Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800

Orangtua Boleh Sibuk Asal Tepat Waktu

Pekerjaan kantor yang padat membuat waktu dengan keluarga menjadi berkurang. Dengan  kesibukan Ayah dan Bunda, hal tersebut bisa mengancam jiwanya loh. Loh kok bisa? Karena kesibukan tersebut bisa saja membuat jadwal imunisasi si kecil jadi terlewat dan pada akhirnya penyakit-penyakit berbahaya dapat mengancamnya.

Pada laporan Unicef, di tahun 2012 sebanyak 150.000 anak Indonesia meninggal dunia dan lebih dari 400 anak-anak yang meninggal setiap harinya. Tingginya kematian ini diakibatkan dari penyakit pneumonia dan diare. Pada nyatanya untuk mencegah hal tersebut dapat dihindari dengan imunisasi.

Imunisasi dapat menurunkan tingkat penyakit yang berat hingga mencegah kematian dan kecacatan yang menjadi beban bagi sebagian orang. Hampir 80-95% anak akan terhindari dari penyakit infeksi yang ganas dan semakin banyak bayi atau anak melakukan imunisasi, maka penyebaran penyakit akan semakin sedikit dan rantai penularan menjadi terputus.

Hal tersebut dapat mencegah penularan dari anak ke anak lain ataupun ke orang dewasa yang tinggal bersamanya. Karena dengan imunisasi yang Ayah dan Bunda lakukan, maka dapat melindungi si kecil dan orang-orang disekitar agar terhindar dari berbagai penyakit. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah memberikan jadwal imunisasi yang dapat Bunda atau Ayah lakukan untuk si kecil. Seperti gambar dibawah ini

Bila Bunda dan Ayah sudah melihat jadwalnya maka jangan sampai terlambat ya, karena imunisasi yang dilakukan dengan maksud untuk meningkatkan kekebalan tubuh si kecil terhadap suatu penyakit.

Respon kekebalan tubuh terhadap pada imunisasi sebenarnya sangat lemah jika dibandingkan dengan respons pada infeksi alamiah sehingga diperlukan imunisasi penguat (booster). Ada beberapa imunisasi yang perlu dilakukan secara berulang, karena semakin bertambahnya usia si kecil maka tingkat kekebalannya secara perlahan akan memudar.

Terutama pada bayi dan anak kecil yang memerlukan imunisasi, hal ini karena sistem imun mereka belum sepenuhnya matang dan produksi asam lambung mereka masih sedikit. Sehingga bakteri dan virus akan mudah masuk dan berkembang biak sehingga rentan terkena penyakit. Maka dari itu perlu memperhatikan tiga hal berikut ini:

  1. Apakah bayi sudah memiliki kekebalan yang berasal dari Bunda. Berapa lama kekebalan yang di dapat secara pasif menurun sehinggga harus imunisasi untuk perlindungan si kecil.
  2. Pada usia berapa penyakit paling sering menyerang sehingga imunisasi diperlukan sebelum anak mencapai usia rentan.
  3. Kenaikan sisitem kekebalan tubuh sebagai respons pada imunisasi yang berbeda-beda untuk setiap penyakit.

Dengan mengikuti jadwal imunisasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) hal tersebut untuk memastikan si kecil mendapatkan perlindungan maksimal yang dapat dicapai. Walaupun jadwal tersebut terlewat akibat lupa, sakit ataupun alasan lainnya segera konsultasikan kepada dokter untuk menanyakan kelanjutan imunisasi yang baik untuk si kecil.

Mungkin dokter akan melakukan kejar imunisasi, memberikan vaksin kombinasi serta pemberian beberapa imunisasi pada waktu yang sama, dilihat dari yang terbaik bagi keadaan dan usia anak saat itu. Sebagai orangtua harus memahami keuntungan serta resiko imunisasi dengan informasi yang jelas.

Kini Layanan Imunisasi Anak di ProSehat dapat membantu Ayah dan Bunda untuk mengatasi jadwal imunisasi si kecil yang mungkin terlewat. Karena di ProSehat, Ayah dan Bunda dapat menyesuaikan jadwal imunisasi dan tempat yang nyaman untuk si kecil saat imunisasi. Ditangani langsung oleh dokter berijin resmi, jadi tunggu apa lagi? Jangan lewatkan jadwal imunisasi si kecil demi masa depannya. Hubungi Maya Asisten Kesehatan ProSehat melalui Telp / SMS / WhatsApp : 0811-18-16-800 atau klik www.prosehat.com.

Sumber:

Widodo, Ariani Dewi.”Mengapa Imunisasi Harus Sesuai Jadwal? ”. https://www.tanyadok.com/anak/mengapa-imunisasi-seharus-sesuai-jadwal . Diakses Pada 25 Januari 2018

IDAI. “Imunisasi Penting Untuk Mencegah Penyakit Berbahaya”. http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/imunisasi-penting-untuk-mencegah-penyakit-berbahaya. Diakses pada 7 Februari 2018

Unicef Indonesia. “Sekitar 35 juta balita masih beresiko jika target angka kematian anak tidak tercapai”. https://www.unicef.org/indonesia/id/media_21393.html. Diakses pada 7 Februari 2018

Produk Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked