Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Tumbuh Kembang Anak di Usia 3-5 Tahun

Dr. Visakha Revana – Pertumbuhan mengacu pada bertambahnya ukuran fisik dan struktur tubuh. Perkembangan mengacu pada bertambahnya kemampuan struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks. Pada anak yang berusia 3-5 tahun, pengukuran terhadap pertumbuhan anak, yakni berat dan tinggi badan dapat dilakukan tiap 3 bulan sekali. Pertumbuhan anak dapat dipantau dengan menggunakan kurva pertumbuhan dari World Health Organization (WHO).

Pertumbuhan merupakan suatu keadaan yang dinamis, sehingga untuk mendefinisikan gangguan pertumbuhan diperlukan lebih dari satu kali pengamatan. Melihat proporsi tinggi badan dengan berat badan seorang anak adalah hal yang tidak boleh dilewatkan. Faktor genetik dan lingkungan turut berperan dalam mempengaruhi tumbuh kembang anak.

Baca Juga: 7 Tips Bantu Balita Tetap Tenang Saat Terbang

tumbang-3-5-tahun

Perkembangan Anak pada umur 3-5 Tahun

Tahapan perkembangan anak pada usia 3-4 tahun mencakup :

  • Dapat berdiri dengan satu kaki sampai dengan dua detik
  • Mulai dapat melompat
  • Bisa mengendarai sepeda roda tiga
  • Menumpuk kubus hingga delapan buah
  • Mengenal 2-4 warna
  • Dapat menyebutkan umur, nama, dan tempat
  • Mengerti arti kata yang menunjukkan posisi, seperti di atas, di bawah, dan di depan
  • Dapat mengenakan sepatu, celana panjang, dan kemeja secara mandiri
  • Bermain, bersama teman, dan mulai mengikuti aturan permainan

Baca Juga: 8 Penyakit yang Sering Menyerang Anak

Tahapan perkembangan anak pada usia 4-5 tahun mencakup :

  • Berdiri dengan satu kaki selama 6 detik
  • Melompat – lompat dengan satu kaki
  • Menggambar berbagai objek, seperti tanda silang, lingkarang, dan orang dengan tiga bagian tubuh
  • Apabila bermain boneka, dapat mengancing baju boneka
  • Menyebut namanya sendiri dengan lengkap tanpa dibantu
  • Senang menyebut kata – kata baru
  • Senang bertanya
  • Menjawab pertanyaan dengan kata yang benar
  • Dapat membandingkan benda berdasarkan ukuran dan bentuknya
  • Menggosok giginya sendiri tanpa dibantu
  • Tidak rewel saat ditinggal ibunya

Stimulus tumbuh kembang anak usia 3-5 tahun

Setiap anak perlu mendapatkan stimulasi rutin sedini mungkin dan terus menerus. Stimulasi tumbuh kembang anak dapat dilakukan oleh orang terdekat. Stimulasi diberikan sesuai dengan kelompok umur anak. Lakukan stimulus dengan cara mengajak anak bermain atau kegiatan lain yang menyenangkan, tanpa paksaan dan hukuman. Stimulus perlu dilakukan bertahap secara berkelanjutan.

Baca Juga: Cara Mengatasi Reaksi Pasca Imunisasi

Contoh stimulus yang dapat diberikan pada anak berusia 3-4 tahun adalah :

  • Menirukan gerakan binatang yang sedang berjalan, seperti anjing berjalan dengan kedua kaki dan tangan (kemampuan gerak kasar)
  • Mengajarkan untuk menggambar dengan cat memakai jari-jarinya di selembar kertas besar (kemampuan gerak halus)
  • Membuat agar anak mau bercerita tentang dirinya, hobinya, atau mengenai Anda sampai selesai (kemampuan bicara dan bahasa)
  • Mengajarkan anak makan menggunakan sendok dan garpu dengan baik (kemampuan bersosialisasi dan kemandirian)

Produk Terkait: Imunisasi Balita 18 Bulan Lengkap

Contoh stimulus yang dapat diberikan pada anak berusia 4-5 tahun adalah :

  • Mengajari anak dan teman- temannya untuk bermain engklek dengan menggambar kotak – kotak permainan di lantai sebelumnya (kemampuan gerak kasar)
  • Jika anak sudah bisa memakai gunting tumpul, ajarkan cara menggunting kertas yang sudah dilipat – lipat, membuat suatu bentuk seperti rumbai – rumbai, orang, binatang, dan mobil (kemampuan gerak halus)
  • Sering – sering mengajak anak ke perpustakaan atau taman bacaan anak, serta meminjamkan buku bacaan yang menarik perhatian dan bacakan cerita untuk anak (kemampuan bicara dan bahasa)
  • Mengajak anak membuat album foto keluarga dengan menempel foto – foto anggota keluarga dan menuliskan nama setiap orang di bawah foto (kemampuan bersosialisasi dan kemandirian)

Screening perkembangan anak dapat dilakukan dengan Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP). Screening ini bertujuan untuk menentukan apakah terdapat penyimpangan perkembangan anak. Jadwal pemeriksaan dilakukan antara usia 3-72 bulan setiap 3 bulan sekali.

Produk Terkait: Imunisasi Lengkap Untuk Anak

Gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak

Masalah yang sering timbul dalam pertumbuhan dan perkembangan anak meliputi gangguan pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, bahasa, emosi, dan perilaku. Gangguan pertumbuhan fisik meliputi gangguan pertumbuhan diatas normal dan di bawah normal. Pemantauan berat badan dengan menggunakan Kartu Menuju Sehat (KMS) dapat dilakukan secara mudah untuk mengetahui pola pertumbuhan anak. Perkembangan motorik yang lambat dapat disebabkan oleh kelainan tonus atau penyakit saraf dan otot, kelainan saraf tulang belakang, faktor lingkungan atau kepribadian anak, serta tidak mempunyai kesempatan untuk belajar.

Baca Juga: Apa Benar Imunisasi MMR Menyebabkan Autis?

Kemampuan bahasa merupakan kombinasi seluruh sistem perkembangan anak. Kemampuan berbahasa melibatkan kemampuan motorik, psikologis, emosional, dan perilaku. Gangguan perkembangan bahasa pada anak dapat diakibatkan berbagai faktor, yaitu faktor genetik, gangguan pendengaran, intelegensia rendah, kurangnya interaksi anak dengan lingkungan, maturasi yang terlambat, dan faktor keluarga. Gagap merupakan salah satu gangguan perkembangan bahasa yang dapat disebabkan karena adanya tekanan dari orang tua agar anak dapat berbicara dengan jelas.

Baca Juga: Jadwal Imunisasi Terlengkap

Selama tahap perkembangan, anak dapat mengalami gangguan yang terkait dengan psikiatri. Kecemasan kerap terjadi pada anak, seperti fobia sekolah, kecemasan berpisah, fobia sosial, atau kecemasan setelah mengalami trauma. Autisme adalah kelainan neurobiologis yang menunjukkan gangguan komunikasi, interaksi, dan perilaku. Autisme ditandai dengan terhambatnya perkembangan bahasa, munculnya gerakan – gerakan aneh seperti berputar – putar, melompat – lompat, atau mengamuk tanpa sebab.

Itulah mengenai tumbuh kembang anak di usia 3-5 tahun. Nah, apabila Sobat ingin info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

 

Referensi :

  1. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pelaksanaan Stimulasi, Deteksi, dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang Anak di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia; 2005.
  2. Pambudy IM, Sekartini R. Tumbuh Kembang. In: Tanto C, Liwang F, Hanifati S, Pradipta EA. Editor. Kapita Selekta Kedokteran Volume I. 4th Jakarta: Media Aesculapius; 2014.
  3. Deteksi Dini Gangguan Tumbuh Kembang Balita. Sari Pediatri 2001 ; 3(3): 175-88.

Chat Asisten ProSehat aja