Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ osteoporosis”

  • Kesehatan gigi yang buruk dapat menyebabkan gigi rusak, bolong, dan terlihat menguning.1 Salah satu penyakit yang bisa muncul akibat tidak menjaga kesehatan gigi adalah penyakit gusi atau periodontitis, yang menimbulkan infeksi gusi, yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.2 Selain menimbulkan nyeri, periodontitis juga dapat menyebabkan keluarnya nanah di antara gigi dan gusi, bahkan gigi tanggal.1 Baca Juga: […]

    Penyakit-penyakit Kronis Akibat Kesehatan Gigi yang Buruk

    Kesehatan gigi yang buruk dapat menyebabkan gigi rusak, bolong, dan terlihat menguning.1 Salah satu penyakit yang bisa muncul akibat tidak menjaga kesehatan gigi adalah penyakit gusi atau periodontitis, yang menimbulkan infeksi gusi, yang merusak jaringan lunak dan tulang penyangga gigi.2 Selain menimbulkan nyeri, periodontitis juga dapat menyebabkan keluarnya nanah di antara gigi dan gusi, bahkan gigi tanggal.1

    kesehatan gigi yang buruk, kesehatan gigi yang tidak baik

    Baca Juga: Perilaku Merusak Gigi yang Sering Dilakukan dan Dianggap Sepele

    Kebiasaan tidak menjaga kebersihan gigi, seperti malas menyikat gigi menyebabkan penumpukan plak pada gigi, sehingga terjadi infeksi dan mengakibatkan gingivitis atau gusi meradang. Gingivitis ditandai dengan gusi kemerahan dan membengkak. Apabila Sobat mengalami keluhan ini, Sobat harus segera ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Jika diabaikan, infeksi yang bermula di gusi ini bisa menyebabkan kuman masuk ke pembuluh darah dan terbawa aliran darah. Kemudian, kuman tersebut dapat berlabuh di organ lainnya.3 Oleh karena itu, kesehatan gigi yang buruk juga bisa menimbulkan beberapa penyakit kronis secara tidak langsung.4 Apa saja penyakit-penyakit kronis itu? Yuk, Sobat Sehat, kita simak bersama-sama di bawah ini.

    Penyakit Jantung

    Siapa sangka jika kesehatan gigi yang buruk ternyata dapat mengakibatkan salah satu penyakit kronis paling berbahaya di dunia, yaitu penyakit jantung. Infeksi kronis pada gusi dikaitkan dengan peningkatan risiko serangan jantung dengan mempengaruhi aliran darah.2 Penyakit gusi menyebabkan peradangan pembuluh darah dan saat disertai penumpukan lemak dalam darah, akan membantu terbentuknya plak yang menumpuk di arteri.2, 4 Selain itu, kuman dari mulut ini bisa melaju dalam aliran darah dan hinggap di jantung, lalu menginfeksi katup jantung.1

    Diabetes

    Diabetes atau kencing manis ternyata juga berhubungan dengan buruknya perawatan gigi. Diabetes dapat menyebabkan kelainan di pembuluh darah. Selain itu, pada pasien diabetes biasanya ditemukan kadar kimiawi inflamasi (misalnya, interleukin) yang lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan risiko penyakit gusi. Kadar gula yang tinggi menciptakan lingkungan yang ideal untuk infeksi.4

    Baca Juga: 5 Tanda Gejala Diabetes atau Kencing Manis

    Stroke

    Stroke yang juga dikenal sebagai salah satu penyakit mematikan ternyata juga berhubungan dengan kesehatan gigi yang buruk. Dalam suatu penelitian, dilaporkan bakteri cnm-positif yang ditemukan di dalam air liur dapat masuk ke pembuluh darah, melewati pembatas darah dan otak, kemudian menyebabkan perdarahan.5

    Penyakit Ginjal

    Kesehatan gigi dan mulut sangat penting bagi penderita penyakit ginjal. Soalnya, saat menderita penyakit kronis seperti penyakit ginjal, sistem kekebalan tubuh cenderung lebih lemah. Bakteri yang dibiarkan di mulut karena jarang menyikat gigi, bahkan hingga ada gigi yang berlubang, dapat menyerang tubuh dengan sistem imun yang lemah dan menyebabkan infeksi serius.1 Penyakit ginjal juga dihubungkan dengan penyakit gusi. Dalam sebuah penelitian, orang dewasa yang tidak bergigi memiliki kemungkinan menderita penyakit ginjal kronis lebih besar dibandingkan orang dewasa yang giginya masih cukup lengkap.6

    Pneumonia

    Buruknya kesehatan gigi dan mulut, juga dapat menyebabkan penyakit lain bermunculan, salah satunya pneumonia. Pada pneumonia, terjadi infeksi paru, sehingga kantung udara di dalam paru meradang dan membengkak. Kesehatan mulut yang buruk ternyata memberi ruang untuk bakteri yang berperan dalam risiko berkembangnya pneumonia.2

    Penyakit Paru Kronis

    Mungkin tidak ada yang menyangka jika buruknya kesehatan gigi juga dapat memperberat gangguan pernapasan pada seseorang yang memiliki riwayat penyakit paru kronis, seperti emfisema. Penyebabnya adalah bakteri dari mulut yang menyerang saluran pernapasan.2

    Alzheimer

    Bakteri pada mulut yang timbul akibat buruknya kesehatan gigi juga bisa menyebabkan alzheimer. Berdasarkan penelitian, salah satu bakteri penyebab infeksi gusi, yaitu Porphyromonas gingivalis (Pg) ditemukan pada jaringan otak pasien alzheimer, sehingga bakteri mulut ini diduga dapat menjadi akar penyakit alzheimer. Alzheimer sendiri merupakan kondisi seseorang mengalami penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, berbicara, dan perubahan perilaku yang disebabkan oleh gangguan otak. Bahkan, jika mengidap alzheimer dengan kondisi berat, penderitanya dapat mengalami halusinasi dan delusi.2 Penyakit gusi juga dikaitkan dengan penurunan kognitif dan perkembangan demensia yang lebih cepat.4

    Osteoporosis

    Penyakit kronis lain akibat malas menjaga kebersihan dan merawat gigi adalah osteoporosis. Penelitian baru dari National Institute of Health Osteoporosis and related Bone Diseases National Resource Center menyatakan penyakit gusi dan osteoporosis dapat menyebabkan kerusakan tulang. Selan itu, terdapat hubungan antara inflamasi dan kesehatan tulang.4

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Cegah Osteoporosis

    Itulah berbagai penyakit kronis yang dapat dipicu oleh kesehatan gigi yang buruk. Semuanya berawal dari bakteri atau kuman dari mulut yang kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah.4 Oleh karena itu, Sobat Sehat harus menjaga kebersihan gigi dengan rajin menyikat gigi dua kali sehari dan memeriksa gigi secara rutin minimal 6 bulan sekali. Semoga dengan mengetahui hubungan antara kesehatan gigi yang buruk dan penyakit kronis ini menyadarkan kita bahwa kesehatan gigi tidak boleh diabaikan. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut atau ingin mengetahui produk-produk kesehatan yang berkaitan, silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Malas Sikat Gigi Bisa Tingkatkan Risiko Penyakit Kronis, Benarkah? [Internet]. kumparan.com. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://kumparan.com/kumparansains/malas-sikat-gigi-bisa-tingkatkan-risiko-penyakit-kronis-benarkah-1rn9vQePPPd/full
    2. Ini 3 Penyakit Serius Akibat Tidak Menjaga Kesehatan Gigi dan Gusi [Internet]. listerine.co.id. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://www.listerine.co.id/ini-3-penyakit-serius-akibat-tidak-menjaga-kesehatan-gigi-dan-gusi
    3. Penyakit Kronis Bisa Berawal dari Kuman Gigi [Internet]. KOMPAS.com. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2013/05/04/13542032/penyakit.kronis.bisa.berawal.
    4. Jangan Remehkan K. Jangan Remehkan, Kesehatan Mulut Berhubungan dengan Penyakit Kronis [Internet]. Nationalgeographic.grid.id. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://nationalgeographic.grid.id/read/13307582/jangan-remehkan-kesehatan-mulut-berhubungan-dengan-penyakit-kronis
    5. Jangan Anggap Sepele, Radang Gusi Bisa Picu Berbagai Penyakit [Internet]. Health.grid.id. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://health.grid.id/read/351849618/jangan-anggap-sepele-radang-gusi-bisa-picu-berbagai-penyakit-kronis?page=all
    6. Selamatkan Ginjal dengan Gigi yang Sehat [Internet]. liputan6.com. 2020 [cited 22 September 2020]. Available from: https://www.liputan6.com/health/read/230007/selamatkan-ginjal-dengan-gigi-yang-sehat
    Read More
  • Mitos! Menyusui menyebabkan osteoporosis itu salah, dan cuma mitos! Faktanya tubuh wanita memang sudah dirancang sedemikian rupa untuk menyusui buah hatinya lho. Saat ibu hamil dan menyusui, 3 sampai 5 persen massa tulang Ibu akan diserap untuk kebutuhan buah hati. Tapi, tidak perlu takut, nantinya kepadatan tulang Ibu akan kembali seperti semula. Produksi estrogen yang Ibu […]

    Benarkah Menyusui Menyebabkan Osteoporosis?

    Mitos! Menyusui menyebabkan osteoporosis itu salah, dan cuma mitos! Faktanya tubuh wanita memang sudah dirancang sedemikian rupa untuk menyusui buah hatinya lho. Saat ibu hamil dan menyusui, 3 sampai 5 persen massa tulang Ibu akan diserap untuk kebutuhan buah hati. Tapi, tidak perlu takut, nantinya kepadatan tulang Ibu akan kembali seperti semula. Produksi estrogen yang Ibu hasilkan akan melindungi kepadatan tulang Ibu. Justru ibu yang tidak menyusui memiliki risiko osteoporosis hingga 4 kali lipat, lho.

    Apa yang perlu diperhatikan ibu menyusui?

    Yang penting untuk Ibu pehatikan selama masa hamil dan menyusui adalah mencukupi kebutuhan kalsium. Ibu hamil dan menyusui direkomendasikan untuk mendapatkan asupan kalsium sekitar 1000 milligram setiap harinya. Ibu bisa memenuhi asupan kalsium dengan mengonsumsi sayur-sayuran hijau seperti brokoli dan bayam, juga kacang-kacangan, ikan (tentunya), tahu, susu, maupun keju yang adalah sumber kalsium terbaik. Selain itu, Ibu juga bisa mendapatkan tambahan kalsium dari suplemen yang diresepkan atau dianjurkan oleh dokter.

    Selain itu, Ibu juga bisa menjalankan gaya hidup sehat dengan istirahat yang cukup, terhindar dari asap rokok, dan melakukan olahraga ringan seperti berjalan, yoga, senam, pilates, dan masih banyak lagi. Nah, Ibu jangan lagi takut untuk menyusui karena menyusui tidak menyebabkan osteoporosis dan ASI adalah yang terbaik untuk bayi Ibu. Jadi sekali lagi ditekankan bahwa mitos menyusui menyebabkan osteoporosis adalah tidak benar!

    Jadi, menyusui itu penting, dan ternyata tidak menyebabkan osteoporosis. Apabila Sobat ingin mengetahui lebih dalam dan lengkap nutrisi menyusui yang tepat dan memerlukan informasi kesehatan lainnya maupun membutuhkan produk-produk kesehatan yang berkaitan dengan ASI, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  • Penanganan Osteoprosis mungkin sulit untuk dilaksanakan. Namun sebenarnya pengobatannya tidaklah begitu merepotkan. Ketika terkena osteoporosis lebih baik pula untuk mencegah dan mengurangi risiko patah tulang yang dapat terjadi akibat jatuh. Baca Juga: Mengenal Gejala dan Pencegahan Osteoporosis Obat dan penanganan osteoporosis sangat ditentukan berdasarkan usia, kepadatan tulang, dan juga faktor resiko keretakan. Mungkin saja sebenarnya […]

    Ini Dia Cara Mengobati Osteoporosis yang Tepat

    Penanganan Osteoprosis mungkin sulit untuk dilaksanakan. Namun sebenarnya pengobatannya tidaklah begitu merepotkan. Ketika terkena osteoporosis lebih baik pula untuk mencegah dan mengurangi risiko patah tulang yang dapat terjadi akibat jatuh.

    cara mengobati osteoporosis

    Baca Juga: Mengenal Gejala dan Pencegahan Osteoporosis

    Obat dan penanganan osteoporosis sangat ditentukan berdasarkan usia, kepadatan tulang, dan juga faktor resiko keretakan. Mungkin saja sebenarnya Anda tidak memerlukan obat osteoporosis, hanya saja kadar kalsium dan vitamin D dalam tubuh harus tercukupi. Para dokter tentunya juga akan menyarankan pola makan sehat dan konsumsi suplemen untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

    Produk Terkait: Suplemen dan Susu Kalsium Cegah Osteoporosis

    Pengobatan osteoporosis terbagi menjadi dua, yakni pengobatan bersifat non hormon dan hormon. Pengobatan non hormon meliputi pemberian kalsium dan suplemen vitamin D, bisphosphonate, dan strontium ranelate. Pengobatan hormon meliputi pemberian SERMs, terapi penggantian hormon, hormon paratiroid, dan kalsitonin. Perlu diperhatikan bahwa seluruh obat-obatan ini hanya boleh Anda konsumsi dengan pengawasan dokter.

    Obat-obatan yang Bersifat Nonhormon

    • Kalsium dan suplemen vitamin D

    Kalsium dan vitan D bermanfaat mengurangi resiko patah tulang pangkal paha. Dosis kalsium dan vitamin D hanya bisa didapatkan dari obat-obatan yang diformulasikan dalam resep dokter

    • Bisphosphonate

    Bisphosphonate akan menjaga kepadatan tulang dan mengurangi resiko retak. Obat ini biasa diberikan dalam bentuk tablet atau suntikan. Bisphosphonate ini akan memperlambat lajunya sel-sel yang meluruhkan tulang. Dosis dan cara konsumsi bisphosphonate harus diberikan langsung oleh dokter profesional, karena jika tidak tepat akan memberikan beberapa efek samping.

    • Strontium Ranelate

    Obat ini merupakan alternatif apabila penderita osteoporosis tidak cocok dengan penggunaan bisphosphonate. Strontium Ranelate biasanya dikonsumsi dalam bentuk bubuk yang dilarutkan dalam air. Dosis yang diberikan juga harus sesuai, beberapa efek samping yang akan timbul dari obat ini yaitu diare dan mual.

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Mencegah Osteoporosis

    Obat-obatan yang Bersifat Hormon

    • Selective Estrogen Receptor Modulators (SERMs)

    Obat ini berfungsi untuk menjaga kepadatan tulang dan mengurangi resiko retak (terutama pada tulang punggung). SERMs untuk pengobatan osteoporosis adalah raloxifene, garam hidoklorida. Obat ini dikonsumsi tiap hari dan berbentuk tablet.

    • Terapi Penggantian Hormon

    Terapi ini berfungsi untuk menjaga kepadatan tulang dan mengurangi resiko keretakan. Terapi ini ditujukan bagi wanita menopause, berupa terapi hormon estrogen. Namun terapi ini dapat memicu timbulnya kanker dan stroke. Diskusikanlah terapi ini kepada dokter lebih lanjut untuk mengetahui pengaruhnya.

    • Hormon Paratiroid (PTH)

    PTH bekerja dengan cara meningkatkan kepadatan tulang. PTH merupakan pengobatan berbentuk suntikan. Pengobatan dengan cara ini hanya digunakan untuk penderita yang memiliki kepadatan tulang sangat rendah.

    • Kalsitonin

    Kalsitonin bekerja dengan cara memperkuat kepadatan tulnag dengan menghambat sel-sel yang meluruhkan tulang. Obat ini diberikan tiap hari dalam bentuk semprotan yang dihirup atau suntikan.

    Baca Juga: Wanita dan Osteoporosis

    Hal di atas adalah artikel mengenai “Cara Mengobati Osteoporosis“. Itu dia cara mengatasi osteoporosis. Nantikan artikel lain kami untuk mendapatkan informasi kesehatan tubuh yang bermanfaat lainnya. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai osteoporosis dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Diulas oleh: dr. Anindi Putri Harjanti

     

    Read More
  • Dengan berolahraga kita akan mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar. Berolahraga juga dapat mencegah kita mengalami penyakit-penyakit membahayakan, misalnya saja osteoporosis. Untuk itu, memulai diri agar rajin berolahraga adalah hal yang penting. Kali ini kami akan menginformasikan tentang olahraga apa saja yang dapat mencegah osteoporosis. Yuk, mari kita simak ulasannya berikut ini! Baca Juga: 10 […]

    Berikut Ini Adalah 7 Olahraga Cegah Osteoporosis

    Dengan berolahraga kita akan mendapatkan tubuh yang sehat dan bugar. Berolahraga juga dapat mencegah kita mengalami penyakit-penyakit membahayakan, misalnya saja osteoporosis. Untuk itu, memulai diri agar rajin berolahraga adalah hal yang penting. Kali ini kami akan menginformasikan tentang olahraga apa saja yang dapat mencegah osteoporosis. Yuk, mari kita simak ulasannya berikut ini!

    olahraga cegah osteoporosis

    Baca Juga: 10 Hal yang Perlu Dilakukan untuk Cegah Osteoporosis

    1. Lompat Tali

    Meskipun terdengar lucu, lompat tali memiliki pengaruh yang kuat dalam menjaga kesehatan tulang. Jika kita melakukan setidaknya 10 menit tiap hari untuk melakukan hal ini, kita akan meningkatkan kualitas kesehatan tulang dan juga mendapakan beberapa manfaat penting lainnya.

    2. Jogging

    Lari di pagi atau sore hari adalah pilihan olahraga yang tepat untuk mencegah terjadinya osteoporosis. Selain mendapatkan udara yang sejuk dan menyegarkan pikiran, kita juga dapatkan manfaat lain seperti tidak rentan terhadap penyakit osteoporosis.

    Baca Juga: Lari Pagi, Yuk!

    3. Tenis

    Olahraga tenis dapat membentuk tulang yang kuat. Tiap-tiap gerakan yang terjadi dalam olahraga tenis akan mencegah Anda mengalami osteoporosis. Ajak pula anggota keluarga Anda agar tercegah dari osteoporosis.

    4. Basket

    Olahraga yang satu ini dilakukan dengan beramai-ramai. Mengajak teman-teman Anda bermain basket akan menambah keseruan dalam permainannya. Bermain bola basket membuat tubuh Anda menjadi lincah dan atraktif. Selain mencegah osteoporosis olahraga basket juga dapat membakar kalori dalam tubuh Anda.

    5. Berenang

    Mengisi beberapa waktu luang untuk berenang adalah hal yang menyenangkan. Berenang memiliki banyak manfaat, dan salah satu manfaatnya adalah memperkuat tulang dan memperbaiki kinerja paru-paru.

    Baca Juga: 5 Olahraga Terbaik untuk Kesehatan Jantung

    6. Mendaki

    Memiliki hobi mendaki berarti memiliki daya tahan tubuh yang kuat. Sekali-sekali cobalah untuk mendaki agar terhindar dari penyakit osteoporosis.

    7. Yoga

    Yoga adalah olahraga yang berfokus pada konsentrasi. Dengan yoga kita akan mendapatkan tubuh yang fleksibel dan tulang yang sehat.

    Baca Juga: Hal-hal yang Perlu Diketahui dari Berolahraga di Malam Hari

    Hal diatas adalah artikel mengenai 7 Olahraga Cegah Osteoporosis“. Osteoporosis bisa kita cegah dengan berbagai macam olahraga, untuk itu ayo kita rajin berolahraga untuk mendapatkan tubuh yang sehat. Nantikan artikel lain kami untuk mendapatkan informasi kesehatan tubuh yang bermanfaat lainnya. Apabila Sobat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai olahraga pencegah osteoporosois dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Ditulis oleh dr. Anindi Putri Harjanti

     

    Read More
  • Dalam rangka memperingati Hari Wanita Sedunia (International Women’s Day) pada bulan Maret ini, dunia merayakan keberhasilan wanita atas pencapaian dalam berbagai bidang. Terlepas dari kesuksesan hal tersebut, siapa yang menyangka bahwa wanita dan osteoporosis menjadi hal yang membuat mereka masih harus jauh berada di bawah pria. Mungkin terdengar tidak adil jika wanita lebih berisiko terkena […]

    Wanita dan Osteoporosis

    Dalam rangka memperingati Hari Wanita Sedunia (International Women’s Day) pada bulan Maret ini, dunia merayakan keberhasilan wanita atas pencapaian dalam berbagai bidang. Terlepas dari kesuksesan hal tersebut, siapa yang menyangka bahwa wanita dan osteoporosis menjadi hal yang membuat mereka masih harus jauh berada di bawah pria.

    Beli suplemen tulang wanita di sini

    Mungkin terdengar tidak adil jika wanita lebih berisiko terkena osteoporosis daripada pria, tapi hal tersebut adalah sebuah fakta yang sudah diketahui masyarakat luas. International Osteoporosis Foundation bahkan memperkirakan sebanyak  200 juta wanita di dunia terjangkit penyakit yang menyerang kepadatan tulang ini. Wanita sudah dilahirkan dengan kepadatan tulang yang jauh lebih rendah dibanding pria. Seiring pertambahan usia, kepadatan tulang wanita akan menurun lebih cepat apalagi setelah mereka menempuh masa menopause. Bahkan pada rentang usia 20 hingga 80 tahun wanita di dunia kehilangan sepertiga kepadatan tulang pinggulnya. Hal ini berbeda dengan pria yang kehilangan hanya seperempatnya. Sekitar 50% wanita usia kurang dari 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis.

    Beli suplemen tulang wanita di sini

    Mengapa wanita dan osteoporosis berkaitan erat?

    Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya risiko osteoporosis pada wanita, di antaranya:

    • Perempuan memiliki tulang yang tipis,
    • Penurunan hormon estrogen yang tajam sesaat mereka memasuki masa menopause,
    • Jumlah densitas tulang yang dimiliki wanita ketika mereka menopause sudah rendah,
    • Berkurangnya kepadatan tulang akibat kurangnya aktifitas fisik dan gaya hidup yang tidak mendukung kesehatan  tulang.
    • Semasa hamil sejumlah kalsium  dari tulang ibu akan diambil untuk kebutuhan bayinya.

    Hormon estrogen sendiri merupakan hormon pada wanita yang berfungsi melindungi tulang. Dan jika hormon ini menurun secara drastis, maka kepadatan tulang juga berkurang drastis. Jika densitas tulang saat menopause masih tinggi, maka risiko osteoporosis akan menjadi lebih rendah. Hal ini yang harus dipupuk sejak dini oleh wanita-wanita muda. Rajin olahraga seperti yoga, konsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D akan mencegah osteoporosis menyerang mereka saat mereka tua nanti.

    Bagaimana dengan para wanita karir dan ibu bekerja yang sibuk dengan kepadatan aktifitas di sehari-harinya? Dengan tingginya kesibukan mereka, tindakan yang baik dilakukan sebagai bentuk pencegahan osteoporosis adalah dengan menjaga makanan yang dikonsumsi dan melakukan olahraga yang akan memberi dampak cukup besar bagi kualitas kesehatan tulang mereka, seperti olahraga yoga.

    Walaupun perempuan berada dalam risiko mengalami osteoporosis, faktanya osteoporosis dapat dicegah dengan resep sederhana untuk tulang yang sehat, antara lain dengan mengkonsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D, seperti susu dan olahannya, susu kedelai, ikan sarden, teri, salmon, bayam, kacang kedelai, oatmeal dan gandum. Asupan kalsium harian yang dianjurkan juga wajib dipenuhi sebagai bentuk pencegahan osteoporosis. Asupan kalsium yang disarankan adalah 1000 mg/hari pada usia ≤50 tahun dan 1200 mg pada usia ≥51 tahun. Sedangkan untuk asupan vitamin D harian yang dianjurkan sekitar 400-800 IU/hari. Tidak lupa olahraga teratur seperti yoga, berjalan kaki, jogging, lari, atau bersepeda. Hal terakhir yang harus dilakukan untuk mencegah osteoporosis adalah dengan tidak merokok atau minum minuman beralkohol.

    beli suplemen tulang wanita di prosehat

     

     

    Read More
  • Nyeri sendi yang akhir-akhir ini dirasakan Gofar membuat ia ketakutan akan risiko osteoporosis. Ia pun berkonsultasi ke orthopedi perihal sakitnya. Sesampainya di sana, ia dijelaskan bahwa nyeri sendi yang dirasakannya belum tentu osteoporosis. Ia malah dianjurkan mengunjungi dokter umum untuk mencari tahu penyebab nyeri sendi yang dirasakannya berasal dari penyakit apa. Kok bisa ya? Kita […]

    Mengenal gejala dan pencegahan osteoporosis

    Nyeri sendi yang akhir-akhir ini dirasakan Gofar membuat ia ketakutan akan risiko osteoporosis. Ia pun berkonsultasi ke orthopedi perihal sakitnya. Sesampainya di sana, ia dijelaskan bahwa nyeri sendi yang dirasakannya belum tentu osteoporosis. Ia malah dianjurkan mengunjungi dokter umum untuk mencari tahu penyebab nyeri sendi yang dirasakannya berasal dari penyakit apa. Kok bisa ya? Kita simak penjelasan berikut!

    Osteoporosis adalah kondisi di mana kepadatan tulang menurun seiring bertambahnya usia. Kondisi ini menyebabkan tulang menjadi lebih lemah dan rapuh. Jika sudah positif osteoporosis, tekanan ringan seperti membungkuk atau bahkan batuk dapat menyebabkan patah tulang (fraktur) lho! Tapi biasanya penyakit ini hanya menyerang tulang pinggul, pergelangan tangan dan tulang belakang.

    Penyebab

    Penyebab osteoporosis sebenarnya adalah menurunnya kepadatan tulang. Jika kamu pernah melakukan tes Bone Mineral Densitometry (BMD) atau tes yang dilakukan untuk mengukur kepadatan tulang, maka faktor risiko osteoporosis seperti di bawah ini harus segera dihentikan, ya:

    • merokok dan alkohol,
    • berat badan di bawah normal,
    • menopause dini,
    • gangguan pada ginjal,
    • gangguan pada hormon testosteron;

    Menurut mitos para wanita cenderung lebih rentan terkena osteoporosis. Apakah mitos tersebut benar? Tidak benar, ya. Walaupun penurunan kadar estrogen pada wanita setelah menopause dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang mereka, tapi pria juga bisa mengalami osteoporosis kok. Para pria yang senang mengkonsumsi minuman keras/alkohol menyebabkan kadar testosteron mereka yang kurang dari kadar normal hingga mempercepat pengeroposan tulang.

    Gejala

    Tidak ada gejala yang pasti untuk osteoporosis, lho. Hal ini diakibatkan oleh jangka waktu yang lama untuk terjadinya penyakit. Namun jika seseorang merasakan nyeri pada punggungnya dalam waktu yang lama dan disertai dengan kesulitan bernafas, segera periksa ke dokter, ya! Dokter kamu akan memberikan penanganan yang tepat. Ketahui pula bahwa postur tubuh yang bungkuk, yang seringnya dialami oleh para lansia merupakan gejala osteoporosis. Karena tulang belakang mereka yang mengalami pengeroposan, membuat tulang tersebut kesulitan untuk menopang tubuh.

    Pencegahan

    Mengingat terjadinya osteoporosis yang bertahap dan memakan waktu yang lama, pencegahan dapat dilakukan dengan rajin mengkonsumsi minuman suplemen dengan kandungan kalsium tinggi atau minuman lain dengan vitamin D (susu atau multivitamin). Gaya hidup sehat juga dapat dijadikan ’tabungan tulang sehat’ karena semakin padat tulang kita sebelum menopause tiba, semakin baik kualitas tulangnya.

    Berikut beberapa pencegahan osteoporosis:

    • Latih kekuatan tulang kita dengan berjalan kaki selama 60 menit setiap harinya.
    • Bersahabat dengan sinar matahari.
    • Lakukan weight-bearing exercise (meningkatkan kepadatan tulang, contoh: angkat barbel).
    • Balance exercise (pilates, yoga).
    • Berhenti merokok dan minum minuman keras.
    • Makan makanan kaya kalsium dan Vitamin D.

    Pengobatan

    Pengobatan untuk osteoporosis adalah dengan konsumsi suplemen mineral tulang seperti bisphoponat, kalsium dan vit. D. Jika sudah merasakan gejalanya sejak lama, segera konsultasikan kepada dokter. Ketika diagnosanya lebih jelas, kita tidak perlu ragu lagi untuk mencari obat sehingga pengeroposannya diperlambat. Sebagai langkah awal pengobatan, kita juga bisa lakukan tes kepadatan mineral tulang atau BMD.

    Read More
  • Apakah susu baik untuk dijadikan pengganti makanan bagi penderita diabetes? Pertanyaan itu pasti terngiang-ngiang di benak kalian ya. Benar lho! Susu rendah kalori berfungsi sebagai pengganti makanan bagi pasien diabetes. Mengapa? Kita bahas lebih lanjut yuk! Sebelumnya penting ya, untuk mengetahui rekomendasi asupan nutrisi bagi pasien diabetes, termasuk susu. Ternyata hal tsb harus disesuaikan dengan […]

    Susu Rendah Kalori Pengganti Makanan Diabetesi

    Apakah susu baik untuk dijadikan pengganti makanan bagi penderita diabetes? Pertanyaan itu pasti terngiang-ngiang di benak kalian ya. Benar lho! Susu rendah kalori berfungsi sebagai pengganti makanan bagi pasien diabetes. Mengapa? Kita bahas lebih lanjut yuk!

    Sebelumnya penting ya, untuk mengetahui rekomendasi asupan nutrisi bagi pasien diabetes, termasuk susu. Ternyata hal tsb harus disesuaikan dengan kebutuhan kalori per hari. Porsi makanan diabetesi yang direkomendasikan dianjurkan seimbang dengan komposisi sebagai berikut:

    • Energi dari karbohidrat 45-65%,
    • Protein 15-20%,
    • Lemak 20-25%,
    • Vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah yang cukup.

    prosehat diabetes 1

    Untuk itu, pada pengaturan konsumsi makanan dan minuman, termasuk susu rendah kalori untuk diabetesi ditentukan oleh beberapa hal berikut:

    • kebutuhan kalori per hari,
    • kebutuhan bahan makanan per hari, dan
    • daftar bahan makanan pengganti serta cara penggunaannya.

    Jenis Susu untuk Diabetesi

    Susu adalah minuman dengan indeks glikemik rendah. American Diabetes Association (ADA) merekomendasi 2 hingga 3 gelas susu rendah lemak dengan nol atau rendah kalori untuk diabetesi setiap hari. Pilihan produk susu yang baik adalah:

    • Susu tanpa lemak,
    • Susu rendah lemak, dan
    • Susu kedelai terfortifikasi.

    Fungsi Susu Bagi Diabetesi

    Berdasarkan data American Diabetes Association (ADA), Diabetesi memiliki risiko osteoporosis dan patah tulang lebih tinggi daripada seseorang tanpa penyakit diabetes. Oleh karena itu fungsi susu untuk diabetes adalah sebagai pencegah terjadinya osteoporosis. Konsumsi makanan atau minuman yang kaya akan kalsium dan protein, seperti susu, membantu menjaga kekuatan tulang dan melindungi terhadap kejadian osteoporosis.

    Susu Rendah Kalori

    Sebagian besar produk susu yang mengandung pemanis rendah kalori akan mengandung pula sejumlah kalori dan karbohidrat dari bahan komposisi lainnya. Hal ini berarti makanan dengan keterangan seperti “bebas gula” atau “rendah gula” tidak selalu rendah atau nol kalori. Sebelum mengonsumsi, penting untuk memperhatikan label kandungan nutrisi yang tertera pada kemasan susu tersebut. Perlu juga untuk memperhatikan rasa susu. Susu dengan rasa coklat dan vanila cenderung memiliki kadar gula atau pemanis buatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu tanpa rasa.

    prosehat diabetes susu

    Terdapat 6 jenis pemanis buatan yang telah diuji dan disetujui aman oleh U.S. Food and Drug Administration (FDA), di antaranya:

    • Acesulfame potassium (disebut juga acesulfame K),
    • Aspartame,
    • Saccharin,
    • Sucralose,
    • Neotame, dan
    • Advantame.

    Pemanis buatan di atas memiliki tingkat kemanisan yang 100 kali lebih tinggi daripada gula biasa sehingga hanya sedikit jumlah yang dibutuhkan untuk konsumsi pemanis ini. Terkecuali aspartame, pemanis buatan ini tidak dimetabolisme oleh tubuh untuk energi sehingga mengandung 0 kalori.

    Ternyata penting ya susu untuk diabetes itu. Terutama bagi pasien yang memiliki sweet-tooth, adanya pemanis buatan yang sudah resmi aman untuk digunakan sebagai pengganti gula dapat menjadi salah satu solusi. Dan ternyata susu bukan hanya untuk anak-anak saja tapi susu bagi penderita diabetisi juga bermanfaat, lho. Konsumsi rutin susu jenis ini juga bermanfaat untuk jaga kadar gula serta jaga pola makan seimbang penderita diabetes. Selain itu, siapa bilang susu ini hanya untuk penderita diabetes? Bagi kamu yang hendak mengendalikan berat badan, boleh lho untuk coba mengganti susu yang kami minum dengan susu rendah kalori ini.

    Pesan online susu rendah lemak, langsung diantar tanpa ribet dengan kemacetan adalah bukti perhatian kita bagi orang yang dicintai yang saat ini menderita diabetes atau bahkan bisa untuk dia yang kamu sayangi yang ingin turunkan berat badan.

    Narasumber: dr. Novita Liman

    Referensi:

    • American Diabetes Association. Dairy. [Internet]. 2015 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.diabetes.org/food-and-fitness/food/what-can-i-eat/making-healthy-food-choices/dairy.html.
    • American Diabetes Association. Foundations of Care: Education, Nutrition, Physical Activity, Smoking Cessation, Psychosocial Care, and Immunization. Diabetes Care 2015;38(Suppl. 1):S20–S30.
    • American Diabetes Association. Low-Calorie Sweeteners. [Internet]. 2015 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.diabetes.org/food-and-fitness/food/what-can-i-eat/understanding-carbohydrates/artificial-sweeteners/
    • Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Konsensus Pengelolaaln dan Pencegahan Diabets Melitus Tipe 2 di Indonesia 2006.PDF. [Internet]. 2006 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.pbpapdi.org/images/file_guidelines/12_Konsensus%20Pengelolaaln%20dan%20Pencegahan%20Diabets%20Melitus%20Tipe%202%20di%20Indonesia%202006.PDF.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja