Hal-hal yang Perlu Sobat Ketahui Tentang Rapid Test Corona
Rapid test menjadi istilah yang begitu populer ketika virus Corona merebak di Indonesia sejak awal Maret 2020. Prosedur kesehatan ini dilakukan untuk mengetahui secara cepat positif atau negatif orang yang terindikasi menderita Corona. Hampir semua instansi, baik pemerintah maupun swasta mewajibkan para pegawainya untuk melakukan rapid test yang sudah disediakan di kantor-kantor tersebut. Tujuannya supaya virus Corona dapat dicegah dan dikendalikan penyebarannya mengingat sifat virus ini yang begitu massif penyebarannya.
Baca Juga: Bagaimana Cara Mendapat Surat Keterangan Bebas Corona
Pengertian Rapid Test

Rapid Test yang jika dibahasaindonesiakan menjadi tes cepat atau uji cepat adalah metode skrining awal untuk mendeteksi antibodi, IgM dan IgG yang diproduksi oleh tubuh untuk melawan Corona melalui sampel darah. Keduanya akan terbentuk apabila ada paparan virus Corona atau SARS-CoV2. Ketika ada antigen yang masuk ke tubuh kita seperti Corona, tentu saja sistem pertahanan tubuh kita akan melawan. Hal tersebut bisa disamakan dengan sistem pertahanan negara, yang dalam hal ini sel darah putih dalam tubuh kita adalah tentaranya.
Apabila serangan virus semakin banyak ke dalam tubuh, semua sel darah putih akan dikerahkan menangkal berbagai fungsi selain menyerang. Jadi ada yang berperan sebagai mata-mata untuk kemudian dijadikan sebagai informasi untuk melawan virus tersebut.
Produk Terkait: Rapid Test Covid-19
Dari situlah kemudian ada tim khusus untuk melawan yang disebut dengan antibodi, yang akan menempel pada antigen sehingga kemampuan virus memasuki sel dan memperbanyak diri dapat dicegah. Fungsinya untuk melawan bakteri, virus, dan benda asing lainnya.
Dua Jenis Antibodi dalam Darah
Immonuglobulin G (IgG)
Ini adalah jenis antibodi yang paling umum ditemukan dalam darah dan cairan tubuh lainnya. Antibodi tersebut akan menyimpan memori yang berkaitan dengan bakteri atau virus yang pernah masuk ke dalam tubuh sehingga dapat memberikan perlindungan terhadap infeksi yang bisa ditimbulkan kemudian hari.
Imunoglobulin M (IgM)
Antibodi ini adalah antibodi yang akan memberikan perlindungan pertama terhadap suatu infeksi. Artinya, ia akan muncul setelah tubuh terpapar oleh bakteri atau virus untuk pertama kali. Kadar IgM kemudian akan meningkat karena pertama kali terinfeksi lalu menurun seiring dengan meningkatnya kadar IgG untuk memberikan perlindungaan jangka panjang terhadap infeksi. Karena dapat menentukan secara cepat positif atau tidaknya seseorang terkena corona, maka rapid test atau uji cepat wajib dilakukan sebagai sebuah skrining awal yang ke depannya dapat mencegah dan memutus rantai penyebaran Corona selain tetap di rumah dan tidak berkumpul di ruang publik.
Kapan Waktu yang Tepat untuk Melakukannya?
Sobat Sehat bisa melakukan rapid test Corona, yaitu 7 hari setelah terpapar virus Corona. Waktu ini lebih efektif, dan karena dalam jeda waktu tersebut diperlukan juga untuk mendeteksi antibodi yang terbentuk dalam tubuh pasien akibat infeksi, yakni IgG dan IgM.
Kedua immunoglobulin tersebut merupakan jenis antibodi yang akan terdeteksi melalui tes cepat Corona. Namun, apabila Anda merasa mengalami gejala yang mencurigakan, segera periksakan diri ke dokter.
Siapa yang Perlu Melakukan Rapid Test?
Uji cepat Corona ini direkomendasikan kepada orang-orang berikut:
- Orang tanpa gejala atau OTG, terutama yang pernah melakukan kontak minimal 7 hari dengan pasien positif COVID-19 atau memiliki risiko tertular. Contohnya adalah petugas kesehatan.
- Orang dalam pemantauan atau ODP.
- Pasien dalam pengawasan atau PDP.
- Orang-orang yang berprofesi dalam kesehariannya kontak dengan banyak orang seperti polisi, tentara, sopir transportasi massal, petugas bandara, kurir, pejabat publik pengemudi ojek online, dan sebagainya.
- Uji cepat Corona ini bisa dilakukan setelah orang-orang yang disebut di atas terpapar Corona supaya bisa lebih efektif ketika memeriksa dua antibodi dalam tubuh.
Sobat tentu juga akan bertanya mengenai harga dan prosedur yang harus dilakukan mengenai rapid Corona ini.
Baca Juga: Kapan dan Di Mana Bisa Rapid Test Mandiri?
Berapa Harganya?
Harga rapid test Corona mulai dari Rp 350.000, dan dapat bervariasi tergantung paket yang ditawarkan oleh fasilitas kesehatan yang ditunjuk melakukan tes ini. Biasanya tes dilakukan bersamaan dengan beberapa tes lainnya seperti rontgen thorax dan tes darah. Akan tetapi harga yang demikian dikeluhkan sebagian besar masyarakat terutama bagi yang kurang mampu sehingga pemerintah memutuskan pada 6 Juli 2020 bahwa harga tertinggi untuk rapid test Corona ini sebesar Rp 150.000 berdasarkan SE Nomor HK.02.02/I/2875/2020.
Bagaimana Prosedurnya?
Prosedur untuk melakukan uji cepat Corona ini terdiri dari berbagai tahapan, yaitu:
- Tenaga medis akan membersihkan area pengambilan darah dengan cairan antiseptik untuk membunuh kuman dan mencegah infeksi.
- Lengan atas akan diikat dengan perban elastis agar aliran darah dapat terkumpul dan pembuluh darah vena lebih mudah ditemukan.
- Darah kemudian akan diambil dengan menyuntikkan jarum steril ke pembuluh darah setelah vena ditemukan.
- Tabung khusus lalu dipasang di belakang jarum suntik.
- Jarum akan dilepas dan bagian yang disuntik akan ditutup dengan perban ketika jumlah darah sudah cukup.
Cara lain yang bisa digunakan adalah seperti pada tes golongan darah, yaitu dapat dilakukan dengan menusukkan jarum di ujung jari pasien. Setelah darah keluar dari hasil penusukan kemudian akan diteteskan pada alat rapid test. Hasilnya akan keluar dalam 15-20 menit.
Seperti Apa Hasilnya?
Hasil Corona sendiri bisa reaktif atau non-reaktif. Reaktif atau positif terjadi jika salah satu atau kedua antibodi IgM atau IgC menunjukkan hasil reaktif yang menandakan bahwa pasien mengalami infeksi tertentu yang bisa akibat virus lain, bukan Covid-19. Karena itulah, untuk memastikan infeksi yang muncul bukan karena Covid-19, biasanya dokter akan merujuk Sobat untuk langsung melakukan swab test atau PCR. Sedangkan non-reaktif terjadi jika antibody IgG dan IgM menunjukkan hasil yang negatif. Dengan kata lain, tidak ada infeksi pada pasien.
Pemeriksaan rapid test ini supaya benar-benar efektif perlu diulang sekali lagi pada 7-10 hari kemudian jika memang hasilnya negatif. Apabila positif, Sobat disarankan untuk isolasi mandiri selama 14 hari dengan tetap menghubungi petugas kesehatan secara online. Jika parah, Sobat harus segera dirujuk ke rumah sakit darurat atau khusus untuk penanganan Corona.
Perbedaan dengan Swab Test
Seperti yang sudah disebutkan setelah Sobat melakukan rapid test, Sobat juga disarankan untuk melakukan swab test atau PCR. Tentu banyak Sobat Sehat yang bertanya-tanya apa perbedaan antara rapid dan swab?
Perbedaan mendasar pada keduanya adalah apabila rapid untuk skrining atau pemeriksaan tahap awal secara cepat, swab adalah untuk mendiagnosis secara pasti dan tepat apakah Sobat benar-benar terkena Covid-19 atau tidak.
Dapat dipastikan bahwa swab merupakan langkah terakhir untuk mengetahui seseorang terinfeksi Corona atau tidak sama sekali. Selain perbedaan mendasar, juga terdapat perbedaan lainnya meliputi prosedur, alat yang digunakan beserta harga yang ditetapkan.
Baca Juga: Inilah 7 Perbedaan PCR Swab dan Rapid Test
Apakah Ada Efek Sampingnya?
Rapid test Corona tentu saja mempunyai efek samping yang ringan seperti memar dan nyeri yang terjadi pada lokasi penyuntikan. Efek ini seperti pengambilan darah pada umumnya.
Bolehkah Melakukan Secara Mandiri?
Cara seperti ini sangat tidak disarankan sama sekali karena hasil yang didapatkan sangat tidak akurat atau bahkan meragukan sama sekali. Bahkan, para pakar kesehatan menyarankan untuk sebaiknya melakukan tes cepat ini di fasilitas-fasilitas kesehatan yang terpercaya. Ketidakakuratan atau hasil yang meragukan didapat dari kualitas alat tes yang tidak begitu bagus bahkan abal-abal sehingga akan menyesatkan Sobat dalam membaca hasilnya. Karena itu, sebaiknya Sobat percayakan saja kepada para petugas kesehatan yang terpercaya dalam tes ini.
Apabila Anda ingin melakukan rapid test namun terkendala waktu karena kesibukan yang dimiliki, Sobat bisa segera memanfaatkan layanan rapid test dari Prosehat yang tentu saja memudahkan Sobat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa
Referensi
1. Media K. Kemenkes: Batasan Biaya Tertinggi Rapid Test Rp 150.000 Berlaku untuk Pasien Mandiri Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/07/14/06264481/kemenkes-batasan-biaya-tertinggi-rapid-test-rp-150000-berlaku-untuk-pasien?page=all
- Azizah K. Marak Rapid Test Corona Mandiri, Bolehkah Dilakukan Sendiri? [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4977547/marak-rapid-test-corona-mandiri-bolehkah-dilakukan-sendiri
- Hasil Rapid Test Reaktif Ternyata Belum Tentu Positif Virus Corona Begitu Pula Sebaliknya I. Hasil Rapid Test Reaktif Ternyata Belum Tentu Positif Virus Corona Begitu Pula Sebaliknya, Ini Penjelasannya – Semua Halaman – Kids [Internet]. Kids.grid.id. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://kids.grid.id/read/472195074/hasil-rapid-test-reaktif-ternyata-belum-tentu-positif-virus-corona-begitu-pula-sebaliknya-ini-penjelasannya?page=all
- Widiyani R. Mengenal Apa Itu Rapid Test, Biaya, dan Lokasi Tes COVID-19 [Internet]. detiknews. 2020 [cited 15 July 2020]. Available from: https://news.detik.com/berita/d-5031349/mengenal-apa-itu-rapid-test-biaya-dan-lokasi-tes-covid-19

![Kapan & Di Mana Bisa Rapid Test Mandiri? Maraknya pandemi COVID-19 yang masih belum mereda di Indonesia membuat masyarakat ingin mengecek status kesehatan mereka. Bahkan banyak yang membeli rapid test yang dijual online untuk melakukan tes secara mandiri. Apakah Sobat perlu melakukan rapid test secara mandiri? Bolehkah dilakukan sendiri? Baca Juga: Kenali Rapid Test dan Pembacaan Hasilnya Rapid test merupakan sebuah pemeriksaan skrining […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2020/04/rapid-test.png)

![Bagaimana Cara Mendapat Surat Keterangan Bebas Corona? Demi menekan penyebaran COVID-19, pemerintah telah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak bulan April 2020 dan masih terus diperpanjang hingga bulan Juni 2020. Namun, PSBB juga berdampak pada ekonomi masyarakat sehingga masih banyak masyarakat yang harus tetap keluar rumah untuk mencari nafkah. Ditambah lagi, pemberlakuan PSBB membuat izin keluar-masuk Jakarta diperketat sehingga akses […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2020/03/virus-corona.png)
![Pilih Mana? Imunisasi di Rumah atau Faskes Selama Pandemi? Selama masa pandemi akibat penyebaran virus corona menyebabkan kita tidak bisa keluar rumah karena pemerintah membuat aturan untuk tetap tinggal di dalam rumah serta menghindari pusat-pusat keramaian, baik itu pusat perbelanjaan, tempat ibadah dan juga tempat pelayanan kesehatan. Banyak sekali Sobat yang menunda rencana atau kegiatan yang harusnya dilakuan, termasuk beberapa Sobat yang memiliki buah […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2018/08/vaksinasi-dan-imunisasi.jpg)
![Siapkan Diri Kembali Bekerja Setelah PSBB Pandemi COVID-19 telah terjadi di berbagai daerah di Indonesia, sehingga pemerintah memutuskan untuk mengadakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada sejumlah daerah. Namun dengan berjalannya PSBB, semua kegiatan menjadi terhambat, termasuk perekonomian negara. Dengan situasi seperti ini, perekonomian negara harus tetap berjalan dengan dilakukan langkah-langkah pencegahan. Kementerian Kesehatan RI telah menerbitkan Keputusan Menteri Kesehatan nomor […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2020/06/kembali-bekerja.jpg)

![Cara Mengendalikan Laju COVID-19 di Lingkungan Kantor Pemerintah telah menetapkan kebijakan kerja dari rumah semasa pandemi COVID-19 untuk mengurangi rantai penularan penyakit ini. Namun, terdapat sejumlah profesi yang masih mengharuskan karyawan untuk tetap bekerja di kantor. Untuk mengetahui cara pencegahan yang benar, Sobat sebaiknya juga mengenal cara penularan virus tersebut, yaitu melalui percik renik yang keluar saat seseorang sedang batuk atau bersin. […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2020/06/laju-corona.png)
Membiasakan cuci tangan bagi pekerja 
![Seperti Apa Efektivitas Imunisasi Drive Thru? Di tengah pandemi COVID-19 terdapat berbagai himbauan yang berlaku, salah satunya adalah agar masyarakat tetap di rumah dan menghindari pusat keramaian, serta mengurangi jumlah kunjungan ke rumah sakit bila kondisi tidak gawat darurat. Hal ini mungkin bisa menjadi dilema apakah perlu membawa Si Kecil untuk melakukan imunisasi di rumah sakit atau tidak.1 Baca Juga: Seperti […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2018/04/imunisasi.jpg)
![5 Persiapan untuk Kondisi New Normal Hingga saat ini pandemi COVID-19 masih berlangsung, dan para ahli pun belum yakin sampai kapan pandemi akan berakhir. Ini berlaku untuk seluruh negara, termasuk di Indonesia. Dengan berjalannya pandemi yang cukup lama, Sobat harus beradaptasi karena dunia akan memasuki fase New Normal. Sobat mungkin baru pertama kali mendengar istilah ini, apakah fase New Normal itu? […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2020/05/new-normal-01.jpg)