Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ kipi”

  • Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio. Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi. Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya Banyak manfaat yang bisa […]

    Efek Samping Vaksin Polio yang Perlu Kamu Ketahui

    Imunisasi sangat diperlukan untuk bayi dan balita dan banyak sekali macam-macam imunisasi, salah satunya adalah polio. Pemerintah mulai menggalakkan anak wajib imunisasi polio.

    Kenapa pemerintah mewajibkan anak untuk imunisasi polio? Karena imunisasi polio dapat mencegah penyakit yang akan diderita jika tidak diimunisasi.

    Baca Juga: Mengenal Penyakit Polio dan Vaksin untuk Mencegahnya

    Banyak manfaat yang bisa didapat ketika seorang anak diberikan imunisasi polio. Namun, imunisasi polio dapat menimbulkan reaksi setelah disuntikkan ke anak.

    vaksinasi polio, efek samping vaksinasi polio

    Apa Saja Manfaat Imunisasi Polio?

    • Agar anak terhindar dari kematian karena infeksi yang terjadi pada selaput otak (meningitis)
    • Mencegah beberapa resiko pada bayi karena virus polio yang pada umumnya merusak syaraf pada otak, dan menimbulkan otot yang tidak berfungsi sehingga anak tersebut lumpuh seketika
    • Mencegah anak menderita polio dan memungkinkan anak untuk tumbuh sehat

    Beberapa manfaat itulah yang membuat anak diwajibkan untuk tetap diberikan imunisasi polio. Ada dua hal yang membedakan vaksin polio, yaitu vaksin oral dan suntik.

    Baca Juga: Tujuan Imunisasi Polio yang Perlu Diketahui

    Seiring dengan berkembangnya zaman, vaksin oral sudah tidak digunakan lagi, sekarang menggunakan vaksin yang disuntik. Jangan lupa ibu-ibu bahwa vaksin suntik pun dapat menimbulkan reaksi pasca imunisasi

    Reaksi pasca-imunisasi Polio yang perlu kamu ketahui:

    1. Demam

    Demam merupakan reaksi dari pemberian vaksin polio oral. Sering juga kita temui vaksin suntik pun terkadang juga akan membuat anak menjadi demam.

    Vaksin oral berisi virus yang sudah dilemahkan untuk memperkuat metabolisme tubuh, sedangkan vaksin yang disuntik virusnya sudah dimatikan terlebih dahulu. Ibu jangan khawatir bila anak mengalami demam, cukup berikan obat penurun panas aja hingga demamnya hilang.

    2. Sakit dan Bengkak di bekas suntikan

    Tak jarang jika kita temui bayi yang menangis terus karena suntikan imunisasi polio, jadi untuk menjaga kenyamanan bayi, sebaiknya posisikan bayi pada keadaan tidur yang nyaman, sehingga bayi tersebut tidak akan menangis/rewel lagi

    3. Reaksi anafialtik

    Reaksi anafilkatik merupakan reaksi alergi tipe cepat yang menimbulkan kegawatan bila tidak ditangani dengan cepat. Reaksi ini terjadi bila sesorang memiliki riwayat alergi terhadap komponen vaksin.

    Mereka yang alergi terhadap beberapa antibiotik seperti Streptomisin, polimiksin B dan Neomisin kemungkinan akan alergi terhadap vaksin polio suntik.

    Baca Juga: Apa dan Bagaimana Penyebab Penyakit Polio Itu?

    Jika Sahabat sebagai ibu ingin mengurangi reaksi lokal yang dapat terjadi pada anak, Sobat harus mengompres pada bekas suntikan, minum air putih, memberikan penurun panas dengan dosis sesuai dengan umur anak. Sebelum dilakukan imunisasi, Sobat perlu mengetahui beberapa hal:

    • Cek apakah anak demam atau tidak
    • Anak sedang diare
    • Anak yang mempunyai kekebalan tubuh yang lemah atau melemahnya sistem imun
    • Anak yang masih menjalani imunosupresif

    Hal itulah yang menjadi pertimbangan untuk dilakukan vaksinasi. Vaksin polio itu penting untuk bayi dan balita, tetapi kita harus memperhatikan reaksi setelah penyuntikan dan apa saja yang tidak boleh dilakukan pada anak yang sedang mengalami demam, diare atau yang sudah dijelaskan di atas.

    Semoga artikel ini memberi manfaat bagi para pembaca, khususnya ibu-ibu yang mempunyai bayi dan anak balita. Jangan lupa konsultasikan pada dokter yang menangani vaksin polio anak Sahabat.

    Apabila Sahabat ingin sekali melakukan vaksinasi polio terutama layanan vaksinasi ke rumah, jangan khawatir karena Prosehat mempunyai layanan tersebut. Layanan ini tentu saja akan membuat Sobat merasa aman dan nyaman. Selain itu, layanan ini mempunyai kelebihan-kelebihan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Untuk info lebih lanjut mengenai layanan vaksinasi polio ke rumah, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa

    Read More
  • Kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI adalah hal yang wajar dalam setiap vaksinasi termasuk vaksinasi Covid-19. Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis vaksin Covid-19 yang digunakan, yaitu produksi Sinovac dan AstraZeneca yang baru tiba pada 8 Maret 2021. Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19 Mengenai KIPI pada vaksin asal Inggris ini belum begitu […]

    Amankah Vaksin AstraZeneca? Simaklah Pendapat Para Ahli Ini!

    Kejadian ikutan pasca imunisasi atau KIPI adalah hal yang wajar dalam setiap vaksinasi termasuk vaksinasi Covid-19. Di Indonesia sendiri terdapat dua jenis vaksin Covid-19 yang digunakan, yaitu produksi Sinovac dan AstraZeneca yang baru tiba pada 8 Maret 2021.

    amankah vaksin AstraZeneca

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Mengenai KIPI pada vaksin asal Inggris ini belum begitu banyak yang tahu seperti apa reaksi  yang diterima. Pemberitaan banyak menyebutkan bahwa AstraZeneca akan memberikan efek samping berupa bengkak, demam, muntah, diare, dan bahkan sakit perut.

    Selain efek samping itu, terdapat isu-isu yang cukup meresahkan seperti kejang, dan tentu saja kehalalan vaksin. Di Sulawesi Utara, pemberian AstraZeneca sementara dihentikan karena efek samping yang dirasakan seperti demam, menggigil, panas.

    Namun sebenarnya bagaimana efek samping atau KIPI dari AstraZeneca tersebut?

    Sri Rezeki Hadinegoro dari ITAGI menyatakan bahwa efek samping yang dirasakan adalah ringan dan tidak akan menyebabkan penerimanya dirawat di rumah sakit.

    Demikian ia ungkapkan dalam keterangan pers di YouTube “Penjelasan KIPI Terkait Vaksin Covid-19 AstraZeneca dan Covax Facilty” pada Selasa, 30 Maret 2021.

    AstraZeneca merupakan produk vaksin yang aman karena dikombinasikan dengan adenovirus sehingga virus Corona tidak berkembang dalam tubuh. AstraZeneca bahkan dalam prosesnya sudah menjalani uji klinis 20.000 relawan di Amerika Serikat dan Jepang.

    Terkait dengan gangguan pembekuan darah beliau menyatakan bahwa itu hal yang alami terjadi namun tidak akan menambah risiko. Dapat disimpulkan bahwa lebih banyak manfaat yang akan didapatkan. Untuk Indonesia sendiri vaksin yang digunakan diambil langsung dari pabriknya sehingga aman.

    Lalu apakah AstraZeneca Aman?

    Hal senada diungkapkan oleh Ketua Komnas KIPI, Indra Himawan pada keterangan pers tersebut yang menyatakan bahwa efek samping vaksin AstraZeneca adalah ringan.

    Hal ini berkaitan dengan yang terjadi di Sulawesi Utara mengenai efek samping yang dirasakan penerima ternyata berhubungan dengan kecemasan, dan yang mengalami efek samping berdasarkan investigasi Komnas sudah sembuh.

    Dengan demikian, vaksinasi dengan AstraZeneca direkomendasikan tetap dilanjutkan dan harus dimasukkan ke dalam program vaksinasi nasional.

    Pemerintah Tidak Sembarangan Memilih Vaksin

    Dr. Siti Nadia Tarmizi sebagai juru bicara vaksinasi Covid-19 menyatakan bahwa pemerintah tidak sembarangan dalam memilih vaksin karena melalui beberapa kajian yang mendetail, baik oleh WHO, ITAGI, dan Komnas KIPI. Pemberian izin darurat dari BPOM pun tidak sembarangan karena sudah melalui uji klinis 1,2, dan 3.

    Bahkan dr. Nadia juga menyatakan bahwa tidak ditemukan adanya efek samping berat dan mematikan dalam proses penyuntikan vaksin dengan AstraZeneca. Demam di angka >38 derajat Celcius dan nyeri di tempat suntikan merupakan hal yang wajar dan normal.

    Baca Juga: BPOM Resmi Mengeluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin AstraZeneca

    Indonesia lalu disebutnya sudah mengamankan pasokan vaksin demi mencapai kekebalan kelompok, dengan kebutuhan vaksin 436 juta, dan per Jumat 26 Maret sudah 10 juta orang divaksinasi dari 500.000 pemberian vaksin per hari yang selanjutnya ditargetkan menjadi 1 juta per hari.

    Tentunya ini bukanlah hal yang mudah karena Indonesia bersama dengan 130 negara lainnya berebut mendapatkan vaksin, dan vaksinasi yang dilakukan Indonesia menempatkannya sebagai 4 besar negara non-produsen vaksin dengan penyuntikan vaksin terbesar.

    Karena itu, ia meminta kepada masyarakat untuk tidak takut divaksin karena manfaatnya yang lebih besar untuk pencegahan yang optimal terutama pada kelompok prioritas seperti lansia yang angka kematiannya 3 kali lebih tinggi.

    Pandangan WHO dan UNICEF Indonesia

    Mengenai manfaat vaksin juga dipaparkan oleh Vinod Bura dari WHO Indonesia berkaitan dengan yang sudah dipaparkan oleh Komnas KIPI dan Kemenkes. Disebutnya bahwa AstraZeneca berkualitas tinggi, dan WHO sudah mengecek faktor keamanan yang ada.

    Vinod Bura bahwa yang terjadi di Sulawesi Utara berdasarkan investigasi dari Komnas KIPI tidak berhubungan sama sekali dengan efek samping vaksin

    Mengenai pengentalan darah juga tidak ada hubungannya dengan efek samping yang dirasakan. Demikian yang diungkapkan oleh Rizki Ika Syafitri dari UNICEF Indonesia. Ia juga menyatakan AstraZeneca aman untuk orangtua, dan sudah dijamin keamanannya oleh BPOM.

    Kesimpulan

    Intinya adalah vaksin AstraZeneca aman karena efek samping yang diberikan termasuk ringan serta wajar dalam vaksinasi.

    Karena itu, Sahabat Sehat, jangan ragu untuk divaksin sebab vaksin itu baik dan perlu serta dapat mencegah secara optimal Covid-19.

    Namun tetap ingat jangan lupa tetap terapkan perilaku 5M dan pola hidup bersih dan sehat meskipun sudah divaksin.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Apabila Sahabat perlu informasi lebih lanjut mengenai vaksinasi, konsultasikan saja dengan para dokter di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Read More
  • Pemerintah Indonesia sedang gencar memberikan vaksin kepada masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Walaupun tidak banyak, sebagian masyarakat mungkin mengalami efek samping dari vaksin. Salah satu efek samping yang mungkin didapatkan adalah demam. Baca Juga: Sakit Kepala Setelah Vaksinasi Covid-19? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 tidak […]

    Cara Mengatasi Demam Setelah Divaksin Covid-19

    Pemerintah Indonesia sedang gencar memberikan vaksin kepada masyarakat untuk mencegah penularan Covid-19. Walaupun tidak banyak, sebagian masyarakat mungkin mengalami efek samping dari vaksin. Salah satu efek samping yang mungkin didapatkan adalah demam.

    demam setelah divaksin

    Baca Juga: Sakit Kepala Setelah Vaksinasi Covid-19? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

    Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia telah menyatakan bahwa vaksin Covid-19 tidak menimbulkan efek samping yang serius.

    Dalam Surat Keputusan (SK) Direktur Jenderal (Dirjen) tentang pencegahan dan pengendalian penyakit Kemenkes No. HK. 02.02/4/1/2021 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona virus Disease 2019 (Covid-19) telah dijelaskan secara umum bahwa, vaksin Covid-19 tidak menimbulkan reaksi pada tubuh ataupun apabila terjadi hanya menimbulkan reaksi yang ringan.

    Vaksinasi memicu perlawanan tubuh akan infeksi dengan menyebabkan sistem kekebalan tubuh penerima bereaksi terhadap antigen yang terkandung di dalam vaksin. Pemberian vaksin ini dapat memicu reaksi lokal atau sistemik (seluruh tubuh), seperti nyeri pada tempat suntikan atau demam. Demam yang terjadi adalah bagian dari respon imun.

    Vaksin yang berkualitas adalah vaksin yang menimbulkan reaksi ringan seminimal mungkin, namun tetap memicu respons imun terbaik. Frekuensi terjadinya reaksi ringan vaksinasi biasanya ditentukan oleh jenis vaksinnya.

    Dalam surat keputusan yang ditetapkan oleh Plt. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Muhammad Budi Hidayat mengatakan, bahwa reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi Covid-19 hampir sama dengan vaksin lainnya.

    Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, demam adalah efek samping yang umum dari vaksinasi. Jadi, Sahabat Sehat, sangat penting untuk mengetahui apa yang harus dilakukan ketika mengalami demam setelah mendapatkan vaksin Covid-19.

    Alasan Munculnya Demam Setelah Divaksin

    Sahabat Sehat harus tahu, pada awalnya, tubuh belum mengenali virus dan dianggap seperti benda asing. Ketika disuntikkan vaksin, tubuh akan membentuk antibodi/kekebalan tubuh untuk mengenali protein virus.

    Karena sistem kekebalan tubuh dihidupkan oleh vaksin, tubuh akan meresponsnya dengan mengeluarkan mediator radang atau inflamasi yang menyebabkan demam. Terkadang, reaksi tubuh terhadap vaksin ini berbeda-beda, sehingga tidak semua orang yang divaksin akan mengalami demam.

    Tidak Perlu Khawatir

    Sahabat Sehat tidak perlu khawatir jika setelah vaksinasi mengalami demam karena demam pasca vaksinasi dalam konteks efek samping vaksin adalah suatu hal yang normal. Biasanya efek samping pasca vaksin akan cenderung hilang dengan sendirinya setelah beberapa hari.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Untuk mengatasi reaksi seperti demam, petugas kesehatan biasanya menganjurkan penerima vaksin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, mengompres atau mandi air hangat, dan meminum obat parasetamol sesuai dosis.

    Jangan ragu untuk menghubungi dokter apabila terdapat gejala tambahan, seperti sakit di leher, diare, sesak napas ataupun batuk, atau pun bila Sahabat memiliki beberapa pertanyaan terkait reaksi pasca vaksin.

    Produk Terkait: Jual Obat Batuk

    Istirahat yang Cukup

    Jika Sahabat Sehat mengalami gejala demam setelah divaksin, Sahabat harus bisa memastikan tubuh mendapat waktu tidur dan asupan air yang cukup karena hidrasi dan istirahat yang cukup bisa bermanfaat bagi pasien yang mengalami demam pasca vaksinasi.

    Prof. Dr. Hindra Irawan Satari, Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), pasca vaksin Covid-19 Sinovac, menjawab pertanyaan mengenai laporan efek samping dari beberapa orang seperti demam hingga lemas. Sebagian besar gejala pasca vaksin merupakan gejala ringan, seperti demam, pegal, nyari tempat suntikan, dan kemerahan, yang pada umumnya tidak memerlukan pengobatan.

    Namun, apabila didapatkan reaksi berat pasca vaksin dan sebelumnya memiliki riwayat penyakit komorbid, pasien mungkin perlu rawat inap dan membutuhkan tindakan segera.

    Sahabat Sehat, sekarang sudah paham kan mengapa Sahabat Sehat bisa mengalami demam setelah vaksin. Demam memang efek samping ringan yang umum ditemukan dari vaksin Covid-19.

    Bagi Sahabat Sehat yang memang mengalami efek samping demam karena vaksin Covid-19, tidak perlu khawatir. Sahabat hanya perlu menjaga asupan cairan dan istirahat cukup. Perlu diingat juga, biasanya, efek samping ringan dari vaksin Covid-19 bisa hilang dengan sendirinya hanya dalam waktu beberapa hari.

    Namun, apabila Sahabat Sehat merasa keluhan tidak kunjung hilang atau bertambah berat, Sahabat bisa segera melapor ke dokter dan menceritakan keluhan yang dirasakan.

    Satu hal yang perlu diingat juga, walaupun Sahabat Sehat telah divaksinasi, bukan berarti Sahabat Sehat tidak bisa terpapar Covid-19. Sahabat Sehat harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat, seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

    Baca Juga: Perilaku 5M, Cara Tepat dan Efektif Meminimalkan Penyebaran Covid-19

    Pastikan Sahabat Sehat tetap menjaga diri sendiri dan juga keluarga agar terhindar dari virus yang berbahaya ini. Sampai dengan pandemi Covid-19 ini berakhir di Indonesia atau bahkan dunia, Sahabat Sehat baru bisa sedikit melonggarkan kebiasaan-kebiasaan seperti sekarang.

    Terakhir, jangan takut divaksin hanya karena takut terjadi efek samping yang didapat oleh tubuh. Dukung lah pemerintah dalam program vaksinasi Covid-19, agar Indonesia segera bebas dari Covid-19.

    Apabila Sahabat memerlukan informasi seputar vaksinasi Covid-19 Sahabat bisa mengonsultasikannya pada para dokter di Prosehat melalui layanan konsultasi online. Info lebih lengkap, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi

    1. Media, K., 2021. 3 Reaksi yang Mungkin Terjadi Setelah Divaksin Covid-19 Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://health.kompas.com/read/2021/01/14/140700468/3-reaksi-yang-mungkin-terjadi-setelah-divaksin-covid-19?page=all[Accessed 20 March 2021].
    2. Astutik, Y., 2021. Dari Demam Hingga Lemas, Ini Efek Samping Pasca Vaksin Covid. [online] news. Available at: https://www.cnbcindonesia.com/news/20210120132626-4-217424/dari-demam-hingga-lemas-ini-efek-samping-pasca-vaksin-covid. [Accessed 20 March 2021].
    3. Media, K., 2021. Jika Demam Pasca-vaksinasi Covid-19, Apa yang Harus Dilakukan? Halaman all – Kompas.com. [online] KOMPAS.com. Available at: https://lifestyle.kompas.com/read/2021/02/25/105109320/jika-demam-pasca-vaksinasi-covid-19-apa-yang-harus-dilakukan?page=all. [Accessed 20 March 2021].

     

    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada 13 Januari 2021, dengan Presiden menjadi orang pertama yang sudah divaksinasi. Sehari setelahnya, barulah para tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas yang akan disuntik vaksin. Pada beberapa kasus, vaksinasi dapt menimbulkan efek simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Efek simpang adalah reaksi dari tubuh saat menghadapi zat yang masuk ke […]

    Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada 13 Januari 2021, dengan Presiden menjadi orang pertama yang sudah divaksinasi. Sehari setelahnya, barulah para tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas yang akan disuntik vaksin. Pada beberapa kasus, vaksinasi dapt menimbulkan efek simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Efek simpang adalah reaksi dari tubuh saat menghadapi zat yang masuk ke dalam tubuh, dan tubuh sedang menganalisis zat tersebut yang akan membuat tubuh kebal dan terhindar dari virus.

    KIPI pasca vaksinasi Covid-19, KIPI vaksinasi covid-19, vaksinasi covid-19, vaksin covid-19

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Teknis dari Kementerian Kesehatan mengenai Vaksinasi Covid-19, KIPI dapat berupa reaksi vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi kecemasan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan. Masih berdasarkan Juknis KIPI yang terjadi dapat diklasifikasikan secara serius apabila kejadian medis akibat setiap dosis vaksinasi yang diberikan menimbulkan gejala kematian, kebutuhan untuk rawat inap, dan gejala sisa yang menetap serta mengancam jiwa. Tentu saja masih perlu surveilans pasif dan aktif KIPI untuk menilai keamanan vaksin karena vaksin Covid-19 masih merupakan vaksin baru.

    Reaksi-reaksi yang Mungkin Ditimbulkan Setelah Vaksinasi

    Reaksi-reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi Covid-19 sebenarnya hampir sama dengan vaksin yang lain. Reaksi-reaksi yang timbul antara lain:

    • Reaksi lokal seperti nyeri, kemerahan bengkak pada tempat suntikan atau reaksi lokal lain yang berat seperti selulitis
    • Reaksi sistemik seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, dan sakit kepala
    • Reaksi alergi seperti urtikaria, oedem
    • Reaksi anafilaksis
    • Pingsan

    Cara Mengatasi KIPI

    KIPI yang terjadi pasca-vaksinasi Covid-19 dapat diatasi secepatnya sesuai dengan jenis reaksi yang ditimbulkan. Jika reaksi ringan lokal seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan pada tempat suntikan, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk melakukan kompres dingin di lokasi suntikan dan meminum parasetamol sesuai dosis. Pada reaksi ringan sistemik seperti demam dan malaise, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vakin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan meminum parasetamol sesuai dosis.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Cara Memantau dan Menanggulangi KIPI

    Pada KIPI yang cukup serius, Sahabat yang sudah divaksinasi sebaiknya segera melapor pada fasililtas layanan kesehatan yang ditunjuk seperti rumah sakit dan puskesmas untuk kemudian akan diteruskan pada dinas kesehatan kota/kabupaten setempat untuk dilakukan pelacakan. Kemudian, pada vaksinasi penerima vaksi diharapkan untuk menunggu sebentar setelah dilakukan vaksinasi, dan disarankan menetap selama 30 menit untuk bisa mengetahui dan mengatasi kemungkinan reaksi yang terjadi.

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia Adalah 181,5 Juta Jiwa

    Itulah mengenai KIPI yang kemungkinan terjadi pasca-vaksinasi serta cara mengatasi dan menanggulanginya. Sahabat tidak perlu ragu untuk divaksin Covid-19 yang keuntungannya untuk diri sendiri dan orang lain. Sambil menunggu vaksinasi massal dari pemerintah untuk masyarakat yang dimulai pada April 2021, yuk Sahabat tetap terapkan perilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa untuk deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat tinggal mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Petunjuk Teknis Pelaksanaaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 1st ed. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2021
    2. Alasan Jangan Langsung Pulang Usai Disuntik Vaksin Corona [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210106073321-255-589978/alasan-jangan-langsung-pulang-usai-disuntik-vaksin-corona
    Read More
  • Imunisasi diberikan untuk mencegah agar tidak tertular oleh penyakit. Imunisasi, terkadang mengandung beberapa bahan yang dapat menimbulkan reaksi terhadap orang yang disuntik. Kejadian sakit yang terjadi setelah menerima imunisasi yang diduga disebabkan oleh imunisasi kita sebut dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Namun, tidak semua kejadian KIPI yang diduga itu adalah benar. Baca Juga: Cara […]

    Reaksi KIPI Berat, Kapan Perlu Bawa Anak ke Dokter?

    Imunisasi diberikan untuk mencegah agar tidak tertular oleh penyakit. Imunisasi, terkadang mengandung beberapa bahan yang dapat menimbulkan reaksi terhadap orang yang disuntik. Kejadian sakit yang terjadi setelah menerima imunisasi yang diduga disebabkan oleh imunisasi kita sebut dengan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Namun, tidak semua kejadian KIPI yang diduga itu adalah benar.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Gejala KIPI dapat terjadi ringan dan berat. Gejala ringan seperti reaksi yang terjadi pada tempat suntikan berupa bisul, bengkak, merah pada tempat suntikan. Reaksi berat  dapat melibatkan sistem organ yang lebih luas lagi seperti sistem saraf pusat yang menyebabkan kejang, radang pada selaput otak (meningitis), dan kelumpuhan. Reaksi lain yang lebih berbahaya adalah syok anafilaksis yang dapat terjadi sesaat setelah dilakukan penyuntikan. Petugas kesehatan yang terlatih harus segera melakukan tindakan penyelamatan di tempat, sehingga kegawatan dapat diatasi.

    Baca Juga: Bagaimana Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin DPT?

    Lalu, apakah semua KIPI harus segera dilaporkan ke dokter? Tidak. Reaksi pasca-imunisasi yang ringan, misalnya nyeri dan bengkak kemerahan pada area bekas suntikan atau demam, umumnya akan hilang dengan sendirinya dalam 2-3 hari. Namun, beberapa tanda dan gejala KIPI yang harus dilaporkan segera atau anak diperiksakan kembali ke dokter adalah:

    1. Reaksi ringan yang terjadi terus menerus seperti bengkak yang tidak hilang,
    2. Tangan atau lengan atau tungkai yang sakit/sulit digerakkan setelah dilakukan penyuntikan,
    3. Anak demam tinggi dan tidak mereda,
    4. Anak menangis terus-menerus dan tidak mau berhenti,
    5. Anak alami kejang,
    6. Adanya gejala-gejala lainnya.

    Tapi, orang tua jangan takut untuk tetap melakukan vaksinasi karena reaksi ini sangat sangat jarang terjadi dan perlindungan vaksinasi sangat diperlukan untuk mencegah dari penyakit yang berbahaya.

    Baca Juga: Kenali dan Cara Mengatasi Reaksi Imunisasi Si Kecil

    Untuk imunisasi anak ini Sahabat bisa mendapatkannya di Prosehat yang menyediakan layanan imunisasi ke rumah. Layanan ini mempunyai banyak keunggulan, yaitu:

    • Produk dijamin asli
    • Ditangani oleh dokter yang profesional dan berizin resmi
    • Ada tanya jawab dengan Asisten Kesehatan Maya
    • Proses pembayaran yang mudah dan dapat dicicil
    • Jadwal vaksinasi yang fleksibel
    • Dokter akan mengunjungi lokasi sesuai perjanjian

    Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    REFERENSI:

    1. Hadinegoro SR. Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi. Sari Pediatri.2000;2(1):2-10.
    2. Soedjatmiko. Imunisasi penting untuk mencegah penyakit berbahaya. 2013. [Internet]. Retrieved from: idai.or.id
    Read More
Chat Asisten ProSehat aja