Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ vaksin covid-19”

Showing 31–40 of 43 results

  • Vaksin Covid-19 diketahui sedang terus dikembangkan untuk mencegah penyebaran virus secara optimal di seluruh dunia. WHO pun menyatakan bahwa vaksin ini dapat menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun. Vaksin bekerja dengan melatih dan mempersiapkan pertahanan alami tubuh untuk mengenali dan melawan virus dan bakteri. Jika nanti tubuh terpapar kuman penyebab penyakit tersebut, tubuh segera siap memusnahkannya, […]

    Mengapa Masih Bisa Terpapar Virus Meski Sudah Divaksin?

    Vaksin Covid-19 diketahui sedang terus dikembangkan untuk mencegah penyebaran virus secara optimal di seluruh dunia. WHO pun menyatakan bahwa vaksin ini dapat menyelamatkan jutaan nyawa setiap tahun. Vaksin bekerja dengan melatih dan mempersiapkan pertahanan alami tubuh untuk mengenali dan melawan virus dan bakteri. Jika nanti tubuh terpapar kuman penyebab penyakit tersebut, tubuh segera siap memusnahkannya, mencegah timbulnya penyakit.

    terpapar virus meski sudah divaksin

    Baca Juga: Virus dan Bakteri, Perbedaan dan Cara Mencegah Infeksinya

    Center for Diseases Control (CDC) menyatakan bahwa vaksin Covid-19 melindungi diri virus tersebut supaya tidak terlalu berat terkena efeknya, dan tidak akan terpapar virus setelahnya. Jenis vaksin apa pun dapat melindungi diri dari virus, baik melalui virus yang dimatikan, DNA, RNA, atau antibodi. Meski begitu ada pertanyaan apakah masih bisa terkena virus meski sudah divaksin?

    Penyebab Masih Bisa Terpapar Virus Meski Sudah Divaksin

    Data menunjukkan bahwa mereka yang positif Covid-19 setelah divaksin banyak yang langsung beraktivitas di luar dan tidak menerapkan 3M. Padahal hal tersebut tidak dianjurkan mengingat efektivitas vaksin belum akan terlihat karena membutuhkan waktu untuk meningkatkan antibodi di dalam tubuh. Saat seseorang disuntik vaksin sebanyak dua kali, antibodi di dalam tubuh yang didapatkan tidak bisa langsung tinggi sehingga hal tersebut memerlukan waktu selama 14 atau sebulan setelah penyuntikan, sehingga didapatkan antibodi yang maksimal.

    Baca Juga: Yuk, Sukseskan Vaksinasi Covid-19!

    Vaksinasi setidaknya akan memperkecil risiko tertular virus dengan catatan bahwa vaksin menawarkan respons imunologis yang kuat, yang mampu menghentikan perkembangbiakan virus dengan cepat. Sehingga disarankan suntikan vaksin diberikan jangan satu kali, melainkan dua kali.

    Bukan Lini Pertama Pencegahan Covid-19

    Adanya vaksinasi Covid-19 dapat menurunkan risiko tertular, tetapi belum tentu mengakhiri pandemi ini.  Hal ini berkaitan dengan daya tahan tubuh, distribusi vaksin yang merata ke berbagai wilayah di Indonesia. Vaksin bukanlah lini pertama dalam pencegahan Covid-19. Vaksin adalah lini kedua pencegahan sebab vaksinasi ditujukan untuk memberikan kekebalan supaya pada saat seseorang terpapar virus, ia tidak jatuh sakit.

    Tetap Melaksanakan 3M

    Semua pihak, terutama yang sudah divaksin diminta agar tetap melaksanakan 3M, mencuci  tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Perilaku 3M ini merupakan lini pertama dalam pencegahan yang tidak boleh dianggap enteng dan diabaikan, dan merupakan satu-satunya cara terbaik dalam menangkal Covid-19.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Demikianlah Sahabat mengenai mengapa orang yang divaksinasi masih bisa tertular virus. Vaksinasi dapat membentuk kekebalan tubuh, dan juga kekebalan kelompok yang harus mencapai 70%. Vaksin bukanlah obat karena fungsinya hanya untuk mencegah. Tetaplah berperilaku 3M dan menjalani PHBS, serta jangan lupa deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. COVID-19 vaccines [Internet]. Who.int. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.who.int/emergencies/diseases/novel-coronavirus-2019/covid-19-vaccines
    2. COVID-19 and Your Health [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/facts.html
    3. (PDF) COVID-19 Vaccine: An Update and Primer [Internet]. ResearchGate. 2021 [cited 22 January 2021]. Available from: https://www.researchgate.net/publication/345813274_COVID-19_Vaccine_An_Update_and_Primer#pf2c
    4. Maulana Y. 25 Relawan Uji Klinis Vaksin Sinovac di Bandung Positif Corona [Internet]. detiknews. 2021 [cited 19 January 2021]. Available from: https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-5338366/25-relawan-uji-klinis-vaksin-sinovac-di-bandung-positif-corona
    5. Septiani A. Setelah Vaksin COVID-19 Masih Terinfeksi? Ahli Imunisasi: Bisa, Tapi Tidak Parah [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 19 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5329507/setelah-vaksin-covid-19-masih-terinfeksi-ahli-imunisasi-bisa-tapi-tidak-parah
    6. Media K. Bisakah Kita Menularkan Covid-19 Setelah Divaksin? Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 19 January 2021]. Available from: https://lifestyle.kompas.com/read/2020/12/18/095832220/bisakah-kita-menularkan-covid-19-setelah-divaksin?page=all
    7. Even if you have been vaccinated, someone can still be exposed to the corona virus [Internet]. JawaPos.com. 2021 [cited 19 January 2021]. Available from: https://www.jawapos.com/keseh/19/10/2020/meski-sudah-divaksin-s Someone-tetap-bisa-terpapar-virus-korona/
    Read More
  • Kementerian Kesehatan berencana membuka jalur vaksinasi Covid-19 secara mandiri atau tanpa dibiayai negara. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Kamis, 14 Januari 2021. Rencana ini disebutnya masih dalam tahap kajian. Kalaupun sudah bisa dijalankan, vaksinasi ini bukan untuk perorangan, melainkan untuk perusahaan […]

    Kementerian Kesehatan Membuka Opsi Vaksinasi Covid-19 Secara Mandiri untuk Mempercepat Pelaksanaan Vaksinasi di Indonesia

    Kementerian Kesehatan berencana membuka jalur vaksinasi Covid-19 secara mandiri atau tanpa dibiayai negara. Demikian hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI pada Kamis, 14 Januari 2021. Rencana ini disebutnya masih dalam tahap kajian. Kalaupun sudah bisa dijalankan, vaksinasi ini bukan untuk perorangan, melainkan untuk perusahaan yang ditujukan bagi karyawan perusahaan tersebut.

    vaksinasi Covid-19 secara mandiri, vaksinasi Covid-19 mandiri, vaksinasi mandiri

    Baca Juga: Yuk, Sukseskan Vaksinasi Covid-19!

    Adapun tujuan vaksinasi mandiri ini, menurut Menkes, adalah agar vaksinasi dapat berjalan sesuai target dengan pembentukan kekebalan kelompok atau herd immunity sebesar 70%. Syarat penerimanya adalah tidak memiliki kontraindikasi terhadap vaksin dan melapor kepada pemerintah sehingga tidak terjadi tumpeng tindih. Selain itu, vaksin yang dibeli harus sesuai dengan standar WHO, dan disetujui oleh BPOM.

    Vaksinasi mandiri ini, menurut Kemenkes, rencananya bisa dimulai setelah penyuntikan terhadap tenaga kesehatan dan tenaga pelayanan publik selesai sehingga vaksinasi akan digelar bersamaan dengan vaksinasi gratis pada masyarakat. Namun di tempat terpisah Wamenkes, Dante Budi Saksono, menyatakan bahwa pemerintah tidak ada rencana sama sekali memberikan vaksinasi mandiri kepada pihak swasta. Prosedurnya adalah tetap harus menggunakan vaksinasi gratis dari pemerintah.

    Permintaan mengenai vaksinasi mandiri ini datang dari Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo supaya dapat mempercepat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Indonesia. Untuk saat ini pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menjalankan program vaksinasi secara sistemastis melibatkan berbagai basis data dari Kemenkes, Biofarma, dan BPJS Kesehatan. Setiap individu yang akan divaksin telah terdata dalam basis data yang ada pada Sistem Informasi Aplikasi Satu Data Vaksinasi Covid-19. Individu yang sudah divaksinasi nantinya  juga akan kembali didata pada sistem tersebut.

    Baca Juga: BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    Untuk masyarakat yang terdata sebagai penerima vaksin nantinya akan menerima SMS notifikasi untuk segera registrasi ulang. Pada saat registrasi ulang tersebut masyarakat dipersilakan memilih fasilitas kesehatan untuk vaksinasi beserta dengan jadwal pelaksanaan, dan kemudian akan mendapatkan tiket elektronik berupa QR code.

    Tiket elektronik ini nantinya akan digunakan sebagai persyaratan mendapatkan vaksin di fasilitas kesehatan disertai dengan menunjukkan KTP. Setelah selesai divaksinasi, masyarakat akan mendapatkan kode nomor dan sertifikat bahwa dirinya sudah divaksin.

    Demikianlah mengenai wacana Menkes mengenai vaksinasi Covid-19 secara mandiri, dan sebenarnya pernah direncanakan pada sebelum vaksinasi, dengan perincian pemerintah memberikan vaksin gratis bagi 30% warga sedangkan 70% sisanya harus membayar. Hal ini kemudian menimbulkan polemik sehingga pemerintah menggratiskan vaksinasi.

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca-Vaksinasi Covid-19

    Nah, Sahabat Sehat apabila pemerintah sudah memulai vaksinasi massal jangan ragu dan takut untuk divaksinasi sebab vaksinasi itu baik dan perlu. Vaksinasi dapat melindungi diri Sahabat dan sekitar sehingga pencegahan terhadap Covid-19 dapat dilakukan secara optimal. Namun sembari menunggu vaksinasi, yuk tetap terapkan perilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Media K. Menkes Buka Opsi Vaksin Covid-19 Mandiri, Diberikan bagi Perusahaan untuk Karyawan [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/01/14/18195281/menkes-buka-opsi-vaksin-covid-19-mandiri-diberikan-bagi-perusahaan-untuk
    2. Septiani A. Banyak Permintaan, Menkes Pertimbangkan Buka Jalur Vaksin Mandiri [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5334814/banyak-permintaan-menkes-pertimbangkan-buka-jalur-vaksin-mandiri
    3. Kemenkes Tutup Peluang Swasta untuk Vaksinasi COVID-19 Mandiri – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2021 [cited 15 January 2021]. Available from: https://tirto.id/kemenkes-tutup-peluang-swasta-untuk-vaksinasi-covid-19-mandiri-f9dq
    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah virus Covid-19 secara luas. Namun, hal itu tidak akan berjalan efektif dan sukses jika tidak didukung oleh semua elemen. Hal inilah yang diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin, saat melaksanakan kunjungan kerja ke Pengurus Besar PB IDI di Jakarta, 11 Januari 2021 dalam […]

    Yuk, Sukseskan Vaksinasi Covid-19 Secara Bersama-sama Agar Pencegahan Covid-19 Menjadi Optimal!

    Vaksinasi Covid-19 merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mencegah virus Covid-19 secara luas. Namun, hal itu tidak akan berjalan efektif dan sukses jika tidak didukung oleh semua elemen. Hal inilah yang diungkapkan oleh Menteri Kesehatan, Budi Gunawan Sadikin, saat melaksanakan kunjungan kerja ke Pengurus Besar PB IDI di Jakarta, 11 Januari 2021 dalam rangka menjalin silaturahmi dan menerima masukan dari IDI yang berkaitan dengan upaya-upaya penanggulangan pandemi Covid-19.

    sukseskan vaksinasi Covid-19

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia Adalah 181,5 Juta Jiwa

    Menkes mengungkapkan bahwa mandat yang ia terima dari Presiden Jokowi, yaitu mensukseskan vaksinasi sebagai cara mengatasi pandemi Covid-19 adalah permasalahan yang tidak bisa dihadapi sendiri, dan harus dihadapi secara bergotong-royong, bersama-sama, dan inklusif dengan membangun gerakan masyarakat. Hal ini harus menjadi prioritas supaya timbul kepercayaan dari para pemegang kebijakan atau stakeholder.

    Menkes Budi berterima kasih kepada IDI atas dukungannya untuk mendorong tenaga kesehatan dalam menerima program vaksinasi Covid-19. Sebab, sebagai kelompok yang paling berisiko terpapar virus mereka harus menjadi kelompok yang terlindungi terlebih dahulu. Program imunisasi untuk vaksin Covid-19 adalah program ketiga imunisasi terbesar di Indonesia.

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Dua program imunisasi sebelumnya, yaitu pemberantasan penyakit cacar pada 1972 dan kedua adalah pembasmian penyakit polio pada 1995 hingga 1997. Pemberantasan cacar yang dilakukan pemerintah pada dekade 1970-an sukses, dan dianggap sebagai salah satu keberhasilan yang dilakukan pemerintah. Hal serupa terlihat pada vaksinasi Polio. Sebanyak 25 juta anak di Indonesia umur 5-10 tahun divaksin Polio, dan berhasil hingga sampai tahun 2000.

    Produk Terkait: Layanan Imunisasi Polio ke Rumah

    Vaksinasi Covid-19  ini cukup berbeda dan diakui sulit karena dilakukan terhadap populasi yang amat besar, dan disarankan dilaksanakan pada wilayah-wilayah dengan penyebaran Covid-19 yang cukup tinggi seperti Jakarta dan Surabaya. Oleh karena itu, dukungan semua pihak sangat diperlukan sehingga vaksinasi bisa sukses, dan Covid-19 benar-benar dicegah secara optimal.

    Baca Juga: Daftar Orang-orang yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19

    Yuk, Sahabat Sehat mari dukung pemerintah untuk mensukseskan vaksinasi Covid-19 supaya Covid-19 benar-benar dapat dicegah secara optimal. Jangan ragu dan jangan resah untuk divaksinasi karena vaksin itu baik dan perlu. Vaksin tak hanya mencegah diri sendiri dari penyakit tetapi melindungi orang-orang sekitar Sahabat. Untuk itu, selalu menerimalah berita-berita mengenai vaksinasi dari sumber-sumber valid dan terpercaya, salah satunya dari Prosehat. Di sini juga Sahabat bisa berkonsultasi dengan para dokter mengenai pentingnya vaksin demi kesehatan Sahabat. Info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Menkes jalin kebersamaan, gotong-royong dengan IDI tanggulangi Covid-19 [Internet]. Sehat Negeriku. 2021 [cited 13 January 2021]. Available from: https://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20210111/5636437/menkes-jalin-kebersamaan-gotong-royong-dengan-idi-tanggulangi-covid-19/
    Read More
  • BPOM sebagai regulator obat dan vaksin di Indonesia akhirnya resmi mengeluarkan penggunaan izin darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terhadap vaksin Covid-19 produksi Sinovac melalui konferensi pers, Senin, 11 Januari 2021. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito. Sebelum EUA ini keluar vaksin Sinovac, salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksinasi Corona […]

    BPOM Keluarkan Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Sinovac

    BPOM sebagai regulator obat dan vaksin di Indonesia akhirnya resmi mengeluarkan penggunaan izin darurat atau Emergency Use Authorization (EUA) terhadap vaksin Covid-19 produksi Sinovac melalui konferensi pers, Senin, 11 Januari 2021. Demikian hal tersebut disampaikan oleh Kepala BPOM, Penny Lukito. Sebelum EUA ini keluar vaksin Sinovac, salah satu vaksin Covid-19 yang akan digunakan untuk vaksinasi Corona di Indonesia juga sudah diberikan status halal oleh Majelis Ulama Indonesia pada Jumat, 8 Januari 2021. Dengan pemberian status halal dan EUA ini lengkap sudah status vaksin asal Cina yang pemberiannya sudah dimulai pada Rabu, 13 Januari 2021, dengan Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang disuntik.

    izin penggunaan darurat untuk vaksin Sinovac

    Baca Juga: Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Izin penggunaan darurat ini diberikan setelah BPOM mengkaji hasil uji klinis tahap III vaksin di Bandung. Selain itu, BPOM mengkaji hasil uji klinis vaksin dengan produsen serupa di Turki dan Brasil. Karena itu, berdasarkan analisis-analisis tersebut, BPOM memastikan bahwa vaksin produksi Sinovac ini aman. Angka efikasi dari hasil uji klinis di Bandung adalah 65.3% sehingga sudah melampaui standar yang ditetapkan WHO, yaitu minimal 50%. Efikasi vaksin Sinovac di Indonesia ini tentu saja berbeda dari yang di Turki dan Brasil, yaitu 91,25% dan 78%. Perbedaan ini dikarenakan partisipan uji klinis di kedua negara tersebut yang mayoritas adalah tenaga kesehatan.

    5 Alasan Pemberian Izin Penggunaan Darurat oleh BPOM

    Tentunya, terdapat 5 alasan yang membuat BPOM akhirnya mengeluarkan izin penggunaan darurat terhadap vaksin Sinovac ini. Pertama, Indonesia sejak April 2020 menetapkan Covid-19 sebagai bencana darurat non-alam. Kedua, terdapat aspek ilmiah dan keamanan obat dan vaksin untuk mencegah penyakit dan keadaan yang serius demi keselamatan jiwa berdasarkan uji klinis dan non klinis. Ketiga, sudah memenuhi mutu dan standar cara pembuatan obat yang baik. Keempat, vaksin atau obat lebih besar memberikan manfaat daripada risikonya. Kelima, belum adanya alternatif obat atau tata laksana memadai, pencegahan pengobatan, dan menyebabkan kedaruratan masyarakat.

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia adalah 181.5 Juta Jiwa

    Mengenai Efek Samping Vaksin Sinovac

    Selain alasan pemberian EUA, Kepala BPOM juga memaparkan mengenai efek samping vaksin Sinovac ini. Berdasarkan data uji klinis, vaksin Covid-19 ini hanya menimbulkan efek samping ringan hingga sedang berupa nyeri, iritasi, pembengkakan serta efek samping sistemik berupa nyeri otot, badan lemas, dan demam. Meskipun ada efek samping dengan derajat ringan-berat, seperti sakit kepala, gangguan pada kulit, dan diare, namun persentasenya hanya 0,1-1%. Penny juga menegaskan bahwa efek samping yang muncul ini tidak berbahaya bagi mereka yang akan disuntik vaksin kembali.

    Baca Juga: Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Sekian mengenai pemberian izin penggunaan darurat dari BPOM untuk vaksin Sinovac ini yang tentunya semakin meyakinkan bahwa vaksin ini aman digunakan untuk vaksinasi massal, dan sebagai salah satu pencegah Covid-19. Untuk itu, Sahabat jangan ragu dan sangsi ketika ada vaksinasi massal dari pemerintah karena vaksin itu baik dan perlu. Sembari menunggu vaksinasi, yuk Sahabat tetap menerapkan perilaku 3M dan PHBS, dan jangan lupa deteksi dini tes Covid-19 di Prosehat. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Media K. BPOM Terbitkan Izin Penggunaan Darurat Vaksin Covid-19 Sinovac [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://nasional.kompas.com/read/2021/01/11/16173461/bpom-terbitkan-izin-penggunaan-darurat-vaksin-covid-19-sinovac
    2. Azizah K. Akhirnya, MUI Pastikan Vaksin Corona Sinovac Suci dan Halal [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5326767/akhirnya-mui-pastikan-vaksin-corona-sinovac-suci-dan-halal
    3. 5 Alasan BPOM Akhirnya Terbitkan Izin Penggunaan Vaksin Sinovac [Internet]. JawaPos.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.jawapos.com/nasional/11/01/2021/5-alasan-bpom-akhirnya-terbitkan-izin-penggunaan-vaksin-sinovac/
    4. Media K. Efikasi Vaksin Sinovac di Indonesia Lebih Rendah dari Turki dan Brasil, Ini Penjelasannya Halaman all – Kompas.com [Internet]. KOMPAS.com. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://www.kompas.com/sains/read/2021/01/11/200200423/efikasi-vaksin-sinovac-di-indonesia-lebih-rendah-dari-turki-dan-brasil-ini?page=all
    5. Alam S. BPOM Jelaskan Efek Samping Vaksin Sinovac yang Sudah Kantongi Izin EUA [Internet]. detikHealth. 2021 [cited 12 January 2021]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5329447/bpom-jelaskan-efek-samping-vaksin-sinovac-yang-sudah-kantongi-izin-eua
    Read More
  • Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada 13 Januari 2021, dengan Presiden menjadi orang pertama yang sudah divaksinasi. Sehari setelahnya, barulah para tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas yang akan disuntik vaksin. Pada beberapa kasus, vaksinasi dapt menimbulkan efek simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Efek simpang adalah reaksi dari tubuh saat menghadapi zat yang masuk ke […]

    Cara Mengatasi KIPI Pasca Vaksinasi Covid-19

    Vaksinasi Covid-19 sudah dimulai pada 13 Januari 2021, dengan Presiden menjadi orang pertama yang sudah divaksinasi. Sehari setelahnya, barulah para tenaga kesehatan sebagai kelompok prioritas yang akan disuntik vaksin. Pada beberapa kasus, vaksinasi dapt menimbulkan efek simpang atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Efek simpang adalah reaksi dari tubuh saat menghadapi zat yang masuk ke dalam tubuh, dan tubuh sedang menganalisis zat tersebut yang akan membuat tubuh kebal dan terhindar dari virus.

    KIPI pasca vaksinasi Covid-19, KIPI vaksinasi covid-19, vaksinasi covid-19, vaksin covid-19

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Berdasarkan Petunjuk Pelaksanaan Teknis dari Kementerian Kesehatan mengenai Vaksinasi Covid-19, KIPI dapat berupa reaksi vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi kecemasan, atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan. Masih berdasarkan Juknis KIPI yang terjadi dapat diklasifikasikan secara serius apabila kejadian medis akibat setiap dosis vaksinasi yang diberikan menimbulkan gejala kematian, kebutuhan untuk rawat inap, dan gejala sisa yang menetap serta mengancam jiwa. Tentu saja masih perlu surveilans pasif dan aktif KIPI untuk menilai keamanan vaksin karena vaksin Covid-19 masih merupakan vaksin baru.

    Reaksi-reaksi yang Mungkin Ditimbulkan Setelah Vaksinasi

    Reaksi-reaksi yang mungkin terjadi setelah vaksinasi Covid-19 sebenarnya hampir sama dengan vaksin yang lain. Reaksi-reaksi yang timbul antara lain:

    • Reaksi lokal seperti nyeri, kemerahan bengkak pada tempat suntikan atau reaksi lokal lain yang berat seperti selulitis
    • Reaksi sistemik seperti demam, nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), nyeri sendi (atralgia), badan lemah, dan sakit kepala
    • Reaksi alergi seperti urtikaria, oedem
    • Reaksi anafilaksis
    • Pingsan

    Cara Mengatasi KIPI

    KIPI yang terjadi pasca-vaksinasi Covid-19 dapat diatasi secepatnya sesuai dengan jenis reaksi yang ditimbulkan. Jika reaksi ringan lokal seperti nyeri, bengkak, dan kemerahan pada tempat suntikan, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vaksin untuk melakukan kompres dingin di lokasi suntikan dan meminum parasetamol sesuai dosis. Pada reaksi ringan sistemik seperti demam dan malaise, petugas kesehatan dapat menganjurkan penerima vakin untuk minum lebih banyak, menggunakan pakaian yang nyaman, kompres atau mandi air hangat, dan meminum parasetamol sesuai dosis.

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Cara Memantau dan Menanggulangi KIPI

    Pada KIPI yang cukup serius, Sahabat yang sudah divaksinasi sebaiknya segera melapor pada fasililtas layanan kesehatan yang ditunjuk seperti rumah sakit dan puskesmas untuk kemudian akan diteruskan pada dinas kesehatan kota/kabupaten setempat untuk dilakukan pelacakan. Kemudian, pada vaksinasi penerima vaksi diharapkan untuk menunggu sebentar setelah dilakukan vaksinasi, dan disarankan menetap selama 30 menit untuk bisa mengetahui dan mengatasi kemungkinan reaksi yang terjadi.

    Baca Juga: Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia Adalah 181,5 Juta Jiwa

    Itulah mengenai KIPI yang kemungkinan terjadi pasca-vaksinasi serta cara mengatasi dan menanggulanginya. Sahabat tidak perlu ragu untuk divaksin Covid-19 yang keuntungannya untuk diri sendiri dan orang lain. Sambil menunggu vaksinasi massal dari pemerintah untuk masyarakat yang dimulai pada April 2021, yuk Sahabat tetap terapkan perilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa untuk deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat tinggal mengakses via website atau aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Untuk info lebih lanjut silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Petunjuk Teknis Pelaksanaaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). 1st ed. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2021
    2. Alasan Jangan Langsung Pulang Usai Disuntik Vaksin Corona [Internet]. gaya hidup. 2021 [cited 7 January 2021]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20210106073321-255-589978/alasan-jangan-langsung-pulang-usai-disuntik-vaksin-corona
    Read More
  • Jumlah kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia ternyata mencapai 181.5 juta jiwa. Jumlah tersebut berasal dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia sebanyak 269,6 juta jiwa, dengan perincian jumlah penduduk berusia 18 tahun dan seterusnya yang mendapat vaksinasi adalah 188,7 juta jiwa, dan sisa 7,2 juta jiwanya adalah kelompok eksklusi, yaitu ibu hamil, terpapar Covid, dan yang mempunyai […]

    Jumlah Kebutuhan Vaksin Covid-19 di Indonesia adalah 181, 5 Juta Jiwa

    Jumlah kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia ternyata mencapai 181.5 juta jiwa. Jumlah tersebut berasal dari jumlah keseluruhan penduduk Indonesia sebanyak 269,6 juta jiwa, dengan perincian jumlah penduduk berusia 18 tahun dan seterusnya yang mendapat vaksinasi adalah 188,7 juta jiwa, dan sisa 7,2 juta jiwanya adalah kelompok eksklusi, yaitu ibu hamil, terpapar Covid, dan yang mempunyai komorbid tidak terkontrol.

    kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Jumlah penduduk Indonesia untuk kebutuhan herd immunity mencapai 181.554.465 orang. Tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik akan mendapat prioritas sebagai pihak-pihak pertama yang divaksin. Sisanya adalah masyarakat yang rentan tertular virus dan masyarakat lainnya pada usia 18-59 tahun Baik tenaga kesehatan dan petugas pelayanan publik akan mulai divaksin pada gelombang 1, yaitu Januari-April 2021 dan kelompok sisanya adalah pada gelombang 2, yaitu pada April 2021 hingga Maret 2022.

    Adapun jumlah kelompok-kelompok yang divaksin adalah sebagai berikut:

    • Tenaga Kesehatan: 1,3 juta jiwa, dan tersebar di 34 provinsi
    • Petugas pelayanan publik: 17,4 juta jiwa
    • Masyarakat yang rentan tertular: 63,9 juta jiwa
    • Masyarakat lainnya: 77,4 juta jiwa

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tersedia, Pandemi Berakhir?

    Lansia yang disebut tidak boleh menerima vaksin Covid-19 diperkirakan akan mendapat vaksinasi. Kemudian, sekitar 21,5 juta lansia di Indonesia kemungkinan juga akan  divaksinasi. Kelompok ini akan divaksinasi jika mendapatkan informasi mengenai keamanan vaksin yang dipakai. Selain lansia, penderita penyakit komorbid terkendali juga kemungkinan akan diperbolehkan mendapatkan vaksinasi tetapi harus menunggu rekomendasi dari ahli.

    Mengenai ketersediaan vaksin, jumlah pengadaan dosisnya akan mencukupi hingga kuartal pertama 2022. Total kebutuhan adalah 426.800.000, dan berasal dari vaksin Corona yang pengadaannya sudah ada dalam Peraturan Kementerian Kesehatan sebelumnya mengenai vaksin-vaksin dari perusahaan yang ditunjuk seperti Sinovac, AstraZeneca, dan Pfizer. Sejauh ini yang baru sampai adalah Sinovac yang datang pada Desember 2020 sementara AstraZeneca dan Pfizer diperkirakan tiba di Indonesia pada kuartal 2021-2022 dan kuartal 3 2021 dan kuartal 1 2022.

    Strategi penanganan Covid-19 pasca liburan yang angkanya semakin meningkat perlu intervensi khusus dari pemerintah pusat terhadap 6 wilayah yang cukup rawan penderita virus ini, yaitu Bandung, Sleman, Jakarta, Jember, Semarang, dan Makassar.  Intervensi khusus ini berupa langkah-langkah antisipasi seperti optimalisasi rumah sakit pemerintah dan swasta dan pendirian rumah sakit darurat di lapangan jika rumah sakit rujukan sudah penuh.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, Serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Sekian mengenai kebutuhan jumlah vaksin dan ketersediaannya untuk penduduk Indonesia. Yuk, Sahabat Sehat jangan ragu-ragu untuk divaksinasi ketika pemerintah sudah menggelar vaksinasi Covid-19 massal karena vaksin itu baik dan perlu, dan bisa melindungi Sahabat dan sekitar sehingga penyebaran Covid-19 akan mudah diminimalkan melalui pencegahan ini. Sembari menunggu vaksinasi, yuk tetap terapkan perilaku 3M dan PHBS, serta jangan lupa lakukan deteksi dini Covid-19 di Prosehat. Caranya cukup mudah, Sahabat bisa mengakses melalui website atau aplikasi kemudian pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    Materi Press Conference Penanganan Covid-19 29 Desember 2020. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia; 2020.

     

    Read More
  • Vaksin Covid-19 memang sudah di Indonesia, dan siap diedarkan jika sudah mendapat izin dari BPOM. Kehadirannya tentu diharapkan dapat membantu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Meski begitu, vaksin tidak akan menjadi efektif apabila tidak dibarengi dengan perilaku 3M yang higienis, dan kehadiran vaksin tidak membuat Covid-19 secara instan mengilang tiba-tiba. Nah, selama menunggu vaksin […]

    Ciri-ciri Vaksin Covid-19 yang Ideal Seperti Apa?

    Vaksin Covid-19 memang sudah di Indonesia, dan siap diedarkan jika sudah mendapat izin dari BPOM. Kehadirannya tentu diharapkan dapat membantu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Tanah Air. Meski begitu, vaksin tidak akan menjadi efektif apabila tidak dibarengi dengan perilaku 3M yang higienis, dan kehadiran vaksin tidak membuat Covid-19 secara instan mengilang tiba-tiba. Nah, selama menunggu vaksin diedarkan secara resmi, Sahabat juga sebaiknya mengetahui ciri-ciri vaksin Covid-19 yang ideal. Apa saja ciri-cirinya? Yuk, mari kita simak bersama!

    vaksin Covid-19 yang ideal

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Mempunyai Faktor Keamanan yang Cukup Kuat

    Faktor pertama adalah keamanan, dan merupakan merupakan hal paling penting sebelum sebuah vaksin disetujui oleh BPOM untuk kemudian diedarkan secara luas. Para ilmuwan mengujinya sehingga keefektifan dan keamanan vaksin benar-benar terjamin. Terdapat 4 fase untuk menguji keamanan vaksin ini sebelum didistribusikan secara luas, yaitu:

    • Fase 1, yaitu merupakan uji coba kecil yang hanya melibatkan 20 hingga 100 relawan, dan hanya berlangsung beberapa bulan. Tujuan dari uji coba tahap pertama ini adalah untuk mengevaluasi keamanan dasar dan mengidentifikasi reaksi yang sangat umum
    • Fase 2, yaitu uji coba besar yang melibatkan beberapa ratus peserta. Uji coba ini berlangsung beberapa bulan hingga dua tahun dan mengumpulkan informasi tambahan tentang keamanan dan kemanjuran. Data yang diperoleh dalam  uji coba fase 2 ini dapat digunakan untuk menentukan komposisi vaksin, dosis yang diperlukan, dan profil reaksi yang umum
    • Fase 3, yaitu fase uji coba yang cukup besar dan melibatkan beberapa ratus hingga beberapa ribu sukarelawan. Uji coba ini berlangsung beberapa tahun. Dalam uji  coba fase ini para peneliti dapat mengindentifikasi reaksi vaksin yang sebenarnya karena kelompok yang divaksinasi dapat dibandingkan dengan kelompok yang belum menerima vaksin
    • Fase 4, yaitu fase setelah semua uji coba klinis dilakukan. Dalam hal ini vaksin sudah dilisensikan dan direkomendasikan untuk digunakan secara luas di masyarakat. Keamanan dan efektivitas vaksin terus dipantau yang  bisa saja diperbarui jika ditemukan hal-hal yang terjadi di lapangan

    Setelah tahapan tersebut, syarat sebuah vaksin dikatakan aman adalah:

    • Pure, yaitu bebas dari bahan yang dibuat selama produksi
    • Sterile, bebas dari mikroorganisme dari luar
    • Potent, efekti dan bekerja sebagaimana mestinya

    Selain itu, BPOM tentunya akan menyetujui penggunaan vaksin jika mempunyai risiko efek samping yang minimal.

    Mempunyai Khasiat

    Ciri kedua vaksin yang ideal adalah mempunyai khasiat berupa efektivitas dan efikasinya. Efektivitas yaitu penilaian kemampuan vaksin melindungi masyarakat heterogen secara luas. Setelah antibodi muncul dari vaksinasi, vaksin dapat menurunkan kejadian penyakit dengan membandingkan kelompok yang divaksin dengan kelompok yang tidak divaksin. Efektivitas vaksin dipengaruhi beberapa hal seperti penerima vaksin, usia komorbid, riwayat infeksi sebelumnya.

    Sedangkan efikasi adalah kemampuan vaksin mencegah penyakit dan menekan penularan di kondisi ideal dan terkontrol yang dapat dilihat dari hasil uji  klinik vaksin di laboratorium pada populasi dalam jumlah yang terbatas. Selain efektivitas dan efikasi, juga terdapat serokonversi, yaitu vaksin dapat membangkitkan respons imun yang ditandai dengan terdeteksinya antibodi pada sistem tubuh seseorang yang divaksin. WHO sendiri telah menyatakan untuk standar efektivitas vaksin adalah minimal 50%.

    Dapat Digunakan Pada Semua Golongan

    Vaksin dapat dikatakan ideal jika diberikan dan dapat digunakan pada semua golongan termasuk kelompok khusus seperti orang tua dan penyandang penyakit komorbid atau yang mempunyai kekebalan tubuh yang rendah. Alasannya adalah karena kelompok khusus ini berisiko tinggi terjangkit suatu penyakit infeksi berat yang disebabkan oleh virus dan bakteri. Namun, beberapa vaksin seperti vaksin-vaksin Covid-19 golongan yang direkomendasikan pemberiannya adalah usia 18 hingga 60 tahun.

    Baca Juga: Daftar Orang-orang yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19

    Lolos Uji Klinis

    Lolos uji klinis merupakan hal terpenting dari syarat ideal sebuah vaksin. Lolos uji klinis ini didapatkan dari uji klinis tahap 3 yang kemudian BPOM akan mengevaluasi uji klinis secara keseluruhan kemudian memberikan persetujuan untuk mengedarkan vaksin ke masyarakat. Namun vaksin bisa saja digunakan tanpa perlu menyelesaikan uji klinis tahap 3 jika memang kondisi yang dihadapi cukup darurat dan BPOM bisa mengeluarkan EUA atau emergency use authorization dengan syarat temuan awal uji klinis fase 3 dan keseluruhan uji-uji klinis sebelumnya terbukti aman.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Itulah ciri-ciri vaksin Covid-19 yang ideal sehingga Sahabat bisa mengetahui serta menilai vaksin yang siap diedarkan. Selain ciri-ciri tadi yang perlu diperhatikan adalah proses produksi, penyimpanan, dan distribusi serta penerimaan masyarakat akan vaksin tersebut terutama menyangkut halal-haram kandungan bahan vaksin. Vaksin Covid-19 masih dalam proses untuk diedarkan, Sahabat jangan lupa tetap berperilaku 3M, menjalankan PHBS, dan melakukan deteksi dini Covid-19 seperti PCR swab-rapid test-rapid swab antigen di Prosehat. Caranya cukup mudah. Sahabat bisa mengakes via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info selengkapnya silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. S. Vaccine Safety – Overview, History, and How It Works | CDC [Internet]. Cdc.gov. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/vaccinesafety/ensuringsafety/history/index.html
    2. COVID-19 and Your Health [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/recommendations-process.html
    3. COVID-19 and Your Health [Internet]. Centers for Disease Control and Prevention. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/safety.html
    4. Covid-19 S. Satgas Covid-19 Ungkap Kriteria Ideal Vaksin Berkualitas [Internet]. nasional. 2020 [cited 30 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20201211142339-25-580943/satgas-covid-19-ungkap-kriteria-ideal-vaksin-berkualitas
    5. Tarigan M. Selain Bikin Kekebalan Tubuh, Simak Syarat Vaksin yang Ideal [Internet]. Tempo. 2020 [cited 23 December 2020]. Available from: https://gaya.tempo.co/read/1374049/selain-bikin-kekebalan-tubuh-simak-syarat-vaksin-yang-ideal/full&view=ok
    Read More
  • Vaksin Covid-19 yang baru tiba di Indonesia pada awal Desember ini memang masih menunggu persetujuan BPOM untuk penggunaannya secara massal. Pemerintah sendiri akan melakukan vaksinasi mulai tahun depan. Namun, sebelum vaksin bisa sampai ke masyarakat melalui distribusi di seluruh Indonesia, ada baiknya Sahabat Sehat mengetahui orang-orang yang tidak boleh menerima vaksin meskipun Presiden Jokowi menyatakan […]

    Daftar Orang-Orang yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Covid-19

    Vaksin Covid-19 yang baru tiba di Indonesia pada awal Desember ini memang masih menunggu persetujuan BPOM untuk penggunaannya secara massal. Pemerintah sendiri akan melakukan vaksinasi mulai tahun depan. Namun, sebelum vaksin bisa sampai ke masyarakat melalui distribusi di seluruh Indonesia, ada baiknya Sahabat Sehat mengetahui orang-orang yang tidak boleh menerima vaksin meskipun Presiden Jokowi menyatakan vaksin untuk semua orang Indonesia dan gratis. Berikut ini adalah orang-orang yang tidak boleh diberikan vaksin virus Covid-19.

    orang yang tidak boleh menerima vaksin covid-19

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Orang yang Sakit

    Orang pertama yang tidak boleh diberikan vaksin adalah orang-orang yang sedang sakit. Dengan kata lain, vaksin hanya untuk orang-orang sehat. Apabila yang hendak divaksin sedang sakit, dia harus sembuh terlebih dahulu. Sebab, jika dipaksakan akan menyebabkan efek yang cukup parah pada penyakit yang sedang diderita.

    Memiliki Penyakit Penyerta

    Orang kedua yang tidak boleh divaksin adalah mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid seperti ginjal, jantung, diabetes, dan hipertensi. Jika diberikan dikhawatirkan akan memberikan efek samping yang cukup parah pada kondisi tubuh yang divaksinasi. Karena itu, penting sekali bagi orang-orang dengan penyakit penyerta harus dalam kondisi terkontrol untuk mendapat persetujuan vaksinasi dari dokter yang merawat, dan pengecekan kondisi tubuh akan diberlakukan untuk mengetahui ada atau tidaknya penyakit penyerta tersebut.

    Anak-anak dan Lansia

    Pemerintah sudah menetapkan bahwa orang-orang yang mendapat vaksin Covid-19 adalah kelompok usia 18-59 tahun. Itu berarti anak-anak dan lansia tidak diperbolehkan. Alasannya, lansia adalah kelompok yang cukup rentan seperti halnya penderita penyakit komorbid sehingga akan berdampak cukup buruk jika diberikan, dan bagi anak-anak sejauh ini belum ada penelitian vaksin Covid-19 untuk anak-anak.

    Baca Juga: Inilah Orang-orang yang Rentan Tertular Virus Covid-19

    Memiliki Riwayat Autoimun

    Orang-orang yang memiliki riwayat autoimun juga tidak diperbolehkan untuk divaksin covid-19. Alasannya adalah jika mereka divaksin malah akan membuat autoimun yang dideritanya kambuh akibat antibodi yang dibentuk menyerang tubuh sendiri. Karena itu, untuk mengetahui ada tidaknya autoimun dalam tubuh, orang tersebut perlu diperiksa sebelum divaksinasi.

    Wanita Hamil

    Wanita hamil juga tidak disarankan divaksin Covid-19 sebab hal tersebut akan dapat memengaruhi kesuburan kandungan. Namun hal ini masih dalam sebuah penelitian karena jika melihat pada vaksin-vaksin seperti Hepatitis A, Hepatitis B, dan Tetanus tidak menyebabkan hal yang demikian.

    Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Hepatitis A untuk Dewasa ke Rumah

    Orang dengan Alergi Parah Terhadap Bahan Vaksin

    CDC mengatakan bahwa orang-orang dengan alergi parah terhadap suatu bahan tertentu dalam vaksin juga tidak diperbolehkan divaksin sehingga mereka harus berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter. Namun hal ini menjadi pengecualian bagi yang memiliki alergi parah terhadap makanan, hewan, lingkungan, dan obat-obatan yang bersifat oral.

    Apakah Penyintas Covid-19 Termasuk Daftar yang Tidak Menerima Vaksin?

    Selain orang-orang di atas yang tidak boleh menerima vaksin akan timbul pertanyaan apakah para penyintas Covid-19 atau yang pernah terkena virus tersebut juga tidak menerima vaksin? Ternyata para penyintas ini boleh menerima vaksin walaupun harus di urutan paling akhir. Alasannya seperti diungkapkan oleh Kepala Petugas Medis WebMD, Jhon Whyte, para penyintas ini telah membentuk antibodi Covid-19 dalam tubuhnya sehingga dinilai bisa terlindungi dalam beberapa waktu ke depan.

    Baca Juga: Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Demikianlah mengenai daftar orang yang tidak boleh menerima vaksin Covid-19 sehingga Sahabat bisa mengetahui apakah masuk atau tidak dalam penerima vaksin. Semoga artikel ini bermanfaat, dan jangan lupa ya, Sahabat, untuk tetap menerapkan perilaku 3M, menjalankan perilaku hidup bersih dan sehat melakukan deteksi dini Covid-19 berupa PCR swab dan rapid test (antibodi dan antigen) di Prosehat. Informasi lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Azizah K. Catat! Ini Daftar Orang-orang yang Tidak Boleh Divaksin COVID-19 [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5303625/catat-ini-daftar-orang-orang-yang-tidak-boleh-divaksin-covid-19
    2. Dwianto A. Kenapa Pengidap Autoimun Tak Boleh Sembarangan Divaksin? [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4814157/kenapa-pengidap-autoimun-tak-boleh-sembarangan-divaksin
    3. Mediatama G. Wanita hamil jangan disuntik vaksin Covid-19, ini penjelasannya [Internet]. PT. Kontan Grahanusa Mediatama. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://newssetup.kontan.co.id/news/wanita-hamil-jangan-disuntik-vaksin-covid-19-ini-penjelasannya?page=all
    4. Indonesia C. Ahli: Penyintas Covid-19 Masih Perlu Divaksin [Internet]. teknologi. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20201215183854-199-582553/ahli-penyintas-covid-19-masih-perlu-divaksin
    5. CDC Buat Pedoman Bagi Penderita Alergi Vaksin Covid-19 [Internet]. Rmol.id. 2020 [cited 21 December 2020]. Available from: https://dunia.rmol.id/read/2020/12/20/466701/cdc-buat-pedoman-bagi-penderita-alergi-vaksin-covid-19
    Read More
  • Seperti vaksinasi pada umumnya, vaksin Covid-19 mungkin menimbulkan efek samping. Vaksin untuk penyakit lain, misalnya DPT, flu, dan hepatitis bisa menimbulkan kejadian pasca-imunisasi atau KIPI, tetapi umumnya dapat ditoleransi. Setelah diberikan vaksin, efek samping dapat timbul karena tubuh sedang “belajar” mengenali zat dari vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk membentuk respons perlindungan. Efek samping […]

    Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Cara Mengatasinya

    Seperti vaksinasi pada umumnya, vaksin Covid-19 mungkin menimbulkan efek samping. Vaksin untuk penyakit lain, misalnya DPT, flu, dan hepatitis bisa menimbulkan kejadian pasca-imunisasi atau KIPI, tetapi umumnya dapat ditoleransi. Setelah diberikan vaksin, efek samping dapat timbul karena tubuh sedang “belajar” mengenali zat dari vaksin yang dimasukkan ke dalam tubuh untuk membentuk respons perlindungan. Efek samping vaksin ini memang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi biasanya tidak berlangsung lama.

    efek samping vaksin covid-19, efek samping vaksin virus covid-19, efek samping vaksin virus Corona

    Baca Juga: Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Mengenal Efek Samping Vaksin Virus

    Efek samping vaksin Covid-19 yang dapat dilihat dari pengunaan beberapa vaksin yang sudah memasuki uji klinis tahap ketiga (Pfizer, Moderna, Sinovac, dan Sputnik dari Rusia) di antaranya adalah kebas dan bengkak di lokasi suntikan, demam, panas, dingin, dan sakit kepala.1 Hal lain yang perlu diperhatikan adalah terdapat laporan bahwa vaksin ini berpotensi menyebabkan reaksi alergi berat, sehingga orang dengan riwayat alergi berat tidak dianjurkan untuk melakukan vaksinasi.2

    Meskipun efek vaksinasi Covid-19 sendiri disebut-sebut menyerupai gejala Covid-19 (seperti, demam, sakit kepala). Namun, perlu ditekankan bahwa hal ini bukan berarti orang yang diberikan vaksinasi akan terkena Covid-19. Saat seseorang diberikan vaksin, akan muncul rangsangan untuk membangun kekebalan tubuh untuk melawan virus. Lagi pula, mRNA dari vaksin tidak secara permanen memengaruhi sel. Sebaliknya, mRNA itu hanyalah cetak biru dari lonjakan protein yang terletak di permukaan virus dan bersifat sangat rapuh, sehingga vaksin harus disimpan pada suhu yang sangat dingin sebelum digunakan. Setelah Sahabat divaksinasi tubuh akan menghilangkan cetak biru tersebut, namun antibodi yang dikembangkan sebagai respons akan tetap ada.1

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Lalu bagaimana Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin Virus Covid-19?

    Meskipun bersifat sementara dan dapat sembuh dengan sendirinya, Sahabat bisa mengatasi efek samping vaksin ini dengan mengikuti beberapa anjuran dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat. Langkah-langkah yang direkomendasikan CDC adalah sebagai berikut:3

    Berkonsultasi dengan Dokter

    CDC menyarankan agar Sobat berkonsultasi dengan dokter mengenai efek samping yang dirasakan setelah vaksinasi. Dokter mungkin akan menyarankan Sahabat menggunakan obat-obatan yang dijual bebas, seperti ibuprofen atau asetaminofen untuk mengatasi rasa sakit atau ketidaknyamanan.3

    Produk Terkait: Jual Panadol Kaplet 500 mg (biru)

    Menempatkan Kain Lap Basah yang Dingin

    Anjuran kedua adalah menempatkan kain lap basah yang dingin di atas lengan atau di bagian tubuh yang disuntik. Hal ini dilakukan untuk meredam rasa tidak nyaman setelah disuntik. Jangan lupa juga untuk melatih tangan supaya tidak kaku dan tegang karena vaksinasi.3

    Tetap Terhidrasi dan Gunakan Pakaian Tipis

    Sahabat disarankan untuk memperbanyak cairan dalam tubuh dengan minum air putih teratur setiap hari. Kondisi dehidrasi akan memperparah efek samping berupa pusing, sakit kepala, dan lemas. Pakaian tipis dapat digunakan untuk mengurangi ketidaknyamanan akibat demam.3

    Itulah beberapa hal mengenai efek samping vaksin virus Covid-19 dan cara mengatasinya. Sekali lagi, efek samping adalah hal yang wajar dan tidak perlu ditakuti. Lebih baik mengalami efek samping yang sifatnya sementara daripada terkena Covid-19 yang dapat menyebabkan kematian. Vaksinasi itu penting dan vaksin itu baik. Kenyatannya, vaksin tidak hanya melindungi diri sendiri, tetapi juga melindungi orang-orang di sekitar, termasuk keluarga dan teman terdekat.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Meskipun sudah divaksin, Sahabat jangan lupa untuk tetap menerapkan perilaku 3M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak untuk meningkatkan efektivitas vaksin dan memberantas Covid-19. Dengan demikian, vaksinasi menjadi tidak sia-sia. Jangan lupa untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Sembari menunggu vaksin Covid-19 beredar secara resmi, yuk jangan lupa untuk deteksi dini dengan PCR swab, rapid test (antibodi dan antigen) di Prosehat. Caranya adalah akses melalui website atau aplikasi dan pilih Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silahkan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800.

    Referensi:

    1. Yang harus Anda tahu soal efek samping vaksin COVID-19 [Internet]. Antara News. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.antaranews.com/berita/1899648/yang-harus-anda-tahu-soal-efek-samping-vaksin-covid-19
    2. Azizah K. CDC Beberkan Efek Samping Pasca Vaksinasi COVID-19 dan Cara Menanganinya [Internet]. detikHealth. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5296845/cdc-beberkan-efek-samping-pasca-vaksinasi-covid-19-dan-cara-menanganinya
    3. Oktarianisa S. Maaf Bukan Menakuti, Vaksin Disebut Bisa Sebabkan Sakit Ini [Internet]. tech. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20201216062701-37-209377/maaf-bukan-menakuti-vaksin-disebut-bisa-sebabkan-sakit-ini
    4. CDC Buat Panduan Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin Covid-19 [Internet]. suara.com. 2020 [cited 17 December 2020]. Available from: https://www.suara.com/health/2020/12/16/140349/cdc-buat-panduan-cara-mengatasi-efek-samping-vaksin-covid-19?page=all
    Read More
  • Vaksin Covid-19 dari Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020, dan akan memulai tahapan izin edar dan distribusi dari BPOM untuk selanjutnya. Keberadaan vaksin yang mampu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menjadi harapan baru kita. Meski begitu, masyarakat harus tetap menjalankan 3M berupa mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain […]

    Vaksin Lain Selain Sinovac dan Beberapa Efek Sampingnya

    Vaksin Covid-19 dari Sinovac telah tiba di Indonesia pada Minggu malam, 6 Desember 2020, dan akan memulai tahapan izin edar dan distribusi dari BPOM untuk selanjutnya. Keberadaan vaksin yang mampu meminimalkan penyebaran Covid-19 di Indonesia menjadi harapan baru kita. Meski begitu, masyarakat harus tetap menjalankan 3M berupa mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain Sinovac, Indonesia ternyata juga sudah menetapkan vaksin-vaksin Covid-19 lain.

    vaksin lain selain Sinovac

    Baca Juga: Vaksin Covid-19 Tiba di Indonesia dan Cara Mendapatkannya

    Vaksin Lain Selain Sinovac

    Berikut ini adalah vaksin-vaksin lain selain Sinovac yang sudah direkomendasikan oleh pemerintah Indonesia dalam menangani pandemi Covid-19. Vaksin-vaksin itu adalah:

    Bio Farma

    Di urutan pertama adalah vaksin buatan Bio Farma, BUMN yang bergerak di bidang farmasi dan obat-obatan. Vaksin yang sedang diproduksi dan dikembangkan ini adalah Vaksin Merah Putih yang pembuatannya bekerja sama dengan Lembaga Biomolekuler Eijkman. Selain akan memproduksi Vaksin Merah Putih, Bio Farma juga menjalin kerja sama dengan Sinovac dalam pembuatan dan distibusi vaksin Sinovac curah.

    AstraZeneca

    Vaksin yang dibuat oleh AstraZeneca dari Inggris ini bekerja sama dengan salah satu universitas ternama di dunia, Universitas Oxford. Berdasarkan sebuah laporan vaksin AstraZeneca ini 90% efektif mencegah Covid-19. Harga vaksin ini diklaim jauh lebih murah dan lebih sedikit menimbulkan masalah dalam hal distribusi dan administrasi.

    Moderna

    Di tempat selanjutnya adalah vaksin buatan Moderna yang merupakan vaksin lain selain Sinovac. Vaksin ini diklaim oleh Moderna sendiri memiliki efektivitas hampir 95%. Moderna mengklaim bahwa vaksin Covid-19 miliknya dapat disimpan dalam keadaan beku di suhu minus 20 derajat Celcius, dan dalam lemari es, vaksin ini mampu bertahan selama sebulan. Pemberiannya membutuhkan dua dosis. Dosis pertama dan kedua diberikan dengan jarak 4 minggu. Apabila disetujui, ia akan menjadi vaksin pertama yang menggunakan teknologi RNA.

    Baca Juga: Mengapa Vaksin Itu Baik dan Perlu, Serta Bagaimana Cara Vaksinasi ke Rumah?

    Sinopharm

    Selain Sinovac, Indonesia juga sudah menetapkan vaksin lainnya dari Cina, yaitu Sinopharm, dan dilaporkan sudah masuk tahap uji klinis pada manusia. Vaksin buatan Sinopharm bekerja dengan melemahkan virus Corona atau sering disebut dengan inactivated vaccine. Kandidat vaksin ini diklaim yang pertama menunjukkan imunogenisitas dan keamanan yang sangat bagus di dunia.

    Pfizer

    Terakhir adalah vaksin buatan Pfizer asal Amerika Serikat yang bekerja sama dengan BioNTech. Vaksin ini merupakan vaksin yang sangat dinantikan, dan efektivitasnya lebih dari 90%. Vaskin Pfizer inilah yang direkomendasikan mampu mengakhiri pandemi. Seperti halnya Moderna, vaksin ini menggunakan teknologi RNA. Dalam pemberiannya Pfizer membutuhkan dua dosis. Satu dosis untuk menjaga tubuh dan dosis lainnya untuk meningkatkan respons. Jarak pemberian dosis yakni tiga minggu.

    Itulah vaksin-vaksin lain selain Sinovac, yang bagi pemerintah Indonesia terbuka kemungkinan untuk dijajaki kerja sama. Adapun syarat-syarat vaksin yang dijajaki untuk bekerja sama sebagai berikut:

    • Kandidat vaksin dikaji mendalam berdasarkan kaidah keilmuan
    • Lolos uji klinis tahap ketiga
    • Memperoleh emergency use authorization(EUA) dari BPOM
    • Sesuai karakter masyarakat Indonesia
    • Sesuai dengan sarana pendukung lainnya

    Lalu bagaimanakah dengan efek samping?

    Mengenai efek samping sudah pasti dalam semua vaksin yang diproduksi manusia. Efek samping yang dihasilkan ini merupakan hal yang wajar, dan karena tubuh sedang belajar cara merespons imun yang sedang diberikan. Efek samping yang dilaporkan dari sejumlah vaksinasi yang telah diuji coba seperti Pfizer, Moderna, dan Sinovac adalah nyeri karena suntikan, kelelahan, nyeri sendi, sakit kepala, dan nyeri otot yang berlangsung 1-2 hari. Namun hal ini lebih baik daripada terkena Covid-19 yang belum tentu diketahui waktu penyembuhannya.

    Baca Juga: Mengembangkan Vaksin dalam Pandemic Speed, Bagaimana dengan Indonesia?

    Nah, Sahabat jangan ragu untuk melakukan vaksinasi saat vaksinasi Covid-19 sudah dimulai oleh pemerintah sebab vaksinasi itu baik untuk pencegahan. Apabila Sahabat ingin mengetahui lebih banyak soal vaksinasi Covid-19, Sahabat bisa berkonsultasi di Prosehat, dan apabila Sahabat ingin melindungi diri selain melakukan 3M dengan rapid test dan PCR swab, sahabat juga bisa melakukannya di Prosehat. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

    Referensi:

    1. Karnesyia A. 1 dari 6 Jenis Vaksin COVID-19 Tiba di Indonesia, Simak Cara Dapatnya [Internet]. trending. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://www.haibunda.com/trending/20201207094609-93-178213/1-dari-6-jenis-vaksin-covid-19-tiba-di-indonesia-simak-cara-dapatnya
    2. MEDIA P. Perbedaan 3 Vaksin [Internet]. akurat.co. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://akurat.co/news/id-1238057-read-perbedaan-3-vaksin
    3. Efek Samping Vaksin Jauh Lebih Ringan daripada Kena Covid-19 |Republika Online [Internet]. Republika Online. 2020 [cited 7 December 2020]. Available from: https://republika.co.id/berita/qkquj9414/efek-samping-vaksin-jauh-lebih-ringan-daripada-kena-covid19
    Read More

Showing 31–40 of 43 results

Chat Dokter 24 Jam