Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Waspada! Menderita Diabetes Saat Kehamilan

Menderita Diabetes Saat Hamil – Rasa bahagia saat dipercaya tuhan untuk mengandung buah cinta Sahabat dan pasangan, Namun kebahagian tersebut tidak berlangsung lama, setelah dokter mengatakan Sahabat menderita diabetes. Diabetes pada kehamilan dapat mengakibatkan hal yang dapat mematikan janin.

Terlebih lagi jika di usia kehamilan muda dapat menyebabkan keguguran. Menurut dr. Fernandi Moegni, SpOG yang dilansir melalui TanyaDok.com mengatakan “Nutrisi yang diterima janin akan menurun sehingga pertumbuhannya menjadi terhambat.”

Baca Juga: Si Penghambat Rumah Tangga

Namun apabila janin dalam kandungan dapat dipertahankan hingga usia kehamilan yang matang. Maka saat dilahirkan, berat badan bayi dapat mencapai 4 kilogram.Sehingga keinginan untuk lahir normal harus Sahabat tunda demi kebaikan. Diabetes mellitus pada kehamilan sering dikenal dengan Diabetes Mellitus Gestasional (DMG). Diabetes mellitus gestasional ini adalah adanya intoleransi glukosa yang terjadi atau diketahui pertama kali pada saat hamil.

Gejala ini hampir sama dengan gejala diabetes pada umumnya seperti, Selalu merasa haus, sering buang air kecil dan sering merasa lapar. Hal yang membedakannya hal ini terjadi pada saat penderita hamil. Umumnya diabetes dibagi menjadi dua tipe, Diabetes Mellitus (DM) Tipe 1 dan Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2. Begitupun untuk diabetes mellitus pada kehamilan kedua dapat dibagi menjadi 2 macam:

  1.       Diabetes yang sudah diketahui

Untuk Sahabat yang menderita diabetes sebelum hamil memang sudah mengetahui sebelumnya, maka dikatakan sebagai Diabetes Melitus Pragestasional dan termasuk dalam Diabetes Mellitus tipe 1 (Insulin Depedent Diabetes Mellitus/ IDDM).

  1.       Menderita Diabetes Saat Hamil

Bagi Sahabat yang tidak mengidap diabetes mellitus namun baru mengidap pada saat kehamilan dikatakan Pregnancy-Induced Diabetes Mellitus yaitu diabetes mellitus sesungguhnya, sesuai dengan definisi lama WHO 1980.

Setelah kehamilan Sahabat berakhir, maka lakukanlah tes toleransi glukosa oral (TTGO) untuk membedakan kedua jenis tersebut. Gula darah kehamilan yang normal lebih rendah secara bermakna. Hal ini dipengaruhi oleh:

  1.       Pengambilan glukosa sirkulasi plasenta meningkat
  2.       Produksi glukosa dari hati menurun
  3.       Produksi alanin menurun
  4.       Aktifitas eksresi ginjal meningkat
  5.       Efek-efek hormone gestasional
  6.       Adanya perubahan metabolisme lemak dan asam amino
  7.       Faktor lainnya :
  • Memiliki riwayat keluarga yang menderita diabetes mellitus
  • Wanita berumur lebih dari 35 tahun
  • Wanita obesitas
  • Memiliki riwayat melahirkan (anak berukuran besar, lahir mati atau bayi yang dilahirkan cacat)

Sangat dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan (screening) pada pertemuan antenatal pertama. Walaupun Sahabat dinyatakan negatif, dianjurkan untuk melakukan tes ulang pada usia kehamilan 26-28 minggu. Karena pada usia kehamilan tersebut lebih efektif dan akan keluar hasil positif tertinggi gula darah Sahabat.

Baca Juga: Fakta Melawan Diabetes

Untuk menghindari hal itu, sahabat perlu melaksanakan diet sehat, aktifitas sehat serta kontrol gula darah dan konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Sahabat mencari produk kesehatan yang aman dan berkualitas? Di ProSehat sahabat bisa mendapatkannya, selain itu sahabat akan dibantu Maya asisten kesehatan dari ProSehat. Hubungi Maya sekarang melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau klik https://www.prosehat.com/.

Sumber:

Yo, Yenni. “Waspada Diabetes Mellitus Pada Ibu Hamil”. Diakses pada 19 Januari 2018
Haurissa, Andreas E. “Liputan: Diabetes Saat Kehamilan? Kita Mesti Waspada”. Diakses pada 19 Januari 2018

 

WhatsApp Asisten Maya saja