Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Pijat Payudara pada Bunda Menyusui, Efektifkah?

ASI merupakan komponen penting bagi Moms yang menyusui. Payudara sebagai organ yang berperan dalam pembentukan ASI juga penting untuk dirawat agar produksi ASI tidak terhambat. Moms  seringkali mengalami beberapa masalah seputar payudara pada saat menyusui seperti saluran ASI tersumbat, puting payudara nyeri atau lecet, peradangan pada payudara (mastitis), dan pembengkakan payudara (breast engorgement).

Pembengkakan payudara dapat terjadi karena tidak aktifnya hisapan bayi, puting susu terbenam atau terlalu panjang, posisi menyusui yang tidak benar, hingga pengosongan payudara yang tidak sempurna, sehingga menyebabkan penyempitan saluran susu (duktus laktiferus). Bendungan ASI ini menyebabkan payudara menjadi keras pada perabaan, rasa panas, sehingga bayi menjadi sulit menyusu. Kemudian payudara yang membengkak akan terasa lebih asin karena kadar sodiumnya lebih tinggi akibat peradangan dan pembengkakan, sehingga sering menyebabkan si Kecil tidak mau menyusui.

Berbagai cara dapat dilakukan untuk mengatasi payudara yang membengkak, antara lain kompres es, memakai bra khusus untuk mengurangi bengkak, pemberian obat anti nyeri, serta pemijatan pada payudara. Nah Moms, cara yang terakhir cukup efektif dalam mengurangi pembengkakan payudara akibat bendungan ASI. Bagaimana caranya? Yuk, kita simak lebih lanjut.

Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Seputar Imunisasi

Pemijatan payudara akibat bendungan ASI merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengurangi pembengkakan pada payudara, sehingga produksi ASI tidak terhambat. Sotomi Oketani merupakan orang Jepang pertama yang mempopulerkan pijat Oketani yang dapat memberikan rasa nyaman pada ibu menyusui. Pijat Oketani membuat areola dan puting payudara menjadi lebih elastis dan payudara menjadi lebih lembut serta lancarnya aliran susu karena penekanan pada alveoli (kantung penampung susu).

Baca Juga: Imunisasi Polio Suntik VS Tetes

Karakteristik Pijat Oketani antara lain menimbulkan rasa nyaman dan tidak menimbulkan nyeri, Moms dapat merasa pulih dan lega, mencegah luka pada puting payudara dan mastitis, memperbaiki kelainan bentuk puting payudara, meningkatkan proses laktasi, dan tentunya meningkatkan kualitas ASI. Penasaran bukan bagaimana caranya, Moms? Mari kita lihat gambarnya di bawah ini.

Langkah A1 :

Mendorong area C dan menariknya ke atas (arah A1) dan B2 dengan menggunakan ketiga jari tangan kanan dan jari kelingking tangan kiri ke arah bahu.

Langkah A2:

Mendorong ke arah C 1-2 dan menariknya ke atas dari bagian tengah A (1-2) dengan menggunakan jari kedua tangan ke arah ketiak kiri.

Langkah A3:

Mendorong C (2) dan menariknya ke atas A(3) dan B (1) dengan menggunakan jari dan ibu jari tangan kanan dan jari ketiga tangan kiri menempatkan ibu jari di atas sendi kedua dari jempol kanan. Kemudian mendorong dan menarik sejajar dengan payudara yang berlawanan. Mendorong dan menarik nomor (1), (2) dan (3) digunakan untuk memisahkan bagian keras dari payudara dari fasia dari otot dada utama. .

Langkah A4:

Menekan seluruh payudara menuju pusar, menempatkan ibu jari kanan pada C (1), tengah, ketiga,dan jari kelingking di sisi B dan ibu jari kiri pada C (1), tengah, ketiga dan kelingking di sisi A.

Baca Juga: Tips Memerah ASI dan Menyimpannya dengan Baik

Langkah A5:

Menarik payudara menuju arah praktisi dengan tangan kanan sementara dengan lembut memutar itu dari pinggiran atas untuk memegang margin yang lebih rendah payudara seperti langkah 4.

Langkah A6:

Menarik payudara ke arah praktisi dengan tangan kiri sambil memutarnya dengan lembut dari pinggiran atas ke pegangan margin bawah payudara seperti teknik no 5. Ini adalah prosedur yang berlawanan dengan langkah no 5.

 Langkah A7:

Merobohkan payudara menuju arah  praktisi dengan tangan kiri sementara lembut memutar itu dari

pinggiran atas untuk memegang margin yang lebih rendah payudara seperti manipulasi 5. Ini adalah prosedur berlawanan dengan operasi (5) . Prosedur manual (5)dan (6) adalah teknik untuk mengisolasi bagian dasar keras dari C- payudara (2) ke C (1) dari fascia pectoralis utama .

Baca Juga: 9 Tips ASI Lancar Setelah Melahirkan

Pijat Oketani dapat dilakukan mulai hari pertama setelah melahirkan. Pijat ini dilakukan selama 30 menit pada kedua payudara (15 menit per payudara). Keunggulan Pijat Oketani lainnya adalah dapat merangsang hormon prolaktin dan oksitosin yang berperan dalam kelancaran ASI.Wah, banyak sekali ya manfaatnya pijat ini. Jadi, sudah ingin mencoba, Moms?

instal aplikasi prosehat

Referensi:

  1. Kusumastuti, Qomar UL, Pratiwi. Efektivitas pijat oketani terhadap pencegahan bendungan ASI pada ibu post partum. The 7th University Research Colloqium 2018. STIKES PKU Muhammadiyah Surakarta.
  2. Thomas P, Chhugani M, Rahman J. Varun N. Effectiveness of breast massage on mild breast engorgement, breast milk pH and suckling speed of neonate among the postnatal mothers. International Journal of Current Research.2017; 9(10): 58821-58826.
  3. Machmudah. Sukses menyusui dengan pijat Oketani. Prosiding Seminar Nasional Publikasi Hasil-Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat. Universitas Muhammadiyah Semarang. 2017.

 

Produk Terkait

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked