Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Penyakit

Showing 91–100 of 403 results

  • Di bawah ini adalah Infografik Hipotiroid, Menu Sehat dan Olahraganya yang perlu Sahabat Sehat ketahui Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check up, layanan fisioterapi, pemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam.  Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA […]

    Infografik Hipotiroid, Menu Sehat dan Olahraganya

    Di bawah ini adalah Infografik Hipotiroid, Menu Sehat dan Olahraganya yang perlu Sahabat Sehat ketahui

    menu sehat hipotiroid

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Moms, setiap penyakit memiliki komplikasi yang berbeda-beda apabila tidak dicegah. Komplikasi tersebut dapat merupakan sesuatu yang ringan, namun juga bisa berat bahkan mengancam nyawa. Penyakit campak adalah salah satu penyakit yang memiliki komplikasi berat, terutama pada anak-anak dengan kondisi tertentu. World Health Organization (WHO) dan UNICEF mencatat terdapat peningkatan angka infeksi campak di dunia dalam […]

    Cegah Komplikasi Sakit Campak Pada Anak dengan Vaksinasi

    Moms, setiap penyakit memiliki komplikasi yang berbeda-beda apabila tidak dicegah. Komplikasi tersebut dapat merupakan sesuatu yang ringan, namun juga bisa berat bahkan mengancam nyawa. Penyakit campak adalah salah satu penyakit yang memiliki komplikasi berat, terutama pada anak-anak dengan kondisi tertentu.

    Cegah Komplikasi Sakit Campak Pada Anak dengan Vaksinasi

    Cegah Komplikasi Sakit Campak Pada Anak dengan Vaksinasi

    World Health Organization (WHO) dan UNICEF mencatat terdapat peningkatan angka infeksi campak di dunia dalam 2 bulan pertama tahun 2022 sebesar 79% dibandingkan tahun kemarin.1

    Dengan sifatnya yang mudah menular, maka Moms harus waspada terhadap penyakit ini, terutama bila terdapat keluarga yang termasuk dalam populasi berisiko. Seperti apa komplikasi dari campak? Populasi apa yang dinilai berisiko bila terkena campak? Mari kita bahas dalam artikel berikut.

    Campak menular melalui udara

    Campak merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus campak yang termasuk dalam Paramyxoviridae family.2 Virus ini termasuk jenis virus RNA yang mudah untuk menular. Proses penularan terjadi melalui udara atau disebut dengan airborne.

    Seseorang yang berada dalam jarak dekat orang terinfeksi campak, ada kemungkinan 90% orang tersebut dapat tertular apabila sistem imunnya tidak memiliki kekebalan terhadap virus campak.

    Virus campak dapat bertahan di udara selama 2-5 jam.3 Tanda dan gejala yang dapat dijumpai adalah demam, batuk, pilek, mata merah, bercak-bercak putih dalam mulut, dan bercak-bercak merah pada wajah dan tubuh.

    Seseorang sudah dapat menularkan virus campak 4 hari sebelum bercak merah timbul hingga 4 hari setelah bercak merahnya menghilang.

    Dapatkan: Paket Imunisasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) + Flu ke Rumah

    Komplikasi Campak dari Ringan Hingga Berat

    Virus campak dapat menyebabkan beberapa komplikasi untuk anak-anak, dari yang ringan hingga berat dampaknya. Beberapa komplikasi ringan yang dapat terjadi adalah infeksi telinga dan diare. Komplikasi berat yang dapat terjadi adalah sebagai berikut:

    Pneumonia

    Virus campak dapat menyebabkan infeksi pada paru sehingga terjadi pneumonia atau paru-paru basah. Kondisi ini dapat mengancam jiwa bila tidak ditangani karena mengganggu pertukaran oksigen, yang menyebabkan kebutuhan oksigen tubuh tidak terpenuhi. Perawatan yang diperlukan bila mengalami pneumonia yang berat dapat memerlukan penggunaan mesin ventilator (alat bantu napas).

    Baca Juga: Yuk, Cari Tahu Perbedaan Campak dan Rubella

    Ensefalitis

    Radang pada jaringan otak dapat terjadi pada infeksi campak meskipun jarang. Kondisi yang dinamakan ensefalitis ini dapat menyebabkan penurunan kesadaran hingga kejang pada anak.

    Kebutaan

    Infeksi virus campak pada anak yang kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kebutaan. Radang pada mata akibat virus ini dapat menyebabkan komplikasi ini.

    Komplikasi yang disebutkan diatas dapat dialami oleh anak-anak, terutama mereka yang masuk dalam kategori populasi berisiko. Anak-anak yang berusia dibawah 5 tahun atau mereka yang memiliki kondisi imun tubuh lemah seperti autoimun merupakan kelompok berisiko.

    Obat antivirus spesifik untuk campak tidak ada, namun tatalaksana yang diberikan bersifat suportif yaitu untuk meringankan gejala dan mencegah komplikasi. Salah satu cara untuk mencegah terinfeksi virus campak adalah dengan melakukan vaksinasi MR atau MMR (Measles, Mumps, Rubella).2,3 Vaksin ini sudah dapat diberikan pada anak yang berusia 9 bulan.

    Jika Moms ingin memberikan imunisasi campak pada buah hati, bisa dilakukan lewat ProSehat loh. Harga imunisasi campak bervariasi untuk layanan ke klinik langsung dan ke rumah, mulai dari Rp. 550.000.

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Bagi Moms yang berdomisili di luar Jakarta, terutama Bekasi dan sekitarnya, jangan khawatir karena ProSehat memiliki cabang Klinik Kasih Bekasi Satu, berlokasi di Grand Wisata, Jalan Western Boulevard, Ruko Lamonte Blok ER-3 No. 3.  

    Jika Moms membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Measles cases are spiking globally. Unicef.org. 2022.
    2. Kondamudi N, Waymack J. Measles. Ncbi.nlm.nih.gov. 2022.
    3. Measles (Rubeola). cdc.gov. 2022. 
    4. Measles. nhs.uk. 2022.
    5. PERTANYAAN SEPUTAR IMUNISASI MR. idai.or.id. 2022.
    Read More
  • Kolesterol adalah zat alami yang diproduksi dalam tubuh dan bisa juga didapat dari asupan. Zat ini memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah membuat hormon dan mencerna lemak. Akan tetapi, jika kadar kolesterol dalam darah terlampau tinggi, berbagai penyakit kronis seperti hipertensi (darah tinggi), diabetes, stroke, hingga jantung dapat terjadi. Lantas, kebiasaan buruk seperti apa yang […]

    Berbagai Kebiasaan Buruk Pemicu Kolesterol Tinggi

    Kolesterol adalah zat alami yang diproduksi dalam tubuh dan bisa juga didapat dari asupan. Zat ini memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah membuat hormon dan mencerna lemak. Akan tetapi, jika kadar kolesterol dalam darah terlampau tinggi, berbagai penyakit kronis seperti hipertensi (darah tinggi), diabetes, stroke, hingga jantung dapat terjadi.

    Lantas, kebiasaan buruk seperti apa yang dapat memicu terjadinya kolesterol tinggi?

    Berbagai Kebiasaan Buruk Pemicu Kolesterol Tinggi

    Berbagai Kebiasaan Buruk Pemicu Kolesterol Tinggi

    Fungsi Kolesterol Bagi Tubuh

    Kolesterol adalah lemak yang terdapat diseluruh tubuh dan berfungsi dalam membentuk sel, memproduksi vitamin D, menghasilkan hormon, dan mencerna makanan. Kolesterol dalam tubuh diangkut oleh lipoprotein. Lipoprotein terbagi menjadi dua, yakni high density lipoprotein (HDL) atau kolesterol baik yang berfungsi membawa kolesterol dari tubuh ke hati untuk dieliminasi oleh tubuh, dan low density lipoprotein (LDL) atau kolesterol jahat yang dapat memicu penumpukan kolesterol di pembuluh darah. 

    Apabila kadar kolesterol dalam tubuh tinggi, maka tumpukan LDL dalam darah akan semakin besar hingga dapat menyempitkan pembuluh darah. Kondisi inilah yang kemudian menyebabkan timbulnya berbagai masalah kesehatan.

    Meski hal ini dapat terjadi secara alami seperti akibat penuaan, namun kondisi ini juga dapat disebabkan oleh faktor lain, salah satunya gaya hidup atau kebiasaan buruk yang mungkin tidak Anda sadari. 

    Dapatkan: Layanan Medical Check Up dari ProSehat

    Kebiasaan Buruk Penyebab Kolesterol Tinggi

    Kadar kolesterol yang tinggi biasanya tidak memberikan tanda atau gejala yang spesifik. Untuk memastikannya, Anda perlu menjalani tes darah. Ini karena tanda dan gejalanya cenderung muncul saat kolesterol tinggi sudah menyebabkan penyakit pada tubuh. 

    Seseorang akan berisiko menderita kolesterol dua kali lipat apabila memiliki riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi. Namun, Anda yang tidak memiliki riwayat keluarga kolesterol tinggi pun juga dapat mengalami gangguan kesehatan ini apabila memiliki beberapa kebiasaan berikut ini:

     

    • Pola makan sehari-hari yang tidak sehat

     

    Kualitas dan kuantitas dari asupan makanan yang Anda konsumsi setiap harinya berperan besar dalam menentukan kadar kolesterol Anda. Kebiasaan sering mengonsumsi makan tinggi kolesterol seperti jeroan, makanan laut, daging merah, produk susu, serta berbagai makanan olahan atau cepat saji (terutama gorengan) dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat dan menurunkan kadar kolesterol baik. 

    Untuk itu, ubahlah kebiasaan makan Anda sehari-hari dengan mengonsumsi makanan yang kaya lemak baik, buah-buahan, dan sayuran untuk mengontrol kadar kolesterol dalam tubuh. Contoh makanan yang kaya akan lemak baik, termasuk:

    1. Ikan sarden, salmon, tuna yang tinggi kandungan lemak omega 3.
    2. Alpukat, kacang-kacangan (almon, kenari, hazelnut) dan minyak zaitun yang mengandung lemak tak jenuh.
    3. Sayuran hijau seperti bayam, brokoli, dan kangkung yang mengandung asam lemak omega 3. 
    4. Telur yang kaya akan omega  3, namun perlu diingat mengonsumsi telur cukup satu butir setiap dua tiga hari sekali.

    Makanan diatas dapat Anda olah dengan cara direbus, tim, kukus, maupun di panggang. Hindari menggoreng dengan minyak karena sama saja mengandung kolesterol jahat. 

     

    • Kurang aktif bergerak

     

    Gaya hidup sedentari merupakan gaya hidup seseorang yang kurang aktif bergerak. Apabila Anda kurang aktif bergerak, tubuh akan kehilangan kemampuannya dalam membakar lemak menjadi energi, akibatnya lemak akan terus menumpuk di dalam tubuh. Tumpukan lemak inilah yang menyebabkan tingginya kadar kolesterol jahat. 

    Untuk menghindarinya, Anda dapat melakukan olahraga rutin secara teratur minimal 30 menit setiap harinya agar kadar kolesterol tetap terkendali. Jenis olahraga yang mampu menurunkan kadar kolesterol jahat adalah kardiovaskular seperti bersepeda atau berjalan. 

     

    • Berat badan berlebih atau obesitas

     

    Orang dengan berat badan berlebih atau obesitas lebih rentan terhadap kolesterol tinggi dibanding orang yang memiliki berat badan ideal yang stabil. 

    Hal ini karena lemak yang terakumulasi pada orang yang memiliki berat badan berlebih akan menurunkan kemampuan tubuh dalam mengeliminasi lemak di dalam tubuh, sehingga akan meningkatkan risiko terjadinya plak pada pembuluh darah. Menurunkan indeks massa tubuh (IMT) sebesar 10% saja dapat mengurangi risiko terkena penyakit kardiovaskular yang parah. 

    Baca Juga: Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

     

    • Skinny fat

     

    Tak hanya pada orang gemuk, kolesterol tinggi juga bisa dialami oleh orang kurus. Orang yang sulit mengalami kenaikan berat badan cenderung sering mengabaikan makan yang dikonsumsinya. Kondisi ini kemudian akan membuat mereka merasa baik-baik saja jika mengonsumsi makanan berlemak dan berkolesterol secara berlebihan. 

    Padahal, orang kurus yang sering disebut sebagai skinny fat ini juga memiliki risiko yang sama berbahaya atau bahkan lebih berbahaya dibanding dengan orang yang obesitas. Ini karena mereka memiliki pola makan yang tidak sehat dan tidak menyadari kondisi kesehatan tubuhnya. Sebuah riset membuktikan bahwa 1 di antara 4 orang yang kurus mengalami obesitas secara prediabetes atau metabolik. 

    Istilah Metabolically Obese Normal Weight atau MONW diciptakan untuk orang yang memiliki berat badan ideal namun juga memiliki lemak tubuh yang banyak. Orang diabetes yang kurus lebih rentan kematian daripada orang diabetes yang memiliki berat badan berlebih. 

    Oleh sebab itu, jangan pernah meremehkan kesehatan meskipun Anda bertubuh kurus. Karena bukan hal yang tak mungkin Anda memiliki lemak dan kolesterol tinggi. Maka dari itu, selalu terapkan gaya hidup sehat dengan melakukan diet sehat dan olahraga teratur. Jangan lupa untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan. 

     

    • Stres

     

    Stres sangat berkaitan dengan kebiasaan diet yang kurang sehat dan berat badan berlebih, terutama pada pria. Diet yang tidak sehat menjadi salah satu faktor risiko kolesterol tinggi. 

    Sebuah penelitian yang melibatkan 90.000 orang menunjukan bahwa mereka yang mengalami stres di tempat kerja cenderung memiliki kadar kolesterol yang tidak normal. Kondisi ini dapat berupa jumlah kolestrol tinggi, rendahnya kolesterol baik dan tingginya kolesterol jahat. 

    Hal ini dapat dipicu oleh tubuh yang mengeluarkan hormon kortisol saat stres. Kadar kortisol yang tinggi dalam jangka panjang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Selain itu, hormon adrenalin yang dilepaskan oleh tubuh juga dapat trigliserida yang dapat meningkatkan kolesterol jahat. 

    Pemicu stres memang tidak bisa dihilangkan. Namun, stres dapat diatasi dengan cara melepas beberapa pekerjaan atau pikiran yang melelahkan dan berolahraga lebih teratur. Berbagi cerita dengan keluarga atau teman terdekat yang dapat membantu melepaskan sedikit beban stres. 

     

    • Konsumsi alkohol berlebih

     

    Mengonsumsi minuman beralkohol berlebih merupakan faktor pemicu terjadinya kolesterol tinggi. Racun pada alkohol dapat menurunkan fungsi hati, pembuluh darah, dan jantung. Sehingga tubuh akan kesulitan menjalankan fungsinya dalam membakar kolesterol, akibatnya kadarnya dalam tubuh semakin tinggi dan menyebabkan plak dalam pembuluh darah. 

    Penyakit Tertentu Juga Bisa Jadi Penyebab

    Tak hanya kebiasan buruk, kolesterol tinggi juga dapat terjadi akibat adanya penyakit didalam tubuh yang berpotensi meningkatkan kadar kolesterol dalam darah Anda. Beberapa penyakit yang dimaksud, antaralain:

    • Diabetes
    • Gangguan liver dan masalah ginjal
    • Gangguan kelenjar tiroid
    • Tekanan darah tinggi

    Apabila Anda tidak memiliki kebiasaan buruk, tetapi terkena kolesterol tinggi, sebaiknya segeralah periksa riwayat kesehatan keluarga Anda. Sebab, kolesterol tinggi tak hanya dapat terjadi akibat kebiasaan buruk yang dijalani. 

    Baca Juga: Inilah Berbagai Jenis Terapi Pasca Stroke Agar Cepat Pulih

    Ayo rutin periksakan kesehatan Anda dan keluarga bersama layanan Medical Check Up dari Prosehat. Layanan ini dapat dilakukan di rumah dan di klinik Prosehat di Palmerah Jakarta Barat dan Grand Wisata Bekasi. Dengan mengetahui status kesehatan, Anda dapat mencegah terjadinya penyakit atau perburukan dari suatu penyakit.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. www.heart.org. 2022. Causes of High Cholesterol. Mayo Clinic. 2022. High cholesterol – Symptoms and causes.
    2. Mayasari, D., 2022. Dangerous Habits that May be Raising Your Cholesterol | TIMES Indonesia.
    3. www.heart.org. 2022. Common Misconceptions about Cholesterol.
    4. Centers for Disease Control and Prevention. 2022. Knowing Your Risk: High Cholesterol.
    Read More
  • Campak dan rubela (campak Jerman) merupakan penyakit yang sering dijumpai pada anak-anak. Kedua penyakit tersebut sekilas terlihat sangat mirip dengan timbulnya bercak merah pada tubuh anak yang terinfeksi. Namun tahukah Sahabat Sehat bahwa kedua penyakit tersebut disebabkan oleh dua tipe virus yang berbeda? Kedua penyakit tersebut tidak semirip yang mungkin Sahabat Sehat pikirkan. Lalu apa […]

    Yuk, Cari Tahu Perbedaan Campak dan Rubella

    Campak dan rubela (campak Jerman) merupakan penyakit yang sering dijumpai pada anak-anak. Kedua penyakit tersebut sekilas terlihat sangat mirip dengan timbulnya bercak merah pada tubuh anak yang terinfeksi. Namun tahukah Sahabat Sehat bahwa kedua penyakit tersebut disebabkan oleh dua tipe virus yang berbeda?

    Kedua penyakit tersebut tidak semirip yang mungkin Sahabat Sehat pikirkan. Lalu apa sajakah perbedaan campak dan rubella? Apakah yang satu lebih berbahaya dari yang lain? Mari kita bahas perbedaan kedua penyakit tersebut dalam artikel.

    Yuk, Cari Tahu Perbedaan Campak dan Rubella

    Yuk, Cari Tahu Perbedaan Campak dan Rubella

    Campak Menular Melalui Udara

    Campak, atau nama lainnya yaitu rubeola (measles) merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus RNA dengan famili Paramyxoviridae dan genus Morbillivirus. Ini merupakan sebuah penyakit yang sangat mudah ditularkan melalui udara, terutama pada mereka yang belum pernah terinfeksi ataupun belum pernah divaksinasi.

    Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2018, dijumpai kurang lebih 140.000 kasus kematian pada anak usia dibawah 5 tahun karena campak. Tujuan kedepannya tentu adalah untuk meningkatkan angka vaksinasi terhadap campak, karena penyakit yang sangat menular ini dapat dicegah.

    Tanda dan gejala yang sering dijumpai pada penyakit campak adalah batuk, pilek, mata merah, dan demam tinggi. Tanda yang unik pada campak dapat  berupa bercak putih dalam rongga mulut yang timbul pada hari ke 2-3, dan bercak merah pada sekujur tubuh pada hari ke 3-5. Bercak merah ini pertama timbul pada kepala, dekat garis rambut kemudian turun dan menyebar keseluruh tubuh.

    Dapatkan:  Layanan Vaksinasi Measles, Mumps dan Rubella (MMR) di ProSehat

    Karakteristik Bercak Merah Campak

    Pada bagian bercak merah, kulit dapat timbul sedikit. Bercak merah juga dapat bergabung dengan bercak merah lainnya menjadi lebih besar.

    Sebagian besar penderita campak akan sembuh tanpa adanya komplikasi. Namun tetap terdapat risiko terjadinya komplikasi, khususnya pada kelompok berisiko seperti anak usia dibawah 5 tahun dan gangguan pada sistem imun. Beberapa komplikasi yang dapat ditimbulkan oleh penyakit campak dapat berupa infeksi telinga, kebutaan, radang jaringan otak, paru-paru basah, hingga kematian.

    Rubela Menyebabkan Pembesaran Kelenjar Getah Bening

    Berbeda dengan campak, rubela atau juga disebut dengan campak jerman merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus RNA dengan famili Matonaviridae dan genus Rubivirus.4 Virus ini memiliki karakteristik sama, yaitu sangat mudah menular melalui udara dan terutama pada anak yang belum pernah terinfeksi sebelumnya dan belum divaksinasi. Meskipun sudah sangat jarang dijumpai, namun virus ini masih terdapat pada beberapa negara.

    Infeksi Rubela dapat menimbulkan beberapa gejala yang mirip seperti campak yaitu batuk, pilek, dan mata merah. Demam yang dialami saat terinfeksi virus ini secara umum tidak tinggi, berbeda dengan demam pada campak. Selain itu sering dijumpai pembesaran kelenjar getah bening pada daerah belakang leher, belakang telinga, dan daerah bawah rahang.

    Baca Juga: Bahayakah Jika Anak Tidak Menerima Vaksinasi Campak?

    Karakteristik Bercak Merah Rubela

    Untuk bercak merah yang timbul saat infeksi rubela dimulai pada daerah kepala dan kemudian berlanjut turun menyebar ke seluruh tubuh. Namun bercak tersebut lebih cepat menghilang, yaitu sekitar 1-3 hari.

    Komplikasi yang dapat terjadi pada infeksi rubela juga berbahaya, berupa radang pada otot dan lapisan jantung, radang pada sendi, radang pada hati, kebutaan, dan keguguran atau kematian janin pada ibu hamil.

    Satu Vaksinasi untuk Mencegah Campak dan Rubela

    Kabar baiknya, untuk kedua virus tersebut sudah ada vaksinnya di Indonesia, yaitu vaksin campak dan rubela (MR) atau dengan tambahan mumps (MMR). Vaksin kombinasi ini pertama kali diberikan pada anak berusia 9 bulan.

    Baca Juga: Kenali Perbedaan Imunisasi MR dan MMR

    Bagi Moms yang ingin melakukan imunisasi untuk si kecil, kini tak perlu khawatir karena Prosehat memberi kemudahan dengan layanan imunisasi ke rumah. Kisaran harga imunisasi Measles, Mumps and Rubella (MMR) ke rumah sekitar Rp. 900.000 sedangkan untuk harga imunisasi campak ke rumah sekitar Rp. 570.000. 

    Jika Moms membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Kondamudi N, Waymack J. Measles. Ncbi.nlm.nih.gov. 2022.
    2. Measles (Rubeola). cdc.gov. 2022.
    3. Measles. Who.int. 2022.
    4. Leonor M, Mendez M. Rubella. Ncbi.nlm.nih.gov. 2022.
    5. Rubella. Who.int. 2022.
    6. Rubella. cdc.gov. 2022. 
    7. PERTANYAAN SEPUTAR IMUNISASI MR. idai.or.id. 2022. 
    Read More
  • Penyakit kutil kelamin merupakan sebuah penyakit yang tidak jarang ditemukan. Terdapat berbagai infeksi pada kulit yang dapat menimbulkan kelainan, salah satunya adalah infeksi virus yang didapat saat kontak erat. Pencegahannya tentu adalah menggunakan pelindung saat melakukan aktivitas seksual seperti kondom atau menghindari aktivitas seksual tersebut. Namun Sahabat Sehat, selain itu terdapat juga cara lain, yaitu […]

    Benarkah Kutil Kelamin Bisa Dicegah dengan Vaksin HPV?

    Penyakit kutil kelamin merupakan sebuah penyakit yang tidak jarang ditemukan. Terdapat berbagai infeksi pada kulit yang dapat menimbulkan kelainan, salah satunya adalah infeksi virus yang didapat saat kontak erat.

    Benarkah Kutil Kelamin Bisa Dicegah dengan Vaksin HPV Vaksinasi

    Benarkah Kutil Kelamin Bisa Dicegah dengan Vaksin HPV Vaksinasi?

    Pencegahannya tentu adalah menggunakan pelindung saat melakukan aktivitas seksual seperti kondom atau menghindari aktivitas seksual tersebut. Namun Sahabat Sehat, selain itu terdapat juga cara lain, yaitu dengan melakukan vaksinasi. Vaksin apa yang dapat mencegah terjadinya kutil kelamin?

    Penyebab Kutil Kelamin dan Kanker pada Pria

    Kutil kelamin adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus yang dinamakan Human Papilloma Virus (HPV). HPV merupakan penyebab tersering penyakit menular seksual (PMS). Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) terdapat sekitar 43 juta infeksi kutil kelamin pada tahun 2018.

    Terdapat berbagai tipe dari HPV, diantaranya menyebabkan kutil kelamin bahkan kanker berupa kanker serviks. Diestimasikan bahwa HPV merupakan penyebab kanker anus sebesar 90%, dan hampir semua kanker serviks dengan 50% disebabkan oleh HPV tipe 16 dan tipe 18. Pada pria HPV merupakan penyebab kanker penis sebesar 35-40%.

    Infeksi dari HPV tersebut terjadi dengan kontak erat, yaitu contohnya pada saat aktivitas seksual. Setelah kontak, virus tersebut memerlukan waktu kurang lebih 2-3 bulan untuk dapat menimbulkan gejala yaitu berupa kutil kelamin.

    Terapi yang diberikan secara umum bertujuan untuk menghilangkan kutilnya saja, virus masih dapat ditemukan dalam tubuh namun dalam kondisi dorman. Tidak terdapat obat antivirus yang dapat membunuh virusnya secara langsung.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV

    Vaksinasi HPV Untuk Pria?

    Saat ini sudah terdapat vaksin untuk mencegah terjadinya infeksi HPV sehingga kutil kelamin dapat dihindari. Terdapat 2 tipe vaksin HPV yang sudah dapat Sahabat Sehat temukan di Indonesia yaitu bivalen dan tetravalen. Untuk vaksin bivalen mencakup HPV tipe 16 dan 18 sedangkan vaksin tetravalen mencakup HPV tipe 6, 11, 16, dan 18. Tipe yang sering menyebabkan kutil kelamin adalah tipe 6 dan 11.

    Pemberian vaksin HPV dapat dilakukan pada anak usia 9 tahun keatas, selain itu juga disarankan terutama yang memiliki riwayat kanker serviks pada keluarga. Pemberian dibagi menjadi 3 dosis yaitu 0, 1 atau 2, dan 6 bulan.

    Selain mencegah terjadinya kutil kelamin, vaksin HPV juga dapat mencegah terjadinya berbagai jenis kanker seperti kanker serviks, kanker penis, dan kanker anus. Efek samping yang dapat terjadi setelah vaksin umumnya ringan seperti nyeri pada area penyuntikkan vaksin atau kemerahan, pegal-pegal, atau demam yang jarang dijumpai. Tentu efek positifnya jauh lebih besar daripada efek negatifnya.

    Baca Juga: Cek Fakta: Ini Dia Fungsi Vaksin HPV Pada Pria?

    Vaksin HPV Lindungi Diri dan Pasangan

    Vaksin HPV dapat diberikan pada pria maupun wanita. Dengan mendapatkan vaksin tersebut maka Sahabat Sehat dapat terhindar dari infeksi kutil kelamin. Selain itu, Sahabat Sehat juga dapat melindungi pasangan dari infeksi kutil kelamin.

    Melalui vaksinasi HPV, diharapkan terbentuknya herd immunity  atau kekebalan kelompok pada suatu komunitas. Herd immunity memberikan manfaat yang baik karena dapat menurunkan angka infeksi HPV pada komunitas tersebut.

    Sahabat Sehat, kutil kelamin merupakan sebuah penyakit yang disebabkan oleh virus, namun dapat dicegah. Salah satu cara untuk Sahabat sehat mencegahnya adalah dengan melakukan vaksinasi HPV. Dengan vaksin tersebut, tidak hanya Sahabat Sehat mencegah terjadinya kutil kelamin, namun beberapa jenis kanker yang dapat menyerang Sahabat Sehat atau pasangan Anda.

    Baca Juga: Ingin Vaksinasi HPV Mandiri? Ini Kisaran Harganya

    Sahabat Sehat tidak perlu khawatir karena ProSehat menyediakan layanan vaksinasi HPV untuk pria dan wanita. Untuk harga vaksinasi HPV dalam kisaran Rp 1.700.000,-. Sebelum mendapatkan vaksin HPV, konsultasi dahulu dengan dokter.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat.  

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jonathan Christopher
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Genital HPV Infection – Fact Sheet [Internet]. cdc.gov. 2022.
    2. Cervical cancer [Internet]. Who.int. 2022.
    3. Leslie S, Sajjad H, Kumar S. Genital Warts. Ncbi.nlm.nih.gov. 2022.
    4. Valerie R. Yanofsky G. Genital Warts: A Comprehensive Review. PubMed Central (PMC). 2022.
    5. Sekilas tentang Vaksin HPV [Internet]. idai.or.id. 2022.
    6. Human Papillomavirus (HPV) Vaccines [Internet]. National Cancer Institute. 2022.
    Read More
  • Serviks atau leher rahim tentunya berbeda dengan rahim menurut anatominya. Berdasarkan gambar dibawah ini, rahim atau kandungan (uterus) berada di bagian, sedangkan serviks atau leher rahim berada tepat di bawah rahim. Selain anatominya, bagaimana dengan penyebab dan gejalanya? Yuk simak ulasannya. Kanker Serviks Kanker serviks adalah kanker atau keganasan yang tumbuh pada sel-sel rahim. Kanker […]

    Yuk, Kenali Perbedaan Kanker Serviks dan Kanker Rahim

    Serviks atau leher rahim tentunya berbeda dengan rahim menurut anatominya. Berdasarkan gambar dibawah ini, rahim atau kandungan (uterus) berada di bagian, sedangkan serviks atau leher rahim berada tepat di bawah rahim. Selain anatominya, bagaimana dengan penyebab dan gejalanya? Yuk simak ulasannya.

    Yuk, Kenali Perbedaan Kanker Serviks dan Kanker Rahim

    Yuk, Kenali Perbedaan Kanker Serviks dan Kanker Rahim

    Kanker Serviks

    Kanker serviks adalah kanker atau keganasan yang tumbuh pada sel-sel rahim. Kanker ini berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut. Serviks merupakan organ kewanitaan sepertiga bawah rahim (uterus), berbentuk silindris dan menonjol serta berhubungan dengan vagina.

    Secara umum, kanker merupakan salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia dan menjadi penyebab kematian tertinggi kedua setelah penyakit jantung dan pembuluh darah. Global Burden of Cancer Study (Globocan) dari World Health Organization (WHO) mencatat, total kasus kanker di Indonesia pada tahun 2020 mencapai 396.914 kasus dari total kematian 234.511 kasus. 

    Kanker serviks menempati urutan tertinggi kedua dengan jumlah 36.633 kasus atau 9,2% dari total kasus kanker di Indonesia. Hampir 95% kanker serviks pada wanita disebabkan oleh virus HPV (Human Papillomavirus). Infeksi virus HPV biasanya terjadi pada perempuan di usia reproduksi. 

    Ada dua golongan HPV, yaitu HPV risiko tinggi atau HPV onkogenik (yang menjadi penyebab kanker), seperti HPV tipe 16, 18, dan 31, 33, 45, 52, 58; dan HPV risiko rendah atau non-onkogenik yaitu tipe 6, 11, 32 dan lainnya.

    Dapatkan: Paket Vaksinasi Kanker Serviks HPV 4 Strain ke Rumah

    Gejala Awal Kanker Serviks

    Umumnya pasien kanker serviks tidak mengalami gejala apapun pada stadium awal sampai akhirnya berkembang ke tahap stadium lanjut.
    Gejala yang mungkin timbul berupa :

    • Perdarahan vagina
    • Keputihan
    • Nyeri panggul
    • Nyeri saat berhubungan seksual.

    Gejala Lanjut Kanker Serviks

    Kanker serviks kemungkinan akan bermetastasis atau menyebar ke organ lainnya seperti panggul sampai ke kelenjar getah bening yang ada pada seluruh tubuh.
    Gejala kanker serviks pada stadium lanjut dapat berupa :

    • Nyeri kaki
    • Berat badan menurun drastis
    • Kelelahan
    • Nyeri pada punggung bawah
    • Keluarnya urin dan tinja dari vagina
    • Keluarnya darah bercampur dengan urin
    • Kesulitan untuk buang air kecil
    • Tulang rapuh hingga mudah patah (apabila penyebaran kanker mencapai tulang). 

    Baca Juga: Kapan Waktu yang Tepat Bagi Perempuan untuk Pap Smear?

    Kanker Rahim

    Kanker rahim atau kanker uterus adalah tumor ganas yang tumbuh di dalam rahim. Kanker rahim paling sering terjadi pada wanita yang telah memasuki masa-masa menopause atau berusia diatas 50 tahun. Kanker rahim terjadi ketika sel-sel rahim tumbuh tidak terkendali sehingga membentuk tumor atau benjolan yang bersifat ganas.

    Penyebab Kanker Rahim

    Setiap perempuan berpeluang terkena kanker. Diduga perubahan hormon esterogen menjadi pemicu utama terjadinya kanker rahim. Berikut ini faktor resiko yang menyebabkan tingginya kadar estrogen dalam tubuh:

    • Berat badan berlebih (overweight)
    • Sedang menjalani terapi hormon pengganti atau Hormon Replacement Therapy
    • Pernah menderita polycystic ovarian syndrome (PCOS)
    • Menopause diatas 55 tahun
    • Memiliki riwayat diabetes melitus
    • Mempunyai keluarga dengan riwayat kanker ovarium atau kanker uterus.

    Gejala Kanker Rahim

    Gejala kanker rahim mirip dengan gejala kanker serviks, diantaranya:

    • Perdarahan atau timbul bercak darah yang timbul setelah menopause
    • Perdarahan pervaginam yang berlebihan pada saat menstruasi
    • Perdarahan pervagina diluar periode menstruasi
    • Nyeri pada pinggang yang menjalar ke belakang
    • Nyeri saat berhubungan seksual
    • Munculnya darah saat buang air kecil.

    Untuk dapat membedakannya, konsultasikan dengan dokter agar diperiksa lebih lanjut dan mendalam. Baik Anda memiliki risiko kanker atau tidak, pencegahan adalah salah satu langkah penting untuk melindungi Anda. Sayangnya, belum ada vaksinasi yang melindungi spesifik dari kanker rahim, tapi Anda bisa terlindungi dari virus HPV.

    Baca Juga: Apakah Boleh Melakukan Vaksin HPV Setelah Melahirkan?

    Sahabat Sehat, jadwalkan vaksinasi HPV Anda, keluarga, dan kerabat perempuan Anda dengan Prosehat. Anda bisa melakukannya di klinik mitra Prosehat maupun di rumah untuk kenyamanan Anda dengan harga mulai dari 1.000.000-an.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Kanker.kemkes.go.id. 2021. PPKServiks.
    2. Kata Data. 2021. Ini Jenis Kanker yang Paling Banyak Diderita Penduduk Indonesia.
    3. Direktorat P2PTM. 2016. Kenali Gejala Kanker Serviks Sejak Dini – Direktorat P2PTM.
    4. Cancer.org. 2020. Cervical Cancer Symptoms | Signs of Cervical Cancer.
    5. Medanta.org. 2021. 6 Signs and Symptoms of Cervical Cancer in Women.
    6. Markman, MD, M., 2021. What are the Symptoms and Signs of Cervical Cancer?
    7. Cancer.org.au. 2021. Uterine cancer | Causes, Symptoms & Treatments.
    8. nhs.uk. 2021. Womb (uterus) cancer – Symptoms.
    Read More
  • Berpuasa selama bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Ada banyak sekali manfaat dari berpuasa, salah satunya adalah mengendalikan tekanan darah. Namun, bagi Anda yang menderita tekanan darah tinggi, ada beberapa hal yang perlu diketahui agar dapat beribadah dengan aman dan nyaman.  Pada dasarnya, penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi dibolehkan berpuasa selama bulan Ramadhan […]

    Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa bagi Penderita Hipertensi?

    Berpuasa selama bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi setiap Muslim. Ada banyak sekali manfaat dari berpuasa, salah satunya adalah mengendalikan tekanan darah. Namun, bagi Anda yang menderita tekanan darah tinggi, ada beberapa hal yang perlu diketahui agar dapat beribadah dengan aman dan nyaman. 

    Pada dasarnya, penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi dibolehkan berpuasa selama bulan Ramadhan asalkan tekanan darahnya terkontrol dan tidak memiliki komplikasi serius. Para pakar kesehatan juga berpesan agar penderita hipertensi untuk selalu disiplin dalam mengonsumsi obat-obatan yang diresepkan dan menjalani pola hidup sehat. 

    Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa bagi Penderita Hipertensi

    Apa yang Perlu Diperhatikan Saat Puasa bagi Penderita Hipertensi?

    Mencegah Hipertensi Kambuh saat Puasa

    Hipertensi adalah kondisi yang terjadi saat tekanan darah meningkat hingga jauh diatas angka normal. Pada kondisi normal, tekanan darah pada orang yang sehat berkisar antara 90/60 mmHg sampai 120/80 mmHg. Namun, jika seseorang memiliki tekanan darah mencapai 140/90 mmHg atau lebih, kondisi tersebut dapat dikategorikan sebagai hipertensi atau tekanan darah tinggi. 

    Dapatkan: Nature’s Plus Garlic And Parsley Oil Softgels

    Hipertensi bisa saja kambuh selama puasa. Namun Anda yang menderita hipertensi tak perlu khawatir karena kondisi ini dapat dicegah apabila Anda memerhatikan hal-hal berikut ini:

    Rutin memeriksakan diri ke dokter

    Selama menjalankan ibadah puasa, penderita hipertensi tetap harus memeriksakan diri ke dokter secara rutin guna memantau kondisi kesehatan. Dengan demikian, kondisi kesehatan Anda akan lebih terkontrol dan dokter dapat memastikan apakah tubuh Anda cukup sehat untuk berpuasa atau tidak.

    Hindari konsumsi garam berlebih

    Mengonsumsi makanan yang mengandung terlalu banyak garam dapat meningkatkan risiko kekambuhan hipertensi. Itulah mengapa penderita hipertensi disarankan untuk menghindari makanan tinggi garam, baik saat sahur maupun berbuka.

    Beberapa makanan yang mengandung banyak asupan garam antara lain makanan olahan seperti sosis, keju, keripik, makanan kaleng, saus instan, dan sebagainya. Untuk menyiasatinya, Anda dapat mengganti garam dengan bawang putih atau rempah lain yang dapat memberikan sensasi gurih pada makanan. 

    Baca Juga: Penderita Hipertensi Wajib Tahu ! 10 Macam Buah Penurun Tekanan Darah

    Cukupi kebutuhan air putih

    Tekanan darah akan terpengaruh saat Anda kekurangan cairan selama puasa. Untuk itu, penting untuk selalu memenuhi kebutuhan air harian di waktu sahur dan berbuka. Hindari mengonsumsi minuman berkafein seperti teh, kopi, ataupun minuman bersoda karena dapat meningkatkan tekanan darah. 

    Perbanyak asupan buah dan sayur

    Jadikan buah dan sayur sebagai menu yang harus ada saat sahur maupun berbuka. Sebab, buah dan sayur kaya akan kalium yang bermanfaat untuk mengurangi efek natrium pada darah, sehingga tekanan darah akan terjaga.

    Olahraga dan istirahat yang cukup

    Melakukan olahraga secara teratur juga mampu mencegah hipertensi. Anda dapat melakukan olahraga ringan sebelum berbuka atau setelah sahur saat energi masih banyak. Kapanpun Anda berolahraga, waspada jangan sampai dehidrasi (kekurangan cairan) atau menjadi terlalu lemas. Konsultasikan dengan dokter jenis olahraga yang terbaik bagi Anda.

    Usahakan untuk rutin berolahraga setidaknya 150 menit dalam seminggu untuk menurunkan 5-8 mmHg pada tekanan darah. Imbangi pula dengan tidur malam yang cukup setidaknya 7 jam untuk menjaga stamina saat berpuasa. 

    Baca Juga: Mengenal Diet DASH untuk Penderita Hipertensi

    Sahabat Sehat, itulah hal-hal yang perlu diperhatikan penderita hipertensi saat berpuasa. Siapkan diri dengan baik dan lakukan pemantauan kesehatan secara berkala agar Anda dapat menikmati beribadah saat bulan Ramadhan.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. Cleveland Clinic. 2022. Does Fasting Affect Heart and Blood Pressure.
    2. nhs.uk. 2022. High blood pressure (hypertension).
    3. Harvard Health. 2022. 6 simple tips to reduce your blood pressure.
    4. Billock, J., 2022. How to lower blood pressure quickly and naturally. The Checkup. 
    Read More
  • Bagi orang dengan diabetes, menjalani ibadah puasa mungkin menjadi tantangan tersendiri. Puasa diketahui memiliki dampak baik dalam pengontrolan gula darah, namun bila dilakukan tidak dengan hati-hati justru akan menyebabkan komplikasi, terutama bagi penderita diabetes. Lantas, bagaimana cara agar penderita diabetes tetap dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan lancar? Pada dasarnya, penderita diabetes boleh menjalankan ibadah […]

    8 Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Diabetes

    Bagi orang dengan diabetes, menjalani ibadah puasa mungkin menjadi tantangan tersendiri. Puasa diketahui memiliki dampak baik dalam pengontrolan gula darah, namun bila dilakukan tidak dengan hati-hati justru akan menyebabkan komplikasi, terutama bagi penderita diabetes. Lantas, bagaimana cara agar penderita diabetes tetap dapat menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan lancar?

    8 Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Diabetes

    8 Tips Aman Berpuasa untuk Penderita Diabetes

    Pada dasarnya, penderita diabetes boleh menjalankan ibadah puasa selama kadar gula darahnya terkontrol dengan baik dan tidak disertai dengan penyakit kronis lainnya seperti jantung atau ginjal. Bagi penderita diabetes, aktivitas fisik, pengaturan pola makan, dan disiplin minum obat menjadi hal penting yang harus diperhatikan selama berpuasa. Hal ini dilakukan guna mencegah terjadinya komplikasi berupa penurunan kadar gula darah secara drastis (hipoglikemia) atau sebaliknya menjadi sangat tinggi (hiperglikemia). 

    Oleh sebab itu, bagi penderita diabetes yang ingin menjalani puasa, sebaiknya perhatikan beberapa hal berikut ini.

    Jangan Sepelekan Makan Sahur

    Waktu makan sahur tidak boleh dilewatkan agar memiliki energi yang cukup selama berpuasa dan terhindar dari hipoglikemia. Pilihlah makanan dengan indeks glikemik rendah agar gula darah naik perlahan-lahan.

    Produk Terkait: Easy Touch GCU untuk mengecek Gula/Glukosa Darah, Kolesterol Total.

    Tetap Makan 3 Kali Sehari

    Saat berpuasa, Anda dapat mengganti sarapan dengan makan sahur, makan siang diganti dengan makan saat berbuka puasa, sementara makan malam dilakukan setelah sholat tarawih. Makanlah dalam porsi terbagi saat makan untuk berbuka dan setelah sholat tarawih agar tidak berlebihan.

    Cukupi Asupan Serat

    Makanan yang mengandung banyak serat akan memberikan rasa kenyang lebih lama. Makanan berserat tinggi, seperti gandum, beras merah, sayur, dan buah-buahan dianjurkan untuk dikonsumsi lebih banyak di waktu sahur. 

    Hindari Makanan Berminyak dan Makanan yang Terlalu Manis

    Terlalu banyak mengonsumsi makanan berminyak seperti gorengan dapat menyebabkan penimbunan lemak dalam tubuh yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kadar gula darah dan menjadi risiko penyakit jantung. Tak hanya itu, penderita diabetes juga dianjurkan untuk menghindari mengonsumsi makanan manis untuk menjaga kadar gula darah stabil. 

    Cukupi Kebutuhan Cairan Tubuh

    Minumlah air putih 8 gelas sehari untuk menjaga cairan tubuh. Agar dapat mencukupi kebutuhan sehari, Anda dapat minum 2-3 gelas saat sahur dan 5-6 gelas setelah berbuka puasa hingga sebelum tidur malam.

    Hindari mengonsumsi minuman manis dan mengandung kafein seperti teh dan kopi karena akan membuat Anda lebih sering buang air kecil. Sementara banyak buang air kecil saat puasa meningkatkan risiko dehidrasi.

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Ini Manfaat Puasa Bagi Kesehatan Jiwa

    Rutin Periksa Kadar Gula Darah

    Pemeriksaan kadar gula darah dapat dilakukan secara mandiri di rumah dengan menggunakan alat pengukur gula darah. Pemeriksaan gula darah dapat dilakukan secara rutin sebanyak 2-4 kali sehari, yakni setelah sahur, saat berpuasa, dan setelah berbuka puasa.

    Hal ini sangat penting guna mencegah terjadinya hipoglikemia ataupun hiperglikemia. Apabila kadar gula darah Anda berada di bawah 70 mg/dl atau lebih dari 300 mg/dl, Anda dianjurkan untuk membatalkan puasa. 

    Rutin Berolahraga

    Melakukan olahraga ringan selama puasa baik untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh, asalkan tidak berlebihan. Sebab, melakukan aktivitas fisik yang berlebihan dapat menyebabkan hipoglikemia dan dehidrasi, terutama pada penderita diabetes. 

    Konsumsi Obat Sesuai Petunjuk Dokter

    Penderita diabetes tetap harus mengonsumsi obat yang diresepkan dokter selama bulan Ramadhan. Biasanya dokter akan mengatur kembali dosis dan jadwal konsumsi obat agar sesuai dengan jadwal makan selama bulan puasa. 

    Baca Juga: Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Sahabat Sehat, itulah beberapa tips aman berpuasa Ramadhan bagi penderita diabetes agar dapat beribadah dengan nyaman. Selain rutin memeriksa kadar gula darah, perhatikan juga sinyal dari tubuh Anda.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: Redaksi Prosehat
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi

    1. Putri, A., 2022. Panduan Berpuasa bagi Penderita Diabetes.
    2. WebMD. 2022. Can You Fast If You Have Diabetes?.
    3. UK, D. and Ramadan, D., 2022. Diabetes and Ramadan.
    4. Healthline. 2022. How to Fast Safely: 10 Helpful Tips.
    5. Healthxchange.sg. 2022. Diabetes and Ramadan: 9 Tips for Fasting – HealthXchange.
    Read More
  • Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Serviks merupakan organ kewanitaan yang lokasinya di sepertiga bawah rahim, berbentuk silindris dan menonjol serta berhubungan dengan vagina. Kanker serviks berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut.  Seperti kanker pada umumnya, kanker serviks memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda sesuai dengan […]

    Kenali Gejala Kanker Serviks Sesuai dengan Stadiumnya

    Kanker serviks adalah kanker yang tumbuh pada sel-sel di leher rahim. Serviks merupakan organ kewanitaan yang lokasinya di sepertiga bawah rahim, berbentuk silindris dan menonjol serta berhubungan dengan vagina. Kanker serviks berkembang secara perlahan-lahan dan menunjukkan gejalanya apabila sudah memasuki stadium lanjut. 

    Seperti kanker pada umumnya, kanker serviks memiliki tingkat keparahan yang berbeda-beda sesuai dengan perkembangannya. Maka dari itu, gejalanya pun berbeda-beda. Yuk, simak pengelompokan tingkat keparahan kanker serviks dan gejala yang menyertainya.

    Kenali Gejala Kanker Serviks Sesuai dengan Stadiumnya

    Kenali Gejala Kanker Serviks Sesuai dengan Stadiumnya

    Stadium dan Gejala Kanker Serviks

    Stadium 0

    Pada stadium 0, sel pra kanker sudah muncul di area dinding rahim, namun belum sampai masuk ke dalam leher rahim. Kanker stadium 0 disebut juga dengan carcinoma in situ.

    Pada umumnya, pasien tidak merasakan gejala apapun pada stadium ini. Biasanya seseorang dengan stadium ini terdeteksi saat ia menjalani pemeriksaan Pap smear. Bila terdeteksi sedini mungkin, hal ini memungkinkan pengobatan segera dilakukan sebelum sel berkembang menjadi sel kanker.

    Dapatkan: Layanan Vaksinasi HPV dari ProSehat

    Stadium 1

    Pada kanker serviks stadium 1, di permukaan serviks sudah ditemukan sel kanker dan masuk semakin dalam ke jaringan. Namun, sel kanker belum menyebar ke kelenjar getah bening dan organ tubuh lainnya. Stadium 1 memiliki dua tingkatan, yaitu:

    • Stadium 1A

    Pada tahap ini sel kanker masih sangat sedikit sehingga belum ada gejala fisik. Sel kanker belum menyebar jauh dari area sel kanker pertama kali muncul.

    • Stadium 1A.1

    Jumlah sel kanker masih sangat sedikit dan pertumbuhannya masih kurang dari 3 mm dari permukaan serviks.

    • Stadium 1A.2

    Ukuran sel kanker sedikit lebih besar yaitu sekitar 3-5 mm ke dalam jaringan serviks.

    • Stadium 1B

    Kanker stadium 1B belum menyebar ke jaringan lain yang berada di dekat maupun jauh dari lokasi awal timbulnya kanker. Ada tiga tingkatan Stadium 1B:

    • Stadium 1B.1

    Sel kanker tumbuh sekitar 5 mm ke dalam jaringan serviks, namun ukurannya kurang dari 2 cm.

    • Stadium 1B.2

    Ukuran sel kanker kurang lebih mencapai 2-4 cm.

    • Stadium 1B.3

    Ukuran sel kanker berkembang hingga 4 cm. Lokasi kanker masih pada area serviks.

    Orang dengan kanker serviks stadium 1 biasanya tidak menunjukkan gejala atau gejalanya tidak begitu tampak. Gejala yang mungkin dikeluhkan juga biasanya tidak khas, diantaranya:

    • Perdarahan vagina

    Perdarahan ini menyerupai perdarahan menstruasi namun dengan durasi yang lama atau jumlah darah yang lebih banyak dari biasanya. Sebagian orang juga mengeluhkan timbulnya bercak darah atau flek diantara periode menstruasi.

    • Keputihan

    Pada pasien kanker serviks, keputihan berwarna merah muda atau coklat, berdarah, dan berbau busuk. Kadang-kadang keputihan disertai dengan potongan jaringan seperti gumpalan darah.

    • Nyeri panggul

    Sebagian orang merasakan nyeri pada area panggul tanpa alasan jelas. Selain nyeri panggul, sebagian lainnya mengalami sakit pada punggung bawah, serta nyeri pada bagian bawah perut.

    • Nyeri saat berhubungan intim

    Selain perdarahan dari vagina, sebagian penderita kanker serviks juga mengalami nyeri pada bagian bawah perut saat berhubungan seksual.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Stadium 2

    Kanker serviks stadium 2 diartikan sel kanker sudah menyebar ke jaringan serviks dan rahim namun belum terdapat penyebaran ke dinding panggul atau vagina bagian bawah. Pada stadium ini terdapat dua tingkatan:

    • Stadium 2A

    Sel kanker menyebar dari jaringan serviks dan rahim namun belum ke jaringan sebelah serviks (parametrium).

    • Stadium 2A.1

    Ukuran kanker kurang dari 4 cm.

    • Stadium 2A.2

    Ukuran kanker sudah melebihi dari 4 cm.

    • Stadium 2B

    Sel kanker menyebar ke seluruh jaringan serviks, rahim dan parametrium.

    Gejala pada stadium 2, sama dengan gejala awal yang terjadi pada stadium 1.

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    Stadium 3

    Kanker serviks stadium 3 ditandai dengan menyebarnya sel kanker ke bagian bawah vagina atau dinding panggul. Sel kanker bisa menyumbat saluran kemih yang dilewati oleh urin yang bergerak menuju kandung kemih sehingga pada stadium ini pasien akan merasakan kesulitan berkemih. Ada tiga tingkatan pada stadium ini:

    • Stadium 3A

    Sel kanker sudah menyebar ke bagian bawah vagina, namun belum sampai ke dinding panggul dan kelenjar getah bening.

    • Stadium 3B

    Sel kanker menyebar ke dinding panggul dan menyebabkan sumbatan di salah satu saluran kemih. Pada stadium ini pasien biasanya ginjal pasien mengalami pembengkakan (hidronefrosis). Akibatnya, pasien sulit berkemih dan terjadi nyeri hebat di pinggang.

    • Stadium 3C

    Pada stadium 3C, kanker sudah menyebar ke kelenjar getah bening di panggul dan pembuluh darah besar (para aorta).

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Stadium 4

    Pada kanker serviks stadium 4, kanker sudah menyebar ke organ tubuh lain seperti tulang dan paru-paru.

    • Stadium 4A

    Kanker sudah menyebar ke kandung kemih dan rektum sampai ke area luar panggul.

    • Stadium 4B

    Tahapan paling parah kanker stadium 4 ditandai dengan penyebaran sel kanker ke organ yang sangat jauh seperti kelenjar getah bening di area jauh dari rahim, paru-paru dan tulang.

    Gejala kanker serviks stadium 4 mirip dengan gejala pada stadium awal namun dengan intensitas dan keparahan yang lebih tinggi. Berikut gejala yang timbul pada stadium lanjut kanker serviks:

    • Nyeri pada kaki
    • Berat badan berkurang secara drastis
    • Kelelahan
    • Nyeri pada punggung bawah
    • Keluarnya urin dan tinja dari vagina
    • Keluarnya darah bercampur dengan urin
    • Kesulitan buang air kecil
    • Tulang rapuh hingga mudah patah (apabila penyebaran kanker mencapai tulang). 

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Sahabat Sehat, gejala kanker serviks sangat beragam. Sayangnya, kanker serviks stadium awal jarang menunjukkan gejala yang khas. Oleh karena itu, penting sekali untuk melakukan skrining kanker serviks secara berkala melalui pemeriksaan Pap smear. Jangan lupa juga untuk melakukan vaksinasi HPV dan hindari faktor risiko yang masih dapat dicegah.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan ProSehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Jesica Chintia
    Ditinjau oleh: dr. Nurul Larasati

     

    Referensi

    1. Kanker.kemkes.go.id. 2021. PPKServiks.
    2. Cancer.org. 2020. Cervical Cancer Symptoms | Signs of Cervical Cancer.
    3. Medanta.org. 2021. 6 Signs and Symptoms of Cervical Cancer in Women.
    4. Markman, MD, M., 2021. What are the Symptoms and Signs of Cervical Cancer?.
    5. Hertiwi Putri, N. and Utari, d., 2021. Stadium Kanker Serviks dari 0 hingga 4, Ini Perbedaannya.
    Read More
  • Makanan lebaran yang lezat umumnya berlemak tinggi, seperti ketupat sayur, opor ayam, gulai dan rendang daging, olahan daging kambing, dan kue-kuean. Dan biasanya, sayur-sayuran agak sulit ditemui sebagai penyeimbang nutrisi. Di tengah meriahnya suasana Lebaran, Sahabat Sehat perlu memperhatikan kesehatan, terutama risiko kolesterol tinggi yang dapat berdampak pada kesehatan jantung, otak, dan organ dalam. Jangan […]

    Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Makanan lebaran yang lezat umumnya berlemak tinggi, seperti ketupat sayur, opor ayam, gulai dan rendang daging, olahan daging kambing, dan kue-kuean. Dan biasanya, sayur-sayuran agak sulit ditemui sebagai penyeimbang nutrisi.

    Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Hati-hati Kolesterol Tinggi dan Mengganggu Lebaran Anda

    Di tengah meriahnya suasana Lebaran, Sahabat Sehat perlu memperhatikan kesehatan, terutama risiko kolesterol tinggi yang dapat berdampak pada kesehatan jantung, otak, dan organ dalam. Jangan sampai Anda tumbang selesai Lebaran! Yuk, simak ulasannya.

    Siapa Berisiko Kolesterol Tinggi?

    Orang dengan kolesterol tinggi tidak harus berbadan besar atau dengan berat badan berlebih. Perawakan normal atau kurus pun bisa memiliki kolesterol tinggi bila ia menjalankan gaya hidup yang tidak sehat.

    Kolesterol tinggi biasa ditemui pada orang dengan faktor risiko seperti di bawah ini, antara lain:

    1. Riwayat keluarga dengan kolesterol tinggi
    2. Pola makan tinggi lemak jenuh (daging-dagingan, produk olahan susu) / lemak trans (sebagian besar kue-kuean, makanan beku olahan seperti nugget dan sosis, keripik, dll)
    3. Obesitas atau overweight
    4. Kurang aktivitas fisik/ sedentary lifestyle
    5. Merokok
    6. Konsumsi alkohol secara rutin
    7. Usia tua
    8. Wanita menopause
    9. Diabetes tipe 2

    Dapatkan: Layanan Medical Check Up dari ProSehat

    Pengaruh Makanan Berlemak Terhadap Jantung dan Otak

    Tubuh kita membutuhkan lemak untuk diubah menjadi energi dan berfungsi, tapi tubuh membutuhkan lemak yang sehat, yaitu lemak tidak jenuh (unsaturated fats).

    Terlalu banyak lemak jahat (lemak jenuh) dapat menyebabkan kolesterol menumpuk di arteri (pembuluh darah). Lemak jenuh meningkatkan kolesterol jahat (LDL), dan LDL yang tinggi meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

    Periksa Kolesterol Sebelum Lebaran atau Setelah Lebaran?

    Baik Anda memiliki risiko terhadap kolesterol atau tidak, Anda tetap perlu melakukan pemeriksaan kesehatan. Bedanya, orang yang sudah menderita kolesterol tinggi disarankan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan lebih sering dibanding yang sehat. Salah satunya untuk melihat respon obat dalam menurunkan kolesterol dan dampaknya terhadap organ tubuh lain yang sakit.

    Dalam kondisi khusus seperti Lebaran, tidak ada salahnya Anda memeriksakan kolesterol sebelum dan sesudah Lebaran. Untuk memeriksa kadar kolesterol, Anda disarankan untuk berpuasa terlebih dahulu selama 10-12 jam. Bedanya, puasa untuk pemeriksaan kolesterol membolehkan Anda minum air putih (bila sedang tidak dalam kondisi berpuasa Ramadhan).

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Memicu Kolesterol

    Jenis Kolesterol yang Diperiksa

    Ini adalah pemeriksaan yang diperlukan untuk mengetahui profil lemak/ kolesterol Anda, yaitu:

    Kolesterol Total

    Total dari kadar HDL, LDL, dan trigliserida. Normalnya kurang dari 200 mg/dL.

    HDL (high density lipoprotein)

    Dikenal sebagai kolesterol baik. Kadar kolesterol HDL yang normal dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke. Normalnya 60 mg/dL atau lebih.

    LDL (low density lipoprotein)

    Dikenal sebagai kolesterol jahat karena dapat menyumbat pembuluh darah. Normalnya kurang dari 100 mg/dL.

    Trigliserida

    Yaitu lemak yang disimpan. Trigliserida yang tinggi dapat menyebabkan serangan jantung dan stroke. Normalnya kurang dari 150 mg/dL.

    Baca Juga: Kolesterol Penyebab Stroke Dan Serangan Jantung

    Konsultasikan Hasil Dengan Dokter

    Setelah Anda menerima hasil pemeriksaan kolesterol, segera konsultasikan hasilnya dengan dokter. Dokter akan menganalisa hasil pemeriksaan dan mendiskusikan rencana terapi bersama Anda.

    Sahabat Sehat, walau makanan Lebaran sangat menggugah selera, sebaiknya Anda tetap berhati-hati dalam memilih jenis makanan dan porsinya. Terutama bagi Anda yang sudah memiliki penyakit kronis.

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan layanan konsultasi dokter, layanan vaksinasi, imunisasi anak, layanan medical check uplayanan fisioterapipemeriksaan laboratorium, multivitamin, dan produk kesehatan lainnya, segera manfaatkan layanan Prosehat yang turut menyediakan layanan Chat Dokter 24 Jam

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi WA Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh: dr. Gloria Teo
    Ditinjau oleh: dr. Nurul L

     

    Referensi

    1. National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion. LDL and HDL Cholesterol: “Bad” and “Good” Cholesterol. Atlanta: CDC; 2020.
    2. Mayo Clinic. Top 5 lifestyle changes to improve your cholesterol. New York: Mayo Clinic; 2020.
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com