Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ lansia”

  • Masa tua biasanya identik dengan otot yang melemah, tubuh yang tak lagi bugar dan kuat seperti dahulu kala. Oleh karena itu, banyak orang menganggap masa tua adalah periode yang cukup mengkhawatirkan untuk dilewati. Padahal, dengan kombinasi yang baik antara olahraga, diet bahkan cara berpikir, melewati masa tua dengan tubuh bugar dan bahagia bukan hal mustahil. […]

    Menua dengan Aktif

    Masa tua biasanya identik dengan otot yang melemah, tubuh yang tak lagi bugar dan kuat seperti dahulu kala. Oleh karena itu, banyak orang menganggap masa tua adalah periode yang cukup mengkhawatirkan untuk dilewati. Padahal, dengan kombinasi yang baik antara olahraga, diet bahkan cara berpikir, melewati masa tua dengan tubuh bugar dan bahagia bukan hal mustahil.

    Bertambahnya usia memang mempengaruhi hampir setiap bagian dalam tubuh, termasuk rambut, kulit, jantung, otot dan masih banyak lagi. Namun, memiliki gaya hidup yang baik mampu menghambat dan menangkal efek negatif dari penuaan tersebut.

    Pada saat lanjut usia terdapat banyak perubahan dalam tubuh, seperti perubahan komposisi tubuh (lemak tubuh, hormon, massa otot tubuh), sistem kardiovaskular dan respirasi, kognitif (pikiran), dan sistem muskuloskletal (saraf, otot, dan persendian). Sendi pada lansia sangat beresiko pengapuran sendi dan pengeroposan. Selain itu, lansia juga lebih berisiko mengalami syaraf kejepit (leher dan pinggang) yang dampaknya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. 

    Baca Juga: 8 Cara Cegah Jatuh Pada Lansia

    Nah, fisioterapi merupakan salah satu cara untuk mengurangi keluhan seputar sendi, saraf, dan otot pada lansia. Berikut adalah gambaran beberapa latihan fisioterapi yang dapat dilakukan oleh lansia sendiri.

    Fisioterapi pada lansia memiliki beberapa manfaat antara lain memperlambat proses penuaan, mempertahankan kualitas hidup, mengembangkan kualitas hidup sesuai dengan keadaan dan kemampuan fungsional, serta mempertahankan produktivitas dalam kehidupan. 

    Selain fisioterapi, lansia juga sebaiknya melakukan olahraga ringan agar tubuh selalu bugar. Beberapa manfaat berolahraga bagi lansia antara lain menyehatkan jantung dan paru, menjaga kesehatan sendi, saraf, dan otot, memperbaiki komposisi tubuh, mengurangi depresi serta meningkatkan kepercayaan diri bagi lansia serta meningkatkan daya tahan dan keseimbangan tubuh.

    Jenis olahraga yang baik untuk dilakukan oleh lansia antara lain adalah latihan aerobik, kekuatan otot, serta fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Kemudian, ada beberapa olahraga yang sebaiknya dihindari bagi lansia seperti gerakan aerobik yang high impact, gerakan fleksi tulang belakang yang tiba-tiba, olahraga pada tempat yang berbahaya seperti tempat yang licin, becek, atau tidak rata, latihan beban tangan dan latihan statis.

    Prinsip latihan pada lansia sama dengan olahraga pada usia lainnya. Pada awalnya, gerakan pemanasan harus dilakukan untuk menghindari cedera. Kemudian masuk ke latihan inti yang dapat meningkatkan kebugaran, kekuatan otot, daya tahan, kelenturan atau ketangkasan. Terakhir, gerakan pendinginan yang berfungsi untuk menurunkan kerja jantung secara perlahan, mencegah pengumpulan darah pada vena, mencegah nyeri otot dan mengurangi defisit oksigen dan asam laktat.

    Latihan dapat dilakukan 3-5 kali seminggu dan dapat disertai beban ringan saat latihan. Olahraga yang dilakukan harus sesuai dengan kebutuhan lansia. Olahraga pada lansia perlu diperhatikan dari segi keamanan dan masalah kesehatan oleh karena itu perlu pengecekan secara mendalam oleh Fisioterapis sebelum program latihan dimulai.

    Pada lansia dengan riwayat jatuh apa yang harus dilakukan untuk mempercepat penyembuhan?

    Banyak faktor yang harus kita lihat bila lansia jatuh seperti adanya bengkak dan luka terbuka, adanya perubahan struktur pada area tersebut atau kemampuan  pasien bisa berdiri apa tidak. Bila lansia jatuh dan menyebabkan beberapa sendi bengkak, pertolongan pertama dapat dengan mengompres dengan air es. Kemudian, segera cek ke dokter untuk memastikan tidak ada patah tulang atau cedera serius lainya akibat jatuh.

    Baca Juga: Tips Membawa Lansia Liburan

    Apakah knee exercise dapat dilakukan sendiri dirumah atau harus dengan pendampingan terapis di klinik fisioterapi?

    Pencegahan untuk latihan dasar bisa dilakukan di rumah. Namun, ada hal yang harus diperhatikan seperti kondisi penglihatan pasien (dapat menjadi faktor lansia jatuh), dan area yang tidak aman bagi lansia (lampu penerangan di rumah, alas kaki rumah (keset) yang licin. Latihan dapat dilakukan 10-15 pengulangan aja setiap hari atau toleransi semampu orang tersebut. Jika masih meragukan, dapat dilakukan dengan bantuan fisioterapis.

    Bagaimana latihan yang dapat dilakukan untuk nyeri lutut pada lansia?

    Olahraga yang disarankan untuk lansia yang memiliki masalah dengan sendi lutut adalah olahraga dengan minimal tumpuan beban seperti berenang atau sepeda. Bila tidak sembuh juga lebih baik cek ke dokter karena  dikhawatirkan cedera tulang rawan sendi.

    Apakah pemakaian knee braces berpengaruh agar tidak semakin nyeri?

    Pemakaian knee braces dapat membuat sendi lutut lebih stabil sehingga dapat mengurangi tekanan pada lutut dan nyeri pada sebagian orang. Namun, pemakaian alat ini juga dapat menyebabkan kekakuan pada sendi, bengkak, dan iritasi kulit. Konsultasikan pada dokter Sahabat mengenai pemakaian alat bantu ini.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Lansia menurut WHO adalah seseorang yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupan. Dalam hal ini adalah seseorang yang telah berusia diatas 60 tahun. Menurut Depkes, lansia terbagi dalam 3 kelompok, yakni: Lansia dini (55-64 tahun), merupakan kelompok baru yang memasuki usia lansia Lansia (65 tahun ke atas ) Lansia resiko tinggi , yaitu lansia […]

    Pentingnya Olahraga untuk Lansia

    Lansia menurut WHO adalah seseorang yang telah memasuki tahapan akhir dari fase

    kehidupan. Dalam hal ini adalah seseorang yang telah berusia diatas 60 tahun. Menurut Depkes, lansia terbagi dalam 3 kelompok, yakni:

    • Lansia dini (55-64 tahun), merupakan kelompok baru yang memasuki usia lansia
    • Lansia (65 tahun ke atas )
    • Lansia resiko tinggi , yaitu lansia yang berusia lebih dari 70

    Lansia juga perlu melakukan aktivitas fisik setiap harinya. Aktivitas fisik dapat diartikan sebagai setiap gerakan tubuh yang membutuhkan pengeluaran energi. Ini termasuk setiap gerakan yang Anda lakukan sepanjang hari (tidak termasuk duduk diam atau berbaring). Aktivitas ini contohnya adalah berjalan ke dapur, naik tangga, memotong rumput, mencuci, memasak dan bahkan membersihkan rumah dianggap sebagai aktivitas fisik. Olahraga adalah jenis aktivitas fisik tetapi tidak setiap aktivitas fisik adalah olahraga.

    Sedangkan olahraga adalah kegiatan yang direncanakan, terstruktur, dan berulang dengan tujuan meningkatkan atau mempertahankan kebugaran fisik. Latihan dalam olahraga mencakup beberapa aspek sebagai berikut:

    • Latihan Keseimbangan
    • Latihan Aerobik
    • Latihan Kekuatan
    • Latihan Fleksibilitas

    Saat ini, telah banyak para ahli kesehatan yang memasukkan olahraga sebagai sarana untuk mempercepat kesembuhan, seperti masalah pada lutut dan pinggang, banyak para dokter ahli menganjurkan pasien untuk berenang maupun jalan pagi. Selain upaya rehabilitatif, olahraga juga berguna dalam hal preventif. Hal ini karena olahraga dapat:

    • Menurunkan resiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke dan diabetes tipe 2
    • Menurunkan resiko kanker usus dan kanker payudara
    • Meningkatkan suasana hati dan mampu mengatur tingkat stress
    • Meningkatkan kekuatan otot dan sendi, fleksibilitas, keseimbangan dan mobilitas
    • Menurunkan resiko jatuh dan meningkatkan fungsi kognitif

    Olahraga yang dianjurkan adalah aktivitas fisik aerobik intensitas sedang: 150 menit /minggu atau minimal 30 menit selama 5 hari dalam seminggu, contoh jalan cepat, sepeda statis dan dapat dikombinasi dengan latihan kekuatan otot yang melibatkan otot-otot besar minimal 2x seminggu. Contoh latihan kekuatan otot Home-based resistance programme adalah Body-weight, pemberat tungkai, elastic resistance band, dan dumbell. Kemudian, latihan fleksibilitas juga dilakykan dengan tujuan menggerakkan sendi sampai ke rentang gerak yang maksimal, contohnya peregangan statis, yoga, menari, tai chi, dan latihan aquatik.

    Olahraga dengan intensitas sedang untuk latihan aerobik bagi lansia dapat dilakukan melalui beberapa cara:

    1. Denyut nadi: 65-80% Denyut Nadi Maksimal, DNM= 220 – usia
    2. Talk test : dapat berbicara atau mengucapkan kalimat tanpa terengah-engah, tapi tidak dapat bernyanyi.

    Lansia biasanya malas berolahraga karena patokan pada angka (usia), perubahan hormon dan anggapan bahwa sudah terlambat utk olahraga di usia lanjut dan minder pada yang lebih muda adalah penyebab terbesar kemalasan pada lansia. Mereka seringkali memiliki masalah lansia seperti  masalah di persendian seperti sakit lutut,bahu, pinggul , osteoporosis, dan masalah di persyarafan seperti saraf kejepit, alzheimer, demensia, stroke, parkinson, serta metabolic syndrome seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan beberapa kondisi lainnya.

    Sedangkan di Indonesia sendiri, menurut Riskesdas 2018, lansia yang mengalami keluhan tersebut memiliki angka yang cukup banyak, yaitu: stroke (10,9%), penyakit sendi (7,3%), diabetes mellitus (2,0%), penyakit jantung (1.5%), hipertensi (8.4%), obesitas (21.8%), dan aktivitas fisik kurang (33,5 %). Faktor resiko tersebut yang terkadang dianggap sebagai hal yang akan memperparah kondisi tersebut, padahal jenis dan tipe olahraga itu banyak sekali, yang artinya dengan kondisi tersebut, lansia tetap dapat berolahraga. Ketahui kondisi Anda dan konsultasikan secara berkala untuk mengetahui jenis dan tipe olahraga yang tepat bagi Anda.

    Ada banyak sekali latihan  yang dapat dilakukan dirumah salah satunya adalah latihan penguatan otot. Otot paha depan. Latihan ini sangat penting karena saat kita berjalan, duduk ke berdiri, jongkok ke berdiri dan berdiri lama, kita menggunakan otot tersebut. Cukup rentangkan kaki ke depan, lutut lurus dan paha depan langsung kenceng.

     

    Keterangan gambar:

    1. Pojok kiri atas:  latihan untuk otot bokong, kaki kiri dibawa ke belakang dan diangkat ke atas. Rasakan tarikan di bokong
    2. Pojok kanan atas : latihan untuk otot belikat (baik untuk postur agar tegak), badan menghadap ke tembok kemudian kedua tulang belikat / di belakang bahu, disatukan.
    3. Kiri bawah: latihan untuk otot belikat juga tetapi versi mudahnya, badan menghadap ke tembok kemudian kedua tulang belikat / di belakang bahu, disatukan. Latihan ini boleh dibantu dengan kaki kanan maju ke depan, agar lebih stabil
    4. Kanan bawah: latihan kekuatan otot leher, taruh handuk di kening, lalu coba tekan handuk menggunakan kening.

    Keterangan gambar:

    Tangan ditekuk dan siku dekat ke arah tubuh, kemudian, bagi  bapak ibu yang duduknya membelakangi tembok, sikunya boleh didorong melawan tembok. Nah, jadi siku kanan dan kiri dibawa ke arah tembok. rasakan otot yang kencang di bagian belakang

    Keterangan gambar:

    Latihan untuk otot lengan belakang atau trisep. Otot ini sangat penting khususnya untuk pasien stroke atau pasien yg berada di kursi roda karena otot ini membantu menopang tubuh saat pasien ingin berdiri dari kursi roda atau tempat duduk. Caranya: bawa kedua lengan, ke arah belakang, melewati tubuh, kemudian di posisi tersebut, tekuk dan luruskan siku ke belakang. dan rasakan otot yang kenceng ada di lengan belakang.

    Jika sebelumnya Anda belum aktif berolahraga dan baru ingin memulai berolahraga, Anda dapat mulai dengan perlahan untuk mencapai goal Anda. Dosis dan jenis latihan tergantung pada

    usia dan kesehatan Anda. Konsultasikan pada dokter spesialis olahraga kami untuk menentukan program olahraga terbaik untuk Anda.

     

    Lansia yang memiliki masalah karena sindrom metabolik seperti diabetes dan kolesterol serta mengalami insomnia dan jalan mulai bungkuk, olahraga apa yang tepat untuk dilakukan?

    Bila masih bisa jalan, latihan aerobiknya bisa dengan jalan kaki. dan tambahkan latihan kekuatan. Bila kesulitan jalan, latihan duduk dapat sering dilakukan. Total latihan 15 -20 menit pertama, biasanya boleh jalan ditempat dulu. Kemudian sedikit mobilisasi untuk tulang belakang dan tentunya penguatan otot. Secara umum, dosis olahraga aerobik yang sebaiknya dilakukan mencapai 150 menit per minggu dan  bisa dipecah jadi 30 menit setiap hari atau 5 kali seminggu.

     

    Olahraga dapat dilakukan pada  pagi hari kalau bisa kena matahari sebelum jam 9 pagi supaya vitamin D terserap dengan baik dan membantu mencegah osteoporosis atau tulang keropos.

    Posisi tubuh yang cenderung membungkuk, sebetulnya bisa dilatih. asalkan bukan kelainan tulang belakang sedari dulu. Latihan mobilisasi dan penguatan otot punggung / penegak tubuh, pasti memberikan hasil untuk postur yang lebih baik.

     

    Olahraga apa yang tepat untuk lansia yang pernah mengalami cedera lutut?

    BIla lansia terkena radang sendi atau osteoartritis, olahraga atau latihan penguatan otot kaki sebaiknya dilakukan.

     

    Olahraga atau aktivitas apa yang dapat dilakukan pada pasien pasca stroke dengan kelemahan tungkai?

    Aktivitas menendang bola perlahan dapat dilakukan. Kemudian, bila otot kaki sudah kuat, latihan dapat ditingkatkan menjadi latihan duduk berdiri perlahan-lahan.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Orang tua terkadang terlupakan saat liburan seperti sekarang ini. Kalau biasanya Anda merencanakan liburan dengan teman-teman dan keluarga, bagaimana dengan orang tua Anda? Tidak ada salahnya untuk membawa mereka liburan juga, karena mereka masih membutuhkan waktu bersama anak dan cucu mereka, terutama di momen-momen liburan. Sadly, mungkin masih banyak yang merasa membawa anak saja sudah […]

    10 Tips Membawa Lansia Liburan dengan Pesawat Terbang

    Orang tua terkadang terlupakan saat liburan seperti sekarang ini. Kalau biasanya Anda merencanakan liburan dengan teman-teman dan keluarga, bagaimana dengan orang tua Anda? Tidak ada salahnya untuk membawa mereka liburan juga, karena mereka masih membutuhkan waktu bersama anak dan cucu mereka, terutama di momen-momen liburan. Sadly, mungkin masih banyak yang merasa membawa anak saja sudah cukup merepotkan, apalagi membawa orang tua. Sebenarnya tidak sulit untuk membawa lansia liburan, apalagi dengan menggunakan pesawat terbang. Perjalanan bersama orang tua Anda bisa tetap menyenangkan jika sebelumnya Anda sudah merencanakannya dengan matang. Kemudian apa saja yang harus dipersiapkan untuk membawa orang tua ‘terbang’?

    beli suplemen dan multivitamin liburan dengan lansia prosehat

    Memasuki usia senja mereka dengan kategori usia di atas 65 tahun memang cukup riskan untuk membawanya liburan lintas negara, tapi semua masih bisa dilakukan dengan beberapa tips membawa lansia liburan dengan pesawat terbang ini:

    1. A Good Plan Comes with A Good Result
    Pertimbangan untuk membawa lansia atau orang tua harus dipikirkan matang-matang dan jangan mendadak. Jangan jadikan mereka pilihan terakhir sehingga Anda kurang persiapan untuk membawa mereka liburan. Rencana yang jelas sangat diperlukan karena hal ini berkaitan dengan kesehatannya.

    2. Konsultasi dengan Dokter
    Jika sudah fixed untuk membawa mereka liburan lintas negara, konsultasikan hal ini dengan dokter mereka terkait penyakit kronis yang mungkin sedang diderita oleh orang tua Anda. Perlu diingat bahwa lansia dengan kategori usia di atas 60 tahun cenderung memiliki penyakit kronis seperti diabetes, asam urat, penyakit jantung, dan masih banyak lagi.

    tebus resep obat diabetes di sini - prosehat

    Baca juga: Tips Traveling dengan Diabetesi

    3. Perhatikan Jenis dan Jumlah Obat Rutin/Resep yang Harus Dibawa
    Para lansia termasuk orang tua Anda dengan penyakit kronisnya memerlukan obat resep dan obat rutin yang harus diminum dalam selang interval tertentu. Sebaiknya Anda mulai membuat list terkait jenis dan jumlah obat-obatan rutin yang harus dibawa tanpa berbenturan dengan peraturan maskapai penerbangan Anda. Beberapa maskapai sudah sering menerapkan aturan terkait obat-obatan yang boleh dibawa dan bagaimana cara membungkusnya. Tebus resep obat sekarang lebih mudah dilakukan karena sudah ada jasa yang dapat menebusnya secara online untuk Anda.

    Baca juga: Peraturan Membawa Obat-obatan di dalam Pesawat

    4. Lakukan Tes Kesehatan
    Disarankan bagi para lansia untuk menjalani tes kesehatan sebelum terbang. Penting untuk mengetahui kondisi kesehatan jantung mereka dan pastikan kondisinya stabil. Jangan malah liburan ini memperburuk kondisi kesehatan mereka.

    klik di sini beli p3k keluarga

    Beli di sini: Paket P3K Liburan Keluarga

    5. Hubungi Maskapai Penerbangan Jika Membutuhkan Kursi Roda
    Biasanya para lansia sudah mengalami gangguan untuk berjalan, dan jika hal ini juga terjadi pada orang tua Anda, pastikan Anda sudah memesan kursi roda sebelumnya pada maskapai penerbangan Anda.

    6. Cek Dokumen
    Sebelum bepergian pastikan dokumen milik orang tua Anda sudah lengkap dan juga surat rekomendasi dari dokter Anda terkait penyakit kronis yang diderita orang tua Anda. Dokumen ini bisa digunakan ketika Anda meminta ijin untuk orang tua Anda duduk di bulkhead seat atau aisle seat dengan legroom.

    7. Siapkan Snack Ringan dan Sehat
    Botol berisi air mineral dengan krakers, biskuit atau buah-buahan di tas terpisah juga harus disiapkan. Hal ini dapat mencegah dehidrasi atau gula darah rendah. Air mineral juga mungkin diperlukan ketika mereka harus minum obat rutin mereka.

    8. Banyak Bergerak
    Terlalu lama duduk di dalam pesawat terbang dapat menyebabkan pembekuan darah, inflamasi pada sendi, atau otot. Untuk itu jika para lansia masih kuat untuk berdiri, lakukan stretch dengan berdiri dalam selang interval tertentu. Jangan merasa malu untuk berjalan ke lorong pesawat sekali atau dua kali. Movement is important.

    9. Turun Pada Giliran Terakhir
    Disembark pada giliran terakhir ketika Anda membawa orang tua bersama Anda. Hal ini dapat menjaga keselamatan orang tua Anda dari kerumunan penumpang lain yang mencoba turun dari pesawat.

    10. Destinasi Liburan Elderly-friendly
    Pastikan destinasi liburan Anda tidak akan membuat orang tua Anda bekerja keras menggunakan tubuhnya karena inti dari liburan kali ini adalah relaksasi bagi mereka. Jadi pastikan destinasinya bukan hiking ke gunung, ya.

    klik di sini ebook p3k keluarga

    Free Download E-book P3K Keluarga: Tips dan Checklist Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Liburan

    Referensi:

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja