Telp / SMS / WhatsApp : 0857-75-500-800

Tumbuh Kembang Bayi Usia 0 – 6 Bulan

dr. Clara – “Dok, kok anak saya belum bisa begini seperti teman seumurannya ? Normal atau tidak dok?” pertanyaan ini sering ditanyakan oleh orang tua bayi sekarang ini. Semakin berkembangnya akses informasi tentang pertumbuhan dan perkembangan anak, kita lebih gampang menilai apakah anak sudah dalam jalur pertumbuhan dan perkembangan yang sesuai atau tidak. Tetapi, bijaklah memilih informasi, jangan sampai disesatkan oleh informasi yang tidak jelas kebenarannya. Yuk, sekarang kita belajar pertumbuhan dan perkembangan anak usia 0-6 bulan.

Usia 0 – 2 bulan

Pada usia ini, bayi mulai bisa tersenyum, memandangi orang tuanya, berusaha membuat nyaman dirinya sendiri (misal: memasukan tangan ke mulut, mengisap jari). Bayi berusaha berkomunikasi dengan cara membuat suara (gurgling) dan menoleh ke arah suara yang dia dengar. Secara kognitif bayi akan mulai memperhatikan wajah orang, menangis apabila merasa bosan, dan matanya akan mulai mengikuti gerakan benda di sekitarnya. Bayi akan berusaha mengangkat kepala ketika ditengkurapkan dan menggerakan tungkai dan lengan secara bebas.

Ibu dapat mengkonsultasikan keadaan si kecil apabila mendapati keadaan berikut di usia dua bulan : bayi tidak merespon ke arah suara, mata bayi tidak mengikuti arah gerakan, tidak dapat tersenyum atau mengangkat kepala ketika ditengkurapkan, tidak memasukan tangan atau mengisap jari untuk membuat dirinya merasa nyaman.

Ibu dapat membantu menstimulasi anak dengan cara memeluk, berbicara, bernyanyi dan bermain ketika bayi makan, berpakaian atau mandi, membiarkan anak untuk merasa nyaman dengan caranya sendiri (contoh : mengijinkan untuk mengisap jari), mengenalkan kegiatan rutin, misalnya menidurkan bayi secara terjadwal, meresponi bayi ketika bayi membuat suara, kenali tanda-tanda anak ketika bayi merasa bosan, tidak nyaman atau lainnya, stimulasi bayi dengan menggerakan mainan sehingga matanya dapat mengarah ke mainan tersebut, membiarkan bayi dalam posisi tengkurap dan meletakan mainan di sekitarnya sambil memperhatikan si kecil.

Usia 3 – 4 bulan

Pada usia ini, secara sosial emosional bayi mampu untuk tersenyum spontan kepada orang sekitar, menangis ketika permainan dihentikan, mencontoh beberapa gerakan seperti gerakan tersenyum atau cemberut. Bayi mengeluarkan suara-suara (babble) untuk komunikasi, bersuara dengan ekspresi atau menirukan suara yang didengar, menangis untuk menunjukan lapar, bosan atau lelah. Kemampuan untuk meraih mainan dengan satu tangan, mengikuti gerakan benda dari satu sisi ke sisi lainnya, dan mengenali wajah atau benda di sekelilingnya semakin berkembang baik. Perkembangan motorik terlihat baik apabila mampu mengangkat kepala secara stabil dalam posisi tengkurap dan mengangkat badan dengan siku sebagai tumpuan, bisa berguling, mengguncang atau mengayunkan mainan, berusaha menegakan tungkai apabila dituntun untuk berdiri.

Ibu perlu merasa khawatir apabila bayi belum dapat mengikuti arah benda, tidak tersenyum pada orang yang ditemui, sulit mengangkat kepala dengan stabil, cenderung diam atau enggan mengeluarkan suara (babble).

Ibu dapat menstimulasi bayi dengan cara menyentuh, berbicara dan tersenyum saat bersama bayi, menjadwalkan secara rutin waktu tidur dan makan, memperhatikan kesukaan dan tidak disukai bayi, menirukan suara si kecil, meresponi bayi ketika bersuara (babble), menyesuaikan mainan dengan usia dan pastikan lingkungan yang aman untuk bayi, meletakkan mainan pada tangan bayi dan membantu untuk memegangnya, memegangi bayi ketika belajar berdiri sambil berbicara atau bernyayi dengan si kecil.

Usia 5 – 6 bulan

Menginjak usia ini bayi diharapkan mampu mengenali wajah, bermain bersama (terutama dengan orang tua), meresponi suara di sekitar, mengucap vokal :”eh”, “ah”, “oh”, merespon ketika namanya dipanggil, membuat suara ketika senang atau sedih, mengucapkan suara konsonan seperti “m”, “d”. Secara kognitif bayi mulai mengamati lingkungan sekitar, mencoba menggapai benda-benda, memasukan barang ke mulut, memindahkan benda dari satu tangan ke tangan lain. Kemampuan bergerak bayi juga semakin baik ditunjukan dengan cara berguling, mulai duduk sendiri, dapat merangkak mundur atau maju bergantian, dan mulai belajar berdiri.

Ibu dapat mengkonsultasikan keadaan anak ke dokter apabila : anak tidak berusaha menggapai benda, tidak merespon sekitarnya, anak kurang berekspresi, belum mampu mengucap vokal : “eh”, “ah”, “oh”,  dan tidak mampu berguling.

tumbang-bayi-usia-0-6-bulan-dr-clara

Ibu dapat membantu perkembangan anak dengan memperkenalkan nama-nama tiap benda, menunjukan gambar-gambar sambil berbicara atau bercerita pada bayi, memposisikan bayi dalam posisi duduk dengan hati-hati sambil membiarkan dia mengamati sekitar,  dan membiarkan bayi berguling dengan aman.

Peran ibu dalam menstimulasi bayi penting untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. Apabila dalam pengamatan didapatkan pertumbuhan dan perkembangan yang tidak sesuai, jangan ragu untuk mengkonsultasikan ke dokter Anda. Semoga bermanfaat!

Referensi :

  1. Rauh S. Is Your Baby on Track? [Internet]. WebMD. 2017 [cited 28 March 2017]. Available from: http://www.webmd.com/parenting/baby/features/is-your-baby-on-track#1
  2. CDC | Milestones | Learn the Signs. Act Early. | NCBDDD [Internet]. Cdc.gov. 2017 [cited 28 March 2017]. Available from: https://www.cdc.gov/ncbddd/actearly/milestones/