Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Archive for Category: Kesehatan Wanita

Showing 91–100 of 255 results

  • Vaksin kanker serviks adalah salah satu vaksin yang diberikan untuk mencegah penularan penyakit tersebut yang terjadi akibat dari berhubungan seksual. Kanker ini disebabkan oleh HPV atau human papillomavirus. Kanker ini menyerang dengan cara menularkan infeksi pada wanita melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan area genital. Dari kontak langsung inilah kemudian muncul sel yang tumbuh […]

    Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturan Pemberiannya?

    Vaksin kanker serviks adalah salah satu vaksin yang diberikan untuk mencegah penularan penyakit tersebut yang terjadi akibat dari berhubungan seksual. Kanker ini disebabkan oleh HPV atau human papillomavirus. Kanker ini menyerang dengan cara menularkan infeksi pada wanita melalui hubungan seksual atau kontak langsung dengan area genital. Dari kontak langsung inilah kemudian muncul sel yang tumbuh secara tidak normal pada mulut rahim atau serviks, dan lama-kelamaan berkembang menjadi kanker serviks yang termasuk salah satu kanker paling mematikan.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Di Indonesia sendiri menurut data yang dilansir oleh Kementerian Kesehatan, jumlah penderita kanker serviks adalah 90-100 kasus per 100.000 penduduk, dan setiap tahunnya adalah 40.000 kasus. Bahkan, Indonesia termasuk kedua tertinggi di dunia. Angka global kematian akibat virus ini adalah 99,7 %, dan hampir semuanya menimpa wanita. Melihat dari jumlah tersebut, pemberian vaksin sangat penting dan harus dilakukan.

    Penyebab Kanker

    Sebelum membahas mengenai vaksin serviks, sebaiknya Sobat mengetahui terlebih dahulu penyebab kanker serviks. Penyebabnya terdiri dari berbagai faktor yang dapat meningkatkan seseorang untuk menderita penyakit ini, yaitu salah satunya infeksi human papillomavirus (HPV).

    Baca Juga: Cegah Kanker Serviks dengan Vaksin HPV

    HPV merupakan penyebab utama kanker serviks. Virus ini dapat menginfeksi sel-sel di permukaan kulit dan alat kelamin, anus, serta mulut, dan tenggorokan. HPV bisa muncul karena perilaku seks yang cukup berisiko seperti sering berganti pasangan seksual sejak usia muda, atau berhubungan seks tanpa kondom.

    Menderita Penyakit Menular Seksual

    Selain HPV, kanker serviks juga bisa disebabkan oleh wanita yang menderita penyakit menular seksual seperti kutil kelamin, klamidia, gonore, dan sifilis. Tidak hanya yang pernah, bahkan wanita yang sedang menderita penyakit menular seksual juga memiliki risiko tinggi terkena kanker ini. Jaid, infeksi HPV bisa muncul bersamaaan dengan penyakit menular seksual.

    Pola Hidup yang Tidak Sehat

    Pola hidup yang tidak mengutamakan kesehatan seperti jarang berolahraga, jarang mengonsumsi buah dan sayuran bisa menyebabkan timbulnya kanker serviks. Hal ini akan semakin meningkat jika wanita yang menderita kanker juga memiliki kebiasaan merokok.
    Mengapa bisa demikian? Karena tembakau dalam rokok dapat merusak sel DNA, serta membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah sehingga kurang efektif dalam melawan HPV.

    Lemahnya Sistem Kekebalan Tubuh

    Melemahnya sistem kekebalan tubuh karena HIV/AIDS atau akibat pengobatan kanker dan penyakit autoimun ternyata juga lebih berisiko terinfeksi HPV sebagai penyebab utama kanker serviks.

    Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama?

    Penggunaan Pil KB

    Pil KB yang dimaksudkan untuk mencegah kehamilan ternyata dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker. Karena itu, Sobat disarankan untuk memilih metode pencegahan kehamilan lain seperti IUD atau KB Spiral. Supaya aman, sebaiknya Sobat konsultasikan terlebih dahulu ke dokter kandungan untuk memilih jenis kontrasepsi yang tepat dan cocok.

    Hamil Usia Muda

    Hamil usia muda atau saat usia kurang dari 17 tahun dapat membuat seorang wanita lebih rentan terkena kanker serviks. Tak hanya itu, wanita yang pernah hamil dan melahirkan lebih dari 3 kali juga malah lebih berisiko. Hal ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang melemah dan perubahan hormon selama masa kehamilan dapat membuat wanita lebih rentan terhadap HPV.

    Pernah Mengonsumsi DES

    DES atau diethylstilbestrol adalah obat hormonal yang diberikan pada wanita untuk mencegah keguguran. Risiko yang ditimbulkan bahkan lebih besar. Selain itu, obat dapat meningkatkan risiko kanker pada janin perempuan yang dikandungnya.

    Faktor Keturunan

    Risiko terkena kanker serviks lebih tinggi juga bisa disebabkan oleh faktor keturunan, yaitu keluarga perempuan pernah didiagnosis penyakit serupa.

    Langkah Pencegahan

    Ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan dalam menghadapi kanker serviks. Mulai dari menjalankan pola hidup sehat, menjalani pap smear atau tes IV A, dan vaksinasi HPV. Pemberian vaksin merupakan hal yang paling penting dalam pencegahan.

    Kapan Sebaiknya Vaksin Diberikan?

    Untuk pemberian vaksin sebaiknya disarankan mulai dari wanita usia 10 tahun ke atas atau lebih tepatnya sejak usia remaja atau belum pernah melakukan hubungan seksual sama sekali.
    Pemberian pada usia-usia yang masih “perawan” tersebut ternyata menurut penelitian lebih efektif dalam mencegah penularan kanker serviks daripada diberikan saat sudah berhubungan seksual karena kemungkinan infeksi HPV sudah ada. Pemberian vaksin biasanya diberikan dalam bentuk suntikan oleh dokter dengan cara menyuntik ke dalam otot di lengan atas atau paha.

    Berapa Dosis yang Diperlukan?

    Dosis yang diberikan pun cukup dua saja terutama pada usia 10-13 tahun sedangkan pada usia 16-18 tahun, dosisnya bertambah menjadi 3. Semua dilakukan dengan jarak 1-6 bulan dari masing-masing dosis penyuntikan.
    Pemberian dosis diperlukan untuk dapat memberikan perlindungan jangka panjang dari infeksi HPV. Jika belum lengkap, bisa segera berkonsultasi ke dokter untuk melengkapinya. Ternyata pemberian vaksin juga bermanfaat bagi pria, dan sangat direkomendasikan untuk pria berusia 26 tahun ke bawah, dan pernah berhubungan intim dengan sesama pria ataupun yang punya gangguan imunitas.

    Mengapa vaksin HPV juga penting untuk pria? Sebab ternyata virus ini juga dapat menyebabkan kutil kelamin, kanker anus, serta kanker tenggorokan yang bisa saja terjadi pada pria.

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Jenis-jenis Vaksin Kanker Serviks

    Vaksin kanker serviks sendiri mempunyai beberapa tiga jenis yang bisa dimanfaatkan sesuai dengan jenis virusnya. Jenis-jenisnya antara lain:

    • Pertama adalah vaksin yang umumnya digunakan untuk mencegah kanker serviks dan pra kanker. Vaksin jenis ini akan mencegah infeksi HPV-16 dan HPV-18 sebagai penyebab umum terjadinya kanker. Pemberiannya ditujukan untuk wanita berusia 10-25 tahun.
    • Kedua adalah Gardasil yang digunakan untuk mencegah kanker dan pra-kanker serviks, vulva, vagina, dan anus. Vaksin ini juga bisa menangkal infeksi HPV-6 dan HPV-11 sebagai penyebab kutil pada kelamin, serta bisa diberikan pada pria usia 9-26 tahun.
    • Ketiga adalah Gardasil 9. Cakupannya lebih luas dari Gardasil sebelumnya karena mencakup HPV-31, HPV-33, HPV-45, HPV 52, dan HPV-58 yang juga dapat menyebabkan kanker serviks, dan bisa diberikan pada pria usia 9-15 tahun.

    Seberapa Efektifkah?

    Vaksinasi HPV cukup efektif dalam mencegah penyebaran kanker serviks lebih lanjut . Hal tersebut bisa terlihat contohnya pada Amerika dan Australia yang mampu menurunkan kejadian akibat serviks sebanyak 75% dalam 10 tahun terakhir setelah menjalankan program vaksinasi secara nasional.

    Adakah Efek Samping yang Ditimbulkan?

    Tentu saja mengenai vaksin HPV ini banyak Sobat yang bertanya-tanya apakah vaksin pencegah penularan kanker tersebut mempunyai efek samping?
    Jawabannya, tentu saja ada.  Akan tetapi efek samping yang terjadi biasanya sementara dan tergolong ringan. Beberapa efek samping yang dikeluhkan adalah sebagai berikut:

    • Bengkak
    • Nyeri
    • Kemerahan di area suntikan
    • Sakit kepala

    Sedangkan efek samping yang tidak terlalu sering dan jarang ditemukan adalah:

    • Demam
    • Mual
    • Rasa sakit di sekitar lengan, tangan atau kaki
    • Muncul ruam merah yang menyebabkan gatal
    • Terhambatnya saluran pernafasan dan kesulitan bernafas

    Selain efek-efek samping di atas, vaksin kanker serviks juga dapat memicu reaksi alergi yang parah atau lebih dikenal dengan nama alergi anafilaksis yang bisa mengancam keselamatan jiwa.

    Karena itu, sebelum meminta diberikan vaksin, ada baiknya Sobat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang akan memberikan informasi lengkap  termasuk membuat pertimbangan yang tepat mengenai manfaat yang dapat diperoleh serta risiko efek samping yang ditimbulkan.
    Setelah mendapatkan vaksin serviks, Sobat dianjurkan untuk melakukan pap smear sesuai dengan rekomendasi dari dokter. Tes ini untuk menguji keberadaan sel pra kanker atau kanker pada serviks. Jadi, bisa dibilang pap smear adalah tes lanjutan.
    Nah, bagi Sobat yang memerlukan vaksin HPV, informasi kesehatan, maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi

    1. Harsono F. Berapa Harga Vaksin HPV untuk Penangkal Kanker Serviks? [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/3914327/berapa-harga-vaksin-hpv-untuk-penangkal-kanker-serviks
    2. Media K. Mengapa Vaksin HPV untuk Cegah Kanker Serviks Diberikan Dua Kali? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2019/12/22/094000620/mengapa-vaksin-hpv-untuk-cegah-kanker-serviks-diberikan-dua-kali-?page=all
    3. Rakyat P. Berniat Vaksinasi Kanker Serviks? Ketahui Dulu 6 Hal Berikut – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. www.Pikiran Rakyat. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-01283087/berniat-vaksinasi-kanker-serviks-ketahui-dulu-6-hal-berikut-405268

     

    Read More
  • Kanker merupakan penyakit kritis penyebab kematian yang paling banyak di dunia. Sel-sel kanker yang bersifat abnormal ini dapat berkembang terus-menerus tak terkendali pada bagian tubuh mana pun, tak terkecuali organ reproduksi wanita. Dua faktor utama penyebab terjadinya kanker adalah faktor lingkungan dan faktor keturunan, di  mana faktor lingkungan lebih berpengaruh besar. Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama? Nah, perlu diketahui, ada […]

    Yuk, Mulai Waspadai Beberapa Faktor Penyebab Kanker pada Wanita!

    Kanker merupakan penyakit kritis penyebab kematian yang paling banyak di dunia. Sel-sel kanker yang bersifat abnormal ini dapat berkembang terus-menerus tak terkendali pada bagian tubuh mana pun, tak terkecuali organ reproduksi wanita. Dua faktor utama penyebab terjadinya kanker adalah faktor lingkungan dan faktor keturunan, di  mana faktor lingkungan lebih berpengaruh besar.

    penyebab kanker pada wanita

    Baca Juga: Kanker dan Tumor Itu Sama?

    Nah, perlu diketahui, ada beberapa jenis kanker yang lebih sering terjadi pada wanita dibandingkan pria. Yuk, kita bahas satu-persatu supaya kamu bisa mengantisipasi dan mendeteksinya sejak dini.

    1.Kanker Kolorektal

    Kanker kolorektal merupakan pertumbuhan abnormal dari sel kanker pada bagian usus besar hingga rektum. Jenis kanker ini sangat berbahaya, bahkan menjadi penyebab kematian nomor satu dibandingkan dengan jenis kanker lainnya. Kanker kolorektal dapat dialami oleh kaum pria maupun wanita. 1 dari 24 wanita bisa berisiko mengalami ini, lebih umum terjadi dibandingkan pada pria. Berikut adalah beberapa faktor penyebab kanker kolorektal:

    • Obesitas
    • Merokok
    • Mengidap diabetes tipe 2
    • Tidak menjaga pola hidup yang sehat
    • Mengkonsumsi daging dengan olahan yang tinggi
    • Memiliki riwayat penyakit radang usus
    • Memiliki riwayat keluarga yang mengidap penyakit kanker kolorektal atau polip

    2. Kanker Paru-paru

    Kanker paru-paru bisa berisiko terjadi pada kaum pria maupun wanita. Namun dalam 41 tahun terakhir, angka kejadian pada pria sudah menurun 35% dan pada wanita justru meningkat sebesar 87%. Kanker paru-paru sebenarnya banyak jenisnya, namun yang paling umum terjadi pada wanita adalah adenokarsinoma. Beberapa faktor penyebab kanker paru-paru, antara lain:

    • Perokok aktif maupun pasif
    • Riwayat menjalani radioterapi
    • Memiliki riwayat keluarga penderita kanker paru-paru
    • Bertempat tinggal dilingkungan yang tercemar zat berbahaya
    • Sering terpapar polusi udara saat di luar

    3. Kanker Tiroid

    Kanker tiroid tiga kali lebih cepat berkembang pada wanita daripada pria, apalagi pada wanita berusia muda. Perkembangan penyakitnya sendiri ada yang terjadi sangat lambat dan ada juga yang sangat cepat. Terdapat beberapa faktor yang dapat menyebabkan kanker tirotid, yaitu:

    • Mengidap penyakittiroid seperti gondok atau peradangan kelenjar tiroid
    • Memiliki riwayat paparan radiasi seperti radioterapi
    • Memiliki riwayat keluarga penderita kanker tiroid
    • Obsesitas

    Baca Juga: Gangguan Tiroid, dari Penyebab hingga Pencegahan

    4. Kanker Payudara

    Tidak asing lagi ketika mendengar kanker payudara, yang juga merupakan penyebab kematian paling umum pada wanita. Adapun peluang wanita akan mengalami kanker payudara adalah sebanyak 1 banding 8. Kanker jenis ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

    • Faktor genetik, adanya mutasi gen BRCA1 dan BRCA2
    • Memasuki usia menopause
    • Wanita yang mengalami menstruasi di bawah 12 tahun dan menopause di atas 55 tahun
    • Payudara padat yang lebih banyak jaringan ikat dibandingkan lemak
    • Memilikiriwayat kanker payudara sebelumnya
    • Memiliki riwayat keluarga penderita kanker payudara
    • Pernah mengalami terapi radiasi dibagian dada seperti perawatan Limfoma Hodgkin atau kanker kelenjar getah bening

    5. Kanker Rahim

    Kanker endometrium atau yang sering dikenal sebagai kanker rahim adalah jenis kanker yang tumbuh di bagian dinding rahim. Gejala kanker rahim yang paling umum terjadi adalah terjadinya pendarahan dari vagina diluar masa haid atau saat sudah memasuki masa menopause, kehilangan nafsu makan, cepat kenyang, perut kembung, bengkak dan nyeri pada panggul. Faktor-faktor yang dapat menjadi penyebab kanker rahim adalah:

    • Berusia di atas 50 tahun
    • Mulai menstruasi usia terlalu dini dan menopause terlambat
    • Obesitas
    • Pola makan yang tinggi akan lemak dan kalori
    • Menderita diabetes
    • Memilikiriwayat kanker payudara atau kanker ovarium
    • Memiliki riwayat keluarga penderita kanker rahim
    • Menderita pertumbuhan berlebih pada jaringan endometrium
    • Memiliki riwayat keluargadengan kanker rahim atau kolorektal
    • Mengikuti hormone repalcement therapy

    6. Kanker Serviks

    Penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim ini terjadi karena adanya virus HPV tipe 16 dan 18. Kanker serviks terjadi paling sering pada wanita yang berusia 35-55 tahun. Tapi, kanker serviks tidak akan terjadi pada wanita yang belum melakukan hubungan seksual. Adapun beberapa faktor terjadinya kanker serviks adalah sebagai berikut:

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    • Kebiasaan merokok
    • Hubungan seksual pertamadi usia muda
    • Bergonta-ganti pasangan seksual
    • Menggunakan jeniskontrasepsi oral dalam waktu panjang
    • Infeksi human papillomavirus(HPV)
    • Menderita penyakit menular seksual sepertigonore, sifilis, klamidia, ataupun kutil kelamin
    • Memiliki riwayat keluarga penderita kanker serviks

    7. Kanker vulva

    Kanker vulva terjadi akibat pertumbuhan sel yang abnormal pada bagian bibir vagina, yang awal mulanya dari penyakit menular seksual. Kanker ini berupa benjolan yang terasa sangat gatal, rapuh, dan terasa nyeri pada bibir vagina dan bisa dideteksi dengan biopsi. Beberapa faktor penyebab kanker vulva, adalah:

    • Kebiasaan merokok
    • Infeksi Human papillomavirus(HPV)
    • Bergonta-ganti pasangan seksual
    • Melakukan hubungan seksual sejak dini
    • Peradangan vulva menahun
    • Mempunyai penyakit kulit pada area vulva

    8. Kanker Vagina

    Kanker vagina juga memiliki gejala dan penyebab yang hampir sama dengan kanker serviks. Kanker jenis ini merupakan kanker yang langka terjadi, namun tidak boleh sesekali disepelekan karena bisa mengancam jiwa. Berikut adalah beberapa faktor penyebab kanker vagina:

    • Kebiasaan merokok
    • Berusia lebih dari 60 tahun
    • Memiliki riwayat infeksi HIV
    • Infeksi Human papillomavirus(HPV)
    • Bergonta-ganti pasangan seksual
    • Penggunaanobat diethylstilboestrol
    • Mempunyai riwayat kanker serviks

    9. Kanker Saluran Tuba

    Saluran tuba falopi yang merupakan jalur sperma menuju sel telur juga bisa terserang kanker, yang disebut dengan kanker saluran tuba. Pada umumnya, wanita yang mengidap kanker saluran tuba tidak merasakan gejala apapun dan kanker ini memang jarang terjadi pada wanita. Sampai saat ini penyebab kanker saluran tuba juga belum ditemukan.

    Baca Juga: Bagaimana Pengobatan Kanker yang Tepat?

    Itulah Sahabat Sehat mengenai beberapa faktor penyebab kanker pada wanita. Supaya Sahabat tidak terkena salah satu kanker di atas, yaitu kanker serviks, Sahabat bisa melakukan pencegahan dengan vaksinasi kanker HPV di Prosehat. Layanan vaksinasi ini bisa datang ke rumah, dan mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi :

    1. Media K. 6 Jenis Kanker yang Menyerang Sistem Reproduksi Wanita Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2016/11/15/170500523/6.jenis.kanker.yang.menyerang.sistem.reproduksi.wanita?page=all
    2. Sendari A. 8 Jenis Kanker yang Rentan Dialami Wanita, Waspadai [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4200344/8-jenis-kanker-yang-rentan-dialami-wanita-waspadai
    3. Kanker pada Organ Reproduksi Wanita – RS Awal Bros [Internet]. RS Awal Bros. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: http://awalbros.com/kebidanan-dan-kandungan/kanker-pada-organ-reproduksi-wanita/
    4. 5 Jenis Penyakit Kanker yang Kerap Menyerang Wanita [Internet]. Pfimegalife.co.id. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://www.pfimegalife.co.id/literasi-keuangan/kesehatan/read/5-jenis-penyakit-kanker-yang-kerap-menyerang-wanita
    5. Media K. 3 Penyebab Kanker Vagina yang Perlu Diwaspadai Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2021/01/06/180500168/3-penyebab-kanker-vagina-yang-perlu-diwaspadai?page=all
    6. Media K. 6 Penyebab Kanker Tiroid yang Perlu Diwaspadai Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 3 February 2021]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/10/31/133300068/6-penyebab-kanker-tiroid-yang-perlu-diwaspadai?page=all

     

    Read More
  • Kesehatan wanita dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah gizi yang seimbang. Gizi yang seimbang dapat diperoleh dari beraneka ragam makanan. Semakin bervariasi makanan yang dimakan setiap hari, maka semakin baik asupan gizi yang masuk dalam tubuh. Kesadaran untuk pola makan sehat itu, sampai kini belum dimiliki oleh kebanyakan wanita. Bahkan ada yang cenderung untuk […]

    Seperti Apa Makanan untuk Meningkatkan Kesehatan Wanita?

    Kesehatan wanita dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah gizi yang seimbang. Gizi yang seimbang dapat diperoleh dari beraneka ragam makanan. Semakin bervariasi makanan yang dimakan setiap hari, maka semakin baik asupan gizi yang masuk dalam tubuh. Kesadaran untuk pola makan sehat itu, sampai kini belum dimiliki oleh kebanyakan wanita. Bahkan ada yang cenderung untuk makan di luar rumah, yaitu tempat-tempat bergengsi dengan pilihan menu yang tidak memenuhi asas gizi seimbang, seperti makanan fast food atau junk food.

    makanan untuk meningkatkan kesehatan wanita

    Baca Juga: Wanita Harus Mengonsumsi 10 Makanan Ini!

    Padahal, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia, wanita juga mengalami perubahan bahkan dan perlambatan metabolisme. Hal tersebut dapat membuat hilangnya massa otot serta perubahan fisik terkait menopouse. Sehingga, untuk menunjang dan memperlambat hal tersebut, wanita perlu makanan untuk meningkatkan kesehatannya.

    Wanita sering mengalami masalah kesehatan, baik berupa gangguan kesehatan fisik maupun mental. Oleh karena itu, makanan yang masuk ke dalam tubuh  menjadi alat yang sangat menentukan untuk menangkis segala macam penyakit berbahaya yang masuk, seperti diabetes, kanker payudara, jantung, gangguan kulit hingga osteoporosis. Oleh sebab itu untuk menunjang kesehatannya, wanita sangat membutuhkan beberapa makanan khusus untuk menunjang dan meningkatkan kesehatan mereka.

    Berikut adalah makanan yang harus dikonsumsi untuk meningkatkan kesehatan wanita:

    Bayam

    Bayam  memiliki banyak sekali manfaat, loh Sahabat Sehat. Apabila kalian lebih banyak mengonsumsi makanan seperti bayam dapat membantu mencegah alergi, diabetes, dan penambahan berat badan yang berlebih. Selain itu, bayam juga mengandung vitamin K, kalsium, dan magnesium. Ketiga kandungannya dapat meningkatkan kekuatan tulang dan tinggi akan folat serta lutein yang baik untuk kesehatan mata.

    Produk Terkait: Jual Vegeblend Adult

    Ikan Berminyak

    Ikan berminyak di dalamnya terdapat lemak sehat yang mampu membantu produksi hormon yang dibutuhkan dalam tubuh wanita. Selain itu, ikan juga mampu menjaga kesehatan otak, jantung, dan sendi. Asam lemak omega 3 yang terdapat pada ikan berminyak berfungsi membantu mengurangi gejala menopouse, seperti hot flushes dan keringat di malam hari. Biasanya makanan untuk meningkatkan kesehatan wanita yang memiliki kandungan lemak sehat ada di ikan salmon.

    Pepaya

    Buah pepaya memiliki banyak manfaat untuk meningkatkan kesehatan wanita. Buah berwarna merah atau oranye ini ternyata mengandung beta karoten dan likopen. Likopen diketahui dapat menurunkan kemungkinan terkena kanker serviks dan payudara. Dan juga merupakan antioksidan, yang dapat menjaga kolesterol dan tekanan darah pada tingkat kesehatan yang sehat untuk membantu menangkal penyakit jantung.

    Wortel

    Si oranye kecil ini adalah salah satu makanan untuk meningkatkan kesehatan wanita. Wortel banyak mengandung vitamin A yang sangat tinggi karena tingginya kandungan vitamin A, maka wortel dapat membantu menjaga kesehatan kulit tetap halus dan membuat penglihatan jadi tajam. Selain itu, sayuran yang mengandung serat ini memiliki bahan aktif yang dapat membantu melawan flek hitam, kerutan, dan jerawat di wajah kalian.

    Baca Juga: 10 Bahan Makanan yang Sehat untuk Perawatan Kulit Wajah

    Telur

    Siapa yang tidak tahu tentang telur yang kaya akan vitamin D dan juga zat besi. Telur dapat meningkatkan kesehatan wanita, karena memiliki sumber protein yang baik dan dapat menurunkan risiko penyakit jantung serta obesitas. Kandungan lemak yang dimiliki telur sedang, protein yang sangat tinggi, serta karbohidrat dan gula yang sangat sedikit, sangat baik bagi wanita. Kalian bisa menjadikan telur sebagai makanan untuk meningkatkan kesehatan wanita, khususnya bagi kalian yang berusia sudah di atas 40 tahun.

    Daun mint

    Daun kecil berwarna hijau ini ternyata memiliki banya manfaat untuk meningkatkan kesehatan wanita. Si kecil hijau banyak mengandung vitamin K, zat besi, dan asam folat. Nutrisi yang terkandung di daun mint sangat berguna untuk menghindarkan tubuh dari anemia saat masa menstruasi yang berat, serta dapat untuk mencegah insomnia.

    Yogurt

    Yogurt, selain memiliki rasa yang enak ternyata juga memiliki sumber kalsium yang sangat baik dan kaya akan protein yang bisa meningkatkan kesehatan wanita. Yogurt juga bisa dijadikan sebagai sumber energi. Selain itu yogurt juga memiliki kultur aktif yang dapat menjaga kesehatan usus.

    Produk Terkait: Jual Heavenly Blush Yoghurt

    Brokoli

    Sayuran brokoli mengandung banyak vitamin C yang dapat memproduksi kolagen di dalam kulit. Kolagen tersebut berfungsi untuk memberikan elastisitas pada kulit. Brokoli juga tinggi akan beta karoten yang diubah menjadi vitamin A. Vitamin yang berfungsi untuk mempercepat pergantian sel sehingga kulit selalu terlihat nampak cerah. Jadi bagi kalian Sahabat Sehat cocok sekali mengkonsumsi brokoli untuk meningkatkan kesehatan wanita.

    Kacang-kacangan

    Tidak sedikit wanita yang memiliki masalah hipertensi atau diabetes. Ada baiknya, mereka mengonsumsi kacang-kacangan. Kacang-kacangan diketahui kaya akan serat dan rendah lemak yang bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah dan gula darah. Seperti contohnya, kacang merah, kacang kenari atau kacang almond. Mereka sangat aman untuk menjaga kolesterol dalam tubuh agar tetap stabil. Bila sahabat mengonsumsi 12 buah kacang kenari setiap harinya, kalian juga dapat mengurangi dari risiko penyakit jantung.

    Baca Juga: Menu Makanan Sehat yang Pas untuk Sehari-hari

    Nah, Sahabat Sehat sekarang sudah tahu kan makanan apa saja yang berguna untuk meningkatkan kesehatan wanita? Mulai sekarang, kurangi ya makan-makanan cepat saji. Dan perbanyak makanan yang telah dianjurkan di atas. Semoga dengan lebih banyak mengkonsumsi makanan tersebut, bisa semakin meningkatkan kesehatan wanita Sahabat Sehat. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan sehat untuk wanita dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Dewantari NM. Peranan gizi dalam Kesehatan reproduksi. Jurnal Skala Husada. 2013;10(2): 219 – 224.[online] Available at: <http://www.poltekkesdenpasar.ac.id/files/JSH/V10N2/Ni%20Made%20Dewantari1%20JSH%20V10N2.pdf> [Accessed 29 January 2021].
    2. com. 2021. Wanita wajib mengonsumsi 10 makanan sehat ini setiap hari! | merdeka.com. [online] Available at: <https://www.merdeka.com/sehat/wanita-wajib-mengonsumsi-10-makanan-sehat-ini-setiap-hari.html> [Accessed 29 January 2021].
    3. Rakyat, P., 2021. 8 Jenis Makanan yang Bernutrisi Tinggi, Bagus Dikonsumsi untuk Kesehatan Wanita – Pikiran-Rakyat.com. [online] Pikiran-Rakyat.com. Available at: <https://www.pikiran-rakyat.com/gaya-hidup/pr-011214726/8-jenis-makanan-yang-bernutrisi-tinggi-bagus-dikonsumsi-untuk-kesehatan-wanita> [Accessed 29 January 2021].
    4. Antara News. 2021. Makanan bernutrisi untuk menambah imun wanita usia 40-an. [online] Available at: <https://www.antaranews.com/berita/1926332/makanan-bernutrisi-untuk-menambah-imun-wanita-usia-40-an> [Accessed 29 January 2021].
    Read More
  • Keluarnya cairan dari vagina sering kita sebut dengan keputihan.  Cairan yang keluar berfungsi agar vagina tetap bersih dan lembab dan menjaganya dari infeksi. Pada dasarnya keputihan pada wanita dapat bersifat normal dan abnormal. Keputihan normal hampir dialami oleh semua wanita dan anak perempuan. Biasanya keputihan yang normal terjadi sesuai dengan proses siklus menstruasi. Gejala keputihan […]

    Keputihan, Waspadai Penyebab dan Jenisnya!

    Keluarnya cairan dari vagina sering kita sebut dengan keputihan.  Cairan yang keluar berfungsi agar vagina tetap bersih dan lembab dan menjaganya dari infeksi. Pada dasarnya keputihan pada wanita dapat bersifat normal dan abnormal. Keputihan normal hampir dialami oleh semua wanita dan anak perempuan. Biasanya keputihan yang normal terjadi sesuai dengan proses siklus menstruasi. Gejala keputihan yang normal adalah tidak berbau, jernih (antara bening hingga puth susu), tidak gatal, dan tidak perih. Lain halnya dengan keputihan yang abnormal.

    keputihan

    Baca Juga: Benarkah keputihan Pertanda Kanker Serviks?

    Sebaliknya, keputihan abnormal terjadi akibat adanya infeksi dari berbagai mikro organisme, seperti bakteri, jamur, atau parasit. Keputihan abnormal iditandai dengan banyaknya cairan yang keluar, berwarna pulih kekuningan, kuning kehijauan, terasa gatal  perih dan sensasi terbakar pada vagina, disertai bau amis atau busuk. Warna cairan yang keluar pun berbeda tergantung penyebabnya.

    Apa saja penyebab keputihan abnormal?

    Keputihan abnormal dapat disebabkan karena infeksi organisme berikut:

    • Bakteri Vaginosis

    Infeksi bakteri yang cukup umum ini disebabkan oleh meningkatnya keputihan yang memliki bau kuat, seperti amis, dan bau busuk. Biasanya yang memiliki risiko terinfeksi tinggi oleh bakteri  ini adalah wanita yang melakukan oral seks atau memiliki banyak pasangan seksual.

    • Trikomoniasis

    Infeksi jenis ini disebabkan oleh protozoa. Infeksi ini menyebar melalui hubungan seksual, dan dapat pula ditularkan dengan berbagi handuk atau pakaian renang. Gejala dari infeksi ini adalah cairan yang kuning kehijauan dengan bau busuk, rasa nyeri, dan gatal pada vagina.

    • Infeksi Jamur

    Cairan yang dihasilkan oleh infeksi jamur ini adalah cairan putih seperti gumpalan keju, selain itu infeksi ini juga menimbulkan sensasi terbakar dan gatal. Hal ini disebabkan oleh adanya penyakit diabetes, penggunaan pil KB, sedang hamil, konsumsi antibiotik jangka panjang, gonore, dan klamida (infeksi menular seksual atau IMS).

    • Penyakit Radang Panggul (PID)

    Infeksi ini sering menular melalui hubungan seksual. Infeksi ini terjadi ketika bakteri menyebar ke vagina dan ke organ reproduksi lainnya sehingga menghasilkan cairan yang berat dan berbau busuk.

    • Human Papillomairus(HPV) atau Kanker Serviks

    Infeksi ini disebarkan melalui hubungan seksual. Walaupun tidak memiliki gejala, jens infeksi ini dapat mengeluarkan cairan berdarah, coklat, atau encer dengan bau yang tidak sedap.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    • Atrofi Vagina (Atrofik Vaginitis)

    Penipisan dan peradangan pada dinding vagina akibat menurunnya kadar estrogen. Peradangan ini paling sering terjadi setelah menopause atau saat sedang menyusui. Gejala yang sering ditemui adalah vagina kering dan terasa terbakar, berair sensasi panas saat buang air kecil, pendarahaan setelah hubungan seksual, dan ketidaknyamanan saat berhubungan seksual.

    • Candida

    Infeksi ini disebabkan oleh  jamur Candida albicans yang mengakibatkan adanya perubahan nilai pH pada vagina atau perubahan hormon di dalam tubuh, misalnya, selama kehamilan, akibat diabetes atau melemahnya sistem kekebalan tubuh, mengonsumsi antibiotik, penggunaan steroid atau imunosupresan dalam jangka panjang. Tanda yang ditimbulkan oleh infeksi ini adalah warna merah atau pembengkakan pada vagina, cairan keputihan mirip keju atau kembang tahu yang sangat gatal di sekitar area genital.

    Baca Juga: Keputihan dan Komplikasinya

    Jenis–jenis Keputihan

    Keputihan dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan warna dan kepekatannya.

    1. Putih

    Cairan berwarna putih pada fase awal dan akhir siklus menstruasi adalah normal. Tetapi, apabila keputihan disertai gatal dengan terlihat seperti gumpalan yang kental, itu adalah keputihan abnormal dan perlu perawatan. Keputihan jenis ini merupakan indikasi adanya infeksi jamur.

    1. Jernih dan Berair

    Cairan berwarna jernih dan encer adalah hal yang wajar. Keputihan seperti ini bisa terjadi kapan saja setiap bulan, biasanya sering terjadi setelah melakukan aktifitas atau kegiatan yang berat.

    1. Bening dan Elastis

    Keputihan jenis ini menunjukan bahwa kemungkinan besar anda berovulasi dan ini adalah jenis keputihan yang normal.

    1. Coklat dan Berdarah

    Peristiwa keluarnya cairan coklat disertai darah ini ini biasanya normal apabila terjadi selama atau setelah siklus menstruasi. Namun dalam kasus tertentu cairan seperti ini bisa menjadi tanda adanya kanker endometrium atau serviks. Namun, bisa juga terjadinya masalah seperti fibroid atau pertumbuhan abnormal lainnya. Jika hal ini terjadi kepada anda, segeralah periksa ke dokter.

    1. Kuning kehijauan

    Warna keputihan ini mirip dengan fases (kotoran). Jenis keputihan ini kemungkinan adanya infeksi trikomoniasis, dan biasanya menyebar melalui hubungan seksual.

    Baca Juga: Vaksin Kanker Serviks, Apa dan Bagaimana Aturannya?

    Hal–hal yang perlu diperhatikan dalam mencegah keputihan, yaitu:

    • Menjalankan gaya hidup yang sehat dan jaga kebersihan pribadi
    • Gunakan pakaian dalam dari bahan katun dan hindari celana ketat
    • Hindarkan penggunaan sabun yang dapat memicu alergi
    • Keringkan area genital atau anus dari depan ke belakang, hindari bilas vagina
    • Besihkan dan cuci vagina sebelum berhubungan seks dan berkemih atau buang air kecil setelahnya
    • Berhubungan seksual pada satu pasangan, dan beraktivitas seks dengan aman menggunakan kondom

    Nah, Sahabat itulah mengenai keputihan. Apabila Sahabat merasa keputihan yang dimiliki mengarah ke kanker HPV, yuk segera lakukan vaksinasi HPV di Prosehat, yang menyediakan layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. (COVID-19) C, Health E, Disease H, Disease L, Management P, Conditions S et al. Vaginal Discharge: What’s Abnormal? [Internet]. WebMD. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: https://www.webmd.com/women/guide/vaginal-discharge-whats-abnormal#1
    2. What to Know About Vaginal Discharge [Internet]. Healthline. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: https://www.healthline.com/symptom/vaginal-discharge#home-remedies
    3. [Internet]. Ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: http://www.ejournal.poltekkes-denpasar.ac.id/index.php/JSH/article/download/67/33
    4. Vaginal discharge [Internet]. nhs.uk. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: https://www.nhs.uk/conditions/vaginal-discharge/
    5. Atrofi Vagina [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 25 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/penyakit/d-1272046/atrofi-vagina
    6. Family Health Service – Vaginitis [Internet]. Fhs.gov.hk. 2021 [cited 21 January 2021]. Available from: https://www.fhs.gov.hk/english/other_languages/bahasa_indonesia/women_health/women_health/12124.html

     

    Read More
  • Menjelaskan persoalan kesehatan manusia dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan siklus hidup. Siklus kehidupan sendiri adalah suatu rangkaian aktivitas alami yang terjadi pada setiap individu dalam populasi yang berkaitan dengan perubahan tahapan kehidupan. Hal tersebut menjelaskan tentang masa depan suatu individu yang diistilahkan dengan pertumbuhan, kemampuan bertahan hidup, dan proses reproduksi pada rentang waktu berturut-turut. Karena […]

    Hubungan Antara Siklus Kehidupan dan Kesehatan Wanita

    Menjelaskan persoalan kesehatan manusia dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan siklus hidup. Siklus kehidupan sendiri adalah suatu rangkaian aktivitas alami yang terjadi pada setiap individu dalam populasi yang berkaitan dengan perubahan tahapan kehidupan. Hal tersebut menjelaskan tentang masa depan suatu individu yang diistilahkan dengan pertumbuhan, kemampuan bertahan hidup, dan proses reproduksi pada rentang waktu berturut-turut. Karena itu, siklus kehidupan selalu melibatkan tahapan-tahapan yang demikian, seperti kelahiran, kematian, dan transisi-transisi antar setiap tahapan.

    siklus kehidupan dan kesehatan wanita

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Dari sekian rangkaian siklus kehidupan tersebut, pendekatan yang dapat diterapkan dalam menguraikan ruang lingkup kesehatan reproduksi adalah memperhatikan kekhususan kebutuhan dalam menangani sistem reproduksi pada setiap fase kehidupan, serta menjaga kesinambungan antarfase kehidupan. Dengan demikian, masalah kesehatan reproduksi pada setiap fase kehidupan dapat diperkirakan, dan apabila tidak ditangani dengan baik akan berakibat buruk pada masa kehidupan selanjutnya.  Perkembangan individu dengan potensi genetik akan berkembang secara maksimal jika diberikan lingkungan yang berkualitas, baik dari gizi maupun lingkungan sosialnya sehingga dapat membangun pribadi manusia yang sehat, baik secara jasmaniah, emosi, spiritual, sosial, dan ekonomi.

    Apa saja 5 tahapan dalam pendekatan siklus kehidupan ini?

    Ini adalah beberapa gambaran pendekatan siklus hidup kesehatan reproduksi untuk laki–laki dan perempuan dengan mempehatikan hak reproduksi per orangnya. Perempuan merupakan sumber daya yang tidak kalah pentingnya dengan tenaga kerja laki-laki dan pada dasarnya perempuan memiliki kebutuhan khusus dibandingkan dengan laki–laki, seperti haid, hamil, melahirkan, menyusui, dan mengalami menopause. Itu sebabnya perempuan perlu pemeliharaan kesehatan yang lebih intensif selama hidupnya.

    Fase Konsepsi

    Konsepsi adalah fertilisasi atau pembuahan, disebut juga sebagai peristiwa bertemunya sel telur dengan sperma. Peristiwa tersebut secara formal didefinisikan sebagai persatuan antara sebuag sel dan sperma. Hal inilah yang menandai awalnya suatu kehamilan.

    Pada fase ini sangat dianjurkan untuk memberikan perlakuan yang sama terhadap janin laki–laki/perempuan seperti:

    1. Antenatal Care(pemeriksaan kehamilan), tujuannya untuk menjaga agar ibu hamil dapat melalui masa kehamilannya, persalinan dan nifas dengan baik dan selamat, serta menghasilkan bayi yang sehat (Depkes RI) sehingga mengurangi angka kematian ibu dan angka kematian bayi dari suatu proses persalinan.
    2. Pesalinan
    3. Pemeriksaan Bayi baru lahir
    4. Postnatal Care(pemeriksaan pasca persalinan) tujuannya untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya dan memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, menyusui, pemberian imunisasi kepada bayinya dan perawatan bayi sehat.

    Fase Bayi dan Anak

    Pada bayi yang lahir dengan usia kelahiran yang cukup, pembentukan genitalia internal (organ reproduksi dalam) sudah selesai, dan jumlah folikel primordial dalam kedua ovarium telah lengkap sebanyak 750.000 butir serta tidak akan bertambah lagi pada kehidupan selanjutnya.

    Baca Juga: Bagaimana Cara Merawat Bayi Baru Lahir? Simak Poin Berikut!

    Periode bayi bawah lima tahun atau yang biasa disebut disingkat menjadi Balita. Pada periode ini usia ini, manusia disebut sebagai bayi sebelum anak awal. Rentang usia balita dimulai dari dua sampai dengan lima tahun, atau biasa menggunakan perhitungan bulan , yaitu usia 24–60 bulan. Periode ini biasa disebut juga dengan usia prasekolah.

    Untuk meningkatkan kemampuan kognitif PAUD dapat diberikan melalui bermain. Melalui bermain anak secara tidak langsung melakukan kegiatan belajar dengan bereksplorasi, bereksperimen, dan mengekspresikan diri dengan bebas melalui rangsangan dari lingkungannya, terutama lingkungan rumah. Selain itu, ada pula Pendidikan diluar rumah yang melakukan kegiatan belajar yang lebih  terprogram dan terstruktur.

    Fase Remaja

    Fase remaja purbertas adalah masa transisi diri dari periode anak ke dewasa. Masa transisi ini antara usia 10 sampai 19 tahun, dan pada fase ini dibagi menjadi 3 tahapan, yaitu: remaja awal, usia 11–13 tahun, remaja pertengahan, usia 14–16 tahun, dan remaja lanjut, usia 17–19 tahun.

    Apabila dilihat perkembangan anak sejak lahir hingga besar, akan didapati bahwa seorang anak tumbuh secara bertahap seiring dengan bertambahnya usia. Sama halnya dengan pertumbuhan pemikiran dan konsep diri bersamaan dengan banyaknya pengalaman dan pengetahuan yang ia dapatkan, baik dari lingkungan keluarga, sekolah, maupun dari masyarakat sekitar. Selain pertumbuhan fisik yang cepat, juga timbul tanda–tanda sex sekunder dan datangnya peristiwa penting pada gadis remaja yaitu haid pertama yang dinamakan menarche, sedangkan pada laki–laki adalah mimpi basah, kemudian dari serangakaian tanda–tanda diatas diakhiri dengan berhentinya pertumbuhan fisik.

    Selain itu muncul pula berbagai permasalahan dari fase remaja ini, seperti:

    1. Kesehatan
    2. Seksualitas
    3. Sekolah
    4. Jerawat
    5. Gizi
    6. NAPZA
    7. Dll

    Dari sekian masalah diatas, pendekatan yang dapat dilakukan adalah Pendidikan sedini mungkin, konseling perubahan hukum/ sosial, Pendidikan kesehatan, deteksi, pencegahan, pengobatan, pemberian suplemen, Pendidikan dalam keluarga, konseling, dan lain-lain.

    Fase Dewasa Atau Usia Subur

    Usia dewasa muda, yaitu antara 18–20, sering kali dihubungkan dengan masa subur, karena pada usia ini kehamilan sehat paling mungkin terjadi. Pada masa inilah usia produkif dalam menjalani karir yang penuh kesibukan di luar rumah. Pada wanita hamil di usia ini , mereka harus lebih memperhatikan kondisi tubuhnya agar selalu dalam kondisi prima, sehingga kehamilan dapat bejalan dengan lancar dan bayi yang dilahirkan pun sehat.

    Baca Juga: 4 Hal Penting Terkait Melahirkan Saat Pandemi Menurut IDAI

    Gangguan yang mungkin muncul pada usia ini adalah endometriosis yang ditandai dengan gejala nyeri haid, kram haid, nyeri pinggul saat berhubungan seks, sakit saat buang air besar  atau buang air kecil. Tetapi tidak semua wanita mengalami gangguan seperti ini, dan banyak yang tidak mengalami gejala apa–apa. Namun, masalah yang mungkin terjadi adalah kesakitan dan kematian seorang ibu yang disebabkan berbagai kondisi, malnutrisis/anemia, kemandulan, pelecehan/kekerasan seksual, komplikasi aborsi, ISR/IMS/HIV/AIDS, dan pengaturan kesuburan.

    Pencegahan yang dapat dilakukan adalah Pendidikan kesehatan, pemberian suplemen, konseling, pencegahan primer, pengobatan KB, Pendidikan seksual, pencegahan dan pengobatan IMS, pelayanan antenatal, persalinan, postpartum, imunisasi dan informasi lainnya.

    Fase Usia Lanjut

    Pada fase usia lanjut, kebanyakan dari mereka akan measakan rasa loneliness, yaitu suatu pengalaman yang tidak menyenangkan muncul akibat dari kurangnya hubungan social seseorang dari berbagai aspek, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Biasanya mereka yang mengalami hal seperti ini akan menilai dirinya tidak berharga, tidak diperhatikan, dan tidak dicintai. Hal tersebut akan semakin dirasakan oleh usia lanjut yang sebelmnya adalah seorang yang aktif dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan orang banyak.

    Baca Juga: Batuk Kronis Pada Lansia, dari Gejala Hingga Pencegahan

    Sementara itu, sangat penting bagi wanita lanjut usia untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara  teratur, agar dapat menjaga  tubuh tetap sehat dengan mengatur pola makan yang benar, minum suplemen yang dibutuhkan tubuh. Selain itu olahraga ringan dan tetap aktif secara intelektual.

    Itulah Sahabat Sehat mengenai hubungan antara siklus kehidupan dan kesehatan wanita. Kesehatan wanita ini penting sekali untuk dijaga terutama dari virus HPV. Apabila Sahabat ingin memeriksakan diri untuk virus HPV, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. nurjannah a. KESEHATAN WANITA SEPANJANG SIKLUS KEHIDUPAN [Internet]. Academia.edu. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://www.academia.edu/5555418/KESEHATAN_WANITA_SEPANJANG_SIKLUS_KEHIDUPAN?sm=b
    2. neliti.com. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://media.neliti.com/media/publications/135210-ID-analisis-peranan-perempuan-pada-rantai-n.pdf
    3. usu.ac.id. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: http://repository.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/20555/Chapter%20I.pdf?sequence=4
    4. Serba-Serbi Kesehatan Reproduksi Wanita dan Keluarga Berencana [Internet]. Google Books. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://books.google.co.id/books?hl=id&lr=&id=DDDTDwAAQBAJ&oi=fnd&pg=PR5&dq=kesehatan+wanita+sepanjang+siklus+kehidupan&ots=S16dDaWWoL&sig=MNdwX_v25zdLjkyVuJNo4RdVUCw&redir_esc=y#v=onepage&q=kesehatan%20wanita%20sepanjang%20siklus%20kehidupan&f=true
    5. Bpjs-kesehatan.go.id. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://bpjs-kesehatan.go.id/bpjs/dmdocuments/c2145cecc7a821fe00e19d57e67bc950.pdf
    6. KESEHATAN WANITA SEPANJANG SIKLUS KEHIDUPAN [Internet]. Google Docs. 2021 [cited 20 January 2021]. Available from: https://docs.google.com/presentation/d/1BXXfvEAqt_V-xj5ReW6rDEFDhKOeNmU49o4-fOsmpS4/htmlpresent

     

    Read More
  • Pap smear sebagai deteksi dini kanker serviks pasti sering terdengar familiar di telinga perempuan. Namun jangan salah, bagi sebagian perempuan Indonesia lainnya, papsmear terdengar asing. Pemeriksaan ini adalah salah satu cara untuk mewaspadai kanker serviks yang menyerang banyak perempuan di Indonesia. Sobat pasti bertanya-tanya seberapa penting papsmear dilakukan?apakah wajib dilakukan? Bagaimana prosedur pemeriksaan pap smear, […]

    Waspadai Kanker Serviks dengan Metode Pendeteksi Dini Berikut

    Pap smear sebagai deteksi dini kanker serviks pasti sering terdengar familiar di telinga perempuan. Namun jangan salah, bagi sebagian perempuan Indonesia lainnya, papsmear terdengar asing. Pemeriksaan ini adalah salah satu cara untuk mewaspadai kanker serviks yang menyerang banyak perempuan di Indonesia. Sobat pasti bertanya-tanya seberapa penting papsmear dilakukan?apakah wajib dilakukan? Bagaimana prosedur pemeriksaan pap smear, dan sebagainya. Yuk, mari kita kupas tuntas tentang papsmear dan kanker serviks.

    Prevalensi dan faktor risiko kanker seviks

    Tahukah Sobat bahwa kanker serviks merupakan salah satu kanker terbanyak pada wanita disamping kanker payudara? Ya, menurut WHO, 2 dari 20 wanita Indonesia menderita kanker serviks dan setiap harinya terdapat sekitar 26 orang wanita meninggal karena kanker seviks.1 Lebih mirisnya lagi, pada stadium awal kanker seringkali tidak terdeteksi karena tidak bergejala. Gejala akan dirasakan apabila kanker sudah berkembang menjadi stadium lanjut. Hal inilah yang menyebabkan angka kejadian kanker serviks pada wanita terus meningkat setiap tahunnya.

    Baca Juga: 5 Gejala Kanker Serviks yang Perlu Diwaspadai

    Penyebab kanker serviks

    Penyebab kanker serviks adalah Human Papiloma Virus (HPV) tipe 16 dan 18. Sebanyak 12 jenis HPV menyebabkan kanker pada manusia, dan 70% dari kasus kanker serviks disebabkan oleh 2 tipe HPV tersebut.2 Virus ini menular melalui hubungan seksual berisiko tanpa pengaman, sehingga beberapa orang memiliki risiko untuk terkena kanker ini, antara lain:

    • Memiliki pasangan seksual lebih dari satu
    • Melakukan hubungan seks pertama kali di usia dini
    • Riwayat melahirkan lebih dari 6 kali
    • Penggunaan kontrasepsi oral dalam jangka waktu lama
    • Merokok
    • Riwayat menderita Penyakit Menular Seksual (PMS)
    • Menurunnya daya tahan tubuh karena HIV
    • Diet rendah serat (buah dan sayuran)
    • Kegemukan dan obesitas
    • Riwayat keluarga penderita kanker serviks

    Gejala kanker serviks

    Kanker serviks pada stadium awal tidak bergejala. Ketika kanker sudah berkembang ke stadium lanjut, gejala yang dapat dirasakan berupa perdarahan tidak normal dari vagina seperti perdarahan setelah berhubungan seksual, perdarahan setelah menopause, di antara siklus haid, serta perdarahan saat haid yang lebih banyak dan panjang dari biasanya. Kemudian, gejala lainnya adalah keluarnya cairan tidak normal dari vagina diantara siklus haid. Rasa nyeri juga dapat dirasakan bila ada infeksi yang terjadi di daerah serviks.3Kanker serviks memiliki massa pra-kanker yang panjang dan butuh proses 3 hingga 20 tahun sampai terjadinya kanker serviks dimulai dari infeksi HPV.4

    Baca Juga: 6 Tips Menghindari Seks Berisiko

    Pemeriksaan papsmear sebagai deteksi dini

    Pap smear atau papanicolau smear merupakan pemeriksaan mikroskopik sel mulut rahim (serviks) untuk mendeteksi adalanya sel prekanker atau kanker. Pemeriksaan ini pertama kali ditemukan pada tahun 1928 oleh dr. George N. Papanicoloau yang berhasil menurunkan kejadian kanker serviks saat itu sebesar 75%. Pemeriksaan ini hendaknya dilakukan setahun sekali pada wanita yang sudah aktif secara seksual sekitar usia 21 tahun dan dapat berhenti dilakukan saat 70 tahun bila tidak ada kelainan abnormal.5

    Tes pap smear dilakukan pada hari ke 14 setelah menstruasi. Bila sobat ingin melakukan tes ini, harus abstain atau tidak melakukan hubungan seksual 48 jam sebelum pemeriksaan dan tidak boleh menggunakan kontrasepsi, pelumas, atau pembersih vagina sebelum pemeriksaan. Kemudian, pengambilan sampel dilakukan dengan posisi litotomi (mengangkang) dan alat berupa spekulum dimasukkan serviks dapat terlihat. Setelah itu, diambil bagian dari mulut serviks dengan menggunakan spatula dan dioleskan dengan di kaca gelas.5

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Hasil pemeriksaan pap smear dapat diambil kemudian dan dapat terlihat apakah ada lesi kanker atau pra kanker di sana. Hasil pap smear dapat negatif (meskipun ada sel abnormal pada serviks anda) karena beberapa sebab antara lain kurangnya sel serviks yang diambil, jumlah sel yang tidak normalnya sedikit, adanya sel darah atau sel radang yang menutupi sel yang tidak normal. Bila hasil pemeriksaan positif atau ditemukan sel tidak normal, maka Sobat akan disarankan melakukan pemeriksaan kolposkopi atau biopsi untuk memeriksa jaringan serviks, vagina dan vulva.

    Produk Terkait: Papsmear

    Apakah pemeriksaan pap smear sakit?Tentu tidak. Kemungkinan penyebab rasa sakit pada saat diperiksa adalah saat alat spekulum dimasukkan ke dalam vagina. Hal ini menimbulkan sedikit rasa sakit, pada saat pengambilan sel tidak akan terasa sakit. Selain rasa sakit, berbagai alasan membuat wanita menjadi enggan untuk memeriksakan diri. Ada yang bilang takut ketahuan bila ternyata hasil pemeriksaan positif kanker hingga alasan tidak ada waktu untuk melakukan pemeriksaan. Ayolah, satu hari dalam setahun dapat Sobat luangkan untuk pemeriksaan pap smear.

    Pencegahan kanker serviks

    Kanker serviks sekarang dapat dicegah dengan pemberian vaksinasi kanker serviks. Vaksinasi ini mulai dapat diberikan anak usia 11 atau 12 tahun dalam 2 kali suntik. Jika anak berusia diatas 14 tahun, vaksin ini diberikan dalam 3 kali suntik. Selain itu, semua wanita dapat diberikan vaksin ini. Pencegahan lain dari kanker serviks adalah dengan menghindari semua faktor risiko seperti setia pada satu pasangan seksual, tidak merokok, lawan kegemukan, dan pastinya selalu jalanin gaya hidup sehat setiap harinya dengan makan makanan sehat, olahraga teratur, lakukan pemeriksaan kesehatan berkala serta kelola stres.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    Suduh cukup tahu tentang pap smear dan kanker serviks, kan? Mau tunggu apalagi, yuk, segera datangi layanan kesehatan terdekat untuk melakukan pemeriksaan pap smear secara teratur. Jangan takut untuk untuk diperiksa ya, karena pencegahan dan deteksi dini lebih baik dibandingkan dengan bila sudah terkena penyakit. Apabila memerlukan informasi  mengenai papsmear dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:
    Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Kendalikan kanker serviks sejak dini dengan imunisasi. 2016. [Internet]. Retrieved from: kemkes.go.id
    Murillo R, Herrero R, Sierra MS, Forman D. Etiology of cervical cancer (C53) in Central and South America.2016. In: Cancer in Central and South America. Lyon: International Agency for Research on Cancer
    American Cancer Society. Cervical cancer causes, risk factors and prevention. [Internet]. Retrieved from: cancer.org/content/dam/CRC/PDF/Public/8600.00.pdf
    Mastutik G, Alia R, Rahniayu A, Kurniasari N, Rahaju AS, Mustokoweni S. Skirining kanker serviks dengan pemeriksaan papsmear di Puskesmas Tanah Kali Kedinding Surabaya dan RS Mawadah Mojokerto. Majalah Obstetri dan ginekologi.
    Mehta V, Vasanth V, Balachandran C. Pap smear. Indian Journal Dermatology Venereology Leprology 2009;75:214-6.

    Read More
  • Kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia setelah penyakit jantung. Bagi kaum wanita, jumlah penderita kanker serviks menempati posisi kedua tertinggi setelah kanker payudara. Kanker serviks adalah tumor ganas yang berasal dari serviks (mulut rahim) dan 90% diawali oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Meskipun kanker serviks memiliki tingkat keberhasilan pencegahan dan kesembuhan paling […]

    Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Kanker merupakan penyebab kematian terbanyak kedua di dunia setelah penyakit jantung. Bagi kaum wanita, jumlah penderita kanker serviks menempati posisi kedua tertinggi setelah kanker payudara. Kanker serviks adalah tumor ganas yang berasal dari serviks (mulut rahim) dan 90% diawali oleh infeksi Human Papilloma Virus (HPV). Meskipun kanker serviks memiliki tingkat keberhasilan pencegahan dan kesembuhan paling tinggi di antara jenis kanker lainnya, sampai pada tahun 2013, lebih dari separuh populasi wanita di dunia mendapat kanker serviks setiap tahun. Hal ini disebabkan kurang terlaksananya strategi pencegahan kanker serviks, yaitu vaksinasi HPV dan deteksi dini. Saat ini, di Indonesia telah tersedia fasilitas yang melaksanakan strategi tersebut. Oleh karena itu, sayang sekali jika Anda atau kerabat akhirnya menderita kanker serviks hanya karena kita tidak memiliki informasi yang cukup. Melalui artikel ini, mari kita kupas bersama cara pencegahan dan terapi efektif kanker serviks!

    Siapa saja yang harus mendapat vaksin HPV?

    Setiap remaja perempuan dan wanita berusia 9 – 26 tahun yang tidak sedang hamil, disarankan mendapat vaksin HPV dan sebaiknya sebelum melakukan hubungan seksual pertama kali. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) merekomendasikan usia terbaik untuk mendapat vaksin HPV adalah 11 – 12 tahun. Untuk perempuan berusia < 14 tahun, cukup diberikan dua dosis (dua kali penyuntikkan) dengan jarak waktu 6 – 12 bulan, sedangkan untuk perempuan berusia 14 – 26 tahun diperlukan tiga dosis (tiga kali penyuntikkan). Jadwal vaksin tiga dosis ini berbeda – beda sesuai dengan jenis vaksin yang diberikan. Di Indonesia, terdapat dua jenis vaksin HPV yaitu kuadrivalen (melawan HPV tipe 6, 11, 16, dan 18) dan bivalen (melawan HPV tipe 16 dan 18). Jika Anda menggunakan vaksin kuadrivalen, penyuntikkan dilakukan di bulan ke 0, 2, dan 6, sedangkan jika Anda menggunakan vaksin bivalen, penyuntikkan dilakukan di bulan ke 0, 1, dan 6.

    Baca Juga: Fakta Seputar Tetanus Pada Anak

    Hingga saat ini belum ada penelitian yang membandingkan perbedaan efektivitas kedua jenis vaksin tersebut, tapi keduanya terbukti mencegah kanker serviks yang disebabkan HPV tipe 16 dan 18 sebesar hampir 100%. Perlu diketahui, kanker serviks juga dapat disebabkan oleh HPV tipe lain dan virus lain, meskipun memang penyebab tersering kanker serviks dan paling berbahaya adalah HPV tipe16 dan 18. Setelah mendapat vaksin HPV, setiap wanita di atas usia 30 tahun tetap wajib melakukan pemeriksaan rutin untuk skrining kanker serviks.

    Sebagai informasi tambahan, pria berusia 9 – 26 tahun juga disarankan mendapat vaksin HPV karena selain menyebabkan kanker serviks, beberapa tipe HPV juga dapat menyebabkan    kanker lain seperti anus, penis (alat kelamin pria), dan orofaring (dinding belakang rongga mulut).

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi HPV

    Kanker serviks paling bisa disembuhkan di antara kanker lain karena perjalanan penyakitnya cukup lama, sehingga konsensus merekomendasikan setiap wanita melakukan pemeriksaan rutin mulai usia 30 tahun setiap 5 tahun sekali, karena semakin  awal stadium saat terdeteksi, semakin besar tingkat kesembuhannya. Pemeriksaan kanker serviks dilakukan secara bertahap. Pemeriksaan awal (skrining) bertujuan untuk melihat apakah ada kelainan pada serviks, berupa Pap smear (sel serviks diambil dan diperiksa di laboratorium) atau  tes Inspeksi Visual Asam-asetat/IVA yang lebih sederhana (kapas yang dibasahi asam-asetat ditempel di serviks selama 5 menit, kemudian serviks diamati secara langsung).

    Baca Juga: 5 Mitos Nyeri Sendi

    Jika hasil skrining menunjukkan kelainan, perlu dilakukan pemeriksaan lanjutan berupa kolposkopi (melihat serviks secara langsung dengan bantuan alat seperti mikroskop, bernama kolposkop) dan biopsi (mengambil sedikit jaringan serviks untuk diperiksa di laboratorium) untuk menegakkan diagnosis.

    Apa saja pilihan pengobatan yang tersedia di Indonesia bagi penderita kanker serviks? Berapa besar kemungkinan untuk sembuh?

    Pilihan pengobatan kanker serviks bergantung pada stadium saat terdiagnosis. Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker membutuhkan waktu kurang lebih 7 tahun. Sel serviks yang terinfeksi secara persisten (bertahan dalam waktu yang lama) akan berubah menjadi lesi pra-kanker atau disebut cervical intraepithelial neoplasia (CIN), yaitu sel serviks yang tidak normal tapi belum sepenuhnya berubah menjadi sel kanker. Jika seseorang terdeteksi pada stadium CIN, ada 3 pilihan prosedur pengobatan. World Health Organization (WHO) menyatakan pilihan terbaik saat ini adalah ablasi (menghancurkan sel tidak normal tanpa membuang bagian dari serviks). Prosedur ablasi dilakukan tanpa bius umum, dengan menggunakan alat bersuhu sangat dingin (-90oC) atau sangat panas (100 – 120oC) untuk membunuh sel serviks yang tidak normal. Prosedur ini memiliki angka kesembuhan 85 – 95%. Pilihan kedua adalah eksisi serviks (membuang seluruh atau sebagian dari serviks) dengan kemungkinan kesembuhan 84%. Pilihan ketiga adalah histerektomi (mengangkat rahim), dapat menjadi pilihan bagi wanita yang sudah tidak ingin memiliki anak.

    Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi

    Jika stadium CIN terlewati dan berlanjut menjadi kanker, pilihan pengobatan akan berkurang. Pada kanker serviks stadium I (kanker terbatas pada serviks), terdapat pilihan eksisi dan pengangkatan seluruh bagian serviks bagi wanita yang masih ingin memiliki anak, atau pengangkatan rahim jika sudah tidak ingin memiliki anak. Harapan hidup untuk 5 tahun ke depan pada stadium I masih 100%. Pada stadium II (harapan hidup untuk 5 tahun: 44 – 68%) dan stadium III (harapan hidup untuk 5 tahun: 18 – 39%), operasi sulit memberikan hasil yang baik, sehingga pilihan terbatas pada kemoradiasi (gabungan kemoterapi dan radioterapi). Jika sampai pada stadium IV-A (harapan hidup untuk 5 tahun: 18 – 39%), kemoradiasi menjadi pilihan utama, dan pada kasus yang sangat jarang dapat dilakukan pengangkatan seluruh organ panggul. Pada stadium akhir, yaitu IV-B, harapan hidup dalam 5 tahun ke depan sudah < 18%, sehingga umumnya perawatan yang diberikan bukan bertujuan untuk menyembuhkan tetapi meningkatkan kualitas hidup dengan bantuan kemoradiasi.

    Jadi, kanker serviks bisa disembuhkan jika terdeteksi pada stadium awal. Perlu diketahui, setelah dinyatakan sembuh, masih terdapat kemungkinan untuk muncul sel kanker baru sebesar 30 – 70%, tergantung kondisi masing – masing pasien. Oleh karena itu, sangat penting bagi setiap perempuan untuk melakukan vaksin HPV dan pemeriksaan rutin sesuai rekomendasi untuk mencegah kanker serviks.

    Baca Juga: 10 Makanan si Pencegah Kanker Serviks

    Nah, bila Sahabat ingin melindungi diri dan keluarga dari bahaya kanker serviks, tak perlu bingung untuk melakukan vaksinasi HPV, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat yang mempunyai layanan vaksinasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi

    1. Castle P, Murokora D, Perez C, Alvarez M, Quek S, Campbell C. Treatment of cervical intraepithelial lesions. International Journal of Gynecology & Obstetrics. 2017;138:20-25.
    2. Hoffman B, Schorge J, Schaffer J, Halvorson L, Bradshaw K, Cunningham F. Williams Gynecology. 2nd ed. McGrawHill; 2012.
    3. HPV Vaccine Information For Young Women [Internet]. Cdc.gov. 2017 [cited 6 July 2018]. Available from: https://www.cdc.gov/std/hpv/stdfact-hpv-vaccine-young-women.htm
    4. JadwalImunisasi 2017 [Internet]. IDAI. 2017 [cited 6 July 2018]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/jadwal-imunisasi-2017
    5. Petry K. HPV and cervical cancer. Scandinavian Journal of Clinical and Laboratory Investigation. 2014;74(sup244):59-62.

     

    Read More
  • Apakah kalian sering sakit? Jika iya, penyakit apakah yang sering kalian alami? Terserang suatu penyakit adalah suatu hal yang tidak kita inginkan mengingat hal yang satu ini akan mengganggu keseharian kita. Bukan hanya itu saja, penyakit yang tidak kunjung sembuh dapat mengganggu kinerja organ kita yang pastinya kita membutuhkan biaya untuk hal ini karena kita […]

    Ingin Jadi Wanita Sukses? Hidup Sehat dengan Makanan Sehat

    Apakah kalian sering sakit? Jika iya, penyakit apakah yang sering kalian alami? Terserang suatu penyakit adalah suatu hal yang tidak kita inginkan mengingat hal yang satu ini akan mengganggu keseharian kita. Bukan hanya itu saja, penyakit yang tidak kunjung sembuh dapat mengganggu kinerja organ kita yang pastinya kita membutuhkan biaya untuk hal ini karena kita perlu ke dokter. Pastinya kita tidak ingin hal ini terjadi bukan?Sebenarnya apa sih yang menyebabkan kita sering terserang suatu penyakit? Berbagai faktor bisa memicu timbulnya suatu penyakit, seperti kurang istirahat, kebiasaan merokok ataupun mengonsumsi minuman beralkohol, serta pola makan kita yang kurang teratur.

    wanita sukses cantik

    Baca Juga: 7 Cara Merawat Kulit dari Dalam yang Sahabat Harus Coba

    Asupan makanan adalah suatu hal yang perlu kita perhatikan karena makanan berfungsi sebagai sumber energi dalam keseharian kita dan apabila kita kurang makan maka akan mempengaruhi performa kita. Selain itu, dari makanan kita juga bisa memenuhi beberapa kebutuhan seperti kebutuhan nutrisi ataupun vitamin yang pastinya berfungsi untuk menjaga badan kita tetap sehat. Sebagai wanita yang sudah memasuki usia dewasa awal alias 20-an, kita harus mengonsumsi berbagai makanan sehat mengingat padatnya kegiatan kita dalam sehari. Lalu makanan sehat apa sih yang tepat untuk wanita pada rentang usia 20 hingga 30 tahun?

    Nah, daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasan berikut ini!

    1. Makanan tinggi magnesium

    Jenis makanan yang satu ini memiliki peran penting dalam keseharian kita mengingat magnesium sangatlah efektif untuk menangani berbagai masalah yang berkaitan dengan datang bulan alias menstruasi. Contoh makanan yang kaya akan magnesium adalah sayuran hijau, kacang kedelai, ikan mackerel, pisang, beras merah, alpukat, dan lain-lain.

    2. Makanan tinggi kalsium

    Kebutuhan akan kalsium adalah kebutuhan yang tidak boleh dilupakan mengingat kalsium berperan penting terhadap kesehatan kita. Yup, kalsium adalah salah satu zat yang berfungsi untuk pertumbuhan tulang. Osteoporosis ataupun permasalahan pada persendian adalah salah satu contoh permasalahan yang mungkin terjadi di masa mendatang ketika kebutuhan kalsium kita tidak terpenuhi dengan baik. Oleh sebab itulah kita harus mengonsumsi berbagai jenis makananan yang tinggi akan kalsium, seperti berbagai sayuran hijau, kacang-kcangan, seafood, dan biji-bijian.

    3. Makanan mengandung vitamin C

    Vitamin C adalah salah satu vitamin yang berperan penting dalam kehidupan kita dan tentu saja kita perlu memenuhi kebutuhan vitamin C dalam keseharian kita. Terpenuhinya kebutuhan vitamin C dengan baik pada usia 20-an berfungsi untuk membangun kolagen dalam tubuh yang berarti meminimalisir timbulnya berbagai tanda penuaan sejak dini. Beberapa contoh makanan yang kaya akan kandungan vitamin C antara lain jeruk, pepaya, stroberi, kiwi, kubis, ubi jalar, dan lain-lain.

    Produk Terkait: Jual Vitamin C

    4. Makanan berprotein

    Protein juga kebutuhan tubuh yang tidak boleh kita lupakan kapan pun karena perannya yang penting untuk tubuh kita. Terpenuhinya kebutuhan protein kita dalam sehari akan menimbulkan rasa kenyang sehingga kita tidak makan berlebihan dan pastinya mencegah risiko obesitas pada seseorang. Bukan hanya itu saja, protein juga mampu berfungsi sebagai sumber energi serta menjaga kadar gula darah kita dalam batas normal. Contoh beberapa makanan yang berprotein tinggi adalah telur, aam, kacang almond, daging sapi, berbagai produk olahan susu, dan lain-lain

    Baca Juga: Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    5. Mengurangi konsumsi makanan manis

    Setelah kita memenuhi berbagai kebutuhan tubuh dengan baik, tentunya kita perlu mengingat beberapa jenis makanan yang perlu kita hindari agar tubuh kita juga tidak rentan terhadap serangan berbagai penyakit. Mengonsumsi makanan manis terlalu sering atau berlebihan bukanlah suatu hal yang disarankan karena hal ini dapat memicu timbulnya penyakit yang dapat mengancam keselamatan kita seperti diabetes, gangguan jantung, ataupun hipertensi. Cake, cookies, ataupun cokelat adalah beberapa contoh makanan manis yang perlu kita kurangi untuk mencegah timbulnya berbagai penyakit di kemudian hari.

    Baca Juga: 7 Tips Wanita Sukses Biar Kamu Makin Sukses

    Nah itu tadi adalah beberapa panduan makanan sehat yang bisa diterapkan oleh wanita rentang usia 20 hingga 30 tahun. Hidup sehat adalah hal yang mudah untuk dilakukan bukan? So, tunggu apalagi untuk menjalani pola hidup yang lebih sehat daripada sebelumnya? Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan sehat untuk wanita dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Kesehatan memang merupakan  hal yang sangat penting bagi kita. Bagi kita yang diberi nikmat kesehatan saat ini tentunya akan sangat bersyukur sekali sehingga dapat melakukan berbagai aktifitas dengan normal, serta tidak dapat dipungkiri pula, bahwa kesehatan memang sangat mahal harganya. Apalagi buat kita kaum wanita yang memiliki banyak sekali organ–organ vital dalam tubuh kita seperti […]

    Wanita Harus Mengonsumsi 10 Makanan ini!

    Kesehatan memang merupakan  hal yang sangat penting bagi kita. Bagi kita yang diberi nikmat kesehatan saat ini tentunya akan sangat bersyukur sekali sehingga dapat melakukan berbagai aktifitas dengan normal, serta tidak dapat dipungkiri pula, bahwa kesehatan memang sangat mahal harganya. Apalagi buat kita kaum wanita yang memiliki banyak sekali organ–organ vital dalam tubuh kita seperti organ reproduksi, tentu kita dituntut untuk dapat menjaga kesehatan organ–organ  reproduksi tersebut dan berbagai organ vital lainnya.

    Tidak hanya itu, wanita juga memiliki risiko terhadap banyak penyakit berbahaya seperti, kanker serviks, kanker payudara, kista ovarium,, dan yang lainnya, selain itu wanita juga nantinya akan mengalami kehamilan dan tentu saja harus mempersiapkan organ  reproduksi yang sehat agar terhindar dari masalah atau komplikasi selama kehamilan dan juga dapat melahirkan bayi yang sehat. Oleh karena itulah kita sebagai wanita, sangat disarankan untuk selalu menjaga makanan yang kita konsumsi serta rutin berolahraga dan beraktifitas fisik. Berikut ini adalah 10 makanan yang harus dikonsumsi oleh wanita untuk menjaga kesehatannya :

    Kacang – kacangan

    Tentunya kita para wanita menginginkan agar memiliki tingkat kesuburan dan kesehatan reproduksi yang baik dan sehat. Pada kacang – kacangan ini, memiliki kandungan vitamin E yang cukup tinggi sehingga sangat baik untuk meningkatkan kesuburan. Tidak hanya itu, vitamin E yang terkandung dalam kacang  kacangan ini juga sangat baik untuk menjaga kesehatan kulit. Selain mengandung vitamin E yang cukup tinggi, kacang–kacangan juga kaya akan serat, sehingga dapat mengurangi risiko terkena penyakit diabetes, obesitas, kolesterol, dan juga hipertensi atau darah tinggi. Oleh karena itu, mulai sekarang cobalah untuk mengganti cemilan manis – manis dan keripik kentang Anda dengan kacang – kacangan.

    Baca Juga: Wanita Wajibkah Melakukan PapSmear

    Brokoli

    Brokoli merupakan jenis sayuran hijau yang kaya akan kandungan gizi nya. Konsumsi brokoli merupakan hal yang sangat disarankan dan diharuskan, karena terdapat kandungan sulforaphane yang dapat menurunkan dan mencegah kelebihan esterogen, sehingga dapat mencegah dari penyakit kanker serviks, kanker payudara dan yang lainnya.Selain itu, kandungan vitamin dan juga mineral pada brokoli juga tergolong tinggi, yang tentunya sangat baik untuk memelihara kesehatan kita para wanita.

    Bayam

    sayur bayam

    Sayur bayam kaya akan kandungan folat yang sangat baik bagi kita para wanita untuk persiapan kehamilan nantinya. Persiapan kehamilan  harus dilakukan dari sedini mungkin sebelum Anda menikah dan hamil nantinya. Selain itu, bayam juga mengandung kaya akan antioksidan yang baik untuk mencegah kanker dan juga baik untuk kesehatan kulit.

    Edamame

    Edamame memang terkenal akan kandungannya yang sangat baik bagi kesehatan wanita. Kandungan isoflavon yang terdapat dalam edamame ini, mampu mengurangi gejala menopause pada Anda nantinya. Selain itu, edamame ini juga kaya akan serat dan juga lemak baik, sehingga sangat baik untuk kesehatan organ – organ vital wanita.

    Ikan sarden

    Kandungan asam lemak omega 3 pada sarden memang tergolong cukup tinggi, oleh karena itu, sangat baik untuk menjaga kesehatan otak. Tidak hanya itu, bagi kita para wanita, sarden ini juga mengandung lemak sehat dan juga vitamin D yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas ASI kita nantinya, dan bagi yang belum menikah dapat menjadi persiapan kita sebelum menyusui nantinya, agar bayi yang kita lahirkan nantinya, mendapatkan ASI dengan kandungan gizi yang banyak dan berkualitas.

    Baca Juga: 7 Makanan Penyebab Sakit Kepala

    Aneka buah berry

    Buah berry ini tidak hanya warna nya saja yang cantik, tapi  juga kaya antioksidan dan anti kanker serta dapat memperbarui sel – sel yang rusak. Selain itu, buah berry dapat mencegah para wanita dari kepikunan.

    Pepaya

    Kandungan beta karoten dan likopen yang terdapat pada buah pepaya ini sangat baik bagi wanita karena dapat menurunkan risiko terhadap kanker leher rahim dan juga kanker payudara. Penyakit ini masih tinggi pada kaum wanita di Indonesia sampai sekarang.

    Yogurt

    Yogurt pada wanita sangat baik karena mengandung bakteri baik yang sangat baik untuk kesehatan organ  reproduksi wanita Yogurt dapat mencegah bakteri penyebab keputihan. Selain itu, bakteri baik yang terdapat pada yogurt juga sangat baik dalam  menjaga kesehatan usus, usus merupakan sumber dari berbagai penyakit berbahaya jika tidak dijaga kesehatannya.

    Alpukat

    Bagi wanita tentunya, mempunyai kulit yang sehat merupakan hal yang sangat diidam -idamkan . Buah alpukat mengandung vitamin E yang tinggi yang sangat baik untuk kesehatan kulit. Selain itu, buah ini juga memiliki kandungan lemak sehat yang sangat baik bagi Anda yang sedang melakukan program penurunan berat badan dan menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh.

    Baca Juga: 6 Rahasia Menciptakan Otak Cerdas

    Madu

    Madu yang sudah terkenal akan kandungan gizinya yang tinggi ini, tentunya sangat baik bagi wanita. Kandungan yang ada di dalamnya mampu menjaga kesehatan  reproduksi wanita, tidak hanya itu, kandungan gizi dalam madu  juga sangat baik untuk menjaga kesehatan tubuh dari berbagai penyakit.

    Itulah tadi beberapa makanan yang disarankan atau bahkan diharuskan bagi kaum wanita. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan sehat untuk wanita dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Menurut Worldwide Cancer Data tahun 2018 , tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker di seluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. […]

    Jenis Kanker yang Sering Menyerang Wanita

    Menurut Worldwide Cancer Data tahun 2018 , tercatat sebanyak 18 juta orang menderita kanker di seluruh dunia, terdiri dari 9,5 juta laki-laki dan 8,5 juta penderita adalah wanita. Jenis kanker yang diderita bermacam-macam. Kanker merupakan penyebab kematian terbesar kedua di dunia, WHO (World Health Organization) mencatat sebanyak 9,6 juta penderita kanker meninggal pada tahun 2018. Umumnya, 1 dari 6 orang meninggal akibat kanker, 70% penderita kanker yang meninggal berasal dari negara miskin dan berkembang.

    Baca Juga: Aktivitas Pemicu Kanker 

    Penyebab Kanker

    Sampai saat ini, penyebab kanker masih belum diketahui secara pasti, namun secara garis besar penyebab kanker dapat dibagi menjadi  3 faktor eksternal yaitu:

    • Faktor karsinogenik fisik: sinar ultraviolet (u.v) dan radiasi
    • Faktor karsinogenik kimia: paparan asbes, perokok, pengonsumsi tembakau, pengawet makanan dan arsenik (air minum yang tercemar zat arsenik)
    • Faktor karsinogenik biologi: infeksi virus, bakteri dan parasit

    Faktor penuaan juga meningkatkan risiko terjadinya kanker, semakin bertambahnya usia maka meningkatkan risiko terjadinya pembelahan sel ganas atau sel kanker.

    Baca Juga: Metode Deteksi Dini Kanker Serviks

    Faktor risiko yang meningkatkan terjadinya kanker adalah konsumsi alkohol yang berlebihan, perokok, makan makanan yang tidak sehat dan junk food, serta pasien yang menderita penyakit infeksi. Menurut data WHO, sebanyak 15% penderita kanker yang didiagnosis pada tahun 2012 juga menderita infeksi seperti Helicobacter pylori (infeksi pada lambung), HPV (Human Papiloma virus) penyebab kanker leher rahim, Hepatitis B dan C virus dapat berkembang menjadi kanker hati dan Epstein bar virus.

    Sebanyak 30-50% kanker dapat dicegah dengan cara menghindari faktor risiko di atas dan memodifikasi gaya hidup menjadi gaya hidup sehat seperti olahraga serta mengonsumsi makanan sehat (sayur dan buah-buahan).

    Menurut data dari World Cancer Research Fund, kanker payudara merupakan kanker tersering diderita oleh wanita seluruh dunia. Pada tahun 2018, tercatat sebanyak 25,4% dari total kanker yang menyerang wanita disebabkan oleh kanker payudara. Berikut ini tabel jenis kanker terbanyak yang menyerang wanita:

    Ranking Jenis kanker Kasus baru yang didiagnosis tahun 2018 (8.218.216 kasus) %
    1 Payudara 2,088,849 25,4
    2 Kolorektal 794,958 9.7
    3 Paru-paru 725,352 8.8
    4 Kanker serviks (leher rahim) 569,847 6.9
    5 Tiroid 436,344 6.3
    6 Rahim (Korpus uteri) 382,069 5.3
    7 Lambung 349,947 4.3
    8 Ovarium 295,414 3.6
    9 Hati 244,506 3.0
    10 Limfoma non-hodgin 224,877 2.7
    11 Pankreas 215,885 2.6
    12 Leukimia 187,579 2.3
    13 Esophagus 172,335 2,1
    14 Ginjal 148,755 1.8
    15 Kulit 137,025 1.7
    16 Otak dan sistem saraf 134,317 1.6
    17 Kantung kemih 125,311 1.5
    18 Kantung empedu 122,024 1.5
    19 Bibir dan mulut 108,444 1.3
    20 Multiple melanoma 70,088 0.9
    21 Vulva 44,235 0.5
    22 Nasopharynx 35,663 0.4
    23 Limfoma Hodgkin 33,431 0.4
    24 Anus 28,345 0.3
    25 Kelenjar liur 23,543 0.3
    26 Larynx 22,445 0.3
    27 Oropharynx 18,415 0.2
    28 Vagina 17,600 0.2
    29 Kaposi sarcoma 13,551 0.2
    30 Hypopharynx 13,112 0.2
    31 Mesothelioma 8,781 0.1

     

    Sedangkan di Indonesia, angka kanker terbanyak pada wanita adalah kanker payudara sebanyak 48.998 jiwa dan kanker serviks sebanyak 20.928 jiwa.

    Angka kanker di Indonesia

    Kita akan membahas jenis kanker yang terbanyak pada wanita di Indonesia, yaitu kanker payudara dan kanker leher rahim atau kanker serviks.

    Kanker Payudara

    Kanker payudara merupakan kanker yang paling banyak diderita oleh wanita, sebanyak 2,1 juta wanita didiagnosis kanker payudara pada tahun 2018. Angka kematian akibat kanker payudara diperkirakan sebanyak 627,000 jiwa (15% dari jumlah angka kematian yang disebabkan oleh kanker) meninggal pada tahun 2018. Hal yang paling penting pada kanker payudara dalam menentukan angka harapan hidup yaitu diagnosis yang cepat dan screening payudara. Kebanyakan wanita dengan kanker payudara, berhasil didiagnosis pada stadium lanjut. Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai gejala awal yang timbul sehingga masyarakat tidak segera melakukan pemeriksaan ke layanan kesehatan.

    Baca Juga: Cara Periksa Sendiri Gejala Kanker Payudara

    Kanker payudara timbul ketika terjadi pembelahan sel yang tidak wajar dan berlebihan pada jaringan payudara, kanker payudara dapat berasal dari sel penghasil susu (lobus), jaringan lemak, saluran susu (duktus) dan jaringan ikat payudara.

    Saat fase awal kanker payudara, pasien tidak menyadari gejala yang timbul karena benjolan pada payudara berukuran sangat kecil. Ketika benjolan semakin besar dan menimbulkan rasa nyeri, penderita baru menyadari dan pada saat inilah stadium kanker payudara sudah berlanjut. Berikut ini gejala kanker payudara:

    • Terdapat benjolan pada payudara, benjolan biasanya berbenjol-benjol dan permukaannya tidak rata, dapat terasa nyeri.
    • Ukuran payudara lebih besar.
    • Payudara berwarna kemerahan.
    • Penebalan kulit pada payudara seperti kulit jeruk.
    • Puting payudara masuk ke dalam.
    • Adanya darah atau nanah yang keluar dari puting payudara.
    • Terjadi perbesaran kelenjar getah bening pada ketiak, lipat paha atau leher.
    • Penurunan berat badan.
    • Penurunan nafsu makan.

    Untuk pencegahan kanker payudara, dianjurkan melakukan pemeriksaan SADARI secara mandiri atau dengan petugas medis yaitu dengan melihat sendiri perubahan bentuk dan ukuran payudara sendiri dan meraba payudara apakah ada benjolan, pemeriksaan dilakukan sekitar 1 minggu sampai 2 minggu setelah selesai menstruasi. Selain itu, apabila dicurigai terdapat benjolan pada payudara segera lakukan pemeriksaan ke dokter dan dilakukan pemeriksaan mamografi (untuk melihat benjolan pada payudara), melakukan tes darah penanda kanker payudara, dan MRI.

    Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan pembedahan (lumpektomi atau pembedahan pengangkatan tumor yang masih kecil atau masektomi atau pembedahan pengangkatan total payudara), radioterapi, terapi hormonal dan kemoterapi

    Anatomi Organ Serviks Uteri

    Serviks atau leher rahim adalah organ kewanitaan yang menghubungkan antara organ rahim dengan vagina. Fungsi dari leher rahim adalah penghasil lendir yang berfungsi sebagai pelumas saat berhubungan seksual serta mempermudah jalannya sperma masuk untuk bertemu dengan sel telur, sebagai penahan bakteri maupun parasit agar tidak masuk ke dalam rahim, selain itu leher rahim berfungsi menutup ketika wanita sedang mengandung agar tidak mudah terjadinya keguguran dan akan terbuka saat proses persalinan berlangsung. Bagi wanita, organ leher rahim ini sangat berperan penting.

    Kanker serviks adalah kanker keempat terbanyak diderita oleh wanita di dunia, diperkirakan 570.000 kasus baru yang berhasil didiagnosis pada tahun 2018 di seluruh dunia dan 90% kanker serviks ditemukan pada negara yang miskin dan berkembang. Sedangkan di Indonesia, kanker serviks merupakan kanker terbanyak kedua setelah kanker payudara. Angka kematian kanker serviks dapat diminimalisir dengan pencegahan, diagnosis yang cepat dan screening.

    Penyebab terjadinya kanker serviks masih belum dapat diketahui penyebabnya. Namun, biasanya didahului oleh infeksi dari virus HPV (Human Papiloma Virus). Infeksi virus ini dapat sembuh dengan sendirinya, namun pada sebagian orang akan berkembang ke arah perkembangan sel serviks uteri menjadi sel yang abnormal. Perubahan sel ini disebut CIN (Cervical Intraepithelial Neoplasia) yang akan berkembang ke arah keganasan. Virus HPV yang menyebabkan kanker serviks adalah tipe 16 dan 18. Apabila sudah terjadi keganasan maka sel kanker akan menyebar (metastasis) melalui kelenjar getah bening.

    Faktor risiko terjadinya kanker serviks sebagian besar karena keturunan dari keluarga yang menderita kanker serviks, perokok berat, obesitas atau kegemukan, peminum alkohol, kurang mengonsumsi sayur dan buah, mengonsumsi obat hormonal seperti pil kb hormonal, pasangan seksual berganti-ganti, melahirkan lebih dari 5 anak, orang dengan daya imun rendah seperti orang dengan HIV AIDS, penderita gonorhea, candidiaasis (jamur pada kamaluan) dan penyakit menular seksual lainnya.

    Baca Juga: Apakah HPV dan Kanker Serviks Saling Berkaitan

    Pada fase awal, biasanya penderita kanker serviks tidak mengalami gejala sehingga pasien tidak menyadari sedang terkena kanker serviks. Gejala biasanya dirasakan ketika sel kanker sudah mulai menyebar ke bagian tubuh lainnya.

    Gejala dan Stadium Kanker Serviks

    Gejala pada pasien penderita kanker serviks antara lain:

    • Nyeri pada perut bawah atau pinggul.
    • Nyeri saat berhubungan intim dan mudah berdarah saat berhubungan intim.
    • Pendarahan diluar masa menstruasi.
    • Penurunan berat badan drastis dalam hitungan minggu atau beberapa bulan.
    • Perut membengkak.
    • Mual dan muntah.
    • Kehilangan nafsu makan.
    • Apabila sudah menyebar ke organ tubuh lain, maka gejala yang timbul sesuai dengan organ yang terkena. Misalnya bila menyebar ke paru-paru maka akan terjadi sesak napas, batuk, apabila menyebar ke tulang maka akan terjadi pembengkakan pada tulang dan nyeri, bila menyebar ke otak dan sistem saraf maka akan timbul kejang dan penurunan kesadaran.

    Cara untuk mendeteksi awal atau screening kanker serviks adalah dengan cara pemeriksaan IVA test bagi wanita yang sudah menikah. IVA test dapat mendeteksi awal adanya perubahan sel pada serviks uteri. Apabila ditemukan adanya perubahan sel, maka dilakukan pemeriksaan selanjutnya yaitu biopsi untuk memeriksa sel serviks uteri di bawah mikroskop.

    Baca Juga: Kanker Serviks Bisakah Disembuhkan?

    Sebagai tindakan pencegahan, berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan:

    • Jangan berganti-ganti pasangan untuk mencegah terinfeksi virus HIV.
    • Gunakan kondom saat berhubungan seksual.
    • Melakukan vaksin HPV pada saat belum aktif secara seksual, kurang lebih pada usia 9–26 tahun.
    • Hindari merokok dan minum minuman beralkohol secara berlebihan.
    • Hindari penggunaan obat hormonal dalam jangka waktu panjang.
    • Apabila aktif secara seksual, maka dianjurkan untuk aktif melakukan pemeriksaan papsmear secara teratur minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali.

    Pengobatan yang dapat dilakukan bagi pasien yang telah didiagnosis kanker serviks tergantung dari stadium kanker yang diderita, dapat berupa pembedahan, kemoterapi dan radioterapi. Namun, efek samping yang mungkin timbul pada saat pengobatan dengan kemoterapi dan radioterapi sangat banyak, misalnya penurunan nafsu makan, sariawan, badan lemas, berat badan menurun, rambut rontok, mual, dan muntah.

    Produk Terkait: Vaksinasi HPV

    Nah, Sobat itulah ulasan tentang kanker yang sering menyerang wanita. Untuk kanker serviks ini, Sobat bisa memanfaatkan layanan vaksinasi HPV ke rumah dari Prosehat. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/news-room/fact-sheets/detail/cancer
    2. Cervical cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/cervical-cancer/en/
    3. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    4. Breast cancer [Internet]. World Health Organization. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/prevention/diagnosis-screening/breast-cancer/en/
    5. [Internet]. Who.int. 2018 [cited 20 November 2018]. Available from: who.int/cancer/country-profiles/idn_en.pdf
    Read More
Chat Asisten Maya
di Prosehat.com