Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Mengenal gejala dan pencegahan osteoporosis

Nyeri sendi yang akhir-akhir ini dirasakan Gofar membuat ia ketakutan akan risiko osteoporosis. Ia pun berkonsultasi ke orthopedi perihal sakitnya. Sesampainya di sana, ia dijelaskan bahwa nyeri sendi yang dirasakannya belum tentu osteoporosis. Ia malah dianjurkan mengunjungi dokter umum untuk mencari tahu penyebab nyeri sendi yang dirasakannya berasal dari penyakit apa. Kok bisa ya? Kita simak penjelasan berikut!

Osteoporosis adalah kondisi di mana kepadatan tulang menurun seiring bertambahnya usia. Kondisi ini menyebabkan tulang menjadi lebih lemah dan rapuh. Jika sudah positif osteoporosis, tekanan ringan seperti membungkuk atau bahkan batuk dapat menyebabkan patah tulang (fraktur) lho! Tapi biasanya penyakit ini hanya menyerang tulang pinggul, pergelangan tangan dan tulang belakang.

Penyebab

Penyebab osteoporosis sebenarnya adalah menurunnya kepadatan tulang. Jika kamu pernah melakukan tes Bone Mineral Densitometry (BMD) atau tes yang dilakukan untuk mengukur kepadatan tulang, maka faktor risiko osteoporosis seperti di bawah ini harus segera dihentikan, ya:

  • merokok dan alkohol,
  • berat badan di bawah normal,
  • menopause dini,
  • gangguan pada ginjal,
  • gangguan pada hormon testosteron;

Menurut mitos para wanita cenderung lebih rentan terkena osteoporosis. Apakah mitos tersebut benar? Tidak benar, ya. Walaupun penurunan kadar estrogen pada wanita setelah menopause dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang mereka, tapi pria juga bisa mengalami osteoporosis kok. Para pria yang senang mengkonsumsi minuman keras/alkohol menyebabkan kadar testosteron mereka yang kurang dari kadar normal hingga mempercepat pengeroposan tulang.

Gejala

Tidak ada gejala yang pasti untuk osteoporosis, lho. Hal ini diakibatkan oleh jangka waktu yang lama untuk terjadinya penyakit. Namun jika seseorang merasakan nyeri pada punggungnya dalam waktu yang lama dan disertai dengan kesulitan bernafas, segera periksa ke dokter, ya! Dokter kamu akan memberikan penanganan yang tepat. Ketahui pula bahwa postur tubuh yang bungkuk, yang seringnya dialami oleh para lansia merupakan gejala osteoporosis. Karena tulang belakang mereka yang mengalami pengeroposan, membuat tulang tersebut kesulitan untuk menopang tubuh.

Pencegahan

Mengingat terjadinya osteoporosis yang bertahap dan memakan waktu yang lama, pencegahan dapat dilakukan dengan rajin mengkonsumsi minuman suplemen dengan kandungan kalsium tinggi atau minuman lain dengan vitamin D (susu atau multivitamin). Gaya hidup sehat juga dapat dijadikan ’tabungan tulang sehat’ karena semakin padat tulang kita sebelum menopause tiba, semakin baik kualitas tulangnya.

Berikut beberapa pencegahan osteoporosis:

  • Latih kekuatan tulang kita dengan berjalan kaki selama 60 menit setiap harinya.
  • Bersahabat dengan sinar matahari.
  • Lakukan weight-bearing exercise (meningkatkan kepadatan tulang, contoh: angkat barbel).
  • Balance exercise (pilates, yoga).
  • Berhenti merokok dan minum minuman keras.
  • Makan makanan kaya kalsium dan Vitamin D.

Pengobatan

Pengobatan untuk osteoporosis adalah dengan konsumsi suplemen mineral tulang seperti bisphoponat, kalsium dan vit. D. Jika sudah merasakan gejalanya sejak lama, segera konsultasikan kepada dokter. Ketika diagnosanya lebih jelas, kita tidak perlu ragu lagi untuk mencari obat sehingga pengeroposannya diperlambat. Sebagai langkah awal pengobatan, kita juga bisa lakukan tes kepadatan mineral tulang atau BMD.

WhatsApp Asisten Maya saja