Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Author Archive for: viki_s

Prosehat

About Prosehat

Showing 1–10 of 41 results

  • 1. Gratis ongkir ke seluruh pelosok negeri tanpa minimum pembelian 2. Dapat memilih sesuai ekspedisi pilihan, max ditanggung ProSehat Rp. 20.000 3. Hanya untuk pembayaran online, tidak berlaku untuk COD atau bayar di tempat 4. Hanya dapat dipergunakan maksimal 1 transaksi per pelanggan per hari 5. Promo gratis ongkir akan hangus apabila tidak dilakukan pembayaran […]

    Syarat dan Ketentuan Promo Gratis Pengiriman Ke Seluruh Pelosok Negeri

    1. Gratis ongkir ke seluruh pelosok negeri tanpa minimum pembelian
    2. Dapat memilih sesuai ekspedisi pilihan, max ditanggung ProSehat Rp. 20.000
    3. Hanya untuk pembayaran online, tidak berlaku untuk COD atau bayar di tempat
    4. Hanya dapat dipergunakan maksimal 1 transaksi per pelanggan per hari
    5. Promo gratis ongkir akan hangus apabila tidak dilakukan pembayaran dalam 3 x 24 jam setelah konfirmasi pemesanan dari ProSehat
    6. Berlaku untuk pembelian dari Aplikasi dan Website ProSehat.com
    7. ProSehat berhak untuk mengganti atau menghapus program ini tanpa pemberitahuan sebelumnya
    8. ProSehat berhak untuk membatalkan gratis ongkir apabila menemukan tindakan manipulasi/kecurangan, seperti: riwayat pesanan yang tidak wajar, kejanggalan pada aktivitas akun, penyalahgunaan program Gratis Ongkir
    9. Syarat dan ketentuan ini bisa berubah sewaktu-waktu sesuai keputusan ProSehat
    10. Promo berlaku hingga 31 Oktober 2018

    -Ingat Sehat, Ingat ProSehat-

    Read More
  • FAQ Cara belanja, S&K dan Promo Kupon INGATSEHAT

    home-desktop-ingat-sehat
    Dapatkan potongan Rp.50.000 dengan belanja di kategori produk susu anak dan ditambah dengan produk kesehatan keluarga lainnya (Popok Bayi, Kebutuhan Bayi dan Balita, Ibu Hamil dan Menyusui, Suplement & Multivitamin, Herbal) dengan minimal pembelanjaan Minimal Rp.300.000 dengan memasukkan kode promo INGATSEHAT di dompet ProSehat.
    1. Promo berlaku tanggal 6 Mei – 30 Juni 2017.
    2. Gratis Ongkir** maximum. 5% dari total belanja.
    3. Ekstra hemat Rp.50.000 setiap pembelanjaan dengan memasukkan kode promo INGATSEHAT di Dompet ProSehat.
    4. Minimal pembelanjaan Rp 300.000
    5. Ekstra hemat berlaku untuk pembelian produk kategori susu yang disertai produk lain di kategori popok, kebutuhan bayi & balita, ibu hamil & menyusui, suplemen & multivitamin, herbal, makanan & minuman.
    6. Kode promo tidak dapat digabungkan dengan promo lain.
    7. Gratis ongkos kirim sesuai ketentuan yang berlaku
    8. Pelanggan wajib menyelesaikan pembayaran paling lambat 3 x 24 jam setelah kode promo dipakai.
    9. Berlaku untuk pembelian via web dan aplikasi.
    10. Promo dapat diakses di prosehat.com/promo atau klik banner yang bertanda INGATSEHAT
     ingatsehat1
    Masukkan Kode promo INGATSEHAT di dompet Prosehat
     ingatsehat2
     Pilih Banner Belanja Susu Anak

     
     
     

     ingatsehat3
    Pilih Susu Anak yang ingin dibeli dan “Tambahkan Barang Lain”

     
     
     

    ingatsehat4
    Pilih kategori lainnya (popok, kebutuhan bayi & balita, ibu hamil & menyusui, suplemen & multivitamin, herbal, makanan & minuman)  misalnya popok

     
     
     

     ingatsehat5
    Lakukan pembelanjaan hingga minimum 300ribu dan dapatkan potongan voucher 50rb dengan kodepromo dari dompet INGATSEHAT serta gratis 5% ongkir dari total belanja anda.

     
     
     

    -Ingat Sehat, Ingat ProSehat-
    Read More
  • Syarat dan Ketentuan THR datang lebih awal

    banner-thr-home-web

    Cek dahulu disini S&K yang berlaku :

    1. Daftar baru jadi anggota di ProSehat.com langsung dapatkan voucher hemat senilai Rp. 100.000
    2. Buka Dompet ProSehat setelah pengguna baru Daftar sampai user memasukkan verifikasi SMS
    3. Masa berlaku voucher s.d 30 Juni 2017.
    4. Minimal pembelanjaan senilai Rp. 500.000 dalam 1 keranjang belanja
    5. Berlaku untuk pembelanjaan semua produk, khusus produk susu hanya dapat belanja 1 item untuk 1 produk saja setiap user
    6. Hanya dapat digunakan 1 kali oleh user yang telah terverifikasi SMS pendaftarannya
    7. Hanya berlaku untuk 1000 pembelanjaan pertama di ProSehat
    8. Penyalahgunaan kupon dapat dianulir oleh ProSehat
    9. Berlaku pembelian via Web ProSehat.com maupun App ProSehat di Android & iPhone
    10. Promo ini tidak dapat digabungkan promo lain dan hanya berlaku untuk pengguna baru yang terdaftar dari 1 – 31 Mei 2017
    11. Syarat dan Ketentuan dapat berubah sewaktu-waktu

    -Ingat Sehat, Ingat ProSehat-

    Read More
  • dr. Clara – “Dok, kok anak saya belum bisa begini seperti teman seumurannya ? Normal atau tidak dok?” pertanyaan ini sering ditanyakan oleh orang tua bayi sekarang ini. Semakin berkembangnya akses informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan anak, kita lebih gampang menilai apakah anak sudah dalam jalur pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai atau tidak. Tetapi, bijaklah […]

    Tumbuh Kembang Bayi Usia 0 – 6 Bulan

    dr. Clara – “Dok, kok anak saya belum bisa begini seperti teman seumurannya ? Normal atau tidak dok?” pertanyaan ini sering ditanyakan oleh orang tua bayi sekarang ini. Semakin berkembangnya akses informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan anak, kita lebih gampang menilai apakah anak sudah dalam jalur pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai atau tidak. Tetapi, bijaklah memilih informasi, jangan sampai disesatkan oleh informasi yang tidak jelas kebenarannya. Yuk, sekarang kita belajar pertumbuhan dan perkembangan anak usia 0-6 bulan.

    Usia 0 – 2 bulan

    Pada usia ini, bayi mulai bisa tersenyum, memandangi orang tuanya, berusaha membuat nyaman dirinya sendiri (misal: memasukan tangan ke mulut, mengisap jari). Bayi berusaha berkomunikasi dengan cara membuat suara (gurgling) dan menoleh ke arah suara yang dia dengar. Secara kognitif bayi akan mulai memperhatikan wajah orang, menangis apabila merasa bosan, dan matanya akan mulai mengikuti gerakan benda di sekitarnya. Bayi akan berusaha mengangkat kepala ketika ditengkurapkan dan menggerakan tungkai dan lengan secara bebas.

    Ibu dapat mengkonsultasikan keadaan si kecil apabila mendapati keadaan berikut di usia dua bulan : bayi tidak merespon ke arah suara, mata bayi tidak mengikuti arah gerakan, tidak dapat tersenyum atau mengangkat kepala ketika ditengkurapkan, tidak memasukan tangan atau mengisap jari untuk membuat dirinya merasa nyaman.

    Ibu dapat membantu menstimulasi anak dengan cara memeluk, berbicara, bernyanyi dan bermain ketika bayi makan, berpakaian atau mandi, membiarkan anak untuk merasa nyaman dengan caranya sendiri (contoh : mengijinkan untuk mengisap jari), mengenalkan kegiatan rutin, misalnya menidurkan bayi secara terjadwal, meresponi bayi ketika bayi membuat suara, kenali tanda-tanda anak ketika bayi merasa bosan, tidak nyaman atau lainnya, stimulasi bayi dengan menggerakan mainan sehingga matanya dapat mengarah ke mainan tersebut, membiarkan bayi dalam posisi tengkurap dan meletakan mainan di sekitarnya sambil memperhatikan si kecil.

    Usia 3 – 4 bulan

    Pada usia ini, secara sosial emosional bayi mampu untuk tersenyum spontan kepada orang sekitar, menangis ketika permainan dihentikan, mencontoh beberapa gerakan seperti gerakan tersenyum atau cemberut. Bayi mengeluarkan suara-suara (babble) untuk komunikasi, bersuara dengan ekspresi atau menirukan suara yang didengar, menangis untuk menunjukan lapar, bosan atau lelah. Kemampuan untuk meraih mainan dengan satu tangan, mengikuti gerakan benda dari satu sisi ke sisi lainnya, dan mengenali wajah atau benda di sekelilingnya semakin berkembang baik. Perkembangan motorik terlihat baik apabila mampu mengangkat kepala secara stabil dalam posisi tengkurap dan mengangkat badan dengan siku sebagai tumpuan, bisa berguling, mengguncang atau mengayunkan mainan, berusaha menegakan tungkai apabila dituntun untuk berdiri.

    Ibu perlu merasa khawatir apabila bayi belum dapat mengikuti arah benda, tidak tersenyum pada orang yang ditemui, sulit mengangkat kepala dengan stabil, cenderung diam atau enggan mengeluarkan suara (babble).

    Ibu dapat menstimulasi bayi dengan cara menyentuh, berbicara dan tersenyum saat bersama bayi, menjadwalkan secara rutin waktu tidur dan makan, memperhatikan kesukaan dan tidak disukai bayi, menirukan suara si kecil, meresponi bayi ketika bersuara (babble), menyesuaikan mainan dengan usia dan pastikan lingkungan yang aman untuk bayi, meletakkan mainan pada tangan bayi dan membantu untuk memegangnya, memegangi bayi ketika belajar berdiri sambil berbicara atau bernyayi dengan si kecil.

    Usia 5 – 6 bulan

    Menginjak usia ini bayi diharapkan mampu mengenali wajah, bermain bersama (terutama dengan orang tua), meresponi suara di sekitar, mengucap vokal :”eh”, “ah”, “oh”, merespon ketika namanya dipanggil, membuat suara ketika senang atau sedih, mengucapkan suara konsonan seperti “m”, “d”. Secara kognitif bayi mulai mengamati lingkungan sekitar, mencoba menggapai benda-benda, memasukan barang ke mulut, memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain. Kemampuan bergerak bayi juga semakin baik ditunjukan dengan cara berguling, mulai duduk sendiri, dapat merangkak mundur atau maju bergantian, dan mulai belajar berdiri.

    Ibu dapat mengkonsultasikan keadaan anak ke dokter apabila : anak tidak berusaha menggapai benda, tidak merespon sekitarnya, anak kurang berekspresi, belum mampu mengucap vokal : “eh”, “ah”, “oh”,  dan tidak mampu berguling.

    tumbang-bayi-usia-0-6-bulan-dr-clara

    Ibu dapat membantu perkembangan anak dengan memperkenalkan nama-nama tiap benda, menunjukan gambar-gambar sambil berbicara atau bercerita pada bayi, memposisikan bayi dalam posisi duduk dengan hati-hati sambil membiarkan dia mengamati sekitar,  dan membiarkan bayi berguling dengan aman.

    Peran ibu dalam menstimulasi bayi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Apabila dalam pengamatan didapatkan pertumbuhan dan perkembangan yang tidak sesuai, jangan ragu untuk mengkonsultasikan ke dokter Anda. Semoga bermanfaat!

    Referensi :

    1. Rauh S. Is Your Baby on Track? [Internet]. WebMD. 2017 [cited 28 March 2017]. Available from: http://www.webmd.com/parenting/baby/features/is-your-baby-on-track#1
    2. CDC | Milestones | Learn the Signs. Act Early. | NCBDDD [Internet]. Cdc.gov. 2017 [cited 28 March 2017]. Available from: https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/
    Read More
  • Dr. Oktatika Pratiwi – Penilaian tumbuh kembang anak penting dilakukan secara berkala untuk mengetahui apakah anak bertumbuh dan berkembang secara optimal atau tidak. Seringkali orangtua tidak menyadari ketika anak mengalami keterlambatan perkembangan. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengetahui tahapan tumbuh kembang anak. Anak yang sehat akan menunjukkan tumbuh kembang yang optimal apabila diberikan stimulasi […]

    Tumbuh Kembang Anak 7 – 12 Bulan

    Dr. Oktatika Pratiwi – Penilaian tumbuh kembang anak penting dilakukan secara berkala untuk mengetahui apakah anak bertumbuh dan berkembang secara optimal atau tidak. Seringkali orangtua tidak menyadari ketika anak mengalami keterlambatan perkembangan. Oleh karena itu, penting bagi orangtua untuk mengetahui tahapan tumbuh kembang anak. Anak yang sehat akan menunjukkan tumbuh kembang yang optimal apabila diberikan stimulasi yang adekuat.

    tumbang-anak

    Terdapat berbagai metode yang dapat digunakan dalam menilai tumbuh kembang anak. Namun hal yang penting diingat sebagai orang tua adalah membedakan antara apa itu pertumbuhan dan apa itu perkembangan. Pertumbuhan lebih mengarah kepada perubahan fisik dari sang anak, sedangkan perkembangan mengarah kepada kemampuan dan keterampilan yang bisa dilakukan sang anak.

    Menilai pertumbuhan fisik sang Anak

    Hal yang pertama kali dilakukan adalah menilau bagaimana pertumbuhan fisik dari sang Anak, dimana parameter yang dinilai adalah :

    • Tinggi badan
    • Berat badan
    • Lingkar kepala
    • Lingkar dada
    • Lipatan kulit
    • Lingkar lengan atas
    • Panjang lengan (arm span), dan panjang tungkai.

    Adapun alat untuk yang digunakan untuk  pengukuran tersebut kemudian dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan berbagai kriteria dan kurva standar.

    Menilai perkembangan sang Anak

    Perkembangan anak mengacu pada kemampuan anak untuk melakukan hal-hal tertentu sesuai dengan pertambahan usia mereka. Penilaian perkembangan anak dapat diukur dengan skala perkembangan Milestone. Skala Milestone digunakan untuk mengukur perkembangan keterampilan fisik atau perilaku pada bayi dan anak seiring tumbuh kembang mereka. Dari skala milestone ini, kita sebagai orang tua bisa menilai dan menyesuaikan anak umur berapa, sudah mempunyai keterampilan apa saja. Dari sini kita bisa menilai apakah anak ada keterlambatan atau masalah pada perkembangannya.

    Berikut ini adalah ulasan perkembangan bayi usia 7 – 12 bulan menurut Milestone:

    Usia bayi Keterampilan yang dapat dilakukan
    7 bulan Duduk tanpa dibantu

    berguling

    Menggapai benda-benda disekitarnya dengan gerakan menyapu

    bersuara tanpa arti (babbling)

    8 bulan Mengucap “dada” dan “mama”, menirukan suara

    Mulai merangkak

    Memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain

    Mengambil objek menggunakan jempol dan jari telunjuk

    9 bulan Mengucap kata dengan menggabungkan suku kata

    Berdiri dengan berpegangan

    Menaruh, melempar benda

    10 bulan Melambaikan tangan

    Mengambil benda dengan menggenggam

    Merangkak

    Mengamati

    11 bulan Mengenal anggota keluarga, takut orang asing

    Bermain cilukba atau permainan sosial lainnya

    Berdiri sendiri dalam beberapa detik

    Merespon suara

    12 bulan Meniru aktivitas orang lain

    Mengucapkan kata-kata

    Mengungkapkan keinginan dengan Bahasa tubuh

     

    Apa yang harus dilakukan untuk mencapai tumbuh kembang anak yang optimal

    Pada anak, bermain dan belajar merupakan aktifitas yang tidak terpisahkan. Untuk menstimulasi dan mendukung tumbuh-kembang anak secara optimal, selain gizi yang seimbang, hal-hal yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

    1. Menciptakan lingkungan yang aman untuk anak

    Tempatkan benda-benda, mainan yang aman bagi anak. Hindari benda yang beracun dan yang berpotensi membahayakan, benda tajam, serta sumber listrik. Area bermain anak disertai dengan pembatas yang aman

    1. Berkomunikasi dengan anak

    Bicaralah kepada anak anda, gunakan intonasi dan ekspresi wajah yang sesuai, dan perhatikan respon nya, meskipun kata-kata yang diucapkan anak tidak jelas, hal ini dapat menstimulasi kemampuan anak untuk berkomunikasi. Berikan juga pertanyaan-pertanyaan yang tidak hanya terbatas pada jawaban ya/tidak. Lakukan komunikasi yang interaktif.

    1. Ajak anak bermain

    Permainan yang dapat dimainkan seperti cilukba, merangkak, serta beragam aktifitas dan permainan yang mengasah imajinasi dan kreativitas anak, misalnya permainan susun-menyusun. Lakukan aktivitas dengan repetisi (pengulangan) sehingga dapat meningkatkan kepercayaan diri anak dan menstimulasi perkembangan sel otak anak.

    1. Berikan benda-benda yang dapat menciptakan rasa nyaman pada anak

    Seperti selimut, boneka, dan sebagainya, yang membantu membuat anak merasa nyaman dan tenang, selain tentunya hal yang tidak kalah penting adalah kontak anak dengan orangtua (menggendong, menimang).

    1. Musik juga membantu menstimulasi perkembangan anak

    Berikan musik yang sederhana dan menenangkan, lagu anak-anak, atau dapat juga musik klasik

    1. Berikan pujian pada anak

    saat ia melakukan hal yang benar, jika anak berperilaku salah atau membahayakan, katakan hal tersebut tidak benar serta jelaskan  alasannya dengan tenang.

     Kapan kita harus berkonsultasi ke dokter untuk gangguan tumbuh kembang anak?

    Beberapa anak dapat mengalami tahapan perkembangan yang lebih cepat dibanding anak seusianya. Namun, sebagian lainnya dapat mengalami gangguan perkembangan. Sekitar 5 – 10% anak diperkirakan mengalami keterlambatan perkembangan. Sekitar 1 – 3% anak dibawah usia 5 tahun mengalami keterlambatan perkembangan umum (dua atau lebih ranah perkembangan).

    Segera konsultasikan anak kepada dokter apabila terdapat gangguan perkembangan sebagai berikut:

    Pada usia 7 – 9 bulan:

    • Tidak dapat berguling atau duduk
    • Tidak dapat meraih benda atau menaruh benda ke dalam mulutnya
    • Tidak merespon terhadap suara atau visual
    • Tidak mengoceh, tidak dapat menirukan suara

    Pada usia 10 – 12 bulan:

    • Tidak dapat merangkak atau jatuh ke satu sisi secara konsisten saat merangkak
    • Tidak dapat berdiri tanpa dibantu
    • Tidak ada bahasa tubuh, seperti mengangguk atau menggerakkan kepala
    • Tidak mengucap kata, misalnya “mama” atau “dada”
    • Tidak peduli dengan sekitarnya
    • Tidak tertarik melakukan kontak mata

    Semakin dini masalah perkembangan anak terdeteksi, semakin cepat tertangani sehingga diharapkan membawa hasil yang baik. Dengan demikian, dapat dilakukan target pencapaian dalam upaya mengejar keterlambatan perkembangannya.

    Referensi:

    1. babies P. Baby milestone chart: seven to 12 months [Internet]. BabyCentre. 2017 [cited 27 March 2017]. Available from: http://www.babycentre.co.uk/a6477/baby-milestone-chart-seven-to-12-months
    2. growth Y. Baby growth spurts [Internet]. BabyCentre. 2017 [cited 27 March 2017]. Available from: http://www.babycentre.co.uk/a25012757/baby-growth-spurts
    3. Infant development: Milestones from 7 to 9 months – Mayo Clinic [Internet]. Mayo Clinic. 2017 [cited 27 March 2017]. Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/infant-development/art-20047086
    4. Infant development: Milestones from 10 to 12 months – Mayo Clinic [Internet]. Mayo Clinic. 2017 [cited 27 March 2017]. Available from: http://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/infant-development/art-20047380
    5. record D. Developmental milestones record: MedlinePlus Medical Encyclopedia [Internet]. Medlineplus.gov. 2017 [cited 27 March 2017]. Available from: https://medlineplus.gov/ency/article/002002.htm
    6. Mengenal Keterlambatan Perkembangan Umum pada Anak [Internet]. 2017 [cited 27 March 2017]. Available from: http://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-keterlambatan-perkembangan-umum-pada-anak
    7. [Internet]. 2017 [cited 27 March 2017]. Available from: https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/pdf/parents_pdfs/trackchildsdevmilestoneseng.pdf
    Read More
  • Lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat penting bagi anak.  Anak mengalami pertumbuhan fisik seperti berat badan,tinggi badan dan otak. Tidak hanya pertumbuhan, perkembangan anak juga tidak kalah penting.  Apa bedanya pertumbuhan dan perkembangan ? Bila pertumbuhan dinilai dari berat dan tinggi badan maka perkembangan dinilai dari kemampuan anak […]

    Tumbuh Kembang Anak usia 1-2 tahun

    Lima tahun pertama dalam kehidupan anak merupakan tahap pertumbuhan dan perkembangan yang sangat penting bagi anak.  Anak mengalami pertumbuhan fisik seperti berat badan,tinggi badan dan otak. Tidak hanya pertumbuhan, perkembangan anak juga tidak kalah penting.  Apa bedanya pertumbuhan dan perkembangan ? Bila pertumbuhan dinilai dari berat dan tinggi badan maka perkembangan dinilai dari kemampuan anak untuk berjalan, berbicara dan berinteraksi dengan orang lain.

    Berat badan dan tinggi badan anak merupakan tanda pertumbuhan yang paling mudah dilihat pada anak. Penilaian berat dan tinggi badan anak yang ideal dilakukan oleh tenaga kesehatan dengan mengikuti kriteria dan kurva yang standar. Selain berat dan tinggi badan, ada tumbuh kembang anak dinilai dari 4 aspek meliputi perkembangan fisik, kognitif, Bahasa/ komunikasi dan social emosional.

    Baca Juga: 12 Cara Mengajarkan Anak Hidup Sehat

    Perkembangan anak usia 1 -2 tahun :

    tumbuh-kembang-anak

    Apa yang perlu dilakukan agar tumbuh kembang anak optimal ?

    Nutrisi untuk Pertumbuhan Anak Usia 1-2 Tahun

    Anak sebaiknya sudah dikenalkan dengan makanan selain ASI sejak usia 6 bulan sehingga pada usia 1 tahun anak sudah mulai mengenal beberapa jenis makanan. Mengenal jenis makanan yang beragam bisa menjadi kebiasaan makan sehat yang dapat diikuti oleh anak hingga dewasa.  Pola makan yang sehat dianjurkan meliputi makan 3 kali sehari diikuti dengan snack 1-2 kali sehari diantara waktu makan.

    Baca Juga: 7 Alasan Si Kecil Perlu Suplemen Anak

    Sering kali orang tua dalam memberi makan hanya memperhatikan apakah anak kenyang atau tidak dan bahkan dimasa sekarang dimana orang tua juga bekerja. Jenis makanan yang diberikan sering tidak beragam atau penyajiannya yang instan seperti makanan instan, makanan beku hingga fast food. Makanan jenis tersebut sebaiknya dihindari dan makanan yang tidak beragam beresiko anak kekurangan nutrisi tertentu seperti kekurangan zat besi.

    Kekurangan zat besi merupakan kondisi yang paling sering ditemui pada anak terutama pada anak usia 1-2 tahun. Kekurangan zat besi diketahui memiliki hubungan dengan perkembangan dan perilaku anak. Sumber zat besi dapat ditemui di banyak makanan yakni daging, ikan, kacang-kacangan, tahu dan sayur-sayuran hijau .Selain itu kebutuhan lemak juga penting untuk perkembangan otak anak.  Makanan yang kaya akan lemak sehat seperti omega-3 penting untuk perkembangan anak. Omega 3 dapat ditemui di berbagai  sumber makanan seperti  ikan, minyak ikan dan telur.

    Baca Juga: 6 Tips Mengajarkan Si Kecil Puasa Pertama

    Stimulasi Perkembangan Anak Usia 1-2 Tahun

    Khususnya pada anak 1-2 tahun, perkembangan memiliki makna yang khusus dan biasanya paling diingat oleh ayah bunda. Pada usia 1-2 tahun inilah anak pertama kali anak bisa berjalan sendiri, mampu mengucapkan “ Mama” atau “Papa” dan mulai dapat mengekspresikan keinginannya. Stimulasi menjadi penting disini. Stimulasi baik untuk memenuhi kebutuhan emosional anak maupun untuk mengembangkan kemampuan anak untuk melakukan fungsi-fungsi yang lebih kompleks.

    Baca Juga: 10 Tes Kesehatan Pranikah Yang Perlu Kamu Ketahui

    Adapun untuk mengembangkan kemampuan anak  untuk melakukan fungsi yang lebih kompleks dapat dilakukan dengan :

    1. Mengenalkan orang baru pada anak. Hal ini dapat dilakukan dengan bercerita tentang orang baru dan mengenalkan orang baru secara perlahan. Ini penting agar anak dapat berinteraksi dengan banyak orang selain orang tuanya
    2. Mengajarkan kemandirian. Karena pada usia 1-2 tahun anak sudah dapat berjalan sendiri dan mulai dari mengekspresikan keinginannya. Hal-hal sederhana seperti menyuap makanan sendiri dan menyebutkan nama sendiri

     Tanda Waspada untuk Terlambat Tumbuh Kembang

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Anda Waspadai

    Dengan berbagai stimulasi yang dapat diberikan ke anak. Ayah dan Ibu juga perlu mengenal tanda waspada akan keterlambatan tumbuh kembang anak. Di bawah ada tanda-tanda waspada untuk anak usia 1-  2 tahun. Apabila ditemukan tanda waspada, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter.

    Usia 12 bulan :

    • Tidak dapat merangkak
    • Tidak dapat berdiri ketika dibantu
    • Tidak dapat mengucap kata sederhana seperti “ mama” atau “papa”
    • Tidak mempelajari gesture seperti mengeleng kepala atau melambai tangan

    Usia 18 bulan :

    • Tidak dapat berjalan
    • Tidak mendapat kosakata baru
    • Tidak memiliki minimal 6 perbendaharaan kata
    • Tidak mengenal benda-benda umum seperti telephone, sendok dll
    • Tidak memperhatikan atau keberatan ketika orang tua meninggalkan anak atau kembali ke anak
    • Kehilangan kemampuan yang sebelumnya dimiliki

    Baca Juga: 8 Fakta Melawan Diabetes

    Usia 1-2 tahun merupakan usia penting bagi tumbuh kembang anak. Nutrisi dan stimulasi yang baik membantu pertumbuhan dan perkembangan optimal anak.  Orang tua perlu untuk mendidik dirinya sendiri agar dapat menyiapkan nutrisi dan stimulasi yang baik untuk anak.

    Referensi :

    1. Berdanier CD, Dwyer J, Feldman EB. Handbook of Nutrition and Food 3rd Edition. CRC Press.2013
    2. Kliegman RM. Nelson Textbook of Pediatrics 20 Ed. Elsevier. 2016
    3. Hay WW, Levin MJ, Sondheimer JD. Current Diagnosis & Treatment Pediatrics 23 Ed. Lange-Mcgraw Hill. 2016
    4.  McConnon, L. Developing Young Children’s Creativity: Posibility Thinking in Early Years. London: Institute of Education Press. 2016
    5. Child Development and Early Learning. Facts for Life 4th Ed. Available from : http://www.factsforlifeglobal.org/03/1.html
    6. Important Milestone : Your Child by One Year. CDC. Available from : https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-1yr.html
    7. Important Milestone : Your Child by One Year. CDC. Available from : https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/milestones-18mo.html
    Read More
  • Dr. Visakha Revana – Pertumbuhan mengacu pada bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh. Perkembangan mengacu pada bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Pada anak yang berusia 3-5 tahun, pengukuran terhadap pertumbuhan anak, yakni berat dan tinggi badan dapat dilakukan tiap 3 bulan sekali. Pertumbuhan anak dapat dipantau dengan menggunakan kurva pertumbuhan dari World […]

    Tumbuh Kembang Anak di Usia 3-5 Tahun

    Dr. Visakha Revana – Pertumbuhan mengacu pada bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh. Perkembangan mengacu pada bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Pada anak yang berusia 3-5 tahun, pengukuran terhadap pertumbuhan anak, yakni berat dan tinggi badan dapat dilakukan tiap 3 bulan sekali. Pertumbuhan anak dapat dipantau dengan menggunakan kurva pertumbuhan dari World Health Organization (WHO).

    Pertumbuhan merupakan suatu keadaan yang dinamis, sehingga untuk mendefinisikan gangguan pertumbuhan diperlukan lebih dari satu kali pengamatan. Melihat proporsi tinggi badan dengan berat badan seorang anak adalah hal yang tidak boleh dilewatkan. Faktor genetik dan lingkungan turut berperan dalam mempengaruhi tumbuh kembang anak.

    Baca Juga: 7 Tips Bantu Balita Tetap Tenang Saat Terbang

    tumbang-3-5-tahun

    Perkembangan Anak pada umur 3-5 Tahun

    Tahapan perkembangan anak pada usia 3-4 tahun mencakup :

    • Dapat berdiri dengan satu kaki sampai dengan dua detik
    • Mulai dapat melompat
    • Bisa mengendarai sepeda roda tiga
    • Menumpuk kubus hingga delapan buah
    • Mengenal 2-4 warna
    • Dapat menyebutkan umur, nama, dan tempat
    • Mengerti arti kata yang menunjukkan posisi, seperti di atas, di bawah, dan di depan
    • Dapat mengenakan sepatu, celana panjang, dan kemeja secara mandiri
    • Bermain, bersama teman, dan mulai mengikuti aturan permainan

    Baca Juga: 8 Penyakit yang Sering Menyerang Anak

    Tahapan perkembangan anak pada usia 4-5 tahun mencakup :

    • Berdiri dengan satu kaki selama 6 detik
    • Melompat – lompat dengan satu kaki
    • Menggambar berbagai objek, seperti tanda silang, lingkarang, dan orang dengan tiga bagian tubuh
    • Apabila bermain boneka, dapat mengancing baju boneka
    • Menyebut namanya sendiri dengan lengkap tanpa dibantu
    • Senang menyebut kata – kata baru
    • Senang bertanya
    • Menjawab pertanyaan dengan kata yang benar
    • Dapat membandingkan benda berdasarkan ukuran dan bentuknya
    • Menggosok giginya sendiri tanpa dibantu
    • Tidak rewel saat ditinggal ibunya

    Stimulus tumbuh kembang anak usia 3-5 tahun

    Setiap anak perlu mendapatkan stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus. Stimulasi tumbuh kembang anak dapat dilakukan oleh orang terdekat. Stimulasi diberikan sesuai dengan kelompok umur anak. Lakukan stimulus dengan cara mengajak anak bermain atau kegiatan lain yang menyenangkan, tanpa paksaan dan hukuman. Stimulus perlu dilakukan bertahap secara berkelanjutan.

    Baca Juga: Cara Mengatasi Reaksi Pasca Imunisasi

    Contoh stimulus yang dapat diberikan pada anak berusia 3-4 tahun adalah :

    • Menirukan gerakan binatang yang sedang berjalan, seperti anjing berjalan dengan kedua kaki dan tangan (kemampuan gerak kasar)
    • Mengajarkan untuk menggambar dengan cat memakai jari-jarinya di selembar kertas besar (kemampuan gerak halus)
    • Membuat agar anak mau bercerita tentang dirinya, hobinya, atau mengenai Anda sampai selesai (kemampuan bicara dan bahasa)
    • Mengajarkan anak makan menggunakan sendok dan garpu dengan baik (kemampuan bersosialisasi dan kemandirian)

    Produk Terkait: Imunisasi Balita 18 Bulan Lengkap

    Contoh stimulus yang dapat diberikan pada anak berusia 4-5 tahun adalah :

    • Mengajari anak dan teman – temannya untuk bermain engklek dengan menggambar kotak – kotak permainan di lantai sebelumnya (kemampuan gerak kasar)
    • Jika anak sudah bisa memakai gunting tumpul, ajarkan cara menggunting kertas yang sudah dilipat – lipat, membuat suatu bentuk seperti rumbai – rumbai, orang, binatang, dan mobil (kemampuan gerak halus)
    • Sering – sering mengajak anak ke perpustakaan atau taman bacaan anak, serta meminjamkan buku bacaan yang menarik perhatian dan bacakan cerita untuk anak (kemampuan bicara dan bahasa)
    • Mengajak anak membuat album foto keluarga dengan menempel foto – foto anggota keluarga dan menuliskan nama setiap orang di bawah foto (kemampuan bersosialisasi dan kemandirian)

    Screening perkembangan anak dapat dilakukan dengan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Screening ini bertujuan untuk menentukan apakah terdapat penyimpangan perkembangan anak. Jadwal pemeriksaan dilakukan antara usia 3-72 bulan setiap 3 bulan sekali.

    Produk Terkait: Imunisasi Lengkap Untuk Anak

    Gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak

    Masalah yang sering timbul dalam pertumbuhan dan perkembangan anak meliputi gangguan pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, bahasa, emosi, dan perilaku. Gangguan pertumbuhan fisik meliputi gangguan pertumbuhan diatas normal dan di bawah normal. Pemantauan berat badan dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) dapat dilakukan secara mudah untuk mengetahui pola pertumbuhan anak. Perkembangan motorik yang lambat dapat disebabkan oleh kelainan tonus atau penyakit saraf dan otot, kelainan saraf tulang belakang, faktor lingkungan atau kepribadian anak, serta tidak mempunyai kesempatan untuk belajar.

    Baca Juga: Apa Benar Imunisasi MMR Menyebabkan Autis?

    Kemampuan bahasa merupakan kombinasi seluruh sistem perkembangan anak. Kemampuan berbahasa melibatkan kemampuan motorik, psikologis, emosional, dan perilaku. Gangguan perkembangan bahasa pada anak dapat diakibatkan berbagai faktor, yaitu faktor genetik, gangguan pendengaran, intelegensia rendah, kurangnya interaksi anak dengan lingkungan, maturasi yang terlambat, dan faktor keluarga. Gagap merupakan salah satu gangguan perkembangan bahasa yang dapat disebabkan karena adanya tekanan dari orang tua agar anak dapat berbicara dengan jelas.

    Baca Juga: Jadwal Imunisasi Terlengkap

    Selama tahap perkembangan, anak dapat mengalami gangguan yang terkait dengan psikiatri. Kecemasan kerap terjadi pada anak, seperti fobia sekolah, kecemasan berpisah, fobia sosial, atau kecemasan setelah mengalami trauma. Autisme adalah kelainan neurobiologis yang menunjukkan gangguan komunikasi, interaksi, dan perilaku. Autisme ditandai dengan terhambatnya perkembangan bahasa, munculnya gerakan – gerakan aneh seperti berputar – putar, melompat – lompat, atau mengamuk tanpa sebab.

    Referensi :

    1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2005.
    2. Pambudy IM, Sekartini R. Tumbuh Kembang. In: Tanto C, Liwang F, Hanifati S, Pradipta EA. Editor. Kapita Selekta Kedokteran Volume I. 4th Jakarta: Media Aesculapius; 2014.
    3. Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Balita. Sari Pediatri 2001 ; 3(3): 175-88.
    Read More
  • Diabetes atau kencing manis adalah penyakit jangka panjang yang untungnya mudah dideteksi,  sebab memiliki gejala-gejala yang mudah dilihat. Meskipun kebanyakan diabetes dialami oleh orang-orang berusia 40 tahun, kalangan anak muda juga bisa mengalami penyakit yang satu ini. Untuk itu kita sepatutnya waspada terhadap penyakit diaetes. Salah satu peningkatan kewaspadaan sebuah penyakit adalah dengan mengenal gejala-gejalanya. […]

    5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Diabetes atau kencing manis adalah penyakit jangka panjang yang untungnya mudah dideteksi,  sebab memiliki gejala-gejala yang mudah dilihat. Meskipun kebanyakan diabetes dialami oleh orang-orang berusia 40 tahun, kalangan anak muda juga bisa mengalami penyakit yang satu ini. Untuk itu kita sepatutnya waspada terhadap penyakit diaetes. Salah satu peningkatan kewaspadaan sebuah penyakit adalah dengan mengenal gejala-gejalanya. Untuk itu kami memberikan informasi 5 tanda gejala yang akan dialami oleh penderita diabetes. Yuk, simak ulasan berikut ini!

    Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    1. Merasa mudah lelah dan sangat haus

    Para penderita diabetes akan mengalami kesulitan dalam mengolah gula (glukosa) menjadi energi. Karnanya tubuh menjadi tidak mendapatkan energi dan berujung pada mudah lelah. Karna terganggunya metabolisme dalam tubuh tersebut, selain mudah lelah akan menimbulkan rasa haus yang berlebihan.1

    1. Lambatnya proses pemulihan Luka

    Pada penderita diabetes terjadi gangguan terkait saraf dan pembuluh darah , hal tersebut menyebabkan gangguan sirkulasi yang menyebabkan proses regenerasi sel-sel terutama pada bagian tepi terganggu fungsinya , sehingga tidak optimal dalam regenerasi (pemulihan)

    Gejala ini dapat dilihat ketika kulit terkena luka. Saat terkena luka, maka kulit sulit sekali sembuh, bahkan tak jarang pula yang terjadi pembusukan dan infeksi pada luka tersebut.1

    Gambar Gejala Diabetes

    1. Pengelihatan kabur

    Tingginya gula darah dalam tubuh akan berpengaruh  pula pada pengelihatan. Kerusakan pada pembuluh darah dan saraf mata menyebabkan gangguan organ-organ penting di mata , bisa memberikan gejala seperti mata menjadi kering dan penurunan saraf mata (retinopati) sehingga pandangan menjadi buram bahkan kabur. 1

    Banyak pula yang mempengaruhi kaburnya pandangan anda, apabila gula darah anda tidak terkontrol penderita diabetes bisa saja mengalami kebutaan. Untuk itu pastikan apa yang terjadi pada pengelihatan anda agar terhindar dari penyakit-penyakit lain yang mengerikan.

    1. Sering buang air kecil

    Apabila anda belakangan ini sering buang air kecil, maka anda patut untuk mencurigainya. Tanda diabetes yang terlihat jelas adalah seringnya frekuensi buang air kecil, terlebih lagi pada malam hari. Apabila anda buang air kecil lebih dari 5 kali dalam semalam anda harus benar-benar mencurigainya.

    1. Nafsu makan meningkat

    Yang terakhir adalah meningkatnya nafsu makan. Tubuh selalu merasa kurangnya energi. Hal tersebut terjadi karena penderita diabetes mengalami kesulitan mengubah glukosa menjadi energi. Maka dari itu rasa lapar akan muncul apabila metabolisme tersebut tidak berjalan lancar. Biasanya penderita diabetes akan lebih menggemari makanan manis saat kondisi diatas.

    Meskipun banyak makan, berat badan yang berkurang secara drastis juga merupakan gejala diabetes. Buruknya metabolisme dalam tubuh dapat menurunkan berat badan juga.

    Demikian artikel mengenai “5 Tanda dan Gejala Diabetes atau Kencing Manis“. Waspadai gejala-gejala diatas, terutama bagi anda yang saat ini telah memasuki usia dewasa. Nantikan artikel lain kami untuk mendapatkan informasi kesehatan tubuh yang bermanfaat lainnya, dan untuk mendapatkan daily tips sehat, konsultasi dokter gratis di smartphone anda, silahkan download aplikasi kesehatan ProSehat di Playstore dan AppStore .

     

    Sumber / Daftar Pustaka :

    1. Type 2 diabetes – Symptoms – NHS Choices [Internet]. Nhs.uk. 2016 [cited 22 October 2016]. Available from: http://www.nhs.uk/Conditions/Diabetes-type2/Pages/Symptoms.aspx
    Read More
  • Lucky Aninditha – Kecelakaan atau cedera yang paling banyak terjadi sewaktu kita bersepeda adalah overuse injuries yaitu cedera yang disebabkan oleh pola gerakan atau beban berulang seperti gerakan mengayuh pedal terutama beban ketika menanjak. Cedera lain yang berhubungan dengan bersepeda adalah cycle seat neuropathy, dimana cedera dan gejalanya diakibatkan oleh posisi tempat duduk yang diduduki […]

    Penanganan Kecelakaan Ketika Bersepeda

    Lucky Aninditha – Kecelakaan atau cedera yang paling banyak terjadi sewaktu kita bersepeda adalah overuse injuries yaitu cedera yang disebabkan oleh pola gerakan atau beban berulang seperti gerakan mengayuh pedal terutama beban ketika menanjak. Cedera lain yang berhubungan dengan bersepeda adalah cycle seat neuropathy, dimana cedera dan gejalanya diakibatkan oleh posisi tempat duduk yang diduduki pesepeda dimana beban tubuh selalu dalam posisi sulit sehingga cedera lazim terjadi pada saraf pudendal dan juga hambatan aliran pembuluh darah.

    Kapan kita harus mencari pertolongan dokter?

    Kita harus mengenal tanda-tanda bahaya ketika kita mengalami cedera atau kecelakaan ketika bersepeda. Adapun tanda yang harus diwaspadai :

    • Nyeri yang hebat, terutama ketika kita berjalan
    • Sendi atau kaki tangan mengalami pembengkakan (oedem)
    • Ada kelainan sensasi pada kaki seperti kebas, seperti tertusuk-tusuk jarum (paresthesia) atau baal yaitu tidak ada rasa sama sekali ( anaesthesia )
    • Tidak bisa beraktifitas secara normal setelah 72 jam.

    Apabila dijumpai hal-hal seperti diatas maka kita sebaiknya menemui dokter untuk mendapat pengananan lebih lanjut.

    kecelakaan-sepeda

    Penanganan segera atau pertolongan pertama pada cedera/kecelakaan

    Semua penanganan pertama pada cedera olahraga akut adalah dengan menerapkan prinsip PRICE. PRICE merupakan singkatan dari Protection, Rest, Compression dan Elevasi yang harus segera di aplikasikan sedini mungkin paling tidak pada 24-72 jam pertama.

    Protection (proteksi)

    Proteksi atau perlindungan dari jaringan yang terluka adalah penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut dan memudahkan proses penyembuhan secara efektif dan efisien. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melindungi daerah yang cedera adalah mencegah gerakan yang berlebih dan penggunaan pada sendi, ligament, otot serta tendon.  Hal ini dapat dicapai dengan penggunaan alat support yaitu splint.

     Rest (istirahat)

    Pada tahap awal, istirahat sangat dibutuhkan dalam prinsip penanganan P.R.I.C.E  namun justru sering diabaikan. Hal ini harus dilakukan segera setelah cedera terjadi.

    Atlet harus tau kapan harus berhenti melakukan latihan dan membiarkan cedera sembuh karena nanti akan berakibat cedera minor berulang yang berujung pada cedera yang berat yang akan menghambat aktifitas atlet lebih lama.

    Ice (terapi es)

    Terapi es yang dikenal dengan krioterapi adalah salah satu terapi modalitas untuk cedera olahraga akut. Selain murah, sarana yang digunakan juga mudah dan membutuhkan waktu singkat bisa digunakan oleh orang awam tanpa pengetahuan medis lebih lanjut.

    Penggunaan es pada cedera pada fase akut bisa menurunkan perluasan kerusakan pada jaringan. Hal ini dicapai oleh karena :

    • Menurunkan jumlah pendarahan dengan penyempitan pembuluh darah ( yang disebut juga edngan vasokonstriksi ).
    • Meredakan nyeri
    • Meringankan spasme otot
    • Menurunkan resiko dari kematian sel yang disebut nekrosis, dengan menurunkan metabolisme sel.

    Cara mengaplikasikan es pada daerah cedera adalah mengisi kantong dengan es yang sudah dihancurkan dan dibalut dengan handuk. Handuk diperlukan untuk pembatas dari kantong es dan kulit dan menurunkan risiko „ice burn“. Jangan biarkan es lebih dari 15 menit menyentuh kulit anda. Ada beberapa area yang tidak boleh diaplikasikan es seperti leher, bagian luar siku, bagian depan pinggang dan lutut, karena serabut saraf berada pada lapisan dekat dengan kulit sehingga mudah untuk mengalami cedera.

    Compression (kompresi)

    Melakukan kompresi pada daerah cedera bisa meminimalisasikan pembengkakan yang terbentuk setelah cedera yang sebaiknya dilakukan 24-72 jam dari kejadian cedera. Pemberian tekanan atau kompresi dapat menggunakan bandage elastis yang dililit disekitar daerah cedera.

    Elevation

    Elevasi dari sendi atau bagian ekstremitas yang cedera adalah prinsip terakhir dari PRICE, namun bukan berarti tidak penting. Dengan mengangkat sendi akan memudahkan terjadinya gravitasi dan aliran cairan tubuh menjauhi daerah cedera, sehingga pembengkakan diharapkan akan berkurang.

    Semua kecelakaan dan cedera sewaktu kita bersepeda dapat dicegah. Namun hal ini bisa dicapai  dengan melakukan beberapa persiapan terlebih dahulu. Pertama-tama kita sebaiknya melakukan pemanasan terlebih dahulu untuk mempersiapkan otot dan saraf, dilanjutkan dengan pendinginan. Kemudian penting bagi kita untuk memakai perlengkapan yang aman dan lengkap seperti helm, sarung tangan, pelindung lutut. Alternatif lain sebagai pencegahan kecelakaan bersepeda adalah melakukan sport massage sebelum berolahraga dan jangan lupa untuk mengkonsumsi nutrisi dan hidrasi yang optimal. Tak kalah penting adalah istirahat yang cukup sebelumnya, agar stamina kita tetap terjaga dan fokus ketika sedang melakukan olahraga. Selamat bersepeda!

    Referensi :

    1. Bicycle Seat Neuropathy: Background, Epidemiology, Sport-Specific Biomechanics [Internet]. Emedicine.medscape.com. 2017 [cited 31 March 2017]. Available from: http://emedicine.medscape.com/article/91896-overview
    2. Rivara M. Bicycle-Related Injuries – American Family Physician [Internet]. Aafp.org. 2017 [cited 31 March 2017]. Available from: http://www.aafp.org/afp/2001/0515/p2007.html
    3. Running and Cycling Clinic – Des Moines University [Internet]. Des Moines University. 2017 [cited 31 March 2017]. Available from: https://www.dmu.edu/clinic/physical-therapy/running-and-cycling-clinic/
    4. sport I, Injuries C. Cycling Injuries [Internet]. Sportsinjuryclinic.net. 2017 [cited 31 March 2017]. Available from: http://www.sportsinjuryclinic.net/sports-specific/cycling-injuries
    Read More
  • Dr. Visakha Revana Irawan –  Belakangan ini, kegiatan bersepeda mulai diminati lagi karena berdampak baik terhadap kesehatan dan kehidupan sosial. Namun dibalik efek bersepeda yang kaya akan nilai positif, ternyata bersepeda juga berisiko cedera akibat kecelakaan. Sebelum memulai bersepeda, tentunya Anda membutuhkan persiapan stamina. Anda dapat membangun stamina dalam mengendarai sepeda jika Anda mengkombinasikan perubahan […]

    Persiapan Stamina dalam Bersepeda

    Dr. Visakha Revana Irawan –  Belakangan ini, kegiatan bersepeda mulai diminati lagi karena berdampak baik terhadap kesehatan dan kehidupan sosial. Namun dibalik efek bersepeda yang kaya akan nilai positif, ternyata bersepeda juga berisiko cedera akibat kecelakaan. Sebelum memulai bersepeda, tentunya Anda membutuhkan persiapan stamina. Anda dapat membangun stamina dalam mengendarai sepeda jika Anda mengkombinasikan perubahan gaya hidup dan sesi latihan yang lebih lama dengan program latihan tertentu.

    Ikuti 6 Langkah  Membangun dan Mempersiapkan Stamina sebelum Bersepeda!

    Langka pertama adalah membuat target yang realistis terhadap stamina bersepeda Anda. Sebagai contoh, buatlah keputusan untuk bersepeda sejauh 20 mil dengan nyaman tanpa merasa lelah, atau Anda ingin berlatih keras untuk suatu kompetisi. Hal ini akan menentukan seberapa sering Anda perlu bersepeda di setiap minggunya, dan seberapa tinggi intensitas yang perlu Anda lakukan.

    Langkah kedua adalah meningkatkan panjang perjalanan bersepeda Anda dari waktu ke waktu. Sebagai contoh, jika Anda bersepeda sejauh total 25 mil dalam satu minggu, cobalah meningkatkan total jarak tempuh Anda menjadi 30 mil pada minggu berikutnya. Menurut American Association of Retired Persons, jika Anda ingin berlatih untuk suatu kejuaraan atau challenging goal, maka Anda perlu meningkatkan jarak tempuh dan kecepatan bersepeda Anda sebanyak 10 % di setiap minggunya.

    sepeda-wbd

    Langkah ketiga adalah bersepeda sebanyak tiga kali dalam seminggu dengan jarak perjalanan yang dapat Anda tempuh. Langkah keempat adalah minum air dalam jumlah cukup banyak sebelum bersepeda dan membawa botol air minum di sepanjang perjalanan Anda. Anda sebaiknya menggunakan bike bottle holder untuk menjaga agar botol minum selalu dekat dengan Anda, namun tidak mengganggu perjalanan Anda. Penelitian menunjukkan bahwa minuman yang mengandung elektrolit dan karbohidrat, bukan hanya air saja, dianjurkan untuk diminum jika durasi aktivitas fisik yang dilakukan lebih dari 90 menit.

    Langkah kelima adalah mengonsumsi makanan energy bar atau pisang selama perjalanan jarak jauh untuk mempertahankan energy level Anda. Hal ini akan membantu Anda untuk mampu menempuh perjalanan lebih jauh tanpa merasa lelah. Nutrisi yang tepat adalah hal penting yang berperan dalam meningkatkan performa selama bersepeda, conditioning, memulihkan dari rasa lelah setelah bersepeda, dan menghindari cedera. Makanan dan minuman yang baik untuk meningkatkan stamina adalah pomegranates , selai kacang, buah bit, tomat kering, dan jus jeruk yang kaya akan vitamin C.

    Langkah keenam adalah bersepeda bersama orang lain agar Anda termotivasi. Pembentukan group goals dan sikap saling mendukung satu sama lain tentu diperlukan agar target bersepeda dapat tercapai. Jika Anda bekerja sama dalam sebuah tim, maka hal ini akan mendorong Anda untuk meningkatkan stamina Anda.

    Angka kejadian kecelakaan bersepeda 26-48 kali lebih besar terjadi pada orang yang bersepeda daripada pengendara mobil. Sekitar 80% dari kecelakaan yang dialami pengendara sepeda terjadi di siang hari, dimana merupakan waktu bersepeda pada umumnya. Penyebab kecelakaan saat bersepeda adalah pengendara motor mengambil jalan dari pengendara sepeda, pengedara sepeda membelok dari jalan besar ke jalan kecil, ataupun bersepeda terlalu cepat. Akibat kecelakaan bisa bermacam-macam, mulai dari cedera pada anggota gerak (40% pada lengan dan 25% pada tungkai), cedera dada dan perut (kurang dari 5%, tetapi dalam kondisi yang serius), dan cedera kepala (bervariasi dari fraktur tengkorak hingga kerusakan otak).

    Hindarilah bersepeda setiap hari. Berikanlah tubuh Anda kesempatan untuk melakukan perbaikan dan pulih kembali dengan beristirahat dalam minggu tersebut. Jangan memaksakan sesi bersepeda Anda terlalu keras. Jika Anda merasa lemah ataupun nyeri di tubuh, hentikan aktivitas bersepeda Anda dan manfaatkan waktu dengan baik agar tubuh dapat kembali bugar.

    Referensi :

    1. Aoi W, Naito Y, Yoshikawa T. Exercise and Functional Foods. Nutrition Journal 2006; 5: 15.
    2. Axworthy J. Top 10 Endurance-Boosting Foods [internet]. 2014 [cited 2017 Apr 5]. Available from: http://www.menshealth.co.uk/food-nutrition/muscle-foods/food-to-boost-endurance#image-10
    3. Mitchell P. How to Build Stamina Riding a Bike. Livingstrong [internet]. 2015 [cited 2017 Apr 5]. Available from: http://www.livestrong.com/article/372779-how-to-build-stamina-riding-a-bike/
    4. Rospa. Cycling Accidents Facts & Figures [internet]. 2014 [cited 2017 Apr 5]. Available from: http://www.rospa.com/road-safety/advice/pedal-cyclists/facts-figures/
    5. Share the Road Cycling Coalition. What are the Dangers in Terms of Cycling Safety? [internet]. 2017 [cited 2017 Apr 5]. Available from: http://www.sharetheroad.ca/what-are-the-dangers-in-terms-of-cycling-safety–p128277
    Read More

Showing 1–10 of 41 results

WhatsApp Asisten Maya saja