Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Posts tagged “ hiv aids”

  • Pandemi Covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini rupanya membuat banyak orang di seluruh dunia lupa mengenai HIV/AIDS. Ini adalah salah satu penyakit mematikan di dunia yang secara global jumlah penderitanya mencapai angka 38 juta orang berdasarkan data UNAIDS pada tahun 2019, dan 1,8 juta di antaranya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun. Sebanyak […]

    Bagaimana Cara Penderita HIV/AIDS Menghadapi Covid-19?

    Pandemi Covid-19 yang masih mewabah hingga saat ini rupanya membuat banyak orang di seluruh dunia lupa mengenai HIV/AIDS. Ini adalah salah satu penyakit mematikan di dunia yang secara global jumlah penderitanya mencapai angka 38 juta orang berdasarkan data UNAIDS pada tahun 2019, dan 1,8 juta di antaranya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun. Sebanyak 81% mengetahui statusnya dan 67% telah menerima pengobatan. Setiap tahunnya juga sekitar 1,7 juta orang terinfeksi virus ini, dan 690.000 orang dilaporkan meninggal dunia. Di Indonesia sendiri jumlah penderita menurut data Kementerian Kesehatan pada triwulan II 2020 seperti yang dilansir dari Tempo.co diperkirakan mencapai 543.100 orang. Dari jumlah itu baru 398.784 orang yang sudah ditemukan, dan baru 205.945 orang yang mengonsumsi obat antiretroviral atau ARV sebagai obat untuk menurunkan komplikasi HIV/AIDS.

    penderita hiv/aids menghadapi covid-19

    Baca Juga: HIV dan AIDS: Penyebab, Gejala, Pengobatan, Fakta dan Mitos

    Data di atas menunjukkan bahwa HIV/AIDS merupakan penyakit yang sama berbahayanya dengan Covid-19. Namun, wabah ini justru  membuat HIV/AIDS tidak terlihat sama sekali, dan terkesan diabaikan. Jika dikaitkan dengan Covid-19, para penderita HIV/AIDS atau ODHA disebut 3 kali lebih besar berpeluang untuk meninggal jika terkena virus asal Wuhan tersebut apabila dikaitkan dengan imun tubuh yang dimiliki dan saluran pernapasan. Hal itu berdasarkan temuan penderita HIV/AIDS di Afrika Selatan oleh departemen kesehatan negara tersebut yang juga menderita Covid-19. Karena itulah, WHO meminta ODHA yang belum pernah menjalani terapi ARV agar segera melakukannya supaya terhindar dari virus.

    Baca Juga: 10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

    Seperti dilansir dari Avert.org, penderita HIV/AIDS yang berpotensi terinfeksi Covid-19 adalah mereka yang mempunyai tingkat CD4 atau sel darah putih limfosit yang rendah (dengan jumlah kurang dari 200 per sel), memiliki viral load yang tinggi, dan memiliki infeksi oportunistik akibat virus, jamur, dan bakteri yang menyerang pada tubuh dengan imun yang lemah.

    Cara Penderita HIV/AIDS Menghadapi Covid-19

    Lalu bagaimana cara penderita HIV/AIDS menghadapi Covid-19? Masih dikutip dari situs yang sama, berikut ini adalah cara-caranya, dan tidak jauh berbeda dari cara-cara yang sudah ada, yaitu:

    • Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air setidaknya selama 40 detik.
    • Gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol seperti hand sanitizer dalam situasi tidak ada akses mencuci dengan sabun pada air yang mengalir
    • Hindari menyentuh wajah karena ini salah satu cara virus masuk ke tubuh
    • Hindari orang yang merasa tidak enak badan
    • Tutupi hidung dan mulut dengan tisu bersih saat Sahabat bersin atau batuk kemudian cucilah tangan. Jika tidak ada tisu, gunakan bagian dalam siku untuk menutupi mulut dan hidung
    • Batasi kontak fisik jika merasa berisiko terkena Covid-19 dengan di rumah saja
    • Apabila sudah merasakan gejala-gejala seperti batuk kering yang terus-menerus serta tidak bisa mencium sesuatu, segera hubungi petugas kesehatan terdekat
    • Pastikan memiliki stok obat ARV untuk maksimal 30 hari
    • Pastikan Sahabat juga sudah divaksinasi terakhir sebelum di rumah saja, baik itu flu maupun pneumokokus
    • Menjalankan pola makan yang baik
    • Istirahat teratur
    • Berolahraga terutama olahraga ringan
    • Tetap terhubung dengan orang-orang sekitar melalui pemanfaatan teknologi online agar tidak mengalami gangguan kesehatan mental dan stres

    Baca Juga: Benarkah Gay Lebih Rentan Terkena HIV?

    Sekian mengenai tips yang perlu dilakukan penderita HIV/AIDS atau ODHA dalam menghadapi Covid-19. Intinya, Sahabat Sehat harus bersikap waspada namun juga tenang serta mau dan disiplin menjalankan protokol-protokol kesehatan yang ditetapkan. Ini dilakukan agar Sahabat jangan sampai terpapar Covid-19 yang tentunya akan menambah penderitaan. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut mengenai HIV/AIDS dan produk-produk kesehatan yang berkaitan silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    1. Jember P. Sejarah Hari AIDS Sedunia yang Diperingati 1 Desember dan Tema dari Tahun ke Tahun – Portal Jember [Internet]. Portal Jember. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://portaljember.pikiran-rakyat.com/internasional/pr-161039326/sejarah-hari-aids-sedunia-yang-diperingati-1-desember-dan-tema-dari-tahun-ke-tahun
    2. Kemenkes Bilang HIV/AIDS Tak Boleh Luput dari Perhatian Semasa Pandemi Covid-19 [Internet]. Tempo. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://nasional.tempo.co/read/1410430/kemenkes-bilang-hivaids-tak-boleh-luput-dari-perhatian-semasa-pandemi-covid-19/full&view=ok
    3. Kena Covid-19, Pengidap HIV/AIDS Berpeluang 3 Kali Lebih Besar untuk Mati | Lifestyle – Bisnis.com [Internet]. Bisnis.com. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://lifestyle.bisnis.com/read/20200611/106/1251218/kena-covid-19-pengidap-hivaids-berpeluang-3-kali-lebih-besar-untuk-mati
    4. Orang yang Hidup dengan HIV-AIDS (ODHA) Rentan Terinfeksi COVID-19? – Tirto.ID [Internet]. tirto.id. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://tirto.id/orang-yang-hidup-dengan-hiv-aids-odha-rentan-terinfeksi-covid-19-f7eD
    5. Coronavirus (COVID-19) and HIV [Internet]. Avert. 2020 [cited 1 December 2020]. Available from: https://www.avert.org/coronavirus/covid19-HIV
    Read More
  • ‘Apakah saya akan tertular HIV AIDS ketika menggunakan sembarang tusuk gigi di tempat makan?’ ‘Apakah makan dengan menggunakan piring bekas ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) dapat tertular virus ini?’ ‘Berciuman menularkan virus HIV?’ Cek kebenarannya di sini. 1. ‘Saya bisa tertular HIV jika berada dalam 1 ruangan bersama ODHA? Virus ini tidak dapat disebarkan melalui sentuhan, air […]

    10 Pertanyaan Penting Seputar HIV AIDS

    ‘Apakah saya akan tertular HIV AIDS ketika menggunakan sembarang tusuk gigi di tempat makan?’ ‘Apakah makan dengan menggunakan piring bekas ODHA (Orang Dengan HIV/AIDS) dapat tertular virus ini?’ ‘Berciuman menularkan virus HIV?’ Cek kebenarannya di sini.

    02.11.2015_-_HIV_04

    1. ‘Saya bisa tertular HIV jika berada dalam 1 ruangan bersama ODHA?

    Virus ini tidak dapat disebarkan melalui sentuhan, air ludah, keringat dan air mata. Kamu tidak akan tertular HIV dengan:

    • menghirup udara yang sama dengan ODHA
    • menggunakan toilet yang sama setelah sebelumnya digunakan oleh ODHA
    • berpelukan atau bergandengan tangan dengan ODHA
    • menggunakan sendok, piring, dan gelas bekas makan ODHA

    Baca Juga: Pertanyaan Seputar Kehamilan Pertama

    2. Apakah HIV dapat disembuhkan?

    Saat ini tidak ada obat untuk benar-benar menyembuhkan virus ini. Pengobatan yang ada saat ini baru dapat menurunkan jumlah virusnya dalam darah sampai pada point virus ini tidak terdeteksi sehingga dapat mencegah AIDS dan infeksi lain.

    Baca Juga: 10 Jenis Vaksin Untuk Ibu Hamil

    3. Pasangan sejenis dan pengguna narkoba memiliki risiko besar terkena virus HIV?

    Di Indonesia, 90% dari semua infeksi HIV tersebar melalui hubungan seksual. 60% dari angka tersebut merupakan hubungan heteroseksual. Jadi virus ini menyebar melalui kontak seksual tanpa pelindung dan dalam hal ini tidak pandang bulu dalam hal jenis hubungan seksualnya (heteroseksual/homoseksual) dan apakah orang tersebut pemadat atau tidak. Virus ini tidak pandang bulu dalam penyebarannya. Siapapun dengan faktor risiko dapat tertular virus tersebut.

    Baca Juga: 6 Hal yang Harus Diwaspadai Calon Ibu

    4. Hidup berakhir setelah positif HIV?

    Pada tahun-tahun awal epidemi penyakit HIV AIDS, angka kematian akibat AIDS sangat tinggi. Tapi baru-baru ini obat antiretroviral (ARV) dapat memperpanjang usia orang dengan HIV-positif, bahkan orang-orang dengan AIDS. Penanganan yang cepat sudah terbukti dapat memperpanjang usia odha. Motivasi untuk tetap semangat dalam melanjutkan hidup dan merubah gaya hidup yang buruk juga menjadi salah satu pengobatan bagi banyak kasus odha. Contoh nyatanya adalah Magic Johnson yang tidak menjadikan hidupnya semakin terpuruk setelah positif mengidap virus mematikan ini. Ia bahkan membangun yayasan Magic Johnson Foundation untuk bertempur melawan penyebaran virus dan merangkul para ODHA.

    Baca Juga: Ancaman HIV/AIDS Pada Pasangan Gay

    5. HIV = AIDS?

    HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS. Jadi tidak sama dengan AIDS. Seseorang dengan HIV-positif dapat berubah statusnya menjadi AIDS ketika jumlah CD4-nya (sel CD4 adalah sel-T yang mempunyai protein CD4 pada permukaannya dan protein itu bekerja sebagai ‘reseptor’ untuk HIV) turun di bawah 200 atau ketika ia memiliki infeksi atau kanker tertentu. Seseorang bisa saja memiliki HIV selama bertahun-tahun tanpa AIDS.

    Baca Juga: 6 Mitos dan Fakta Seputar Vaksin

    6. HIV tertular melalui ciuman?

    Bentuk ciuman yang hanya kontak biasa sebatas bibir bertemu bibir tidak akan menularkan HIV. Hal ini berbeda jika yang dilakukan adalah ‘French kissing’ yang mengharuskan mulut terbuka lebar dalam prosesnya karena jika ada gusi yang berdarah pada orang dengan HIV-positif, maka kemungkinan tertularnya sangat besar.

    Baca Juga: 5 Perbedaan Tumor dan Kanker

    7. Jarum Tattoo Tidak Menularkan HIV?

    Jarum tattoo yang tidak disterilisasi dengan baik dapat menjadi media penularan virus ini. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat mengatakan bahwa alat-alat yang digunakan untuk tattoo digunakan hanya sekali untuk kemudian dibuang. Tak lupa sebelum dibuang sudah melalui proses sterilisasi.

    Baca Juga: 10 Makanan Pencegah Kanker Serviks

    8. Ibu hamil akan menularkan virus tersebut pada bayinya?

    Ibu dengan HIV yang tidak menjalani pengobatan sama sekali akan menularkan pada bayinya sebesar 25 %. Angka ini akan semakin rendah hingga 5 % jika ibu menjalani pengobatan sejak sebelum hamil.

    9. Tusuk gigi dan pisau cukur tular HIV?

    Salah satu bentuk transmisi penularan virus ini adalah dengan kontak darah ODHA bertemu dengan darah bukan odha. Pastikan untuk selalu mensterilkan alat cukur tajam sebelum digunakan karena jika darah odha tertinggal pada pisau cukur Anda, dan pisau itu melukai wajah Anda (darah bertemu dengan darah), akan terjadi kemungkinan penularan virus tersebut. Tidak lupa untuk selalu sterilkan alat cukur dan suntik sebelum digunakan.

    Baca Juga: 5 Manfaat Donor Darah

    10. Nyamuk menularkan virus HIV?

    hiv
    Tidak ada bukti penularan virus ini dari nyamuk atau serangga -bahkan di daerah-daerah di mana ada banyak kasus virus ini dan populasi besar nyamuk seperti Afrika. Virus ini tidak berkembang biak (dan tidak dapat bertahan hidup) pada serangga.

    Itulah mengenai 10 pertanyaan penting seputar HIV AIDS yang perlu Sahabat Sehat ketahui supaya Sahabat bisa waspada terhadap penyakit yang satu ini. Apabila Sahabat memerlukan informasi lebih lanjut soal HIV AIDS dan produk-produk kesehatan yang berkaitan, silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

     

    Referensi:

    • Top 10 Myths Misconceptions About HIV AIDS
    • Myths About HIV AIDS
    • 10 Myths About HIV and AIDS
    • HIV – AIDS – Myth versus Reality
    • AIDS Myths and Misunderstandings
    • HIV Transmissions
    • Serba Serbi AIDS
    Read More
  • Siapa yang tidak kenal Charlie Sheen? Aktor kondang Hollywood ini mengaku sudah meniduri hampir 5.000 wanita dan hal tersebut berujung naas karena baru-baru ini ia didiagnosa positif HIV. Sejumlah sumber bahkan menyatakan mereka sudah tahu kalau Charlie didiagnosa HIV positif selama 2 tahun dan selama ini menjalani pengobatan dengan konsumsi kombinasi obat antiretroviral. Mungkin banyak […]

    Charlie Sheen: Perjalanan Seks Meniduri 5.000 Wanita Berujung HIV

    Siapa yang tidak kenal Charlie Sheen? Aktor kondang Hollywood ini mengaku sudah meniduri hampir 5.000 wanita dan hal tersebut berujung naas karena baru-baru ini ia didiagnosa positif HIV. Sejumlah sumber bahkan menyatakan mereka sudah tahu kalau Charlie didiagnosa HIV positif selama 2 tahun dan selama ini menjalani pengobatan dengan konsumsi kombinasi obat antiretroviral. Mungkin banyak yang menganggap hal tersebut wajar karena perilaku Charlie Sheen sendiri yang menyukai kehidupan jetset dengan menghabiskan seluruh waktunya di jet pribadinya dengan berpesta, seks, alkohol, dan narkoba. Setelah bertahun-tahun berjuang membuat virus ini tidak terdeteksi hingga, Dhuarr! Perjuangannya mengkonsumsi obat ARV selama bertahun-tahun sia-sia.

    Ayah dari 5 orang anak ini mengaku bahwa ia rajin minum obat antiretroviral (ARV) setelah pada tahun 2013 virus HIV di tubuhnya benar-benar tidak terdeteksi. Banyak yang merasa bahwa pria yang pernah mendapat bayaran termahal hingga 26 Miliar per episode ini memiliki 9 nyawa. Namun saat mengumumkan bahwa ia positif HIV, ia berkata, “Orang-orang bilang aku memiliki 9 nyawa. Tapi aku harus berhati-hati karena aku tidak tahu nyawa ke berapa yang sedang aku jalani saat ini.” tutupnya. Dan banyak yang berharap bahwa gaya hidup yang ia jalani ke depannya dapat lebih manusiawi

    Penyebaran virus HIV yang pasti tertular adalah melalui hubungan seksual. Seperti kisah Charlie Sheen yang kerap tidur dengan 4 bintang porno setiap harinya, cairan semen penderita HIV+ ternyata banyak mengandung HIV yang dapat menular melalui hubungan seksual. Pria dengan HIV+ juga terbukti lebih sering menularkan ke wanita sedangkan wanita dengan HIV+ jarang menularkan ke pria. Karena setelah pria mengeluarkan cairan semen ke vagina, cairan itu akan tinggal lama di dalam vagina sedangkan pada pria setelah koitus (persetubuhan, senggama) selesai maka penis tidak berkontak lagi dengan vagina wanita.

    Gejala HIV AIDS
    Virus HIV menimbulkan gejala setelah masuk ke dalam tubuh atau periode ini biasa disebut dengan masa inkubasi, dalam waktu 6 – 8 minggu virus HIV masuk dalam darah, berkembang, kemudian timbul gejala akut (viremia).

    Gejala HIV yang ditunjukkan bervariasi:

    • Pada Minggu pertama tidak ada gejala.
    • Setelah beberapa minggu, penyakit2 ringan pun datang, seperti: flu, demam, dan diare.
    • Tidak ada gejala khusus pada 3 -4 tahun pertama.
    • Penderita merasa sehat dan dari luar juga tampak sehat.
    • Setelah 5 tahun atau lebih, mulai muncul penyakit-penyakit yang disebabkan oleh sistem imunitas (daya tahan tubuh) yang mulai melemah/menurun.

    Gaya hidup Charlie Sheen sama sekali bukan contoh yang baik. Hikmahnya adalah pengalaman ia menjadi inspirasi bagi orang lain untuk lebih berhati-hati terhadap penularan virus HIV dalam bentuk hubungan seksual sehingga diharapkan bentuk pencegahan dapat segera diupayakan dan angka ODHA menurun, terutama di negara Indonesia.

    Referensi:

    Read More
Chat Asisten ProSehat aja