Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Apakah Makanan yang Dibakar dan Dipanggang Menyehatkan?

Tidak sedikit Sobat Sehat yang memilih makanan yang dibakar atau dipanggang ketika hendak mengonsumsi makanan. Apabila dibandingkan dengan makanan yang digoreng, makanan yang dibakar atau dipanggang sering dianggap “lebih aman” untuk dikonsumsi karena dikatakan mengandung kalori dan lemak lebih rendah, sehingga makanan yang diolah dengan cara seperti ini sering menjadi pilihan bagi Sobat yang sedang menjalani diet atau Sobat yang sudah bosan dengan makanan yang digoreng.1

makanan yang dibakar dan dipanggang

Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

Namun, benarkah demikian? Sayangnya, kenyataannya tidak seperti itu.1 Makanan yang dibakar dan dipanggang malah dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, yaitu:

Kanker

Hal pertama yang dikaitkan dengan makanan yang dibakar atau dipanggang adalah penyakit kanker, terutama kanker di saluran pencernaan bagian atas. Kanker dapat berkembang dan tumbuh di kerongkongan hingga rongga mulut.2 Asal munculnya kanker ini adalah adanya bahan kimia, yaitu amina heterosiklik (HCA) dan aromatik polisiklik (PAH). HCA berkembang ketika asam amino, gula alami, dan senyawa lain dalam daging bereaksi pada suhu tinggi dan arang, sementara PAH terbentuk ketika jus daging dan lemak yang menetes jatuh ke panggangan. Asap yang mengepul diisi dengan PAH, kemudian melekat ke permukaan daging.1 HCA dan PAH dianggap merupakan senyawa karsinogenik yang dapat mengubah dan merusak komposisi DNA dalam gen tubuh manusia, sehingga dapat menyebabkan kanker.1

Asam Lambung

Bukan hanya kanker saja, makanan yang dibakar dapat menyebabkan masalah pada asam lambung. Hal ini terjadi karena makanan yang diolah dengan cara demikian sulit dicerna oleh lambung, sehingga lambung bekerja dengan beban yang sangat berat. Oleh sebab itu, hindarilah mengonsumsi banyak makanan yang dibakar atau dipanggang karena akan membuat Sobat tersiksa ketika asam lambung mulai naik.2

Produk Terkait: Jual Obat Maag

Menghilangkan Kandungan Gizi

Sumber energi pada daging adalah protein. Mengolah makanan dengan cara dibakar atau dipanggang akan menyebabkan protein ikut hilang karena terbakar. Padahal, protein merupakan salah satu nutrien penting bagi tubuh dan bisa menghindarkan diri dari berbagai penyakit.2

Baca Juga: 5 Resep untuk Penuhi Kebutuhan Protein dan Serat Anda

Mengandung Hidrokarbon

Ketika Sobat membakar makanan yang hendak disantap, beberapa partikel berbahaya akan terbentuk secara otomatis. Pembakaran menggunakan kayu bakar atau arang dapat membentuk hidrokarbon dan partikel berbahaya lainnya yang tentu dapat membahayakan diri Sobat. Tidak hanya itu, pembakaran dan pemanggangan makanan juga menyumbang polusi udara.2

Jadi, Apa yang Harus Sobat Lakukan Terhadap Makanan yang Dibakar dan Dipanggang?

Ternyata, makanan yang dibakar dan dipanggang tidak lebih baik dari makanan yang digoreng. Apabila dikonsumsi secara berlebihan, makanan yang dibakar atau dipanggang malah akan menyebabkan menimbulkan penyakit tertentu. Sobat boleh mengonsumsi makanan yang dibakar atau dipanggang, namun sebaiknya hanya sesekali saja dan jangan terlalu sering. Supaya makanan yang dibakar dan dipanggang lebih menyehatkan untuk tubuh, Sobat bisa perhatikan beberapa hal berikut:1

  • Rendam daging dalam bumbu sebelum dimasak. Bumbu yang dibalurkan pada daging ini akan menjadi penghalang agar HCA dan PAH lebih sedikit.
  • Gunakan potongan yang lebih ramping dan kecil. Kandungan lemak yang lebih rendah berarti lebih sedikit lemak yang akan menetes ke api dan membentuk PAH. Potongan daging yang lebih kecil juga akan matang lebih cepat dan tidak banyak membentuk HCA dan PAH.
  • Sebelum membakar daging, panggang daging terlebih dulu di dalam oven atau microwavekarena semakin lama daging dibakar di atas api secara langsung, semakin banyak HCA dan PAH yang terbentuk.
  • Saat dibakar, bolak-baliklah daging sesering mungkin agar dapat mengurangi kemungkinan hangus yang dapat membentuk HCA.
  • Siapkan lebih banyak makanan nabati. Kurangi porsi daging dan isi piring Sobat dengan lebih banyak sayuran, buah-buahan, atau protein nabati. Makanan nabati tidak membentuk HCA dan PAH di atas panggangan.

Baca Juga: Tips Makanan Sehat dan Praktis Sesuai Jam Makanmu

Itulah beberapa hal mengenai kesehatan makanan yang dibakar atau dipanggang. Apabila Sobat Sehat menginginkan metode pengolahan makanan yang aman, sebenarnya jawabannya adalah mengukus. Para ahli kesehatan mengatakan bahwa mengukus adalah salah satu metode yang sangat dianjurkan. Makanan yang dikukus memiliki beberapa manfaat, yaitu:3

  • Rendah kolestrol
  • Nutrisi tetap utuh
  • Rendah kalori
  • Mengurangi penggunaan pengawet makanan
  • Menurunkan risiko kanker
  • Mencegah terjangkit penyakit

Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan sehat dan berbagai produk terkait, Sobat bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Referensi

  1. Makanan yang Dibakar Lebih Sehat dan Rendah Kalori, Benarkah? [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 5 October 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/04/16/214808420/makanan-yang-dibakar-lebih-sehat-dan-rendah-kalori-benarkah?page=all
  2. Catat, Ini 5 Bahaya Sering Konsumsi Makanan Dibakar [Internet]. merdeka.com. 2020 [cited 5 October 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/trending/catat-ini-5-bahaya-sering-konsumsi-makanan-dibakar.html
  3. Sari N. 7 Manfaat Konsumsi Makanan yang Dikukus bagi Kesehatan [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 5 October 2020]. Available from: https://hot.liputan6.com/read/4144871/7-manfaat-konsumsi-makanan-yang-dikukus-bagi-kesehatan

Chat Asisten ProSehat aja