Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ lansia”

  • Tanggal 24-30 April setiap tahunnya diperingati sebagai pekan imunisasi dunia (world immunization week). Tahun ini, Indonesia memanfaatkan momen pekan imunisasi dunia ini untuk mengajak masyarakat berusia lanjut agar mau divaksin Covid-19 meskipun sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan. Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19? Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah […]

    Pekan Imunisasi Dunia, Mari Ajak Lansia Divaksin Covid-19

    Tanggal 24-30 April setiap tahunnya diperingati sebagai pekan imunisasi dunia (world immunization week). Tahun ini, Indonesia memanfaatkan momen pekan imunisasi dunia ini untuk mengajak masyarakat berusia lanjut agar mau divaksin Covid-19 meskipun sedang menjalani ibadah puasa di bulan Ramadan.

    pekan imunisasi dunia

    Baca Juga: Seperti Apa Imunisasi Anak di Masa Pandemi Covid-19?

    Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mengeluarkan fatwa bahwa pemberian vaksin Covid-19 di bulan Ramadan tidak membatalkan puasa.

    Juru bicara vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan, dr. Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa angka kesakitan dan kematian masyarakat golongan lanjut usia (lansia) akibat penyakit  Covid-19 mencapai 50%. Hal ini yang membuat para lansia menjadi golongan prioritas untuk mendapatkan vaksin Covid-19.

    Berdasarkan data yang dikutip dari vaksin.kemenkes.go.id. per 26 April 2021, diketahui jumlah lansia yang baru mendapatkan vaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 11.2% dan baru 6.18% lansia yang mendapatkan vaksin Covid-19 dosis kedua dari target 21.553.18 orang lansia.

    Beberapa faktor seperti masih adanya keraguan terhadap vaksin Covid-19, dan riwayat penyakit yang diderita sebelumnya menjadi alasan jumlah peserta vaksin lansia masih rendah.

    Baca Juga: Bantu Vaksinasi Lansia, Menkes Luncurkan Home Care dan Home Delivery

    Pentingnya edukasi pada Pekan Imunisasi Dunia juga diungkapkan oleh Prof. Dr.dr.Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si, yang merupakan anggota Komite Penasehat Ahli Imunisasi Nasional atau Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) bahwa edukasi sangat penting agar masyarakat memahami manfaat imunisasi jangka panjang.

    Meskipun seseorang sudah pernah divaksin Covid-19 masih tetap berisiko terpapar penyakit, gejala yang dialami akan lebih ringan karena sebelumnya telah mendapatkan vaksinasi.

    Prof. Soedjatmiko meminta kepada para orang tua untuk mengikutsertakan anak agar mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal serta meminta kepada semua pihak untuk terus aktif mengkampanyekan pentingnya vaksin dan imunisasi karena lebih banyak manfaat yang diperoleh dibandingkan efek samping yang dialami.

    Baca Juga: Cara Imunisasi Tetap Aman Selama Covid-19

    Nah Sahabat Sehat, rupanya vaksin dan imunisasi sangat penting. Sahabat Sehat dan keluarga disarankan agar tidak ragu untuk disuntik vaksin, sehingga dapat melindungi dari beragam penyakit. Sahabat Sehat dapat menggunakan layanan vaksinasi ke rumah dari Prosehat yang mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Informasi lebih lanjut, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Pekan Imunisasi Dunia Jadi Momentum Dorong Lansia Vaksinasi Covid-19 Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 26 April 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/04/25/130500223/pekan-imunisasi-dunia-jadi-momentum-dorong-lansia-vaksinasi-covid-19?page=all
    2. Pekan Imunisasi Dunia, momentum edukasi vaksinasi COVID-19 [Internet]. Antara News. 2021 [cited 27 April 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2122886/pekan-imunisasi-dunia-momentum-edukasi-vaksinasi-covid-19
    3. Vaksin Dashboard [Internet]. Vaksin.kemkes.go.id. 2021 [cited 27 April 2021]. Available from: https://vaksin.kemkes.go.id/#/vaccines
    Read More
  • Indonesia disebut tengah mengalami euforia vaksinasi Covid-19, demikian yang diungkapkan oleh juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito melalui kanal Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa,20 April 2021. Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1 Juta Euforia vaksinasi terjadi akibat program vaksinasi Covid-19 telah berhasil dilaksanakan, terutama bagi kelompok prioritas […]

    Euforia Vaksinasi Sebabkan Peningkatan Kasus Covid-19?

    Indonesia disebut tengah mengalami euforia vaksinasi Covid-19, demikian yang diungkapkan oleh juru bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Profesor Wiku Adisasmito melalui kanal Youtube Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Selasa,20 April 2021.

    euforia vaksinasi, euforia vaksinasi covid-19

    Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai 1 Juta

    Euforia vaksinasi terjadi akibat program vaksinasi Covid-19 telah berhasil dilaksanakan, terutama bagi kelompok prioritas seperti masyarakat berusia lanjut.

    Namun kenyataannya, euforia tersebut berdampak pada  peningkatan kasus aktif Covid-19 sepanjang 12-18 April dengan persentase kasus mencapai 14,1% dan jumlah kasus meningkat menjadi 37.353 dari sebelumnya 32.740 pada periode 5-11 April.

    Profesor Wiku menyebut euforia vaksinasi Covid-19 yang tengah terjadi di masyarakat turut disebabkan karena semakin menurunnya kepatuhan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Adanya libur panjang di akhir pekan turut berdampak pada peningkatan kasus Covid-19.

    Baca Juga: Boleh Divaksin Covid-19 Saat Berpuasa? Ini Faktanya!

    Profesor Wiku meminta kepada seluruh kepala daerah untuk tetap menerapkan strategi 3T (tes, telusur, dan tindak lanjut) dan meminta masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir meskipun sudah divaksin.

    Sahabat Sehat, mari tetap menerapkan protokol kesehatan meskipun Sahabat Sehat sudah divaksin agar memutus rantai penularan Covid 19 dan mempercepat eliminasi Covid 19.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Sahabat Sehat dapat melakukan pemeriksaan deteksi dini Covid-19, dan berkonsultasi dengan dokter secara online di Prosehat. Informasi lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Indonesia C. Kasus Covid Naik 14 Persen, Diduga Dampak Euforia Vaksinasi [Internet]. nasional. 2021 [cited 21 April 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210420160327-20-632350/kasus-covid-naik-14-persen-diduga-dampak-euforia-vaksinasi
    2. Septiani A. Duh, Euforia Vaksinasi Bikin COVID-19 RI Naik 14 Persen! [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 21 April 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5539848/duh-euforia-vaksinasi-bikin-covid-19-ri-naik-14-persen

    .

    Read More
  • Masyarakat berusia lanjut merupakan kelompok prioritas dalam program vaksinasi Covid-19 di Indonesia karena berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 9 Februari 2021 sebanyak 47,3% pasien Covid-19 di Indonesia yang meninggal dunia ternyata berusia di atas 60 tahun. Baca Juga: Prosehat Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia Hal ini turut mendasari pemerintah sehingga menargetkan 21 juta masyarakat berusia lanjut sebagai […]

    Bantu Vaksinasi Lansia, Menkes Luncurkan Home Care dan Home Delivery

    Masyarakat berusia lanjut merupakan kelompok prioritas dalam program vaksinasi Covid-19 di Indonesia karena berdasarkan data Kementerian Kesehatan per 9 Februari 2021 sebanyak 47,3% pasien Covid-19 di Indonesia yang meninggal dunia ternyata berusia di atas 60 tahun.

    menkes luncurkan home care dan home delivery

    Baca Juga: Prosehat Gelar Vaksinasi Covid-19 Bagi Lansia

    Hal ini turut mendasari pemerintah sehingga menargetkan 21 juta masyarakat berusia lanjut sebagai sasaran vaksinasi Covid-19.

    Hingga awal April 2021 baru sekitar 11% masyarakat berusia lanjut yang telah mendapatkan vaksin Covid-19. Berangkat dari hal tersebut, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Komunitas Indonesia Lawan Libas Covid-19 (KILLCOVID19) meluncurkan 2 program untuk membantu mempercepat proses vaksinasi untuk masyarakat lanjut usia, yaitu Home Care dan Home Delivery.

    Home Care adalah program penjemputan menuju sentra vaksinasi, sedangkan Home Delivery adalah program penyelenggaraan vaksinasi di lokasi masyarakat berusia lanjut berada.

    Baca Juga: Bupati Kabupaten Tangerang Kunjungi Program Vaksinasi Bandara City Mall

    Kedua program tersebut telah diluncurkan pada Rabu, 21 April 2021 bertepatan dengan Hari Kartini oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Rumah Sakit Husada, Jakarta.

    Dalam acara peluncuran berjudul “Program Home Care & Home Delivery Vaksinasi 10.000 Lansia” Menteri Budi mengungkapkan bahwa program ini dapat membantu dan mempermudah masyarakat berusia lanjut untuk divaksin.

    Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KILLCOVID19, Adharta Ongkosaputra, menyatakan bahwa program tersebut merupakan langkah awal terutama untuk wilayah Jabodetabek dalam memperluas cakupan vaksinasi bagi masyarakat berusia lanjut sehingga selanjutnya dapat dilaksanakan vaksinasi bagi masyarakat berusia produktif.

    Ketua program, Hartono Atmadja, mengungkapkan bahwa untuk tahap awal sebanyak 66 orang lanjut usia telah dilibatkan dalam program ini dengan dijemput dari kediaman masing-masing. Selain di Jakarta, program ini juga diluncurkan di daerah Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Balikpapan, Medan, dan NTT.

    Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga merupakan Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN), Airlangga Hartarto, serta perwakilan masyarakat usia lanjut, yaitu Wirjawan Hardjamulia, yang telah berusia 104 tahun yang datang untuk menyemangati para lanjut usia.

    Sahabat Sehat, mari kita dukung program percepatan vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat lanjut usia agar mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat Covid-19 serta mempercepat eliminasi Covid-19.

    Baca Juga: Pemerintah Mengizinkan Pemberian Vaksin Sinovac untuk Lansia

    Jika Sahabat Sehat membutuhkan informasi lebih lengkap mengenai vaksinasi Covid-19 maupun produk kesehatan lainnya, silahkan berkonsultasi secara online dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Menteri Kesehatan Buka Program Vaksinasi 10.000 Lansia di RS Husada – Tribunnews.com [Internet]. Tribunnews.com. 2021 [cited 21 April 2021]. Available from: https://www.tribunnews.com/metropolitan/2021/04/21/menteri-kesehatan-buka-program-vaksinasi-10000-lansia-di-rs-husada
    2. Data Kemenkes per 9 Februari 2021: 47,3% Pasien Meninggal Covid-19 Adalah Lansia | merdeka.com [Internet]. merdeka.com. 2021 [cited 21 April 2021]. Available from: https://www.merdeka.com/peristiwa/data-kemenkes-per-9-februari-2021-551555-lansia-meninggal-karena-covid-19.html
    Read More
  • Batuk kronis pada lansia adalah batuk yang terjadi selama lebih dari dua bulan atau delapan minggu. Sebenarnya, batuk kronis tidak hanya terjadi pada lansia, namun juga pada orang dewasa muda atau anak-anak. Namun, data Copenhagen General Population Study tahun 2017 menunjukkan bahwa penderita batuk kronis terbanyak adalah lansia berusia 60 tahun ke atas.1 Batuk dapat […]

    Batuk Kronis pada Lansia, dari Gejala Hingga Pencegahan

    Batuk kronis pada lansia adalah batuk yang terjadi selama lebih dari dua bulan atau delapan minggu. Sebenarnya, batuk kronis tidak hanya terjadi pada lansia, namun juga pada orang dewasa muda atau anak-anak. Namun, data Copenhagen General Population Study tahun 2017 menunjukkan bahwa penderita batuk kronis terbanyak adalah lansia berusia 60 tahun ke atas.1

    batuk kronis pada orang tua

    Batuk dapat menimbulkan rasa tidak nyaman berkepanjangan bagi pasien dan pengaruh besar datang ke kehidupan mereka.2 Selain itu, batuk kronis sendiri bisa jadi merupakan salah satu tanda adanya gangguan kesehatan dan sebuah gejala penyakit lain yang lebih serius jika berlangsung secara terus-menerus.3 Apabila Sobat memiliki batuk yang berkepanjangan, Sobat disarankan untuk segera memeriksakan ke dokter.

    Baca Juga: Inilah Gejala Corona dari Hari ke Hari

    Apa Saja Penyebabnya?

    Penyebab batuk kronis pada seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor berikut:1

    • Riwayat merokok
    • Infeksi seperti TBC, pneumonia, atau batuk rejan
    • Riwayat asma
    • Penyakit refluks asam lambung
    • Radang saluran pernapasan atau bronkitis
    • Efek samping obat untuk hipertensi 

    Selain itu, batuk kronis dapat juga merupakan gejala dari penyakit-penyakit di bawah ini, yaitu:1

    • Bronkitis
    • Bronkiektasis
    • Cystic fibrosis
    • Sarkodiosis
    • Penyakit paru interstisial
    • Kanker paru-paru
    • Gagal jantung

    Apa Saja Gejala yang Dapat Menyertai Batuk Kronis?

    Berikut adalah gejala yang dapat menyertai keluhan batuk kronis:3

    • Hidung berair atau tersumbat
    • Menumpuknya ingus di belakang tenggorokan
    • Sakit tenggorokan
    • Suara serak
    • Desah dan nafas pendek
    • Mulas atau rasa asam di mulut
    • Batuk berdarah

    Jenis-jenis batuk kronis

    Batuk kronis ternyata juga mempunyai jenis. Jenisnya adalah sebagai berikut:

    • Batuk kering

    Jenis batuk ini tidak menghasilkan lendir namun dapat mengiritasi paru-paru dan tenggorokan. Batuk ini juga bisa menandakan adanya infeksi virus atau masalah sinus.3

    • Batuk basah

    Jenis batuk ini menghasilkan lendir atau dahak. Warna dahak juga bisa mengindikasikan adanya infeksi bakteri atau cairan di paru-paru.3

    • Batuk akibat stress

    Jenis batuk ini disebabkan oleh terangsangnya refleks batuk di saluran napas saat tubuh dan pikiran sedang mengalami stres. Jenis batuk ini biasanya tidak menghasilkan lendir dan tidak berhubungan dengan infeksi.3

    • Batuk rejan

    Jenis batuk ini biasanya terjadi pada anak-anak dan disebabkan oleh infeksi virus. Batuk ini juga bisa menghasilkan suara yang keras karena adanya pembekakkan pada batang tenggorokan dan juga bersifat sangat menular.3

    Bagaimana Diagnosis dan Terapi Batuk Kronis?

    Pertama kali yang harus dilakukan Sobat jika mempunyai orang tua yang sudah lansia dengan batuk kronis adalah membawanya ke dokter untuk didiagnosis awal. Pada lansia, penyebab batuk kronis yang mudah hilang adalah penyakit gastroesophageal reflux, yaitu batuk yang terjadi di kerongkongan karena refluks asam lambung dari perut, yang menyebabkan iritasi mukosa saluran pernapasan dan terluka oleh efek asam lambung.2 

    Untuk diagnosis, doker akan menanyakan gejala yang dialami dan melakukan pemeriksaan fisik. Barulah kemudian dokter melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan seperti:

    • Uji pencitraan yaitu melalui foto rontgen dada dan CT scan untu melihat kondisi paru-paru
    • Tes fungsi paru, yaitu untuk mengukur kapasitas paru-paru
    • Tes dahak, untuk memeriksa kemungkinan infeksi bakteri
    • Tes asam lambung, yaitu untuk mengukur kadar asam lambung di kerongkongan
    • Endoskopi untuk melihat kondisi saluran pernapasan atau kerongkongan dan lambung
    • Biopsi atau pengambilan sampel jaringan dari saluran pernapasan untuk diteliti di laboratorium

    Adakah Metode Pengobatannya?

    Ada, berdasarkan penyebabnya, yaitu:3

    • Batuk yang disebabkan oleh asma dapat diobati dengan steroid inhalasi untuk mengurangi peradangan di saluran pernapasan.
    • Batuk yang disebabkan oleh alergi dapat diobati dengan menghindari hal-hal yang menyebabkan alergi dan mengonsumsi antihistamin untuk meredam reaksi alergi.
    • Batuk yang disebabkan oleh infeksi bakteri dapat diobati dengan antibiotik.
    • Batuk yang disebabkan oleh GERD dapat diobati dengan antasida untuk menetralkan asam lambung dan obat untuk mengurangi asam lambung.

    Selain dengan obat modern, batuk kronis pada lansia juga bisa diredakan dengan obat-obatan alami sebagai berikut:

    Obat Alami Pereda Batuk Kronis

    Jeruk Nipis 

    Kandungan alami di dalamnya berkhasiat meredakan batuk, sehingga saluran pernapasan kembali lega. Cara membuatnya cukup sederhana, yaitu campurkan 3 sdm air perasan jeruk nipis, 3 sdm madu, dan 3 sdm air hangat ke dalam wadah. Kemudian konsumsi 2-4 sendok teh dua kali dalam sehari agar hasilnya lebih maksimal.4

    Daun Andong

    Daun andong dikatakan mampu membantu meredakan batuk kronik yang disertai gejala batuk berdarah. Untuk membuatnya, cukup dengan merebus 5 helai daun ke dalam air mendidih kurang lebih 15 menit. Setelah itu, diamkan sampai kondisinya dingin, dan minum ramuan kurang lebih 100 ml sekali sehari sampai batuk mereda.4

    Jahe dan Kencur

    Jahe dan kencur bisa dimanfaatkan untuk meredakan batuk pada lansia. Caranya adalah rebus jahe dan kencur terlebih dahulu ke dalam segelas air, lalu tunggu sampai volume air mencapai setengah gelas. Kemudian, saring rebusan air ke dalam gelas lalu tambahkan perasan air jeruk nipis dan madu. Minum ramuan ini sekali sehari secara teratur sampai batuk hilang.4

    Baca Juga: Tanaman Obat Tradisional Alternatif Pencegah Corona

    Belimbing Wuluh

    Bunga belimbing wuluh bisa dimanfaatkan untuk meredakan batuk. Cara membuatnya adalah rebus segenggam bunga belimbing wuluh ke dalam secangkir air, lalu rebus hingga mendidih, kemudian saring airnya, dan diamkan sampai hangat. Konsumsi setiap hari dan teratur hingga batuk mereda. Jangan lupa tambahkan perasan air jeruk nipis dan madu agar lebih nikmat.4

    Daun kemangi

    Ambil segenggam daun kemangi, lalu cuci bersih, dan rebus dalam air sampai mendidih. Saring airnya dan konsumsi sekali dalam sehari. Manfaatnya akan terasa selama beberapa kali pemakaian dan obat herbal ini dikatakan tidak menyebabkan efek samping.4

    Daun Sirih

    Rebus daun sirih ke dalam air dan tunggu sampai mendidih. Setelah itu, saring airnya dan diamkan sampai hangat. Agar rasanya lebih nikmat, bisa tambahkan madu secukupnya. Disarankan untuk dikonsumsi cukup sehari sekali.4

    Daun Asam Muda

    Berkhasiat menghilangkan gatal di tenggorokan supaya batuk kering mereda. Cara membuat ramuan ini adalah dengan merebus daun asam muda, daun saga manis, dan bubuk kayu manis ke dalam air hingga mendidih. Saring airnya, lalu biarkan sampai hangat. Air rebusan dapat dikonsumsi sekali sehari secara teratur.4

    Apa Saja Langkah-langkah untuk Pencegahan?

    Pada lansia, batuk kronis dapat dicegah dengan beberapa upaya berikut:2

    Baca Juga: Langganan Batuk dan Pilek? Ini 9 Cara Tepat Mencegahnya

    • Membersihkan tenggorokan, gigi, mulut setiap hari dengan menyikat gigi setelah makan, sebelum tidur, dan setelah bangun tidur
    • Jangan merokok sama sekali karena merokok merupakan penyebab umum penyakit pernapasan
    • Dianjurkan untuk tidak minum air dingin atau es
    • Hindari makan berlebihan, dan jangan berbaring minimal 3 jam setelah makan apabila menderita refluks asam lambung atau GERD
    • Gunakan obat-obatan untuk asma sesuai anjuran dokter
    • Konsumsi pereda batuk sesuai anjuran dokter
    • Konsultasikan kembali dengan dokter mengenai obat antihipertensi yang dikonsumsi, khususnya manfaat dan risiko dari obat ACE inhibitor, karena obat ini dapat menimbulkan efek samping batuk
    • Mengonsumsi madu secara rutin
    • Menjauhi polusi/iritan
    • Perbanyak istirahat

    Itulah hal-hal yang penting diketahui mengenai batuk kronis pada lansia, mulai dari penyebab hingga pencegahannya. Apabila batuk ini tidak ditangani atau dibiarkan saja, mungkin terdapat penyakit tertentu yang mendasarinya, seperti penyakit kanker paru, pneumonia, dan tuberkulosis. Terlebih lagi, lansia merupakan individu yang rentan, sehingga batuk kronis pada lansia harus lebih diperhatikan dan diberikan pengobatan yang tepat.

    Apabila Sobat ingin mengetahui secara lengkap dan dalam mengenai batuk dan pilek silakan tonton video Youtube di bawah ini

    dan jangan lupa subscribe Youtube Prosehat. Nah, bagi Sobat yang memerlukan info lebih lanjut dan produk-produk kesehatan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Referensi 

    1. Çolak Y, Nordestgaard B, Laursen L, Afzal S, Lange P, Dahl M. Risk Factors for Chronic Cough Among 14,669 Individuals From the General Population. 2020
    2. Penyebab batuk berkepanjangan pada lansia – KabarSumsel.ID [Internet]. KabarSumsel.ID. 2020 [cited 10 August 2020]. Available from: http://kabarsumsel.id/01-2019/5084/penyebab-batuk-berkepanjangan-pada-lansia.html
    3. Batuk Kronis: Gejala, Jenis, dan Cara Mengatasinya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 10 August 2020]. Available from: https://health.kompas.com/read/2020/03/20/080000468/batuk-kronis–gejala-jenis-dan-cara-mengatasinya?page=all
    4. Jenis Obat Batuk Alami Untuk Orangtua [Internet]. Berita Kesehatan Lansia/Manula Lanjut Usia. 2020 [cited 10 August 2020]. Available from: https://www.golansia.com/jenis-obat-batuk-alami-untuk-orangtua-632/
    5. Mediatama G. Waspadai 5 penyakit ini jika batuk berkepanjangan [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 10 August 2020]. Available from: https://kesehatan.kontan.co.id/news/waspadai-5-penyakit-ini-jika-batuk-berkepanjangan

     

    Read More
  • Masa tua biasanya identik dengan otot yang melemah, tubuh yang tak lagi bugar dan kuat seperti dahulu kala. Oleh karena itu, banyak orang menganggap masa tua adalah periode yang cukup mengkhawatirkan untuk dilewati. Padahal, dengan kombinasi yang baik antara olahraga, diet bahkan cara berpikir, melewati masa tua dengan tubuh bugar dan bahagia bukan hal mustahil. […]

    Menua dengan Aktif

    Masa tua biasanya identik dengan otot yang melemah, tubuh yang tak lagi bugar dan kuat seperti dahulu kala. Oleh karena itu, banyak orang menganggap masa tua adalah periode yang cukup mengkhawatirkan untuk dilewati. Padahal, dengan kombinasi yang baik antara olahraga, diet bahkan cara berpikir, melewati masa tua dengan tubuh bugar dan bahagia bukan hal mustahil.

    Bertambahnya usia memang mempengaruhi hampir setiap bagian dalam tubuh, termasuk rambut, kulit, jantung, otot dan masih banyak lagi. Namun, memiliki gaya hidup yang baik mampu menghambat dan menangkal efek negatif dari penuaan tersebut.

    Pada saat lanjut usia terdapat banyak perubahan dalam tubuh, seperti perubahan komposisi tubuh (lemak tubuh, hormon, massa otot tubuh), sistem kardiovaskular dan respirasi, kognitif (pikiran), dan sistem muskuloskletal (saraf, otot, dan persendian). Sendi pada lansia sangat beresiko pengapuran sendi dan pengeroposan. Selain itu, lansia juga lebih berisiko mengalami syaraf kejepit (leher dan pinggang) yang dampaknya dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. 

    Baca Juga: 8 Cara Cegah Jatuh Pada Lansia

    Nah, fisioterapi merupakan salah satu cara untuk mengurangi keluhan seputar sendi, saraf, dan otot pada lansia. Berikut adalah gambaran beberapa latihan fisioterapi yang dapat dilakukan oleh lansia sendiri.

    Fisioterapi pada lansia memiliki beberapa manfaat antara lain memperlambat proses penuaan, mempertahankan kualitas hidup, mengembangkan kualitas hidup sesuai dengan keadaan dan kemampuan fungsional, serta mempertahankan produktivitas dalam kehidupan. 

    Selain fisioterapi, lansia juga sebaiknya melakukan olahraga ringan agar tubuh selalu bugar. Beberapa manfaat berolahraga bagi lansia antara lain menyehatkan jantung dan paru, menjaga kesehatan sendi, saraf, dan otot, memperbaiki komposisi tubuh, mengurangi depresi serta meningkatkan kepercayaan diri bagi lansia serta meningkatkan daya tahan dan keseimbangan tubuh.

    Jenis olahraga yang baik untuk dilakukan oleh lansia antara lain adalah latihan aerobik, kekuatan otot, serta fleksibilitas dan keseimbangan tubuh. Kemudian, ada beberapa olahraga yang sebaiknya dihindari bagi lansia seperti gerakan aerobik yang high impact, gerakan fleksi tulang belakang yang tiba-tiba, olahraga pada tempat yang berbahaya seperti tempat yang licin, becek, atau tidak rata, latihan beban tangan dan latihan statis.

    Prinsip latihan pada lansia sama dengan olahraga pada usia lainnya. Pada awalnya, gerakan pemanasan harus dilakukan untuk menghindari cedera. Kemudian masuk ke latihan inti yang dapat meningkatkan kebugaran, kekuatan otot, daya tahan, kelenturan atau ketangkasan. Terakhir, gerakan pendinginan yang berfungsi untuk menurunkan kerja jantung secara perlahan, mencegah pengumpulan darah pada vena, mencegah nyeri otot dan mengurangi defisit oksigen dan asam laktat.

    Latihan dapat dilakukan 3-5 kali seminggu dan dapat disertai beban ringan saat latihan. Olahraga yang dilakukan harus sesuai dengan kebutuhan lansia. Olahraga pada lansia perlu diperhatikan dari segi keamanan dan masalah kesehatan oleh karena itu perlu pengecekan secara mendalam oleh Fisioterapis sebelum program latihan dimulai.

    Pada lansia dengan riwayat jatuh apa yang harus dilakukan untuk mempercepat penyembuhan?

    Banyak faktor yang harus kita lihat bila lansia jatuh seperti adanya bengkak dan luka terbuka, adanya perubahan struktur pada area tersebut atau kemampuan  pasien bisa berdiri apa tidak. Bila lansia jatuh dan menyebabkan beberapa sendi bengkak, pertolongan pertama dapat dengan mengompres dengan air es. Kemudian, segera cek ke dokter untuk memastikan tidak ada patah tulang atau cedera serius lainya akibat jatuh.

    Baca Juga: Tips Membawa Lansia Liburan

    Apakah knee exercise dapat dilakukan sendiri dirumah atau harus dengan pendampingan terapis di klinik fisioterapi?

    Pencegahan untuk latihan dasar bisa dilakukan di rumah. Namun, ada hal yang harus diperhatikan seperti kondisi penglihatan pasien (dapat menjadi faktor lansia jatuh), dan area yang tidak aman bagi lansia (lampu penerangan di rumah, alas kaki rumah (keset) yang licin. Latihan dapat dilakukan 10-15 pengulangan aja setiap hari atau toleransi semampu orang tersebut. Jika masih meragukan, dapat dilakukan dengan bantuan fisioterapis.

    Bagaimana latihan yang dapat dilakukan untuk nyeri lutut pada lansia?

    Olahraga yang disarankan untuk lansia yang memiliki masalah dengan sendi lutut adalah olahraga dengan minimal tumpuan beban seperti berenang atau sepeda. Bila tidak sembuh juga lebih baik cek ke dokter karena  dikhawatirkan cedera tulang rawan sendi.

    Apakah pemakaian knee braces berpengaruh agar tidak semakin nyeri?

    Pemakaian knee braces dapat membuat sendi lutut lebih stabil sehingga dapat mengurangi tekanan pada lutut dan nyeri pada sebagian orang. Namun, pemakaian alat ini juga dapat menyebabkan kekakuan pada sendi, bengkak, dan iritasi kulit. Konsultasikan pada dokter Sahabat mengenai pemakaian alat bantu ini.

    instal aplikasi prosehat

    Read More
  • Lansia menurut WHO adalah seseorang yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupan. Dalam hal ini adalah seseorang yang telah berusia diatas 60 tahun. Menurut Depkes, lansia terbagi dalam 3 kelompok, yakni: Lansia dini (55-64 tahun), merupakan kelompok baru yang memasuki usia lansia Lansia (65 tahun ke atas ) Lansia resiko tinggi , yaitu lansia yang […]

    Inilah Pentingnya Olahraga untuk Lansia

    Lansia menurut WHO adalah seseorang yang telah memasuki tahapan akhir dari fase kehidupan. Dalam hal ini adalah seseorang yang telah berusia diatas 60 tahun. Menurut Depkes, lansia terbagi dalam 3 kelompok, yakni:

    • Lansia dini (55-64 tahun), merupakan kelompok baru yang memasuki usia lansia
    • Lansia (65 tahun ke atas )
    • Lansia resiko tinggi , yaitu lansia yang berusia lebih dari 70

    Lansia juga perlu melakukan aktivitas fisik setiap harinya. Aktivitas fisik dapat diartikan sebagai setiap gerakan tubuh yang membutuhkan pengeluaran energi. Ini termasuk setiap gerakan yang Anda lakukan sepanjang hari (tidak termasuk duduk diam atau berbaring). Aktivitas ini contohnya adalah berjalan ke dapur, naik tangga, memotong rumput, mencuci, memasak dan bahkan membersihkan rumah dianggap sebagai aktivitas fisik. Olahraga adalah jenis aktivitas fisik tetapi tidak setiap aktivitas fisik adalah olahraga.

    Baca Juga: Mau Olahraga? Eits, Sebelum Mulai, Santap 6 Makanan Berikut!

    Sedangkan olahraga adalah kegiatan yang direncanakan, terstruktur, dan berulang dengan tujuan meningkatkan atau mempertahankan kebugaran fisik. Latihan dalam olahraga mencakup beberapa aspek sebagai berikut:

    • Latihan Keseimbangan
    • Latihan Aerobik
    • Latihan Kekuatan
    • Latihan Fleksibilitas

    Saat ini, telah banyak para ahli kesehatan yang memasukkan olahraga sebagai sarana untuk mempercepat kesembuhan, seperti masalah pada lutut dan pinggang, banyak para dokter ahli menganjurkan pasien untuk berenang maupun jalan pagi. Selain upaya rehabilitatif, olahraga juga berguna dalam hal preventif. Hal ini karena olahraga dapat:

    • Menurunkan risiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, stroke dan diabetes tipe 2
    • Menurunkan risiko kanker usus dan kanker payudara
    • Meningkatkan suasana hati dan mampu mengatur tingkat stress
    • Meningkatkan kekuatan otot dan sendi, fleksibilitas, keseimbangan dan mobilitas
    • Menurunkan risiko jatuh dan meningkatkan fungsi kognitif

    Baca Juga: 3 Jenis Olahraga dan Jumlah Kalori yang Dibakar

    Olahraga yang dianjurkan adalah aktivitas fisik aerobik intensitas sedang: 150 menit /minggu atau minimal 30 menit selama 5 hari dalam seminggu, contoh jalan cepat, sepeda statis dan dapat dikombinasi dengan latihan kekuatan otot yang melibatkan otot-otot besar minimal 2x seminggu. Contoh latihan kekuatan otot Home-based resistance programme adalah Body-weight, pemberat tungkai, elastic resistance band, dan dumbell. Kemudian, latihan fleksibilitas juga dilakykan dengan tujuan menggerakkan sendi sampai ke rentang gerak yang maksimal, contohnya peregangan statis, yoga, menari, tai chi, dan latihan aquatik.

    Olahraga dengan intensitas sedang untuk latihan aerobik bagi lansia dapat dilakukan melalui beberapa cara:

    1. Denyut nadi: 65-80% Denyut Nadi Maksimal, DNM= 220 – usia
    2. Talk test : dapat berbicara atau mengucapkan kalimat tanpa terengah-engah, tapi tidak dapat bernyanyi.

    Lansia biasanya malas berolahraga karena patokan pada angka (usia), perubahan hormon dan anggapan bahwa sudah terlambat untuk olahraga di usia lanjut dan minder pada yang lebih muda adalah penyebab terbesar kemalasan pada lansia. Mereka seringkali memiliki masalah lansia seperti  masalah di persendian seperti sakit lutut,bahu, pinggul , osteoporosis, dan masalah di persyarafan seperti saraf kejepit, alzheimer, demensia, stroke, parkinson, serta metabolic syndrome seperti hipertensi, diabetes, obesitas, dan beberapa kondisi lainnya.

    Sedangkan di Indonesia sendiri, menurut Riskesdas 2018, lansia yang mengalami keluhan tersebut memiliki angka yang cukup banyak, yaitu: stroke (10,9%), penyakit sendi (7,3%), diabetes mellitus (2,0%), penyakit jantung (1.5%), hipertensi (8.4%), obesitas (21.8%), dan aktivitas fisik kurang (33,5 %). Faktor resiko tersebut yang terkadang dianggap sebagai hal yang akan memperparah kondisi tersebut, padahal jenis dan tipe olahraga itu banyak sekali, yang artinya dengan kondisi tersebut, lansia tetap dapat berolahraga. Ketahui kondisi Anda dan konsultasikan secara berkala untuk mengetahui jenis dan tipe olahraga yang tepat bagi Anda.

    Ada banyak sekali latihan  yang dapat dilakukan dirumah salah satunya adalah latihan penguatan otot. Otot paha depan. Latihan ini sangat penting karena saat kita berjalan, duduk ke berdiri, jongkok ke berdiri dan berdiri lama, kita menggunakan otot tersebut. Cukup rentangkan kaki ke depan, lutut lurus dan paha depan langsung kenceng.

     

    Keterangan gambar:

    1. Pojok kiri atas:  latihan untuk otot bokong, kaki kiri dibawa ke belakang dan diangkat ke atas. Rasakan tarikan di bokong
    2. Pojok kanan atas : latihan untuk otot belikat (baik untuk postur agar tegak), badan menghadap ke tembok kemudian kedua tulang belikat / di belakang bahu, disatukan.
    3. Kiri bawah: latihan untuk otot belikat juga tetapi versi mudahnya, badan menghadap ke tembok kemudian kedua tulang belikat / di belakang bahu, disatukan. Latihan ini boleh dibantu dengan kaki kanan maju ke depan, agar lebih stabil
    4. Kanan bawah: latihan kekuatan otot leher, taruh handuk di kening, lalu coba tekan handuk menggunakan kening.

    Keterangan gambar:

    Tangan ditekuk dan siku dekat ke arah tubuh, kemudian, bagi  bapak ibu yang duduknya membelakangi tembok, sikunya boleh didorong melawan tembok. Nah, jadi siku kanan dan kiri dibawa ke arah tembok. rasakan otot yang kencang di bagian belakang

    Keterangan gambar:

    Latihan untuk otot lengan belakang atau trisep. Otot ini sangat penting khususnya untuk pasien stroke atau pasien yg berada di kursi roda karena otot ini membantu menopang tubuh saat pasien ingin berdiri dari kursi roda atau tempat duduk. Caranya: bawa kedua lengan, ke arah belakang, melewati tubuh, kemudian di posisi tersebut, tekuk dan luruskan siku ke belakang. dan rasakan otot yang kenceng ada di lengan belakang.

    Jika sebelumnya Anda belum aktif berolahraga dan baru ingin memulai berolahraga, Anda dapat mulai dengan perlahan untuk mencapai goal Anda. Dosis dan jenis latihan tergantung pada

    usia dan kesehatan Anda. Konsultasikan pada dokter spesialis olahraga kami untuk menentukan program olahraga terbaik untuk Anda.

     

    Lansia yang memiliki masalah karena sindrom metabolik seperti diabetes dan kolesterol serta mengalami insomnia dan jalan mulai bungkuk, olahraga apa yang tepat untuk dilakukan?

    Bila masih bisa jalan, latihan aerobiknya bisa dengan jalan kaki. dan tambahkan latihan kekuatan. Bila kesulitan jalan, latihan duduk dapat sering dilakukan. Total latihan 15 -20 menit pertama, biasanya boleh jalan ditempat dulu. Kemudian sedikit mobilisasi untuk tulang belakang dan tentunya penguatan otot. Secara umum, dosis olahraga aerobik yang sebaiknya dilakukan mencapai 150 menit per minggu dan  bisa dipecah jadi 30 menit setiap hari atau 5 kali seminggu.

    Baca Juga: 8 Jenis Olahraga yang Pas Dilakukan Saat Puasa

    Olahraga dapat dilakukan pada  pagi hari kalau bisa kena matahari sebelum jam 9 pagi supaya vitamin D terserap dengan baik dan membantu mencegah osteoporosis atau tulang keropos.

    Posisi tubuh yang cenderung membungkuk, sebetulnya bisa dilatih. asalkan bukan kelainan tulang belakang sedari dulu. Latihan mobilisasi dan penguatan otot punggung / penegak tubuh, pasti memberikan hasil untuk postur yang lebih baik.

     

    Olahraga apa yang tepat untuk lansia yang pernah mengalami cedera lutut?

    BIla lansia terkena radang sendi atau osteoartritis, olahraga atau latihan penguatan otot kaki sebaiknya dilakukan.

     

    Olahraga atau aktivitas apa yang dapat dilakukan pada pasien pasca stroke dengan kelemahan tungkai?

    Aktivitas menendang bola perlahan dapat dilakukan. Kemudian, bila otot kaki sudah kuat, latihan dapat ditingkatkan menjadi latihan duduk berdiri perlahan-lahan.

    Apabila Sobat mempunyai pertanyaan dan informasi lanjutan soal lansia, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Read More
  • Ketika kita berusia 65 tahun keatas, (atau bahkan bisa saja kurang dari itu) jatuh adalah hal yang sangat mengerikan. Jatuh pada lansia akan memberikan cedera yang membahayakan. Untuk itu kita patut mengetahui bagaimana cara mencegah jatuh pada lansia. Berikut kami berikan informasinya. Latihan Berjalan Aman Latihan berjalan aman mengurangi resiko jatuh. Hal ini dapat dilakukan […]

    Inilah 8 Cara Cegah Jatuh pada Lansia

    Ketika kita berusia 65 tahun keatas, (atau bahkan bisa saja kurang dari itu) jatuh adalah hal yang sangat mengerikan. Jatuh pada lansia akan memberikan cedera yang membahayakan. Untuk itu kita patut mengetahui bagaimana cara mencegah jatuh pada lansia. Berikut kami berikan informasinya.

    1. Latihan Berjalan Aman

    Latihan berjalan aman mengurangi resiko jatuh. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan kekuatan tungkai, memperbaiki keseimbangan, dan meningkatkan reaksi terhadap bahaya lingkungan. Langkah yang aman bisa di latih dengan berjalan kaki santai di pagi hari. Lakukan kegiatan ini semampunya, jangan terlalu memaksakan diri untuk berlari.

    Baca Juga: 10 Tips Membawa Lansia Liburan Dengan Pesawat Terbang

    1. Mendiskusikan Kondisi Kesehatan

    Mendiskusikan kondisi kesehatan adalah hal yang sangat penting. Orang-orang terdekat, terutama keluarga harus mengetahui benar bagaimana kondisi sang lansia. Apabila ia mengeluhkan masalah berjalan yang serius sebaiknya segera melakukan konsultasi ke dokter spesialis.

    Baca Juga: Apa Itu Diaper Rush

    1. Periksa Fungsi Penglihatan

    Pengelihatan akan mempengaruhi keseimbangan dalam berjalan dan mengurangi kejadian menabrak benda-benda sekitar. Pengelihatan yang baik akan mengurangi resiko jatuh saat lansia.

    Baca Juga: Mengenal Gejala dan Mencegah Osteoporosis

    1. Periksa Fungsi Pendengaran

    Pendengaran akan berpengaruh terhadap reaksi ketika berjalan. Pendengaran yang baik juga akan mengurangi risiko jatuh saat lansia.

    Baca Juga: 7 Cara Atasi Jet Lag

    1. Atur Cahaya Ruang

    Penerangan adalah hal yang penting, berjalan di tempat yang redup akan menimbulkan resiko jatuh, terpeleset atau tersandung.

    Baca Juga: Orang Tua Boleh Sibuk Asal Tepat Waktu

    1. Memodifikasi Lingkungan

    Modifikasi lingkungan ini bisa dilakukan pada lingkungan rumah Anda. Misalnya menaruh barang yang sering digunakan dalam jangkauan, menggunakan karpet antiselip pada kamar mandi, membuat pegangan pada tangga dan kamar mandi, menggunakan lantai yang tidak licin, atur furnitur untuk menghindari tersandung/ terpeleset.

    Baca Juga: Makanan Picu Kolesterol

    1. Perhatikan Alas Kaki

    Perhatikan alas kaki Anda, hindari penggunaan sepatu hak tinggi. Jangan berjalan hanya menggunakan kaus kaki, karena mempersulit Anda dalam menjaga keseimbangan.

    Baca Juga: 10 Hal Untuk Cegah Osteoporosis

    1. Gunakan Alat Bantu Jalan Seperlunya

    Alat bantu jalan dapat digunakan apabila diperlukan. Terlebih lagi bagi Anda yang mengalami kesulitan dalam berjalan dan mengatur keseimbangan. Penggunaan alat bantu memang berfungsi sebagai peningkatan keseimbangan, namun gunakan alat bantu jika memang sudah benar-benar diperlukan. Sebab alat bantu akan mengakibatkan kecenderungan tubuh untuk membungkuk.

    Baca Juga: 7 Posisi Yoga Cegah Osteoporosis

    Hal diatas adalah artikel mengenai “8 Cara Cegah Jatuh pada Lansia“. Sayangi kesehatan Anda, jatuh saat lansia bisa saja akan berakibat fatal. Nantikan artikel kami untuk mendapatkan informasi kesehatan tubuh yang bermanfaat lainnya dan produk kesehatan yang berkaitan. Untuk informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Diulas oleh: dr. Anindi Putri Harjanti

     

    Read More
  • Orang tua terkadang terlupakan saat liburan seperti sekarang ini. Kalau biasanya Anda merencanakan liburan dengan teman-teman dan keluarga, bagaimana dengan orang tua Anda? Tidak ada salahnya untuk membawa mereka liburan juga, karena mereka masih membutuhkan waktu bersama anak dan cucu mereka, terutama di momen-momen liburan. Sadly, mungkin masih banyak yang merasa membawa anak saja sudah […]

    10 Tips Membawa Lansia Liburan dengan Pesawat Terbang

    Orang tua terkadang terlupakan saat liburan seperti sekarang ini. Kalau biasanya Anda merencanakan liburan dengan teman-teman dan keluarga, bagaimana dengan orang tua Anda? Tidak ada salahnya untuk membawa mereka liburan juga, karena mereka masih membutuhkan waktu bersama anak dan cucu mereka, terutama di momen-momen liburan. Sadly, mungkin masih banyak yang merasa membawa anak saja sudah cukup merepotkan, apalagi membawa orang tua. Sebenarnya tidak sulit untuk membawa lansia liburan, apalagi dengan menggunakan pesawat terbang. Perjalanan bersama orang tua Anda bisa tetap menyenangkan jika sebelumnya Anda sudah merencanakannya dengan matang. Kemudian apa saja yang harus dipersiapkan untuk membawa orang tua ‘terbang’?

    Baca Juga: 5 Tempat Liburan Ramah Anak di Jakarta dan Sekitarnya

    beli suplemen dan multivitamin liburan dengan lansia prosehat

    Memasuki usia senja mereka dengan kategori usia di atas 65 tahun memang cukup riskan untuk membawanya liburan lintas negara, tapi semua masih bisa dilakukan dengan beberapa tips membawa lansia liburan dengan pesawat terbang ini:

    1. A Good Plan Comes with A Good Result
    Pertimbangan untuk membawa lansia atau orang tua harus dipikirkan matang-matang dan jangan mendadak. Jangan jadikan mereka pilihan terakhir sehingga Anda kurang persiapan untuk membawa mereka liburan. Rencana yang jelas sangat diperlukan karena hal ini berkaitan dengan kesehatannya.

    2. Konsultasi dengan Dokter
    Jika sudah fixed untuk membawa mereka liburan lintas negara, konsultasikan hal ini dengan dokter mereka terkait penyakit kronis yang mungkin sedang diderita oleh orang tua Anda. Perlu diingat bahwa lansia dengan kategori usia di atas 60 tahun cenderung memiliki penyakit kronis seperti diabetes, asam urat, penyakit jantung, dan masih banyak lagi.

    tebus resep obat diabetes di sini - prosehat

    Baca juga: Tips Traveling dengan Diabetesi

    3. Perhatikan Jenis dan Jumlah Obat Rutin/Resep yang Harus Dibawa
    Para lansia termasuk orang tua Anda dengan penyakit kronisnya memerlukan obat resep dan obat rutin yang harus diminum dalam selang interval tertentu. Sebaiknya Anda mulai membuat list terkait jenis dan jumlah obat-obatan rutin yang harus dibawa tanpa berbenturan dengan peraturan maskapai penerbangan Anda. Beberapa maskapai sudah sering menerapkan aturan terkait obat-obatan yang boleh dibawa dan bagaimana cara membungkusnya. Tebus resep obat sekarang lebih mudah dilakukan karena sudah ada jasa yang dapat menebusnya secara online untuk Anda.

    Baca juga: Peraturan Membawa Obat-obatan di dalam Pesawat

    4. Lakukan Tes Kesehatan
    Disarankan bagi para lansia untuk menjalani tes kesehatan sebelum terbang. Penting untuk mengetahui kondisi kesehatan jantung mereka dan pastikan kondisinya stabil. Jangan malah liburan ini memperburuk kondisi kesehatan mereka.

    klik di sini beli p3k keluarga

    Beli di sini: Paket P3K Liburan Keluarga

    5. Hubungi Maskapai Penerbangan Jika Membutuhkan Kursi Roda
    Biasanya para lansia sudah mengalami gangguan untuk berjalan, dan jika hal ini juga terjadi pada orang tua Anda, pastikan Anda sudah memesan kursi roda sebelumnya pada maskapai penerbangan Anda.

    6. Cek Dokumen
    Sebelum bepergian pastikan dokumen milik orang tua Anda sudah lengkap dan juga surat rekomendasi dari dokter Anda terkait penyakit kronis yang diderita orang tua Anda. Dokumen ini bisa digunakan ketika Anda meminta ijin untuk orang tua Anda duduk di bulkhead seat atau aisle seat dengan legroom.

    7. Siapkan Snack Ringan dan Sehat
    Botol berisi air mineral dengan krakers, biskuit atau buah-buahan di tas terpisah juga harus disiapkan. Hal ini dapat mencegah dehidrasi atau gula darah rendah. Air mineral juga mungkin diperlukan ketika mereka harus minum obat rutin mereka.

    8. Banyak Bergerak
    Terlalu lama duduk di dalam pesawat terbang dapat menyebabkan pembekuan darah, inflamasi pada sendi, atau otot. Untuk itu jika para lansia masih kuat untuk berdiri, lakukan stretch dengan berdiri dalam selang interval tertentu. Jangan merasa malu untuk berjalan ke lorong pesawat sekali atau dua kali. Movement is important.

    9. Turun Pada Giliran Terakhir
    Disembark pada giliran terakhir ketika Anda membawa orang tua bersama Anda. Hal ini dapat menjaga keselamatan orang tua Anda dari kerumunan penumpang lain yang mencoba turun dari pesawat.

    10. Destinasi Liburan Elderly-friendly
    Pastikan destinasi liburan Anda tidak akan membuat orang tua Anda bekerja keras menggunakan tubuhnya karena inti dari liburan kali ini adalah relaksasi bagi mereka. Jadi pastikan destinasinya bukan hiking ke gunung, ya.

    klik di sini ebook p3k keluarga

    Free Download E-book P3K Keluarga: Tips dan Checklist Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Liburan

    Itulah  10 tips membawa lansia saat liburan memakai pesawat terbang. Apabila Sobat menginginkan informasi lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja