Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ obesitas”

Showing 1–10 of 11 results

  • Obesitas memang sangat erat kaitannya dengan makanan yang Anda konsumsi setiap harinya. Jika Anda setiap harinya terlalu berlebihan dalam mengonsumsi makanan yang mengandung kalori serta glukosa, dan juga sering sekali membeli makanan sembarangan, tidak memperhatikan kandungan dari makanan tersebut, cara pengolahannya serta bahan makanan yang digunakan, maka jangan kaget bila suatu saat nanti tiba – […]

    6 Pola Makanan Cegah Obesitas

    Obesitas memang sangat erat kaitannya dengan makanan yang Anda konsumsi setiap harinya. Jika Anda setiap harinya terlalu berlebihan dalam mengonsumsi makanan yang mengandung kalori serta glukosa, dan juga sering sekali membeli makanan sembarangan, tidak memperhatikan kandungan dari makanan tersebut, cara pengolahannya serta bahan makanan yang digunakan, maka jangan kaget bila suatu saat nanti tiba – tiba saja kadar gula darah Anda naik.

    Bila Anda menjaga pola makan, Anda akan mencegah dan mengurangi risiko terkena penyakit diabetes karena diabetes ini adalah penyakit yang tidak dapat disepelekan. Ia dapat berdampak pada penyakit jantung jika dibiarkan begitu saja.

    Berikut ini 6 pola makan untuk mencegah obesitas :

    Makan sedikit tapi sering

    Bila Anda menerapkan pola makan sedikit tapi sering, tubuh akan lebih mudah dalam mencerna makanan yang masuk. Tentunya hal tersebut akan berdampak positif bagi pencernaan kita karena tidak ada lagi lemak yang menumpuk. Jadi, lebih baik makan dalam porsi kecil tapi sering ya, daripada makan jarang tapi sekali nya makan tidak terkira banyaknya.

    Baca Juga: 4 Jenis Pemanis Buatan Untuk Penderita Diabetes

    Biasakan sarapan

    cewek usia 20an, makan sehat

    Jangan pernah melewatkan sarapan pada pagi harinya karena dengan sarapan otak dan juga organ tubuh bisa menjadi lebih maksimal dan juga fokus dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Selain itu, dengan membiasakan diri untuk sarapan juga membuat Anda tidak terlalu banyak saat makan siang nanti karena kelaparan.

    Menerapkan diet sehat (pola makan sehat)

    Bila Anda menerapkan diet sehat atau pola makan sehat, tentunya tubuh akan lebih sehat karena makanan yang masuk ke dalam tubuh berasal dari makanan yang sehat yang sangat dibutuhkan dan menyehatkan tubuh.  Jika membiasakan diri menerapkan pola makan atau diet sehat juga membuat tubuh terhindar dari penumpukan lemak dan juga kolesterol. Jangan lupa untuk pola makan sehat juga harus berdasarkan gizi seimbang, yang memperbanyak konsumsi sayur dan juga buah – buahan.

    Konsumsi protein rendah lemak

    Protein memang sangat vital sekali fungsinya bagi tubuh, salah satunya yaitu untuk memperbaiki sel – sel tubuh yang rusak. Namun, untuk mencegah obesitas, ada baiknya bagi Anda untuk mengonsumsi protein yang bersumber dari daging putih, seperti yang terdapat pada daging ayam, dan juga ikan. Selain dari protein hewani, atau protein yang berasal dari hewan, protein nabati juga sangat penting untuk dikonsumsi, seperti yang terdapat pada kacang-kacangan, tahu dan tempe.

    Memperhatikan asupan gula dan kalori harian

    Kalori dan juga gula yang terkandung dalam makanan dan juga minuman yang kita makan, jika dikonsumsi berlebihan akan sangat berpengaruh pada kadar gula darah kita. Naiknya kadar gula dalam darah, salah satu penyebab utamanya adalah karena terlalu banyak jumlah kalori dan juga gula yang masuk. Oleh karena itu, untuk menerapkan pola makan untuk mencegah obesitas, sangat penting untuk memperhatikan setiap jumlah kalori dan juga gula yang masuk agar tidak berlebihan. Contoh kandungan kalori dan gula pada minuman dan makanan yang sebisa mungkin dihindari, yaitu yang terdapat pada fast food, cookies serta minuman manis.

    Baca Juga: 5 Menu Harian Stabilkan Gula Darah

    Hindari minuman beralkohol dan juga rokok

    Minuman beralkohol memiliki kandungan glukosa yang cukup tinggi dan juga kandungan lainnya yang sangat merugikan kesehatan. Oleh karena itu, sebisa mungkin untuk menghindari konsumsi minuman beralkohol. Selain minuman beralkohol juga disarankan untuk menghindari rokok, karena rokok dengan kandungan zat – zat yang ada di dalamnya serta nikotin, mampu merusak organ – organ tubuh termasuk pancreas sebagai penghasil insulin.

    Demikian 6 pola makanan untuk mencegah obesitas. Namun, tidak hanya pola makan saja yang perlu diperhatikan. Kita juga harus rutin dalam berolahraga, kelola stress, aktifitas fisik serta rutin cek kesehatan ke dokter. Semoga bermanfaat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi :

    1. Sekarsari B. Aturan Makan yang terbukti mencegah diabetes. 2018. [Internet]. Available at: 1health.id/id/article/category/diet-dan-nutrisi/aturan-makan-ini-terbukti-mencegah-diabetes.html (1.12.18)
    2. Khoiri A. Pola makan tepat untuk cegah risiko diabetes. 2016. [Internet]. Available at: cnnindonesia.com/gaya-hidup/20160420162349-255-125308/pola-makan-tepat-untuk-cegah-risiko-diabetes (1.12.18)

     

    Read More
  • Apa itu diet rendah kalori? Bagi Sobat yang ingin menurunkan berat badan, pasti tak jarang mendengar istilah diet rendah kalori. Seperi kita ketahui, makan lebih sedikit kalori atau berolahraga untuk membakar kalori biasanya memang membuat berat badan turun. Satu pon lemak tubuh sama dengan 3.500 kalori. Jadi, jika Sobat ingin menurunkan 2 pon berat badan […]

    Alami Obesitas? Coba Diet Rendah Kalori!

    Apa itu diet rendah kalori? Bagi Sobat yang ingin menurunkan berat badan, pasti tak jarang mendengar istilah diet rendah kalori. Seperi kita ketahui, makan lebih sedikit kalori atau berolahraga untuk membakar kalori biasanya memang membuat berat badan turun. Satu pon lemak tubuh sama dengan 3.500 kalori. Jadi, jika Sobat ingin menurunkan 2 pon berat badan setiap minggu, maka Sobat perlu makan 7.000 kalori lebih sedikit setiap minggunya, yang artinya mengurangi rata–rata 1.000 kaori lebih sedikit setiap harinya.

    Diet rendah kalori adalah diet yang membatasi asupan Sobat hingga 1.200–1.600 kalori per hari untuk pria dan 1.000 hingga 1.200 kalori per hari untuk wanita. Ada juga diet sangat rendah kalori dimana seseorang hanya mengonsumsi 800 kalori per hari dan jenis diet ini biasanya menggunakan makanan khusus atau sup untuk menggantikan makanan dan vitamin, serta tentunya harus dengan pantauan dokter gizi maupun ahli gizi terlatih. Diet rendah kalori dapat membantu seseorang mencapai penurunan berat badan hingga 3-5 pon per minggu. Untuk menurunkan berat badan, kebanyakan orang lebih memilih diet rendah kalori dibanding diet sangat rendah kalori, karena diet yang ekstrim lebih susah untuk diikuti dan memiliki lebih banyak risiko untuk kesehatan Sobat.

    Jadi apa yang harus Sobat lakukan untuk memulai diet rendah kalori? Tentu saja Anda harus mencari tahu berapa banyak kalori yang diperlukan oleh tubuh untuk mempertahankan berat badan saat ini. Hal tersebut bergantung pada berat badan, usia, tinggi badan, dan tingkat aktivitas Sobat. Jika ingin menghitung kebutuhan kalori, Sobat dapat menggunakan berbagai jenis aplikasi yang sudah banyak tersedia.

    Baca Juga: 8 Tips Mengolah Makanan Sehat Alami

    Bila ingin menurunkan berat badan dalam jumlah yang banyak, maka Anda perlu menurunkan kebutuhan kalori perlahan-lahan sesuai dengan berjalannya waktu. Sobat juga perlu mencatat apa yang sudah dimakan sehari–hari, sehingga Anda dapat terus memantau berapa banyak kalori yang Sobat konsumsi tiap harinya.

    Menambahkan diet rendah kalori dengan berolahraga merupakan salah satu cara yang paling sukses untuk menurunkan berat badan dan juga untuk mempertahankannya.

    Berikut ini adalah beberapa tips untuk memaksimalkan kalori Sobat:

    • Konsumsi protein selalu. Cobalah konsumsi protein setiap kali Sobat makan. Tidak hanya membantu untuk menjaga tetap kenyang, tapi juga membantu membakar kalori. Studi penelitian menunjukkan bahwa protein dapat membantu meningkatkan metabolisme, sehingga membantu pembakaran kalori. Protein juga membantu menurunkan nafsu makan karena Anda merasa lebih kenyang. Ada banyak sumber protein yang bisa dicoba, seperti daging tanpa lemak, telur, keju, ikan, kacang– kacangan.
    • Jangan minum kalori. Nah, yang dimaksudkan yakni cobalah untuk menghindari semua minuman manis seperti minuman bersoda, jus buah, dan minuman olahraga. Ketika Sobat sedang diet, tidak ada minuman yang lebih penting daripada air putih. Mempertahankan kondisi tubuh dalam keadaan terhidrasi juga membantu membakar kalori dalam tubuh Sobat.
    • Hentikan konsumsi “junk food”. Tentu saja, Sobat pasti akan sesekali ingin untuk kembali mencoba makanan jenis ini, namun jangan menjadi kebiasaan. Kalori dari junk food disebut sebagai kalori kosong, karena makanan jenis ini tidak ada fungsinya untuk menyehatkan tubuh Sobat dan juga jenis makanan ini tidak membuat kenyang dalam waktu yang lama. Lebih baik jika Sobat menghilangkan jenis makanan tersebut dari daftar makanan Anda.
    • Perhatikan jenis karbohidrat yang Sobat konsumsi. Karbohidrat dibagi dalam beberapa bentuk, namun sebagian besar dibagi menjadi 2 kategori, yaitu sederhana dan kompleks. Karbohidrat kompleks umumnya adalah karbohidrat yang baik untuk tubuh seperti sayuran, kentang dan gandum utuh. Karbohidrat sederhana sering disebut juga karbohidrat olahan, seperti roti putih, nasi putih, keripik kentang, gula dan sering ditemukan dalam makanan–makanan olahan (makanan cepat saji). Buah juga mengandung gula, yang secara teknis merupakan karbohidrat sederhana, namun dianggap sebagai komponen diet yang sehat.

    Baca Juga: 8 Alasan Kenapa Medical Check Up Perlu

    Hal penting lainnya saat Sobat hendak melakukan diet rendah kalori adalah Anda mungkin akan tergoda untuk memotong kalori sebanyak mungkin untuk menurunkan berat badan lebih cepat, tapi hal ini justru akan membuat Anda sulit mempertahankan diet rendah kalori yang terlalu rendah.

    Jika Sobat ingin melakukan diet rendah kalori, disarankan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter, karena ada kemungkinan malah berakhir dengan kekurangan gizi, terutama bagi yang masih dalam masa pertumbuhan. Penelitian juga menunjukkan bahwa orang–orang yang membatasi kalori terlalu banyak dan menurunkan berat badan terlalu cepat biasanya akan mendapatkan kembali berat badan yang sudah mereka turunkan.

    Bagi Anda yang masih membutuhkan ulasan maupun produk kesehatan, silakan akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Low-Calorie Diets – familydoctor.org/low-calorie-diets/ , diakses pada tanggal 10-11-2018
    2. Low-Calorei Diets mean High-Quality Lives, Research Shows – everydayhealth.com/columns/jared-bunch-rhythm-of-life/reducing-daily-calories-is-a-great-way-to-improve-your-quality-of-life/ , diakses pada tanggal 10-11-2018
    3. How healthy are low-calorie diets – today.com/health/low-calorie-diets-are-they-healthy-t119760 , diakses pada tanggal 10-11-2018
    4. Pengaruh Diet Rendah Kalori Seimbang dan Latihan Fisik Aerobik terhadap profil Lipid Perempuan Obes – journal.mercubaktijaya.ac.id/downlotfile.php?file=4.pdf, diunduh pada tanggal 10-11-2018
    5. Diet rendah kalori – gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2013/09/Brosur-Diet-Rendah-Kalori.pdf , diunduh pda tanggal 10-11-2018
    Read More
  • Kegemukan menjadi masalah kesehatan yang belakangan ini menjadi perhatian banyak orang. Obesitas menyerang siapa saja, tak lagi mengenal usia. Saat ini jumlah penderita obesitas semakin meningkat setiap tahunnya, hal ini berdasarkan data yang dikemukakan World Health Organisation (WHO) bahwa jumlah penderita obesitas pada tahun 2008 sekitar 10% dari total populasi pria dan 14% dari total […]

    7 Kiat Sederhana Mengatasi Obesitas

    Kegemukan menjadi masalah kesehatan yang belakangan ini menjadi perhatian banyak orang. Obesitas menyerang siapa saja, tak lagi mengenal usia. Saat ini jumlah penderita obesitas semakin meningkat setiap tahunnya, hal ini berdasarkan data yang dikemukakan World Health Organisation (WHO) bahwa jumlah penderita obesitas pada tahun 2008 sekitar 10% dari total populasi pria dan 14% dari total populasi wanita, persentase ini meningkat 2 kali lipat dibanding tahun 1998, sekitar 5% dari total populasi pria dan 8% dari total populasi wanita.

    Obesitas merupakan keadaan yang terjadi ketika energi yang dimasukkan lebih banyak dibanding energi yang dikeluarkan, hal ini membuat energi yang tersisa akan diubah menjadi cadangan lemak, yang jika dibiarkan terus-menerus akan mengakibatkan obesitas.

    Modifikasi gaya hidup sangatlah penting karena penyebab utama obesitas adalah sedentary life styleatau gaya hidup dengan aktivitas fisik yang rendah, orang-orang cenderung menginginkan sesuatu yang praktis dan tidak mau lelah. Menghabiskan waktu didepan TV, memesan makanan secara online dibanding pergi kepasar dan keengganan berolahraga adalah sebagian kecil dari contoh aktivitas fisik yang kurang.

    Banyak orang yang merasa frustasi dengan keadaan ini, tapi sebenarnya banyak cara sederhana terutama dengan memodifikasi gaya hidup untuk mengatasi keadaan tersebut dan akan berhasil jika dilakukan secara sungguh-sungguh serta komitmen yang kuat.

    Ada7 cara sederhana untuk mengatasi obesitas, yaitu:

    1. MINUM AIR PUTIH

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa hanya dengan meminum air putih sebanyak lebih dari 1 liter perhari mampu menurunkan berat badan sebanyak sekitar 2 kg selama 12 bulan. Hal ini disebabkan dengan meminum air, kita lebih cepat merasa kenyang serta mempercepat transit makanan pada usus sehingga jumlah kalori yang terserap akan berkurang. Selain itu, air putih juga membantu pengeluaran lemak serta membantu membersihkan saluran cerna dari sisa makanan.

    1. MAKAN BUAH & SAYUR

    Memakan buah dan sayur sangat membantu dalam upaya penurunan berat badan karena mengandung jumlah kalori yang rendah, tapikaya akan serat yang mampu membuat kita cepat merasa kenyang dan rasa lapar datang lebih lama. Buah-buahan yang dikonsumsi sebaiknya merupakan buah-buahan dengan indeks gula yang rendah, misalnya: ceri, plum, peach, grapejuice, apel, aprikot, pir. Sedangkan jenis sayur yang baik ialah sayuran yang dimakan mentah atau setengah matang dengan cara direbus. Memasak makanan dengan cara ditumis atau dengan santan sangat buruk bagi kesehatan karena kandungan lemak yang tinggi.

    1. OLAHRAGA

    American College of Sport Medicine (ASCM) merekomendasikan bahwa aktivitas fisik yang baik untuk mengurangi obesitas dan menjaga tubuh untuk tetap sehat pada usia 18 – 65 tahun adalah aktivitas aerob sedang dengan durasi 1 jam per hari, 5 hari dalam seminggu atau intensitas berat dengan durasi 20 menit per hari, 3 hari dalam seminggu. Namun, pada orang dengan obesitas sangat penting memikirkan jenis aktivitas fisik yang akan dilakukan. Sebaiknya berupa aktivitas fisik yang tidak memberikan beban terlalu berat pada lutut, misalnya: berenang atau bersepeda.

    1. TIDUR YANG CUKUP

    Pada dasarnya kondisi kurang tidur atau durasi tidur terlalu lama dapat meningkatkan risiko seseorang menderita obesitas. Sebuah penelitian di Polandia menunjukkan bahwa wanita yang durasi tidurnya lebih dari 9 jam dan pria dengan durasi tidur kurang dari 6 jam memiliki risiko yang tinggi untuk menderita obesitas.

    1. HINDARI MAKANAN & MINUMAN CEPAT SAJI

    Makanan cepat saji diketahui memiliki kontribusi yang cukup besar dalam peningkatan jumlah kejadian obesitas terutama di negara berkembang dan maju, karena makanan cepat saji umumnya memiliki porsi yang besar, proses yang cepat, tinggi kalori, tinggi lemak dan juga gula yang menyebabkan penimbunan kalori yang kemudian diubahmenjadi lemak pada tubuh kita.

    1. BATASI KONSUMSI GARAM

    Selama ini, kita meyakini bahwa konsumsi garam yang berlebihan akan meningkatkan tekanan darah dan berdampak buruk pada kesehatan jantung. Namun, ternyata konsumsi garam yang berlebihan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan obesitas, terutama garam yang terkandung pada penyedap rasa. Hal ini disebabkan garam juga membuat seseorang ingin makan lebih banyak.

    1. KONSUMSI MAKANAN TINGGI PROTEIN

    Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi tinggi protein dapat membantu pengurangan lemak, karena protein menghasilkan lebih banyak panas dibandingkan lemak dan karbohidrat. Selain itu, mengonsumsi makanan tinggi protein akan membuat kita lebih cepat merasa kenyang.

    Cara-cara instan untuk mendapatkan bentuk tubuh yang ideal seperti konsumsi obat pelangsing maupun tindakan operatif sangat tidak dianjurkan, karena efek samping yang mungkin terjadi bahkan risiko kematian di meja operasi yang mungkin terjadi, serta biaya yang dikeluarkan juga amatlah besar. Memodifikasi gaya hidup adalah cara alami paling tepat dalam mengurangi obesitas, karena hampir tidak memiliki efek samping jika dilakukan dengan tepat, bahkan biaya yang dikeluarkan relatif murah. Yakinlah Sobat, bentuk tubuh dan berat badan yang ideal hanya dapat diperoleh dengan komitmen dan konsistensi.

    Nah, jika Sobat membutuhkan aneka produk makanan sehat maupun informasi kesehatan lain, bisa diakses dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Astrup A, Raben A, Geiker N. The role of higher protein diets in weight control and obesity-related comorbidities. International Journal of Obesity. 2014;39(5):721-726.
    2. WHO | Obesity [Internet]. Who.int. 2018 [cited 28 September 2018]. Available from: http://www.who.int/gho/ncd/risk_factors/obesity_text/en/
    3. Tetens I, Alinia S. The role of fruit consumption in the prevention of obesity. The Journal of Horticultural Science and Biotechnology. 2009;84(6):47-51.
    4. Suliga E, Koziel D, Cieśla E, Rębak D, Głuszek S. Sleep duration and the risk of obesity – a cross-sectional study. Medical Studies. 2017;3:176-183.
    5. Garcia G, Sunil T, Hinojosa P. The Fast Food and Obesity Link: Consumption Patterns and Severity of Obesity. Obesity Surgery. 2012;22(5):810-818.
    Read More
  • Obesitas merupakan kondisi penumpukan lemak berlebih pada jaringan tubuh yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Masalah ini sedang menjadi sorotan dunia dimana obesitas terjadi pada 10% populasi dunia. Cara mengetahui obesitas adalah dengan menggunakan Body Mass Index (BMI), yang memperkirakan kadar lemak dalam tubuh berdasarkan berat dan tinggi badan. Berdasarkan kriteria WHO dan Asia Pasifik, seseorang […]

    8 Trik Mencegah Obesitas Zaman Now!

    Obesitas merupakan kondisi penumpukan lemak berlebih pada jaringan tubuh yang berpotensi menyebabkan gangguan kesehatan. Masalah ini sedang menjadi sorotan dunia dimana obesitas terjadi pada 10% populasi dunia. Cara mengetahui obesitas adalah dengan menggunakan Body Mass Index (BMI), yang memperkirakan kadar lemak dalam tubuh berdasarkan berat dan tinggi badan. Berdasarkan kriteria WHO dan Asia Pasifik, seseorang tergolong obesitas apabila memiliki BMI 30.0 kg/m2. Berat badan akan bertambah apabila jumlah kalori yang masuk ke dalam tubuh lebih besar dari jumlah kalori yang dibakar. Hal ini ternyata dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk di dalamnya adalah genetik, hormon, lingkungan, dan sosial. Sobat perlu hati– hati karena obesitas dapat meningkatkan risiko penyakit lainnya seperti penyakit jantung, kencing manis, stroke, kanker, bahkan kematian.  Untuk menghindari hal tersebut, simak cara mencegah obesitas terkini di bawah ini, yuk Sobat!

     

    • KONSUMSI JENIS KARBOHIDRAT YANG TEPAT

     

    Mengonsumsi jenis karbohidrat yang tepat dapat membuat Sobat tidak cepat lapar. Jenis karbohidrat kompleks, seperti makanan yang berasal dari gandum dan beras merah, dicerna lebih lama sehingga energi yang dihasilkan bertahan lebih lama. Karbohidrat kompleks lebih dianjurkan agar Sobat tidak cepat lapar. Sedangkan, minuman yang memiliki kadar gula tinggi, seperti minuman bersoda dan minuman berperisa, mengandung karbohidrat simpleks. Jenis karbohidrat simpleks lebih cepat dicerna dan energi yang dihasilkan tidak bertahan lama, sehingga Sobat akan cenderung cepat lapar. Selain itu, minuman dengan gula tambahan sebanyak 2 gram/kg berat badan juga berhubungan dengan peningkatan masukan kalori, peningkatan berat badan, dan peningkatan massa lemak yang signifikan.

    • KUALITAS LEMAK LEBIH PENTING DIBANDINGKAN JUMLAH LEMAK YANG DIKONSUMSI

    Untuk kesehatan yang baik, tipe lemak yang dikonsumsi lebih penting daripada jumlah lemak yang dikonsumsi. Makanan yang tinggi lemak umumnya mengandung kalori yang tinggi pula. Makanan yang harus dibatasi adalah makanan yang kaya akan lemak jenuh, lemak trans, dan kolesterol. Lemak jenuh dan lemak trans berhubungan dengan peningkatan berat badan, sedangkan lemak tidak jenuh baik untuk kesehatan. Lemak jenuh terdapat pada daging yang segar dan daging yang telah diproses, produk olahan susu tinggi lemak (keju, krim, es krim), minyak kelapa, dan minyak palma. Lemak trans terdapat pada margarin dan makanan yang digoreng. Kolesterol terdapat pada sumber lemak hewani, seperti kuning telur, keju, daging sapi, udang. Lemak yang dianjurkan untuk lebih banyak Sobat konsumsi adalah lemak tidak jenuh yang terdapat pada minyak zaitun, minyak kanola, minyak ikan, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

    • MENGONSUMSI MAKANAN TINGGI PROTEIN; ASUPAN KALORI SEDIKIT, NAMUN CEPAT KENYANG

    Mengonsumsi makanan tinggi protein dapat membantu menjaga berat badan. Dengan jumlah kalori yang lebih rendah, makanan tinggi protein akan membuat Sobat merasa lebih kenyang dibandingkan dengan makanan tinggi karbohidrat dan lemak. Selain itu, jumlah kalori yang dibutuhkan untuk memecah dan menyimpan protein lebih besar daripada makronutrien lainnya sehingga akan membantu meningkatkan jumlah kalori yang dibakar per harinya. Beberapa contoh makanan tinggi protein yang dianjurkan adalah kacang, biji–bijian, ikan, dan daging unggas. Berdasarkan penelitian, mengonsumsi kacang dapat membantu menjaga berat badan karena kacang memiliki kadar protein dan serat yang tinggi sehingga dapat membuat Sobat merasa lebih kenyang. Sedangkan, daging merah maupun daging yang telah diproses sebaiknya dibatasi karena konsumsi yang berlebihan dapat meningkatkan berat badan.

    • BUAH DAN SAYUR TIDAK BOLEH DILEWATKAN

    Buah dan sayuran merupakan contoh makanan dengan kalori yang rendah serta mengandung air dan serat yang tinggi. Kadar air yang tinggi pada buah dan sayur juga akan membuat Sobat merasa lebih kenyang. Disarankan untuk mengonsumsi sayur dan buah sebanyak 5 porsi per hari.

    • CINTAILAH MAKANAN RUMAH & KURANGI MEMBELI MAKANAN DARI LUAR

    Membatasi membeli makanan di restoran merupakan salah satu cara mencegah obesitas terkini. Makanan yang berasal dari restoran umumnya memiliki jumlah kalori, lemak total, lemak jenuh, kolesterol, dan sodium yang lebih besar dibandingkan makanan yang dimasak sendiri. Selain itu, makanan yang dibeli di restoran juga mengandung kadar serat dan kalsium yang rendah serta memiliki kualitas nutrisi yang lebih buruk. Makanan yang berasal dari restoran menyumbang 32% dari total kalori per orang per hari. Jumlah kalori yang masuk setiap kali Sobat makan di restoran lebih besar dibandingkan jumlah kalori dari makanan yang dimasak sendiri di rumah. Apabila harus makan di luar rumah, pilihlah makanan yang diproses dengan cara dipanggang, dibakar, dikukus, direbus, atau pilihlah salad dengan saus rendah lemak. Apabila ingin mengonsumsi makanan cepat saji disarankan untuk memilih ayam bakar atau panggang, serta batasi makanan yang diproses dengan cara digoreng.

    • ATUR PORSI MAKAN SECUKUPNYA

    Ketika makan, Sobat harus mengatur porsi makan secukupnya, jangan berlebihan. Porsi makan yang berlebihan berkaitan dengan peningkatan jumlah pemasukan kalori sehingga berperan dalam obesitas. Sobat akan cenderung mengonsumsi makanan dalam porsi besar apabila berkunjung ke restoran. Semakin besar porsi yang disediakan, maka semakin banyak pula makanan yang dikonsumsi. Ketika porsi makan meningkat 50% dan 100% dari normal, maka jumlah kalori yang masuk ke tubuh juga akan meningkat rata–rata  120% dan 130% di atas jumlah kalori yang dibutuhkan.

    • TINGGALKAN POLA HIDUP SEDENTARI

    Pola hidup sedentari merupakan pola hidup dengan aktivitas fisik yang minimal sehingga dapat berperan dalam terjadinya obesitas. Pola hidup seperti ini harus ditinggalkan dengan perbanyak aktivitas fisik. Aktivitas fisik diartikan sebagai gerakan tubuh yang dapat membakar kalori atau energi, termasuk di dalamnya adalah olahraga. Manfaat dari olahraga adalah meningkatkan total kalori yang dibakar sehingga akan membantu menjaga keseimbangan energi serta mengurangi jumlah lemak total, dan pada akhirnya menghambat terjadinya obesitas. Jenis olahraga yang dianjurkan tergantung dari umur, ada atau tidaknya keterbatasan fisik, serta ketersediaan fasilitas. Bila Sobat yang cenderung kurang aktif, dianjurkan untuk melakukan olahraga yang bersifat aerobik (berenang, jalan cepat, jogging, bersepeda) dengan durasi 30 – 60 menit dan frekuensi minimal 5 kali per minggu.  

    Selain meningkatkan aktivitas fisik, kegiatan seperti menonton televisi dan bermain video game juga harus dibatasi. Menurut penelitian, semakin banyak waktu yang Sobat habiskan untuk menonton televisi, maka berat badan akan cenderung meningkat. Menonton televisi atau bermain video game dapat mengurangi waktu untuk melakukan aktivitas fisik. Selain itu, iklan di televisi banyak yang memberikan contoh pola makan yang tidak sehat. Dengan menonton televisi, Sobat juga dapat menghabiskan lebih banyak camilan yang tidak sehat secara tidak sadar sehingga menambah total kalori yang masuk ke tubuh.

    • USAHAKAN CUKUP TIDUR SETIAP HARI

    Nah, cara mencegah obesitas terkini yang terakhir adalah dengan cukup tidur.  Kurang tidur akan meningkatkan rasa lapar dengan memengaruhi jumlah hormon yang berfungsi menekan rasa lapar, yaitu hormon gherlin dan leptin. Suhu tubuh juga akan mengalami penurunan sehingga pembakaran kalori berkurang.  Selain itu, akibat dari kurang tidur adalah Sobat bisa merasa letih keesokan harinya sehingga mengurangi semangat untuk melakukan aktivitas fisik. Oleh karena itu, mulai sekarang usahakan tidur minimal 7 jam pada malam hari ya, Sobat. Jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat guna mendapatkan infomasi kesehatan penting lainnya. Atau hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp : 0811-18-16-800 untuk keterangan lebih lanjut. Salam sehat!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Chan RS., Woo J. Prevention of overweight and obesity: How effective is the current Public health approach. Int J Environ Res Public Health. Maret 2010;7(3):765–83.
    2. Recommended Community Strategy and Measurements to Prevent Obesity in the United States – CDC [Internet]. [dikutip 4 September 2018]. Tersedia pada: cdc.gov/mmwr/pdf/rr/rr5807.pdf
    3. Orringer K, Harrison R, Nichani S, Riley M, Rothberg A, Trudeau L, dkk. Obesity prevention and management. [Internet]. Juli 2013 [dikutip 4 September 2018]. Tersedia pada: med.umich.edu/1info/FHP/practiceguides/obesity/obesity.pdf
    4. Greenwood JLJ, Stanford JB. Preventing or improving obesity by addressing specific eating patterns. J Am Board Fam Med. 1 Maret 2008;21(2):135–40.
    5. Obesity Prevention Source [Internet]. Obesity Prevention Source. 2012 [dikutip 4 September 2018]. Tersedia pada: hsph.harvard.edu/obesity-prevention-source/obesity-causes/diet-and-weight/
    6. Lin TK, Teymourian Y, Tursini MS. The effect of sugar and processed food imports on the prevalence of overweight and obesity in 172 countries. Glob Health. Desember 2018 [dikutip 5 September 2018];14(1). Tersedia pada: globalizationandhealth.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12992-018-0344-y
    7. Ba S, I C, Jc S, Wpt J. Diet, nutrition and the prevention of excess weight gain and obesity. Public Health Nutr;7(1a):123–46.
    Read More
  • Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata ini? Obesitas merupakan suatu hal yang tidak diinginkan oleh siapapun, baik kaum hawa maupun kaum adam. Kenapa begitu? Tentu saja karena obesitas adalah suatu kondisi di mana seseorang kelebihan berat badan dan hal ini mempengaruhi penampilannya. Yup, obesitas membuat seseorang lebih terlihat “berisi” daripada orang lain […]

    Jamu Ampuh untuk Atasi Obesitas yang Harus Dicoba

    Apa yang terlintas di benak kalian ketika mendengar kata ini? Obesitas merupakan suatu hal yang tidak diinginkan oleh siapapun, baik kaum hawa maupun kaum adam. Kenapa begitu? Tentu saja karena obesitas adalah suatu kondisi di mana seseorang kelebihan berat badan dan hal ini mempengaruhi penampilannya. Yup, obesitas membuat seseorang lebih terlihat “berisi” daripada orang lain dan tentu saja hal ini akan mempengaruhi penampilan – bahkan kepercayaan diri mereka.

    Apakah hanya itu saja efek dari mengalami obesitas? Sayangnya, obesitas bukan saja hanya membuat penampilan seseorang menjadi tidak menarik tapi juga mampu memicu timbulnya penyakit berbahaya. Wah yang benar nih? Yup, obesitas yang tidak segera ditangani bisa menyerang kinerja organ tubuh lainnya; contohnya saja bisa timbul penyakit jantung ataupun kolesterol. Pastinya tidak ada yang menginginkan hal ini terjadi bukan?

    Lalu, apa yang bisa kita lakukan untuk menangani permasalahan yang satu ini? Cara sehat menangani obesitas adalah dengan rutin berolahraga, tapi sayangnya banyak orang mengaku jika mereka tidak memiliki cukup waktu untuk berolahraga. Yup, saat ini banyak orang yang terlalu sibuk sehingga tidak memiliki waktu untuk berolahraga bahkan bersantai sejenak dan hal ini justru menyebabkan timbulnya berbagai penyakit pada tubuh kita. Apakah ada cara lain yang bisa kita lakukan selain berolahraga?

    Kabar baiknya, terdapat cara alternatif yang bisa kita lakukan untuk mengatasi obesitas atau mencegah terjadinya obesitas pada seseorang. Wah yang benar nih? Apakah kita sebaiknya mengonsumsi obat diet? Eits tentu saja tidak! Obat diet sangatlah tidak disarankan untuk dikonsumsi karena efek sampingnya yang dapat membahayakan kesehatan kita, bahkan dapat menyebabkan gagal ginjal. Pada kesempatan kali ini, kita akan mengatasi obesitas dengan memanfaatkan berbagai bahan alami yang ada di sekitar kita dan mengolahnya menjadi jamu. Wah kira-kira jamu apa saja yang ampuh untuk mengatasi obesitas?

    Daripada semakin penasaran, yuk kita simak penjelasannya berikut ini!

    1. Kunir asem

    Siapa sih yang masih asing dengan jenis jamu yang satu ini? Kunir asem adalah salah satu jenis jamu yang sering menjadi favorit masyarakat karena cita rasanya yang tidak terlalu pahit tapi memiliki banyak manfaat untuk tubuh kita. Seperti yang kita tahu, kunyit adalah salah satu bahan alami untuk membakar lemak pada perut dan adanya tambahan asam di sini berfungsi untuk mengoptimalkan hasil yang akan kita dapat. Pencegahan obesitas dapat dilakukan dengan mengonsumsi jamu kunir asem setidaknya satu kali setiap hari dan bisa kita lakukan secara rutin hingga kita mendapatkan hasil yang kita inginkan.

    2. Temu kunci dan sirih

    Temu kunci adalah salah satu bahan alami yang masih asing di telinga masyarakat dan pastinya khasiat untuk mengatasi obesitas tidak perlu diragukan lagi. Temu kunci sendiri juga memiliki berbagai manfaat untuk tubuh kita seperti sebagai obat diare, obat keputihan, dan tentu saja ampuh untuk melngatasi obesitas. Lalu, kenapa kita perlu menambahkan sirih? Seperti yang kita tahu, daun sirih sangatlah efektif untuk detoksifikasi yang berarti mampu mengeluarkan racun dalam tubuh kita dan tentu saja mengatasi obesitas. Mengolah kedua bahan ini pun sangat mudah karena kita hanya perlu menumbuknya hingga halus dan meminum air perasannya. Kita bisa mengonsumsi jamu ini sebanyak setengah gelas dan aman untuk dikonsumsi sebanyak dua kali dalam sehari. Kita bisa mengonsumsinya secara rutin hingga mendapatkan hasil yang diinginkan.

    3. Galian singset

    Bagi penggemar jamu, pasti lah jenis jamu yang satu ini sudah tidak asing lagi. Yup, jamu galian singset adalah ramuan dari daun jati belanda yang dicampur dengan temulawak ataupun kunir putih dan biasa dikonsumsi oleh mereka yang merasa badannya gemuk. Mengonsumsi jenis jamu yang satu ini sangatlah efektif untuk menurunkan berat badan serta menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Jamu ini juga aman dikonsumsi secara rutin hingga kita mendapatkan hasil yang diinginkan.

    4. Jahe

    Jahe adalah salah satu bahan alami yang memiliki banyak manfaat untuk tubuh dan salah satunya efektif untuk menurunkan berat badan. Kabar baiknya lagi, untuk mendapatkan jahe bukanlah suatu hal yang sulit karena kita bisa mendapatkannya di pasar tradisional ataupun supermarket terdekat. Untuk mengolah jahe menjadi jamu, yang perlu kita lakukan adalah dua buah jahe yang telah dipotong dan bisa kita seduh bersama dengan madu. Kita bisa mengonsumsi ramuan jahe ini secara rutin sebanyak tiga kali setiap harinya.

    5. Kayu manis

    Kayu manis adalah bahan alami berikutnya yang bisa kita olah menjadi jamu dan pastinya efektif untuk menurunkan berat badan. Kok bisa? Tentu saja karena berbagai kandungan dalam kayu manis yang membuat kita merasa kenyang lebih lama dan tentu saja akan mengurangi intensitas waktu menyemil kita. Bukan hanya efektif menurunkan berta badan, kayu manis juga mengembalikan kadar kolesterol menjadi normal alias menurunkan kadar kolesterol jahat pada tubuh kita.

    6. Jamu jati cina

    Bahan alami berikutnya yang bisa kita olah menjadi jamu adalah daun jati cina, di mana seperti yang kita tahu daun yang satu ini berfungsi untuk mendetoksifikasi tubuh alias mengeluarkan racun dari dalam tubuh – termasuk membuang lemak. Kita bisa mengonsumsi jenis jamu yang satu ini dengan rutin hingga badan kita menjadi singset.

    7. Jeruk nipis

    Jeruk nipis adalah bahan alami yang sudah tidak asing lagi untuk digunakan dalam jamu dan tentu saja karena jeruk nipis sangatlah efektif untuk menurunkan berat badan. Kita juga bisa menambahkan bangle dan temu ireng supaya hasil yang didapat lebih maksimal. Lalu, bagaimana cara membuat jamu ini? Cara membuatnya pun sangat mudah yaitu kita hanya perlu menghaluskan 1 buah jeruk nipis, ½ jare bangle, ½ jare temu ireng serta 2 sendok makan madu yang akan kita campur dan kita ambil air perasannya. Kita bisa mengonsumsi jamu ini secara rutin, yaitu sebanyak setengah gelas dan dikonsumsi dua kali sehari yaitu pada pagi dan sore hari. Kita biasanya akan mendapat hasil yang kita inginkan dalam jangka waktu 30 hari.

    8. Buah delima

    Siapa bilang jamu selalu pahit? Yup, hal ini dibuktikan salah karena buah delima bisa diolah menjadi jamu dan kita hanya perlu mencampurkannya dengan garam. Jamu buah delima ini sangatlah efektif untuk menurunkan berat badan karena memiliki kandungan serat dan lemak jeuh yang tinggi. Mengolah buah delima ini pun sangat mudah, yaitu memotong kecil-kecil dua buah delima putih ;a;u mencampurkannya dengan garam dan 2 gelas air. Waktu masak buah delima ini sekitar 30 menit lalu kita ambil saringnya dan kita tambahkan garam lagi sebelum dikonsumsi. Jamu buah delima ini bisa kita konsumsi sebanyak ½ gelas dan maksimal dua kali sehari yang pastinya bisa kita konsumsi secara rutin.

    Nah itu tadi adalah beberapa jamu penurun badan yang bisa kita konsumsi dengan rutin hingga mendapatkan hasil yang seperti kita inginkan. Kita juga perlu rutin berolahraga agar badan kita tetap fit dan tentu saja jauh dari kata obesitas. So, tunggu apalagi untuk hidup lebih sehat daripada sebelumnya?

    instal aplikasi prosehat
    Referensi:
    idntimes.com/food/recipe/maira/5-jamu-yang-ampuh-bikin-kamu-kurus/full
    liputan6.com/citizen6/read/2292677/6-bahan-alami-penurun-berat-badan-yang-ada-di-sekitar-kita

    Read More
  • Indikator – indikator ini menentukan kualitas jantung sehat Anda. Untuk mengetahui apakah Anda memiliki jantung yang sehat, Anda dapat memonitor kolesterol, berat badan, tekanan darah dan berbagai faktor lain sebagai indikator. Indikator ini penting untuk mengetahui seberapa besar risiko anda membawa penyakit jantung dan mengetahui kondisi kesehatan jantung anda. Lihatlah jumlah kolesterol total Anda Jumlahnya […]

    5 Indikator Jantung Sehat

    Indikator – indikator ini menentukan kualitas jantung sehat Anda. Untuk mengetahui apakah Anda memiliki jantung yang sehat, Anda dapat memonitor kolesterol, berat badan, tekanan darah dan berbagai faktor lain sebagai indikator. Indikator ini penting untuk mengetahui seberapa besar risiko anda membawa penyakit jantung dan mengetahui kondisi kesehatan jantung anda.

    1. Lihatlah jumlah kolesterol total Anda

    Jumlahnya harus kurang dari 200mg/dL. Jika lebih tinggi dari 240mg/dL, maka kolesterol Anda dianggap tinggi. Jika bekisar antara 200-239, angka-angka tersebut dianggap sebagai batas sehingga target kolesterol total Anda harus lebih rendah dari 200mg/dL.

    Baca Juga: Makanan yang Tepat Untuk Jantung Si Kecil

    1. Ketahui jumlah kolesterol LDL

    Kolesterol LDL atau Low-Density Lipoprotein dikenal sebagai kolesterol “jahat”. Kesehatan jantung Anda tergantung pada banyak faktor yang berbeda tetapi dokter menyatakan orang-orang yang berada di ‘risiko rendah’ untuk penyakit jantung harus memiliki kadar LDL yang tidak melebihi 160mg/dL. Orang-orang yang berisiko tinggi harus menjaga LDL mereka agar kurang dari 100 mg/dL.

    1. Monitor kolesterol baik Anda

    Jumlah kolesterol baik (HDL: High-Density Lipoprotein) untuk seorang wanita adalah 50 mg/dL atau lebih tinggi dan seorang pria dengan jumlah 40 mg/dL atau lebih.

    Baca Juga: 8 Persiapan Liburan dengan Penderita Jantung

    1. Ukur tekanan darah Anda

    Tekanan darah Anda harus kurang dari 120/80 mg/dL. Jumlah glukosa yang terbaik adalah ketika kurang dari 100 mg/dL. Namun, jika turun ke 70 atau di bawah, seseorang dianggap sebagai hipoglikemik dan massa tubuh Anda harus sekitar 25 kg/m.

    1. Ukur lebar pinggang Anda

    Lebar atau tidaknya pinggang Anda juga dapat menjadi indikasi jantung sehat Anda. Seorang wanita dengan kelebihan 35 inci dari ukuran normal pinggangnya dan laki-laki dengan kelebihan 40 inci untuk ukuran pinggangnya, masih dalam kisaran yang sehat.

    Produk Terkait: Herbal Jantung Terbaik

    Perlu diingat bahwa Anda memiliki sebuah catatan khusus indikator-indikator ini dari waktu ke waktu. Selain itu, indikator ini belum semuanya jadi, tetap merujuk pada hasil tes kesehatan dan hasil laboratorium Anda. Bila didapatkan hasil yang di luar dari angka sasaran, maka Anda sebaiknya berkonsultasi kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang terbaik bagi jantung sehat.

    Beritahu dokter bahwa Anda juga ingin memantau kesehatan dan jangan lupa untuk minta salinan hasil laboratorium. Pastikan hasil laboratorium Anda tidak melebihi batas normal di atas ya!

    Read More
  • Rekan Sehat yang penasaran bagaimana obesitas dan diabetes memiliki kaitan kerat benar-benar suatu kemalangan jika tidak dapat mengikuti Trending Health Talk (THT) bersama dr. Irzan, MSc yang diadakan di twitter ProSehat, 22 April kemarin. Beliau  merupakan seorang Medical Life Coach yang juga aktif sbagai praktisi dan trainer di dunia akupunktur. Selain aktif sebagai coach dan […]

    Trending Health Talk (THT) Bersama dr. Irzan – Obesitas & Diabetes

    Rekan Sehat yang penasaran bagaimana obesitas dan diabetes memiliki kaitan kerat benar-benar suatu kemalangan jika tidak dapat mengikuti Trending Health Talk (THT) bersama dr. Irzan, MSc yang diadakan di twitter ProSehat, 22 April kemarin. Beliau  merupakan seorang Medical Life Coach yang juga aktif sbagai praktisi dan trainer di dunia akupunktur. Selain aktif sebagai coach dan dokter klinis akupunktur, dr. Irzan juga menjadi pendiri Fit Skin Clinic, yang merupakan sebuah lembaga riset dalam bidang estetika.

    THT_Obesitas_&_Diabetes-03

    Pada 22 April kemarin ProSehat berkesempatan untuk mengadakan THT yang membahas mengenai Obesitas dan Diabetes. Rekan Sehat tidak sempat mengikuti THT kemarin? Simak yang berikut ini:

    1. Sebenarnya apa itu obesitas? Dan kapan seseorang dikatakan obesitas?

    Jawab: Obesitas adalah kondisi kelebihan berat badan akibat penimbunan lemak tubuh berlebih. Menurut WHO (2000) obese: kondisi abnormal atas akumulasi lemak berlebih pada jaringan lemak. Kita perlu bedakan dengan overweight. Overweight adalah kelebihan berat badan dibanding BB ideal yang didapat akibat penimbunan lemak dan jaringan non lemak, contohnya adalah massa otot. Sementara obesitas sentral adalah penimbunan lemak tubuh yang lokasinya lebih banyak di perut dibanding pinggul, paha, lengan. Kapan dikatakan obesitas? Paling sederhana bisa menggunakan rumus Broca, di mana berat badan ideal: (Tinggi badan – 100) – 10 %. Jika hasilnya > 12% maka berat badannya termasuk ideal. Pendekatan lebih baik, gunakan perhitungan Indeks Massa Tubuh / IMT. Rumusnya berat (kg) dibagi tinggi (m) kuadrat. IMT >25 sudah mulai masuk obesitas. Lingkar perut >90 cm untuk laki-laki dan >80 cm untuk wanita. dh mulai msuk obese.

    2. Bagaimana obesitas atau berat badan seseorang bisa dikaitkan dengan diabetes?

    Jawab: Obesitas adalah salah satu faktor risiko diabetes. Makin besar IMT risiko diabetes naik. Tingginya kadar lemak viseral di perut yang membungkus organ-organ dalam berhubungan dengan resistensi insulin yang ujungnya adalah penyakit diabetes itu sendiri. Orang yang obesitas kadar asam lemak bebasnya naik sehingga memicu gangguan metabolisme gula darah dan terjadi peradangan sel-sel.

    3. Bagaimana dengan orang yang obesitas namun gula darah puasa dan sewaktunya normal? Apakah tetap perlu waspada diabetes?

    Jawab: 20% dari yang obesitas ada yang masih sehat, belum ada gangguan karena belum terjadi gangguan fungsi sel-sel lemak. Pada non-morbid obesity ini, yang terjadi baru perubahan jumlah dan massa sel lemak tapi tidak terjadi adiposopathy. Adiposopathy adalah gangguan fungsi sel-sel lemak yang berujung pada gangguan metabolisme, termasuk resistensi insulin. Apakah perlu waspada? Jelas harus waspada, karena risiko penimbunan jumlah menjadi gangguan fungsi tetap besar. Apalagi selain obesitas, walau masih sehat namun masih mempunyai faktor-faktor risiko diabetes lainnya, jadi harus lebih berhati-hati.

    4. Apa gejala dari seseorang yang obesitas kemudian positif terdiagnosa diabetes?

    Jawab: Yang klasik diwaspadai adalah cepat lapar, cepat haus, banyak buang air kecil, berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas. Keluhan lain bisa saja jadi sering lemas, mudah lelah, sering kesemutan, pandangan kabur, luka yang sulit sembuh, gatal-gatal dan disfungsi ereksi. Selain gejala klasik dan pemeriksaan gula darah puasa >126 mg/dl atau sewaktu >200 mg/dL, kadar HbA1C >6.5%.

    5. Apa yang bisa dilakukan oleh orang dengan obesitas agar tidak terkena diabetes (jika setelah dicek orang ybs belum positif diabetes)?

    Jawab: Menurunkan BB menuju ideal, dengan modifikasi pola makan, aktivitas fisik, manajemen stress. Menurunkan berat badan dengan bertahap dan aman. Penggunaan obat untuk turunkan berat badan menurut WHO hanya diperbolehkan jika IMT >30 atau >27 dengan sindrom metabolik. Pilar utama bukanlah obat atau suntik-suntik lipolisis. Pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik adalah yang utama. Pola makan rendah gula, garam, tinggi serat sangat dianjurkan. Pola makan tinggi protein bantu kurangi lapar berlebih. Dan yang penting juga jangan sampai dehidrasi. Minum air putih 2-2.5 Liter sehari sangat membantu metabolisme tubuh. Aktivitas fisik yang rutin seperti jalan kaki, kalau bisa dengan target 10.000 langkah/hari lebih baik. Atau bisa juga dengan rutin olahraga lain. Bagi yang obesitas dan merasa berat karena lutut, disarankan untuk olahraga dengan low-impact seperti berenang. Manage stress penting dalam penurunan BB serta istirahat yang cukup sangat berperan dalam pembakaran lemak optimal.

    6. Apakah diabetes hanya dapat dilihat dari faktor berat badan berlebih/obesitas saja?

    Jawab: Tidak, masih ada faktor risiko lain, seperti ras, riwayat keluarga, dan usia >45 tahun. Faktor risiko lainnya yaitu pernah melahirkan bayi >4 kg, diabetes saat hamil, aktivitas yang kurang, merokok, hipertensi, dislipidemia HDL <35 mg/dL trigliserida >250 mg/dL, diet tinggi gula rendah serat.

    7. Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit diabetes?

    Jawab: Diabetes dapat dicegah dengan gaya hidup yang sehat. Pola makan sehat, sesuai kebutuhan tubuh. Jumlah yang tidak berlebih, pilih karbo sederhana dengan indeks glikemik rendah, bervariasi, tinggi serat. Jangan biasakan berlapar-lapar, namun tetap berhenti sebelum kenyang, serta makan pada waktu yang lebih teratur. Kurangi minuman berkemasan yang tinggi gula. Biasakan banyak bergerak dan beraktivitas fisik. Olahraga rutin jadikan kebiasaan. Merokok tinggalkan. Dan jika memang punya risiko, periksa gula secara teratur dan kontrol penyakit yang mendasari, seperti hipertensi atau gangguan kolesterol.

    Read More
  • Hallo Rekan Sehat! Pada tanggal 29 Januari 2016 yang lalu telah diadakan Ngobrol Sehat part 3 tentang Obesitas Anak bersama dr. Stella E. Bela, M.Gizi, SpGK di Instagram ProSehat. Acaranya berlangsung dengan sangat meriah, karena banyak sekali partisipan yang mengikuti acara ngobrol sehat part 3 kemarin, membanjiri linimasa kami dan memborbardir dr. Stella dengan pertanyaan terkait dengan obesitas pada anak. […]

    Ngobrol Sehat part 3 Tentang #Obesitas Anak dengan dr. Stella E. Bela, M.Gizi, SpGK

    Hallo Rekan Sehat!

    Pada tanggal 29 Januari 2016 yang lalu telah diadakan Ngobrol Sehat part 3 tentang Obesitas Anak bersama dr. Stella E. Bela, M.Gizi, SpGK di Instagram ProSehat. Acaranya berlangsung dengan sangat meriah, karena banyak sekali partisipan yang mengikuti acara ngobrol sehat part 3 kemarin, membanjiri linimasa kami dan memborbardir dr. Stella dengan pertanyaan terkait dengan obesitas pada anak.  Apakah Rekan Sehat juga berpartisipasi dalam ngobrol sehat part 3? Jika tidak, berikut rangkuman beserta pertanyaan yang diutarakan oleh kami dan Rekan Sehat yang kemudian dijawab oleh dr. Stella secara langsung.

    12568194_1675422216063204_307394012_n

    Pertanyaan 1:

    Sebenarnya apa yang dimaksud dengan obesitas pada anak, ya dok?

    Jawaban:

    Obesitas pada anak dilihat dari status gizi berdasarkan pengukuran berat serta tingginya. Jika berlebih dan melewati Index Massa Tubuh (IMB), maka ia dikategorikan obesitas.

    Pertanyaan 2:

    Apa perbedaan obesitas pada anak dan orang dewasa? Apakah jauh lebih berbahaya dampak yang akan dialami si kecil jika ia obesitas, dok?

    Jawaban:

    Ya, tentunya akan lebih berbahaya jika si kecil sudah obesitas sejak ia kecil. Beban kerusakan organ tubuhnya juga akan dimulai sejak dini dan berakibat fatal di saat ia dewasa dan masih obesitas.

    Pertanyaan 3:

    Bagaimana cara mencegah obesitas anak? Makanan apa saja yang harus dihindari atau dikurangi?

    Jawaban:

    Agari tidak terjadi obesitas, makan sesuai pola gizi yang seimbang, cukup air dan aktivitas fisik. Hindari cemilan seperti gorengan dan yang terlalu manis. Perbanyaklah sayuran dan buah-buahan.

    Pertanyaan 4:

    Masalah kesehatan apa yang akan terjadi pada anak yang obesitas? Bagaimana cara penanganannya?

    Jawaban:

    Obesitas anak tentunya akan mengganggu kenyamanan anak dalam aktivitas. Ia akan mudah sesak nafas saat berlari, kaki yang tidak kuat menyangga badan dan gangguan organ tubuh seperti jantung, hati, dan lain-lain, karena timbunan lemak berlebihan di tubuhnya. Penanganan yang tepat adalah dengan mengurangi asupan kalori, perbanyak sayuran dan buah, serta meningkatkan aktifitas fisik si kecil setiap harinyaa.

    Pertanyaan 5:

    Faktor apa saja yang menyebabkan anak obesitas?

    Jawaban:

    Keturunan hanya mempengaruhi obesitas anak sebesar 20 persen. Ketahui bahwa pengaruh terbesar adalah pola hidup, jenis makanan yang ia konsumsi, atau ketika ia sakit, serta faktor lingkungan dan ketersediaan sumber makanan.

    Pertanyaan 6:

    Kriteria apa saja yang dapat mengkategorikan seorang anak mengalami obesitas? Apa yg harus kita waspadai sebelum mereka masuk dalam kategori tersebut?

    Jawaban:

    Kriteria obesitas anak dapat dilihat dari pengukuran status gizi yang biasa dilakukan berdasarkan berat badan dan tinggi badan setiap bulan lalu dicocokkan dengan kurva di buku KMS atau kurva yg dikeluarkan CDC dan WHO. Jika masuk kriteria obesitas, maka sebaiknya mulai diperhatikan jenis dan jumlah asupan makanan dan minumannya.

    Pertanyaan 7:

    Adakah cara praktis dan tepat untuk mendeteksi secara dini adanya masalah gizi dalam hal obesitas pada anak, dok?

    Jawaban:

    Lakukan kontrol berat badan dan tinggi badan setiap bulan di sarana kesehatan atau cocokkan dengan grafik pada buku KMS.

    Pertanyaan 8:

    Bagaimana cara mengontrol nafsu makan berlebih pada anak ketika anak sedang dalam masa pertumbuhan?

    Jawaban:

    Mudah saja. Atur jadwal pemberian makan dan berikan mereka asupan kaya akan serat seperti sayur dan buah. Pada saat seperti itu Ibu bisa lebih kreatif mengkreasikan makanan dan cemilan sehat untuknya.

    Pertanyaan 9:

    Berpengaruhkah obesitas terhadap tingkat kecerdasan anak?

    Jawaban:

    Tentu saja. Seperti contohnya si kecil yang mengkonsumsi banyak makanan, melebihi asupan yang disarankan perharinya dapat dengan mudah membuat ia mengantuk. Jika mudah mengantuk, ia akan kesulitan untuk berkonsentrasi dan lambat (akhirnya) dalam menangkap pelajaran yang diberikan di sekolah.

    Pertanyaan 10:

    Apa yang menyebabkan obesitas anak, apakah makanan berat atau cemilan dan susu? Lalu perlukah menu tertentu makanan harian yang dikonsumsi agar anak terhindar obesitas?

    Jawaban:

    Obesitas anak terjadi karena jumlah asupan makanan dan minuman yang dikonsumsi terlalu berlebihan. Menu harian dari jumlah, jenis dan jadwal makan dengan salah satu caranya memperbanyak cemilan sehat seperti buah-buahan tentunya harus dilakukan untuk menghindari obesitas anak.

    Pertanyaan 11:

    Adakah kaitannya obesitas anak dengan penyakit menyeramkan seperti jantung atau kanker?

    Jawaban:

    Ya, ada tentunya. Obesitas menyebabkan peningkatan inflamasi dan zat prooksidan yang dapat merusak sel-sel di dalam tubuh si kecil.

    Pertanyaan 12:

    Sebaiknya saya memberikan susu yg seperti apa setelah waktu wajib ASI si kecil selesai? Apakah UHT atau Susu Formula? Jika susu formula sebaiknya yang seperti apa? Apakah dengan kandungan sukrosa atau tidak?

    Jawaban:

    Susu UHT maupun susu formula sama-sama mengandung kalori yang berasal dari karbohidrat, protein dan lemak. Dan yg harus diperhatikan adalah jumlah kalori di dalam asupan makanan dan minuman yg diberikan pada anak. Pantau dari status gizinya yaitu dengan timbang berat badan dan ukur tinggi badannya setiap bulan di sarana kesehatan terdekat atau dokter gizi Anda.

    Nah itu tadi beberapa pertanyaan dengan jawaban hasil Ngobrol Sehat part 3 dengan dokter spesialis gizi anak, dr. Stella E. Bela, M.Gizi, SpGK. Temukan pertanyaan beserta penjelasan lainnya di sini.

    Read More
  • Memiliki anak yang gemuk memang menggemaskan. Tapi jangan sampai gemuknya berlanjut hingga si kecil memasuki usia 5 tahun. Dikhawatirkan ia malah akan obesitas pada saat sudah besar! Obesitas pada anak belum lama menjadi sorotan permasalahan gizi pada anak. Hal ini disebabkan karena komplikasi obesitas pada anak yang dapat ditimbulkan lebih kompleks dibandingkan dengan obesitas pada […]

    Hati-hati Obesitas Pada Anak!

    Memiliki anak yang gemuk memang menggemaskan. Tapi jangan sampai gemuknya berlanjut hingga si kecil memasuki usia 5 tahun. Dikhawatirkan ia malah akan obesitas pada saat sudah besar!

    obese-child

    Obesitas pada anak belum lama menjadi sorotan permasalahan gizi pada anak. Hal ini disebabkan karena komplikasi obesitas pada anak yang dapat ditimbulkan lebih kompleks dibandingkan dengan obesitas pada orang dewasa. Hal ini atas pertimbangan anak yang masih akan terus tumbuh dan berkembang, serta karena anak merupakan generasi penerus bangsa. Dan jika mereka obesitas, aktifitas mereka dalam membangun bangsa ini akan terganggu.

    Tapi sebenarnya, apa itu obesitas pada anak?

    Obesitas adalah akumulasi jaringan lemak di bawah kulit yang berlebihan dan menyebar di seluruh tubuh. Obesitas pada umumnya memiliki tanda dan gejala yang khas, yaitu wajah membulat, dagu rangkap (double chin), leher pendek, pipi membulat, dada mengembung dan payudara yang membesar dengan jaringan lemak. Pada anak laki-laki penis akan tampak kecil karena terkubur dalam jaringan lemak supra-pubik sementara pada anak perempuan indikasinya adalah menstruasi dini.

    Hati-hati obesitas pada anak karena akan menyebabkan masalah kesehatan yang timbul ketika mereka dewasa, seperti berikut ini:

    • Penyakit jantung
    • Resistensi terhadap insulin sehingga rentan terhadap penyakit diabetes
    • Penyakit muskuloskeletal (penyakit otot dan tulang) seperti osteoarhtritis
    • Penyakit kanker
    • Disabilitas

    Berikut fakta-fakta yang terkait dengan resiko obesitas pada anak:

    1. Fakta Genetik: Sebuah penelitian mengatakan bahwa jika ibu biologis mengalami obesitas, maka keturunannya memiliki peluang 75% mengalami obesitas.

    2. Fakta Diet: Dalam hal ini ada 2 poin penting yang diperhatikan yaitu:

    • Perubahan trend makanan cepat saji atau junkfood: Salah satu penyebab obesitas pada anak disebabkan oleh terlalu banyak makan makanan junkfood. Peran orang tua yang memiliki lebih sedikit waktu dan energi untuk menyiapkan makanan sehat juga turut menjadi andil dalam pengalihan makanan ke junkfood. Makanan junkfood biasanya tinggi kadar gula dan lemaknya. Makanan ini juga biasa ditawarkan dalam ukuran besar yang menggiurkan.
    • Konsumsi minuman ringan tanpa diimbangi dengan aktivitas fisik: Selain itu, minuman ringan sudah lebih populer ketimbang susu dan air. Misalnya, setiap tahun, orang Meksiko membelanjakan lebih banyak uang untuk minuman ringan, daripada untuk gabungan sepuluh makanan pokok. Menurut buku Overcoming Childhood Obesity, menenggak minuman ringan 600 mililiter saja setiap hari dapat menaikkan berat badan sebanyak 11 kilogram dalam waktu setahun.

    3. Fakta Kurangnya Olahraga: Asupan makanan tidak berbanding lurus dengan kegiatan fisik atau kegiatan olahraga si kecil. Menonton TV sambil makan, bermain games sambil disuapin makan, tentunya akan menyebabkan obesitas pada anak dengan mudah.

    4. Fakta Faktor Psikologi: Beberapa anak memakan lebih banyak karena adanya gangguan emosi seperti stress atau sekedar bosan.

    5. Fakta Faktor Sosio-ekonomi: Makanan yang tersedia dengan harga  tidak terlalu mahal biasanya cepat saji seperti frozen meals, crackers dan cookies. Makanan tersebut biasanya tinggi lemak dan garam yang berperan dalam penambahan berat badan.

    Bertindak sekarang!

    Badan Kesehatan Dunia atau WHO, menghimbau agar keluarga terutama orang tua lebih pintar dan cermat dalam memilih makanan yang sehat bagi anak-anaknya. Hal ini disebabkan karena preferensi atau kecenderungan untuk menyukai makanan tertentu dibentuk sejak awal masa kanak-kanak dan saat tersebut orang tua memiliki peran yang penting. Memberikan anak-anak balita makanan yang tinggi kalori, tinggi lemak, tinggi gula dan tinggi kadar garam/natrium merupakan kontribusi utama obesitas di masa kanak-kanak. Para orang tua, terutama ibu harus paham mengenai nutrisi pada anak-anak dan harus membongkar kebiasaan lama yang mengatakan anak yang sehat adalah anak yang gemuk. Adanya mitos inilah yang juga menyebabkan orang tua cenderung memberikan asupan makanan berlebihan kepada anak-anaknya.

    Sumber: TanyaDok.com

    Daftar Pustaka

    • Budiwarti, Y. Endang, SKM,MPH. Gizi pada Anak Obesitas. [internet] 2012. [cited May 29 2014]. Available from  http://www.rscm.co.id/index.php?bhs=in&id=GIZ0000001
    • Anonymous. Fakta Penyakit Jantung pada Anak. [internet] 2014. [cited May 29 2014]. Available from http://www.parenting.co.id/article/mode/fakta.penyakit.jantung.pada.anak/001/003/640
    • Gabriella, J. Hartono, dr. Laporan  Gizi di Awal Tahun 2014 : Kurus vs Obesitas. [internet] 2012. [cited May 29 2014]. Available from http://www.tanyadok.com/anak/laporan-gizi-di-awal-tahun-2014-kurus-vs-obesitas
    • Agtadwimawanti, Nur Resti. Fakta Tentang Obesitas dan Kegemukan. [internet] 2012. [cited May 29 2014]. Available from  http://intisari-online.com/read/fakta-tentang-obesitas-dan-kegemukan
    • Mahadikawati, Ika. Obesitas  pada Anak. [internet] 2012. [cited May 28 2014]. Available from http://mediasehat.com/konten7no107
    • Anonymous, Mayo Clinic Staff. Childhood Obesity. [internet] 2014 [cited May 28 2014]. Available from http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/childhood-obesity/basics/causes/con-20027428
    • Anonymous. Obesitas – Fakta, Penyebab dan Resikonya.  [internet] 2014 [cited May 28 2014]. Available from Obesitas – Fakta, Penyebab dan Resikonya
    • Facts and figures on childhood obesity. [homepage on the Internet]. 2014 [cited 2014 Jun 11]. Available from: WHO, Web site: Facts and figures on childhood obesity
    Read More
  • Carb meets carb. Yup, istilah itu tepat banget dipakai pas lihat adik kita makan mie instant dengan nasi! Nasi dan mie instant adalah pilihan anak kos ketika uang bulanan cekak ya. Tapi memang kedua jenis karbohidrat ini favorit banget deh sampai ‘nggak rela gitu untuk makan salah satunya sendirian. Tapi pertanyaannya, sebenarnya baik atau tidak […]

    Kebiasaan Buruk Orang Indonesia: Makan Mie Instant dengan Nasi!

    Carb meets carb. Yup, istilah itu tepat banget dipakai pas lihat adik kita makan mie instant dengan nasi! Nasi dan mie instant adalah pilihan anak kos ketika uang bulanan cekak ya. Tapi memang kedua jenis karbohidrat ini favorit banget deh sampai ‘nggak rela gitu untuk makan salah satunya sendirian. Tapi pertanyaannya, sebenarnya baik atau tidak makan mie instant dengan nasi?

     

    Jawabannya sudah jelas ya. Tidak baik bagi kesehatan kita. Mengapa? Karena asupan kalori yang diperlukan tubuh kita setiap harinya sebenarnya kurang dari 2000 kkal, sedangkan kombinasi super nikmat ini sudah hampir  melebihi 700 kkal/porsi (indomie goreng: 390 kkal/porsi & nasi putih: 350 kkal/saji). Apapun yang berlebihan tentunya akan membawa dampak yang tidak baik bagi tubuh, beberapa dampak buruknya adalah:

     

    Kegemukan

    Pasti sudah banyak yang tahu tentang waktu yang diperlukan tubuh untuk mencerna satu buah mie instant. Lumayan lama lho, sekitar 3 hari. Nah, apakah kita akan membiarkan perut keroncongan selama menunggu proses pencernaan itu selesai? Tentu tidak! Nah, hal inilah yang mengakibatkan kegemukan. Banyaknya karbohidrat yang masuk, dan proses pembakaran yang hampir tidak ada akan mengubah mereka menjadi timbunan lemak pada tubuh. Kita bisa cek dengan mengukur lingkar perut yang lebih dari setengah tinggi badan, yang artinya tubuh kalian kegemukan hingga akhirnya menjadi sumber segala macam penyakit, salah satunya adalah penyakit diabetes melitus atau kencing manis.

     

    Penyakit Diabetes

    Makan mie instant dengan nasi putih menghasilkan kalori yang cukup besar yakni sekitar 750 kalori perporsi. Jumlah ini sangat tidak dianjurkan untuk kesehatan tubuh. Secara normal, makanan ataupun snack yang kita makan akan diproses oleh pankreas dan menghasilkan hormon insulin. Hal ini tidak akan bagus untuk kesehatan tubuh kita karena jika pertumbuhan hormon insulin terlalu tinggi maka hal tersebut akan merusak fungsi dari pankreas yang akan membuat anda terkena gejala dari diabetes.

     

    Darah Tinggi

    Coba kamu perhatikan kandungan natrium dalam satu bungkus mie instant. Kamu akan terkejut saat kamu melihat bahwa dalam 1 bungkus mie instan terkandung lebih dari 1000 miligram atau 1 gram natrium! Dokter dan perhimpunan dokter menganjurkan asupan natrium harian sebaiknya maksimal 3 gram dalam 1 hari supaya terhindar dari penyakit darah tinggi. Bayangkan kamu menyantap 1 mangkok mie instant yang mengandung 1 gram natrium ditambah sambal instan yang juga mengandung natrium plus makanan atau minuman siap saji lainnya yang juga mengandung natrium. Berapa coba jumlah natrium yang sudah kamu makan?

     

    Jadi, masih tertarik makan mie instan dengan nasi? Pilih salah satu saja, ya! Jangan lupa juga cek rutin kadar gula dalam darah, ya!

    Read More

Showing 1–10 of 11 results

WhatsApp Asisten Maya saja