Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Tips Memerah ASI dan Menyimpannya dengan Baik

Halo ibu! Bagaimana kabar Anda setelah akhirnya sang buah hati lahir? Semoga ibu selalu sehat dan Anda pun tidak melupakan kesehatan buah hati ya. Dan sebaiknya, walaupun Anda bekerja atau sibuk dengan urusan lainnya, Anda tetap memberikan ASI sebagai asupan gizi terbaik bayi. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengerti cara memerah ASI dan menyimpannya. Ingin tahu bagaimana cara memerah ASI yang baik dan benar, serta cara menyimpannya? Simak yang berikut ini:

memerah asi

Memerah ASI dapat menggunakan cara manual (menggunakan tangan) ataupun mekanis (menggunakan pompa air susu yang dijual di pasaran). Sebelum mulai memerah ASI, cucilah kedua tangan Anda dan pastikan peralatan (pompa, cangkir bermulut lebar untuk menampung ASI sementara, botol kaca untuk menyimpan ASI) telah dalam keadaan steril.

Manual:

  1. Kompreslah kedua payudara dengan air hangat (+15 menit)
  2. Pijatlah payudara secara ringan ke arah bawah dan lakukan gerakan melingkar ke arah puting susu
  3. Tempatkan tangan di tepi areola (area sekitar puting susu yang berwarna lebih gelap)salah satu payudara, posisi ibu jari berlawanan dengan jari telunjuk
  4. Tekan tangan ke arah dada, tekan ibu jari dan telunjuk secara lembut dan bersamaan pada tepi areola. Ulangi secara teratur dan putarlah jari secara perlahan di sekeliling payudara agar tekanan mengenai seluruh saluran air susu dan seluruh ASI bisa dikeluarkan
  5. Letakkan cangkir bermulut lebar di bawah payudara yang diperah untuk menampung air susu yang menetes
  6. Teruskan dengan memerah payudara yang sebelahnya. Jika diperlukan, setelah memerah payudara kedua, dapat kembali ke payudara pertama lagi. Hal ini dapat dilakukan bila payudara masih terasa berat dan penuh dengan air susu. Pijatlah payudara di antara waktu-waktu pemerahan
  7. Jangan meremas payudara atau menggosok dan menekan puting dengan kasar agar tidak melukai jaringan payudara
  8. Biasanya diperlukan waktu sekitar 30 menit untuk memerah kedua payudara, dan mungkin dibutuhkan waktu yang lebih lama bila Anda belum terbiasa. Oleh karena itu, bersabarlah dan tidak usah frustrasi bila air susu tidak mengalir deras
  9. Mengalirnya air susu dipengaruhi oleh hormon oksitosin yang dapat muncul bila ibu merasa rileks. Melihat benda-benda yang mengingatkan ibu pada bayinya atau menelpon rumah untuk mendengarkan suara bayi dapat membantu ibu lebih rileks dan mempermudah keluarnya air susu

Menggunakan Pompa:

Perhatikanlah instruksi penggunaan yang terlampir saat membeli pompa air susu. Bersihkanlah pompa sebelum dan sesudah penggunaan, atau disterilkan sesuai instruksi penggunaan.

  1. Basahilah bagian dalam cup tabung yang ditempelkan pada payudara dengan air hangat. Tekan pompa, tempelkan cup tersebut ke payudara dengan benar, kemudian lepaskan tekanan pada pompa agar payudara menempel dengan erat
  2. Tekan pompa dengan tangan sampai air susu mengalir. Saat aliran telah berubah menjadi tetesan, lepaskan cup dengan hati-hati, dan bersihkan payudara dengan kain kering
  3. Pindahkan pompa ke payudara sebelahnya dan lakukan prosedur yang sama. Anda dapat melakukannya berulang-ulang secara bergantian pada kedua payudara

Setelah selesai memerah ASI, bersihkanlah payudara dengan lap bersih sebelum kembali berpakaian. Pindahkanlah ASI perah dari wadah sementara ke dalam botol kaca atau botol khusus ASI dan tutuplah dengan rapat.

Untuk cara penyimpanan ASI, sebelumnya pastikan kedua tangan Anda dalam keadaan steril. Cucilah tangan dengan sabun dan simpan ASI perah dalam freezer. Jangan lupa untuk mengingat beberapa hal ini sebelum menyimpan ASI ke dalam freezer:

  • Berikanlah label pada botol bertuliskan tanggal dan jam ASI diperah, agar ASI dapat digunakan sebelum kandungannya rusak.
  • ASI yang baru saja diperah, atau sering disebut ASI perah (ASIP) segar, dapat bertahan sekitar 6-8 jam dalam suhu ruangan (19 – 25oC).
  • Bila ASI masih berupa kolostrum, yaitu ASI kental berwarna kekuningan yang keluar pada hari-hari pertama setelah persalinan, dapat bertahan dalam suhu ruang hingga 12 jam.
  • Dalam cooler box (4-15oC) yang dijaga tetap tertutup, ASIP bisa bertahan 24 jam. Bila ASIP segar disimpan dalam kulkas bersuhu 0-4o C, ASIP dapat bertahan selama 5-8 hari.
  • ASIP yang disimpan dalam freezer akan bertahan lebih lama; freezer pada kulkas 1 pintu memberikan waktu simpan hingga 2 minggu, sedangkan dalam freezer kulkas 2 pintu, ASIP bisa bertahan hingga 6 bulan.
  • Simpanlah botol ASIP pada kulkas bagian dalam paling belakang, yang suhunya paling dingin. Jangan menyimpan ASIP di bagian pintu kulkas, karena suhunya kurang stabil.
  • Wadah yang digunakan untuk menyimpan ASIP sebaiknya yang terbuat dari kaca, agar lemak dari ASI tidak mudah tertinggal menempel pada dinding wadah.
  • Isilah botol-botol itu dengan ASI sejumlah yang akan habis dalam satu kali minum oleh bayi, sebab ASIP yang telah dihangatkan, tidak boleh dibekukan kembali.
  • ASI tidak boleh direbus.
  • Untuk menghangatkannya, isilah sebuah mangkok dengan air panas, dan letakkan botol kaca berisi ASIP di dalamnya.
  • ASIP beku juga dapat disimpan dalam kulkas biasa dulu selama 24 jam agar mencair, sebelum dihangatkan dan diberikan pada bayi menggunakan sendok.
  • Gunakanlah ASIP dimulai dari botol yang tanggal pemerahannya lebih awal.

Demikianlah cara memerah dan menyimpan ASI, cukup sederhana bukan? Berjauhan dengan bayi dan memiliki segudang aktivitas tidak lagi menjadi penghalang untuk memberikan ASI. Mari segera praktekkan!

Referensi:

  • TanyaDok.com: Memompa dan Menyimpan ASI
  • TanyaDok.com: Pompa ASI Solusi Wanita Menyusui yang Bekerja
  • TanyaDok.com: Cara Menyimpan ASI Perah dengan Tepat

WhatsApp Asisten Maya saja