Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ diabetes”

Showing 1–10 of 33 results

  • Diabetes merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia setelah penyakit jantung. Data International Diabetes Federation menyatakan prevalensinya berkisar 6.2%, yaitu 10 juta orang dari 260  juta orang penduduk Indonesia. Hal tersebut berarti 1 dari 25 orang Indonesia terdeteksi menderita Diabetes  Karena hal demikian, Diabetes menjadi salah satu penyakit yang butuh perhatian khusus. […]

    Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Diabetes merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia setelah penyakit jantung. Data International Diabetes Federation menyatakan prevalensinya berkisar 6.2%, yaitu 10 juta orang dari 260  juta orang penduduk Indonesia. Hal tersebut berarti 1 dari 25 orang Indonesia terdeteksi menderita Diabetes  Karena hal demikian, Diabetes menjadi salah satu penyakit yang butuh perhatian khusus. Namun, timbul pertanyaan bagaimana para pengidap diabetes atau diabetes pada masa pandemi Covid-19 ini mengingat penyakit tersebut juga termasuk yang berbahaya? Apalagi Diabetes sendiri juga dinyatakan sebagai penyakit komorbid atau penyerta sehingga para diabetasi juga rentan terpapar virus Covid-19. Fakta juga menunjukkan bahwa 34,4% kasus penderita Diabetes di Indonesia juga terpapar virus Covid-19.

    kiat pengidap diabetes

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Mengapa Pengidap Diabetes Rentan Terkena Covid-19?

    Penderita diabetes rentan terkena Covid-19 dikarenakan kadar gula darah yang tidak stabil. Hal itulah yang dapat meningkatkan risiko komplikasi Covid-19 bagi diabetes. Infeksi Covid-19 sendiri membuat penyakit diabetes akan sulit diobati karena sistem kekebalan tubuh pada diabetes yang terganggu. Akibatnya, tubuh akan lebih sulit melawan infeksi. Jika berhasil sembuh, waktu pemulihan juga jadi lebih lama sebab virus juga cenderung dapat berkembang di host yang memiliki kadar gula tinggi. Diabetes juga memiliki peradangan yang tinggi di seluruh tubuhnya. Saat terinfeksi virus dari saluran pernapasan, infeksinya lebih mudah berkembang menjadi pneumonia.

    Lalu apa saja kiat-kiat yang harus dilakukan diabetes dalam menghadapi Covid-19 supaya tidak terpapar?

    Perhatikan Gejala yang Muncul

    Cara pertama yang harus dilakukan adalah memperhatikan gejala-gejala yang muncul seperti batuk baru yang berkepanjangan, nyeri tenggorokan, demam, dan sesak napas. Jika sudah mengalami hal tersebut segeralah berkonsultasi ke dokter. Ketika berkonsultasi pastikan beberapa hal berikut:

    • Hasil cek gula darah tersedia
    • Catatan konsumsi cairan
    • Gejala yang dirasakan
    • Tanyakan mengenai pengelolaan diabetes

    Patuhi Protokol Kesehatan yang Ada

    Mematuhi protokol kesehatan juga merupakan cara penting bagi  diabetes untuk tidak terkena Covid-19, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan tidak keluar rumah jika memang tidak ada urusan penting sama sekali. Kemudian jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut karena hal tersebut dapat mempercepat penyebaran virus. Untuk mencuci tangan pakailah sabun atau alkohol terutama untuk bagian tangan yang terdapat alat infus.

    Cek gula darah

    Cek gula darah juga penting membantu diabetes menghadapi Covid-19. Cek ini dilakukan pada siang dan malam. Apabila kadar gula rendah atau di bawah 70 mg/dl konsumsilah 15 gram karbohidrat yang mudah dicerna seperti madu, selai, jeli, kembang gula, jus atau soda lalu periksa ulang gula darah dalam waktu 15 menit untuk mematikan kenaikannya. Jika kadar gula darah tinggi atau di atas 240 mg/dl, dan terjadi lebih dari dua kali secara berturut-turut, segera tanyakan dosis obat ke dokter.

    Produk Terkait: Alat Cek Gula Darah

    Selalu minum air putih

    Meminum air putih amat disarankan karena air putih sendiri bagaimana pun mempunyai dampak yang sangat positif bagi kesehatan. Meminum air putih akan menghindarkan diabetes dari dehidrasi yang tentu saja akan sangat berpengaruh pada kondisi tubuh. Apabila tidak meminum terlalu banyak usahakan meminum sedikit demi sedikit setiap 15 menit.

    Melakukan Diet Diabetes

    Yaitu, mengonsumsi sejumlah makanan sehat dan rendah karbohidrat seperti buah-buahan dan sayur. Konsumsilah dalam porsi sedikit dan teratur untuk mencegah naik-turunnya gula darah.

    Baca Juga: Menu Diet Diabetes: Perhatikan 3J (Jenis, Jumlah, dan Jam)!

    Lakukan Aktivitas Fisik Selama di Rumah

    Di rumah bukan berarti harus berdiam diri saja. Justru dengan berada di rumah menjadi kesempatan bagi Sobat yang menderita diabetes untuk melakukan aktivitas fisik seperti yoga dan olahraga ringan karena hal yang menciptakan imun tubuh secara alami tersebut akan membantu Sobat terhindar dari Covid-19.

    Pemakaian Insulin Tidak Terlewatkan

    Pemakaian insulin yang sangat penting untuk diabetes jangan sampai terlewatkan yang sudah disertai dengan dosis yang dianjurkan dokter. Hal ini penting untuk dapat mengontrol gula darah. Jangan lupa untuk tanyakan ke dokter apabila ada perubahan dosis.

    Siaga Obat-obatan

    Pastikan selalu bagi Sobat untuk selalu menyediakan obat-obatan yang diperlukan saat menderita diabetes. Persediaan obat yang tercukupi akan menghindarkan Sobat untuk bolak-balik ke fasilitas kesehatan yang tentu saja tidak aman di masa pandemi Corona. Cara yang bisa dilakukan apabila obat habis, dan tidak perlu bolak-balik ke fasilitas layanan kesehatan adalah bisa memanfaatkan layanan antar obat ke rumah sehingga Sobat akan merasa akan dan tidak khawatir tertular.

    Jangan stres

    Hal terakhir yang perlu Sobat ketahui saat menderita namun di saat yang bersamaan ada pandemi Corona adalah jangan menyikapinya secara berlebihan. Hal itu justru malah memperburuk kondisi tubuh dan imun tubuh yang dipunya tidak akan kuat menghadapi serangan virus. Karena itu, sobat harus rileks.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    Itulah Sobat kiat-kiat yang bisa Sobat lakukan sebagai diabetes untuk menghadapi Covid-19. Intinya adalah tetap ikuti protokol kesehatan, konsultasi ke dokter jika mengalami gejala-gejala Covid-19, dan yang terpenting jangan stres demi mendapatkan imun tubuh yang kuat supaya tidak mudah terserang virus. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut soal diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/5-penyakit-paling-mematikan-di-indonesia-mulai-jantung-hingga-diabetes-militus.html
    2. [Internet]. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://triasnews.com/world-diabetes-day-2020-penderita-diabetes-butuh-dukungan-caregiver/
    3. Tips Bagi Penderita Diabetes Hindari Covid-19 | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200806/106/1275791/tips-bagi-penderita-diabetes-hindari-covid-19
    4. Tetap Sehat dengan Diabetes Selama Wabah Covid-19 Merebak [Internet]. 1st ed. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: http://Tetap%20Sehat%20dengan%20Diabetes%20selama%20wabah%20COVID%20
    5. Mengapa Suntik Insulin Penting Bagi Diabetesi Tipe 2 • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/mengapa-suntik-insulin-penting-bagi-diabetesi-tipe-2
    Read More
  • Sobat, dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas 7 jenis makanan yang dapat membantu mencegah diabetes. Diabetes merupakan suatu kelainan kronis yang perlu diobati secara efektif, karena jika dibiarkan dapat memperburuk kondisi tubuh dan menimbulkan komplikasi pada stroke, maupun penyakit ginjal. Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh Apakah Sobat tahu apa yang dimaksud dengan […]

    7 Jenis Makanan Bantu Cegah Diabetes

    Sobat, dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas 7 jenis makanan yang dapat membantu mencegah diabetes. Diabetes merupakan suatu kelainan kronis yang perlu diobati secara efektif, karena jika dibiarkan dapat memperburuk kondisi tubuh dan menimbulkan komplikasi pada stroke, maupun penyakit ginjal.

    makanan penderita diabetes

    Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Apakah Sobat tahu apa yang dimaksud dengan prediabetes? Prediabetes ditandai dengan tingginya kadar gula yang paling sering disebabkan oleh resistensi insulin, yaitu kondisi dimana tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar. Kondisi ini sering menjadi pendahulu dari diabetes tipe 2. Namun, diagnosis prediabetes tidak berarti Sobat akan terkena diabetes tipe 2. Hal yang perlu Sobat lakukan adalah mencegahnya sejak dini, sehingga kadar gula darah Anda tidak lebih dari nilai prediabetes.

    Produk Terkait: Jual Alat Cek Gula Darah Freestyle Isi 50 Strip

    Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko Sobat untuk prediabetes. Genetik merupakan salah satu faktor. Jika Sobat memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, Sobat perlu waspada. Namun, faktor gaya hidup lebih berperan penting dalam perkembangan penyakit.

    Pilihan makanan menjadi sangat berarti ketika Sobat ingin mencegah diabetes. Sebenarnya tidak ada makanan yang benar-benar dilarang untuk dikonsumsi penderita diabetes, bahkan makanan yang dianggap tidak baik sekalipun bisa Sobat konsumsi, asalkan sesekali dan hanya dalam jumlah sedikit. Namun, lebih mudah tentunya untuk mengelola diabetes jika Sobat tetap berpegang pada opsi yang terbaik.

    Berikut adalah 7 jenis asupan yang dapat membantu Sobat untuk mencegah diabetes:

    1. Zat Tepung (Karbohidrat)

    Makan karbohidrat tidak langsung menyebabkan seseorang menderita prediabetes. Tubuh kita membutuhkan karbohidrat, tapi Sobat harus memilih jenis karbohidrat dengan bijak tentunya. Jumlah dan jenis karbohidrat yang dikonsumsi dalam makanan adalah yang memengaruhi gula darah. Berikut beberapa panduan makanan yang direkomendasikan seperti:

    • Biji – bijian utuh, seperti beras merah, oatmeal.
    • Kentang manis panggang.
    • Biji- bijian utuh lainnya tanpa tambahan gula.

    Sobat perlu waspada dengan indeks glikemik. Makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi akan meningkatkan gula darah lebih cepat, sehingga jenis- jenis makanan dengan indeks glikemik tinggi, contohnya pada biji- bijian olahan seperti nasi putih atau tepung putih, sereal dengan sedikit biji–bijian dan mengandung banyak gula, roti putih, dan kentang goreng perlu dihindari.

    2. Sayur-sayuran

    Konsumsi sayuran sangat direkomendasikan, Sobat akan mendapatkan banyak serat dan sedikit lemak atau garam. Jenis sayuran yang direkomendasikan:

    • Sayuran segar, dimakan mentah, dikukus ringan, atau dipanggang.
    • Sayuran beku polos, sedikit dikukus.
    • Sayuran hijau seperti kangkung, bayam.
    • Sayuran kaleng yang rendah atau tanpa garam.

    Sobat dapat mengombinasikan warna sayuran agar tidak cepat bosan, seperti warna orange, merah dari wortel atau paprika merah, putih dari bawang, bahkan ungu dari terong. Pedoman dari Amerika merekomendasikan Sobat mengonsumsi sayur sebanyak 2,5 cangkir per hari.

    Namun Sobat perlu berhati–hati pada sayuran kaleng yang mengandung banyak garam, sayuran yang dimasak dengan menggunakan keju, mentega yang banyak.

    3. Buah-buahan

    Dari buah – buahan, Sobat mendapat kandungan karbohidrat, vitamin, mineral dan serat dari sumber yang segar, rendah lemak dan garam. Namun cenderung memiliki lebih banyak karbohidrat dibandingkan dengan sayuran. Pilihan buah yang dapat Sobat konsumsi:

    • Buah – buahan segar.
    • Buah kaleng tanpa tambahan gula.
    • Selai rendah gula atau bebas gula.

    Hindari konsumsi buah kaleng yang mengandung sirup gula, saus apel manis, jus buah dengan kandungan gula yang tinggi.

    Baca Juga: Sakit Gula Bikin Jantungan

    4. Protein

    Banyak sekali pilihan yang dapat Sobat konsumsi sebagai sumber protein, seperti daging sapi, ayam, ikan, makanan laut, kacang, keju, telur, kacang dan tempe tahu. Konsumsi makanan tersebut sebaiknya tetap yang mengandung rendah lemak dan utamakan sumber protein nabati. Hindari sumber protein seperti daging goreng, daging babi asap, keju biasa(bukan yang rendah lemak), unggas dengan kulit, ikan goreng, tahu goreng.

    5. Produk Susu

    Jika ingin mengonsumsi produk susu, carilah yang mengandung lemak rendah. Pilihan yang direkomendasikan seperti susu rendah lemak atau 1% susu krim, yogurt rendah lemak, keju rendah lemak.

    Produk Terkait: Jual Susu untuk Diabetasi

    6. Lemak, Minyak & Manisan

    Pilihan makanan yang satu ini biasanya sulit untuk ditolak, dan jika dikonsumsi terlalu banyak makan dapat menambah berat badan serta membuat Sobat sulit untuk mengelola diabetes. Inilahjenis makanan yang dianjurkan:

    • Sumber nabati alami seperti kacang, biji–bijian, atau alpukat (tinggi kalori, tentunya dengan porsi kecil).
    • Makanan dengan lemak omega 3 seperti salmon, tuna, atau mackerel.
    • Minyak nabati seperti minyak canola atau minyak zaitun.

    Sobat perlu menghindari makanan-makanan yang mengandung lemak trans, karens kurang baik untuk kesehatan hati. Hindari juga konsumsi lemak jenuh terutama dari produk hewani, minyak kelapa dan minyak sawit. Sobat dapat menanyakan pada dokter keluarga, batas konsumsi yang diperlukan, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes.

    Produk Terkait: Cek Prediabetes

    7. Minuman

    Saat mengonsumsi minuman favorit, mungkin saja terdapat lebih banyak kandungan kalori, gula, garam atau bahkan lemak yang Sobat tidak tahu. Berikut adalah minuman yang direkomendasikan:

    • Air putih.
    • Teh tanpa pemanis (jika mau, tambahkan seiris lemon).
    • Kopi hitam, atau dengan tambahan susu rendah lemak dan pengganti gula.

    Sobat perlu menghindari minuman seperti soda, bir, teh manis, kopi dengan gula dan krim, minuman penambah energi.

    Itulah 7 jenis asupan yang dapat Sobat konsumsi untuk mencegah diabetes. Mengontrol makanan merupakan salah satu pola hidup sehat yang dianjurkan. Sobat juga dapat berolahraga secara rutin yang direkomendasikan sebanyak 5 hari seminggu dengan durasi setidaknya 30 menit. Tidak perlu olahraga yang berat dan rumit, cukup dengan berjalan, bersepeda, menari, mengikuti kelas olahraga dan aktivitas lain.

    Baca Juga: Madu Atau Gula, Amankah untuk Penderita Diabetes?

    Nah, apabila Sobat memerlukan informasi lebih dalam soal diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Jenis Makanan untuk Diet Diabetes – prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/jenis-makanan-untuk-diet-diabetes, diakses pada tanggal 1-10-2018
    2. 9 Makanan Pencegah Diabetes – lifestyle.sindonews.com/read/1279059/155/9-makanan-pencegah-diabetes-1517629308, diakses pada tanggal 1-10-2018
    3. 10 Foods that can help prevent diabetes – foxnews.com/lifestyle/10-foods-that-can-help-prevent-diabetes, diakses pada tanggal 1-10-2018
    4. Best and Worst Foods for Diabetes – webmd.com/diabetes/diabetic-food-list-best-worst-foods#1, diakses pada tanggal 1-10-2018
    5. The Right Diet for Prediabetites – healthline.com/health/diabetes/prediabetes-diet#exercise, diakses pada tanggal 1-10-2018
    Read More
  • Banyak yang mengira bahwa menu diet diabetes membuat penyandang diabetes semakin menderita. Anggapan ini salah besar. Kuncinya adalah Sobat perhatikan Diet 3J: jenis, jumlah, dan jam makan. Baca Juga: Saat Hadapi Si Kecil Menderita Diabetes Diet Tepat untuk Diabetes Secara umum diet penyandang diabetes atau diabetesi sama saja dengan orang normal lainnya, hanya saja Anda […]

    Menu Diet Diabetes: Perhatikan 3J (Jenis, Jumlah, dan Jam)!

    Banyak yang mengira bahwa menu diet diabetes membuat penyandang diabetes semakin menderita. Anggapan ini salah besar. Kuncinya adalah Sobat perhatikan Diet 3J: jenis, jumlah, dan jam makan.

    Baca Juga: Saat Hadapi Si Kecil Menderita Diabetes

    Diet Tepat untuk Diabetes

    Secara umum diet penyandang diabetes atau diabetesi sama saja dengan orang normal lainnya, hanya saja Anda perlu perhatikan hal-hal khusus yang akan dibahas disini. Bukan salah Anda bila mengalami kesulitan atur diet tepat sebagai diabetesi, memang seringkali hal sederhana https://www.prosehat.com/produk/susu/tropicana-slim-susu-non-fat-fitosterol-original/berikut ini dibuat rumit. Sebelumnya telah dibahas menu harian untuk diabetesi dan untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan tanpa harus kelaparan, di sini. Secara umum diet tepat untuk diabetesi adalah:

    • Rendah kalori
    • Tinggi karbohidrat kompleks yang banyak terkandung dalam sayuran, buah, dan sereal dari gandum
    • Rendah lemak jenuh yang biasanya ada dalam keju, mentega, dan daging berlemak.
    • Tinggi akan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun.

    Produk Terkait: Jual Alat Cek Gula Darah Freestyle Isi 25 Strip

    3J: Jenis, Jumlah, dan Jam

    Sobat sebagai diabetesi tidak memiliki pantangan apapun dan diperbolehkan makan makanan seperti layaknya orang normal lho. Jadi keluarga tidak diwajibkan memasak makanan khusus untuk diabetesi. Kita bisa siasati setiap kali makan dengan memperhatikan jenis, jumlah dan jam konsumsinya.

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Memicu Kolesterol

    Jenis

    Untuk jenis makanan di menu diet diabetes, kita perlu selalu pertimbangkan:

    • makanan dengan kandungan gizi yang seimbang
    • makanan dengan kandungan banyak serat, rendah gula untuk makanan pokok

    Sebagai contoh menu karbohidrat yang disarankan untuk Anda adalah konsumsi nasi merah atau roti gandum, kedua pilihan ini lebih baik dibandingkan dengan nasi putih dan roti tawar biasa.

    Sedangkan untuk makanan manis, tidak ada yang merekomendasikan jika kita sebagai diabetesi tidak boleh mengkonsumsi makanan yang manis sama sekali. Anda tetap boleh mengkonsumsi makanan manis dengan jumlah yang dikurangi dan beralih dari penggunaan gula biasa ke pemanis buatan rendah kalori berbahan dasar alami, seperti Stevia yang dibahas di artikel ini.

    Produk Terkait: Cek Diabetes Mellitus

    Jumlah

    Jumlah menu diet diabetes yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan jenis makanannya. Untuk lebih mudahnya lagi, coba Anda imajinasikan piring kosong kesayangan yang sering digunakan, kemudian lakukan hal ini:

    • Anda bagi piring menjadi dua bagian besar (½ & ½)
    • ½ bagian piring tersebut isi dengan berbagai macam sayuran seperti bayam, wortel atau kacang-kacangan.
    • Lalu sisa ½ bagian piring lain dibagi lagi menjadi dua, jadi tinggal ¼ bagian.
    • Kemudian Anda isi salah satu dari ¼ bagian piring dengan tepung gandum, kentang, jagung atau nasi.
    • Lanjutkan ¼ piring sisanya diisi dengan daging atau pengganti daging lainnya.
    • Lakukanlah ini pada tiap porsi makanan Anda tiap harinya.

    Ikuti tips plating diet diabetes dengan gambar berikut ini:

    https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-high-fiber-high-calcium-milk-chocolate/

    https://www.prosehat.com/produk/alat-kesehatan/accu-check-active-strip/

    Jam

    Sedangkan untuk jam makan bagi diet diabatisi yang dianjurkan, setiap harinya Anda sebaiknya makan sampai 5x sehari! Banyak? Tentu saja kita atur porsinya

    1. Sarapan,
    2. Cemilan pagi,
    3. Makan siang,
    4. Cemilan sore, dan
    5. Makan malam.

    Menu diet diabetes tidak harus membuat penyandang diabetes semakin menderita! It’s all about porsi dan pengaturan jam makan yang membantu Anda mempertahankan kadar gula darah yang terkontrol. Hal ini untuk menghindari terjadinya komplikasi, sedangkan bagi yang belum menyandang diabetes sangat baik untuk mencegah supaya jangan sampai terkena diabetes.

    Banyak dari kita memiliki anggapan salah terkait penyandang diabetes yang harus melaksanakan diet ketat sampai melewatkan sarapan dan makan malam. Hal ini menyesatkan dan bisa berujung hipoglikemia (kenali lebih lanjut bahayanya hipoglikemia di sini), yakni kondisi yang berbahaya saat badan dan otak kekurangan gula darah. Kunci untuk tubuh ideal dan kadar gula darah terkontrol dapat dengan mudah dilakukan, yaitu dengan memperhatikan menu harian Anda dari jenis, jumlah dan jam makan. Sehingga metabolisme tubuh tetap berjalan dengan baik. Anda bisa memilih pengganti makanan seperti susu untuk diabetes yang bisa menjadi pendamping dari menu diet diabetes.

    Baca Juga: Susu untuk Pengidap Diabetes yang Tepat Seperti Apa?

    Nah, bagi Sobat yang memerlukan informasi lebih lanjut mengenai diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

     

     

    Referensi:

    • TanyaDok.com
    • How a ‘Diabetes Diet’ Protects Your Health by Kathleen Doheny (2009)
    Read More
  • Kesehatan gigi yang buruk dapat menyebabkan gigi rusak, bolong, dan terlihat menguning.1 Salah satu penyakit yang bisa muncul akibat tidak menjaga kesehatan gigi adalah penyakit gusi atau periodontitis, yang menimbulkan infeksi gusi, yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.2 Selain menimbulkan nyeri, periodontitis juga dapat menyebabkan keluarnya nanah di antara gigi dan gusi, bahkan gigi tanggal.1 Baca Juga: […]

    Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Kesehatan gigi yang buruk dapat menyebabkan gigi rusak, bolong, dan terlihat menguning.1 Salah satu penyakit yang bisa muncul akibat tidak menjaga kesehatan gigi adalah penyakit gusi atau periodontitis, yang menimbulkan infeksi gusi, yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.2 Selain menimbulkan nyeri, periodontitis juga dapat menyebabkan keluarnya nanah di antara gigi dan gusi, bahkan gigi tanggal.1

    kesehatan gigi yang buruk, kesehatan gigi yang tidak baik

    Baca Juga: Perilaku Merusak Gigi yang Sering Dilakukan dan Dianggap Sepele

    Kebiasaan tidak menjaga kebersihan gigi, seperti malas menyikat gigi menyebabkan penumpukan plak pada gigi, sehingga terjadi infeksi dan mengakibatkan gingivitis atau gusi meradang. Gingivitis ditandai dengan gusi kemerahan dan membengkak. Apabila Sobat mengalami keluhan ini, Sobat harus segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jika diabaikan, infeksi yang bermula di gusi ini bisa menyebabkan kuman masuk ke pembuluh darah dan terbawa aliran darah. Kemudian, kuman tersebut dapat berlabuh di organ lainnya.3 Oleh karena itu, kesehatan gigi yang buruk juga bisa menimbulkan beberapa penyakit kronis secara tidak langsung.4 Apa saja penyakit-penyakit kronis itu? Yuk, Sobat Sehat, kita simak bersama-sama di bawah ini.

    Penyakit Jantung

    Siapa sangka jika kesehatan gigi yang buruk ternyata dapat mengakibatkan salah satu penyakit kronis paling berbahaya di dunia, yaitu penyakit jantung. Infeksi kronis pada gusi dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dengan mempengaruhi aliran darah.2 Penyakit gusi menyebabkan peradangan pembuluh darah dan saat disertai penumpukan lemak dalam darah, akan membantu terbentuknya plak yang menumpuk di arteri.2, 4 Selain itu, kuman dari mulut ini bisa melaju dalam aliran darah dan hinggap di jantung, lalu menginfeksi katup jantung.1

    Diabetes

    Diabetes atau kencing manis ternyata juga berhubungan dengan buruknya perawatan gigi. Diabetes dapat menyebabkan kelainan di pembuluh darah. Selain itu, pada pasien diabetes biasanya ditemukan kadar kimiawi inflamasi (misalnya, interleukin) yang lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit gusi. Kadar gula yang tinggi menciptakan lingkungan yang ideal untuk infeksi.4

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Stroke

    Stroke yang juga dikenal sebagai salah satu penyakit mematikan ternyata juga berhubungan dengan kesehatan gigi yang buruk. Dalam suatu penelitian, dilaporkan bakteri cnm-positif yang ditemukan di dalam air liur dapat masuk ke pembuluh darah, melewati pembatas darah dan otak, kemudian menyebabkan perdarahan.5

    Penyakit Ginjal

    Kesehatan gigi dan mulut sangat penting bagi penderita penyakit ginjal. Soalnya, saat menderita penyakit kronis seperti penyakit ginjal, sistem kekebalan tubuh cenderung lebih lemah. Bakteri yang dibiarkan di mulut karena jarang menyikat gigi, bahkan hingga ada gigi yang berlubang, dapat menyerang tubuh dengan sistem imun yang lemah dan menyebabkan infeksi serius.1 Penyakit ginjal juga dihubungkan dengan penyakit gusi. Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang tidak bergigi memiliki kemungkinan menderita penyakit ginjal kronis lebih besar dibandingkan orang dewasa yang giginya masih cukup lengkap.6

    Pneumonia

    Buruknya kesehatan gigi dan mulut, juga dapat menyebabkan penyakit lain bermunculan, salah satunya pneumonia. Pada pneumonia, terjadi infeksi paru, sehingga kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Kesehatan mulut yang buruk ternyata memberi ruang untuk bakteri yang berperan dalam risiko berkembangnya pneumonia.2

    Penyakit Paru Kronis

    Mungkin tidak ada yang menyangka jika buruknya kesehatan gigi juga dapat memperberat gangguan pernapasan pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit paru kronis, seperti emfisema. Penyebabnya adalah bakteri dari mulut yang menyerang saluran pernapasan.2

    Alzheimer

    Bakteri pada mulut yang timbul akibat buruknya kesehatan gigi juga bisa menyebabkan alzheimer. Berdasarkan penelitian, salah satu bakteri penyebab infeksi gusi, yaitu Porphyromonas gingivalis (Pg) ditemukan pada jaringan otak pasien alzheimer, sehingga bakteri mulut ini diduga dapat menjadi akar penyakit alzheimer. Alzheimer sendiri merupakan kondisi seseorang mengalami penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, berbicara, dan perubahan perilaku yang disebabkan oleh gangguan otak. Bahkan, jika mengidap alzheimer dengan kondisi berat, penderitanya dapat mengalami halusinasi dan delusi.2 Penyakit gusi juga dikaitkan dengan penurunan kognitif dan perkembangan demensia yang lebih cepat.4

    Osteoporosis

    Penyakit kronis lain akibat malas menjaga kebersihan dan merawat gigi adalah osteoporosis. Penelitian baru dari National Institute of Health Osteoporosis and related Bone Diseases National Resource Center menyatakan penyakit gusi dan osteoporosis dapat menyebabkan kerusakan tulang. Selan itu, terdapat hubungan antara inflamasi dan kesehatan tulang.4

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Cegah Osteoporosis

    Itulah berbagai penyakit kronis yang dapat dipicu oleh kesehatan gigi yang buruk. Semuanya berawal dari bakteri atau kuman dari mulut yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.4 Oleh karena itu, Sobat Sehat harus menjaga kebersihan gigi dengan rajin menyikat gigi dua kali sehari dan memeriksa gigi secara rutin minimal 6 bulan sekali. Semoga dengan mengetahui hubungan antara kesehatan gigi yang buruk dan penyakit kronis ini menyadarkan kita bahwa kesehatan gigi tidak boleh diabaikan. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin mengetahui produk-produk kesehatan yang berkaitan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Malas Sikat Gigi Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Kronis, Benarkah? [Internet]. kumparan.com. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/malas-sikat-gigi-bisa-tingkatkan-risiko-penyakit-kronis-benarkah-1rn9vQePPPd/full
    2. Ini 3 Penyakit Serius Akibat Tidak Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi [Internet]. listerine.co.id. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://www.listerine.co.id/ini-3-penyakit-serius-akibat-tidak-menjaga-kesehatan-gigi-dan-gusi
    3. Penyakit Kronis Bisa Berawal dari Kuman Gigi [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2013/05/04/13542032/penyakit.kronis.bisa.berawal.
    4. Jangan Remehkan K. Jangan Remehkan, Kesehatan Mulut Berhubungan dengan Penyakit Kronis [Internet]. Nationalgeographic.grid.id. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://nationalgeographic.grid.id/read/13307582/jangan-remehkan-kesehatan-mulut-berhubungan-dengan-penyakit-kronis
    5. Jangan Anggap Sepele, Radang Gusi Bisa Picu Berbagai Penyakit [Internet]. Health.grid.id. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://health.grid.id/read/351849618/jangan-anggap-sepele-radang-gusi-bisa-picu-berbagai-penyakit-kronis?page=all
    6. Selamatkan Ginjal dengan Gigi yang Sehat [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/230007/selamatkan-ginjal-dengan-gigi-yang-sehat
    Read More
  • Susu untuk pengidap diabetes yang tepat dan cocok itu seperti apa? Pertanyaan ini tentu banyak dilontarkan oleh para pengidap diabetes, yang bisa saja merupakan Sobat Sehat sendiri, teman, kerabat, atau keluarga Sobat Sehat. Pengidap diabetes memang tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang sangat manis sebab dapat meningkatkan kadar gula darah. Para pengidap diabetes dianjurkan […]

    Susu untuk Pengidap Diabetes yang Tepat Seperti Apa?

    Susu untuk pengidap diabetes yang tepat dan cocok itu seperti apa? Pertanyaan ini tentu banyak dilontarkan oleh para pengidap diabetes, yang bisa saja merupakan Sobat Sehat sendiri, teman, kerabat, atau keluarga Sobat Sehat. Pengidap diabetes memang tidak dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman yang sangat manis sebab dapat meningkatkan kadar gula darah. Para pengidap diabetes dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman tanpa gula atau yang kadar gulanya sedikit, namun alami atau tanpa glukosa.1

    susu untuk pengidap diabetes, susu untuk penderita diabetes

    Baca Juga: Susu Rendah Kalori Pengganti Makanan, Cocokkah untuk Penderita Diabetes?

    Lalu bagaimana dengan susu? Apakah susu boleh dikonsumsi oleh pengidap diabetes? Jawabannya, boleh. Namun, untuk mengonsumsi salah satu minuman yang kaya akan nutrisi tersebut, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan supaya aman dan tidak menyebabkan komplikasi lanjutan pada pengidap diabetes.

    Tips Memilih Susu untuk Pengidap Diabetes

    Rendah gula

    Susu yang tepat untuk pengidap diabetes adalah harus yang rendah gula. Mengapa? Karena selain meningkatkan kadar gula darah, konsumsi susu yang tinggi juga dapat menyebabkan resistensi insulin yang berpotensi besar memperberat kondisi pengidap diabetes. Kadar gula yang tinggi juga dapat mengakibatkan penumpukan lemak perut sehingga memperparah komplikasi diabetes dan menimbulkan masalah kesehatan yang lain.1

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Rendah karbohidrat

    Selain harus rendah gula, faktor lain yang perlu diperhatikan dalam memilih susu untuk pengidap diabetes adalah harus rendah karbohidrat karena karbohidrat ternyata memiliki dampak terbesar pada gula darah. Karbohidrat mudah dicerna tubuh dan cepat berubah menjadi glukosa. Itulah sebabnya menjaga asupan karbohidrat sangat penting bagi diabetasi.2 Oleh karena itu, susu full cream yang tinggi karbohidrat sangat tidak disarankan.1

    Rendah lemak dan tinggi protein

    Susu rendah lemak adalah pilihan yang cukup tepat bagi pengidap diabetes sebab susu jenis ini mampu mengurangi kadar kolestrol jahat dan meningkatkan kadar kolestrol baik dalam tubuh. Jika dibiarkan, kadar kolestrol jahat dapat meningkatkan risiko stroke atau serangan jantung bagi diabetasi. Selain rendah lemak, susu yang tepat untuk pengidap diabetes harus tinggi protein.

    Kaya akan kalsium dan vitamin D

    Susu tinggi kalsium sangat diperlukan bagi pengidap diabetes. Pengidap diabetes disarankan untuk mengonsumsi cukup kalsium. Hal ini perlu karena para diabetasi cenderung memiliki struktur tulang yang lemah sehingga rentan mengalami patah tulang. Selain itu, pengidap diabetes dengan gangguan saraf kaki memiliki risiko jatuh yang lebih tinggi. Supaya kalsium dapat mudah diserap oleh tubuh, hal lain yang perlu diperhatikan adalah susu harus kaya akan vitamin D. Kombinasi antara kalsium dan vitamin D pada susu akan menjaga kepadatan tulang sehingga risiko patah tulang akan lebih rendah.

    Baca Juga: Madu vs Gula Pasir; Mana yang Baik untuk Diabetes?

    Harus yang sudah benar-benar teruji

    Memilih susu untuk pengidap diabetes yang tepat pun harus memperhatikan kualitas yang dimilikinya. Susu harus sudah benar-benar teruji khasiatnya setelah melalui penelitian yang cukup panjang dan aman untuk pengidap diabetes. Salah satu yang harus diperhatikan pada kandungannya adalah magnesium yang mampu membantu mengontrol gula darah.

    Selain memilih susu yang tepat, di bawah ini ada beberapa susu alami yang aman untuk pengidap diabetes.

    Susu Alami untuk Pengidap Diabetes

    Susu almond tanpa gula

    Apabila Sobat Sehat sedang mengidap diabetes dan sedang berusaha mengurangi asupan karbohidrat, Sobat bisa memilih susu almond. Susu ini memiliki kandungan karbohidrat yang rendah bahkan beberapa hampir tidak ada karbohidrat sama sekali. Kandungan lemaknya juga hanya sepertiga dari susu biasa yang umumnya memiliki minimal 8 gram kandungan lemak. Adapun kandungan susu almond adalah sebagai berikut:3

    • Kalori: 39
    • Lemak: 2,88 gram
    • Karbohidrat: 1,52 gram
    • Serat: 0,5-1 gram, dan tergantung merek
    • Protein: 1,55 gram
    • Kalsium: 516 miligram 

    Susu kedelai tanpa gula

    Kandungan karbohidrat dalam segelas susu kedelai memang lebih tinggi ketimbang susu almond, namun jumlahnya hanya sepertiga dari susu full cream atau susuk skim yang mencapai 12 gram. Adapun kandungannya adalah sebagai berikut:3

    • Kalori: 79
    • Lemak: 4,01 gram
    • Karbohidrat: 4,01 gram
    • Serat: 1
    • Protein: 7 gram
    • Kalsium: 300 miligram

    Produk Terkait: Susu Kedelai Melilea

    Susu rami tanpa gula

    Susu yang terbuat dari biji rami kemungkinan besar belum terkenal di Indonesia. Namun, di beberapa negara lain, susu rami sudah banyak dikenal karena khasiat yang dimilikinya. Seperti halnya susu almond, susu rami memiliki kandungan karbohidrat dan lemak yang rendah, namun kaya akan omega 3, kalsium zat besi, serta magnesium sehingga sangat tepat bagi pengidap diabetes. Adapun kandungan susu rami adalah sebagai berikut:3

    • Kalori: 24
    • Lemak: 2,5 gram
    • Karbohidrat: 1,02 gram
    • Serat: 0
    • Protein: 0
    • Kalsium: 300 miligram

    Itulah susu yang aman untuk dikonsumsi pengidap diabetes. Selain cara memilih dan jenisnya, yang perlu diperhatikan adalah kiat mengonsumsi yang tepat. American Diabetes Association (ADA) menganjurkan para diabetasi mengecek terlebih dahulu kadar gula darah selama 30 menit sebelum mengonsumsi susu.4 Lakukan pemeriksaan gula darah kembali setelah mengonsumsi susu. Apabila kadar gula darah melonjak, sebaiknya hindari meminum susu dan produk olahannya. Penderita diabetes juga perlu memastikan tidak ada riwayat alergi susu seperti intoleransi laktosa, gluten, serta gangguan lambung saat meminum susu.1

    Baca Juga: Susu Rendah Kalori Pengganti Makanan Diabetasi

    Sobat Sehat pun bisa berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter mengenai masalah ini. Untuk informasi lebih lanjut mengenai susu untuk diabetasi dan produk-produk yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Media K. Bolehkah Pengidap Diabetes Minum Susu Full Cream? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/02/17/073000768/bolehkah-pengidap-diabetes-minum-susu-full-cream-?page=all#:~:text=Jenis%20susu%20terbaik%20bagi%20pengidap,lebih%20rendah%20kalori%20dan%20karbohidrat.
    2. Media K. Pentingnya Membatasi Asupan Karbohidrat Bagi Pengidap Diabetes Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/07/15/205625820/pentingnya-membatasi-asupan-karbohidrat-bagi-pengidap-diabetes?page=all#:~:text=Dibandingkan%20dengan%20lemak%2C%20karbohidrat%20memiliki,sumber%20energi%20utama%20bagi%20tubuh.
    3. 3 Pilihan Susu ‘Alami’ Untuk Pengidap Diabetes [Internet]. gaya hidup. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190910153322-255-429132/3-pilihan-susu-alami-untuk-pengidap-diabetes
    4. Milk and diabetes: Choices, nutrition, and benefits [Internet]. Medicalnewstoday.com. 2020 [cited 10 September 2020]. Available from: https://www.medicalnewstoday.com/articles/311107#nutrition
    Read More
  • Hampir semua orang pernah mengalami luka pada kulit atau bagian tubuh lainnya, hanya yang membedakan besar kecil atau tingkat keparahan luka, ada juga perbedaan luka yang diakibatkan diri sendiri atau serangan orang lain.Nah, tahap penyembuhan luka berbeda-beda, ada penyembuhannya relatif lebih cepat, bahkan ada yang lama, tergantung dari bagaimana perawatan luka tersebut. Luka adalah suatu […]

    Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Hampir semua orang pernah mengalami luka pada kulit atau bagian tubuh lainnya, hanya yang membedakan besar kecil atau tingkat keparahan luka, ada juga perbedaan luka yang diakibatkan diri sendiri atau serangan orang lain.Nah, tahap penyembuhan luka berbeda-beda, ada penyembuhannya relatif lebih cepat, bahkan ada yang lama, tergantung dari bagaimana perawatan luka tersebut.

    Luka adalah suatu kondisi kerusakan atau hilangnya sebagian jaringan tubuh yang bisa terjadi karena trauma apapun baik  tumpul, tajam, zat kimia, dll. Terkadang kita menganggap remeh luka yang dialami. Namun, tahukah kamu 1/4 dari penderita diabetes memiliki ulkus diabetikum (luka diabetes) dan 25% dari yg menderita luka diabetes itu berakhir dengan amputasi.

    Berdasarkan waktu penyembuhannya luka dibagi menjadi luka akut / fisiologis (yg waktu penyembuhannya sesuai perkiraan, sekitar 7-14 hari) dan luka yg kronis / patologis yang proses penyembuhannya sangat lama atau bahkan luka semakin memburuk. Luka yang tak kunjung sembuh masuk ke dalam luka patologis. Biasanya luka semakin melebar dari bentuk awal, bernanah, bau, terus-terusan merah dan nyeri.

    Baca Juga: 10 Komplikasi Diabetes yang Perlu Diwaspadai

    Beberapa faktor berperan dalam penyembuhan luka, antara lain umur, nutrisi, kebersihan luka, infeksi, sirkulasi dan oksigenasi, penyakit yg mendasari, merokok, stres. Salah satu penyakit yang seringkali menyebabkan luka sulit sembuh adalah diabetes melitus. Sering kali pasien datang dengan luka yg sudah besar dan berbau tapi tidak mengetahui bahwa dirinya telah menderita diabetes.

    Oleh karena itu peran skrining penyakit sangat penting untuk pencegahan terjadinya luka yang tak kunjung sembuh. Skrining sederhana dapat dimulai dengan mengecek kadar gula darah secara rutin. Akan lebih baik lagi bila melakukan pengecekan lainnya seperti darah rutin dan faktor pembekuan darah.

    Baca Juga: Mengapa Suntik Insulin Penting

    Beberapa langkah dapat dilakukan untuk pencegahan agar luka cepat sembuh, seperti :

    – Melakukan perawatan luka awal dengan membersihkan menggunakan larutan salin atau pun cairan antiseptik (bila perlu)

    – Tidak memberikan bubuk kopi, dedaunan atau apapun pada luka

    – Tidak sembarangan mengkonsumsi antibiotik

    – Pada luka kotor, tertusuk paku, luka bakar, gigitan hewan, luka besar dan dalam sebaiknya segera meminta bantuan ke pusat kesehatan terdekat

    – Menjaga pola hidup sehat : mengjindsri rokok & alkohol, olahraga yg cukup, dan menjaga asupan nutrisi

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Anda mungkin sudah tahu bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung. Risiko stroke dan penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung pada penderita diabetes semua tipe memang tinggi. Namun, hal ini lebih besar lagi pada penderita diabetes tipe 2. Penyakit jantung menempati urutan pertama dalam penyakit yang menyebabkan kematian pada penderita diabetes […]

    Sakit Gula Bikin Jantungan

    Anda mungkin sudah tahu bahwa penderita diabetes memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena penyakit jantung. Risiko stroke dan penyakit jantung koroner, termasuk serangan jantung pada penderita diabetes semua tipe memang tinggi. Namun, hal ini lebih besar lagi pada penderita diabetes tipe 2. Penyakit jantung menempati urutan pertama dalam penyakit yang menyebabkan kematian pada penderita diabetes tipe 2.

    Diabetes merupakan penyakit kronis yang memiliki banyak komplikasi. Salah satu komplikasi diabetes menyerang pembuluh darah besar dan kecil. Setiap organ di tubuh kita memiliki pembuluh darah, sehingga penyakit ini dapat menyebabkan komplikasi pada seluruh organ tubuh. Terutama organ-organ vital, seperti jantung, otak, ginjal hingga sampai ke organ kecil seperti mata, jari kaki hingga organ vital pada pria.

    Bagaimana hubungan penyakit diabetes dengan jantung? Kita tahu bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyakit dengan angka kematian yang tinggi. Beberapa faktor risiko yang banyak diketahui orang adalah kolesterol yang tinggi, kegemukan, dan terakhir adalah diabetes melitus. 

    Baca Juga: 5 Tanda Diabetes dan Kencing Manis

    Pada diabetes yang melibatkan penyakit jantung, pembuluh darah koroner merupakan targetnya. Sehingga, diabetes dapat merusak pembuluh darah koroner. Maka tanpa adanya faktor resiko berupa kenaikan kolesterol, diabetes sendiri mampu membuat pembuluh darah tersumbat sehingga menyebabkan serangan jantung. Perlu diingat bahwa penyakit jantung koroner merupakan penyebab kematian kedua terbanyak di Indonesia.

    Diabetes dapat meningkatkan risiko kematian karena penyakit jantung koroner sebesar 2 hingga 4 kali lipat dari kondisi normal, meningkatkan risiko gagal jantung 2 hingga 5 kali lipat dari normal, dan meningkatkan risiko stroke sebesar 2 hingga 4 kali lipat dari kondisi normal.

    Gejala penyakit jantung harus kita waspadai adalah nyeri di bagian dada, lengan, pundak, leher, rahang dan juga bagian punggung dan sesak napas. Bila sahabat mengalami ini, maka segera pergi ke rumah sakit terdekat untuk penanganan cepat sehingga tidak berdampak buruk ke depannya.

    Nah, penting bagi kita menyadari bahwa mengontrol gula dan diabetes merupakan salah satu faktor terpenting dalam pencegahan penyakit jantung koroner. Faktor risiko terpenting yang harus dikontrol pada pasien-pasien yang mengalami diabetes atau prediabetes adalah menurunkan berat badan. Selain itu, mengubah pola hidup menjadi sehat seperti cek kesehatan berkala, konsumsi makanan sehat yang kaya sayur dan buah, serta perbanyak aktivitas fisik dan olahraga. Melakukan olahraga selama 30 menit setiap hari selama 5 kali seminggu atau 150 jam dalam satu minggu dapat menurunkan risiko terjadinya diabetes melitus sebanyak 58%.

    Baca Juga: 8 Fakta Lawan Diabetes

    Bagaimana tanda awal serangan jantung?

    Tanda awal serangan jantung adalah nyeri di dada sebelah kiri, nyeri dada terhebat yang pernah dirasakan dan kuncinya adalah nyeri tersebut biasanya menjalar ke lengan dan tidak bisa ditunjuk posisi nyerinya. Biasanya disertai dengan mual muntah dan keringat dingin.

    Apa yg harus dilakukan orang dengan diabetes agar terhindar dari penyakit jantung?

    Pada penderita diabetes, rutin melakukan pengecekan terhadap gula darah, konsumsi obat anti diabetes sesuai dengan saran dokter dan menjaga berat badan ideal merupakan beberapa cara agar dapat terhindar dari penyakit jantung.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Mendengar kata ‘diabetes’ merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Seperti diketahui, selain dengan minum obat dan berbagai bentuk penanganan medis lainnya, gaya hidup dan pola diet penderita diabetes juga menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan terapi. Salah satunya adalah susu rendah kalori, apakah cocok dan aman diberikan […]

    Susu Rendah Kalori Pengganti Makanan, Cocokkah untuk Penderita Diabetes?

    Mendengar kata ‘diabetes’ merupakan salah satu penyakit yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Seperti diketahui, selain dengan minum obat dan berbagai bentuk penanganan medis lainnya, gaya hidup dan pola diet penderita diabetes juga menjadi hal yang sangat penting dalam menentukan keberhasilan terapi. Salah satunya adalah susu rendah kalori, apakah cocok dan aman diberikan sebagai makanan pengganti bagi penderita diabetes? Simak ulasan di bawah ini:

    susu rendah kalori pengganti makanan

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Diabetes melitus atau penyakit gula adalah kondisi terdapat kadar gula darah tinggi karena tubuh tidak dapat menghasilkan atau menggunakan hormon insulin dengan efektif. Insulin adalah hormon yang berguna dalam mengatur kadar gula darah, memastikan agar gula darah didistribusikan ke dalam sel sebagai sumber energi. Di saat fungsi ini terganggu, maka kadar gula darah akan meningkat dan terjadilah penyakit gulaini. Terdapat dua tipe diabetes, yaitu diabetes melitus tipe 1 dan 2. Apapun tipe diabetes yang dialami, tidak semua makanan dan minuman baik untuk dikonsumsi. Porsi makan para diabetesi yang dianjurkan pun tidak sama dengan orang-orang pada umumnya, yaitu:

    • Energi dari karbohidrat 45-65%,
    • Protein 15-20%,
    • Lemak 20-25%,
    • Vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah yang cukup.

    American Diabetes Association (ADA) merekomendasikan perencanaan makan untuk dapat mencapai kadar gula yang normal dan terkontrol dengan baik tapi tetap mendapatkan nutrisi yang maksimal, yaitu:

    • Perhitungkan karbohidrat yang Anda konsumsi setiap saat makan,
    • Pertimbangkan dan kontrol porsi makanan Anda tidak berlebihan,
    • Pilih jenis makanan dengan indeks glikemik rendah yang baik untuk gula darah Anda.

    Lalu, bagaimana dengan susu, terutama susu rendah kalori, apakah cocok untuk untuk penderita diabetes?American Diabetes Association (ADA) menyatakan bahwa setiap pasien diabetes memiliki risiko osteoporosis dan patah tulang yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan orang sehat, sehingga konsumsi susu sebagai sumber kalsium dan vitamin D cukup penting agar dapat mencegah terjadinya osteoporosis dini. Selain itu, susu mengandung indeks glikemik yang rendah sehingga cocok bagi penderita diabetes. Bahkan beberapa penelitian menemukan bahwa konsumsi susu dapat menurunkan risiko hipertensi dan sindrom metabolik lainnya, bahkan menurunkan risiko diabetes kemudian hari bagi mereka yang belum terkena diabetes.

    Produk Terkait: Cek Diabetes

    Prinsipnya sebenarnya sama, pada kondisi diabetes maka tidak semua susubaik untuk Anda. Pastinya perlu diperhatikan kandungan gula, karbohidrat, dan lemak jenuh pada masing-masing produk susu. Setelah itu, sesuaikan dengan total asupan harian agar tidak berlebihan. Oleh karena itu, hindarilah produk susu yang diberikan pemanis tambahan, serta susu yang tinggi akan kandungan lemak jenuh. Jadi untuk para diabetesi, beberapa pilihan susu yang rendah kalori dan baik untuk pasien diabetes adalah sebagai berikut:

    1. Susu tanpa lemak
    2. Susu rendah lemak
    3. Susu kedelai terfortifikasi

    Para diabetesi perlu tahu bahwa sebagian besar susu yang mengandung pemanis rendah kalori akan mengandung sejumlah kalori dan karbohidrat dari bahan komposisi yang lain. Itu sebabnya, meskipun diberi keterangan ‘bebas gula’ atau ‘rendah gula’ tapi tidak selalu benar adanya. Penting untuk para diabetesi mencermati label kandungan nutrisi yang tertera pada masing-masing kemasan susu rendah kalori apapun yang ingin dikonsumsi. Rasa dari susu juga perlu diperhatikan. Pilihlah susu tanpa rasa karena susu dengan rasa tertentu seperti cokelat dan vanila, biasanya mengandung kadar gula atau pemanis buatan yang lebih tinggi.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Nah,bila Sobat membutuhkan produk susu rendah kalori, aneka makanan-minuman kesehatan serta informasi seputar kesehatan lainnya, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Susu rendah kalori pengganti makanan diabetesi. Diupadate 16 November 2016. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/susu-rendah-kalori-pengganti-makanan-diabetesi
    2. What are the best milk options for people with diabetes? Diupdate 18 April 2016. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: healthline.com/health/diabetes/best-milk-for-diabetics
    3. What is the best milk for people with diabetes? Diupdate 28 Agustus 2018. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: medicalnewstoday.com/articles/311107.php
    4. Daily Nutrition. Milk products and type 2 diabetes. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: dairynutrition.ca/scientific-evidence/roles-on-certain-health-conditions/milk-products-and-type-2-diabetes
    5. Spero D. Is milk bad for you? Diabetes and milk. Diupdate 20 Juni 2017. Diakses 2 Oktober 2018. Available at: diabetesselfmanagement.com/blog/is-milk-bad-for-you-diabetes-and-milk/
    Read More
  • Bagi para penyandang diabetes melitus, semua makanan dan minuman yang manis dipukul rata tidak diperbolehkan. Artinya, semua yang bebas gula aman untuk dikonsumsi, begitulah kira-kira. Tapi tentu saja para penyandang diabetes tetap ingin bisa mengonsumsi sesuatu yang manistapi tetap relatif aman untuknya, maka hadirlah berbagai macam inovasi gula rendah kalori khusus untuk diabetes dan lain-lain, […]

    Madu atau Gula, Amankah untuk Penderita Diabetes?

    Bagi para penyandang diabetes melitus, semua makanan dan minuman yang manis dipukul rata tidak diperbolehkan. Artinya, semua yang bebas gula aman untuk dikonsumsi, begitulah kira-kira. Tapi tentu saja para penyandang diabetes tetap ingin bisa mengonsumsi sesuatu yang manistapi tetap relatif aman untuknya, maka hadirlah berbagai macam inovasi gula rendah kalori khusus untuk diabetes dan lain-lain, lalu salah satunya adalah madu.

    Nah, madu atau gula yang cocok untuk penderita diabetes? Yuk,Sobat mari pahami dengan baik dan temukan alasannya.

    Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit yang paling sering ditemukan pada era modern saat ini, dengan jumlah penyandang diabetes lebih dari 285 juta jiwa pada tahun 2010, dan diperkirakan akan terus meningkat hingga kira-kira 438 juta penyandang diabetes tahun 2030.Diabetes melitus adalah kadar gula di dalam darah tinggi yang disebabkan karena kegagalan fungsi hormon insulin akibat gaya hidup dan pola makan yang tidak baik seperti konsumsi gula atau makanan/minuman manis yang berlebihan. Kemudian muncul ide madu untuk pengganti gula sebagai pemanis. Tapi tahukah Sobat, ternyata madu baik dikonsumsi untuk para penyandang diabetes, bahkan penelitian terbaru saat ini menyatakan bahwa madu memiliki efek antidiabetes.

    Kalori dan Indeks Glikemik

    Apa bedanya madu dan gula biasa? Jika dibandingkan, satu sendok gula pasir mengandung 46 kalori, sedangkan satu sendok madu mengandung 64 kalori. Wah, madu ternyata mengandung lebih tinggi kalori. Namun jangan sedih dulu, satu sendok gula jika dibandingkan dengan satu sendok madu menghasilkan tingkat kemanisan yang berbeda. Madu tentu lebih manis dan lebih pekat. Kurang lebih untuk mendapatkan rasa manis yang setara dengan satu sendok gula, hanya dibutuhkan setengah atau sepertiga sendok madu, sehingga mengurangi jumlah kalori dan baik untuk penyandang diabetes.

    Indeks glikemik menggambarkan kemampuan suatu zat dalam meningkatkan kadar gula darah dan kadar insulin. Semakin tinggi indeks glikemik suatu zat, maka semakin cepat dan besar kenaikan gula darah yang disebabkan zat tersebut. Kabar baiknya, madu memiliki indeks glikemik yang rendah dibandingkan dengan gula, artinya madu diserap masuk ke dalamperedaran darah secara perlahan sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah yang hebat dan tentu sangat baik untuk penyandang diabetes.

    Kandungan dan Manfaat

    Gula mengandung 100% karbohidrat, yang tersusun dari 50% glukosa dan 50% fruktosa. Fruktosa adalah jenis gula yang hanya dapat dipecah oleh organ hati. Konsumsi gula yang berlebihan terbukti dapat menyebabkan beberapa kondisi yang tidak diinginkan seperti peningkatan berat badan yang dapat berujung menjadi obesitas, perlemakan hati, dan peningkatan trigliserida.

    Madu juga terdiri dari gula, tapi hanya 30% glukosa dan 40% fruktosa. Tapi tidak hanya itu, madu mengandung berbagai elemen lain yang baik untuk kesehatan, seperti protein, berbagai vitamin yaitu vitamin B2 atau riboflavin, vitamin B5 atau pantothenic acid, vitamin B3 atau niasin, vitamin B9 atau asam folat, vitamin B6, vitamin C, dan mineral baik seperti fosfor, potasium atau kalium, zat besi, magnesium, kalsium, dan zinc. Tidak hanya itu, di dalam madu juga terkandung berbagai jenis antioksidan seperti pinobanksin, chrysin, dan pinocembrin. Penelitian terbaru bahkan menyatakan bahwa konsumsi madu ternyata dapat menurunkan gula darah dan berperan sebagai antidiabetes.

    Kesimpulannya, madu aman dikonsumsi penderita diabetes. Jika Sobat membutuhkan produk madu, gula rendah kalori atau artikel kesehatan menarik lainnya, yuk akses www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Info lanjut bisa menghubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    DAFTAR PUSTAKA

    1. Madu vs. Gula pasir: mana yang baik untuk diabetes? Diupdate 24 November 2015. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/madu-vs-gula-pasir-mana-yang-baik-untuk-diabetes
    2. Bobiş O, Dezmirean DS, Moise AR. Honey and Diabetes: The Importance of Natural Simple Sugars in Diet for Preventing and Treating Different Type of Diabetes. Oxidative Medicine and Cellular Longevity. 2018;2018:4757893.
    3. Honey vs. Granulated sugar: which sweetener’s better for diabetes? Diupdate 31 Oktober 2017. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: healthline.com/health/diabetes/sweeteners-honey-vs-granulated-sugar#1
    4. Can people with type 2 diabetes eat honey? Diupdate 28 Mei 2017. Diakses 17 Oktober 2018. Available at: medicalnewstoday.com/articles/317662.php
    5. Erejuwa OO, Sulaiman SA, Wahab MSA. Honey – A Novel Antidiabetic Agent. International Journal of Biological Sciences. 2012;8(6):913-934.
    Read More
  • Diabetes Melitus (DM), atau biasa dikenal dengan kencing manis, merupakan kelompok penyakit metabolik kronikyang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah. Paling sedikit 285 juta orang di dunia menderita DM dan 60%-nya terdapat di Asia. Dalam keadaan normal, makanan yang dicerna akan berubah menjadi glukosa yang kemudian digunakan untuk menghasilkan energi. Glukosa dalam darah lalu […]

    5 Makanan yang Harus Diwaspadai Penderita Diabetes

    Diabetes Melitus (DM), atau biasa dikenal dengan kencing manis, merupakan kelompok penyakit metabolik kronikyang ditandai dengan peningkatan kadar gula dalam darah. Paling sedikit 285 juta orang di dunia menderita DM dan 60%-nya terdapat di Asia. Dalam keadaan normal, makanan yang dicerna akan berubah menjadi glukosa yang kemudian digunakan untuk menghasilkan energi. Glukosa dalam darah lalu dipindahkan ke dalam sel dengan bantuan hormon insulin, baik untuk langsung diubah menjadi energi atau disimpan sebagai cadangan energi. Produksi maupun aktivitas dari hormon insulin ini terganggu pada penderita diabetes sehingga terjadi penumpukan kadar glukosa dalam darah yang disebut hiperglikemia.

    Sobat mungkin berpikir apa saja tanda dari DM. Penderita DM seringkali cepat haus dan lapar, frekuensi berkemihmeningkat, dan penurunan berat badan. Seseorang dapat dikatakan menderita diabetes apabila mengalami gejala di atas ditambah dengan nilai gula darah sewaktu yang³ 200 mg/dl. Bagi Andayang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, berat badan berlebih, aktivitas fisik yang kurang, dan sering mengonsumsi makanan dengan kualitas buruk lebih berisiko untuk terkena DM. IngatyaSobat, Penyakit ini tidak dapat disembuhkan, tapi dapat dikontrollho. Apabila tidak dikontrol, diabetes dapat berlanjut menjadi kerusakan ginjal, mata, saraf, serta penyakit jantung. Salah satu upaya untuk mengontrolnya adalah dengan mengatur makanan yang dikonsumsi agar berat badan, gula darah, tekanan darah, dan kadar lemak dalam tubuh tetap dalam batas normal. Tentunya terdapat beberapa makanan yang harus diwaspadai penderita diabetes agar gula darah tetap terkontrol dan terhindar dari komplikasi. Yuk, kita simak di bawah ini!

    1. NASI PUTIH SEBAGAI SUMBER KARBOHIDRAT

    Orang Asia lebih cenderung terkena diabetes pada usia yang lebih muda dan pada indeks massa tubuh yang lebih kecil dibandingkan orang Barat. Hal ini disebabkan beberapa faktor,salah satunya adalah tingginya konsumsi karbohidrat sederhana yang terdapat pada nasi putih. Karbohidrat merupakan sumber utama yang dapat meningkatkan kadar gula darah. Karbohidrat dibagi dua jenis, karbohidrat sederhana dan karbohidrat kompleks.

    Pada penderita diabetes, makanan yang mengandung karbohidrat sederhana, seperti nasi putih, harus dibatasi karena karbohidrat jenis ini dicerna dalam waktu singkat sehingga menyebabkan peningkatan kadar glukosa darah dalam waktu yang cepat. Selain nasi putih, makanan pokok yang mengandung karbohidrat simpleks adalah pasta, roti tawar, dan sereal. Asupan karbohidrat yang dianjurkan untuk penderita diabetes adalah 45–65% total asupan energi danSobat dengan diabetes disarankan untuk mengonsumsi karbohidrat kompleks sebagai makanan pokok. Karbohidrat kompleks, seperti pada nasi merah atau roti gandum, memiliki kadar serat dan vitamin yang tinggi sehingga dapat memperlambat penyerapan glukosa.

    1. MAKANAN & MINUMAN MANIS

    Makanan dan minuman manis seperti gula, kue kukis, pastry, permen, manisan, sirup dengan kadar fruktosa yang tinggi, minuman ringan, jus buah, dan bahan pemanis buatan mengandung karbohidrat sederhanaharus dibatasi pada penderita diabetes karena dapat dengan cepat meningkatkan kadar gula darah. Konsumsi minuman dengan kadar fruktosa yang tinggi secara berlebihan selain akan memengaruhi kadar gula darah, juga akan akan memengaruhi sensitivitas hormon insulin, tekanan darah, metabolisme lemak, serta meningkatkan deposit lemak dalam tubuh. Gula dan produknya (minuman ringan dan manis) serta madu, hanya diperbolehkan untuk dikonsumsi pada kondisi kadar gula darah yang sangat rendah (hipoglikemia).

    1. PRODUK HEWANI & MAKANAN YANG DIGORENG

    Produk hewani seperti daging berlemak, mentega, margarin, susu full cream, kuning telur,mayones, es krim dan makanan lain yang mengandung lemak jenuh dan lemak trans merupakanmakanan yang harus diwaspadai penderita diabetes. Makanan yang memiliki kadar lemak yang tinggi  (terutama lemak jenuh dan lemak trans) akan mempersulit kerja hormon insulin untuk memasukkan glukosa ke dalam sel sehingga berperan dalam peningkatan kadar glukosa darah. Selain itu, lemak yang tinggi juga dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan berbagai kanker. Asupan lemak yang dianjurkan pada penderita diabetes adalah 20–25% dari kebutuhan kalori atau tidak lebih dari 2-3 gram lemak per porsi makanan.

    Pengolahan makanan juga harus diperhatikan untuk membatasi kadarlemak yang dikonsumsi. Anda harus membatasikonsumsi makanan yang diproses dengan cara digoreng,serta yang diolah dengan mentega atau margarin.Sebab dalam pembuatan margarin, terjadi proses hidrogenasi yang mengubah lemak baik untuk tubuh menjadi lemak jenuh dan lemak trans yang dapat meningkatkan kadar kolesterol. Mengurangi konsumsi lemak dan mengurangi lemak dalam tubuh dapat membantu hormon insulin agar dapat bekerja secara optimal, menurunkan berat badan, menjaga kadar gula dan lemak dalam darah agar tetap terkontrol.

    1. MAKANAN KEMASAN & MAKANAN CEPAT SAJI

    Makanan kemasan dan makanan cepat saji harus dikurangi. Makanan kemasan seperti makanan ringan (keripik kentang), sayuran dan buah kalengan,jus buah dalam kemasan cenderung mengandung karbohidrat kompleks, bahan pengawet, pemanis buatan, dan mengandung kadar garam tinggi. Sedangkan makanan cepat saji cenderung memiliki kadar lemak trans yang tinggi. Bahan–bahan yang terdapat pada kedua kelompok makanan tersebut dapat memengaruhi kadar gula dalam darah melalui proses yang telah dijelaskan sebelumnya.

    Anjuran asupan garam untuk penderita diabetes sebenarnya sama dengan orang sehat yaitu < 2300 mg/hari. Namun,umumnya penyakit diabetes terjadi bersamaan dengan tekanan darah tinggi atau bahkan sudah menimbulkan komplikasi ke ginjal. Sehingga disarankan untuk membatasi konsumsi garam, untuk menjaga tekanan darah dan meringakan kerja ginjal, dengan mengurangi jumlah garam yang ditambahkan pada saat memasak dan membatasi konsumsi makanan berpengawet.

    1. ALKOHOL

    Salah satu makanan yang harus diwaspadai penderita diabetes adalah makanan dan minuman yang tinggi alkohol. Alkohol pada penderita diabetes rentan untuk menyebabkan keadaan hipoglikemia apabila dikonsumsi berlebihan dan dalam perut kosong, terlebih pada yang menerima terapi hormon insulin. Alkohol juga dapat menyebabkan berbagai efek metabolik lain, seperti konsumsi kalori yang berlebihan, peningkatan kadar lemak, radang pankreas, gangguan pada metabolisme karbohidrat dan glukosa, gangguan pada fungsi hati. Sehingga dianjurkan bagi penderita diabetes untuk membatasi konsumsi alkohol untuk menghindari komplikasi dari diabetes, seperti hipoglikemia dan penyakit jantung.

    Nah, Sobat itulah jenis makanan dan minuman yang perlu diwaspadai penderita diabetes. Jika Anda membutuhkan alat cek gula darah, gula rendah kalori, atau produk kesehatan lain, bisa dipesan dari www.prosehat.com atau install aplikasi ProSehat. Silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya melalui Telp/SMS/WhatsApp: 0811-18-16-800 sekarang juga. Salam sehat.

    instal aplikasi prosehat

    Referensi:

    1. Type 2 Diabetes diet guidelines: foods to eat, foods to avoid [Internet]. [dikutip 13 September 2018]. Tersedia pada: medicinenet.com/diabetic_diet_for_type_2_diabetes/article.htm#type_2_diabetes_diet_definition_and_facts
    2. Diabetic Food List: Best and worst choices [Internet]. [dikutip 13 September 2018]. Tersedia pada: webmd.com/diabetes/diabetic-food-list-best-worst-foods#1
    3. PERKENI. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia. Jakarta: PERKENI; 2015.
    4. NIDKK. What I Need to Know About Eating and Diabetes. Bethesda: NIH; 2007.
    5. Jeevani. Diet for diabetics and their limitations. J Diabetes Metab. 2011;02(09).
    6. Jain R, Handa A, Tiwari D, Priyanka J, Gupta AK. Nutrition in diabetes. JIACM. 2014;15(2) :125­–31.
    7. Asif M. The prevention and control the type-2 diabetes by changing lifestyle and dietary pattern. J Educ Health Promot [Internet]. 21 Februari 2014 [dikutip 13 September 2018];3. Tersedia pada: ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3977406/
    8. Hamdy O, Barakatun-Nisak M-Y. Nutrition in diabetes. Endocrinol Metab Clin North Am. 2016;45(4):799–817.
    9. Evert AB, Boucher JL, Cypress M, Dunbar SA, Franz MJ, Mayer-Davis EJ, dkk. Nutrition therapy recommendations for the management of adults With diabetes. Diabetes Care. 2014;37(Supplement_1):S120–43.
    10. Hu FB. Globalization of Diabetes: The role of diet, lifestyle, and genes. Diabetes Care. 2011;34(6):1249–57.
    Read More

Showing 1–10 of 33 results

Chat Asisten ProSehat aja