Kenali Rapid Test dan Pembacaan Hasilnya
Infeksi virus COVID-19 saat ini masih berjalan hingga hampir tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Melihat penyebaran virus COVID-19 yang masih bertambah, maka pemerintah mulai melakukan rapid test di beberapa wilayah. Rapid Test dapat memberikan hasil dengan cepat dibandingkan dengan tes PCR. Apakah Rapid Test tersebut? Apakah Sobat perlu melakukan Rapid test dan bagaimana jika hasilnya positif atau negatif?
Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Sobat Ketahui tentang Rapid Test
Pengenalan Rapid Test
Rapid Test atau secara lengkap disebut Rapid Diagnostic Test (RDT) merupakan sebuah pemeriksaan skrining awal untuk mendeteksi antigen atau antibodi (IgG, IgM) dalam tubuh terhadap virus COVID-19.2 Tipe RDT yang lebih sering dijumpai adalah yang mendeteksi antibodi. Antibodi diproduksi oleh respon tubuh terhadap sebuah infeksi, dalam kasus ini terbentuk antibodi terhadap virus COVID-19. Pembentukkan antibodi membutuhkan waktu sekitar beberapa hari hingga minggu dan dipengaruhi oleh faktor usia, status nutrisi, keparahan infeksi, dan obat-obatan yang mensupresi sistem imun.
Tes ini dapat mendeteksi jika sudah terdapat antibodi terhadap COVID-19 di dalam tubuh Sobat. Waktu yang diperlukan untuk melakukan tes tersebut hanya sekitar 15 menit. Namun harus diingat kembali bahwa tujuan dari RDT adalah untuk skrining. RDT berbeda dari pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis COVID-19, yaitu Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR). RT-PCR merupakan pemeriksaan yang mendeteksi apakah terdapat virus COVID-19 di dalam tubuh Sobat dan merupakan gold standard untuk mendiagnosis pasien COVID-19.
Produk Terkait: Rapid Test Covid-19
Apakah Sobat perlu melakukan RDT?
Menurut Kementerian Kesehatan RI, berikut adalah yang diprioritaskan untuk dilakukan RDT:4
- Orang yang telah kontak dekat dengan pasien positif.
- Tenaga kesehatan.
Namun jika Sobat mengalami gejala COVID-19 seperti demam, sesak, dan batuk pastikan untuk memeriksakan diri Sobat ke dokter.
Hasil dari RDT
Setelah Sobat menjalani RDT, hasil yang dijumpai dapat berupa kualitatif, yaitu negatif atau positif.
Hasil negatif menunjukkan saat ini didalam tubuh Sobat belum terdapat antibodi terhadap COVID-19. Hasil ini menunjukkan bahwa memang belum terdapat infeksi virus COVID-19 dalam tubuh Sobat. Namun Sobat perlu waspada karena hasil dapat menunjukkan negatif palsu, yang terjadi jika sudah terdapat infeksi namun antibodi yang diproduksi tubuh belum cukup untuk memberikan hasil positif atau terdapat faktor-faktor lain yang memengaruhi penurunan produksi antibodi tubuh seperti yang dijelaskan sebelumnya. Langkah selanjutnya yang harus Sobat lakukan adalah tetap waspada dan pantau diri Sobat selama 14 hari. Jika terdapat gejala COVID-19 seperti demam, sesak, dan batuk, pastikan untuk memeriksakan diri Sobat ke dokter secepatnya.
Baca Juga: Kapan & Di Mana Bisa Rapid Test Mandiri?
Hasil positif menunjukkan bahwa dalam tubuh Sobat terdapat antibodi terhadap COVID-19. Namun perlu diingat juga terdapat hasil positif palsu, yang terjadi karena terdapat antibodi terhadap tipe virus corona lain seperti yang menyebabkan flu biasa.2 Jika hasil RDT positif, Sobat perlu melakukan pemeriksaan RT-PCR untuk memastikan apakah terdapat virus COVID-19 di dalam tubuh Sobat.
Selain hasil negatif atau positif, Sobat juga mungkin mendapatkan hasil berupa IgM dan IgG negatif atau positif. IgM merupakan antibodi tubuh yang diproduksi dalam jangka waktu cepat, yaitu beberapa hari hingga 1 minggu, sedangkan IgG merupakan antibodi tubuh memerlukan waktu sekitar 2-4 minggu dan dapat bertahan selama 6 bulan hingga beberapa tahun.5,6 Terdapat penelitian lain yang menunjukkan bahwa IgM dan IgG dapat timbul pada hari ke-4.
Berikut tabel penjelasan lebih mudah mengenai hasil IgM dan IgG.
| IgM | IgG | Keterangan |
| – | – | Tidak terdapat infeksi COVID-19 atau antibodi tidak terdeteksi |
| + | – | Terdapat infeksi COVID-19 akut |
| + | + | Terdapat infeksi COVID-19 akut |
| – | + | Terdapat infeksi COVID-19 lampau |
Sebuah penelitian dilakukan untuk membandingkan hasil dari RDT dengan RT-PCR yang merupakan gold standard. Didapatkan RDT memiliki nilai sensitifitas 88,66% dan spesifisitas 90,63%.
Selama pandemi COVID-19 ini berlangsung, pastikanlah Sobat tetap waspada. Lakukanlah social distancing dan gunakan masker, jagalah kebersihan tangan dan lakukan etika batuk. Bila Sobat mengalami gejala COVID-19 periksakanlah diri Sobat secepatnya ke dokter.
Baca Juga: Seperti Inilah Cara Melepas Masker yang Benar
Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik /wa.
DAFTAR PUSTAKA
- COVID-19 situation reports. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/situation-reports
- Advice on the use of point-of-care immunodiagnostic tests for COVID-19. Who.int. 2020. Available from: https://www.who.int/news-room/commentaries/detail/advice-on-the-use-of-point-of-care-immunodiagnostic-tests-for-covid-19
- Li Z, Yi Y, Luo X, Xiong N, Liu Y, Li S et al. Development and Clinical Application of A Rapid IgM‐IgG Combined Antibody Test for SARS‐CoV‐2 Infection Diagnosis. Journal of Medical Virology. 2020;.
- Rapid Test Corona Diprioritaskan bagi Nakes dan Orang Kontak dengan Pasien Positif | Direktorat Jendral P2P. P2p.kemkes.go.id. 2020. Available from: http://p2p.kemkes.go.id/rapid-test-corona-diprioritaskan-bagi-nakes-dan-orang-kontak-dengan-pasien-positif/
- FAQs on Diagnostic Testing for SARS-CoV-2. U.S. Food and Drug Administration. 2020. Available from: https://www.fda.gov/medical-devices/emergency-situations-medical-devices/faqs-diagnostic-testing-sars-cov-2
- SARS-CoV-2 (Covid-19): Diagnosis by IgG/IgM Rapid Test Clinisciences. Clinisciences.com. 2020. Available from: https://www.clinisciences.com/es/leer/newsletter-26/sars-cov-2-covid-19-diagnosis-by-2264.html
- Xiang F, Wang X, He X, Peng Z, Yang B, Zhang J et al. Antibody Detection and Dynamic Characteristics in Patients with COVID-19. Clinical Infectious Diseases. 2020;.
![Kenali Rapid Test dan Pembacaan Hasilnya Infeksi virus COVID-19 saat ini masih berjalan hingga hampir tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Melihat penyebaran virus COVID-19 yang masih bertambah, maka pemerintah mulai melakukan rapid test di beberapa wilayah. Rapid Test dapat memberikan hasil dengan cepat dibandingkan dengan tes PCR. Apakah Rapid Test tersebut? Apakah Sobat perlu melakukan Rapid test dan bagaimana jika hasilnya positif […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2020/04/rapid-test.png)

![Berobat Online Lebih Efektif Saat Masa Pandemi Corona Presiden Joko Widodo meminta masyakat yang sedang sakit untuk memanfaatkan aplikasi kesehatan untuk berobat secara online (telemedicine). Dengan adanya layanan online, tidak semua orang yang sakit perlu berobat ke rumah sakit. Konsultasi kesehatan bisa dilakukan melalui aplikasi, salah satunya ProSehat. Di tengah pandemi Coronavirus disease 2019 (COVID-19) ini, anjuran konsultasi online sendiri bertujuan untuk melindungi […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2020/04/konsultasi-dokter.png)
![Dampak COVID–19 pada Kesehatan Karyawan Pandemi global COVID-19 selama beberapa bulan terakhir telah memberi dampak signifikan terhadap perekonomian di Indonesia. Hal ini juga memengaruhi kinerja para karyawan perusahaan. Demi menekan penyebaran COVID-19 dan menjaga kesehatan karyawannya, banyak instansi pemerintahan dan perkantoran swasta yang mengeluarkan kebijakan work from home (WFH). Karyawan merupakan aset perusahaan yang tentunya berdampak besar bagi operasi perusahaan. […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2020/04/karyawan-selama-covid.png)
![5 Tips Mencegah Kulit Kering Akibat Sering Mencuci Tangan Mencuci tangan adalah salah satu langkah yang efektif untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 yang dapat menimbulkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Cuci tangan dianjurkan dengan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Bila tidak ada, bisa menggunakan hand rub yang berbahan dasar alkohol setidaknya 60%. Cuci tangan dianjurkan untuk dilakukan sebelum makan, sebelum dan […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2020/04/cuci-tangan-bersih.png)
![8 Cara Mengatasi Kantuk Saat Berpuasa yang Efektif Rasa mengantuk biasanya dapat dihilangkan dengan minum kopi atau makan camilan. Namun, cara ini nggak berlaku, ya saat ramadan, karena kita harus berpuasa dari subuh hingga magrib tiba. Baca Juga: 8 Tips Meningkatkan Semangat Work From Home Selama Bulan Ramadan Mengantuk saat puasa disebabkan oleh perubahan siklus tidur. Biasanya kita bangun saat subuh, tapi saat […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2018/05/mengatasi-kantuk.jpg)





![Tips Aman dari Corona Saat Belanja Online Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh SARS-CoV-2 saat ini sudah ditetapkan sebagai pandemik oleh the World Health Organization (WHO). Sebagai upaya untuk mencegah penyebaran penyakit ini, maka pemerintah menghimbau agar masyarakat melakukan physical distancing, yaitu dengan menjaga jarak minimal 1 meter dari orang lain serta mengurangi aktivitas di luar rumah. Beruntungnya saat ini kita […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2020/04/social-distancing.jpg)
![Perhatikan Cara Gunakan Alat Pelindung Diri (APD) yang Benar Coronavirus disease 2019 (Covid-19) adalah penyakit yang menyerang sistem pernafasan akibat terinfeksi virus SARS-CoV-2. Penyakit ini ditularkan melalui droplets yaitu percik renik yang keluar saat seseorang yang terinfeksi batuk atau bersin, namun bisa juga menular melalui udara (airborne) jika ada tindakan medis yang memicu terjadinya aerosol seperti nebulisasi, bronkoskopi, pemasangan intubasi, dan lain-lain. Individu yang […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2020/04/pakaian-apd.jpg)
![PSBB Ditetapkan Pemerintah Setelah Social Distancing, Apa Itu PSBB? Sebagai upaya mencegah penyebaran SARS-CoV-2 yang menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang semakin tinggi di Indonesia, pemernitah telah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka penangan virus corona. Selain itu Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto juga menerbitkan Permenkes Nomor 9 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2020/04/psbb-jakarta.jpg)
![Waspada, Beda Batuk Gejala Flu Biasa dan Batuk Gejala Corona Gejala dari Coronavirus disease 2019 (COVID-19) yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-2 memang sangat menyerupai dengan gejala flu biasa yang dikenal juga sebagai common cold. Common cold sendiri juga disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernafasan terutama bagian atas seperti hidung dan tenggorokan. Kelompok Rhinoviruses merupakan penyebab 50% batuk pilek biasa, sisanya bisa disebabkan oleh Respiratory […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2018/08/batuk.jpg)
![Waspada Terinfeksi Corona Tanpa Gejala (Silent Carrier) Penyebaran virus SARS-CoV-2 yang dapat menyebabkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19) sampai saat ini masih sulit untuk dikendalikan. Penyakit ini sudah dinyatakan sebagai pandemik yang tersebar di seluruh dunia. Hingga tanggal 1 April 2020, terdapat 823.626 jumlah kasus di seluruh dunia dan telah menyebabkan 40.598 kematian. Di Indonesia sendiri, jumlah kasus sudah mencapai 1.790 kasus terkonfirmasi […]](https://www.prosehat.com/wp-content/uploads/2020/03/corona-virus.png)