Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ osteoporosis”

  • Dalam rangka memperingati Hari Wanita Sedunia (International Women’s Day) pada bulan Maret ini, dunia merayakan keberhasilan wanita atas pencapaian dalam berbagai bidang. Terlepas dari kesuksesan hal tersebut, siapa yang menyangka bahwa wanita dan osteoporosis menjadi hal yang membuat mereka masih harus jauh berada di bawah pria. Mungkin terdengar tidak adil jika wanita lebih berisiko terkena […]

    Wanita dan Osteoporosis

    Dalam rangka memperingati Hari Wanita Sedunia (International Women’s Day) pada bulan Maret ini, dunia merayakan keberhasilan wanita atas pencapaian dalam berbagai bidang. Terlepas dari kesuksesan hal tersebut, siapa yang menyangka bahwa wanita dan osteoporosis menjadi hal yang membuat mereka masih harus jauh berada di bawah pria.

    Beli suplemen tulang wanita di sini

    Mungkin terdengar tidak adil jika wanita lebih berisiko terkena osteoporosis daripada pria, tapi hal tersebut adalah sebuah fakta yang sudah diketahui masyarakat luas. International Osteoporosis Foundation bahkan memperkirakan sebanyak  200 juta wanita di dunia terjangkit penyakit yang menyerang kepadatan tulang ini. Wanita sudah dilahirkan dengan kepadatan tulang yang jauh lebih rendah dibanding pria. Seiring pertambahan usia, kepadatan tulang wanita akan menurun lebih cepat apalagi setelah mereka menempuh masa menopause. Bahkan pada rentang usia 20 hingga 80 tahun wanita di dunia kehilangan sepertiga kepadatan tulang pinggulnya. Hal ini berbeda dengan pria yang kehilangan hanya seperempatnya. Sekitar 50% wanita usia kurang dari 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis.

    Beli suplemen tulang wanita di sini

    Mengapa wanita dan osteoporosis berkaitan erat?

    Terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi tingginya risiko osteoporosis pada wanita, di antaranya:

    • Perempuan memiliki tulang yang tipis,
    • Penurunan hormon estrogen yang tajam sesaat mereka memasuki masa menopause,
    • Jumlah densitas tulang yang dimiliki wanita ketika mereka menopause sudah rendah,
    • Berkurangnya kepadatan tulang akibat kurangnya aktifitas fisik dan gaya hidup yang tidak mendukung kesehatan  tulang.
    • Semasa hamil sejumlah kalsium  dari tulang ibu akan diambil untuk kebutuhan bayinya.

    Hormon estrogen sendiri merupakan hormon pada wanita yang berfungsi melindungi tulang. Dan jika hormon ini menurun secara drastis, maka kepadatan tulang juga berkurang drastis. Jika densitas tulang saat menopause masih tinggi, maka risiko osteoporosis akan menjadi lebih rendah. Hal ini yang harus dipupuk sejak dini oleh wanita-wanita muda. Rajin olahraga seperti yoga, konsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D akan mencegah osteoporosis menyerang mereka saat mereka tua nanti.

    Bagaimana dengan para wanita karir dan ibu bekerja yang sibuk dengan kepadatan aktifitas di sehari-harinya? Dengan tingginya kesibukan mereka, tindakan yang baik dilakukan sebagai bentuk pencegahan osteoporosis adalah dengan menjaga makanan yang dikonsumsi dan melakukan olahraga yang akan memberi dampak cukup besar bagi kualitas kesehatan tulang mereka, seperti olahraga yoga.

    Walaupun perempuan berada dalam risiko mengalami osteoporosis, faktanya osteoporosis dapat dicegah dengan resep sederhana untuk tulang yang sehat, antara lain dengan mengkonsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D, seperti susu dan olahannya, susu kedelai, ikan sarden, teri, salmon, bayam, kacang kedelai, oatmeal dan gandum. Asupan kalsium harian yang dianjurkan juga wajib dipenuhi sebagai bentuk pencegahan osteoporosis. Asupan kalsium yang disarankan adalah 1000 mg/hari pada usia ≤50 tahun dan 1200 mg pada usia ≥51 tahun. Sedangkan untuk asupan vitamin D harian yang dianjurkan sekitar 400-800 IU/hari. Tidak lupa olahraga teratur seperti yoga, berjalan kaki, jogging, lari, atau bersepeda. Hal terakhir yang harus dilakukan untuk mencegah osteoporosis adalah dengan tidak merokok atau minum minuman beralkohol.

    beli suplemen tulang wanita di prosehat

     

     

    Read More
  • Nyeri sendi yang akhir-akhir ini dirasakan Gofar membuat ia ketakutan akan risiko osteoporosis. Ia pun berkonsultasi ke orthopedi perihal sakitnya. Sesampainya di sana, ia dijelaskan bahwa nyeri sendi yang dirasakannya belum tentu osteoporosis. Ia malah dianjurkan mengunjungi dokter umum untuk mencari tahu penyebab nyeri sendi yang dirasakannya berasal dari penyakit apa. Kok bisa ya? Kita […]

    Mengenal gejala dan pencegahan osteoporosis

    Nyeri sendi yang akhir-akhir ini dirasakan Gofar membuat ia ketakutan akan risiko osteoporosis. Ia pun berkonsultasi ke orthopedi perihal sakitnya. Sesampainya di sana, ia dijelaskan bahwa nyeri sendi yang dirasakannya belum tentu osteoporosis. Ia malah dianjurkan mengunjungi dokter umum untuk mencari tahu penyebab nyeri sendi yang dirasakannya berasal dari penyakit apa. Kok bisa ya? Kita simak penjelasan berikut!

    Osteoporosis adalah kondisi di mana kepadatan tulang menurun seiring bertambahnya usia. Kondisi ini menyebabkan tulang menjadi lebih lemah dan rapuh. Jika sudah positif osteoporosis, tekanan ringan seperti membungkuk atau bahkan batuk dapat menyebabkan patah tulang (fraktur) lho! Tapi biasanya penyakit ini hanya menyerang tulang pinggul, pergelangan tangan dan tulang belakang.

    Penyebab

    Penyebab osteoporosis sebenarnya adalah menurunnya kepadatan tulang. Jika kamu pernah melakukan tes Bone Mineral Densitometry (BMD) atau tes yang dilakukan untuk mengukur kepadatan tulang, maka faktor risiko osteoporosis seperti di bawah ini harus segera dihentikan, ya:

    • merokok dan alkohol,
    • berat badan di bawah normal,
    • menopause dini,
    • gangguan pada ginjal,
    • gangguan pada hormon testosteron;

    Menurut mitos para wanita cenderung lebih rentan terkena osteoporosis. Apakah mitos tersebut benar? Tidak benar, ya. Walaupun penurunan kadar estrogen pada wanita setelah menopause dapat menyebabkan penurunan kepadatan tulang mereka, tapi pria juga bisa mengalami osteoporosis kok. Para pria yang senang mengkonsumsi minuman keras/alkohol menyebabkan kadar testosteron mereka yang kurang dari kadar normal hingga mempercepat pengeroposan tulang.

    Gejala

    Tidak ada gejala yang pasti untuk osteoporosis, lho. Hal ini diakibatkan oleh jangka waktu yang lama untuk terjadinya penyakit. Namun jika seseorang merasakan nyeri pada punggungnya dalam waktu yang lama dan disertai dengan kesulitan bernafas, segera periksa ke dokter, ya! Dokter kamu akan memberikan penanganan yang tepat. Ketahui pula bahwa postur tubuh yang bungkuk, yang seringnya dialami oleh para lansia merupakan gejala osteoporosis. Karena tulang belakang mereka yang mengalami pengeroposan, membuat tulang tersebut kesulitan untuk menopang tubuh.

    Pencegahan

    Mengingat terjadinya osteoporosis yang bertahap dan memakan waktu yang lama, pencegahan dapat dilakukan dengan rajin mengkonsumsi minuman suplemen dengan kandungan kalsium tinggi atau minuman lain dengan vitamin D (susu atau multivitamin). Gaya hidup sehat juga dapat dijadikan ’tabungan tulang sehat’ karena semakin padat tulang kita sebelum menopause tiba, semakin baik kualitas tulangnya.

    Berikut beberapa pencegahan osteoporosis:

    • Latih kekuatan tulang kita dengan berjalan kaki selama 60 menit setiap harinya.
    • Bersahabat dengan sinar matahari.
    • Lakukan weight-bearing exercise (meningkatkan kepadatan tulang, contoh: angkat barbel).
    • Balance exercise (pilates, yoga).
    • Berhenti merokok dan minum minuman keras.
    • Makan makanan kaya kalsium dan Vitamin D.

    Pengobatan

    Pengobatan untuk osteoporosis adalah dengan konsumsi suplemen mineral tulang seperti bisphoponat, kalsium dan vit. D. Jika sudah merasakan gejalanya sejak lama, segera konsultasikan kepada dokter. Ketika diagnosanya lebih jelas, kita tidak perlu ragu lagi untuk mencari obat sehingga pengeroposannya diperlambat. Sebagai langkah awal pengobatan, kita juga bisa lakukan tes kepadatan mineral tulang atau BMD.

    Read More
  • Mitos! Mitos menyusui menyebabkan osteoporosis adalah salah. Faktanya tubuh wanita memang sudah dirancang sedemikian rupa untuk menyusui buah hatinya lho. Saat ibu hamil dan menyusui, 3 sampai 5 persen massa tulang Ibu akan diserap untuk kebutuhan buah hati. Tapi, tidak perlu takut, nantinya kepadatan tulang Ibu akan kembali seperti semula. Produksi estrogen yang Ibu hasilkan akan melindungi […]

    Menyusui Menyebabkan Osteoporosis?

    Mitos! Mitos menyusui menyebabkan osteoporosis adalah salah. Faktanya tubuh wanita memang sudah dirancang sedemikian rupa untuk menyusui buah hatinya lho.

    Saat ibu hamil dan menyusui, 3 sampai 5 persen massa tulang Ibu akan diserap untuk kebutuhan buah hati. Tapi, tidak perlu takut, nantinya kepadatan tulang Ibu akan kembali seperti semula. Produksi estrogen yang Ibu hasilkan akan melindungi kepadatan tulang Ibu. Justru ibu yang tidak menyusui memiliki risiko osteoporosis hingga 4 kali lipat, lho.

    Yang penting untuk Ibu pehatikan selama masa hamil dan menyusui adalah mencukupi kebutuhan kalsium. Ibu hamil dan menyusui direkomendasikan untuk mendapatkan asupan kalsium sekitar 1000 milligram setiap harinya. Ibu bisa memenuhi asupan kalsium dengan mengonsumsi sayur-sayuran hijau seperti brokoli dan bayam, juga kacang-kacangan, ikan (tentunya), tahu, susu, maupun keju yang adalah sumber kalsium terbaik. Selain itu, Ibu juga bisa mendapatkan tambahan kalsium dari suplemen yang diresepkan atau dianjurkan oleh dokter.

    Selain itu, Ibu juga bisa menjalankan gaya hidup sehat dengan istirahat yang cukup, terhindar dari asap rokok, dan melakukan olahraga ringan seperti berjalan, yoga, senam, pilates, dan masih banyak lagi. Nah, Ibu jangan lagi takut untuk menyusui karena menyusui TIDAK sebabkan osteoporosis dan ASI adalah yang terbaik untuk bayi Ibu. Jadi sekali lagi ditekankan bahwa mitos menyusui menyebabkan osteoporosis adalah TIDAK BENAR.

    Read More
  • Apakah susu baik untuk dijadikan pengganti makanan bagi penderita diabetes? Pertanyaan itu pasti terngiang-ngiang di benak kalian ya. Benar lho! Susu rendah kalori berfungsi sebagai pengganti makanan bagi pasien diabetes. Mengapa? Kita bahas lebih lanjut yuk! Sebelumnya penting ya, untuk mengetahui rekomendasi asupan nutrisi bagi pasien diabetes, termasuk susu. Ternyata hal tsb harus disesuaikan dengan […]

    Susu Rendah Kalori Pengganti Makanan Diabetesi

    Apakah susu baik untuk dijadikan pengganti makanan bagi penderita diabetes? Pertanyaan itu pasti terngiang-ngiang di benak kalian ya. Benar lho! Susu rendah kalori berfungsi sebagai pengganti makanan bagi pasien diabetes. Mengapa? Kita bahas lebih lanjut yuk!

    Sebelumnya penting ya, untuk mengetahui rekomendasi asupan nutrisi bagi pasien diabetes, termasuk susu. Ternyata hal tsb harus disesuaikan dengan kebutuhan kalori per hari. Porsi makanan diabetesi yang direkomendasikan dianjurkan seimbang dengan komposisi sebagai berikut:

    • Energi dari karbohidrat 45-65%,
    • Protein 15-20%,
    • Lemak 20-25%,
    • Vitamin, mineral, dan serat dalam jumlah yang cukup.

    prosehat diabetes 1

    Untuk itu, pada pengaturan konsumsi makanan dan minuman, termasuk susu rendah kalori untuk diabetesi ditentukan oleh beberapa hal berikut:

    • kebutuhan kalori per hari,
    • kebutuhan bahan makanan per hari, dan
    • daftar bahan makanan pengganti serta cara penggunaannya.

    Jenis Susu untuk Diabetesi

    Susu adalah minuman dengan indeks glikemik rendah. American Diabetes Association (ADA) merekomendasi 2 hingga 3 gelas susu rendah lemak dengan nol atau rendah kalori untuk diabetesi setiap hari. Pilihan produk susu yang baik adalah:

    • Susu tanpa lemak,
    • Susu rendah lemak, dan
    • Susu kedelai terfortifikasi.

    Fungsi Susu Bagi Diabetesi

    Berdasarkan data American Diabetes Association (ADA), Diabetesi memiliki risiko osteoporosis dan patah tulang lebih tinggi daripada seseorang tanpa penyakit diabetes. Oleh karena itu fungsi susu untuk diabetes adalah sebagai pencegah terjadinya osteoporosis. Konsumsi makanan atau minuman yang kaya akan kalsium dan protein, seperti susu, membantu menjaga kekuatan tulang dan melindungi terhadap kejadian osteoporosis.

    Susu Rendah Kalori

    Sebagian besar produk susu yang mengandung pemanis rendah kalori akan mengandung pula sejumlah kalori dan karbohidrat dari bahan komposisi lainnya. Hal ini berarti makanan dengan keterangan seperti “bebas gula” atau “rendah gula” tidak selalu rendah atau nol kalori. Sebelum mengonsumsi, penting untuk memperhatikan label kandungan nutrisi yang tertera pada kemasan susu tersebut. Perlu juga untuk memperhatikan rasa susu. Susu dengan rasa coklat dan vanila cenderung memiliki kadar gula atau pemanis buatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan susu tanpa rasa.

    prosehat diabetes susu

    Terdapat 6 jenis pemanis buatan yang telah diuji dan disetujui aman oleh U.S. Food and Drug Administration (FDA), di antaranya:

    • Acesulfame potassium (disebut juga acesulfame K),
    • Aspartame,
    • Saccharin,
    • Sucralose,
    • Neotame, dan
    • Advantame.

    Pemanis buatan di atas memiliki tingkat kemanisan yang 100 kali lebih tinggi daripada gula biasa sehingga hanya sedikit jumlah yang dibutuhkan untuk konsumsi pemanis ini. Terkecuali aspartame, pemanis buatan ini tidak dimetabolisme oleh tubuh untuk energi sehingga mengandung 0 kalori.

    Ternyata penting ya susu untuk diabetes itu. Terutama bagi pasien yang memiliki sweet-tooth, adanya pemanis buatan yang sudah resmi aman untuk digunakan sebagai pengganti gula dapat menjadi salah satu solusi. Dan ternyata susu bukan hanya untuk anak-anak saja tapi susu bagi penderita diabetisi juga bermanfaat, lho. Konsumsi rutin susu jenis ini juga bermanfaat untuk jaga kadar gula serta jaga pola makan seimbang penderita diabetes. Selain itu, siapa bilang susu ini hanya untuk penderita diabetes? Bagi kamu yang hendak mengendalikan berat badan, boleh lho untuk coba mengganti susu yang kami minum dengan susu rendah kalori ini.

    Pesan online susu rendah lemak, langsung diantar tanpa ribet dengan kemacetan adalah bukti perhatian kita bagi orang yang dicintai yang saat ini menderita diabetes atau bahkan bisa untuk dia yang kamu sayangi yang ingin turunkan berat badan.

    Narasumber: dr. Novita Liman

    Referensi:

    • American Diabetes Association. Dairy. [Internet]. 2015 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.diabetes.org/food-and-fitness/food/what-can-i-eat/making-healthy-food-choices/dairy.html.
    • American Diabetes Association. Foundations of Care: Education, Nutrition, Physical Activity, Smoking Cessation, Psychosocial Care, and Immunization. Diabetes Care 2015;38(Suppl. 1):S20–S30.
    • American Diabetes Association. Low-Calorie Sweeteners. [Internet]. 2015 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.diabetes.org/food-and-fitness/food/what-can-i-eat/understanding-carbohydrates/artificial-sweeteners/
    • Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Konsensus Pengelolaaln dan Pencegahan Diabets Melitus Tipe 2 di Indonesia 2006.PDF. [Internet]. 2006 [cited November 14, 2015]. Available from: http://www.pbpapdi.org/images/file_guidelines/12_Konsensus%20Pengelolaaln%20dan%20Pencegahan%20Diabets%20Melitus%20Tipe%202%20di%20Indonesia%202006.PDF.
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja