Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Posts tagged “ cegah diabetes”

Showing 1–10 of 23 results

  • Si Kecil Menderita Diabetes – Sedih rasanya saat mengetahui si kecil menderita diabetes lalu menyalahkan diri sendiri karena hal ini. Yang perlu Sahabat lakukan adalah tenang dan berpikiran terbuka agar si kecil tetap sehat walaupun terdiagnosa diabetes. Namun apakah itu diabetes melitus? Merupakan sindroma metabolik yang kronik atau menahun yang ditandai dengan adanya hiperglikemia (kadar […]

    Saat Hadapi Si Kecil Menderita Diabetes

    Si Kecil Menderita Diabetes – Sedih rasanya saat mengetahui si kecil menderita diabetes lalu menyalahkan diri sendiri karena hal ini. Yang perlu Sahabat lakukan adalah tenang dan berpikiran terbuka agar si kecil tetap sehat walaupun terdiagnosa diabetes. Namun apakah itu diabetes melitus? Merupakan sindroma metabolik yang kronik atau menahun yang ditandai dengan adanya hiperglikemia (kadar glukosa yang berlebihan dalam darah) menahun.

    Diabetes sendiri dibagi menjadi dua, untuk diabetes melitus tipe 1 adanya penyebab defisiensi sekresi insulin dikarenaan rusaknya sel beta pankreas sehingga produksi insulin berkurang bahkan terhenti. Namun untuk diabetes melitus tipe 2 adanya resistensi insulin yang diproduksi dalam jumlah yang normal atau meningkat namun tidak dapat berfungsi secara optimal di dalam tubuh.

    Angka kejadian diabetes di USA pada usia 5 tahun, terdapat 1 dari 1500 anak dan pada usia 18 tahun sekitar 1 dari 350 anak. Diabetes dapat terjadi pada usia berapapun termasuk anak-anak, karena tidak ada batasan usia dan bayi yang baru lahir dapat beresiko menderita diabetes. Pada usia 5-7 tahun menjadi puncak kejadian diabetes dan dapat terjadi pada awal pubertas anak.

    Baca Juga: Fakta Melawan Diabetes

    Manakah yang terbanyak beresiko diabetes? Untuk angka kejadian, anak laki-laki maupun perempuan hasilnya relatif sama namun pada saat puncak pubertas, perempuan lebih dulu terjadi dibandingkan anak laki-laki karena berkaitan dengan hormon estrogen. Finlandia menjadi negara tertinggi dengan anak-anak penderita diabetes diikuti dengan negara-negara lainnya.

    Lalu apa saja gelaja yang dapat dialami anak saat menderita diabetes melitus?  

    1.       Sering Buang Air Kecil

    Hal ini hampir sama dengan orang dewasa, diagnosis yang terjadi dikarenakan infeksi saluran kemih atau terlalu banyak minum selain itu kadang terjadi enuresis (mengompol) namun sebelumnya tidak pernah mengompol lagi.

    1.       Berat Badan yang Terus Turun

    Sahabat melihat akhir-akhir ini si kecil terlihat kurus padahal Sahabat telah memberikan asupan yang seimbang dan bergizi. Namun ternyata asupan nutrisi yang masuk kurang atau adanya kelainan organik lain dan sering dianggap sebagai gejala penderita tuberkulosis pada anak.

    1.       Sesak Nafas & Tampak Sakit

    Kemungkinan hal tersebut dikarenakan adanya bronkopneumonia atau radang pada perut.

    1.       Nyeri Perut

    Si kesil sering merasakan nyeri dibagian perut, namun hal tersebut seringkali didiagnosis sebagai peritonitis atau appendistis (Usus Buntu)

    1.       Penurunan Kesadaran

    Penurunan kesadaran sering dikaitan dengan diagnosis lainnya seperti malaria otak, radang otak ataupun cedera kepala.

    Lalu apa yang harus sahabat lakukan sebagai orang tua yang memiliki anak penderita diabetes melitus? Selalu memantau gula darah, mengatur nutrisi yang tepat serta melakukan aktivitas fisik untuk mengatasi hal tersebut. Untuk penggunaan obat ataupun insulin, perlu Sahabat diskusikan terlebih dahulu pada dokter. Selain itu beri edukasi yang tepat mengenai diabetes yang dialami olehnya karena dukungan serta perhatian dari kita dapat memberikan peranan dalam kehidupannya.

    Baca Juga: Diabetes Saat Hamil

    Untuk mendapatkan produk kesehatan yang aman dan berkualitas, bisa Sahabat dapatkan di ProSehat. Sahabat  juga dapat bertanya pada Maya sebagai asisten kesehatan dari ProSehat, selain produk kesehatan, Sahabat bisa mendapatkan layanan vaksinasi yang terpercaya. Hubungi segera melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau kunjungi www.prosehat.com.

    Sumber :

    TanyaDok. 4 November 2011. “Ketika Si Kecil Terkena Kencing Manis https://www.tanyadok.com/anak/ketika-si-kecil-terkena-kencing-manis

     

    Read More
  • Menderita Diabetes Saat Hamil – Rasa bahagia saat dipercaya tuhan untuk mengandung buah cinta Sahabat dan pasangan, Namun kebahagian tersebut tidak berlangsung lama, setelah dokter mengatakan Sahabat menderita diabetes. Diabetes pada kehamilan dapat mengakibatkan hal yang dapat mematikan janin. Terlebih lagi jika di usia kehamilan muda dapat menyebabkan keguguran. Menurut dr. Fernandi Moegni, SpOG yang […]

    Waspada! Menderita Diabetes Saat Kehamilan

    Menderita Diabetes Saat Hamil – Rasa bahagia saat dipercaya tuhan untuk mengandung buah cinta Sahabat dan pasangan, Namun kebahagian tersebut tidak berlangsung lama, setelah dokter mengatakan Sahabat menderita diabetes. Diabetes pada kehamilan dapat mengakibatkan hal yang dapat mematikan janin.

    Terlebih lagi jika di usia kehamilan muda dapat menyebabkan keguguran. Menurut dr. Fernandi Moegni, SpOG yang dilansir melalui TanyaDok.com mengatakan “Nutrisi yang diterima janin akan menurun sehingga pertumbuhannya menjadi terhambat.”

    Baca Juga: Si Penghambat Rumah Tangga

    Namun apabila janin dalam kandungan dapat dipertahankan hingga usia kehamilan yang matang. Maka saat dilahirkan, berat badan bayi dapat mencapai 4 kilogram.Sehingga keinginan untuk lahir normal harus Sahabat tunda demi kebaikan. Diabetes mellitus pada kehamilan sering dikenal dengan Diabetes Mellitus Gestasional (DMG). Diabetes mellitus gestasional ini adalah adanya intoleransi glukosa yang terjadi atau diketahui pertama kali pada saat hamil.

    Gejala ini hampir sama dengan gejala diabetes pada umumnya seperti, Selalu merasa haus, sering buang air kecil dan sering merasa lapar. Hal yang membedakannya hal ini terjadi pada saat penderita hamil. Umumnya diabetes dibagi menjadi dua tipe, Diabetes Mellitus (DM) Tipe 1 dan Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2. Begitupun untuk diabetes mellitus pada kehamilan kedua dapat dibagi menjadi 2 macam:

    1.       Diabetes yang sudah diketahui

    Untuk Sahabat yang menderita diabetes sebelum hamil memang sudah mengetahui sebelumnya, maka dikatakan sebagai Diabetes Melitus Pragestasional dan termasuk dalam Diabetes Mellitus tipe 1 (Insulin Depedent Diabetes Mellitus/ IDDM).

    1.       Menderita Diabetes Saat Hamil

    Bagi Sahabat yang tidak mengidap diabetes mellitus namun baru mengidap pada saat kehamilan dikatakan Pregnancy-Induced Diabetes Mellitus yaitu diabetes mellitus sesungguhnya, sesuai dengan definisi lama WHO 1980.

    Setelah kehamilan Sahabat berakhir, maka lakukanlah tes toleransi glukosa oral (TTGO) untuk membedakan kedua jenis tersebut. Gula darah kehamilan yang normal lebih rendah secara bermakna. Hal ini dipengaruhi oleh:

    1.       Pengambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat
    2.       Produksi glukosa dari hati menurun
    3.       Produksi alanin menurun
    4.       Aktifitas eksresi ginjal meningkat
    5.       Efek-efek hormone gestasional
    6.       Adanya perubahan metabolisme lemak dan asam amino
    7.       Faktor lainnya :
    • Memiliki riwayat keluarga yang menderita diabetes mellitus
    • Wanita berumur lebih dari 35 tahun
    • Wanita obesitas
    • Memiliki riwayat melahirkan (anak berukuran besar, lahir mati atau bayi yang dilahirkan cacat)

    Sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan (screening) pada pertemuan antenatal pertama. Walaupun Sahabat dinyatakan negatif, dianjurkan untuk melakukan tes ulang pada usia kehamilan 26-28 minggu. Karena pada usia kehamilan tersebut lebih efektif dan akan keluar hasil positif tertinggi gula darah Sahabat.

    Baca Juga: Fakta Melawan Diabetes

    Untuk menghindari hal itu, sahabat perlu melaksanakan diet sehat, aktifitas sehat serta kontrol gula darah dan konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Sahabat mencari produk kesehatan yang aman dan berkualitas? Di ProSehat sahabat bisa mendapatkannya, selain itu sahabat akan dibantu Maya asisten kesehatan dari ProSehat. Hubungi Maya sekarang melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau klik https://www.prosehat.com/.

    Sumber:

    Yo, Yenni. “Waspada Diabetes Mellitus Pada Ibu Hamil”. Diakses pada 19 Januari 2018
    Haurissa, Andreas E. “Liputan: Diabetes Saat Kehamilan? Kita Mesti Waspada”. Diakses pada 19 Januari 2018

     

    Read More
  • Fakta Melawan Diabetes – Punya kerabat atau keluarga Sahabat yang menderita diabetes? Bagi sebagian penderita pernah merasakan hati terkoyak saat di vonis menderita diabetes dan menganggap diabetes menjadi akhir segalanya. Karena penyakit satu ini akan terus menghantui dan sangat sulit untuk disembuhkan, diabetes sendiri dibagi menjadi dua tipe. Diabetes tipe 1, diabetes tipe ini pankreas […]

    8 Fakta Melawan Diabetes

    Fakta Melawan Diabetes – Punya kerabat atau keluarga Sahabat yang menderita diabetes? Bagi sebagian penderita pernah merasakan hati terkoyak saat di vonis menderita diabetes dan menganggap diabetes menjadi akhir segalanya. Karena penyakit satu ini akan terus menghantui dan sangat sulit untuk disembuhkan, diabetes sendiri dibagi menjadi dua tipe.

    Diabetes tipe 1, diabetes tipe ini pankreas tidak dapat memproduksi insulin dengan baik, sehingga memerlukan suntikan insulin tambahan setiap harinya. Sedangkan Diabetes tipe 2, karena tubuh tidak dapat menggunakan insulin secara efektif akibat kurangnya melakukan aktivitas fisik dan memiliki berat badan berlebih dan diabetes tipe 2 ini mencapai 90%.

    Maka dari itu perlu Sahabat ketahui 8 fakta melawan diabetes, berikut ulasannya yang dilansir dari TanyaDok.com:

    1. Penderita Diabetes Tak Lagi Mengenal Usia

    Menurut data pada tahun 2014, 9% penduduk di dunia yang berusia 18 tahun keatas menderita diabetes dan paling tinggi pada penderita diabetes tipe 2. Dengan gaya hidup saat ini seperti mengkonsumsi makanan cepat saji, mengkonsumsi gula berlebih  serta memiliki berat badan berlebih menjadi salah satu pencetus diabetes. Bila dibiarkan maka penderita diabetes di dunia akan semakin muda maka hindari hal tersebut.

    Baca Juga: Persahabatan Gagal Ginjal dan Penyakit Jantung

    1. Diabetes Penyebab Terjadinya Gagal Ginjal

    Kencing manis (diabetes) menjadi salah satu penyebab terjadinya gagal ginjal. Hal ini tidak langsing terjadi, butuh waktu 5-10 tahun gagal ginjal dapat terjadi bila Sahabat tidak melakukan pengobatan secara teratur dan tidak hanya gagal ginjal saja namun dapat terjadi komplikasi lainnya. Jadi dijaga ya Sahabat.

    1. Ibu Penyakit

    Apa ibu penyakit? Dan apa kaitannya dengan diabetes? Diabetes menjadi hal yang ditakutkan karena dapat menimbulkan komplikasi yang sangat banyak mulai dari mata, ginjal gangguan jantung hingga saraf.

    Baca Juga: Diabetes Saat Hamil

    1. Meningkatkan Risiko Jantung dan Stroke

    Diabetes menjadi pencetus meningkatnya risiko terkena serangan jantung dan stroke sebanyak 2 kali lipat dibandingkan pasien non diabetes. Karena pada saat menderita diabetes, maka pembuluh darah akan lebih luas dan lebih banyak dibandingnya orang nornal dan sangat berpengaruh jika gula darahnya tidak terkontrol dengan baik.

    Saat terjadi serangan jantung, maka komplikasi yang ditimbulkan lebih berat karena kemampuan untuk penyelamatan pembuluh darah secara alami akan terganggu. Selain itu sadaf perasa akan tumpul dan mungkin lebih jarang merasakan nyeri dada yang khas dan sangat sulit dideteksi secara dini pada pasien diabetes.

    1. Diabetes Dapat Membuat Buta

    Bila komplikasi diabetes terus terjadi, maka risiko kebutaan semakin besar. Hal ini dinamakan Retinopati diabetes yang dapat menyebabkan 5.000 orang mengalami kebutaan setiap tahunnya dan menjadi penyebab kebutaan nomor 4 di Inggris. Selain katarak, pembuluh darah diretina mata dapat rusak lalu semakin lama pengelihatan semakin berkurang.

    Baca Juga: Saat si Kecil Menderita Diabetes

    1. Diabetes Dapat Dicegah

    Walaupun beberapa hal terlihat menaklukan, namun Sahabat dapat mencegahnya dengan cara pertahankan berat badan secara seimbang berdasarkan BMI, Selalu aktif berolahraga minimal 30 menit sehari, mengurangi asupan yang tinggi garam, gula dan lemak jenuh, konsumsi buah setiap harinya dan berhenti merokok.

    1. Rutin Jalani Pengobatan

    Sahabat telah didiagnosa menderita diabetes namun jangan sampai lalai untuk mengontrol kesehatan terutama gula darah. Lakukan secara rutin pengobatan sesuai anjuran dokter, dokter akan memutuskan yang dapat menstabilkan gula darah apakah obat oral atau dengan insulin. Serta mengatur pola makan juga menjadi hal yang penting untuk kesehatan Sahabat.

    Produk Terkait: Produk Herbal Diabetes

    1. Hindari Komplikasi Diabetes

    Setelah mengetahui komplikasi yang terjadi akibat diabetes, maka Sahabat perlu menjaga tekanan darah, melakukan perawatan kaki untuk menghindari luka, menjaga kadar kolesterol darah normal serta skrining secara rutin untuk melihat fungsi ginjal dan kesehatan mata  dengan baik.

    Baca Juga: Apakah Enjakulasi Dini Salah Satu Tanda Diabetes?

    Maka dari itu perlu untuk menjaga dan melawan diabetes untuk Sahabat ataupun orang terkasih. Untuk mendapatkan berbagai produk kesehatan yang aman dan berkualitas, dapatkan di ProSehat.  Selain itu tersedia vaksinasi yang bisa Sahabat tanya langsung ke Maya akan membantu Sahabat sebagai asisten kesehatan di ProSehat melalui Telp/ SMS / WA 0811-18-16-800.

    Referensi :

    TanyaDok. 18 April 2016. “Infografik Tentang Fakta Seputar Diabetes”.

    https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/infografik-tentang-fakta-seputar-diabetes

    TanyaDok. 19 Maret 2016. “Gagal Ginjal”. https://www.tanyadok.com/penyakit/gagal-ginjal/penyebab/

    TanyaDok. 29 Oktober 2008. “Anda Penderita Kencing Manis? Waspada Kebutaan Mendadak!”.

    https://www.tanyadok.com/artikel-kesehatan/anda-penderita-kencing-manis-waspada-kebutaan-mendadak

     

    Read More
  • Banyak yang mengira bahwa menu diet diabetes membuat penyandang diabetes semakin menderita. Anggapan ini salah besar. Kuncinya adalah Anda perhatikan Diet 3J: Jenis, Jumlah, dan Jam makan. Diet Tepat untuk Diabetes Secara umum diet penyandang diabetes atau diabetesi sama saja dengan orang normal lainnya, hanya saja Anda perlu perhatikan hal-hal khusus yang akan dibahas disini. […]

    Menu Diet Diabetes: Perhatikan 3J (Jenis, Jumlah, dan Jam)!

    Banyak yang mengira bahwa menu diet diabetes membuat penyandang diabetes semakin menderita. Anggapan ini salah besar. Kuncinya adalah Anda perhatikan Diet 3J: Jenis, Jumlah, dan Jam makan.

    Diet Tepat untuk Diabetes

    Secara umum diet penyandang diabetes atau diabetesi sama saja dengan orang normal lainnya, hanya saja Anda perlu perhatikan hal-hal khusus yang akan dibahas disini. Bukan salah Anda bila mengalami kesulitan atur diet tepat sebagai diabetesi, memang seringkali hal sederhana berikut ini dibuat rumit. Sebelumnya telah dibahas menu harian untuk diabetesi dan untuk Anda yang ingin menurunkan berat badan tanpa harus kelaparan, di sini. Secara umum diet tepat untuk diabetesi adalah:

    • Rendah kalori
    • Tinggi karbohidrat kompleks yang banyak terkandung dalam sayuran, buah, dan sereal dari gandum
    • Rendah lemak jenuh yang biasanya ada dalam keju, mentega, dan daging berlemak.
    • Tinggi akan lemak tak jenuh seperti minyak zaitun.

    https://www.prosehat.com/produk/susu/tropicana-slim-susu-non-fat-fitosterol-original/

    3J: Jenis, Jumlah, dan Jam

    Anda sebagai diabetesi tidak memiliki pantangan apapun dan diperbolehkan makan makanan seperti layaknya orang normal lho. Jadi keluarga tidak diwajibkan memasak makanan khusus untuk diabetesi. Kita bisa siasati setiap kali makan dengan memperhatikan jenis, jumlah dan jam konsumsinya.

    Baca Juga: 7 Makanan Ini Memicu Kolesterol

    Jenis

    Untuk jenis makanan di menu diet diabetes, kita perlu selalu pertimbangkan:

    • makanan dengan kandungan gizi yang seimbang
    • makanan dengan kandungan banyak serat, rendah gula untuk makanan pokok

    Sebagai contoh menu karbohidrat yang disarankan untuk Anda adalah konsumsi nasi merah atau roti gandum, kedua pilihan ini lebih baik dibandingkan dengan nasi putih dan roti tawar biasa.

    Sedangkan untuk makanan manis, tidak ada yang merekomendasikan jika kita sebagai diabetesi tidak boleh mengkonsumsi makanan yang manis sama sekali. Anda tetap boleh mengkonsumsi makanan manis dengan jumlah yang dikurangi dan beralih dari penggunaan gula biasa ke pemanis buatan rendah kalori berbahan dasar alami, seperti Stevia yang dibahas di artikel ini.

    Jumlah

    Jumlah menu diet diabetes yang dikonsumsi harus disesuaikan dengan jenis makanannya. Untuk lebih mudahnya lagi, coba Anda imajinasikan piring kosong kesayangan yang sering digunakan, kemudian lakukan hal ini:

    • Anda bagi piring menjadi dua bagian besar (½ & ½)
    • ½ bagian piring tersebut isi dengan berbagai macam sayuran seperti bayam, wortel atau kacang-kacangan.
    • Lalu sisa ½ bagian piring lain dibagi lagi menjadi dua, jadi tinggal ¼ bagian.
    • Kemudian Anda isi salah satu dari ¼ bagian piring dengan tepung gandum, kentang, jagung atau nasi.
    • Lanjutkan ¼ piring sisanya diisi dengan daging atau pengganti daging lainnya.
    • Lakukanlah ini pada tiap porsi makanan Anda tiap harinya.

    Ikuti tips plating diet diabetes dengan gambar berikut ini:

    https://www.prosehat.com/produk/makanan-minuman/tropicana-slim-high-fiber-high-calcium-milk-chocolate/

    https://www.prosehat.com/produk/alat-kesehatan/accu-check-active-strip/

    Jam

    Sedangkan untuk jam makan bagi diet diabatisi yang dianjurkan, setiap harinya Anda sebaiknya makan sampai 5x sehari! Banyak? Tentu saja kita atur porsinya

    1. Sarapan,
    2. Cemilan pagi,
    3. Makan siang,
    4. Cemilan sore, dan
    5. Makan malam.

    Menu diet diabetes tidak harus membuat penyandang diabetes semakin menderita! It’s all about porsi dan pengaturan jam makan yang membantu Anda mempertahankan kadar gula darah yang terkontrol. Hal ini untuk menghindari terjadinya komplikasi, sedangkan bagi yang belum menyandang diabetes sangat baik untuk mencegah supaya jangan sampai terkena diabetes.

    Banyak dari kita memiliki anggapan salah terkait penyandang diabetes yang harus melaksanakan diet ketat sampai melewatkan sarapan dan makan malam. Hal ini menyesatkan dan bisa berujung hipoglikemia (kenali lebih lanjut bahayanya hipoglikemia di sini), yakni kondisi yang berbahaya saat badan dan otak kekurangan gula darah. Kunci untuk tubuh ideal dan kadar gula darah terkontrol dapat dengan mudah dilakukan, yaitu dengan memperhatikan menu harian Anda dari jenis, jumlah dan jam makan. Sehingga metabolisme tubuh tetap berjalan dengan baik. Anda bisa memilih pengganti makanan seperti susu untuk diabetes yang bisa menjadi pendamping dari menu diet diabetes.

    Referensi:

    • TanyaDok.com
    • How a ‘Diabetes Diet’ Protects Your Health by Kathleen Doheny (2009)
    Read More
  • Penentuan jumlah kalori yang harus Anda konsumsi setiap hari itu berdasarkan jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan jenis kegiatan yang sehari-harinya Anda lakukan. Pretty complicated, indeed. Jadi jumlah asupan harian itu tidak sama bagi setiap orang. Namun dengan perkembangan teknologi yang kian pesat, banyak aplikasi smartphone yang dapat membantu Anda mengetahui jumlah asupan harian […]

    7 Jenis Olahraga untuk Membakar Kalori Setelah Makan Siang

    Penentuan jumlah kalori yang harus Anda konsumsi setiap hari itu berdasarkan jenis kelamin, berat badan, tinggi badan dan jenis kegiatan yang sehari-harinya Anda lakukan. Pretty complicated, indeed. Jadi jumlah asupan harian itu tidak sama bagi setiap orang. Namun dengan perkembangan teknologi yang kian pesat, banyak aplikasi smartphone yang dapat membantu Anda mengetahui jumlah asupan harian yang diperlukan. Beberapa aplikasinya juga sudah pernah dibahas dengan lengkap, sehingga hal terakhir yang harus Anda lakukan adalah membakar kalori yang sudah dikonsumsi dengan tujuan terhindar dari obesitas yang menjadi salah satu pemicu penyakit diabetes tipe 2!

    Siapa yang ingin terhindar dari penyakit diabetes? Keep on reading!

    Siapa yang tahu bahwa sepiring gado-gado dengan lontong (bukan nasi) akan mencukupi asupan harian Anda sebanyak 488 kalori? Angka tersebut terbilang cukup besar untuk sekali makan lho, tapi tidak menjadi masalah jika Anda mengetahui jenis dan durasi olahraga yang harus dilakukan untuk membakar kalori tersebut. Untuk menjawab hal tersebut, berikut ini jumlah kalori dari 7 makanan terpilih favorit Anda serta tips tentang cara membakarnya:

    1. Gado-gado Lontong

    Menu yang satu ini memang khas Indonesia , karena ya, bahan-bahan yang digunakan seadanya (sayuran) yang ada. Dengan bumbu atau bahasa kerennya adalah dressing, gado gado tidak menggunakan mayonaise
    seperti salad ala ala. Makanan murah meriah ini sudah nikmat dengan dressing yang dibuat dari perpaduan kacang tanah, gula merah, asam Jawa dan sedikit perasan jeruk nipis. Nikmatnya!

    144341_Indonesian_gado_gado

    Jumlah Kalori (1 porsi): 488 kkal

    Jenis Olahraga: Skipping (Lompat Tali)

    Waktu yang Dibutuhkan untuk Membakarnya: 20 menit

    2. Mie Ayam

    Yang satu ini pasti bisa ditemukan hampir di kantin manapun di Indonesia. Mulai dari di pinggir jalan, di ruko hingga di kantin perkantoran, mie ayam memang sudah menjadi idola bagi para karyawan super sibuk yang ingin memuaskan rasa lapar mereka. Kombinasi ayam, dan mie keriting dengan pangsit menjadi nilai plus dari hidangan ini.Tidaklah heran mie ayam menjadi menu favorit makan siang.

    img_3739Jumlah Kalori (1 porsi): 421 kkal

    Jenis Olahraga: Zumba

    Waktu yang Dibutuhkan untuk Membakarnya: 1 jam

    Baca Juga: 10 Kegiatan Cegah Diabetes yang Bisa Dilakukan di Rumah

    3. Nasi Goreng

    Salah satu makanan khas Indonesia ini juga menjadi menu favorit bagi beberapa orang yang melewatkan waktu sarapan dan sudah dalam kondisi sangat kelaparan. Selain nikmat, menu ini juga mengandung sedikit porsi protein yang bisa Anda dapatkan dari telur ceplok, sosis, potongan dada ayam, dan masih banyak lagi.

    nasi goreng

    Jumlah Kalori (1 porsi): 329 kkal (dengan ayam)

    Jenis Olahraga: Aerobik

    Waktu yang Dibutuhkan untuk Membakarnya: 30 menit

    4. Nasi Campur Warteg

    Untuk dikatakan sebagai salah satu hidangan, nasi campur warteg tidak termasuk ke dalamnya. Istilah yang digunakan oleh orang Indonesia hanya ‘nasi warteg’. Jadi sebut saja nasi warteg sebagai salah satu kuliner Indonesia yang menyediakan kebebasan bagi para pembeli untuk memenuhi piring dengan berbagai macam jenis lauk pauk. Dan tidak lupa porsi nasi yang biasanya besar. Menurut penelitian di lapangan, menu nasi warteg itu hanya sebatas nasi, 1 buah gorengan, 1 jenis lauk sayuran dan 1 daging (protein seperti ayam atau daging merah). Banyak pembeli dengan kombinasi ini menyangka bahwa tersebut bergizi seimbang. Think again.

    Nasi-Campur-Komplit

    Jumlah Kalori (1 porsi): 549 kkal

    • Nasi putih/mangkuk: 204 kkal
    • Berbagai jenis lauk pauk dalam porsi sedikit akan membuat porsinya menjadi 100 kkal (keseluruhan)
    • 1 buah gorengan Bakwan: 345 kkal

    Jenis Olahraga: Berjalan cepat

    Waktu yang Dibutuhkan untuk Membakarnya: 1 jam 30 menit

    5. Nasi Padang

    Menu yang satu ini sudah sangat terkenal hingga penjuru dunia. Yup, nasi Padang sebenarnya hanya kombinasi nasi panas dengan berbagai macam pilihan lauk pauk yang berasal dari ranah Minang, atau Kota Padang, Sumatera Barat, Indonesia seperti rendang, ayam bakar, ikan dan masih banyak lagi. Kuah santan kental penuh lemak membuat hidangan ini semakin sedap.

    foodliberatorblogspot

    Jumlah Kalori (1 porsi): 664 kkal!

    Jenis Olahraga: Berlari (treadmill, moderate)

    Waktu yang Dibutuhkan untuk Membakarnya: 1 jam 10 menit

    Baca Juga : 5 Jenis Olahraga Cegah Diabetes

    6. Burger Ukuran Besar+French Fries+Soft Drink

    Siapa yang tidak mengenal menu ini? Kombinasinya memang selalu daging, kentang dan soda. Namun seberapa banyak kalori yang Anda konsumsi dari menu ini?

    Jumlah Kalori: 1330 kkal

    • 1 Burger ukuran besar + keju : 540 kkal
    • 1 Large French Fries: 510 kkal
    • 1 Large Soft Drink: 280 kkal

    Jenis Olahraga: Sepeda Statis

    Waktu yang Dibutuhkan untuk Membakarnya: 2 jam 21 menit (tanpa berhenti)

    7. Paket  Ayam Goreng Tepung+Soft Drink

    Menu yang satu ini selain murah namun sangat mengenyangkan. Kenikmatan renyahnya kulit ayam goreng tepung memang sudah mendunia, apalagi di Indonesia. Jika di Barat mereka tidak terbiasa menyandingkan ayam goreng tepung dengan nasi, lain hal dengan orang Indonesia yang senang menumpuk banyak karbohidrat dalam menu makannya. Yup, makan ayam goreng super nikmat tanpa nasi sudah seperti sayur kurang garam bagi mereka. Apakah Anda termasuk di dalamnya?

    FN_gluten-free-fried-chicken_s4x3

    Jumlah Kalori: 1180 kkal

    • 1 Dada ayam (181 gr): 520 kkal
    • 1 French Fries (Regular): 380 kkal
    • 1 Large Coca Cola: 280 kkal

    Jenis Olahraga: Yoga

    Waktu yang Dibutuhkan untuk Membakarnya: 6 jam 36 menit (tanpa berhenti)

    Baca Juga: 10 Kesehatan Pranikah Untuk Anda dan Pasangan

    Nah, 7 contoh makanan di atas memang pasti pernah lewat perut kita. Bayangkan jika setelah melahap dengan nikmatnya salah satu menu di atas kemudian yang Anda lakukan hanya duduk dan kembali bekerja? Hati-hati diabetes! Solusi terbaiknya adalah mencari pengganti dari makanan di atas dan hitung asupan kalori yang Anda konsumsi setiap hari. Tidak perlu menyebut olahraga, karena hal tersebut seharusnya dijadikan sebagai gaya hidup dan kebiasaan rutin yang tidak bisa Anda lewatkan.

    Referensi:

    • DailyMail.co.uk: How Exercise REALLY Takes Burn Big Size of Burger
    • Fatsecret.co.id: Kalori Gizi Makanan
    Read More
  • Sebenarnya seberapa penting medical check up? Bagi sebagian orang di Indonesia, pemeriksaan kesehatan tubuh secara lengkap mungkin hanya dilakukan saat harus memenuhi persyaratan pendidikan, wajib militer, dan pendaftaran asuransi kesehatan/jiwa. Bagaimana tidak, mengingat biaya medical check up juga tidaklah murah. Namun alangkah bijaksananya bila menyisipkan budget untuk hal ini, sehingga Anda dapat mengetahui dengan baik kondisi […]

    8 Alasan Pentingnya Melakukan ‘Medical Check Up’

    Sebenarnya seberapa penting medical check up? Bagi sebagian orang di Indonesia, pemeriksaan kesehatan tubuh secara lengkap mungkin hanya dilakukan saat harus memenuhi persyaratan pendidikan, wajib militer, dan pendaftaran asuransi kesehatan/jiwa. Bagaimana tidak, mengingat biaya medical check up juga tidaklah murah. Namun alangkah bijaksananya bila menyisipkan budget untuk hal ini, sehingga Anda dapat mengetahui dengan baik kondisi tubuh. Dengan begitu bentuk pencegahan dapat dilakukan sejak dini dan terhindar dari penyakit tertentu.

    8 alasan pentingnya medical check up

    Beberapa hal yang diperiksa saat medical check up diantaranya:

    1. Pemeriksaan EKG (Elektrokardiogram)
    Elektrokardiogram (EKG) adalah tes sederhana yang dapat digunakan untuk memeriksa aktivitas listrik jantung. Jantung adalah organ berotot yang berdetak berirama guna memompa darah ke seluruh tubuh. Sinyal yang membuat kontrak serat otot jantung berasal dari simpul sinoatrial, yang merupakan alat pacu jantung alami dari dalam jantung sendiri. Dalam tes EKG, impuls listrik yang terjadi saat jantung berdetak akan dicatat dan biasanya ditampilkan pada selembar kertas dengan visual grafik yang nantinya akan menunjukkan apakah aktivitas jantung Anda normal atau sebaliknya.

    2. Tes Darah
    Satu tetes darah dapat bercerita tentang ⅔ dari kondisi kesehatan tubuh seseorang. Dengan mengambil sampel darah Anda, faktor risiko penyakit berbahaya dapat diketahui sejak dini. Diantaranya kadar gula darah, kadar kolesterol, kadar asam urat, serta kadar hemoglobin anda semua bisa diketahui melalui tes darah sederhana. Mintalah petunjuk dokter anda kapan anda perlu berpuasa sebelumnya atau tidak.

    3.Tes Urin

    Bisa mendeteksi apakah ada batu saluran kemih, mendeteksi adanya infeksi atau tidak, juga pemeriksaan kehamilan.

    4. Yang paling utama adalah pemeriksaan fisik oleh dokter Dokter akan memeriksa anda dari ujung rambut hingga ujung kaki, serta melakukan wawancara menyeluruh mengenai kondisi kesehatan anda, apakah anda memiliki keluhan yang merupakan pertanda gangguan kesehatan, serta wawancara akan gaya hidup anda.

    Seberapa penting medical check up bagi kesehatan Anda? Berikut 8 alasannya:

    1. Karena mobil Anda juga diperiksa setiap setahun sekali
    Jangan kalah dengan mobil mewah Anda, karena kesehatan tubuh Anda jauh lebih berharga dibanding harga mobil. Sempatkan waktu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan minimal setahun sekali, jika Anda tidak pernah memiliki tracks record penyakit kronis dan 3 bulan sekali jika Anda menderita suatu penyakit tertentu (misal diabetes, jantung, TB paru)

    2. Karena orang yang sehat saja masih bisa jatuh sakit
    Orang tua Anda yang masih hidup sehat hingga usia senja pasti pernah sakit, walaupun bukan penyakit yang serius hingga mengancam nyawa. Dengan melihat kenyataan seperti itu, bagaimana dengan orang-orang yang tidak mengetahui kondisi kesehatannya dengan baik?

    3. Karena Anda memiliki asuransi kesehatan
    Apalagi jika Anda telah memiliki asuransi kesehatan, maka kewajiban untuk pemeriksaan kesehatan ini menjadi lebih besar lagi dan harus rutin dijalankan, mengingat biaya cek up sudah ditanggung melalui asuransi tersebut.

    4. Karena Anda perokok pasif/aktif dan kurang beraktifitas
    Kepentingan cek kesehatan pun bertambah besar ketika Anda perokok pasif atau aktif dan jarang sekali meluangkan waktu untuk berolahraga. Jangan biarkan tubuh Anda meledak seperti bom waktu!

    5. Karena Anda memiliki sanak keluarga yang meninggal muda
    Tanpa bermaksud menakuti, jika dari riwayat keluarga ditemukan sanak keluarga yang meninggal karena penyakit kronis seperti serangan jantung, stroke, dan lain-lain, maka keperluan cek kesehatan rutin menjadi lebih besar lagi.

    6. Karena pekerjaan Anda yang senantiasa berubah
    Jika pekerjaan Anda mengharuskan untuk duduk di depan laptop hingga berjam-jam lamanya, maka gaya hidup tersebut dapat mempengaruhi kualitas kesehatan tubuh Anda. Jangan salahkan pekerjaan Anda, tapi komitmen Anda untuk meluangkan waktu untuk berolahraga yang tipis. Karena hal ini pula medical check up diperlukan sehingga Anda dapat mengetahui risiko dari kenikmatan Anda selama ini dengan tidak berolahraga sama sekali.

    7. Karena mencegah lebih bijaksana daripada mengobati
    Dengan tingginya biaya pengobatan yang harus dikeluarkan oleh Anda begitu suatu penyakit menyerang Anda, maka pada saat tersebut hanya penyesalan yang tersisa. Mengapa saat sehat dulu Anda tidak melakukan pencegahan yang bisa dilakukan salah satunya adalah dengan melakukan pemeriksaan secara rutin.

    8. Karena Anda spesial
    Bayangkan beberapa tahun lagi, dengan gaya hidup kurang sehat yang Anda jalani tiba-tiba penyakit kronis menyerang tanpa tanda maupun gejala? It’s because you’re special, maka pemeriksaan kesehatan penting untuk dilakukan. Ketahui dengan baik kondisi kesehatan tubuh Anda, dan tubuh akan berterima kasih. Bayangkan kesedihan orang-orang terkasih jika melihat Anda terbaring sakit?

    Medical check up wajib dilakukan oleh perempuan dan laki-laki, baik muda maupun tua karena banyak orang yang sehat masa kini pun masih rutin melakukan medical check up. Hal ini bertujuan untuk memeriksa tingkat kesehatan dan mengetahui kemungkinan adanya penyakit serius yang bisa terjadi tanpa menunjukkan tanda atau gejala.

    Read More
  • Rekan Sehat yang penasaran bagaimana obesitas dan diabetes memiliki kaitan kerat benar-benar suatu kemalangan jika tidak dapat mengikuti Trending Health Talk (THT) bersama dr. Irzan, MSc yang diadakan di twitter ProSehat, 22 April kemarin. Beliau  merupakan seorang Medical Life Coach yang juga aktif sbagai praktisi dan trainer di dunia akupunktur. Selain aktif sebagai coach dan […]

    Trending Health Talk (THT) Bersama dr. Irzan – Obesitas & Diabetes

    Rekan Sehat yang penasaran bagaimana obesitas dan diabetes memiliki kaitan kerat benar-benar suatu kemalangan jika tidak dapat mengikuti Trending Health Talk (THT) bersama dr. Irzan, MSc yang diadakan di twitter ProSehat, 22 April kemarin. Beliau  merupakan seorang Medical Life Coach yang juga aktif sbagai praktisi dan trainer di dunia akupunktur. Selain aktif sebagai coach dan dokter klinis akupunktur, dr. Irzan juga menjadi pendiri Fit Skin Clinic, yang merupakan sebuah lembaga riset dalam bidang estetika.

    THT_Obesitas_&_Diabetes-03

    Pada 22 April kemarin ProSehat berkesempatan untuk mengadakan THT yang membahas mengenai Obesitas dan Diabetes. Rekan Sehat tidak sempat mengikuti THT kemarin? Simak yang berikut ini:

    1. Sebenarnya apa itu obesitas? Dan kapan seseorang dikatakan obesitas?

    Jawab: Obesitas adalah kondisi kelebihan berat badan akibat penimbunan lemak tubuh berlebih. Menurut WHO (2000) obese: kondisi abnormal atas akumulasi lemak berlebih pada jaringan lemak. Kita perlu bedakan dengan overweight. Overweight adalah kelebihan berat badan dibanding BB ideal yang didapat akibat penimbunan lemak dan jaringan non lemak, contohnya adalah massa otot. Sementara obesitas sentral adalah penimbunan lemak tubuh yang lokasinya lebih banyak di perut dibanding pinggul, paha, lengan. Kapan dikatakan obesitas? Paling sederhana bisa menggunakan rumus Broca, di mana berat badan ideal: (Tinggi badan – 100) – 10 %. Jika hasilnya > 12% maka berat badannya termasuk ideal. Pendekatan lebih baik, gunakan perhitungan Indeks Massa Tubuh / IMT. Rumusnya berat (kg) dibagi tinggi (m) kuadrat. IMT >25 sudah mulai masuk obesitas. Lingkar perut >90 cm untuk laki-laki dan >80 cm untuk wanita. dh mulai msuk obese.

    2. Bagaimana obesitas atau berat badan seseorang bisa dikaitkan dengan diabetes?

    Jawab: Obesitas adalah salah satu faktor risiko diabetes. Makin besar IMT risiko diabetes naik. Tingginya kadar lemak viseral di perut yang membungkus organ-organ dalam berhubungan dengan resistensi insulin yang ujungnya adalah penyakit diabetes itu sendiri. Orang yang obesitas kadar asam lemak bebasnya naik sehingga memicu gangguan metabolisme gula darah dan terjadi peradangan sel-sel.

    3. Bagaimana dengan orang yang obesitas namun gula darah puasa dan sewaktunya normal? Apakah tetap perlu waspada diabetes?

    Jawab: 20% dari yang obesitas ada yang masih sehat, belum ada gangguan karena belum terjadi gangguan fungsi sel-sel lemak. Pada non-morbid obesity ini, yang terjadi baru perubahan jumlah dan massa sel lemak tapi tidak terjadi adiposopathy. Adiposopathy adalah gangguan fungsi sel-sel lemak yang berujung pada gangguan metabolisme, termasuk resistensi insulin. Apakah perlu waspada? Jelas harus waspada, karena risiko penimbunan jumlah menjadi gangguan fungsi tetap besar. Apalagi selain obesitas, walau masih sehat namun masih mempunyai faktor-faktor risiko diabetes lainnya, jadi harus lebih berhati-hati.

    4. Apa gejala dari seseorang yang obesitas kemudian positif terdiagnosa diabetes?

    Jawab: Yang klasik diwaspadai adalah cepat lapar, cepat haus, banyak buang air kecil, berat badan turun drastis tanpa sebab yang jelas. Keluhan lain bisa saja jadi sering lemas, mudah lelah, sering kesemutan, pandangan kabur, luka yang sulit sembuh, gatal-gatal dan disfungsi ereksi. Selain gejala klasik dan pemeriksaan gula darah puasa >126 mg/dl atau sewaktu >200 mg/dL, kadar HbA1C >6.5%.

    5. Apa yang bisa dilakukan oleh orang dengan obesitas agar tidak terkena diabetes (jika setelah dicek orang ybs belum positif diabetes)?

    Jawab: Menurunkan BB menuju ideal, dengan modifikasi pola makan, aktivitas fisik, manajemen stress. Menurunkan berat badan dengan bertahap dan aman. Penggunaan obat untuk turunkan berat badan menurut WHO hanya diperbolehkan jika IMT >30 atau >27 dengan sindrom metabolik. Pilar utama bukanlah obat atau suntik-suntik lipolisis. Pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik adalah yang utama. Pola makan rendah gula, garam, tinggi serat sangat dianjurkan. Pola makan tinggi protein bantu kurangi lapar berlebih. Dan yang penting juga jangan sampai dehidrasi. Minum air putih 2-2.5 Liter sehari sangat membantu metabolisme tubuh. Aktivitas fisik yang rutin seperti jalan kaki, kalau bisa dengan target 10.000 langkah/hari lebih baik. Atau bisa juga dengan rutin olahraga lain. Bagi yang obesitas dan merasa berat karena lutut, disarankan untuk olahraga dengan low-impact seperti berenang. Manage stress penting dalam penurunan BB serta istirahat yang cukup sangat berperan dalam pembakaran lemak optimal.

    6. Apakah diabetes hanya dapat dilihat dari faktor berat badan berlebih/obesitas saja?

    Jawab: Tidak, masih ada faktor risiko lain, seperti ras, riwayat keluarga, dan usia >45 tahun. Faktor risiko lainnya yaitu pernah melahirkan bayi >4 kg, diabetes saat hamil, aktivitas yang kurang, merokok, hipertensi, dislipidemia HDL <35 mg/dL trigliserida >250 mg/dL, diet tinggi gula rendah serat.

    7. Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah penyakit diabetes?

    Jawab: Diabetes dapat dicegah dengan gaya hidup yang sehat. Pola makan sehat, sesuai kebutuhan tubuh. Jumlah yang tidak berlebih, pilih karbo sederhana dengan indeks glikemik rendah, bervariasi, tinggi serat. Jangan biasakan berlapar-lapar, namun tetap berhenti sebelum kenyang, serta makan pada waktu yang lebih teratur. Kurangi minuman berkemasan yang tinggi gula. Biasakan banyak bergerak dan beraktivitas fisik. Olahraga rutin jadikan kebiasaan. Merokok tinggalkan. Dan jika memang punya risiko, periksa gula secara teratur dan kontrol penyakit yang mendasari, seperti hipertensi atau gangguan kolesterol.

    Read More
  • Siapa yang tidak ingin terbebas dari diabetes? Bagi beberapa orang yang telah menjalani gaya hidup sehat dengan diet seimbang, rajin aktifitas fisik dan mengenyahkan asap rokok mungkin tidak perlu takut dengan faktor risiko penyakit tidak menular ini. Namun bagaimana dengan Anda yang tidak ‘cerdik’ mencegah penyakit ini? Yang terpenting adalah mengetahui bahwa beberapa kegiatan seperti […]

    10 Cara Mudah Bakar 500 Kalori Setiap Hari

    Siapa yang tidak ingin terbebas dari diabetes? Bagi beberapa orang yang telah menjalani gaya hidup sehat dengan diet seimbang, rajin aktifitas fisik dan mengenyahkan asap rokok mungkin tidak perlu takut dengan faktor risiko penyakit tidak menular ini.

    Namun bagaimana dengan Anda yang tidak ‘cerdik’ mencegah penyakit ini? Yang terpenting adalah mengetahui bahwa beberapa kegiatan seperti berjalan kaki untuk mencapai kantor atau menggunakan tangga daripada lift juga dapat membuat Anda terbebas dari diabetes, dengan syarat Anda melakukannya dengan komitmen kuat.

    10 cara bakar 500 kalori agar terbebas dari diabetes

    Membakar 500 kalori setiap harinya setidaknya sudah dapat membuat Anda terhindar dari obesitas lho. Lalu, bagaimana ya cara untuk membakar setidaknya 500 kalori dengan aktifitas Anda yang super padat? Simak yang berikut ini!

    1. Membersihkan Rumah Selama 2 Jam

    Menari sambil vacuum cleaning setiap sudut rumah Anda dapat membakar kalori hingga 500 kalori. Belum lagi menyapu, mengepel, mengelap kaca, dan mencuci gorden dan sprei Anda. Jangan biarkan asisten rumah tangga Anda yang memiliki bentuk tubuh ideal! It’s your time now!

    1. Berkebun Selama 1 Setengah Jam

    Siapa yang sangka kegiatan berkebun Anda dapat menurunkan berat badan dan bonusnya, terbebas dari diabetes? Kegiatan ini dapat Anda lakukan dengan berjongkok untuk menanam bunga di taman rumah Anda atau menyiram tanaman dengan bantuan gayung dan ember, bukan selang air.

    1. Bermain Badminton Selama 55 Menit

    Pilih teman bermain Anda dan bermain badminton selama 55 menit untuk membakar kalori hingga 500. You’ll have so much fun, you won’t even realize that you’re burning it off!

    1. Jump Rope Selama 42 Menit

    500 kalori yang Anda dapatkan dari semangkuk mie ayam sebagai menu makan siang Anda bisa dibakar dengan melakukan lompat tali selama 42 menit.

    1. Berlari dengan Kecepatan 6 mph Selama 42 Menit

    Sempatkan berlari selama 42 menit di treadmill atau di taman saat sore menjelang. Rasakan 500 kalori dari semangkuk bubur ayam dengan sate dan telur puyuh terbakar dengan sempurna.

    1. Berdansa dengan Wii

    Jika Anda suka gemas melihat anak Anda yang senang bermain games seperti XboX atau Wii, mengapa tidak ikut bermain bersamanya? Mainkan Just Dance selama 15 menit akan membakar 500 kalori Anda. Menyenangkan pastinya!

    1. Naik Turun Tangga Selama 30 Menit

    Malas menggunakan lift dan lebih suka menggunakan tangga? Terus budayakan kebiasaan tersebut untuk membakar 500 kalori Anda setiap hari. To bring it to a new level, berlari saat naik turun tangga selama 45 menit dapat membakar 600 kalori! You don’t like it? Your loss.

    1. Berenang Selama 1 Jam (Moderate Swimming)

    Olahraga ini memang sudah terkenal paling cepat dan menyenangkan untuk membakar lemak di perut Anda. Ingin lebih optimal lagi dan merasakan manfaat langsung? Swimming for 1 hour non-stop will burn 500 calories off.

    1. Berjalan Cepat atau Sekitar 4 mph Selama 90 Menit

    Yang satu ini paling mudah dan murah untuk dilakukan. Berjalan cepat mengitari area kantor untuk keperluan yang tidak penting sekalipun patut untuk Anda coba, karena semua mau sehat dan mengapa tidak? Go for a walk, now!

    1. Bermain Tenis Selama 1 Jam

    Tidak ada yang pernah mengatakan bahwa olahraga Tenis mudah untuk dilakukan. Butuh waktu hanya 1 jam untuk membakar 500 kalori dengan bermain Tenis.

    10 kegiatan dan olahraga di atas memang bukan hal yang besar dan tidak terlihat sulit apalagi mahal untuk dilakukan. 10 kegiatan tersebut pasti pernah Anda lakukan tanpa Anda sadari. Dan ternyata menyenangkan ya, ketika melakukan kegiatan sehari-hari dapat membuat Anda terbebas dari diabetes dan obesitas? Jadi tunggu apa lagi? Lawan diabetes dengan rajin aktifitas fisik mulai dari sekarang!

    Read More
  • Frequently Asked Questions tentang Diabetesi dan Caregivers Seperti yang telah kita ketahui, pada tahun 2014, hampir 9% dari penduduk dunia yang berusia di atas 18 tahun positif menderita diabetes. Bahkan 2 tahun sebelumnya 1,5 juta orang meninggal per tahun akibat penyakit tidk menular ini. Oleh karena itu bentuk pencegahan dalam melawan diabetes penting untuk dilakukan. […]

    FAQ: Diabetesi dan Caregivers

    Frequently Asked Questions tentang Diabetesi dan Caregivers

    Seperti yang telah kita ketahui, pada tahun 2014, hampir 9% dari penduduk dunia yang berusia di atas 18 tahun positif menderita diabetes. Bahkan 2 tahun sebelumnya 1,5 juta orang meninggal per tahun akibat penyakit tidk menular ini. Oleh karena itu bentuk pencegahan dalam melawan diabetes penting untuk dilakukan. Cek kesehatan rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktifitas fisik, diet seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stress merupakan bentuk pencegahan diabetes yang selalu digaungkan oleh Menteri Kesehatan.

    Ada 2 tipe dari diabetes, yaitu:

    1. Diabetes tipe 1 yang diakibatkan oleh produksi insulin kurang, sehingga memerlukan suntikan tambahan insulin setiap hari.
    2. Diabetes tipe 2 yang diakibatkan oleh tubuh yang tidak dapat menggunakan insulin secara efektif akibat kurangnya aktivitas fisik dan berat badan berlebih.

    Ketahui pula bahwa 90% penderita diabetes merupakan diabetes tipe 2. Dan bagi para diabetesi, yang penting untuk dilakukan untuk mencegah komplikasi diabetes adalah melakukan pengawasan ketat yang biasanya dibantu oleh seorang caregiver (baca: perawat orang sakit di rumah). Para caregivers dan keluarga pasien menjadi faktor penting dari keberhasilan terapi bagi para diabetesi. Mereka tidak harus berasal dari tenaga kesehatan. Keluarga terdekat pun bisa menjadi caregivers. Mereka pun kemudian harus mengetahui banyak hal seputar penyakit diabetes, seperti menu makanan diabetesi yang mitosnya sangatlah terbatas.

    Untuk mencegah kebingungan dari banyaknya mitos yang beredar di sekitar diabetesi dan caregivers, berikut ini frequently asked questions (FAQ) yang harus diketahui oleh para caregivers diabetes:

    1. Apakah pasien diabetes atau diabetesi harus selalu makan dengan menu diet khusus?

    Jawaban: Tidak selalu, karena selama bisa mengetahui kebutuhan harian dan bisa mengontrol porsi makanan, mereka dapat mengkonsumsi makanan yang sama dengan orang lain.

    1. Apakah ketika belanja makanan untuk para diabetesi, amatlah penting untuk memilih makanan yang “sugar free” atau “diabetes friendly”?

    Jawaban: Salah. Semua makanan olahan walaupun sugar free tapi kebanyakan tetap tinggi karbohidrat, karena itu sebaiknya baca teliti kandungan nutrisinya, dan pilihlah makanan segar dibanding produk instan dan olahan.

    1. Apakah saya (caregiver) benar-benar tidak boleh makan permen atau kue-kue manis?

    Jawaban: Boleh makan semua jenis kue, dan coklat asal paham betul porsinya yang aman bagi gula darah mereka.

    1. Apakah para penderita diabetes bisa merasakan saat gula darahnya terlalu rendah atau terlalu tinggi?

    Jawaban: Tidak benar! Banyak pasien diabetes tidak mengetahui saat gula darahnya terlalu tinggi atau terlalu rendah.

    1. Bagaimana jika penderita diabetes ingin mendonorkan darahnya?

    Jawaban: Selama gula darahnya terkontrol maka tidak ada masalah bila ingin mendonorkan darahnya.

    1. Apakah para pasien diabetes tidak boleh mengendari kendaraan bermotor, menjadi pilot pesawat terbang, atau masinis kereta?

    Jawaban: Penderita diabetes bisa produktif di tempat kerja manapun selama gula darahnya terkontrol. Khusus untuk menjadi pilot FAA memiliki acuan kesehatan khusus yang harus dipenuhi, dan ini tidak hanya mencakup diabetes.

    1. Apakah para penderita diabetes mudah terserang flu dan penyakit lainnya?

    Jawaban: Daya tahan tubuh tidak tergantung apakah seseorang diabetes atau tidak. Namun penderita diabetes yang sedang sakit, kadar gula darahnya akan lebih sulit dikontrol.

    1. Jika salah seorang keluarga saya menderita diabetes dan merencanakan kehamilan, apakah diperbolehkan?

    Jawaban: Penderita diabetes yang gula darahnya terkontrol bisa hamil dan mengalami persalinan normal seperti wanita pada umumnya

    1. Bagaimana dengan penderita diabetes tipe 2 yang sudah memakai insulin? Apakah mereka termasuk ke dalam kondisi yang sudah berat?

    Jawaban: Diabetes adalah penyakit yang progresif. Jadi lambat laun pasti akan memakai insulin, dan insulin akan membuat kadar gula darah lebih terkontrol dibandingkan obat minum.

    Pertanyaan di atas tentang diabetesi dan caregivers beserta jawabannya penting untuk dipahami oleh para caregivers diabetesi agar tidak ada lagi mitos-mitos tidak jelas yang menghalangi niat dan ketulusan mereka merawat pasien diabetes.

    Read More
  • Apakah saya dapat terkena penyakit diabetes? Apakah gaya hidup saya dapat menjadi faktor risiko penyakit diabetes? Ada banyak pertanyaan yang selama ini Anda sembunyikan mengenai diabetes pastinya. Ya, diabetes bukan lagi penyakit orang kaya. Faktanya penyakit ini menyerang siapa saja, tidak mengenal usia dan jenis kelamin, apalagi kelas sosial. Lalu apa yang bisa saya lakukan […]

    Trending Health Talk #THT Bersama BlogDokter: Apakah Saya Dapat Menderita Diabetes?

    Apakah saya dapat terkena penyakit diabetes? Apakah gaya hidup saya dapat menjadi faktor risiko penyakit diabetes?

    Ada banyak pertanyaan yang selama ini Anda sembunyikan mengenai diabetes pastinya. Ya, diabetes bukan lagi penyakit orang kaya. Faktanya penyakit ini menyerang siapa saja, tidak mengenal usia dan jenis kelamin, apalagi kelas sosial. Lalu apa yang bisa saya lakukan agar tidak terkena penyakit diabetes?

    Woro2_Ngobat_BlogDokter-02

    Menjalani gaya hidup sehat memang sudah kewajiban. Beruntungnya hari Jumat, 15 April kemarin ProSehat berkesempatan untuk mengadakan Trending Health Talk #THT dengan tema “Apakah Saya Dapat Menderita Diabetes?”. Merupakan suatu kesempatan yang baik bagi kami karena dapat mengadakan #THT bersama dr. I Made Cock Wirawan dari @blogdokter yang saat ini sudah memiliki 1 Juta followers di dunia maya. Selain aktif di Twitter, dokter kelulusan FK UNUD, Bali ini juga memiliki blog yang dikhususkan untuk edukasi kesehatan di www.blogdokter.net. Nah, berikut ini sesi #THT kami dengan dr. Made dalam usaha #LawanDiabetes kemarin. Yuk, simak!

    1. Untuk memulai Trending Health Talk #THT kali ini, bisa dijelaskan dulu dok, apa itu penyakit Diabetes?

    Jawaban: Diabetes adalah penyakit yang diakibatkan oleh gangguan pada hormon insulin. Insulin sendiri adalah hormon yang mengatur glukosa/gula dari makanan agar bisa dimanfaatkan dengan baik oleh tubuh. Bila insulin bermasalah maka proses pemanfaatan glukosa oleh tubuh pun bermasalah sehingga timbul gejala diabetes.

    2. Kami dengar ada 2 jenis Diabetes ya dok? Apa bedanya dan apakah keduanya bisa dicegah?

    Jawaban: Betul, secara umum ada 2 jenis diabetes, yakni diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 terjadi akibat gangguan pada pankreas sehingga produksi insulin terganggu (tidak berproduksi/produksinya kurang). Sedangkan diabetes tipe 2 terjadi saat produksi insulin normal tapi sel tubuh tidak merespon dengan baik kerja insulin. Di antara kedua jenis diabetes ini, maka diabetes tipe 2 yang paling bisa dicegah.

    3. Lalu,untuk diabetes yang bisa dicegah, bagaimana cara mencegahnya?

    Jawaban: Cara mencegah diabetes yang paling simpel adalah menjaga pola makan dan pola hidup agar selalu sehat. Usahakan berat badan selalu dalam kondisi sehat, mengurangi konsumsi makanan yang kadar gulanya tinggi. Jadi prinsip utama pencegahan diabetes adalah jaga pola makan dan pola hidup tetap sehat.

    4. Untuk mengetahui apakah kita mengidap penyakit diabetes, cek kesehatan apa yang perlu dilakukan?

    Jawaban: Seseorang yang menderita diabetes tidak akan tahu dirinya menderita sampai dilakukan pengecekan kadar gula darah. Mengapa perlu dilakukan pengecekan kadar gula darah? Karena pada fase awal, diabetes tidak bergejala. Pengecekan gula darah secara teratur dapat mendeteksi secara dini adanya diabetes untuk cegah komplikasi.

    5. Seberapa sering kita harus cek gula darah? Dan berapa kadar gula darah yang normal?

    Jawaban: Cek gula darah bisa dilakukan kapan saja tapi yang paling bagus adalah cek gula darah saat puasa. Kadar gula darah normal adalah antara 70 sampai 100 mg/dL pada pemeriksaan kadar gula darah puasa. Disebut diabetes bila saat pemeriksaan kadar gula puasa didapatkan hasil di atas 126 mg/dL. pemeriksaan kadar gula darah puasa dilakukan setelah pasien tidak makan 8 jam sebelum pemeriksaan.

    6. Lalu, kalau HbA1c, itu apa ya dok?

    Jawaban: HbA1c atau glycated hemoglobin test adalah salah satu metode untuk diagnosa diabetes. HbA1c juga penting untuk memantau seberapa berhasil pengobatan diabetes yang telah dilakukan. Disebut diabetes bila pada pemeriksaan HbA1c diperoleh hasil lebih besar atau sama dengan 6,5%.

    7. Kalau gejala yang harus diwaspadai karena kemungkinan dari merupakan tanda penyakit diabetes, apa saja ya dok?

    Jawaban: Meskipun pada fase awal diabetes tidak menimbulkan gejala tapi ada beberapa gejala khas diabetes yang bisa diwaspadai. Gejala khas diabetes: kerap kehausan tapi sering kencing dan mulut kering dan kerap lapar dan makan tapi badan justru mengurus dan lemas. Gejala lain akan muncul bila telah terjadi komplikasi seperti mata kabur bila telah terjadi komplikasi pada mata. Bisa juga ada gejala pada saraf, kulit, dan lain-lain, menurut komplikasi yang telah terjadi.

    8. Lalu, siapa saja sih yang mempunyai risiko untuk terkena penyakit diabetes?

    Jawaban: Ada beberapa faktor risiko diabetes, baik diabetes tipe 1 maupun tipe 2. Faktor risiko diabetes tipe 1: riwayat keluarga, penyakit pankreas serta penyakit lain yang merusak pankreas. Faktor risiko diabetes tipe 2: kegemukan, hipertensi, kebanyakan duduk, usia, rendahnya kadar HDL kolesterol, dan lain-lain. Di antara faktor risko diabetes tipe 2 yang paling utama adalah kegemukan terutama timbunan lemak pada perut/buncit.

    9. Bagaimana cara pencegahan diabetes dari sisi makanan dan olahraga?

    Jawaban: Menjaga pola makan dan tetap berolahraga menjadi sangat penting dalam mencegah diabetes. Pilihlah makanan yang sehat, tinggi serat, rendah lemak, rendah garam dan rendah gula. Makanan yang mutlak dikurangi adalah makanan yang kadar gulanya tinggi dan yang memiliki indeks glikemik tinggi. Olahraga juga penting untuk menjaga berat badan tetap sehat sehingga diabetes menjauh. Lakukan olahraga aerobik secara rutin minimal 150 menit per minggu untuk jaga berat badan.

    Read More

Showing 1–10 of 23 results

WhatsApp Asisten Maya saja