Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

5 Tips Mencegah Kulit Kering Akibat Sering Mencuci Tangan

Mencuci tangan adalah salah satu langkah yang efektif untuk mencegah penularan virus SARS-CoV-2 yang dapat menimbulkan Coronavirus disease 2019 (COVID-19). Cuci tangan dianjurkan dengan menggunakan sabun dan air mengalir selama minimal 20 detik. Bila tidak ada, bisa menggunakan hand rub yang berbahan dasar alkohol setidaknya 60%. Cuci tangan  dianjurkan untuk dilakukan sebelum makan, sebelum dan selama mempersiapkan makanan, setelah menggunakan toilet, setelah batuk atau bersin, dan saat tangan terlihat kotor secara kasat mata. 

Namun, terlalu sering cuci tangan terkadang bisa menyebabkan kulit tangan menjadi kering, bahkan iritasi hingga luka di area kulit yang tipis seperti pada punggung tangan dan sela-sela jari. Bagian terluar dari kulit kita mengandung kelenjar yang menghasilkan minyak yang dapat berperan sebagai pelindung kulit dan menjaga kelembapan kulit. Lapisan minyak ini bisa hilang bila tercuci dengan sabun. Hal inilah yang membuat kulit tampak kering, kemerahan, gatal, terkupas, dan bahkan sampai terluka. Kondisi kulit yang kering ini akan menjadi lebih parah pada orang-orang yang memiliki kondisi kulit sensitif sebelumnya.

Untuk mengatasi kulit kering bukan berarti dengan mengurangi cuci tangan, karena cuci tangan dengan benar sangat penting untuk melindungi diri. Cuci tangan dilakukan untuk mencegah penularan berbagai macam infeksi kuman penyakit, termasuk juga dari COVID-19 yang penularannya melalui percik renik. Tangan sering digunakan untuk menyentuh permukaan-permukaan benda yang mungkin sudah terkontaminasi oleh virus, bila tangan menyentuh bagian wajah seperti hidung, mulut, maupun mata (selaput lendir) maka dapat menyebabkan penularan virus yang menyerang saluran pernafasan. 

cuci tangan bersih

Berikut adalah tips yang dapat dilakukan agar kulit tangan Sobat tetap sehat dan tidak kering walaupun sering mencuci tangan:

 

  • Gunakan sabun yang bisa melembapkan kulit 

 

Mencuci tangan dengan sabun jauh lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan air saja karena surfaktan yang terdapat dalam sabun dapat mengangkat kotoran maupun mikroba dari kulit. Menurut penelitian dan rekomendasi dari Center for Disease Control and Prevention (CDC), tidak ada manfaat kesehatan tambahan bagi konsumen (tidak termasuk untuk professional dan tenaga medis) menggunakan sabun yang mengandung bahan antibakteri dibandingkan dengan menggunakan sabun biasa. Bahan dalam sabun ‘antibakteri’ yang umum, termasuk triklosan, tidak lebih efektif untuk membunuh kuman daripada mencuci tangan dengan sabun biasa dan air selama 20 detik. Bila tangan Sobat termasuk yang mudah kering dan sensitif, pakailah sabun yang bersifat lebih lembut dan dapat menjaga kelembapan kulit tangan Sobat.

 

  • Mencuci tangan dengan lembut 

 

Pastikan untuk mencuci tangan dengan sabun dari telapak tangan, punggung tangan, di antara jari-jari, dan kuku selama 20 detik. Gerakan menyabuni dan menggosok tangan akan menciptakan gesekan yang membantu mengangkat kotoran, minyak, dan mikroba dari kulit. Cucilah tangan dengan tenaga yang lembut, karena gerakan yang terlalu agresif bisa memicu iritasi pada kulit.

 

  • Jangan gunakan air panas

 

Suhu air sebenarnya tidak berpengaruh banyak untuk menghilangkan mikroba di kulit. Gunakan air dengan suhu yang nyaman untuk mencuci tangan Sobat. Air yang terlalu panas cenderung dapat menyebabkan kulit yang kering dan mudah iritasi.

 

  • Mengeringkan tangan dengan benar

 

Setelah mencuci tangan, keringkan tangan secara menyeluruh. Kuman lebih mudah menempel pada tangan yang basah. Cukup dengan menepuk-nepukan tisu atau handuk, hindari menggosokan tisu atau handuk secara agresif ke kulit tangan karena dapat menimbulkan luka abrasi mikro ke kulit dan menyebabkan iritasi pada kulit yang sensitif.

 

  • Gunakan krim pelembap

 

Pada kulit yang cenderung kering dan mudah iritasi, sebaiknya aplikasikan krim pelembap pada tangan. Krim pelembap paling efektif digunakan setelah mencuci tangan karena kerja dari krim pelembap adalah dengan mengunci kelembapan kulit serta mencegah hilangnya air dari lapisan kulit.

Untuk informasi terkait corona, Sobat dapat menghubungi hotline ProSehat ke nomor WA (whatsapp) 0811-1512-800, klik link prosehat.com/wa. Selain itu, bagi Sobat yang memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan, Sobat dapat mengakses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat atau bisa menghubungi nomor Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat!

Ditulis Oleh: dr Erika Gracia

DAFTAR PUSTAKA

  1. When and How to Wash Your Hands | Handwashing | CDC [Internet]. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/handwashing/when-how-handwashing.html
  2. COVID-19: How to care for dry hands after washing them so much – UCLA Health – Los Angeles, CA [Internet]. Available from: https://www.uclahealth.org/covid-19-how-to-care-for-dry-hands-after-washing-them-so-much
  3. CDC. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/lab/index.html
  4. Yu JJ, Manus MB, Mueller O, Windsor SC, Horvath JE, Nunn CL. Antibacterial soap use impacts skin microbial communities in rural Madagascar. PLOS ONE. 2018 Aug 20;13(8):e0199899. 
  5. 7 Tips to Keep Your Skin Healthy While Washing Your Hands Often [Internet]. Healthline. Available from: https://www.healthline.com/health-news/how-to-keep-your-skin-healthy-while-washing-your-hands-often

Chat Asisten ProSehat aja