Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Amankah Vaksin AstraZeneca? Simaklah Pendapat Para Ahli Ini!

Kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI adalah hal yang wajar dalam setiap vaksinasi termasuk vaksinasi Covid-19. Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis vaksin Covid-19 yang digunakan, yaitu produksi Sinovac dan AstraZeneca yang baru tiba pada 8 Maret 2021.

amankah vaksin AstraZeneca

Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

Mengenai KIPI pada vaksin asal Inggris ini belum begitu banyak yang tahu seperti apa reaksi  yang diterima. Pemberitaan banyak menyebutkan bahwa AstraZeneca akan memberikan efek samping berupa bengkak, demam, muntah, diare, dan bahkan sakit perut.

Selain efek samping itu, terdapat isu-isu yang cukup meresahkan seperti kejang, dan tentu saja kehalalan vaksin. Di Sulawesi Utara, pemberian AstraZeneca sementara dihentikan karena efek samping yang dirasakan seperti demam, menggigil, panas.

Namun sebenarnya bagaimana efek samping atau KIPI dari AstraZeneca tersebut?

Sri Rezeki Hadinegoro dari ITAGI menyatakan bahwa efek samping yang dirasakan adalah ringan dan tidak akan menyebabkan penerimanya dirawat di rumah sakit.

Demikian ia ungkapkan dalam keterangan pers di YouTube “Penjelasan KIPI Terkait Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Covax Facilty” pada Selasa, 30 Maret 2021.

AstraZeneca merupakan produk vaksin yang aman karena dikombinasikan dengan adenovirus sehingga virus Corona tidak berkembang dalam tubuh. AstraZeneca bahkan dalam prosesnya sudah menjalani uji klinis 20.000 relawan di Amerika Serikat dan Jepang.

Terkait dengan gangguan pembekuan darah beliau menyatakan bahwa itu hal yang alami terjadi namun tidak akan menambah risiko. Dapat disimpulkan bahwa lebih banyak manfaat yang akan didapatkan. Untuk Indonesia sendiri vaksin yang digunakan diambil langsung dari pabriknya sehingga aman.

Lalu apakah AstraZeneca Aman?

Hal senada diungkapkan oleh Ketua Komnas KIPI, Indra Himawan pada keterangan pers tersebut yang menyatakan bahwa efek samping vaksin AstraZeneca adalah ringan.

Hal ini berkaitan dengan yang terjadi di Sulawesi Utara mengenai efek samping yang dirasakan penerima ternyata berhubungan dengan kecemasan, dan yang mengalami efek samping berdasarkan investigasi Komnas sudah sembuh.

Dengan demikian, vaksinasi dengan AstraZeneca direkomendasikan tetap dilanjutkan dan harus dimasukkan ke dalam program vaksinasi nasional.

Pemerintah Tidak Sembarangan Memilih Vaksin

Dr. Siti Nadia Tarmizi sebagai juru bicara vaksinasi Covid-19 menyatakan bahwa pemerintah tidak sembarangan dalam memilih vaksin karena melalui beberapa kajian yang mendetail, baik oleh WHO, ITAGI, dan Komnas KIPI. Pemberian izin darurat dari BPOM pun tidak sembarangan karena sudah melalui uji klinis 1,2, dan 3.

Bahkan dr. Nadia juga menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya efek samping berat dan mematikan dalam proses penyuntikan vaksin dengan AstraZeneca. Demam di angka >38 derajat Celcius dan nyeri di tempat suntikan merupakan hal yang wajar dan normal.

Baca Juga: BPOM Resmi Mengeluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin AstraZeneca

Indonesia lalu disebutnya sudah mengamankan pasokan vaksin demi mencapai kekebalan kelompok, dengan kebutuhan vaksin 436 juta, dan per Jumat 26 Maret sudah 10 juta orang divaksinasi dari 500.000 pemberian vaksin per hari yang selanjutnya ditargetkan menjadi 1 juta per hari.

Tentunya ini bukanlah hal yang mudah karena Indonesia bersama dengan 130 negara lainnya berebut mendapatkan vaksin, dan vaksinasi yang dilakukan Indonesia menempatkannya sebagai 4 besar negara non-produsen vaksin dengan penyuntikan vaksin terbesar.

Karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak takut divaksin karena manfaatnya yang lebih besar untuk pencegahan yang optimal terutama pada kelompok prioritas seperti lansia yang angka kematiannya 3 kali lebih tinggi.

Pandangan WHO dan UNICEF Indonesia

Mengenai manfaat vaksin juga dipaparkan oleh Vinod Bura dari WHO Indonesia berkaitan dengan yang sudah dipaparkan oleh Komnas KIPI dan Kemenkes. Disebutnya bahwa AstraZeneca berkualitas tinggi, dan WHO sudah mengecek faktor keamanan yang ada.

Vinod Bura bahwa yang terjadi di Sulawesi Utara berdasarkan investigasi dari Komnas KIPI tidak berhubungan sama sekali dengan efek samping vaksin

Mengenai pengentalan darah juga tidak ada hubungannya dengan efek samping yang dirasakan. Demikian yang diungkapkan oleh Rizki Ika Syafitri dari UNICEF Indonesia. Ia juga menyatakan AstraZeneca aman untuk orangtua, dan sudah dijamin keamanannya oleh BPOM.

Kesimpulan

Intinya adalah vaksin AstraZeneca aman karena efek samping yang diberikan termasuk ringan serta wajar dalam vaksinasi.

Karena itu, Sahabat Sehat, jangan ragu untuk divaksin sebab vaksin itu baik dan perlu serta dapat mencegah secara optimal Covid-19.

Namun tetap ingat jangan lupa tetap terapkan perilaku 5M dan pola hidup bersih dan sehat meskipun sudah divaksin.

Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi, konsultasikan saja dengan para dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

Chat Asisten ProSehat aja