Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

8 Penyakit yang Sering Menyerang Anak

Perhatian! 8 jenis penyakit anak ini sering menyerang si Kecil tanpa Bunda sadari. Apakah Bunda sudah tahu jenis – jenisnya dan tindakan pertama yang dapat dilakukan? Inilah beberapa penyakit yang sering menyerang anak dan dapat membahayakan bila tidak ditangani dengan tepat.

1. Demam

Tahukah Bunda bahwa hampir 30% Ibu mengeluhkan penyakit anak, seperti demam dari seluruh total kunjungan dokter. Demam bukan merupakan penyakit yang disepelekan lho. Demam terjadi akibat respons tubuh sebagai pertahanan terhadap penyakit. Demam dapat menyebabkan bahaya pada si Kecil bila tidak tertangani dengan tepat.

Anak dikatakan demam bila suhu tubuh lebih dari 38oC.

Produk Terkait: Imunisasi DPT Bebas Demam di Rumah

Ada 6 penyebab demam yang wajib diketahui agar Bunda bisa dengan tepat menanganinya. 6 penyebab demam tersebut adalah:

  1. Ternyata usus buntu dan infeksi di kulit bisa menjadi penyebab demam
  2. Batuk-pilek, sakit tenggorokan dan saluran nafas serta infeksi telinga
  3. Jangan abaikan bila anak susah kencing atau nyeri saat berkemih, bisa jadi anak terkena infeksi saluran kemih
  4. Virus atau bakteri yang menyerang lambung
  5. Efek samping setelah imunisasi. Namun, demam ini akan hilang dalam 1-2 hari
  6. Tumbuh gigi pada anak

2. Batuk

Batuk membandel pada anak? Penyakit anak ini memang sering menyerang si Kecil, namun tenang Bunda, batuk sebenarnya merupakan respon tubuh saat saluran nafas mengalami radang akibat penyakit.

Hal-hal yang dapat menyebabkan radang pada saluran nafas adalah seperti saat anak tersedak, penyakit akibat virus atau bakteri (pilek atau infeksi saluran nafas), alergi, asma, dan juga asap rokok.

Penanganan batuk bukanlah hal yang sulit. Lakukan langkah-langkah berikut ini untuk penanganan pertama pada batuk anak di rumah:

penanganan pertama anak sakit di rumah

Jenis batuk yang perlu Bunda waspadai adalah rejan (pertusis) dan pneumonia. Pada bayi yang berusia kurang dari 2 bulan, batuk rejan menyebabkan terhentinya napas (apne) yang menyebabkan kematian. Pencegahan dengan imunisasi penting untuk batuk jenis ini!

Baca Juga: 8 Home Remedy Untuk Mencegah Batuk Anak

3. Masuk angin

Masuk angin bukan merupakan penyakit, tapi sekumpulan gejala, seperti anak merasa kedinginan, demam, perut kembung, batuk, flu dan buang angin terus menerus.

Tahukah Bunda bahwa masuk angin biasanya disebabkan oleh suhu udara yang dingin, daya tahan tubuh anak rendah dan gastroenteritis (masuknya bakteri atau virus di saluran cerna).

Produk Terkait: Produk Mencegah Masuk Angin Terjangkau

Oleh karena itu, menjaga anak tetap dalam kondisi hangat sangat diperlukan. Salah satunya dengan memberikan jaket saat berpergian dan mengoleskan minyak telon/kayu putih setelah mandi.

4. Pilek

Pilek dan batuk merupakan penyakit yang tak pernah lepas pada anak. Pada umumnya batuk-pilek biasa terjadi pada anak karena daya tahan tubuh yang belum terbentuk sempurna. Pilek sebenarnya merupakan infeksi virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas, yaitu hidung dan tenggorokan. Kalau sudah begitu, Bunda perlu mengetahui penyebab pilek pada anak sehingga dapat dengan tepat menanganinya.

Baca Juga: Lelah Sakit Flu? Vaksin Flu Sekarang

Jangan ragu-ragu, segera download e-Book mengenai tips lengkap penanganan sakit pada anak di rumah!

pertolongan pertama pada anak di rumah5. Luka

Luka perlu langsung dengan cepat ditangani di rumah. Ada banyak jenis luka yang perlu Bunda ketahui sehingga tidak salah penanganannya. Jenis luka yang umum terjadi pada anak, yaitu:

Produk Terkait: Produk Rawat Luka

  1. Memar

Luka lecet disebbakan oleh gesekan antara kulit dengan permukaan kasar.

  1. Luka tusuk

Luka yang disebabkan akibat kulit tertusuk benda runcing atau tajam. Contoh luka tusukan termasuk jarum suntik, menginjak paku, atau luka tusuk dengan pisau. Luka akibat gigitan hewan juga dapat diklasifikasikan dalam jenis luka ini.  

  1. Luka bakar

Luka yang timbul karena kulit terkena api atau benda yang terbakar

  1. Fraktur (patah tulang) dan keseleo

Jenis luka ini disebabkan akibat terjatuh dari kendaraan ataupun tersandung.

6. Sembelit

Sembelit atau konstipasi merupakan masalah kesehatan pada anak yang masih cukup tinggi. Sebanyak 30% konstipasi lebih sering terjadi pada anak. Sebagian besar konstipasi pada anak (>90%) adalah fungsional yang tidak ditemukan kelainan saat pemeriksaan oleh dokter. Menurut North American Society for Pediatric Gastroenterology and Nutrition (NASPHGAN), konstipasi atau sembelit, artinya adalah kesulitan atau keterlambatan melakukan defekasi selama dua minggu atau lebih.

Baca Juga: 8 Tips Jaga Kesehatan Anak Saat Liburan

Ternyata salah satu penyebab sembelit pada anak adalah riwayat trauma ketika Buang Air Besar karena nyeri saat hendak defekasi atau toilet yang jorok. Kurangnya serat juga bisa menyebabkan sembelit ya Bunda. Biasakan anak rajin makan sayur dan buah. Selalu jaga kesehatan toilet agar anak merasa nyaman saat defekasi.

penanganan pertama anak sakit di rumah

7. Muntah

Penanganan yang cepat juga dibutuhkan bila anak muntah terus-menerus, karena akan menyebabkan dehidrasi (kekurangan cairan) pada anak dan berakibat fatal.Ketahui 4 penyebab muntah yang perlu Bunda waspadai, yaitu:

  1. Gastroenteritis atau iritasi pada lambung

Gastroenteritis dapat disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit yang umum menyebabkan diare dan muntah pada anak-anak.

Baca Juga: Cara Mengatasi 8 Penyakit yang Biasa Terjadi Pada Bulan Puasa

  1. Alergi makanan

Tahukah Bunda bahwa alergi pada anak dapat memicu terjadinya muntah. Mual, muntah, dan nyeri perut timbul beberapa menit atau jam setelah menelan makanan menyinggung.

  1. Makan terlalu banyak

Biasanya anak-anak tidak mampu menakar berapa banyak jumlah makanan yang dimakan, sehingga bila asupan makanan lebih banyak daripada kemampuan lambung dapat menimbulkan muntah.

  1. Keracunan makanan

Konsumi daging yang tidak matang atau produk makanan yang sudah lama diolah ternyata bisa menyebabkan muntah akibat keracunan makanan.

8. Diare

Satu lagi penyakit yang sering menyerang balita adalah diare. Bila anak mengalami buang air besar lebih dari 3x maka dapat disebut dengan diare. Penanganan diare harus dilakukan dengan cepat untuk mencegah tubuh kehilangan cairan dan elektrolit secara cepat.

Baca Juga: 7 Tips Liburan ke Pegunuan Bersama Anak

Sebanyak 10% kasus diare diserta dengan dehidrasi dimana memang anak-anak lebih mudah mengalami dehidrasi dibanding orang dewasa. Penyebab tersering diare adalah Rotavirus. Hampir 60-70% penyebab diare adalah rotavirus. Sedangkan 20% diare sisanya disebabkan oleh bakteri dan parasit

Inilah alasan mengapa Bunda perlu mengetahui langkah-langkah penanganan penyakit agar anak cepat pulih. Ingin tahu lebih lengkap tentang cara penanganan anak sakit di rumah? Download e-book langkah tepat penanganan penyakit anak di sini, GRATIS!

 

WhatsApp Asisten Maya saja