Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ diabetes”

Showing 1–10 of 30 results

  • Hampir semua orang pernah mengalami luka pada kulit atau bagian tubuh lainnya, hanya yang membedakan besar kecil atau tingkat keparahan luka, ada juga perbedaan luka yang diakibatkan diri sendiri atau serangan orang lain.Nah, tahap penyembuhan luka berbeda-beda, ada penyembuhannya relatif lebih cepat, bahkan ada yang lama, tergantung dari bagaimana perawatan luka tersebut. Luka adalah suatu […]

    Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Hampir semua orang pernah mengalami luka pada kulit atau bagian tubuh lainnya, hanya yang membedakan besar kecil atau tingkat keparahan luka, ada juga perbedaan luka yang diakibatkan diri sendiri atau serangan orang lain.Nah, tahap penyembuhan luka berbeda-beda, ada penyembuhannya relatif lebih cepat, bahkan ada yang lama, tergantung dari bagaimana perawatan luka tersebut.

    Luka adalah suatu kondisi kerusakan atau hilangnya sebagian jaringan tubuh yang bisa terjadi karena trauma apapun baik  tumpul, tajam, zat kimia, dll. Terkadang kita menganggap remeh luka yang dialami. Namun, tahukah kamu 1/4 dari penderita diabetes memiliki ulkus diabetikum (luka diabetes) dan 25% dari yg menderita luka diabetes itu berakhir dengan amputasi.

    Berdasarkan waktu penyembuhannya luka dibagi menjadi luka akut / fisiologis (yg waktu penyembuhannya sesuai perkiraan, sekitar 7-14 hari) dan luka yg kronis / patologis yang proses penyembuhannya sangat lama atau bahkan luka semakin memburuk. Luka yang tak kunjung sembuh masuk ke dalam luka patologis. Biasanya luka semakin melebar dari bentuk awal, bernanah, bau, terus-terusan merah dan nyeri.

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

    Beberapa faktor berperan dalam penyembuhan luka, antara lain umur, nutrisi, kebersihan luka, infeksi, sirkulasi dan oksigenasi, penyakit yg mendasari, merokok, stres. Salah satu penyakit yang seringkali menyebabkan luka sulit sembuh adalah diabetes melitus. Sering kali pasien datang dengan luka yg sudah besar dan berbau tapi tidak mengetahui bahwa dirinya telah menderita diabetes.

    Oleh karena itu peran skrining penyakit sangat penting untuk pencegahan terjadinya luka yang tak kunjung sembuh. Skrining sederhana dapat dimulai dengan mengecek kadar gula darah secara rutin. Akan lebih baik lagi bila melakukan pengecekan lainnya seperti darah rutin dan faktor pembekuan darah.

    Baca Juga: Mengapa Suntik Insulin Penting

    Beberapa langkah dapat dilakukan untuk pencegahan agar luka cepat sembuh, seperti :

    – Melakukan perawatan luka awal dengan membersihkan menggunakan larutan salin atau pun cairan antiseptik (bila perlu)

    – Tidak memberikan bubuk kopi, dedaunan atau apapun pada luka

    – Tidak sembarangan mengkonsumsi antibiotik

    – Pada luka kotor, tertusuk paku, luka bakar, gigitan hewan, luka besar dan dalam sebaiknya segera meminta bantuan ke pusat kesehatan terdekat

    – Menjaga pola hidup sehat : mengjindsri rokok & alkohol, olahraga yg cukup, dan menjaga asupan nutrisi

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Anda mungkin sudah tahu bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung. Risiko stroke dan penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung pada penderita diabetes semua tipe memang tinggi. Namun, hal ini lebih besar lagi pada penderita diabetes tipe 2. Penyakit jantung menempati urutan pertama dalam penyakit yang menyebabkan kematian pada penderita diabetes […]

    Sakit Gula Bikin Jantungan

    Anda mungkin sudah tahu bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung. Risiko stroke dan penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung pada penderita diabetes semua tipe memang tinggi. Namun, hal ini lebih besar lagi pada penderita diabetes tipe 2. Penyakit jantung menempati urutan pertama dalam penyakit yang menyebabkan kematian pada penderita diabetes tipe 2.

    Diabetes merupakan penyakit kronis yang memiliki banyak komplikasi. Salah satu komplikasi diabetes menyerang pembuluh darah besar dan kecil. Setiap organ di tubuh kita memiliki pembuluh darah, sehingga penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi pada seluruh organ tubuh. Terutama organ-organ vital, seperti jantung, otak, ginjal hingga sampai ke organ kecil seperti mata, jari kaki hingga organ vital pada pria.

    Bagaimana hubungan penyakit diabetes dengan jantung? Kita tahu bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyakit dengan angka kematian yang tinggi. Beberapa faktor risiko yang banyak diketahui orang adalah kolesterol yang tinggi, kegemukan, dan terakhir adalah diabetes melitus. 

    Baca Juga: 5 Tanda Diabetes dan Kencing Manis

    Pada diabetes yang melibatkan penyakit jantung, pembuluh darah koroner merupakan targetnya. Sehingga, diabetes dapat merusak pembuluh darah koroner. Maka tanpa adanya faktor resiko berupa kenaikan kolesterol, diabetes sendiri mampu membuat pembuluh darah tersumbat sehingga menyebabkan serangan jantung. Perlu diingat bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia.

    Diabetes dapat meningkatkan risiko kematian karena penyakit jantung koroner sebesar 2 hingga 4 kali lipat dari kondisi normal, meningkatkan risiko gagal jantung 2 hingga 5 kali lipat dari normal, dan meningkatkan risiko stroke sebesar 2 hingga 4 kali lipat dari kondisi normal.

    Gejala penyakit jantung harus kita waspadai adalah nyeri di bagian dada, lengan, pundak, leher, rahang dan juga bagian punggung dan sesak napas. Bila sahabat mengalami ini, maka segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan cepat sehingga tidak berdampak buruk ke depannya.

    Nah, penting bagi kita menyadari bahwa mengontrol gula dan diabetes merupakan salah satu faktor terpenting dalam pencegahan penyakit jantung koroner. Faktor risiko terpenting yang harus dikontrol pada pasien-pasien yang mengalami diabetes atau prediabetes adalah menurunkan berat badan. Selain itu, mengubah pola hidup menjadi sehat seperti cek kesehatan berkala, konsumsi makanan sehat yang kaya sayur dan buah, serta perbanyak aktivitas fisik dan olahraga. Melakukan olahraga selama 30 menit setiap hari selama 5 kali seminggu atau 150 jam dalam satu minggu dapat menurunkan risiko terjadinya diabetes melitus sebanyak 58%.

    Baca Juga: 8 Fakta Lawan Diabetes

    Bagaimana tanda awal serangan jantung?

    Tanda awal serangan jantung adalah nyeri di dada sebelah kiri, nyeri dada terhebat yang pernah dirasakan dan kuncinya adalah nyeri tersebut biasanya menjalar ke lengan dan tidak bisa ditunjuk posisi nyerinya. Biasanya disertai dengan mual muntah dan keringat dingin.

    Apa yg harus dilakukan orang dengan diabetes agar terhindar dari penyakit jantung?

    Pada penderita diabetes, rutin melakukan pengecekan terhadap gula darah, konsumsi obat anti diabetes sesuai dengan saran dokter dan menjaga berat badan ideal merupakan beberapa cara agar dapat terhindar dari penyakit jantung.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Mendengar kata ‘diabetes’ merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Seperti diketahui, selain dengan minum obat dan berbagai bentuk penanganan medis lainnya, gaya hidup dan pola diet penderita diabetes juga menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan terapi. Salah satunya adalah susu rendah kalori, apakah cocok dan aman diberikan […]

    Susu Rendah Kalori Pengganti Makanan, Cocokkah untuk Penderita Diabetes?

    Mendengar kata ‘diabetes’ merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Seperti diketahui, selain dengan minum obat dan berbagai bentuk penanganan medis lainnya, gaya hidup dan pola diet penderita diabetes juga menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan terapi. Salah satunya adalah susu rendah kalori, apakah cocok dan aman diberikan sebagai makanan pengganti bagi penderita diabetes? Simak ulasan di bawah ini:

    Diabetes melitus atau penyakit gula adalah kondisi dimana kadar gula darah tinggi karena tubuh tidak dapat menghasilkan atau menggunakan hormon insulin dengan efektif. Insulin adalah hormon yang berguna dalam mengatur kadar gula darah, memastikan agar gula darah didistribusikan ke dalam sel sebagai sumber energi. Di saat fungsi ini terganggu, maka kadar gula darah akan meningkat dan terjadilah penyakit gulaini. Terdapat dua tipe diabetes, yaitu diabetes melitus tipe 1 dan 2. Apapun tipe diabetes yang dialami, tidak semua makanan dan minuman baik untuk dikonsumsi. Porsi makan para diabetesi yang dianjurkan pun tidak sama dengan orang-orang pada umumnya, yaitu:

    • Energi dari karbohidrat 45-65%,
    • Protein 15-20%,
    • Lemak 20-25%,
    • Vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah yang cukup.

    American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan perencanaan makan untuk dapat mencapai kadar gula yang normal dan terkontrol dengan baik tapi tetap mendapatkan nutrisi yang maksimal, yaitu:

    • Perhitungkan karbohidrat yang Anda konsumsi setiap saat makan,
    • Pertimbangkan dan kontrol porsi makanan Anda tidak berlebihan,
    • Pilih jenis makanan dengan indeks glikemik rendah yang baik untuk gula darah Anda.

    Lalu, bagaimana dengan susu, terutama susu rendah kalori, apakah cocok untuk untuk penderita diabetes?American Diabetes Association (ADA) menyatakan bahwa setiap pasien diabetes memiliki risiko osteoporosis dan patah tulang yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang sehat, sehingga konsumsi susu sebagai sumber kalsium dan vitamin D cukup penting agar dapat mencegah terjadinya osteoporosis dini. Selain itu, susu mengandung indeks glikemik yang rendah sehingga cocok bagi penderita diabetes. Bahkan beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi susu dapat menurunkan risiko hipertensi dan sindrom metabolik lainnya, bahkan menurunkan risiko diabetes kemudian hari bagi mereka yang belum terkena diabetes.

    Prinsipnya sebenarnya sama, pada kondisi diabetes maka tidak semua susubaik untuk Anda. Pastinya perlu diperhatikan kandungan gula, karbohidrat, dan lemak jenuh pada masing-masing produk susu. Setelah itu, sesuaikan dengan total asupan harian agar tidak berlebihan. Oleh karena itu, hindarilah produk susu yang diberikan pemanis tambahan, serta susu yang tinggi akan kandungan lemak jenuh. Jadi untuk para diabetesi, beberapa pilihan susu yang rendah kalori dan baik untuk pasien diabetes adalah sebagai berikut:

    1. Susu tanpa lemak
    2. Susu rendah lemak
    3. Susu kedelai terfortifikasi

    Para diabetesi perlu tahu bahwa sebagian besar susu yang mengandung pemanis rendah kalori akan mengandung sejumlah kalori dan karbohidrat dari bahan komposisi yang lain. Itu sebabnya, meskipun diberi keterangan ‘bebas gula’ atau ‘rendah gula’ tapi tidak selalu benar adanya. Penting untuk para diabetesi mencermati label kandungan nutrisi yang tertera pada masing-masing kemasan susu rendah kalori apapun yang ingin dikonsumsi. Rasa dari susu juga perlu diperhatikan. Pilihlah susu tanpa rasa karena susu dengan rasa tertentu seperti cokelat dan vanila, biasanya mengandung kadar gula atau pemanis buatan yang lebih tinggi.

    Nah,bila Sobat membutuhkan produk susu rendah kalori, aneka makanan-minuman kesehatan serta informasi seputar kesehatan lainnya, bisa dipesan melalui www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Susu rendah kalori pengganti makanan diabetesi. Diupadate 16 November 2016. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/susu-rendah-kalori-pengganti-makanan-diabetesi
    2. What are the best milk options for people with diabetes? Diupdate 18 April 2016. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: healthline.com/health/diabetes/best-milk-for-diabetics
    3. What is the best milk for people with diabetes? Diupdate 28 Agustus 2018. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: medicalnewstoday.com/articles/311107.php
    4. Daily Nutrition. Milk products and type 2 diabetes. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: dairynutrition.ca/scientific-evidence/roles-on-certain-health-conditions/milk-products-and-type-2-diabetes
    5. Spero D. Is milk bad for you? Diabetes and milk. Diupdate 20 Juni 2017. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: diabetesselfmanagement.com/blog/is-milk-bad-for-you-diabetes-and-milk/
    Read More
  • Bagi para penyandang diabetes melitus, semua makanan dan minuman yang manis dipukul rata tidak diperbolehkan. Artinya, semua yang bebas gula aman untuk dikonsumsi, begitulah kira-kira. Tapi tentu saja para penyandang diabetes tetap ingin bisa mengonsumsi sesuatu yang manistapi tetap relatif aman untuknya, maka hadirlah berbagai macam inovasi gula rendah kalori khusus untuk diabetes dan lain-lain, […]

    Madu atau Gula, Amankah untuk Penderita Diabetes?

    Bagi para penyandang diabetes melitus, semua makanan dan minuman yang manis dipukul rata tidak diperbolehkan. Artinya, semua yang bebas gula aman untuk dikonsumsi, begitulah kira-kira. Tapi tentu saja para penyandang diabetes tetap ingin bisa mengonsumsi sesuatu yang manistapi tetap relatif aman untuknya, maka hadirlah berbagai macam inovasi gula rendah kalori khusus untuk diabetes dan lain-lain, lalu salah satunya adalah madu.

    Nah, madu atau gula yang cocok untuk penderita diabetes? Yuk,Sobat mari pahami dengan baik dan temukan alasannya.

    Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditemukan pada era modern saat ini, dengan jumlah penyandang diabetes lebih dari 285 juta jiwa pada tahun 2010, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga kira-kira 438 juta penyandang diabetes tahun 2030.Diabetes melitus adalah kadar gula di dalam darah tinggi yang disebabkan karena kegagalan fungsi hormon insulin akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak baik seperti konsumsi gula atau makanan/minuman manis yang berlebihan. Kemudian muncul ide madu untuk pengganti gula sebagai pemanis. Tapi tahukah Sobat, ternyata madu baik dikonsumsi untuk para penyandang diabetes, bahkan penelitian terbaru saat ini menyatakan bahwa madu memiliki efek antidiabetes.

    Kalori dan Indeks Glikemik

    Apa bedanya madu dan gula biasa? Jika dibandingkan, satu sendok gula pasir mengandung 46 kalori, sedangkan satu sendok madu mengandung 64 kalori. Wah, madu ternyata mengandung lebih tinggi kalori. Namun jangan sedih dulu, satu sendok gula jika dibandingkan dengan satu sendok madu menghasilkan tingkat kemanisan yang berbeda. Madu tentu lebih manis dan lebih pekat. Kurang lebih untuk mendapatkan rasa manis yang setara dengan satu sendok gula, hanya dibutuhkan setengah atau sepertiga sendok madu, sehingga mengurangi jumlah kalori dan baik untuk penyandang diabetes.

    Indeks glikemik menggambarkan kemampuan suatu zat dalam meningkatkan kadar gula darah dan kadar insulin. Semakin tinggi indeks glikemik suatu zat, maka semakin cepat dan besar kenaikan gula darah yang disebabkan zat tersebut. Kabar baiknya, madu memiliki indeks glikemik yang rendah dibandingkan dengan gula, artinya madu diserap masuk ke dalamperedaran darah secara perlahan sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang hebat dan tentu sangat baik untuk penyandang diabetes.

    Kandungan dan Manfaat

    Gula mengandung 100% karbohidrat, yang tersusun dari 50% glukosa dan 50% fruktosa. Fruktosa adalah jenis gula yang hanya dapat dipecah oleh organ hati. Konsumsi gula yang berlebihan terbukti dapat menyebabkan beberapa kondisi yang tidak diinginkan seperti peningkatan berat badan yang dapat berujung menjadi obesitas, perlemakan hati, dan peningkatan trigliserida.

    Madu juga terdiri dari gula, tapi hanya 30% glukosa dan 40% fruktosa. Tapi tidak hanya itu, madu mengandung berbagai elemen lain yang baik untuk kesehatan, seperti protein, berbagai vitamin yaitu vitamin B2 atau riboflavin, vitamin B5 atau pantothenic acid, vitamin B3 atau niasin, vitamin B9 atau asam folat, vitamin B6, vitamin C, dan mineral baik seperti fosfor, potasium atau kalium, zat besi, magnesium, kalsium, dan zinc. Tidak hanya itu, di dalam madu juga terkandung berbagai jenis antioksidan seperti pinobanksin, chrysin, dan pinocembrin. Penelitian terbaru bahkan menyatakan bahwa konsumsi madu ternyata dapat menurunkan gula darah dan berperan sebagai antidiabetes.

    Kesimpulannya, madu aman dikonsumsi penderita diabetes. Jika Sobat membutuhkan produk madu, gula rendah kalori atau artikel kesehatan menarik lainnya, yuk akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Madu vs. Gula pasir: mana yang baik untuk diabetes? Diupdate 24 November 2015. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/madu-vs-gula-pasir-mana-yang-baik-untuk-diabetes
    2. Bobiş O, Dezmirean DS, Moise AR. Honey and Diabetes: The Importance of Natural Simple Sugars in Diet for Preventing and Treating Different Type of Diabetes. Oxidative Medicine and Cellular Longevity. 2018;2018:4757893.
    3. Honey vs. Granulated sugar: which sweetener’s better for diabetes? Diupdate 31 Oktober 2017. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: healthline.com/health/diabetes/sweeteners-honey-vs-granulated-sugar#1
    4. Can people with type 2 diabetes eat honey? Diupdate 28 Mei 2017. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: medicalnewstoday.com/articles/317662.php
    5. Erejuwa OO, Sulaiman SA, Wahab MSA. Honey – A Novel Antidiabetic Agent. International Journal of Biological Sciences. 2012;8(6):913-934.
    Read More
  • Sobat, dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas 7 jenis makanan yang dapat membantu Anda mencegah diabetes. Diabetes merupakan suatu kelainan kronis yang perlu diobati secara efektif, karena jika dibiarkan dapat memperburuk kondisi tubuh dan menimbulkan komplikasi pada stroke, maupun penyakit ginjal. Apakah Sobat tahu apa yang dimaksud dengan prediabetes?Prediabetes ditandai dengan tingginya kadar gula […]

    7 Jenis Makanan Bantu Cegah Diabetes

    Sobat, dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas 7 jenis makanan yang dapat membantu Anda mencegah diabetes. Diabetes merupakan suatu kelainan kronis yang perlu diobati secara efektif, karena jika dibiarkan dapat memperburuk kondisi tubuh dan menimbulkan komplikasi pada stroke, maupun penyakit ginjal.

    Apakah Sobat tahu apa yang dimaksud dengan prediabetes?Prediabetes ditandai dengan tingginya kadar gula yang paling sering disebabkan oleh resistensi insulin, yaitu kondisi dimana tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar. Kondisi ini sering menjadi pendahulu dari diabetes tipe 2. Namun, diagnosis prediabetes tidak berarti Sobat akan terkena diabetes tipe 2. Hal yang perlu Sobat lakukan adalah mencegahnya sejak dini, sehingga kadar gula darah Anda tidak lebih dari nilai prediabetes.

    Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko Sobat untuk prediabetes. Genetik merupakan salah satu faktor. Jika Anda memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, maka Sobat perlu waspada. Namun, faktor gaya hidup lebih berperan penting dalam perkembangan penyakit.

    Pilihan makanan menjadi sangat berarti ketika Sobat ingin mencegah diabetes. Sebenarnya tidak ada makanan yang benar-benar dilarang untuk dikonsumsi penderita diabetes, bahkan makanan yang dianggap tidak baik sekalipun bisa Sobat konsumsi, asalkan sesekali dan hanya dalam jumlah sedikit. Namun, lebih mudah tentunya untuk mengelola diabetes jika Sobat tetap berpegang pada opsi yang terbaik.

    Berikut adalah 7 jenis asupan yang dapat membantu Sobat untuk mencegah diabetes:

    1. ZAT TEPUNG (KARBOHIDRAT)

    Makan karbohidrat tidak langsung menyebabkan seseorang menderita prediabetes. Tubuh kita membutuhkan karbohidrat, tapi Sobat harus memilih jenis karbohidrat dengan bijak tentunya.Jumlah dan jenis karbohidrat yang dikonsumsi dalam makanan adalah yang memengaruhi gula darah. Berikut beberapa panduan makanan yang direkomendasikan seperti:

    • Biji – bijian utuh, seperti beras merah, oatmeal.
    • Kentang manis panggang.
    • Biji- bijian utuh lainnya tanpa tambahan gula.

    Sobat perlu waspada dengan indeks glikemik. Makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi akan meningkatkan gula darah lebih cepat, sehingga jenis- jenis makanan dengan indeks glikemik tinggi, contohnya pada biji- bijian olahan seperti nasi putih atau tepung putih, sereal dengan sedikit biji – bijian dan mengandung banyak gula, roti putih, dan kentang goreng perlu dihindari.

    1. SAYUR–SAYURAN

    Konsumsi sayuran sangat direkomendasikan, Sobat akan mendapatkan banyak serat dan sedikit lemak atau garam. Jenis sayuran yang direkomendasikan:

    • Sayuran segar, dimakan mentah, dikukus ringan, atau dipanggang.
    • Sayuran beku polos, sedikit dikukus.
    • Sayuran hijau seperti kangkung, bayam.
    • Sayuran kaleng yang rendah atau tanpa garam.

    Sobat dapat mengombinasikan warna sayuran agar tidak cepat bosan, seperti warna orange, merah dari wortel atau paprika merah, putih dari bawang, bahkan ungu dari terong. Pedoman dari Amerika merekomendasikan Sobat mengonsumsi sayur sebanyak 2,5 cangkir per hari.

    Namun Anda perlu berhati–hati pada sayuran kaleng yang mengandung banyak garam, sayuran yang dimasak dengan menggunakan keju, mentega yang banyak.

    1. BUAH–BUAHAN

    Dari buah – buahan, Sobat mendapat kandungan karbohidrat, vitamin, mineral dan serat dari sumber yang segar, rendah lemak dan garam. Namun cenderung memiliki lebih banyak karbohidrat dibandingkan dengan sayuran. Pilihan buah yang dapat Sobat konsumsi:

    • Buah – buahan segar.
    • Buah kaleng tanpa tambahan gula.
    • Selai rendah gula atau bebas gula.

    Hindari konsumsi buah kaleng yang mengandung sirup gula, saus apel manis, jus buah dengan kandungan gula yang tinggi.

    1. PROTEIN

    Banyak sekali pilihan yang dapat Sobat konsumsi sebagai sumber protein, seperti daging sapi, ayam, ikan, makanan laut, kacang, keju, telur, kacang dan tempe tahu. Konsumsi makanan tersebut sebaiknya tetap yang mengandung rendah lemak dan utamakan sumber protein nabati. Hindari sumber protein seperti daging goreng, daging babi asap, keju biasa(bukan yang rendah lemak), unggas dengan kulit, ikan goreng, tahu goreng.

    1. PRODUK SUSU

    Jika ingin mengonsumsi produk susu, carilah yang mengandung lemak rendah. Pilihan yang direkomendasikan seperti susu rendah lemak atau 1% susu krim, yoghurt rendah lemak, keju rendah lemak.

    1. LEMAK, MINYAK & MANISAN

    Pilihan makanan yang satu ini biasanya sulit untuk ditolak, dan jika dikonsumsi terlalu banyak makan dapat menambah berat badan serta membuat Sobat sulit untuk mengelola diabetes. Inilahjenis makanan yang dianjurkan:

    • Sumber nabati alami seperti kacang, biji–bijian, atau alpukat (tinggi kalori, tentunya dengan porsi kecil).
    • Makanan dengan lemak omega 3 seperti salmon, tuna, atau mackerel.
    • Minyak nabati seperti minyak canola atau minyak zaitun.

    Sobat perlu menghindari makanan-makanan yang mengandung lemak trans, karens kurang baik untuk kesehatan hati. Hindari juga konsumsi lemak jenuh terutama dari produk hewani, minyak kelapa dan minyak sawit. Sobat dapat menanyakan pada dokter keluarga, batas konsumsi yang diperlukan, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes.

    1. MINUMAN

    Saat mengonsumsi minuman favorit, mungkin saja terdapat lebih banyak kandungan kalori, gula, garam atau bahkan lemak yang Sobat tidak tahu. Berikut adalah minuman yang direkomendasikan:

    • Air putih.
    • Teh tanpa pemanis (jika mau, tambahkan seiris lemon).
    • Kopi hitam, atau dengan tambahan susu rendah lemak dan pengganti gula.

    Sobat perlu menghindari minuman seperti soda, bir, teh manis, kopi dengan gula dan krim, minuman penambah energi.

    Itulah 7 jenis asupan yang dapat Sobat konsumsi untuk mencegah diabetes. Mengontrol makanan merupakan salah satu pola hidup sehat yang dianjurkan. Sobat juga dapat berolahraga secara rutin yang direkomendasikan sebanyak 5 hari seminggu dengan durasi setidaknya 30 menit. Tidak perlu olahraga yang berat dan rumit, cukup dengan berjalan, bersepeda, menari, mengikuti kelas olahraga dan aktivitas lain.

    Nah, bila Sobat ingin mencari aneka produk makanan sehat, suplemen, maupun informasi kesehatan lain, bisa diakses dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Daftar Pustaka

    1. Jenis Makanan untuk Diet Diabetes – prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/jenis-makanan-untuk-diet-diabetes, diakses pada tanggal 1-10-2018
    2. 9 Makanan Pencegah Diabetes – lifestyle.sindonews.com/read/1279059/155/9-makanan-pencegah-diabetes-1517629308, diakses pada tanggal 1-10-2018
    3. 10 Foods that can help prevent diabetes – foxnews.com/lifestyle/10-foods-that-can-help-prevent-diabetes, diakses pada tanggal 1-10-2018
    4. Best and Worst Foods for Diabetes – webmd.com/diabetes/diabetic-food-list-best-worst-foods#1, diakses pada tanggal 1-10-2018
    5. The Right Diet for Prediabetites – healthline.com/health/diabetes/prediabetes-diet#exercise, diakses pada tanggal 1-10-2018
    Read More
  • Diabetes Melitus (DM), atau biasa dikenal dengan kencing manis, merupakan kelompok penyakit metabolik kronikyang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah. Paling sedikit 285 juta orang di dunia menderita DM dan 60%-nya terdapat di Asia. Dalam keadaan normal, makanan yang dicerna akan berubah menjadi glukosa yang kemudian digunakan untuk menghasilkan energi. Glukosa dalam darah lalu […]

    5 Makanan yang Harus Diwaspadai Penderita Diabetes

    Diabetes Melitus (DM), atau biasa dikenal dengan kencing manis, merupakan kelompok penyakit metabolik kronikyang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah. Paling sedikit 285 juta orang di dunia menderita DM dan 60%-nya terdapat di Asia. Dalam keadaan normal, makanan yang dicerna akan berubah menjadi glukosa yang kemudian digunakan untuk menghasilkan energi. Glukosa dalam darah lalu dipindahkan ke dalam sel dengan bantuan hormon insulin, baik untuk langsung diubah menjadi energi atau disimpan sebagai cadangan energi. Produksi maupun aktivitas dari hormon insulin ini terganggu pada penderita diabetes sehingga terjadi penumpukan kadar glukosa dalam darah yang disebut hiperglikemia.

    Sobat mungkin berpikir apa saja tanda dari DM. Penderita DM seringkali cepat haus dan lapar, frekuensi berkemihmeningkat, dan penurunan berat badan. Seseorang dapat dikatakan menderita diabetes apabila mengalami gejala di atas ditambah dengan nilai gula darah sewaktu yang³ 200 mg/dl. Bagi Andayang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, berat badan berlebih, aktivitas fisik yang kurang, dan sering mengonsumsi makanan dengan kualitas buruk lebih berisiko untuk terkena DM. IngatyaSobat, Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, tapi dapat dikontrollho. Apabila tidak dikontrol, diabetes dapat berlanjut menjadi kerusakan ginjal, mata, saraf, serta penyakit jantung. Salah satu upaya untuk mengontrolnya adalah dengan mengatur makanan yang dikonsumsi agar berat badan, gula darah, tekanan darah, dan kadar lemak dalam tubuh tetap dalam batas normal. Tentunya terdapat beberapa makanan yang harus diwaspadai penderita diabetes agar gula darah tetap terkontrol dan terhindar dari komplikasi. Yuk, kita simak di bawah ini!

    1. NASI PUTIH SEBAGAI SUMBER KARBOHIDRAT

    Orang Asia lebih cenderung terkena diabetes pada usia yang lebih muda dan pada indeks massa tubuh yang lebih kecil dibandingkan orang Barat. Hal ini disebabkan beberapa faktor,salah satunya adalah tingginya konsumsi karbohidrat sederhana yang terdapat pada nasi putih. Karbohidrat merupakan sumber utama yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Karbohidrat dibagi dua jenis, karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.

    Pada penderita diabetes, makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti nasi putih, harus dibatasi karena karbohidrat jenis ini dicerna dalam waktu singkat sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah dalam waktu yang cepat. Selain nasi putih, makanan pokok yang mengandung karbohidrat simpleks adalah pasta, roti tawar, dan sereal. Asupan karbohidrat yang dianjurkan untuk penderita diabetes adalah 45–65% total asupan energi danSobat dengan diabetes disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks sebagai makanan pokok. Karbohidrat kompleks, seperti pada nasi merah atau roti gandum, memiliki kadar serat dan vitamin yang tinggi sehingga dapat memperlambat penyerapan glukosa.

    1. MAKANAN & MINUMAN MANIS

    Makanan dan minuman manis seperti gula, kue kukis, pastry, permen, manisan, sirup dengan kadar fruktosa yang tinggi, minuman ringan, jus buah, dan bahan pemanis buatan mengandung karbohidrat sederhanaharus dibatasi pada penderita diabetes karena dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah. Konsumsi minuman dengan kadar fruktosa yang tinggi secara berlebihan selain akan memengaruhi kadar gula darah, juga akan akan memengaruhi sensitivitas hormon insulin, tekanan darah, metabolisme lemak, serta meningkatkan deposit lemak dalam tubuh. Gula dan produknya (minuman ringan dan manis) serta madu, hanya diperbolehkan untuk dikonsumsi pada kondisi kadar gula darah yang sangat rendah (hipoglikemia).

    1. PRODUK HEWANI & MAKANAN YANG DIGORENG

    Produk hewani seperti daging berlemak, mentega, margarin, susu full cream, kuning telur,mayones, es krim dan makanan lain yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans merupakanmakanan yang harus diwaspadai penderita diabetes. Makanan yang memiliki kadar lemak yang tinggi  (terutama lemak jenuh dan lemak trans) akan mempersulit kerja hormon insulin untuk memasukkan glukosa ke dalam sel sehingga berperan dalam peningkatan kadar glukosa darah. Selain itu, lemak yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan berbagai kanker. Asupan lemak yang dianjurkan pada penderita diabetes adalah 20–25% dari kebutuhan kalori atau tidak lebih dari 2-3 gram lemak per porsi makanan.

    Pengolahan makanan juga harus diperhatikan untuk membatasi kadarlemak yang dikonsumsi. Anda harus membatasikonsumsi makanan yang diproses dengan cara digoreng,serta yang diolah dengan mentega atau margarin.Sebab dalam pembuatan margarin, terjadi proses hidrogenasi yang mengubah lemak baik untuk tubuh menjadi lemak jenuh dan lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Mengurangi konsumsi lemak dan mengurangi lemak dalam tubuh dapat membantu hormon insulin agar dapat bekerja secara optimal, menurunkan berat badan, menjaga kadar gula dan lemak dalam darah agar tetap terkontrol.

    1. MAKANAN KEMASAN & MAKANAN CEPAT SAJI

    Makanan kemasan dan makanan cepat saji harus dikurangi. Makanan kemasan seperti makanan ringan (keripik kentang), sayuran dan buah kalengan,jus buah dalam kemasan cenderung mengandung karbohidrat kompleks, bahan pengawet, pemanis buatan, dan mengandung kadar garam tinggi. Sedangkan makanan cepat saji cenderung memiliki kadar lemak trans yang tinggi. Bahan–bahan yang terdapat pada kedua kelompok makanan tersebut dapat memengaruhi kadar gula dalam darah melalui proses yang telah dijelaskan sebelumnya.

    Anjuran asupan garam untuk penderita diabetes sebenarnya sama dengan orang sehat yaitu < 2300 mg/hari. Namun,umumnya penyakit diabetes terjadi bersamaan dengan tekanan darah tinggi atau bahkan sudah menimbulkan komplikasi ke ginjal. Sehingga disarankan untuk membatasi konsumsi garam, untuk menjaga tekanan darah dan meringakan kerja ginjal, dengan mengurangi jumlah garam yang ditambahkan pada saat memasak dan membatasi konsumsi makanan berpengawet.

    1. ALKOHOL

    Salah satu makanan yang harus diwaspadai penderita diabetes adalah makanan dan minuman yang tinggi alkohol. Alkohol pada penderita diabetes rentan untuk menyebabkan keadaan hipoglikemia apabila dikonsumsi berlebihan dan dalam perut kosong, terlebih pada yang menerima terapi hormon insulin. Alkohol juga dapat menyebabkan berbagai efek metabolik lain, seperti konsumsi kalori yang berlebihan, peningkatan kadar lemak, radang pankreas, gangguan pada metabolisme karbohidrat dan glukosa, gangguan pada fungsi hati. Sehingga dianjurkan bagi penderita diabetes untuk membatasi konsumsi alkohol untuk menghindari komplikasi dari diabetes, seperti hipoglikemia dan penyakit jantung.

    Nah, Sobat itulah jenis makanan dan minuman yang perlu diwaspadai penderita diabetes. Jika Anda membutuhkan alat cek gula darah, gula rendah kalori, atau produk kesehatan lain, bisa dipesan dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Type 2 Diabetes diet guidelines: foods to eat, foods to avoid [Internet]. [dikutip 13 September 2018]. Tersedia pada: medicinenet.com/diabetic_diet_for_type_2_diabetes/article.htm#type_2_diabetes_diet_definition_and_facts
    2. Diabetic Food List: Best and worst choices [Internet]. [dikutip 13 September 2018]. Tersedia pada: webmd.com/diabetes/diabetic-food-list-best-worst-foods#1
    3. PERKENI. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PERKENI; 2015.
    4. NIDKK. What I Need to Know About Eating and Diabetes. Bethesda: NIH; 2007.
    5. Jeevani. Diet for diabetics and their limitations. J Diabetes Metab. 2011;02(09).
    6. Jain R, Handa A, Tiwari D, Priyanka J, Gupta AK. Nutrition in diabetes. JIACM. 2014;15(2) :125­–31.
    7. Asif M. The prevention and control the type-2 diabetes by changing lifestyle and dietary pattern. J Educ Health Promot [Internet]. 21 Februari 2014 [dikutip 13 September 2018];3. Tersedia pada: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3977406/
    8. Hamdy O, Barakatun-Nisak M-Y. Nutrition in diabetes. Endocrinol Metab Clin North Am. 2016;45(4):799–817.
    9. Evert AB, Boucher JL, Cypress M, Dunbar SA, Franz MJ, Mayer-Davis EJ, dkk. Nutrition therapy recommendations for the management of adults With diabetes. Diabetes Care. 2014;37(Supplement_1):S120–43.
    10. Hu FB. Globalization of Diabetes: The role of diet, lifestyle, and genes. Diabetes Care. 2011;34(6):1249–57.
    Read More
  • Memiliki masalah kesehatan memang membuat seseorang dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Hal ini juga berlaku bagi Sobat yang memiliki kadar gula darah yang tinggi. Sobat tidak boleh asal makan karena tentunya beberapa makanan bisa menjadi penyebab tingginya kadar gula darah. Namun, beberapa makanan juga baik untuk gula darah bahkan mampu membantu untuk menurunkan […]

    Panduan Asupan Sehat untuk Menurunkan Kadar Gula Darah

    Memiliki masalah kesehatan memang membuat seseorang dianjurkan untuk lebih berhati-hati dalam memilih makanan. Hal ini juga berlaku bagi Sobat yang memiliki kadar gula darah yang tinggi. Sobat tidak boleh asal makan karena tentunya beberapa makanan bisa menjadi penyebab tingginya kadar gula darah.

    Namun, beberapa makanan juga baik untuk gula darah bahkan mampu membantu untuk menurunkan kadarnya. Pada pembahasan kali ini, akan dijelaskan beberapa makanan yang dapat membantu menurunkan kadar gula darah sesuai dengan gula darah yang Sobat miliki.

    1. Mengonsumsi Sayuran

    Apapun jenis sayuran yang Sobat pilih, sayuran sangat membantu menurunkan kadar gula darah pada tubuh. Akan tetapi, Sobat perlu memerhatikan cara pengolahannya. Dalam menurunkan kadar gula darah, sebaiknya sayuran tersebut di makan langsung mentah yang terlebih dahulu telah dicuci bersih, atau dipanggang maupun dioven. Bahan tambahan yang diperbolehkan untuk memperkaya rasa yaitu bawang putih, rosemary, atau paprika merah. Kurangi penggunaan gula dan garam.

    2. Kurangi Minuman Berkalori

    Minuman yang memiliki kandungan kalori yang tinggi akan membuat kadar gula darahmu naik. Minuman jenis ini tentunya akan memperburuk kondisi kesehatanmu. Olehkarena itu, lebih baik Sobat meminum air putih yang memang terbukti mampu mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh dan menurunkan kadar gula darah. Jika Sobat ingin meminum minuman yang memiliki rasa agar tidak bosan dengan air putih saja, Sobat bisa mencoba membuat infus water sendiri di rumah. Infus water bisa menjadi pilihan minuman yang memiliki rasa tetapi rendah kalori. Sobat bisa memilih lemon atau mentimun agar infus water segar dan sehat.

    3. Melon dan beri-berian

    Buah tersebut juga mampu menurunkan dan menjaga kadar gula darahmu. Meski memiliki rasa yang manis, kandungan kalori dan kadar gulanya masih tergolong normal dan baik abgi tubuhmu. Sobat bisa mencoba mengkreasikan buah tersebut dengan menambahkan yoghurt agar tidak membosankan.

    4. Makanan Berserat Tinggi

    Sobat juga perlu memakan bahan makanan yang berserat tinggi. Jenis makanan yang demikian juga mampu menurunkan kadar gula darah. Banyak sekali bahan makanan yang mengandung banyak serat. Akan tetapi, diutamakan untuk mengonsumsi biji-bijan yang paling banyak mengandung serat, misalnya seperti kacangkenari (almond), kacang polong, atau pistacio. Sobat bisa mengolahnya dengan mencampurkan bersama sayur sayuran kesukaan.

    5. Protein

    Menyeimbangkan komposisi nutrisimu dengan mengonsumsi protein juga sangat penting sebagai upaya menurunkan kadar gula darah. Namun, pastikan bahwa protein yang Sobat pilih tersebut tidak mengandung lemak jahat agar penyakit diabetesmu tidak semakin parah. Sobat bisa memenuhi kebutuhan protein dengan mengonsumsi keju dalam porsi sedikit, telur, daging merah, yogurt, dan protein baik lainnya. Lalu, tambahkan beberapa makanan yang mengandung lemak non jahat pula jika disukai, seperti alpukat, minyak ikan, olive oil, dan lainnya.

    Jika Sobat memiliki kadar gula darah yang tinggi karena diabetes, maka Sobat tak perlu khawatir sebab kadar gula darah dapat diturunkan. Hal utama yang perlu diingat yaitu perlunya kedisiplinan dalam mengatur pola dan porsi makanan. Jangan sembarang mengonsumsi jenis makanan atau minuman yang nantinya justru membuat kadar gula darahmu semakin memburuk.

    Selain itu, sempatkan untuk memiliki waktu berolahraga agar gula dalam darah terbakar dan menyebabkan tubuhmu berkeringat. Berkeringat setiap hari juga akan membuatmu semakin sehat dan secara tidak langsung menurunkan kadar gula darah. Memiliki jadwal tidur yang teratur juga diperlukan agar tubuhmu memiliki metabolisme yang terjaga baik. Jangan lupa untuk mengonsultasikan kondisi Sobat kepada dokter untuk penanganan diabetes lebih lanjut.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi: webmd.com/diabetes/features/diabetic-diet-6-foods-control-blood-sugar#1

    Read More
  • Obesitas masih menjadi momok di banyak negara, termasuk Indonesia. Data terakhir menunjukkan bahwa Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara berpenduduk gemuk terbanyak. Wow! Obesitas disebabkan terutama oleh peningkatan konsumsi makanan berkalori tinggi. Selain itu, faktor-faktor seperti pola hidup yang tidak aktif, stres, genetis (memiliki bakat gemuk), dan meningkatnya daya beli masyarakat juga menjadi pemicu […]

    10 Obat Herbal Obesitas yang Layak Dicoba

    Obesitas masih menjadi momok di banyak negara, termasuk Indonesia. Data terakhir menunjukkan bahwa Indonesia masuk ke dalam 10 besar negara berpenduduk gemuk terbanyak. Wow!

    Obesitas disebabkan terutama oleh peningkatan konsumsi makanan berkalori tinggi. Selain itu, faktor-faktor seperti pola hidup yang tidak aktif, stres, genetis (memiliki bakat gemuk), dan meningkatnya daya beli masyarakat juga menjadi pemicu konsumsi makanan secara berlebihan yang mengakibatkan tingginya angka kegemukan. Salah satu cara untuk mengatasi obesitas adalah melakukan diet sehat dan mengubah pola hidup. Namun, selain itu, ada beberapa obat herbal obesitas yang bisa Anda coba.

    Obesitas Bila…

    Nah, sebelumnya, cari tahu dulu apakah Anda termasuk obesitas? Langkah sederhana, coba lihat perut Anda, apakah membuncit? Entah karena kebetulan atau tidak, tapi kebanyakan pria setelah menikah, berat badan-nya perlahan-lahan akan naik. Jika tidak diseimbangkan dengan pola hidup sehat, lama-lama perut pun akan melebar dan membuncit, hehe.. Nah, normalnya, lingkar pinggang berada di ukuran 90 cm. Jika lebih dari itu, bisa jadi pertanda Anda berada di tahap kelebihan berat badan yang nantinya bisa berujung pada obesitas.

    Untuk pengukuran yang akurat, menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), dikatakan obesitas apabila seseorang memiliki Body Mass Index (BMI) atau Indeks Massa Tubuh (IMT) di angka 30 atau lebih. Di bawah angka tersebut, masih dianggap sebagai kelebihan berat badan biasa. Namun, tetap saja, risikonya bisa mengarah pada masalah kesehatan yang serius.

    Adapun rumus untuk menghitung BMI adalah: Berat Badan (kg) / [Tinggi Badan (m) x Tinggi Badan (m)]. Contoh, berat badan Anda 95 kg dengan tinggi badan 175 cm (1,75 m). Maka, BMI = 95 / (1.75 x 1.75) = 95/3.06 = 31 (obesitas). Namun, angka BMI untuk obesitas di Indonesia dan negara Asia lain lebih rendah dari itu. Menurut Departemen Kesehatan RI, seseorang dikategorikan obesitas bila BMI berada di angka 27 atau lebih.

    Tanaman Obat Herbal

    Jangan sepelekan obesitas. Pria yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas berisiko lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, risiko memiliki polip kolorektal yang akhirnya bisa menjadi kanker, dan penyakit lain.

    Selain itu, obesitas terutama adanya penumpukan lemak di daerah perut, bisa berpengaruh pada fungsi seksual pria. Sebab, kemampuan tubuh untuk memasok darah ke bagian penis terganggu sehingga menyebabkan produksi hormon testosteron menurun. Bahkan, dalam beberapa kasus impotensi, ditemukan ada kaitannya dengan obesitas ini.

    Nah, Sobat, tunggu apalagi. Yuk, pangkas lemak yang menumpuk di tubuh. Seperti yang disebutkan, ada 10 obat herbal obesitas yang bisa Anda coba sebagai terapi menurunkan berat badan, murah dan bermanfaat.

    Berikut 10 obat herbal obesitas yang perlu dicoba:

    1. Jeruk Nipis

    Ambil buah jeruk nipis. Peras, ambil sarinya lalu campurkan dengan air hangat dan segera diminum. Selain kaya dengan vitamin C dan antioksidan, jeruk nipis mengandung senyawa kimia seperti limonen, linalin asetat dan asam sitrat yang berguna untuk melancarkan sistem pencernaan tubuh. Jeruk nipis bisa dimasukkan dalam menu program diet sehat Anda.

    2. Teh Hijau

    Dibandingkan jenis teh lainnya, teh hijau mengandung Epigalo Katekin Galat (EGCG) yang memberi banyak antioksidan. Kadar EGCG yang tinggi dapat meningkatkan laju kecepatan metabolisme pada tubuh dan menurunkan kolesterol sehingga efektif menghancurkan obesitas. Teh hijau termasuk ke dalam obat herbal dan tidak memiliki efek samping. Seduhlah dan minum teh hijau secara teratur pada pagi dan malam hari.

    3. Temu Lawak

    Tak hanya berkhasiat untuk mengatasi berbagai penyakit seperti radang lambung, liver, ginjal, hepatitis, temu lawak juga bisa dijadikan obat penurun berat badan. Kandungan dalam temu lawak yang bernama latin Curcumin xanthorriza ini dapat membantu menghancurkan lemak dalam tubuh. Selain itu, temu lawak juga kaya akan karbohidrat sehingga membuat perut terasa lebih kenyang. Nafsu makan menjadi lebih terkendali sehingga porsi nasi yang masuk ke dalam tubuh bisa berkurang. Caranya, ambil beberapa rimpang temu lawak, bersihkan dengan air lalu parut. Rebus dengan 1-2 gelas air hingga mendidih. Saring airnya, tambahkan madu secukupnya, aduk rata dan siap untuk diminum.

    4. Daun Jati Belanda

    Daun jati belanda atau Guazuma ulmifoli berkhasiat untuk menurunkan berat badan secara efektif. Sebab, tumbuhan ini mengandung senyawa aktif tanin yang mampu menyerap karbohidrat atau lemak dari makanan yang masuk ke dalam tubuh. Selain itu, daun jati Belanda juga mengandung serat yang mampu menghambat penyerapan lemak, gula dan kolesterol serta melancarkan proses metabolisme tubuh.

    Siapkan 7 helai daun jati Belanda. Boleh ditambahkan 7 lembar daun tempuyung. Cuci bersih lalu rebus ke dalam 110 ml air selama 15 menit dengan api kecil hingga mendidih. Bisa pula diseduh dalam air panas. Minum selagi hangat 1 x sehari dan diulang selama 30 hari atau sepanjang Anda butuhkan.

    5. Buah Delima

    Delima atau Punica granatum kaya akan antioksidan, polifenol dan asam linolenat terkonjugasi yang bermanfaat membakar lemak dan meningkatkan metabolisme. Selain bagus untuk menurunkan berat badan, buah delima juga sangat baik untuk kulit. Anda bisa memakan buah delima langsung atau dibuat jus tanpa gula. Minum jus delima juga membantu menekan nafsu makan.

    6. Bunga Rosella

    Tanaman bunga rosella (Hisbiscus sabdariffa) yang berasal dari benua Afrika ini aslinya digunakan sebagai bunga hias. Namun, kandungan nutrisi seperti vitamin C yang sangat tinggi, vitamin A, 18 jenis asam amino, protein, kalsium, membuat rosella kini diolah menjadi makanan atau minuman kesehatan. Salah satunya adalah berfungsi sebagai obat herbal untuk menurunkan berat badan. Beberapa nutrisi dalam bunga rosella bermanfaat untuk menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah, meluruhkan lemak dan melangsingkan tubuh. Anda bisa mengolah bunga rosella menjadi teh dengan cara menyeduhnya ke dalam air panas. Atau, bisa pula dijadikan salad dengan memakai kelopak bunga rosella yang dicampurkan dengan bahan-bahan lain.

    7. Kulit Buah Manggis

    Tak hanya buahnya, kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) juga bisa dikonsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak kulit manggis mampu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah serta meningkatkan aktivitas enzim lipoprotein lipase untuk memecah LDL (low density lipoprotein) menjadi asam lemak dan gliserol. Akibatnya, kadar LDL menurun dan kadar HDL (high density lipoprotein) atau kolesterol baik meningkat. Kulit manggis juga berkhasiat untuk membantu menghancurkan lemak dalam tubuh. Jadi, jangan ragu untuk mengonsumsi kulit buah manggis, ya.

    8. Lobak

    Tanaman lobak yang punya nama latin Raphanus raphanistrum subsp. sativus adalah jenis umbi-umbian. Bentuknya panjang seperti wortel, namun isi dan kulitnya berwarna putih, bukan oranye. Lobak juga kaya akan serat yang dibutuhkan tubuh untuk melancarkan pencernaan dan mengontrol kadar gula darah. Adanya kadar gula darah yang stabil menurunkan risiko terjadinya penumpukan kolesterol dan kejadian obesitas.

    Anda bisa mengolah lobak menjadi berbagai makanan lezat, seperti salad, sashimi, sup, ataupun dimasak dengan cara ditumis. Lobak putih ini di Korea sangat sering dijadikan sebagai salah satu bahan sayuran dalam membuat kimchi,yaitu sayuran yang difermentasi dengan tambahan saus cabai dan garam.

    Penelitian dalam jurnal Molecular Nutrition and Food Research pada orang obesitas menyebutkan bahwa konsumsi kimchi mampu menunjukkan peningkatan aktivitas metabolik. Konsumsi kimchi secara rutin bisa menurunkan risiko obesitas. Selain diolah menjadi makanan, lobak juga bisa Anda olah sebagai minuman dengan dijadikan jus.

    9. Licorice

    Licorice atau akar manis juga bisa dijadikan obat herbal dalam mengatasi obesitas. Penelitian menemukan bahwa minyak flavonoid dari licorice sangat membantu dalam mengurangi lemak tubuh secara total. Orang yang mengonsumsi 900 mg minyak flavonoid secara rutin selama 8 minggu, berat tubuhnya secara signifikan turun. Tak hanya itu, licorice juga bisa membuang kandungan trigliserida yang berlebih dalam darah dan jantung sehingga tubuh menjadi lebih sehat dan bugar. Tak heran kalau licorice dianjurkan oleh para ahli gizi untuk dikonsumsi saat menjalani program diet.

    10. Lidah Buaya

    Lidah buaya atau Aloe vera memang banyak sekali manfaatnya. Tak hanya bagus untuk kesehatan kulit dan rambut, mengonsumsi lidah buaya ternyata juga membantu dalam menurunkan berat badan. Lidah buaya mengandung banyak vitamin, mineral dan antioksidan untuk memerangi radikal bebas dan merupakan sumber protein yang baik untuk perkembangan otot. Mengonsumsi lidah buaya secara rutin dapat meningkatkan metabolisme tubuh yang berimbas pada penurunan berat badan. Lidah buaya bisa dikonsumsi dalam bentuk suplemen diet, atau minuman jus.

    Makanan dan Minuman yang Dianjurkan

    Itulah 10 obat herbal obesitas yang bisa Anda coba. Tanaman herbal di atas, selain bisa dikonsumsi langsung, kini juga banyak diolah menjadi suplemen untuk menurunkan berat badan. Selain obat herbal diabetes, Sobat juga perlu mengatur pola makan menjadi lebih sehat dan melakukan aktivitas fisik secara teratur.

    Berikut beberapa rekomendasi makanan yang bisa Anda terapkan dalam rangka melawan obesitas:

    • Biasakan sarapan sehat yang mengandung biji-bijian seperti beras merah, barley, gandum yang membuat perut Anda cepat kenyang tapi dengan sedikit kalori. Bahan-bahan makanan ini juga dapat memperbaiki kadar kolesterol dalam tubuh. Sangat pas untuk dijadikan menu diet sehat.
    • Saat makan, jangan terburu-buru. Nikmati kunyahan dan makanlah dengan lambat. Cara ini membantu otak untuk mengirim sinyal pada tubuh untuk tidak makan berlebihan dan membuat Anda cepat kenyang.
    • Batasi konsumsi gula atau makanan/minuman manis. Gantilah gula dengan air putih yang dicampur lemon, mint, atau stroberi beku untuk rasa yang menyenangkan atau infused water.
    • Perbanyak makan buah dan sayur yang tinggi serat
    • Jangan makan dengan porsi berlebihan
    • Lakukan olahraga secara teratur, misalnya renang, joging, bersepeda, jalan kaki, atau sekadar naik-turun tangga di rumah atau kantor.

    Nah, sobat, demikian 10 obat herbal obesitas yang bisa Anda coba. Semoga berhasil dalam memerangi obesitas. Disiplin dan jangan menyerah, adalah kunci sukses untuk bebas dari kegemukan. Semoga berhasil!

    Jangan lupa akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat untuk mendapatkan segala informasi yang berkaitan dengan kesehatan, termasuk produk herbal untuk membantu menurunkan berat badan. Info lebih lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS /WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga!

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:
    1. Food 1, Loss 1, Food N, Articles: R, Weight? B, Kilos O et al. 10 Fat Burning Juices You Must Have for Quick Weight Loss [Internet]. NDTV Food. 2018 [cited 20 August 2018]. Available from: food.ndtv.com/health/10-juices-you-must-have-for-quick-weight-loss-1669424
    2. Ini Alasannya Mengapa Teh Hijau Efektif Hancurkan Obesitas – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2018 [cited 20 August 2018]. Available from: tribunnews.com/kesehatan/2014/02/10/ini-alasannya-mengapa-teh-hijau-efektif-hancurkan-obesitas
    3. Cara Mengolah Daun Jati Belanda, Resep Membuat Ramuan Teh [Internet]. Jamuin. 2018 [cited 20 August 2018]. Available from: jamuin[dot]com/2017/11/cara-mengolah-daun-jati-belanda-resep.html
    4. Riza U. 7 Khasiat Rosella Untuk Diet Sehat Alami dan Aman di Konsumsi – Diet0Sehat.co.id [Internet]. DietSehat.co.id. 2018 [cited 20 August 2018]. Available from: dietsehat(dot)co(dot)id/khasiat-rosella-untuk-diet
    5. Irawan F, Irawan F. Jus Kulit Buah Manggis untuk Mengobati Kolesterol | Deherba.com [Internet]. Deherba.com. 2018 [cited 20 August 2018]. Available from: deherba.com/jus-kulit-buah-manggis-untuk-mengobati-kolesterol.html
    6. Putih T. Ternyata Ini Manfaat Lobak Putih [Internet]. Prfmnews.com. 2018 [cited 20 August 2018]. Available from: prfmnews.com/berita.php?detail=ternyata-ini-manfaat-lobak-putih
    7. Kusumaningrum F. 3 Pengobatan tradisional ini jadi musuh besar obesitas | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2018 [cited 20 August 2018]. Available from: merdeka.com/sehat/3-pengobatan-tradisional-ini-jadi-musuh-besar-obesitas.html
    8. Surgicare O. New study: Obese men more likely to have certain cancer risks — Prime Surgicare, Monmouth County, NJ [Internet]. Prime Surgicare. 2018 [cited 20 August 2018]. Available from: primesurgicare.com/obese-men-likely-to-have-certain-cancer-risks/
    9. 12 Cara Mengatasi Obesitas Secara Alami [Internet]. Detox Pelangsing. 2018 [cited 20 August 2018]. Available from: detoxpelangsing.com/12-cara-mengatasi-obesitas-secara-alami/
    10. klinik k, klinik k. kabar klinik: Cara Mengatasi Obesitas dengan Terapi Alami [Internet]. kabar klinik. 2018 [cited 20 August 2018]. Available from: kabarklinik.com/2018/01/cara-mengatasi-obesitas-secara-alami.html

    Read More
  • Si Penghambat Rumah Tangga – Bagi sebagian orang, penghambat rumah tangga adalah hadirnya orang ketiga. Hal tersebut memang benar, namun diabetes juga bisa menjadi penghambatnya. Bagi penderita diabetes bisa mengalami disfungsi seksual dan memiliki anggapan negatif. Namun sebelum menilainya, Sahabat perlu mengetahui apa itu disfungsi seksual. Disfungsi seksual merupakan suatu gangguan seseorang atau pasangan pada […]

    Si Penghambat Rumah Tangga Anda

    Si Penghambat Rumah Tangga – Bagi sebagian orang, penghambat rumah tangga adalah hadirnya orang ketiga. Hal tersebut memang benar, namun diabetes juga bisa menjadi penghambatnya. Bagi penderita diabetes bisa mengalami disfungsi seksual dan memiliki anggapan negatif. Namun sebelum menilainya, Sahabat perlu mengetahui apa itu disfungsi seksual.

    Disfungsi seksual merupakan suatu gangguan seseorang atau pasangan pada saat melakukan aktivitas seksual dalam berbentuk hasrat, rangsangan maupun orgasme. Kencing manis sebagai pencetus terjadinya disfungsi seksual yang secaratidak langsung akibat komplikasi dan hal ini dapat dialami pria maupun wanita.

    Mengapa demikian? Disfungsi seksual yang dialami penderita diabetes karena terjadi kerusakan serat-serat syaraf dan pembuluh darah kecil di sekitar organ genitalia, sehingga terjadi penurunan fungsi dan gangguan organ-organ reproduksi. Namun tidak semua penderita kencing masin akan mengalami disfungsi seksual.

    Disfungsi seksual beresiko tinggi jika telah berusia lebih dari 40 tahun, aktif merokok, kadar gula, tekanan darah serta kolesterol yang tidak terkontrol. Selain itu berat badan yang berlebih (overweight) dapat mempengaruhi disfungsi seksual lebih dini.Namun apa saja yang akan dialami disfungsi seksual antara pria dan wanita, apakah sama?

    • Disfungsi seksual pria pada penderita kencing manis
    • Disfungsi Ereksi, ketidakmampuan untuk memulai atau mempertahankan keadaaan penis ereksi pada saat hubungan seksual.
    • Retrograde Ejaculation, keadaan dimana semen masuk kedalam kantung kemih saat ejakulasi keluar dari penis.
    • Penurunan libido dan hasrat seksual
    • Disfungsi seksual wanita pada penderita kencing manis
    • Kekeringan pada daerah kewanitaan, hal ini akan menyebabkan rasa nyeri pada saat berhubungan seksual akibat kurangnya pelumas alami yang diproduksi oleh organ kewanitaan. Rasa nyeri tersebut menjadi timbulnya rasa takut dan enggan melakukan hubungan seksual bersama pasangan.
    • Penurunan libido dan hasrat seksual

    Baca Juga: Fakta Melawan Diabetes

    Untuk mencegah Sahabat dari disfungsi seksual maka perlu diperhatikan beberapa tips dan solusi untuk Anda.

    1)      Konsultasikan masalah seksual yang Sahabat hadapi pada dokter ahli.

    Hal ini mungkin tabu bagi Sahabat, namun untuk mengatasi disfungsi seksual secara cepat yaitu dengan menghilangkan rasa malu, rendah diri dan pemikiran yang tabu malah akan memperburuk kondisi kewanitaan Sahabat. Penggunaan pelumas, obat hormon untuk wanita dan pria, pengobatan infeksi genital dan saluran kemih akan membantu mengatasi masalah disfungsi seksual yang dialami.

    2)      Selalu Cek Kesehatan Tekanan Darah, Gula Darah serta Kolesterol

    Ketiga hal ini perlu Sahabat jaga hingga mencapai batas normal untuk mengurangi resiko komplikasi diabetes. Dengan mengkonsumsi makanan rendah garam, gula, makanan tidak berlemak dan yang pasti mengurangi konsumsi makanan cepat saji. Konsumsi obat-obatan anti hipertensi, diabetes dan kolesterol harus sesuai anjuran dokter ya.

    3)      Hindari Konsumsi obat perangsang dan penguat tanpa resep

    Coba saja ini atau itu, Sahabat sering sekali mendapatkan masukan dari lingkungan sekitar mengenai cara atau obat yang dapat mengatasi masalah kesehatan Sahabat termasuk masalah hubungan seksual. Walau banyak obat perangsang dan penguat yang beredar namun keasliannya serta belum terjamin terlebih lagi Sahabat membeli tanpa resep dokter. Hindari hal tersebut ya.

    Baca Juga: Diabetes Saat Hamil

    Namun untuk sahabat yang mencari obat yang aman dan berkualitas, tentunya di ProSehat produk kesehatan telah terverifikasi dengan baik. ProSehat aplikasi kesehatan siap membantu sahabat yang mencari berbagai produk kesehatan terutama untuk diabetes. Tunggu apa lagi? Pesan sekarang juga.

    Read More
  • Banyak yang mengira bahwa menu diet diabetes membuat penyandang diabetes semakin menderita. Anggapan ini salah besar. Kuncinya adalah Anda perhatikan Diet 3J: Jenis, Jumlah, dan Jam makan. Diet Tepat untuk Diabetes Secara umum diet penyandang diabetes atau diabetesi sama saja dengan orang normal lainnya, hanya saja Anda perlu perhatikan hal-hal khusus yang akan dibahas disini. […]

    Menu Diet Diabetes: Perhatikan 3J (Jenis, Jumlah, dan Jam)!

    Banyak yang mengira bahwa menu diet diabetes membuat penyandang diabetes semakin menderita. Anggapan ini salah besar. Kuncinya adalah Anda perhatikan Diet 3J: Jenis, Jumlah, dan Jam makan.

    Diet Tepat untuk Diabetes

    Secara umum diet penyandang diabetes atau diabetesi sama saja dengan orang normal lainnya, hanya saja Anda perlu perhatikan hal-hal khusus yang akan dibahas disini. Bukan salah Anda bila mengalami kesulitan atur diet tepat sebagai diabetesi, memang seringkali hal sederhana berikut ini dibuat rumit. Sebelumnya telah dibahas menu harian untuk diabetesi dan untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan tanpa harus kelaparan, di sini. Secara umum diet tepat untuk diabetesi adalah:

    • Rendah kalori
    • Tinggi karbohidrat kompleks yang banyak terkandung dalam sayuran, buah, dan sereal dari gandum
    • Rendah lemak jenuh yang biasanya ada dalam keju, mentega, dan daging berlemak.
    • Tinggi akan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun.

    https://www.prosehat.com/produk/susu/tropicana-slim-susu-non-fat-fitosterol-original/

    3J: Jenis, Jumlah, dan Jam

    Anda sebagai diabetesi tidak memiliki pantangan apapun dan diperbolehkan makan makanan seperti layaknya orang normal lho. Jadi keluarga tidak diwajibkan memasak makanan khusus untuk diabetesi. Kita bisa siasati setiap kali makan dengan memperhatikan jenis, jumlah dan jam konsumsinya.

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Memicu Kolesterol

    Jenis

    Untuk jenis makanan di menu diet diabetes, kita perlu selalu pertimbangkan:

    • makanan dengan kandungan gizi yang seimbang
    • makanan dengan kandungan banyak serat, rendah gula untuk makanan pokok

    Sebagai contoh menu karbohidrat yang disarankan untuk Anda adalah konsumsi nasi merah atau roti gandum, kedua pilihan ini lebih baik dibandingkan dengan nasi putih dan roti tawar biasa.

    Sedangkan untuk makanan manis, tidak ada yang merekomendasikan jika kita sebagai diabetesi tidak boleh mengkonsumsi makanan yang manis sama sekali. Anda tetap boleh mengkonsumsi makanan manis dengan jumlah yang dikurangi dan beralih dari penggunaan gula biasa ke pemanis buatan rendah kalori berbahan dasar alami, seperti Stevia yang dibahas di artikel ini.

    Jumlah

    Jumlah menu diet diabetes yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan jenis makanannya. Untuk lebih mudahnya lagi, coba Anda imajinasikan piring kosong kesayangan yang sering digunakan, kemudian lakukan hal ini:

    • Anda bagi piring menjadi dua bagian besar (½ & ½)
    • ½ bagian piring tersebut isi dengan berbagai macam sayuran seperti bayam, wortel atau kacang-kacangan.
    • Lalu sisa ½ bagian piring lain dibagi lagi menjadi dua, jadi tinggal ¼ bagian.
    • Kemudian Anda isi salah satu dari ¼ bagian piring dengan tepung gandum, kentang, jagung atau nasi.
    • Lanjutkan ¼ piring sisanya diisi dengan daging atau pengganti daging lainnya.
    • Lakukanlah ini pada tiap porsi makanan Anda tiap harinya.

    Ikuti tips plating diet diabetes dengan gambar berikut ini:

    https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-high-fiber-high-calcium-milk-chocolate/

    https://www.prosehat.com/produk/alat-kesehatan/accu-check-active-strip/

    Jam

    Sedangkan untuk jam makan bagi diet diabatisi yang dianjurkan, setiap harinya Anda sebaiknya makan sampai 5x sehari! Banyak? Tentu saja kita atur porsinya

    1. Sarapan,
    2. Cemilan pagi,
    3. Makan siang,
    4. Cemilan sore, dan
    5. Makan malam.

    Menu diet diabetes tidak harus membuat penyandang diabetes semakin menderita! It’s all about porsi dan pengaturan jam makan yang membantu Anda mempertahankan kadar gula darah yang terkontrol. Hal ini untuk menghindari terjadinya komplikasi, sedangkan bagi yang belum menyandang diabetes sangat baik untuk mencegah supaya jangan sampai terkena diabetes.

    Banyak dari kita memiliki anggapan salah terkait penyandang diabetes yang harus melaksanakan diet ketat sampai melewatkan sarapan dan makan malam. Hal ini menyesatkan dan bisa berujung hipoglikemia (kenali lebih lanjut bahayanya hipoglikemia di sini), yakni kondisi yang berbahaya saat badan dan otak kekurangan gula darah. Kunci untuk tubuh ideal dan kadar gula darah terkontrol dapat dengan mudah dilakukan, yaitu dengan memperhatikan menu harian Anda dari jenis, jumlah dan jam makan. Sehingga metabolisme tubuh tetap berjalan dengan baik. Anda bisa memilih pengganti makanan seperti susu untuk diabetes yang bisa menjadi pendamping dari menu diet diabetes.

    Referensi:

    • TanyaDok.com
    • How a ‘Diabetes Diet’ Protects Your Health by Kathleen Doheny (2009)
    Read More

Showing 1–10 of 30 results

WhatsApp Asisten Maya saja