Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Archive for Category: Diet

Showing 1–10 of 38 results

  • Sobat sehat, apakah Anda pernah mendengar tentang diet DASH? DASH adalah kepanjangan dari “Dietary Approaches to Stop Hypertension”, yaitu pendekatan diet seumur hidup untuk makanan sehat yang dirancang untuk membantu Anda yang mempunyai tekanan darah tinggi (hipertensi). Diet DASH membantu mengurangi asupan sodium dan membantu Sobat mengonsumsi berbagai makanan kaya nutrisi yang dapat membantu menurunkan […]

    Diet DASH, Benarkah Mampu Mengontrol Tekanan Darah?

    Sobat sehat, apakah Anda pernah mendengar tentang diet DASH? DASH adalah kepanjangan dari “Dietary Approaches to Stop Hypertension”, yaitu pendekatan diet seumur hidup untuk makanan sehat yang dirancang untuk membantu Anda yang mempunyai tekanan darah tinggi (hipertensi). Diet DASH membantu mengurangi asupan sodium dan membantu Sobat mengonsumsi berbagai makanan kaya nutrisi yang dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi, seperti kalium, kalsium dan magnesium.

    Bila Sobat mengikuti diet DASH, Sobat dapat mengurangi tekanan darah dalam beberapa poin hanya dalam dua minggu. Seiring waktu, tekanan arah sistolik dapat turun 8 hingga 14 poin, yang tentunya dapat membuat perbedaan signifikan dalam kesehatan. Diet ini tidak hanya menawarkan manfaat kesehatan untuk tekanan darah tinggi saja, tapi juga direkomendasikan untuk mencegah osteoporosis, kanker, penyakit jantung, stroke dan diabetes.

    Pola dari diet DASH adalah:

    • Makan lebih banyak buah, sayuran, dan makanan yang mengandung susu rendah lemak.
    • Kurangi makanan yang mengandung lemak jenuh tinggi.
    • Makan lebih banyak gandum, ikan, unggas dan kacang.
    • Batasi sodium, permen, minuman bergula, dan daging merah.

    Nah, bagaimana cara Sobat memulai diet DASH? Anda perlu menghitung kebutuhan kalori yang dibutuhkan tubuh per hari dan dihitung juga kebutuhan sodium per harinya, karena hal ini akan berpengaruh pada jumlah porsi makanan yang nantinya Sobat butuhkan. Jika membutuhkan bantuan, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter maupun ahli gizi yang terlatih.

    Baca Juga: 7 Manfaat Coklat yang Perlu Kamu Ketahui

    Sobat dapat memulai perubahan secara bertahap. Misalnya dimulai dengan membatasi konsumsi sodium per hari sekitar 2.400 miligram (sebanyak 1 sendok teh) per hari. Jika Sobat sudah mulai terbiasa, dapat dikurangi lagi hingga 1.500 miligram sodium per hari (sekitar 2/3 sendok teh). Jumlah ini termasuk semua natrium yang dimakan, yang terdapat dalam produk makanan maupun yang ditambahkan ketika Sobat masak.

    Pola makanan pada diet dASH secara alami adalah yang rendah sodium. Sobat dapat mengurangi konsumsi sodium dengan cara:

    • Menggunakan bumbu bebas natrium sebagai penganti saat masak.
    • Tidak menambahkan garam saat memasak nasi, pasta, maupun sereal.
    • Membilas makanan kaleng untuk menghilangkan beberapa kadar Natrium.
    • Membeli makanan berlabel “tanpa garam”.

    Saat memulai diet DASH, Sobat mungkin dapat merasakan perbedaan dalam rasa makanan jika Anda memilih makanan rendah sodium. Jika segalanya tampak hambar, mulailah perkenalkan makanan rendah sodium, dan hindari menaruh garam di meja makanan hingga Sobat mulai terbiasa. Hal ini dapat memberi waktu agar Sobat dapat menyesuaikan perlahan–lahan.

    Baca Juga: Penyakit Jantung Koroner dan Gejalanya

    Tips – tips yang dapat Sobat lakukan saat diet DASH :

    • Tambahkan selalu porsi sayur saat makan siang dan makan malam.
    • Tambahkan satu porsi buah untuk makanan atau sebagai camilan. Buah yang dikalengkan dan dikeringkan tentunya lebih mudah dibawa, tapi pastikan buah tersebut tidak ditambahkan gula.
    • Gunakan hanya setengah porsi mentega, margarin, atau saus salad atau gunakan bumbu rendah lemak atau bebas lemak.
    • Minum produk susu rendah lemak.
    • Batasi konsumsi daging 6 ons per hari, buatlah porsi beberapa makanan vegetarian.
    • Tambahkan lebih banyak sayuran dan kacang kering dalam menu diet Sobat.
    • Ganti cemilan kripik dan manis Sobat dengan kacang atau pretzel tawar, kismis, yoghurt rendah lemak, dan sayuran mentah.
    • Baca tiap label makanan untuk memilih produk yang lebih rendah kadar sodium.
    • Usahakan perubahan secara bertahap. Jangan terburu –buru.
    • Tambahkan aktivitas fisik. Menggabungkan diet DASH dan aktivitas fisik membuat Sobat dapat menurunkan tekanan darah lebih efektif.
    • Dapatkan dukungan jika Sobat membutuhkannya. Jika Anda mengalami masalah dalam diet DASh, bicarakanlah dengan dokter atau ahli diet yang telah terlatih.

    Terlalu banyak mengonsumsi alkohol juga dapat meningkatkan tekanan darah, sehingga The Dietary Guideline for Americans merekomendasikan bahwa pria harus membatasi alkohol tidak lebih dari 2 gelas per hari dan wanita kurang dari satu gelas. Diet DASH juga tidak membahas mengenai konsumsi kafein secara rinci, dan pengaruh kafein terhadap tekanan darah juga belum jelas. Namun, jika Sobat sudah memiliki tekanan darah tinggi dan hendak mengonsumsi kopi secara rutin, konsultasikan dahulu hal tersebut dengan dokter Anda.

    Meskipun diet DASH bukan program yang ditujukan untuk penurunan berat badan, tapi Anda mungkin dapat kehilangan berat badan karena diet ini membantu Anda menuju pilihan makanan yang lebih sehat.

    Nah, bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut dapat menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. DASH Diet and High Blood Pressure – webmd(dot)com/hypertension-high-blood-pressure/guide/dash-diet#1 , diaskes pada tanggal 10-11-2018
    2. DASH Diet : Healthy eating to lower your blood pressure – mayoclinic(dot)org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/dash-diet/art-20048456, diakses pada tanggal 10-11-2018
    3. DASH eating plan – nhlbi.nih.gov/health-topics/dash-eating-plan , diakses pada tanggal 10-11-2018
    4. The DASH diet eating plan – dashdiet.org/default.asp , diakses pada tanggal 10-11-2018
    5. The DASH Diet to lower high blood pressure – heartandstroke.ca/get-healthy/healthy-eating/dash-diet , diaskes pada tanggal 10-11-2018
    Read More
  • Berbicara mengenai diet cair tak terlepas dari bagaimana usaha seseorang untuk selalu berusaha menemukan formula terbaik dalam memeroleh bentuk tubuh ideal atau sekadar mengurangi berat badan. Bentuk tubuh ideal adalah idaman setiap orang, tak jarang seseorang menggonta-ganti menu diet demi memeroleh berat badan atau bentuk tubuh yang diinginkan. Diet atau mengatur pola makan dianggap cara […]

    Diet Cair, Solusi atau Berbahaya?

    Berbicara mengenai diet cair tak terlepas dari bagaimana usaha seseorang untuk selalu berusaha menemukan formula terbaik dalam memeroleh bentuk tubuh ideal atau sekadar mengurangi berat badan. Bentuk tubuh ideal adalah idaman setiap orang, tak jarang seseorang menggonta-ganti menu diet demi memeroleh berat badan atau bentuk tubuh yang diinginkan. Diet atau mengatur pola makan dianggap cara yang lebih mudah dibanding berolahraga karena tidak menghabiskan waktu maupun tenaga, maka tidak jarang seseorang melakukannya secara ekstrim. Akhir-akhir ini muncul fenomena baru di masyarakat mengenai diet cair yang dianggap mampu menjadi jalan keluar demi memeroleh berat badan yang ideal.

    Lalu, apa sebenarnya diet cair? Diet cair adalah pengaturan pola makan dengan mengonsumsi makanan cair saja dan tidak mengonsumsi makanan padat sama sekali. Hal ini untuk mencegah adanya bahan-bahan sisa yang tidak tercerna dalam saluran makanan. Diet cair sebenarnya diet yang sering diresepkan seorang dokter kepada pasiennya terutama ketika akan melakukan suatu pemeriksaan untuk memeroleh hasil yang akurat atau tindakan tertentu yang tidak memungkinkan saluran pencernaan terisi makanan padat seperti pada operasi-operasi besar.

    Diet ini dapat berupa air putih saja, jus tanpa bulir-bulir buah, gelatin, teh atau kopi tanpa susu dan gula, minuman bersoda, minuman olahraga dan lainnya. Selain mampu mengurangi berat badan, diet cair dipercaya berperan dalam proses detoksifikasi karena mengandung tinggi vitamin, mineral dan antioksidan meskipun belum ada penelitian pasti yang mendukungnya. Diet cair idealnya hanya dilakukan dalam jangka waktu yang pendek dan dalam pengawasan dokter.

    Baca Juga: 7 Pola Makanan Sehat Bagi Pekerja Kantoran

    Diet cair tidak dianjurkan untuk dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Bayangkan jika Sobat mengonsumsi jumlah kalori yang sangat rendah dari yang seharusnya Anda butuhkan dalam jangka waktu yang lama. Hal ini tentunya akan menimbulkan banyak efek samping. Kehilangan atau kekurangan sejumlah besar zat gizi dari tubuh kita dapat menimbulkan mudah lelah, kehilangan konsentrasi, gugurnya rambut bahkan gangguan seperti batu empedu dan gangguan jantung. Rendahnya konsumsi serat karena pembatasan makanan padat terutama buah-buahan dan sayur-sayuran dapat menyebabkan konstipasi. Selain itu, kurangnya konsumsi zat gizi makro seperti protein dapat menyebabkan Anda kehilangan massa otot.

    Lalu, bagaimana cara melakukan diet cair yang aman?

    Pertama, pastikan bahwa Anda tidak sedang hamil atau menyusui.

    Kedua, Sobat tidak sedang mengidap penyakit kronis atau penyakit lain yang mengharuskan Anda mendapatkan asupan nutrisi yang optimal.

    Setelah itu, datangi dokter Anda dan katakan bahwa Anda ingin melakukan diet cair. Anda dapat memulainya setelah mendapatkan persetujuan dari dokter. Selain itu, sebaiknya Sobat menemui pakar gizi yang mampu membantu dalam pemilihan makanan. Lakukanlah diet ini sesuai petunjuk dokter dan berhenti sesuai batas yang telah ditetapkan. Sobat sebaiknya tidak mengonsumsi jumlah kalori yang terlalu rendah serta tetap mengonsumsi serat dan protein untuk menjaga lambung tetap penuh sehingga Anda tidak merasa terlalu lapar dan tidak kehilangan massa otot.

    Baca Juga: 8 Trik Mencegah Obesitas Zaman Now

    Sebaiknya diet cair diselingi satu atau dua kali makanan padat per hari. Walaupun kecepatan penurunan lebih lama tapi langkah ini dianggap lebih sehat dan efek sampingnya juga sedikit. Gaya hidup yang sehat tetaplah merupakan kombinasi antara pola makan yang sehat dan olahraga yang cukup. Keseimbangan keduanya mampu memberikan bentuk tubuh yang ideal tanpa memberikan efek samping yang membahayakan.

    Nah, pilihan diet tentu kembali pada Sobat, jika Anda membutuhkan informasi seputar diet lainnya atau produk makanan sehat, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Clear liquid diet [Internet]. Mayo Clinic. 2018 [cited 9 November 2018]. Available from: mayoclinic.org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/clear-liquid-diet/art-20048505
    2. Liquid Diets [Internet]. WebMD. 2018 [cited 9 November 2018]. Available from: webmd.com/diet/liquid-diets#1
    3. What Is a Liquid Diet and Is It Healthy? [Internet]. EatingWell. 2018 [cited 9 November 2018]. Available from: eatingwell.com/article/290710/what-is-a-liquid-diet-and-is-it-healthy/
    4. Are Liquid Diets a Good Idea for Weight Loss? [Internet]. Healthline. 2018 [cited 9 November 2018]. Available from: healthline.com/nutrition/liquid-diets-for-weight-loss
    5. liquid D. Diet – full liquid: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. Medlineplus.gov. 2018 [cited 9 November 2018]. Available from: medlineplus.gov/ency/patientinstructions/000206.htm
    Read More
  • Setiap tahun, diet menjadi salah satu topik yang paling dicari dan diminati oleh masyarakat. Bukan hanya itu saja, cara berdiet dari tahun ke tahun mengalami berbagai perubahan, mulai dari yang hanya mengurangi porsi makan sampai membatasi asupan makanan tertentu atau yang disebut FAD Diet. Banyaknya wanita yang mengidam-idamkan bentuk tubuh langsing dan ideal dalam jangka […]

    Mengenal Lebih Jauh FAD Diet

    Setiap tahun, diet menjadi salah satu topik yang paling dicari dan diminati oleh masyarakat. Bukan hanya itu saja, cara berdiet dari tahun ke tahun mengalami berbagai perubahan, mulai dari yang hanya mengurangi porsi makan sampai membatasi asupan makanan tertentu atau yang disebut FAD Diet. Banyaknya wanita yang mengidam-idamkan bentuk tubuh langsing dan ideal dalam jangka waktu yang relatif singkat dan menjadikan FAD diet ini begitu popular.

    FAD diet adalah suatu cara mengurangi porsi makan dengan menghilangkan nutrisi harian tertentu (misalnya menghilangkan karbohidrat atau protein) dalam menu harian. FAD diet dilakukan hanya untuk jangka pendek, apabila dilakukan dalam jangka waktu yang terlampau panjang, tentunya akan membahayakan tubuh. FAD diet begitu popular pada kalangan masyarakat karena diet ini menjanjikan penurunan berat badan yang cepat dalam jangka waktu yang singkat.

    diet fad

    Asupan makanan harian yang dibutuhkan oleh tubuh umumnya mengandung karbohidrat, protein, lemak serta vitamin dan mineral. Komponen-komponen makanan di atas memiliki fungsi dan perannya sendiri-sendiri dalam tubuh.

    Karbohidrat

    Karbohidrat merupakan senyawa gula yang diperlukan tubuh sebagai sumber penghasil energi utama tubuh. Sumber makanan yang mengandung karbohidrat dapat diperoleh dari:

    1. Gula atau Glukosa (bila berasal dari buah disebut fruktosa, bila berasal dari susu disebut laktosa, sedangkan bila berasal dari gula pasir disebut sukrosa).
    2. Pati yaitu karbohidrat yang berasal dari tanaman, misalnya gandum dan kacang-kacangan. Bahan olahannya juga dapat disebut sebagai karbohidrat misalnya roti dan pasta.
    3. Serat, sumber serat juga dapat berasal dari tanaman, misalnya sayur-sayuran hijau, buah, nasi dan gandum.

    Fungsi karbohidrat yaitu sebagai sumber energi untuk tumbuh kembang, proses berpikir, energi  tubuh dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Namun apabila mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah yang terlampau banyak dapat menyebabkan berbagai penyakit mulai dari obesitas (berat badan berlebih), diabetes, serta penyakit jantung koroner.

    Menurut United States (U.S) Dietary Guideline 2015-2020, karbohidrat yang dibutuhkan tubuh yaitu 45-65% dari sumber kalori harian dan maksimal 10% kalori berasal dari karbohidrat simpleks seperti gula, sirup, dan kue. Bagi mereka yang sedang melakukan diet dianjurkan mengonsumsi karbohidrat 50-150 gram per harinya.

    Protein

    Protein merupakan salah satu asupan gizi yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan terutama anak, remaja dan masa kehamilan. Protein berfungsi untuk tetap menjaga kesehatan tubuh dan sebagai senyawa dalam memperbaiki sel tubuh yang rusak, penghasil asam amino yang dibutuhkan tubuh (enzim, hormon, neurotransmitter atau senyawa kimia di otak), cara berpikir, menjaga kesehatan rambut dan kuku serta pembentuk massa otot. Protein ini sangat  penting bagi tubuh, sehingga setiap orang memerlukannya dalam asupan makanan harian. Sumber protein didapat dari sumber nabati maupun hewani.

    Sumber protein nabati dapat berasal dari biji-bijian, kacang-kacangan (seperti kedelai, kacang hijau, almond) dan sayuran hijau. Sedangkan sumber protein hewani berasal dari daging ayam tanpa kulit, daging sapi tanpa lemak, makanan laut, ikan, telur dan produk yang berasal dari susu (susu, keju, mayones). Pada umumnya, orang dewasa memerlukan protein sebanyak 10-35% dari total kalori yang dibutuhkan per harinya.

    Lemak

    Ketika mendengar kata lemak, mungkin sebagian orang merasa bahwa lemak adalah sumber penyakit bagi tubuh. Tetapi, nyatanya lemak memiliki peran bagi tubuh sama pentingnya sebagaimana fungsi protein dan karbohidrat.

    Fungsi lemak dalam tubuh yaitu merupakan sumber energi dan sumber cadangan energi tubuh, membantu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E dan vitamin K, lemak menjaga kesehatan kulit dan rambut, fungsi menghangatkan tubuh dalam kondisi suhu dingin, melindungi organ tubuh, membantu pembentukan hormon, lemak omega 3 dapat berfungsi memelihara kesehatan jantung dan pembuluh darah serta mencegah terjadinya demensia.

    Bagi seseorang yang sedang diet, dianjurkan untuk makan makanan yang mengandung lemak tak jenuh seperti alpukat, hazelnut, kacang-kacangan, almond, salmon, dan tuna serta menghindari lemak jenuh seperti mentega, susu, keju, kulit ayam serta menghindari lemak trans (makanan yang digoreng, makanan yang mengandung gula simpleks seperti donat, biskuit, kue dan pizza). Pada umumnya, dewasa memerlukan lemak sebanyak 25-35% dari total kalori yang dibutuhkan per harinya.

    Nah, Sobat, sudah mengerti bukan fungsi komponen karbohidrat, protein, dan lemak untuk badan?Bila ingin menurunkan berat badan, sebaiknya  tetap mempertahankan komposisi diatas. Lalu, bagaimana dengan diet FAD, ya?

    Baca Juga: 7 Olahraga Membakar Kalori Setelah Makan Siang

    Cara kerja diet FAD adalah dengan menghilangkan salah satu dari komponen di atas (karbohidrat, protein atau lemak). Banyak ahli berpendapat bahwa diet seperti ini tidaklah baik bagi kesehatan apalagi bila dilakukan dalam jangka waktu yang lama, hal ini disebabkan komponen-komponen di atas memiliki fungsi dan peran masing-masing yang sangat penting bagi tubuh.

    Berikut adalah contoh dari diet FAD yang perlu kamu ketahui

    Diet tinggi karbohidrat dan protein

    Diet tinggi karbohidrat dan protein contohnya adalah diet Atkins, Dukan, South beach dan zone diet. Seseorang yang melakukan diet ini menghilangkan asupan lemak dalam makanan hariannya. Diet ini tidak dapat dilakukan dalam jangka waktu yang panjang, mengingat fungsi lemak adalah sebagai bahan pembentukan hormon, serta membatu penyerapan vitamin yang larut dalam lemak (A, D, E dan K). Tingkat keberhasilan diet ini sangat rendah apabila tidak diimbangi dengan olahraga. Efek samping yang mungkin timbul akibat diet ini, antara lain  kekurangan vitamin D, menstruasi yang tidak stabil (akibat gangguan pembentukan hormon), kulit dan rambut kering, mudah terserang penyakit jantung akibat kekurangan lemak tak jenuh (asam omega 3), dengan mengonsumsi karbohidrat yang berlebihan dalam diet ini berpotensi menyebabkan gangguan gula darah (diabetes).

    Diet rendah karbohidrat dan tinggi protein

    Diet ini dilakukan dengan cara mengurangi jumlah asupan karbohidrat menjadi hanya 20-30 gram per harinya atau setara dengan 1 lembar roti tawar. Dampak dari diet rendah karbohidrat adalah kekurangan energi tubuh yang berasal dari sumber gula, sehingga menurunkan konsentrasi saat berpikir, tubuh menjadi lemas, bau mulut, lebih mudah mengantuk. Hati-hatilah bila menjalani diet rendah karbohidrat karena otak salah satu organ yang bekerja dengan sumber gula yang berasal dari pembakaran karbohidrat.

    Diet rendah karbohidrat dan tinggi lemak

    Diet ini sering dikenal dengan keto diet. Diet ini menghilangkan karbohidrat sama sekali dalam asupan makanan. Pada diet ini, efek lemas karena pengurangan karbohidrat akan diganti dengan asupan lemak. Walau bagaimanapun, karbohidrat mempunyai peran tersendiri karena perannya sebagai sumber energi utama yang diperlukan oleh otak. Mengganti karbohidrat dengan makanan tinggi lemak, tentunya dapat berisiko meningkatkan penumpukan lemak pada pembuluh darah sehingga meningkatkan angka kejadian stroke dan penyakit jantung koroner akibat sumbatan lemak di pembuluh darah.

    Diet sangat rendah kalori

    Diet rendah kalori adalah diet yang sangat ekstrim dan dianjurkan di bawah pengawasan para ahli, baik dokter ahli gizi maupun nutrisionist. Hal ini disebabkan pemangkasan asupan kalori tubuh menjadi 800 kkal saja dalam sehari. Diet jenis ini yang pernah popular adalah Cambridge Diet (diet hanya dengan kalori cair sebanyak 400 kkal/ hari), Cabbage Soup diet (hanya makan sup kubis atau kol dengan tujuan mengurangi asupan dari lemak hewani).

    Baca Juga: 10 Buah yang Membantu Proses Diet

    Sampai saat ini masih terjadi kontroversi para ahli gizi dalam melakukan diet FAD, karena diet ini dianggap terlalu ekstrim dengan penurunan berat badan yang terlalu cepat dan drastis tapi tidak dapat bertahan lama serta banyak efek samping fatal yang mungkin muncul seperti kekurangan gizi dan nutrisi apabila dilakukan dalam jangka waktu yang lama. Nah, Sobat, sudah mengerti bukan kenapa diet untuk program penurunan berat badan harus tetap melibatkan komponen makanan diatas?Bila kita menghilangkan satu saja komponen makanan harian, maka efeknya terjadi ketidakseimbangan dalam tubuh yang menyebabkan badan jadi lemas, sulit konsentrasi, bahkan dapat menyebabkan penyakit. Pilih diet yang sehat, ya Sobat.

    Jika Anda membutuhkan informasi seputar diet lainnya atau produk makanan sehat, coba akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Daniel Bubnis, N. (2018). Carbohydrates: Uses, health benefits, and risks. [online] Medical News Today. Available at: medicalnewstoday.com/articles/161547.php [Accessed 8 Nov. 2018].
    2. depkes.go.id. (2018). Angka Kecukupan Gizi. [online] Available at:  gizi.depkes.go.id/download/kebijakan%20gizi/Tabel%20akg.pdf [Accessed 8 Nov. 2018].
    3. Khawandanah, J. and Tewfik, I. (2016). Fad Diets: Lifestyle Promises and Health Challenges. Journal of Food Research, [online] 5(6), p.80. Available at: researchgate.net/publication/310474556_Fad_Diets_Lifestyle_Promises_and_Health_Challenges [Accessed 8 Nov. 2018].
    4. Sacks, F., Bray, G., Carey, V., Smith, S., Ryan, D., Anton, S., McManus, K., Champagne, C., Bishop, L., Laranjo, N., Leboff, M., Rood, J., de Jonge, L., Greenway, F., Loria, C., Obarzanek, E. and Williamson, D. (2009). Comparison of Weight-Loss Diets With Different Compositions of Fat, Protein, and Carbohydrates. Obstetrical & Gynecological Survey, [online] 64(7), pp.460-462. Available at: nejm.org/doi/full/10.1056/nejmoa0804748 [Accessed 8 Nov. 2018].
    5. (2018). Lose Weight Without Fad Diets. [online] Available at: webmd.com/diet/guide/the-truth-about-fad-diets#1 [Accessed 8 Nov. 2018].

     

    Read More
  • “You are what you eat!”, Anda mungkin pernah mendengar ungkapan serupa? Salah satunya tentu terkait dengan: “Apa yang kita konsumsi dapat memengaruhi tekanan darah kita!” Berbagai metode diet baru selalu muncul setiap tahunnya, tapi belum banyak yang terbukti efektif dan baik untuk kesehatan. Diet DASH, atau Dietary Approaches to Stop Hypertension, adalah diet yang dinobatkan […]

    Diet DASH untuk Penderita Hipertensi

    You are what you eat!”, Anda mungkin pernah mendengar ungkapan serupa? Salah satunya tentu terkait dengan: “Apa yang kita konsumsi dapat memengaruhi tekanan darah kita!” Berbagai metode diet baru selalu muncul setiap tahunnya, tapi belum banyak yang terbukti efektif dan baik untuk kesehatan. Diet DASH, atau Dietary Approaches to Stop Hypertension, adalah diet yang dinobatkan oleh para ahli kesehatan sebagai diet terbaik karena sudah terbukti efektif melalui berbagai penelitian. Diet ini didesain khusus untuk orang dengan tekanan darah tinggi atau hipertensi karena rendah garam dan tinggi potasium, magnesium, dan kalsium yang baik untuk menurunkan tekanan darah. Bagi Sobat yang menderita hipertensi atau punya kerabat yang menderita hipertensi, atau bahkan ingin mencegah hipertensi lebih dini, yuk simak lebih lanjut.

    Tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan darah yang melalui tahanan dinding pembuluh darah dan diukur dalam ukuran milimeter air raksa (mmHg). Tekanan darah normal adalah di bawah 120/80 mmHg. Tekanan darah selalu berubah-ubah sepanjang hari, namun jika tekanan darah terus-menerus tinggi di atas nilai normal maka dikatakan sebagai hipertensi. Tekanan yang terlalu tinggi terus-menerus dapat berbahaya bagi jantung dan ginjal, dan dapat menyebabkan stroke dan bahkan kebutaan.

    Konsumsi obat-obatan saja tidak cukup dalam menangani hipertensi. Banyak hal lain yang sangat perlu diperhatikan untuk keberhasilan terapi hipertensi, salah satunya ialah asupan makanan yang sehat dan tepat serta menjaga berat badan ideal, dengan menjalani diet DASH.

    Baca Juga: Kenapa Anak Muda Gampang Terkena Sakit Jantung?

    Diet DASH akan membantu Sobat untuk memilih makanan yang sehat untuk menurunkan tekanan darah, sekaligus menurunkan kolesterol dalam darah. Diet DASH juga terbukti bermanfaat mencegah osteoporosis, kanker, penyakit jantung, stroke dan diabetes karena di dalamnya dimuat makanan dengan antioksidan tinggi. Bagaimana tidak, di dalam program diet DASH ini Sobat akan mengonsumsi banyak buah dan sayuran, dikombinasikan dengan makanan rendah lemak susu, daging tanpa lemak, unggas, ikan, kacang-kacangan, biji-bijian, tapi tetap dapat melalui perencanaan makan yang fleksibel. Tentu saja selain menyehatkan, tidak akan membuat Sobat bosan.

    Diet DASH terdiri dari dua jenis, yaitu Standard DASH Diet dan Lower Sodium DASH diet. Diet DASH standar mengandung kurang lebih 2300 miligram garam per hari, sedangkan diet DASH rendah garam mengandung 1500 miligram garam per hari. Kedua jenis diet DASH ini sesungguhnya sudah mengandung kadar garam yang lebih rendah dari diet biasa, yaitu sekitar 3500 miligram per hari (dan mungkin lebih), sehingga sangat dianjurkan bagi penderita hipertensi, diabetes, gagal ginjal kronis, dan orang berusia di atas 51 tahun. Penelitian pun membuktikan bahwa mengikuti pola diet DASH dalam waktu 2 minggu saja sudah dapat menurunkan tekanan darah secara efektif loh, yaitu dengan rata-rata penurunan sebesar 11.5/5.7 mmHg.

    Pasti Sobat sudah penasaran apa saja yang menjadi bagian dari diet DASH? Yuk lihat tabel di bawah ini untuk jenis sajian yang dianjurkan dengan kalori harian 2000 kalori.

    Jenis Makanan Jumlah Sajian Takaran Saji
    Padi-padian (grains) 6-8 sajian per hari 1 potong roti

    1 ons sereal kering

    ½ cangkir nasi, pasta, atau sereal masak

    Sayur-sayuran 4-5 sajian per hari 1 cangkir daun sayuran hijau (belum masak)

    ½ cangkir sayuran hijau yang sudah dipotong/dimasak

    ½ cangkir jus sayuran

    Buah-buahan 4-5 sajian per hari 1 buah ukuran sedang

    ¼ cangkir buah-buahan kering

    ½ cangkir buah segar, beku, atau kaleng

    ½ cangkir jus buah

    Susu tanpa lemak atau rendah lemak 2-3 sajian per hari 1 cangkir susu atau yoghurt

    1½ ons keju

    Daging tanpa lemak, ikan dan unggas 6 sajian atau lebih sedikit 1 ons daging, unggas, atau ikan masak

    1 buah telur

    Kacang-kacangan, biji-bijian 4-5 sajian per minggu 1/3 cangkir atau 1½ ons kacang-kacangan

    2 sendok makan selai kacang

    2 sendok makan  atau ½ ons biji-bijian

    ½ cangkir kacang-kacangan masak (kacang kering dan kacang polong)

    Lemak dan minyak 2-3 sajian per hari 1 sendok teh margarin lembut

    1 sendok teh minyak sayur

    1 sendok makan mayonais

    2 sendok makan saus salad

    Makanan manis dan gula tambahan 5 sajian per hari atau lebih sedikit 1 sendok makan gula pasir

    1 sendok makan jelly atau selai

    ½ cangkir serbat, gelatin

    1 cangkir lemon

    Kriteria Program Diet Dash

    Cukup menarik bukan? Supaya Sobat tidak terlalu bingung bagaimana memulainya, berikut contoh resep makanan yang dapat memuat diet DASH untuk 3 kali makan dan snack dalam sehari.

    Sarapan ½ cangkir oatmeal instan

    1 roti bagel gandum utuh ukuran kecil + 1 sendok makan selai kacang

    1 buah pisang ukuran sedang

    1 cangkir susu rendah lemak

    Makan siang Sandwich dada ayam:

    –       3 ons dada ayam, tanpa kulit

    –       2 potong roti gandum utuh

    –       1 potong (3/4 ons) keju cheddar natural rendah lemak

    –       1 lembar daun selada besar

    –       2 buah potongan tomat

    –       1 sendok makan mayones rendah lemak

    1 cangkir potongan melon cantaloupe

    1 cangkir jus apel

    Makan malam 1 cangkir spaghetti + ¾ cangkir saus spaghetti vegetarian dan 3 sendok makan keju Parmesan

    Salad bayam:

    –       1 cangkir daun bayam segar

    –       ¼ cangkir wortel parut segar

    –       ¼ cangkir potongan jamur segar

    –       1 sendok makan saus Vinaigrette

    ½ cangkir jagung masak

    ½ cangkir buah pir kaleng

    Snack (kapanpun) 1/3 cangkir almond, tanpa garam

    ¼ cangkir aprikot kering

    1 cangkir yoghurt buah, bebas lemak, tanpa pemanis

    Nah, diet DASH ini tampaknya menarik juga ya, Sobat. Diet DASH sangat disarankan untuk penderita hipertensi dan cukup terbukti menurunkan tekanan darah dengan efektif. Namun jangan lupa, yang terpenting dalam menjalani diet adalah berkelanjutan atau kontinuitas, jadi jangan hanya diterapkan dalam jangka pendek saja.

    Itulah sederet informasi diet DASH, bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, termasuk alat cek tekanan darah, bisa mendapatkannya dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga! Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Mengapa diet DASH selalu terpilih sebagai diet terbaik? Diupdate 12 Januari 2018. Diakses 8 November 2018. Availabe from: lifestyle(dot)kompas(dot)com/read/2018/01/12/123300420/mengapa-diet-dash-selalu-terpilih-sebagai-diet-terbaik
    2. Padma V. DASH diet in preventing hypertension. Advances in Biological Research. 2014;8(2):94-6.
    3. Mayo Clinic. Sample menus for the DASH diet. Diupdate 24 Februari 2018. Diakses 8 November 2018. Available from: mayoclinic(dot)org/healthy-lifestyle/nutrition-and-healthy-eating/in-depth/dash-diet/art-20047110
    4. National Institutes of Health. Your guide to lowering blood pressure with DASH. USA: Bethesda; 2006. p. 1-45.
    5. Mengenal diet DASH, diet khusus untuk orang hipertensi. Diupdate 15 Maret 2018. Diakses 8 November 2018. Available from: hellosehat(dot)com/pusat-kesehatan/hipertensi-tekanan-darah-tinggi/diet-dash-adalah-diet-hipertensi/
    Read More
  • Diet adalah salah satu cara yang banyak dilakukan untuk menurunkan berat badan. Saat ini sudah banyak sekali metode diet yang bermunculan. Salah satu diet yang cukup populer untuk menurunkan berat badan adalah diet ketogenik atau yang umum disebut sebagai diet keto. Ternyata selain diet keto, tidak berapa lama kemudian muncul diet ketofastosis, yaitu gabungan dari […]

    Cara Diet Ketofastosis untuk Turunkan Berat Badan

    Diet adalah salah satu cara yang banyak dilakukan untuk menurunkan berat badan. Saat ini sudah banyak sekali metode diet yang bermunculan. Salah satu diet yang cukup populer untuk menurunkan berat badan adalah diet ketogenik atau yang umum disebut sebagai diet keto. Ternyata selain diet keto, tidak berapa lama kemudian muncul diet ketofastosis, yaitu gabungan dari diet ketogenik dan fastosis. Diet ini terdiri dari beberapa tahap yang perlu dilalui dan memerlukan komitmen dan niat yang tinggi untuk menjalaninya seumur hidup, tidak boleh onoff yang justru dapat merusak metabolisme tubuh. Wah, Sobat tentu penasaran kan? Yuk kita simak lebih lanjut.

    Diet ketofastosis adalah gabungan antara proses diet ketogenik dan fastosis. Lalu apa makna keduanya? Ketogenik merupakan suatu pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak dan protein sedang. Sedangkan fastosis sendiri adalah fasting on ketosis, artinya puasa dalam keadaan ketosis. Fastosis bukanlah sebuah pola makan melainkan suatu gaya hidup yang harus diaplikasikan seumur hidup. Ketosis adalah kondisi dimana organ liver manusia memproduksi ‘keton’ untuk digunakan sebagai bahan bakar utama penghasil energi dalam tubuh, terutama otak. Ketosis akan terjadi ketika tubuh tidak lagi menggunakan karbohidrat sebagai sumber energi utama, tapi lemak, dimana hasil metabolismenya akan menghasilkan keton.

    Sebelum memulainya, Sobat harus benar-benar memahami sebelumnya mengenai diet ketofastosis. Diet ini terdiri dari 70-80% lemak, 15-25% protein, dan 5% karbohidrat. Terdapat 3 fase di dalam diet ini, yaitu:

    • Fase 1: Induksi (3 hari – 2 minggu). Fase ini adalah fase memicu adaptasi awal tubuh untuk menggunakan lemak sebagai sumber energi. Fase ini mengombinasikan puasa (intermittent fasting/IF) selama 16-18 jam sehari dengan menu makanan yang sangat rendah karbohidrat (dibawah 10 gram per hari). Menu makanan selama fase ini adalah lemak hewani (ikan, ayam, telur, dan daging) serta harus dimasak dengan menggunakan atau menambahkan unsur lemak seperti minyak kelapa, minyak zaitun, mentega, santan, keju, krim susu, dan sebagainya. Pada fase ini tidak boleh mengandung unsur sayuran atau buah.
    • Fase 2: Konsolidasi (1 minggu – 1 bulan). Fase ini adalah fase unsur nabati seperti sayur mulai dimasukkan dalam menu makanan. Unsur buah belum boleh dimasukkan dalam fase ini. Fase tersebut menambahkan jumlah asupan karbohidrat sehari namun tetap tidak boleh lebih dari 15 gram per hari. Sayur yang dikonsumsi adalah sayuran tinggi serat seperti brokoli, bayam, sawi, bok choy, kangkung, kol, buncis, kacang panjang, kembang kol, dan sebagainya. Durasi puasa IF ditambahkan menjadi 18-20 jam. Pada fase ini tubuh sudah mulai menggunakan lemak sebagai sumber energi. Pada fase tersebut, Sobat harus mengontrol gula darah puasa setiap 3 hari atau 1 minggu sekali, dan harus selalu di bawah 80 mg/dL (untuk melihat efek penambahan karbohidrat dari sayuran). Jika ternyata penambahan sayuran ini menaikkan gula darah puasa dari zona optimal tersebut, maka harus kembali ke fase pertama untuk menurunkannya kembali.

    Baca Juga: Hubungan Obesitas dengan Jantung Koroner

    • Fase 3: Maintenance (selama program berlangsung atau menjadi gaya hidup sehat). Pada fase ini, unsur nabati seperti buah sudah dimasukkan. Pada fase ini, sayur dan buah harus memerhatikan jenis dan takaran saji per harinya agar tetap menjaga gula darah di bawah 80 mg/dL. Total asupan karbohidrat per hari dengan penambahan dari buah adalah maksimal 20 gram per hari (berat buah maksimal 100 gram dan dikonsumsi dengan sumber lemak seperti santan, whip cream atau cream cheese). Buah yang dapat dikonsumsi adalah buah tinggi serat dan rendah karbohidrat seperti alpukat, strawberry, blueberry, mulberry, raspberry, blackberry, belimbing, dan sebagainya. Durasi puasa IF ditambah menjadi 20-23 jam. Pada fase ini tubuh sudah terbiasa dan telah beradaptasi menggunakan lemak sebagai bahan bakar energi tubuh.

    Dalam menjalankan diet ini, baik sedang dalam fase manapun, sedang waktu berpuasa atau tidak, disarankan untuk mengonsumsi Immunator Honey, yaitu suplementasi yang berguna untuk mencegah penurunan metabolisme dari efek pembatasan kalori yang terjadi secara alami.

    Baca Juga: 5 Jenis Olahraga Bagi Penderita Diabetes

    Mungkin yang akan menjadi pertanyaan Sobat, apakah semua orang aman dan diperbolehkan untuk menjalani diet ini? Diet ini tidak dianjurkan pada pasien dengan gangguan ginjal, diabetes yang tidak terkontrol, nefropati diabetes, kanker jenis tertentu (dietary fat-related cancer) dan lansia. Ingat loh sahabat, diet yang seimbang tetap harus mengutamakan kebutuhan tubuh akan bahan makanan karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Jangan lupa, untuk olahraga teratur dan kelola stress agar berat badan impian anda tercapai.

    Bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Apa bedanya diet ketogenik dan diet ketofastosis? Diupdate 16 April 2018. Diakses 10 November 2018. Available at: hellosehat(dot)com/hidup-sehat/nutrisi/beda-diet-ketogenik-dan-diet-ketofastosis/
    2. Ketofastosis: fastosis on ketosis. Diupdate 8 September 2016. Diakses 10 November 2018. Available at: ketofastosis.com/fastosis-fasting-on-ketosis
    3. I-KetoFast. Diakses 10 November 2018. Available at: ketofastosis.com/download
    4. Coconut ketogenic (fastosis). Diakses 10 November 2018. Available at: foodketo.com/QwudSd34exUU/Panduan%20CocoKeto%20Indonesia%20v1.2.pdf
    5. Lukito W. Menyikapi diet yang populer di masyarakat: ketofastosis. Diupdate 10 Februari 2018. Diakses 10 November 2018. Available at: idicabangtangerang(dot)org/upload/20180213113025-1.%20dr.%20Widjaja%20L-Ketofastosis-PIT-IDI-Tangerang-10022018.pdf
    Read More
  • Menurut data statistik Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI), penyakit kronis atau yang termasuk penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian utama terbanyak di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menyelesaikan survei penyebab kematian berskala nasional, peringkat masalah utama penyebab kematian utama disebabkan oleh stroke, kemudian disusul oleh penyakit jantung iskemik, diabetes mellitus […]

    Diet, Amankah Bagi Penderita Penyakit Kronis?

    Menurut data statistik Departemen Kesehatan Republik Indonesia (Depkes RI), penyakit kronis atau yang termasuk penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian utama terbanyak di Indonesia. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan menyelesaikan survei penyebab kematian berskala nasional, peringkat masalah utama penyebab kematian utama disebabkan oleh stroke, kemudian disusul oleh penyakit jantung iskemik, diabetes mellitus beserta komplikasinya, dan hipertensi (tekanan darah tinggi) beserta komplikasinya.

    Penyebab penyakit kronis atau penyakit degeneratif ini sebagian besar disebabkan gaya hidup dan pola makan yang tidak tepat. Penyakit kronis yang menjadi penyebab kematian terbanyak di Indonesia tentunya saling berkaitan, dimulai dari pola makan yang tidak tepat dapat menyebabkan peningkatan kadar lemak dalam pembuluh darah, dimana pembuluh darah utama yang memasok darah utama ke jantung mengalami kerusakan (arterosklerosis), kerusakan ini dipicu oleh berbagai hal seperti sumbatan kolesterol yang menjadi plak di dinding pembuluh darah, hal ini diakibatkan kolesterol darah yang tinggi biasanya disebabkan karena banyak asupan makanan yang mengandung lemak, selain itu merokok, darah tinggi (hipertensi), tingginya gula darah (diabetes) juga dapat menyebabkan kerusakan elastisitas pembuluh darah.

    Menurut data survei Sample Registration System (SRS) pada 2014 di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi setelah stroke yaitu sebesar 12,9%. Menurut WHO (World Health Organization), data tahun 2014 menyatakan bahwa penyakit kardiovaskular menempati penyebab kematian tertinggi di dunia yaitu sebesar 37%.

    Baca Juga: 7 Makanan Memicu Kolesterol

    Salah satu cara agar terhindar dari penyakit kronis adalah menghindari makanan yang kurang baik sehari-hari. Namun, apakah aman melakukan diet apabila kita terlanjur didiagnosis mempunyai penyakit kronis seperti tingginya gula darah, darah tinggi maupun penyakit jantung koroner? Tentu saja aman, selama melakukan diet dengan cara yang tepat, hanya dengan mengurangi porsi makanan atau jumlah kalori yang masuk setiap harinya, tidak melakukan diet yang ekstrim atau berlebihan serta tetap menjaga aktivitas fisik seperti halnya olah raga.

    Berikut ini anjuran diet serta perubahan gaya hidup yang dianjurkan bagi pasien dengan penyakit kronis:

    1. Hindari makanan yang mengandung karbohidrat berlebih

    Karbohidrat merupakan sumber energi utama bagi tubuh, tapi apabila dikonsumsi secara berlebihan dapat meningkatkan cadangan lemak tubuh. Hal ini disebabkan karbohindat mengandung senyawa gula. Secara garis besar terdapat dua jenis karbohidrat yaitu karbohidrat simpleks dan karbohidrat kompleks. Karbohidrat simpleks didapatkan dari makanan seperti kue kering, puding, jus, roti, soda, cokelat, permen. Sedangkan karbohidrat kompleks ditemukan pada makanan seperti kacang polong, gandum, roti dan nasi. Karbohidrat yang dibutuhkan tubuh yaitu 45-65% dari sumber kalori harian yang diperlukan tubuh. Apabila dikonsumsi secara berlebihan maka akan meningkatkan risiko obesitas (berat badan berlebih) sehingga meningkatkan risiko terjadinya stroke akibat sumbatan plak lemak, diabetes serta penyakit jantung koroner.

    1. Mengurangi asupan garam yang berlebihan

    Batas konsumsi garam per hari bagi orang dewasa adalah 1500-2300 mg atau sekitar 1 sendok teh garam per harinya, dengan kata lain untuk orang yang sudah menderita tekanan darah tinggi harus mengonsumsi garam jauh di bawah dari batas asupan normal per harinya. Konsumsi garam berlebih dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai masalah terutama peningkatan tekanan darah yang akan meningkatkan beban kerja jantung. Cara mengurangi garam tidak hanya dengan mengurangi garam dapur saja, tapi juga mengurangi makanan yang asin seperti biskuit, keripik, keju, serta berbagai makanan ringan lainnya.

    1. Mengurangi asupan gula yang berlebihan

    Seperti yang telah dijelaskan pada asupan karbohidrat di atas, asupan gula dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronis. Batasan asupan normal gula pada orang dewasa rata sekitar 24-36 gram per hari atau setara dengan 6 sampai 9 sendok teh per harinya. Gula bisa didapatkan dari berbagai jenis makanan seperti biskuit, makanan dalam kemasan, pemanis buatan, susu kental manis, kue, kopi dan minuman dengan perasa. Bagi pasien dengan gula darah tinggi dapat mengganti asupan gula dengan gula low calories atau dengan gula jagung.

    Baca Juga: Teh Hijau Bisa Menurunkan Kolesterol? Masa Sih?

    1. Menghindari makanan yang mengandung tinggi lemak (terutama lemak jenuh)

    Meningkatnya kolesterol dalam darah terutama LDL (Low Density Lipoprotein), meningkatkan penumpukan lemak sepanjang pembuluh darah sehingga menyebabkan elastisitas pembuluh darah berkurang (arterosklerosis).Bagi pasien dengan penyakit kronis, dapat mengganti asupan lemak dengan lemak yang tak jenuh seperti minyak ikan yang mengandung omega 3, mengganti minyak zaitun atau olive oil saat menggoreng makanan, mengganti asupan lemak jenuh dengan lemak tidak jenuh seperti alpukat, kacang almond, ikan tuna, salmon.

    1. Memperbanyak asupan serat setiap harinya

    Bahan makanan yang mengandung serat seperti sayur, gandum serta buah-buahan sangat baik bagi pasien dengan penyakit kronis untuk tetap menjaga berat badannya. Hal ini disebabkan serat dapat meningkatkan perasaan kenyang lebih lama sehingga seseorang yang mengonsumsi cukup serat akan jarang merasa lapar dan mengurangi kebiasaan mengonsumsi makanan ringan.

    1. Menghindari minuman yang mengandung kafein

    Minuman atau makanan berkafein seperti kopi, teh dan cokelat ternyata termasuk ke dalam makanan yang dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, selain kandungan gula dan perasa tambahan dalam secangkir kopi, kandungan kafein yang terkandung dalam kopi, teh dan cokelat dapat meningkatkan tekanan darah. Umumnya kandungan kefein dalam secangkir kopi adalah 60,4 – 80,1 mg, sedangkan batas konsumsi harian kopi (kafein) adalah 400 mg per hari atau setara dengan 4 cangkir kopi.

    1. Memperbanyak minum air putih

    Air putih selain baik bagi kesehatan, ternyata dapat meningkatkan rasa kenyang lebih lama pada saluran pencernaan. Konsumsi air putih dengan kadar yang cukup akan mengurangi kebiasaan minum minuman manis yang mengandung kalori serta menurunkan kebiasaan konsumsi makanan ringan karena memberikan efek kenyang yang lebih lama. Minumlah air putih minimal 8 gelas per hari atau setara dengan dua liter air.

    1. Melakukan aktivitas fisik atau olah raga secara teratur

    Apabila seseorang telah berhasil menurunkan berat badan dengan menjaga pola makanan dan asupan kalori per hari, maka aktivitas fisik juga diperlukan untuk menjaga berat badan tetap ideal dan tidak mudah naik kembali. Aktivitas fisik yang dapat dilakukan bagi pasien dengan penyakit kronis dapat dilakukan dengan olah raga ringan seperti jalan kaki minimal 30 menit sampai 1 jam per hari selama minimal 5 hari dalam satu minggu, bersepeda santai, berenang, senam, tai chi, yoga dan senam lantai.

    1. Menghindari kebiasaan merokok

    Mengurangi kebiasaan merokok sangat penting untuk dilakukan bagi seseorang yang sehat atau bagi penderita penyakit kronis. Hal ini disebabkan rokok mengandung 4000 bahan kimia berbahaya yang akan mengurangi kadar oksigen dalam tubuh. Selain itu, zat yang bersifat candu ini akan mempercepat detak jantung, menaikkan kerja jantung serta merusak elastisitas pembuluh darah sehingga mempercepat terjadinya arterosklerosis (pembuluh darah kehilangan elastisitasnya). Hal ini menyebabkan terjadinya serangan jantung. Rokok juga menyebabkan otak kekurangan oksigen dan perdarahan otak akibat kerusakan pembuluh darah otak.

    Baca Juga: 5 Indikator Jantung Sehat

    Pada intinya, cara melakukan diet pada pasien dengan penyakit kronik tidak dapat dilakukan secara agresif karena asupan kalori yang cukup masih dibutuhkan untuk sumber energi pasien. Contohnya, bagi penderita diabetes, apabila melakukan diet secara agresif maka gula darah akan turun drastis sehingga menyebabkan pasien lemas sampai kehilangan kesadaran. Diet bagi penderita penyakit kronis dianjurkan dengan cara mengurangi porsi makan secara bertahap, serta melakukan aktivitas fisik yang rutin demi mencapai berat badan yang ideal.

    Nah, itulah sederet informasi diet untuk penderita penyakit kronis. Bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Sami, W. and Ansari, T. (2016). Type 2 diabetes mellitus: Link between diet, HbA1c and complications. Australasian Medical Journal, [online] 9(9). Available at: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5426415/ [Accessed 9 Nov. 2018].
    2. Skerrett, P. and Willett, W. (2010). Essentials of Healthy Eating: A Guide. Journal of Midwifery & Women’s Health, [online] 55(6), pp.492-501. Available at: aafp.org/afp/2018/0601/p721.html [Accessed 9 Nov. 2018].
    3. UCSF Medical Center. (2018). Diet and Congestive Heart Failure. [online] Available at:  ucsfhealth.org/education/diet_and_congestive_heart_failure/ [Accessed 9 Nov. 2018].
    4. (2018). Diet and Heart Failure. [online] Available at: webmd.com/heart-disease/heart-failure/dietary-guidelines-heart-failure [Accessed 9 Nov. 2018].
    5. int. (2018). Noncommunicable Diseases (NCD) in Indonesia. [online] Available at: who.int/nmh/countries/idn_en.pdf [Accessed 9 Nov. 2018].
    Read More
  • Pernahkah Anda mendengar istilah diet GM? Asing, bukan? Diet GM atau dikenal sebagai diet General Motors adalah diet yang mewajibkan seorang individu untuk membatasi menu dan porsi makan untuk diet selama satu minggu, namun hal ini akan menghasilkan penurunan berat badan signifikan hingga mencapai 7 killogram.  Tertarik untuk mencoba? Diet GM menganjurkan individu untuk merencanakan […]

    Apa Saja Menu Diet GM Sehari-hari?

    Pernahkah Anda mendengar istilah diet GM? Asing, bukan? Diet GM atau dikenal sebagai diet General Motors adalah diet yang mewajibkan seorang individu untuk membatasi menu dan porsi makan untuk diet selama satu minggu, namun hal ini akan menghasilkan penurunan berat badan signifikan hingga mencapai 7 killogram.  Tertarik untuk mencoba?

    Diet GM menganjurkan individu untuk merencanakan asupan nutrisi makanan rendah kalori, namun kaya asupan nutrisi, dimana diet GM harus dipatuhi dalam jangka waktu 7 hari.  Umumnya, diet GM melibatkan berbagai variasi dan sayuran untuk rencana diet GM nya. Sebagai contoh, pada hari pertama, seorang individu hanya diperbolehkan mengonsumsi buah-buahan. Adapun pada hari kedua, seorang individu diperbolehkan hanya memakan sayuran. Beberapa hasil perjanjian dari diet GM.

    – Penurunan berat badan sebesar 7 kg dalam waktu seminggu
    – Membuang racun dan kotoran dari dalam tubuh
    – Memperbaiki fungsi pencernaan
    – Meningkatkan metabolisme tubuh untuk membakar lebih banyak lemak

    Panduan Menjalani Diet GM

    Diet GM menganjurkan untuk mengosumsi banyak makanan yang mengandung air, seperti buah-buahan, sayur-sayuran, dan makanan lain yang banyak mengandung air, yang dapat meningkatan pembakaran lemak dan membilas racun dari dalam tubuh.

    Baca Juga: Pengaruh Diet dan Pola Makan Penderita Kanker

    Berikut ini adalah beberapa contoh rencana makan pola diet GM.

    – Hari pertama. Anda dianjurkan untuk makan buah-buahan saja. Seluruh buah diperbolehkan, kecuali pisang
    – Hari kedua. Anda dianjurkan untuk hanya mengonsumsi sayur-sayuran, baik mentah atau masak.
    – Hari ketiga. Seorang individu masih dianjurkan untuk mengonsumsi buah dan sayuran, kecuali pisang dan kentang.
    – Hari keempat. Anda hanya dianjurkan untuk mengonsumsi buah pisang dan susu saja. Anda dapat mengonsumsi 6 buah pisang dengan ukuran besar atau 8 buah pisang berukuran kecil. Sebaiknya mengonsumsi susu rendah lemak dengan total 3 gelas.
    – Hari kelima. Anda disarankan untuk mengonsumsi 2 porsi daging tanpa lemak (daging, sapi, ikan, atau ayam dapat menjadi pilihan) sejumlah 300 gram dengan 6 buah tomat. Ingat pula untuk meningkatkan asupan air yang cukup untuk membantu memecah purin dari konsumsi daging. Selain itu, Anda juga dapat mengonsumsi sup sayuran.
    – Hari keenam. Anda dianjurkan untuk mengonsumsi daging sejumlah 300 gram dan berbagai jenis sayuran, kecuali kentang.
    – Hari ketujuh atau terakhir. Anda sudah dapat mengonsumsi nasi, namun hanya nasi merah saja. Selain itu, Anda diperbolehkan makan buah atau sayuran mentah, bahkan dapat mengonsumsi jus.

    Selama menjalani diet, Anda dianjurkan untuk minum banyak air putih (hingga 12 – 15 gelas) setiap hari, yang berguna untuk membantu mengeluarkan racun dari dalam tubuh.

    Kekurangan Diet GM

    Meskipun banyak mengonsumsi buah dan sayur, namun diet GM ini memiliki berbagai kekurangan juga. Apabila diet ini dilakukan secara rutin dan terus-menerus, maka dapat berpotensi mengurangi asupan nutrisi penting di dalam tubuh yang tidak didapatkan dari sayur dan buah, seperti protein. Hal ini cukup penting, mengingat protein dapat membangun tubuh, yaitu untuk perbaikan dan regenerasi sel serta jaringan tubuh, mengatur hormon dan sistem imun tubuh, hingga menyuplai energi dan membentuk otot.

    Baca Juga: 7 Menu Diet Karbo untuk Mengurangi Berat Badan

    Diet seperti ini seringkali menyebabkan seorang individu cepat pusing dan timbul hasrat untuk makan lebih banyak pada hari ketiga atau keempat. Selain itu, kekurangan nutrisi dapat menyebabkan kerontokan rambut, kulit kering, kelelahan, kelemahan otot, dan anemia. Sedikit kalori yang masuk ke dalam tubuh dan tidak diimbangi dengan olahraga teratur dapat menyebabkan metabolism tubuh menjadi lebih lambat.

    Cobalah untuk menerapkan diet sehat dan rajin berolahraga. Meskipun penurunan berat badan lebih lambat, tapi akan membuat tubuh menjadi lebih sehat.Jangan lupa untuk tetap berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka:

    Wisnubrata. Diet GM, cara cepat turunkan berat badan dalam 7 hari. 2017. [Internet]. Available at: lifestyle(dot)kompas(dot)com/read/2017/09/11/063200220/diet-gm-cara-cepat-turun-berat-badan-dalam-7-hari (1.12.18)

    Read More
  • Apa itu diet golongan darah? Diet golongan darah sering dikaitkan dengan penurunan berat badan. Fokus utama dari seorang wanita adalah bagaimana cara untuk menurunkan berat badan, tidak ada metode diet khusus yang dipilih. Namun, terdapat jenis diet golongan darah yang berdasarkan pada golongan darah dalam menentukan makanan yang sebaiknya dimakan atau tidak. Diet golongan darah […]

    Benarkah Diet Golongan Darah Efektif

    Apa itu diet golongan darah?

    Diet golongan darah sering dikaitkan dengan penurunan berat badan. Fokus utama dari seorang wanita adalah bagaimana cara untuk menurunkan berat badan, tidak ada metode diet khusus yang dipilih. Namun, terdapat jenis diet golongan darah yang berdasarkan pada golongan darah dalam menentukan makanan yang sebaiknya dimakan atau tidak.

    Diet golongan darah berasal dari buku Eat Right for Your Type pada tahun 1996 oleh dokter Peter J. D’Adamo. Idenya berasal dari respon tubuh terhadap makanan secara langsung terkait dengan jenis darah seorang individu, berdasarkan makanan yang dikonsumsi oleh nenek moyang dengan golongan darah sejenis. Setiap jenis golongan darah memiliki pedoman masing-masing terkait makanan yang sebaiknya dikonsumsi atau dihindari oleh setiap individu dengan golongan darah tertentu. Diet ini akan membantu seorang individu dalam menurunkan berat badan, meningkatkan kesehatan saluran pencernaan, dan meningkatkan kondisi tubuh.

    Bagaimana hal tersebut dapat terjadi?

    Ide ini berasal dari ayah D’Adamo dan rekannya dengan profesi sama, James D’Adamo telah melakukan hipotesis bahwa golongan darah adalah cara untuk memahami mengapa diet dapat bekerja dengan baik pada beberapa individu, dimana darah tergolong ke dalam gen.

    Baca Juga: 14 Makanan Setelah Olahraga untuk Memacu Dietmu

    Seperti apakah diet golongan darah?

    Diet tipe A adalah diet yang sebagian besar terdiri dari sayur-sayuran. Individu dengan golongan darah A akan sulit mencerna protein dan lemak hewani. Diet ini berfokus pada makanan organic dan segar, diet golongan darah A menganjurkan bagi individu untuk menghindari segala produk susu dan gandum, serta agar lebih banyak mengonsumsi salmon, sayuran, minyak zaitun, dan kacang-kacangan.

    Diet tipe B mencakup berbagai variasi makanan, sebab nenek moyang dari individu golongan darah B ini tergolong omnivore. Rekomendasinya hampir serupa dengan diet paleo. Pengecualiannya termasuk ayam, jagung, roti gandum, dan kopi.

    Diet tipe AB adalah diet yang termasuk baik, sebab individu dengan golongan darah AB diduga dapat mengonsumsi berbagai jenis makanan. Sebaiknya menghindari daging merah, kacang, dan jagung. Namun, individu dengan golongan darah AB dapat mengonsumsi berbagai jenis ikan, ayam kalkun, bubur gandum, makanan segar, dan kopi.

    Diet tipe O menganjurkan agar mengurangi makan makanan berlemak. Orang dengan golongan darah O diduga sebagai keturunan pemburu dan akan lebih baik apabila memetabolisme produk hewani. Oleh karena itu, pria dengan golongan darah O mengalami lebih sedikit serangan jantung. Diet tipe O mencakup diet rendah karbohidrat, menghindari konsumsi biji-bijian dan buah-buahan, namun memperbolehkan untuk konsumsi susu lemak.

    Apakah diet golongan darah benar-benar efektif?

    Sesungguhnya, hal ini sulit dijawab. Beberapa orang mengalami hasilnya. Sebagai contoh, Aylin Poulton, yang tidak sukses dalam pengobatannya terhadap penyakit psoriasisnya yang parah selama lebih dari 10 tahun. Namun, ketika dia memutuskan untuk mencoba diet golongan darah (tipe A) sebagai metode baru untuk menjaga pola makannya, dia sadar bahwa banyak makanan yang dieliminasi konsumsinya apabila menganut diet tipe A yang diketahui memicu psoriasis.

    Baca Juga: 7 Aplikasi Android Membantu Dietmu

    Selain itu, dokter Tara Nayak telah merekomendasikan diet golongan darah untuk berbagai pasiennya, namun metode ini bukanlah dipandang sebagai pengobatan, namun sebagai dasar untuk mengembangkan kebiasaan makan yang lebih sehat. Diet ini terbukti ampuh pada individu dengan gangguan autoimun atau inflamasi. Selain itu, apabila seorang individu memiliki berat badan normal, maka lakukanlah diet golongan darah, sehingga tidak akan mengalami penurunan berat badan yang signifikan. Namun, apabila seorang individu ingin menurunkan berat badannya, maka diet golongan darah akan membantu.

    instal aplikasi prosehat

    Kesimpulan

    Apabila seorang individu akan menjalani diet, maka sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Dokter akan mengetahui riwayat medis seorang individu dan membantu menentukan keputusan yang tepat terkait dengan diet yang baik bagi Anda.

    Daftar Pustaka:

    Nowak C. The blood type diet: does it really work?[Internet]. Available at: rd.com/health/diet-weight-loss/blood-type-diet (1.12.18)

    Read More
  • Saat ini, seringkali terdengar kata diet. Istilah diet ini umum dilakukan bagi seseorang yang ingin melakukan penurunan berat badan. Diet memang diperlukan terutama bagi orang yang telah mengalami obesitas. Beberapa jenis diet yang diyakini dapat bekerja ampuh dalam menurunkan lemak yaitu diet ketofastosis. Perlu diketahui bahwa ketofastosis diet ini bukanlah ditujukan untuk penurunan berat badan, […]

    Mengenal Apa Itu Ketofastosis Diet

    Saat ini, seringkali terdengar kata diet. Istilah diet ini umum dilakukan bagi seseorang yang ingin melakukan penurunan berat badan. Diet memang diperlukan terutama bagi orang yang telah mengalami obesitas. Beberapa jenis diet yang diyakini dapat bekerja ampuh dalam menurunkan lemak yaitu diet ketofastosis. Perlu diketahui bahwa ketofastosis diet ini bukanlah ditujukan untuk penurunan berat badan, melainkan pada jumlah lemak di dalam tubuh, yang dapat terlihat dari penurunan lingkar perut.

    Apa itu Ketofastosis Diet?

    apa itu diet keto

    Diet ketofastosis adalah campuran antara diet ketogenik dan fastosis. Diet ketogenik adalah diet yang melibatkan metode pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan protein sedang. Sedangkan fastosis berarti fasting on ketosis, yang berarti puasa dalam keadaan ketosis, dimana ketosis berarti proses metabolisme tubuh yang normal. Hal ini dapat terjadi apabila tubuh tidak mendapatkan asupan karbohidrat yang cukup, sehingaa tubuh akan membakar cadangan lemak di dalam tubuh yang berguna sebagai energi bagi sel. Hasil dari proses ini dikenal sebagai keton, yang merupakan proses sampingan pembakaran lemak menjadi keton. Pembakaran lemak dapat terlihat pada penurunan lingkar perut, bukan dari penurunan berat badan.

    Baca Juga: 10 Buah yang Membantu Proses Diet

    Lama puasa fastosis yang dimaksud adalah 6 – 12 jam, atau lebih, bergantung pada kondisi setiap orang. Fastosis di sini dimaksudkan untuk mengembalikan pola hidup individu yang sebenarnya, yang akan menghasilkan pola makan yang dapat mempertahankan kondisi metabolisme lemak yang optimal.

    Efek dari Ketofastosis Diet

    Selama proses ketofastosis diet ini, maka seorang individu akan mengalami fase yang dikenal sebagai “healing crisis”, yaitu fase yang menggambarkan kondisi tidak enak pada tubuh seseorang, kondisi ini umum terjadi apabila seorang individu mengubah sistem metabolisme tubuh. Sebagai contoh, konsumsi lemak yang berlebihan akan mengakibatkan timbulnya jerawat parah. Selain itu, gejala lain seperti kulit gatal, kulit kering, timbulnya ketombe, mual, atau bahkan lemas umum terjadi.

    Tujuan utama ketofastosis diet adalah mengefisienkan metabolisme yang terjadi di dalam tubuh, bahkan dapat memperbaiki respirasi tubuh, sehingga mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Efisiensi metabolisme dan perbaikan respirasi akan menghindarkan seseorang dari penyakit kanker, hipertensi, dan diabetes.

    Perubahan proses metabolisme tubuh akan berdampak pada pergantian sel tubuh karena tubuh akan mengalami penyesuaian terhadap metabolisme baru. Lamanya healing crisis ini berbeda-beda dan sangat bergantung pada kondisi setiap individu. Ada individu yang mengalami penyesuaian dengan sangat cepat, namun ada juga individu yang mengalami penyesuaian metabolisme secara lambat.

    Baca Juga: 6 Cara Menurunkan Berat Badan Dalam Sebulan

    Namun, perlu diketahui bahwa diet ketofastosis ini membutuhkan komitmen kuat dan niat utuh dari seorang individu. Diet seperti ini harus dijalankan seumur hidup, sebab diet akan mengubah kebiasaan total pola makan seorang individu. Sebab, pola makan yang berubah-ubah akan membawa dampak buruk bagi seseorang, yang akan merusak metabolisme tubuh.

    Dalam melakukan diet untuk penurunan berat badan, alangkah baiknya apabila dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. Sebab, dokter akan melakukan pemeriksaan terhadap riwayat kesehatan dan berpedoman pada hasil medical check up yang baik, terutama kadar gula dan kolesterol di dalam darah. Selain itu, informasi terkait diet perlu diketahui terlebih dahulu, untuk mempersiapkan tubuh terkait dengan proses metabolisme tubuh yang akan berubah secara drastis. Umumnya, tidak ada diet yang dapat bekerja sangat cepat dan instan, namun segala diet butuh proses dan waktu. Penurunan berat badan ini perlu dilihat sebagai proses meningkatkan kesehatan dan kebugaran tubuh. Oleh karena itu, pola makan makanan yang bernutrisi dan aktivitas fisik rutin perlu dilakukan untuk menjaga pola hidup sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka:

    IDN Times. Mengenal gaya hidup ketofastosis. 2018. [Internet]. Available at: rappler(dot)idntimes(dot)com/sakinah-haniy/mengenal-pola-makan-ketofastosis-diet-keto-1/full (1.12.18)

     

    Read More
  • Bagi para penderita kanker, asupan makanan yang baik dan bergizi merupakan suatu hal yang paling penting dan perlu diperhatikan. Pasalnya, sebagian besar para penderita kanker mengalami gangguan makan, baik disebabkan karena gejala psikologi akibat dari penyakit yang sedang diderita oleh pasien kanker dimana penderita kanker merasa harapan hidup sudah tidak ada. Selain itu, efek samping […]

    Pengaruh Diet & Pola Makan Penderita Kanker

    Bagi para penderita kanker, asupan makanan yang baik dan bergizi merupakan suatu hal yang paling penting dan perlu diperhatikan. Pasalnya, sebagian besar para penderita kanker mengalami gangguan makan, baik disebabkan karena gejala psikologi akibat dari penyakit yang sedang diderita oleh pasien kanker dimana penderita kanker merasa harapan hidup sudah tidak ada. Selain itu, efek samping obat-obatan yang sedang mereka minum maupun efek samping dari kemoterapi dan radiasi yang sedang mereka jalani juga menyebabkan nafsu makan menurun. Akibat gangguan makan yang mereka alami selama menderita kanker, hal ini justru akan memperparah kondisi tubuh penderita kanker dan akan jatuh ke dalam situasi kekurangan gizi (malnutrisi).

    Sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai hubungan antara diet dan pola makan pada pasien penderita kanker, ada baiknya kita mengenal apakah penyakit kanker itu, apa penyebab dan apakah gejalanya.

    Kanker merupakan suatu penyakit yang disebabkan pertumbuhan sel dalam tubuh tidak normal. Kanker disebut juga tumor ganas atau neoplasia yang menyebar dan menyerang bagian tubuh lainnya. Gejala dari kanker umumnya beragam sesuai dengan lokasi organ yang terserang kanker. Kanker dapat menyerang bagian tubuh manapun, seperti kanker otak, kanker hati, kanker paru-paru, kanker ovarium, kanker mulut rahim, kanker usus, kanker tulang, kanker kulit dan masih banyak lainnya. Berikut ini jenis kanker terbanyak di Indonesia:

    Jenis Kanker Terbanyak di Indonesia

    Menurut data Kemenkes RI pada tahun 2014, kanker menjadi penyebab kematian nomor 2 di dunia setelah penyakit kardiovaskular. Insiden penyakit kanker meningkat 12,7 juta kasus dengan angka kematian 7,6 juta orang pada tahun 2008 dan meningkat pada tahun 2012 dengan 14,1 juta kasus kanker dan angka kematian 8,2 juta orang.

    Gejala yang ditimbulkan kanker umumnya beragam, tergantung dari organ mana yang terserang kanker. Namun secara umum, berikut ini gejala dari kanker:

    • Nyeri
    • Mudah lelah
    • Sesak nafas atau sulit bernafas
    • Mual
    • Diare
    • Berat badan menurun secara drastis

    Sebuah penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa timbulnya jenis kanker dapat juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan yang meliputi keadaan geografis dan rasial, berkaitan dengan gaya hidup, serta pola makan yang berbeda. Penelitian menunjukkan orang Jepang yang tinggal di Amerika lebih banyak mengalami kanker kolon. Asupan zat gizi diketahui merupakan faktor penting yang dapat menunjang terjadinya kanker. Masyarakat yang vegetarian mempunyai risiko kanker lebih rendah dibandingkan dengan non vegetarian. Sampai saat ini penyebab kanker masih belum diketahui secara pasti, diduga penyebab kanker berasal dari keturunan atau genetik, kebiasaan yang buruk seperti merokok, minum alkohol, seks bebas tanpa alat pelindung. Paparan radiasi dan infeksi virus maupun bakteri juga diduga dapat menyebabkan kanker.

    Lalu apa kaitannya asupan gizi dengan penyakit kanker? Asupan gizi yang tidak baik bagi tubuh dapat dianggap mencetuskan kanker. Sebaliknya, setelah terjadi kanker, maka akan memengaruhi asupan makanan yang dapat memengaruhi status gizi pasien kanker.

    Gangguan zat gizi yang dilami penderita kanker dapat disebabkan asupan makanan yang kurang maupun gangguan penyerapan nutrien gizi di usus akibat kanker yang dialami.

    Salah satu zat gizi yang berkaitan dengan penyakit kanker yaitu asupan lemak, konsumsi lemak dalam jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan kanker, sebab lemak mempunyai sifat Cancer Promoting. Misalnya konsumsi lemak berlebih, akan memicu peningkatan hormon esterogen yang merangsang tumbuhnya kanker payudara.

    Selain itu, konsumsi lemak berlebih akan merangsang keluarnya cairan empedu berlebih, selanjutnya mikroorganisme di usus akan diubah menjadi zat karsinogenik. Lemak yang biasa dikonsumsi biasanya adalah lemak jahat atau PUFA (Asam lemak poliunsaturated) yang mengalami proses hidrogenasi akan membentuk asam lemak trans, yang akan merangsang timbulnya kanker.

    Seseorang yang divonis kanker akan mengalami ketakutan, kecemasan dan stres yang merangsang hormon katekolamin, yaitu hormon yang dapat menurunkan nafsu makan (anoreksia). Penurunan nafsu makan akan diikuti dengan penurunan berat badan yang drastis, yang akan berakibat kakesia (ketidakseimbangan antara asupan gizi dengan zat gizi yang dibutuhkan tubuh), kakesia yang berlangsung lama akan menyebabkan kekurangan gizi (malnutrisi). Sebanyak 20-50% penderita kanker akan mengalami masalah gizi malnutrisi. Selain karena efek samping dari kondisi psikologis pasien kanker, malnutrisi juga dapat disebabkan karena efek samping pengobatan kanker, yang menyebabkan efek samping mual, muntah, gangguan menelan, diare atau gangguan penyerapan makanan pada usus.

    Dalam hal ini, dukungan keluarga sangat dibutuhkan, dengan cara memberikan motivasi pada penderita kanker agar mengonsumsi makanan untuk mendukung daya tahan tubuhnya. Keluarga sebaiknya mengawasi makanan agar pasien kanker tidak semakin parah. Asupan gizi sangat berperan penting sejak penderita kanker didiagnosis, pelaksanaan pengobatan sampai penyembuhan.

    Pada penderita kanker, kebutuhan gizi akan meningkat akibat proses keganasannya. Selain itu, pengobatan penyakit kanker, radioterapi dan kemoterapi akan lebih berguna apabila status gizi pasien dalam keadaan baik. Penatalaksanaan makanan dengan memaksimalkan asupan makanan sangat berguna untuk mengurangi gejala akan efek samping pengobatan sehingga pengobatan dapat dilakukan secara maksimal sampai tahap terakhir.

    Berikut ini anjuran asupan makanan yang baik bagi penderita kanker :

    1. Konsumsi makanan yang mengandung cukup karbohidrat seperti nasi, gandum, kentang dan umbi-umbian. Karbohidrat sangat baik bagi kanker sebagai sumber energi utama yang dibutuhkan selama proses pengobatan, agar tidak terjadi efek samping pengobatan seperti lemas dan rentan terhadap infeksi bakteri, virus maupun jamur.
    2. Konsumsi sayur dan buah. Makanan yang mengandung sayur dan buah, kaya akan kandungan vitamin A, vitamin C, asam folat, serta mineral dan antioksidan yang bermanfaat mencegah sembelit atau konstipasi. Selain itu, antioksidan berfungsi untuk melarutkan sisa metabolisme obat kemoterapi dalam tubuh, sel kanker yang rusak atau sel kanker yang mati dalam tubuh akibat pengobatan.
    3. Konsumsi makanan yang mengandung protein tinggi seperti daging, telur, tahu, tempe dan susu. Protein berfungsi sebagai zat pembangun bagi pertumbuhan dan perbaikan sel tubuh yang rusak akibat kanker maupun akibat pengobatan kanker. Selain itu, protein berfungsi sebagai sumber energi tambahan apabila sumber energi dari lemak dan karbohidrat kurang di dalam tubuh.

    Nah, Sobat itulah ulasan seputar diet dan pola makan pada penderita kanker. Informasi kesehatan maupun produk kesehatan lain, dapat diakses dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Kusumawardani N. PENANGANAN NUTRISI PADA PENDERITA KANKER [Internet]. Ejournal.litbang.depkes.go.id. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: ejournal.litbang.depkes.go.id/index.php/MPK/article/view/940
    2. [Internet]. Iccc.id. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: iccc.id/uploads/201801/TERAPI_NUTRISI_PADA_PASIEN_KANKER.pdf
    3. Danty Putri S, Adiningsih S. Peranan Dukungan Pendamping dan Kebiasanaan Makan Pasien Kanker Selama Menjalani Terapi. Universitas Airlangga [Internet]. 2018 [cited 25 September 2018];:1-9. Available from: webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:Z1C2VXkeomoJ : e-journal.unair.ac.id/MGI/article/download/3376/2417+&cd=7&hl=id&ct=clnk&gl=id
    4. Coa K, Epstein J, Ettinger D, Jatoi A, McManus K, Platek M et al. The Impact of Cancer Treatment on the Diets and Food Preferences of Patients Receiving Outpatient Treatment. Nutrition and Cancer. 2015;67(2):339-353.
    5. Nutrition and Physical Activity During and After Cancer Treatment: Answers to Common Questions [Internet]. Cancer.org. 2018 [cited 26 September 2018]. Available from: cancer.org/treatment/survivorship-during-and-after-treatment/staying-active/nutrition/nutrition-and-physical-activity-during-and-after-cancer-treatment.html
    Read More

Showing 1–10 of 38 results