfeksi Virus HPV

    Ayo segera jadwalkan vaksinasi HPV Sahabat Sehat bersama Prosehat. Layanan vaksinasi adalah salah satu layanan unggulan Prosehat yang bisa Anda lakukan di klinik Prosehat di Grand Wisata Bekasi dan Palmerah Jakarta Barat, atau di rumah untuk kenyamanan dan kemudahan Sahabat Sehat. Ajak saudara dan kerabat perempuan Anda juga untuk mendapatkan harga yang lebih menarik lagi dan Anda bisa sehat bersama-sama!

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Kanker.kemkes.go.id. 2021.
    2. Kata Data. 2021. Ini Jenis Kanker yang Paling Banyak Diderita Penduduk Indonesia
    3. Direktorat P2PTM. 2016. Kenali Gejala Kanker Serviks Sejak Dini – Direktorat P2PTM.
    4. C. Quartell, MD, A., 2021. 7 Cervical Cancer Warning Signs – Dr. Quartell Gynecology.
    5. Cancer.org. 2020. Cervical Cancer Symptoms | Signs of Cervical Cancer.
    6. Medanta.org. 2021. 6 Signs and Symptoms of Cervical Cancer in Women.
    7. Markman, MD, M., 2021. What are the Symptoms and Signs of Cervical Cancer?.

     

    Read More
  • Sama-sama menimbulkan ruam. Namun ada perbedaan signifikan antara campak dengan cacar air. Penyebab dan cara mengobatinya juga berbeda. Ruam kemerahan pada anak sering kali membuat orang tua kebingungan. Penyebab ruam kemerahan pada anak, yakni campak maupun cacar air. Kedua penyakit ini sekilas mirip namun ternyata memiliki perbedaan yang cukup signifikan sehingga tatalaksana yang diberikan pun […]

    Berbeda! Ini 5 Perbedaan Campak dan Cacar Air pada Anak

    Sama-sama menimbulkan ruam. Namun ada perbedaan signifikan antara campak dengan cacar air. Penyebab dan cara mengobatinya juga berbeda.

    Berbeda! Ini 5 Perbedaan Campak dan Cacar Air pada Anak

    Berbeda! Ini 5 Perbedaan Campak dan Cacar Air pada Anak

    Ruam kemerahan pada anak sering kali membuat orang tua kebingungan. Penyebab ruam kemerahan pada anak, yakni campak maupun cacar air. Kedua penyakit ini sekilas mirip namun ternyata memiliki perbedaan yang cukup signifikan sehingga tatalaksana yang diberikan pun berbeda. Sahabat Sehat, mari kenali lebih lanjut mengenai perbedaan antara cacar air dan campak yang kerap dialami Si Kecil.

    Cacar Air

    Cacar air dapat mengakibatkan Si Kecil merasa tidak nyaman dan rewel. Cacar air merupakan salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh virus varicella-zoster.1 Cacar air dapat menyerang semua kelompok usia termasuk bayi yang baru lahir. Hampir 90% kasus cacar air diderita anak berusia dibawah 10 tahun, dan terbanyak pada rentang usia 5-9 tahun.
    Di Amerika serikat, sebelum diperkenalkan vaksinasi cacar air telah terjadi epidemi akibat cacar air pada setiap musim dingin dan musim semi hingga mencapai sekitar 4 juta kasus. Setelah adanya vaksinasi varisela pada tahun 2000, maka angka kejadian cacar air menurun sebanyak 71%-84%.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Penularan Cacar Air

    Penularan cacar air melalui kontak langsung dari lesi kulit atau ruam kemerahan yang berisi cairan, maupun melalui cairan dari saluran napas (bersin, lendir hidung) yang terjadi 24 sampai 48 jam sebelum timbulnya ruam sampai timbulnya keropeng, pada umumnya 5-7 hari setelah timbulnya ruam.

    Gejala Cacar Air

    Biasanya gejala yang timbul pada anak bersifat sangat ringan. Berikut ini gejala yang mungkin timbul apabila Si Kecil menderita cacar air, yakni:

    • Tidak enak badan yang berlangsung selama 1-2 hari sebelum timbulnya ruam kemerahan pada kulit Si Kecil.
    • Ruam kemerahan berisi cairan, terasa gatal dan biasanya terjadi pada kulit badan, wajah, ketiak, lengan atas dan paha serta didalam mulut
    • Demam
    • Menurunnya nafsu makan
    • Nyeri pada sendi
    • Batuk dan pilek seperti flu.

    Pasien dengan sistem imun yang lemah seperti penderita leukemia, sedang dalam pengobatan yang menurunkan sistem imun seperti pengobatan kemoterapi anti kanker, bayi baru lahir yang dilahirkan oleh seorang ibu yang sedang terkena cacar air, dan bayi prematur, termasuk dalam kategori beresiko menderita cacar air.

    Baca Juga: Komplikasi Akibat Campak Pada Anak dan Cara Mencegahnya

    Pencegahan Cacar Air

    Cacar air dapat dicegah dengan cara pemberian vaksinasi cacar air. Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia, pemberian vaksin cacar air pada anak sebaiknya diberikan pada saat anak berusia 1 tahun keatas sebanyak 1 kali. Namun apabila vaksinasi varicella diberikan saat anak berusia diatas 13 tahun, maka pemberiannya dilakukan sebanyak 2 kali dengan jarak 4-8 minggu.

    Campak

    Campak disebut juga dengan measles, merupakan salah satu penyakit menular yang biasanya menyerang anak. Ditandai dengan ruam kemerahan namun tidak berisi cairan seperti ruam kemerahan yang terjadi pada cacar air. Si kecil yang belum mendapatkan imunisasi campak lebih berisiko untuk tertular penyakit ini.

    Baca Juga: Cegah Komplikasi Sakit Campak Pada Anak dengan Vaksinasi

    Gejala Campak Pada Anak

    Gejala awal penyakit ini biasanya terjadi 1-2 minggu setelah tertular virus. Gejala yang timbul seperti:

    • Mata merah, bengkak dan sensitif terhadap cahaya
    • Tanda menyerupai pilek (sakit tenggorokan, batuk kering dan pilek)
    • Bercak putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan 
    • Demam tinggi
    • Lemas
    • Tidak nafsu makan
    • Diare dan muntah-muntah
    • Ruam kemerahan yang timbul paling lambat 4 hari setelah gejala pertama muncul serta menetap selama 7 hari. Awalnya ruam kemerahan muncul dari belakang telinga, kemudian menyebar ke kepala dan leher hingga akhirnya menyebar keseluruh tubuh.

    Komplikasi Campak

    Campak dapat menyebabkan komplikasi yang cukup serius seperti diare, radang paru pneumonia, radang otak (ensefalitis), kebutaan, gizi buruk dan bahkan kematian.

    Pencegahan Campak

    Penyakit campak dapat dicegah dengan cara melakukan vaksinasi MR (Measles dan Rubella), yang diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD atau usia 6 tahun. Maupun diberikan vaksin gabungan MMR (Mumps, Measles, dan Rubella)  yang merupakan vaksin gabungan untuk mencegah campak, gondongan dan campak jerman yang diberikan sebanyak 2 kali pada anak berusia 12 bulan dan 5 tahun.

    Baca Juga: Yuk, Cari Tahu Perbedaan Campak dan Rubella

    Nah Sahabat Sehat, itulah mengenai perbedaan cacar air dan campak yang kerap dialami Kecil. Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Monica C

     

    Referensi

    1. Theresia T, Hadinegoro S. Terapi Asiklovir pada Anak dengan Varisela Tanpa Penyulit. Sari Pediatri, 11(6), p.440.
    2. Hopkins Medicine. Chickenpox in Children.
    3. Healthy Children. Varicella (Chickenpox).
    4. Centers for Disease Control and Prevention. Chickenpox for HCPs.
    5. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Daftar Pertanyaan Seputar Imunisasi Campak/Measles dan Rubella (MR).
    6. RSUD Kota Bogor. Campak atau Measles.
    Read More
  • Mengenali tanda dan gejala meningitis pada anak sangat penting bagi orang tua. Lantas, apa saja tanda dan gejala meningitis pada anak? Meningitis adalah sebuah istilah untuk terjadinya radang pada selaput meninges yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini dapat dijumpai pada dewasa maupun anak-anak. Namun perlu diwaspadai karena peradangan pada selaput meninges dapat memberikan […]

    Tanda dan Gejala Meningitis Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

    Mengenali tanda dan gejala meningitis pada anak sangat penting bagi orang tua. Lantas, apa saja tanda dan gejala meningitis pada anak?

    Tanda dan Gejala Meningitis Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

    Tanda dan Gejala Meningitis Pada Anak yang Perlu Diwaspadai

    Meningitis adalah sebuah istilah untuk terjadinya radang pada selaput meninges yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang. Penyakit ini dapat dijumpai pada dewasa maupun anak-anak. Namun perlu diwaspadai karena peradangan pada selaput meninges dapat memberikan dampak yang buruk bagi otak, hingga efek samping yang berbahaya bila dibiarkan dalam jangka panjang.

    Dari data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) pada tahun 2015 dicatat bahwa meningitis merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi pada anak berusia dibawah 1 tahun.

    Penularan Meningitis Melalui Droplet

    Penyakit meningitis seringnya disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus. Beberapa contohnya adalah bakteri pneumokokus, meningokokus, M. tuberculosa, dan virus H. influenza.3,4 Infeksi ini terjadi dengan cara bakteri atau virus yang menginfeksi masuk melalui darah ke bagian cairan otak dan sumsum tulang (cairan serebrospinal).
    Penularan bakteri atau virus yang tersebut dapat terjadi bila terdapat kontak erat dengan penderita, memegang permukaan yang terdapat bakteri atau virus tersebut, dan droplet bersin atau batuk dari penderita.
    Selain itu, meningitis juga dapat disebabkan oleh jamur atau parasit pada anak dengan sistem imun yang lemah. Agar Sobat Sehat lebih waspada dengan penyakit meningitis ini khususnya pada anak, mari kita kenali tanda dan gejalanya. Berikut adalah beberapa tanda dan gejala dari penyakit meningitis:

    1. Demam tinggi dengan kaki tangan yang dingin
    2. Menangis nada tinggi atau merintih yang tidak seperti biasa
    3. Sensitif terhadap cahaya
    4. Tengkuk leher menjadi kaku
    5. Menjadi sangat rewel
    6. Lemas, sering tertidur dan sulit dibangunkan
    7. Sulit makan dan mual muntah
    8. Bercak-bercak ungu-kemerahan pada tubuh
    9. Terdapat benjolan lunak pada ujung kepala
    10. Kejang

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    Bagaimana Dokter Mendiagnosa Meningitis?   

    Apabila Si Kecil mengalami beberapa dari tanda dan gejala yang disebutkan diatas, segera periksakan ia ke dokter. Sebelum dapat mendiagnosis meningitis, dokter akan menanyakan perjalanan dan riwayat penyakit kemudian melakukan pemeriksaan fisik.

    Tahap selanjutnya kemungkinan diperlukan pemeriksaan laboratorium untuk dapat menegakan diagnosis. Pemeriksaan tersebut dapat berupa pemeriksaan darah, cairan cerebrospinal, CT scan ataupun MRI otak.3 Hal tersebut perlu dilakukan untuk menegakkan dan mengetahui penyebab dari meningitisnya karena pengobatan untuk masing-masing penyebab tentu berbeda.

    Baca Juga: 5 Gejala Meningitis pada Anak yang Kerap Tidak Disadari

    Dampak Jangka Panjang Meningitis

    Pengobatan secara umum untuk meningitis bertujuan untuk meredakan peradangan pada selaput meninges dan menyembuhkan infeksinya. Si Kecil mungkin memerlukan rawat inap dengan obat-obatan yang diberikan secara infus.

    Disarankan untuk memulai pengobatan segera untuk mencegah dampak buruk jangka panjang yang terjadi bila penyakit meningitis ini dibiarkan. Dampak yang dapat terjadi adalah kejang berulang, kerusakan pada otak, gangguan pendengaran, hingga disabilitas.

    Baca Juga: Penyebab Meningitis, Gejala dan Berbagai Cara Mencegahnya

    Meningitis Bisa Dicegah dengan Vaksin

    Kabar baiknya adalah penyakit meningitis dapat dicegah. Saat ini sudah terdapat vaksin anak yang bisa mencegah terjadinya infeksi oleh bakteri dan virus penyebab meningitis. Beberapa vaksin yang telah ada yaitu vaksin influenza, vaksin pneumokokus, vaksin meningokokus.

    Sudahkah Si Kecil melengkapi vaksinasinya? Jika belum, segera jadwalkan imunisasinya bersama Prosehat. Pemberian vaksin influenza bisa diberikan pertama kali di usia 6 bulan, sedangkan vaksin pneumokokus (PCV) diberikan saat anak berusia 2, 4, dan 6 bulan beserta boosternya di rentang usia 12-15 bulan. Vaksin meningokokus sendiri diberikan ketika ia berusia 19 tahun ke atas.

    Jika Moms terlewat memberikan vaksin influenza dan PCV, anak masih bisa melakukan imunisasi kejar agar dapat melengkapinya. Moms bisa hubungi Chat Dokter Prosehat 24 jam untuk konsultasi jadwal imunisasinya.

    Baca Juga: Penyebab Infeksi Otak Meningitis dan Cara Mencegahnya

    Moms, meningitis merupakan penyakit yang perlu diwaspadai karena dapat menimbulkan dampak buruk jangka panjang bahkan hingga kematian. Oleh karena penyebaran infeksi ini dapat terjadi dari kontak erat dengan penderita, maka anak-anak dan juga dewasa disarankan untuk melakukan vaksinasi. Yuk, lindungi diri dan anak-anak dari penyakit-penyakit menular.

    Jika Moms membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. 

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Meningitis [Internet]. Who.int. 2021.
    2. Stanford Children’s Health [Internet]. Stanfordchildrens.org. 2021.
    3. Schaaf H, Seddon J. Management of tuberculous meningitis in children. Paediatrics and International Child Health. 2021;:1-6.
    4. Meningitis – Symptoms [Internet]. nhs.uk. 2021.
    Read More
  • Olahan daging kambing banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Ada yang membuatnya menjadi sate, tongseng, gulai, oseng-oseng, dan lain-lain. Walau nikmat rasanya, banyak yang “mengkambing hitamkan” daging kambing sebagai penyebab kolesterol tinggi. Apakah benar seperti itu? Apa Bedanya Lemak Jenuh dan Tak Jenuh? Selain diproduksi oleh tubuh, kolesterol juga bisa didapat melalui makanan yang mengandung lemak. […]

    Benarkah Daging Kambing Penyebab Kolesterol Tinggi?

    Olahan daging kambing banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Ada yang membuatnya menjadi sate, tongseng, gulai, oseng-oseng, dan lain-lain. Walau nikmat rasanya, banyak yang “mengkambing hitamkan” daging kambing sebagai penyebab kolesterol tinggi. Apakah benar seperti itu?

    Benarkah Daging Kambing Penyebab Kolesterol Tinggi

    Benarkah Daging Kambing Penyebab Kolesterol Tinggi?

    Apa Bedanya Lemak Jenuh dan Tak Jenuh?

    Selain diproduksi oleh tubuh, kolesterol juga bisa didapat melalui makanan yang mengandung lemak. Ada tiga jenis lemak, yaitu lemak jenuh, tidak jenuh, dan trans. Lemak jenuh umumnya berasal dari hewan, seperti daging merah, unggas, dan olahan susu.

    Sedangkan, lemak tak jenuh lebih banyak ditemui di berbagai makanan seperti kacang-kacangan dan juga minyak nabati. Jenis lemak tak jenuh ini bisa membantu menurunkan kadar kolesterol, namun lemak jenuh justru bisa meningkatkannya bila dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Kandungan Gizi Daging Kambing

    Daging kambing mengandung sejumlah nutrisi yang baik untuk tubuh, mulai dari protein, lemak, kalium, zat besi, zinc, kalsium, selenium, fosfor, folat, omega-3 hingga vitamin B, K, dan E. Jenis lemak pada daging kambing adalah lemak jenuh dan tak jenuh. Setiap kandungan nutrisi ini diperlukan oleh tubuh untuk berfungsi dengan baik, namun hanya dalam jumlah tertentu.

    Setiap 100 gram daging kambing memiliki kandungan nutrisi sebagai berikut: air 70 gram, protein 16 gram, lemak 9 gram, kalsium 11 gram, fosfor 124 mg, besi 1 mg, natrium 96 mg, kalium 268 mg, seng 4 mg, vitamin B1 0,09 mg, vitamin B2 0,23 mg, dan vitamin B3 5 mg.

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Memicu Kolesterol

    Daging Kambing dan Kolesterol Tinggi

    Pengolahan dan potongan daging kambing juga berpengaruh terhadap kadar kolesterol. Inilah beberapa faktor yang dapat menyebabkan kolesterol tinggi saat mengonsumsi daging kambing, selain jumlah asupan. Bagaimana cara menyiasatinya?

    Potongan daging kambing bagian kaki dan has dalam (tenderloin) memiliki jumlah lemak yang paling sedikit dibanding potongan lainnya. Maka, untuk mengurangi kolesterol yang terkandung saat memakannya, bagian kaki kambing dan has dalam adalah pilihan yang lebih baik.

    Agar Sahabat Sehat bisa menikmati daging kambing tanpa khawatir kolesterol, dianjurkan juga untuk mengolahnya dengan cara memanggang (barbecue, roast) atau dibuat sup. Mengolah daging kambing dengan cara digoreng sebaiknya dihindari karena akan menambah kadar lemak jenuh dan trans saat dikonsumsi. Jangan lupa juga untuk membuang bagian lemak sebelum dimasak.

    Seimbangi juga dengan sayur dan buah-buahan karena hal ini bisa mengurangi kolesterol yang akan diserap oleh tubuh. Konsumsi olahan daging kambing tidak lebih dari 3 kali dalam seminggu.

    Baca Juga: Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Dampak Kolesterol Tinggi

    Orang dengan kadar kolesterol tinggi dalam tubuh akan meningkatkan risiko timbulnya penyakit, misalnya penyakit jantung koroner, stroke, diabetes tipe 2, dan tekanan darah tinggi.

    Kolesterol tinggi erat sekali hubungannya dengan penyakit jantung koroner. Pada kondisi ini, lemak menumpuk di dinding arteri, yang disebut juga sebagai aterosklerosis. Ketika arteri menyempit, aliran darah ke jantung ikut terhambat dan menyebabkan kurangnya pasokan darah ke jantung. Akibatnya, penderita akan mengalami serangan jantung. Terjadinya penyakit stroke mirip dengan serangan jantung. Bedanya, lokasi kejadian terjadi pada pembuluh darah otak. Pada stroke, pembuluh darah yang tersumbat bisa menjadi pecah.

    Diabetes dapat memengaruhi kadar kolesterol dengan cara yang berbeda dibanding kedua penyakit sebelumnya. Pada pasien dengan diabetes, ia cenderung akan mengalami peningkatan trigliserida, penurunan HDL (“kolesterol baik”) dan peningkatan LDL (“kolesterol jahat”). Jika gula darah tidak dikontrol dengan baik, kondisi ini akan menyebabkan terjadinya aterosklerosis.

    Setelah aterosklerosis terbentuk, jantung harus bekerja lebih keras dari biasanya. Memompa darah dengan ekstra pada akhirnya dapat menyebabkan timbulnya tekanan darah tinggi.

    Baca Juga: 10 Jenis Medical Check Up Rutin yang Perlu Dilakukan Lansia

    Lakukan Medical Check Up Rutin

    Mengetahui kadar kolesterol sangat penting agar dapat terkendali. Tidak hanya bagi orang dengan penyakit komorbid, tapi juga bagi orang yang sehat. Perlu juga diingat bahwa kadar kolesterol tidak dapat diketahui dari bentuk tubuh. Maka, orang gemuk dan orang kurus sama-sama berpotensi memiliki kadar kolesterol yang tinggi jika tidak menjalankan hidup yang sehat.

    Untuk mengetahui kondisi tubuh Anda, Sahabat Sehat dapat melakukan medical check up yang rutin. Jika Anda termasuk sehat, medical check up bisa dilakukan setiap satu tahun sekali. Namun, jika Anda memiliki penyakit komorbid, misalnya riwayat diabetes melitus, penyakit jantung, dan sebagainya, maka pemeriksaan medical check up perlu dilakukan lebih sering, terutama pemeriksaan yang berkaitan dengan penyakit komorbidnya.

    Salah satu tujuan dari medical check up adalah agar dapat mendeteksi dini gangguan kesehatan sehingga bisa mendapatkan penanganan lebih awal. Dengan demikian, cost pengobatan juga akan lebih murah dan kemungkinan sembuh atau terkontrol akan lebih baik.

    Baca Juga: 8 Alasan Pentingnya Melakukan ‘Medical Check Up’

    Bagi Sahabat Sehat yang ingin melakukan medical check up, Prosehat memiliki berbagai paket medical check up sesuai kebutuhan Anda. Mulai dari medical check up umum hingga yang lebih spesifik seperti pemantauan diabetes agar kesehatan Anda selalu terjaga.

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Healthline. Lamb and Cholesterol: What You Need To Know. 2017.
    2. P2PTM Kemenkes. Ancaman Tersembunyi Dalam Hidangan Daging Kambing. 2018.
    Read More
  • Apakah Anda sering mendengar istilah congek? Ya, congek adalah istilah yang sering digunakan untuk infeksi telinga tengah yang biasanya ditandai dengan keluarnya cairan dari telinga Si Kecil. Infeksi telinga tengah umum dialami bayi berusia empat hingga enam bulan, namun anak yang lebih besar juga bisa mengalaminya. Biasanya infeksi ini dimulai dengan adanya infeksi virus pada saluran […]

    Infeksi Telinga Akibat Pilek yang Tak Kunjung Sembuh

    Apakah Anda sering mendengar istilah congek? Ya, congek adalah istilah yang sering digunakan untuk infeksi telinga tengah yang biasanya ditandai dengan keluarnya cairan dari telinga Si Kecil. Infeksi telinga tengah umum dialami bayi berusia empat hingga enam bulan, namun anak yang lebih besar juga bisa mengalaminya.

    Infeksi Telinga Akibat Pilek yang Tak Kunjung Sembuh

    Infeksi Telinga Akibat Pilek yang Tak Kunjung Sembuh

    Biasanya infeksi ini dimulai dengan adanya infeksi virus pada saluran pernapasan atas seperti pilek, flu, atau radang tenggorokan.

    Bagaimana Infeksi Telinga Terjadi?

    Saat flu, pilek dan radang tenggorokan, rongga telinga juga ikut meradang dan mengalami penumpukan cairan di balik gendang telinga. Penumpukan cairan inilah yang menjadi tempat tumbuh bakteri sehingga terjadi infeksi pada area telinga tengah. Gangguan peradangan pada anak bisa dialami sebanyak 2-3 kali dalam setahun.

    Telinga tengah terdiri dari gendang telinga dan tulang-tulang pendengaran. Pada kondisi infeksi telinga tengah, cairan menumpuk di belakang gendang telinga. [sumber foto: ilmupengetahuanumum.com]

    Telinga tengah terdiri dari gendang telinga dan tulang-tulang pendengaran. Pada kondisi infeksi telinga tengah, cairan menumpuk di belakang gendang telinga. [sumber foto: ilmupengetahuanumum.com]

    Selain itu, infeksi telinga juga dapat berhubungan dengan adanya penyumbatan atau pembengkakan pada saluran sempit yang menghubungkan telinga tengah menuju hidung yang disebut dengan eustachian tube. Cairan terperangkap di tengah telinga ketika eustachian tube tersumbat karena mengalami pilek.

    Eustachian tube pada anak-anak lebih sempit dan pendek dibandingkan dengan orang dewasa sehingga anak-anak lebih mudah untuk mengalami infeksi telinga. Ditambah lagi, sistem imun pada anak-anak juga belum sempurna.

    Gejala Infeksi Telinga pada Anak

    Di bawah ini adalah gejala-gejala infeksi telinga pada anak, antara lain:

    1. Nyeri pada telinga terutama apabila anak berbaring
    2. Terasa penuh pada telinga
    3. Anak tidak bisa tidur
    4. Anak lebih rewel dari biasanya
    5. Berkurangnya kemampuan mendengar atau merespons suara
    6. Kehilangan keseimbangan
    7. Timbul demam dengan suhu tubuh lebih dari 38oC
    8. Nyeri kepala
    9. Kehilangan selera makan
    10. Keluarnya cairan dari telinga.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Pengobatan Infeksi Telinga pada Anak

    Pada bayi yang berusia dibawah 6 bulan memerlukan berbagai pengobatan termasuk antibiotik dengan tujuan mencegah penyebaran infeksi. Sedangkan untuk anak yang berusia 6 bulan hingga 2 tahun, dokter biasanya akan merekomendasikan untuk memantau anak tanpa pemberian antibiotik, kecuali anak memiliki gejala atau tanda-tanda infeksi serius.

    Baca Juga: Manfaat Vaksin Influenza untuk Anak dan Efek Sampingnya

    Terapi lain yang diperlukan adalah manajemen nyeri atau pengobatan untuk menangani rasa nyeri di telinga. Selain itu, berikut ini hal yang dapat dilakukan untuk mengatasi infeksi telinga pada anak:

    1. Berikan obat pereda flu pada anak
    Apabila infeksi telinga terjadi akibat infeksi pernapasan atau flu, maka berikan pengobatan terhadap penyebab utamanya. Berikan obat flu untuk meredakan flu. Jika flu teratasi, maka keluhan nyeri pada telinga juga akan mereda.

    2. Gunakan kompres hangat
    Berikan kompres hangat pada bagian sekitar telinga dan belakang daun telinga untuk mengurangi nyeri pada telinga. Kompres hangat dapat diberikan selama 5-10 menit dan dapat diulang sampai berkali-kali hingga gejala nyeri mereda.

    Apabila infeksi telinga berlanjut dan berulang selama beberapa bulan sampai satu tahun, konsultasikan dengan dokter. Dokter mungkin akan menyarankan untuk melakukan tindakan miringotomi untuk mengeluarkan cairan dari telinga sehingga rasa nyeri akan membaik.

    Baca Juga: 5 Cara Mengatasi Gejala Pilek dan Flu Si Kecil

    Sahabat Sehat, itulah gejala infeksi telinga tengah yang perlu orang tua waspadai. Obati Si Kecil bila ia mengalami pilek atau sakit saluran pernafasan atas untuk mengurangi risiko terjadinya infeksi telinga tengah. Periksakan ke dokter untuk terapi yang tepat untuknya.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi

    1. Rsuppersahabatan.co.id. 2019. RSUP PERSAHABATAN – Infeksi Telinga Tengah
    2. Parenting.co.id. 2021. Pilek dan Flu Bikin Anak Alami Infeksi Telinga?
    3. Rs-jih.co.id. 2019. Flu Sebabkan Infeksi Telinga – Rumah Sakit JIH – The Ultimate Value Healthcare.
    4. Mayo Clinic. 2021. Ear infection (middle ear) – Symptoms and causes.
    5. Newman, T. and Murrell, M.D., D., 2017. Ear infections: Symptoms, types, and causes.
    6. Madeline R. Vann, M. and Justin Laube, M., 2017. Earache: Is It a Cold or an Ear Infection?.
    Read More
  • Diare masih menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi pada balita. Seseorang dikatakan mengalami diare jika buang air besarnya memiliki konsistensi lembek atau cair dengan frekuensi tiga kali atau lebih dalam satu hari. Apabila menderita diare kurang dari 14 hari, penderita mengalami diare akut dan jika lebih dari 14 hari disebut dengan diare kronis atau […]

    Bolehkah Bayi Diberikan Susu Saat Diare? Cek Faktanya!

    Diare masih menjadi salah satu penyakit yang menyebabkan kematian tertinggi pada balita. Seseorang dikatakan mengalami diare jika buang air besarnya memiliki konsistensi lembek atau cair dengan frekuensi tiga kali atau lebih dalam satu hari. Apabila menderita diare kurang dari 14 hari, penderita mengalami diare akut dan jika lebih dari 14 hari disebut dengan diare kronis atau persisten.

    Bolehkah Bayi Diberikan Susu Saat Diare Cek Faktanya!

    Bolehkah Bayi Diberikan Susu Saat Diare? Cek Faktanya!

    Selama terjadi diare, tubuh akan kehilangan cairan dan elektrolit dengan cepat. Pada saat bersamaan, usus kehilangan kemampuannya untuk menyerap elektrolit yang diberikan. JIka anak sedang diare, bolehkah anak diberikan susu? Yuk simak ulasannya, Moms.

    Penyebab Diare Pada Anak

    Pada diare yang bersifat akut, biasanya disebabkan oleh berbagai faktor, seperti:

    • Virus
      Infeksi virus menjadi salah satu penyebab tersering terjadinya diare pada anak. rotavirus merupakan virus penyebab diare.
    • Bakteri
      Infeksi bakteri Salmonella, E. coli, Shigella, dan Clostridium spp. adalah beberapa jenis bakteri yang menyebabkan diare.
    • Keracunan makanan
      Gangguan pencernaan yang disebabkan oleh keracunan makanan biasanya tidak hanya diare saja, tetapi disertai dengan muntah hebat. Diare biasanya muncul dalam beberapa jam setelah makan makanan yang terkontaminasi. Hal ini disebabkan oleh racun dari kuman yang tumbuh dalam makanan yang dibiarkan terlalu lama. Biasanya, gejala hilang dalam waktu kurang dari 24 jam.

    imunisasi anak di rumah, imunisasi anak hemat, imunisasi anak murah, imunisasi si kecil

    • Infeksi parasit
      Infeksi parasit giardia dapat menjadi salah satu penyebab diare pada anak.
    • Sindrom traveler
      Diare yang disebabkan saat berkunjung ke daerah atau negara lain karena kontaminasi kuman dari makanan dan minuman yang dikonsumsi.
    • Penggunaan antibiotik
      Beberapa antibiotik dapat memberikan efek samping diare ringan, hal ini bukan merupakan suatu reaksi alergi.
    • Penyakit serius
      Penyakit serius pada pencernaan seperti colitis dapat menjadi penyebab terjadinya diare pada anak.

    Baca Juga: Cegah Diare Anak Akibat Rotavirus dengan Vaksinasi

    Sedangkan pada diare kronis, atau diare yang berlangsung lebih dari 14 hari, biasanya disebabkan karena:

    • Alergi susu sapi

    Alergi terhadap susu sapi dapat menyebabkan tinja yang encer dan berlendir pada bayi, dan bisa disertai dengan darah. Biasanya alergi susu sapi terjadi pada 2 bulan pertama kehidupan Si Kecil.
    Oleh karena itu, disarankan bayi berusia kurang dari 6 bulan tetap mengkonsumsi ASI eksklusif dan menghindari susu formula sapi jika tidak diperlukan.

    • Diare balita (Toddler’s Diarrhea)

    Diare pada balita biasanya terjadi sebanyak 3-6 kali sehari dengan gejala dimulai saat usia anak 1 tahun, dan kemudian hilang saat usia anak 3-4 tahun setelah latihan menggunakan toilet (toilet training). Penyebabnya adalah waktu transit yang terlalu cepat dari perut ke anus. Apabila Si Kecil mengalami toddler’s diarrhea, kemungkinan akan berkembang menjadi gangguan pencernaan berupa iritasi usus besar (IBS) saat mereka dewasa kelak.

    • Intoleransi laktosa

    Laktosa adalah salah satu jenis gula yang dapat ditemukan di dalam susu. Banyak orang yang tidak dapat menyerap laktosa. Bakteri normal yang ada di dalam usus akan mengubah laktosa yang masuk ke dalam usus menjadi gas.

    Pada bayi yang mengalami intoleransi laktosa akan mempunyai gejala banyak gas, kembung dan tinja encer. Diare yang disebabkan karena intoleransi laktosa biasanya terjadi pada anak usia 4-5 tahun dan biasanya bersifat genetik.

    Baca Juga: Hati-Hati Diare Rotavirus Menyerang Anak Anda !

    Cairan Mencegah Dehidrasi

    Pada kasus ringan, dimana penyerapannya belum terlalu terganggu, berbagai cairan yang diberikan pada anak mencegah terjadinya dehidrasi. Kurang lebih, 10% anak yang diare mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan.

    Bayi dan anak yang lebih kecil akan lebih mudah mengalami dehidrasi dibandingkan dengan anak yang lebih besar dan dewasa. Oleh karena itu, mencegah dan mengatasi dehidrasi merupakan hal yang sangat penting dalam menangani diare pada anak.

    Cairan yang diutamakan saat diare adalah oralit atau oral rehydration salt. Selain itu juga diimbangi dengan asupan air putih seperti biasa. Anak juga bisa mendapatkan cairan dari kuah sup misalnya.

    Baca Juga: Imunisasi Rotavirus Mencegah Kematian Bayi Karena Diare

    Apakah Saat Si Kecil Diare Masih Diperbolehkan Minum Susu?

    Yang perlu dihindari dari diare adalah terjadinya dehidrasi, maka pemberian cairan yang banyak dapat menjadi solusi untuk memastikan kebutuhan cairan Si Kecil terpenuhi.
    Anak yang masih mengkonsumsi ASI (Air Susu Ibu) dapat diteruskan pemberian ASInya. Apabila penyebab diare disebabkan karena infeksi virus atau bakteri, tidak ada pantangan minum sehingga minum susu diperbolehkan.

    Namun, bila penyebab diare disebabkan karena alergi susu sapi dan intoleransi laktosa, maka pemberian susu sapi haruslah dihindari.

    Pemberian susu pada anak dengan alergi susu sapi dan intoleransi laktosa dapat menyebabkan diare semakin parah dan meningkatkan produksi gas dalam usus, sehingga akan menimbulkan sensasi begah, kembung dan semakin membuat si kecil tidak nyaman. Jika anak benar-benar ingin minum susu maka dapat diberikan susu rendah lemak, susu bebas laktosa atau susu kedelai.

    Nah Moms, jadi anak masih boleh mengonsumsi susu walaupun ia sedang diare dengan catatan diarenya tidak disebabkan oleh alergi susu sapi maupun intoleransi laktosa. Selain susu, anak juga sebaiknya diberikan oralit dan air putih ya, Moms. Untuk memastikan penyebab diare si Kecil, Moms perlu berkonsultasi lebih dahulu dengan dokter sehingga si Kecil mendapatkan pengobatan yang terarah.

    Tahukah Moms bahwa diare yang disebabkan oleh virus juga bisa dicegah melalui vaksinasi? Ya, diare jenis ini bisa dicegah dengan vaksin rotavirus. Vaksin ini akan membentuk kekebalan tubuh terhadap rotavirus sehingga menurunkan risiko penularan dan sakit berat atau komplikasi jika terinfeksi.

    Baca Juga: Orang Tua Wajib Tahu, 9 Tanda Anak Dehidrasi Karena Diare

    Yuk segera jadwalkan vaksinasi rotavirus buat si Kecil jika ia belum mendapatkannya. Prosehat memiliki layanan vaksinasi di klinik Prosehat di Bekasi dan Palmerah Jakarta Barat, juga layanan ke rumah untuk kenyamanan Moms dan si Kecil.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia D
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Sehat Negeriku. 2017. Kenali Diare pada Anak dan Cara Pencegahannya
    2. Idai.or.id. 2014. IDAI | Bagaimana Menangani Diare pada Anak
    3. Pediatricweb.com. 2021. 
    4. Afifa, F., 2021. Minum susu saat diare boleh ngga ya? ini penjelasan dari Dokter Anak! | theAsianparent Indonesia.
    5. E. Grayson Mathis, MD, C., 2021. Finding the Best Drink When Your Child Has Diarrhea.
    Read More
  • Penyakit menular melalui makanan bukanlah hal baru. Mungkin Sahabat Sehat juga sudah biasa diwanti-wanti saat kecil oleh orang tua harus cuci tangan sebelum makan agar tidak sakit. Ya, itu karena makanan bisa terkontaminasi kuman dari tangan yang kotor. Jaman sekarang, wisata kuliner adalah kegiatan yang sangat digemari. Ini menjadi salah satu agenda keluarga saat menghabiskan […]

    Penyakit Menular Melalui Makanan, Waspada Kulineran Selama Liburan

    Penyakit menular melalui makanan bukanlah hal baru. Mungkin Sahabat Sehat juga sudah biasa diwanti-wanti saat kecil oleh orang tua harus cuci tangan sebelum makan agar tidak sakit. Ya, itu karena makanan bisa terkontaminasi kuman dari tangan yang kotor.

    Jaman sekarang, wisata kuliner adalah kegiatan yang sangat digemari. Ini menjadi salah satu agenda keluarga saat menghabiskan waktu akhir pekan maupun liburan.

    Penyakit Menular Melalui Makanan, Waspada Kulineran Selama Liburan

    Penyakit Menular Melalui Makanan, Waspada Kulineran Selama Liburan

    Bagaimana rencana Sahabat Sehat berlibur panjang kali ini? Mungkin Anda sekeluarga sudah merencanakan untuk jalan-jalan ke luar kota atau ke luar negeri, mengunjungi tempat wisata, bertemu sanak saudara, dan sebagainya. Selain harus tetap memerhatikan protokol kesehatan, Anda juga harus tetap mewaspadai santapan makanan atau jajanan yang akan dikonsumsi.

    Tahukah Anda bahwa makanan yang tidak ditangani sesuai prosedur yang benar, berisiko terkontaminasi kuman, bakteri, ataupun virus hingga menyebabkan penyakit yang menyebar melalui makanan (food borne disease). Risiko kontaminasi makanan bisa terjadi pada tahap penyiapan bahan, proses pengolahan, penyajian, pengemasan, penyimpanan, hingga pengantaran.

    Bahaya Demam Tifoid dari Makanan

    Salah satu penyakit yang bisa ditularkan dari makanan yang terkontaminasi adalah demam tifoid atau yang lebih dikenal dengan tifus/ tipes. Demam tifoid merupakan infeksi saluran pencernaan yang disebabkan serangan bakteri Salmonella typhi. Setelah terinfeksi, penderita dapat terserang diare atau sulit buang air besar dan sakit perut. Bakteri kemudian akan masuk ke aliran darah sehingga terjadi demam.

    Demam tifoid bersifat endemis di seluruh dunia, bisa terjadi setiap tahun, dan tidak dipengaruhi oleh musim. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, terdapat 26 juta kasus demam tifoid di dunia setiap tahun. Penyakit ini menyebabkan 215.000 kematian setiap tahun.

    vaksin ke rumah, layanan ke rumah, vaksinasi di rumah aja

    Orang yang terinfeksi tifoid memiliki gejala demam yang bisa mencapai 39-40 derajat celcius, terutama pada malam hari. Gejala lainnya, antara lain, nyeri otot, sakit kepala, kelelahan, berkeringat, batuk kering, dan kehilangan nafsu makan.

    Selain itu, gejala paling umum saat seseorang terkena tifoid yaitu sakit perut. Pada anak-anak, tifoid akan menyebabkan diare, sedangkan orang dewasa cenderung mengalami konstipasi atau gangguan pencernaan yang membuat seseorang buang air besar kurang dari tiga kali dalam seminggu.

    Baca Juga: Perlukah Vaksin Tifoid Sebelum Bepergian?

    Virus Hepatitis A Menyebar Lewat Makanan Minuman

    Hepatitis A adalah penyakit yang disebabkan oleh virus yang menginfeksi sel-sel hati dan menyebabkan peradangan. Virus ini dengan mudah ditularkan melalui oral, terutama lewat makanan dan minuman yang terkontaminasi. Risiko ini meningkat pada makanan atau jajanan pinggir jalan yang umum ditemukan di jalanan-jalanan tanah air.

    Tanda dan gejala penyakit ini adalah demam, malaise (lemah lesu), anoreksia (tidak nafsu makan), gangguan perut serta mata tampak berwarna kuning (ikterus). Masa inkubasi (jarak antara virus masuk ke tubuh dan gejala timbul) berkisar antara 15 sampai 50 hari, rata-rata 28-30 hari.

    Baca Juga: Cara Mencegah Hepatitis A Bagi Kamu yang Suka Kulineran

    Pentingnya Vaksin Tifoid dan Vaksin Hepatitis A

    Selain pentingnya menjaga kebersihan seperti mencuci tangan dengan bersih, konsumsi makanan yang matang, selektif memilih jajanan, tentu ada langkah pencegahan yang dapat Moms lakukan bersama keluarga, yaitu vaksinasi.

    Vaksinasi tifoid dapat dilakukan setiap tiga tahun sekali, gunanya untuk meningkatkan kekebalan tubuh dari bakteri Salmonella typhi. Vaksin tersebut sudah bisa diberikan dalam satu dosis sejak anak berusia dua tahun hingga orang dewasa.

    Sedangkan vaksin hepatitis A dapat dilakukan pada:
    – Anak usia 12-24 bulan. Bila terlewat, ia bisa dapatkan pada usia 2-18 tahun.
    – Orang yang bepergian atau bekerja di negara endemi hepatitis A.
    – Orang dengan pekerjaan risiko tinggi terinfeksi virus hepatitis A.
    – Pekerja restoran atau penjual makanan.

    Bagi Anda yang membutuhkan layanan vaksin Tifoid dan Vaksin Hepatitis A kini tak perlu repot mencarinya, karena ProSehat sudah menyiapkan kebutuhan ini. Vaksin dapat dilakukan di Klinik maupun tenaga medis yang akan mendatangi rumah Anda.

    Baca Juga: Gejala Hepatitis A, Benarkah Mirip Influenza?

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L


    Referensi

    1. kompas.id.2021. Waspadai Penularan Demam Tifoid lewat Kontaminasi Makanan
      2. detikhealth.2018. Jajan Sembarangan Saat Mudik? Waspadai Risiko Hepatitis A
      3. sehatnegeriku.kemkes.go.id.2015. Mengenal Hepatitis A.
    Read More
  • Setiap penderita diabetes wajib memantau kadar gula darahnya secara berkala. Hal ini bisa dilakukan secara mandiri menggunakan alat glukometer. Manfaat dari pemantauan gula darah mandiri banyak sekali, diantaranya mempelajari pola makan dan olahraga yang sesuai dengan Anda, pengaruh stres terhadap gula darah, juga respon pengobatan. Simak penjelasan dan cara melakukan pemantauan gula darah mandiri yang benar […]

    Cara dan Manfaat Melakukan Pemantauan Gula Darah Mandiri

    Setiap penderita diabetes wajib memantau kadar gula darahnya secara berkala. Hal ini bisa dilakukan secara mandiri menggunakan alat glukometer. Manfaat dari pemantauan gula darah mandiri banyak sekali, diantaranya mempelajari pola makan dan olahraga yang sesuai dengan Anda, pengaruh stres terhadap gula darah, juga respon pengobatan. Simak penjelasan dan cara melakukan pemantauan gula darah mandiri yang benar di bawah ini.

    Cara dan Manfaat Melakukan Pemantauan Gula Darah Mandiri

    Cara dan Manfaat Melakukan Pemantauan Gula Darah Mandiri

    Manfaat melakukan pemantauan mandiri

    Pemantauan gula darah mandiri sudah seharusnya menjadi bagian dari manajemen orang dengan diabetes. Tindakan ini memberikan informasi yang Anda butuhkan mengenai perkembangan profil gula darah Anda dan hal-hal yang mempengaruhinya. Berikut adalah beberapa manfaatnya:

    1. mengetahui naik turunnya kadar gula darah,
    2. mengetahui respon pengobatan,
    3. membantu penyesuaian dosis obat diabetes,
    4. membantu dalam pencapaian target HbA1c,
    5. dapat langsung mengetahui bila mengalami hipo atau hiperglikemia, dan
    6. memahami faktor-faktor yang mempengaruhi kadar gula darah, seperti jenis makanan (diet), olahraga, dan stres

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Untuk mendapatkan manfaat maksimal dari pemantauan gula darah mandiri, disarankan agar Anda belajar langsung dari tenaga kesehatan. Hal-hal yang perlu dipelajari termasuk:

    1. cara melakukan pemeriksaan darah
    2. target kadar gula darah
    3. kapan dan frekuensi pemeriksaan
    4. langkah yang harus diambil setelah mengetahui hasil
    5. kapan harus mengevaluasi ulang program pemantauan mandiri disesuaikan dengan kondisi Anda

    Baca Juga: Kenali Gejala Awal Diabetes Pada Anak

    Cara melakukan pemeriksaan gula darah mandiri

    Ada banyak sekali merk glukometer di pasaran dengan harga yang bervariasi. Anda boleh meminta saran dari tenaga kesehatan namun tetap sesuaikan dengan anggaran Anda. Karena Anda akan melakukan pemeriksaan secara mandiri, maka Anda harus paham cara penanganan alat dan prosedur pemeriksaannya. Untuk pencatatan, sebaiknya Anda memiliki buku catatan khusus.

    1. Penanganan ala
      • Cuci tangan dengan sabun sebelum menyiapkan alat.
      • Strip pemeriksaan (test strip) hanya digunakan satu kali. Strip harus disimpan di tabung tertutup yang disediakan untuk menjaga kualitasnya. Pastikan belum kadaluarsa.
      • Hanya sedikit sampel darah yang dibutuhkan. Sampel yang terlalu sedikit tidak akan bisa dibaca oleh alat.
      • Konsultasikan dengan tenaga kesehatan bila alat menunjukkan hasil yang tidak biasa.
    2. Memeriksa gula dara
      • Cuci tangan dengan sabun untuk mencegah infeksi.
      • Masukkan strip pemeriksaan ke dalam alat.
      • Masukkan lancet ke alat tusuk yang disediakan.
      • Tusuk salah satu ujung jari Anda.
      • Tekan-tekan jari agar sampel darah terkumpul cukup (bila diperlukan).
      • Teteskan sampel darah ke strip pemeriksaan.
      • Tunggu hasil muncul di layar.
      • Tulis hasil di buku catatan.

    Baca Juga: Panduan Asupan Sehat untuk Menurunkan Kadar Gula Darah

    Frekuensi pemeriksaan gula darah

    Pemeriksaan gula darah dilakukan sebanyak yang disarankan oleh dokter Anda, biasanya mulai dari satu kali sampai empat kali per hari. Waktunya dapat bervariasi, misalnya sebelum makan, saat mau tidur, 2 jam setelah makan, bila Anda merasa lemas, dan saat puasa. Pada kondisi-kondisi tertentu diperlukan pemeriksaan yang lebih sering, diantaranya

    1. Baru didiagnosis diabetes
    2. Memulai jenis pengobatan baru
    3. Belum mencapai target kadar gula
    4. Rencana hamil atau sedang hamil.

    Penelitian menunjukkan bahwa pemantauan gula darah mandiri dapat memperbaiki kadar HbA1c dan kondisi diabetes secara umum. Pemantauan mandiri juga menjaga Anda dari risiko hipo dan hiperglikemia dan memotivasi Anda untuk terus menjaga kesehatan. Jangan sungkan untuk berlatih bersama tenaga kesehatan sebelum memulai.

    Baca Juga: Berbagai Faktor Penyebab Diabetes yang Paling Banyak Ditemukan

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat. 

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul Larasati

    Referensi

    1. Self Monitoring of Blood Glucose [Internet]. Diabetes Québec Team of Health Professionals. 2017 March [cited 2022 March 31]. Available from: https://www.diabete.qc.ca/en/living-with-diabetes/care-and-treatment/self-control/self-monitoring-of-blood-glucose/.
    2. Kirk J, Stegner J. Self Monitoring of Blood Glucose: Practical Aspects. J Diabetes Sci Technol. 2010 Mar; 4(2): 435–439.
    3. Schnell O et al. Self Monitoring of Blood Glucose. A Prerequisite for Diabetes Management in Outcome Trials. J Diabetes Sci Technol. 2014 May; 8(3): 609–614.
    4. Klonoff D. Benefits and Limitations of Self-Monitoring of Blood Glucose. J Diabetes Sci Technol. 2007 Jan; 1(1): 130–132.
    Read More
  • Menjaga berat badan yang sehat merupakan hal penting bagi semua orang, tidak terkecuali orang dengan diabetes. Salah satu cara untuk mengetahui berat badan yang sehat bagi Anda bisa dengan menggunakan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT).  Berat badan yang sehat memberikan dampak baik terhadap kesehatan, seperti menjaga kestabilan tekanan darah dan kolesterol, serta mengurangi risiko terjadinya […]

    Indeks Massa Tubuh yang Sehat bagi Penderita Diabetes

    Menjaga berat badan yang sehat merupakan hal penting bagi semua orang, tidak terkecuali orang dengan diabetes. Salah satu cara untuk mengetahui berat badan yang sehat bagi Anda bisa dengan menggunakan perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT). 

    Indeks Massa Tubuh yang Sehat bagi Penderita Diabetes

    Indeks Massa Tubuh yang Sehat bagi Penderita Diabetes

    Berat badan yang sehat memberikan dampak baik terhadap kesehatan, seperti menjaga kestabilan tekanan darah dan kolesterol, serta mengurangi risiko terjadinya komplikasi. Tidak hanya itu, memiliki berat badan yang sehat akan memengaruhi persepsi seseorang tentang dirinya. Ia akan merasa dan terlihat sehat.

    Dengan berbagai restriksi jenis makanan, bagaimana cara orang dengan diabetes dapat mengatur indeks massa tubuh yang sehat?

    Mengenal Indeks Massa Tubuh

    Indeks Massa Tubuh adalah alat skrining untuk pengkategorian berat badan berdasarkan tinggi badan dan berat badan. IMT tidak mengukur lemak tubuh secara langsung, namun Anda bisa mendapatkan gambaran umumnya. Dari IMT, Anda juga bisa mengetahui risiko penyakit metabolik dan penyakit lainnya.

    Berikut cara menghitung Indeks Massa Tubuh:

    Dari hasil perhitungan, Anda dapat mengetahui kategori berat badan Anda. Untuk orang Indonesia, nilai Indeks Massa Tubuh merujuk kepada kriteria Asia Pasifik, yaitu:

    Klasifikasi IMT (kg/m2)
    Berat badan kurang (underweight) < 18,5
    Berat badan normal 18,5 – 22,9
    Berat badan berlebih 23 – 24,9
    Obesitas > 25

    medical check up hemat, medical check up murah, medical check up ke rumah

    Menaikkan Berat Badan

    Tidak semua orang diabetes memiliki berat badan berlebih. Sebagian penderita diabetes justru memiliki berat badan kurang (underweight). Bila Anda ingin menaikkan berat badan untuk mencapai berat badan atau Indeks Massa Tubuh yang sehat, sangat disarankan untuk Anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan Ahli Gizi dan dokter yang memantau diabetes Anda. Ahli Gizi akan menjelaskan program diet yang terbaik untuk menaikkan berat badan sesuai dengan kondisi diabetes yang Anda miliki.

    Beberapa tipsnya antara lain:

    1. Makan dengan porsi kecil tapi lebih sering.
    2. Gunakan produk tinggi lemak, misalnya susu, krim, keju, yogurt, sebagai snack, campuran makan, atau minuman.
    3. Tambahkan lemak tak jenuh (unsaturated fat) ke makanan, seperti minyak zaitun dan minyak bunga matahari.

    Selalu catat apa yang Anda makan dan minum, porsi dan waktunya sebagai bahan evaluasi bersama Ahli Gizi.

    Baca Juga: Berbagai Faktor Penyebab Diabetes yang Paling Banyak Ditemukan

    Menurunkan Berat Badan

    Menurunkan berat badan bisa jadi tantangan besar bagi Anda yang memiliki berat badan lebih. Namun, menurunkan berat badan memberikan banyak manfaat bagi orang dengan diabetes. Kadar gula darah Anda akan lebih mudah dikelola, Anda akan memiliki lebih berenergi, dan menurunkan risiko terjadinya komplikasi.

    Ada banyak sekali jenis diet untuk menurunkan berat badan. Bicarakan dengan Ahli Gizi untuk rekomendasi diet terbaik bagi Anda dan dengan pertimbangan bahan makanan yang mudah Anda akses dan sukai. Selain diet, olahraga akan sangat membantu penurunan berat badan.

    Baca Juga: Kenali Berbagai Macam Komplikasi Akibat Diabetes

    Menjaga Berat Badan yang Sehat

    Untuk menjaga berat badan yang sehat, diperlukan komitmen untuk terus memelihara kebiasaan baik yang telah Anda bangun. Secara umum, rekomendasinya adalah sebagai berikut:

    1. Makan dengan benar.
    2. Perhatikan berat badan dan lingkar perut. Lingkar perut yang sehat untuk perempuan adalah < 80 cm dan laki-laki < 90 cm.
    3. Aktif bergerak dan berolahraga.
    4. Kontrol kesehatan rutin dengan dokter.

    Bila Anda telah mencapai berat badan yang sehat atau memiliki Indeks Massa Tubuh normal, saatnya giliran Anda memberikan dukungan kepada mereka yang masih berusaha.

    Baca Juga: Kenali Berbagai Bahaya Diabetes Pada Pria

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Nurul Larasati

    Referensi

    • What’s Your Healthy Weight When You Have Diabetes 
    • About Adult BMI [Internet]. CDC. 2021
    • Tips to Gain Weight [Internet]. Diabetes UK. 2022
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com