Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ obesitas”

Showing 1–10 of 15 results

  • World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa masalah obesitas masih menjadi hal serius yang dihadapi oleh seluruh masyarakat di dunia. Karena, dari obesitas berbagai macam penyakit serius bisa berkembang, seperti stroke, serangan jantung, ataupun diabetes. Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung Sehingga angka kematian karena penyakit tersebut pun semakin meningkat pada setiap tahunnya. Karena itu, setiap […]

    Cara Tepat Memantau Berat Badan Beserta Alasannya

    World Health Organization (WHO) mengatakan bahwa masalah obesitas masih menjadi hal serius yang dihadapi oleh seluruh masyarakat di dunia. Karena, dari obesitas berbagai macam penyakit serius bisa berkembang, seperti stroke, serangan jantung, ataupun diabetes.

    cara tepat memantau berat badan

    Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung

    Sehingga angka kematian karena penyakit tersebut pun semakin meningkat pada setiap tahunnya. Karena itu, setiap orang disarankan untuk selalu memantau berat badannya.

    Bahkan, memantau berat badan secara rutin telah menjadi kampanye yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dengan tema Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau (Germas). Dan pada akhirnya, setiap orang disarankan agar selalu menjaga bobot tubuhnya, agar jangan sampai obesitas.

    Cara Tepat Memantau Berat Badan Sehat atau Tidak

    Berikut beberapa cara tepat memantau berat badan Sahabat Sehat masih masuk ke dalam kategori sehat atau tidak:

    Lingkar pinggang

    Jika ada orang yang berat badannya mungkin tidak terlalu tinggi, namun memiliki perut yang buncit, bisa dikatakan tidak sehat dan berisiko terkena diabetes serta penyakit jantung. Riset yang dilakukan di Newcastle University juga membuktikan bahwa pinggang dan perut yang besar bisa berkaitan dengan risiko penyakit kanker usus.

    Sahabat Sehat bisa memantau berat badan dengan cara mengukur lingkar pinggang dengan cara memasang tali meteran tepat di atas tulang pinggul, sekitaran pusar. Bagi pria, lingkar pinggang yang wajar adalah berada di bawah sekitar 100 cm. sedangkan bagi wanita lingkar pinggang yang wajar adalah di bawah 90 cm.

    Denyut jantung istirahat

    Sahabat Sehat bisa mengukur denyut jantung istirahat apabila sedang istirahat dan tidak habis melakukan aktivitas melelahkan. Caranya dengan meletakkan dua buah jari di nadi yang terletak di sekitar tangan atau leher, kemudian hitung berapa banyak jumlah denyut yang ada dalam waktu satu menit.

    Ukuran yang normal, seharusnya pada setiap menit ada sebanyak 60 sampai 100 denyutan. Apabila seseorang menganut gaya hidup yang minim olahraga, denyut jantungnya akan lebih cepat dari jumlah denyut normal.

    Produk Terkait: Cek Lab

    Hal tersebut terjadi karena harus bekerja lebih kuat untuk memompa darah ke seluruh tubuh. Hal tersebut bisa berisiko bagi penyakit jantung jadi meningkat.

    Menghitung rata-rata tingkat metabolime basal

    Rata-rata tingkat metabolisme basal atau yang biasa disebut basal metabolic rate (BMR) adalah menghitung faktor tinggi, berat, usia, jenis kelamin, dan tingkat aktivitas untuk menghitung jumlah kalori yang dibakar seseorang ketika dirinya sedang beristirahat.

    Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

    Dan biasanya dari ukuran tersebut, Sahabat Sehat bisa mengetahui berapa banyak jumlah kalori yang harus dipangkas setiap harinya, guna mencapai target berat badan yang normal. Namun, cara mengukurnya bisa dilakukan sendiri ataupun dengan menggunakan bantuan aplikasi pengukur yang telah tersedia.

    Persentase lemak tubuh

    Angka persentase lemak tubuh bisa menunjukkan prediksi jumlah lemak berlebih yang dimiliki oleh tubuh. Biasanya untuk mengetahuinya diperlukan bantuan alat yang bisa bekerja dengan cara mengirimkan sinyal elektrik ke seluruh tubuh.

    Serta kemudian bisa juga menghitung berapa banyak jumlah lemak yang ada di dalam tubuh dan berapa jumlah jaringan padat lainnya.

    Bagi pria, lemak tubuh yang masih dianggap normal adalah sekitar tujuh sampai 18%. Sedangkan bagi wanita, ukuran lemak tubuh yang masih dianggap normal adalah 20-32%.

    Alasan Harus Memantau Berat Badan Secara Rutin

    Ahli kesehatan menyarankan, setiap orang agar memantau berat badannya secara rutin. Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu cara agar menghindari terkenanya obesitas.

    Saat Sahabat Sehat memantau berat badan, Sahabat Sehat bisa tahu apakah berat badan mulai naik atau turun. Sehingga Sahabat Sehat bisa memulai memperbaiki pola makan menjadi lebih sehat dan menambah aktivitas fisil lainnya, seperti olahraga.

    Baca Juga: Sudah Olahraga, Kok Berat Badan Tetap Naik?

    Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 yang dikeluarkan oleh Pemerintah, disebutkan bahwa angka obesitas di Indonesia meningkat sejak tahun 2013. Dari yang semula 14% menjadi 21%, atau bisa dibilang naik sebanyak 7%. Yang artinya, semakin banyak masyarakat Indonesia mengalami kenaikan berat badan.

    Dan berdasarkan data pemantauan status gizi usia di atas 18 tahun, yang memiliki obesitas ada sebanyak 40,4%. Jadi, memantau berat badan sangatlah penting, guna menyebabkan beberapa penyakit yang membahayakan jiwa.

    Berikut beberapa penyakit yang disebabkan karena obesitas atau apabila tidak memantau berat berat badan secara rutin:

    Tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi

    Perlu diketahui, tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi adalah konsisi yang bisa membuat penyakit jantung atau stroke lebih mungkin terjadi.

    Produk Terkait: Sedia Obat Kolesterol

    Diabetes

    Apabila Sahabat Sehat tidak menjaga berat badan, bahkan memakan apa saja tanpa batas bisa menyebabkan penyakit diabetes.

    Kanker

    Kanker yang bisa terjadi karena obesitas diantaranya adalah kanker usus besar, kanker payudara (terjadi setelah menopause), kanker rahim (endometrium), kanker ginjal, dan kanker esophagus yang terkait dengan obesitas.

    Penyakit kandung empedu dan batu empedu

    Penyakit osteoarthritis

    Penyakit ini adalah kondisi sendi umum yang paling sering terjadi dan mempengaruhi lutut, pinggul, dan juga punggung.

    Encok

    Penyakit yang mempengaruhi sendi. Dan bisa terjadi ketika memiliki terlalu banyak asam urat dalam darah. Asam urat dapat membentuk kristal yang tersimpan di dalam sendi.

    Sleep Apnea

    Kondisi ini adalah kondisi pernapasan yang terkait dengan kelebihan berat badan. Sleep apnea ini adalah yang menyebabkan seseorang mendengkur berat saat tidur atau sebentar berhenti bernapas di saat tidur. Bahkan sleep apnea bisa menyebabkan kantuk di siang hari.

    Cara Menurunkan Berat Badan

    Supaya berat badan tidak bertambah naik, Sahabat bisa mencegahnya dengan cara-cara berikut:

    • Kurangi asupan energi 500 kkal per hari
    • Tidak mengurangi jumlah konsumsi makanan secara drastis
    • Meningkatkan aktivitas fisik dengan berolahraga
    • Tidak menggunakan obat-obatan untuk menurunkan berat badan secara sembarangan tanpa pengawasan tenaga kesehatan

    Nah, Sahabat Sehat sekarang sudah paham kan pentingnya menjaga atau memantau berat badan. Cara untuk menurunkan risiko dari penyakit tersebut adalah dengan menjaga berat badan agar tetap seimbang, dengan cara memantau berat badan secara rutin.

    Baca Juga: Obesitas Rentan Covid-19, Begini Caranya Terhindar di Masa Pandemi

    Sahabat Sehat juga bisa menggunakan Wish Health Watch, yaitu sebuah smartwatch yang mampu memantau kesehatan data dari penggunanya. Data yang didapat memiliki tingkat keakuratan yang tinggi dan bisa langsung terintegrasi ke ponsel penggunanya, sehingga pengguna bisa dengan mudah memantau kesehatan tubuhnya di mana dan kapan saja.

    Info lebih lengkap silakan hubungi  Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Anwar, F., 2021. 4 Cara Untuk Melihat Berat Badan Sehat atau Tidak. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/hidup-sehat-detikhealth/d-3204420/4-cara-untuk-melihat-berat-badan-sehat-atau-tidak/5/#news> [Accessed 25 March 2021].
    2. tirto.id. 2021. Pentingnya Memantau Berat Badan Secara Rutin – Tirto.ID. [online] Available at: <https://tirto.id/pentingnya-memantau-berat-badan-secara-rutin-dbcs> [Accessed 25 March 2021].
    3. Tarigan, M., 2021. Pentingnya Anda Memantau Berat Badan Secara Berkala. [online] Tempo. Available at: <https://gaya.tempo.co/read/1152870/pentingnya-anda-memantau-berat-badan-secara-berkala/full&view=ok> [Accessed 25 March 2021].
    4. Bagaimana cara menurunkan berat badan yang baik? – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/8/bagaimana-cara-menurunkan-berat-badan-yang-baik
    5. http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/2/jaga-fisik-dan-berat-badan-tubuh-agar-tetap-ideal-dengan-rajin-melakukan-aktivitas-fisik
    6. Jaga fisik dan berat badan tubuh agar tetap ideal dengan rajin melakukan aktivitas fisik – Direktorat P2PTM [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: http://www.p2ptm.kemkes.go.id/infographic-p2ptm/obesitas/page/2/jaga-fisik-dan-berat-badan-tubuh-agar-tetap-ideal-dengan-rajin-melakukan-aktivitas-fisik
    7. 30 Easy Ways to Lose Weight Naturally (Backed by Science) [Internet]. Healthline. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.healthline.com/nutrition/30-ways-to-lose-weight-naturally
    8. Maintaining a Healthy Weight [Internet]. Nhlbi.nih.gov. 2021 [cited 29 March 2021]. Available from: https://www.nhlbi.nih.gov/health/educational/lose_wt/control.htm
    Read More
  • Obesitas atau biasa disebut dengan kelebihan berat badan merupakan masalah medis kronis jangka panjang yang terjadi saat seseorang memiliki lemak tubuh yang terlalu banyak sehingga bisa berdampak buruk pada kesehatan. Seseorang dapat didiagnosis obesitas apabila memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi. Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas IMT adalah suatu indikator umum […]

    Berbahaya! Simak 14 Dampak Obesitas Bagi Wanita Berikut!

    Obesitas atau biasa disebut dengan kelebihan berat badan merupakan masalah medis kronis jangka panjang yang terjadi saat seseorang memiliki lemak tubuh yang terlalu banyak sehingga bisa berdampak buruk pada kesehatan. Seseorang dapat didiagnosis obesitas apabila memiliki indeks massa tubuh (IMT) yang tinggi.

    dampak obesitas bagi wanita

    Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    IMT adalah suatu indikator umum yang sering dipakai oleh dokter atau ahli gizi untuk menilai proporsi berat badan seseorang sesuai dengan usia, tinggi badan, dan jenis kelaminnya. Pengukuran ini dihitung dengan cara menggabungkan berat badan dan tinggi badan.

    Berat Status Indeks Massa Tubuh

    Kurang dari 18,5 = Rendah
    18,5 – 24,9 = Normal
    25,0 – 29,9 = Kelebilahan berat badan
    30,0 ke atas = Obesitas

    Secara umum, tubuh wanita cenderung lebih mudah mengalami obesitas dibandingkan pria. Tidak hanya akan merusak penampilan dan mengurangi rasa percaya diri, namun obesitas pada tubuh wanita juga mempunyai efek lebih buruk pada kesehatan.

    Efek obesitas pada umumnya bersifat medis, sedangkan pada wanita juga akan mempengaruhi psikologis atau kejiwaannya. Apabila psikisnya sudah tidak sehat maka akan semakin memperburuk kondisi kesehatannya.

    Berikut ini adalah beberapa dampak buruk yang ditimbulkan obesitas pada tubuh wanita

    1. Menstruasi Tidak Teratur

    Tidak teraturnya siklus menstruasi merupakan perubahan signifikan akibat bertambahnya berat badan. Obesitas seringkali dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya ketidakteraturan haid.

    Hal tersebut dikarenakan adanya lemak berlebih yang mengganggu keseimbangan hormon dalam tubuh. Biasanya kondisi ini lebih banyak diderita oleh remaja akibat kebiasaan sering konsumsi makanan cepat saji.

    2. Risiko Serangan Jantung

    Sama halnya dengan wanita yang menopause, wanita obesitas juga memiliki risiko terkena serangan jantung yang lebih besar. Selalu ingat bahwa setiap orang yang mengalami obesitas akan masuk ke dalam kategori risiko tinggi mengidap penyakit jantung.

    3. Degenerasi Otot

    Degenerasi otot dapat terjadi akibat terlalu banyaknya lemak yang menumpuk pada tubuh. Orang obesitas pada umumnya kurang berolahraga ataupun menggerakan badan, sehingga mengakibatkan lemah otot.

    4. Tekanan Darah Tinggi

    Obesitas merupakan salah satu faktor penyebab terjadinya hipetensi atau tekanan darah tinggi akibat penumpukan kolestrol pada pembuluh darah. Meningkatnya kasus obesitas yang bersamaan dengan hipertensi dapat memicu diabetes dan penyakit ginjal kronis.

    5. Arthritis

    Arthritis atau radang sendi adalah kondisi tubuh sudah tidak bisa menerima tekanan ekstra dari berat badan yang berlebihan. Oleh karena itu, penderita obesitas memiliki risiko tinggi terkena pernyakit inflamasi kronis seperti arthritis.

    Baca Juga: 9 Jenis Penyakit Autoimun yang Terjadi pada Tubuh

    Sendi, otot kaki dan juga punggung bagian bawah akan kaku dan sakit, sehingga kondisi ini akan mempengaruhi postur tubuh dalam jangka panjang.

    6. Tumit Pecah-Pecah

    Berat badan yang berlebih akan membuat tekanan secara ekstrem terhadap tubuh. Hal ini dapat mengakibatkan tumit pecah-pecah dan terasa perih menyakitkan.

    7. Batu Empedu

    Terbentuknya batu di kantung emppedu disebabkan karena metabolisme lemak yang tidak tepat. Hal ini dapat terjadi ketika seseorang menurunkan berat badan secara drastis dalam jumlah besar berisiko terhadap batu empedu.

    8. Kista

    Kista ovarium dapat terjadi akibat kebiasaan pola makan yang tidak sehat. Terbentuknya kista kecil di ovarium dapat menyebabkan siklus menstruasi yang tidak teratur, bahkan yang lebih parah, dapat menyebabkan kemandulan pada beberapa kasus.

    9. Kemandulan

    Obesitas pada wanita dapat mengakibatkan ketidaksuburan dan berpotensi mengidap sindrom ovarium polikistik yang menyebabkan kemandulan. Hal ini disebabkan ketidakseimbangan horman sehingga terjadi infertilitas atau kemandulan pada wanita.

    10. Masalah Kulit

    Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya masalah kulit pada penderita obesitas adalah adanya perubahan hormon pada tubuh, sehingga mengakibatkan menghitamnya daerah leher atau lipatan tubuh lainnya.

    Selain itu, perenggangan kulit juga dapat menyebabkan stretch mark. Lembabnya daerah lipatan tubuh dapat memicu timbulnya bakteri dan jamur hingga menimbulkan ruam kulit serta berbagai infeksi lainnya.

    11. Depresi

    Ketidakseimbangan hormon pada wanita penderita obesitas dapat menyebabkan efek psikologis dalam tubuh. Selain itu, mereka akan lebih sering mengalami stress terkait berat badannya dibandingkan dengan wanita dengan tubuh kurus.

    Hal ini tidak hanya terjadi pada pada wanita yang benar-benar kelebihan berat badan, namun juga dapat terjadi pada wanita yang berpikir bahwa mereka gemuk. Penderita obesitas biasanya malu dan takut akan diejek sehingga mereka cenderung memilih untuk menyediri atau mengisolasi diri dari kehidupan sosial dan hal tersebut merupakan tanda-tanda seseorang yang depresi.

    12. Berdampak Saat Melahirkan

    Pada wanita obesitas yang sedang hamil memiliki risiko yang tinggi terjadinya diabetes kehamilan. Sedangkan dampak dari wanita hamil yang tekena diabetes itu sendiri akan membuat berat badan bayi lebih besar dibanding dengan bayi normal lainnya sehingga kemungkinan akan lahir secara Caesar.

    Selain itu, bayi tersebut akan berisiko tinggi terkena penyakit kuning dan bahkan fungsi jantungnya dapat terpengaruh.

    Baca Juga: Mari Mengenal Penyakit Kuning pada Bayi

    13. Kanker Rahim

    Risiko terkena kanker rahim akan meningkat akibat dari sel-sel lemak wanita yang memproduksi hormon esterogen. Semakin banyak lemak, maka akan semakin banyak estrogen di dalam tubuhnya. Selain itu, reaksi endometrium terhadap estrogen akan membuat penebalan yang meningkat sehingga memicu kanker rahim.

    14. Varises

    Timbulnya varises karena pelebaran pemuluh darah dapat menyebabkan melemahnya dinding pembuluh darah. Varises dapat muncul seperti kumpulan pembuluh darah berwarna biru ataupun ungu yang terkadang dilapisi kapiler merah tipis atau yang biasa disebut dengan spider veins.

    Obesitas adalah salah satu faktor dari risiko utama terjadinya varises, selain dari riwayat keluarga, jenis kelamin, umur, karena kehamilan, ataupun kurang gerak.

    Jadi, tidak ada salahnya untuk menjaga tubuh agar tidak terlalu gemuk. Oleh sebab itu, mulailah dari sekarang untuk menjaga berat badan sahabat agar tetap sehat dengan berolahraga secara teratur dan menerapkan pola makan sehat.

    Dengan memiliki berat badan yang ideal, Sahabat Sehat dapat mengurangi risiko terkena penyakit serta dapat menjalankan hidup maksimal yang berkualitas.

    Baca Juga: 10 Obat Herbal Obesitas yang Layak Dicoba

    Selain itu, Sahabat perlu melakukan vaksinasi HPV atau Human Papillomavirus agar terhindar dari kanker serviks. Sekarang vaksinasi HPV telah hadir di Prosehat dengan fasilitas penggunaan teknologi telemedisin yang akan memudahkan pasien dalam berkonsultasi secara daring atau online melalui perangkat teknologi milik sahabat.

    Prosehat juga memiliki layanan vaksinasi HPV ke rumah sehingga sahabat dapat melakukan vaksinasi dengan aman tanpa perlu khawatir tertular COVID-19 serta sahabat ikut turut mendukung program pemerintah untuk mencegah timbulnya virus HPV.

    Layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat ini mempunyai beberapa keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Ratini M. Health Risks Linked to Obesity. [online] WebMD. Available at: <https://www.webmd.com/diet/obesity/obesity-health-risks> [Accessed 18 March 2021].
    2. Alfian, A., 2021. Pengertian Obesitas Dan Penyebab Obesitas. [online] Academia.edu. Available at: <https://www.academia.edu/10916589/Pengertian_Obesitas_Dan_Penyebab_Obesitas> [Accessed 18 March 2021].
    3. 2021. 10 Tanda Seseorang Mengalami Obesitas. [online] Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2348609/10-tanda-seseorang-mengalami-obesitas> [Accessed 18 March 2021].
    4. 2021. Begini Efek Buruknya Kegemukan di Tubuh Wanita. [online] Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-2256288/begini-efek-buruknya-kegemukan-di-tubuh-wanita> [Accessed 18 March 2021].
    5. com. 2021. Dampak buruk obesitas pada kesehatan wanita Semua Halaman | merdeka.com. [online] Available at: <https://www.merdeka.com/sehat/dampak-buruk-obesitas-pada-kesehatan-wanita.html?page=all> [Accessed 18 March 2021].

     

     

    Read More
  • Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa penderita obesitas cukup rentan terinfeksi Covid-19, seperti yang dimuat dalam Journal of American Heart Association (AHA) yang berjudul Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in The United States: A Comparative Risk Assessment Analysis. Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung Studi yang dilakukan di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa […]

    Obesitas Rentan Covid-19, Begini Caranya Terhindar di Masa Pandemi

    Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa penderita obesitas cukup rentan terinfeksi Covid-19, seperti yang dimuat dalam Journal of American Heart Association (AHA) yang berjudul Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in The United States: A Comparative Risk Assessment Analysis.

    obesitas rentan covid-19

    Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung

    Studi yang dilakukan di Amerika Serikat ini menyimpulkan bahwa penderita obesitas ternyata berpeluang cukup besar untuk terinfeksi Covid-19 dengan angka mencapai 30,2%. Selain obesitas, kondisi hipertensi (26,2%), diabetes (20,5%), dan gagal jantung juga berpeluang terinfeksi Covid 19.

    Studi yang sama juga dilampirkan oleh para peneliti dari John Hopkins University dan World Health Organization (WHO), yang menyatakan bahwa tingkat kematian Covid-19 disebut dapat mencapai 10 kali lebih tinggi pada negara yang sekitar 50% populasinya mengalami obesitas.

    Lebih lanjut studi ini juga menyatakan bahwa sekitar 90% atau 2,2 juta dari 2,5 juta kematian Covid-19 di dunia, terjadi di negara dengan tingkat angka obesitas yang tinggi. Dalam laporan ini, Amerika Serikat dan Inggris merupakan negara yang paling banyak melaporkan kematian akibat Covid-19 pada penderita obesitas.

    Di Inggris tercatat 184 kematian akibat Covid-19 per 100.000 penduduk dan 63,7% populasinya mengalami obesitas sementara di Amerika Serikat tercatat 152,49 kematian akibat Covid-19 per 100.000 penduduk dengan 67,9% populasinya mengalami obesitas. Hal ini cukup kontras dengan negara asia seperti Jepang dan Korea Selatan, yang tingkat persentase penderita Covid-19 tinggi namun angka persentase obesitasnya rendah.

    Bagaimana di Indonesia?

    Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, tercatat 21,8% penduduk di Indonesia mengalami obesitas. Kebanyakan terjadi pada masyarakat perkotaan dengan persentase sebesar 25,1% jika dibandingkan dengan masyarakat pedesaan, hanya 17,8% yang mengalami obesitas. Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat pedesaan yang melakukan aktivitas fisik.

    Baca Juga: Hati-hati Obesitas pada Anak!

    Selain kurangnya aktivitas fisik, juga terdapat faktor budaya seperti kepercayaan masyarakat apabila seseorang berpostur gemuk maka menandakan makmur dan apabila balita terlihat gemuk maka dianggap lucu. Hal ini tentu saja menganggap bahwa obesitas merupakan hal yang biasa.

    Obesitas dan Pandemi Covid-19

    Obesitas atau kelebihan berat badan di masa pandemi Covid-19 rupanya cukup dipengaruhi oleh beberapa hal, salah satunya akibat kebijakan pemerintah untuk meminta warga berdiam di rumah dan melakukan aktivitas dari dalam rumah yang berakibat masyarakat menjadi semakin konsumtif dalam mengkonsumsi makanan secara daring.

    Produk Terkait: Jual Makanan Sehat

    Akibatnya, tanpa disadari hal tersebut mengarah pada kondisi obesitas yang juga dapat menyebabkan timbulnya risiko penyakit diabetes. Kebijakan beraktivitas dari rumah juga menyebabkan berkurangnya pergerakan fisik.

    Mengapa Obesitas Bisa Rentan Terpapar Covid-19?

    Hal ini dikarenakan obesitas menyebabkan banyak perubahan pada fungsi kekebalan tubuh. Penyakit diabetes yang salah satu faktor resikonya akibat obesitas, dapat membuat kadar gula darah tinggi merusak fungsi sel darah putih dan kondisi tersebut dapat memperlambat proses penyembuhan.

    Lalu Bagaimana Cara Menghindari Obesitas Selama Masa Pandemi?

    Berikut ini adalah beberapa langkah penderita obesitas dalam menghadapi pandemi dan cara menghindarinya selain melakukan protokol kesehatan:

    Tetap Penuhi Kebutuhan Gizi yang Seimbang

    Direktur Gizi Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Dr. RR Dhian Proboyekti seperti dilansir dari Liputan6.com, meminta masyarakat untuk tetap dapat memenuhi gizi yang seimbang. Mulai dari membiasakan konsumsi makanan pokok, membatasi asupan makanan camilan yang manis, asin, dan berlemak. Biasakan diri untuk membaca label pada kemasan makanan untuk memastikan komposisi dan asupan makanan yang dikonsumsi.

    Baca Juga: Berikut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak

    Berikut kadar gula, garam dan lemak yang dianjurkan dalam makanan sehari hari:

    • Gula: 50 gram per hari
    • Garam: 5 gram per hari
    • Lemak: 67 gram per hari

    Yang terpenting mengatur jumlah gula, garam, dan lemak tanpa menghindari asupan tersebut dalam makanan.

    Lakukan Aktivitas Fisik

    Aktivitas fisik seperti olahraga bagaimanapun tetap harus dilakukan untuk menghindari obesitas dan menurunkan risiko obesitas selama masa pandemi. Lakukanlah olahraga minimal 30 menit sesuai anjuran World Health Organization (WHO). Jenis olahraga dapat disesuaikan dengan kondisi dan preferensi setiap orang.

    Baca Juga: 10 Obat Herbal Obesitas yang Layak Dicoba

    Itulah mengenai kondisi obesitas, yang cukup rentan terinfeksi Covid 19. Yuk, Sahabat Sehat tetap jaga kesehatan selama masa pandemi dan apabila Sahabat ingin informasi kesehatan lebih lanjut mengenai obesitas dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. O’Hearn M, Liu J, Cudhea F, Micha R, Mozaffarian D. Coronavirus Disease 2019 Hospitalizations Attributable to Cardiometabolic Conditions in the United States: A Comparative Risk Assessment Analysis. Journal of the American Heart Association [Internet]. 2021 [cited 5 March 2021];10(5). Available from: https://www.ahajournals.org/doi/10.1161/JAHA.120.019259
    2. Anwar F. Obesitas Jadi Faktor Pendorong Terbesar Kematian COVID-19 di Dunia [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5481734/obesitas-jadi-faktor-pendorong-terbesar-kematian-covid-19-di-dunia
    3. Hari Obesitas Dunia, Perbanyak Aktivitas Fisik dan Jaga Pola Makan [Internet]. liputan6.com. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/4498419/hari-obesitas-dunia-perbanyak-aktivitas-fisik-dan-jaga-pola-makan
    4. Hari Obesitas Sedunia, Kenali dan Cegah Bahayanya [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://health.detik.com/fotohealth/d-5480387/hari-obesitas-sedunia-kenali-dan-cegah-bahayanya/10/#photos
    5. Media K. Kenapa Orang dengan Obesitas Rentan Saat Terinfeksi Covid-19? Berikut Alasannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 5 March 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/04/17/122500665/kenapa-orang-dengan-obesitas-rentan-saat-terinfeksi-covid-19-berikut?page=all
    Read More
  • Obesitas memang sangat erat kaitannya dengan makanan yang Anda konsumsi setiap harinya. Jika Anda setiap harinya terlalu berlebihan dalam mengonsumsi makanan yang mengandung kalori serta glukosa, dan juga sering sekali membeli makanan sembarangan, tidak memperhatikan kandungan dari makanan tersebut, cara pengolahannya serta bahan makanan yang digunakan, maka jangan kaget bila suatu saat nanti tiba – […]

    6 Pola Makanan Cegah Obesitas

    Obesitas memang sangat erat kaitannya dengan makanan yang Anda konsumsi setiap harinya. Jika Anda setiap harinya terlalu berlebihan dalam mengonsumsi makanan yang mengandung kalori serta glukosa, dan juga sering sekali membeli makanan sembarangan, tidak memperhatikan kandungan dari makanan tersebut, cara pengolahannya serta bahan makanan yang digunakan, maka jangan kaget bila suatu saat nanti tiba – tiba saja kadar gula darah Anda naik.

    Bila Anda menjaga pola makan, Anda akan mencegah dan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes karena diabetes ini adalah penyakit yang tidak dapat disepelekan. Ia dapat berdampak pada penyakit jantung jika dibiarkan begitu saja.

    Berikut ini 6 pola makan untuk mencegah obesitas :

    Makan sedikit tapi sering

    Bila Anda menerapkan pola makan sedikit tapi sering, tubuh akan lebih mudah dalam mencerna makanan yang masuk. Tentunya hal tersebut akan berdampak positif bagi pencernaan kita karena tidak ada lagi lemak yang menumpuk. Jadi, lebih baik makan dalam porsi kecil tapi sering ya, daripada makan jarang tapi sekali nya makan tidak terkira banyaknya.

    Baca Juga: 4 Jenis Pemanis Buatan Untuk Penderita Diabetes

    Biasakan sarapan

    cewek usia 20an, makan sehat

    Jangan pernah melewatkan sarapan pada pagi harinya karena dengan sarapan otak dan juga organ tubuh bisa menjadi lebih maksimal dan juga fokus dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Selain itu, dengan membiasakan diri untuk sarapan juga membuat Anda tidak terlalu banyak saat makan siang nanti karena kelaparan.

    Menerapkan diet sehat (pola makan sehat)

    Bila Anda menerapkan diet sehat atau pola makan sehat, tentunya tubuh akan lebih sehat karena makanan yang masuk ke dalam tubuh berasal dari makanan yang sehat yang sangat dibutuhkan dan menyehatkan tubuh.  Jika membiasakan diri menerapkan pola makan atau diet sehat juga membuat tubuh terhindar dari penumpukan lemak dan juga kolesterol. Jangan lupa untuk pola makan sehat juga harus berdasarkan gizi seimbang, yang memperbanyak konsumsi sayur dan juga buah – buahan.

    Konsumsi protein rendah lemak

    Protein memang sangat vital sekali fungsinya bagi tubuh, salah satunya yaitu untuk memperbaiki sel – sel tubuh yang rusak. Namun, untuk mencegah obesitas, ada baiknya bagi Anda untuk mengonsumsi protein yang bersumber dari daging putih, seperti yang terdapat pada daging ayam, dan juga ikan. Selain dari protein hewani, atau protein yang berasal dari hewan, protein nabati juga sangat penting untuk dikonsumsi, seperti yang terdapat pada kacang-kacangan, tahu dan tempe.

    Memperhatikan asupan gula dan kalori harian

    Kalori dan juga gula yang terkandung dalam makanan dan juga minuman yang kita makan, jika dikonsumsi berlebihan akan sangat berpengaruh pada kadar gula darah kita. Naiknya kadar gula dalam darah, salah satu penyebab utamanya adalah karena terlalu banyak jumlah kalori dan juga gula yang masuk. Oleh karena itu, untuk menerapkan pola makan untuk mencegah obesitas, sangat penting untuk memperhatikan setiap jumlah kalori dan juga gula yang masuk agar tidak berlebihan. Contoh kandungan kalori dan gula pada minuman dan makanan yang sebisa mungkin dihindari, yaitu yang terdapat pada fast food, cookies serta minuman manis.

    Baca Juga: 5 Menu Harian Stabilkan Gula Darah

    Hindari minuman beralkohol dan juga rokok

    Minuman beralkohol memiliki kandungan glukosa yang cukup tinggi dan juga kandungan lainnya yang sangat merugikan kesehatan. Oleh karena itu, sebisa mungkin untuk menghindari konsumsi minuman beralkohol. Selain minuman beralkohol juga disarankan untuk menghindari rokok, karena rokok dengan kandungan zat – zat yang ada di dalamnya serta nikotin, mampu merusak organ – organ tubuh termasuk pancreas sebagai penghasil insulin.

    Demikian 6 pola makanan untuk mencegah obesitas. Namun, tidak hanya pola makan saja yang perlu diperhatikan. Kita juga harus rutin dalam berolahraga, kelola stress, aktifitas fisik serta rutin cek kesehatan ke dokter. Semoga bermanfaat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi :

    1. Sekarsari B. Aturan Makan yang terbukti mencegah diabetes. 2018. [Internet]. Available at: 1health.id/id/article/category/diet-dan-nutrisi/aturan-makan-ini-terbukti-mencegah-diabetes.html (1.12.18)
    2. Khoiri A. Pola makan tepat untuk cegah risiko diabetes. 2016. [Internet]. Available at: cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160420162349-255-125308/pola-makan-tepat-untuk-cegah-risiko-diabetes (1.12.18)

     

    Read More
  • Apa itu diet rendah kalori? Bagi Sobat yang ingin menurunkan berat badan, pasti tak jarang mendengar istilah diet rendah kalori. Seperi kita ketahui, makan lebih sedikit kalori atau berolahraga untuk membakar kalori biasanya memang membuat berat badan turun. Satu pon lemak tubuh sama dengan 3.500 kalori. Jadi, jika Sobat ingin menurunkan 2 pon berat badan […]

    Alami Obesitas? Coba Diet Rendah Kalori!

    Apa itu diet rendah kalori? Bagi Sobat yang ingin menurunkan berat badan, pasti tak jarang mendengar istilah diet rendah kalori. Seperi kita ketahui, makan lebih sedikit kalori atau berolahraga untuk membakar kalori biasanya memang membuat berat badan turun. Satu pon lemak tubuh sama dengan 3.500 kalori. Jadi, jika Sobat ingin menurunkan 2 pon berat badan setiap minggu, Sobat perlu makan 7.000 kalori lebih sedikit setiap minggunya, yang artinya mengurangi rata–rata 1.000 kaori lebih sedikit setiap harinya.

    diet rendah kalori

    Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

    Diet rendah kalori adalah diet yang membatasi asupan Sobat hingga 1.200–1.600 kalori per hari untuk pria dan 1.000 hingga 1.200 kalori per hari untuk wanita. Ada juga diet sangat rendah kalori, seseorang hanya mengonsumsi 800 kalori per hari dan jenis diet ini biasanya menggunakan makanan khusus atau sup untuk menggantikan makanan dan vitamin, serta tentunya harus dengan pantauan dokter gizi maupun ahli gizi terlatih. Diet rendah kalori dapat membantu seseorang mencapai penurunan berat badan hingga 3-5 pon per minggu. Untuk menurunkan berat badan, kebanyakan orang lebih memilih diet rendah kalori dibanding diet sangat rendah kalori, karena diet yang ekstrim lebih susah untuk diikuti dan memiliki lebih banyak risiko untuk kesehatan Sobat.

    Jadi apa yang harus Sobat lakukan untuk memulai diet rendah kalori? Tentu saja Anda harus mencari tahu berapa banyak kalori yang diperlukan oleh tubuh untuk mempertahankan berat badan saat ini. Hal tersebut bergantung pada berat badan, usia, tinggi badan, dan tingkat aktivitas Sobat. Jika ingin menghitung kebutuhan kalori, Sobat dapat menggunakan berbagai jenis aplikasi yang sudah banyak tersedia.

    Baca Juga: 8 Tips Mengolah Makanan Sehat Alami

    Bila ingin menurunkan berat badan dalam jumlah yang banyak, maka Anda perlu menurunkan kebutuhan kalori perlahan-lahan sesuai dengan berjalannya waktu. Sobat juga perlu mencatat apa yang sudah dimakan sehari–hari, sehingga Anda dapat terus memantau berapa banyak kalori yang Sobat konsumsi tiap harinya.

    Menambahkan diet rendah kalori dengan berolahraga merupakan salah satu cara yang paling sukses untuk menurunkan berat badan dan juga untuk mempertahankannya.

    Produk Terkait: Kaplet Penghancur Lemak

    Berikut ini adalah beberapa tips untuk memaksimalkan kalori Sobat:

    • Konsumsi protein selalu. Cobalah konsumsi protein setiap kali Sobat makan. Tidak hanya membantu untuk menjaga tetap kenyang, tapi juga membantu membakar kalori. Studi penelitian menunjukkan bahwa protein dapat membantu meningkatkan metabolisme, sehingga membantu pembakaran kalori. Protein juga membantu menurunkan nafsu makan karena Anda merasa lebih kenyang. Ada banyak sumber protein yang bisa dicoba, seperti daging tanpa lemak, telur, keju, ikan, kacang– kacangan.
    • Jangan minum kalori. Nah, yang dimaksudkan yakni cobalah untuk menghindari semua minuman manis seperti minuman bersoda, jus buah, dan minuman olahraga. Ketika Sobat sedang diet, tidak ada minuman yang lebih penting daripada air putih. Mempertahankan kondisi tubuh dalam keadaan terhidrasi juga membantu membakar kalori dalam tubuh Sobat.
    • Hentikan konsumsi “junk food”. Tentu saja, Sobat pasti akan sesekali ingin untuk kembali mencoba makanan jenis ini, namun jangan menjadi kebiasaan. Kalori dari junk food disebut sebagai kalori kosong, karena makanan jenis ini tidak ada fungsinya untuk menyehatkan tubuh Sobat dan juga jenis makanan ini tidak membuat kenyang dalam waktu yang lama. Lebih baik jika Sobat menghilangkan jenis makanan tersebut dari daftar makanan Anda.
    • Perhatikan jenis karbohidrat yang Sobat konsumsi. Karbohidrat dibagi dalam beberapa bentuk, namun sebagian besar dibagi menjadi 2 kategori, yaitu sederhana dan kompleks. Karbohidrat kompleks umumnya adalah karbohidrat yang baik untuk tubuh seperti sayuran, kentang dan gandum utuh. Karbohidrat sederhana sering disebut juga karbohidrat olahan, seperti roti putih, nasi putih, keripik kentang, gula dan sering ditemukan dalam makanan–makanan olahan (makanan cepat saji). Buah juga mengandung gula, yang secara teknis merupakan karbohidrat sederhana, namun dianggap sebagai komponen diet yang sehat.

    Baca Juga: 8 Alasan Kenapa Medical Check Up Perlu

    Hal penting lainnya saat Sobat hendak melakukan diet rendah kalori adalah Anda mungkin akan tergoda untuk memotong kalori sebanyak mungkin untuk menurunkan berat badan lebih cepat, tapi hal ini justru akan membuat Anda sulit mempertahankan diet rendah kalori yang terlalu rendah.

    Jika Sobat ingin melakukan diet rendah kalori, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena ada kemungkinan malah berakhir dengan kekurangan gizi, terutama bagi yang masih dalam masa pertumbuhan. Penelitian juga menunjukkan bahwa orang–orang yang membatasi kalori terlalu banyak dan menurunkan berat badan terlalu cepat biasanya akan mendapatkan kembali berat badan yang sudah mereka turunkan.

    Bagi Sobat yang masih membutuhkan ulasan mengenai diet rendah lemak maupun produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Low-Calorie Diets – familydoctor.org/low-calorie-diets/ , diakses pada tanggal 10-11-2018
    2. Low-Calorei Diets mean High-Quality Lives, Research Shows – everydayhealth.com/columns/jared-bunch-rhythm-of-life/reducing-daily-calories-is-a-great-way-to-improve-your-quality-of-life/ , diakses pada tanggal 10-11-2018
    3. How healthy are low-calorie diets – today.com/health/low-calorie-diets-are-they-healthy-t119760 , diakses pada tanggal 10-11-2018
    4. Pengaruh Diet Rendah Kalori Seimbang dan Latihan Fisik Aerobik terhadap profil Lipid Perempuan Obes – journal.mercubaktijaya.ac.id/downlotfile.php?file=4.pdf, diunduh pada tanggal 10-11-2018
    5. Diet rendah kalori – gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/09/Brosur-Diet-Rendah-Kalori.pdf , diunduh pda tanggal 10-11-2018
    Read More
  • Kegemukan menjadi masalah kesehatan yang belakangan ini menjadi perhatian banyak orang. Obesitas menyerang siapa saja, tak lagi mengenal usia. Saat ini jumlah penderita obesitas semakin meningkat setiap tahunnya, hal ini berdasarkan data yang dikemukakan World Health Organisation (WHO) bahwa jumlah penderita obesitas pada tahun 2008 sekitar 10% dari total populasi pria dan 14% dari total […]

    Berikiut 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    Kegemukan menjadi masalah kesehatan yang belakangan ini menjadi perhatian banyak orang. Obesitas menyerang siapa saja, tak lagi mengenal usia. Saat ini jumlah penderita obesitas semakin meningkat setiap tahunnya, hal ini berdasarkan data yang dikemukakan World Health Organisation (WHO) bahwa jumlah penderita obesitas pada tahun 2008 sekitar 10% dari total populasi pria dan 14% dari total populasi wanita, persentase ini meningkat 2 kali lipat dibanding tahun 1998, sekitar 5% dari total populasi pria dan 8% dari total populasi wanita.

    Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

    Obesitas merupakan keadaan yang terjadi ketika energi yang dimasukkan lebih banyak dibanding energi yang dikeluarkan, hal ini membuat energi yang tersisa akan diubah menjadi cadangan lemak, yang jika dibiarkan terus-menerus akan mengakibatkan obesitas.

    Modifikasi gaya hidup sangatlah penting karena penyebab utama obesitas adalah sedentary life styleatau gaya hidup dengan aktivitas fisik yang rendah, orang-orang cenderung menginginkan sesuatu yang praktis dan tidak mau lelah. Menghabiskan waktu didepan TV, memesan makanan secara online dibanding pergi kepasar dan keengganan berolahraga adalah sebagian kecil dari contoh aktivitas fisik yang kurang.

    Banyak orang yang merasa frustasi dengan keadaan ini, tapi sebenarnya banyak cara sederhana terutama dengan memodifikasi gaya hidup untuk mengatasi keadaan tersebut dan akan berhasil jika dilakukan secara sungguh-sungguh serta komitmen yang kuat.

    Ada 7 cara sederhana untuk mengatasi obesitas, yaitu:

    1. Minum Air Putih

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa hanya dengan meminum air putih sebanyak lebih dari 1 liter perhari mampu menurunkan berat badan sebanyak sekitar 2 kg selama 12 bulan. Hal ini disebabkan dengan meminum air, kita lebih cepat merasa kenyang serta mempercepat transit makanan pada usus sehingga jumlah kalori yang terserap akan berkurang. Selain itu, air putih  membantu pengeluaran lemak serta membantu membersihkan saluran cerna dari sisa makanan.

    1. Makan Buah dan Sayur

    Memakan buah dan sayur sangat membantu dalam upaya penurunan berat badan karena mengandung jumlah kalori yang rendah, tapikaya akan serat yang mampu membuat kita cepat merasa kenyang dan rasa lapar datang lebih lama. Buah-buahan yang dikonsumsi sebaiknya merupakan buah-buahan dengan indeks gula yang rendah, misalnya: ceri, plum, peach, grapejuice, apel, aprikot, pir. Sedangkan jenis sayur yang baik ialah sayuran yang dimakan mentah atau setengah matang dengan cara direbus. Memasak makanan dengan cara ditumis atau dengan santan sangat buruk bagi kesehatan karena kandungan lemak yang tinggi.

    Produk Terkait: Jual Vegefrut Kapsul Ekstrak Sayur dan Buah

    1. Olahraga

    American College of Sport Medicine (ASCM) merekomendasikan bahwa aktivitas fisik yang baik untuk mengurangi obesitas dan menjaga tubuh untuk tetap sehat pada usia 18 – 65 tahun adalah aktivitas aerob sedang dengan durasi 1 jam per hari, 5 hari dalam seminggu atau intensitas berat dengan durasi 20 menit per hari, 3 hari dalam seminggu. Namun, pada orang dengan obesitas sangat penting memikirkan jenis aktivitas fisik yang akan dilakukan. Sebaiknya berupa aktivitas fisik yang tidak memberikan beban terlalu berat pada lutut, misalnya: berenang atau bersepeda.

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    1. Tidur yang Cukup

    Pada dasarnya kondisi kurang tidur atau durasi tidur terlalu lama dapat meningkatkan risiko seseorang menderita obesitas. Sebuah penelitian di Polandia menunjukkan bahwa wanita yang durasi tidurnya lebih dari 9 jam dan pria dengan durasi tidur kurang dari 6 jam memiliki risiko yang tinggi untuk menderita obesitas.

    1. Hindari Makanan dan Minuman Cepat Saji

    Makanan cepat saji diketahui memiliki kontribusi yang cukup besar dalam peningkatan jumlah kejadian obesitas terutama di negara berkembang dan maju, karena makanan cepat saji umumnya memiliki porsi yang besar, proses yang cepat, tinggi kalori, tinggi lemak dan juga gula yang menyebabkan penimbunan kalori yang kemudian diubah menjadi lemak pada tubuh kita.

    Baca Juga: 10 Obat Herbal Obesitas yang Layak Dicoba

    1. Batasi Konsumsi Garam

    Selama ini, kita meyakini bahwa konsumsi garam yang berlebihan akan meningkatkan tekanan darah dan berdampak buruk pada kesehatan jantung. Namun, ternyata konsumsi garam yang berlebihan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan obesitas, terutama garam yang terkandung pada penyedap rasa. Hal ini disebabkan garam juga membuat seseorang ingin makan lebih banyak.

    1. Konsumsi Makanan Tinggi Protein

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tinggi protein dapat membantu pengurangan lemak, karena protein menghasilkan lebih banyak panas dibandingkan lemak dan karbohidrat. Selain itu, mengonsumsi makanan tinggi protein akan membuat kita lebih cepat merasa kenyang.

    Cara-cara instan untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal seperti konsumsi obat pelangsing maupun tindakan operatif sangat tidak dianjurkan, karena efek samping yang mungkin terjadi bahkan risiko kematian di meja operasi yang mungkin terjadi, serta biaya yang dikeluarkan juga amatlah besar. Memodifikasi gaya hidup adalah cara alami paling tepat dalam mengurangi obesitas, karena hampir tidak memiliki efek samping jika dilakukan dengan tepat, bahkan biaya yang dikeluarkan relatif murah. Yakinlah Sobat, bentuk tubuh dan berat badan yang ideal hanya dapat diperoleh dengan komitmen dan konsistensi.

    Baca Juga: Obesitas dan Penyakit Jantung

    Nah, apabila Sobat membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai obesitas dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Astrup A, Raben A, Geiker N. The role of higher protein diets in weight control and obesity-related comorbidities. International Journal of Obesity. 2014;39(5):721-726.
    2. WHO | Obesity [Internet]. Who.int. 2018 [cited 28 September 2018]. Available from: http://www.who.int/gho/ncd/risk_factors/obesity_text/en/
    3. Tetens I, Alinia S. The role of fruit consumption in the prevention of obesity. The Journal of Horticultural Science and Biotechnology. 2009;84(6):47-51.
    4. Suliga E, Koziel D, Cieśla E, Rębak D, Głuszek S. Sleep duration and the risk of obesity – a cross-sectional study. Medical Studies. 2017;3:176-183.
    5. Garcia G, Sunil T, Hinojosa P. The Fast Food and Obesity Link: Consumption Patterns and Severity of Obesity. Obesity Surgery. 2012;22(5):810-818.
    Read More
  • Obesitas merupakan kondisi penumpukan lemak berlebih pada jaringan tubuh yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Masalah ini sedang menjadi sorotan dunia dimana obesitas terjadi pada 10% populasi dunia. Cara mengetahui obesitas adalah dengan menggunakan Body Mass Index (BMI), yang memperkirakan kadar lemak dalam tubuh berdasarkan berat dan tinggi badan. Berdasarkan kriteria WHO dan Asia Pasifik, seseorang […]

    8 Trik Mencegah Obesitas Zaman Now!

    Obesitas merupakan kondisi penumpukan lemak berlebih pada jaringan tubuh yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Masalah ini sedang menjadi sorotan dunia dimana obesitas terjadi pada 10% populasi dunia. Cara mengetahui obesitas adalah dengan menggunakan Body Mass Index (BMI), yang memperkirakan kadar lemak dalam tubuh berdasarkan berat dan tinggi badan. Berdasarkan kriteria WHO dan Asia Pasifik, seseorang tergolong obesitas apabila memiliki BMI 30.0 kg/m2. Berat badan akan bertambah apabila jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih besar dari jumlah kalori yang dibakar. Hal ini ternyata dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk di dalamnya adalah genetik, hormon, lingkungan, dan sosial. Sobat perlu hati– hati karena obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit lainnya seperti penyakit jantung, kencing manis, stroke, kanker, bahkan kematian.  Untuk menghindari hal tersebut, simak cara mencegah obesitas terkini di bawah ini, yuk Sobat!

     

    • KONSUMSI JENIS KARBOHIDRAT YANG TEPAT

     

    Mengonsumsi jenis karbohidrat yang tepat dapat membuat Sobat tidak cepat lapar. Jenis karbohidrat kompleks, seperti makanan yang berasal dari gandum dan beras merah, dicerna lebih lama sehingga energi yang dihasilkan bertahan lebih lama. Karbohidrat kompleks lebih dianjurkan agar Sobat tidak cepat lapar. Sedangkan, minuman yang memiliki kadar gula tinggi, seperti minuman bersoda dan minuman berperisa, mengandung karbohidrat simpleks. Jenis karbohidrat simpleks lebih cepat dicerna dan energi yang dihasilkan tidak bertahan lama, sehingga Sobat akan cenderung cepat lapar. Selain itu, minuman dengan gula tambahan sebanyak 2 gram/kg berat badan juga berhubungan dengan peningkatan masukan kalori, peningkatan berat badan, dan peningkatan massa lemak yang signifikan.

    • KUALITAS LEMAK LEBIH PENTING DIBANDINGKAN JUMLAH LEMAK YANG DIKONSUMSI

    Untuk kesehatan yang baik, tipe lemak yang dikonsumsi lebih penting daripada jumlah lemak yang dikonsumsi. Makanan yang tinggi lemak umumnya mengandung kalori yang tinggi pula. Makanan yang harus dibatasi adalah makanan yang kaya akan lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol. Lemak jenuh dan lemak trans berhubungan dengan peningkatan berat badan, sedangkan lemak tidak jenuh baik untuk kesehatan. Lemak jenuh terdapat pada daging yang segar dan daging yang telah diproses, produk olahan susu tinggi lemak (keju, krim, es krim), minyak kelapa, dan minyak palma. Lemak trans terdapat pada margarin dan makanan yang digoreng. Kolesterol terdapat pada sumber lemak hewani, seperti kuning telur, keju, daging sapi, udang. Lemak yang dianjurkan untuk lebih banyak Sobat konsumsi adalah lemak tidak jenuh yang terdapat pada minyak zaitun, minyak kanola, minyak ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

    • MENGONSUMSI MAKANAN TINGGI PROTEIN; ASUPAN KALORI SEDIKIT, NAMUN CEPAT KENYANG

    Mengonsumsi makanan tinggi protein dapat membantu menjaga berat badan. Dengan jumlah kalori yang lebih rendah, makanan tinggi protein akan membuat Sobat merasa lebih kenyang dibandingkan dengan makanan tinggi karbohidrat dan lemak. Selain itu, jumlah kalori yang dibutuhkan untuk memecah dan menyimpan protein lebih besar daripada makronutrien lainnya sehingga akan membantu meningkatkan jumlah kalori yang dibakar per harinya. Beberapa contoh makanan tinggi protein yang dianjurkan adalah kacang, biji–bijian, ikan, dan daging unggas. Berdasarkan penelitian, mengonsumsi kacang dapat membantu menjaga berat badan karena kacang memiliki kadar protein dan serat yang tinggi sehingga dapat membuat Sobat merasa lebih kenyang. Sedangkan, daging merah maupun daging yang telah diproses sebaiknya dibatasi karena konsumsi yang berlebihan dapat meningkatkan berat badan.

    • BUAH DAN SAYUR TIDAK BOLEH DILEWATKAN

    Buah dan sayuran merupakan contoh makanan dengan kalori yang rendah serta mengandung air dan serat yang tinggi. Kadar air yang tinggi pada buah dan sayur juga akan membuat Sobat merasa lebih kenyang. Disarankan untuk mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 5 porsi per hari.

    • CINTAILAH MAKANAN RUMAH & KURANGI MEMBELI MAKANAN DARI LUAR

    Membatasi membeli makanan di restoran merupakan salah satu cara mencegah obesitas terkini. Makanan yang berasal dari restoran umumnya memiliki jumlah kalori, lemak total, lemak jenuh, kolesterol, dan sodium yang lebih besar dibandingkan makanan yang dimasak sendiri. Selain itu, makanan yang dibeli di restoran juga mengandung kadar serat dan kalsium yang rendah serta memiliki kualitas nutrisi yang lebih buruk. Makanan yang berasal dari restoran menyumbang 32% dari total kalori per orang per hari. Jumlah kalori yang masuk setiap kali Sobat makan di restoran lebih besar dibandingkan jumlah kalori dari makanan yang dimasak sendiri di rumah. Apabila harus makan di luar rumah, pilihlah makanan yang diproses dengan cara dipanggang, dibakar, dikukus, direbus, atau pilihlah salad dengan saus rendah lemak. Apabila ingin mengonsumsi makanan cepat saji disarankan untuk memilih ayam bakar atau panggang, serta batasi makanan yang diproses dengan cara digoreng.

    • ATUR PORSI MAKAN SECUKUPNYA

    Ketika makan, Sobat harus mengatur porsi makan secukupnya, jangan berlebihan. Porsi makan yang berlebihan berkaitan dengan peningkatan jumlah pemasukan kalori sehingga berperan dalam obesitas. Sobat akan cenderung mengonsumsi makanan dalam porsi besar apabila berkunjung ke restoran. Semakin besar porsi yang disediakan, maka semakin banyak pula makanan yang dikonsumsi. Ketika porsi makan meningkat 50% dan 100% dari normal, maka jumlah kalori yang masuk ke tubuh juga akan meningkat rata–rata  120% dan 130% di atas jumlah kalori yang dibutuhkan.

    • TINGGALKAN POLA HIDUP SEDENTARI

    Pola hidup sedentari merupakan pola hidup dengan aktivitas fisik yang minimal sehingga dapat berperan dalam terjadinya obesitas. Pola hidup seperti ini harus ditinggalkan dengan perbanyak aktivitas fisik. Aktivitas fisik diartikan sebagai gerakan tubuh yang dapat membakar kalori atau energi, termasuk di dalamnya adalah olahraga. Manfaat dari olahraga adalah meningkatkan total kalori yang dibakar sehingga akan membantu menjaga keseimbangan energi serta mengurangi jumlah lemak total, dan pada akhirnya menghambat terjadinya obesitas. Jenis olahraga yang dianjurkan tergantung dari umur, ada atau tidaknya keterbatasan fisik, serta ketersediaan fasilitas. Bila Sobat yang cenderung kurang aktif, dianjurkan untuk melakukan olahraga yang bersifat aerobik (berenang, jalan cepat, jogging, bersepeda) dengan durasi 30 – 60 menit dan frekuensi minimal 5 kali per minggu.  

    Selain meningkatkan aktivitas fisik, kegiatan seperti menonton televisi dan bermain video game juga harus dibatasi. Menurut penelitian, semakin banyak waktu yang Sobat habiskan untuk menonton televisi, maka berat badan akan cenderung meningkat. Menonton televisi atau bermain video game dapat mengurangi waktu untuk melakukan aktivitas fisik. Selain itu, iklan di televisi banyak yang memberikan contoh pola makan yang tidak sehat. Dengan menonton televisi, Sobat juga dapat menghabiskan lebih banyak camilan yang tidak sehat secara tidak sadar sehingga menambah total kalori yang masuk ke tubuh.

    • USAHAKAN CUKUP TIDUR SETIAP HARI

    Nah, cara mencegah obesitas terkini yang terakhir adalah dengan cukup tidur.  Kurang tidur akan meningkatkan rasa lapar dengan memengaruhi jumlah hormon yang berfungsi menekan rasa lapar, yaitu hormon gherlin dan leptin. Suhu tubuh juga akan mengalami penurunan sehingga pembakaran kalori berkurang.  Selain itu, akibat dari kurang tidur adalah Sobat bisa merasa letih keesokan harinya sehingga mengurangi semangat untuk melakukan aktivitas fisik. Oleh karena itu, mulai sekarang usahakan tidur minimal 7 jam pada malam hari ya, Sobat. Jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat guna mendapatkan infomasi kesehatan penting lainnya. Atau hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 untuk keterangan lebih lanjut. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Chan RS., Woo J. Prevention of overweight and obesity: How effective is the current Public health approach. Int J Environ Res Public Health. Maret 2010;7(3):765–83.
    2. Recommended Community Strategy and Measurements to Prevent Obesity in the United States – CDC [Internet]. [dikutip 4 September 2018]. Tersedia pada: cdc.gov/mmwr/pdf/rr/rr5807.pdf
    3. Orringer K, Harrison R, Nichani S, Riley M, Rothberg A, Trudeau L, dkk. Obesity prevention and management. [Internet]. Juli 2013 [dikutip 4 September 2018]. Tersedia pada: med.umich.edu/1info/FHP/practiceguides/obesity/obesity.pdf
    4. Greenwood JLJ, Stanford JB. Preventing or improving obesity by addressing specific eating patterns. J Am Board Fam Med. 1 Maret 2008;21(2):135–40.
    5. Obesity Prevention Source [Internet]. Obesity Prevention Source. 2012 [dikutip 4 September 2018]. Tersedia pada: hsph.harvard.edu/obesity-prevention-source/obesity-causes/diet-and-weight/
    6. Lin TK, Teymourian Y, Tursini MS. The effect of sugar and processed food imports on the prevalence of overweight and obesity in 172 countries. Glob Health. Desember 2018 [dikutip 5 September 2018];14(1). Tersedia pada: globalizationandhealth.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12992-018-0344-y
    7. Ba S, I C, Jc S, Wpt J. Diet, nutrition and the prevention of excess weight gain and obesity. Public Health Nutr;7(1a):123–46.
    Read More
  • Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata ini? Obesitas merupakan suatu hal yang tidak diinginkan oleh siapapun, baik kaum hawa maupun kaum adam. Kenapa begitu? Tentu saja karena obesitas adalah suatu kondisi di mana seseorang kelebihan berat badan dan hal ini mempengaruhi penampilannya. Yup, obesitas membuat seseorang lebih terlihat “berisi” daripada orang lain […]

    Jamu Ampuh untuk Atasi Obesitas yang Harus Dicoba

    Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata ini? Obesitas merupakan suatu hal yang tidak diinginkan oleh siapapun, baik kaum hawa maupun kaum adam. Kenapa begitu? Tentu saja karena obesitas adalah suatu kondisi di mana seseorang kelebihan berat badan dan hal ini mempengaruhi penampilannya. Yup, obesitas membuat seseorang lebih terlihat “berisi” daripada orang lain dan tentu saja hal ini akan mempengaruhi penampilan – bahkan kepercayaan diri mereka.

    Baca Juga: 7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    Apakah hanya itu saja efek dari mengalami obesitas? Sayangnya, obesitas bukan saja hanya membuat penampilan seseorang menjadi tidak menarik tapi juga mampu memicu timbulnya penyakit berbahaya. Wah yang benar nih? Yup, obesitas yang tidak segera ditangani bisa menyerang kinerja organ tubuh lainnya; contohnya saja bisa timbul penyakit jantung ataupun kolesterol. Pastinya tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi bukan?

    Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menangani permasalahan yang satu ini? Cara sehat menangani obesitas adalah dengan rutin berolahraga, tapi sayangnya banyak orang mengaku jika mereka tidak memiliki cukup waktu untuk berolahraga. Yup, saat ini banyak orang yang terlalu sibuk sehingga tidak memiliki waktu untuk berolahraga bahkan bersantai sejenak dan hal ini justru menyebabkan timbulnya berbagai penyakit pada tubuh kita. Apakah ada cara lain yang bisa kita lakukan selain berolahraga?

    Kabar baiknya, terdapat cara alternatif yang bisa kita lakukan untuk mengatasi obesitas atau mencegah terjadinya obesitas pada seseorang. Wah yang benar nih? Apakah kita sebaiknya mengonsumsi obat diet? Eits tentu saja tidak! Obat diet sangatlah tidak disarankan untuk dikonsumsi karena efek sampingnya yang dapat membahayakan kesehatan kita, bahkan dapat menyebabkan gagal ginjal. Pada kesempatan kali ini, kita akan mengatasi obesitas dengan memanfaatkan berbagai bahan alami yang ada di sekitar kita dan mengolahnya menjadi jamu. Wah kira-kira jamu apa saja yang ampuh untuk mengatasi obesitas?

    Daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasannya berikut ini!

    1. Kunir asem

    Siapa sih yang masih asing dengan jenis jamu yang satu ini? Kunir asem adalah salah satu jenis jamu yang sering menjadi favorit masyarakat karena cita rasanya yang tidak terlalu pahit tapi memiliki banyak manfaat untuk tubuh kita. Seperti yang kita tahu, kunyit adalah salah satu bahan alami untuk membakar lemak pada perut dan adanya tambahan asam di sini berfungsi untuk mengoptimalkan hasil yang akan kita dapat. Pencegahan obesitas dapat dilakukan dengan mengonsumsi jamu kunir asem setidaknya satu kali setiap hari dan bisa kita lakukan secara rutin hingga kita mendapatkan hasil yang kita inginkan.

    2. Temu kunci dan sirih

    Temu kunci adalah salah satu bahan alami yang masih asing di telinga masyarakat dan pastinya khasiat untuk mengatasi obesitas tidak perlu diragukan lagi. Temu kunci sendiri juga memiliki berbagai manfaat untuk tubuh kita seperti sebagai obat diare, obat keputihan, dan tentu saja ampuh untuk melngatasi obesitas. Lalu, kenapa kita perlu menambahkan sirih? Seperti yang kita tahu, daun sirih sangatlah efektif untuk detoksifikasi yang berarti mampu mengeluarkan racun dalam tubuh kita dan tentu saja mengatasi obesitas. Mengolah kedua bahan ini pun sangat mudah karena kita hanya perlu menumbuknya hingga halus dan meminum air perasannya. Kita bisa mengonsumsi jamu ini sebanyak setengah gelas dan aman untuk dikonsumsi sebanyak dua kali dalam sehari. Kita bisa mengonsumsinya secara rutin hingga mendapatkan hasil yang diinginkan.

    3. Galian singset

    Bagi penggemar jamu, pasti lah jenis jamu yang satu ini sudah tidak asing lagi. Yup, jamu galian singset adalah ramuan dari daun jati belanda yang dicampur dengan temulawak ataupun kunir putih dan biasa dikonsumsi oleh mereka yang merasa badannya gemuk. Mengonsumsi jenis jamu yang satu ini sangatlah efektif untuk menurunkan berat badan serta menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Jamu ini juga aman dikonsumsi secara rutin hingga kita mendapatkan hasil yang diinginkan.

    Baca Juga: Yuk, Hitung Kalori Makanan Sehat Sahabat dengan Tepat!

    4. Jahe

    Jahe adalah salah satu bahan alami yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh dan salah satunya efektif untuk menurunkan berat badan. Kabar baiknya lagi, untuk mendapatkan jahe bukanlah suatu hal yang sulit karena kita bisa mendapatkannya di pasar tradisional ataupun supermarket terdekat. Untuk mengolah jahe menjadi jamu, yang perlu kita lakukan adalah dua buah jahe yang telah dipotong dan bisa kita seduh bersama dengan madu. Kita bisa mengonsumsi ramuan jahe ini secara rutin sebanyak tiga kali setiap harinya.

    5. Kayu manis

    Kayu manis adalah bahan alami berikutnya yang bisa kita olah menjadi jamu dan pastinya efektif untuk menurunkan berat badan. Kok bisa? Tentu saja karena berbagai kandungan dalam kayu manis yang membuat kita merasa kenyang lebih lama dan tentu saja akan mengurangi intensitas waktu menyemil kita. Bukan hanya efektif menurunkan berta badan, kayu manis juga mengembalikan kadar kolesterol menjadi normal alias menurunkan kadar kolesterol jahat pada tubuh kita.

    6. Jamu jati cina

    Bahan alami berikutnya yang bisa kita olah menjadi jamu adalah daun jati cina, di mana seperti yang kita tahu daun yang satu ini berfungsi untuk mendetoksifikasi tubuh alias mengeluarkan racun dari dalam tubuh – termasuk membuang lemak. Kita bisa mengonsumsi jenis jamu yang satu ini dengan rutin hingga badan kita menjadi singset.

    7. Jeruk nipis

    Jeruk nipis adalah bahan alami yang sudah tidak asing lagi untuk digunakan dalam jamu dan tentu saja karena jeruk nipis sangatlah efektif untuk menurunkan berat badan. Kita juga bisa menambahkan bangle dan temu ireng supaya hasil yang didapat lebih maksimal. Lalu, bagaimana cara membuat jamu ini? Cara membuatnya pun sangat mudah yaitu kita hanya perlu menghaluskan 1 buah jeruk nipis, ½ jare bangle, ½ jare temu ireng serta 2 sendok makan madu yang akan kita campur dan kita ambil air perasannya. Kita bisa mengonsumsi jamu ini secara rutin, yaitu sebanyak setengah gelas dan dikonsumsi dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Kita biasanya akan mendapat hasil yang kita inginkan dalam jangka waktu 30 hari.

    8. Buah delima

    Siapa bilang jamu selalu pahit? Yup, hal ini dibuktikan salah karena buah delima bisa diolah menjadi jamu dan kita hanya perlu mencampurkannya dengan garam. Jamu buah delima ini sangatlah efektif untuk menurunkan berat badan karena memiliki kandungan serat dan lemak jeuh yang tinggi. Mengolah buah delima ini pun sangat mudah, yaitu memotong kecil-kecil dua buah delima putih lalu mencampurkannya dengan garam dan 2 gelas air. Waktu masak buah delima ini sekitar 30 menit lalu kita ambil saringnya dan kita tambahkan garam lagi sebelum dikonsumsi. Jamu buah delima ini bisa kita konsumsi sebanyak ½ gelas dan maksimal dua kali sehari yang pastinya bisa kita konsumsi secara rutin.

    Baca Juga: 10 Obat Herbal Obesitas yang Layak Dicoba

    Nah itu tadi adalah beberapa jamu penurun badan yang bisa kita konsumsi dengan rutin hingga mendapatkan hasil yang seperti kita inginkan. Kita juga perlu rutin berolahraga agar badan kita tetap fit dan tentu saja jauh dari kata obesitas. So, tunggu apalagi untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    Apabila Sobat memerlukan informasi mengenai jamu untuk obesitas, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:
    idntimes.com/food/recipe/maira/5-jamu-yang-ampuh-bikin-kamu-kurus/full
    liputan6.com/citizen6/read/2292677/6-bahan-alami-penurun-berat-badan-yang-ada-di-sekitar-kita

    Read More
  • “Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya blokade atau penyumbatan aliran darah menuju jantung. Kebanyakan hal tersebut terjadi karena adanya penumpukan lemak, kolestrol dan zat – zat kimia lainnya yang akan membentuk sumbatan di pembuluh darah yang menyuplai jantung. Adanya gangguan pada aliran darah ke jantung dapat melukai atau bahkan merusak bagian otot jantung.” Baca Juga: […]

    Hubungan Obesitas dengan Penyakit Jantung Koroner

    “Penyakit jantung koroner terjadi karena adanya blokade atau penyumbatan aliran darah menuju jantung. Kebanyakan hal tersebut terjadi karena adanya penumpukan lemak, kolestrol dan zat – zat kimia lainnya yang akan membentuk sumbatan di pembuluh darah yang menyuplai jantung. Adanya gangguan pada aliran darah ke jantung dapat melukai atau bahkan merusak bagian otot jantung.”

    penyakit jantung koroner

    Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Kurang lebih seperti itulah penjelasan tentang penyakit jantung koroner. Seperti yang telah dijelaskan di atas, salah satu penyebab utama dari penyakit jantung koroner adalah adanya penumpukan lemak. Dengan kata lain, obesitas dapat menjadi salah satu faktor pemicu serangan jantung. Adapun hubungan antara obesitas dengan penyakit jantung koroner antara lain:

    • Obesitas atau kelebihan berat badan sudah jelas akan dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, khususnya penyakit jantung koroner koroner. Hal ini disebabkan karena perubahan aliran darah yang terblokir karena lemak yang tertimbun di dalam tubuh. Penimbunan lemak ini juga dapat mengakibatkan kolestrol jahat semakin banyak tertimbun dan kolesterol baik mengalami penurunan.

    Baca Juga: Hati – Hati Obesitas Pada Anak

    • Salah satu penyakit jantung koroner yang berhubungan dengan Obesitas adalah Lemah Jantung (Kardiomiopati). Lemah jantung sendiri adalah penyakit yang berhubungan dengan miokard atau otot jantung. Penyakit ini tidak berkaitan dengan penyakit arteri jantung, katup jantung, atau darah tinggi. Tetapi memiliki beberapa tingkatan disfungsi otot jantung yang dapat disebabkan oleh penyakit lain. Dan salah satu penyebab besar yang berpengaruh pada disfungsi otot jantung adalah Obesitas.
    • Penyakit jantung koroner koroner juga akan mengalami peningkatan sepuluh kali lebih banyak pada tubuh manusia yang mengalami obesitas dibandingkan dengan tubuh manusia yang memilih tubuh standar. Hal ini disebabkan karena bagi penderita obesitas akan mempengaruhi beratnya kerja jantung saat memompa darah untuk dialirkan ke seluruh tubuh.

    Baca Juga: Cegah Obesitas Pada Anak dengan 5 Resep Berikut

    • Orang dengan kelebihan berat juga sering memiliki kadar LDL kolestrol yang tinggi. Terlalu banyak kolestrol yang menyumbat arteri atau aterosklerosis, dapat juga menyebabkan serangan jantung atau stroke. Kelebihan berat badan juga bisa menjadi tanda Anda menyakiti jantung Anda. Banyak orang mengalami kelebihan berat badan karena makan makanan tinggi lemak dan menghindari olahraga
    • Seseorang yang mengalami gagal jantung biasanya akan merasakan sesak nafas dan tungkai akan mulai membengkak. Selain itu ada fakta lain yang harus diketahui juga bahwa kegemukan atau obesitas dapat menaikan tekanan darah ke jantung karena meyempitnya pembuluh darah oleh lemak. Jantung yang mengalami pembesaran ruang-ruang jantung dan ditambah dengan kurangnya asupan oksigen dapat mempengaruhi gagal jantung. Hal inilah yang menyebabkan seseorang yang mengalami obesitas lebih mudah terkena serangan jantung.

    Baca Juga: Efek Berat Badan Seimbang Pada Jantung

    Bagaimana? Apakah kamu mulai tergerak untuk menjadikan berat badanmu lebih ideal agar terhindar dari Obesitas yang sekaligus menjadi penyebab penyakit jantung koroner? Menjaaga tubuh agar berukuran ideal tentu tidak ada ruginya. Sebab, selain penyakit jantung koroner Obesitas juga memiliki pengaruh terhadap beberapa penyakit berbahaya lainnya. Kamu juga bisa mendapatkan aneka produk herbal jantung di Prosehat. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

    Read More
  • Indikator – indikator ini menentukan kualitas jantung sehat Sahabat. Untuk mengetahui apakah Sahabat memiliki jantung yang sehat, Sahabat dapat memonitor kolesterol, berat badan, tekanan darah dan berbagai faktor lain sebagai indikator. Indikator ini penting untuk mengetahui seberapa besar risiko anda membawa penyakit jantung dan mengetahui kondisi kesehatan jantung Sahabat. Lihatlah jumlah kolesterol total Anda Jumlahnya harus kurang […]

    5 Indikator Jantung Sehat yang Perlu Sahabat Ketahui

    Indikator – indikator ini menentukan kualitas jantung sehat Sahabat. Untuk mengetahui apakah Sahabat memiliki jantung yang sehat, Sahabat dapat memonitor kolesterol, berat badan, tekanan darah dan berbagai faktor lain sebagai indikator. Indikator ini penting untuk mengetahui seberapa besar risiko anda membawa penyakit jantung dan mengetahui kondisi kesehatan jantung Sahabat.

    1. Lihatlah jumlah kolesterol total Anda

    Jumlahnya harus kurang dari 200mg/dL. Jika lebih tinggi dari 240mg/dL, maka kolesterol Anda dianggap tinggi. Jika bekisar antara 200-239, angka-angka tersebut dianggap sebagai batas sehingga target kolesterol total Anda harus lebih rendah dari 200mg/dL.

    Baca Juga: Makanan yang Tepat Untuk Jantung Si Kecil

    1. Ketahui jumlah kolesterol LDL

    Kolesterol LDL atau Low-Density Lipoprotein dikenal sebagai kolesterol “jahat”. Kesehatan jantung Anda tergantung pada banyak faktor yang berbeda tetapi dokter menyatakan orang-orang yang berada di ‘risiko rendah’ untuk penyakit jantung harus memiliki kadar LDL yang tidak melebihi 160mg/dL. Orang-orang yang berisiko tinggi harus menjaga LDL mereka agar kurang dari 100 mg/dL.

    1. Monitor kolesterol baik Anda

    Jumlah kolesterol baik (HDL: High-Density Lipoprotein) untuk seorang wanita adalah 50 mg/dL atau lebih tinggi dan seorang pria dengan jumlah 40 mg/dL atau lebih.

    Baca Juga: 8 Persiapan Liburan dengan Penderita Jantung

    1. Ukur tekanan darah Anda

    Tekanan darah Anda harus kurang dari 120/80 mg/dL. Jumlah glukosa yang terbaik adalah ketika kurang dari 100 mg/dL. Namun, jika turun ke 70 atau di bawah, seseorang dianggap sebagai hipoglikemik dan massa tubuh Anda harus sekitar 25 kg/m.

    1. Ukur lebar pinggang Anda

    Lebar atau tidaknya pinggang Anda juga dapat menjadi indikasi jantung sehat Anda. Seorang wanita dengan kelebihan 35 inci dari ukuran normal pinggangnya dan laki-laki dengan kelebihan 40 inci untuk ukuran pinggangnya, masih dalam kisaran yang sehat.

    Produk Terkait: Herbal Jantung Terbaik

    Perlu diingat bahwa Anda memiliki sebuah catatan khusus indikator-indikator ini dari waktu ke waktu. Selain itu, indikator ini belum semuanya jadi, tetap merujuk pada hasil tes kesehatan dan hasil laboratorium Anda. Bila didapatkan hasil yang di luar dari angka sasaran, maka Anda sebaiknya berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang terbaik bagi jantung sehat.

    Beritahu dokter bahwa Anda juga ingin memantau kesehatan dan jangan lupa untuk minta salinan hasil laboratorium. Pastikan hasil laboratorium Anda tidak melebihi batas normal di atas ya! Apabila Sahabat memerlukan informasi lanjut mengenai jantung dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More

Showing 1–10 of 15 results

Chat Asisten ProSehat aja