Telp / WhatsApp : 0811-1816-800

Berikut Virus yang Telah Ada Sebelum Covid-19, Tak Kalah Mengerikan

Infeksi Covid-19 masih terus menyebar ke seluruh dunia. Pada Januari 2021, jumlah kasus Covid-19 dilaporkan mencapai 100 juta kasus dengan tingkat kematian mencapai 2,15 juta orang di seluruh dunia. Amerika Serikat menjadi negara yang masih menempati posisi pertama dengan jumlah kasus positif dan jumlah kematian tertinggi di dunia, disusul Brasil dan India.

virus sebelum covid-19

Baca Juga: Kasus Covid-19 di Indonesia Mencapai Sejuta

Penularan virus ini masih terus meningkat di banyak wilayah sejak pandemi terjadi, termasuk Indonesia. Sementara itu, beberapa negara yang telah berhasil menekan Covid-19 pada awal wabah kini kembali mengalami peningkatan kasus positif. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memprediksi pandemi Covid-19 bisa berakhir dalam dua tahun. Namun, sebelum pandemi Covid-19 melanda, ternyata banyak wabah berbahaya yang pernah terjadi sebelumnya di dunia, di antaranya:

HIV/AIDS

Sejak kasus pertama yang dilaporkan pada tahun 1981, human immunodeficiency virus (HIV) telah menginfeksi sekitar 65 juta kasus dengan 25 juta kematian. Pada tahun 2013, 35 juta orang hidup dengan HIV, 2,1 juta orang baru terinfeksi oleh virus tersebut, dan sekitar 1,5 juta orang meninggal karena AIDS di seluruh dunia.

Sejauh ini, beban terbesar dari HIV/AIDS berada di Afrika wilayah sub-Sahara. Meskipun sampai saat ini belum ada obat untuk menyembuhkan HIV, namun ada jenis obat yang dapat memperlambat perkembangan virus. Jenis obat ini disebut antiretroviral (ARV). Pencegahan dan pengobatan infeksi HIV yang efektif dengan menggunakan ARV sudah tersedia secara luas, bahkan di negara-negara dengan sumber daya terbatas. Selama mengonsumsi obat ARV, dokter akan memantau jumlah virus dan sel CD4 untuk menilai respons pasien terhadap pengobatan. Dengan ARV, penularan HIV dari ibu ke bayi juga dapat dicegah.

Flu Babi (H1N1pdm09)

Pada tahun 2009, flu babi terdeteksi pertama kali di negara Amerika Serikat dan menyebar cepat ke seluruh dunia. Diperkirakan terdapat 60,8 juta kasus flu babi di dunia dengan 151.000 hingga 574.000 kematian. Secara global, diperkirakan sekitar 80 persen kematian akibat virus flu babi terjadi pada orang berusia di bawah 65 tahun.

Pada April 2009, WHO meningkatkan level peringatan pandemi menjadi level 4 yang mengindikasikan risiko pandemi flu babi. Pada tahun 2010, WHO mengakhiri status global pandemi influenza H1N1. Akan tetapi, virus (H1N1) pdm09 terus berkembang sebagai virus flu musiman dan menyebabkan kematian di seluruh dunia setiap tahunnya.

Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Flu

Adapun cara terbaik untuk menangani flu babi adalah dengan mencegahnya. Menjaga kebersihan tangan merupakan hal yang sangat penting untuk menghentikan penyebaran virus. Menjauh dari orang yang terinfeksi juga akan menghentikan penularan dari orang ke orang. Selain itu, memenuhi kebutuhan cairan tubuh pun merupakan hal yang sangat penting untuk mencegah masuknya virus ke dalam tubuh.

Cacar

Virus ini sudah ditemukan cukup lama, tetapi belum bisa dipastikan asal penyebarannya. Pastinya cacar disebabkan oleh dua virus, yaitu Variola Mayor dan Variola Minor. WHO mengumumkan perang melawan virus ini secara global sejak tahun 1980.

Sebenarnya, cacar ditemukan sejak peradaban Mesir Kuno. Para peneliti menemukan tanda-tanda cacar pada mumi-mumi yang diperkirankan berasal dari abad ke-3 sebelum Masehi. Pada abad ke-18 di Eropa, setiap tahunnya sekitar 400.000 orang meninggal karena cacar. Sementara itu, sepertiga lainnya yang selamat dari cacar mengalami kebutaan.

Produk Terkait: Layanan Vaksinasi Cacar Air ke Rumah

Cacar diperkirakan sudah membunuh lebih dari 500 juta orang dalam kurun waktu 100 tahun terakhir dengan kematian terbanyak adalah anak-anak. Pada tahun 1798, barulah ditemukan vaksin cacar oleh Edward Jenner setelah penelitian bertahun-tahun lamanya.

Baca Juga: Vaksin Cacar Bebaskan Anak dari Cacar Air

Cacar merupakan salah satu dari dua penyakit menular yang berhasil diatasi. Cacar air umumnya lebih sering menyerang anak-anak di bawah 12 tahun, tapi orang dewasa juga bisa saja terinfeksi virus ini. Untuk mengatasi cacar, diharuskan untuk menjaga sistem kekebalan imun dan menjaga kebersihan. Apabila sedang terkena cacar, jangan pernah sekalipun menggaruk bagian tubuh karena bisa mengakibatkan infeksi pada kulit dan bekas luka setelah sembuh nanti.

Virus Ebola

Virus Ebola pertama kali dilaporkan pada tahun 1976 di dua wilayah secara serentak, yaitu di Sudan Selatan, tepatnya desa Nzara, dan di Yambuku, Kongo, sebuah desa dekat dengan Sungai Ebola, yang kemudian menjadi asal usul nama penyakit ini.

Penyakit Ebola memiliki tingkat kematian yang tinggi, yakni membunuh 25 persen hingga hingga 90 persen penderitanya dengan muntah, diare dan ruam yang disertai penurunan fungsi hati dan ginjal. Tak jarang penderita Ebola mengalami perdarahan internal dan eksternal.

Wabah ini muncul di daerah subtropis Sahara Afrika. WHO melaporkan 24 wabah yang melibatkan 2.387 kasus dengan 1.590 kematian selama tahun 1976 hingga 2013. Penularan virus Ebola diketahui melalui kontak langsung dengan darah dan cairan tubuh penderita.

Virus Ebola dapat bertahan lama di dalam tubuh, sehingga penularan melalui mayat pun bisa terjadi.  Meskipun bagaimana virus ini menular dari hewan ke manusia belum jelas, dapat dipastikan virus berasal dari hewan liar atau kelelawar buah yang sudah terinfeksi. Salah satunya mungkin karena memakan kelelawar ataupun memakan buah bekas gigitan kelelawar.

Belum ada obat yang secara pasti bisa menyembuhkan penyakit ini. Pasien yang sakit berat membutuhkan pemberian cairan secara cepat dengan infus. Pasien harus diisolasi dari orang lain dan diberikan perawatan intensif oleh tenaga medis. Cara untuk menghindari virus Ebola di antaranya adalah menghindari kontak dengan penderita Ebola dan cairan tubuh mereka, tidak menyentuh barang apapun seperti handuk yang bisa berpotensi terkontaminasi, mencuci tangan secara teratur. Selain itu, tenaga medis yang merawat harus menggunakan sarung tangan dan alat pelindung beserta masker. WHO juga memperingatkan untuk tidak mengonsumsi daging satwa liar mentah dan kontak dengan kelelawar yang terinfeksi atau monyet dan kera.

Baca Juga: Virus Nipah, Calon Pandemi Baru Setelah Covid-19?

Nah, Sahabat Sehat itulah beberapa penyakit infeksi berbahaya yang sudah ada sebelum pandemi Covid-19. Maka dari itu, Sahat Sehat diharapkan mampu menjaga kesehatan dan kebersihan, serta olahraga yang teratur agar terhindar dari berbagai virus yang ada. Jangan lupa juga patuhi protokol kesehatan 5M dan PHBS yang ada ya, Sahabat Sehat! Untuk deteksi dini Covid-19, Sahabat bisa melakukannya di Prosehat. Caranya mudah, Sahabat bisa mengakses via website dan aplikasi lalu pilih Layanan Kesehatan dan klik Rapid Test Covid-19. Info lebih lengkap silakan hubungi Asisten Kesehatan Maya 08111816800 atau klik http://www.prosehat.com/wa.

 

Referensi

  1. Selain Covid-19, Ini 5 Penyakit yang Pernah Jadi Pandemi dan Berhasil Diatasi [Internet]. kompas.com. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://www.kompas.com/tren/read/2020/03/12/135754465/selain-covid-19-ini-5-penyakit-yang-pernah-jadi-pandemi-dan-berhasil?page=all
  2. Sebelum Virus Corona, Wabah Pandemi Mematikan Pernah Melanda Dunia [Internet]. kumparan. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://m.kumparan.com/acehkini/sebelum-virus-corona-wabah-pandemi-mematikan-pernah-melanda-dunia-1-1skQLOUHgmQ
  3. Fakta dan cara mencegah Ebola [Internet]. BBC News Indonesia. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/11/141103_fakta_ebola
  4. Penyebaran Kasus Covid-19 Semakin Tinggi, Berbagai Negara Kebut Vaksinasi [Internet]. kompas.id. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://www.kompas.id/baca/internasional/2021/01/05/penyebaran-kasus-covid-19-semakin-tinggi-berbagai-negara-kebut-vaksinasi/
  5. Kasus Covid-19 Dunia Tembus 100 Juta, Tren Penyebarannya Makin Cepat [Internet]. Katadata.co.id. 2021 [cited 11 February 2021]. Available from: https://katadata.co.id/yuliawati/berita/601126f62f04d/kasus-covid-19-dunia-tembus-100-juta-tren-penyebarannya-makin-cepat

Chat Asisten ProSehat aja