Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksin covid-19”

Showing 1–10 of 26 results

  • Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease (Covid-19), Indonesia menetapkan beberapa jenis vaksin yang bisa digunakan di Indonesia. Namun kenyataannya, tidak semua orang bisa mendapatkan vaksin berbayar. Masyarakat juga perlu mengetahui harga vaksin Covid-19. Salah satu faktor dalam keberhasilan vaksinasi global adalah harga vaksin yang […]

    Berikut Harga Vaksin Covid-19 yang Perlu Sahabat Ketahui

    Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 tentang Penetapan Jenis Vaksin untuk Pelaksanaan Vaksinasi Corona Virus Disease (Covid-19), Indonesia menetapkan beberapa jenis vaksin yang bisa digunakan di Indonesia.

    Namun kenyataannya, tidak semua orang bisa mendapatkan vaksin berbayar. Masyarakat juga perlu mengetahui harga vaksin Covid-19. Salah satu faktor dalam keberhasilan vaksinasi global adalah harga vaksin yang diakses  seluruh masyarakat di dunia.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Harga vaksin Covid-19 yang berbeda disebabkan oleh berbagai faktor. Seperti biaya teknologi, jumlah pendanaan publik, jaringan produksi perusahaan, dan lainya.

    harga vaksin covid-19, harga vaksin corona

    Pemerintah juga akan mengeluarkan biaya lanjutan untuk distribusi dan administrasi program vaksinasi Covid-19. Negara perlu memiliki mekanisme yang baik dan target agar vaksin Covid-19 dapat menjangkau seluruh masyarakatnya, baik untuk masa sekarang atau untuk jangka panjang.

    Sama seperti dengan berbagai negara di seluruh belahan dunia, Indonesia sudah mulai melakukan vaksinasi Covid-19 guna mencegah penyebaran Covid-19. Namun, vaksin memiliki banyak jenis dan setiap jenis vaksin memiliki harga yang berbeda. Berikut harga vaksin Covid-19:

    Vaksin Bio Farma

    Bio Farma pernah menyampaikan harga vaksin Covid-19 sekitar US$5 hingga US$10 per dolar AS atau setara dengan Rp70.660 ribu hingga Rp141.320 per dosisnya. Namun, Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, harga vaksin Covid-19 akan dijual sekitar Rp 200.000.

    Namun, perseroan hanya akan mengusulkan harga pokok produksi (HPP) vaksin kepada Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Dan Kemenkes nantinya yang akan menetapkan harga.

    Vaksin AstraZeneca

    Harga vaksin Covid-19 AstraZeneca diperkirakan memiliki harga sebesar US$ 3 hingga US$ 4 atau setara Rp 56.528 hingga Rp 70.660 per dosisnya. Produsen obat asal Inggris pernah menyatakan bahwa vaksin ini memiliki tingkat efektivitas sebesar 90%. Dan Indonesia telah memesan vaksin yang dikembangkan bersama Universitas Oxford.

    Vaksin ini dibuat dengan teknologi yang memanfaatkan virus penyebab pilek (adenovirus) dari simpanse yang sudah dimodifikasi. Virus tersebut mirip seperti SARS-COV-2 yang menyebabkan terjadi Covid-19, namun tidak bisa menyebabkan penyakit.

    Vaksin Sinopharm

    Vaksin yang berasal dari Cina memiliki harga sebesar 1.000 yuan Cina atau setara dengan Rp 2,15 juta untuk dua kali suntikan vaksin. Harga vaksin ini bisa dibilang paling mahal, dibandingkan harga vaksin Covid-19 yang lainnya.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

    Vaksin Moderna

    Vaksin yang memiliki tingkat efektivitas sebesar 94,5 persen memiliki harga sebesar US$32 sampai US$37 per dosisnya atau setara dengan Rp452.224 ribu hinga Rp522.884 ribu per dosisnya. Perlu diketahui, vaksin ini merupakan salah satu vaksin yang memiliki pengembangan yang cukup signifikan. Vaksin yang dibuat dengan teknologi RNA mengharuskannya disimpan pada suhu minus 20 derajat celcius.

    Vaksin Pfizer Inc-BioNtech

    Pfizer bekerja sama dengan BioNtech merupakan perusahaan Amerika Serikat (AS) yang pertama mengklaim kefektivitasan dari vaksin ini lebih dari 90 persen. Karena menggunakan teknologi RNA, vaksin ini harus disimpan dalam suhu minus 70 sampai 80 derajat Celcius. Harga vaksin Covid-19 ini dibanderol sebesar US$20 per dosis atau Rp 282.640 per dosisnya.

    Vaksin ini awalnya merupakan satu-satunya vaksin yang mendapat izin penggunaan darurat dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dan vaksin ini dibuat dengan teknologi messenger RNA (Mrna), vaksin yang tidak mengandung virus hidup.

    Vaksin Sinovac

    Vaksin Sinovac berasal dari perusahaan farmasi yang berada di Cina. Dan vaksin ini merupakan vaksin Covid-19 yang pertama kali mendarat di Indonesia dan dipakai untuk memulai program vaksinasi bagi masyarakat Indonesia. Harga vaksin Covid-19 ini adalah sebesar US$10 sampai US$20 atau sekitar Rp 141.320 sampai Rp282.640 per dosisnya.

    Vaksin Sinovac ini dibuat dengan teknologi inactivated virus atau memanfaatkan virus yang sudah dilemahkan. Alasan pemerintah Indonesia menggunakan vaksin Sinovac adalah dengan tujuan tidak memberatkan pemerintah, karena harganya masih kisaran Rp 200.000 saja.

    Vaksin Novavax

    Vaksin buatan perusahaan AS disebut-sebut juga akan digunakan di Indonesia. Harga vaksin Covid-19 ini memiliki harga sekitar US$16 atau Rp225.000 per dosisnya. Vaksin ini dibuat dengan memanfaatkan sebagian kecil protein dari virus Corona yang dipakai untuk menginfeksi sel.

    Nah, Sahabat Sehat kini sudah mengetahui kan berbagai harga vaksin Covid-19. Perlu diketahui walaupun Sahabat Sehat sudah melakukan vaksinasi Covid-19, kalian harus tetap mematuhi protokol kesehatan yang ada. Seperti menerapkan 5M, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menjauhi kerumunan. Serta tidak lupa menerapkan juga 2I, yaitu Imun dan Iman.

    Karena, guna atau fungsi dari vaksin Covid-19 bukanlah membuat seseorang menjadi kebal dan akan terhindar dari paparan virus Covid-19. Fungsi vaksin Covid-19 adalah untuk membentuk imun kekebalan suatu kelompok. Jadi, apabila semakin banyak orang yang divaksin, semakin banyak juga manusia yang tingkat kekebalannya bertambah dan semakin sedikit yang terpapar.

    Baca Juga: Vaksin Merah Putih Sudah Sampai Mana Perkembangannya?

    Diharapkan, Indonesia beserta negara lain yang ada di dunia bisa segera mensukseskan vaksinasi Covid-19, sehingga tercipta kekebalan kelompok dan semakin sedikit orang yang terpapar Covid-19 dan kurva Covid-19 mulai melandai.

    Setelah sebagian besar masyarakat di suatu negara sudah melakukan vaksinasi Covid-19, maka semakin lama, perlahan-lahan negara bahkan dunia bisa kembali normal. Asalkan dengan catatan, semuanya bisa terjadi apabila manusia tertib dengan peraturan yang ada sekarang. Serta mendukung penuh program vaksin Covid-19. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai vaksin Covid-19 seperti konsultasi dengan dokter, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Indonesia, C., 2021. Daftar Estimasi Harga Vaksin Corona di Indonesia. [online] ekonomi. Available at: <https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20201208133713-92-579366/daftar-estimasi-harga-vaksin-corona-di-indonesia> [Accessed 25 February 2021].
    2. Media, K., 2021. 75 Juta Orang Harus Bayar Sendiri, Ini Rincian Harga Vaksin Corona Indonesia Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2020/12/12/072500665/75-juta-orang-harus-bayar-sendiri-ini-rincian-harga-vaksin-corona-indonesia?page=all> [Accessed 25 February 2021].
    3. Bisnis.com. 2021. 4 Tantangan Utama Menghentikan Pandemi Covid-19 | Lifestyle – Bisnis.com. [online] Available at: <https://lifestyle.bisnis.com/read/20210222/106/1359436/4-tantangan-utama-menghentikan-pandemi-covid-19> [Accessed 25 February 2021].
    4. Anwar, F., 2021. Update 5 Jenis Vaksin COVID-19 dan Harganya di Indonesia. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5349076/update-5-jenis-vaksin-covid-19-dan-harganya-di-indonesia> [Accessed 25 February 2021].
    Read More
  • Pandemi Covid-19 masih terus terjadi di seluruh dunia. Bahkan makin hari, jumlah orang yang terpapar masih terus meningkat. Begitupun juga dengan kematian akibat Covid-19. Guna mencegah semakin banyaknya orang yang terpapar Covid-19, Indonesia dan negara di seluruh dunia memberikan vaksin kepada warga negaranya. Namun, ternyata tidak semua orang bisa menerima vaksin. Skrining penerima vaksin dilakukan […]

    Seperti Apa Syarat Penerima Vaksin Covid-19?

    Pandemi Covid-19 masih terus terjadi di seluruh dunia. Bahkan makin hari, jumlah orang yang terpapar masih terus meningkat. Begitupun juga dengan kematian akibat Covid-19. Guna mencegah semakin banyaknya orang yang terpapar Covid-19, Indonesia dan negara di seluruh dunia memberikan vaksin kepada warga negaranya. Namun, ternyata tidak semua orang bisa menerima vaksin. Skrining penerima vaksin dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan oleh penerima vaksin.

    syarat penerima vaksin covid-19, syarat penerima vaksin corona

    Baca Juga: Bolehkah Menerima Vaksinasi Lain Setelah Vaksinasi Virus Corona?

    Berikut adalah beberapa syarat penerima vaksin:

    Tidak memiliki penyakit

    Sebelum melakukan vaksin, biasanya penerima vaksin melakukan screening atau penapisan. Dalam screening tersebut, penerima yang memiliki penyakit gejala infeksi saluran pernapasan (ISPA) seperti batuk, pilek, dan sesak napas dalam tujuh hari terakhir, tidak bisa melakukan vaksinasi. Atau dalam hal lain, disebut juga sebagai penyakit yang pernah diderita orang yang terpapar Covid-19.

    Kemudian, apabila penerima vaksin sedang mendapatkan terapa aktif jangka panjang terhadap kelainan jantung atau gagal jantung atau penyakit jantung koroner. Penyakit autoimun sistemi seperti SLE atau lupus, sjogren, vaskulitis, dan autoimun lainnya.

    Penyakit ginjal kronis atau sedang menjalani hemodialysis atau dialysis peritoneal atau transplantasi ginjal atau sindroma nefrotik dengan kortikosteroid Reumatik autoimun atau rhematoid arthritis Penyakit saluran pencernaan kronis Penyakit hipertiroid atau hipotiroid karena autoimun. Tidak bisa memenuhi syarat penerima vaksin.

    Memiliki penyakit kanker, kelainan darah, imunokompromais atau defisiensi imun, dan penerima produk darah atapun transfusi. Apabila Sahabat Sehat memiliki salah satu penyakit yang telah disebutkan di atas, Sahabat Sehat tidak memenuhi syarat sebagai penerima vaksin.

    Tidak sedang hamil

    Bagi para ibu hamil, vaksinasi masih harus ditunda dulu sampai dengan setelah melahirkan. Atau apabila ingin berniat hamil, Sahabat Sehat bisa melakukan perencanaan kehamilannya setelah mendapatkan vaksinasi kedua Covid-19. Agar Sahabat Sehat bisa memenuhi syarat penerima vaksin.

    Baca Juga: Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    Beberapa sumber ada yang bilang ibu menyusui bisa melakukan vaksinasi Covid-19. Namun, beberapa sumber juga ada yang bilang bahwa ibu menyusui tidak bisa melakukan vaksinasi. Persyaratan tersebut rupanya terus dilakukan pembaruan. Dan syarat terbarunya adalah, ibu menyusi boleh melakukan vaksinasi Covid-19.

    Tidak kontak erat dengan pasien Covid-19

    Syarat penerima vaksin selanjutnya adalah calon penerima vaksin, tidak bisa memenuhi syarat penerima vaksin apabila melakukan kontak erat dengan pasien, suspek, konfirmasi Covid-19. Dan calon penerima vaksin harus memiliki kategori, dalam satu rumah tidak ada yang sedang dalam kondisi Covid-19.

    Memiliki suhu tubuh di bawah 37,5 derajat Celcius

    Apabila calon penerima vaksin saat pengukuran suhu tubuh memiliki suhu di atas 37,5 derajat celcius, maka vaksinasi Covid-19 harus ditunda sampai calon penerima vaksin dinyatakan sembuh. Karena hal tersebut merupakan hal yang dasar syarat penerima vaksin.

    Selain itu, penundaan vaksinasi Covid-19 akan ditunggu sampai terbukti calon penerima vaksin tidaklah menderita Covid-19. Serta akan dilakukan skrining ulang pada saat kunjungan berikutnya untuk memenuhi syarat penerima vaksin.

    Penderita Diaberes Mellitus (DM)

    Apabila penderita diabetes mellitus (DM) tipe 2 terkontrol dan HbA1C di bawah 58 mmol/mol atau 7,5 persen, bisa diberikan vaksinasi.

    Produk Terkait: Lawan Diabetes

    Penderita HIV

    Para penderita HIV bisa saja menerima vaksin Covid-19. Namun apabila penderita HIV memiliki angka CD4 di bawah 200 atau tidak diketahui, maka vaksinasi Covid-19 tidak bisa diberikan.

    Penyakit Paru

    Jika calon penerima vaksinasi memiliki penyakit paru seperti, asma, PPOK atau TBC maka vaksinasi harus ditunda sampai kondisi pasien terkontrol dengan baik. Sedangkan khusus pasien TBC dalam pengobatan, vaksinasi baru bisa diberikan setelah minimal dua minggu pasien mendapat obat anti tuberculosis.

    Penyakit lain non-screening

    Syarat penerima vaksin khusus penyakit lain yang belum atau tidak disebutkan di atas, bisa langsung melakukan konsultasi kepada dokter ahli yang merawatnya. Bahkan lebih baik para calon penerima vaksin membawa surat keterangan atau catatan medis dari dokter yang menanganinya selama ini.

    Para penderita komorbid

    Ternyata para penderita komorbid bisa divaksin, hal tersebut tentunya harus dibarengi dengan surat rekomendasi dari dokter yang biasa menangani pasien tersebut, serta kondisi pasien harus terkontrol.

    Syarat Penerima Vaksin Lansia

    Lansia saat ini sudah diizinkan untuk menerima vaksin Covid-19. Namun, sebelum dilakukan vaksinasi, para lansia akan diberikan beberapa pertanyaan, seperti apakah mereka masih bisa menaiki 10 anak tangga tanpa bantuan orang lain. Kemudian apakah masih bisa berjalan sendiri tanpa bantuan orang lain, apakah dalam kurun waktu satu tahu terjadi penurunan berat badan.

    Apabila dua dari tiga pertanyaan di atas jawabannya adalah tidak, vaksinasi belum bisa diberikan kepada para lansia. Karena pertanyaan tersebut merupakan syarat penerima vaksin.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Jadi, Sahabat Sehat perlu mengetahui fungsi dari vaksin Covid-19 sendiri adalah untuk membentuk antibodi sekaligus merupakan suatu zat atau senyawa yang berguna untuk membentuk kekebalan tubuh pada suatu penyakit. Zat atau senyawa ini merupakan suatu penyakit yang sudah dilemahkan atau dimatikan. Dengan harapan virus yang sudah dimatikan itu akan membentuk kekebalan dalam tubuh.

    Fungsi dari vaksin bukanlah membuat orang menjadi kuat dan anti virus. Walaupun sudah divaksin, Sahabat Sehat harus tetap menerapkan 5M, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, serta mengurangi mobilitas.

    Apabila Sahabat ingin konsultasi mengenai vaksin dengan doktern 24 jam, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

     

    Referensi:

    1. Media, K., 2021. Simak Lagi, Ini 9 Syarat Penerima Vaksin Covid-19 di Indonesia Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: <https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/25/144500365/simak-lagi-ini-9-syarat-penerima-vaksin-covid-19-di-indonesia?page=all> [Accessed 25 February 2021].
    2. Septiani, A., 2021. 14 Syarat Penerima Vaksin Corona, Perlu Banget Dicatat Nih!. [online] detikHealth. Available at: <https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5376673/14-syarat-penerima-vaksin-corona-perlu-banget-dicatat-nih> [Accessed 25 February 2021].
    3. Dinkes.acehprov.go.id. 2021. Dinas Kesehatan Aceh | Ini 9 Syarat yang Harus Dipenuhi Calon Penerima Vaksin Covid-19. [online] Available at: <https://dinkes.acehprov.go.id/news/read/2021/01/19/556/ini-9-syarat-yang-harus-dipenuhi-calon-penerima-vaksin-covid-19.html> [Accessed 25 February 2021].
    4. beritasatu.com. 2021. Ini Syarat Lansia Bisa Divaksin Covid-19. [online] Available at: <https://www.beritasatu.com/kesehatan/737121/ini-syarat-lansia-bisa-divaksin-covid19> [Accessed 25 February 2021].
    Read More
  • Vaksinasi virus Corona di Indonesia sudah berjalan selama 2 bulan. Hal itu ditandai dengan penyuntikan pertama kepada Presiden Joko Widodo, 13 Januari 2021, yang kemudian dilanjutkan dengan penyuntikan kepada tenaga kesehatan, lansia, dan para pedagang. Terakhir, para tenaga pendidik seperti guru dan dosen juga sudah mulai diberikan vaksinasi pada 24 Februari 2021, dan berikutnya olahragawan […]

    Bolehkah Menerima Vaksinasi Lain Setelah Vaksinasi Virus Corona?

    Vaksinasi virus Corona di Indonesia sudah berjalan selama 2 bulan. Hal itu ditandai dengan penyuntikan pertama kepada Presiden Joko Widodo, 13 Januari 2021, yang kemudian dilanjutkan dengan penyuntikan kepada tenaga kesehatan, lansia, dan para pedagang. Terakhir, para tenaga pendidik seperti guru dan dosen juga sudah mulai diberikan vaksinasi pada 24 Februari 2021, dan berikutnya olahragawan pada 26 Februari 2021.

    vaksinasi lain setelah vaksinasi virus corona

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Pemberian vaksinasi massal ini tentunya untuk membantu mencegah virus Corona secara optimal sehingga virus yang melanda Indonesia sejak Maret 2020 ini bisa dikendalikan dengan baik dan tepat. Namun tentu saja ada pertanyaan, apakah boleh disuntik vaksin virus lainnya setelah vaksinasi covid-19 ini?

    Jawabannya, tidak boleh. Demikian menurut ahli imunologi dari Allergy and Asthma Network, Purvi Parikh, seperti dilansir dari Bisnis.com. Ia mengatakan seseorang yang sudah divaksinasi Covid-19 tidak boleh menerima vaksinasi lain seperti flu, pneumonia, atau herpes zoster. Hal tersebut bertujuan untuk mencegah efek samping vaksin Corona yang belum diketahui dan bisa saja muncul jika disuntik berdekatan dengan vaksin lain.

    Melalui sebuah uji klinis, Parikh meminta para relawan tidak boleh menerima vaksinasi lain setidaknya dalam periode empat pekan. Alasannya adalah seperti yang diungkapkan oleh juru bicara vaksinasi Covid-19 Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi pada sebuah talkshow radio yang diadakan oleh Kementerian Kesehatan, 23 Februari 2021.

    Baca Juga: Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    Ia menyatakan bahwa seseorang tidak boleh menerima suntikan vaksin lain selain vaksin Covid-19 supaya vaksin Corona ini bisa bekerja secara optimal dalam proses pembentukan antibodi. Karena itu, dr. Nadia menyarankan perlu rentang waktu minimal 28 hari jika ingin disuntik vaksin lain setelah menerima vaksin Covid-19.

    Rentang waktu tersebut menurutnya juga dapat menyebabkan seseorang masih bisa terinfeksi covid-19 meski sudah divaksin bahkan juga dapat menyebabkan kematian. Namun, dr. Nadia menyatakan bahwa gejala dan risiko kematian tersebut bukanlah risiko dari vaksinasi melainkan karena pembentukan antibodi yang membutuhkan waktu. Hal ini juga berdasarkan uji klinis vaksinasi di Unpad bahwa antibodi tubuh baru terbentuk secara optimal adalah 28 hari setelah penyuntikan kedua.

    Itulah Sahabat Sehat mengenai boleh tidaknya menerima vaksin lain setelah vaksinasi Covid-19. Bagi Sahabat yang sudah divaksin agar tetap melaksanakan 5M dan PHBS supaya target vaksinasi virus Corona di Indonesia dengan target minimum kekebalan kelompok 70% tercapai dan pencegahan Covid-19 menjadi optimal.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Jangan lupa juga untuk tetap melakukan deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Kemendikbud: Vaksinasi Covid-19 terhadap Guru hingga Dosen Dimulai Rabu Ini [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/02/24/09332801/kemendikbud-vaksinasi-covid-19-terhadap-guru-hingga-dosen-dimulai-rabu-ini
    2. Rakyat P. Vaksinasi Covid-19 Atlet Mulai 26 Februari 2021, Kemenpora: Menjangkau yang akan Ikut PON – Pikiran-Rakyat.com [Internet]. Pikiran-Rakyat.com. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-011490588/vaksinasi-covid-19-atlet-mulai-26-februari-2021-kemenpora-menjangkau-yang-akan-ikut-pon
    3. Setelah Vaksin Covid-19, Bolehkah Disuntik Vaksin Lain? | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20210127/106/1348545/setelah-vaksin-covid-19-bolehkah-disuntik-vaksin-lain
    4. Pinandhita V. Bolehkah Disuntik Vaksin Lain Setelah Divaksin COVID-19? [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 25 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5435169/bolehkah-disuntik-vaksin-lain-setelah-divaksin-covid-19
    Read More
  • Pemerintah akhirnya resmi mengeluarkan kebijakan vaksinasi gotong royong untuk Covid-19. Hal tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya Peraturan tersebut sudah ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Rabu, 24 […]

    Kebijakan Vaksinasi Gotong Royong Resmi Dikeluarkan Pemerintah, Prosehat Siap Menjadi Mitra Pelayanan yang Tepat!

    Pemerintah akhirnya resmi mengeluarkan kebijakan vaksinasi gotong royong untuk Covid-19. Hal tersebut berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 10 tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19).

    vaksinasi gotong royong

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Peraturan tersebut sudah ditandatangani oleh Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pada Rabu, 24 Februari 2021, dan merupakan revisi dari Permenkes Nomor 84 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi Covid-19.

    Apa yang Dimaksud dengan Vaksinasi Gotong Royong?

    Seperti dikutip dari Permenkes Nomor 10 Tahun 2021, definisinya adalah vaksinasi Covid-19 yang pelaksanaannya dilakukan kepada karyawan/karyawati, keluarga, dan individu lain terkait dalam keluarga.

    Bagaimana dengan Pendanaannya?

    Berdasarkan Permenkes Pasal 1 ayat 5 pendanaan untuk vaksinasi ditanggung oleh badan hukum atau badan usaha. Dengan demikian pemberian vaksin untuk karyawan adalah gratis. Karena itu, setiap perusahaan diwajibkan menyetor dana penerima vaksin jalur mandiri. Dana tersebut setidaknya berisi jumlah karyawan yang akan divaksin, nama, alamat, dan nomor induk kependudukan setiap karyawan. Hal ini berdasarkan pasal 6 Permenkes.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

    Jenis Vaksin Apa yang Akan Digunakan?

    Dalam sebuah konferensi pers pada Jumat, 26 Februari 2021, juru bicara Vaksinasi Covid-19 dr. Siti Nadia Tarmizi mengungkapkan bahwa jenis vaksin yang digunakan akan berbeda dengan yang selama ini akan digunakan pemerintah seperti Sinovac dan Pfizer. Selain itu,  ia mengungkapkan bahwa Kementerian BUMN dan Bio Farma akan berperan sebagai importir tunggal vaksin, dan tentunya harus mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM.

    Bagaimana dengan Distribusinya?

    Pemerintah menugaskan Bio Farma dalam pendistribusian ke daerah dan fasilitas kesehatan. Selain Bio Farma, pemerintah juga dapat menunjuk badan usaha sesuai perundang-undangan yang berlaku. Dalam prakteknya, Bio Farma dapat melibatkan atau bekerja sama dengan pihak ketiga.

    Bagaimana dengan Tempat Pelaksanaannya?

    Untuk tempat pelaksanaan berdasarkan Pasal 22 vaksinasi gotong royong tidak dilaksanakan di rumah sakit milik pemerintah agar tidak mengganggu program vaksinasi gratis yang sedang berjalan. Karena itu, perusahaan swasta harus bekerja sama dengan rumah sakit swasta untuk menggelar penyuntikan vaksin bagi karyawan. Apabila perusahaan tersebut memiliki faskes dan memenuhi syarat, Kemenkes mempersilakan perusahaan untuk melakukannya di faskes tersebut.

    Kapan Pelaksanaan Vaksinasi?

    dr. Siti Nadia Tarmizi mengatakan bahwa Vaksinasi akan dilaksanakan setelah pemberian vaksin terhadap tenaga kesehatan selesai dan bersifat paralel.

    Berapa Harganya?

    Berdasarkan Pasal 23, besaran harga maksimal akan ditetapkan oleh Kemenkes, dan hal ini harus diikuti oleh faskes milik masyarakat atau swasta. Itu berarti faskes tidak boleh menetapkan batas tarif maksimal yang sudah ditetapkan.

    Baca Juga: Vaksin Corona Buatan Indonesia, Vaksin Merah Putih, Sudah Sampai Mana Perkembangannya?

    Itulah mengenai vaksinasi gotong royong yang dikeluarkan pemerintah untuk mempercepat proses vaksinasi Corona di Indonesia agar pencegahan menjadi optimal. Untuk pelayanan dan pelaksanaan vaksinasi ini bisa dilakukan di Prosehat sebagai mitra yang tepat dengan pelayanan kesehatan yang sudah terintegrasi ke Satu Data Vaksinasi COVID19 KPC PEN bagi perusahaan yang ingin melakukan vaksinasi pada karyawan. Info lebih lengkap silakan hubungi hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Permenkes Vaksinasi Gotong Royong Terbit, Karyawan Tidak Dikenakan Biaya [Internet]. beritasatu.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.beritasatu.com/kesehatan/738825/permenkes-vaksinasi-gotong-royong-terbit-karyawan-tidak-dikenakan-biaya
    2. Indonesia C. Menkes Terbitkan Aturan Baru, Vaksinasi Mandiri Resmi Dibuka [Internet]. nasional. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210226104729-20-611193/menkes-terbitkan-aturan-baru-vaksinasi-mandiri-resmi-dibuka
    3. Indonesia C. Sinovac Hingga Pfizer Dilarang untuk Vaksinasi Mandiri [Internet]. nasional. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20210226152522-20-611373/sinovac-hingga-pfizer-dilarang-untuk-vaksinasi-mandiri
    4. Tempat Vaksinasi Mandiri Harus Beda, Faskes Wajib Ikut Tarif Maksimal | Kabar24 – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://kabar24.bisnis.com/read/20210226/15/1361318/tempat-vaksinasi-mandiri-harus-beda-faskes-wajib-ikut-tarif-maksimal
    5. Sah! Menkes Budi Teken Beleid Vaksinasi Mandiri, Ini Poin Lengkap: Tarif-Distribusi [Internet]. Kontan.co.id. 2021 [cited 26 February 2021]. Available from: https://nasional.kontan.co.id/news/sah-menkes-budi-teken-beleid-vaksinasi-mandiri-ini-poin-lengkap-tarif-distribusi
    Read More
  • Beberapa negara diketahui tengah sibuk memproduksi vaksin untuk mencegah Covid-19 secara optimal, salah satunya Indonesia. Indonesia tidak hanya sedang mengembangkan vaksin buatan sendiri bernama Merah Putih yang sedianya akan beredar pada akhir 2021, tetapi juga akan  memproduksi vaksin buatan dalam negeri lainnya, yaitu Vaksin Nusantara. Baca Juga: Vaksin Corona Buatan Indonesia, Vaksin Merah Putih, Sudah […]

    Vaksin Nusantara, Vaksin Corona Buatan Indonesia Lainnya Selain Merah Putih

    Beberapa negara diketahui tengah sibuk memproduksi vaksin untuk mencegah Covid-19 secara optimal, salah satunya Indonesia. Indonesia tidak hanya sedang mengembangkan vaksin buatan sendiri bernama Merah Putih yang sedianya akan beredar pada akhir 2021, tetapi juga akan  memproduksi vaksin buatan dalam negeri lainnya, yaitu Vaksin Nusantara.

    Vaksin Nusantara

    Baca Juga: Vaksin Corona Buatan Indonesia, Vaksin Merah Putih, Sudah Sampai Mana Perkembangannya?

    Sampai tulisan ini diturunkan vaksin tersebut telah menjalani uji klinis sebanyak dua kali. Pada uji klinis pertama dilaporkan bahwa 30 pasien yang menjadi relawan cukup baik dengan hasil yang aman, tidak menimbulkan efek dan gejala yang membahayakan. Berdasarkan hasil tersebut didapat bahwa antibodi atau imunogenitas pasien terhadap vaksin cukup tinggi terhadap Covid-19.

    Uji klinis dengan hasil tersebut tentu saja mendapatkan respons yang cukup baik dari DPR tetapi tetap meminta BPOM untuk mengecek temuan hasil uji klinis fase 1.Sedangkan uji klinis fase 2 sudah dilaksanakan pada 16 Februari 2021, dan bertempat di Rumah Sakit dr. Kariadi, Semarang, Jawa Tengah. Sejauh ini belum ada laporan mengenai uji klinis tersebut. Apabila vaksin sudah lolos semua uji klinis dan mendapat persetujuan dari MUI dan BPOM, diharapkan dapat diproduksi hingga 10 juta dosis setiap bulannya.

    Mengenai Vaksin Nusantara

    Vaksin Nusantara sendiri adalah salah satu vaksin Covid-19 buatan dalam negeri yang dipersiapkan untuk membantu mencegah virus bersama dengan vaksin-vaksin dari luar negeri seperti Sinovac, AstraZeneca, Moderna, dan Pfizer yang sudah dipesan pemerintah, dan tentunya juga dengan vaksin dalam negeri lainnya, Merah Putih yang diproduksi Bio Farma.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Vaksin ini dikembangkan pada September 2020 lalu, dan bermula dari perintah lisan Presiden kepada Menteri Kesehatan sebelumnya, pada Agustus 2020 untuk mendapatkan vaksin Corona yang aman bagi anak-anak dan para penderita Covid yang punya komorbid. Sebulan setelahnya sebuah tim dibentuk untuk membuat vaksin untuk kategori tersebut, dan harus buatan dalam negeri. Alasannya adalah supaya Indonesia mandiri dalam memproduksi vaksin yang platformnya individual.

    Vaksin dikerjakan oleh peneliti dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Negeri Sebelas Maret, Universitas Diponegoro, RSPAD Gatot Soebroto sedangkan RS dr. Kariadi untuk uji klinis. Adapun untuk produksi, Vaksin akan diproduksi oleh Rama Pharma bekerja sama dengan AIVITA Biomedical yang berada di California, Amerika Serikat.

    Seperti Apa Metode Vaksin Ini?

    Vaksin Nusantara menggunakan sel dendritik autolog (komponen dari sel darah putih) yang dipaparkan dengan antigen protein S dari SARS-COV-2. Sel dendritik yang mengenal antigen tersebut nantinya akan disuntikkan ke dalam tubuh kembali. Ketika di dalam tubuh sel dendritik tersebut akan memicu sel-sel imun lain untuk membentuk sistem pertahanan memori terhadap SARS COV-2. Perlu diketahui sel dendritik adalah sel-sel sistem imun spesial yang berbentuk bintang yang berada di jaringan seperti kulit, hidung, paru-paru, dan saluran pencernaan.

    Sel ini dapat meningkatkan respons imun melalui antigen di permukaan melalui sel-sel lain, dan dapat bertindak sebagai penyusun atau pengatur antigen di sel. Penggunaan sel dendritik merupakan salah satu alternatif untuk menangani SARS COV-12 penyebab Covid-19. Penggunaannya juga berbeda dengan vaksin buatan dalam negeri lainnya, Merah Putih, yang diketahui menggunakan metode rekombinan dengan memperbanyak antigen dari virus yang sudah dimatikan atau dilemahkan.

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Itulah mengenai Vaksin Nusantara, vaksin Covid-19 buatan Indonesia lainnya selain Vaksin Merah Putih yang masih dalam pengembangan dan uji-uji klinis. Kita harapkan semoga vaksin dalam negeri juga lancar ke depannya untuk membantu mengatasi Covid-19 secara optimal. Sembari menunggu vaksinasi massal, yuk Sahabat tetap terapkan 5M dan PHBS, dan jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses langsung via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Purbaya A. Diprakarsai dr Terawan, Vaksin Corona Nusantara Masuk Uji Klinis Fase II [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5376174/diprakarsai-dr-terawan-vaksin-corona-nusantara-masuk-uji-klinis-fase-ii
    2. Vaksin Nusantara Bermula dari Presiden Lisan Presiden Jokowi [Internet]. Sindonews.com. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://nasional.sindonews.com/read/337204/15/vaksin-nusantara-bermula-dari-perintah-lisan-presiden-jokowi-1613480522
    3. Terawan: Vaksin Nusantara Bisa Diproduksi 10 Juta Dosis Per Bulan [Internet]. Okezone. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://nasional.okezone.com/read/2021/02/16/337/2363122/terawan-vaksin-nusantara-bisa-diproduksi-10-juta-dosis-perbulan
    4. Komisi IX DPR Antusias dengan Uji Klinis Fase I Vaksin Nusantara [Internet]. Antaranews. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/2003457/komisi-ix-dpr-antusias-dengan-uji-klinis-fase-1-vaksin-nusantara
    5. Rumah Sakit Kariadi Gelar Uji Klinis Fase 2 Vaksin Nusantara Siang Ini : Okezone Nasional [Internet]. okezone.com. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://nasional.okezone.com/read/2021/02/16/337/2362758/rumah-sakit-kariadi-gelar-uji-klinis-fase-2-vaksin-nusantara-siang-ini
    6. Azizah K. Eijkman Jelaskan Beda Vaksin Corona ‘Merah Putih’ dan Sinovac [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5125108/eijkman-jelaskan-beda-vaksin-corona-merah-putih-dan-sinovac
    7. Sel dendritik, solusi futuristik di masa pandemi COVID-19 [Internet]. Antara News. 2021 [cited 17 February 2021]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1906616/sel-dendritik-solusi-futuristik-di-masa-pandemi-covid-19
    Read More
  • Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan bahwa pendistribusian vaksin corona saat ini telah dilaksanakan dan sedang didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia. Adanya vaksin ini diharapkan dapat membantu mengurangi rantai penularan virus Covid-19. Diketahui, Indonesia saat ini telah mengantongi 1.2 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac dari Cina pada awal Desember kemarin. Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi […]

    Seperti Apa Alur Distribusi Vaksin Covid-19?

    Satgas Penanganan Covid-19 mengatakan bahwa pendistribusian vaksin corona saat ini telah dilaksanakan dan sedang didistribusikan ke seluruh daerah di Indonesia. Adanya vaksin ini diharapkan dapat membantu mengurangi rantai penularan virus Covid-19. Diketahui, Indonesia saat ini telah mengantongi 1.2 juta dosis vaksin Covid-19 Sinovac dari Cina pada awal Desember kemarin.

    Image result for distribusi vaksin covid

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menganggap vaksin ialah suatu upaya manusia dalam memutus penyebaran virus Covid-19. Ia juga mengatakan bahwa masyarakat harus tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan untuk pencegahan penularan Covid-19, ucapnya dalam video yang ditayangkan oleh acara CNBC Award 2020.

    Walaupun begitu, vaksin ini tidak dapat langsung disuntikkan, karena vaksin wajib melewati tahap penilaian di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) agar dapat menjamin keselamatan masyarakat. Vaksin baru bisa digunakan apabila sudah mendapat izin edar atau persetujuan pemakaian pada situasi darurat atau emergency use authorization (EUA).

    Di Indonesia, tahapan uji klinis vaksin Sinovac yang bekerja sama dengan Bio Farma serta Universitas Padjajaran baru akan rampung sekitar Mei 2021 dengan laporan dini pada Januari 2021.

    Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof. Wiku Adisasmito mengatakan bahwa tahapan distribusi vaksin yang sedang berjalan ini terus diawasi oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Upaya distribusi yang sedang berjalan ini bertujuan untuk menjamin ketersediaan vaksin agar tersebar secara merata, tentunya dengan prosedur kehati-hatian dengan mengoptimalkan waktu yang ada. Selain itu, pemerintah juga menjamin agar distribusi vaksin ke seluruh wilayah di Indonesia dapat berjalan efektif tanpa merusak kualitas vaksin, jelasnya pada saat menjawab pertanyaan media yang disiarkan di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

    Wiku menambahkan, kedatangan vaksin di Bandara Soekarno-Hatta kemarin, BPOM telah memberikan sertifikat Lot Release dalam upaya mengawal kualitas vaksin yang masuk ke Indonesia pada tanggal 6 Desember 2020. Vaksin yang sedang didistribusikan ke berbagai wilayah, saat ini tetap dalam pengawasan dengan melakukan pemercontohan berdasarkan pada risiko di Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Indonesia.

    Wiku juga mengatakan, bahwa pendistribusian vaksin akan memakai prosedur Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) sesuai dengan arahan Menteri Kesehatan agar dapat menjaga kualitas vaksin sampai ke tangan masyarakat. Kemudian, vaksin akan dikirim ke gudang vaksin di setiap kantor Dinas Kesehatan Provinsi, lalu diedarkan dinas kesehatan di bawahnya.

    Perihal penyuntikan vaksin, Wiku juga mengatakan bahwa pemerintah akan menggunakan prinsip dan prosedur kesehatan saat ini. Selain itu, penyuntikan vaksin baru dapat dijalankan apabila EUA hasil data saintifik dikeluarkan BPOM.

    Langsung ke-34 Provinsi

    Kementerian Kesehatan mulai mendistribusikan vaksin Covid-19 pada minggu pertama Januari 2021, ke 34 provinsi di Indonesia dengan target paling lambat 7 Januari 2021, vaksin telah sampai di seluruh provinsi di tanah air. Sebelumnya, vaksin Sinovac sampai ke Indonesia melalui dua gelombang pengiriman. Gelombang pertama pada 6 Desember dan selanjutnya pada 30 Desember 2020. Dari kedua pengiriman tersebut, kini sebanyak 3 juta dosis vaksin tersedia di tanah air.

    Pada pengiriman vaksin Sinovac ini, Indonesia benar-benar menerapkan prosedur pengamanan yang sangat ketat. Termasuk saat memindahkan vaksin ke gudang penyimpanan Biofarma di Kawasan Bandung, Jawa Barat. Di sana, vaksin disimpan di tempat penyimpanan dengan suhu 2 sampai 8 derajat celcius, untuk menjaga kualitas vaksin.

    Juru Bicara Bio Farma Bandung juga menjelaskan bahwa tidak ada kendala dalam distribusi vaksin Covid-19, karena mereka turut melibatkan mulai dari pemerintah daerah, kabupaten/kota, hingga unit kecil lainnya. Fasilitas pelayanan kesehatan di sini juga didukung oleh 10.000 puskesmas dan semuanya sudah siap untuk menerima vaksin ini.

    Direktur Utama PT Bio Farma, Honesti Basyir, menambahkan bahwa pihaknya sedang menyusun strategi pendistribusian vaksin dengan menggunakan teknologi. Mulai dari pengemasan, Bio Farma akan memakai sistem track and trace dengan bantuan QR code di kemasan primer, sekunder, dan tersier. Sehingga vaksin ini dapat dipastikan akan sampai kepada yang berhak menerimanya.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Selain itu, akan ada notifikasi apabila vaksin tidak memenuhi standar keamanan distribusi sehingga bisa langsung dilacak lokasi keberadaannya.  GPS yang terpasang juga menggunakan mode penyebaran, sehingga masyarakat dipastikan akan mendapatkan vaksin yang layak.

    Kelancaran Vaksinasi

    Dalam pendistribusian vaksin, pemerintah terus melakukan persiapan terkait program vaksinasi yang akan diterapkan, misalnya pengecekan data di lokasi vaksinasi. Tujuannya menjaga kelancaran dari program vaksinasi. Daerah-daerah penerima vaksin akan diminta untuk mengecek ulang data tenaga medis yang akan diberikan vaksin, karena tenaga medis merupakan prioritas pertama dalam program vaksinasi tahap awal ini.

    Kemenkes RI telah melaksanakan pelatihan vaksinator ke seluruh Indonesia, serta melakukan sosialisasi ke tenaga kerja medis di sekitarnya. Menkes Budi Gunadi Sadikin juga mengatakan, bahwa vaksin Covid-19 akan mulai dilaksanakan pada pertengahan Januari 2021 di Indonesia. Ia juga menegaskan jika Presiden Jokowi adalah orang pertama yang akan disuntik vaksin Covid-19.

    Petunjuk teknis (juknis) resmi pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes RI dijelaskan bahwa vaksinasi akan diadakan dalam empat tahapan. Kelompok prioritas penerima vaksin Corona ialah mereka yang berusia 18 tahun ke atas dan harus berdomisili du Indonesia. Sedangkan kelompok usia dibawah 18 tahun baru dapat menerima vaksinasi Covid-19 jika data keamanan vaksin corona untuk usia tersebut sudah ada dan mendapat izin penggunaan darurat dari BPOM.

    Tahapan vaksinasi dari Kemenkes RI dibagi menjadi 4 tahap:

    • Tahap 1, diadakan pada Januari-April 2021 dengan prioritas utama adalah tenaga kesehatan, asisten tenaga kesehatan, tenaga pendukung, dan mahasiswa yang sedang mengikuti pendidikan profesi kedokteran dan sedang bekerja pada fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes).
    • Tahap 2, juga diadakan pada Januari-April 2021, namun pada tahap ini vaksinasi akan diberikan kepada petugas pelayanan publik, seperti TNI/Polri, aparat hukum, dan petugas pelayanan publik lainnya, yaitu petugas bandara/pelabuhan/stasiun/terminal, perbankan dan sebagainya. Target vaksinasi berikutnya yaitu kelompok usia lanjut di atas 60 tahun.
    • Tahap 3, berlangsung pada April 2021-Maret 2022. Target vaksinasinya adalah masyarakat yang rentan dari segi geospal, sosial, dan ekonomi.
    • Tahap 4, juga berlangsung pada April 2021-Maret 2022. Targetnya adalah masyarakat dan pelaku ekonomi lain.

    Penahapan dan penetapan kelompok prioritas penerima vaksin ini dilakukan dengan mengikuti Roadmap WHO Strategic Advisor Group of Expert on Immunization (SAGE) dan kajian dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional, bersumber pada petunjuk teknis Kemenkes RI.

    Itulah mengenai distribusi vaksin Covid-19 yang perlu Sahabat ketahui. Kita harapkan distribusi bisa berjalan dengan merata ke seluruh wilayah di Indonesia sehingga akan tercapai kekebalan kelompok minimal 70%. Sembari vaksinasi beredar dengan lancar yuk Sahabat tetap berperilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat.  Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid 19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. COVID-19 S. Distribusi Vaksin Covid-19 Untuk Menjamin Ketersediaan Yang Merata – Berita Terkini | Satgas Penanganan COVID-19 [Internet]. covid19.go.id. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://covid19.go.id/p/berita/distribusi-vaksin-covid-19-untuk-menjamin-ketersediaan-yang-merata
    2. [Internet]. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201211005446-20-580739/jk-sebut-vaksin-beri-harapan-berakhirnya-pandemi-covid-19
    3. Media K. Satgas Pastikan Distribusi Vaksin Covid-19 Akan Sesuai dengan Prosedur [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2020/12/07/20264301/satgas-pastikan-distribusi-vaksin-covid-19-akan-sesuai-dengan-prosedur
    4. Rusiana D. Cegah Kerusakan, Distribusi Vaksin COVID-19 melalui Prosedur Ketat [Internet]. SINDOnews.com. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://nasional.sindonews.com/read/291330/15/cegah-kerusakan-distribusi-vaksin-covid-19-melalui-prosedur-ketat-1609855270
    5. go.id R. Distribusi dan Vaksinasi dari Hulu ke Hilir | Indonesia.go.id [Internet]. Indonesia.go.id. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/sosial/distribusi-dan-vaksinasi-dari-hulu-ke-hilir
    Read More
  • Saat ini, sejumlah negara di dunia saling membantu dan berupaya keras dalam mengatasi pandemi Covid-19. Salah satunya dengan membuat dan mengembangkan vaksin, termasuk di Indonesia. Selain mendatangkan vaksin dari luar negeri melalui kerja sama dengan perusahaan Cina, Sinovac dan G42-Sinopharm dari Uni Emirat Arab, Indonesia juga mengembangkan vaksin secara lokal yang dinamakan Vaksin Merah Putih. […]

    Vaksin Corona Buatan Indonesia: Vaksin Merah Putih, Sudah Sampai Mana Perkembangannya?

    Saat ini, sejumlah negara di dunia saling membantu dan berupaya keras dalam mengatasi pandemi Covid-19. Salah satunya dengan membuat dan mengembangkan vaksin, termasuk di Indonesia. Selain mendatangkan vaksin dari luar negeri melalui kerja sama dengan perusahaan Cina, Sinovac dan G42-Sinopharm dari Uni Emirat Arab, Indonesia juga mengembangkan vaksin secara lokal yang dinamakan Vaksin Merah Putih.

    vaksin Corona buatan Indonesia

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Vaksin Merah Putih

    Vaksin Merah Putih adalah vaksin yang proses pengembangan bibitnya memakai isolat virus SARS-CoV-2, virus penyebab Covid-19. Vaksin buatan Indonesia Merah Putih ini sedang dikembangkan di sejumlah lembaga penelitian dengan berbagai pendekatan atau platform. Vaksin Merah Putih ini sangat penting untuk dikembangkan agar tidak ada ketergantungan dengan vaksin impor, demikianyang dituturkan Menteri BUMN, Erick Tohir, pada rapat koordinasi pengendalan pembangunan Pemda DIY.

    Bambang mengupayakan bibit vaksin Merah Putih dapat dikirim ke PT Bio Farma pada Maret 2021. Bibit yang dikirim ke Bio Farma ini adalah bibit vaksin yang diteliti oleh Lembaga Eijkman. Lembaga Molekular Eijkman dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menggunakan metode protein rekombinan. Para peneliti hanya menggunakan satu atau beberapa gen yang mengkode selubung dari protein virus. Profesor Amin Soebandrio dari Lembaga Eijkman mengatakan bahwa metode ini lebih aman dikarenakan tidak menggunakan virus utuh. Jadi, para peneliti tidak perlu mengembangbiakan virus dalam jumlah besar di laboratorium.

    Selain itu, metode ini juga memperkecil efek samping dari timbulnya reaksi yang tidak diinginkan pada tubuh penerima vaksin yang dikhawatirkan terjadi apabila memakai virus utuh.

    Metode Adenovirus

    Sementara itu, ITB dan UNAIR mencoba metode lain, yakni dengan menggunakan Adenovirus. Adenovirus ialah virus yang biasanya menginfeksi hewan primata dan manusia dan menyebabkan beragam penyakit. Para ilmuan memodifikasi adenovirus agar tidak bisa memperbanyak diri di tubuh manusia. Adenovirus yang tidak berbahaya dapat digunakan sebagai vektor atau pembawa gen yang mengkode protein ‘spike’ pada virus corona.

    Ketika vaksin adenovirus disuntikan ke dalam tubuh, ia akan memasukkan gen tersebut ke dalam sel, kemudian sel tubuh kita sendiri akan memproduksi protein ‘spike’ pada lapisan virus corona. Hal tersebut yang akan memicu respons sistem pertahanan tubuh, sehingga ketika virus corona benar-benar masuk ke tubuh, sistem pertahanan tubuh kita sudah terlatih untuk melawannya.

    Vektor adenvirus juga sudah dipakai dalam produksi vaksin untuk berbagai patogen lain, seperti flu, zika, dan MERS.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

    Lembaga yang Berpartisipasi dalam Pengembangan Virus Merah Putih

    Saat ini, terdapat tujuh lembaga yang ditunjuk Kementerian Riset dan Teknologi untuk membentuk asosiasi riset nasional dalam membuat bibit atau prototipe vaksin Merah Putih yang dipimpin oleh LBM Eijkman, ucap Direktur Utama PT Bio Farma. Lima lembaga diantaranya berada dibawah naungan perguruan tinggi negeri, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjajaran, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Airlangga (Unair).

    Dan dua lembaga lainnya berada dibawah naungan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), yaitu Lembaga Biologi Molekular Eijkman dan LIPI. Kemudian Bio Farma yang akan mengoptimalkan, melakukan uji klinik, hingga produksi massal vaksin setelah izin Badan Pengawas Obat dan Makanan didapatkan.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menjelaskan bahwa studi praklinis dan uji klinis selesai dilaksanakan pada tahun 2021. Apabila hasilnya sukses, vaksin akan segera diedarkan di awal tahun 2022.

    Uji Klinis Vaksin Merah Putih

    Direktur utama Bio Farma menyatakan vaksin corona buatan Indonesia akan menjalani uji praklinis dan uji klinis pada tahun 2021. Studi praklinis akan dilaksanakan pada kuartal kedua tahun 2021, kemudian dilanjutkan uji klinis tahap satu yang diharapkan dapat dimulai pada kuartal ketiga tahun 2021. Untuk mendapatkan izin darurat emergency use authorize atau EUA dari BPOM, vaksin harus melewati serangkaian uji klinis selama 8 bulan oleh BPOM dan Bio Farma. Bila hasilnya bagus, vaksin mungkin dapat diberikan kepada masyarakat pada kuartal pertama tahun 2022.

    Menteri Riset dan Teknologi, Bambang Brodjonegoro, berharap uji klinis Vaksin Merah Putih bisa selesai dengan hasil yang memuaskan agar bisa segera tersedia untuk seluruh masyarakat Indonesia.

    Tahap Riset Vaksin Merah Putih

    Berdasarkan situs LBM Eijkman, berikut ini adalah delapan langkah dari dari tahap riset vaksin:

    1. Pemetaan genetik virus corona di Indonesia dengan mengisolasi virus SARS-CoV-2 dari spesimen pasien dan melakukan genom RNA penyandi protein virus.
    2. Isolasi dan amplikasi gen S dan N pada virus corona. Pada tahap ini gen yang mengkode protein S (spike) dan N (nukleokapsid) diisolasi, kemudian diperbanyak dengan metode polymerase chain reaction (PCR)
    3. Cloninggen target ke dalam vektor. Apabila tahapan ini berhasil, proses selanjutnya adalah melakukan verifikasi dengan metode sequencing.
    4. Memasukan vektor dan gen virus corona ke dalam sel mamalia dengan tujuan mengekspresikan gen target dan menghasilkan antigen. Pada tahapan ini menggunakan mekanisme sistem imun dalam melindungi tubuh.
    5. Menghasilkan antigen dari sel-sel mamalia. Antigen inilah yang akan menjadi calon vaksin dan dapat diuji coba ditahap selanjutnya.
    6. Memperbanyak dan pemurnian antigen dengan tujuan menghasilkan antigen target dengan jumlah yang besar, serta memisahkan zat dan senyawa yang tidak dibutuhkan. Hasil dari tahapan ini akan diperoleh antigen murni dengan jumlah besar, walau dengan waktu lama dan proses uji yang banyak.
    7. Uji klinis, tahapan ini bertujuan untuk menilai keamanan dari calon vaksin dan menentukan kadar yang tepat. Pada tahap uji klinis akan dinilai efek samping dan efikasi (kemanjuran) vaksin.
    8. Jika tahapan uji klinis berhasil, maka tahapan terakhir adalah mendapakan izin BPOM kemudian memproduksi vaksin dalam jumlah besar. 

    Tambah Kapasitas Alat PCR

    Selain vaksin, Bio Farma juga membuat alat tes PCR. Dalam sebulan, Bio Farma dapat memproduksi 240 ribu alat PCR, seperti yang dijelaskan oleh Honesti Basyir. Ia juga mengatakan alat tes PCR buatan Indonesia memiliki kelebihan tersendiri karena mampu memeriksa whole genome sequence virus corona yang ada di Indonesia dan setara dengan yang telah dilaporkan ke WHO. Keakuratannya hampir 100 persen. Harapannya, alat PCR ini akan menambahkan ketersediaan alat tes diagnostik dan memudahkan distribusi alat PCR ke seluruh wilayah Indonesia.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

    Itulah mengenai Vaksin Merah Putih, vaksin Corona buatan Indonesia yang sejauh ini masih dalam pengembangan. Yuk, Sahabat supaya tidak terpapar Covid-19 tetap berperilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Mengenal vaksin Covid-19 buatan Indonesia, vaksin Merah Putih [Internet]. BBC News Indonesia. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://www.bbc.com/indonesia/media-54600959
    2. Widiyani R. Vaksin Corona Buatan Indonesia: Uji Klinis, Tahap Riset, Jadwal Suntik [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5242913/vaksin-corona-buatan-indonesia-uji-klinis-tahap-riset-jadwal-suntik
    3. Alam S. Kabar Terkini Vaksin COVID Merah Putih, Bisa Diproduksi Akhir 2021 [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5362363/kabar-terkini-vaksin-covid-merah-putih-bisa-diproduksi-akhir-2021?_ga=2.168950113.1795609098.1612776158-1840929098.1580616254
    4. Hikam H. Menristek: Maret, Bibit Vaksin Merah-Putih Diberikan ke Bio Farma [Internet]. detikfinance. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://finance.detik.com/industri/d-5338317/menristek-maret-bibit-vaksin-merah-putih-diberikan-ke-bio-farma?_ga=2.228275805.1795609098.1612776158-1840929098.1580616254
    5. Vaksin Corona Buatan Indonesia Siap Edar Tahun 2022 [Internet]. Direktorat P2PTM. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/vaksin-corona-buatan-indonesia-siap-edar-tahun-2022
    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 di  Indonesia sudah dimulai sejak Januari 2021. Presiden Joko Widodo merupakan orang pertama di Indonesia yang divaksin. Setelahnya barulah para pejabat tinggi negara lainnya, influencer, dilanjutkan dengan tenaga kesehatan pada 14 Januari 2021, dan kemudian lansia pada 8 Februari 2021. Meski pemerintah sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, tetap saja […]

    Benarkah Vaksin Covid-19 Menyebabkan Kemandulan?

    Vaksinasi Covid-19 di  Indonesia sudah dimulai sejak Januari 2021. Presiden Joko Widodo merupakan orang pertama di Indonesia yang divaksin. Setelahnya barulah para pejabat tinggi negara lainnya, influencer, dilanjutkan dengan tenaga kesehatan pada 14 Januari 2021, dan kemudian lansia pada 8 Februari 2021. Meski pemerintah sudah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan halal, tetap saja selalu ada rumor yang meragukan keamanan vaksin tersebut.

    vaksin covid-19 menyebabkan kemandulan

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu?

    Hal terakhir adalah disebut bahwa vaksin Covid-19 akan membuat kemandulan pada wanita karena adanya kandungan yang dapat menyerang protein penting yang dibutuhkan bagi perkembangan plasenta, organ yang berkembang selama kehamilan untuk memberikan oksigen dan nutrisi pada bayi. Anggapan ini tentu saja akan memberikan ketakutan pada wanita terutama wanita hamil sehingga enggan divaksin. Padahal, pemerintah tengah berupaya melakukan vaksinasi untuk mencapai kekebalan kelompok minimal 70% sesuai dengan jumlah penduduk Indonesia yang  berjumlah 271,34 juta jiwa berdasarkan sensus penduduk 2020.

    Anggapan ini tentu saja akan menyulitkan upaya pemerintah. Tak hanya jumlah penduduk yang banyak untuk mencapai kekebalan kelompok, tetapi juga distribusi vaksin itu harus merata di 34 provinsi.

    Tanggapan WHO

    Anggapan tersebut tentu saja cukup meresahkan sehingga WHO sebagai Badan Kesehatan Dunia harus turun tangan untuk dapat menyangkal anggapan tersebut. Dalam sebuah cuitan di Twitter, WHO melalui dr. Kate O’Brien, Direktur Program Imunisasi, menyatakan bahwa anggapan tersebut keliru sehingga tidak benar jika vaksin Covid-19 dapat menyebabkan kemandulan. Sebab, sejauh ini berdasarkan beragam studi yang ada telah menunjukkan bahwa vaksin yang telah mendapat izin terbukti dapat memberikan efek perlindungan serta dapat mencegah infeksi yang menimbulkan gejala sedang hingga parah.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Lalu Bagaimana dengan Tanggapan dari Para Dokter?

    Senada dengan WHO, para dokter, juga ilmuwan menyatakan bahwa vaksin Covid-19 menyebabkan mandul itu tidak benar. Dilansir dari Tempo, Michael Cackovic, dokter spesialis kandungan di Pusat Medis Wexner Universitas Ohio, menyatakan bahwa vaksin membuat mandul hanya karena adanya berita mengenai kandungan vaksin yang mengandung protein lonjakan atau syncytin-1 tidaklah benar sebab lonjakan Covid-19 sama sekali tidak mirip dengan syncytin-1.

    Ia menegaskan tidak ada alasan untuk percaya memblokir syncytin-1 menyebabkan kemandulan. Hal seripa diungkapkan pakar penyakit menular di Johns Hopkins Centre for Health Security, Amesh  A. Adalja. Intinya, tidak ada bukti sama sekali bahwa vaksin Covid-19 sangat berdampak pada kesuburan wanita.

    American College of Obstetricians and Gynecologist (ACOG) juga menyetujui hal tersebut, dam merekomendasikan vaksinasi bagi indivudu yang berusaha untuk hamil atau sedang mempertimbangkan hamil dan memenuhi kriteria untuk vaksinasi. Sahabat tidak perlu menunda kehamilan setelah menyelesaikan kedua dosis vaksin Covid-19.

    Meski begitu, dokter spesialis penyakit menular di Sekolah Kedokteran Universitas Vanderbilt, William Schaffner, mendesak wanita yang ingin hamil untuk mempertimbangkan risiko tidak mendapatkan vaksinasi. Risiko itu adalah potensi penyakit parah dan persalinan prematur jika sedang hamil. Ia juga menyarankan bagi setiap wanita untuk berbicara kepada dokter langsung mengenai aman-tidaknya vaksin bagi wanita hamil, dan bukan dari internet.

    Baca Juga: Inilah 7 Tips Aman Hamil di Masa Pandemi

    Demikianlah mengenai anggapan bahwa vaksin Covid-19 itu menyebabkan kemandulan itu salah dan hoaks. Bagi Sahabat untuk tetap mendapatkan informasi-informasi terpercaya soal vaksin Covid-19 sehingga hal tersebut akan meyakinkan Sahabat bahwa vaksin itu baik dan perlu karena dapat melindungi diri sendiri dan orang lain. Untuk mendapatkan informasi-informasi yang valid tersebut Sahabat bisa berkonsultasi 24 jam dengan dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Anwar F. WHO Bantah Rumor Vaksin COVID-19 Bisa Bikin Mandul [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5365327/who-bantah-rumor-vaksin-covid-19-bisa-bikin-mandul
    2. Media K. Jumlah Penduduk Indonesia Terkini Mencapai 271,34 Juta Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://money.kompas.com/read/2021/01/22/090554926/jumlah-penduduk-indonesia-terkini-mencapai-27134-juta?page=all
    3. Media K. Perlu Tahu, Ini Penjelasan WHO soal Mitos dan Fakta Vaksin Covid-19 [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2021/02/08/190300365/perlu-tahu-ini-penjelasan-who-soal-mitos-dan-fakta-vaksin-covid-19
    4. Widiyarti Y. Vaksin Covid-19 Bikin Mandul? Simak Penjelasan Pakar [Internet]. Tempo. 2021 [cited 10 February 2021]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1421877/vaksin-covid-19-bikin-mandul-simak-penjelasan-pakar
    Read More
  • Pada 5 Februari 2021, pemerintah melalui BPOM secara resmi memperbolehkan pemberian vaksin Sinovac bagi lansia. Vaksinasi untuk lansia sendiri sebenarnya sudah dimulai pada Senin, 8 Februari 2021 lalu. Tentunya pemberian ini tidaklah sembarangan karena BPOM membuat keputusan tersebut atas beberapa pertimbangan. Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac Pertama, karena data statistik […]

    Pemerintah Mengizinkan Pemberian Vaksin Sinovac untuk Lansia

    Pada 5 Februari 2021, pemerintah melalui BPOM secara resmi memperbolehkan pemberian vaksin Sinovac bagi lansia. Vaksinasi untuk lansia sendiri sebenarnya sudah dimulai pada Senin, 8 Februari 2021 lalu. Tentunya pemberian ini tidaklah sembarangan karena BPOM membuat keputusan tersebut atas beberapa pertimbangan.

    vaksin Sinovac untuk lansia

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    Pertama, karena data statistik KPC-PEN menunjukkan bahwa lansia menempati posisi relatif tinggi pada kasus kematian akibat Covid-19, yaitu sekitar 47,3%. Berlandaskan data tersebut, pemerintah menempatkan lansia sebagai kelompok prioritas bersama dengan tenaga kesehatan dan pejabat pelayanan publik.

    Kedua, selain dari data statistik kematian lansia, pertimbangan lainnya juga dilihat dari hasil pengkajian data hasil uji klinis fase III vaksin Sinovac yang dilaksanakan di Brasil serta data uji klinis fase I dan II di Cina. Dari data yang diperoleh BPOM pada akhir Januari 2021 tersebut disimpulkan bahwa terdapat data-data keamanan dan khasiat yang untuk bisa memberikan vaksinasi pada lansia. Data uji klinis fase I dan II di Cina yang melibatkan 400 orang menunjukkan bahwa vaksin yang diberikan sebanyak 2 dosis dengan jarak waktu 28 hari memberikan hasil imunogenisitas yang baik. Selain itu, terdapat peningkatan kadar antibodi yang baik dengan seroconversion rate 97,96%.

    Meski begitu, BPOM memberikan beberapa catatan yang berkaitan dengan persetujuan indikasi dan dosis vaksin Sinovac untuk lansia tersebut, karena masih terbatasnya bukti kemanfaatan dan keamanan vaksin. Poin-poin tersebut adalah sebagai berikut:

    • Melakukan studi klinis pasca persetujuaan untuk memastikan efektivitas vaksin CoronaVac untuk pencegahan Covid-19
    • BPOM berhak meninjau atau mengevaluasi kembali aspek khasiat dan keamanan vaksin apabila ditemukan bukti baru terkait khasiat dan keamanan
    • Wajib melakukan pemantauan farmakovigilans (mendeteksi masalah keamanan obat yang belum diketahui) dan pelaporan efek samping obat ke BPOM

    Bagaimana Cara Pemberian Vaksin ke Lansia?

    Pusat Informasi Obat Nasional atau PIONAS menyatakan bahwa vaksin Sinovac akan diberikan kepada lansia di atas 60 tahun dengan cara disuntikkan ke dalam otot (intramuskular) sebanyak 0,5 mL dalam 2 dosis dengan selang waktu 28 hari.

    Apa Efek Samping yang Akan Dirasakan?

    Efek samping yang dirasakan dari pemberian vaksin Covid-19 pada umumnya serupa dengan reaksi ringan hingga sedang dari pemberian vaksin jenis lainnya. Adapun efek samping yang mungkin dirasakan antara lain nyeri di tempat suntikan dan demam. Efek samping atau KIPI ini akan terjadi 7 hari setelah vaksinasi, dan pulih dalam waktu 48 jam.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Hal-hal yang Perlu Diperhatikan bagi Lansia Sebelum Vaksinasi

    Adapun imbauan dari PIONAS untuk para lansia yang memiliki kondisi-kondisi berikut, sebelum mendapatkan vaksinasi sebaiknya lebih berhati-hati supaya tidak terjadi hal-hal yang diinginkan, yaitu apabila mengalami:

    • Kesulitan naik 10 anak tangga
    • Kesulitan berjalan kira-kira 100 sampai 200 meter
    • Penurunan aktivitas fisik (sering merasa lelah)
    • Memiliki 4 dari 11 penyakit (hipertensi, diabetes, kanker, penyakit paru kronis, serangan jantung, gagal jantung kongestif, nyeri dada, asma, nyeri sendi, stroke, dan penyakit ginjal)
    • Penurunan berat badan yang bermakna dalam setahun

    Baca Juga: Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19!

    Sekian mengenai izin pemberian vaksin Sinovac untuk lansia yang berdasarkan statistik kematian lansia di Indonesia akibat Covid-19 dan data uji klinis di Brasil dan Cina yang ternyata cukup aman bagi kelompok ini. Setelah divaksinasi hendaknya tetap menerapkan perilaku 5M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Wibowo E. Ini Pertimbangan BPOM Izinkan Vaksin Covid-19 Sinovac untuk Lansia [Internet]. Tempo. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://nasional.tempo.co/read/1430573/ini-pertimbangan-bpom-izinkan-vaksin-covid-19-sinovac-untuk-lansia
    2. Dwianto A. BPOM Izinkan Vaksin Sinovac untuk Lansia, Ini 3 Syarat yang Diberikan [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5364793/bpom-izinkan-vaksin-sinovac-untuk-lansia-ini-3-syarat-yang-diberikan
    3. Putri Bestari N. 3 Fakta Vaksin Sinovac Mulai Disuntikkan ke Lansia Hari Ini [Internet]. CNBCIndonesia. 2021 [cited 8 February 2021]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20210208070701-37-221695/3-fakta-vaksin-sinovac-mulai-disuntikkan-ke-lansia-hari-ini
    Read More
  • Berbagai macam upaya pemerintah sedang dilakukan guna menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Berbagai cara dilakukan salah satunya meng-endorse artis dan influencer agar para pengikut mereka tertarik. Program vaksinasi secara massal yang diadakan pemerintah tidak selalu berjalan mulus, bahkan sejak awal saat diadakan sosialisasinya. Karena dalam sejarahnya pasti ada saja penolakan yang diikuti hoaks seputar vaksin. Meski BPOM sendiri […]

    Sahabat Sehat, Yuk, Jangan Takut Vaksin Covid-19!

    Berbagai macam upaya pemerintah sedang dilakukan guna menyukseskan program vaksinasi Covid-19. Berbagai cara dilakukan salah satunya meng-endorse artis dan influencer agar para pengikut mereka tertarik. Program vaksinasi secara massal yang diadakan pemerintah tidak selalu berjalan mulus, bahkan sejak awal saat diadakan sosialisasinya. Karena dalam sejarahnya pasti ada saja penolakan yang diikuti hoaks seputar vaksin. Meski BPOM sendiri sudah memberikan izin terkait vaksin yang akan disebarkan ke masyarakat.

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    takut vaksin covd-19

    Dalam sejarah vaksinasi di Indonesia, berita bohong adalah menjadi kendala pertama dalam penyebaran vaksin dan imunisasi. Sampai saat ini aksi penolakan program vaksin pun nyatanya masih berlanjut. Beberapa pihak yang bersikeras menolak program vaksin Covid-19 di Indonesia dengan beragam alasan. Mulai dari memercayai berita yang diterima dari media sosial, hingga mempertanyakan efikasi dari vaksin itu sendiri yang diberikan pemerintah.

    Jika diamati, banyak temuan menarik dari berbagai aksi penolakan vaksin dari masa ke masa ini. Sesungguhnya, ada peralihan alasan penolakan. Dari yang semula penolakannya bersifat irasional (percaya pada takdir atau kabar burung) menjadi penolakan yang rasional dengan meminta data yang akurat mengenai vaksin tersebut.

    Faktor-Faktor Munculnya Penolakan Untuk Divaksin

    Lingkungan

    Lingkungan menjadi salah satu yang memberikan efek besar terhadap apapun. Misalnya jika ada salah satu orang mendapatkan informasi yang salah mengenai vaksin dan membuat dirinya menolak untuk dilakukan vaksinasi, mungkin saja akan mempengaruhi orang lain yang berada di lingkungannya. Sehingga kemungkinan besar orang tersebut akan jadi kontra juga terhadap vaksin yang akan diberikan oleh pemerintah.

    Sudut Pandang

    Setiap orang memiliki sudut pandang yang berbeda-beda. Ada yang memang langsung pro dengan langkah pencegahan dari pemerintah, ada juga yang kontra dengan berbagai alasan. Mereka yang kontra terhadap vaksin tentunya akan berusaha untuk menyampaikan sudut pandang mereka kepada orang lain. Dengan sudut pandang mereka, mereka berupaya agar orang-orang yang dikenalnya tetap mempunyai persepsi yang sama terhadap mereka, untuk menolak adanya vaksin Covid-19.

    Baca Juga: Mengenal Trypanophobia atau Fobia Jarum Suntik Saat Vaksinasi Covid-19

    Nilai yang Dianut

    Sebagian orang di Indonesia mungkin ada yang memegang nilai teguh atau kepercayaan bahwa memasukkan cairan vaksin ke tubuh dilarang oleh kepercayaannya. Selain itu, bisa juga karena proses pembuatan dan kandungan vaksin dianggap tidak sesuai dengan ajaran kepercayaannya. Secara psikologis, seseorang cenderung apatis terhadap sesuatu yang baru, apalagi bila sebelumnya punya pengalaman yang tidak menyenangkan.

    Adapun beberapa kasus, misalnya ada anggota keluarga yang meninggal karena obat tersebut. Alhasil, ketika ada sesuatu yang bisa melindungi diri dan keluarganya dari infeksi virus tersebut, ia terlanjur trauma dan ragu. Kedua, perasaan itu bisa mengembangkan sikap apatis. Hal tersebut sangatlah alamiah. Seseorang memang punya kecenderungan untuk meragukan diri ketika hendak melakukan hal baru. Tetapi dengan seiring berjalannya waktu, ketika hal yang dilakukan sudah memberi hasil baik, barulah ia akan percaya.

    Jangan Ragu Untuk Divaksin, Sahabat Sehat!

    Sampai saat ini, dalam menjalankan program vaksin Covid-19, pemerintah telah melakukan dua hal penting untuk meyakinkan masyarakat. Pertama, dengan melakukan sosialisasi melalui berbagai media terkait program vaksin Covid-19. Dan kedua, melibatkan tokoh penting, pemuka agama, dan sosok perwakilan masyarakat untuk menerima vaksin lebih dulu.

    Langkah ini seharusnya dapat mengurangi aksi penolakan bagi mereka yang hanya berargumen berdasarkan informasi keliru yang diterima. Namun, tentu tidak dapat berharap banyak karena kelompok ini cenderung memperjuangkan habis-habisan dan melawan apa pun yang tidak sesuai dengan yang mereka yakini.

    Baca Juga: Yuk, Sukseskan Vaksinasi Covid-19 Secara Bersama-sama!

    Tantangan berikutnya dari pemerintah justru berkaitan dengan kebenaran fakta uji klinis dari vaksin Sinovac yang digunakan saat ini. Berita tentang efikasi vaksin Sinovac di Brasil yang hanya sebesar 50,4 persen tentunya menjadi sasaran empuk para kelompok antivaksin untuk mengkritik pemerintah. Sebelumnya, bulan lalu Turki menyatakan, efikasi vaksin Sinovac sebesar 91,25 persen berdasarkan hasil sementara yang mereka ujikan.

    Dengan semakin banyaknya kampanye atau ajakan dari berbagai macam kalangan, diharapkan masyarakat juga mulai terbuka pemikirannya untuk segera divaksin. Karena tujuan dari vaksin tersebut sangat baik dan dapat mengurangi angka kematian lebih banyak lagi dari dampak pandemi Covid-19 kedepannya.

    Artis Raffi Ahmad menjadi salah satu perwakilan milenial atau influencer yang telah disuntik vaksin Covid-19 produksi Sinovac di Istana Merdeka, Jakarta. Raffi adalah kelompok pertama yang divaksin Covid-19 perdana bersama Presiden Jokowi dan beberapa orang lainnya. Raffi pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu dan takut menerima vaksinasi Covid-19. Kata Raffi Ahmad, masyarakat yang masih ragu adalah mereka yang belum mendapat sosialisasi pentingnya vaksinasi Covid-19. Raffi mengatakan, vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu senjata untuk perlindungan terhadap covid-19. Vaksinasi Covid-19 kata Raffi, bisa melindungi diri sendiri, keluarga dan bangsa Indonesia dari penyebaran Covid-19.

    Ayo, ini salah satu perlindungan diri kita untuk keluarga, Indonesia. Ini salah satu perlindungan diri kita untuk keluarga dan Indonesia,” katanya.

    Maka dari itu, Sahabat Sehat sebelum menolak tujuan baik pemerintah untuk mengurangi angka kematian akibat Covid-19, diharapkan dapat membuka mata, hati, dan pikiran secara luas. Sahabat Sehat bisa mencari tahu informasi terkait vaksin Covid-19 lalu efek dan lainnya.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin itu Baik dan Perlu?

    Sahabat sehat juga bisa bertanya kepada ahlinya langsung apabila masih merasa kurang jelas saat mencari informasi sendiri. Dan yang terpenting, jangan sampai Sahabat Sehat menolak vaksin Covid-19 karena berita hoaks. Makanya, mulai sekarang Sahabat Sehat bisa memperbanyak bacaan tentang vaksin Covid-19, ya. Untuk info mengenai vaksin yang akurat dan terpercaya, Sahabat bisa berkonsultasi langsung dengan para dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi

    1. Bramasta DB. Bagaimana Upaya Pemerintah Yakinkan Masyarakat agar Mau Divaksin Covid-19?[Internet]. 2021 (Diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/15/091200765/bagaimana-upaya-pemerintah-yakinkan-masyarakat-agar-mau-divaksin-covid-19-?page=all
    2. Moko M. Bukan Faktor ‘’Keyakinan’’, Ternyata Ini Alasan Warga Tolak Vaksin Covid-19 [Internet]. 2021 (Diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: https://www.suaramerdeka.com/news/nasional/252147-bukan-faktor-keyakinan-ternyata-ini-alasan-warga-tolak-vaksin-covid-19?page=all
    3. Rini RA. Alasan Penolakan Vaksin Covid-19 di Masyarakat Soal Keamanan [Internet]. 2021 (Diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: https://www.tribunnews.com/corona/2020/11/18/alasan-penolakan-vaksin-covid-19-di-masyarakat-soal-keamanan?page=2
    4. Herdanto YM. 2021. Memahami Penolakan Vaksin Covid-19 [Internet]. 2021 (Diakses pada 4 Februari 2021). Tersedia di: https://bebas.kompas.id/baca/riset/2021/01/17/memahami-penolakan-vaksin-covid-19/
    Read More

Showing 1–10 of 26 results

Chat Asisten ProSehat aja