Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ diabetes”

Showing 1–10 of 41 results

  • Puasa merupakan ibadah yang wajib dijalankan oleh setiap umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, menjalankan puasa bagi orang yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal kronik, maupun asam lambung (maag) atau gastroesophageal reflux disease (GERD) menjadi tantangan tersendiri. Sehingga, biasanya para penderita penyakit kronis memiliki tips untuk tetap menjalankan puasa. Baca Juga: […]

    Sahabat, Yuk, Simak Tips Puasa Bagi Penderita Penyakit Kronis!

    Puasa merupakan ibadah yang wajib dijalankan oleh setiap umat Muslim yang telah memenuhi syarat. Namun, menjalankan puasa bagi orang yang memiliki penyakit kronis seperti diabetes mellitus, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal kronik, maupun asam lambung (maag) atau gastroesophageal reflux disease (GERD) menjadi tantangan tersendiri. Sehingga, biasanya para penderita penyakit kronis memiliki tips untuk tetap menjalankan puasa.

    tips puasa bagi penderita penyakit kronis

    Baca Juga: 8 Solusi Menjaga Tubuh Tetap Fit Selama Puasa

    Berikut tips puasa bagi penderita penyakit kronis:

    Sebelum mulai berpuasa, Sahabat Sehat bisa melakukan konsultasi ke dokter dahulu untuk mengetahui apakah kondisi tubuh stabil dan memungkinkan untuk melakukan ibadah puasa. Jika dokter mengatakan boleh berpuasa, maka pastikan mengikuti anjuran yang diberikan oleh dokter.

    Penyakit kronis diabetes melitus

    Tips berpuasa bagi penderita diabetes melitus adalah, yang pertama harus memastikan keadaan atau kondisi gula darah dalam keadaan stabil dan terkontrol, yang artinya tidak mengalami hipoglikemia ataupun hiperglikemia dalam kurun waktu tiga bulan terakhir.

    Produk Terkait: Jual Produk Diabetes

    Agar kadar gula darah bisa terus stabil, penderita diabetes melitus sebaiknya melakukan kontrol ke dokter terkait dosis obat yang dianjurkan.

    Menu yang dianjurkan bagi penderita diabetes melitus adalah meminum tah manis dengan gula khusus, mengonsumsi beras merah, atau kentang rebus.

    Apabila ingin minum es, maka usahakan yang berbahan dasar sirup atau gula merah khusus diet. Sedangkan, menu yang tidak dianjurkan adalah makanan yang berkuah santan, seperti opor ayam dan rendang, es buah yang memiliki kadar gula tinggi, serta teh tawar tanpa gula.

    Penyakit kronis hipertensi

    Bagi penderita penyakit hipertensi, untuk dapat berpuasa ada beberapa syarat yang harus dipenuhi, yaitu kondisi penyakit dalam stadium ringan, sedang tidak dalam keadaan kritis, tekanan darah terkontrol, dan mendapat persetujuan dari dokter untuk melaksanakan puasa.

    Adapun menu yang dianjurkan bagi penderita hipertensi adalah makanan yang memiliki tinggi kalium, seperti belimbing, seledri, wortel, melon dan pisang. Selain itu juga makanan yang mengandung saponin, seperti tempe dan kacang-kacangan.

    Sedangkan menu yang tidak dianjurkan adalah makanan olahan, junk food, dan makanan siap saji. Alasannya adalah karena makanan tersebut mengandung banyak garam dan natrium yang dapat meningkatkan tekanan darah.

    Penyakit kronis jantung

    Ada 3 syarat utama berpuasa bagi orang dengan penyakit jantung yaiitu, tidak sedang dalam pengobatan rawat jalan, bukan merupakan pasien serangan jantung mendadak, dan bukan pasien dengan gagal jantung akut. Jika semua itu terpenuhi, maka diperbolehkan berpuasa.

    Menu yang dianjurkan bagi penderita penyakit jantung adalah makanan dengan karbohidrat kompleks. Contohnya adalah beras merah, havermut, serta buah-buahan atau sayuran yang memang mengandung banyak serat.

    Baca Juga: Penyakit Jantung pada Remaja, Penyebab hingga Pencegahan

    Sementara itu, menu yang tidak dianjurkan adalah makanan yang memiliki karbohidrat simpel. Contohnya seperti mie instan, daging merah, dan makanan cepat saji.

    Penyakit ginjal kronik

    Bila Sahabat Sehat menderita penyakit gagal ginjal kronik, bila ingin berpuasa harus mendapat izin dari dokter dahulu apa diperbolehkan atau tidak. Biasanya jika kondisinya sedang tidak stabil ataupun dalam stadium berat, dokter tidak menganjurkan untuk berpuasa.

    Nah, tips berpuasa bagi penderita penyakit ini adalah makanlah makanan yang memiliki rendah kalori, rendah kalium dan fosfat, serta konsumsi air tidak lebih dari 300 cc.

    Sedangkan menu yang tidak dianjurkan adalah makanan yang tinggi kalium seperti produk susu, buah, dan sayur. Selain itu, tidak juga dianjurkan mengonsumsi makanan yang tinggi fosfat seperti daging merah, kacang-kacangan, cokelat dan gandum.

    Penyakit kronis maag

    Bagi penderita penyakit asam lambung atau maag atau GERD sebaiknya melakukan konsultasi ke dokter sebelum memulai ibadah puasa. Bagi Sahabat Sehat yang memiliki penyakit kronis asam lambung yang ingin tetap berpuasa, sebaiknya tidak sedang sering kambuh-kambuhan, tidak dalam keadaan kritis, ataupun sedang dalam pengobatan rawat jalan.

    Tips puasa bagi penderita penyakit maag adalah pilihlah makanan yang memiliki kalori rendah serta tidak merangsang asam lambung dan hindari makan makanan pedas, asam, serta makanan yang mengandung gas seperti kol, durian, sawi, minuman bersoda, susu full cream, dan kopi.

    Selain itu, hindari juga makanan yang berlemak di saat sahur. Walaupun makanan yang serba digoreng sangat menggoda selera, namun sangat tidak disarankan untuk dikonsumsi bagi penderita penyakit maag karena bisa menimbulkan begah dan dikhawatirkan bisa menimbulkan luka pada lambung serta rasa tidak nyaman selama seharian berpuasa.

    Disarankan, untuk mengonsumsi makanan yang bertekstur lembut dan tidak berlemak, seperti sup dan makanan rebus.

    Untuk mencegah gejala penyakit maag dapat kumat selama berpuasa, jangan langsung tidur setelah sahur. Walaupun rasa kantuk melanda, sebaiknya Sahabat Sehat yang menderita penyakit maag menunda hal itu, karena bisa mengakibatkan asam lambung akan naik.

    Baca Juga: Seperti Apa Diet Lambung Bagi Penderita Maag?

    Namun jikapun tetap ingin tidur, dianjurkan dengan memberi jeda setidaknya dua jam. Ambil juga posisi tidur setengah duduk untuk mencegah asam lambung naik.

    Pada saat berbuka puasa, makanlah makanan secara bertahap dengan porsi yang sedikit-sedikit. Jadi jangan langsung mengonsumsi makanan utama dalam porsi yang banyak ya.

    Nah, sekarang Sahabat Sehat sudah mengetahui tips puasa bagi penderita penyakit kronis. Semoga informasi ini bisa membantu Sahabat Sehat dalam menjalankan ibadah puasa di tahun ini ya!

    Ingin konsultasi kesehatan mengenai puasa? Yuk, manfaatkan segera Chat Dokter 24 Jam dari Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. 6 Tips Puasa untuk Penderita Asam Lambung Halaman all. – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://health.kompas.com/read/2021/04/19/120200068/6-tips-puasa-untuk-penderita-asam-lambung?page=all.> [Accessed 25 April 2021].
    2. HD, M., 2021. Panduan Singkat Buka Puasa Bagi Pasien Penyakit Kronis. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/ulasan-khas/d-3228390/panduan-singkat-buka-puasa-bagi-pasien-penyakit-kronis> [Accessed 25 April 2021].
    3. Gaya hidup. 2021. 5 Tips Puasa Bagi Pengidap Maag dan GERD – Halaman 2. [online] Available at: <https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210420135322-255-632223/5-tips-puasa-bagi-pengidap-maag-dan-gerd/2> [Accessed 25 April 2021].
    4. Universitas Islam Indonesia. 2021. Tips Tetap Fit Berpuasa Bagi Penderita Penyakit Kronis | UII. [online] Available at: <https://www.uii.ac.id/tips-tetap-fit-berpuasa-bagi-penderita-penyakit-kronis/> [Accessed 25 April 2021].

     

     

     

    Read More
  • Diabetes merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia setelah penyakit jantung. Data International Diabetes Federation menyatakan prevalensinya berkisar 6.2%, yaitu 10 juta orang dari 260  juta orang penduduk Indonesia. Hal tersebut berarti 1 dari 25 orang Indonesia terdeteksi menderita Diabetes  Karena hal demikian, Diabetes menjadi salah satu penyakit yang butuh perhatian khusus. […]

    Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Diabetes merupakan salah satu penyakit dengan tingkat kematian tertinggi di Indonesia setelah penyakit jantung. Data International Diabetes Federation menyatakan prevalensinya berkisar 6.2%, yaitu 10 juta orang dari 260  juta orang penduduk Indonesia.

    Hal tersebut berarti 1 dari 25 orang Indonesia terdeteksi menderita Diabetes  Karena hal demikian, Diabetes menjadi salah satu penyakit yang butuh perhatian khusus.

    Namun, timbul pertanyaan bagaimana para pengidap diabetes atau diabetes pada masa pandemi Covid-19 ini mengingat penyakit tersebut juga termasuk yang berbahaya?

    Apalagi Diabetes sendiri juga dinyatakan sebagai penyakit komorbid atau penyerta sehingga para diabetasi juga rentan terpapar virus Covid-19. Fakta juga menunjukkan bahwa 34,4% kasus penderita Diabetes di Indonesia juga terpapar virus Covid-19.

    kiat pengidap diabetes

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Mengapa Pengidap Diabetes Rentan Terkena Covid-19?

    Penderita diabetes rentan terkena Covid-19 dikarenakan kadar gula darah yang tidak stabil. Hal itulah yang dapat meningkatkan risiko komplikasi Covid-19 bagi diabetes.

    Infeksi Covid-19 sendiri membuat penyakit diabetes akan sulit diobati karena sistem kekebalan tubuh pada diabetes yang terganggu. Akibatnya, tubuh akan lebih sulit melawan infeksi.

    Jika berhasil sembuh, waktu pemulihan juga jadi lebih lama sebab virus juga cenderung dapat berkembang di host yang memiliki kadar gula tinggi. Diabetes juga memiliki peradangan yang tinggi di seluruh tubuhnya. Saat terinfeksi virus dari saluran pernapasan, infeksinya lebih mudah berkembang menjadi pneumonia.

    Lalu apa saja kiat-kiat yang harus dilakukan diabetes dalam menghadapi Covid-19 supaya tidak terpapar?

    Perhatikan Gejala yang Muncul

    Cara pertama yang harus dilakukan adalah memperhatikan gejala-gejala yang muncul seperti batuk baru yang berkepanjangan, nyeri tenggorokan, demam, dan sesak napas. Jika sudah mengalami hal tersebut segeralah berkonsultasi ke dokter. Ketika berkonsultasi pastikan beberapa hal berikut:

    • Hasil cek gula darah tersedia
    • Catatan konsumsi cairan
    • Gejala yang dirasakan
    • Tanyakan mengenai pengelolaan diabetes

    Patuhi Protokol Kesehatan yang Ada

    Mematuhi protokol kesehatan juga merupakan cara penting bagi  diabetes untuk tidak terkena Covid-19, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, dan tidak keluar rumah jika memang tidak ada urusan penting sama sekali.

    Kemudian jangan menyentuh mata, hidung, dan mulut karena hal tersebut dapat mempercepat penyebaran virus. Untuk mencuci tangan pakailah sabun atau alkohol terutama untuk bagian tangan yang terdapat alat infus.

    Cek gula darah

    Cek gula darah juga penting membantu diabetes menghadapi Covid-19. Cek ini dilakukan pada siang dan malam. Apabila kadar gula rendah atau di bawah 70 mg/dl konsumsilah 15 gram karbohidrat yang mudah dicerna seperti madu, selai, jeli, kembang gula, jus atau soda lalu periksa ulang gula darah dalam waktu 15 menit untuk mematikan kenaikannya.

    Jika kadar gula darah tinggi atau di atas 240 mg/dl, dan terjadi lebih dari dua kali secara berturut-turut, segera tanyakan dosis obat ke dokter.

    Produk Terkait: Alat Cek Gula Darah

    Selalu minum air putih

    Meminum air putih amat disarankan karena air putih sendiri bagaimana pun mempunyai dampak yang sangat positif bagi kesehatan.

    Meminum air putih akan menghindarkan diabetes dari dehidrasi yang tentu saja akan sangat berpengaruh pada kondisi tubuh. Apabila tidak meminum terlalu banyak usahakan meminum sedikit demi sedikit setiap 15 menit.

    Melakukan Diet Diabetes

    Yaitu, mengonsumsi sejumlah makanan sehat dan rendah karbohidrat seperti buah-buahan dan sayur. Konsumsilah dalam porsi sedikit dan teratur untuk mencegah naik-turunnya gula darah.

    Baca Juga: Menu Diet Diabetes: Perhatikan 3J (Jenis, Jumlah, dan Jam)!

    Lakukan Aktivitas Fisik Selama di Rumah

    Di rumah bukan berarti harus berdiam diri saja. Justru dengan berada di rumah menjadi kesempatan bagi Sobat yang menderita diabetes untuk melakukan aktivitas fisik seperti yoga dan olahraga ringan karena hal yang menciptakan imun tubuh secara alami tersebut akan membantu Sobat terhindar dari Covid-19.

    Pemakaian Insulin Tidak Terlewatkan

    Pemakaian insulin yang sangat penting untuk diabetes jangan sampai terlewatkan yang sudah disertai dengan dosis yang dianjurkan dokter. Hal ini penting untuk dapat mengontrol gula darah. Jangan lupa untuk tanyakan ke dokter apabila ada perubahan dosis.

    Siaga Obat-obatan

    Pastikan selalu bagi Sobat untuk selalu menyediakan obat-obatan yang diperlukan saat menderita diabetes. Persediaan obat yang tercukupi akan menghindarkan Sobat untuk bolak-balik ke fasilitas kesehatan yang tentu saja tidak aman di masa pandemi Corona.

    Cara yang bisa dilakukan apabila obat habis, dan tidak perlu bolak-balik ke fasilitas layanan kesehatan adalah bisa memanfaatkan layanan antar obat ke rumah sehingga Sobat akan merasa akan dan tidak khawatir tertular.

    Jangan stres

    Hal terakhir yang perlu Sobat ketahui saat menderita namun di saat yang bersamaan ada pandemi Corona adalah jangan menyikapinya secara berlebihan. Hal itu justru malah memperburuk kondisi tubuh dan imun tubuh yang dipunya tidak akan kuat menghadapi serangan virus. Karena itu, sobat harus rileks.

    Baca Juga: Lakukan Langkah Ini Jika Stres Akibat Corona

    Itulah Sahabat kiat-kiat yang bisa Sahabat lakukan sebagai diabetes untuk menghadapi Covid-19. Intinya adalah tetap ikuti protokol kesehatan, konsultasi ke dokter jika mengalami gejala-gejala Covid-19, dan yang terpenting jangan stres demi mendapatkan imun tubuh yang kuat supaya tidak mudah terserang virus.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut soal diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. [Internet]. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://www.merdeka.com/sehat/5-penyakit-paling-mematikan-di-indonesia-mulai-jantung-hingga-diabetes-militus.html
    2. [Internet]. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://triasnews.com/world-diabetes-day-2020-penderita-diabetes-butuh-dukungan-caregiver/
    3. Tips Bagi Penderita Diabetes Hindari Covid-19 | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200806/106/1275791/tips-bagi-penderita-diabetes-hindari-covid-19
    4. Tetap Sehat dengan Diabetes Selama Wabah Covid-19 Merebak [Internet]. 1st ed. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: http://Tetap%20Sehat%20dengan%20Diabetes%20selama%20wabah%20COVID%20
    5. Mengapa Suntik Insulin Penting Bagi Diabetesi Tipe 2 • ProSehat [Internet]. ProSehat. 2020 [cited 13 November 2020]. Available from: https://www.prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/mengapa-suntik-insulin-penting-bagi-diabetesi-tipe-2
    Read More
  • Diabetes melitus tipe 2 merupakan suatu kondisi kronis yang memengaruhi cara tubuh memetabolisme glukosa, yang merupakan sumber energi utama tubuh Sahabat. Baca Juga: Pentingnya Olahraga Bagi Penderita Diabetes Tipe 2 Diabetes tipe 2 memerlukan pemantauan secara berkala dan perawatan sepanjang hidup. Bila tidak diobati dengan benar, diabetes dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada sistem organ tubuh […]

    Langkah Berkelanjutan Diabetes Melitus Tipe 2 Seperti Apa?

    Diabetes melitus tipe 2 merupakan suatu kondisi kronis yang memengaruhi cara tubuh memetabolisme glukosa, yang merupakan sumber energi utama tubuh Sahabat.

    diabetes melitus tipe 2, diabetes tipe 2

    Baca Juga: Pentingnya Olahraga Bagi Penderita Diabetes Tipe 2

    Diabetes tipe 2 memerlukan pemantauan secara berkala dan perawatan sepanjang hidup. Bila tidak diobati dengan benar, diabetes dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada sistem organ tubuh lainnya.¹

    Peranan Insulin dalam Tubuh

    Insulin adalah hormon alami yang diproduksi oleh pankreas yang berperan dalam mengatur kadar gula darah. Tugas utama insulin adalah untuk menjaga kadar gula darah tetap dalam batas normal. Pada setiap kali makan, karbohidrat terurai menjadi gula dan masuk ke aliran darah dalam bentuk glukosa.

    Produk Terkait: Produk Herbal Diabetes

    Pankreas akan merespons dengan memproduksi insulin, yang menyebabkan gula masuk ke dalam jaringan. Kelebihan glukosa akan disimpan di hati dalam bentuk glikogen, apabila kadar insulin rendah, hati akan mengeluarkan glikogen ke dalam aliran darah dalam bentuk gula sehingga kadar gula darah tetap dalam stabil. ²6

    Apa yang Terjadi pada Diabetes Tipe 2 ?

    Pada penderita diabetes tipe 2, tubuh Sahabat tidak dapat merespons dengan baik atau melawan efek insulin. Sehingga tubuh tidak menghasilkan cukup insulin untuk mempertahankan kadar gula darah dalam batas normal.¹

    Bagaimana  Sahabat Mendeteksi Diabetes Tipe 2?

    Gejala utama dari penyakit diabetes tipe 2 adalah mudah merasa haus, sering buang air kecil terutama pada malam hari, mudah lapar, terjadi penurunan berat badan drastis, mati rasa pada tangan dan kaki, penglihatan kabur, lemah, gatal di daerah kemaluan ataupun lipat paha,mulu kering, dan luka yang lambat sembuh.

    Untuk memastikan diagnosis diabetes tipe 2, dokter akan melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang meliputi tes gula darah puasa, gula darah sewaktu, dan HbA1c.7

    Produk Terkait: Cek Lab

    Pemeriksaan Normal
    Kadar glukosa hemoglobin (A1C) 6,5%
    Kadar glukosa darah puasa 

    (kondisi tidak makan apapun selama minimal 8 jam)

    126 mg/dL 

    (7.0 mmol/l)

    Kadar glukosa plasma secara acak pada pasien dengan gejala klasik  <200 mg/dl

    (11,1 mmol/l)

    Tabel 1. Kriteria Diagnosis Diabetes.8

    Bagaimana Mengelola Diabetes Tipe 2?

    Dalam manajemen diabetes tipe 2, Sahabat memegang peran penting melalui beberapa langkah sederhana berikut 7,9,10:

    1. Merencanakan pola makan yang sehat dan seimbang.
    2. Berolahraga secara teratur.
    3. Minum obat anti diabetes oral seperti yang ditentukan sesuai dengan instruksi dokter.
    4. Melakukan kontrol kadar gula darah dan tekanan darah di rumah.

    Mengapa Mengontrol Gula Darah Penting ?

    Pasien diabetes tipe 2 dapat menjalani hidup aktif dan sehat dengan manajemen yang tepat, yaitu menyeimbangkan asupan makanan dan minuman serta melakukan olahraga rutin. Kontrol ketat gula darah dapat mencegah atau memperlambat perkembangan berbagai komplikasi diabetes. 

    Gula darah yang tinggi akan menyebabkan masalah jangka pendek yang serius seperti hipoglikemia (kondisi apabila kadar gula darah dibawah batas normal), hiperglikemia (kondisi apabila kadar gula darah tinggi), dan diabetes ketoasidosis.

    Sedangkan dalam jangka panjang, gula darah yang tidak terkontrol dapat merusak pembuluh darah yang memasok darah ke organ penting seperti jantung, ginjal, mata, dan syaraf.8,1214

    Jika Sahabat menderita diabetes tipe 2, jangan khawatir. Kabar baiknya adalah dengan mengontrol gula darah, dapat membantu Sahabat tetap sehat dan mencegah komplikasi di kemudian hari.14

    Baca Juga: Saat Hadapi Si Kecil Menderita Diabetes

    Apabila memerlukan informasi lebih lanjut mengenai diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100363-V1.0 (03/2021)

    REFERENSI

    1. Type 2 diabetes – Symptoms and causes [Internet]. Mayo Clinic. 2020. Available at: http://www.mayoclinic.com/health/type-2-diabetes/DS00585. [Terakhir diakses Januari 2014]
    2. UpToDate [Internet]. Uptodate.com. 2020. Available at: http://www.uptodate.com/contents/diabetes-mellitus-type-2-overview-beyond-the-basics. [Terakhir diakses Januari 2014]
    3. Insulin & Other Injectables | ADA [Internet]. Diabetes.org. 2020. Available from: http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/medication/insulin [Terakhir diakses Januari 2014]
    4. Insulin – Diabetes [Internet]. Diabetes. 2020. Available at: http://www.diabetes.co.uk/body/insulin.html. [Terakhir diakses Januari 2014]
    5. Health and wellness resources [Internet]. Ghc.org. 2020. Available at: http://www.ghc.org/healthAndWellness/?itern.–/common/healthAndWellness/conditions/diabetes/foodProcess.html. [Terakhir diakses Maret 2014]
    6. Diabetes Treatment [Internet]. 2020. Available at: http://www.mayoclinic.com/health/diabetes-treatment/DA00010. [Terakhir diakses Januari 2014]
    7. Diabetes Mellitus: Types, Risk Factors, Symptoms, Treatments [Internet]. Cleveland Clinic. 2020. Available at: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/7104-diabetes-mellitus-an-overview. [Terakhir diakses Januari 2014]
    8. Introduction: Standards of Medical Care in Diabetes [Internet]. American Diabetes Association. 2020. Available at: https://care.diabetesjournals.org/content/43/Supplement_1/S1
    9. Non-farmakologis Diabetes. Pedoman Pengelolaan Diabetes Tipe 2. Available at:  http://icmr.nic.in/guidelines_diabetes/section6.pdf. [Terakhir diakses Januari 2014]
    10. Farmakologi Pengobatan Diabetes. Pedoman Pengelolaan Diabetes Tipe 2. Available at: http://lcmr.nic.in/guidelines_diabetes/sectionl.pdf. [Terakhir diakses Januari 2014]
    11. Tentang Diabetes Tipe 2 [Internet]. 2020. Available at: https://www.diabetes.org.nz/about_diabetes/type_2_diabetes . [Terakhir diakses Februari 2014]
    12. Diabetes Control: Why its so important? [Internet]. 2020. Available online at: http://teenshealth.org/teen/diabetescenter/basics/diabetes_control.html?tracking=T_RelatedArticle. [Terakhir diakses Februari 2014]
    13. Tight Diabetes Control [Internet]. 2020. Available online at: http://www.diabetes.org/living-wfth-diabetes/treatment-and-care/blood-glucose-control/tight-diabetes-control.html. [Terakhir diakses Februari 2014]
    14. Davidson NK. Moreland P. Mengapa kontrol gula darah sangat penting? [Internet]. 2020.Available at: http://www.mayoclinic.org/diseasesconditions/diabetes/expert-blog/ blood -sugar-control.[Terakhir diakses Januari 2014]
    Read More
  • Bagi penderita diabetes, penting untuk mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah serta cara mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil.¹ Diabetes dapat ditangani dengan melakukan pengaturan pola makan yang sehat, melakukan aktivitas fisik. Baca Juga: Sakit Gula Bikin Jantungan Apabila kadar gula darah belum terkontrol dapat dipertimbangkan untuk memulai penanganan dengan menggunakan […]

    Yuk, Sahabat, Belajar Cara Injeksi Insulin yang Benar!

    Bagi penderita diabetes, penting untuk mengetahui apa saja faktor yang dapat mempengaruhi kadar gula darah serta cara mengontrol kadar gula darah agar tetap stabil.¹ Diabetes dapat ditangani dengan melakukan pengaturan pola makan yang sehat, melakukan aktivitas fisik.

    cara injeksi insulin, cara suntik insulin

    Baca Juga: Sakit Gula Bikin Jantungan

    Apabila kadar gula darah belum terkontrol dapat dipertimbangkan untuk memulai penanganan dengan menggunakan obat-obatan (seperti insulin dan obat diabetes oral) yang bertujuan untuk menurunkan dan menstabilkan kadar gula darah.²

    Memahami Insulin

    Insulin adalah suatu hormon alami yang diproduksi oleh pankreas, yang berfungsi untuk mengatur kadar gula darah Anda.³,4 Pada penderita diabetes, terjadi gangguan pada tubuh yang menyebabkan tubuh tidak sensitif terhadap insulin atau bahkan tidak dapat memproduksi insulin.5

    Baik penderita diabetes tipe 1 ataupun 2 dapat memerlukan insulin.6 Efikasi injeksi insulin pada penderita diabetes bergantung pada teknik injeksi yang baik dan benar. Jika teknik injeksi tersebut salah, ada kemungkinan dosis obat yang diinjeksikan tidak tepat dan akhirnya mempengaruhi kadar gula darah Anda. 79

    Teknik Injeksi

    Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menggunakan insulin :

    Lokasi Injeksi

    Lokasi untuk injeksi insulin direkomendasikan pada area lengan atas, paha atas, perut, dan bokong. Penyerapan tercepat berlangsung apabila injeksi dilakukan pada area perut, diikuti pada lengan, paha, dan bokong.1011

    Rotasi pada Lokasi Injeksi

    Perlu dilakukan rotasi pada lokasi injeksi untuk mencegah terjadinya penumpukan lemak di suatu area injeksi. Penumpukan lemak ini disebut lipohipertrofi, dan hal ini dapat mengurangi penyerapan injeksi insulin sebesar 25%.

    Lakukan rotasi injeksi dengan cara membagi lokasi injeksi dalam bentuk kuadran (atau paruhan pada paha atau bokong). Gunakan satu kuadran per minggu dan lakukan injeksi dengan bergerak ke arah yang sama,baik searah maupun melawan arah jarum jam.11

    Gambar 1. Pola Rotasi Perut Berdasarkan Kuadran11

    Gambar 2. Pola Rotasi Paha dan Bokong Berdasarkan Paruhan11

    Perawatan Lokasi Injeksi

    Sebelum melakukan injeksi, lokasi harus diperiksa terlebih dahulu. Hindari menggunakan lokasi yang terdapat benjolan di bawah kulit, kemerahan di sekitar kulit, sedang bengkak atau sedang mengalami infeksi, hingga masalah tersebut teratasi. Injeksi harus dilakukan pada lokasi yang bersih menggunakan tangan yang bersih.10

    Baca Juga: Bagaimana Cara Memakai SoloStar? Simak Penjelasan Berikut!

    Proses Injeksi

    Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan selama melakukan proses injeksi insulin agar tidak terasa menyakitkan10:

    1. Pastikan obat injeksi yang digunakan disimpan dalam suhu ruangan.
    2. Gunakan jarum yang pendek dan berdiameter kecil.
    3. Selalu gunakan jarum yang baru setiap kali melakukan injeksi.
    4. Jika membersihkan lokasi injeksi dengan menggunakan alkohol,sebaiknya di tunggu hingga kering sebelum melakukan injeksi.
    5. Suntikkan perlahan dan pastikan ibu jari menekan tombol pena sepenuhnya.

    Jenis Pena Insulin

    Terdapat 2 jenis pena insulin, yaitu:

    1. Pena sekali pakai

    Pena ini diisi dengan cartridge insulin dan dibuang setelah cartridge kosong, atau  bila pena telah digunakan selama 28 atau 32 hari (tergantung jenis insulin).12

    2. Pena isi ulang

    Pena ini menggunakan cartridge insulin yang dapat diisi dan dilepaskan setelah disuntikkan. Setelah cartridge digunakan, pena siap untuk dimasukkan cartridge berikutnya.10

    Cara Menggunakan Pena Insulin

    Berikut beberapa langkah untuk menggunakan pena insulin:

    1. Cuci tangan hingga bersih.13
    2. Periksa label dan kondisi insulin, ikuti petunjuk produsen pena untuk memasukan cartridge insulin ke pena isi ulang.
      1. Pada label cartridge atau pena, pastikan Anda menyuntikkan jenis insulin yang benar. Perhatikan tanggal kadaluarsa insulin untuk memastikan tanggal belum berlalu. Lihat penampilan insulin untuk memastikan apakah masih dapat digunakan.13
      2. Insulin harus terlihat bening, tidak berwarna, dan bebas dari partikel. Gunakan cartridge insulin baru atau pena sekali pakai jika insulin tidak terlihat baik.13
    1. Untuk mencampur cloudy insulin, miringkan pena di telapak tangan hingga 10 kali  dengan sudut 1800 bolak-balik untuk mencampurkan cloudy insulin, atau bila terlihat seperti ada manik-manik di dalam insulin. Apabila insulin masih belum tercampur merata, maka ulangi hal tersebut. Jangan menggunakan insulin jika terdapat gumpalan setelah dicampurkan.13
    2. Pasang jarum sekali pakai pada pena:
    1. Sebelumnya, lepaskan tutup pena dan bersihkan karet seal pada cartridge dengan menggunakan alkohol steril.13
    2. Pasang jarum sekali pakai pada pena, lepaskan tutup bagian luar jarum dan simpan untuk digunakan kemudian ketika Anda selesai melakukan injeksi. Lepaskan tutup bagian dalam jarum dan buang, gunakan jarum baru setiap kali Anda menyuntikkan insulin.13
    3. Dengan jarum menunjuk ke arah atas, tekan cartridge untuk mengeluarkan gelembung udara ke atas.13
    1. Balik pena setiap sebelum injeksi untuk menghilangkan gelembung yang mungkin berada di dalam pena. Gelembung udara dapat mempengaruhi aliran insulin dari pena sehingga menyebabkan dosis insulin yang diinjeksikan tidak sesuai.13 Pasang 2 unit pada selector dosis, arahkan jarum ke atas dan tekan plunger hingga terlihat setetes insulin, dan ulangi jika tetesan tidak terlihat. Apabila tetap tidak bisa,maka ganti jarum atau pena dengan yang baru.

    Pastikan ada insulin yang cukup di dalam pena untuk dosis Sahabat. Apabila tidak cukup, masukkan cartridge baru atau gunakan pena sekali pakai lain. Atur dosis insulin Sahabat pada selector dan pastikan bahwa dosis tersebut sudah benar.13

    1. Atur dosis dengan benar:
    2.  Pastikan insulin didalam pena cukup untuk dosis yang dibutuhkan Anda.13
    3. Masukan cartridge lain ke dalam pena isi ulang atau gunakan pena sekali pakai lain apabila dosis insulin tidak cukup.13
    4.   Pastikan dosis selector pada angka “0” di area tampilan dosis. Atur dosis insulin Anda, dan periksa pada area tampilan insulin sebelum melakukan penyuntikan insulin untuk memastikan Anda sudah mengatur dosis yang tepat.13
    5. Setelah menekan tombol sepenuhnya, hitung perlahan selama 10 detik sebelum menarik jarum untuk memberikan dosis penuh dan mencegah kebocoran obat. Hitung lebih dari 10 detik apabila menggunakan dosis insulin yang lebih tinggi.13
    6. Penyuntikan insulin dilakukan dengan cara berikut :
    7.   Sebelum memilih lokasi injeksi, tanyakan kepada dokter atau pengasuh Anda mengenai lokasi dan bagaimana untuk memutar rotasi lokasi tersebut.13
    8. Bersihkan lokasi injeksi dengan kapas alkohol steril atau air dan sabun, lalu tunggu hingga kering.13
    9.   Cubit ringan lipatan kulit pada lokasi injeksi. Pegang pena insulin pada sudut 900 (450 pada anak-anak atau pasien berpostur kurus) dan masukkan jarum penuh ke dalam kulit.13
    10. Pasang tutup luar pada jarum dan lepaskan jarum sekali pakai dari pena. Jarum harus segera dibuang setelah digunakan dan tidak ditinggalkan melekat pada pena. Buang jarum di wadah yang keras.13

    Pembuangan Bahan Penyuntikan

    Benda tajam tidak dapat dibuang ke tempat sampah umum atau sampah rumah tangga. Perangkat pena yang kosong dapat dibuang ke tempat sampah umum rumah tangga jika jarum sudah dilepaskan.

    • Insulin harus dih.10

    Penyimpanan Insulin

    Perhatikan hal berikut untuk menyimpan insulin, jika penyimpanan tidak benar insulin berisiko tidak bekerja efekindarkan dari paparan suhu panas dan sinar matahari langsung. Untuk insulin dan pena yang sedang digunakan, dapat disimpan pada lemari pendingin dengan suhu 15-25°C.

    Baca Juga: Mengapa Suntik Insulin Penting Bagi Diabetasi Tipe 2

    Apabila tidak digunakan, simpan insulin dalam lemari es dengan suhu 2-8°C . Jika disimpan dengan benar, insulin dapat tetap dalam kondisi baik hingga tanggal kedaluwarsa yang tercantum pada kemasan.14

    • Pastikan insulin tidak membeku.14

    Membawa Insulin saat Bepergian

    Lakukan beberapa hal berikut apabila Sahabat membawa insulin selama perjalanan:

    1. Insulin dapat dibawa dan disimpan dengan suhu 2-25°C.14
    2. Pastikan untuk membawa insulin dan obat-obatan lainnya dalam tas penyimpanan khusus, di dalam kantong terpisah.14
    3. Untuk melewati pemeriksaan bandara, simpan insulin dalam kemasan aslinya dengan label resep dan catatan dari dokter atau apoteker yang menyatakan bahwa Anda membawa obat dan perlengkapan untuk pasien diabetes.14

    Baca: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai insulin dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100362-V1.0 (03/2021)

    REFERENSI

    1. Diseases and Conditions. Tersedia online di: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/diabetes-management/art-20047963?pg=1. [Terakhir diakses Februari 2014]
    2. Diabetes: Treatments and drugs. Tersedia online di: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/basics/treatment/con-20033091.[Terakhir diakses Februari 2014]
    3. Insulin. Tersedia online di: http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/medication/insulen/. [Terakhir diakses Januari 2014]
    4. Insulin. Tersedia online di: http://www.diabetes.co.uk/body/insulin.html. [Terakhir diakses Januari 2014]
    5. Type 2 diabetes. Tersedia online di: http://www.mayoclinic.com/health/type-2-diabetes/DS00585. [Terakhir diakses Januari 2014]
    6. Insulin Routines. Tersedia online di: http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/medication/insulin/insulin-routines.html. [Terakhir diakses Februari 2014]
    7. Kalra S, Balhara YPS, Baruah MP, Chadha M, ChAndalia HB, ChowdhuryS, et al. Forum for Injection Techniques, India: The First Indian Recommendations for Best Practice in Insulin Injection Technique. Indian J Endocrinol Metab. Nov-Dec 2012; 16(6):876-85
    8. Improving your insulin injection technique. Tersedia online di: http://www.bd.com/us/diabetes/page.aspx?cat=7001&id=7264. [Terakhir diakses Januari 2014]
    9. Down S, Kirkland. Injection technique in insulin therapy. Nursing Times. 20120; 108: 10, 18-21
    10. Diabetes Care in the UK. The First UK Injection Technique Recommendations 2nd Edition. Tersedia online di: http://www.trend.uk.org/documents/FIT%20Recommendations%Page%20view.pdf. [Terakhir diakses Januari 2014]
    11. Simineria L, Kulkarni K, Meece J, Williams A, Cypress M, Haas, L, et al. Strategies for Insulin Injection Therapy in Diabetes Self-Management. Tersedia online di: http://www.diabeteseducator.org/export/sites/aade/_resources/pdf/research/AADE_MedEd.pdf.[Terakhir diakses Februari 2014]
    12. Insulin Pens 2014 Tersedia online di: http://www.diabetesforcast.org/2014/Jan/insulin-pens-2014.html. [Terakhir diakses Februari 2014]
    13. Pen Devices for Insulin Administration Tersedia online di: http://www.wadepage.org/files/file/TAKING%20MEDICATIONS/Unsing%20an%20Insulin%20Pen.pdf.[Terakhir diakses Februari 2014]
    14. How to Store Insulin. Tersedia online di: http://www.ghc.org/healthAndWellness/?item=/common/healthAndWellness/conditions/diabetes/insulinStorage.html. [Terakhir diakses Februari 2014]
    Read More
  • SoloStar adalah suntikan pena insulin yang di telah didesain khusus agar mudah digunakan.  Sebelum Sahabat menggunakan SoloStar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan: Cuci tangan hingga bersih Periksa kondisi insulin, pastikan insulin tampak jernih Selalu lakukan tes pengamanan Gunakan jarum baru yang steril setiap kali melakukan penyuntikan Buang jarum yang telah dipakai, dengan baik Simpan insulin […]

    Bagaimana Cara Memakai SoloSTAR®? Simak Penjelasan Berikut!

    SoloStar adalah suntikan pena insulin yang di telah didesain khusus agar mudah digunakan.  Sebelum Sahabat menggunakan SoloStar, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

    1. Cuci tangan hingga bersih
    2. Periksa kondisi insulin, pastikan insulin tampak jernih
    3. Selalu lakukan tes pengamanan
    4. Gunakan jarum baru yang steril setiap kali melakukan penyuntikan
    5. Buang jarum yang telah dipakai, dengan baik
    6. Simpan insulin SoloStar yang baru di lemari es
    7. Pastikan insulin SoloStar tidak membeku
    8. Setelah digunakan, insulin SoloStar dapat disimpan di suhu ruangan

    Cara Menggunakan SoloStar Secara Efektif

    cara memakai SoloStar, cara menggunakan SoloStar

    Sebelum menggunakan insulin SoloStar, pastikan Sahabat telah menggunakan insulin yang benar. Lantus SoloStar berwarna abu-abu dengan tombol suntik berwarna ungu polos pada bagian atasnya. Sementara Apidra SoloStar berwarna biru dengan tombol suntik berwarna biru tua dan terdapat penonjolan berbentuk lingkaran pada bagian atasnya.

    Sebelum melakukan penyuntikan, bukalah tutup pena. Periksa insulin apakah tampak jernih atau tidak. Jangan gunakan SoloStar jika insulin terlihat keruh, berubah warna, atau terdapat  butiran-butiran.

    Langkah Penyuntikan

    Berikut adalah langkah-langkah penyuntikan insulin :

    1. Memasang Jarum Baru

    Berikut beberapa langkah untuk memasang jarum baru:

    • Ambil jarum baru dan lepaskan label pelindung jarum.
    • Selalu gunakan jarum baru setiap kali penyuntikan untuk mencegah kontaminasi dan sumbatan pada jarum.
    • Gunakan jarum yang sesuai dengan SoloStar. Sejajarkan jarum dengan pena, pasang jarum baru ke SoloStar secara tegak lurus.
    1.   Tes Pengamanan

    Tes pengamanan dilakukan untuk mendapatkan dosis yang akurat dan memastikan pena dan jarum dapat bekerja dengan baik, serta membuang gelembung udara. Tes pengamanan dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut:

    • Putarlah penunjuk dosis sampai menunjukkan angka 2.
    • Buka penutup luar jarum dan simpan.
    • Buka penutup jarum dalam dan buang
    • Pegang pena dengan posisi jarum di sebelah atas dan ketukan catridge agar gelembung udara naik ke arah jarum.
    • Dengan posisi jarum mengarah keatas, tekan tombol suntik sedalam mungkin dan periksa apakah insulin keluar dari jarum.
    • Jika insulin tidak tampak pada ujung jarum, lakukan tes pengamanan ini hingga insulin keluar
    • Pasang kembali penutup pena dan simpan di suhu ruangan hingga penyuntikan berikutnya. 

     Pertanyaan yang Sering Ditanyakan:

    1. Bagaimana saya mengetahui bahwa saya sudah mendapatkan insulin yang saya butuhkan?
    • Jika Sahabat sudah mencapai ujung akhir dari catridge, mungkin tidak akan cukup insulin untuk memenuhi kebutuhan dosis Sahabat.
    • Jika Sahabat tidak dapat memutar dosis yang Sahabat kehendaki, jangan dipaksa. Pengaturan dosis tidak dapat diputar melebihi unit yang tersisa di dalam catridge SoloStar.
    • Jika menggunakan SoloStar yang baru atau terdapat gelembung udara di dalam catridge, lakukanlah tes pengamanan beberapa kali.
    • Jika insulin tidak keluar setelah 3 kali tes, ganti jarum dengan yang baru dan lakukan kembali tes pengamanan. 

          2. Pengaturan Dosis

    Pengaturan dosis dapat dilakukan dengan beberapa langkah berikut :

    • Atur dosis yang diinginkan, dosis bisa diatur dalam kelipatan 1 unit sampai dengan maksimal 80 unit. 
    • Jika diputar melebihi dosis yang diinginkan, Sahabat bisa mengoreksi dengan memutar ke arah sebaliknya. 

         3. Penyuntikan Insulin

    Sahabat harus mengikuti petunjuk dokter mengenai area penyuntikan yang tepat. Suntikan dilakukan pada area yang berbeda setiap kali menyuntik, ikuti cara penyuntikan sesuai instruksi dokter. Berikut beberapa langkah dalam penyuntikan insulin:

    • Cubit kulit Sahabat dan suntikkan jarum langsung ke area yang dicubit tersebut.
    • Masukkan insulin dengan menekan tombol suntik insulin sedalam mungkin. Angka dosis akan kembali ke 0 setelah selesai penyuntikan.
    • Tetap tekan tombol suntik, hitung perlahan sampai hitungan ke 10. Insulin masih akan mengalir keluar hingga 10 detik setelah menekan tombol suntik sedalam mungkin. Hal ini penting untuk memastikan Sahabat mendapatkan dosis sempurna.
    • Cabut jarum suntik dari kulit Sahabat.

           4. Lepaskan Jarum

    Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika melepaskan jarum:

    • Selalu lepaskan jarum dan simpan SoloStar tanpa jarum didalamnya, setiap selesai melakukan penyuntikan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kontaminasi maupun infeksi, masuknya gelembung udara ke dalam catridge, serta kebocoran insulin.
    • Pasang kembali penutup jarum luar untuk mengurangi resiko terjadinya luka, jangan pernah memasang kembali penutup jarum dalam.
    • Gunakan penutup jarum luar untuk melepaskan jarum.
    • Buang jarum yang telah dipakai sesuai petunjuk dokter.
    • menyuntikkan insulin yang tersisa dalam catridge dan kekurangannya dapat ditambahkan dari SoloStar yang baru, atau Sahabat dapat menggunakan SoloStar yang baru untuk memenuhi seluruh kebutuhan dosis Sahabat.
    • Jika Sahabat menghadapi masalah lainnya dengan SoloStar, ganti jarum dengan yang baru dan lakukan kembali tes pengamanan. Jarum yang tersumbat atau bengkok dapat menyebabkan masalah pada pena namun mudah untuk diselesaikan.

    5. Bagaimana Cara Menyimpan SoloStar?

    • Simpan SoloStar yang belum terpakai di dalam lemari es pendingin dengan suhu 2-8oC sampai Sahabat memerlukannya. Simpan di dalam kardusnya, jangan sampai SoloStar membeku karena dapat merusak insulin di dalamnya.
    • Jangan pernah menyimpan SoloStar di dalam freezer (lemari es beku). Ketika Sahabat akan menggunakan SoloStar yang baru, keluarkan dari lemari es 1-2 jam sebelum melakukan penyuntikan dan simpan di suhu ruangan. Begitu Sahabat telah menggunakan SoloStar yang sudah di keluarkan dari lemari es, insulin dalam SoloStar dapat bertahan hingga 4 minggu. Setelah itu, Sahabat harus membuang Solostar.
    • Selama 4 minggu, Sahabat harus menjaga SoloStar pada suhu ruangan dibawah 30oC. Jangan menyimpan kembali pada lemari es dan jangan meletakan pada tempat yang terlalu panas, misalnya pada tepi jendela atau di dalam mobil di bawah terik matahari.
    • Jangan menggunakan SoloStar jika rusak atau bila Sahabat tidak yakin bahwa alat tersebut dapat bekerja dengan baik.
    • Selalu sediakan cadangan SoloStar sebagai antisipasi bila hilang atau rusak.
    • Sahabat dapat membaca petunjuk lengkap dalam brosur kemasan Solostar

    Bila Sahabat memiliki pertanyaan lain mengenai SoloStar, insulin, maupun diabetes hubungi dokter atau PT Aventis Pharma (021) 4892208-4895608. 

    MAT-ID-2100364-V1.0 (03/2021)

    Referensi

    1. Sanofi. Lantus® Dosage and Administration [Internet]. Diakses 5 November 2020. Tersedia di: https://www.lantus.com/hcp/dosing-injection/injection-guide
    2. Sanofi. Apidra®: How to Use [Internet]. Diakses 5 November 2020. Tersedia di: https://www.apidra.com/about/how-to-use
    3. Trend-UK Limited. Best Practice Guideline to Support Correct Injection Technique in Diabetes Care [Internet]. 2018 (Diakses 5 November 2020). Tersedia di: https://trend-uk.org/wp-content/uploads/2018/11/ITM-Guideline_v9-FINAL-251018.pdf 
    Read More
  • Apa itu hipoglikemia? Hipoglikemia atau gula darah rendah adalah kondisi ketika kadar glukosa (gula) darah berada di bawah nilai normal. Umumnya seseorang dianggap mengalami hipoglikemia jika kadar glukosa darah kurang dari 70 mg/dl. Baca Juga: Diabetes Tidak Terkontrol? Pahami Komplikasinya Hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien diabetes dan berpotensi menyebabkan penurunan […]

    Mengenal Hipoglikemia: Penyebab, Gejala, Pencegahan, dan Penanganannya

    Apa itu hipoglikemia?

    Hipoglikemia atau gula darah rendah adalah kondisi ketika kadar glukosa (gula) darah berada di bawah nilai normal. Umumnya seseorang dianggap mengalami hipoglikemia jika kadar glukosa darah kurang dari 70 mg/dl.

    mengenal hipoglikemia

    Baca Juga: Diabetes Tidak Terkontrol? Pahami Komplikasinya

    Hipoglikemia merupakan salah satu komplikasi yang dapat terjadi pada pasien diabetes dan berpotensi menyebabkan penurunan kesadaran hingga kematian.¹ Oleh sebab itu,  penting untuk kita, terutama penderita diabetes untuk memahami gejala, pencegahan, hingga penanganannya.

    Apa saja tanda dan gejala hipoglikemia?

    Deteksi dini tanda dan gejala hipoglikemia agar dapat melakukan penanganan dengan cepat dan menghindari komplikasi yang berat.²

    1. Gemetar, gugup dan gelisah ¹
    2. Keringat dingin, menggigil, dan sangat kelelahan ¹
    3. Mudah marah, tidak sabar, emosi tidak stabil¹
    4. Tampak kebingungan ¹
    5. Berdebar-debar atau denyut jantung meningkat ¹
    6. Pening atau pusing ¹
    7. Sakit kepala ¹
    8. Kelaparan dan mual ¹
    9. Mengantuk, berkurangnya koordinasi dan konsentrasi¹
    10. Penglihatan kabur ¹
    11. Kesemutan atau baal pada bibir dan lidah¹
    12. Mimpi buruk atau menangis selama tidur ¹
    13. Kejang ¹
    14. Tidak sadar atau koma ¹

    Gula darah dapat turun dengan sangat cepat tanpa mengalami gejala ringan terlebih dahulu. Segera periksa gula darah Sahabat jika memungkinkan.³

    Apa penyebab hipoglikemia?

    Hipoglikemia dapat terjadi pada penderita diabetes maupun pada orang tanpa diabetes. 

    Beberapa hal yang dapat menyebabkan hipoglikemia pada penderita diabetes adalah: ³,4,5

    1. Aktivitas fisik berlebihan tanpa makan yang cukup. 
    2. Menyuntikkan insulin dengan dosis terlalu besar dan tidak diimbangi dengan makan yang cukup.
    3. Hipoglikemia dapat terjadi saat melewatkan, menunda, atau makan terlalu sedikit.

    Baca Juga: Tips Mengatur Makanan untuk Penderita Diabetes

    Hal lain yang dapat menyebabkan hipoglikemia adalah:

    1. Obat-obatan tertentu, seperti kina.
    2. Mengonsumsi alkohol terlalu banyak.
    3. Kondisi medis tertentu, seperti hepatitis atau gangguan ginjal.
    4. Produksi insulin yang berlebihan, seperti pada tumor pankreas.

    Bagaimana mencegah hipoglikemia?³,4,5

    1. Menyuntikkan insulin sesuai dosis anjuran dokter.
    2. Makan dengan jam yang teratur, tidak menunda maupun melewatkan makan.
    3. Menyeimbangkan aktivitas fisik dengan konsumsi makanan.
    4. Hindari konsumsi alkohol berlebih.
    5. Selalu membawa camilan ke mana saja.
    6. Periksa glukosa darah secara teratur.

    Apa yang harus dilakukan jika terjadi hipoglikemia? ¹,²,³

    1. Segera konsumsi 15-20 gram glukosa atau atau setara dengan:
    •       setengah cangkir jus atau soda biasa
    •       satu sendok makan madu
    •       lima sampai enam buah permen keras, atau 
    •       satu sendok makan gula.

          2.Periksa kembali glukosa darah Sahabat setelah mengonsumsi makanan tersebut di atas.

          3. Jika gula darah masih dibawah normal, ulangi seluruh langkah di atas sampai kadar glukosa darah normal, yaitu di atas 70 mmHg.

         4. Setelah glukosa darah kembali normal, jaga kadar glukosa darah dengan makan makanan ringan yang sehat.

         5. Jika gejala tidak membaik atau Anda mengalami gejala hipoglikemia yang berat, seperti penurunan kesadaran, kejang, maupun koma, segera ke IGD terdekat. Hipoglikemia berat membutuhkan pemberian glukosa secara intravena (melalui infus) segera.

    Bawalah selalu ID medis!

    ID medis adalah tanda pengenal berisi informasi medis. ID medis biasanya dipakai sebagai gelang, kalung ataupun sekarang sudah tersedia di berbagai aplikasi. Bagi kelompok orang yang rentan mengalami hipoglikemia, salah satunya pengguna insulin, ID medis wajib dibawa setiap saat.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Saat terjadi hipoglikemia berat, kecelakaan lalu lintas, ataupun keadaan gawat darurat lainnya, ID medis memudahkan penolong pertama untuk mengetahui informasi medis yang penting, seperti fakta bahwa Sahabat menderita diabetes, apakah Sahabat menggunakan insulin, riwayat alergi, dll. ¹

    Produk Terkait: Cek Lab

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai hipoglikemia dengan cara cek gula darah, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100216-V1.0 (02/2021)

    Referensi:

    1. American diabetes association. Hipoglikemia (gula darah rendah). Tersedia di: <http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/ treatment-and care/blood-glucose-control/hypoglycemia-low-blood.html> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    2. Diabetes dan Hipoglikemia. Diabetes.co.uk. Tersedia di: <http://www.diabetes.co.uk/Diabetes-and-Hypoglycaemia.html> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    3. Healthline. Gula Darah Rendah (Hipoglikemia). Tersedia di: <http://www.healthline.com/health/hypoglycemia#Signs> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    4. Mayoclinic. Hipoglikemia. Tersedia di: <http://www.mayoclinic.com/health /hypoglycemia/DS00198/ DSECTION=causes> (Terakhir diakses Februari 2014) 
    5. Hipoglikemia. Tersedia di: <http://www.diabetescare.net/ content_detail. asp?id=796>. (Terakhir diakses Februari 2014).
    Read More
  • Diabetes merupakan keadaan penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah di atas nilai normal. Diabetes dapat dikontrol dengan gaya hidup dan makanan yang tepat. Diabetes yang terkontrol sangat memungkinkan penderita untuk tetap aktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.¹ Baca Juga: Tips Mengatur Makanan untuk Penderita Diabetes Gula darah tinggi terus-menerus pada penderita diabetes […]

    Diabetes Tidak Terkontrol? Pahami Komplikasinya

    Diabetes merupakan keadaan penyakit metabolik yang ditandai dengan kadar gula darah di atas nilai normal. Diabetes dapat dikontrol dengan gaya hidup dan makanan yang tepat. Diabetes yang terkontrol sangat memungkinkan penderita untuk tetap aktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.¹

    diabetes tidak terkontrol, komplikasi diabetes

    Baca Juga: Tips Mengatur Makanan untuk Penderita Diabetes

    Gula darah tinggi terus-menerus pada penderita diabetes yang tidak terkontrol dapat menimbulkan berbagai komplikasi pada berbagai organ tubuh.² Menurut waktu terjadinya, komplikasi yang terjadi dibagi menjadi 2, yaitu akut dan kronis.³

    Komplikasi Akut

    Komplikasi akut atau komplikasi jangka pendek dari diabetes adalah diabetes ketoasidosis dan hipoglikemia.4

    1. Diabetes Ketoasidosis 

    Diabetes ketoasidosis merupakan suatu krisis hiperglikemia (glukosa darah diatas normal) akibat kurangnya insulin dalam tubuh. Insulin dibutuhkan tubuh untuk membantu penyerapan glukosa darah ke dalam sel.

    Kurangnya insulin menyebabkan glukosa darah tidak dapat terserap ke dalam sel sehingga tubuh menggunakan lemak sebagai sumber energi.

    Akibatnya, konsentrasi keton yang merupakan hasil pemecahan lemak menjadi berlebihan dalam tubuh (ketosis) dan tubuh menjadi asam (asidosis). 4

    Tanda dan gejala diabetes ketoasidosis adalah: ¹,4

    1. Haus berlebihan.
    2. Berkemih dengan jumlah sangat banyak.
    3. Mual, tidak nafsu makan, nyeri perut.
    4. Penurunan kesadaran hingga koma.
    5. Diabetes ketoasidosis merupakan keadaan gawat darurat dan harus segera ditangani tenaga kesehatan secara cepat

    2. Hipoglikemia

    Hipoglikemia merupakan kondisi ketika glukosa darah dibawah nilai normal. Hal tersebut merupakan komplikasi yang sering terjadi pada penderita diabetes tipe 1 atau diabetes tipe 2 yang menggunakan insulin atau obat golongan sulphonylurea.

    Gejala yang ditimbulkan adalah lemas, berkurangnya konsentrasi, sampai penurunan kesadaran. Semua pasien yang menggunakan insulin dan obat golongan sulphonylurea sebaiknya selalu membawa camilan manis untuk penanganan awal hipoglikemia.

    Jika Sahabat sering mengalami hipoglikemia atau mengalami gejala hipoglikemia berat, segera konsultasi ke dokter.5,6

    Komplikasi Kronis

    Komplikasi kronis atau jangka panjang dari diabetes adalah kerusakan pembuluh darah pada berbagai organ tubuh, seperti:7

    Penyakit jantung dan stroke

    Pasien diabetes tidak terkontrol rentan mengalami hipertensi (tekanan darah tinggi) dan kolesterol tinggi. Hal tersebut akan meningkatkan risiko penyakit jantung, seperti gagal jantung dan penyakit jantung koroner maupun penyakit stroke. ¹,5,8,9

    Baca Juga: Cek Gejala Ini untuk Terhindar dari Penyakit Jantung Koroner

    Penyakit ginjal

    Fungsi ginjal adalah memfilter darah dan membuang zat sisa yang tidak terpakai oleh tubuh.10,11 Glukosa darah tinggi akan menyebabkan kerja ginjal lebih berat dan harus menyaring glukosa dengan jumlah lebih banyak.

    Selain itu, diabetes menyebabkan kerusakan pembuluh darah kecil (mikrovaskular) pada ginjal. Jika tidak segera diberi pengobatan yang tepat, fungsi ginjal akan terus menurun dan akhirnya terjadi gagal ginjal.²

    Apabila hal tersebut terjadi, pasien harus menjalani dialisis (cuci darah) atau transplantasi ginjal untuk menggantikan tugas ginjal memfilter darah.12

    Produk Terkait: Cek Hemodialisis Klinik Denam

    Penyakit mata

    Glukosa darah tinggi menyebabkan kerusakan pembuluh darah retina sehingga menyebabkan penyakit retinopati diabetes. Penglihatan pasien akan menurun dan jika tidak cepat dilakukan bisa mengakibatkan kebutaan.¹13

    Kerusakan saraf dan kaki diabetes

    Kerusakan saraf akibat diabetes disebut neuropati diabetes. Kerusakan saraf dapat terjadi pada berbagai bagian dan organ tubuh. Neuropati yang paling sering terjadi adalah pada kaki yang menyebabkan rasa panas seperti terbakar, kesemutan, atau mati rasa. Hal tersebut akan meningkatkan risiko luka pada kaki akibat diabetes atau yang disebut dengan kaki diabetes.11,14

    Baal atau mati rasa pada kaki sering mengakibatkan penderita neuropati diabetes lupa memakai sandal dan tidak terasa saat kakinya terluka.

    Akibatnya, pasien sering tidak sadar jika terdapat luka pada kakinya. Luka akan semakin berat dan terjadi infeksi. Ditambah lagi, glukosa darah tinggi dan kerusakan pembuluh darah pada diabetes akan memperlambat penyembuhan luka.

    Jika tidak segera ditangani, jaringan di sekitar luka akan mati sehingga kaki harus diamputasi. Selain menjaga glukosa darah terkontrol, selalu memakai alas kaki dan rajin memeriksa kaki sendiri merupakan kunci untuk mencegah terjadinya kaki diabetes.11,15,16

    Tips untuk merawat kaki pada penderita diabetes:

    1. Aturlah waktu setiap hari untuk memeriksa kondisi kaki Sahabat. Periksa kaki dengan seksama termasuk sela-sela jari. Jika kesulitan untuk melihat kaki, Sahabar dapat menggunakan cermin atau meminta bantuan orang lain. Lihatlah apakah terdapat perubahan warna kulit, bengkak, perubahan suhu, atau nyeri saat disentuh.17,18,19
    2. Selalu memakai alas kaki yang nyaman dan ukuran yang sesuai.20
    3. Cucilah kaki dengan air hangat (tidak panas) setiap hari. Bersihkan hingga sela-sela jari. Pakailah lotion atau pelembab untuk selalu menjaga kelembutan kaki.20
    4. Jangan memotong kuku terlalu dalam. 20
    5. Jangan menggunakan bantalan pemanas atau botol air panas karena dapat menyebabkan iritasi jaringan.20

    Komplikasi Lainnya

    Komplikasi lain yang dapat terjadi pada penderita diabetes adalah mual, diare, konstipasi, dan disfungsi ereksi. 15

    Begitu banyak komplikasi akibat diabetes. Komplikasi dapat dicegah dengan deteksi dini diabetes, pengobatan yang sesuai, dan gaya hidup sehat.

    Baca Juga: Kiat Pengidap Pengidap Diabetes Menghadapi Covid-19

    Jangan ragu berkonsultasi ke dokter bila ingin mendapatkan informasi lebih lanjut atau memeriksakan diri Sahabat. Untuk konsultasi manfaatkan layanan chat dokter 24 jam dari Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100214 -V1.0 (20/2021)

    REFERENSI

     

    1. Type 2 Diabetes. A..-bleathttps: //www.liabetes.org.nz/abouUiabetesllype_2_diabetes. L.astao:: essed111: 2fl/2/14. 
    2. Diabetes 1 Type 2. Available At: hllp://www.nhi.uk/ConditionS/lliabelet-type21Pil(les/l ntrodudion.aspx. Last accessed on: 10/2/14. 
    3. PinhaH!amiel 0, Zeitler P. Al:!Jte and c:llronic: corr.,locations al type 2 diabetes mellitus in c:llildren and adolescents. Lancet 2007 May 26;369(9575):1823-31. 
    4. Dlaba Hckato8cldosls. Available at: http:/lwww.nhi.ukkllndllonshlaballo.lallblcldos ntroducllon.aspx. Last accessed on:2612114. 
    5. Amlel SA, DlxonT, MannR, Jameson K. Hypoglycemia Only pe2dlabetea. Diabet Med.2008Man:h 1;25(3):245-254. 
    6. Law blood glucose (hypoglycemia) for Tp 2 diabetes. Available et https://Www.dabatea.org.nzlllvl”G-wlth_dlabateallype…2…dabatell lowooae_ hypo. Last accessed on:26/21 

    7.Chronlcccmpbtlons. hllp://www2.wpro.who.lntlWpcld/doWoadS/lllabetell_ tex1(21- 33). pdf. L.asteccassed on: 2612114. 

    1. Type 1 and Type 2 compllcaHons. Good control – why bolher? Available at http:/1Www. dlabetes.le/Wp-<:ontenm..,toed&l201 1/D91Durt<an-T1-12- compllca11ons.pdf. Last accessed on: 10/2/14. 
    2. BloodV8allels.Available: http:/1Www.dlabales. co.uk/bodyll>loocl-veasels.h1ml . Last accessed on: 10/2/14.
    3. x.AainKidneyFailu111.A..-bleat htlp:/lwww.nlm.nll.gov/medlineplusltutorials/kilileyfail ulllfld269104.pdf. Last.-don: 512/14. 
    4. DlabaHcNeuropathlas: The Nerve Damagaof Dlabatea. Available at http://dlabetel.nlddk.nlh.gov/Gn/puropelhles/. Last accessed on: 512/14. 
    5. Diabetes And Kidney Disease 9e. Availableat:hllpJ/www.diabeles.ca/diabelewndmpllcations/kifiley/. L.astacoessad on: 512114. 
    6. Diabetes – Symptoms, diagnosis and traalmant. Avallablls at hftpl:/1Www.80Ulhemcross. co. nz/AboulTheGroup/HealthRalourcaal Medlcallllraryl tabld/178/wli1ntemlD/18WabeU!e-Sympfome-Olagnael&- Treatment. lcaHons.L.astaccaasedon:26/2114. 
    7. Diabat8I HeallhConcams. Avalableat htlp://www.cdc.gov/diabat8slooneumerlprobleml. htrn .L.astaccassed on:512/14. 
    8. icalionsoauaad bydiabetss.Available at hltp:l/www.nhl.uldConditionsltliabefes.lype2/Pages/Compl lcations.aspx.Lutaconsed on 10/1114. 
    9. FoolCompllcalons.Avallablaat: hllp1/www. dlabetes.orgi1IYlfl!t”W1th-dlebelaalcompllcallonlllloot-aimpllcallonll .l.ast8CC81811dcn: 512114.
    10. Caraal1heDlabellcFoot.Avallabllsathltp://ortholnfo.aeos.org/ll)plc.cfm’ltop lccA00148&webld=26DBE25F. Laataccaased on 10/1114. 
    11. Diabetesfootcare.Availabllsat hllp://www. nlm.nih.gov/rnedlineplus/tu1Drials/diabetesloolcareldb0291 05.pdf(Lastacc:easedon: 512/14.). 
    12. Foot and Skin Related Complications of Diabeles. Available al: http://my.clevelandcli nic.org/disorders/diabsles_mellilusl hic_looland_sllif1J’llal9d_ ccmplicalionl_of_diabetes.aspx. L.astaccessedcn 10/1114. 
    13. GellilgS11nd'”FoolCara Dos and Don’ts.Availabllsat hltp:l/www. bd.oomllllsolltll.aspx?IDX=22098 L.astac:cessadon 10/1/14. 

     

    Read More
  • Sahabat mungkin pernah mendengar istilah: “You are what you eat”. Tentulah makanan sangat mempengaruhi kesehatan kita. Oleh sebab itu, kita harus mengetahui kebutuhan gizi serta memilih makanan yang berdampak baik bagi kesehatan. Baca Juga: Menu Diet Diabetes Terutama pada pasien diabetes, memilih makanan memiliki peran penting untuk menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal. Jika salah asupan, […]

    Tips Mengatur Makanan untuk Penderita Diabetes

    Sahabat mungkin pernah mendengar istilah: “You are what you eat”. Tentulah makanan sangat mempengaruhi kesehatan kita. Oleh sebab itu, kita harus mengetahui kebutuhan gizi serta memilih makanan yang berdampak baik bagi kesehatan.

    makanan untuk penderita diabetes

    Baca Juga: Menu Diet Diabetes

    Terutama pada pasien diabetes, memilih makanan memiliki peran penting untuk menjaga kadar gula darah dalam kisaran normal. Jika salah asupan, kadar gula darah bisa meningkat dan membahayakan kesehatan.

    Memilih makanan sehat merupakan salah satu kunci keberhasilan terapi diabetes, membantu mencapai berat badan ideal, serta mencegah terjadinya komplikasi. Hal yang perlu diperhatikan dalam mengatur makanan adalah jenis makanan, jumlah makanan, dan jadwal makan.¹,²,³.

    Produk Terkait: Jual Makanan-Minuman Rendah Gula

    Diet sehat adalah diet yang menyediakan cukup nutrisi untuk kebutuhan Sahabat. Nutrisi yang kita perlukan dibagi menjadi dua, yaitu:

    Makronutrien

    Makronutrien adalah nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah besar (makro) untuk memenuhi kebutuhan kalori. Makronutrien terdiri dari karbohidrat, protein, dan lemak. ³

    1. Karbohidrat

    Setiap harinya Sahabat membutuhkan karbohidrat 45% – 65% dari total kalori harian.4 Untuk perempuan, porsi karbohidrat sekitar 45-60 gram karbohidrat per makan, sedangkan laki-laki adalah 60-75 gram karbohidrat per makan. Karbohidrat adalah sumber energi utama bagi tubuh kita.4

    Ada 3 jenis utama karbohidrat, yaitu karbohidrat kompleks, gula, dan serat. Bagi penderita diabetes, pilihlah karbohidrat kompleks berserat tinggi, misalnya beras merah, gandum, oat, ubi, dll.

    Baca Juga: Diet Sehat dan Seimbang untuk Menurunkan Berat Badan

    Hindari karbohidrat sederhana karena hal tersebut akan mudah meningkatkan gula darah Sahabat. Contoh karbohidrat sederhana adalah gula dan sirup.5

    Berikut adalah tips memilih sumber karbohidrat Sahabat :

    1. Hindari minuman manis.6
    2. Makan buah utuh, bukan minum jus untuk tetap mendapat serat dan menghindari penambahan gula.6
    3. Pilihlah ubi jalar, bukan kentang putih.6
    4. Pilihlah roti gandum, hindari roti putih.6
    5. Pilihlah beras merah, hindari beras putih6

    2.Protein

    Setiap harinya Anda membutuhkan protein 10% – 35% dari total kalori harian. Protein sangat dibutuhkan tubuh karena berfungsi memperbaiki jaringan dan membantu membangun sistem imun tubuh.

    Tidak seperti karbohidrat, protein tidak dapat diubah menjadi gula secara cepat dan dibutuhkan energi yang besar untuk mencerna protein.

    Protein juga membantu Anda merasa kenyang lebih lama. Sahabat bisa mendapatkan protein dari kacang-kacangan, putih telur, ikan, unggas, dll.5

    3. Lemak

    Setiap harinya Sahabat membutuhkan lemak 25% – 35% dari total kalori harian. Secara umum, lemak dibagi menjadi dua, yaitu lemak jenuh dan lemak tak jenuh.

    Lemak jenuh terlalu banyak akan meningkatkan risiko penyakit jantung dan penyumbatan pembuluh darah. Membatasi lemak jenuh membantu Sahabat menjaga berat badan ideal dan menjaga gula darah tetap dalam kisaran normal. 5,7

    Contoh makanan yang mengandung banyak lemak jenuh adalah:

    1. Susu dan produk susu: yoghurt, keju, krim, dll.5
    2. Makanan goreng-gorengan dan berlemak.5
    3. Daging merah dan daging olahan.</5
    4. Roti kering, biskuit, donat, dll.5

    Mikronutrien

    Mikronutrien adalah nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah kecil (mikro) yang berguna untuk sistem imun dan pengaturan enzim tubuh dan hormon. Mikronutrien terdiri dari vitamin (A, B, C, D, E, dan K) dan mineral (zat besi, zinc, natrium, kalium, kalsium, dan magnesium).³ Mikronutrien bisa didapat dari makanan:

    1. Sereal dan biji-bijian.8
    2. Produk susu dan daging.8
    3. Buah: mangga, tomat, pepaya, jeruk, dll.8
    4. Sayur: bayam, wortel, terong, dll.8

    Untuk mendapat tubuh yang sehat, kebutuhan makronutrien maupun mikronutrien harus terpenuhi dalam jumlah yang cukup, tidak kurang dan tidak berlebihan. 

    Produk Terkait: Jual Vitamin

    Rencana Makan untuk Penderita Diabetes

    Piramida makanan

    Piramida makanan membantu Sahabat membuat pilihan makanan dengan bijaksana. Jenis makanan pada bawah piramida harus dikonsumsi dengan jumlah lebih banyak sedangkan pada atas piramida lebih sedikit. 7

    Jadwal makan

    Rencana makan yang baik harus disesuaikan dengan jadwal dan kebiasaan makan Sahabat. Idealnya jadwal makanan yang baik adalah seperti gambar di bawah ini:7,8

    Piring makanan

    Isi sebagian besar piring Anda dengan sayuran, setidaknya 3-5 porsi sayuran sehari. Satu porsi sayuran adalah ½ cangkir sayuran yang dimasak, dibuat jus, atau 1 cangkir sayuran mentah.

    Untuk mencukupi kebutuhan karbohidrat, isilah piring dengan karbohidrat kompleks sekitar ¼ bagian piring. Jangan lupa menambahkan isi piring dengan makanan yang mengandung protein sekitar ¼ bagian piring.9,10

    Tambahkan juga buah sekitar ½ cup salad buah.6 Perlu diketahui bahwa buah juga mengandung karbohidrat sehingga perlu diperhitungkan sebagai bagian dari jumlah asupan karbohidrat Sahabat.4 Tambahkan 1 gelas (240 ml) susu non-lemak atau rendah lemak.11

     

     

    Alkohol dan diabetes

    Alkohol dapat menaikkan maupun menurunkan gula darah. Minuman beralkohol biasanya memiliki kalori tinggi sehingga akan menaikkan gula darah Anda.

    Jika dikonsumsi dalam jumlah besar, alkohol dapat menurunkan gula darah sehingga berisiko terjadi hipoglikemia, terutama pada pengguna insulin dan obat golongan sulphonylurea.

    Jangan minum alkohol saat perut kosong atau saat gula darah Sahabat rendah. Jumlah minuman alkohol yang boleh dikonsumsi penderita diabetes sama dengan mereka yang tidak menderita diabetes, yaitu: 12

    • Perempuan bisa minum maksimal 1 minuman beralkohol per hari.
    • Pria bisa minum maksimal 2 minuman beralkohol per hari.

    *Satu minuman sama dengan 350 ml bir, atau 150 ml anggur, atau 45 ml sloki (vodka, wiski, gin, dll)

    Pemanis buatan

    Pemanis buatan dapat dikonsumsi oleh penderita diabetes sebagai pengganti gula dengan kalori yang lebih sedikit, bahkan non kalori.

    Meski demikian, jumlahnya juga harus dibatasi. Perlu diingat bahwa bahan-bahan lainnya dalam makanan yang mengandung pemanis buatan mempengaruhi gula darah Sahabat.13

    Rokok dan diabetes

    Rokok dalam jumlah sedikit pun memiliki dampak buruk bagi kesehatan, terlebih jika Anda memiliki diabetes. Merokok meningkatkan kadar gula darah, merusak pembuluh darah, dan meningkatkan risiko pengerasan arteri (aterosklerosis) sehingga meningkatkan risiko sakit jantung dan stroke.

    Selain itu, rokok juga berdampak langsung terhadap sistem saluran pernapasan Sahabat dan meningkatkan risiko kanker.14

    Baca Juga: Ingin Berhenti Merokok? Konsumsilah 6 Makanan Berikut Ini!

    Jaga tubuh Sahabat dengan konsumsi makanan tepat jenis, tepat jumlah dan tepat jadwal. Jika kesulitan mengatur makan, jangan ragu untuk berkonsultasi ke dokter.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai makanan untuk penderita diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100213-V1.0 (02/2021)

    Referensi:

    1. Diabetes diet: Create your healthy-eating plan.Tersedia online di: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/in-depth/diabetes-diet/art20044295?pg=1[Terakhir diakses Februari 2014).
    2. Diabetic Diet. Available online at: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/dia beticdiet htm I. Terakhir diakses Februari 2014.                                         
    3. Diabetes and Meal Planning. Tersedia online di: http://www.nlm.nih.gov/medlineplus/tutorials/diabetesmealplanning/db059105.pdf.                                               [Terakhir diakses Februari 2014). 
    4. Kulkarni K. Carbohydrate Counting for Indian Foods. In: Misra R, editors; Indian Foods: AAPI’s Guide To Nutrition, Health and Diabetes. 2nd Edn:2011,Chennai:AlliedPublishers:81-83. 
    5. loshi S. Nutritional Management of Diabetes And Heart Diseases. Tersedia online di: http://www.cr.indianrailways.gov.in/uploads/files/1336127460526-1335866620103- nutritionaltmanagement_of_dia betes.ppt. Terakhir diakses Februari 2014.                                                                                                                                       
    6. Make Your Carbs Count. Available online at: http://www.diabetes.org/food-and-fitness/food/whatcanieat/understanding-carbohydrates/make-your-carbs-count.html. Terakhir diakses Februari 2014.
    7. What I need to know about Eating and Diabetes. Tersedia online di: http://dia betes.niddk.nih.gov/dm/pubs/eating_ez/. Terakhir diakses Februari 2014.
    8. Food groups- a guide in menu planning. In: Dr. John S, et al. Nutrition and dietetics:1st Edition. 2004;Chennai Tamilnadu TextbookCorporation:4-5.     
    9. Create Your Plate. Tersedia online di: http://www.diabetes.org/food-and-fitness/food/planning-mea Is/create-your-plate/. [Last accessed January 2014). 
    10. Non-starchy Vegetables. Available online at: http://www.diabetes.org/food-and-fitness/food/whatcanieat/making-healthy-food-choices/non-starchy-vegetables.htmI. [Terakhir diakses Januari 2014].
    11. Food and Fitness. Available online at: http://wwwromanmedicalgroup.org/diabetes information/food and fitness. Terakhir diakses pada:19/2/14.
    12. Alcohol. Available online at http://www.diabetes.org/food-and-fitness/food/whatcanieat/making-healthy-food-choices/alcohol.html. Terakhir diakses Februari 2014.                                                                   
    13. Can I use artificial sweeteners if I have diabetes? Available online at: http://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/expert-answers/artificial-sweeteners/fag-20058038. Terakhir diakses Februari 2014. 
    14. Smoking and diabetes. Tersedia online di: http://www.diabetes.ca/documents/about-diabetes/112043_08-392_smoking-and-diabetes_0413_Ic_fina1.pdf. Terakhir Diakses Februari 2014.
    Read More
  • Ketika dokter mengatakan Sahabat terkena diabetes tipe 2, bukan berarti akhir dari segalanya. Orang dengan diabetes tipe 2 dapat hidup aktif dan sehat dengan manajemen yang benar. Baca Juga: Diabetes 101: Fakta dan Mitos Tentang Diabetes Landasan perawatan pada orang dengan diabetes adalah pengelolaan gaya hidup dan obat-obatan yang tepat. Dengan kontrol yang ketat maka Sahabat […]

    Tips Mengelola Gaya Hidup bagi Penderita Diabetes Tipe 2

    Ketika dokter mengatakan Sahabat terkena diabetes tipe 2, bukan berarti akhir dari segalanya. Orang dengan diabetes tipe 2 dapat hidup aktif dan sehat dengan manajemen yang benar.

    gaya hidup bagi penderita diabetes tipe 2

    Baca Juga: Diabetes 101: Fakta dan Mitos Tentang Diabetes

    Landasan perawatan pada orang dengan diabetes adalah pengelolaan gaya hidup dan obat-obatan yang tepat. Dengan kontrol yang ketat maka Sahabat dapat mencegah atau memperlambat berbagai komplikasi dari penyakit diabetes.

    Sebaliknya, jika diabetes tidak terkontrol, glukosa yang menumpuk dalam darah bisa menyebabkan kerusakan pada organ-organ penting.¹ 

    Stres dan Diabetes Tipe 2 

    Manajemen diabetes adalah proses konstan untuk jangka waktu yang panjang. Terkadang hal tersebut bisa menjadi suatu tantangan bagi beberapa orang dan menimbulkan stres.

    Sedangkan stres yang berlebihan membawa dampak buruk pada pengelolaan diabetes tipe 2 karena dapat meningkatkan kadar glukosa darah dengan cepat.

    Selain itu, stres memicu emosi negatif yang akan mengganggu proses berpikir dan pembuatan keputusan sehingga seseorang menjadi lebih rentan terhadap godaan pola makan yang buruk.4

    Berikut adalah tips untuk mengurangi stres:

    • Bersosialisasi atau mengomunikasikan kebutuhan Sahabat dengan kelompok yang dapat memberikan dukungan dan meringankan beban stres terkait diabetes.
    • Buatlah perubahan dengan memulai hobi atau mempelajari hal baru seperti berolahraga, menari, melakukan kerajinan tangan, melakukan kegiatan amal, dan lainnya. 
    • Lakukan terapi relaksasi progresif dengan latihan pernapasan. 
    • Memikirkan hal-hal yang positif.5,6

    Pengelolaan Diabetes Tipe 2 pada Saat Sakit 

    Kondisi badan yang sedang sakit dapat membuat tubuh mengeluarkan hormon yang bisa meningkatkan kadar glukosa dalam darah.

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes Atau Kencing Manis

    Hal ini dapat menimbulkan beragam komplikasi yang tidak diinginkan bahkan sampai koma. Sehingga cara terbaik untuk mencegah komplikasi yang buruk adalah dengan merencanakan manajemen untuk hari sakit sejak jauh hari sebelumnya, dengan cara:7 

    Produk Terkait: Cek Lab

    • Simpan dan miliki daftar nomor telepon dokter dan ahli gizi yang merawat Sahabat. Pastikan Sahabat juga tahu bagaimana cara untuk menghubungi mereka saat malam hari atau pada tanggal merah. 
    • Hubungi dokter jika:
      • Mengalami gejala sakit selama beberapa hari dan tidak membaik.
      • Muntah dan diare lebih dari 6 jam. 
      • Kadar gula darah >240 mg/dL walaupun Sahabat sudah menggunakan insulin ekstra.
      • Timbul gejala yang mengarah ke kondisi bahaya seperti nyeri dada, kesulitan bernapas, napas berbau buah-buahan, bibir atau lidah kering dan pecah-pecah. 
    • Ukur keton jika glukosa darah >300 mg/dL.
    • Tetap lanjutkan konsumsi obat diabetes dan pola makan normal ketika Sahabat sedang sakit.
    • Pastikan telah mengonsumsi cukup cairan yang tidak mengandung kalori seperti air putih agar terhindar dari dehidrasi.
    • Periksa kembali obat-obatan yang dijual bebas sebelum Anda membelinya apakah obat tersebut mengandung gula serta keamanannya untuk dikonsumsi orang dengan diabetes.7  

    Tips Berwisata untuk Penderita Diabetes Tipe 2 

    Rencanakan ke depan untuk perjalanan bebas dari stres sesuai kesehatan Sahabat, baik melalui perjalanan darat, laut, ataupun udara, tetap lakukan rutinitas manajemen diabetes dengan cara:8

    • Berikan informasi kepada agen perjalanan bahwa Sahabat memiliki Diabetes Tipe 2 dan persyaratan apa saja yang diperlukan saat bepergian.
    • Siapkan dua kali jumlah persediaan obat diabetes dan salinan resep yang Sahabat butuhkan sebagai cadangan.
    • Siapkan semua jarum suntik, flexpen, maupun botol insulin, dan perlengkapan lainnya termasuk glukagon darurat secara jelas dan ditandai dengan label farmasi yang menunjukan obat. 
    • Pastikan Sahabat membawa kartu asuransi kesehatan, kartu identifikasi medis bahwa Sahabat memiliki diabetes, dan nomor telepon darurat termasuk nama dan nomor telepon dokter. Selain itu, cari tahu juga di mana Sahabat bisa mendapatkan perawatan medis ketika jauh dari rumah. 
    • Mengingat perubahan zona waktu agar tahu kapan harus melakukan pengobatan.
    • Bawa beberapa makanan ringan dan botol air untuk berjaga-jaga bila terjadi penurunan gula darah. 
    • Biasakan untuk rutin cuci tangan dengan air dan sabun.8,9

    Baca Juga: 8 Fakta Melawan Diabetes

    Itulah mengenai tips mengelola gaya hidup bagi penderita diabetes tipe 2. Apabila Sahabat ingin informasi lebih lanjut mengenai diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    MAT-ID-2100080-V1.0 (02/2020)

    REFERENSI

    1. Closer Look at Type 2 Diabetes [Internet]. 2020. Available online at: http://www.cdc.gov/diabetes/prevention/pdf/postcurriculum_session14.pdf
    2. About type 2 diabetes. [Internet]. 2020. Available online at: https://www.diabetes.org.nz/about_diabetes/type_2_diabetes
    3. Tight Diabetes Control. [Internet]. 2020. Available online at: http://www.diabetes.org/living-with-diabetes/treatment-and-care/blood-glucose-control/tight-diabetes- control.html
    4. Managing Stress and Diabetes [Internet]. American Diabetes Association. 2020. Available from: http://archives.diabetes.org/living-with-diabetes/parents-and-kids/everyday-life/managing-stres-and-diabetes.html
    5. Madhu, K. Stress Management in Diabetes Mellitus. 2020. Available from: https://www.researchgate.net/publication/239743298_Stres_Management_in_Diabetes_Mellitus
    6. Stress. [Internet]. 2020. Available online at: http://www.diabetes.org/living-with diabetes/complications /stress.html.
    7. When You’re Sick [Internet]. 2020.Available online at: http://www.diabetes.org/living-withdiabetes/treatment-and-care/whos-on- your-health-care-team/when-youre-sick.html
    8. Have diabetes? Get tips for safe travels [Internet]. 2020. Available online at: http://www.cdc.gov/features/diabetesandtravel/
    9. Travel Tips for People With Diabetes. [Internet]. 2020Available online at: http://www.diabetes.ca/diabetes-and-you/living/guidelines/travel/
    Read More
  • Sobat, dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas 7 jenis makanan yang dapat membantu mencegah diabetes. Diabetes merupakan suatu kelainan kronis yang perlu diobati secara efektif, karena jika dibiarkan dapat memperburuk kondisi tubuh dan menimbulkan komplikasi pada stroke, maupun penyakit ginjal. Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh Apakah Sobat tahu apa yang dimaksud dengan […]

    7 Jenis Makanan Bantu Cegah Diabetes

    Sobat, dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas 7 jenis makanan yang dapat membantu mencegah diabetes. Diabetes merupakan suatu kelainan kronis yang perlu diobati secara efektif, karena jika dibiarkan dapat memperburuk kondisi tubuh dan menimbulkan komplikasi pada stroke, maupun penyakit ginjal.

    makanan penderita diabetes

    Baca Juga: Luka Lama yang Sulit Menyembuh

    Apakah Sobat tahu apa yang dimaksud dengan prediabetes? Prediabetes ditandai dengan tingginya kadar gula yang paling sering disebabkan oleh resistensi insulin, yaitu kondisi dimana tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar. Kondisi ini sering menjadi pendahulu dari diabetes tipe 2. Namun, diagnosis prediabetes tidak berarti Sobat akan terkena diabetes tipe 2. Hal yang perlu Sobat lakukan adalah mencegahnya sejak dini, sehingga kadar gula darah Anda tidak lebih dari nilai prediabetes.

    Produk Terkait: Jual Alat Cek Gula Darah Freestyle Isi 50 Strip

    Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko Sobat untuk prediabetes. Genetik merupakan salah satu faktor. Jika Sobat memiliki riwayat keluarga dengan diabetes, Sobat perlu waspada. Namun, faktor gaya hidup lebih berperan penting dalam perkembangan penyakit.

    Pilihan makanan menjadi sangat berarti ketika Sobat ingin mencegah diabetes. Sebenarnya tidak ada makanan yang benar-benar dilarang untuk dikonsumsi penderita diabetes, bahkan makanan yang dianggap tidak baik sekalipun bisa Sobat konsumsi, asalkan sesekali dan hanya dalam jumlah sedikit. Namun, lebih mudah tentunya untuk mengelola diabetes jika Sobat tetap berpegang pada opsi yang terbaik.

    Berikut adalah 7 jenis asupan yang dapat membantu Sobat untuk mencegah diabetes:

    1. Zat Tepung (Karbohidrat)

    Makan karbohidrat tidak langsung menyebabkan seseorang menderita prediabetes. Tubuh kita membutuhkan karbohidrat, tapi Sobat harus memilih jenis karbohidrat dengan bijak tentunya. Jumlah dan jenis karbohidrat yang dikonsumsi dalam makanan adalah yang memengaruhi gula darah. Berikut beberapa panduan makanan yang direkomendasikan seperti:

    • Biji – bijian utuh, seperti beras merah, oatmeal.
    • Kentang manis panggang.
    • Biji- bijian utuh lainnya tanpa tambahan gula.

    Sobat perlu waspada dengan indeks glikemik. Makanan yang mengandung indeks glikemik tinggi akan meningkatkan gula darah lebih cepat, sehingga jenis- jenis makanan dengan indeks glikemik tinggi, contohnya pada biji- bijian olahan seperti nasi putih atau tepung putih, sereal dengan sedikit biji–bijian dan mengandung banyak gula, roti putih, dan kentang goreng perlu dihindari.

    2. Sayur-sayuran

    Konsumsi sayuran sangat direkomendasikan, Sobat akan mendapatkan banyak serat dan sedikit lemak atau garam. Jenis sayuran yang direkomendasikan:

    • Sayuran segar, dimakan mentah, dikukus ringan, atau dipanggang.
    • Sayuran beku polos, sedikit dikukus.
    • Sayuran hijau seperti kangkung, bayam.
    • Sayuran kaleng yang rendah atau tanpa garam.

    Sobat dapat mengombinasikan warna sayuran agar tidak cepat bosan, seperti warna orange, merah dari wortel atau paprika merah, putih dari bawang, bahkan ungu dari terong. Pedoman dari Amerika merekomendasikan Sobat mengonsumsi sayur sebanyak 2,5 cangkir per hari.

    Namun Sobat perlu berhati–hati pada sayuran kaleng yang mengandung banyak garam, sayuran yang dimasak dengan menggunakan keju, mentega yang banyak.

    3. Buah-buahan

    Dari buah – buahan, Sobat mendapat kandungan karbohidrat, vitamin, mineral dan serat dari sumber yang segar, rendah lemak dan garam. Namun cenderung memiliki lebih banyak karbohidrat dibandingkan dengan sayuran. Pilihan buah yang dapat Sobat konsumsi:

    • Buah – buahan segar.
    • Buah kaleng tanpa tambahan gula.
    • Selai rendah gula atau bebas gula.

    Hindari konsumsi buah kaleng yang mengandung sirup gula, saus apel manis, jus buah dengan kandungan gula yang tinggi.

    Baca Juga: Sakit Gula Bikin Jantungan

    4. Protein

    Banyak sekali pilihan yang dapat Sobat konsumsi sebagai sumber protein, seperti daging sapi, ayam, ikan, makanan laut, kacang, keju, telur, kacang dan tempe tahu. Konsumsi makanan tersebut sebaiknya tetap yang mengandung rendah lemak dan utamakan sumber protein nabati. Hindari sumber protein seperti daging goreng, daging babi asap, keju biasa(bukan yang rendah lemak), unggas dengan kulit, ikan goreng, tahu goreng.

    5. Produk Susu

    Jika ingin mengonsumsi produk susu, carilah yang mengandung lemak rendah. Pilihan yang direkomendasikan seperti susu rendah lemak atau 1% susu krim, yogurt rendah lemak, keju rendah lemak.

    Produk Terkait: Jual Susu untuk Diabetasi

    6. Lemak, Minyak & Manisan

    Pilihan makanan yang satu ini biasanya sulit untuk ditolak, dan jika dikonsumsi terlalu banyak makan dapat menambah berat badan serta membuat Sobat sulit untuk mengelola diabetes. Inilahjenis makanan yang dianjurkan:

    • Sumber nabati alami seperti kacang, biji–bijian, atau alpukat (tinggi kalori, tentunya dengan porsi kecil).
    • Makanan dengan lemak omega 3 seperti salmon, tuna, atau mackerel.
    • Minyak nabati seperti minyak canola atau minyak zaitun.

    Sobat perlu menghindari makanan-makanan yang mengandung lemak trans, karens kurang baik untuk kesehatan hati. Hindari juga konsumsi lemak jenuh terutama dari produk hewani, minyak kelapa dan minyak sawit. Sobat dapat menanyakan pada dokter keluarga, batas konsumsi yang diperlukan, terutama jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung dan diabetes.

    Produk Terkait: Cek Prediabetes

    7. Minuman

    Saat mengonsumsi minuman favorit, mungkin saja terdapat lebih banyak kandungan kalori, gula, garam atau bahkan lemak yang Sobat tidak tahu. Berikut adalah minuman yang direkomendasikan:

    • Air putih.
    • Teh tanpa pemanis (jika mau, tambahkan seiris lemon).
    • Kopi hitam, atau dengan tambahan susu rendah lemak dan pengganti gula.

    Sobat perlu menghindari minuman seperti soda, bir, teh manis, kopi dengan gula dan krim, minuman penambah energi.

    Itulah 7 jenis asupan yang dapat Sobat konsumsi untuk mencegah diabetes. Mengontrol makanan merupakan salah satu pola hidup sehat yang dianjurkan. Sobat juga dapat berolahraga secara rutin yang direkomendasikan sebanyak 5 hari seminggu dengan durasi setidaknya 30 menit. Tidak perlu olahraga yang berat dan rumit, cukup dengan berjalan, bersepeda, menari, mengikuti kelas olahraga dan aktivitas lain.

    Baca Juga: Madu Atau Gula, Amankah untuk Penderita Diabetes?

    Nah, apabila Sobat memerlukan informasi lebih dalam soal diabetes dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Daftar Pustaka

    1. Jenis Makanan untuk Diet Diabetes – prosehat.com/artikel/artikelkesehatan/jenis-makanan-untuk-diet-diabetes, diakses pada tanggal 1-10-2018
    2. 9 Makanan Pencegah Diabetes – lifestyle.sindonews.com/read/1279059/155/9-makanan-pencegah-diabetes-1517629308, diakses pada tanggal 1-10-2018
    3. 10 Foods that can help prevent diabetes – foxnews.com/lifestyle/10-foods-that-can-help-prevent-diabetes, diakses pada tanggal 1-10-2018
    4. Best and Worst Foods for Diabetes – webmd.com/diabetes/diabetic-food-list-best-worst-foods#1, diakses pada tanggal 1-10-2018
    5. The Right Diet for Prediabetites – healthline.com/health/diabetes/prediabetes-diet#exercise, diakses pada tanggal 1-10-2018
    Read More

Showing 1–10 of 41 results

Chat Asisten ProSehat aja